All language subtitles for The.Mentalist.S04E24.The.Crimson.Hat.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dia bertanya apa aku siap untuk berhenti.

- Jane tampak seperti apa bagimu? - Kurasa dia dalam masalah.

Astaga, kau menyiksa pria itu.

Aku memberi keadilan pada psikopat. Aku tak akan minta maaf.

Kau dipecat. Keluar dari sini sekarang.

Jangan lakukan hal gegabah dan kita bisa mencari cara.

- Kita akan memperbaiki ini. - Aku meragukannya.

Biarkan aku membantumu.

Enam Bulan Kemudian

Sam.

- Terima kasih. - Silakan.

- Sulap, ya? - Sulap?

Bisnis yang berat.

- Ya, tidak. Aku bukan pesulap. - Bukan?

Kau melakukan tipuan koin dan kau punya tatapan itu.

Tatapan apa?

Seolah kau menyembunyikan sesuatu.

Aku pernah melihatmu. Beberapa kali menghidangkan minuman padamu.

Ya, aku ingat. Lorelei, bukan?

- Apa kabar? Aku Patrick. - Patrick. Jadi kau bukan pesulap.

Bukan, aku seorang penipu. Aku mencuri dari orang-orang.

Kau mengatakannya begitu saja, "Aku mencuri dari orang-orang".

Seperti, "Aku menjual sepatu". Seolah itu bukan masalah besar.

Itu bukan masalah besar jika tahu apa yang kau lakukan.

Itu sangat mudah.

Itu masalah besar karena mencuri dari orang itu salah.

- Tak ada hal yang salah. - Sungguh? Kapan itu terjadi?

Ada legal atau ilegal...

Senang atau sedih, kaya atau miskin...

Hidup atau mati, tapi tak ada salah atau benar.

Sesuatu terjadi, itu saja. Satu hal setelah lainnya.

Tentu saja ada salah atau benar. Kau tahu itu.

Aku membunuh seorang pria tahun lalu.

Ternyata dia bukan pria yang ingin aku bunuh. Pria yang salah.

Kini saat aku ingat telah menembaknya hingga mati...

Hal itu masih terasa menyenangkan.

Ingatan bahagia kecil untuk dihargai, seperti Natal.

Kau hanya mencoba membuat aku terkejut, bukan?

Ya.

Kau tampak seperti jiwa yang bahagia, Lorelei. Kau bahagia?

- Ya, aku bahagia. - Itu bagus. Apa rahasiamu?

- Iman. - Ya.

Ya, aku pernah mendengarnya.

Patrick, ini menyenangkan.

Aku sudah mencarimu. Apa kabar? Apa semua baik-baik saja?

- Apa kabarmu, Oscar? - Baik. Bagaimana kabarmu?

- Baik. Ini Lorelei. - Lorelei.

Apa yang kalian minum? Aku mau yang sama dengan teman-temanku...

Cognac untukku.

Pria luar biasa ini...

Pria ini bisa meraih di balik selubung kematian. Apa kau tahu?

Tidak. Kami baru saja bertemu.

Apa kau pernah kehilangan seseorang?

Aku kehilangan ibuku saat berumur lima tahun.

Tapi pria ini, dia membuatku bicara padanya.

Dan aku sungguh merasakan keberadaannya.

Dia bilang dia menyayangiku. Dia selalu mengawasiku.

- Itu berkah dan kutukan. - Ya.

Aku memberi tahu ayahku semua tentang dirimu.

Betapa saat itu adalah pengalaman spiritual yang hebat.

10.000 dolar terbaik yang pernah aku habiskan.

Ayahku, dia bajingan pemabuk. Dia berkata...

"10.000 dolar? Persetan dengannya. Ambil uangmu kembali!"

Ternyata ibuku tak meninggal. Dia lari dengan instruktur aerobik.

Dia tinggal di San Juan, Puerto Rico.

Memiliki sebuah salon perawatan kuku.

Aku rasa itu menjelaskan kenapa dia begitu mudah dihubungi.

- Itu bagus, kau bisa tersenyum. - Masalahnya begini...

Aku akan memaafkanmu. Kembalikan uangku...

Mervin akan menghajarmu sedikit. Itu saja.

Apa kau keberatan jika aku...

Kembalikan uangku.

Ya. Tolong ambilkan korek apinya.

Aku tak memilikinya. Aku sudah menghabiskannya.

Baiklah.

Mervin akan mematahkan lengan dan kakimu.

Lalu saat kau berjalan lagi, kau berutang 50.000 dolar padaku.

Bos, biarkan aku...

Tangkap dia! Sudah kutangani. Cepat tangkap dia!

- Sial. - Itu dia.

Kau mau ke mana?

Merv.

- Polisi! Diam di tempat! - Baiklah.

Tetap di tempat.

- Aku tak melakukan apa pun! - Menghadap tembok!

Kau baik-baik saja?

Jadi kini Benjamin maju dengan bokong seperti penguin?

- Manis sekali, itu gila. - Ya.

Ada video di ponselku. Biar aku carikan untukmu.

- T. Apa kabar? Kawan-kawan. - Pat.

Ya Tuhan. Kenapa dia?

Tembakan senapan. Dari sekitar 15 centimeter.

Dia tak dikenali. Tak ada dompet, tato, perhiasan, wajah.

- Ada banyak darah. - Dia pasti dibunuh di sini.

Perampokan?

Tak ada jejak kaki. Tak ada apa-apa kecuali perkantoran di sekitar sini.

- Tempat ini sepi saat malam. - Dia pasti datang dengan kendaraan.

Ada jalur antar negara bagian satu blok dari sini.

Teman kita bisa saja datang dari Oregon.

Beri kami 20 menit dengannya, kau bisa masukkan ke kantong.

Tak perlu buru-buru. Aku sedih soal Jane. Sayang sekali.

- Sayang sekali atas apa? - Bahwa dia ditahan.

Aku dengar dari beberapa pria di Divisi Susila.

Dia ditangkap atas penyerangan, penipuan, narkoba...

Menolak penahanan. Di Vegas.

- Itu buruk. - Kita harus lakukan sesuatu.

Seperti apa?

Entahlah. Coba bicara padanya. Lihat apa dia butuh bantuan.

Sudah enam bulan sejak dia pergi. Mungkin dia sudah berubah.

- Tidak. - Tapi...

Aku sudah tawarkan semua bantuan padanya, dan dia selalu menolak.

Dia harus ingin berubah. Dia harus jatuh dan menyadarinya.

- Itu pelajaran penyembuhan, bukan? - Aku rasa begitu.

- Mungkin ini dasarnya. - Cukup rendah, Bos.

Saat butuh bantuan, dia akan minta pada kita.

Dia tahu di mana kita berada.

- Pat, senang bertemu denganmu. - Kau juga.

Ambilkan es untuk korban kita. Kurasa dia akan di sini sementara.

Baiklah. Sampai nanti.

Tanda tangani.

Kenapa aku dibebaskan? Aku tak membayar jaminan.

- Ada yang membayarkannya untukmu. - Siapa?

Aku tak punya informasinya.

Tebakanku Teresa Lisbon. Lisbon?

Aku tak punya informasinya.

Baiklah, kau tak punya informasinya. Kau bisa simpan itu.

Bos. Ada berita baik dan buruk.

Berita buruknya, sidik jari korban tak ada dalam sistem.

Jadi kita masih belum mendapat identitasnya.

- Tentu saja. - Berita baiknya...

Kepolisian Sacramento memiliki kasus pembunuhan...

Di Pacoima dan Third semalam.

Tersangka kabur, tapi mereka memiliki saksi mata...

Dan mereka menemukan senjata pembunuhnya.

Senapan yang digergaji.

Selongsong peluru yang lepas dibuat sama seperti bukti kita...

Dan Pacoima dan Third hanya 10 blok dari TKP.

Itu berita. Berita yang baik akan lebih baik dari itu.

Itu petunjuk.

Kau benar. Tadi kau bilang Kepolisian Sacramento?

- Siapa detektif yang menanganinya? - Aku tak yakin.

Seseorang dalam sif malam Kapten Rupert.

Kau benar. Itu petunjuk yang bagus. Dan aku perlu keluar dari sini.

Mari temui secara pribadi dan lihat apa yang mereka miliki.

- Kejutan. - Ya.

Lorrie, bukan?

Lorelei. Maaf, ini sebuah kesalahan.

Tidak. Lorelei, aku sangat senang melihatmu.

Aku hanya agak lambat hari ini. Ini pekan yang berat.

Ya, aku bisa membayangkannya.

Aku membawakan sup ayam untukmu.

- Untukku? - Ya.

Masuklah.

Maaf berantakan.

Bagaimana kau tahu alamatku?

Penjaminmu yang memberikannya padaku.

Bagaimana kau tahu siapa penjamin itu?

Apa kau ini sedang menginterogasiku?

Maaf, aku agak penasaran.

Aku tahu siapa dia karena aku yang memberikan uang jaminanmu.

Itu uang yang banyak. Aku akan membayarmu secepatnya.

Aku pikir kau pantas mendapatkannya.

Kenapa kau lakukan itu untukku?

Kau tampak seperti pria baik yang kehilangan jalan.

Aku bisa membantu, maka aku melakukannya.

Pada saat ini, ucapan terima kasih langsung akan bagus.

Terima kasih.

Ada banyak pria baik yang kehilangan jalan di luar sana.

Kau akan membuatku mengatakannya?

Aku pikir kita cukup cocok.

Aku merasa seperti ada hubungan yang aneh di antara kita.

Aku memercayai perasaanku.

Sial. Apa aku salah?

Tidak. Kau tak salah.

Baiklah, kalau begitu.

Aku harus memperingatkanmu, Lorelei...

Aku bukan tangkapan bagus seperti kau pikirkan dari kesan pertama.

Tak apa-apa. Aku juga begitu.

Departemen Kepolisian Sacramento

Bean, beri tahu mereka apa yang kau lihat.

Aku mengumpulkan kaleng di Third tepat di samping taman...

Di mana mereka menjual narkoba. Ada suara tembakan.

Lalu pria Latin tinggi muda berlari keluar dari taman...

Memegang senapan yang sudah digergaji.

Dia tersandung dan jatuh, menjatuhkan senapannya...

Lalu dia bangun dan kabur, meninggalkan senapannya.

Itu yang aku lihat.

Pria Latin muda tinggi itu. Apa kau melihatnya dengan saksama?

Aku mengingatnya dengan baik.

Ada bekas luka di wajahnya di sini...

Sedikit janggut, anting emas besar, seperti bajak laut.

Kaus hitam, jin, sepatu putih.

Ada sesuatu pada kausnya? Logo, angka?

- Aku rasa tidak. - Terima kasih, Bean.

Tutup matamu dan bayangkan dia.

Kini bayangkan dia menghampirimu.

Ada anjing kecil, di sebelah sini dari kausnya.

Bukan anjing yang manis. Seperti anjing yang menyeringai.

Seperti anjing bulldog atau serigala?

Serigala.

Serigala Abu-abu Grape Street memakai kaus hitam dengan serigala.

Terima kasih, Nn. Bean.

Ya, dia agak kurus, tapi anggotaku akan memeriksa Serigala Abu-abu...

Dan kami akan beri tahu kalian.

Kami bisa memeriksanya untukmu jika kau mau.

Unit geng CBI punya pusat data yang bagus.

Tak apa-apa, Nona-nona. Terima kasih.

Kami bahkan tak tahu apa ini senapan yang sama dengan kasus kalian.

- Mungkin bukan. - Baiklah, Rupe.

- Senang bertemu denganmu. - Ya.

Bicara pada unit geng, cari tahu apa yang diketahui tentang mereka.

- Baiklah. - Aku butuh waktu sendiri.

Kau bawa mobil. Aku akan jalan kaki.

Jalan kaki? Maksudku, baiklah.

Sampai jumpa.

Tendangan zebra menyelamatkan nyawanya.

Dia berhasil kabur.

Gigitan leher akhirnya menundukkan buruannya.

Kau baik-baik saja?

Selamat pagi.

Selamat pagi, Tukang Tidur.

Kau pasti telah tidur 12 jam.

Ya, kurasa aku lelah.

Aku harus pergi kerja. Aku memasak telur untukmu.

Bagaimana kau tahu aku suka telur?

Ini lezat. Terima kasih.

- Kita bersenang-senang, bukan? - Ya.

Mungkin kita bisa bertemu lagi.

Itu bukan tergantung padaku.

Kau tak bisa memutuskannya?

Tidak sama sekali Ini sangat menenangkan.

Aku tak mengerti.

Aku melakukan apa yang diperintahkan Red John padaku.

Apa?

Kebebasanmu? Malam kita bersama? Itu hadiah darinya.

Kau bisa melukaiku jika mau.

Tidak. Aku tak ingin melukaimu.

Aku sudah menyerah. Dia tahu itu.

- Apa yang dia inginkan dariku? - Dia tak menginginkan apa pun.

Setelah bertahun-tahun...

Dia datang menemuimu sebagai kawan lama, bukan musuh.

Dia berharap kau akan merasakan hal yang sama.

Seorang kawan.

Patrick, lihat dirimu.

Kau butuh kehidupan baru. Dia bisa memberikannya padamu.

- Kau harus pergi. - Dia menawarkan pertemanan.

Jika kau menolaknya, dia akan kecewa.

- Siapa pun akan begitu. - Keluar.

Kau tahu di mana bisa menemukanku.

- Grace, apa kau melihat Lisbon? - Dia sedang butuh waktu sendiri.

- Dia pergi ke mana? - Dia tak bilang.

Kita dapat petunjuk. Aku baru mendapat ini dari unit geng.

Kevin Cintron, alias Ungu.

Bergabung dengan Serigala Abu-abu Grape Street.

- Dia cocok dengan deskripsi saksi. - Kau tunjukkan fotonya pada saksi?

Aku melakukannya, dan kita harus melalui Bagian Pembunuhan...

Kepolisian Sacramento, dan mereka akan mengambil alih penahanan.

Dan kita butuh penahanan itu.

Pasti ada ribuan pria jahat dengan anting emas, janggut dan bekas luka.

Aku mendapat alamat dari kantor posnya.

Setelah membunuh dua orang, mungkin dia tak ada di situ.

Itu tempat yang baik untuk memulai, dan aku akan pergi.

Kalian ingin aku belikan donat saat aku pergi?

Ini Tuhan. Ada apa kali ini?

Kau mengejutkanku.

Aku merangkak dari pintu. Tapi itu layak.

- Apa yang kau lakukan di sini? - Senang melihatmu. Apa kabar?

Khawatir sekali, itu kabarku.

Dan kau muncul di sini seperti orang gila yang sedang bermain...

Menanyakanku apa kabar?

- Kau seharusnya malu. - Tetap tenang.

Sangat penting bahwa tak ada yang melihat kita bersama.

Kenapa tidak?

Aku memalsukan stres beratku.

Itu tipu daya untuk menjebak Red John.

Dasar berengsek.

- Kita sedang ada di gereja. - Tunggu...

Bagaimana caramu memalsukan stres berat?

Jika itu yang sungguh kau lakukan, karena itu cukup nyata bagiku...

Bagaimana itu menjebak Red John?

Apa yang Red John inginkan dariku?

Apa yang dia minta gadis kecil suruhannya katakan padaku?

- Apa kau menyerah? - Tepat sekali. Aku memang menyerah.

Aku menyerah. Aku membakar arsip Red John.

Aku panik di depan bos. Aku mengaku kalah dan jatuh dalam depresi berat.

Brilian. Kau lakukan bagian itu dengan hebat. Kini apa?

Kenapa dia tak membunuhku saja?

Karena itu terlalu mudah. Dia ingin mengubahku.

Dia ingin membuatku menjadi muridnya.

Maka aku mengakui kekalahan dan dia meraih untuk memulai percakapan.

- Itu hanya anggapan. Dia tak... - Dia sudah meraihku.

Dia mengirim pesan padaku.

Aku harus memulai hidup baru. Dan dia bisa membantuku.

Membantumu? Dia ingin membantumu?

- Ya. - Apa yang akan kau lakukan?

Aku akan terima tawarannya. Aku dalam banyak masalah.

- Aku memang butuh hidup baru. - Kau memang butuh.

Itu yang membuat leluconnya berhasil.

- Lalu apa? - Entahlah.

Aku akan biarkan dia memimpin. Di situ keindahannya.

Dia pikir aku ikan dan dia nelayan.

Kecuali dia melihat yang sebenarnya.

Aku berikan yang diinginkan hatinya. Dia akan melihat yang dia inginkan.

Atau tidak.

Aku sudah membodohimu, aku bisa membodohinya.

Kau sudah membodohiku. Bagus sekali.

Ya, maafkan aku.

Aku coba meneleponmu. Aku coba meneleponmu ratusan kali...

Memohon kau bicara padaku. Memohon kau mendapat bantuan.

Tak ada balasan. Tak ada kata, tak ada pesan.

- Maafkan aku. - Kau tahu?

Aku belum tidur. Aku telah...

Lupakan saja. Jangan pikirkan. Kau tahu, kau berengsek.

Rencanamu? Itu bodoh. Itu bahkan bukan sebuah rencana.

Tapi apa kau akan membantuku?

Apa yang harus kukatakan? Tidak? Ya Tuhan, kau menjijikkan.

Ambil ini. Ini aman.

Aku akan meneleponmu saat waktunya tiba.

Sementara ini, jangan menghubungiku.

Jangan biarkan siapa pun dari CBI menghubungiku.

Dan jangan katakan yang sebenarnya pada siapa pun. Tak seorang pun.

Aku tak percaya kau tak memberi tahu bahwa kau sedang lakukan ini.

Bahwa kau tak bisa memercayai rahasia seperti itu padaku?

Seharusnya kita menjadi rekan.

Tuhan tahu, aku senang kau kembali. Itu melegakan.

Tapi apa yang kau lakukan? Jelas sebuah pengkhianatan.

Ya Tuhan, aku benci padamu, Jane. Aku benci padamu!

Kami punya sidik jarimu pada senapan, Kevin.

Kami punya saksi mata yang melihatmu menembak Dashawn Willits...

Dengan senapan itu.

Aku tunjukkan senapan pada mereka karena aku coba menjualnya.

Si bodoh itu coba mengambil senapan dariku. Aku tak punya pilihan lain.

Tapi penembakan pertama, korban kulit putih di Lincoln Avenue?

Apa pria itu coba mencuri senapanmu juga?

Aku tak menyentuh pria itu, paham? Dia bunuh diri.

Demi Tuhan. Aku dan temanku, Manfredo...

Kami sedang berjalan di gang, mencari jendela terbuka, jujur saja.

Kami melihat pria ini duduk dekat tempat sampah.

Dia punya sepeda di sampingnya dan senapan yang digergaji.

Tepat saat kami mulai mendekat, gila jika dia tak meledakkan kepalanya.

Bunuh diri. Tidak main-main.

- Bagaimana kami tahu kau jujur? - Kau tak tahu. Hanya tahu apa itu.

Ayolah, Bung. Tanyakan Manfredo. Dia akan katakan hal yang sama.

Ya, pria itu menembak dirinya sendiri.

Dia membuatku takut.

Aku menginginkan senapannya, tapi Kevin mengambilnya.

Aku mendapat sepedanya. Fixie yang bagus.

- Di mana sepedanya, Manfredo? - Dicuri.

Aku tahu. Ironis, bukan?

Apa kau mengambil benda lain darinya?

Kami sudah mencarinya. Dia tak punya apa-apa.

Aku rasa dia berkata jujur.

Cintron mengakui pembunuhan kedua tanpa masalah.

Kenapa dia bohong tentang yang ini?

Tampaknya kita tak akan tahu siapa dia. Orang yang malang.

Lisbon, aku ingin bicara sebentar.

Apa itu kasus korban tak dikenal yang sedang kau kerjakan?

- Ya, Pak. Tampaknya bunuh diri. - Bagus sekali.

Kau mendapatkannya dari buku, bukan?

Aku ingin bicara padamu tentang Jane.

Sudah enam bulan sejak dia menghilang.

Kurasa ini saatnya untuk menjangkau. Itu hal yang manusiawi.

Lagi pula dia bagian dari keluarga CBI.

- Aku rasa ya, tapi... - Aku hanya ingin meneleponnya.

Lihat apa aku bisa membujuknya masuk rehab atau program psikiater.

Itu bisa membuat perbedaan besar pada vonisnya.

Dia bisa menjalani pelayanan komunitas.

Dia bisa kembali dan bekerja bagi kita.

Tuhan tahu kita membutuhkannya.

Tingkat penutupan ada pada titiknya sekarang. Rendah.

Ya, dan kami akan lakukan sebaik mungkin untuk memperbaikinya...

Tapi kurasa kami tak bisa membantu Jane.

Selain itu, dia sendiri yang menyebabkannya.

Aku rasa aku tak bisa bekerja dengannya lagi.

Aku butuh seseorang yang bisa aku andalkan.

Aku terkejut. Aku pikir kau ingin membantunya.

Aku ingin membantunya. Tapi tak seperti yang terlihat.

Aku hanya merasa Jane lebih baik sendiri saat ini.

Baiklah, itu hanya ide.

Aku sudah memikirkan tentang apa yang kau katakan mengenai temanmu.

Ya?

Katamu dia bisa membantuku memulai hidup baru.

Apa maksudnya itu?

Identitas baru, uang, tempat tinggal. Pekerjaan jika mau.

Dan apa yang kulakukan sebagai balasannya?

Menerima persahabatannya.

- Bukankah itu mudah? - Tentu.

Dia ingin bicara padamu terlebih dulu...

Memastikan kau sepaham dengannya. Jika kau tak keberatan.

Ya.

Kau harus bawakan hadiah padanya, untuk menunjukkan rasa hormat.

Hadiah seperti apa?

Jasad Teresa Lisbon akan jadi hadiah yang sempurna.

Itu aneh.

Apa yang kau katakan padaku?

Tak ada benar atau salah. Hanya hal-hal yang terjadi.

Tidak, pasti ada hal lain.

Aku tak bisa memikirkan hal lain yang bisa membuatnya senang.

Aku tak bisa melakukannya.

Aku paham. Kau belum sampai di sana.

Tapi lihat dari sudut pandangnya.

Bagaimana lagi dia tahu bahwa hatimu sungguh sudah berubah?

- Jane. - Jangan sekarang.

Aku senang melihat...

Jane.

Jane.

Senang melihat kalian semua.

- Apa kabar? - Kami baik-baik saja. Apa kabarmu?

Tak pernah sebaik ini.

- Jane? - Ternyata kau di sana.

Semoga berhasil, Teresa.

Aku menyayangimu.

Apa yang terjadi?

- Apa yang terjadi? - Patrick Jane.

Dia membawa Lisbon.

Apa dia...

Ya Tuhan. Wajahnya...

Siapa itu?

Dia Rigsby. Wayne Rigsby.

Periksa. Jangan sampai dia kabur dari lantai ini.

Kencangkan suaranya.

Dalam perubahan cerita yang mengerikan...

Setelah membunuh Agen Rigsby...

Ayah berusia 34 tahun dari seorang putra...

Tersangka Patrick Jane membawa Agen Teresa Lisbon...

Diperkirakan tewas. Dia membawa kabur Agen Teresa.

Pihak berwajib tak akan berspekulasi kenapa dia menginginkan jasadnya.

Taman Industri Henderson

Aku lapar. Aku akan membeli nachos di toko.

Kalian mau sesuatu? Piza, hot dog?

- Aku tak usah. - Aku juga. Rigsby...

Ya, aku tahu. Jangan telepon Sarah.

- Ini menyiksaku. Dia pasti panik. - Lihat sisi baiknya.

Pikirkan betapa bahagianya dia saat kau kembali dalam keadaan hidup.

Dari mana kau temukan tempat ini?

Pemiliknya berutang uang poker yang tak pernah dia kembalikan padaku.

Hal yang kau katakan sebelum menembakku.

Apa maksudmu?

Apa yang kukatakan? Aku agak bersemangat.

Astaga, aku juga. Aku pikir kita bisa ketahuan kapan pun.

Ini dia.

Aku bicara pada temanku. Dia ingin bertemu denganmu.

2369 Foxglove Parkway, barat daya Las Vegas.

Pergi ke sana pukul tiga hari ini, dan tunggu instruksi.

2369 Foxglove Parkway. Pukul tiga.

- Jangan lupakan hadiahnya. - Aku memilikinya di sini.

Jangan bawa semuanya. Kepalanya saja.

Baiklah.

Kau ingin berita baik atau berita buruk dulu?

Kau kehilangan dua agen terbaikmu.

- Aku turut menyesal. - Terima kasih.

Entah kenapa, aku tahu Jane keliru, tapi aku tak pernah menduga ini.

Ya, tak satu orang pun menduganya.

Kami tak menerima evaluasi apa pun yang indikasikan bahaya akan ini.

Pihak CBI tak bisa diandalkan.

Pertanyaan yang perlu diketahui, kenapa Jane melakukan ini?

Atas perintah Red John?

Jika memang begitu, kenapa sekarang? Kenapa Lisbon?

Aku sudah bicara dengan Lisbon, aku sarankan untuk membantu Jane...

Karena dia dalam masalah dan dengan tegas dia menolaknya.

Katanya, itu tak seperti yang terlihat.

- Apa maksudnya itu? - Entah. Aku tak tahu berpikir apa.

Kemungkinan besar daerah itu sedang dalam proses penyitaan.

Tak ada orang yang tinggal di sana. Sudah seperti kota hantu.

Tindakan cerdas dari Red John.

Sulit untuk memasang kamera pengintai sebelumnya.

- Ada gerakan akan picu perhatian. - Dia pasti curiga.

Tidak, dia hanya waspada.

- Dia terpancing, termakan umpan. - Kenapa kau begitu yakin?

Karena dia ingin dipercaya.

Kita melakukannya, jadi mari kita kerjakan.

Semua sudah paham rencananya? Kita akan segera bergerak.

Kawan-kawan, dengarkan.

Aku mau minta maaf karena telah menipu kalian.

Terserah.

Dan terima kasih telah membantuku sekarang.

- Kami membantu Bos. - Ya.

- Dia membantumu, kami membantunya. - Beri dia kesempatan.

Semangat, Tim.

A-12, Rigsby, W.

- Tak ada wajah. - Benar.

- Bisa jadi siapa saja. - Tertulis Rigsby, mustahil keliru.

- Kau punya alat pengukur? - Tentu.

Bill, aku mau kau cari tahu secepat mungkin...

Di mana lokasinya Kimbal Cho dan Grace Van Pelt.

Ya, sekarang juga. Tunggu sebentar.

Taruh itu pada ujung kepalanya.

Tingginya 180 cm. Dia bukanlah Wayne Rigsby.

Ya, cari tahu di mana mereka. Terima kasih.

Bill, aku mau surat penahan terhadap tiap anggota CIB, hidup atau mati.

"Bawa Sepeda Menuju Jalan Keston No. 5071, Bawa Lisbon"

Permainannya dimulai.

Lisbon, pasti sudah lama terakhir kau membonceng sepeda lelaki.

Itu romantis. Angin meniup rambutmu.

Kau sungguh pria yang sakit.

Nomor 5059...

Nomor 5065, 506...

Tak ada nomor 5071.

Tak ada apa-apa, hanya gurun. Tak ada siapa pun di sini.

Tunggu dulu.

Ada limusin hitam panjang.

Kami akan bergerak masuk. Kami akan tiba tiga menit.

- Hingga saat itu tiba, jaga dirimu. - Tunggu.

Mari kita pastikan dulu.

Orang bertubuh besar memiliki senjata.

Pacarnya Red John. Ini dia.

Kami segera masuk.

FBI, keluar dari mobil. Perlihatkan tangan kalian!

- FBI, jangan bergerak! - Kami agen CBI, jangan tembak!

- Kalian lakukan kesalahan besar. - Keluar, sekarang!

- Kami sedang di tengah operasi. - Taruh tanganmu di mobil.

Jangan bergerak!

Apa itu hadiahnya?

Red John ada di dalam?

Dia sangat menantikan bicara denganmu.

Patrick, ada pengharapan tinggi yang kekanakan mengenai dirimu...

Yang begitu menggemaskan.

Taruh itu di atas kap.

Jadi apa isinya? Bola? Kembang kol?

Melon, Honeydew, organik.

Menggemaskan.

Geledah dan pukul dia sedikit.

- Agen Darcy, kau tak mengerti. - Ini kesalahan.

Ya, aku tak mengerti.

Kau seharusnya sudah tewas. Kau juga. Ini sangat aneh.

Susan, aku memohon kepadamu. Dengarkan perkataanku.

Kematian palsu kami demi memancing Red John, dan itu berhasil.

Kini Jane sedang bersamanya dan hidupnya dalam bahaya besar.

Dia di Jalan Keston No. 5071.

Cukup, kita tak punya banyak waktu. Taruh dia pada kursi belakang.

Itu sakit.

Halo, Patrick.

Bagaimana kabarmu?

Kau selalu ramah, ya?

Kapan kau mengetahuinya?

Kau mengintaiku begitu lama. Kerja bagus.

Untungnya, aku punya teman baik di FBI.

Jadi, aku akan tahu begitu FBI mengetahuinya.

- Lidahmu kelu? - Tak ada yang ingin aku katakan.

Sungguh? Tak ada?

Pergi ke neraka tak perlu dikatakan. Ya, tidak ada.

Seperti yang kau ketahui, Patrick, tak ada yang namanya neraka.

Saat aku meninggal, aku tak akan dihukum.

Bagaimana jika kau berubah pikiran?

Bagaimana jika aku dan kau berteman?

Bayangkan kehidupan yang dapat kita bangun.

Itu adalah langkah yang besar, Patrick.

Keberadaan yang lebih mulia.

Seperti kataku, pergilah ke neraka.

Terserah kau saja.

Lorelei, potong dua jarinya. Kau pilih jarinya.

Lalu kita harus pergi.

Maafkan aku.

- FBI! - FBI! Keluar dari kendaraan!

Perlihatkan tanganmu! Cepat, keluar dari mobil!

Angkat tanganmu!

Berbalik dan menghadap mobil!

Hubungan telepon sudah terputus. Mohon tutup dan coba kembali.

Hubungan telepon sudah terputus. Mohon tutup dan coba kembali.

- Kau baik-baik saja? - Ya, aku tak apa-apa.

Tak pernah sebaik ini.

Aku senang sekali bertemu denganmu, Lorelei.

Akhirnya kami bisa berbicara dengan orang yang begitu mengenal Red John.

Senang bertemu denganmu juga. Aku banyak mendengar tentangmu.

Kami sepasang kekasih, dia dan aku.

Apa dia cerita itu kepadamu?

Tidak?

Kenapa, Kekasih? Kau malu terhadapku?

Apa kita berbuat sesuatu yang buruk?

Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi kau harus bicara pada kami.

Kau akan mengaku dan ceritakan semuanya soal Red John.

Kau akan bernyanyi bagai burung.

Tidak, Kekasih. Aku tak akan melakukannya.

Ya, kau akan melakukannya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.