Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sebelumnya di "The Mentalist".
Lisbon.
Aku hanya ingin kau tahu aku baik-baik saja.
Aku akan merindukanmu.
Dua Tahun Kemudian
- Patrick. - Kim.
Terima kasih. Aku butuh teman.
Aku datang untuk memberi penawaran.
FBI bersedia mencabut semua tuntutan terhadapmu...
Jika kau bekerja untuk kami.
Kau ada di Amerika sekarang.
Ini kesepakatannya.
- Ambil atau tinggalkan. - Aku tinggalkan.
Mereka penuhi semua tuntutanmu.
Semuanya. Bagaimana kau melakukannya?
Kau ingat USB yang kita temukan di gudang anggur Bertram?
Basis data terenkripsi.
Isinya daftar Asosiasi Blake. Aku memanfaatkannya.
Tapi kita tak pernah pecahkan sandinya.
Ya, FBI tidak tahu itu.
Markas Pusat FBI Austin, Texas
Meja untukmu sudah siap. Kau bisa bekerja di sebelah sini.
Aku tidak butuh meja.
Sungguh? Kau bekerja sambil berdiri?
Berbaring. Aku butuh sofa.
- Sungguh? - Sungguh.
Membuka pikiran. Itu sebabnya psikiater menyuruhmu berbaring.
Aku tidak tahu. Kau tak bisa dapat sofa di sini.
- Kau tak pernah ke psikiater? - Tidak.
Menarik. Itu kebohongan. Kita kembali ke persoalan.
Kenapa aku tak boleh dapat sofa?
Hanya pegawai tingkat tiga ke atas yang bisa dapat sofa.
Sofa, kentang.
Aku tingkat berapa?
Kau konsultan. Kau tak termasuk dalam sistem tingkatan.
- Kau tingkat berapa? - Empat.
Kau bisa minta kursi ergonomis jika punya masalah punggung.
- Tapi dengan catatan dokter. - Tidak. Aku minta sofa.
Dan Abbott, bosmu, mengatakan aku bisa dapat sofa.
Kau tak bisa dapat sofa di sini.
Tidak ada sofa, tidak ada aku.
Kau tak mengerti kesepakatannya. Kau tak bisa buat peraturan.
Ya, aku bisa dan kau sudah lihat itu.
Kenapa kau mengatakan tak pernah datang ke psikiater?
Apa yang membuatmu malu?
Maafkan aku karena menipumu, Patrick.
- Kau tidak menipuku. - Baguslah.
Aku senang kau berpikir begitu.
Aku tak berniat untuk lebih mengakrabkan diri.
Aku ditugaskan untuk menetapkan identitasmu dan terus mengawasimu.
Lalu, kita mulai berbicara dan aku...
Terserah.
Maafkan aku.
Aku akan berusaha sejujur mungkin kepadamu untuk kedepannya.
Apa kau selalu menutupi perasaan bersalah dengan amarah?
Tak ada yang membuatku malu dalam hidupku.
Tapi inilah hidupku.
Entah aku pernah pergi ke psikiater atau tidak...
Itu bukan urusanmu.
Ini tentu saja ruang konferensi. Ruang istirahat lewat sini.
Untuk apa kau bertemu psikiater?
Baiklah.
Aku akan memberikanmu sofa.
Bagus.
Aku suka sofa bergaya kelab tapi tentu saja yang lebih besar.
Kulit usang, sofa yang bisa kujadikan tempat meringkuk.
Seperti sofa yang aku punya di CBI.
Fischer, bersiaplah. Kita akan pergi ke Corpus Christi.
- Lima agen DEA dibunuh. - Lima?
Lima. Ayo kita pergi.
Kantor Lapangan DEA
Ada tiga selubung kaliber berbeda.
Jadi, ada tiga penembak, atau mungkin lebih.
Pegawai di sini tak tahu apa yang menyerang mereka.
Mereka menemukan kamera keamanan yang tersembunyi di balik jam.
Ada kamera lainnya yang tersembunyi di lampu.
Mereka tahu apa yang dicari.
Salah satu agen selamat dari penembakan awal.
Kau lihat noda seretan darah itu?
Dia sedang mencoba merayap kabur saat dibunuh.
Pekerjaan yang bersih. Tak ada saksi, tak ada rekaman.
Kenapa ada cermin di ruangan ini?
Dan kenapa cermin itu dipasang tinggi sekali di dinding?
- Kamera lainnya. - Itu dia.
Dengar, aku tahu siapa pelakunya.
Maksud Agen Higgins adalah DEA punya alasan kuat...
Untuk percaya organisasi narkoba di Corpus Christi...
Ada di balik pembunuhan ini, Kelompok Pantai Teluk.
- Kenapa mereka lakukan itu? - Balas dendam.
Bulan lalu, kami menyita 100 kg narkoba dari Kelompok ini...
...dan menembak mati salah satu letnan mereka.
Kami mendengar mereka ingin pembalasan.
Provos melakukan investigasi. Itu penembakan yang bersih.
Kami mendengar isu pertama di Kelompok itu dua tahun lalu.
Mereka disiplin, terorganisir, dan sangat rahasia.
Penggerebekan beberapa pekan lalu...
Adalah serangan pertama kami terhadap operasi mereka.
Tapi mereka masih bisa mengendalikan penyebaran narkoba di Corpus Christi.
- Di mana kau saat penembakan? - Aku di rumah.
Aku melakukan jaga malam di malam sebelumnya.
Siapa yang menjalankan Kelompok Pantai Teluk?
Kami tidak tahu.
Tapi kami punya profil.
Menurut kami Tn. X seorang pebisnis cerdas dan disiplin...
Kemungkinan memakai organisasi yang sah sebagai kedok.
- Bersembunyi di tempat terbuka. - Itu benar.
Kebanyakan dari mereka ingin kau mengakui siapa mereka.
Itu alasan mereka.
Tapi yang satu ini...
Mereka seolah tak punya ego.
- Itu aneh, bukan? - Apa yang aneh?
Kau bilang Tn. X disiplin.
Menurutku menembak lima agen DEA bukanlah tindakan disiplin.
Siapa yang kau curigai?
Ada sedikit kemungkinan.
Hector Ruiz.
Pengembang properti yang berbasis di Corpus Christi.
Tapi dia telah berbisnis di seluruh Texas.
Francisco Perez alias Paco.
Warga Kolombia yang punya ikatan dengan kartel narkoba.
Kami tahu dia di kota sekarang, tapi kami belum tahu alasannya.
Dia hanya berada di Amerika untuk beberapa bukan.
Michael Ellis. Dia menjalankan perusahaan finansial.
Perusahaan reksa dana tujuan khusus, tapi bisnis internasional.
Dia telah diselidiki atas penggelapan pajak...
...dan pelanggaran SEC.
- Tapi tak ada yang terbukti. - Siapa ini?
Richie Vargas. Dia anggota yang terbunuh dalam penggerebekan.
Bukan, wanita ini.
Krystal Markham, kekasih Vargas.
Kau tahu di mana kita bisa temukan dia?
Kami pernah menginterogasinya beberapa kali.
Dia tidak banyak membantu.
Kau tahu di mana kita bisa temukan dia?
Wylie, kau dapat sesuatu dari rekaman DEA?
Sebenarnya, ya. Identitas ketiga penembak.
Itu cepat sekali.
Setelah aku menjernihkan foto dari rekaman itu...
Aku tinggal menjalankan program pengenalan wajah.
Ketiganya tercatat di dalam basis data federal.
Siapa mereka?
Menurut Kepolisian Corpus Christi, mereka penjahat jalanan lokal.
Tak ada kaitannya dengan Kelompok Pantai Teluk.
Mungkin DEA salah.
Mungkin Kelompok itu menyewa mereka untuk lakukan penembakan.
Alamatnya masih berlaku, tapi itu tak akan membantu.
Polisi setempat sudah memeriksanya. Para penembak itu sudah lama pergi.
Jadi, kita harus menunggu laporan pencarian. Aku benci itu.
- Kau ingin pergi ke Corpus Christi? - Ya, ayo kita pergi.
Kau dengar suara di video kamera pengawas DEA?
Ya, kenapa?
Mobil para penembak itu tak terlihat, tapi suara mesinnya terdengar.
Lalu?
Mungkin kita bisa pakai itu.
Itu ide fantastis.
Setiap model mesin memiliki suara yang khas.
Jika kita bisa menganalisis suara mobil penembak...
Dan membandingkannya dengan mesin khusus yang terkenal...
Kita mungkin mendapatkan kecocokan.
Bagus. Telepon aku saat dapat sesuatu.
- Baiklah. - Dia bisa lakukan itu?
- Ya. - FBI.
Ya.
Klub Teluk Corpus Christi
Krystal Markham?
- Ya? - Aku Agen Fischer dari FBI.
Ini Patrick Jane.
Kami ingin bertanya soal penembakan di markas DEA.
Aku tak tahu apa pun soal kejadian itu.
Lima Agen DEA tewas, Nyonya.
Ya. Aku ingat sekarang. Itu ada di berita. Mengerikan.
Ada apa?
Sebagian orang menganggap Kelompok Pantai Teluk pelakunya.
Pembalasan dendam kematian pacarmu, Richie Vargas.
- Richie bukan pacarku. - Bukan?
- Apa hubungan kalian? - Teman.
Teman baik. Aku sangat sedih dia wafat.
- Dia pria yang baik. - Dia seorang gangster.
- Aku tidak tahu itu. - Tidak tahu?
Aku tak pernah tanya pekerjaannya. Itu tidak sopan.
Permisi.
- Boleh aku pergi. - Ya, tentu saja.
Tapi bolehkah aku minta nomor teleponmu?
Sudah kukatakan aku tak tahu apa pun.
Aku percaya. Bukan itu alasanku minta nomor telepon.
Aku sudah lama tidak berkencan. Maaf, ini sudah lama.
Kau ingin nomor teleponku?
Ya, lalu, aku bisa meneleponmu dan mungkin kita bisa...
Entahlah. Aku tidak pernah...
Itu telepon dari Wylie di kantor. Dia mengetahui mobil penembak.
Chevy Impala '60-an.
Ada tiga mobil di area ini, tapi tak satu pun atas nama penembak.
Kita tahu di mana ketiga mobil itu?
Mobil pertama ada di pusat kota Corpus Christi.
Mobil kedua terlihat di area pergudangan.
Dan mobil ketiga ada di Bella Vista. Jadi, kita harus pergi.
Terima kasih atas waktumu, Nn. Markham.
Bisa beri kami waktu sebentar?
Ya.
Terima kasih.
Jadi, kau bilang kau tak pernah...
Aku tak pernah mengencani polisi.
Tidak akan. Aku bukan polisi.
- Kalau begitu kau apa? - Aku bukan "apa", aku "siapa".
Aku akan senang mengatakan siapa aku saat makan malam.
Terima kasih, aku akan meneleponmu.
Mungkin aku akan menjawabnya.
- Kau baru saja mengajaknya kencan? - Ya.
Selamat.
Aku rasa.
Aku terkejut.
Aku tak mengira dia tipemu.
Dia berpikir mobil Impala yang kita cari ada di area pergudangan.
Begitukah? Bagaimana kau tahu?
Aku tahu.
Menurutmu dia tahu lebih banyak dari yang dikatakannya.
- Itu alasanmu mengajaknya kencan? - Bukan.
Aku mengajaknya kencan karena dia tipeku.
- Dia mengatakan ya? - Tentu saja.
Dia mungkin tipemu, tapi kau tak tampak menyukainya.
Dia senang aku mengajaknya...
Saat aku yakinkan dia aku bukan polisi.
Apakah kita akan pergi ke suatu tempat?
Cho, menurut Fischer penembaknya bersembunyi di pergudangan pelabuhan.
Aku kirim alamatnya padamu sekarang.
- Ini mobilnya? - Ya.
Kalian berdua pergi ke samping dan belakang gudang.
Kau bersama kami.
Krystal, ini Patrick Jane. Telepon aku saat kau sempat.
Aku ingin tahu apakah kau ingin makan malam denganku nanti.
Aman.
- Aman. - Ayo kita periksa bagian belakang.
Aman.
- Kami dapat sesuatu. - Aku datang.
Para penembak ditemukan.
Hai, Krystal.
Tidak. Sekarang waktu yang pas.
Jadi, bagaimana dengan makan malamnya nanti?
Hebat.
Pukul 20.00 saja.
Aku menjemputmu atau kita bertemu di sana?
Luar biasa. Aku tak sabar bertemu.
Ketiga korban ditembak dengan cara yang sama.
Tenggorokan mereka digorok lebih dulu.
Itu sebabnya ada banyak darah.
Untuk memastikan kematiannya, mereka ditembak di kepala.
Jarak dekat. Seseorang tentu ingin mereka mati.
Kau pernah menangani pembunuhan kartel?
Cukup banyak untuk tahu ini cocok dengan modus operandi mereka.
- Seperti yang kupikirkan. - Aku mengerti.
Penembak mati, keadilan disampaikan.
Apa kita akan lebih lama di sini? Aku punya rencana.
Ini dia. Aku menemukan ponsel prabayar.
- Tidak ada nomor di kontak. - Catatan telepon?
Ada enam panggilan dalam tiga hari terakhir.
- Semua nomornya sama. - Coba telepon.
Terputus.
Perusahaan telepon mengatakan nomor itu diputus kemarin.
Nomor itu terdaftar atas mana siapa?
Frank Price, yang diketahui sebagai nama samaran...
Francisco "Paco" Perez.
34 tahun. Warga negara Kolombia.
Dia punya ikatan keluarga yang kuat dengan kartel Espedes di Bogota.
Kau bilang dia ada di AS dalam tiga bulan terakhir.
- Melakukan apa? - Aku tidak yakin.
- Sebelum itu? - Lagi-lagi, aku tak yakin.
Catatan Kolombia bukan yang mereka inginkan.
- Dan menurutmu dia Tn. X? - Ya.
Aku selalu curiga.
Tersangka lainnya, Ruiz dan Ellis, mereka sesuai dengan profilnya.
Tapi aku sudah bertemu dan bicara pada mereka.
Menjalankan Kelompok Narkoba? Pembunuhan?
Menurutku mereka tidak sanggup.
Lalu kenapa tidak beralih ke Perez?
Dia tidak menarik bagi atasanku.
Informan kami mengatakan Perez adalah penghubung...
Antara kartel dan Kelompok Narkoba Corpus Christi.
Dia bukan orang yang bertanggung jawab.
Tapi aku berani bertaruh...
Dia orangnya.
Kami kesulitan melacak Perez.
Apa lagi yang bisa kau katakan tentang dia?
Tidak banyak. Perez bertindak tidak mencolok.
Sejujurnya, aku terkejut dia meninggalkan ponsel prabayar.
Itu tidak seperti sifatnya. Itu kecerobohan.
- Terima kasih. - Tentu. Terima kasih.
Terima kasih.
Kau akan katakan padaku siapa kau?
Tidak, itu hanya strategi.
Aku tak pernah katakan pada siapa pun siapa aku.
Itu sebabnya kita begitu serasi. Kurasa kau sama.
Begitukah?
Ada sisi asli Krystal yang tak kau perlihatkan.
Di balik sifat glamor dan senyuman...
Ada seseorang yang jujur, kuat dan rendah diri.
Mungkin.
Itulah Krystal yang ingin kutemui.
Itu rayuan yang sangat bagus untuk pria yang lama tak berkencan.
Aku melakukannya dengan baik, 'kan? Luar biasa.
Jadi, ada apa dengan cincin kawin itu?
Ceritanya panjang.
- Mungkin kita harus pesan minuman. - Ide bagus.
Permisi.
Ayo.
- Pikiran yang bagus. - Benar.
Bagaimana hubungan Jane dan teman perempuannya?
Kurasa itu mengalami kebuntuan.
Tapi Jane tentu saja menikmatinya.
Dia biasanya begitu.
Halo. Ini dari para pria di meja bar.
Ya, ampun.
- Para pria itu? - Mereka datang.
Halo, Nona-nona.
Aku Dale. Ini Mike.
- Aku Kim. - Aku Teresa.
- Teresa. Nama yang indah. - Terima kasih.
Kalian berdua di kota untuk konferensi orthodonti?
Tidak. Kami polisi.
Kau bercanda.
Tidak, sebenarnya, kami FBI.
Keren.
- Senang bertemu kalian. - Semoga malam kalian menyenangkan.
Tak pernah gagal.
Dale.
Itu mengingatkan aku.
- Apa ini? - Itu lencanamu.
Kejaksaan Wilayah mengirimkannya padaku hari ini.
Selamat.
- Kau terlihat terkejut. - Tidak. Aku hanya...
Kurasa ini tidak nyata. Sekarang ini nyata.
- Aku masuk FBI. - Selamat datang.
Terima kasih.
Astaga.
Astaga, itu kisah tergila yang pernah kudengar.
- Kau bunuh dia? - Ya.
Itu sebabnya kau masih memakai cincin kawin.
Kurasa begitu.
Pria yang malang. Apa yang telah kau alami?
Aku tak bisa bayangkan.
Kau sendiri pernah mengalami masa sulit.
Tidak seperti itu.
Aku tidak menerima sikap wanita yang kasar.
Menurutku...
Kau sangat peduli pada Vargas.
Dan sangat menyakitkan untukmu saat dia dibunuh.
Tentu, itu menyakitkan.
Kehilangan selalu bisa melumpuhkanmu.
Itu menghentikanmu dalam melanjutkan hidup.
Semakin sulit rasa kehilangan itu...
Semakin besar rasa bersalah yang kau rasakan.
Itulah yang harus kau lakukan.
Melupakannya.
Itulah yang coba kulakukan.
Aku berusaha.
Apakah penyelidikanmu ini penting?
Ya.
Maksudku, untukmu?
Ya.
Mungkin aku bisa bantu.
Kukira kau tak tahu apa pun.
Kau bohong kepada kami, Nn. Markham.
Aku tak ingin menyembunyikan informasi tapi kau harus mengerti.
Aku tak bisa terlibat dalam semua ini.
Dan sekarang kau bisa?
Apa yang bisa kukatakan? Seseorang mengubah pikiranku.
Apa yang bisa kau katakan soal Paco Perez?
Dia punya kondominium yang dia pakai di tepi pantai.
Richie dan aku pernah ke sana beberapa kali untuk berpesta.
Kau tahu alamatnya?
Ya, 2014 Ocean, entahlah.
Tempat itu tepat di atas air.
Ada lagi yang bisa kau katakan pada kami tentang Perez?
Dia mungkin akan membunuhku jika tahu aku bicara padamu.
Dia pernah mengancammu?
Belum. Tapi dia orang yang kejam.
Apakah kalian yakin ini aman? Apakah aku aman?
Tak ada yang perlu kau khawatirkan, Nn. Markham.
Tak satu pun di luar ruangan ini yang akan tahu...
Kau bekerjasama dengan kami.
Percayalah padaku.
- Ada keberuntungan? - Perez tentu saja tinggal di sini...
Tapi tak ada tanda keberadaannya saat kami tiba.
- Menurutmu dia tahu kita datang? - Itu sulit dikatakan.
Tapi tampaknya dia pergi terburu-buru. TV masih nyala.
Kondominium ini punya kamera keamanan.
Mungkin kita bisa lihat rekamannya.
Kita mungkin akan lihat mobil yang dikendarainya...
- Atau dia pergi dengan orang lain. - Kami akan periksa rekamannya.
Telepon, komputer, perangkat apa pun yang bisa dipakai melacak Perez.
Aku ingin semua itu.
Dia sudah mulai lebih awal. Ayo kita bergerak. Waktu berjalan.
Terima kasih lagi atas tumpangannya.
Dengan senang hati.
Boleh aku mengantarkanmu ke dalam?
Jika kau antar aku ke dalam, aku mungkin mengundangmu masuk.
Dan kita berdua tahu bagaimana akhirnya.
- Kau kesulitan. - Aku tak berbahaya bagaikan lalat.
Kalau begitu, aku jadi laba-laba. Entah apa yang kurasakan.
Terasa seperti di rumah, aku bayangkan.
- Lain kali. Setuju? - Jadi, ada lain kali?
Jika kau mau dan jika kau meneleponku.
Kau mengerti maksudku.
- Aku akan meneleponmu besok. - Bagus.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Dari mana saja kau?
Sedang apa kau di sini, Paco?
Aku tak punya tempat untuk dituju.
FBI baru saja menyerbu rumahku.
Itu tak menjawab pertanyaanku. Kenapa kau di rumahku?
Kurasa kau tahu kenapa aku di sini.
Kurasa kau mengirim FBI ke kondominium milikku.
Kurasa kau ingin mereka menemukanku dan menangkapku.
- Aku tak mengerti maksudmu. - Cukup!
Kau tahu untuk siapa aku bekerja.
Kau tahu apa yang akan mereka lakukan saat mengetahui...
Kau mengadukan aku kepada FBI.
Kau tahu apa yang akan kulakukan.
Jangan pernah kau mengancamku, Bajingan.
Kau lupa dengan siapa kau bicara?
Aku menguasai kota ini. Aku bosnya.
Tunjukkan rasa hormatmu.
Kini...
Ayo kita mulai lagi.
Kenapa aku akan bicara pada FBI?
Jangan pura-pura bodoh.
Berkat aku, kau punya hubungan langsung dengan kartel Espedes.
Tapi kau tak bisa menyingkirkan aku.
Sebaliknya, Kolombia? Musnah. Produkmu? Musnah.
Kau? Musnah.
Permainan kecil yang kau mainkan dengan FBI tak akan berhasil.
Ya, begitu rupanya.
Lima agen DEA tewas...
Dan FBI berpikir kau membunuh mereka.
Aku mungkin tak bisa menyentuhmu...
Tapi bagaimana jika aku buat seolah orang lain yang melakukan?
Kau tak pernah memikirkan hal itu?
Tenang.
Paco.
Jika aku ingin membunuhmu...
Kau sudah mati.
Jangan khawatir, aku tak akan membunuhmu.
Tidak sekarang.
Kukira kau akan meneleponku besok.
Sekarang sudah besok di suatu tempat.
Bali, kurasa.
- Apakah itu masalah? - Tidak masalah.
Aku hanya terkejut.
Itu amat jarang terjadi belakangan ini.
Aku menelepon karena ingin bertemu denganmu besok.
Kau ada waktu?
Aku punya beberapa tugas untuk dijalankan...
Dan beberapa hal untuk diurus.
Tapi aku ada waktu pada malam hari.
Itu adalah kencan.
- Selamat malam, Patrick. - Selamat malam, Krystal.
Kita lakukan pencarian terhadap Perez.
Kepolisian Corpus Christi akan membantu pencarian.
- Apa itu? - Kamera keamanan di apartemen Perez.
- Kau dapat sesuatu? - Belum.
Tapi kamera hanya menangkap bagian depan bangunan...
Jadi, Perez bisa datang dan pergi tanpa kita ketahui.
Nona-nona, pertanyaan cepat. Baju mana yang harus kupakai?
Jane, kami sedang mengerjakan sesuatu sekarang.
Kumohon, aku butuh bantuan. Ini hanya sebentar.
Yang mana? Ini atau ini?
- Kau yakin? - Baiklah, yang itu.
Jane, ayolah. Kami coba melacak Perez.
Kau akan membantu penyelidikan ini atau tidak?
- Siapa bilang aku tak membantu? - Kau membantu dengan berkencan.
Itu berhasil, bukan?
Omong-omong, terima kasih banyak atas sofanya.
Sangat menghangatkan.
Dia merencanakan sesuatu dengan wanita itu.
- Aku setuju. - Tidak.
Maksudku, dia tahu sesuatu yang tak dikatakan pada kita.
Aku sudah lihat itu berkali-kali.
Entahlah. Dia tampak sangat tertarik pada wanita itu.
Wanita itu bahkan bukan tipenya.
Itu yang kukatakan. Seperti apa tipenya?
Entahlah.
Ini adalah kebuntuan.
Mungkin Perez tahu soal kamera itu.
- Itu layak dicoba. - Kau benar.
Di kantor DEA...
Penembak tahu dua lokasi kamera tersembunyi.
- Benar. - Tapi tidak kamera ketiga.
- Kenapa? - Informasi yang buruk.
Meskipun begitu, dari mana informasi itu berasal?
Bagaimana mereka tahu lokasi dua kamera tersembunyi?
Entahlah.
Tapi aku tahu di mana kita akan mengetahuinya.
Halo, Patrick.
Hai, aku hanya ingin pastikan kita jadi bertemu malam ini.
Aku tak sabar bertemu.
- Kau ingin datang ke rumah? - Dengan senang hati. Pukul berapa?
- Pukul 19.00 saja. - Kalau begitu, sampai bertemu.
Sampai nanti.
Nyaman?
Jangan khawatir. Aku akan berkendara sebentar.
Siapa yang tahu soal kamera tersembunyi?
Aku.
- Rekan-rekanku. - Dan para penembak.
Seseorang membocorkannya pada mereka. Siapa?
Mungkin seseorang dari petugas kebersihan.
Atau salah satu teknisi yang memasang kamera.
Kelompok Narkoba bisa bernegoisasi dengan siapa saja.
Setahuku tak seorang pun dalam timku yang akan lakukan itu.
Duduklah. Butuh waktu lama untuk mengunduh.
Kau seharusnya berpikir dengan hati-hati, Paco.
Kau seharusnya lebih pintar.
Tapi kini...
Kau pelakunya.
Kepolisian Corpus Christi. Ada yang bisa kubantu?
Ya, kurasa aku melihat pria yang kalian cari. Paco Perez?
Di mana kau melihatnya?
Dia masuk ke rumah kosong di daerah rumahku.
Menurutku ini aneh karena rumah itu kosong selama berbulan-bulan.
Di mana alamatnya, Nyonya?
945 Clinton Street.
Aku akan beri tahu petugas.
Jika kau melihat dia, jangan mendekatinya. Mengerti?
Ya, tentu saja.
Siapa namamu?
Maaf, aku harus pergi.
Aku akan membunuhmu.
Kau dengar aku, Pelacur? Aku akan membunuhmu!
Selamat tinggal, Paco.
Kau tahu harus lakukan apa.
Kirim aku SMS saat kau selesai.
Menunduk!
Tahan tembakan!
Jackson, Salazar, ikut denganku.
Lindungi.
Ada apa, Cho?
- Kami menemukan Perez. Dia mati. - Apa yang terjadi?
Tampaknya dia menembak petugas polisi Corpus Christi.
Mereka lepaskan tembakan balasan. Senjata mereka lebih banyak.
Apa kita dapat sesuatu dari TKP?
Sebuah revolver. Keenam pelurunya sudah ditembakkan.
Tapi ada sesuatu yang aneh. Aku temukan bekas tembakan...
Di salah satu bingkai jendela rumah.
- Jadi? - Jendelanya di belakang rumah.
Berarti seseorang menembak dari halaman belakang.
Menurutku Perez tak sendirian.
Terima kasih.
- Apa itu... - Krystal Markham,.
Higgins bilang koleganya menginterogasi dirinya...
Tapi bukan itu yang membuatku tertarik.
Lihat ini.
Dia melihat ke arah kamera seperti dia tahu kameranya ada di situ.
Kupikir dia tahu.
Ini sangat indah. Terima kasih.
- Ini sedikit kuno. - Aku suka bunganya.
Duduklah. Aku akan menaruh bunga ini di air.
Aku sedang ada urusan. Telepon aku lagi nanti.
Krystal Markham adalah pemimpin komplotan. Jane?
Sial, dia menutup teleponnya.
Kupikir kita bisa minum di atas kapal.
Temanku punya sebuah kapal, dia menginzinkanku untuk memakainya.
- Bagaimana menurutmu? - Kedengarannya menyenangkan.
Temanmu...
...mengizinkanmu meminjam kapal ini?
Dia tak punya banyak kesempatan menggunakannya lagi.
- Tidakkah dia baik? - Teman yang baik.
Haruskah aku cemburu?
Selalu.
Terima kasih.
Bagaimana jalannya penyelidikanmu?
Kami dapat kemajuan. Kami temukan Paco Perez.
Itu berkat bantuanmu.
Apa dia dalam penahanan?
Tidak, mati.
Polisi Corus Christi menembak mati dirinya.
Setidaknya mereka berpikir itulah yang terjadi.
Dan kau?
Aku tetap berpikiran terbuka soal itu.
Itu yang kusuka darimu.
Bersulang.
Paco sudah mati, aku bayangkan kau akan kembali ke Austin.
Pada waktunya.
- Apa yang membuatmu tetap di sini? - Dirimu.
Maaf. Permisi.
Sangat kasar.
Kau pria idaman. Mungkin aku yang seharusnya cemburu.
Itu soal pekerjaan. Tak ada yang penting.
Secara pribadi, kuharap penyelidikanmu...
- Berjalan selama berminggu-minggu. - Kenapa begitu?
Kau dan aku akan semakin mengenal satu sama lain.
Sayangnya, aku pikir itu tak akan berjalan lebih lama.
Aku punya teori baru.
- Bisa kau ceritakan padaku? - Tentu, aku memercayaimu.
Pertama yang menarik perhatianku adalah si penembak...
Tahu ada dua kamera tersembunyi tapi tak tahu kamera ketiga.
Tidak masuk akal.
Kecuali orang yang mengirimkan masuk penembak...
Ingin mereka ditangkap.
- Pintar. - Ya, memang.
Dan teori yang kedua?
Ini masih teori seperti yang kukatakan...
Tapi Tn. X yang terus dibicarakan oleh DEA...
Kami tahu dia displin, dia teratur, dia berhati-hati...
Dan pintar.
- Tapi? - Tapi...
Dia adalah pria yang menjalankan gembong narkoba besar.
Tapi dia menjalankannya dengan sangat baik.
Tapi tak ada yang tahu siapa dia.
Dia adalah pria yang benar-benar tak punya ego.
Sepanjang hidupku, aku tak pernah bertemu pria yang bisa lakukan itu.
Seorang pria yang benar-benar menghindari semua perhatian.
Itu membuatku berpikir...
Mungkin Tn. X ini adalah seorang wanita.
- Itu teori yang cukup menarik. - Ya, kupikir begitu.
Aku tak suka anggur ini.
Kupikir aku akan membuka botol yang lain.
Aku menyukainya.
Aku penasaran soal sesuatu.
Dan jangan cemas jika kau tak menjawab ini.
Aku tak akan cemas.
Wanita ini.
Menurutmu siapa dia?
Kau.
- Apa yang membuatmu berkata begitu? - Kau cerdas.
Cukup cerdas untuk membiarkan orang berpikir bahwa kau tidak cerdas.
Sifat yang sama persis...
Yang memungkinkan Tn. X menjadi misteri selama bertahun-tahun.
Selain itu, aku lebih baik daripada yang kau pikirkan tentang diriku...
Karena kau tertarik padaku.
Kau meremehkan dirimu sendiri.
- Tidak kali ini. - Kurasa...
Kita tak akan pernah tahu.
Sebuah pertanyaan, jika aku mampu, sangat cerdas...
Seperti yang kau katakan, bagaimana mungkin aku ada di sini?
Salahku di mana?
Itu bukan apa pun yang kau lakukan. Kau sempurna.
Sungguh. Dan saat kau rencanakan penembaknya agar tertangkap...
Dan membunuh mereka dan hubungkan pembunuhan pada Perez...
Cara membunuh Perez seperti yang kau lakukan yang merupakan favoritku.
Polisi Corpus Christi mungkin masih berpikir...
Bahwa mereka yang membunuhnya.
Kau salah soal satu hal, Patrick.
Aku tak merencakan pembunuhan Paco.
Aku menembaknya sendiri.
Salahku.
Ya, itu salahmu.
Jika kau menembakku, kau akan ditangkap.
Lihat sekeliling, Patrick. Tak ada saksi mata.
Tidak.
Tapi...
FBI...
Telah mendengar semua yang kau katakan.
Dan mereka akan tiba...
Sekitar...
Sekarang.
Sekarang.
- Sekarang! - Usaha yang bagus.
Ini FBI. Jatuhkan senjatamu sekarang!
Sampai jumpa.
Jane, apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja, hampir saja.
Kami butuh waktu yang lama untuk sampai kemari, 'kan?
Satu menit lagi, aku akan...
Mengambang di dermaga itu, seperti bebek mati.
Mungkin kau akan dapat pelajaran.
Pelajaran apa itu?
Jika kau memberitahukan kami rencanamu terlebih dulu...
Kami akan sampai kemari tepat waktu.
Aku sudah berusaha memberitahunya itu selama bertahun-tahun.
- Cho, kau membelaku, 'kan? - Tidak, aku setuju mereka.
Kau buruk sekali dalam berkomunikasi.
Kau hanya beruntung kami temukan kapal yang benar.
Baiklah, mungkin aku akan perbaiki kemampuan berkomunikasiku.
Tapi, tak masalah. Terima kasih sudah memecahkan kejahatan.
Dan aku sedikit mengalami hipotermia. Aku akan bertahan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.