Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terima kasih.
Sampai nanti.
Cobalah tekuila yang kusimpan untuk saat-saat istimewa ini.
- Bersulang. - Bersulang.
Setelah ini, mari jalan-jalan di hutan.
Aku sudah pasrah harus merawat ibuku seumur hidup.
Lagi pula, beliau bilang pasangan ujungnya selalu berkhianat.
Aku tak mau dikhianati. Lebih baik sendiri.
Efek tekuilanya masih terasa.
Ini bakal terasa sampai besok.
BETWEEN FATHER AND SON
Bibimu itu, si Gabriela, sama sekali tak punya selera mode.
Di mana Gabriela?
- Keluar dengan Nn. Bárbara, Bu. - Terima kasih.
Baguslah. Akhirnya ada yang berusaha mengenal Bárbara.
Terima kasih sudah menemani kami, Nak.
Kenapa Bibi Gaby bersamanya?
Musuh harus diawasi dari dekat.
Serahkan saja pada kami.
- Tutupi dulu! - Kenapa?
Jangan mendekat. Pakai baju sana. Jangan vulgar. Astaga.
Wah, ibu tiri favoritku.
Tidak memberi salam?
- Bersenang-senanglah. - Terima kasih.
Sudah lama aku tak melihat
pria bugil.
Atau wanita bugil.
Entah kenapa aku menceritakan hal pribadi.
Gaby, kita ingin lebih dekat, 'kan? Apa salahnya?
Memang benar.
GLORIA SATU PESAN BARU
Ini harus segera kubalas.
- Sampai nanti, ya? - Baiklah.
- Bárbara. - Wah, pikniknya selesai, ya.
Aku ingin menemuimu.
Maaf sudah membuatmu risi.
Tidak, justru bibimu yang risi.
Hanya dia?
Iker, aku takkan luluh dengan tatapanmu.
Atau dengan tubuh telanjangmu.
Kau terlihat kesal saat melihatku bersama Luna.
Untuk apa aku kesal?
Entahlah. Mungkin kau cemburu.
Kau ini bicara apa?
Tapi aku paham.
Hatiku juga berat melihatmu bersama ayahku.
- Ini bukan perlombaan. - Masa?
Lalu apa ini? Jelaskan.
Aku tak bisa begini terus.
Sama.
Tapi harus kau yang memilih.
Ayahku atau aku.
Aku tak mau melukai satu-satunya pria yang tulus kepadaku.
- Hanya demi nafsu sesaat. - Nafsu sesaat?
Cuma itukah aku? Nafsu sesaat?
Aku harus pergi.
Gloria Villaseca?
Terima kasih sudah bersedia datang dari Kota Meksiko.
Terus terang,
kota ini mengingatkanku pada kenangan buruk.
Tapi namanya juga pekerjaan.
Ya.
Apa yang kau tahu tentang kasus Fernanda Solar?
Keluarga Sarmiento Encinas amat berpengaruh.
Punya kuasa kuat di kalangan tertentu.
Kau menuduh mereka terlibat?
Aku profesional. Informasiku tidak gratis.
Beberapa hari sebelum menghilang,
Fernanda menandatangani surat cerai dengan Álvaro.
Bárbara, hai.
Mereka tahu kau kemari?
Nek, bersulang itu butuh segelas anggur.
Kau tahu di rumah ini dilarang minum alkohol.
Menurutku, aturan di La Perla bisa mulai direvisi.
Pasti ada yang menghasut Ayah, ya?
Aku mendukungmu.
Menurutku, tak ada salahnya minum segelas, Bu.
Ayolah, Bu.
Cerialah sedikit.
Ibu sedang sewot karena rindu Kota Meksiko.
Memang kau tahu apa yang membuat Ibu sewot?
Jujur, aku suka perdesaan.
Soal itu,
aku lebih suka tinggal di pondokku di pelosok hutan, Nek.
Itu yang paling kusuka darimu.
- Karena standarnya rendah? - Karena suka hidup sederhana.
Di ibu kota memang ramai, tapi rasanya tetap kesepian.
Baru minum dua teguk, kau sudah mulai ceramah.
Di ibu kota, aku selalu sibuk. Bertemu teman pun tak sempat.
Teman apa? Ya ampun.
Tak bertemu siapa pun, keluarga pun tidak.
Termasuk Franco, sepupu sendiri.
Kenapa kau harus mengungkit bajingan itu?
Merusak makan malam saja.
Aku mau sendirian, Bu.
Beraninya kau sebut Franco di depan saudaramu!
Bodoh!
Dialah penyebab semua kekacauan ini.
Tapi kau malah mendukungnya!
Terjemahan subtitle oleh Fahrurrozy A
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.