Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tetap tenang.
Lakukan saja. Tidak akan ada kekacauan. Paham?
Ya, kami paham.
Hai, senang bertemu denganmu lagi.
Ya. Di tahun itu. Aku harus memperbaiki kembali sepatuku.
- Letakkan. - Ya.
Di bagian ini. Ada sebuah lubang di sana.
Semuanya tiarap!
- Tiarap! - Tiarap di belakang meja!
Tiarap di sini! Sekarang!
Tiarap!
Sekarang! Tiarap! Tiarap di lantai!
Jangan ada yang berlagak!
Kameranya! Cepat!
Aku minta semua ponsel dilemparkan ke tengah ruangan, sekarang!
Cepat lemparkan!
- Nama? - Masih Jane.
Terima kasih.
Menurutmu berapa lama akan selesai?
- Tunggu saja. - Baiklah.
Senang juga bertemu denganmu.
Semua akan pulang dengan selamat bila tidak bertindak bodoh!
Siapa di sini yang bisa membuka ruang penyimpanan?
- Aku bisa. - Berdiri!
Ke belakang sana!
Ambil tasnya!
Cepat!
Buka!
Hei, matikan itu.
Ini. Isi tasnya.
Isi tasnya.
Kenapa dia lama sekali?
Kami tak membutuhkannya.
Hitung sampai seratus.
Satu, dua, tiga...
Apa itu?
Cepat!
Ayo, cepat!
Ada polisi!
Kurasa kau harus berbaring. Beristirahat saja di sini.
- Mungkin aku akan pingsan. - Baiklah.
Benar begitu. Baringkan saja kepalamu.
Baiklah, terima kasih.
Tiga pria membawa satu juta dolar dari ruang penyimpanan besi.
Tembakan itu membunuh sang asisten manajer.
- Apa ada saksi mata? - Banyak, tapi tak terlalu membantu.
Perampok itu memakai topeng.
Mereka juga menggelapkan kamera dengan cat semprot.
- Tapi sudah kuambil rekamannya. - Di mana Jane?
Di dalam.
- Dia teman korban? - Tunangan. Bekerja di bank itu.
Sepatu yang bagus.
Ya, sepatu pinjaman.
Sepatuku sedang diperbaiki.
Akan butuh berapa lama?
Tunggu saja. Tukang sepatunya pingsan.
- Kau mau masuk? - Tidak.
Agak sedikit sesak di dalam sana.
Tidak ada serpihan peluru. Apa ada di luar?
Ditemukan dua serpihan. Keduanya berukuran 9 milimeter.
Saksi mata mengatakan enam peluru ditembakkan di luar...
Jadi, salah satu penembak pasti menggunakan revolver.
Beri tahu laporan medis saat mengeluarkan peluru dari korban.
- Dapat sesuatu? - Mungkin.
Aku baru bicara pada kepolisian Sacramento yang menduga...
Perampokan ini terkait dengan peristiwa sama enam bulan terakhir.
Di semua itu, dua hingga tiga pria bertopeng melumpuhkan CCTV.
Membiarkan laci konter dan langsung ke ruang penyimpanan besi.
Seperti mereka.
Berapa jumlah korban di perampokan lain itu?
Tidak ada. Dia korban pertama.
Apa Kepolisian Sacramento selesai menggeledah banknya?
Hampir. Belum ada apa pun sejauh ini.
Baiklah, begini saja. Atur wawancara dengan saksi mata...
Dan minta Rigsby mencari berkas dari perampokan lainnya.
Aku ingin tahu apakah ini kelompok yang sama.
- Ini Lisbon. - Cho.
Apa ruang penyimpanan besi ini terbuka saat kau tiba di sini?
- Ya. Kenapa? - Hanya penasaran.
Baik, Pak. Aku segera ke sana.
Tadi dari Bertram. Aku harus pergi.
Kasus perampokan bank diurus oleh FBI.
Kasus ini milik kami.
Kenapa CBI terus-menerus melanggar jurisdiksi kami?
Kami lebih dulu tiba di TKP.
Bukan salah kami bila kau datang terlambat.
Agen Lisbon, Agen Mancini punya pendapat yang tepat...
- Mengenai jurisdiksi itu. - Terima kasih.
Pak, aku dan timku menyelidiki kejahatan yang termasuk pembunuhan.
Pembunuhan yang dilakukan di tengah perampokan bank.
Pembunuhan itu meniadakan perampokan bersenjata itu.
Maka penyelidikan kami harus didahulukan.
Silakan menyelidiki setelah kami mengungkap pembunuhan itu.
- Anggaplah kau berhasil. - Kau tahu benar tentang anggapan.
- Aku tahu benar. - Sudahlah!
Sudah cukup.
Agen Mancini, Agen Lisbon dan timnya akan lebih dulu menyelidiki...
Kasus pembunuhannya. Sementara itu...
Kau memiliki akses penuh ke semua berkas perkara.
Sepakat?
- Hei. Kita punya masalah pribadi? - Masalah pribadi?
Sikapmu seolah kau tak suka padaku.
Seolah aku membunuh kura-kura peliharaanmu.
Apa kita masih SMA?
Kau kehilangan saksi mata paling penting...
Yang kita punya di kasus Red John. Kini kau heran dengan sikapku ini?
Aku tak kehilangan Lorelei Martins dan juga sangat ingin dia kembali.
Pada umumnya, bila ada yang bersikap seolah tidak menyukaiku...
Itu karena mereka memang begitu. Mereka hanya tidak mau mengakuinya.
Ya, tidak. Aku tidak suka padamu.
Lagi pula, kau mendapat berkas perkaranya.
Dengar, ada permainan poker yang kami adakan.
Permainan santai. Kebanyakan para penegak hukum, pejabat negara, FBI.
- Kau mau bergabung? - Mungkin. Kapan?
Akan kutelepon bersama rinciannya.
Semoga berhasil dengan kasusnya dan menemukan pelakunya.
Baiklah.
Kalian pergi malam ini.
Jangan kembali. Aku tak mau bertemu kalian lagi.
Paham?
Itu benar-benar membuang waktu.
Tak satu pun kamera pengawas dekat SAC Federal merekam perampokan itu.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Untuk apa semua ini?
Berkas perkara dan rekaman perampokan lainnya. Lihatlah.
Perampokan di SAC Fed sejauh ini merupakan yang terbesar...
Dua kali lipat lebih besar dibanding perampokan lainnya.
- Mereka menjadi lebih berambisi. - Bukan mereka. Pria itu.
Di tiap perampokan itu, mungkin ada sekitar...
Tiga puluh detik rekaman gambar sebelum kameranya digelapkan.
Cukup untuk analisis tinggi, berat, perawakan dan warna kulit tersangka.
Maka, kulakukan itu. Coba tebak.
Hanya satu dari para perampok yang terlibat di semua perampokan itu.
Dia orang itu.
Jadi, para perampok lainnya...
- Adalah perampok bayaran? - Benar sekali.
Mereka lakukan satu tugas dan menghilang.
Tapi bila menemukan pria ini, kita temukan mereka semua. Dia kuncinya.
Kau ingat apa pun tentang pelaku perampokan ini?
Tidak sama sekali.
Kau tahu kalau aku dan Ernie berpeluang sama untuk dipromosikan?
Aku sangat kesal saat gagal dipromosikan, tapi tidak sekarang.
Bisa saja aku yang terbunuh.
Ernie adalah pria yang baik. Dia tak pantas mendapatkan ini.
Apa yang kaulakukan selama perampokan terjadi?
Apa yang mereka suruh padaku.
Aku tidak akan rela ditembak demi pekerjaan itu.
Ernie pasti telah melakukan kesalahan. Pria bodoh yang malang.
Apa itu saat para perampok menyuruhmu tiarap di lantai?
Ya, dia menodongkan pistol tepat di hadapanku.
Aku berniat merebut pistol itu dan menghajar mereka...
Tapi punggungku baru dioperasi. Jadi, aku tidak ingin...
Membahayakan nyawa yang tidak bersalah.
Setelahnya, salah satu perampok membawa...
Asisten Manajer, Ernie Wright menuju ke ruang besi.
Kurasa begitu. Aku tidak tahu persis. Aku di belakang saat itu.
- Selama perampokan itu? - Di toilet pria.
- Apa ini sungguh diperlukan? - Kau di sana selama perampokan?
Ya. Aku sedang mencuci muka...
Saat dengar suara tembakan.
Tentu aku tidak tahu itu suara tembakan saat itu.
Hingga aku menuju ke aula dan mendengar teriakan.
- Apa ada orang bersamamu di sana? - Aku tidak melihatnya.
Aku dan Ernie berencana makan siang bersama.
Kami baru ingin pergi saat aku ke toilet di belakang.
Ya, kami melihat jelas di rekaman kamera pengawas.
Kami juga melihat manajermu...
Armin Gagnon menuju toilet pria tepat di belakangmu.
- Kau ingat melihat dia? - Tidak.
Tidak hingga kudengar suara tembakan.
Aku membuka pintu dan Armin sedang berdiri di sana.
Lalu kudengar para perampok berteriak. Jadi, kututup pintunya...
Dan bersembunyi di dalam hingga mereka pergi.
Tn. Gagnon sedang berada di lorong.
- Di sini? - Ya.
- Kenapa? - Untuk meluruskan saja, Bu.
Apa Ernie tipe orang yang akan melawan?
Bukan.
Ernie merupakan tipe orang yang penurut.
Dia tidak pernah berkelahi kecuali untuk melindungi yang dicintainya.
Hei. Bagaimana hasilnya?
- Kurasa aku telah memahaminya. - Baiklah. Jelaskan padaku.
Pemimpin perampok itu harus merencanakan perampokannya.
- Benar? - Benar.
Berarti dia mungkin mendatangi tiap bank sebelum merampoknya.
Terekam kamera dan tanpa penutup wajah, ya.
Kami telah memeriksa seluruh rekaman lewat perangkat pengenal wajah.
Saat menemukan pria yang mendatangi semua bank sebelum perampokan...
- Kita akan temukan pemimpinnya. - Ide cemerlang.
Itu sebuah ide. Entah apa akan kusebut itu cemerlang.
Dia hanya iri.
- Apa yang kau pakai? - Yang ini?
Barang pinjaman.
Bagaimana dengan ini?
Yang lebih dulu menebak nama perampok bank itu...
- Dapat makan siang seminggu. - Biasanya berakhir sial bagi kami.
Bagaimana menurutmu, Gracie? Kau merasa beruntung?
Sepakat.
Ya.
- Pintunya tertutup. - Kau yakin?
Pasti tertutup.
Pintu ruang penyimpanan besi selalu tertutup.
Kurasa pintunya tertutup.
Aku ingin kau menutup matamu.
Hei, kita sudah dewasa. Ayolah.
Kini kembalikan ingatanmu ke tempat di depan sini.
Tepat di saat itu.
Aku ingin kau mendengar suara langkah sepatumu...
Di lantai marmer ini.
Kini, tanpa membuka matamu...
Aku mau kau bayangkan pintunya selagi kau melewatinya.
Bisa kau bayangkan? Bisa kau lihat pintu itu?
- Ya. - Dan?
Pintu itu terbuka.
Yang berarti, seseorang...
Masuk ke dalam ruang besi ini selama perampokan berlangsung.
Kemungkinan besar seorang perampok ingin mengambil sesuatu...
- Dari kotak penyimpanan. - Astaga. Bagaimana bila itu benar?
Mari kita mencari tahu.
- Tidak mungkin. - Benarkah?
Kotak penyimpanan properti sah dari individu yang menyewanya.
Kami bahkan tak memiliki kuncinya. Hanya pemiliknya yang punya.
Hanya pemiliknya yang punya.
Kau tidak mungkin punya daftar nama para pemiliknya, 'kan?
- Kami temui kecocokan. - Selamat pagi juga untukmu.
Tersangka mendatangi Pasific Bank of Modesto...
Dan Fresno Savings and Loan, seminggu sebelum dirampok.
Dia masuk, mempelajari tempatnya, dan pergi tanpa melakukan transaksi.
Kurasa kami sudah temukan tersangkanya.
- Omong-omong, namanya. - Selamat.
- Aku juga. - Benarkah?
- Kapan? - Kapan kau mengetahuinya?
- Sekitar sejam yang lalu. - Baiklah kalau begitu.
Aku mengetahuinya dua jam lalu, kurasa aku memenangi taruhannya.
Baiklah. Siapa namanya?
Aku tidak akan termakan tipuan lama itu, Grace.
Tuliskan di secarik kertas agar aku tahu kau tidak berbohong.
John Hutten.
- Bagaimana kau melakukannya? - Bagaimana aku melakukannya?
Apa itu penting? Aku melakukannya.
Rigsby, kita temukan alamat tempat kerja tersangka. Ayo!
- Ya. - Omong-omong, Grace.
Ada restoran Thailand lezat di Jalan 6th.
Mereka menyediakan Tom Kha Gai yang lezat.
"Perusahaan Kargo Stockton"
Tn. Hutten?
John Hutten!
Letakkan! Biar kulihat tanganmu!
Aku Agen Lisbon dari CBI. Aku hanya ingin sedikit bertanya.
Agen Lisbon, katamu?
Senang bertemu denganmu.
John William Hutten.
Kau dua kali ditangkap atas perampokan kendaraan bermotor.
Kau dipenjara 18 bulan di Folsom.
Di sinilah kau. Tersangka perampokan dan pembunuhan.
Apakah akan ada tuduhan nantinya, Detektif?
Di mana kau kemarin siang?
Rumah, sedang sakit.
Apa ada orang yang bisa memastikan itu?
Tidak, karena aku berada di rumah dan sedang sakit.
Kau tertangkap kamera berada di empat bank di Central Valley.
Semua bank itu dirampok, seminggu setelah kaudatangi.
Yang merupakan bukti untuk apa?
Kurasa itu merupakan bukti bahwa klienmu merencanakan...
- Perampokan bersenjata. - Maka tuntut dia.
Dan kita dengar pendapat para juri.
Apa yang kaulakukan di semua bank tersebut?
Waktunya sempit. Aku sedang berburu...
Bunga suku bunga bersaing di rekening pasar uang.
Sejauh ini, tindakanmu cerdas.
Menggelapkan kamera pengawas, langsung menuju ruang besi.
Tapi kali ini kau mengacau hingga seseorang akhirnya tewas.
Mungkin perampokan di bank itu terlalu besar bagimu.
Atau pembunuhan itu memang bagian dari rencana.
Aku tidak merampok Bank Umum Sacramento.
Aku tidak merampok bank mana pun.
Tapi bila memang kulakukan, tentu aku tak perlu membunuh seseorang.
Itu benar-benar ceroboh.
Aku pernah bersinggungan dengan hukum.
Tapi aku belajar sesuatu dari semua itu.
Seperti fakta bahwa...
Kau tak bisa gunakan masa laluku untuk dibawa ke persidangan.
Dan apa pun perkataanmu di dalam ruangan kecil ini...
Kau tidak punya bukti terhadapku.
Jadi, kecuali ada hal lainnya, Agen Lisbon...
Kurasa aku harus kembali bekerja.
Kami akan keluar sendiri.
Halo.
Patrick Jane. Aku sedang usut kasus perampokan atau pembunuhan itu.
Kami telah bicara dengan Agen Lisbon.
Ya, aku tahu. Aku melihat semuanya.
Untuk bahan acuan nantinya, cermin besar itu sebenarnya...
Sebuah jendela.
- Apa maumu? - Kulihat kau seorang profesional...
Tapi Agen Lisbon benar.
Perampokan terakhir ini memutus pola sebelumnya.
Maksudku bukan hanya karena ada yang terbunuh.
Aku berbicara tentang keseluruhan perampokan itu.
Bagaimana maksudnya?
Ketiga perampokan lainnya cukup sederhana.
Bank lokal yang kecil, keamanan yang tidak ketat.
Itu mudah, tapi Bank Sacramento target yang lebih besar.
- Jauh lebih besar. - Tn. Jane, kami telah menjawabnya.
Pasti ada hal yang memberimu sedikit kepercayaan diri lebih...
Agar berhasil melakukannya.
- Apakah hal itu? - John.
Jangan katakan apa pun.
Kau memiliki orang dalam.
Ya. Tentu saja.
Harusnya kusadari. Aku pernah memakainya di aksi panggung.
Aksi panggung, ya?
Biar kutebak. Memahat balon?
Membaca gerak-gerik binatang? Hanya itu.
John adalah pekerja yang baik.
Datang tepat waktu. Selalu menjaga mulutnya.
Apa dia bergaul dengan para pekerja lain?
Tidak sejauh yang kuperhatikan. Dia sering menyendiri.
Apa sikapnya aneh akhir-akhir ini?
- Sikap yang tidak wajar? - Seperti datang memakai gaun?
Tidak, tak ada seperti itu.
Bisa pastikan atau tidak kalau Hutten bekerja di tanggal ini?
Aku tidak bisa membantu kalian.
Semua ini berasal dari sebelum John bekerja di sini.
Tapi beberapa hari terakhir, Hutten meminta izin sakit?
Ya, dia bilang menderita semacam gangguan, tidak bisa bangun.
- Kau memercayainya? - Tentu, kenapa tidak?
- Sudah banyak yang begitu. - Apa maksud ucapanmu?
Dua pekerjaku lainnya menderita hal sama.
Arroyo bersaudara. Jorge, Cesar.
Kami butuh alamat rumah mereka.
"Kediaman Ernie Wright"
Kapan kaudapatkan kembali sepatumu?
Sepatu ini tidak begitu buruk, 'kan?
Apa kau yakin ini tempat yang tepat untuk melakukannya?
Orang dalam milik Hutten bekerja di bank. Dan tampaknya...
Semua yang bekerja di bank hadir di sini. Aku segera kembali.
Jane, tunggu.
- Halo. - Halo.
Apakah kau teman dari cucuku?
Sempurna. Senang kalian semua di sini.
- Cepat. Apa warna kesukaanmu? - Apa?
- Kesukaanmu. Merah, hijau, biru? - Biru.
Siapa pegawaimu yang paling tak bisa dipercaya?
Apa? Tak satu pun.
- Kau. Siapa namamu? - Casey.
Casey. Kau bekerja di bank, tapi keuangan pribadimu berantakan.
- Itu tidak benar. - Tas tangan itu? Dengan gajimu?
Tentu itu pemberian. Kau menggigit kukumu. Itu tanda kecemasan.
Tapi orang secemas dirimu mungkin tidak berani lakukan kejahatan itu.
Kejahatan? Kejahatan apa?
Kau tidak suka pada Ernie, bukan? Kau merasa terancam olehnya.
- Siapa yang bilang itu padamu? - Kau, baru saja.
Tentu tidak cukup cerdas untuk lakukan perampokan.
- Apa katamu tadi? - Kau mendengarnya.
Saat kutanya manajermu, siapa yang paling tak bisa dipercaya...
Matanya dengan cepat tertuju padamu.
- Tidak benar. - Ulangi perkataanku.
- "Aku orang dalam itu." - Tidak akan pernah.
Seperti dugaanku. Juga bukan kau.
Tunggu. Ada orang dalam?
- Siapa namamu? - Tai.
Tai. Senang bertemu denganmu.
Kita pernah bertemu?
Apa kau membantu merampok Bank Sacramento?
- Tidak! - Kau yakin?
- Ya. Tidak! Lepaskan! - Ya?
Ini sungguh tidak pantas.
- Tolong hormati Ernie. - Ernie?
Ya. Ernie. Benar sekali.
Aku minta maaf.
Saat itu tahun 1982?
- Ya. - Jane!
- Jane, kau mau ke mana? - Aku harus periksa sesuatu.
- Aku segera kembali. - Tidak.
Mungkin kau harus menjawabnya.
- Itu sangat penting. - Dasar kau, Jane!
- Halo? - Hei, Bos.
Kami memeriksa apartemen Arroyo Bersaudara. Tempatnya kosong.
Menurut manajer gedung, mereka pergi larut malam tadi.
- Mereka bilang akan ke mana? - Tidak ada alamat jelas...
Tapi mereka bilang ke manajernya, ke Meksiko mengunjungi keluarga.
Kami juga melacak mobil yang digunakan untuk perampokan.
Mobilnya hangus terbakar.
Tampaknya kita tidak akan mendapatkan apa pun dari mobilnya.
Baiklah. Minta petugas bea cukai menghadang Arroyo bersaudara.
Bila ke Meksiko, mungkin bisa kita tangkap sebelum lewati perbatasan.
Baiklah.
Lisbon. Aku menemukan sesuatu.
Kau tidak akan percaya siapa yang bekerja untuk perampok bank itu.
Ernie Wright.
Mungkin tidak perlu dibahas di sini.
Kami turut prihatin atas kehilanganmu.
Tidak mungkin Ernie bisa melakukan hal seperti ini. Tidak akan mungkin.
Kami temukan satu tiket perjalanan ke Brasil atas nama Ernie.
Tidak.
Tidak. Itu janggal.
Ernie?
Merampok bank? Dia bukan tipe seperti itu.
Memang dia tipe seperti itu.
Menilai dari beberapa foto di sini...
Kurasa Ernie menjadi seseorang yang berbeda.
Berat badannya turun. Dia mulai berpakaian rapi.
Perubahan luar yang berhasil baik kadang dibarengi dengan...
Perubahan di dalam diri yang bahkan lebih besar.
Dia mencoba membuat dirinya jadi lebih baik.
Kenapa? Karena dirimu?
Tentu saja aku menyemangatinya. Aku mencintainya.
Ernie hanya seorang kasir bank saat kami bertemu.
Dia masih tinggal di rumah.
Pemalu, tidak punya pengalaman dengan wanita?
- Ya. - Lalu apa yang berubah?
Dia menyelesaikan kuliah sarjananya.
Dipromosikan menjadi asisten manajer dan membeli rumah ini.
Dan kau selalu berada di sampingnya.
Pasti kau melihat hal yang sangat istimewa pada Ernie.
Ya. Aku melihatnya sebagai pria yang manis.
Dia juga pria yang sangat baik.
Dia tidak akan mungkin melakukan hal seperti ini.
Tidak mungkin.
Di mana kau tumbuh besar?
Bagian Utara New York.
Sebuah kota bernama Newburgh.
- Dan kalian berdua? - Chicago.
Di sini, di Sacramento. Kenapa?
Tak ada alasan.
Jadi, bila kita membuktikan kaitan antara Hutten...
Dengan Ernie, kita buktikan Hutten bersalah.
Tapi kaitan itu tentu sudah muncul. Bagaimana Hutten mengenal Ernie?
- Mencari informasi. - Apa?
Hutten merupakan profesional yang cermat dan teliti.
Dia tak akan gunakan orang dalam yang bisa dikaitkan dengannya.
Jadi, dia meneliti para staf di bank itu.
Mencari informasi. Sangat mudah dilakukan saat ini.
Dia terus mencari hingga menemukan seseorang dengan mental goyah...
Dan hasrat untuk mengubah hidupnya. Ernie.
Ini sudah larut malam. Kenapa kau masih di sini?
Coba mencari kaitan antara Hutten dan Ernie Wright.
Aku telah memeriksa akun surel milik Ernie.
Pesan singkat dan rekaman telepon miliknya.
Tidak ada apa pun. Sejauh ini, tidak ada tanda komunikasi antara mereka.
Aku turut prihatin mendengarnya. Dengar...
Manajer bank harusnya mengirimkan daftar pemilik kotak penyimpanan.
- Benar. Ada di meja kerjaku. - Terima kasih banyak.
Bodohnya aku. Aku hampir lupa.
Aku sungguh mengidamkan makanan Italia akhir-akhir ini.
Bagaimana bila kita memesan Linguine untuk makan siang besok?
- Ya? - Ya, baiklah.
Sampai nanti.
Jane.
- Jane, bangun. - Ya.
- Pukul berapa sekarang? - Pukul 08.00.
- Kita harus bergegas. - Ke mana?
Kujelaskan semuanya di mobil.
Tidak. Tolong jelaskan sekarang.
Aku suka saat kau bersikap memerintahku.
- Bicaralah. Ke mana tujuan kita? - Menangkap pembunuh Ernie.
Bagaimana caranya? Kita tak dapat apa pun dari Hutten.
- Hutten tidak membunuh Ernie. - Tidak?
Dia memang merampok bank itu, tapi dia berkata jujur...
Saat mengatakan tidak perlu menembak siapa pun.
Apa alasan dia melakukannya? Itu ceroboh, bukan gayanya.
Jane, aku butuh lebih dari itu.
Kau ingat ruang penyimpanan besi itu terbuka selama perampokan terjadi?
Aku hanya menganggap ada yang ambil sesuatu di sana...
Tapi aku menduga sebaliknya. Mereka tak mengambil apa pun.
- Mereka menaruh sesuatu di sana. - Apa?
Kau sungguh ingin kuberi tahu? Itu tidak akan mengejutkan lagi.
- Ya. Aku tidak suka kejutan. - Kalau begitu, tiga tebakan.
Kuberi kau petunjuk.
Bukan binatang atau sayuran.
Kau tahu kita tak bisa membuka kotak penyimpanan tanpa surat perintah.
Bisa bila mendapatkan izin dari pemiliknya.
Kami tutup selama setengah jam. Apa semua baik-baik saja?
Ya. Kami hanya ingin bertanya dengan para pegawai. Tak akan lama.
Bisa kau suruh semua yang ada di sini...
Saat terjadi perampokan untuk berkumpul di ruang penyimpanan besi?
- Termasuk dirimu. - Ya, tentu saja.
- Apa ada petunjuk di kasusnya? - Lihat saja nanti.
Apa maksud semua ini?
Aku kumpulkan kalian di sini untuk menangkap pembunuh Ernie.
Bagaimana cara kita menangkap perampok bank itu?
Perampok bank itu tidak membunuh Ernie.
- Lalu siapa pelakunya? - Salah satu dari kalian.
- Apa? - Kurasa tidak begitu, Bung.
- Aku tidak akan melukai Ernie. - Tidak perlu ada keberatan.
Salah satu dari kalian menembak Ernie dalam perampokan itu...
Dan sembunyikan pistolnya di kotak penyimpanan.
Aku sangat yakin itu.
- Tapi... - Benar sekali, Doug.
Berarti pembunuhnya telah lama merencanakan pembunuhan itu.
Jadi salah satu dari kalian, yang akan segera kukenali...
Adalah pengatur rencana berdarah dingin.
Pertama-tama, apa ada yang merasa harus segera undur diri...
Silakan saja. Silakan pergi, tapi ketahuilah...
Kami akan menganggap dia sebagai pembunuhnya.
Armin, maukah kau membuka pintu ruang penyimpanan besi ini?
Terima kasih.
Sebelum kita mulai...
Agen Lisbon ingin menyampaikan sesuatu. Agen Lisbon.
Aku telah diberi wewenang oleh kantor jaksa wilayah...
Untuk menawarkan permohonan kesepakatan pada pembunuh Ernie.
Sepuluh tahun penjara bila kalian bekerja sama saat ini...
Dan membuka kotak penyimpanannya.
Sepuluh tahun? Itu tawaran yang dermawan.
Yang perlu kalian lakukan hanyalah...
Membuka kotaknya sebelum aku terpaksa membukanya.
Seperti dugaanku.
Di sini.
Tentu ada di sekitar sini.
- Kau yakin? - Yakin sekali.
Tawarannya kini 15 tahun.
Ini tidak masuk akal.
- Jangan permainkan nyawa seseorang. - Armin.
Kami adalah hukum. Kami bisa lakukan sesukanya.
Ada yang bersedia menerimanya?
Baiklah kalau begitu.
Kurasa bukan di sini.
Ya. Ada di sekitar kelompok ini.
Tawarannya kini 20 tahun.
Dua puluh tahun. Sekarang juga. Itu tawarannya.
Kesempatan terakhir melihat kebebasan di hidup kalian.
Kalian hanya butuh kunci kecil yang muat di lubang kunci kecil.
Silakan memutuskan sendiri.
Aku merasa yakin...
Ada di antara ketiga kotak di sini.
Mulai dari nomor lima.
Stephens, Hudson, Keene.
Stephens, Hudson, Keene.
Dua puluh lima tahun.
Bila kami terpaksa membuka kotaknya, kesepakatan batal.
Kalian hadapi tuntutan pembunuhan tingkat satu dan jaksa wilayah...
Akan bersikeras menuntut hukuman mati.
Bila beruntung, mungkin hukuman seumur hidup.
- Baiklah, Jane. Yang mana? - Ya.
Ya. Stephens...
Tidak.
Keene? Tidak, kurasa bukan.
- Mungkin Hudson. - Tunggu.
- Nancy? - Sudah kuduga.
Astaga! Dasar wanita laknat!
Tidak perlu begitu. Mari lihat apa kuncinya cocok.
Nancy Sterling, kau ditahan atas pembunuhan terhadap Ernie Wright.
Berbalik. Letakkan tanganmu ke belakang.
Saat bertemu Ernie, dia seorang pecundang.
Gemuk, jenuh dengan pekerjaan, tinggal bersama orang tuanya.
- Kau membantunya berubah? - Membantunya?
Aku membuat dia menjadi sosoknya sekarang.
Aku membiayai saat dia kembali kuliah.
Mencarikan rumah untuknya. Aku membantunya dipromosikan.
Bagaimana balasannya padaku?
Dia benar-benar sudah tidak tertarik padaku.
- Kau membencinya karena itu. - Benar sekali.
Aku menduganya berselingkuh.
Dia menjadi lebih tampan, tubuhnya lebih berotot.
Jangan kira aku tidak perhatikan kalau wanita lain memandanginya.
Kau harus melihat Ernie. Dia menyukai itu.
Apakah itu saat kau mulai memata-matainya?
Aku memeriksa ponselnya, surel miliknya.
Suatu waktu, aku membuntutinya ke salah satu warung internet.
Curang sekali.
- Dia gunakan akun surel rahasia. - Yang kau retas.
Saat kutemukan surelnya.
Maksudmu percakapan antara Ernie dan John Hutten, benar?
Lebih tepatnya, rincian bertahap cara mereka akan merampok bank itu.
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Tapi kemudian kutemukan tiket ke Brasil itu.
Ernie berniat meninggalkanku.
Diriku. Setelah semua yang telah kulakukan untuknya.
Kurasa tidak bisa.
Aku menyimpan rincian perampokan itu.
Aku tahu persis di mana posisi masing-masing perampok itu.
Dan kapan mereka akan berada di sana.
Maka, aku bersembunyi.
Aku menunggu para perampok itu pergi.
Kemudian masuk ke ruang penyimpanan besi itu.
Ernie sama sekali tak menduganya.
- Aku menyimpan cincinnya. - Apa yang kau...
Kau harus melihat ekspresi wajahnya.
Semua berjalan mulus.
Kecuali untuk satu hal.
Aku biarkan pintu ruang penyimpanan terbuka.
Saat berniat untuk kembali dan menutupnya...
Sudah terlambat.
Kau bisa saja menelepon polisi dan melaporkan Ernie.
Aku sudah memikirkan itu. Sungguh.
Tapi Ernie berniat meninggalkanku.
Aku sudah merencanakan pernikahan kami...
Tapi dia berniat menghilang begitu saja selamanya.
Dia pantas mendapat balasan atas perbuatannya.
Ini bisa dikenai tuduhan menganggu ketenangan, Agen Lisbon.
Sudah kubilang padanya ini tak akan lama.
"Aku akan tiba tepat di hari Selasa, pukul 12.00."
"Kau akan berada di lobi."
"Aku akan bawa kau ke tempat kau membuka ruang penyimpanan."
"Kau akan membantu memasukkan uang ke dalam tas besar."
"Dan kau akan ditinggalkan."
Tunangan Ernie memata-matai dirinya.
SMS, telepon. Dia bahkan temukan akun surel rahasia yang dipakainya.
Bahkan, dia menyimpan setiap surel yang kau kirim pada Ernie.
Kau siap membicarakan tentang kesepakatannya?
Bukan Hutten pembunuhnya. Jadi, pasti ada orang lain di bank itu...
Tapi kenapa Nancy?
Siapa pun pembunuh Ernie harus sudah tahu tentang perampokan itu.
Nancy patut dicurigai.
- Dia juga penyuka semua tipe. - Apa?
Kau tahu tipe seperti itu.
Mereka pacari yang lebih buruk agar bisa berkuasa penuh atas pasangan.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Dia memiliki lebih dari setengah tempat...
Di lemari pakaian milik Ernie. Dia bahkan tidak tinggal di sana...
Dan memiliki lebih dari setengah tempat di lemari pakaiannya?
Bagaimana kau tahu yang mana kotak penyimpanan milik Nancy?
Aku menggali informasi darinya.
Aku memiliki daftar nama pemiliknya dan berkas para pegawai bank.
Aku yakin salah satu nama itu adalah nama samaran Nancy.
Hudson?
Tidak pernah ada yang berpikir terlalu jauh saat buat nama palsu.
Nancy bilang dia tumbuh di kota kecil di bagian Utara New York.
- Newburgh. - Di Sungai Hudson.
Di Sungai Hudson.
Kau tahu, sepatu ini sebenarnya cukup nyaman.
Aku mulai menyukainya.
- Tidak bagiku. - Tidak?
Hei, Teresa. Senang kau bisa datang.
Ini kumpulan orang-orang terpandang.
- Andai kau memperingatkanku. - Tidak. Mereka orang yang santai.
Ayo. Aku akan memperkenalkanmu.
Teresa Lisbon, ini Jaksa Wilayah Don Wolcott.
- Direktur FBI, Charles Bailey. - Pak.
- Senator Eileen Dawkins. - Senator Negara Bagian.
Silakan duduk.
- Mau kuambilkan minum? - Bisa minta scotch dingin?
Tentu saja.
- Kurasa kau mengenalnya, 'kan? - Teresa.
Aku tak mengira kau suka berjudi.
Tidak disebut berjudi bila kau tahu akan menang.
Ada penantang serius di sini. Waspadalah.
- Silakan. - Terima kasih.
Lihatlah ini. Pekerjaan yang sangat bagus.
- Ya. - Terima kasih.
Baiklah. Ini.
Silakan.
Untuk biaya sewanya.
Terima kasih. Selamat malam, Tn. Jane.
- Selamat malam. - Selamat malam, Niko.
Aku akan pulang. Sampai jumpa besok.
Ya, besok. Kari, tentunya.
Aku ingin masakan India.
Katakan padaku. Bagaimana kau mengetahui namanya Hutten?
Itu membuatku penasaran.
Baiklah. Ambil pulpen dan kertas. Tuliskan sebuah nama, apa saja.
Wayne Rigsby.
Kau menebak?
Tidak. Walau itu nama yang tidak sulit ditebak.
Aku membaca gerakan pulpenmu.
- Jadi, kau curang? - Itu kata yang kasar.
Mungkin hanya sedikit.
Ini pendapatku tentang trik murahanmu itu.
Aku kurang paham kata pertama, tapi yang kedua pastinya, "kau".
Selamat malam.
Itu bukan sikap yang baik.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.