Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
UNTUK SETIAP SATU ORANG, ADA 3 JUTA LABA-LABA.
MEREKA ADA DI 100% RUMAH KITA.
KITA TAK PERNAH BERJARAK LEBIH DARI SATU METER DARI SEEKOR LABA-LABA.
JIKA LABA-LABA MEMUTUSKAN UNTUK MEMAKAN MANUSIA...
DALAM SETAHUN, KITA SEMUA AKAN MATI.
TOLONG JANGAN PANIK, TAPI...
MUNGKIN ADA LABA-LABA DI BAWAH KURSI ANDA.
Streaming Gratis, FullHD di GFYMultimeDx
Uh.
Hei.
BERSIHKAN SALURAN AIR
CAT ULANG
PERBAIKI
BUANG
GANTI
JANGAN LUPA
George. Senang kau sudah kembali.
-Kau punya waktu? -Tentu.
Wah.
Dia monster.
Bawa dia pergi. Aku tak sanggup melihatnya.
Mereka lebih takut padamu daripada kau pada mereka.
Salah, tapi terima kasih.
Semua baik-baik saja?
Sepertinya aku tertular sesuatu di pesawat.
-Ya, bagaimana di... -Papua Nugini?
Luar biasa. Kami turun ke kawah yang belum pernah dijelajahi.
Kami menemukan delapan spesies katak baru dan miliaran serangga baru.
Dan si kecil ini.
Oh.
Ya Tuhan.
-Lucu sekali. -Iya, kan?
Aku dengar kau memainkan lagu baru.
Oh, maaf. Dindingnya tipis.
Tidak, lagunya bagus. Aku penggemarmu.
Oh, keren. Bertambah satu lagi. Sebentar lagi penggemarku dua digit.
Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.
Hidup itu soal mencapai tujuan.
Alam mengajariku bahwa hidup bukan soal mencapai tujuan.
Hidup itu soal bertahan hidup.
Kau kelihatan sakit sekali. Aku ke apotek sebentar.
Tidak. Aku cuma perlu tidur sampai sembuh.
Dan soal laba-laba raksasa itu... Tindakan yang heroik.
Kapan saja. Tinggal teriak.
-Sampai nanti. -Sampai nanti, George.
Sudah saatnya AC ini diganti.
Aku membayarmu untuk memperbaikinya.
Memperbaiki AC di luar kemampuanku.
Cari saja caranya di YouTube, ya?
Tunjukkan sedikit inisiatif. Buat aku terkejut.
Suhunya 36 derajat. Kalau sampai 40...
-Jangan sampai. -Oke, akan kuredupkan mataharinya.
Tugas-tugas yang lain sudah selesai?
-Aku meninggalkan catatan untukmu. -Ya. Sebagian besar.
"Sebagian besar."
Kau harus fokus.
Hadapi hari ini. Pekerjaan pengelola tak pernah berhenti.
Begitu juga panas ini. Parah sekali.
Bukan. Yang parah itu apartemen kosong ini. Hm?
Unit kosong itu seperti borok. Malah lebih buruk.
-Persetan denganmu, Rossmore. -Kalau aku sempat.
-Para penyewa marah. -Lalu? Persetan dengan mereka. Persetan denganmu!
Berhenti membiarkan orang memperlakukanmu seperti sampah.
Ambil kendali atas hidupmu sendiri.
Apa yang akan kau lakukan kalau kau benar-benar bebas memilih?
-Bunuh diri. -Lucunya.
Pakai lelucon itu, tapi jangan terlalu sering.
Kau tinggal gratis. Di ekonomi seperti ini, itu gila.
Gedung dengan lebih dari 20 unit wajib punya pengelola yang tinggal di lokasi.
-Selena, dengarkan aku. -Serena.
Tujuan hidupmu adalah okupansi penuh. Hm?
Tempat kumuh ini harus penuh dengan penyewa yang membayar.
Kita bisa menawarkan fasilitas tambahan,
seperti TV dan Wi-Fi gratis, atau pusat kebugaran.
Ya, ide bagus sekali.
Kita ubah apartemenmu jadi pusat kebugaran.
-Aku memang genius. -Hm?
Dengan begitu cuma ada 19 unit dan kita tak butuh pengelola di lokasi.
Jadi Anda memecat saya?
Astaga! Tidak.
Tidak. Tentu tidak. Kau terlalu murah untuk dipecat.
Kau cuma harus mencari tempat tinggal lain.
-Oke. Bisa kita bicarakan? -Bicara?
Bicara itu lemah.
Bicara itu pasif.
Berhentilah terlalu penurut, Selena.
Orang penurut tidak akan mewarisi dunia.
Orang penurut akan dilahap. Enak.
Sekarang lanjutkan kerja, dan aku akan pergi ke Aspen.
Aspen!
Hei, Nak.
Jangan lupa lebih sering tersenyum, ya?
Oh, sebelum lupa, sewa akan dinaikkan.
Gara-gara dewan kota sosialis itu, kita cuma boleh menaikkan tiga persen.
Kuberitahu, kota ini mencekik para pemilik properti.
Mereka menghancurkan kita.
INI BAU
Oh.
Akan kukirim ini ke pemilik gedung.
-Ya, silakan. -Benda itu jatuh begitu saja dari dinding.
-Semuanya mulai rusak. -Mungkin karena panas.
Ini kelalaian. Dan di bawah juga bocor.
Sudah masuk daftar kerjaku.
-Kau baru sehari di sini? -Tujuh hari.
Aku tinggal di bawahmu.
Kalau begitu kenapa masalah ini tak pernah dibereskan?
Hei.
-Apa itu? -Kau harus membacanya.
Aku cuma "membaca" buku audio.
Dari Pak Rossmore.
Bisa kecilkan volumenya...
Malah besarkan. Keren sekali.
-Tunggu, Nvidia jangan dijual. -Itu pemberitahuan kenaikan sewa.
Hai. Mau minum apa? Sebentar lagi waktunya minum anggur.
Untuk ibumu.
-Bukan salahku. -Dia sedang bersama temannya.
-Sewa naik. -Kau bercanda?
Hari yang melelahkan. Bagaimana kabarmu?
Aku tadi mencambuk seorang CEO yang berdandan seperti pudel,
dan yang terakhir punya fetish Morticia Addams.
Kau mau les musiknya di sini saja?
-Di sini. Bawa pizza. -Oke.
-Si Brengsek menaikkan sewa. -Abaikan saja.
Lady Lash tahu banyak hal.
Dia mau mengusirku.
Ini wajahku yang bilang, "Aku sama sekali tidak terkejut."
Aku sedang mengikuti saham produsen cip di Taiwan. Luar biasa.
George.
Kau di dalam? Ini aku, Serena.
KOSONG SEWAKAN
-Hei. -Hai.
Maaf. Kita tak boleh merokok karena ada bayi.
Tak apa. Aku ke sini karena akustiknya bagus.
-Bagaimana bayinya? -Dia baik-baik saja.
Tapi sangat melelahkan.
Aku bisa mendengarnya lewat AC. Dulu aku juga bayi yang rewel.
Ibuku memainkan lagu pengantar tidur untukku dengan gitar ini,
berharap aku akan tertidur.
"Musik akan menyelamatkanmu."
Ya. Semoga saja.
Aku akan meminjamnya dan memainkan sesuatu untuknya.
Hmm...
Sebenarnya gitar itu pantas ditaruh di atas bantalan beludru dalam etalase.
-Memang istimewa? -Ya.
Kalau gedung ini terbakar, apa cuma gitar itu yang akan kau selamatkan?
Ya, tentu.
Uh-oh. Itu tangisan paniknya.
Dia punya tangisan popok, tangisan lapar,
dan yang ini artinya, "Kau di mana sih?"
Persetan! Lobi ini perangkap maut! Sial!
-Kau baik-baik saja? -Apa aku terlihat baik-baik saja?
-Hmm, iya? -Kau harus mengepel ini.
-Oh tidak. Kau kena air? -Aku terpeleset.
-Akan kubereskan. -Ini tak boleh terjadi lagi.
-Hei. -Oh, sial.
Aku tak bermaksud mengagetkanmu.
Ada urusan mendadak dan aku... harus ke Vegas untuk bekerja.
Aku mau minta tolong agar kau sesekali mengecek Molly.
Dia bisa mengurus dirinya sendiri, tapi kakinya sedang digips.
Hubungi aku kalau ada masalah.
George?
George?
Kau di dalam?
Uh, bau apa ini...
George?
Sial.
Lagi-lagi omong kosong Covid ini.
Untung aku tak pernah berkontak dengannya.
Halo. Ya, saya ingin buat janji dengan Dr. Becker.
Ya, anehnya, ini sangat mendesak.
Hei. Sekarang bagaimana?
Bu, Anda harus menjaga jarak.
Penyakitnya tidak menular lewat udara. Ini hanya tindakan pengamanan.
Gedung ini sedang dikarantina.
Siapa pun yang merusak segel terancam hukuman satu tahun penjara.
Anda harus bersabar.
Apa? Saya tak boleh keluar?
Tidak sebelum jenazah itu selesai diperiksa.
-Anda tak bisa melakukan ini. -Di sini tertulis kami bisa.
Selama 48 jam ke depan, tak ada yang boleh masuk atau keluar.
Itu sebaiknya diperbaiki. Bisa membahayakan kesehatan.
Kunci semuanya.
-Ada apa? -Sudah terkunci?
Gedung ini sudah ditutup total.
-Apa? -Aku sudah pesan ramen.
-Seseorang meninggal. -Mengerikan sekali.
Terus aku makan apa sekarang?
Aku sudah baca aturannya.
Kalau kau kuliah hukum, kau pasti paham.
-Bro. -Polisi mengurung kita.
-Kita punya hak. -Hak. Benar, kan?
Dalam kondisi ini, hak-hak menurut Pasal 361 Undang-Undang
Kesehatan Masyarakat dapat ditangguhkan.
Hei! Uber-ku menunggu di luar!
Kita sedang dalam karantina pemerintah.
Semua jendela dan pintu harus tetap tertutup.
-Telepon pemilik gedung. -Dia di Aspen. Tidak menjawab.
Kita baru boleh keluar setelah mereka tahu apa yang membunuhnya.
-Seharusnya aku menginap di hotel. -Seperti apa kondisinya?
-Maksudmu? -Profesor Murung itu.
-Apa gejalanya? -Aku bukan dokter.
Jelas. Ada luka di tubuhnya?
Ada sesuatu di kulitnya?
-Dia kelihatan mati. -Seberapa mati?
Apa dia dibunuh?
-Overdosis? -Serangan jantung?
-Bunuh diri? -Kepalanya meledak?
Tubuhnya masih utuh?
Dia kelihatan seperti sudah lama mati dan membusuk.
-Penyakit. Sudah kuduga. -Apa?
Marburg. Cacar monyet, mungkin dari gigitan monyet.
-Sial. -Itu bisa sudah menyebar ke seluruh gedung.
-Kita bisa menghirupnya. -Itu tidak menular lewat udara.
Tetap saja, lebih aman kalau semua kembali ke apartemen masing-masing.
Benar.
Benar, kan?
Kau orang yang paling tidak cocok untuk pekerjaan ini, atau pekerjaan apa pun.
Kau membiarkan penutup ventilasi terbuka. Aku alergian.
Astaga.
Kalau bekerja di bidang pelayanan,
kau jadi sadar seberapa menyebalkannya manusia.
Aku sudah tak ingat kapan terakhir kali aku melakukan sesuatu dengan benar.
Menurutku lagu yang kau tulis itu indah.
Waktuku semakin habis.
Sheryl Crow baru berhasil di usia 32.
Blondie umur 34.
Semua orang akan mendapat kesempatan.
Kuncinya adalah meraihnya saat kesempatan itu datang.
-Dan ini bukan kesempatanku? -Oh, bukan. Sama sekali bukan.
Mmm.
Kau tahu harus mencariku di mana. Barnya buka 24 jam.
-Yo. -Yo.
-Kau tahu apa yang terjadi? -Aku sudah baca pengumumannya.
-Mau aku tetap di sini? -Kenapa?
Ibuku juga sering pergi.
Aku sering sendirian. Akan menyenangkan kalau dulu ada seseorang menemaniku.
-Kau sakit? -Tidak.
Sudah tes?
Kita bahkan belum tahu apa yang harus dites.
Kurasa lebih baik aku sendirian.
Sampai nanti. Maaf.
Ya, hubungi pusat penyakit menular.
Cari tahu apa yang terjadi di gedungku. Mereka tak memberi tahu kami apa pun.
Orang yang meninggal itu profesor di UCLA.
Dia baru pulang dari daerah wabah Ebola.
Mati kau, brengsek! Persetan!
Menjijikkan. Besar sekali monster ini.
Kau tak bisa membayangkan seberapa gemuk tubuhnya.
Ini IDC yang berbicara.
Hari ini bagaimana Anda menggunakan waktu Anda?
Laptopku butuh kartu grafis baru,
supaya aku bisa mengedit gambar para gadisku dengan benar.
Cara dia merender bibirnya benar-benar kacau.
-Kedengarannya rumit. -Kau tak akan paham.
Kami para wanita suka kalau pria menjelaskan sesuatu pada kami. Seksi sekali.
Aku tak peduli dengan apa yang kau suka.
-Ceritakan sesuatu. -Aku hafal lebih dari 7.000 buku.
"Alice in Wonderland", "All Quiet on the Western Front",
"Animal Farm", "Anne of Green Gables"...
Ceritakan kisah tentang kau dan teman-teman kuliahmu.
Kami melepas pakaian dan... Sial!
Cerita itu sudah kuceritakan seratus kali.
-Ada laba-laba. -Oh, oke. Ini baru.
Panas sekali.
Aku dan teman-teman kuliahku di rumah sambil minum-minum.
Kami bersenang-senang.
Kami menari dan mulai berkeringat.
Kami kepanasan. Kami mulai melepas pakaian.
Lalu kurasakan geli di kakiku. Aku mulai bergairah.
Ternyata seekor laba-laba. Aku menyukainya.
Jadi kubiarkan dia merayap naik di kakiku.
-Saat dia sampai di atas... -Diam!
Makan, makan, Ronaldo.
Kembali ke cerita teman-teman kuliahmu.
Yo, yo, yo! Apa kabar, semuanya?
Saatnya siaran seni keren Brad dari zona karantina.
Yo, karya ini akan dilelang.
Kita beralih ke mode malam.
Oh, ho, ho!
Presiden Zero-One. Dia menganggap Raja Inggris seorang tiran.
Tapi siapa yang justru punya 300 budak?
Paham maksudku? Paham maksudku?
Ayo!
Ya! Wuhu!
Bum, bum, bum!
Ya!
Ayo!
Ayo!
Wuhu!
Keren sekali.
Ini mahakarya atau bukan?
Oh, ho, ho! Keren banget.
Peace, semuanya. Silakan menawar.
Oh, karya hari ini penuh cinta ekstra.
Oh, ada penonton dari Spanyol.
Barcelona, Madrid. Ho, ho, ho.
Hablo poco en espaรฑol. Sรญ, claro.
KARYAMU MENGGERAKKANKU, BRO!!
Senang mendengarnya, Bro.
Seni adalah emosi.
Bagus.
Apa?
Ya Tuhan.
Apa...
Tidak!
Apa-apaan...
Hmm.
Bradley?
Oh...
Ya Tuhan.
Oh, sial.
Oh tidak.
Maaf, semua sambungan sedang sibuk.
Silakan coba lagi nanti.
Buka pintunya!
Buka pintunya! Aku mau bicara dengan seseorang.
"BUKAN VIRUS..."
BUKAN VIRUS LABA-LABA
Wi-Fi-mu mati?
Ya, aku sedang di tengah panggilan.
Telepon rumah dan ponsel juga tidak berfungsi.
Semua koneksi masuk dan keluar gedung mati. Apa artinya?
Mereka memutus komunikasi dengan dunia luar.
-Kenapa? -Keadaannya lebih buruk dari dugaan kita.
Apa-apaan dengan lampu ini?
Air masuk ke kotak sekring.
Hari sempurna lainnya di Paradiso Palms.
-Akan kuurus, tapi dengar. -Tidak, tunggu.
-Kau harus turun. -Kau terinfeksi.
-Ini bukan virus. -Apa?
Bukan virus yang membunuh George.
Itu laba-laba raksasa dan berbisa.
Aku melihat sendiri apa yang mereka lakukan pada Bradley.
-Kalau begitu kita tanya Bradley. -Dia sudah mati.
Seekor laba-laba merayap keluar dari matanya.
Tidak. Tidak, itu malah bagus.
Kalau begitu mereka harus membiarkan kita keluar, kan?
Polisi tak berbuat apa-apa. Kita hubungi IDC.
Telepon maupun Wi-Fi tidak berfungsi.
Makanya aku ke sini. Dia genius soal teknologi.
Bisa kau lakukan?
Tunggu. Aku menangkap satu.
Ronaldo. Jangan!
-Menjijikkan. -Sama seperti Bradley.
Laba-laba biasa tidak melakukan itu. Kelihatannya seperti serangan hiu.
Ini salahku. Aku membiarkan laba-laba itu masuk ke kamarnya.
Kalau kau menangkap satu di sini, berarti mereka ada di setiap lantai.
-Mereka ada di mana-mana. -Dia pergi ke mana?
Di sana.
-Ya Tuhan. Cepat sekali. -Itu tidak normal.
Untung binatang itu tak bisa memanjat kaca.
-Dia mencoba menyerangku. -Lalu kita harus bagaimana?
Oke, kita perlu rencana.
Pertama, kita harus memperingatkan semua penyewa.
Masing-masing ambil satu lantai. Ketuk semua pintu.
-Apa yang kau lakukan? -Buka pintunya.
Mereka tak akan mendengarkan seorang pengelola gedung.
-Oke, kita pakai tangga. -Kau ikut atau tidak?
Ada yang salah dengan listriknya. Ini tidak aman.
Aku akan selamat.
Ups.
-Bagus. -Lakukan sesuatu.
Aku sedang berusaha.
Cuma itu? Ini usaha terbaikmu?
Lampu darurat. Harusnya bertahan satu jam.
-Bagaimana dengan listrik? -Tetap di apartemenmu.
-Gelap di dalam. -Jauhi laba-laba.
Laba-laba?
Streaming Gratis, FullHD di GFYMultimeDx
Tolong!
Ayo.
Tolong!
Dia tuli atau bagaimana? Serena!
Tolong!
Ayo. Tolong!
Permisi, boleh aku lewat?
Oke.
Bradley, pria di unit 104, sudah mati.
Virusnya membunuh secepat itu?
Ini bukan virus. Ini laba-laba.
Berbisa, pemakan manusia, agresif, dan menjijikkan.
Dua koktail akan membuat semua ini terdengar jauh lebih masuk akal.
-Seberapa besar? -Tidak sebesar anjing.
Justru lebih menyeramkan karena kita tak tahu mereka bersembunyi di mana.
Mungkin di rambutmu, di bawah kursi. Di celana dalammu.
Ya Tuhan.
Entah tadi gempa kecil, atau ada sesuatu di dalam sana.
Dia penyewa yang paling mahal sewanya.
-Kau harus mengeluarkannya. -Dia tak bisa mendengarmu.
Dan mengeluarkannya melanggar aturan gedung.
Percayalah, dia menikmati setiap menit di dalam sana.
Ada apa itu?
-Itu tenda pembasmi rayap? -Mereka sedang menyegel gedung.
Menurutmu mereka sudah tahu?
Aku harus memperingatkan Molly.
Tunggu. Kau tak boleh pergi tanpa senjata.
-Bingo. -Bagus.
-Dan senter. -Terima kasih.
Sepertinya ini akan jadi malam tiga martini.
KAU CANTIK
Aku menjalani hidup terbaikku.
Semuanya indah.
Hidup mencintaiku.
Aku aman.
Aku terlindungi.
Saat aku berkata ya pada hidup,
hidup berkata ya padaku.
Aku menyambut masa depan.
Aku tidak takut.
Aku kuat.
Aku tak terkalahkan.
Molly.
Ini aku, Serena.
Molly?
Molly!
Di bawah sini!
Kurasa bukan virus yang membunuh pria itu.
-Bukan. Kau baik-baik saja? -Tidak. Kau?
-Tidak. Tapi semuanya akan baik-baik saja. -Kedengarannya tidak meyakinkan.
Aku menjalani hidup terbaikku.
Semuanya indah.
Hidup mencintaiku.
Aku aman.
Aku terlindungi.
Saat aku berkata ya pada hidup,
hidup berkata ya padaku.
Tenang...
diam saja, oke?
Sial.
-Sudah kosong! -Injak! Injak!
Oke. Oke.
Oke. Oke. Kita harus keluar dari sini.
Ayo, masuk ke kamar mandi.
-Cepat masuk! Ayo! -Mereka datang ke sini.
Ya Tuhan, banyak sekali.
Di sini mereka tak bisa menyerang kita.
-Kita aman. -Tidak, kita terjebak.
Ayo.
Tolong!
Menggedor pintu tak akan membantu.
Dan duduk menangis di sudut memangnya membantu?
Aku tidak menangis, oke?
Nanti juga. Kau memang tipe yang begitu.
Dengar.
Kita butuh rencana untuk keluar dari sini.
Ya. Ide bagus.
Ayo buat mind map sambil pesan matcha.
-Dilarang merokok. -Terima kasih infonya.
Kau akan memicu alarm asap.
Bagus. Biar pemadam kebakaran datang mengeluarkan kita.
Alarmnya mungkin sama rusaknya dengan yang lain.
Berapa lama sampai seseorang sadar kita terjebak di sini?
Tak lama.
Ibuku juga selalu bilang begitu.
Aku bertanya berapa lama dia akan pergi,
dan jawabannya, "Tak lama."
Tapi selalu lama.
Menjadi orang tua tunggal itu berat.
Kadang orang memang perlu keluar, perlu...
sendirian.
Jadi kau tidak membenci ibumu karena sering meninggalkanmu sendiri?
Memangnya dia punya pilihan apa?
Dia harus membayar tagihan.
Dia memberikan segalanya untukmu, seperti ibumu.
Dia yang memberimu gitar keren itu?
Ya.
Ayahnya memberikannya kepadanya.
Dan ayahnya lagi, Kakek Buyut Joe,
memenangkannya saat bermain poker pada 1937.
Katanya gitar itu membawa keberuntungan.
Aku masih menunggu buktinya.
Pasti nilainya mahal.
Ya, tapi kenangan tak bisa dibeli.
Di mana kau pernah memainkannya, siapa yang pernah memainkannya, siapa yang mendengar.
Setiap lagu meninggalkan jejak.
Kau menjadi bagian dari gitar itu,
dan gitar itu menjadi bagian darimu.
Mereka mengerikan.
Tenang, mereka tak bisa memanjat kaca.
Bagus.
Menurut aturan, lift pasti punya jalan keluar darurat.
Semacam palka. Benar, kan?
Ayo. Angkat aku.
-Apa? -Aku akan keluar lewat atas.
Oke.
Ya.
-Ada palka. Lebih tinggi. -Aku coba.
-Oke. -Bisa?
-Turunkan aku. Cepat! -Ah, sial. Sial.
Tutup! Cepat, tutup!
Mereka ada di panelnya.
Oh, sial.
Jangan sentuh aku.
Oh tidak.
Kita benar-benar kacau.
Tutup.
Mereka tepat di atas kita.
Tutup! Cepat tutup!
Sial.
Katamu mereka tak bisa.
Berdiri. Berdiri.
Berdiri.
Oh, sial. Lakukan sesuatu, Serena.
Tolong!
-Lakukan sesuatu. -Maaf!
-Tolong! Tolong kami! -Tolong! Tolong kami!
-Tolong kami! -Tolong!
Tolong!
-Tolong kami. -Maaf, Molly.
Jangan sentuh gel kuning itu.
Dari jenazahnya kami tahu ini bukan virus.
Tim di lokasi memastikan penyebabnya laba-laba mematikan.
Kami harus mengeluarkan kalian dari sini.
Ah, jangan sentuh itu!
Untuk membebaskan diri, kau harus merobek lapisan kulitmu.
Mulai hitung mundur.
-Kalian mau meracuni gedung ini? -Bom gas itu sangat korosif.
Kalau terhirup, kau akan mati.
Keluar dari gedung melalui pintu utama.
Timku sedang mendekontaminasi semuanya. Paham?
Tunggu, aku tidak mau pergi tanpamu.
-Tarik napas dalam-dalam. Oke? -Oke.
Semuanya akan baik-baik saja, oke? Percayalah padaku.
-Ya Tuhan. -Apa?
-Ada laba-laba di rambutnya. -Ya Tuhan!
-Di rambutnya. -Tenang.
-Jangan bergerak. -Kalian tunggu apa?
-Tolong. -Lakukan sesuatu sekarang!
-Tetap tenang. -Molly.
-Jangan sentuh. -Kalian tunggu apa?
-Tidak berhasil! -Ya Tuhan!
-Semuanya akan baik-baik saja. -Dia menggigitnya.
Kami bisa menetralisir racunnya.
Oke.
Ada paramedis di luar. Aku ikut denganmu.
Oke, bawa dia ke sini.
-Ada instruksi baru? -Senator sebentar lagi bicara.
Tidak! Tunggu!
Satu per satu.
Semua orang harus diperiksa.
Ada apa? Dia akan baik-baik saja?
Tidak mungkin.
Sial. Aku mengerti.
-Mereka menemukan laba-laba di tubuhnya. -Apa?
-Aku mulai hitung mundur. -Masih ada orang di dalam.
Seorang teknisi seharusnya mengevakuasi para penyintas, tapi kontak dengannya terputus.
Lantai paling atas sudah dikuasai laba-laba.
-Ayolah. -Kau bahkan tidak tahu pasti.
Kalau laba-laba itu keluar dan berkembang biak, semua orang terancam.
Aku harus memulai hitung mundur.
Ini kesempatanku.
Bu, Anda harus segera keluar.
Hei!
Sial.
Syukurlah kau masih hidup.
-Kita harus keluar dari sini. -Aku setuju sekali.
-Tunggu. Lepaskan pria malang itu. -Oh.
Oke.
Pertunjukannya selesai.
Oke.
Kalian berdua saling kenal?
Hei. Whoa, whoa, whoa.
Katamu mau...
Ya, Aspen. Sakit di pantat.
Hei.
Itu pelanggaran kepercayaan yang cukup besar.
-Laba-laba sedang membunuh para penyewamu. -Apa?
Pemerintah kota akan memenuhi gedung ini dengan gas beracun.
Aku tidak mengizinkan itu. Ini gedungku.
-Katakan itu pada laba-labanya. -Omong kosong apa ini?
-Aku butuh pemicunya. -Tidak sebelum semua orang aman.
-Siapa sih orang ini? -Kalian bertiga penghuni terakhir.
Jadi kita pergi sekarang. Aku akan mengeluarkan kalian.
Hei, hei, hei, Heisenberg.
Ayolah, Bung. Kau membuat para wanita takut.
Semua ini cuma gara-gara laba-laba?
Bukankah ini terlalu dibesar-besarkan? Hm?
Aku tidak takut laba-laba.
Itu konyol, kan?
Gigitan laba-laba itu
membunuh dalam satu menit, dan kematiannya sangat menyakitkan.
Lalu dagingmu mencair dan laba-labanya memakanmu.
Dan jumlahnya bukan satu. Ada ribuan.
-Ada pertanyaan lagi? -Ya.
Mana pakaian pelindungku?
Apa-apaan? Lepaskan!
-Berhenti! -Sial, lepaskan!
-Berikan padaku! -Lepaskan tanganku!
Uh! Dasar jalang!
Ayo pergi.
Ayo.
Sial.
Uh!
Itu dia! Itu dia! Bunuh mereka! Bunuh!
Kita harus menyelamatkannya!
Aku akan cari bantuan.
Sekarang aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana?
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Oke, oke. Hei.
Hei, tetap bernapas.
Kau bisa melihatku? Aku di sini. Aku di sini.
Persetan dengan bajingan itu. Aku ambil pakaiannya.
Dalam hidup, bukan soal bersikap baik dan punya teman.
Ini soal bertahan hidup.
Pikirkan semua keputusan buruk yang pernah kau buat.
Kau seperti saudara perempuan bagiku, Selena.
Lebih tepatnya saudara tiri.
Yang seksi, tapi mengecewakan.
Doakan aku.
Ooh.
Ayo. Kau bisa. Mereka tak bisa menggigitmu.
Kau sepenuhnya mengendalikan hidupmu.
Pikirkan tempat perlindunganmu, peti itu.
Zander...
Sial!
Apartemen kosong lagi.
Oh, persetan denganmu, Esther.
Oh tidak. Sial.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Oh tidak.
Ya!
Oh, sial!
Uh!
Oh, sial.
Sial. Berhenti. Berhenti.
Sst...
Kemari, dasar keparat.
Tanpa kaca, tanpa masker. Cuma aku.
Ayo tangkap aku.
Kau baik-baik saja?
Kami akan mengeluarkan kalian, oke? Kami akan mengeluarkan kalian.
Menyelamatkan bayi. Menyelamatkan dunia.
Akhirnya kau mendapat kesempatanmu.
Kasihan sekali.
Rossmore benar. Semua ini soal bertahan hidup.
-Dan penyembur api. -Hm.
-Paham? -Ya. Tidak ada racun.
-Syukurlah. -Cuma telur.
-Apa? -Dia bertelur di tenggorokanku.
Uh. Menjijikkan, ya?
Tapi semuanya sudah dikeluarkan. Dia baik-baik saja.
Dan kita tidak akan pernah membahasnya lagi. Sepakat?
Sepakat.
Ayo cari makanan di kafetaria.
Molly, mau makan sedikit?
Itu tidak lucu.
Streaming Gratis, FullHD di GFYMultimeDx
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.