Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Fernanda, kau di mana?
Fernanda, kau dengar?
Tunggu arahanku. Jangan sampai ketahuan.
Tunggu. Fernanda!
Halo?
UNTUK ÁLVARO
BETWEEN FATHER AND SON
Kau sedang apa di kamar ayahmu?
Cepat masuk ke kamarmu.
Nenek lihat Bárbara?
- Lemarinya kosong. - Dia angkat kaki.
Itu yang terbaik bagi semuanya. Terutama ayahmu.
Kenapa? Apa urusanmu jika dia angkat kaki?
Nenek tak akan mengerti.
Tenang saja.
Tentu Nenek mengerti.
Nanti juga kau lupa.
Nenek pernah merasakannya.
- Ayo lebih sering makan di luar. - Tiap Selasa?
- Boleh. - Berdua saja. Sepakat.
- Selasa khusus kita. Halo. - Oke.
Kenapa muram begitu? Ada apa?
Bárbara angkat kaki.
Ke mana? Maksudnya?
Dia pergi membawa kopernya.
Apa? Sungguh?
Álvaro, Ibu turut prihatin. Sungguh.
Tunggu. Ayah.
- Tunggu. - Ini memang berat.
Apa yang terjadi?
Entah, tapi dia sudah tak ada.
Selesai sudah derita kita.
Álvaro Sayang, berat rasanya menulis surat ini,
tapi hanya ini cara mengungkap kepedihanku.
Suka atau tidak,
akhirnya aku menemukan semua yang tak kau miliki pada pria lain.
Aku tak bisa memungkiri instingku,
karena bagiku, hasratlah yang utama.
Gairah itu segalanya bagiku.
FS JANGAN PERCAYA PADA ÁLVARO SARMIENTO
Nak, jangan merana karenanya. Tidak sepadan.
Mengaku pergi bersama pria lain di depanmu saja dia tidak bisa.
Ibu tahu dari mana?
Dia cerita ke Gaby. Coba sampaikan.
- Aku tak tahu apa-apa. - Tidak.
Ceritakan semuanya.
- Aku tak tahu apa-apa. - Jangan bohong.
Sebelum pergi, dia mengaku jatuh hati dengan pria lain.
Aku ingin sendiri.
Keluar!
Sedang apa di sini?
Álvaro, aku menyesal menulis surat itu.
- Seharusnya kukatakan, tapi… - Secepat itu berubah pikiran?
- Apa alasannya? - Semuanya.
Aku sering salah langkah, tapi…
Tempat ini mulai membuatku bingung.
- Entah. - Yang benar saja.
Tempat ini membuatmu jatuh hati dengan pria lain?
Maksudmu?
Kau mengakuinya sendiri di surat ini.
Aku tak menulis itu.
Lalu siapa?
Siapa yang menulis ini?
- Apa itu? - Bu, tolong jangan bohong.
Tolong jangan kurang ajar, ya.
Kau, Gaby?
Mau beri penjelasan?
Turuti Ibu saja atau orang akan tahu sifatmu sebenarnya, Gabriela.
Ini solusi bagus agar Álvaro melupakan wanita gila itu.
Aku tak tahu apa-apa.
Kau yakin?
Ibu melihatmu menulis surat di kamarmu.
Kenapa kau tega?
Bukan aku…
Jangan munafik, Gabriela.
Kebohongan Gaby tak bisa ditoleransi lagi.
Álvaro, Gaby tak mungkin menulis surat itu.
Polisi datang.
Kami ke sini soal penyerangan putra Anda.
Ternyata ada kerabatnya yang mengikuti tur ke air terjun.
Mustahil.
Kalau ada, aku pasti sadar.
Siapa?
Terjemahan subtitle oleh Fahrurrozy A
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.