All language subtitles for The.Mentalist.S05E17.Red,.White.and.Blue.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Gereja St. Sebastian Danau Wyoga, California

Darrin Farr. Chief polisi. Selamat datang.

- Kau Agen Lisbon? - Ya. Ini Patrick Jane.

Terima kasih sudah datang. Aku belum pernah menghubungi CBI.

Aku tertarik untuk tahu pekerjaan kalian.

Baiklah. Nama korban adalah Lucy Greene.

Dia tewas dibunuh semalam sekitar pukul 23.00.

- Lehernya digorok. - Mengagumkan.

Dia memiliki identitas Angkatan Darat.

Dia masih aktif tugas. Berpangkat kopral.

Kemungkinan ditugaskan di Fort Runyon.

Jaraknya sekitar 3 km dari sini, bukan?

Ya. Tentara dari markas itu sering datang ke sini.

Jika koroner tak ada di sini...

Bagaimana kau tahu waktu kematiannya?

911 menerima laporan soal ini pukul 23.00.

Pelapor bilang ada wanita baru dibunuh di seberang gereja.

- Kau tahu nama pelapor? - Tidak.

Operator memintanya untuk menunggu sementara dia panggil polisi...

Saat dia kembali ke sambungan telepon, pelapor sudah menutupnya.

- Apa itu? - Angkatan Darat.

Sudah kuduga.

- Chief Farr? - Benar.

Letnan Averill Lewis, Unit Bravo, Peleton Kedua.

Terima kasih sudah mengabari kami.

Sial. Chief, kami ambil alih kasus ini.

Mereka dari Divisi Investigasi Kriminal.

Biarkan mereka menyelidiki TKP.

Letnan, aku Agen Lisbon dari CBI. Kami yang tangani kasus ini.

Dengar hormat, Kopral Greene adalah petugas medis di peletonku.

Ini tanggung jawab kami.

Aku mengerti keadaannya, tapi ini kasus kami.

Chief Farr, peraturannya kau yang memutuskan, bukan?

Tadinya aku berharap agensimu mengirim lebih dari dua orang.

Staf kami sedang dalam perjalanan.

Tim kami sudah di sini, Chief.

Mereka selesaikan kasus pembunuhan di empat benua.

Semboyan yang bagus. Empat benua. Orang-orang ini?

Mereka seperti tak pernah keluar dari Salt Lake City.

- Siapa kau? - Aku? Aku bersamanya.

Lisbon, dulu kau bermain klarinet, bukan?

Apa nada itu?

Ini lagu Kansas City.

Kansas City? Seperti apa lagunya?

Kau tahu.

Pergi ke Kansas City. Kansas City, aku akan datang.

Di sana ada wanita kecil gila dan aku akan...

Dia sangat pintar.

Kansas City adalah nada blues klasik.

Dia penggemar lagu blues. Di sekitar sini ada klub blues?

Bar Cats Blues. Jaraknya beberapa blok dari sini.

- Dia mendatangi klub itu. - Atau tidak.

Lihatlah tangan kirinya.

Aku sudah melihatnya.

Jika kau lihat lebih dekat, akan terlihat sedikit perubahan warna.

Tak mudah untuk melihatnya, tapi jika tangannya di bawah sinar UV...

Kau akan melihat dengan jelas ada cap kucing merah muda di tangannya.

Gambarnya seperti yang ada pada kebanyakan pintu klub dan bar.

Jadi, itu adalah Bar Cats Blues. Terima kasih.

Letnan, kurasa kami bisa tangani kasus ini.

Menurutku juga begitu.

Jika itu keputusanmu.

- Ayo pergi. - Baiklah.

Di sana ada wanita kecil gila dan...

- Berhentilah bernyanyi. - Army of Two.

Apa yang kita tahu soal Lucy Greene?

Dia lahir dan besar di New Jersey. Orang tuanya masih tinggal di sana.

Aku sudah bicara pada mereka. Mereka sangat syok.

Mereka bilang dia tampak bahagia saat terakhir mereka bicara.

Dia bergabung di militer setelah 9/11.

Baru kembali dari Afganistan dengan unitnya 2 bulan lalu...

- Dan menerima pujian militer. - Untuk apa?

Dia menyembuhkan dua prajurit dan mengamankannya dari pemberontak...

Hingga keduanya dievakuasi. Dia prajurit yang hebat.

Sepertinya begitu.

Bagaimana dengan penelepon 911 misterius itu?

Dari catatan telepon, itu nomor telepon umum dekat mayat ditemukan.

Seharusnya aku akan terima rekaman telepon itu hari ini.

- Kirimkan via surel-ku. - Baiklah.

Apakah korban punya teman dekat?

Ya. Kontak daruratnya adalah anggota medik yang lain di peleton.

- Namanya Rose Sutfin. - Jane dan aku akan bicara padanya.

Pergilah ke kota dan periksa di bar tempat dia minum.

Siapa perantara kita di Fort Runyon?

- Letnan Lewis. - Bagus.

Pangkalan Angkatan Darat Fort Runyon

Kopral Greene bekerja di rumah sakit.

Kebanyakan medik yang kerja di sana berkemampuan tinggi.

Aku ingin kalian tahu tak ada perasaan sakit hati...

Soal disposisi kasus ini.

Tapi kuhargai jika kau informasikan setiap perkembangannya padaku.

Kami akan lakukan yang terbaik.

- Seberapa baik kau kenal Lucy? - Tak begitu kenal.

Tapi tugasku hanya memimpin peleton beberapa bulan lalu.

Kopral Sutfin mengerjakan inventaris di sini.

Terima kasih.

- Ini komando signifikan pertamamu? - Benar.

- Apa terlihat jelas? - Sedikit.

Kopral Sutfin.

- Pak. - Bu.

Istirahat di tempat, Kopral.

Mereka adalah penyelidik yang sudah kubicarakan padamu.

- Bantulah mereka. - Baik, Pak.

- Di mana loker Lucy? - Nomor 116.

Di sana. Aku minta pihak gedung agar membukanya untuk kalian.

Terima kasih.

Berapa lama kau mengenal Lucy?

Beberapa tahun. Sejak tugas pertamaku di Afganistan.

Seperti apa dia?

Pintar. Sangat disiplin.

Lucy tak harus belajar dari kesalahan.

- Lucy tak pernah salah. - Disiplin selalu ada risikonya.

Apa masalah yang sering dihadapinya?

Dengan orang-orang, kurasa. Teman-teman di unit, kebanyakan.

Dia akan bilang padamu bahwa dia OCD pada peraturan.

Dia sangat detail.

Dia akan marah jika kau lakukan kesalahan. Dan itu tak disukai...

Terutama dengan teman-teman.

- Kau membelanya? - Aku sudah coba membelanya.

Dia menjagaku.

Ada hal aneh yang terjadi baru-baru ini?

Ada yang mengirimkannya bunga. Dari seseorang di klinik.

Dia tak bilang dari siapa. Kurasa dia sedikit tak nyaman.

- Klinik apa? - TBI, Klinik Kesehatan Psikologis.

Sebelum di sini, dia bekerja di sana.

Sebaiknya kalian bicara dengan Dr. Bowman. Dia supervisornya.

Permisi.

Itu saja?

Ya, itu saja. Kecuali kau ingin membicarakan hal lain.

Hal apa?

Hal yang kau tak ingin kutanyakan padamu.

Aku tak tahu soal apa itu.

Aku juga tak tahu.

Senang bertemu denganmu, Rose.

Rigsby mengirim salinan telepon 911. Dengarkan.

Medik, aku perlu medik. Secepatnya. Lucy terluka.

Tenang, Pak. Anda di mana?

Aku di Wyoga Lake Avenue. 20 meter utara dari gereja.

Gereja St. Sebastian. Lehernya baru saja digorok. Darahnya di mana-mana.

Mohon tunggu sebentar, aku akan hubungi mobil polisi.

- Anda mau tunggu? - Ya.

- Aku akan tunggu. - Terima kasih, Pak.

Pak, bisa sebutkan nama Anda?

Halo? Pak? Anda masih di sana?

Penelepon sangat mengenal Lucy dan mengkhawatirkannya.

Tapi dia langsung meninggalkannya, itu aneh, bukan?

Secepatnya. 20 meter. Dia seorang tentara.

Kami baru buka pukul 6.30.

CBI.

Kalau begitu, kami sudah buka.

- Gadis ini semalam ke sini? - Benar.

Louise. Bukan, Lucy. Apa yang dilakukannya?

- Dia dibunuh. - Apa? Sungguh?

Benar.

Dia ke sini 2, 3 kali sepekan. Dia suka musiknya.

- Dia datang dengan seseorang? - Tidak. Dia datang sendiri.

Dia bertengkar dengan tentara lain. Mereka mengganggunya.

- Aku tak tahu soal apa. - Tentara-tentara ini...

- Kau tahu nama mereka? - Tidak.

Mereka dari unit Serigala Malam. Ada emblemnya di baju mereka.

Itu unitnya Lucy. Teman-temannya sendiri yang menggodanya.

Aku tak akan heran.

Para lelaki Serigala Malam memang bermasalah.

Itu karena sersannya.

- Kau tahu namanya? - Ya.

Hawkins. Sersan Hawkins.

- Sersan Hawkins? - Benar, Pak.

Kimball Cho, CBI. Bisa bicara berdua?

- Ini soal Greene? - Benar.

Apa yang bisa kuketahui tentang dia?

Tentara hebat. Bagian vital peleton ini. Ini sebuah tragedi.

Bagaimana sikapnya dengan anggota unit lainnya?

Tak ada masalah.

- Apa dia punya musuh? - Musuh?

Tidak. Maksudku, berkelahi itu biasa.

Di unitku, kami akan selesaikan masalah itu dan tak mengungkitnya.

Aku tak suka simpan masalah. Itu akan memecah belah unit.

Kau tahu kenapa Lucy bertengkar dengan beberapa rekannya semalam?

Aku baru dengar itu.

Saksi mata bilang anggotamu bertikai dengan Kopral Green di bar semalam.

Mungkin mereka salah.

Kurasa tidak. Aku perlu bicara dengan para anggotamu.

Silakan, Agen Cho.

- Dr. Bowman? - Ya.

Teresa Lisbon. Patrick Jane.

Kami yang menangani kasus kematian Lucy Greene.

Tentu saja.

Silakan duduk.

Sungguh mengerikan.

Kematian Lucy sungguh merupakan pukulan bagi program ini.

- Dia adalah aset yang luar biasa. - Program apakah itu?

Kami merawat tentara yang kembali dari TBI, Cedera Otak Traumatis.

Dan masalah mental lainnya akibat perang.

- Pasti sibuk sekali. - Benar sekali.

Banyak tentara yang pulang dengan masalah serius.

Bahkan TBI ringan bisa kurang tidur, masalah emosi, gangguan ingatan.

- Apa tugasnya Lucy? - Dia petarung tangguh.

Seorang medik dipasangkan dengan satu pasien dan merawat mereka.

Dia andal soal itu.

Dia sangat detail, tapi juga berhati besar.

Kau pasti juga pernah bertengkar dengannya, bukan?

- Kenapa kau bilang begitu? - Kau orang yang dipatuhi.

Dia tak pernah takut untuk lantang. Pasti pernah ada pertengkaran.

Tidak. Kami kadang tak sejalan. Itu sering terjadi.

Aku yakin kau pasti mengalami masa suram selepas perceraianmu.

Bagaimana kau tahu aku sudah bercerai?

Ada beberapa tanda.

Jelas sekali dari pemakaian parfum yang berlebihan ini.

Mungkin sebaiknya kau memakainya sedikit saja.

Kau membuat mataku berkaca-kaca.

Terima kasih untuk saranmu. Ini sudah lebih dari setahun.

Tapi aku baik-baik saja. Terima kasih telah bertanya.

- Bagus. - Itu bagus.

Kode Merah di Gedung 21A.

Pihak darurat mohon merespons.

- Apa itu Kode Merah? - Kebakaran. Ada di gedung lain.

Medik yang bertugas di RS melakukan EMT sehingga diumumkan di sini.

Ada hal lainnya? Karena ada pasien yang harus kuurus.

Dok, bisa bantu?

Kelas percakapan dan memori.

Lurus saja, ke kiri lalu ke kiri lagi.

Kau mau seseorang mengantarkanmu?

Aku bisa sendiri. Terima kasih.

Gangguan ingatan?

Ingatan jangka pendek itu masalah serius.

Mereka lupa yang mereka baru lihat atau dengar.

- Aku permisi dulu. - Tentu.

- Ayo. - Kenapa? Ke mana?

Penelepon 911 itu mungkin bukan kabur...

Mungkin dia lupa soal itu. Ayo.

Kita akan berlatih asosiasi dengan kartu yang ada di kursi kalian.

Ini tentang menjalin koneksi.

Mengedukasi ulang otak untuk menyusun semuanya.

Jika kutunjukkan pada kalian foto seperti ini...

Aku ingin kalian tunjukkan padaku foto yang sesuai...

- Ya? - Maaf sudah mengganggu.

Aku Patrick Jane dan ini Teresa Lisbon dari CBI.

Kami sedang menyelidiki pembunuhan Lucy Greene.

Bagaimana kami bisa membantu kalian?

Ini rekaman di malam pembunuhan itu. Ada yang kenal suara ini?

Aku di Wyoga Lake Avenue. 20 meter dari gereja.

Gereja St. Sebastian. Lehernya baru saja digorok. Darah di mana-mana.

Pak, aku minta Anda tunggu dan aku akan panggil mobil polisi.

- Anda mau tunggu? - Ya.

Itu suaraku. Itu aku.

- Siapa namamu? - Pete Coen.

Aku sama sekali tak ingat kejadian itu.

Pete, kami ingin bicara denganmu. Bisa ikut kami?

- Kurasa bisa. - Ya. Tak apa-apa, Pete.

Terima kasih...

Untuk kalian semua.

Terima kasih banyak.

- Aku akan tunggu. - Terima kasih, Pak.

Pak, bisa sebutkan namamu?

Halo? Pak? Anda masih di sana?

Kau lupa kenapa kau di sana jadi kau pergi begitu saja.

Sepertinya memang begitu.

Kami menemukan tanggal stempel dari truk taco di dompetmu.

Truk itu diparkir di jalan dekat TKP.

Tanggalnya sama dengan malam pembunuhan.

Apa yang kau lakukan di sana?

Berjalan kaki. Saat tak bisa tidur, aku jalan kaki.

Gereja itu 3 km dari markasmu.

Aku tak punya kegiatan lain, Bu.

Aku suka gereja itu. Aku suka loncengnya.

Bisakah kau mengingat apa pun yang terjadi pada malam itu?

Tidak. Maafkan aku.

Apa yang bisa kau ingat secara umum?

Sebelum peledakan, semua lancar. Setelah itu...

Kapan peledakan itu terjadi?

11 bulan lalu di Affa.

Pasukanku sedang patroli di Khost.

Aku keluar dari Humvee untuk mengawasi persimpangan.

Aku beri tanda mereka untuk lewat.

Dan mereka melintasi sebuah peledak.

Tiga hari kemudian aku siuman di rumah sakit di Jerman.

Tentara yang lainnya...

Mereka semua...

Ingatanku hilang.

Aku sulit tidur. Aku merasa marah dan sedih tanpa tahu sebabnya.

- Itu alat pengingatmu? - Benar.

Minum obat. Tentu saja aku tak ingat.

Pemerintah yang memberikannya padaku.

Seharusnya aku...

Aku harus selalu membawanya ke mana pun.

Aku harus menulis apa pun yang harus kulakukan.

Aku harus tulis semua yang kulakukan meski pada tengah malam.

Seolah itu bisa membantu. Percuma saja.

Kau ada pengingat di sini membelikan bunga untuk Lucy.

Dari mana kau tahu aku menulis itu?

Nada suaramu di telepon 911.

Kedengarannya kau lebih dari sekadar teman biasa.

Aku menghabiskan banyak waktu dengan Lucy di rumah sakit.

Dia selalu bersikap sangat baik.

Kau mulai berpikir, mungkin ada hal yang lebih dari itu.

Dan...

Dia baik soal banyak hal tapi kurasa lebih memalukan dari apa pun.

Apakah Lucy pernah membuatmu marah?

- Maksudku... - Tuan...

Maaf.

Apakah dia pernah membuatmu marah?

- Siapa yang membuatku marah? - Lucy.

Lucy Greene? Kenapa kita bicara soal Lucy Greene? Dia baik-baik saja?

Lucy sudah mati. Dia tewas dibunuh.

Apa?

Menurutmu apa dia bisa ingat kejadian di malam itu?

Mungkin. Entahlah.

Pukul berapa 911 menerima telepon itu?

- Pukul 11 lewat sedikit. - Taco.

- Aku harus kembali ke TKP. - Kenapa?

Aku ingin taco.

Permisi. Di mana truk taco biasa parkir?

Di arah sana, tapi baru tiba beberapa jam lagi.

Sepertinya aku harus menunggu.

Bunga gardenia.

Bunga kesukaanku.

Mungkinkah Pete yang membunuhnya lalu dia lupa telah melakukannya?

Mungkin saja.

Kembalilah ke RS, cari tahu apa ada yang lihat Pete pulang malam itu.

Seperti apa kondisinya saat itu. Apa dia bilang sesuatu.

Periksa kamarnya. Dia sudah mengizinkannya.

- Baik. - Rigsby.

Dia mungkin akan lupa kau siapa dan untuk apa. Jelaskan perlahan.

Aku mengerti.

Bagaimana dengan unitnya Lucy?

Semua di peleton setuju dengan Hawkins.

Lucy hebat. Tak ada yang punya masalah dengannya.

Menurutmu pelayan bar itu salah atau mereka bohong?

Tidak. Mereka bohong.

Pihak RS mengirim daftar pasiennya Lucy yang sedang ditanganinya.

Pasien terbarunya adalah Jacob Lettner.

- Bicaralah padanya. - Baik.

Toko Eceran Tentara Fort

Apa sebenarnya yang Lucy lakukan untukmu, Jacob?

Dia membantuku untuk mengingat soal obat dan janji temu.

Menyimpan salinannya untuk tugasku.

Jika ada kesulitan, dia akan mengajakku bicara dengan tenang.

Itu saja.

Sepertinya kalian dekat.

Ya. Kami memang tak pacaran, tapi aku menyukainya.

Kapan terakhir kau bertemu dengannya?

Programku sudah hampir selesai, aku hanya bertemu sekali sepekan.

- Kurasa 6 hari lalu. - Bagaimana keadaannya?

Baik-baik saja.

Dia pernah cerita ada masalah dengan rekan-rekan di unitnya?

Dia memohon padaku untuk tak ceritakan ini pada siapa pun.

Jika Lucy ada masalah dengan orang lain, kami perlu tahu.

Beberapa pekan lalu, dia terlihat sangat kesal.

Menangis, dan dia tak pernah menangis.

Lucy melaporkan kekerasan seksual pada seseorang di peletonnya.

Ada yang tahu soal itu dan mereka mulai mengganggunya.

Mengganggu bagaimana?

Kau tahu. Sesuatu yang bodoh. Kejam.

- Tuntutan itu ditujukan pada siapa? - Dia tak mau bilang.

Siapa di unit itu yang mengganggunya?

Aku tak tahu nama-namanya. Banyak sekali.

- Sersan Hawkins, kau bohong. - Tak benar.

Kau bilang Lucy tak ada masalah dengan anggota lainnya...

Tapi kau tahu dia dihukum karena dia melaporkan kekerasan seksual.

Aku tak tahu soal itu.

Aku tak tahu siapa yang melaporkan hal itu.

Aku diperintahkan oleh Inspektorat Jenderal...

Ada laporan tuntutan anonim pada seorang prajurit di peleton.

Aku yang menginvestigasi tuduhan itu secara menyeluruh.

- Bagaimana caranya? - Aku tanya setiap orang di unit.

Tak satu pun dari mereka melihat atau mengalami tindakan kejahatan.

Tak ada saksi mata, tak ada korban yang dimaksud...

Tak ada investigasi. Jadi kututup kasus itu.

Kau tahu ada yang menyakiti Lucy karena dia membuat dakwaan.

Jika benar, aku tak pernah dengar itu dan Lucy tak pernah bilang.

Lucy tak perlu bilang. Itu unitmu. Tugasmu untuk tahu apa yang terjadi.

Tapi kau malah mengira Lucy membuat masalah, 'kan?

Kau berharap reaksi buruk akan membuatnya ingin dipindahkan.

Apa itu pertanyaan?

- Siapa yang dituntut? - Aku tak akan memberitahumu.

Kau tak bisa memilih mau jawab pertanyaan yang mana.

Begitukah? Lakukan saja semaumu.

Aku tak mau seret nama baik perwira ke lumpur untuk kau pancing.

- Apa Hawkins bisa berubah pikiran? - Tidak.

Tak usah berurusan lagi dengannya.

- Sepertinya ada yang aneh di sini. - Ada apa?

Semua orang bilang dia disiplin dan selalu bicara lantang.

Tapi saat dapatkan kekerasan seksual dia malah membuat tuntutan anonim?

Dan saat unitnya tak membantunya, dia diam saja?

Itu seperti bukan Lucy.

Dia bilang pada Lettner dia laporkan tuntutan. Kenapa Lucy harus bohong?

Mungkin dia membuat orang berpikir itu untuk melindungi orang lain.

Dengan seizinmu, Bu. Ada masalah apa?

Rose, beberapa anggota di unit berpikir...

Bahwa Lucy membuat tuntutan anonim atas kekerasan seksual.

Kurasa dia melakukannya untuk melindungi orang lain. Aku benar?

Apa ini ada hubungannya dengan kenapa Lucy dibunuh?

Mungkin saja. Aku belum tahu.

Apakah dia ingin melindungimu, Rose?

Benar.

Ada sebuah layanan hotline. Aku menghubunginya 4 pekan lalu.

Kumohon, jangan beri tahu unitku.

Seharusnya kau tahu, dakwaan anonim tak bisa berbuat banyak.

Yang kuharap adalah jika investigasi dimulai, orang lain akan maju.

Jadi aku tak akan sendirian.

Tapi ternyata itu tak terjadi.

Saat Hawkins mulai menyelidiki, semua orang pikir Lucy yang lapor?

Karena dia sangat tegas dengan peraturan.

Dia bilang tak apa-apa. Dia mampu mengatasinya.

Tapi aku melihat betapa menderitanya dia.

Aku hanya ingin masalahnya selesai. Jadi...

Saat Hawkins menanyaiku, aku bilang aku tak tahu apa pun.

Rose...

Siapa nama yang ingin kau laporkan? Siapa yang melecehkanmu?

Aku tak bisa bilang, itu melanggar peraturan.

Hawkins bilang pada Cho bahwa dia tak mau menyeret nama perwira.

Seorang perwira, bukan prajurit.

Lewis pelakunya, bukan? Lewis melakukan kekerasan padamu.

- Aku tak mengatakan itu. - Rose.

Bu, aku ingin pergi sekarang. Bolehkah?

- Aku tak bisa melarangmu. - Terima kasih.

Ada apa, Rigsby?

Aku sudah periksa kamarnya Pete. Aku tak menemukan apa pun.

Baju-bajunya dibawa untuk dicuci jadi kuikuti ke penatu.

- Lalu? - Aku menemukan jaket.

Ada noda darahnya.

Pete adalah pasienku dan dia sangat rapuh.

- Kau mau bicara dengannya? - Ya.

Pastikan pertanyaannya singkat dan sederhana.

Pete tak boleh mengalami stres.

Pete. Pakailah sepatumu. Kita akan jalan-jalan.

Tentu saja. Aku suka itu.

Ada apa, Jane?

Bisakah kau bawa Pete Coen ke Gereja St. Sebastian kurang dari satu jam?

Kami temukan darah di jaketnya.

Aku harus membawanya ke kantor untuk bicara.

- Itu akan percuma. - Kau ada ide yang lebih baik?

Sampai bertemu kurang dari satu jam. Cepatlah.

Jane, ada apa?

Kita akan coba kembalikan ingatannya Pete. Setidaknya sedikit.

Bagaimana caranya?

Akan kujelaskan nanti. Terima kasih, Pak.

- Mau taco? - Tentu. Terima kasih.

- Lisbon, kau lapar? - Tidak. Terima kasih.

Ingatan itu bisa dikembalikan lewat kata atau gambar...

Tapi yang paling bisa memicu ingatan adalah melalui indra kita.

Aroma, pendengaran, pengecap.

Jadi aku makan taco karena aku sedang makan taco saat Lucy mati?

Benar. Pengecap adalah yang pertama.

Kedua, dari truk taco, kau akan melalui harumnya gardenia ini.

Baiklah. Aku sudah menciumnya, tapi tak berpengaruh apa pun.

Lalu tepat sebelum pembunuhan, kau mendengar suara yang khas.

Dan kau akan mendengar...

- Suara apa? - Tunggu.

Ini sangat...

Pete?

Aku ingat.

Jangan paksa ingatanmu. Biarkan berjalan dengan sendirinya.

Aku berada di sini.

Aku sedang berjalan, lalu aku mendengar ada suara.

Aku tak bisa lihat apa pun.

Saat mataku sudah pulih, pria itu sudah tak ada.

Dan Lucy...

Ini memang sulit. Aku mengerti.

Ini sangat penting untuk dilanjutkan.

Aku coba untuk bicara padanya.

Tetaplah di sini.

Tapi tenggorokannya... Bertahanlah.

Dia terus meremas tanganku.

Kau ingat apa pun dari pembunuh itu? Ras, tinggi, bajunya, apa pun?

- Aku tak bisa bicara sekarang? - Pete, aku ingin kau fokus.

Aku ingin menulisnya, agar aku tak lupa.

Tak berarti dia bukan tersangka. Bisa saja dia berbohong.

Baiklah, dia bukan tersangka. Apa lagi yang kita punya?

Rigsby dapat catatan telepon Lucy. Dia sedang memeriksanya.

Kurasa kita harus mengejar Lewis.

Kita tak punya bukti.

Dia menyakiti Rose. Mungkin Lucy mengancamnya.

Mungkin Lucy bilang dia akan membuka ulang investigasinya.

Mungkin saja.

Aku setuju dengan Cho. Orang ini minta diberi pelajaran.

Kau sungguh bertanya di mana aku saat Kopral Greene dibunuh?

- Jawab pertanyaannya. - Kenapa?

Kau dituduh melakukan kekerasan seksual.

Lucy Greene kenal korbannya. Itu membuatnya berbahaya bagimu.

Tidak benar.

Kau menolak menjawab pertanyaannya?

Angkatan Darat, dengan kebijakan tanpa batas, mengizinkan anonim...

Melaporkan kekerasan seksual.

Artinya semua orang gila atau bodoh yang bermasalah...

Bisa membuat masalah dengan cuma-cuma.

Orang yang tak senang membuat dakwaan yang gila.

Hal itu sudah diinvestigasi. Tak ada yang ditemukan.

Tak ada korban. Aku tak melakukan apa pun.

Kau masih belum memberitahuku keberadaanmu di malam Lucy dibunuh.

Kami tanya petugas gerbang depan, katanya kau bergegas pergi saat itu.

Aku terlambat untuk pesta kejutan istri komandan.

Aku di sana hingga lewat tengah malam.

Sekitar 30 orang melihatku di sana.

Kau ada pertanyaan lain?

Komandan Markas konfirmasi Lewis di rumahnya hingga tengah malam.

Pelakunya tak mungkin dia.

Petunjuk kita sangat sedikit. Aku punya sesuatu.

Dari catatan telepon, Jacob Lettner terus meneleponnya saat dia dibunuh.

Lettner bilang sudah hampir sepekan dia tak bicara pada Lucy.

- Sebaiknya bawa dia ke sini. - Aku akan pergi.

Ada yang ingin kutemui.

Kau ingin bertanya lagi, bukan?

Staminamu bagus. Kuakui itu.

Tak ada pertanyaan.

Anak buahmu salah soal Lucy.

Dia tak melaporkan kekerasan seksual, tapi melindungi pelakunya.

Sayang sekali, tapi itu tak mengubah apa un.

Bisa saja. Buka lagi investigasinya.

Jika tidak, kau biarkan Lewis lolos.

Buka kembali investigasinya. Baik. Akan kulakukan.

- Kenapa tidak? - Tak ada bukti.

Dia seorang letnan. Kau tahu betapa mudahnya dia bisa menghajarku?

- Baik. Ini sudah cukup. - Aku sudah bicara pada Rose.

- Sutfin? - Bicaralah padanya.

Sudah. Dia bilang dia tak tahu apa pun soal Lewis.

Dia ketakutan. Bilang padanya kau akan melindunginya.

Bukan tugasku untuk menggenggam masalah orang lain.

Tak perlu. Tapi jangan tinggalkan dia seperti kau tinggalkan Lucy.

- Aku tak meninggalkan siapa pun. - Ingatkan itu terus pada dirimu.

Jika nanti kau minta seseorang di unit untuk menjagamu...

Dia akan mengingatmu bagaimana kau menjaga Rose.

Jacob, ceritakan lagi saat terakhir kau bertemu Lucy.

Seperti yang kubilang, lebih dari sepekan yang lalu.

Kami tahu kau beberapa kali meneleponnya sebelum Lucy tewas.

Kau benar. Maaf, aku lupa.

Tidak. Kau tak lupa.

Jika kau tak mau dapat masalah...

Berhenti berbohong dan katakan yang sejujurnya.

Tak ada masalah apa pun. Hanya soal perawatanku.

Memangnya ada apa dengan perawatanmu?

Programku hampir selesai. Aku akan berjuang sendirian.

Tapi Lucy harus menyatakan bahwa aku mampu menjaga diriku sendiri.

- Dia mengawasi pengobatanmu. - Ya.

Tapi pagi itu, Lucy bilang aku mengacaukan salah satu pengobatanku.

Dosisnya terlalu kecil, padahal tidak.

Aku bilang dia salah dan sepertinya di pikirannya...

Salah itu mustahil. Si Nona Teliti.

Akhirnya kami saling telepon, tapi akhirnya dia setuju...

Untuk mengecek ulang catatan resep.

Kenapa kau tak bilang pada kami lebih awal?

Karena jika mereka pikir aku mengacaukan pengobatanku...

Mereka tak akan membiarkanku menjalani hidupku sendiri.

Itu salah.

Aku sudah siap.

Sungguh.

Rigsby baru saja bicara dengan bosnya Jacob di PX.

Dia sedang memeriksa inventaris di malam terjadinya pembunuhan.

- Kasus ini menemui jalan buntu. - Tidak juga.

Kau punya gembok?

- Gembok? - Ya. Untuk mengunci?

Aku tahu. Aku tak punya.

Terima kasih. Aku akan minta ke petugas kebersihan.

Masuklah.

Tn. Jane. Apa ada masalah?

Tidak. Aku ada urusan di bawah jadi aku mampir. Gambar yang bagus.

Terima kasih.

Aku tahu kau sulit tidur. Aku punya teknik yang mungkin bisa membantu.

Teknik seperti apa?

Hanya hipnotis ringan. Hanya untuk membuatmu relaks.

- Aku harus bagaimana? - Berbaring dan mendengarkan.

Tentu.

- Aku sangat butuh tidur. - Baik. Berbaringlah.

Pejamkan matamu.

Bernapaslah.

Penuhi pikiranmu dari hal-hal yang membuatmu sulit tidur.

Biarkan mereka berkumpul dalam pikiranmu. Bagus.

Aku ingin kau memoles cat hitam pada semua ingatan itu.

Gelap dan pekat.

Semua warnanya sama.

Masing-masing menjadi semakin lembut dan pekat.

Tenang dan damai.

Begitu tenang...

Dan damai.

- Sudah hubungi semua orang? - Ya.

Bagus.

Rigsby, kita mulai lima menit lagi.

Lima menit dari sekarang.

Ada masalah apa ini?

Kami pelajari beberapa bukti dan kami minta bantuan kalian.

- Bantuan kami? - Bukti apa?

Bagaimana jika Pete yang bicara. Dialah yang menemukan bukti itu.

- Apa kabar, Pete? - Semalam aku teringat sesuatu.

Aku menemukannya di PDA-ku pagi ini.

Pasti aku terbangun semalam dan menulisnya.

Apa yang kau ingat?

Saat Lucy menggenggam tanganku, dia memberiku kunci.

Kunci?

Kurasa itulah sebabnya dia menggenggam tanganku...

Jadi kucari di kamarku dan aku menemukan ini.

- Boleh kulihat? - Tentu saja.

- Apa ada yang tahu artinya? - Tidak.

Aku tak tahu.

Itu seperti kunci loker medis. Tapi 107 bukan lokernya Lucy.

Kenapa dia punya kunci loker lain?

Menyembunyikan sesuatu.

Mungkin Lucy menemukan hal penting dan menyimpannya di loker itu.

Lalu dia dibunuh karenanya. Itu sebabnya dia memberinya pada Pete.

Lewis, bisa kami periksa lokernya?

- Tentu. Dengan surat perintah. - Ayolah.

Tugasku adalah mengikuti aturan. Kalian perlu surat perintah.

Aku akan dapatkan surat itu dalam 20 menit.

Lewis.

Keras sekali pendirianmu.

Ini akan makan waktu lebih lama.

Kode Merah di Gedung 17D.

Seluruh pihak darurat harap respons secepatnya.

Itu aku. Maaf.

Terima kasih untuk bantuan kalian. Kami akan kabari selanjutnya.

Kode Merah di Gedung 17D.

Seluruh pihak darurat harap respons secepatnya.

Dok, sedang apa?

Aku...

Mulut pintarmu menjadi kelu.

Kami temukan sejumlah uang deposito yang signifikan di rekeningmu.

Kau tulis resep palsu dan jual obat pada pasien demi uang.

Itulah yang ditemukan Lucy saat dia mengecek catatan resep Jacob.

- Kau pernah bercerai, Agen? - Tidak.

Kau tak tahu betapa besarnya biaya perceraian.

Aku bayar biaya hukum, tunjangan, biaya anak.

Itu semua agar si wanita pembohong itu bisa terus ditunjang...

Dan itu sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Lalu bagaimana dengan bagian dari hidupku?

Bagaimana dengan gaya hidupku?

- Dan kencan itu tak murah. - Sungguh?

Lucy mendatangiku.

Sok pintar yang bodoh itu.

Katanya dia menemukan masalah serius dengan resep-resep itu.

Dia tak tahu aku pelakunya, tapi dia sangat berusaha mencari tahu.

Begitulah dia.

Dia bilang akan ke klub blues malam itu, jadi aku menunggunya di jalan.

Lucy!

- Dokter? - Ya.

Sedang apa kau di sini?

Ada orang cedera di sini. Bantu aku.

Baiklah.

Berlangsung cepat sekali.

Hanya butuh satu menit untuk mati kehabisan darah. Jadi aku menunggu.

Lucy!

Ini bukan salahku.

Jika mantan istriku setuju dengan penyelesaian yang masuk akal...

Semua ini tak akan terjadi.

Lihatlah hikmahnya. Di penjara, kau tak perlu bayar untuk berkencan.

Sedang apa kau di sini?

- Hanya melihat. - Apa?

Letnan Lewis.

- Aku perlu bicara pada Anda. - Nanti, Sersan Hawkins. Aku sibuk.

Tidak, Pak. Kita harus selesaikan secepatnya.

Ini masalah pelanggaran kekerasan.

Kau serius?

Pak, kita harus pergi sekarang juga.

Hawkins.

Aku sudah terima pesanmu, Tn. Jane.

- Maafkan aku. - Tak apa-apa.

Pete, terima kasih sudah mau datang.

Aku mau minta maaf sudah melakukan satu trik tanpa izin padamu.

Masalah ini tak akan selesai tanpa trik itu. Maaf.

Kau menangkap orang yang membunuh Lucy. Itu sudah cukup bagiku.

Sebenarnya aku ke sini untuk masalah lain.

Apa kau sungguh bisa membantu mengembalikan ingatanku?

Aku punya sebuah alat yang bisa sangat berguna.

- Duduklah. - Baiklah.

Namanya istana ingatan.

Pada dasarnya ini adalah tempat untuk menghubungkan ingatan.

Kau bilang aku perlu gambar suatu tempat yang sangat kukenal.

- Benar. - Sepertinya aku punya.

Ini teman-temanku dari Khost.

Foto ini diambil di tenda kami.

Sekitar dua pekan sebelum kejadian.

Aku menghabiskan...

Aku menghabiskan 14 bulan di tenda itu bersama mereka.

Aku mengenal setiap sentinya.

Bagus.

Siapa orang pertama yang kau lihat saat bangun tidur?

Ford. Namanya Danny Ford.

Si Pemalas ini selalu tidur.

Dia bisa saja tidur saat memadamkan api.

Baiklah. Begini caranya.

Anggap saja kau harus ke dokter gigi, Senin, pukul 10.

Aku ingin kau bayangkan melihat Danny...

Memegang sesuatu yang konyol yang mengingatkanmu pada dokter gigi.

- Seperti apa? Gigi raksasa? - Tepat.

Sekarang, siapa yang duduk di sebelah Daniel?

Karena mereka akan membantumu mengingat hari.

- Vasquez. - Baiklah.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.