Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dua Bulan Lalu
Jalan sendiri. Aku tak mau menyeretmu.
Sebaiknya kau masuk ke sana.
- Kau mau taruh di mana? - Di sana.
Kumohon.
Aku tak akan bilang apa-apa.
Apa yang kalian tunggu?
Tidak. Jangan!
Charles. Kita bicara saat kau selesai.
Ya, Tn. Volker.
Tidak, aku sedang dalam perjalanan.
Reservasi pukul 20.00.
Pegang kakinya.
Dia berat.
Kau dapat bagian yang lebih ringan.
Aku berusaha. Aku hanya perlu...
Baiklah. Ayo pergi dari sini.
- Kita bertemu lagi besok? - Ya, kenapa?
Mungkin kami punya tugas lain untukmu.
Tunggu.
Kau dengar itu?
Halo? Apa ada orang di sana?
Keluar dari sana.
Apa yang akan kita lakukan?
Tidak ada pilihan. Dia saksi.
Urus dia.
Masa Kini
Apa yang kita punya?
Korban laki-laki, usia 30-an. Identitas masih dicari.
Dari pembusukannya, koroner pikir dia sudah mati sekitar dua bulan.
Kepolisian Oakland bilang itu saat bangunan ini ditutup.
Penyebab kematian?
Karena ada tanda di leher korban, koroner berpikir dia dicekik.
- Darah kering? - Sepertinya begitu.
Jadi korban dibunuh di sini, lalu dipindahkan ke sana?
Ya, tapi tidak ada tanda diseret dan beratnya setidaknya 90 kg.
Kau pikir ada pembunuh kedua?
Pria besar seperti itu? Sulit mengangkatnya sendiri.
Rigsby, apa ada orang lain yang memiliki akses ke gedung ini?
Tak ada sejak gedung ini ditutup.
Kepolisian Oakland bilang tak ada tanda masuk dengan paksa...
Ketika petugas penghancur tiba dan menemukan mayatnya.
Permisi.
Ini mobil kendali jarak jauh.
Aku menemukannya di sana. Aneh, bukan?
Aku punya identitas korban. Namanya Horatio Jones.
- Horatio Jones? - Ya, kau mengenalnya?
- Aku tahu tentangnya. - Horatio Jones.
Dia geolog di perusahaan energi milik Tommy Volker.
Dia akan bersaksi di depan juri melawan Volker dua bulan lalu.
Lalu dia menghilang.
Aku selalu pikir Volker dalangnya, tapi kini aku tahu.
Pelakunya Volker.
Penyelidik koroner menemukan jaringan di bawah kuku korban.
Dibawa ke lab sekarang.
Bagus. Pastikan forensik memberiku hasil autopsi secepat mungkin.
- Aku ingin ini segera ditangani. - Ya, Bos.
Volker tak akan membunuh Jones sendiri.
Dia tak pernah mengotori tangannya. Kurasa pembunuhnya Charles Milk.
Itu akan berguna, seandainya Charles Milk tak tewas minggu lalu.
Forensik berpikir mereka mungkin menemukan sesuatu.
Mungkin bahkan bisa mengaitkan Volker dengan kasus ini.
Kau pikir dia ada di sini?
Dia menyukai melihat korbannya tewas.
- Aku perlu DNA Volker. - Minta saja padanya.
- Kau pikir dia akan berikan? - Ya. Volker itu angkuh.
Dia suka berpura-pura tak ada hal yang dia sembunyikan.
Lisbon, jawab ini.
Siapa yang akan meninggalkan ini di sini?
Anak kecil?
- Ya, sekitar 9 atau 10 tahun. - Kira-kira begitu.
- Kemungkinan anak laki-laki. - Ya.
Anak yang belum pernah ke sini dalam dua bulan...
Karena saat itulah Polisi Oakland bilang tempat ini ditutup.
- Apa yang kau maksud? - Tak ada anak...
Yang akan meninggalkan ini.
Selain debu, ini masih baru.
Artinya dia meninggalkannya untuk alasan yang mendesak.
- Dia menyaksikan pembunuhan itu. - Atau itu hanya mobil mainan.
Kemungkinannya kecil, aku tahu.
Jika ada anak laki-laki, dan dia menyaksikan pembunuhan...
Dia akan mengaku berbulan-bulan lalu.
Tidak jika pembunuh menemukannya.
Jika begitu, kita akan menemukan mayatnya dengan Jones, 'kan?
Ya, orang akan berpikir begitu.
Aku akan bicara ke Volker. Kau cari anak dalam teorimu ini.
- Kau tak ingin kutemani? - Tidak. Kita bertemu di kantor.
Baiklah.
Peluncuran perdana Intergalactic Volker ditetapkan.
Itu sudah diumumkan. Kita tak akan menundanya.
Jika kau tak dapat menemukan solusinya, cari pekerjaan lain.
Agen Lisbon.
Aku harus akui, aku terkejut bertemu denganmu lagi.
Terkejut, tapi senang.
Kami menemukan karyawanmu yang hilang.
- Karyawan? - Horatio Jones.
Dia hilang selama dua bulan.
Dia bekerja di perusahaan yang kau miliki, VNX Energy.
Kami menemukan jasadnya pagi ini, dibunuh.
Aku turut berduka cita.
Apa kau mengenalnya?
Aku memiliki ribuan karyawan, Agen.
Sayangnya, aku tak bisa bertemu dengan mereka semua.
Aneh, karena dia dimintai keterangan oleh dewan juri soal usahamu.
Aku bilang aku tak mengenalnya.
Bukan berarti aku tak tahu tentangnya.
Jones bekerja di Amazon, sebagai bagian dari...
Proyek energi panas bumi yang kukembangkan.
Proyek yang bermasalah...
Ketika suku lokal mengklaim area itu sebagai tanah suci.
Berminggu-minggu kemudian, suku itu ditemukan tewas di kuburan massal.
Hal ini lagi. Kita sudah sering membahasnya.
Kau terlibat dalam kejahatan.
Bahkan, dewan juri berkumpul untuk menyelidiki keterlibatanmu.
- Penyelidikan itu dibatalkan. - Hanya setelah dua orang...
Yang akan bersaksi melawanmu ditemukan tewas.
Cassie Flood dan Amanda Shaw. Jones membuatnya menjadi tiga.
Kehilangan yang tragis, tapi sekali lagi, itu sudah selesai.
Jones akan serahkan bukti melawanmu ketika dia menghilang.
Maafkan aku. Ketika dia dibunuh.
Apa kau menikmati hal ini, Agen Lisbon?
Buang waktumu dengan upaya yang sia-sia untuk menghukumku?
Apa itu alasan kau ada di sini?
Sebenarnya...
Aku datang untuk meminta sampel DNA-mu.
Kecuali karena beberapa alasan, kau tak mau.
Alasan apa itu?
Aku tahu kau membunuh Jones...
Seperti Cassie Flood dan Amanda Shaw.
Kali ini aku akan membuktikannya.
Semoga berhasil, Agen.
Baiklah, ini dia. Daftar lengkap dari semua anak-anak...
Dilaporkan hilang dua bulan lalu di daerah Oakland.
- Ada berapa banyak? - Total 12 orang.
Baiklah, mari kita kurangi. Kita mencari anak laki-laki...
Antara 9-12 tahun. Cukup besar untuk keluar ke jalan.
Tapi cukup muda untuk bermain dengan mobil kendali jarak jauh.
Baiklah, itu membuatnya menjadi lima orang.
Baiklah. Anak itu bermain sendirian di lingkungan yang berbahaya.
Mungkin dari keluarga orang tua tunggal berpendapatan rendah.
Tersisa dua.
Mana yang tinggal terdekat dengan TKP?
Marvin Pettigrew. Rumahnya 800 meter dari gudang.
Marvin Pettigrew.
Terima kasih.
Bagaimana hasilnya dengan Volker?
Bagus. Dia menyerahkan DNA-nya seperti yang kau bilang.
- Dia dalangnya, Jane. Aku tahu itu. - Tapi?
Ketika penyelidikan juri dibatalkan...
Pengacara Volker minta semua bukti dan dokumen pengadilan...
Disegel dari kasus ini, termasuk berkas pernyataan Jones.
Aku pikir ada sesuatu di sana yang Volker tak ingin kita ketahui.
- Jika aku bisa mendapatkannya... - Kenapa kau tak bisa?
Dokumen itu disegel, Jane. Itu melanggar hukum.
Jika ingin menangkap Volker, jangan biarkan itu menghentikanmu.
Apa maksudmu?
Ardiles adalah Wakil Jaksa Wilayah, dia akan dapatkan berkas itu.
Ardiles tak akan membantuku.
Tentu saja tidak. Dia pengacara yang cerdas.
Kau harus punya sesuatu tentang dia yang akan membuatnya membantumu.
- Memeras Wakil Jaksa Wilayah? - Tentu. Kenapa tidak?
Bagaimana aku bisa mendapatkan keburukan Ardiles?
Tanyakan pada dirimu.
Siapa yang suka mengetahui urusan semua orang?
Aku harus mengakuinya. Kau bicara langsung pada intinya.
Sejujurnya ini menyegarkan.
- Maukah kau membantuku? - Mungkin.
Apa masalahmu dengan Ardiles?
Aku tak punya masalah dengan Ardiles. Ini soal kasus.
- Kasus apa? - Aku tak bisa memberitahumu.
Entahlah, Teresa.
Brenda. Aku berutang padamu.
Suatu hari, kau akan butuh bantuan dan aku berutang padamu.
Aku tak bisa memberi detail khusus.
Tapi jika kau menyebutkan kasus Ferland pada Ardiles...
Kau mungkin akan membuatnya menuruti permintaanmu.
- Terima kasih. - Teresa.
Kau menyelam di air keruh. Apa pun itu, kuharap ini sepadan.
Ini sepadan.
Marvin hilang.
61 hari lalu.
Gurunya melihatnya meninggalkan sekolah.
Itu terakhir kali ada yang melihatnya.
Aku temukan mobil mainan di gudang kosong.
Aku hanya ingin...
Hanya ingin tahu apa ini memang milik putramu.
Itu hadiah ulang tahunnya.
Dia menginginkan itu selama berbulan-bulan.
Kau bilang kau temukan ini di gudang?
Ya, 800 meter dari sini.
Aku tahu gudang itu.
Marvin sering melewatinya dalam perjalanan pulang dari sekolah.
Aku melarangnya bermain di sana.
Gudang itu adalah TKP.
Seorang pria ditemukan terbunuh di sana.
Tn. Jane.
Apa putraku mati?
Aku tak tahu.
- Ardiles. - Lisbon.
Terima kasih sudah mampir. Kau ingin minum sesuatu?
Minum? Tidak. Aku harus kembali ke pengadilan dalam 20 menit.
- Ada apa? - Dua bulan yang lalu...
Dewan juri menyelidiki kasus Tommy Volker.
Saksi yang dimintai keterangan atas nama Horatio Jones.
Dokumennya disegel.
Lalu?
Aku butuh berkas pernyataan itu.
Berkas pernyataan itu disegel oleh dewan juri.
Dua saksi melawan Volker ditemukan tewas.
- Kami temukan yang ketiga pagi ini. - Ya, aku turut berduka cita.
Tapi aku tak akan melanggar hukum untukmu.
Aku mengerti, kau banyak tekanan.
Mungkin masalah pekerjaan, karena kasus Ferland.
Apa yang kau tahu soal kasus Ferland?
Tak banyak. Saat ini.
Tapi aku akan tahu banyak apabila kau tak memberiku berkas itu.
Baiklah. Kau akan dapatkan dalam satu jam.
Hai, Bos. Bagaimana perkembangannya?
Tak ada sejauh ini. Kita tahu semua yang ada di sini.
Bagaimana denganmu? Kau temukan sesuatu?
Mungkin. Dalam pernyataan ini, Jones menyebutkan...
Teman dari perguruan tinggi mengunjunginya di Brasil.
Annabelle Sugalski.
Ini belum pasti, tapi mungkin Jones bicara padanya tentang Volker.
- Bawa dia kemari. - Baiklah.
Aku tahu Horatio bekerja untuk Volker, tapi hanya itu.
Dia tak pernah bercerita banyak tentangnya.
Apa dia menyebutkan pekerjaan, proyek yang dia kerjakan?
Singkat, proyek energi itu, 'kan?
Ya. Di Amazon.
Dia hanya bilang mereka dapat masalah.
Apa Horatio mengatakan sesuatu tentang pembunuhan massal?
- Tidak. - Kau yakin?
Ya. Tentu saja.
Annabelle, apa ada orang lain yang bicara padamu tentang ini?
Apa maksudmu?
Ada yang memintamu tak beri informasi pada kami?
Tidak.
Aku pergi ke Brasil untuk berlibur.
Horatio dan aku hanya bertemu beberapa kali.
Makan malam dan minum, hanya itu.
Maaf, aku tak bisa membantumu. Kuharap aku bisa.
Apa yang kau katakan pada mereka?
Persis seperti yang kau suruh, tidak ada.
- Mereka memercayaimu? - Semuanya.
Lalu pesan suara yang Jones tinggalkan untukmu?
Sudah kuhapus. Kau bisa memeriksa ponselku.
Kau adalah masalah.
Aku benci masalah.
Tapi aku menyukaimu, Annabelle.
Aku tak suka sesuatu terjadi padamu.
Kumohon. Aku tak akan bilang siapa pun. Aku janji.
Aku pergi dari negara ini malam ini. Kau tak akan pernah melihatku lagi.
Sayang sekali.
Selamat malam.
Kau sudah temukan anak itu?
Kami sudah berikan nama dan fotonya ke polisi setempat...
Juga unit orang hilang di FBI.
Tapi itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jarum.
Kudengar kau bicara dengan ibunya.
Ya. Dia memikirkan yang terburuk. Sulit untuk tidak setuju dengannya.
Bagaimana denganmu? Kelihatannya tetap bekerja di tengah malam.
Pasti ada sesuatu di sini.
Jane. Amanda Shaw adalah saksiku.
Aku berjanji akan melindunginya, dan Volker membunuhnya.
Kau selesai dengan ini?
Bagus.
Pagi, Bos. Baru dapat kabar.
Annabelle Sugalski meninggalkan negara ini tadi malam.
Terbang dengan pesawat tengah malam ke London.
Volker menekannya. Sial.
Dalam pernyataan Jones, dia bilang berikan bukti...
Terhadap Volker dalam laporan tertulis.
Aku baca itu, tapi tak pernah ditemukan.
Bagaimana jika Jones berikan itu pada atasannya?
- VNX Energy. - Ayo kita periksa.
Tadi telepon dari forensik dengan hasil autopsi.
DNA mengidentifikasi Charles Milk sebagai salah satu pembunuhnya.
Forensik juga menemukan DNA kedua, sehelai rambut.
Sedikit berharap itu milik Volker, tapi tak seberuntung itu.
Tidak, Volker terlalu berhati-hati.
Sejauh ini, tak ada yang cocok dalam pusat data federal.
Tapi itu membuktikan ada orang lain saat pembunuhan itu.
Pertanyaannya, siapa dia?
Kantor Pusat VNX
Kami perlu bicara dengan manajer.
- Apa ada masalah? - Hanya ada beberapa pertanyaan.
Biar kupanggilkan.
- Ayo. - Kita pergi?
Volker selalu selangkah di depan kita sepanjang waktu.
Dia tahu kita mencari ke VNX Energy.
Kesempatan kita menemukan bukti itu sudah hilang.
"Hujan selama seminggu, siang dan malam.
Pada minggu itu, ikan ada di rumah agar tetap nyaman dan hangat.
Ketika hujan berhenti, semua ikan ke luar...
Lalu melihat Spike di genangan air menumbuhkan insang.
Ikan berteriak, 'Bagaimana kehidupan dalam air?'
Spike dan berteriak kembali, 'Bagus! Ayo masuk!'
Itulah sebabnya ikan hidup di air."
Tamat.
Kita bilang apa pada Tn. Volker karena sudah menemani kita?
Terima kasih, Tn. Volker.
Terima kasih kembali.
Terima kasih. Sampai jumpa lagi.
Sampai jumpa, Anak-anak.
Tn. Volker.
Patrick Jane. Aku bekerja dengan Teresa Lisbon.
Ya. Tn. Jane. Senang bertemu denganmu.
Semua teman Teresa... Dia wanita yang menarik, bukan?
Tentu saja. Itu mengesankan.
Bukan saja kau pengusaha yang sangat sukses...
Tapi kau juga pendongeng yang cukup hebat.
Aku merasa bermain di genangan air bersama Spike, menumbuhkan insang.
- Ada sesuatu yang kau perlukan? - Perlu? Tidak.
Aku hanya ingin bertemu denganmu saat aku punya kesempatan.
- Kau akan pergi ke suatu tempat? - Tidak. Tapi kau.
Setelah penangkapanmu, semua akan menjadi lebih sibuk...
Mungkin aku tak akan memiliki kesempatan memperkenalkan diri.
- Jadi di sinilah aku. - Lucu sekali.
Tapi kita berdua tahu aku tidak akan ditangkap.
Kau yakin tentang itu?
- Apa kau sudah selesai? - Ya.
Setelan abu-abu. Rambut sedikit beruban.
Tinggi hampir 2 meter, dan dia keluar sekarang.
Baiklah. Aku melihatnya.
- Selamat malam, Agen Lisbon. - Maaf mengganggu, Yang Mulia.
Baiklah, mari kita lihat.
Jadi bagaimana kabar Emily dan Ruth?
Mereka baik-baik saja.
- Emily di Santa Cruz, benar? - Santa Clara.
Hanya ini yang kau dapat?
Ya, tapi jelas Tommy Volker orang yang sangat berbahaya.
Itu mungkin benar, Agen Lisbon.
Tapi ini tidak cukup untuk surat geledah.
- Yang Mulia, jika kau... - Kau tak punya bukti...
Barang bukti melawan Tn. Volker berada di dalam VNX Industry.
Maaf, aku tak bisa tanda tangani.
Ya, Yang Mulia.
Selamat malam.
Halo, Lisbon. Ada apa?
Aku baru meninggalkan kantor Hakim Davis.
Dia tak mau menandatangani surat penggeledahan untuk VNX.
Apa kau menanyakan yang akan kulakukan?
Tidak. Aku tahu jawabannya.
Baiklah. Selamat malam, Lisbon.
Aku minta maaf, tapi itu telepon dari kantorku.
Kami mendapatkannya. Konfirmasi ada bukti...
Yang melawan Thomas Volker di dalam kantor VNX Energy.
Konfirmasi seperti apa?
Rekan kerja Jones yang masih bekerja di perusahaan.
Aku bisa dapatkan transkrip interogasi itu besok pagi.
Tapi tidak ada waktu lagi.
Aku dapat sesuatu.
Don Clyde, 48 tahun. Tak ada catatan kriminal.
Hak asuhnya diambil alih negara saat ibunya meninggal.
Habiskan enam tahun terakhir...
Bekerja sebagai kontraktor keamanan pribadi di Timur Tengah.
Tentara bayaran. Apa dia punya keluarga?
Ya. Adik laki-laki. John Clyde.
Tapi dia ditahan dua tahun di Lompoc dengan tuduhan kekerasan.
Baiklah. Aku ingin ini dilakukan dengan hati-hati dan teratur.
Aku tidak ingin ada yang terlewat.
Tidak.
- Volker. - Bagaimana dia tahu?
- Aku periksa dua ruangan di ujung. - Aku periksa yang ini.
Aku mencari Agen Lisbon.
Bos.
Apa yang kau lakukan di sini?
Begitu bencinya.
Kupikir kita akan memperbaiki segalanya.
Jawab pertanyaannya.
Aku datang untuk memintamu membatalkan penyelidikan konyol ini.
Aku benci melihat polisi dipermalukan seperti ini.
Cho, bisa kau tunjukkan Tn. Volker pintu keluar dari sini?
Dengan senang hati.
Aku hanya memikirkan kebaikanmu.
Tidak.
Kau ingin kami berpikir kau sombong, tapi sebenarnya tidak.
Kau takut.
- Takut? - Ya.
Ini cara yang aneh untuk menunjukkan hal itu.
Aku bisa melihatnya di dirimu.
Kami sudah dekat, memeriksa kantormu seperti itu.
Terlalu dekat.
Kau ingin kami berpikir kau pegang kendali, tak tersentuh.
Tapi sebenarnya tidak.
Kau takut pada kami.
Itu sudah seharusnya.
Kau pikir Don Clyde membantu membunuh Horatio Jones?
Ya, aku yakin itu. Cukup yakin akan hal itu.
- Tapi kita tidak punya bukti. - Benar.
Jika kita menangkap Clyde, kita tak akan punya bukti.
Tapi jika kita terus mencari, Volker bisa tahu dan menghabisinya.
Jadi tangkap dia dan palsukan buktinya.
Keluar. Angkat tangan!
Berbalik!
Berbalik! Lakukan sekarang!
Apa yang terjadi?
Ayolah. Apa ini?
- Apa yang terjadi? - Masuk ke dalam mobil!
Yang benar saja.
Apa kesalahanku?
Kami tahu kau bekerja untuk Tommy Volker.
Kau bekerja untuknya...
Pada hari kau dan Charles Milk membunuh Horatio Jones.
- Volker ada di sana, bukan? - Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Kami dapat membantumu. Tapi kau harus bekerja sama dengan kami.
Aku terpikir sesuatu.
Kau belum meminta pengacara. Kenapa?
Pria dengan pekerjaan sepertimu pasti akan segera memintanya.
Hanya pria bersalah yang membutuhkan pengacara.
Usaha yang bagus, tapi bukan itu.
Kita akan membahas kembali tentang itu.
Aku hanya ingin mengatakan sebuah teori padamu.
Kami tahu seseorang melihatmu membunuh Jones.
Seorang anak laki-laki.
Marvin, dia melihat yang kau lakukan, 'kan?
Ya.
Jadi kau membunuhnya.
Aku tak akan pernah membunuh anak kecil.
Tidak, tak akan.
Kau tak memilih kehidupan ini. Kau dipaksa masuk ke dalamnya.
Negara walimu, tak ada pilihan. Kau tak suka yang kau lakukan.
Kau juga bukan sosiopat seperti Volker atau Charles Milk.
Jadi kau membiarkan salah satu dari mereka membunuh anak itu.
- Tidak. - Tidak?
Kecuali...
Kecuali dia masih hidup.
Dia masih hidup, bukan?
Kau tak bisa membunuhnya...
Tapi kau tak bisa biarkan saksi pembunuhan yang kau lakukan bebas.
Jadi kau membawa, menitipkannya pada orang yang kau percaya.
Anak itu akan aman, dan pembicaraan soal pembunuhan akan diacuhkan.
Apa yang kau lakukan padanya, Clyde?
Di mana Marvin Pettigrew?
Jika aku bicara, aku akan mati.
Jika tidak, itu hanya masalah waktu.
Pikirkan situasimu.
Kami akan mulai mencari Marvin Pettigrew.
Ketika Volker tahu kau membiarkan saksi bebas...
Saksi yang bisa mengaitkan dia dengan pembunuhan Jones...
Kau pikir apa yang akan dia lakukan?
Kau tahu metodenya lebih baik dari siapa pun.
Aku tak akan mengatakan apa-apa lagi. Tidak.
- Bagaimana sekarang? - Kita harus membebaskannya.
Volker akan mengejarnya, seperti katamu.
Ya, tapi tidak hari ini. Volker tak sehebat itu.
Sementara itu, Clyde akan membawa kita ke Marvin.
- Benar. - Dingin. Aku menyukainya.
Rigsby, aku akan membebaskan Clyde.
Turunkan dia beberapa kilometer dari sini.
Volker tak boleh tahu dia pernah ada di sini.
Tentu saja, Bos.
Cho, aku ingin kau mengikutinya.
Mungkin dia akan membawa kita pada Marvin Pettigrew.
Laksanakan.
Baiklah. Keluar.
Apartemenku masih berjarak setengah jam lagi.
Panggil taksi.
Ya, apa aku bisa pesan taksi?
- Apa ini diet coke? - Ya.
Rasanya seperti basi seminggu. Kenapa kau tak katakan padaku?
Kau tak bertanya.
Halo.
Bagaimana kabar Agen Lisbon hari ini?
Aku tidak tahu yang kau bicarakan.
Clyde.
Kau berbohong padaku.
Kau akan mati.
- Apa yang dia lakukan? - Entahlah.
Apa itu?
Kau bilang ada yang lain.
Ya. Tapi...
Tak ada yang perlu dikhawatirkan, Brenda.
- Apa itu? - Jangan paksa aku lakukan ini.
"Paksa kau"?
Kau masuk ke hubungan ini dengan sukarela.
Bukan ini. Aku tak setuju dengan hal ini.
Berikan amplopnya padaku.
Siapa dia?
Mereka pikir dia saksi pembunuhan Jones.
- Di mana dia? - Aku tidak tahu.
Kubilang, di mana dia?
Aku tidak tahu. Aku bersumpah.
Tn. Costa. Aku punya pekerjaan untukmu.
Apa dia mengatakan sesuatu?
Tidak, dia telepon, jatuhkan ponsel, dan berjalan ke jalan.
Panggilan terakhirnya dari kantor Volker.
- Kita harus temukan anak itu. - Kita harus bergegas.
Volker tahu tentang dia.
Bagaimana bisa? Kau pikir Clyde mengatakannya?
- Ada yang memberi Volker info. - Ya, tapi siapa?
Aku tak yakin. Tapi itu cara dia tahu tentang Annabelle...
Juga surat penggeledahan untuk VNX Energy.
Itulah cara dia tahu tentang Clyde.
Hanya masalah waktu sebelum dia menemukan Marvin.
Van Pelt, kau sudah cetak nomor kontak dari ponsel Clyde?
Ya, di sini.
Baiklah, begini cara lakukan ini. Kita akan bagi daftarnya...
Lalu cari di mana Clyde meninggalkan anak itu.
Kita harus memeriksa latar belakang setiap orang.
Mungkin yang dekat dengan Clyde, tapi bukan keluarga langsung.
Sepupu, teman masa kecil, mantan kekasih.
Kemungkinan besar wanita yang tidak memiliki anak sendiri.
Usianya berkisar antara 25-50 tahun.
- Juga orang yang mau menjadi ibu. - Tepat sekali.
Kita tak punya waktu lagi, langsung kerjakan.
Tampaknya aku temukan sesuatu. Anita Doty, 33 tahun.
Dia mantan istri saudara Clyde.
Dia pernah ditangkap karena kasus penipuan cek.
Dia lajang, tanpa tanggungan.
Clyde mengirim uang padanya bulan lalu, 500 dolar.
- Itu dia. - Apa ada alamatnya?
225-B Cedar Street di Hayward.
Jika kita menemukannya, begitu juga Volker.
- Cho, Rigsby, ayo pergi. - Ya. Tepat di belakangmu.
Di apartemen B. Lantai atas.
Apa ini?
Itulah pekerjaannya.
Kau ingin aku lakukan apa padanya?
Menurutmu apa?
- Aku tak bisa melakukan itu. - Apa maksudmu?
- Naik ke sana sekarang. - Tidak. Maaf.
Jangan anak-anak. Aku tak pernah membunuh anak-anak.
Aku tak akan memulainya sekarang.
Aku akan menguburmu untuk ini. Kau dengar?
Lakukan yang harus kau lakukan.
Tapi aku tak akan membunuh anak kecil.
- Hai, Cho. Ada apa? - Kami berada di apartemen.
Tak ada siapa pun, tapi pintu rusak dan ada tanda-tanda perlawanan.
Apa dia membawa Marvin?
- Aku tak bisa memastikan. - Sial!
Cho.
- Tunggu sebentar. - Lihat ini.
- Kurasa Volker tak membawanya. - Kenapa?
Karena Marvin sedang ikut karyawisata sekolah.
Dia ada di kebun binatang kota.
Minta Kepolisian Oakland ke sana. Kami segera ke sana.
Marvin?
Marvin Pettigrew?
Aku bersamanya!
- Kau melihatnya? - Tidak.
Marvin?
Marvin Pettigrew?
Tidak apa-apa. Ikutlah denganku, Marvin.
Aku akan membawamu menemui ibumu.
Tapi Anita bilang ibuku sudah meninggal.
Tidak, itu tak benar.
Aku akan bawa kau menemuinya. Ikutlah denganku.
Ayo ikut aku, Marvin.
- Lepaskan aku! - Kemarilah, Nak!
- Tolong! - Itu Volker, dia di sini.
- Tutup mulutmu, Nak! - Tolong! Lepaskan aku!
- Apa yang kau lakukan? - Dia menculikku!
Lepaskan anak itu!
Letakkan senjatamu!
- Lisbon, kau baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.
- Aku akan mencari anak itu. - Kau ditangkap.
Tenang, Volker. Semua sudah berakhir.
- Panggilan untuk operator. - Baiklah, kami segera datang.
Aku akan segera ke sana.
- Marvin! - Ibu!
Astaga.
Astaga.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.