Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERUSAHAAN SEKURITAS GYOMUM
Aku...
percaya padamu.
Karena ini aku,
aku bisa percaya padamu.
\Astaga.
\Tak mungkin. Ini gila.
\Astaga, aku sungguh tak percaya.
\PENALARAN DAN PENGETAHUAN DASAR
\10 FEBRUARI 2016, DI JALAN
\Kenapa? Kau bermimpi lagi?
PRIA ASING BERTUBUH TINGGI
Aroma apa ini?
\Cukup. Buka jendelamu agar udara segar masuk.
\Astaga, kamarmu seperti kandang babi.
AKU MENANGIS DAN MEMELUKNYA
Astaga, ini gila!
Apa maksudmu? Lihat sekelilingmu. Kamarmu sungguh seperti kandang babi.
Ibu bahkan tak bisa makan babi karena ingat padamu.
Bukan begitu, Bu. Di mimpiku, aku memeluk seorang pria asing.
Aku memeluknya. Ibu tahu
aku bukan wanita yang mendekati pria lebih dahulu.
Tentu saja ibu tahu.
Dengan penampilan seperti itu?
Sebaiknya kau sadar diri.
Apa Ibu sungguh ibu kandungku?
Bisakah kau membuat ibu tenang?
Ini, Ernest Hemingway.
Astaga.
Bagaimana penampilannya? Apa dia tampan?
Untuk apa dipikirkan?
Aku punya pacar.
Kau baru bertemu pacarmu dua kali sejak kencan buta.
Apa selanjutnya kau akan menikah?
Aku benci orang yang selingkuh,
jadi, jangan pernah membahas pria di mimpiku.
Dia akan datang meski kau menolak.
Kau tahu bahwa semua mimpimu menjadi kenyataan.
Itu tak benar!
Ibu dengar ada yang pindah. Rupanya hari ini.
Astaga. Kakak beradik yang tampan.
Apa mereka sungguh kakak beradik?
Cepat ambil.
Memberi tteok saat pindah rumah sudah kuno.
Ini tak kuno. Ini menunjukkan niat baikmu.
- Sial. - Cepat.
Dia orangnya.
Dia pria yang kupeluk di mimpiku.
Apa?
Halo, aku penghuni baru di seberang jalan.
Pergilah. Jangan datang tanpa pemberitahuan.
Kami tak menerima salam atau niat baik. Maaf.
Astaga, ada apa dengannya?
Hei, sudah kubilang aku tak mau.
- Kau tak tersenyum, 'kan? - Dasar...
Aku sudah tersenyum.
Aku tersenyum lebar seperti orang bodoh.
Benarkah?
Kenapa dia kasar sekali?
- Apa dia wanita? - Benar!
Kau harus pacaran dengannya. Kalian pasti cocok.
Dasar bedebah.
Sial.
- Hei. - Astaga.
Ibu, seharusnya Ibu bilang kalau mau pakai mobil.
Aku akan terlambat jika naik bus.
Ibu.
Pria itu di sini.
Pria di mimpiku.
Permisi. Apa kau bisa bergeser sedikit?
Aku tak boleh menyukainya.
- Permisi? - Sampai nanti.
Tenang.
Aku sama sekali tak tertarik padanya.
Kenapa dia duduk di sampingku?
Tiga kursi di kiri dan dua di kanan.
Kenapa dia memilih kursi di sampingku?
Apa dia berusaha mendekatiku?
Tidak, jangan berasumsi jika tak ingin mempermalukan diri sendiri.
Dia mengikutiku.
Berarti aku tak berasumsi atau berkhayal.
Dia mengikutiku lagi.
Jika aku tak waspada, tetangga akan jadi teman,
lalu teman akan menjadi pacar.
- Aku tak tertarik padamu. - Kalian bisa duduk.
Apa kau bilang?
- Hei. - Astaga.
Dia pasti merasa sedang didekati.
- Memalukan sekali. - Sungguh.
- Diamlah. - Dia pasti malu.
- Astaga. - Lihat dia.
Aku ikut malu.
Kau seharusnya naik dari seberang jalan.
Aku menuju halte terakhir.
Aku tahu. Apa aku tak boleh pergi ke sana?
- Kalian dengar itu? - Astaga.
Astaga, memalukan.
- Sangat memalukan. - Bagaimana perasaannya?
- Benar sekali. - Dia pasti malu.
Kami tak menerima salam atau niat baik. Maaf.
Suara itu...
Tunggu. Kau...
Itu suara yang kudengar melalui interkom. Kau wanita kasar itu!
Tak masalah. Jangan khawatir. Tadi bukan hal yang memalukan.
Kau baik-baik saja.
Kau sudah bertahan.
- Ibu. - Dasar...
Kurasa mimpiku akan jadi nyata.
Apa kau sudah jatuh cinta padanya?
Apa hatimu pintu otomatis?
Hatimu terbuka bahkan sebelum diketuk.
Seperti ini.
Bukan begitu. Pria itu tertarik padaku.
Bagaimana bisa?
Lalu untuk apa dia duduk di sampingku?
Kau bilang karena dia mengosongkan kursi.
Dia sangat ahli.
Dia sangat berbakat.
Ibu rasa kau tak paham tentang laki-laki.
Aku mau bayar.
Seporsi samgyeopsal dan sup kimchi.
Totalnya 17.000 won.
Baik. Tunggu sebentar.
- Ini uangnya. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Makanannya lezat.
Terima kasih.
Ada apa? Kau kenal pria itu?
Di mimpiku tiga bulan yang lalu,
aku melihat pria itu dengan plester di jarinya.
Saat itu bersalju. Begitu dia menyalakan korek gas untuk menyulut rokok,
dia terbakar.
Kapan? Di mana?
Aku tak tahu.
Dia melakukannya dengan tangan berplester.
Berarti tak lama lagi. Astaga.
Pak.
Pak, bisa kau serahkan korek dan rokokmu?
- Kenapa? - Merokok
buruk bagi kesehatan. Kanker...
Kenapa kau peduli? Ini bukan urusanmu.
Pergi. Minggir.
Pak, kau akan mati jika merokok.
Ada apa dengan kalian? Apa kalian gila?
Enyahlah. Jangan halangi aku!
Astaga...
Yang benar saja.
Pak!
Kau harus mendengarku. Kau akan mati jika merokok.
Kumohon dengarkan aku.
Astaga, kau merusak hariku.
- Astaga. - Hei.
Astaga.
Ibu mengambil ini. Apa bisa membantu?
Lupakan saja. Tak ada gunanya.
Dia sudah memilih dan itu hidupnya.
Apa katamu? Kita harus berusaha jika sudah tahu.
Tak bisa.
Siapa yang akan percaya bualan gila?
- "Aku melihatmu di dalam mimpi." - Sial.
Astaga, di mana korekku?
"Mimpiku selalu menjadi nyata,
jadi, jika ingin hidup,
kau harus memercayaiku."
Orang akan menganggap itu bualan.
Bahkan ayah meninggal karena tak percaya padaku.
Masa depan tak dapat diubah.
Meski kita sudah tahu.
Aku mau kue ini.
Tolong berikan lilin yang banyak.
Siapa yang berulang tahun?
Hei, ini hari pertama Jaksa Jeong bekerja.
Kita harus merayakannya.
Merayakan? Kau berlebihan.
Kita harus membuat perayaan. Ayo kita rayakan.
Mari jadikan hari libur nasional.
Dia tampak pintar.
Bukan begitu? Bukankah Jaksa Jeong tampak cerdas?
Aku sangat menyukainya.
- Lihat ini. - Astaga.
Nona Moon, hatiku terluka.
Dahulu kau juga mengagumiku seperti itu.
Kini kau sudah menyanjung Jaksa Jeong?
Astaga, Jaksa Lee...
Pengacara Lee.
Aku akan membayarnya.
- Tak perlu repot-repot. - Astaga.
Tak masalah. Hari ini hari pertama Jaksa Jeong bekerja.
Aku harus menyelamatinya.
Apa kau mengenalnya?
Tentu saja. Dahulu aku tutornya.
Sepertinya dia tak butuh tutor.
Apa? Dia selalu mendapat nilai terendah di sekolah.
- Benarkah? - Sungguh?
Aku tak percaya.
KEADILAN
\Baiklah. Apa arti kata ini? Beri tahu aku.
\13 TAHUN LALU
Ini sangat mudah.
"Just" artinya sekarang.
"Ice" artinya es batu.
Jika digabung menjadi "just ice".
Artinya "membekulah sekarang".
Astaga, dahulu dia sebodoh itu?
Malangnya kau. Jaksa yang bodoh akan mempersulit pekerjaanmu.
Tapi dia tetaplah seorang jaksa.
Tak mungkin dia sebodoh itu.
Astaga.
Aku tak tahan.
Hei, Jae-chan.
Kau Yu-beom?
KANTOR JAKSA, JEONG JAE-CHAN
\JEONG JAE-CHAN
Apakah dua tahun lalu? Aku menangani kasus
\skandal korupsi dan pembunuhan berantai dan mendapat
\penghargaan dari Kejaksaan Agung.
\Padahal aku hanya memberi sentuhan akhir
pada hasil kerja Pak Choi, tapi aku mendapat penghargaan.
Itu tak benar.
Halo, aku Penyidik Choi Dam-dong.
Halo. Aku Jeong Jae-chan.
Dan dia...
Aku Asisten Moon Hyang-mi.
Halo, salam kenal.
- Kenapa kau kemari? - Menurutmu?
Kau berhasil menjadi jaksa.
Aku harus menyelamatimu.
Kalian pertama bertemu sebagai tutor dan murid,
dan sekarang sebagai pengacara dan jaksa.
Bisa dibilang begitu.
Aku hanya ingin menyapa. Kurasa kita bisa saling membantu.
Kau pasti paham. Win-win.
Permisi sebentar.
Ya, kau sudah membaca pesanku?
Kosongkan jadwalmu di tanggal 14.
Menurutmu apa? Itu hari Valentine.
Restoran yang sudah lama ingin kau coba...
Aku tahu tempatnya.
Jae-chan, kau paham arti win-win?
"Win-win"? Apa itu dari bahasa Mandarin?
Biar kuberi tahu. Setiap peringkatmu naik 1,
ayahmu berjanji menambah bayaranku sebanyak 10.000 won.
Menyerah saja.
Itu mustahil meski aku berusaha keras.
Kita bisa memanipulasi nilaimu.
Astaga, ayahku seorang polisi.
Bagaimana jika kita tertangkap? Kita pasti akan dipenjara.
Kita pastikan agar tak tampak jelas.
Jika naik 30 peringkat, itu sudah 300.000 won.
Aku akan memberimu separuhnya.
Kau bilang ingin sepeda motor.
Kapan kau memilikinya jika mengandalkan uang sakumu?
Aku mendapat uang tambahan, kau bisa beli sepeda motor.
Dan ayahmu akan bangga dengan naiknya nilaimu.
Semua pihak akan terpuaskan.
Itulah yang dimaksud win-win.
Jadi, kau harus datang, ya?
Baiklah.
Hei, luangkan waktu untukku.
Akan kuajak kau ke restoran sushi yang enak. Aku pamit.
- Aku pergi. - Baik.
Kau sudah mau pergi?
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
\SELAMAT NATAL
Jadi,
Ibu meninggal karena aku?
Karena
kecelakaan yang kusebabkan?
Hong-ju.
Katakan ini hanya mimpi. Kumohon.
Bangunkan aku. Kumohon.
Kendalikan dirimu.
Aku harus bagaimana?
13 FEBRUARI 2016
BIBI, RAMBUT PANJANG
SURAT WASIAT IBU
\KARENA KECELAKAAN YANG KUSEBABKAN, IBU...
Diperkirakan salju akan menumpuk setinggi 10 cm.
Hong-ju, makanlah dan mandi.
Berhati-hatilah saat berkendara.
Hei, kenapa matamu bengkak? Apa kau menangis?
Berhati-hatilah.
Semalam aku makan ramyeon.
- Aku mau mandi. - Di sebuah SPBU
- di Seoul, - Mandilah setelah makan.
seorang pria yang menyalakan rokok menyebabkan ledakan besar.
\SPBU swalayan di Osung-dong, Giheung-gu.
\Seorang pria turun dari mobilnya.
\Dia menjepit rokok dengan bibirnya lalu mendekatkan nosel
ke tangki bensin.
\Begitu dia menyalakan koreknya,
\percikan bensin dari tangki terbakar,
menyebabkan SPBU diselimuti api dalam sekejap.
Kecelakaan ini langsung menewaskan pria berusia 37 tahun, bernama Kim.
Bukankah dia pria itu?
Kau melarangnya merokok. Itu dia, 'kan?
Hong-ju.
Hong-ju! Berikan guntingnya.
Hei, lepas. Lepas guntingnya!
Berikan pada ibu. Ada apa denganmu?
Ibu, pria itu meninggal persis seperti yang kulihat dalam mimpi.
Ibu tahu. Tapi tak ada yang bisa kita lakukan.
Masa depan tak bisa diubah!
Aku harus bagaimana? Ibu...
Ibu, kita harus bagaimana?
Ibu...
Hong-ju.
Ibu.
Jadi, ibu akan meninggal karena kecelakaan yang kau sebabkan?
Dan kau tak tahu waktunya?
Coba lihat ibu.
Kau perlu bunga di sini.
- Astaga. - Ibu menganggap ini lucu?
Ibu, apa ini terdengar lucu?
Ibu lihat pria itu meninggal persis seperti mimpiku.
Mimpiku tak pernah salah.
Itu sebabnya kau menggunting rambutmu?
Kau pikir mengubah gaya rambutmu bisa membantu?
Aku tak akan memanjangkan rambut.
Di mimpi aku berambut panjang.
Ibu tak tahu
bahwa kau cantik karena rambutmu.
Ibu!
Astaga, jangan khawatir.
Ibu tak akan meninggal seperti itu.
Aku hanya punya Ibu,
jadi, jangan tinggalkan aku.
Paham?
Astaga, sayangku.
Kau sungguh harus pakai bunga di rambut.
Ibu!
Ini bunga pesananmu.
\Terima kasih.
\14 FEBRUARI 2016
Apa yang kau lakukan?
Astaga. Kau akan berkencan?
Hei, Yu-beom.
Luar biasa, kau beli mobil baru?
- Kenapa kau kemari? - Aku akan berkencan.
- Bagaimana denganmu? - Apa?
Aku juga.
- Yu-beom. - Hai.
Gaya rambutmu berubah.
Kalian saling kenal?
Begitulah.
Bagaimana kau bisa mengenalnya?
Tunggu, kalian berdua pacaran?
Benar.
Kita pacaran, 'kan?
Apa?
Benar.
Apa kau dan pacarmu mau bergabung?
- Aku tak mau. - Jangan.
Baiklah.
Di sini dingin. Ayo masuk.
Benar. Masuklah. Silakan.
- Sampai jumpa. - Ya.
Lihat dirimu. Kau bahkan punya mobil. Kau sudah besar.
Sampai jumpa.
Kalau tak salah waktu dia SMP. Aku membelikannya sepeda motor.
Astaga, kurasa sudah lebih dari 10 tahun.
Jae-chan sudah besar.
Kau sungguh tak mencuri motor itu?
Tidak, aku membelinya dengan uangku.
Ayah tak pernah memberimu uang saku sebanyak itu.
\MUSIM DINGIN 2003
\Aku mengumpulkan uang.
Kau mengumpulkan uang? Dari mana? Bagaimana?
Ketua, biar kami yang menanyainya.
Kenapa kau tak menjawab?
Apa kau mencurinya?
Tidak. Aku menggunakan rapor...
Apa? Rapormu?
RAPOR
Aku memanipulasi raporku.
Karena Yu-beom bilang dia bisa dapat uang tambahan.
Uangnya kami bagi dua.
Dasar nakal. Kenapa kau bohong tentang nilaimu?
Ayahmu tak berhenti membanggakan nilai-nilaimu yang meningkat.
Hei, cepat minta maaf.
Ayah, kejadian ini...
- Ketua. - Astaga, Ketua.
IBU
Ada apa?
Kau terus memeriksa ponselmu.
Kurasa hari ini aku harus pulang lebih cepat.
Ibuku tak membalas pesanku.
Apa dia sakit?
Tidak, dia tak sakit.
Hanya saja perasaanku tak enak.
Aku sudah mematikan lilin.
Kompor... Aku yakin sudah mematikannya.
Pintu.
Aku lupa mengunci pintu.
Apa?
Aku tak mengunci pintu. Aku harus segera pulang.
Tunggu...
Hong-ju.
Ibu, angkat teleponnya.
Tunggu, Hong-ju. Kau pernah menyetir saat bersalju?
Belum pernah.
Astaga, bagaimana ini? Apa aku harus naik taksi?
Apa aku bisa dapat taksi?
Berikan kuncimu. Biar aku yang menyetir.
- Tapi... - Aku sudah berpengalaman.
Berikan padaku.
Permisi.
Kenapa Ibu tak mengangkat ponselnya?
Apa harus telepon polisi?
Aku yakin ibumu baik-baik saja.
Halo? Ibu?
Kenapa kau menelepon berkali-kali?
Tidak, ponsel ibu tertinggal di kafe.
Karena itulah ibu tak angkat ponsel ibu.
Dasar bodoh.
Tentu ibu bicara denganmu lewat ponsel.
Ada pria muda baik hati yang mengantarnya.
Jangan meninggalkan ponsel Ibu lagi
dan segera angkat jika ada panggilan!
Baik. Sebentar lagi aku pulang.
Syukurlah.
Apa kau selalu mengkhawatirkan ibumu?
Tidak.
Yu-beom.
Jika...
Jika aku menyebabkan kecelakaan,
apa kau mau menjaga ibuku?
Apa maksudmu? Kecelakaan?
Maksudku bukan saat ini.
Tapi suatu saat di masa depan.
Aku mengerti.
Apa pun yang terjadi, aku pasti
menjagamu dan ibumu. Bagaimana?
Omong-omong, kau baik-baik saja? Kau terlihat kurang sehat.
Ibu.
Ibu.
Astaga, lihat. Dia sudah
- sadar. - Ibu.
- Astaga. - Astaga.
- Astaga. - Nona.
- Kau bisa dengar? - Ibuku...
Di mana dia?
- Panggil dokter. - Kau bisa melihatku?
- Dia baik-baik saja? - Astaga.
Yu-beom.
Cepat.
Hong-ju.
Nona Nam, bisa lihat aku?
Berapa jumlah jariku?
\- Astaga. - Ini pasti keajaiban Natal.
- Benar. - Syukurlah.
Di mana Ibu?
- Dokter. - Dia akan baik-baik saja, 'kan?
Rambutku...
Ada apa dengan rambutku?
Bibi.
Hari ini tanggal berapa?
Hari ini?
Ini malam Natal.
Natal
sudah lewat.
Itu tiga bulan yang lalu.
Kau sudah di sini selama 10 bulan.
Bibi.
Di mana Ibu?
Nanti Bibi beri tahu.
Akan Bibi beri tahu saat kau sudah sepenuhnya sadar.
Aku sudah sepenuhnya sadar.
Beri tahu sekarang.
Bibi harap kau sadar lebih cepat.
Ibumu telah berusaha keras bertahan
untuk melihatmu bangun dari koma.
Apa maksud Bibi?
Apa yang terjadi pada Ibu?
Karena kecelakaan yang kau sebabkan,
seseorang meninggal.
Anakku! Anakku yang malang...
Hidupkan dia kembali. Kembalikan anakku!
Astaga, sayangku.
Cepatlah bangun. Ibu akan membuatkan masakan lezat untukmu.
Dia harus memberi uang ganti rugi
dan membayar tagihan rumah sakit,
jadi, dia menjual segalanya termasuk rumah dan restorannya.
Dia bekerja keras hingga tak sempat tidur.
Dia hanya memikirkan kesembuhanmu.
Lalu suatu hari, dia...
Apa Ibu
meninggal?
Benar, ibumu meninggal.
UNTUK PUTRIKU, HONG-JU
\SIMPANAN DI BANK CHANGSU, 25 JUTA WON, SANDI: 3419
SIMPANAN DI BANK GONGJIN, 15 JUTA WON, SANDI: 3419
ASURANSI JIWA MYEONGJI, SANDI: 3419
JANGAN MENYALAHKAN DIRIMU
Ini pasti mimpi.
Aku bermimpi, 'kan?
Katakan ini hanya mimpi.
Kumohon.
Aku harus bangun dari mimpi buruk ini.
Kenapa aku tak bisa bangun?
Katakan ini hanya mimpi. Kumohon.
Hong-ju.
Aku benci mimpi ini.
Bibi...
Kendalikan dirimu.
Kau mungkin harus disidang.
Apa maksud Bibi?
Kenapa aku harus disidang?
Aku bahkan tak menyetir. Kenapa?
Kau tak menyetir?
Kenapa Bibi bersikeras bahwa ini salahku?
Aku tak menyetir.
Kecelakaan itu bukan salahku!
RUMAH SAKIT GIYEONG
\Wawancara tersangka?
\Ada apa?
\Kau tahu, pasien yang bangun dari koma setelah 10 bulan.
Seorang jaksa akan mewawancarainya.
Di kamar ini?
- Ini kamar 610. - Mereka datang.
Pasti dia jaksa yang dimaksud.
- Kalian walinya? - Bukan.
Nona Nam,
kau sedang diinvestigasi atas pelanggaran
UU khusus mengenai lakalantas.
Kau berhak diam dan menolak
menjawab pertanyaan yang dapat memberatkanmu.
Memilih diam tak akan digunakan untuk memberatkanmu.
Karena ini aku,
aku bisa percaya padamu.
Kau juga berhak
berkonsultasi dengan dan didampingi pengacara selama interogasi.
Baik.
Tanggal 14 Februari 2016,
dalam perjalanan pulang dengan mobil ibumu,
kau menabrak Pak Han U-tak di persimpangan Sanggu-dong
dengan mobil hingga tewas. Bukan begitu?
Aku tak menyetir.
Pria yang bersamaku, Lee Yu-beom, yang menyetir mobil.
Benar, itu yang kau katakan saat wawancara dengan detektif.
Benar. Tapi dia tak percaya padaku.
Aku juga mewawancarai Pak Lee.
Apa katanya?
Aku bertanya apa dia menyetir, dia bilang...
Itu yang sangat kusesali.
Seharusnya aku yang menyetir.
Aku berusaha melarangnya.
Aku sudah melarang karena jalanan licin,
tapi dia terburu-buru karena ibunya tak ada kabar.
Aku tak bisa diam saja.
Karena itu aku ikut dengannya. Aku khawatir.
Itu bohong. Dia berbohong.
Aku yakin dia... Saat itu dia yang menyetir.
Kami memeriksa darah yang ada di kantong udara di kursi pengemudi
dan kami menemukan DNA-mu.
Tak mungkin.
Bahkan rekaman kamera dasbor ambulans
\memperlihatkan kau di kursi pengemudi.
Pak Lee diselamatkan dari kursi penumpang.
Aku bersumpah. Aku tak menyetir.
Lalu bagaimana dengan DNA dan rekaman kamera dasbor?
Aku yakin ada yang merekayasa bukti.
Hong-ju!
Setelah kecelakaan aku langsung pingsan.
Pasti ada yang memindahkanku ke kursi pengemudi.
Pasti darahnya dihapus dari kantong udara dan meninggalkan darahku,
lalu duduk di kursi penumpang.
Jadi, orang yang kau maksud adalah...
Pasti Yu-beom.
Aku yakin dia melimpahkan semua padaku.
Kau berpikir dia menjebakmu.
Itu spekulasi.
Kami lebih percaya pada bukti daripada spekulasi.
Sayangnya, tak satu pun bukti yang mendukung spekulasimu.
Lalu aku harus bagaimana?
Tak ada yang bisa kulakukan.
Semua bukti memberatkanmu.
Lebih baik kau mengaku
karena dapat menjadi pertimbangan untuk pengurangan masa hukuman.
Meski aku tak bersalah?
Keluarga korban ingin kau dihukum.
Jika kau terus menyangkal,
maka masa hukumanmu dapat ditambah.
LEE YU-BEOM
Jika sesuatu terjadi pada Ibu karena aku,
aku tak akan bisa melanjutkan hidup.
Aku hanya punya Ibu,
jadi, jangan tinggalkan aku.
Paham?
Nona Nam. Apa yang kau lakukan?
Jangan mendekat!
- Jika kalian mendekat, aku akan loncat. - Ayo turun.
Kita bisa bicarakan semuanya.
Apa gunanya semua itu?
Aku sudah bilang semuanya.
Saat itu hari Valentine dan bersalju!
Itu sebabnya Yu-beom yang menyetir
dan seseorang meninggal.
Lalu dia membuat seolah aku yang menyetir!
Tak ada yang memercayaiku meski aku bersikeras.
Apa gunanya?
Aku akan memercayaimu.
Aku akan percaya perkataanmu,
jadi, kemarilah.
Jika ini mimpi,
aku akan sangat bahagia.
Jika ini mimpimu...
Terima kasih
karena sudah mau percaya padaku.
Nona Nam.
- Astaga! - Tidak!
Tidak!
Astaga.
Bagaimana bisa mimpi
terasa sangat nyata?
14 FEBRUARI 2016
Astaga.
Kau sudah bangun?
Astaga, kau mengagetkanku.
Kenapa kau bangun pagi sekali?
Aku bermimpi aneh.
Aku sampai ketakutan dan mimpinya terasa nyata.
Apa yang kau mimpikan?
Aku melihat gadis yang tinggal di seberang jalan.
Aku tahu akan terjadi sesuatu saat kau menyebutnya kasar.
Seperti komedi romantis pada umumnya.
Dia bahkan muncul di mimpimu.
Aku suka perkembangannya. Apa genrenya?
Komedi romantis? Melodrama?
Atau kategori dewasa?
Di mimpiku, gadis itu meninggal.
Apa?
Tidak!
Apa? Kalau begitu ini thriller.
Benar. Thriller yang terasa sangat nyata.
Nyata apanya?
Katamu ibunya juga meninggal.
Lihat, dia baik-baik saja.
Syukurlah.
Kenapa Yu-beom muncul di mimpimu? Aneh sekali.
Aku bertemu dia kemarin.
Kau diam saja? Seharusnya kau hajar.
Aku menyapa sambil tersenyum seperti orang bodoh.
Jika di posisimu, akan kuumpat
dan kuludahi wajahnya seperti ini.
Kau bilang gadis itu pacaran dengan Yu-beom di mimpimu?
Mereka bertemu saat hari Valentine, sepertinya begitu.
Itu hanya mimpi buruk.
Kau memimpikan dua orang yang paling kau benci.
Seperti naskah sinetron murahan.
Sekarang tanggal berapa?
Tanggal 14 Februari.
Ini hari Valentine dan kau harus mengambil mobil barumu.
Semua pasangan akan bermesraan,
kau menguji kendara mobil dengan raut wajah menyedihkan.
- Kau punya rencana? - Tentu.
Batalkan. Jangan sampai terlambat.
Astaga, yang benar saja!
Ada perlu apa?
Kenapa kau duduk di sebelahku?
Aku ingin bertanya.
Padaku?
Kau kenal Lee Yu-beom?
Bagaimana kau tahu...
Kau menguntitku, 'kan?
Kau menugaskan intelijen untuk mengawasiku, 'kan?
Kau kenal Lee Yu-beom?
- Taksi! - Tunggu.
Kau akan menemuinya nanti, 'kan?
Hentikan. Jika tidak, aku akan teriak.
Aku tahu aku pasti terdengar gila,
tapi tolong dengarkan aku.
Batalkan rencanamu dan jangan menyetir saat bersalju.
Jangan mendekati mobil, paham?
Hei, kau dengar ucapanku tadi?
Kau baik-baik saja?
Dia pasti penguntit.
Kenapa dia peduli? Itu bukan urusannya.
Kenapa kau peduli? Ini bukan urusanmu.
Pak, apa hari ini akan turun salju?
Tidak, kabarnya akan cerah sepanjang hari.
\Terima kasih.
Sampai jumpa.
Hei, kau tahu sekarang pukul berapa?
- Yu-beom. - Apa kabar?
Kau mau berkencan?
Luar biasa, kau beli mobil baru?
Kenapa kau kemari?
Aku akan berkencan.
Nona Nam Hong-ju?
Yu-beom!
Yu-beom, kau janji mentraktirku sushi.
Ayo pergi sekarang.
Hari ini tak bisa. Kami sudah punya rencana.
Aku luang, jadi, traktir aku hari ini, ya?
Ada apa denganmu? Ini hari Valentine.
Itu sebabnya...
Aku sangat ingin makan sushi,
aneh jika makan sendiri di hari Valentine.
Dua pria makan sushi bersama di hari Valentine justru lebih aneh.
Kau sedang apa?
Hai.
Aku menyuruhmu untuk langsung pulang.
Kenapa? Katakan alasannya.
- Karena... - Sebentar.
Apa hanya aku yang tak tahu apa-apa?
Ayo pergi, Hong-ju.
Kita akan bicarakan masalah ini di lain waktu.
Ayo.
Maaf. Aku terlambat, 'kan?
Astaga. Mobil ini sangat indah.
Hebat, apa fungsi semua ini? Kau membeli yang terbaik?
Astaga, lihat ini.
Temanku mengadakan resital piano. Kau mau menontonnya?
Baik, aku akan pergi.
Aku tak boleh ikut campur. Ayo.
Apa? Seharusnya hari ini tak turun salju.
Aku sudah bilang semuanya.
Saat itu hari Valentine dan bersalju!
Aku tahu ucapanku akan terdengar gila,
tapi semuanya mirip mimpiku.
Mimpi buruk tadi pagi?
- Benar. - Kak,
itu tak masuk akal. Cukup, ayo kita pergi.
Aku harus memastikan sesuatu. Satu saja.
Sebentar lagi resitalnya dimulai.
Aku lupa mengunci pintu.
Aku tak mengunci pintu. Aku harus segera pulang.
Ternyata benar.
Memang Yu-beom yang menyetir.
Yu-beom!
Nona Nam!
Berhenti!
Kak, ada apa?
Hei, cepat telepon polisi.
Agar mobil dengan nomor polisi 4773 berhenti.
Kau sudah gila? Aku harus bilang apa?
"Berdasarkan mimpi kakakku, akan terjadi kecelakaan"?
Ini gila.
Sikapmu aneh.
Kenapa kau peduli pada gadis itu?
Bukan begitu. Aku hanya...
Aku tak mau dia bernasib sepertiku.
Bagaimana jika dia membuat dirinya dipersalahkan?
Bertemu Yu-beom pasti membuatmu stres.
Itu sebabnya kau bermimpi buruk.
Ayolah.
Ayo pergi.
Benar, aku tak boleh ikut campur.
Jika kuteruskan, aku akan dianggap gila.
Astaga, yang benar saja.
Kak, tunggu. Kak, berhenti!
Teganya kau meninggalkanku?
Kecelakaan? Apa maksudmu?
Maksudku bukan saat ini.
Tapi suatu saat di masa depan.
Aku akan baik-baik saja,
jadi, tolong jaga ibuku.
Aku mengerti.
Apa pun yang terjadi, aku pasti
menjagamu dan ibumu. Bagaimana?
Omong-omong, ada apa antara kau dan Jae-chan?
Tampaknya dia...
Kau tak apa-apa?
Apa kau terluka?
Kau baik-baik saja?
Ya.
Jae-chan.
Kau menabrak mobil ini?
Ya, mobilku tergelincir karena salju.
Perbuatanmu ini
disengaja, 'kan?
Tidak, sudah kubilang mobilku tergelincir.
- Maaf. - Hei.
Hei!
Kau pikir aku buta?
Kau mengikuti lalu menabrak kami.
Aku sangat yakin itu disengaja.
Beraninya kau berbohong.
- Bukan seperti itu. - Lalu apa?
Hei, jawab aku!
Apa kau butuh uang?
Ini penipuan atau apa?
Jika tak kulakukan, kau akan membunuh seseorang.
Kau sudah tak waras.
Kau gila.
Apa ini karena kecelakaan motor waktu itu?
Bagaimana ini? Polisi datang.
Sial, ini gawat.
Ayah akan tahu aku membeli motor.
Memohonlah pada polisi.
Bilang kau menyesal dan akan mengganti kerugiannya.
Apa maksudmu?
Kau yang bersalah. Kenapa aku yang menanggungnya?
Bilang kau yang menyetir. Itu lebih alami.
Kau ingin berbohong?
Tidak, Jae-chan.
Aku memberi tahu kisah yang lebih masuk akal.
Jujur saja.
Ceritaku tadi lebih masuk akal.
Itu tak masuk akal! Ini kesalahanmu.
Aku akan berkata jujur pada polisi.
Sungguh?
UJIAN PERCOBAAN HUKUM PIDANA
Aku akan bilang ini salahmu.
- Yu-beom! - Tak ada saksi,
hanya ada kau dan aku.
Aku penasaran.
Menurutmu siapa
yang akan dipercaya?
Aku hampir membunuh seseorang?
Hentikan omong kosongmu, paham?
Jae-chan, kau sudah tak waras. Apa kau sadar?
Tidak, aku waras.
Kau akan membunuh pria itu jika aku tak menabrak kalian.
Dan kau akan merekayasa bukti
untuk melimpahkan kesalahan padanya.
Hentikan, dasar bedebah gila!
Dia akan memiliki catatan kriminal karena membunuh seseorang
dan kejadian ini juga akan membunuh ibunya.
Dan wanita itu
akan mengakhiri hidupnya karena merasa difitnah.
Kau...
sangat mungkin melakukan semua itu.
Kau tak berubah.
Kau masih menyalahkan orang lain dan mengelak.
Faktanya, kau hampir membunuh kami.
Tidak.
Ini demi menyelamatkan kalian.
Siapa yang akan memercayaimu?
Hong-ju.
Kau percaya pada orang gila ini?
Benar.
Siapa yang akan percaya
jika kubilang aku melihatmu dalam mimpi
dan kemari untuk mengubah apa yang kulihat
karena di mimpi kau terlihat sangat sedih.
Tak akan ada yang akan percaya
bahwa aku mengubah masa depanmu.
Aku
percaya padamu.
Karena ini aku,
aku bisa percaya padamu.
Terima kasih.
Terjemahan subtitle oleh Ajeng Fajriani
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.