Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Resync: AlifAkbarBadarudien Instagram: @alifakbarb
Translate by IDFL™ Subs Crew
Daninigam http://subtitledaninigam.blogspot.com
Josephermlase
Ajie Muser http://ajie-muser-interisti.blogspot.com
Zambronk_lah zbr182
Hentikan mobilnya! Buka kacanya!
Aku buka, Pak!
Perjalanan kami masih sangat jauh, dia terburu-buru!
Siapa kau dan kau mau kemana?
Aku harus segera naik kereta Barrack Valley Express.
Cepat buka./ Tolong, kami bisa terlambat...
Jika kau mau.../ Buka sedikit!/ Ini sudah terbuka, pak!
Apa di dalamnya ada Bom?
Bom? Perjalanan kami masih 20 kilometer lagi, kita berangkat?
Pergilah! Minggir!/ Baik, pak!/ Terima kasih.
Akankah kita sampai tepat waktu?
Semoga saja!/ Ayo!
Apa Barrack Valley Express sudah berangkat?
Apa?/ Apa Barrack Valley Express sudah berangkat?
Keretanya terlambat!/ Oh.
Berapa lama?
Apa?/ Berapa lama telatnya?
Delapan jam! Terlambat sekitar delapan jam.
Oh, dingin sekali! Kurasa aku bisa mati kedinginan!
Tidak ada seorang pun di stasiun
Oh Kepala Stasiun! kau harus mengkremasi kami.
Mau kemana kau? Kemarilah!
Korek api?
Korek api?
Saudaraku! Oh Saudaraku!
Paman! Boss!
Kau punya korek? Hei!
Tidak!
Cukup tahu kalau kau masih hidup.
Kau memikirkan apa? Akankah keretanya datang?
Dan jika keretanya datang, apa keretanya berangkat?
Jembatannya harus kuat! Kuharap tak dibangun orang koruptor!
Jika jembatannya runtuh, akan menciptakan masalah lain.
Oh saudaraku...
Maafkan aku, kupikir kau seorang pria dan aku mau pinjam korek!
Maafkan aku!
Kau seorang gadis! Dan kau juga sangat cantik! Maafkan aku!
Permisi... kau punya korek?
Mungkin aku? Kau tak tertawa? Maksudku, lebih baik sedikit bercanda.
Jangan sebutkan namamu.
Namaku Amar Kanth Verma dari All India Radio!
Katakan saja padaku, kau lahir dimana?
Atau katakan padaku nama panggilanmu!
Katakan padaku nama ibumu.
Atau beritahu nama anjingmu! Johnny! Jimmy! Rosi!
Katakan sesuatu! Walaupun cuma bilang: Diam! Diam! Diam kau!
Kau mau minta sesuatu? Mau kuambilkan bintang?
Atau berfoto? Atau mau kuceritakan kisah lucu.
Rokok? tak ada korek.
Dengar, maksudku kau sendirian! Mungkin aku bisa membawakanmu sesuatu?
Segelas teh panas!
Tunggu sebentar!
Akan kucarikan.
Jangan pergi! Ada bom dalam koperku!
Jika kau memindahkannya...
Ini... jangan dipindah! Secepatnya aku kembali!
Paman! Paman! buatkan dua gelas teh ditambah susu!
Toko sudah tutup. Sudah tutup.
Oh tidak! Masa depanku terletak pada tehmu, ayolah, buatkan untukku.
Ini. Aku akan tetap disini. Terima kasih. Ini uangnya.
Dan dengar, tambah krim juga. Aku mau menikmatinya dengan biskuit.
Kepala stasiun bilang Barracks express terlambat delapan jam.
Yang ini akan ke timur!
Apakah dia naik kereta ini?
Apa katamu?
Tidak, Kau buat saja. Aku mau menambahkan gula.
Cepat sedikit.
Semuanya baik saja?
Ayolah.
Hei!
Pasti ini akan menjadi kisah cinta tersingkat di dunia ini..
Orang yang telah mendapat naungan cinta dibenaknya...
Mereka memiliki surga di bawah kaki mereka...
Orang yang telah mendapat naungan cinta dibenaknya...
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Lidahmu manis bagaikan aroma
Dia malamku dan malam! Dia semesta ku!
O teman baruku ini adalah kekasihku
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Istana bunga mulai bermekaran
Hanya harumnya yang semerbak dari kejauhan
Istana bunga mulai bermekaran
Hanya harumnya yang semerbak dari kejauhan
Aku akan gunakan pesona yang diberikan Ilahi
Aku akan gunakan pesona yang diberikan Ilahi
Istana bunga mulai bermekaran
Aku akan gunakan pesona yang diberikan Ilahi
Aku akan gunakan pesona yang diberikan Ilahi
Temanku bagaikan kehormatan ku!
Dia seperti lagu! Seperti mazmur!
Dia seperti lagu! Seperti mazmur!
Dia seperti lagu! Seperti mazmur!
Dia seperti lagu! Seperti mazmur!
Cinta menuntunku seperti seorang teman
Dengan surga di bawah kakiku
Sungai dan lembah berada di padang rumput hijau
Aku mencari tanda-tanda di udara
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Aku seorang pemuja kecantikan
Dia sulit memahami hujan dan sinar
Seperti bunglon dia berubah warna
Aku seorang pemuja kecantikan
Aku seorang pemuja kecantikan
Mereka yang hidup di bawah bayangan cinta
akan menemukan surga di bawah kaki mereka
Mereka yang hidup di bawah bayangan cinta
akan menemukan surga di bawah kaki mereka
Dia malamku dan malam! Dia semesta ku!
O teman baruku ini adalah kekasihku
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Lidahmu manis seperti aroma
Dia malamku dan malam! Dia semesta ku!
O teman baruku ini adalah kekasihku
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
All India Radio. Siapa namamu?/ Kapil!/ Dev?
Hei! Di mana bos?/ Di pasar!
Kau menipu semua orang! Kalian semua penjahat!
Dengarkan aku.
Aku takkan membayarmu sepeserpun.
All India Radio?/ Radio? Pergilah.
Karena kita sama-sama dijalanan, kau ingin menipu kami.
Permisi, apakah kau dari All India Radio?
Tunggu sebentar!
Kau adalah penjahat.
Kau punya uang receh 50 rupee?
Ada!/ Beri aku 20 rupee!/ Apa?
Beri aku 20 rupee!/ Ini!
Tidak. Tidak./ Ambil ini.
Tak ada tawar menawar lagi. Keras kepala sekali kau.
Aku akan menunggumu di jip.
Selama bertahun-tahun baru kali ini aku beli sayuran.
Naiklah.
Aku berutang dua puluh rupee!/ Baiklah!
Aku tak bicara denganmu, karena aku sedang bertengkar.
Aku bisa bicara ngawur kalau aku sedang stress.
Taral Dev Burman, direktur stasiun.
Direktur stasiun?/ Ya.
Aku tahu, pasti kaulah orangnya, maafkan aku.
Tidak! Jangan membuangnya! India tak mampu menerima sampah rokok!
Kemarilah dan duduk!/ Ya!
Bagaimana kemajuan India...
...selama lima puluh tahun kemerdekaannya?
Seperti apa kemajuan India setelah 50 tahun merdeka?/ Ya.
Kemerdekaan?/ Ya./ Kemerdekaan apa yang kau bicarakan?
Kita sama sekali belum merdeka.
Apa yang dikatakannya?/ Dia bilang baginya kita belum merdeka.
Apa ini direkam?
Ada banyak kemajuan.
Pemimpin picik menjadi kaya dan mulai menjarah kita.
Sudahkah India berkembang?/ Belum!
Pemerintah pusat meneror kita.
Banyak ketidakadilan dan mengatakan pada dunia...
bahwa kita bebas. Bisakah kita sebut itu kebebasan?
Ya! Ada kemajuan!
Bicaralah lebih keras!
Mana mungkin tidak berkembang?
Bagaimana menurutmu? Apakah India berkembang atau tidak?
Ya! Banyak perkembangan!
India yang terbaik!
India negara yang terbaik di dunia!
Rekaman akan dimulai di jam 5/ Selamat pagi, Bu./ Selamat pagi.
Katakan satu hal, pernahkah kau bertemu teroris atau pemimpinnya?
Aku punya dua anak! Kau tak ingin melihat mereka bahagia?
Hei! Sudah direkam?/ Sudah, nyonya.
Aku akan menemui mereka!
Apa kau gila? Kenapa?
Untuk mewawancarai mereka!
Kau pulang takkan hidup!
Aku sudah memberitahunya!
Amar! Kita bekerja di radio, bukan di media cetak!
Tak perlu membuat sensasi ini.
Mereka orang-orang yang sangat berbahaya.
Nyonya Burman, tugasku mencari tahu sudahkah masyarakat India selama...
...lima puluh tahun, merasakan kemerdekaan.
Apakah kau harus masuk hutan untuk menanyakannya pada mereka?
Mungkin saja, Ny. Burman.
Mereka bagian negara ini dan marah dengan kami.
Kau tak tak ingin tahu apa yang dipikirkan mereka dan kenapa demikian?
Tidak mungkin! Mereka takkan mau menemuimu!
Semuanya sudah diatur! Jeep akan menjemput kami!
Bukankah Shukla memberitahumu?/ Ya, dia memberitahuku.
Kau yang mempersiapkan semuanya?
Kenapa harus aku, tapi...
Dia ingin melihat pohon.../ Ny Burman sebentar./ Pegang ini.
Tapi dihutan...
Di Delhi ia bertemu orang tapi tak ada pepohonan...
Dia mengatakan kalau dia ingin ke hutan./ Dengar./ Hei.
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari di bawah bayangan cinta
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Halo! Halo!
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Aku... Aku ingin memberimu sesuatu.
Aku berutang secangkir teh! Ingat? Teh panas!
Kau mau di sini atau di restoran?
Disini ada restoran!
Jangan mengganguku.
Kau tak mengenalku?
Kita ketemu di stasiun dan aku pinjam korek padamu.
Korek api?/ Ya!/ Stasiun?
Ditengah stasiun! Kau memakai selendang hitam! Saat itu sedang hujan...
Kau salah orang!
Tunggu sebentar!
Dengar, aku tak mengenalmu!
Amar Kanth Verma, All India Radio.
Kau salah! Pasti kau ketemu gadis lain!/ Tidak!
Maaf. Itu bukan kau?
Hei!
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan surga di bawah kaki kami
Mari kita menari dengan alunan musik asmara
Bukan! Bukan kau!
Tn. Shukla, kau lihat sesuatu?
Ya!/ Apa itu?/ Lonceng kematian!
Jangan takut?
Kenapa aku harus takut?
Kakak!/ Apa?
Kau berada di depan.
Kakak!/ Apa itu?
Suara seorang wanita!
Siapa namamu?/ Aku...
Diam! Tidak! Bukan kau! Berapa usiamu?
Sejak kapan kau melakukan semua ini?
Aku punya dua istri dan 8 anak! Aku belum bosan hidup!
Aku tak ingin mati!
Tolong tinggalkan kami! / Sejak kapan kau lakukan ini?
Ikutlah denganku./ Ya, kakak.
Ayo, cepat sedikit! Mari kita minum teh!
Jangan bicara padaku sekarang!
Jangan marah!
Kami hanya...
Lihat sana, ayo.
Percakapannya disiarkan radio, jadi bicaralah bahasa Hindi.
Kau tak mau menggunakan bahasaku tapi aku harus menggunakan bahasamu?
Bukan berarti! Aku mempersiapkan pertanyaan dalam bahasa Inggris!/ Ok.
Terima kasih.
Pertama-tama, aku mau bilang kalau kau memang seperti yang kami bayangkan.
Benar-benar normal!
Apa lagi yang kau harapkan?
Apa tujuanmu?
Tujuanmu./ Kemerdekaan!
Kemerdekaan!
Dari siapa?/ Dari pemerintahmu.
Pemerintahan India!
Kenapa?/ Kenapa?
Ya, kenapa?
50 tahun yang lalu banyak janji yang diberikan pada kami...
...ketika India merdeka tapi...
...tak ada yang menepati janji dan...
...kami dimanfaatkan dan ditindas oleh tentaramu.
Namun, ini adalah negaramu!/ Tidak!
Menurutmu seperti itu, tapi Delhi adalah India.
Negara bagian seperti kita yang terpencil...
...tidak seperti yang kau pikirkan! Tanya kenapa!
Kenapa?
Karena kita negara kecil! Bukan negara besar.
Delhi hanya tertarik dengan negara besar.
Kami di sini dicampakkan begitu saja.
Teroris... / Kami bukan teroris! Kami revolusioner!
Dari mana kau mendapatkan senjata?
Dari mana kau mendapatkan nyali?
Kau mendapatkan senjata dari mana?
Dari mana saja.
Kudengar Pakistan dan China membantumu.
Kau mempunyai senjata dengan melewati perbatasan, dan kau...
Aku tak bisa mengatakan apapun.
Kau memberikan senjata pada pemuda dan...
...merubahnya menjadi teroris karena alasan keegoisanmu.
Cukup! Ayo pergi!
Dia lebi pantas dari pada kami! Dia memiliki keberanian dan pemberani!
Jika kau keluar dari Radio, kemarilah dan bergabung dengan kami. Pergilah.
Saat itu sudah malam. Di tengah-tengah stasiun
Dia sedang menunggu.
Kereta akan datang tapi hujan datang sebagai gantinya.
Tetesan hujan bermain seperti anak-anak merobek langit.
Pohon-pohon yang berayun seolah-olah mereka telah kehilangan indra mereka.
Ranting-ranting pohon berlarian saling melawan.
Saat itu hujan begitu lebat seolah-olah dunia tenggelam.
Apapun itu, aku melihat seseorang di stasiun.
Saudaraku! Kau punya korek?
Angin menghempaskan selimutnya.
Seorang Gadis.
Mata murung pipi tembem...
...hidung datar seolah-olah terjebak.
Cantiknya.
Saat ia melihat gadis itu...
Ia menyelamatkannya dan membawanya pergi naik kuda.
Tapi tak ada kuda atau bandit.
Kupikir kau pria dan punya korek api! Maaf!
Dia tak menjawab... hanya menatap saja.
Mengapa dia tak tersenyum? Atau menanyakan sesuatu? Rokok... maaf!
Pada saat itu tiba-tiba seperti mutiara yang tersebar.
Dia bilang. Teh!
Nyonya, pergantiannya sebentar lagi!
Pergantian?/ Ya!
Amar yang sedang on Air!
Gelas bergambar bunga! Aku berlari membawa teh panas!
Aku berlari dengan hati-hati supaya teh nya tak tumpah...
Tapi kereta mulai berjalan...
...seolah-olah itu adalah sebuah penghinaan karena berhenti di stasiun kecil.
Peluit berbunyi.
Aku melihat kereta.
Aku tak tahu apakah itu keretanya atau keretaku.
Penjaga mengangkat bendera merah dan kemudian bendera hijau.
Aku berlari mengejar kereta...
Kereta meninggalkan stasiun dan begitu pula gadis itu. Hei
Ini!/ Ini!/ Terima kasih.
Apa perangko satu rupee bisa merubahnya? Cepat stempel.
Apa yang kau lakukan? Aku kesini duluan!
Dengarkan aku, tuan./ Salam./ Sebentar./ Halo!
Halo!
Antri dulu. Disini bukan untuk lokal.
Aku tahu.
Penghitungnya rusak! Mau pakai? Hanya STD.
Kau sudah selesai? Katakan kalau sudah selesai!
Baiklah.
Dua puluh rupee! Bayar penuh! tak ada potongan! Terima kasih.
Bergabunglah dengan politik!
Hei kau!
Sepedaku./ Maaf Pak! Maaf!
Ini tidak benar!
Kita sudah bertemu dua kali tapi kau menolak kenalan denganku.
Jangan mengikutiku lagi!
Tidak/ Kau harus menghentikan ini!
Kenapa?/ Aku tak menyukainya!
Aku tak mau!/ Aku.../ Dengar!
Apa masalahnya? Orang tuamu? Saudaramu?
Komunitas? Agama? atau Dua pria yang di kereta api?
Aku tak tahu siapa mereka Tapi aku bisa bicara dengan mereka.
Sebenarnya, hal ini...
Bila perlu aku juga bisa melawan mereka./ Bukan begitu!
Aku tak menyukainya! Jadi biarkan aku sendiri!
Kau tak menyukaiku?/ Bukan!
Maukah kau berhenti mengikutiku?
Itu dia!
Itu dia!
Jadi kau kembali?/ Ya!
Kau sudah makan, Nek?/ Sudah!
Hei!
Hei!
Kau cari siapa?
Mau kemana kau?/ Apa harus kukatakan?
Baik! Pergilah!
Pergi dari sini.
Kau mau ikut denganku?
Aku bukan gadis seperti yang kau pikirkan.
Bagaimana kau tahu apa yang kupikirkan?
Setelah ketemu denganmu aku banyak masalah.
Mana mungkin aku melepasmu begitu saja?
Maukah kau memberitahu keluargamu atau aku yang beri tahu?
Pikirkan hal ini. Besok katakan padaku.
Apa yang kau tahu tentang aku?
Tidak ada!
Aku hanya mencintaimu! Dari hati!
Mercury mencair saat matahari terbit
Badai melanda saat hati mendesah
Ini dari hati!
Ini dari hati! Dari hati!
Ini dari hati! Dari hati!
Ini dari hati!
Hati adalah hati tak bisa dipaksakan
O kekasihku! O Sayang!
O kekasihku! O Sayang!
Ini dari hati!
Aku tak bisa hidup tanpa hatimu
Dedaunan musim gugur jatuh dari pohon
Berjatuhan dari ranting
Musim berlalu bagi dedauanan yang malang
Hasrat ingin berbunga dan berusaha bangkit
Mereka dedaunan tapi dua hati
Mereka dedaunan tapi dua hati
Jika ada hati pasti ada rasa sakit
Jika ada rasa sakit pasti ada hati
Musim menyakitkan berlalu
Jika ada hati pasti ada rasa sakit
Jika ada rasa sakit pasti ada hati
Musim menyakitkan berlalu
Ini dari hati! Dari hati!
Ini dari hati!
Hati adalah hati tak bisa dipaksakan
O kekasihku! O Sayang!
O kekasihku! O Sayang!
Ini dari hati!
Hubungan yang mengikat Duri bagaikan bintang
Dinding dan pintu terbuat dari batu
Namun bunga dan tanaman tumbuh dan berbunga di batu itu
Jadi kisah cinta berbunga dan pecinta pun bebunga-bunga
kisah ini dari hati
Ini dari hati!
Ketidakbahagiaan seperti gelembung air
Terpecah dan terbentuk lagi
Ketidakbahagiaan seperti gelembung air
Terpecah dan terbentuk lagi
Ini dari hati! Dari hati!
Ini dari hati! Dari hati!
Ini dari hati!
Kau terkejut? terganggu? atau marah?
Aku tak percaya cinta bertepuk sebelah tangan. Salam!
Pasti ada sesuatu antara kita.
Dilihat dari hubungan kita sejauh ini.
Perbedaannya aku mengakuinya dan dirimu tidak.
Kenapa? apa kau takut?
Jujurlah./ Tinggalkan aku.
Jawab satu pertanyaanku dan kau akan kutinggalkan.
Kau tak tahu apa-apa.
Karna itulah aku ingin tahu.
Kau salah menilai./ Jelaskan padaku.
Mengapa kau tak paham!/ Jelaskanlah mungkin aku paham!
Aku sudah menikah!
Sekarang jangan mendekatiku!
Siapa? apa pria dikereta yang menikahimu?
Ya.
Sebentar!
Tidak jadi!
Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada wanita bersuami?
Bukan cinta tapi obsesi.
Tidak, cinta.
Anak-anak! Masuklah! Buku kalian harus di atas meja dalam 5 menit!
Jangan banyak alasan.
Aku harus bagaimana?
Lupakan dia!
Ada banyak gadis-gadis.
Tidak seperti gadis ini.
Aku harus minta maaf padanya.
Kalau begitu lakukan.
Ini wajib! Aku harus meminta maaf! 100%.
Dia datang.
Itu dia? Kenapa banyak yang datang?
Kau ingin minta maaf, tapi siapa pria-pria ini?
Siapa mereka?
Mereka suami-suaminya!/ Suami. Dua suami?
Kau sendiri punya dua istri!
Ada perbedaan besar suami dan istri.
Tenang! Mereka datang.
Aku ingin bicara denganmu!/ Apa?
Aku ingin bicara denganmu!
Silakan!/ Empat mata saja! Ayo.
Kau bisa bicara di sini!
Tenang saja. Ayo.
Ayo!/ Ayo!/ Aku segera kembali.
Pergilah! kuberitahu Nyonya kau pulang telat! Pergilah!
Aku ingin terus terang saja.
Aku seorang petugas Pemerintah.
Jika sesuatu terjadi padaku polisi akan segera tahu.
Bahkan mungkin Pemerintah.
Benarkah?
Aku juga banyak teman teroris. Aku kenal pemimpinnya.
Dia cuma becanda. / Aku juga Juara tinju di kampus.
Aku masih bisa menendang di udara.
Jangan bilang aku tidak memperingatkan kalian.
Harus kita apakan dia?
Apa maksudmu?
Kenapa kau mengganggu...
Kau seorang polisi?/ Bukan!
Memangnya aku seperti polisi? Aku bekerja di All India Radio!
Memang aku seperti polisi di sana.
Baiklah.
Kau dibagian apa?/ Program Executive!
Mengapa buang-buang waktu, Keluarkan dia.
Kenapa kau mengganggu?/ Mau apa kau di daerah ini?
Kenapa dia...
Kenapa banyak sekali pertanyaanmu?
Kau mau memberikan gadis itu?
Keluarkan dia. / Ayo keluar! Ayo keluar!
Jangan sentuh aku! Sopan sedikit!
Ayo keluar! / Jangan sentuh aku.
Bukankah aku bicara layaknya pria? Mundur kau!
Jelaskan padanya.
Kami dari pegunungan! Kami punya kode etik!
Lebih baik kau jauhi gadis itu.
Bagaimana jika aku menolak?
Sudah kubilang jangan sentuh aku. Jangan coba kau sentuh aku.
Bagaimana aku bisa tahu kalian temannya?
Sudah kubilang jangan sentuh aku!
Jangan sentuh aku.
Siapa yang tahu kalau dia sudah menikah?
Kini habis sudah kesabaranku. Dasar bodoh!
Tradisimu memungkinkan wanita memiliki lima suami.
Adik kami tidak menikah di luar kasta.
Dia adikmu?
Dan adikmu juga?
Dia adalah sepupuku.
Adik! Berarti dia belum menikah?
Pukul dia!
Pukul dia!
Amar! Dimana kau?
Kau lihat mereka?/ Ya! Mereka menghajar dan melemparnya di sana.
Jangan bohong.
Amar.
Hei berhenti! Mundur.
Dimana?/ Di sana. Di sana.
Kau dipukuli karena gadis itu.
Lupakanlah dan kembali bekerja.
Dia bilang apa?/ Tidak.
Dia bilang tidak./ Tidak,/ tidak.
Bahkan dengan kondisi begini kau masih memperjuangkannya.
Ny. Burman. Ny. Burman.
Ya, bicaralah./ Ny. Burman.
Dia... / Apa?
Dia... / Dia...
Menikah?/ Apa?/ Menikah.
Dia bilang apa?/ Menikah?
Menikah! Menikah!/ Menikah?
Dia belum menikah!
Dia belum menikah! Dia belum menikah!
Dia belum menikah.
Dia bilang mereka sudah pergi. Mereka hanya 2 bulan di sana.
Tanyakan padanya kemana mereka.
Mereka tidak memberitahukannya!
Kapan mereka pergi?
Kemarin.
Kau nenek gadis itu?
Dia bilang apa?
Dia bilang dia berharap dia adalah nenek gadis itu.
Darimana mereka berasal?
Kota!
Tanyakan padanya kemana mereka pergi.
Dia tidak tahu apa-apa, Kawan.
Dia bilang apa?/ Saat dia di sini, kadang dia mengunjunginya.
Pria-pria itu tak berguna. Mereka sudah biasa berbohong...
Aku tak tahu mereka biasa membicarakan apa.
Gadis itu memang banyak pengaruhnya.
Pria-pria itu memang tak berguna!
Angkat teleponnya. / Tak bisa kau saja?
Halo.
Siapa di sana? Amar? Ibu, ini dari Amar!
Apa kabarmu? / Berikan padaku.
Nenek! Ini Amar!/ Biar aku bicara padanya.
Tanyakan kenapa dia belum menulis surat, aku semakin tua.
Mengapa kau tak menulis surat? Nenek semakin tua!
Kapan dia pulang?
Ya! Kapan kau pulang? Cepatlah!/ Berikan pada Ibu.
Kami mencemaskanmu.
Kami terus membaca berita dikoran./ Berikan padaku.
Jaga dirimu.
Ceritakan padanya tentang paman Nair.
Tn. Nair. Teman Ayahmu di Angkatan Darat.
Dia membawa putrinya! Kapan dia datang?
Diam! / Dia bilang apa? / Dia bilang 'setelah lima tahun.'
Baik, kapan kau pulang?
Kapan? Tuhan memberkatimu.
Sebentar. Pulanglah dan bawakan aku oleh-oleh.
Cukup! Ini bukan panggilan lokal! / Berikan padaku./ Ini panggilan STD.
Sini berikan! Amar.
Gadis itu tak datang ke sini lagi.
Tidak terima lokal, hanya STD./ Ini aku.
Kau tahu nomor yang biasa ia hubungi?
Catatan dari semua nomor ada di sini.
Nomornya ada di sana?/ Tentu saja.
Sebutkan kalau begitu.
Kenapa?
Aku bertengkar dengannya./ Hei...
Tidak tidak, aku hanya ingin bicara.
Ini kantor Pemerintah! Tak boleh membocorkan no telepon!
Rahasia./ Kantor Pemerintahan apa ini?
Ayolah. Terima ini./ Tidak! Tidak!
Silakan. Simpanlah!
Berapa nomornya?
019.824.461.
4461. / 4461.
Kode area mana?
Ini... 98...
Leh! Ladakh!/ Ladakh.
Halo, ya. / Aku terima kalah.
Mencarinya sudah seperti...
...mencari jarum di tumpukan jerami.
Ya. Sudah berakhir.
Ini hanya kegilaan sementara.
Jangan bilang siapapun tentang hal ini.
All India... Burman, Burman, akan kuhubungi lagi nanti...
Hei, tangkap dia.
Mana bayarannya?
Ini! Ambillah!
Minggir.
Hei, minggir. Jangan mendorong.
Hei, minggir.
Aku Amar Verma dari All India Radio.
Tentara menembak seorang pria di festival Leh.
Hei, minggir./ Dari sana...
Sudah kubilang berkali-kali untuk mundur.
Siapa dia? Siapa dia?
Ini, All India Radio. All India Radio?
Ayolah, cepat.
Ambil mayatnya... Hei.../ All India Radio.
Mayor!/ Minggir./ Aku dari All India Radio. Ada apa ini?
No komen!/ Siapa orang itu?
Apa salahnya? / Kubilang no komen!
Kau bisa tembak kakinya. / Minggir.
Bukankah ini pelanggaran hak asasi manusia?
Hak asasi manusia? Pergi dan tanya orang-orang itu...
...yang menggunakan RDX untuk meledakkan anak-anak sekolah.
Tutup.
Hei.
Ingat aku? Kau sendirian? Mana suamimu?
Kau mengirimnya untuk memukuli seseorang?
Dia bukan suamiku!
Jadi kau sedang mencari suami baru?
Siapa namamu? kau dari mana dan mengapa kemari?
Amar Kanth Verma, silakan. Maaf!
All India Radio. Baiklah.
Kau datang meliput Festival Leh./ Bagaimana denganmu?
Aku bersama dia.
Jadi kau istrinya!
Siapa anak-anak ini?
Kau bilang apa? Istriku?/ Minggir.
Istriku! Ya! Kami sudah Menikah 25 tahun!
Begitu, kan? Selamat, sayang.
Hei, istriku! Beritahu aku jika kau ingin aku memukul seseorang.
Ulurkan tanganmu! Ayo! Amma! Kemarilah!
Kemarilah. Tak apa.
Kemana mereka pergi?
Mereka akan berjalan ke Kargil!/ Berapa lama untuk sampai ke sana?
Dalam dua hari.
Lama sekali.
Itu terlalu jauh! Kita mungkin bisa mendapatkan bus di sini.
Lain kali berhati-hatilah.
Apa yang terjadi padanya?
Hati-hati!
Hei! Aku bicara padamu.
Tunggu!
Kau mau apa? / Jawaban!
Siapa namamu?
Aku sudah dikhianati dan dipukuli.
Dan dibuang di tempat sepi.
Hari ini kau menjadikanku suamimu.
Aku punya satu pertanyaan...
tapi kau tak menjawab!
Bahkan jika aku harus mengutukmu, nama apa yang harus kupakai?
Meghna!/ asli atau palsu?/ Palsu!
Palsu!
Siapakah orang-orang yang bersama denganmu?
Saudara-saudaraku! / Seperti Rajiv Gandhi juga saudaraku.
Kenapa kau berbohong kalau kau sudah menikah?
Bisa kau berhenti mengikutiku karena aku sudah jujur?
Tidak! Tak mau!/ Itulah sebabnya!
Jangan pura-pura tak bersalah.
Aku tahu kau tak sesuci kelihatannya.
Apa maumu? Kau ingin aku ikuti perintahmu?
Kini permainan usai! Tunggu!
Kau pikir menyenangkan berjalan bersama pria?
Kau tahu kami sebut apa wanita sepertimu?
Licik!
Kau sangat membenciku?
Ya! Dari hati!
Tatap mataku dan katakan lagi.
Berikan padaku! Ambillah dari sini! Ini!
Tak pernah lihat gadis sebelumnya, ya?
Tampaknya sebentar lagi akan ada badai.
Ayo! Akan ada badai.
Jadi masih ada kebaikan tersisa di dirimu.
Ada sebuah biara dekat sini. Mereka semua pergi ke sana!
Ketika aku mengejarnya dia tak ingin aku...
Ketika aku tak menginginkan dia, dia mengejarku. Wow!
Ada apa?
Ada apa?
Ada apa?
Katakan padaku, ada apa?
Katakan padaku.
Kau menangis. Ada apa?
Kau tak bisa bicara?
Kau tak bisa bicara?
Pernah kau alami sebelumnya?
Pernah kau alami sebelumnya?
Mengapa kau tak menangis? Menangis?
Semakin kau tahan, akan semakin sakit. Menangislah. Menangislah!
Jangan berhenti! Jangan berhenti! Jangan berhenti!
Jangan berhenti! Jangan berhenti!
Terima kasih.
Warna-warni!
Memamerkan tujuh warna pelangi
Warna-warni!
Memamerkan tujuh warna pelangi
Oh, sayang! Kau adalah bayangan hatiku
Warna-warni!
Keindahan surgawi Mengapa begitu jauh dariku
Ketika sedang dekat hanya perasaan belaka
Mimpi belaka hanya bayangan
Warna-warni!
Warna-warni!
Katakanlah wahai angin kemana engkau 'kan berlabuh
Cinta tak kenal paksaan Dia bagaikan api...
Yang tak bisa menyala dan tak bisa padam
Yang tak bisa menyala dan tak bisa padam
Cinta tak kenal paksaan Dia bagaikan api...
Sihir bermain di mataku menampakkan sisi romansa
Menampakkan sisi romansa Aku bisa merasakannya
Kau merupakan aroma dari keberadaanku
Kau merupakan tanda dari keberadaanku
Menyentuh tubuhmu napasku serasa terbakar
Hatiku merasakan cinta layaknya pedih yang mulai terasa
Kau merupakan aroma dari keberadaanku
Kau merupakan tanda dari keberadaanku
Tatapan kosongmu berbisik dalam telingaku
Aku menyembah pada hatimu diriku sudah merasa gila
Oh, sayang! Kau adalah bayangan hatiku
Warna-warni!
Keindahan surgawi Mengapa begitu jauh dariku
Ketika sedang dekat hanya perasaan belaka
Mimpi belaka hanya bayangan
Aku tersesat di jalanmu Aku hilang dalam pelukanmu
Biarkan aku tersadar Aku tersesat dalam cintamu
Aku tersesat di jalanmu Aku hilang dalam pelukanmu
Biarkan aku tersadar Aku tersesat dalam cintamu
Hidupku obsesi Kematianku obsesi
Tidak ada penghibur lain selain cintamu
Hidupku obsesi Kematianku obsesi
Tidak ada penghibur lain selain cintamu
Hidupku obsesi Kematianku obsesi
Warna-warni!
Memamerkan tujuh warna pelangi
Kau telah mewarnai hatiku
Cinta tak kenal paksaan Dia bagaikan api...
Yang tak bisa menyala dan tak bisa padam
Yang tak bisa menyala dan tak bisa padam
Cinta tak kenal paksaan Dia bagaikan api...
Permisi.
Ayo ikut aku. Ayo!
Sebentar. Sebentar.
Salam. / Salam.
Salam! / Salam.
Lama, kau paham bahasa Hindi?
Sedikit! / Baik, aku ingin menikahinya!
Ya.
Kapan? / Sekarang!
Maafkan kami, Lama! Dia gila!
Bisa, 'kan?
Apa yang salah dengan yang kulakukan?
Aku hanya ingin menikahimu.
Memangnya ada yang berbuat salah di tempat suci seperti ini?
Kau tidak memintaku.
Akan kulakukan sekarang.
Maukah kau menikah denganku?
Tidak!/ Mengapa?
Aku tak punya waktu!
Kau tak punya waktu?
Misalkan kita menikah... Tidak, tidak sekarang.
Aku tahu kita tak punya waktu tapi andaikan saja kita menikah.
Menurutmu, kita akan bahagia bersama?
Cinta, cinta dan hanya cinta? Tidak?
Atau kita bertengkar?
Kepala kita pecah. Tangan kita hancur.
Tapi biar kuberitahu padamu, aku takkan berdamai padamu.
Kau harus datang dan meminta maaf.
Kau tak mau? Artinya aku yang minta maaf?
Jangan mimpi.
Setelah kita punya anak perkelahian akan berakhir.
Tidak! Mereka akan ikut bertengkar juga.
Benarkah?
Kau mau kita punya berapa anak? Satu? Dua? Lebih?
Tiga? Empat?
Delapan!
Delapan? Matilah aku!
Tapi satu hal yang pasti.
Mereka akan mirip denganku, Ketampananku. Kepintaranku.
Jika mereka sepertimu, kau yang urus mereka.
Mereka harus mirip denganmu? Mata Kecil! Hidung pesek.
Hidung pesek? / Belum ada yang bilang?
Hanya senyummu yang indah.
Bila kau memukulku seperti ini, kau tahu apa artinya?
Artinya kau sangat menyukaiku.
Bila kau memukulku seperti ini, itu berarti kau mencintaiku.
Itu juga ada artinya. Kalau kau tidak bisa hidup tanpaku.
Ya! benar! Aku akan mati./ Benarkah?
Tanpa aku?
Seperti ini!
Mengapa membicarakan kematian? Katakan saja kalau kau mencintaiku!
Oh, kau tidak punya waktu. Benar?
Hei, jika kau ingin meninggalkan orang tua itu, aku di sini.
Sampai jumpa.
Mengapa mereka tidak membawanya ke desa mereka?
Mengapa meninggalkan dia dengan kita?
Dia mengerti bahasamu.
Dia mengerti bahasa tetapi apa dia mengerti...
...masalah hati?
Bisa kau tinggalkan kami berdua saat kami bermesraan?
Saat kami tidur?
Saudaraku! Kenapa kau berada di antara kami?
Ada apa? Kau tak mengantuk?
Mengantuk, tapi tak ingin tidur.
Mengapa, kau takut padaku?
Orang tuaku bilang jangan pernah tidur di tempat yang asing.
Kau akan kehilangan segalanya.
Itu bohong. Kau takut.
Takut! Kau tahu arti sebenarnya dari takut?
Baik. Baik. Baik. Baik.
Jangan berdebat atau bertengkar sekarang! Mari kita bicarakan sesuatu yang baik.
Baiklah! Katakan apa yang paling kau sukai?
Jangan berpikir! Cepat! Kuhitung sampai tiga!
Satu. Dua.
Telapak tangan ibu.
Telapak tangan ibu? Apa lagi?
Merpati di kuil!
Apa lagi?
Puisi!
Lagu wanita tua itu!
Dan apa yang paling tak kau sukai?
Kau mendekat padaku.
Bohong.
Senyummu, kenakalanmu.
Ya!
Kecerdasanmu, kewaspadaanmu.
Salah! Kau iri padaku! Benar, kan?
Ya.
Kini katakan apa yang paling kau sukai.
Pertama akan kuberitahu yang paling tak kusukai.
Aku tak suka jarak di antara kita ini.
Ada banyak tersembunyi dalam dirimu.
Yang paling kubenci adalah matamu ...
...karena saat kutatap matamu aku tak bisa melihat apapun.
Kini akan kuberitahu yang paling kusukai.
Yang paling kusuka adalah matamu...
...karena saat kutatap matamu aku tak bisa melihat apapun.
Ada banyak tersembunyi dalam dirimu dan aku menyukainya.
Yang paling kusukai adalah jarak ini karena...
... itu memberiku alasan untuk berada di dekatmu.
Pergilah tidur.
Cuma itu?
Jangan bicara lagi.
Beberapa orang suka menulis nama di atas pasir...
Suka menulis nama di atas pasir.
Dengan satu hembusan dan mereka akan terhempas.
Terhempas.
Terhempas.
Pergi! Pergi!
Pergi! Pergi
Banyak ujian yang tersisa dari cinta
Banyak ujian yang tersisa dari cinta
Kekasih
Tujuan dari revolusi kita adalah kemerdekaan.
Memerdekakan tanah kita sendiri.
Berakhir saat kita menyerahkan segala yang kita miliki.
Tubuh kita hidup kita jiwa kita.
Dengan pikiran yang berimbang kita menerima.
Pemimpin kami dan perintah-perintahnya.
Kami akan mengorbankan diri kami sendiri bagi kemajuan revolusioner.
Kami menyatakan sumpah ini hari ini!
Translate by IDFL™ Subs Crew
Daninigam Josephermlase Ajie Muser Zambronk_lah
Visit Us www.idfl.me
Sudah tibakah saatnya kita bertindak?
Ya. Sudah saatnya.
Paspor siap. Kartu akses sudah diatur.
Gladi resik pada hari Jumat tanggal 23.
Mobil dan semua sudah diatur.
Jangan gunakan telepon.
'Kalau begitu putar lagu apapun yang kau suka.'
Lalu apapun yang kusuka?/ Tuba-ku sudah datang?
Ada di kamar sebelah?
'Lagu ini untuk Tinu dan teman-temannya'
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Aku hidup di sini kesepian
Aku hidup di sini kesepian
Kau hidup kesepian aku tak tahu di mana
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Wahai burung yang terbang tinggi
Wahai burung yang terbang tinggi
Seperti apa bisikan angin
Beritahu apa yang dikatakan
Seperti apa bisikan angin
Dimana rasa tidak bersalah?
Dimana cahaya? Dimana kehidupan?
Sudah kau tetapkan flatnya?
Berikan daftarnya lagi! Tuliskan semuanya!
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Kau tak bersamaku namun aku bisa merasakanmu
Parasmu tak terlihat namun aku bisa mendengar langkahmu
Kau tak berada di dekatku namun jejak kakimu...
...berada di alam semestaku
Diriku tak sempurna di sini dan dirimu tak sempurna di sana
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Wahai orang asing Panggillah aku sesekali
Hati-hati! Apa tak ada tempat bermain lain?
Hati-hati! Apa tak ada tempat bermain lain?
Ayo! Ayo!
Aku sudah menunggu lama. Kau tambah cantik saja setelah menikah.
Halo! Aku minta maaf. Maafkan aku.
Hai! Preeti.
Kakak./ Kakak./ Hei! Pergilah!
Anak-anak.
Teh!
Kau ingin duduk?
Aku hanya mau... Maukah kau...
Sebelum kau bicara boleh kukatakan sesuatu?
Maaf!/ Oke.
Boleh kupanggil kau dengan namamu?
Terserah.
Ada seorang pria, aku mencintainya! Dia pun mencintaiku! Di perguruan tinggi.
Satu sendok teh gula?
Ya!
Kini, dia bekerja di Dubai.
Pilihannya antara aku dan Dubai. Dia memilih Dubai.
Mandan!
Itukah namanya?
Bukan!
Mandan maksudnya idiot! Keledai! Mandan!
Oh Mandan! Mandan.
Kukatakan ini karena keluargaku ingin kita menikah.
Dan aku tak ingin bahwa kau...
Jangan khawatir!
Hal yang sama juga terjadi padaku.
Asmara atau kegagalan?
Keduanya!
Gadis itu mencampakkanmu?
Ya.
Kau tak merasa seperti ditampar olehnya?
Aku merasa seperti disekap dan dibunuh olehnya!
Jabat tangan!
Oke.
'Orang-orang dari Timur laut merasa bahwa...
...janji-janji ke mereka belum ditepati.'
'Negara-negara lain telah merampas hak mereka dan...
...pemimpin nasional-lah yang bertanggung jawab.'
'Mereka tak begitu mementingkan orang-orang ini karena...
...mereka tak memandangnya sebagai pungutan suara.'
'Ini propaganda yang menyeruak dari seberang perbatasan.'
'Kami berinvestasi dalam pengembangan...
...Timur laut tanpa mengharapkan apapun.'
'Tapi uangnya tak sampai ke mereka! Kemana perginya?'
'Kemana perginya uang ini?'
'Ke pengusaha? Broker? Atau ke para pemimpin?'
'Atau mereka saling berbagi?'
'Ini untuk pendengar All India Radio?'
'Ya! Akashwani!'
Makan malam.
Entahlah.
'Satu pertanyaan terakhir! Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?'
'Politik atau politisinya?'/ No komen!'
'Bagaimana bisa kita merayakan 50 tahun kemerdekaan...
...ketika negara-negara perbatasan sedang dirundung banyak masalah?'
'Pak. Pak.'
Apa kau masih perjaka?
Maafkan aku.
Hanya sekedar cintakah pada gadis itu atau justru sudah melaluinya.
Tidak! Jangan jawab pertanyaannya! Aku hanya ingin melihat reaksimu!
Dan bagaimana andai aku menanyakanmu?
Silahkan! Tanyakan!
Bagaimana menurutmu sesudah melihatku?
Kupikir kau terlalu banyak bicara!
Dan kurasa kini ada salad pada hidungmu!
Salad.
Delapan puluh persen dari kebanyakan gadis saat ini adalah S.K.P.
Apa itu?
Tahulah, sebelum menikah! Honko Bonko Bonks (Sudah Berhubungan Seks).
Oh! Honko Bonko Bonks.
Jadi kau termasuk dua puluh persen yang tersisa.
Ya. Hanya karena aku tak punya nyali.
Boleh kukatakan sesuatu?/ Ya!
Kau juga terlihat dari dua puluh persennya.
Artinya kau bukan Honko Bonko Bonks.../ Bukan Honko Bonko Bonks...
Memikirkan gadis itu?
Tidak!/ Itu jujur atau bohong?
Bohong!
Tinggalkan itu. Katakan beberapa kebohongan tentangku!
Kebohongan apa?
Bahwa aku seorang gadis yang cantik dan luar biasa, dan sebagainya.
Kau seorang gadis yang cantik dan luar biasa, dan sebagainya.
Terima kasih.
Kau bohong begitu manis./ Terima kasih.
Ini.
Semuanya pasti sedang menunggu di rumah...
...untuk mengetahui kita bilang ya atau tidak.
Jika kau tak suka kau boleh katakan...
...aku juga akan katakan bahwa aku tak menyukaimu.
Tapi andai salah satu dari kita bilang ya dan yang lain tidak...
Tunggu! Hei!
Aku ingin bicara denganmu! Tunggulah di sini.
Hei! Tunggu!
Tunggu! Aku ingin bicara denganmu!
Tunggu!
Minggir.
Hei! Kenapa kau mendorong kami?
Hei tunggu!
Apa kau cari mati!
Hei tunggu!
Tunggu! Aku hanya ingin bicara! Tunggulah!
Hentikan dia! Tahan dia!
Tahan dia!
Dia pergi.
Tangkap dia...
Mogli! Oh Mogli!
Mogliku.
Maaf! Kumohon, maafkan aku! Apa kau terluka? Maafkan aku.
Hei, apa yang terjadi?
Hei kau! Mau lari kemana kau?
Hei, mau lari kemana kau?
Hei, mau lari kemana kau? Periksa dia!
Periksa dia!
Apa ini? Sebuah kapsul! Dia memakan kapsulnya! Pak!
Ludahkan! Keluarkan! Ludahkan! Keluarkan!
Sudah cukup! Lupakan Meghna!
Jangan pikirkan dia lagi! Jangan mencarinya lagi!/ Hei!
Maafkan aku.
Kupikir kau hanya mencintai seorang gadis.
Kau juga mengejar-ngejar seorang lelaki?
Kau pria normal, 'kan? Atau kau salah satu dari mereka yang kau tahulah...
Apa?/ Apa 'Mundan'?
Aku hanya ingin bertanya, jadi ya kulakukan.
Dari sini. Dari sini. Ambil ini.
Ayo lewat sini.
Tuhan tahu memang akan caranya namun Ken tertangkap di Cannaught Place.
Polisi menemukan kapsul sianida-nya.
Ken memakan sianida-nya!
Mereka sudah kembali!/ Ya.
Jangan duduk dengan orang tua! Pergilah bermain!
Salam! Halo Pak!/ Bersenang-senanglah!
Ada apa, Sayang?/ Apa yang telah kalian putuskan?
Ibu...
Kami pergi untuk makan siang! Sementara saat kami kembali...
Kami melihat lelaki berlari. Amar lari kejar lelaki itu dan aku lari mengejarnya.
Dalam kejar-kejaran, kami tak punya waktu untuk berpikir.
Ya atau tidak! Itu saja yang ingin kami ketahui!
Bagaimana kami bisa bilang ya dengan cepat? Kami baru saja bertemu dan...
Dan.../ Ya kalau dariku!
Apa kataku?
Tapi kupikir kalian juga harus tanyakan Preeti.
Kakak, katakanlah 'ya.'
Apa asumsi kita?
Preeti! Katakanlah sesuatu!/ Kakak! Katakanlah sesuatu!/ Hentikan.
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Kakak! Katakanlah sesuatu!/ Cukup.
Kakak! Katakanlah sesuatu!
Tidak!
Katakanlah ya! Kakak! Kakak! Kakak! Kakak! Katakanlah sesuatu!
Ini jelas kasusnya keracunan sianida. Lihatlah tubuhnya!
Sudah berubah merah!
Matanya telah membiru! Dan lidahnya juga!/ Ya.
Bahkan lidah dan bibirnya sudah berwarna sama./ Ya.
Perutnya hendak menunjukkan endapan akan sianida kalium.
Bisakah kita menyelamatkannya?
Mustahil!
Dia pasti akan mati dalam sepuluh menit.
Andai sudah diberikan amil nitrat mungkin akan ada kesempatan 40%.
Sianida sangatlah berbahaya.
Sudahkah kau melihat ini?
Ini terlihat seperti notasi kepegawaian, Pak!
Benar./ Cari tahulah.
Periksa Catatan Kuning.
Cari tahu semua toko yang berhubungan dengan alat musik di Delhi.
Periksa setiap tokonya.
Oke!/ Baik Pak.
Terima kasih banyak, Dokter.
Semoga saja polisi tak dapat informasi darinya.
Aku yakin dia tak mengatakan apa pun pada mereka.
Aku yakin dia tak akan mengatakannya pada mereka.
Dia tak akan katakan apa pun pada mereka.
Berhentilah menangis!
Dia adalah kakaknya Meghna!
Tak ada kakak atau adik di sini.
Kita tak datang ke sini untuk menangis.
Ken tak akan menyukai air mata ini.
Dia adalah seorang prajurit yang mati sebagai syuhada.
Dia tak mati sebagai kakak siapa pun.
Apa yang kini hendak kita lakukan? Kita harus lakukan sesuatu.
Katakanlah./ Ya! Ini sudah diputuskan!
Kau akan bertunangan!
Lalu kau akan menikah dan punya anak.
Lalu anak-anakmu akan menikah dan punya anak juga.
Lalu suatu hari kau akan menjadi seorang nenek.
Kau akan melihat terus wajah manusia sepanjang hidupmu.
Kakak sedang ke sini.
Kakak sudah datang.
Mau kemana kau? Katakan pada kami?
Kalian tak akan membiarkanku lewat sampai kuberitahu kalian?
Ya...
Aku mau menemui pengantin pria!
Tak diizinkan! Tak diizinkan! Tak diizinkan!
Apa kalian tahu mereka memanggilku apa saat di rumah?
Tidak!/ Hitler!
Aku akan tinggal di sini setelah pernikahan.
Jika kalian tak membuatku bahagia maka...
Hitler!
Mau kemana kau?
Nenek, aku mau bertemu pengantin pria!
Jangan bersentuhan sebelum menikah.
Itulah yang mau kuberitahukan padanya.
Halo!
Halo!
Ada apa?/ Aku tak melihat apa pun! Aku bersumpah tak melihat apa pun!
Ada apa?
Aku ingin bicara denganmu!
Silakan! Bicaralah!
Aku lupa! Maaf!
Aku ingat!
Apa itu?
Kau sudah sepenuhnya terjebak setelah pertunangan ini.
Jika kau ingin mengubah pikiranmu, pikirkanlah sekarang.
Amar! Seseorang ingin menemuimu! Ayo!
Ayo! Semua orang pun sudah datang!
Kau ingin aku turun telanjang?/ Ayolah!/ Pergilah. Ayo Pergilah.
Apa kabarmu? Apa kabarmu? Hati-hati! Anak-anak!
Hai Amar! Terima kasih! Terima kasih!
Apa kegiatanmu sore ini?
Anak-anak sangat menggangguku.
Kalian semua./ Hei, bawa mereka keluar./ Jangan mengganggunya.
Dimana? Dimana?
Ada banyak ujian yang ditinggalkan cinta
Ada banyak ujian yang ditinggalkan cinta
Kekasih
Kekasih
Apa aku datang di saat yang salah?
Apa ini? Kau membiarkannya berdiri di luar. Masuklah kalian berdua!
Aku bilang: masuklah ke dalam! Ayo sayang, masuklah!
Kami diusir dari tempat tinggal kami.
Kami sudah pergi ke mana-mana! Kami juga tak boleh kembali ke desa kami!
Amar! Preeti memanggilmu! Masuklah!/ Aku akan kesana! Pergilah.
Aku tak tahu harus kemana, itulah sebabnya?
Halo Amar! Selamat!/ Terima kasih!/ Selamat!/ Terima kasih!
Bisakah aku mendapatkan pekerjaan? Bahkan pekerjaan kecil pun akan kulakukan!
Aku bisa merekam serta mengisi suara! Aku pernah bekerja di radio sebelumnya!
Bahkan pekerjaan sementara di All India Radio pun akan kulakukan.
Bahkan hanya sementara./ Amar.
Preeti bertanya: di mana pengantin prianya? Apa dia takut?
Cucuku takut padanya? Omong kosong!
Ibu! Ini Meghna! Dia akan tinggal di atap!
Nenek! Mintalah seseorang untuk mengangkat kopernya ke lantai atas! Ayo.
Di mana kau bekerja?
Apa yang kau lakukan? Kau akan menikah...
...dan kau membawa orang asing ke sini.
Ibu! Bukankah aku menyetujui pernikahan ini?
Ini hanyalah masalah kecil! Sekedar membantu teman.
Preeti datang! Preeti sudah datang!
Kakak datang! Kakak sudah datang!
...Preeti sudah datang!
Dia terlihat cantik.
Berbaliklah. Kemari! Begini!
Dia terlihat cantik.
Hari ini cucuku akan menikah!
Terima kasih.
Amar, siapa gadis itu?/ Yang mana?
Yang berpakaian merah.
Ibu! Aku lapar!
Dia asisten sementara di All India Radio.
Dia.../ Aku hanya iseng bertanya. Santai saja.
Ini kamar kalian! Ayo berikan kopernya!
Tidak! Tidak!/ Berikan! Berikanlah!
Ini Ayahku! Sebenarnya ini kamarnya!
Apa ia tentara?/ Ya. Kini ia telah pensiun.
Boleh aku pergi? Aku harus pergi sekarang! Tunggulah./ Ya./ Aku sedang ke sana.
Editlah dengan cepat dan kembalikan padaku. Cepatlah.
Aku akan segera kembali.
Sertifikat yang kau minta atas bio-dataku.
Aku juga punya salinannya!
Kau sangat ingin pekerjaan ini?/ Ya!
Maka kau harus menjawab beberapa pertanyaanku.
Kenapa aku harus memberimu pekerjaan ini?
Kenapa kau tinggalkan aku dan pergi? Dan kenapa kau kembali?
Kenapa kau kembali kemari?
Apa aku akan dapatkan pekerjaan ini hanya andai aku menjawabnya?
Ya.
Baiklah! Tak perlu menjawabnya! Kembalilah!
Hai Amar!/ Hai!/ Hai!/ Hai!
Hal yang bukanlah menjadi takdir kita, kenapa kita harus menyukainya?
Apa kau punya sedikit perasaan padaku?
Apa kau mencintaiku, Meghna?
Aku tak bisa jawab pertanyaan itu.
Aku sudah bicara pada Direktur Station. Ini hanyalah pekerjaan sementara!
Ruang kedua yang sebelah kanan!
Swaminath! Ayo! Pergilah!
Dengar! Usaplah air matamu!
Ditempatkan tak tetap! Asisten Penyiar Sementara!
Ditugaskan di Paradenya?/ Akan kudapatkan!
Apa Amar curiga?
Tidak! Dia tulus!
Tak ada keraguan dengan hal itu.
Apa lagi yang ada dalam dirinya? Dan kau? Dalam dirimu?
Apa yang ada dalam dirimu?
Marah!
Apa lagi?
Teladan!
Apa lagi?/ Tujuanku!
Apa lagi?
Teguh!
Kuharap kau tak lupa akan tujuan kita di sini?
Atau apa yang orang-orang kita telah lalui?
Aku belum lupa!
Tolong minggir.
Cinta adalah racun! Itu bukanlah untuk kita!
Aku memujamu, sayang
Aku memujamu, sayang
Kapan dirimu tiba, oh kasihku
Kapan dirimu tiba, oh kasihku
Kapan dirimu tiba, oh kasihku
Kenapa kau tak bernyanyi?
Kau terlihat begitu cantik saat tersenyum.
Janganlah murung sepanjang waktu!
Nenek, senyumku telah meninggalkanku saat aku berusia delapan tahun.
Apa yang disembunyikan di baliknya?
Tak ada, ketidakbahagiaan!
Tidak! Tak baik untuk berbahagia!
Temukan seorang lelaki seperti cucuku dan kami akan menikahimu.
Apa yang bisa kulakukan? Sudah nasibku.
Nasib apa? Kitalah yang menentukan nasib kita sendiri!
Ayo... Ayo... Ayo... Ayo.
Ayo! Sayang, pergi dan panggilkan Amar!
Dengar, dia harusnya ada di atas. Panggillah dia. Pergilah.
Tidak! Tinggalkan ini di sini!
Pergilah.
Amar! Amar!
'Ayo berandai-andai kita menikah.'
'Bagaimana menurutmu?'
Sunita, Mami memanggilmu!/ Aku akan segera datang!
'Setelah kita punya anak perkelahian ini akan berakhir.'
'Tidak! Mereka akan ikut perkelahian ini juga!'
Sunita, turunlah ke bawah dengan cepat!/ Ya, aku datang!
'Berapa banyak anak? Satu? Dua?'/ ' Tidak, lebih.'
' Tiga? Empat?'/ 'Delapan!'/' Delapan? Aku dihukum!'
'Anak-anak akan mirip denganku: tampan! Cerdas!'
'Jika mirip denganmu maka kau yang harus awasi mereka.'
'Haruskah mereka mirip denganmu? Mata Kecil! Hidung datar!'
'Hidung datar?'/ 'Ya.'
'Belum ada yang mengatakannya? Hanya senyummu yang manis!'
'Saat kau memukulku begini tahukah kau artinya?'
'Ini artinya bahwa kau sangat menyukaiku.'
'Bila kau memukulku begini itu artinya kau sangat mencintaiku.'
'Ini artinya, kau tak bisa hidup tanpaku.'
Katakanlah 'ya' sekali saja. Kita akan pergi ke suatu tempat yang jauh!
Katakanlah 'ya' sekali saja!
Meghna!
Kau disuruh turun.
Nenek lihatlah, indah bukan?/ Indah sekali!
Nenek! Aku sudah bilang pada Amar untuk turun!
Indah, bukan?/ Ya! Indah!/ Sayang! Kemarilah!
Ibu, lihat ini.
Akan kupanggilkan Preeti!
Hanya Tuhan yang tahu keberadaan Preeti sekarang ini.
Kami hanya mencoba melihat tampilannya...
Kita tak akan punya ide kecuali ada yang mengenakannya.
Ya, ambil ini.
Sayang! Ayo ambilkan cermin!
Kau tampak, seperti seorang pengantin!
Beritahu kami andai ada seseorang! Kami akan menikahimu!
Bagaimana kelihatannya?
Pomp Pomp. Pomp. Pomp Lagu gerak jalan.
Pomp Pomp. Pomp. Pomp. 2 genderang bas. Lagu gerak jalan.
Dimainkan di Tuba?/ Dimainkan di Tuba.
Adakah yang membelinya darimu baru-baru ini?
Ya! Siapa yang ingin tahu?
C.B.I!/ Pomp Pomp. Pomp. Pomp...
Ya, ada seorang pria yang ke sini./ Siapa?
Seorang pria tua pernah kemari!
Ada alamatnya?/ Ia datang 3 hari yang lalu.
Ini dia. A1 Photo Studio, Jama Masjid!
Kita sudah sampai di studio fotonya, bersiaplah.
Cepat! Cepat! Periksalah jalur belakang.
Kepung jalur belakangnya!
Geledah seluruh rumah! Tanyakan semua orang! Cepat!
Pak! Tampaknya mereka sudah pergi!
Tidak! Tidak!
Ada telepon untukmu!
Boleh aku masuk?
Ya!
Aku takut! Aku akan segera menikah dan...
Aku senang hingga saat ini namun seraya pernikahan semakin dekat rasanya...
Aku takkan terjebak, 'kan?
Semuanya akan baik-baik saja!
Sungguh?
Amar dan kau.../ Apa?
Amar dan kau akan jadi pasangan yang serasi!
Benarkah?
Kau yang bertanggung jawab! Apa saja untuk kelancarannya dan aku akan memintamu!
Jangan terlalu formal denganku! Baik!
Tinggallah bersamaku hingga pernikahannya selesai!
Baiklah!
Terima kasih.
Gadis pintar! Meyakinkanmu bertindak benar dengan caranya.
Ayolah, cukup. Dalam dua menit! Permisi! Ya.
Kau yang di sana! Bagaimana dengan rekamannya.
Aku juga mengenalmu! Bagaimana kakimu? Anjingmu sudah ditemukan?
Bagaimana dengan rekamannya?
Dalam satu menit! Studio sedang sibuk jadi anak-anak harus menunggu dulu!
Dalam satu menit! Akan kubawa mereka ke atas.
Karena kita hendak ke atas...
...apa kau butuh kursi roda?/ Tidak sama sekali!
Kau punya tongkat./ Amar!
Hei Shukla!
Perhatikan akan tujuanmu!/ Maafkan aku!
Jangan khawatir! Itu akan diselesaikan dalam setengah jam!
Jangan khawatir, Nyonya. Maafkan aku.
Dalam waktu setengah jam.
Hei! Apa yang telah terjadi?
Bagaimana bisa kau sudah ada di sini tiba-tiba?
Aku selalu lakukan segala sesuatu itu dengan tiba-tiba./ Ada apa dengan rambutmu?
Ibu mertua mudaku meninggal.
Kenapa kau kemari?
Aku berjuang dan dipindah tugaskan.
Demi menghindari Ny. Burman?
Ya! Aku membawa dua istri serta delapan anak-anakku ke sini!
Ayo./ Kudengar kau juga akan menikah!
Apa mertuamu baik?
Kau akan pahami masalahku sekarang.
Meghna. Tn. Shukla.
Salam!/ Salam!
Kirim ini berserta kasetnya ke Bangalore.
Bagaimana dia bisa di sini?
Tidak! Tidak! Ini tak seperti yang kau pikirkan!
Lalu seperti apa?
Kau akan menikah tapi Julietmu masih ada di sisimu.
Alih-alih mencampakkannya kau malah memberinya pekerjaan. Hebat!
Dia juga tinggal di atap rumahku.
Apa? Atap rumahmu? Bencana! Kau...
Bisakah kau tenang sebentar dan biarkan aku bicara?/ Bicaralah.
Aku tak tahu kenapa dia meninggalkanku! Atau tak tahu kenapa dia kembali!
Tapi yang jelas dia tak kembali untukku!
Aku ingin mencari tahu hal ini.
Oke. Boleh aku bicara sekarang?
Bicaralah!
Keluarkan dia sekarang!
Aku tak bisa!/ Keluarkan dari hidupmu!
Aku tak bisa, Tn. Shukla!/ Mengapa?
Aku tak bisa! Itu saja!
Baik. Begini saja! Kau harus tinggalkan salah satunya!
Kau harus berani meninggalkan salah satunya.
Jangan berhubungan dengan mereka dalam waktu bersamaan.
Belajarlah dari pengalamanku.
Pikirkan hal ini baik-baik dan bicara padaku nanti./Kau ini ...
Hatiku membara
Hatiku membara
Ada kabut di bawah mataku
Hatiku membara
Ada kabut di bawah mataku
Ada kabut di bawah mataku
Entah bagaimana bisa terjadi
Hatiku membara
Ada kabut di bawah mataku
Ada kabut di bawah mataku
Entah bagaimana bisa terjadi
Hatiku membara
Sekilas kau menembus pikiranku ketika kau melihatku
Sekilas kau menembus pikiranku ketika kau melihatku
Bibirku yang lembut telah mengunci bibirmu
Diriku merasa gundah membuatku tak bisa tidur
Bagaimana cara memberitahumu diriku melewati malam
Hatiku membara
Ada kabut di bawah mataku
Ada kabut di bawah mataku
Entah bagaimana bisa terjadi Hatiku membara
Tubuhku dipenuhi percikan rasa sakit
Kupu-kupu menjelajahi harum bunga yang hancur
Sepanjang malam hena ada dibawah kakiku
Bagaimana cara memberitahumu diriku melewati malam
Hatiku membara
Ada kabut di bawah mataku
Ada kabut di bawah mataku
Entah bagaimana bisa terjadi Hatiku membara
Bagaimana dengan nasib mereka?
Mereka akan menghadapi masalah karena kita tinggal di sini.
Mereka bukan orang jahat! Apa yang telah mereka perbuat?
Segalanya akan hancur untuk mereka.
Mereka mempercayai kami! Memberi kami tempat tinggal!
Apa kita melakukan hal yang benar?
Orang yang tak bersalah akan terbunuh, kan?
Jangan pernah memiliki keraguan tentang dirimu!
Tujuan dari revolusi kita.
Tujuan dari revolusi kita.
Kemerdekaan tanah air kita.
Oleh sebab itu, kita akan korbankan.
Tubuh kita! Hidup kita! Jiwa kita!
Dengan sadar kita menerima ...
... Pemimpin kita dan perintahnya.
Kita akan berkorban demi revolusi.
Kita serahkan hidup kita. Kita bersumpah hari ini!
Ada berapa orang?
Aku tak ingat!
3 wanita dan 2 pria! atau 2 wanita dan 3 pria!
Seperti apa mereka?/ Apa maksudmu seperti apa mereka?
Maksudku mereka bicara bahasa apa?
Bengali? Assamese? Atau Nagas? daerah mana?
Aku sungguh tak tahu.
Ini foto mobil tentara.
Sedang apa mereka di studio fotomu?
Ada pelanggan ingin salinan itu./ Untuk apa?
Mungkin untuk masalah bisnis!
Berikan padaku./ Tidak, tak mau.
Hello! ini Mita!/ Berikan padaku.
Dia bicara dengan seorang pria!/ Mungkin pacarnya!/ Hitler! Hitler!
Kau menguping pembicaraan! Jika nenek tahu ...
Dia bilang pacarnya untuk menemuinya ...
... Di Gerbang Sunder Nagar di malam hari ...
Diam! Nakal!
Kakak dia ingin bertemu pacarnya.
Ayo Pergi!
Silakan duduk!/Terima kasih.
Ya, katakan padaku.
Orang ini di koran, Aku pernah melihatnya.
Ini dicetak beberapa waktu lalu.
Tapi aku melihatnya kemarin!
Siapa? orang ini?
Tidak! temannya yang mengikutinya di Cannaught.
Kau kenal dia?
Kakiku patah karna dia! Anjingku Mogli hampir mati!
Dia bekerja di All India Radio. Amar Verma.
Ayahku selalu berkata. Masyarakat harus selalu membantu polisi.
Amar./ Amar Verma.
Siapa orang ini?
Aku tak tahu! / Siapa namanya?
Aku tak tahu, Pak!
Jangan bohong. Kau terhubung dengan detektor kebohongan!
Kalian siapa?
Mengapa kau mengikutinya?
Kalian siapa dan apa hak kalian menanyaiku?
Petugas Investigasi.
Berapa jumlah kelompokmu?
Aku tak termasuk kelompok manapun, Pak!
Aku juga pegawai Pemerintah dan aku bekerja ...
... Di All India Radio sebagai Program Executive.
Aku tak tahu tentang hal itu.
Jika kau tak jujur kau tak akan pergi dari sini.
Jangan coba mengancamku! aku juga pegawai pemerintah, ok!
Ayah aku juga seorang tentara! Dia sudah meninggal!
Kakekku juga pejuang di INA dan masuk penjara.
Dan aku orang india sama seperti kalian.
Siapa orang ini? Siapa namanya?
Di mana dia tinggal? Mengapa dia kemari?
Siapa orang ini? Dari mana dia datang?
Mengapa dia tinggal di sini?
Aku tak tahu apa-apa! Itu saja!
Mengapa kau mengikutinya?
JIka ada orang yang memukulku apa yang kau lakukan?
Mengapa ia memukulmu?
Aku tak tahu! Tanyakan padanya!
Dia memukul dan melecehkanku!
Bukannya menangkap dia kau malah bertanya padaku ...
Ok. Tn. Amarkanth Verma, aku minta maaf.
Aku akan hubungi All India Radio untuk berbicara pada pemimpinmu./Ok.
Itu hanya investigasi rutin. Itu saja.
Terima kasih./Ini tugas kami, Kami harus melakukannya!
Sama seperti kau melakukan wawancara./ Ya.
Persis seperti itu.
Jadi jangan dipikirkan, maaf. Terima kasih./ Terima kasih.
Apakah aku harus tinggal di sini?
Tidak! kau boleh pergi! Ayo antar dia!
Aku .../ Silakan pergi./ Terima kasih! Terima kasih!
Kakak Amar! Kakak Amar!/ Kau bebas sekarang.
Maaf!
Kau lihat Meghna? Gadis bermata kecil? yang bersamaku!
Dia datang dan tersenyum! Shukla mengajaknya pergi!
Melihat latihan pawai?/ Memang kemana lagi?
Bagaimana kau mengurusnya?
Tolong lebih cepat!/ Aku akan cepat!
Jika ingin lebih cepat naiklah taksi lain.
Ini tanda pengenalku! Terus saja!
Kenapa kau ngotot? Mereka tak akan memperbolehkan.
Kau harus belok sekarang. Ayo cepat!
Sudah kuberitahu jalanya ditutup./ Kita akan bertemu lagi!
Sedang dipakai latihan pawai.
Hey!/ Ok. Ok. Maaf! Boleh lewat dari depan?
Ya, silakan./ Parkir di sana.
Kita harus memutar!/ Ayo!
Ini karna teroris dan kita yang repot.
Lalu orang-orang ini mengganggu kita. / Belok kanan dari sini.
Belok kanan. Terus.
Pak, kau bukan teroris, kan?
Mari kita pergi!
Lebih cepat. / Aneh.
Meghna! kurasa sesuatu telah terjadi.
Kurasa kau ...
Hey! kau mau kemana? Ayo! / Kemana?
Siapa kau?
Siapa kau dan mengapa kau datang ke sini?
Jangancoba untuk berbohong! Aku bosan dengan kebohonganmu!
Mengapa pria itu lari dariku?
Apa itu kebetulan atau ia dikirim untuk menjebakku?
Dia sudah mati!
Kau datang ke rumahku dan meminta pekerjaan.
Bukan kerjaan lain tapi di All India Radio! Mengapa?
Aku mengikutimu bagai orang bodoh tapi kau memanfaatkanku, Meghna!
Mengapa? Kau memanfaatkanku
Mengapa kau lakukan semua ini? Apa tujuanmu melakukan ini?
Mengapa kebencian ini! Teror ini! Kekerasan ini!
Apa orang tuamu tak mengajarkanmu?
Meghna kau bicara tentang musik saat dikuil.
Kau bicara tentang kasih sayang ibumu!
Dan apa yang kau lakukan? Membuat bom! Membunuh orang!
Kau tak tahu kehidupan yang kujalani.
Kau belum melihat semua yang pernah kulihat.
Kau duduk di Delhi dan memainkan lagu di All India Radio.
Apa yang kau ketahui tentang kesulitan.
Kita menderita selama 50 tahun.
Kita dikhianati selama 50 tahun terakhir.
Ketika kami bertanya kami ditekan.
Mereka membunuh orang tuaku, kau tak tahu apa-apa!
Apa yang kau tahu?
Kau pikir jika terorisme berkembang itu bukan salahmu.
Kita kehilangan hidup kita, kau tak bersalah?
Kita tak suka cara kita hidup tapi kita tak punya pilihan.
Ayah! Ayah!
Kematian di setiap rumah. Kematian di setiap langkah.
Siang, malam, selama bertahun-tahun ...
... Mereka terus membunuh dan kita terus mati.
Darah di mana-mana! Mayat di mana-mana!
Jeritan masih bergema di telingaku! Cukup! Cukup!
Cukup!
Kakak!
Kau tahu rasanya takut?
Kau tahu rasanya takut?
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Lari! cepat lari!
Lari!
Cepat lari!
Lari! cepat lari!
Kak Tara! Kak Tara!
Cepat lari!/ Hei berhenti.
Ketakutan ini tak pernah pergi! Ini takkan pernah pergi!
Apa kau pernah mencium bau dari kematian?
Kami akan mengorbankan.
Kami akan mengorbankan.
Tubuh kita./ Tubuh kita.
Hidup kita. / Hidup kita.
Jiwa kita. / Jiwa kita.
Setiap anak menceritakan kisah yang sama.
Kami akan mengorbankan hidup kita./ Kami akan mengorbankan hidup kita.
Beberapa bahkan lebih buruk dariku.
Kami akan mengorbankan hidup kita./ Kami akan mengorbankan hidup kita.
Kami bersumpah. / Kami bersumpah.
Meghna, Meghna ...
Aku akan tinggalkan segalanya!
Pekerjaanku, rumah ...
Aku akan tinggalkan segalanya!
Ayo pergi denganku!
Lupakan semua yang terjadi padamu.
Kita berdua pergi dari sini.
Kau dan aku. Kau mau kan?
Katakan kau takkan lakukan hal ini.
Aku tak bisa.
Baiklah teroris, kau ingin lakukan apa?
Kau ingin membunuh berapa banyak?
Ayo! Aku akan ikut denganmu! Kita bunuh orang bersama-sama! Ayo!
Kau masih belum mengerti!
Meghna, aku bisa mengerti apa yang terjadi padamu.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kau akan membunuh berapa banyak? 20? 30? 40? 50?
Berapapun apa akan mengakhiri masalah negaramu?
Apa akan mengembalikan kebahagiaanmu?
Aku tahu yang terjadi padamu itu salah.
Tapi untuk kesalahan sebagian orang ...
Kau akan menghukum semua orang?
Kesalahan sebagian orang? Apa ini kesalahan?
Membunuh orang tak bersalah? Atau membakar desa-desa?
Memperkosa gadis berusia 12 tahun?
Dengar.
Jika kau tak bisa menjawab masalah kita ...
Kau tak bisa memberi kita keadilan.
Maka itu kejahatan yang harus diadili.
Anak-anak kecil membawa pistol tapi ...
Orang tua mereka membiarkannya! Mengapa?
Karena tak ada bedanya jika mereka meninggal.
Karena tak ada pilihan lain untuk bertahan hidup ...
... Dari tentaramu,
dari ketidakadilan. / Diam! Diam! Diam! Diam!
Aku tahu seperti apa tentara!
Kau pasti sudah mati jika menghadapi mereka.
Setiap desa pertempur satu sama lain.
Jika bukan karna tentara,
negara kita pasti sudah terbagi-bagi! Mengerti?
Jadi tentaramu akan menyelamatkan kita?
Siapa lagi yang akan menyelamatkanmu? Akankah teroris menyelamatkan negara ini?
Negaramu! Bukan negaraku!
Apa yang akan kau lakukan, Meghna? Kau mau apa? Membunuh orang?
Atau meledakkan negara ini dengan bom? Apa yang akan kau lakukan?
Merayakan 50 tahun kemerdekaanmu ...
... Sementara dunia melihat penindasan selama 50 tahun.
50 tahun apa? 50 tahun?
50 tahun ...
Parade 26 Januari!
Kau ...
Apa yang akan kau lakukan?
Apa yang akan kau lakukan?
kau ... Kau memanfaatkanku!
Ya! Kau siapa bagiku? kau bukan siap-siapa!
Apa kata hatimu?
Apa yang kau pikirkan? Rumahmu? Keluargamu?
Pernikahanmu, anak-anakmu ...
Mereka bukan siapa-siapa bagiku.
Apa yang akan kalian lakukan? Katakan padaku!
Katakan apa yang kalian akan lakukan?
Apa yang akan kau lakukan?
Apa ini?
Jangan sentuh aku! / Apa yang kau kenakan?
Lepaskan aku!/ Apa yang kau kenakan?
Lepaskan aku!/ Apa yang kau kenakan?
Katakan padaku.
Katakan padaku, apa ini?
Hei! Berani menggoda seorang gadis!/ Lepaskan aku!
Aku takkan biarkan kau melakukan apa pun.
Kau berani macam-macam dengan seorang gadis? Nona, pergilah.
Dia gadis yang berbahaya! Jangan biarkan dia pergi!
Ayo, suruh dia duduk.
Hei, kau tak kenal dia.
Mereka berlima, 2 wanita dan 3 pria!
Dan kami telah mengenali mereka dari foto-foto yang terbakar.
Mereka tampak berbahaya dan
dilengkapi dengan peralatan canggih.
Mereka di sini 3 minggu.
Mereka membeli truk militer.
Kami mengenali body dan nomor mesinnya ...
Kami juga tahu bahwa orang-orang ini memakai ...
RDX 555 dengan timer untuk meledakkan toko.
Apa artinya semua ini?
Pak, 26 Januari!
Hallo!
Preeti! Ini Amar! Dengarkan aku!
Kau menelepon diwaktu yang tepat.
Dengarkan aku!/ Aku sedang mandi!
Aku benar-benar basah!/ Ini penting!
Aku hanya mengenakan jubah mandi!
Diam! Aku ingin bicara.
Apa yang ingin kau katakan?/ Jangan main-main.
Diam! kau harus membantuku!
Mita dan Meghna tinggal dengan kita?
Ketika mereka kembali, tahan mereka disana.
Hallo! Anak ini dengan kami! Jika kau bisa melupakan hal ini maka ...
Dia memukul seorang gadis!
Kita tahu!
Bantu kami! Ini ada sesuatu!
Bukan masalah uang! Ini masalah seorang wanita!
Ya aku tak apa. Saat pulang akan kujelaskan!
Mita dan Meghna sangat berbahaya!/ Sudah tutup!
Biarkan kuselesaikan./ Kau bebas sekarang. Pergi.
Jika kau berani memukul polisi, Aku akan menahanmu.
Ajari dia tata krama.
Apa-apaan ini?/ Taruh ini di taman.
Cepat! Cepat!
Nyonya Verma, Arun Kashyap dari CBI Delhi!
Kami ingin menanyakan tentang Amar!
Kalian telah salah informasi! Tidak mungkin!
Tidak, Ny Verma! Kami punya bukti kuat!
Apapun buktinya itu salah.
Anakku adalah anak perwira tentara.
Beberapa orang tinggal di sini! Sekarang tak ada. Dimana mereka?
Siapa mereka, Ny Verma?
Meghna dan Mita, teman Amar!
Di mana mereka sekarang?
Mereka di sini.
Bagaimana dengan Amar?
Pernikahannya dilaksanakan 4 hari lagi.
Banyak persiapan dilakukan. Pakaian, perhiasan ...
... Makanan harus disiapkan.
Dia harus mempersiapkan semua.
Mengapa Meghna dan Mita meninggalkan rumah?
Dengar Ny Verma, jika kau dapat potongan koran, surat-surat ...
... Semua telepon yang dibuat atau diterima, semua yang kau ingat.
Tolong berikan padaku.
Ini juga sebuah bantuan untuk negara.
Jika anakku Amar terbukti sebagai teroris ...
Aku akan menghubungimu dan menyuruhmu menahannya.
Maaf, Ny Verma, kau harus ikut kami. Silakan.
Permisi./ Aku mantan perwira tentara.
Permisi Ini adalah resmi.
Apa apa?/ Urus semua orang.
Terus jalan pelan-pelan!
Kau buka mulut aku akan membunuhmu!
Kalian takkan bisa lolos!
CBI tahu segalanya!
Bahkan sekarang mereka mencari kalian.
Kemana kalian membawaku? Mengapa gelap?
Sayang, ikutlah denganku.
Ikutlah aku, sayang.
Hey penipu! apa seragammu hanya untuk menutupimu?
Lihatlah ini.
Mencoba mengesankan seorang gadis dengan seragam.
Lihat dia.
Kau teruskanlah. / Kau berani menggangguku.
Jangan pukul aku./Inspektur./ Aku akan menahan dirinya.
Aku akan menahan dirinya.
Minggir, minggir.
Hei, tunggu! Kuhajar kalian.
Kau memukulku! Pukul aku. Pukul aku sekarang. Pukul aku.
Pukul aku sekarang.
Diam! diam!
Hallo! Hallo!
Hallo! / Hallo!
Meghna!/ Siapa? Siapa ini?
Meghna, jangan lakukan ini, Meghna.
Ikutlah denganku.
Amar, apa kau tak apa?
Aku belum mati!
Selama aku tidak mati, aku akan coba menghentikanmu.
Kumohon kemarilah!
Dimana kau? Dimana?
Kau tak bisa kemari!
Kau hidupku, cintaku!
Tidakkah kau mengerti bahwa cinta lebih besar dari terorisme?
Aku sudah terlalu jauh, sudah terlambat, Amar.
Tidak, Meghna! Aku takkan membiarkanmu, Meghna!
Aku takkan membiarkanmu pergi! Ini belum terlambat.
Tidak ..
Halo./ Kau mau apa?
Jangan tembak!
Jangan tembak! Dengarkan aku!
Aku ingin minta izin, Pak.
Semua kendaraan tentara harus diperiksa jika ikut parade.
Kau bicara apa?
Maaf, Pak aku juga akan memeriksa Tank ...
... Yang akan memberi hormat Presiden.
Itu bukan hanya permintaan.
Kami telah melindungi negara ini. Kalian tak mempercayai kami?
Dengarkan aku, Pak.
Kita kehilangan Perdana Menteri karena pengawalnya.
Pengamanan ketat tak pernah menyakiti siapa pun, Pak.
Parade ini akan berjalan seperti biasa yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Kau pikir siapa dirimu?
Semua petugas keamanan dipersiapkan,
Hal ini harus dirahasiakan.
Sampai tanggal 26 Januari tak ada yang boleh tahu ...
Siapa yang menjaga keamanan gerbang, Kumohon Pak, kumohon.
Jendral! Bisakah ini dilaksanakan?
Hazarika?
Ya, Pak. Akan dilaksanakan!
Amar!
Apa yang terjadi padamu, Amar?
Apa yang terjadi padamu?
Aku harus menemukan Meghna. Aku harus menghentikannya.
Apa kau tak mengerti, Amar? Hal ini diluar kendali kita!
CBI mengira kau juga teroris.
Mereka membawa Ibu untuk ditanyai.
Ibu?
Tolong jauhi ini, Amar!
Aku harus menemukan Meghna!
Aku harus menghentikannya sebelum fajar!
Kau tak bisa melupakannya, kan?
Dia akan mendengarkanku!
Dia takkan melakukannya jika melihatku.
Aku harus menghentikannya, Preeti!
Lalu kenapa kau kemari? kau harus pergi ke Sunder Nagar!
Sunder Nagar?
Harus kuapakan undangan pernikahannya?
Haruskah kutulis namanya dengan namamu?/ Dimana dalam Sunder Nagar?
Mengapa aku harus memberitahumu?
Dibagian mana Sunder Nagar?
Entahlah sebuah rumah tua dibelakang halte bis!
Siapa yang bilang?
Aku mendengar dengan anak-anak melalui telepon.
Apa kau senang?
Sekarang jawab pertanyaanku! Harus kuapakan undangan ini?
Jangan bergerak!
Apa yang kau lakukan? / Carilah sianida! Carilah sianida!
Apa yang kau lakukan? Siapa kau?
Panggil ambulans, cepat! / Dia bukan teroris!
Diam dan tolong kau duduk sajalah!
Apa yang akan terjadi? Bom bunuh diri?
Apa yang akan kau gunakan?/ Aku tak tahu apa-apa.
Bahan Peledak?/ Aku tak bersama mereka!
Mereka ada di Sundar Nagar.
Dimana bomnya?
Kau taruh dirumahmu?/ Pak, aku tak mengenal mereka!
Meghna tinggal di rumahmu?/ Ya, tapi ...
Meghna tinggal dirumahmu atau tidak?
Dia bekerja di All India Radio dan tak punya tempat tempat.
Kau memberinya pekerjaan dan tempat tinggal juga?
Ya, kuberi pekerjaan di All India Radio! Karena aku mencintainya!
Mengapa kita harus percaya?/ Akan kuberitahu bahwa aku ...
Kau pergi ke Timur Laut dan menemui teroris?
Ya! aku mewawancarai mereka! Itu tugasku!/Tugasmu?/Ya!
Pegang dia./ Apa yang kau suntikkan?
Ini serum. Kau akan tenang dalam 24 jam!
Aku tak punya 24 jam!
Kau akan segera bicara jujur! Semua kebenaran.
Hei, lepaskan aku!/ Katakan padaku.
Setelah itu, kami akan ... / Aku tak punya banyak waktu.
Jika kalian tak mendengarkanku, maka akan ada masalah.
Amar, bicaralah Amar? Apa yang akan terjadi, Amar?
Aku tak punya waktu 24 jam!/ Katakan apa pun yang kau tahu, Amar.
Aku tak punya waktu 24 jam!/ Berapa orang yang terlibat?
Apa rencananya? Amar! Amar! Amar!
Bangunkan tiap 1/2 jam dan tanyakan dia.
Hubungi aku jika dia mengatakan sesuatu.
Jangan pergi sampai dia mengatakan sesuatu./Baik, Pak.
Jaga dua orang di dalam dan dua orang di luar.
Dan tunggu perintah dariku./ Baik, Pak.
Kemana dia?
Hubungi kapten, akan kucari di bawah!
Hallo! Hallo!
Besok 07:00
Mobil militer akan ada di tempatnya.
07:15
Jonga berada dalam posisi membawa remote.
08:45 aku akan berjaga di pos keamanan Blok K.
09:15
Aku akan masuk Blok K dengan para penari lain.
Ini kartu keamananku.
Jika Meghna membuat kesalahan, Aku akan siap.
09:30
Aku akan siap.
09:45
Semua orang akan bersiap diposisi masing-masing.
09:58 Presiden akan datang.
10:00 Parade akan dimulai.
10:40
Para penari akan melewati panggung utama.
10:42
Kabel sound system akan dipotong.
Dalam keadaan kacau, aku pergi ke panggung utama All Indian Radio.
Didepan kamera Tv aku akan berteriak.
'Kebebasan untuk negaraku! ".
Jangan menyerah sekarang!
Tidak! berhenti!
Berhenti!/Apa yang kau lakukan?
Minggir!
Jangan tidur!
Jangan tidur!
Kau lihat apa?
Sunset terakhir kali!
Apa kau takut?/Tidak!
Ketakutan meninggalkanku tadi malam.
Kau tampak sangat cantik! kau tahu mengapa?
Karena tak ada yang lebih cantik dari orang yang mati demi negaranya.
Kita tak harus hidup di dunia yang kejam ini.
Tapi kita harus menghancurkan dunia yang kejam ini.
Siapa kau? Sedang apa di mobil kami?
Katakan, di mana Meghna? Katakan! Katakan!
Dimana Meghna? Dimana Meghna?
Dimana Meghna? Dimana Meghna?
Lepaskan aku!
Katakan padaku!
Jangan mendekat!
Mengapa?
Jangan dekati aku, Amar!
Meghna! aku sudah katakan ...
Bahwa aku takkan pernah meninggalkanmu.
Aku datang.
Meghna, ikut aku!
Jangan sentuh aku!
Jika kau tak ingin ikut denganku maka aku takkan meninggalkanmu.
Bawa aku bersamamu!
Bawa aku bersamamu, Meghna!
Bawa aku bersamamu.
Bawa aku bersamamu.
Bawa aku bersamamu.
Bawa aku bersamamu.
Katakan bahwa kau mencintaiku.
Katakan sekali bahwa kau mencintaiku.
Katakan sekali bahwa kau mencintaiku.
Katakan bahwa kau mencintaiku.
Katakan sekali saja,
Bahwa kau mencintaiku.
Translate by IDFL™ Subs Crew
Daninigam http://subtitledaninigam.blogspot.com
Josephermlase
Ajie Muser http://ajie-muser-interisti.blogspot.com
Zambronk_lah zbr182
Resync: AlifAkbarBadarudien Instagram: @alifakbarb
Ijinkan aku tidur dalam dekapan kematian
Ijinkan aku tidur dalam dekapan kematian
Ijinkan aku tidur dalam dekapan kematian
Ijinkan jiwaku bersama dirimu
Ijinkan jiwaku bersama dirimu
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.