Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau tak bermaksud begitu. Lepaskan aku.
- Tak perlu menangis palsu. - Keluarlah saja.
- Kau ini bodoh. - Menjauhlah dariku. Berhenti!
- Halo, Patrick. Apa kabar? - Baik.
- Jadi bagaimana menurutmu? - Ini film klasik.
Semakin baik setiap kali menontonnya.
Ya. Bagaimana menurutmu tentang permintaanku?
Aku tak terlalu memikirkannya, Patrick. Sungguh.
Artinya, kau tak bisa menyelesaikannya?
Tugas apa pun bisa diselesaikan, selama dibagi...
Menjadi potongan-potongan yang bisa ditangani.
Jadi kau akan melakukannya.
Begini, aku tahu aku berutang budi padamu.
Baik, jadi kita berdua setuju, bahwa kau berutang bantuan padaku.
Itu benar. Jadi anggap ini sebagai bantuanku padamu.
Lepaskan saja. Seluruh ide ini. Ini tidak setimpal.
Menurutku ini sangat menarik. Aku menawarkanmu tantangan...
Namun kau mundur. Itu bukan gayamu, Tn. Stiles.
Begini, jika kau harus tahu. Aku sudah terbiasa denganmu, Patrick.
Kau membuatku duduk dan memperhatikan.
Aku senang sekali kau terhibur denganku.
Yang kau rencanakan sekarang...
- Sungguh berbeda. - Memang benar.
Jika aku melakukan apa yang kau minta dan kita tertangkap...
Kau akan habiskan seluruh hidupmu di penjara federal.
Aku sudah sangat menyadarinya.
Aku hanya perlu memastikan, aku tak tertangkap.
Baiklah.
Sebuah kesenangan berkenalan denganmu, Tn. Jane.
Semoga beruntung.
Aku memakai kata-kata yang cukup kasar. Maafkan aku.
Terima kasih.
Penjara Wanita Chowchilla.
Lorelei Martins, 5474B.
Kau butuh tumpangan?
Kau?
Ayolah, kumohon. Masuklah ke dalam mobil.
Ini konyol.
Kenapa kau marah padaku? Aku tak memaksamu keluar dari penjara.
Tidak, kau hanya mengelabuiku agar aku masuk penjara.
Ayolah. Tunggu.
Kau pikir Red John yang membebaskanmu, bukan?
- Ya. - Ternyata bukan.
Aku yang melakukannya. Aku yang mengeluarkanmu.
Dia pasti membiarkanmu membusuk di sana.
Dan aku mengambil banyak risiko untuk melakukannya.
Tak ada yang pernah menuduhmu atas penilaian yang baik.
Bagaimana denganmu? Kau yang berkeliaran ke gurun...
15 km dari penjara yang baru saja kau tinggalkan.
Aku menawarkan tumpangan. Aku akan antar ke mana pun kau mau.
Kau boleh membuangku kapan saja.
Baiklah.
Jane, berapa pesan yang harus aku tinggalkan padamu?
Telepon aku kembali.
Tunggu sebentar, Tom. Dia baru saja masuk.
Tidak.
Tidak, jangan beri tahu Marshall AS dulu.
Aku ingin memberi tahu CBI lebih dulu.
- Aku akan telepon kau kembali. - Ada apa?
Kau sudah dengar tentang Lorelei Martins?
Belum.
Dia kabur dari penjara federal tadi pagi.
Tn. Jane menanyakan tentang sopir transportasi penjara.
Ya, tapi tidak. Dia tak akan melakukannya.
- Dia tak akan melakukannya. - Benarkah?
Baik, di mana dia sekarang?
Entahlah. Aku belum dapat kabar darinya sejak kemarin.
Dia belum mengangkat ponselnya.
Tapi itu bukan berarti dia pelakunya.
Itu membuat kemungkinannya lebih besar, bukan begitu?
Kenapa ini menjadi masalah Homeland Security?
Ini rumit.
Tapi bila Jane bersamanya, dia berada dalam bahaya.
Kau mengenalnya lebih daripada orang lain.
Jika dia melakukannya, ke mana dia akan pergi?
Ke mana pun yang bisa kupikirkan...
Adalah tempat yang tak akan dia datangi.
Permisi sebentar. Aku akan segera kembali.
- Apa ada yang melihat Jane? - Tidak.
Kita perlu mencarinya sekarang.
Pasang perintah pencarian untuk mobilnya, Grace.
Cho, aku ingin kau pergi ke kamar hotelnya.
Rigs, telepon perusahaan selularnya. Lacak GPS pada ponselnya.
Ada apa?
Lorelei Martins kabur dari penjara tadi pagi.
Apa Jane terlibat?
Kami belum tahu.
Siapa itu?
Bob Kirkland. Homeland Security.
Dia memimpin pencarian untuk menemukan Martins.
Bos, Polisi Sacramento dapat laporan adanya Citroen biru...
...yang ditinggalkan tadi pagi.
Di tempat parkir di jalan ke-16 dan Jalan K.
Kirimkan itu lewat SMS padaku.
Ini tak akan berhasil.
Itu sifat yang sangat optimis.
Aku tak mau beri tahu kau siapa dia atau di mana dia.
- Tak perlu buru-buru. - Tidak sekarang.
Tidak akan pernah.
- Itu tak berfungsi. - Benarkah?
Aku sudah tahu itu saat tak ada suara yang keluar.
Ya.
Apa kita akan pergi?
Beri tahu aku ke mana.
Ke laut. Aku ingin melihat lautan.
Dia meninggalkan SMS. Ini untukmu.
"Ada yang mengejarku." Dia sedang diikuti.
Kelihatannya dia diculik.
Jane tak membawa Lorelei. Lorelei membawa Jane.
Buronan kita adalah kaki tangan dari pembunuh berantai Red John.
Dia dicari atas konspirasi pembunuhan...
Penculikan, pelanggaran pemakaian senjata.
Kami yakin Martins dan rekan-rekannya yang tak dikenal...
Menculik Konsultan CBI, Patrick Jane.
Jane memimpin operasi penyamaran yang menghasilkan penahanan Lorelei.
Mungkin Martins telah menculiknya untuk balas dendam...
Atau membawanya ke Red John. Apa pun itu, kita harus cari mereka.
Martins adalah gadis Sacramento. Aku mau pencarian sistematis...
Tetangga lamanya, teman lamanya, rekan kerjanya yang lama.
Kalian semua dapat paket informasi. Tolong dipelajari.
Dan setelah kalian selesai, hubungi aku atau Agen Kirkland...
Untuk tugas kalian. Terima kasih.
- Kita mulai dengan ibunya Lorelei. - Baiklah.
Aku ingin tahu mereka pergi ke mana.
Aku akan membuat api.
Jadi ini tentang apa?
Putrimu kabur dari penjara tadi pagi.
Bagus sekali. Tentu saja.
Apa kau sudah melakukan kontak dengan Lorelei akhir-akhir ini?
Lorelei belum menghubungiku selama bertahun-tahun.
Untungnya. Bila dia menghubungiku...
Selalu saja ada masalah.
Kami percaya bahwa Lorelei telah menyandera seseorang.
Nyawa orang itu bisa dalam bahaya.
Apa kau punya info apa pun yang bisa kau berikan pada kami...
Mengenai di mana kami bisa menemukannya?
Apa ada teman lama, tempat favorit?
Tidak. Aku tak ada kaitannya dengannya.
Dia tak ada kaitannya denganku.
Apa kau paham kenapa dia berubah menjadi begini?
Lorelei hanya peduli dengan dirinya sendiri.
Apa yang akan kau lakukan dengan anak seperti itu?
Kau sama sekali tak merasa bertanggung jawab padanya?
Ini dia pertanyaan dari seorang wanita yang tak punya anak.
Aku sudah penuhi semua tugasku dan tanggung jawab sebagai ibu.
Lihat saja sekeliling. Lorelei tumbuh di rumah yang indah.
Dia bisa menjadi apa saja.
Apa ini ayahmu?
Itu suamiku. Dia sedang pergi ke Munich.
- Dia sering pergi? - Ya.
Pantas.
Aku tak suka caramu berbicara.
Dana, putrimu adalah seorang gundik dari pembunuh psikopat...
Namun kau tak punya info untuk diberikan pada kami...
Bagaimana dia menjadi seperti itu. Jujur, aku tak peduli kau tak suka.
Pergi saja kau ke neraka, Nona.
- Apa yang terjadi padanya? - Pergi dari rumahku!
Terima kasih.
Sebaiknya kau coba berenang. Airnya menyegarkan.
Cepat, sembunyikan dirimu di balik batu-batu itu.
- Halo, Anak muda. - Apa kabar?
Apa itu api unggunmu?
Bukan, Pak polisi.
Aku bukan polisi. Aku seorang penjaga taman.
- Jadi kau tak punya pistol, ya? - Ya.
Api unggun di pantai ini ilegal tanpa surat izin.
Itu bukan milikku.
Kau baik-baik saja, Tuan? Kau terlihat agak gugup.
Aku tak pernah merasa sebaik ini.
Apa kau sendirian?
Tidak, dia sedang...
Hai, Pak polisi. Aku ada di sini. Maaf aku tak bisa keluar.
Aku tak memakai baju.
Telanjang di publik itu dilarang di pantai negara bagian.
Ya, aku minta maaf. Itu tak akan terjadi lagi.
Aku berjanji, Pak. Itu tak akan terjadi lagi.
Maaf, Pak.
Baiklah.
- Semoga hari kalian menyenangkan. - Ya.
Tak boleh ada api unggun.
Jadi sekarang mau ke mana? Utara ke Kanada?
Selatan ke Meksiko? Aku fleksibel.
Aku tahu tempat yang tak akan ditemukan orang.
Ambil jalan tol I-60 Timur, tapi aku harus ubah penampilanku dulu.
Cari toko swalayan.
Aku suka sikapmu mengambil alih kendali.
- Tidak. - Aku suka.
Jelas kau sudah mengurus seseorang di dalam hidupmu.
Membuat semua keputusan. Bertingkah sebagai orang dewasa.
Aku menebak, kau punya ibu yang sombong...
Egois dan suka mengendalikanmu.
Tapi kau berhasil menarik diri.
Apa dia membencimu karena itu?
Patrick, apa kau sungguh ingin mengenalku?
- Tentu saja. - Berhentilah bersandiwara.
- Apa? Aku tidak... - Ya, kau bersandiwara.
Baiklah.
Sudah kuduga.
Setelah aku dengan penculikan itu di radioku, aku menyelidikinya.
Ini anak muda yang berbicara denganku.
- Apa ada wanita bersamanya. - Ya, Pak. Sudah pasti ada.
Tapi aku tak melihatnya karena dia sedang telanjang.
Setidaknya itu yang dia katakan.
Dia berada di balik batu itu saat dia ganti baju.
Anak muda itu agak gelisah.
Dia bertanya padaku, apa aku punya pistol.
Mungkin dia menodongkan pistol ke arahmu saat itu.
Itu yang aku pikirkan.
Jika dia berkata satu kata yang salah atau mencoba lari...
Dia pasti akan menembak mati kami berdua.
Aku hanya bersyukur dia tetap tenang.
Apa kau sempat melihat mobil apa yang mereka naiki?
Ya, Pak. Hanya ada satu mobil di tepi ini.
Sedan Dynasty warna biru tua tahun 1990-an.
Tetap menunduk.
Terima kasih. Masukkan ini ke dalam.
- Aku membuatmu takut, bukan? - Tidak.
Aku melihat beberapa polisi. Mereka membuatku takut.
Aku senang aku meninggalkan kuncinya padamu.
Kau akan menjadi gadis pirang Prancis.
- Bagaimana kedengarannya? - Baiklah.
- Apa kau beli makanan ringan? - Tentu saja.
Aku ingin mengatakan sesuatu.
Masuklah. Silakan duduk, Dana.
Ada apa?
Aku tak bisa tidur tadi malam.
Suamiku tak boleh tahu.
Tak boleh tahu apa?
Aku menjual adiknya Lorelei.
Adiknya? Aku tak ingat telah membaca apa pun...
Tentang adiknya di berkas Lorelei.
Karena aku telah menjualnya.
Kau harus membantuku di sini, Dana.
Tiga tahun lalu, aku tak punya cukup uang untuk membesarkan dua anak.
Aku bermasalah dengan narkoba.
Lanjutkan.
Jadi setelah...
Ayah mereka pergi.
Aku berhenti berfungsi dan...
Lorelei, dia berusia 5 tahun...
Dia menyokongku.
Tapi...
Miranda, itulah namanya...
Dia berusia 2 tahun.
Apa yang harus aku lakukan dengan anak berusia 2 tahun?
Apa yang kau lakukan?
Aku kenal pasangan orang asing yang...
Tak punya anak.
Jadi aku membuat kesepakatan yang ilegal.
Kenapa mereka tak adopsi saja Miranda?
Kami semua ingin apa yang kami inginkan.
Jadi kami menyelesaikannya saja.
Apa yang kau katakan pada Lorelei?
Aku bilang padanya...
Aku bilang berbagai macam hal padanya.
Dan dia tak pernah memaafkan aku.
Saat itu aku tak menyadarinya, tapi hari itu...
Aku kehilangan dua anak.
Bukan satu.
Kau ingin aku mengambilkanmu tisu?
Bergegaslah!
Hai.
Aku mencari sebuah kamar. Tempat mengistirahatkan tulang yang lelah.
Sudah di jalanan sejak New Meksiko.
Harganya 48 dolar tunai, 52 dolar kartu kredit.
- Aku akan membayar tunai. - Bagus.
Apa kau punya kamar yang tak ada TV-nya?
TV-nya rusak di kamar 13. Tak ada diskon.
Baiklah.
Semoga harimu menyenangkan.
Kami mencoba untuk punya anak sendiri.
Aku tak mampu.
Kenapa kau tak mengadopsi saja secara legal?
Aku dapat visa bekerja dari Romania.
Dan kami tak boleh mengadopsi sampai kami menjadi warga negara...
Dan itu butuh beberapa tahun.
Tn. Kirkland, ini Marta dan Virgil Roman.
Mereka sedang menceritakan padaku bagaimana mereka membeli...
Miranda Martins.
Kau harus melihatnya. Dia dalam kondisi yang buruk.
Aku dan Virgil tahu, kami bisa memberikannya...
Kehidupan penuh dengan cinta dan kesempatan.
Tapi ternyata dia gadis yang bermasalah.
Sangat tidak bahagia.
Jadi saat dia SMA, kami mengirimnya ke psikiater.
Dia ingat banyak hal yang kami kira dia sudah melupakannya.
Ibunya?
Tidak.
Dia hanya ingat satu nama.
Lorelei.
Tentu kami menemukan kakaknya dan mempersatukan mereka.
Mereka sangat bahagia dan sangat akrab.
Aku belum pernah melihat kakak-beradik yang lebih akrab.
Sekarang di mana Miranda? Kami perlu bicara dengannya.
Dia telah dibunuh. Dia sudah mati.
Sayangnya TV-nya tidak berfungsi.
Terima kasih untuk bajunya.
Sama-sama.
Jadi dengar...
Apa kau akan beri tahu aku kita mau ke mana?
Ke pondok yang aku dan adikku biasa pergi.
- Kau punya adik? - Dulu.
Aku ikut berduka.
Tak perlu. Kematiannya adalah sebuah berkah. Sepertinya.
Kau mau menjelaskannya?
Kau tak akan mengerti.
Kau bisa mencobanya.
Aku ingin bisa mengerti. Seandainya kau belum tahu.
Menyembuhkan bukanlah keahlianku.
Kehilangan adikku telah membawaku ke realita yang sepenuhnya.
Aku telah menghadapi ketakutanku yang paling besar.
Aku sudah siaga sepenuhnya.
Tak ada yang bisa menyakitiku.
Itu tidak masuk akal, percayalah padaku.
Ada hal-hal yang bisa menyakitimu.
Coba saja.
Bir ini hangat.
Aku akan ambilkan es.
Miranda cantik seperti kakaknya.
Apa yang dikatakan bagian koroner mengenai penyebab kematiannya?
Kepanasan. Setelah dia diperkosa, dia dibiarkan dirantai...
Di dalam gudang kosong.
Suhu siang hari mencapai 48 derajat Celsius di dalam.
Koroner menebak dia bertahan sekitar dua hari.
Mereka tak pernah menemukan pembunuhnya?
Kasusnya masih terbuka. Tak ada jejak bukti. Tak ada saksi.
Hanya ini saja.
- Halo? - Hei, Lisbon.
Aku perlu bantuanmu.
Aku perlu menerima ini. Permisi. Aku akan segera kembali.
Jane, apa yang terjadi? Apa kau sedang diculik?
Ya, aku ketakutan atas nyawaku. Aku tak bisa bicara lama.
Apa kau tahu Lorelei punya adik?
Ya, Miranda. Ibunya menjualnya. Kau di mana?
Jika dia melihatku menelepon dia akan membunuhku.
- Apa yang terjadi dengan Miranda? - Dia dibunuh.
Diculik, diperkosa dan ditinggal mati 5 tahun lalu.
- Siapa pelakunya? - Mereka tidak tahu.
Mereka bahkan tak punya tersangka. Tapi dengarkan ini...
Polisi menyembunyikan detil penting dari publik.
Sebelum Miranda mati, dia mengukir pesan di lantai gudang.
Apa tulisannya?
Saat ini aku sedang melihat foto TKP-nya. Tulisannya "Roy".
Aku perlu salinan foto itu. Lisbon...
Tolong kirim melalui faks padaku ke nomor ini.
Aku Katie Riley dan aku akan kembali dengan lebih banyak...
Lagu-lagu romantis setelah jeda berikut ini.
Negara bagian dan federal yang berwenang...
Telah menggiatkan pencarian wanita Sacramento, Lorelei Martins.
Jane, beri tahu saja keberadaanmu. Kami bisa membantumu.
Kirimkan saja padaku melalui faks. Aku harus pergi.
Menurut polisi, Martins telah menculik konsultan CBI...
Patrick Jane, yang mobilnya ditemukan kosong di pinggir jalan.
Apa semua baik-baik saja?
Jane baru saja meneleponku.
Pembohong!
Pembohong kotor! Menculikmu?
Kumohon.
Beraninya kau! Kau berbohong!
Aku tidak bohong. Aku hanya belum memberitahumu semuanya.
- Kenapa kau tak beri tahu aku? - Aku harus melindungi diriku.
Kumohon. Hentikan saja.
Kau hampir mengelabuiku, Patrick.
Untuk sejenak, aku hampir mempercayaimu.
Kau sebaiknya percaya padaku.
Hentikan.
- Hentikan bersandiwara. - Aku memang bersandiwara...
Tapi bukan denganmu. Aku jujur padamu.
- Kebohongan demi kebohongan. - Lorelei, dengarkan aku.
Kau harus mendengarkan aku.
Kawanmu, Red John, dia membunuh adikmu.
Apa maksudmu?
Adikmu, Miranda. Dia menulis nama di lantai gudang tempat dia tewas.
Nama dari pria yang memperkosa dan membunuhnya...
Tak pernah dikeluarkan ke publik.
Kau mengarang hal itu.
Ini foto TKP dari pembunuhan adikmu.
- "Roy." - Itu benar.
Kita berdua tahu siapa yang memakai nama samaran itu.
Aku tak mengerti.
- Kau dapat ini dari mana? - Itu tak penting.
Red John memperkosa dan membunuh adikmu!
Dia menjadikanmu korban agar dia bisa menyelamatkanmu.
- Dia memanfaatkan deritamu! - Tidak, itu tidak benar.
Kau tak mau hal itu menjadi benar, tapi itu benar...
Dan kau bisa merasa bahwa itu benar.
Hentikan!
Astaga, kau sangat mirip dengannya. Kau tahu itu?
Tanpa belas kasihan, manipulatif...
Aku sama sekali tak seperti dia.
Bagaimana kau bisa tahu? Aku tahu!
Aku bingung kenapa kalian berdua, tak menjadi sahabat karib...
Saat kalian berjabat tangan.
Tunggu.
Kita mau ke mana? Apa kita masih mau ke pondok itu?
Aku akan ke sana. Kau boleh ke mana saja yang kau suka.
Kami melacak panggilan Jane ke motel pemberhentian truk...
Ke rute 99, hanya bagian utara dari Chico.
- Tepat di sini. - Buronan dan sanderanya...
Sudah pergi saat para deputi tiba di motel.
Mereka sedang bergerak ke utara. Anggap saja mereka masih ke sana.
- Mereka hendak ke mana? - Jika mereka ke jalur 97 utara...
Mereka akan tiba di bandara Butter Valley.
Satu landasan. Dipakai untuk publik. Lima kali keberangkatan per hari.
Mungkin mereka akan naik pesawat. Baik, tutup bandara itu. Apa lagi?
Aku sudah memeriksa keuangan adiknya Lorelei.
Dia memiliki pondok di Sierra. Sekitar 320 km dari motel itu.
Yang bisa aku lihat, pondok itu tak pernah dijual...
Setelah kematiannya dan pihak ketiga tak dikenal...
- Terus membayar pajaknya. - Red John?
Panggilan bagian taktis. Aku ingin helikopter di sini dalam 10 menit.
Sudah di dekat sini. Di ujung jalan.
Kau masuk duluan saja. Aku akan ambil barang-barangnya.
Baiklah.
Kuncinya ada di bawah pot bunga.
Selamat datang.
- Ini tempat yang bagus. - Ya.
Ini milik adikku.
Kami biasa kemari untuk melupakan dunia.
Di sini aman.
Red John tidak membunuhnya, Patrick.
Kau tak akan pernah meyakinkanku bahwa dia melakukannya.
Aku rela membunuh demi secangkir teh saat ini.
Aku bisa membuatkan teh untukmu.
Aku ingin sekali.
Tapi kita tak bisa tinggal di sini.
Kenapa tidak?
Jika Miranda membeli tempat ini, polisi akan menemukannya.
Mereka mungkin sedang menuju kemari saat ini.
- Kalau begitu, kita harus pergi. - Tidak, kau harus pergi.
Aku akan tinggal. Aku akan coba menunda mereka.
- Apa? - Seperti katamu.
Aku tak akan bisa meyakinkanmu, bahwa Red John membunuh adikmu.
Kau harus pergi mencari kebenarannya oleh dirimu sendiri.
- Tapi... - Dan saat kau menemukannya...
Saat kau tahu kebenarannya...
Kau tahu di mana kau bisa menemukanku.
Telepon aku saja.
- Di mana kunci mobilnya? - Di dalam mobil.
Apa ada jalur belakang untuk keluar dari sini?
- Tidak, hanya ada jalur api. - Baiklah.
Bagaimana dengan ini? Apa ini berfungsi?
- Ini sudah diisi listrik. - Ya, harusnya berfungsi.
Kau bisa memakai mobil 4x4 ke jalur api...
Mereka tak akan mencari mobil itu. Aku akan melindungimu.
Kau tak boleh tinggal di sini, Patrick.
Tak mungkin mereka percaya bahwa kau adalah sanderaku.
Aku akan buat mereka percaya.
Apa kau ingin aku memukulimu atau membuatmu pingsan?
Tidak usah, terima kasih.
Kau harus pergi.
Periksa pondoknya. Telusuri hutan di sekitarnya.
Jane.
Dia tak apa-apa.
- Apa kau sudah menangkapnya? - Belum.
Dia berjalan kaki.
Agen Kirkland, Homeland Security. Aku butuh tim SAR.
Selatan dari Danau Orr. Jalur hutan 42-Utara-12.
- Siapa pria itu? - Jangan bicara.
Bantuan akan segera datang.
Terasa sakit.
Tak apa-apa.
- Kau tak akan pernah tahu. - Tak akan pernah tahu apa?
Apakah aku merancang pelarian dan penculikan itu.
Percayalah padaku. Aku tahu.
Kau tak tahu.
Kau hanya menebak.
Dan kau tak beri tahu sahabat barumu Kirkland.
Aku tak punya bukti. Jika aku punya, aku sendiri yang akan memborgolmu.
- Kau tak akan. - Coba saja.
- Apanya yang lucu? - Tak ada. Maaf.
Semua ini setimpal.
Dia bilang padaku, aku dan Red John sangat mirip.
Bahwa dia heran kami tak bersahabat pada saat kami berjabat tangan.
Kau telah bertemu Red John?
Ya.
Dia seseorang yang aku kenal.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.