Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sejauh ini belum ada tersangka.
Tapi kami baru saja mendapat laporan bahwa korban telah dikenali...
Oleh warga San Francisco sebagai Natalie Gibecki.
Meski polisi telah merahasiakan penyebab kematiannya saat ini...
Namanya Natalie Gibecki. 27 tahun.
Bekerja sebagai konselor di Fasilitas Percobaan Remaja...
Beberapa blok di sana. Walikota sedang bertugas...
Maka kita mendapat panggilan.
Pendarahan petekia pada mata...
Dan bekas pada lehernya mengindikasikan dia dicekik.
- Di mana Lisbon? - Dia bersama SFPD.
Mereka bicara pada atasan korban.
Tampaknya dia dalam perjalanan untuk menonton bersama teman-temannya.
- Tampaknya tidak. - Apa?
Dia memakai kamisol renda hitam.
Dia berencana mengganti sepatu santainya dengan sepatu hak tinggi.
Dia baru saja memakai riasan. Dia menggunakan parfum bunga.
Ini J'Adore, jika aku tak salah.
Dia akan menemui kekasihnya.
Kurasa pria itu sudah menikah, jika berdasarkan tipuannya.
Permisi.
Patrick, ini Erica Flynn.
Erica Flynn. Ini kejutan.
Kuharap yang menyenangkan.
Aku yakin kau ingin tahu kenapa aku menelepon.
Ya, itu terlintas dalam pikiranku.
Bagaimana jika kubilang aku ingin mendengar suaramu?
Kurasa kau bohong.
Tidak juga.
Natalie Gibecki. Aku mengenalnya secara pribadi.
Dia klien dari perusahaan biro jodohku.
Aku turut berduka cita.
Terima kasih.
Kami menjadi sangat dekat selama sesi bersama.
Tapi kau tahu bagaimana itu akan terjadi.
Kau mau apa, Erica?
- Aku belum mengatakannya, ya? - Belum.
Aku telepon karena bisa membantumu mencari pembunuhnya.
Sungguh? Siapa namanya?
Jika ingin jawabannya, kau tahu di mana harus menemukanku.
Senang mendengar suaramu lagi, Patrick.
Sama-sama.
- Terima kasih, Dennis. - Tentu, Nn. Flynn.
Kau selalu membantu.
Siapa itu?
Itu Erica Flynn. Dia ingin membantu investigasi.
Bagus. Kita harus kirimkan arsip kasus dan berikan pistol padanya.
Memberinya pistol agak berlebihan...
Tapi kurasa arsip kasus mungkin akan membantu.
Aku hanya bercanda.
Kau bercanda, bukan?
Tolong katakan padaku kau bercanda.
Penjara Golden Valley Sacramento, California
Halo, Patrick.
Erica. Kau terlihat cantik.
Warna jingga cocok denganmu.
Kurasa aku harus berterima kasih padamu atas pakaianku.
- Aku tak membunuh suamimu. - Aku juga tidak.
Pembunuhan tak berencana. Itu perbedaan besar.
Apa maksudnya ini?
Aku tahu siapa yang membunuh Natalie Gibecki.
Bagaimana mungkin?
Kami menjadi dekat selama sesi bersama.
Natalie beri tahu aku hal-hal yang tak dia katakan pada orang lain.
Seperti dia sedang diam-diam berpacaran dengan seseorang.
Kenapa dia butuh biro jodoh jika sudah berpacaran?
Natalie bertemu dengannya saat sesi bersama kami.
- Itu pasti beberapa waktu lalu. - 10 bulan.
Tapi Natalie masih menemuinya saat dia tewas. Aku yakin itu.
Bagaimana bisa?
Aku tahu cinta sejati saat melihatnya.
Lalu kenapa harus diam-diam?
Pria yang Natalie kencani sudah menikah.
Dia merahasiakan skandal itu dari semua orang.
- Semua orang kecuali kau. - Ya.
Kenapa kaulakukan ini?
Aku sangat peduli pada Natalie.
Kematiannya adalah tragedi dan pembunuhnya harus dibunuh.
Usaha yang bagus.
Baiklah, aku ingin keluar dari sini.
Tentu saja untuk sementara.
Kau tak tahu bagaimana rasanya, Patrick.
Hidup dalam kurungan...
Mengetahui aku akan ada di sini selama bertahun-tahun.
Kenyataannya...
Mungkin ini akan jadi kesempatan terakhirku untuk bebas.
Selama aku masih cukup muda untuk menikmatinya.
Aku hanya ingin pergi ke spa. Makan di restoran favoritku.
Beberapa kesenangan tak berbahaya sebagai balasan membantumu...
Menangkap pembunuhnya.
Bagaimana jika kau bohong?
Kau pernah bilang bisa melihat ke dalam diriku.
Transparan seperti kaca, aku yakin kau umpamakan begitu.
Jadi katakan padaku, apa aku sedang berbohong?
Natalie Gibecki meninggalkan fasilitas remaja pukul 8.14 malam.
Seorang komuter menemukan jasadnya pukul 8.33 malam...
Itu berarti aksi pembunuhannya dilakukan 19 menit sebelum itu.
Apa yang kita dapat soal motifnya?
Tak ada yang hilang dari jasad Natalie.
Tampaknya bukan pencopetan. Juga tak ada tanda penyerangan seksual.
Natalie baru kembali dari perjalanan lima hari ke Puerto Vallarta.
- Aku sedang memeriksanya. - Bagaimana teori Jane soal pacar?
Kami sudah periksa. Teman-temannya bilang dia tak mengencani siapa pun.
- Keluarga? - Dia anak tunggal.
Orang tuanya sudah wafat bertahun-tahun lalu.
Baiklah, pergilah ke Fasilitas Remaja...
Dan bicara pada para konselor yang bekerja pada sif Natalie.
- Cari tahu apa mereka tahu apa pun. - Bos?
Apa aku bisa tak lakukan ini dan menelepon saja?
Satu jam lagi aku ada janji yang tak bisa kulewatkan.
- Kau tak apa-apa? - Ya, semua baik-baik saja.
Hanya sesuatu yang harus kukerjakan.
- Tentu. Van Pelt? - Baik. Akan kukerjakan.
Fasilitas Remaja Redlands San Francisco, California
Aku agen Van Pelt. Ini agen Cho. Kami dari CBI.
Kami di sini untuk menginvestigasi pembunuhan Natalie Gibecki.
Entah bagaimana kami harus memberi tahu anak-anak itu.
- Mereka menyayangi Natalie. - Kalian tahu siapa pelakunya?
Kami masih dalam tahap investigasi awal.
Kami punya alasan untuk percaya Natalie mungkin sedang berpacaran.
- Kalian berdua tahu itu? - Tidak.
Ya, kukira dia melajang. Kevin!
Terus lakukan itu dan kau akan lakukan push-up sampai muntah.
Mungkin jalinan hubungannya dengan rekan kerja.
- Jangan lihat aku. - Kau tak menyukainya?
Aku tak bilang begitu. Dia hanya bukan tipeku. Kevin!
Apa yang baru kukatakan? Kini turun dan lakukan 50 kali.
Kau bisa pikirkan orang yang mungkin ingin menyakiti Natalie?
Tidak.
Tapi ada anak kami yang hilang dari fasilitas semalam.
Trent tak ada hubungan dengan ini.
- Namanya Trent? - Trent Matthews.
Usianya 17 tahun, di sini karena kepemilikan narkoba dan penyerangan.
Pukul berapa dia hilang?
Aku melihatnya saat makan malam, berarti setelah pukul tujuh.
Ya, tapi seperti kubilang, dia tak ada hubungannya dengan ini.
Kami harus melihat arsipnya.
Teruskan.
Kau ingin mengeluarkannya dari penjara?
Tidak. Aku hanya merasa Erica bisa membantu kita.
Dia mengetahui detail dari kehidupan korban.
- Mungkin dia tahu pembunuhnya. - Dia bilang dia tahu.
Dia jujur tentang itu.
Meski begitu, tak berarti kita butuh bantuannya.
Aku tak bilang begitu. Kubilang dia bisa berguna.
Bagaimana menurutmu, Luther?
- Aku tertarik. - Pak.
Kurasa itu hanya semacam pemikiran inovatif yang lebih dibutuhkan CBI.
Menggunakan terdakwa untuk menangkap pembunuh. Itu sinergi.
- Tepat. - Pak, ini bukan kewenangan kita.
Kita tak bisa mengeluarkannya meski mencoba.
Kau benar, tapi kepala penjara Penjara Golden Valley sudah setuju.
Nn. Flynn dijamin atas cuti lewat program rehabilitasi...
Yang dibuat Gubernur. Tampaknya dia tahanan contoh.
Dia pembunuh yang terbukti bersalah.
Pembunuh tak berencana yang terbukti bersalah.
- Baik kalau begitu. - Jadi kau setuju.
Tidak, dia pembunuh yang berbahaya dan berisiko kabur.
Itu alasannya aku akan tugaskan dua agen untuk selalu mengawasinya.
Kau lihat, Lisbon? Apa yang bisa menjadi kacau?
Permisi. Sinergi.
Ya, Cho?
- Ada apa? - Kau meneleponku?
Ya, benar. Aku mendapat beberapa latar belakang Trent Matthews.
Dia sekolah di SMA Sequoia Valley sebelum ditangkap...
Atas kepemilikan narkoba dan penyerangan.
Tak begitu jauh dari Fasilitas Remaja.
Kau pikir dia mungkin kembali ke sana?
Dia sendirian. Keluarganya pindah dari daerah ini.
Mungkin dia hanya mencari uang dan tempat untuk tinggal.
Mungkin coba mencari bantuan dari teman lama.
Baiklah. Van Pelt dan aku akan menyelidikinya.
Wayne, kau siap? Kelasnya akan dimulai.
Baik, sudah siap.
Selamat datang, Ayah dan Ibu.
Namaku Atoosa dan aku akan memimpin kelas kalian hari ini.
Selamat datang pada langkah pertama...
Dalam perjalanan menjadi orang tua yang luar biasa.
Kini, sebelum kita mulai, aku ingin kalian semua...
Satu per satu beri tahu sesuatu tentang kalian.
Kau ingin memulainya?
Tentu. Namaku Sarah.
Selamat datang, Sarah.
- Aku Wayne. - Selamat datang, Wayne.
Usia kandunganku 28 minggu. Ini anak pertamaku...
- Tunggu, anak pertama kita? - Ya, jelas anak pertama kita.
Anak pertama kami. Meski ini agak membuat salah paham.
Bukan karena ini bukan anaknya. Bukannya aku wanita murahan.
Tak ada orang seperti itu dalam ruangan ini...
Bukan, maksudku...
Maksudnya kami tak menikah. Itu saja.
Tidak. Maksudku ya.
Menurut Fasilitas Remaja, Trent Matthews ditangkap...
Atas kepemilikan narkoba di SMA ini tiga bulan lalu.
Anak-anak dulu memanggilku Bracey Gracie...
Karena aku menggunakan kawat gigi hingga usiaku 17 tahun.
- Orang-orang memanggilmu apa? - Cho.
Itu dia.
Hentikan!
Menyingkir dariku, Bung!
- Trent Matthews? - Apa?
CBI. Kita harus bicara.
Persetan dengan kalian.
Tak perlu murung begitu, Lisbon.
Jika ada yang terjadi, kau tak akan bertanggung jawab.
Karena itu yang kucemaskan.
Kau tahu kenapa dia melakukan ini.
Sepertinya mencoba kabur.
Tapi kau terus mengikutinya.
Apa kaulakukan ini karena butuh atau menginginkan bantuan Erica?
Agen-agen, kalian bisa masuk sekarang.
Kau harus menandatangani perwalian.
- Halo, Patrick. - Erica.
Tahanan Erica Marie Flynn kini ada dalam pengawasanmu.
- Jaga dia baik-baik. - Terima kasih.
- Baiklah. Siapa dia? - Siapa?
Pembunuh Natalie. Jangan bersikap manis.
Aku tak tahu namanya.
Itu ada dalam arsip Simfoni-ku. Apa aku belum menjelaskan?
- Belum. - Pasti dia lupa.
Di mana arsipnya?
Pengacaraku sedang mengirimkannya ke kantor kalian sekarang.
Bagus. Mari segera selesaikan ini.
- Kalian bisa menanganinya? - Kami bisa.
Nn. Flynn, aku Agen McClay. Ini Agen Morris.
Kami akan mengawasimu selama cutimu.
Kuharap kau tak keberatan. Seorang teman memiliki perusahaan mobil...
Dan menawariku transportasi selama aku di luar.
Baik sekali.
Patrick? Kau ikut?
Ini akan menyenangkan.
- Ini tehmu. - Terima kasih banyak. Ron?
Ya, Nn. Flynn?
Kau keberatan ambilkan lemon untuk tehku?
Tentu.
Bos. Aku memeriksa perjalanan Natalie ke Puerto Vallarta.
- Tampaknya dia pergi sendiri. - Ada yang dia temui di sana?
Aku tak yakin. Kami belum bisa menemukan kameranya...
Tapi Natalie mengunggah foto-foto perjalanannya ke situs.
Jadi aku sedang mencetaknya sekarang.
- Baiklah. - Ini, Nn. Flynn.
Ada apa dengan wanita ini?
Dia bisa minta pria lakukan apa pun yang dia inginkan...
Dan seumur hidupku aku tak bisa, entah kenapa.
Benarkah? Aku paham. Maksudku, jika aku pria.
Penyerangan adalah pelanggaran berat, Trent.
Pria itu pengadu.
Itukah kenapa kau memukul wajahnya?
Ya. Karena dia aku masuk lapas.
Jadi kau kabur dari Fasilitas Remaja untuk membalas dendam?
Tidak, aku pergi karena harus.
Aku bukan ingin teler.
Kau punya masalah dengan salah satu anak-anak itu?
Salah satu konselorku. Pria besar bernama Danny.
- Danny Vargas? - Ya.
Apa yang terjadi?
Pada malam aku kabur, dia dan Natalie bertengkar.
Bertengkar sungguhan.
Dia meneriaki Danny, tepat di wajahnya.
Tapi Danny, dia keras pada kami di sana.
Dia suka mendorong kami, memukuli kami saat tak ada yang melihat.
Kecuali kali ini Natalie menyaksikannya.
Dia tak begitu senang akan itu.
Gadis itu mulai marah padanya.
Apa terjadi kontak fisik antara mereka?
Itu akan terjadi, hingga aku ikut campur.
Kau tak boleh bertindak kasar pada wanita.
Aku tak peduli siapa kau.
Tapi Danny menjadi marah...
Sangat marah.
Jadi aku pergi sebelum dia berbuat sesuatu.
Kau pikir Danny akan menyakitimu saat membalas?
Aku tahu dia akan melakukannya.
Pria ini punya masalah.
Seharusnya dia yang duduk di sini, bukan aku.
Dengar, tanpa bercanda, kuberi tahu sesuatu padamu.
Aku tak akan pernah menyakiti Natalie.
Aku tak punya alasan.
Dia salah satu dari beberapa orang dewasa...
Yang pernah memperlakukanku sebagai manusia, kau paham?
Ya, aku paham.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Tidak, video itu, astaga, itu menakutkan.
Aku tak tahu jika melahirkan anak bisa begitu menakutkan.
Tak seburuk itu.
Sarah, aku detektif pembunuhan.
Aku pernah melihat gambar-gambar menakutkan, tapi itu...
Tak ada yang menyiapkanku untuk itu.
Menurutmu bagaimana perasaanku? Aku harus menjalani itu.
Wayne, kau akan baik-baik saja dengan ini, bukan?
Ya, kurasa begitu.
Maksudku, ya.
Baiklah. Bagus. Karena...
- Aku tak bisa melakukannya sendiri. - Aku paham.
Apa yang kaucari pada pria?
Seseorang yang baik hati dan perhatian.
Yang mendahulukan kebutuhan orang lain sebelum dirinya.
Aku ingin pria yang bisa tumbuh tua bersamaku.
Seorang sahabat.
Ada masalah?
Ini membingungkan. Salah satu wawancara Natalie hilang.
Sayang sekali.
Aku tahu apa yang kaupikirkan, tapi aku tak ada hubungan dengan itu.
Bukan masalahku jika orangmu salah meletakkan barang.
Orangku? Baiklah. Sudah cukup. Ayo pergi.
- Ke mana? - Kembali ke penjara.
Seharusnya kau tak keluar jika tak bisa membantu investigasi.
Tunggu. Hanya karena ada satu video hilang...
Tak berarti dia tak bisa menemukan kekasih Natalie, bukan?
Tentu. Semua ada di sini.
Natalie hidup untuk pekerjaannya.
Dia mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama.
Fakta bahwa dia menemukan cinta tanpa jasaku berarti satu hal.
Pria yang dia kencani adalah rekan kerjanya.
Aku sudah mencobanya. Tak berhasil.
Karena dia tak bekerja di Fasilitas Remaja saat bertemu dengannya.
Ini terjadi 10 bulan lalu, kau ingat?
Maksudmu saat dia bekerja di lembaga nirlaba? Casa Encantar?
Benar sekali.
- Kita pergi? - Mari.
Selamat datang di Casa Encantar. Ada yang bisa kubantu?
Ya, tunanganku dan aku sedang mencari nirlaba untuk jadi relawan.
- Biar kuantar melihat-lihat. - Baik.
Kami biasanya tak sesibuk ini...
Tapi kami mengadakan acara penggalangan dana besok malam.
Sebenarnya itu pesta peluncuran buku yang ditulis CEO kami.
Ini dia.
Aku Greg Relin. Selamat datang.
- Kau melakukan hal yang baik. - Terima kasih.
Sejak dimulai, kami beruntung bisa membangun enam sekolah.
Empat klinik dan dua panti asuhan di seantero Meksiko.
Semuanya di pedesaan kecil, beberapa tanpa listrik dan air bersih.
Itu panti asuhan terbaru kami.
Kami berharap bisa membangun empat buah lagi saat akhir tahun.
Jika kami mendapat cukup dana besok malam.
Jadi Evan sudah memberitahumu tentang acara kami?
Akan ada banyak makanan dan minuman. Bahkan hiburan.
Silakan kalian berdua datang.
Lihat perbedaan apa yang bisa kalian buat.
Terima kasih banyak atas undangannya.
Katakan padaku, kapan terakhir kali kau melihat Natalie Gibecki?
- Maaf? - Tak perlu.
Katamu kau ingin menjadi relawan?
Tidak, dia yang bilang. Dia juga bilang aku tunangannya. Nakal.
- Siapa kau sebenarnya? - Aku Patrick Jane.
Aku konsultan CBI. Aku sedang menyelidiki pembunuhan Natalie.
Dia berpacaran dengan seseorang di sini, bukan?
- Setahuku tidak. Evan? - Tidak.
Tidak?
Tentu saja itu rahasia. Kalian tak akan memberitahuku.
Kau keberatan jika aku melihat-lihat?
Bicara pada beberapa pegawaimu?
- Tidak. - Terima kasih banyak.
Semoga bukumu sukses.
Bagaimana dengannya?
Tampan tapi suram. Seperti anjing Golden Retriever.
Natalie tak akan tertarik pada seseorang seperti itu.
Dia akan tertarik pada siapa?
Seseorang yang menarik, lucu, bersimpati...
Berusia 25 hingga 35 tahun, sehat, punya rambut bagus.
- Dan berhati romantis. - Semua itu?
Tak heran dia mendaftar untuk bantuan profesional.
Para pria baik ada di luar sana, jika tahu harus cari ke mana.
Natalie adalah gadis kuliahan. Dia sangat suka membaca.
Dia ingin tahu, pintar, idealis.
Dia akan butuh untuk bersama dengan seseorang yang serupa.
Dia.
Traktir aku di restoran pilihanku jika aku benar.
Tak perlu bertaruh. Kau benar.
Hanya dia pria yang tak melihatmu.
Kutraktir makan malam jika kau bisa membuatnya mengaku sekarang.
- Bertaruhlah. - Lakukan.
Kau pasti...
Richard. Ada yang bisa kubantu?
Maaf, apa waktunya tak tepat? Kulihat kau sedang bingung.
Tidak, aku baik-baik saja.
Waktu yang buruk untuk apa?
Tak apa. Natalie sudah cerita padaku tentang dirimu.
Maaf, Natalie?
Kau menjalin hubungan dengannya.
Itu konyol. Aku sudah menikah.
Jangan khawatir, aku tak akan cerita pada siapa pun.
Natalie adalah teman baikku. Kepergiannya membuatku putus asa.
Aku tak bisa bayangkan bagaimana perasaanmu saat ini.
Tak ada kehilangan yang lebih besar dari orang yang kaucintai.
Aku tak mengira dia cerita pada siapa pun.
Ini Richard. Ada tempat kecil di pusat kota. Koki orang Sisilia.
Dia memasak ikan dengan hebat. Segar, sederhana.
Mengagumkan. Tiba-tiba aku lapar.
Hai, Richard.
Ya, kami bertengkar, tapi bukan masalah besar.
Kau bohong tentang itu. Membuatnya jadi masalah besar.
Kurasa itu tak relevan.
Sifmu berakhir pukul delapan. Sama seperti Natalie.
Ke mana kau selepas kerja?
- Makan malam dengan teman. - Tepat sesudahnya?
- Ya. Sekitar pukul 8.30. - Siapa nama temanmu?
Jim Clark.
Kau tak pikir aku ada kaitannya dengan ini, 'kan?
Ini gila. Aku tak membunuh Natalie.
Apa yang kalian ributkan?
Dia tak suka caraku mengatasi masalah dengan salah satu anak.
Dia pikir kau menyiksanya?
Aku memukul wajahnya. Mungkin agak mendorongnya sedikit.
Itu saja. Itu bukan penyiksaan.
Natalie datang ke sini dengan penuh semangat dan antusias...
Berpikir jika dia bisa membina koneksi dengan anak-anak ini.
Itu ide yang bagus, tapi tak berhasil.
Kadang kontak fisik adalah satu-satunya hal...
Yang direspons para binatang ini. Kau paham?
Ya, kau benar.
Menyiksa anak melanggar hukum. Kau paham?
- Ya. - Bagus.
Baiklah. Terima kasih.
Richard Eldridge akan bicara dengan salah satu rekanku besok pagi.
Kita tim yang hebat, bukan?
Katamu kau punya pertanyaan.
Ya.
Apa kau akan membenciku jika kuberi tahu aku telah berbohong?
Hanya saja belakangan ini aku tak bisa menghabiskan waktu...
Sendirian dengan pria yang memesona.
Ada alasan untuk itu, agar kau tak membunuh mereka.
Kita semua punya rahasia.
Aku banyak memikirkan tentangmu beberapa bulan belakangan ini.
Aku kadang berpikir...
Akan seperti apa jika kita bertemu dalam situasi berbeda.
Memikirkan hal yang jika saja terjadi akan membuatmu gila.
Lebih baik memikirkan apa yang akan terjadi.
Erica.
Aku menyukaimu, Patrick.
Kuharap sikap terus terangku tak membuatmu tak nyaman.
Aku tahu apa yang sedang kaulakukan.
Apa?
Menggodaku untuk menutupi tujuan utamamu...
- Yaitu untuk kabur. - Benarkah?
Menggodamu?
Tidak.
Aku tak mencoba kabur, Patrick.
Nyatanya, kau tak sepenuhnya yakin aku akan kabur.
- Tidak? - Tidak.
Para agen di luar pintuku bukan untuk mencegahku kabur.
Tapi untuk menjaga agar kau dan aku terpisah.
Aku tahu kau punya perasaan padaku.
Semua omong kosong untuk kabur ini hanya caramu hindari perasaan itu.
Tidak. Sebenarnya aku cukup khawatir kau mungkin mencoba kabur.
Maka tanyakan hal ini padamu...
Jika agen-agen itu tak ada di luar saat ini, apa yang akan kaulakukan?
Apa yang akan kaulakukan?
Apa ini?
Foto-foto yang diambil oleh Natalie Gibecki...
Saat dia sedang berlibur ke Puerto Vallarta.
Aku sedang memeriksa untuk lihat apa dia menemui seseorang di sana.
- Apa dia menemui seseorang? - Sepertinya tidak.
Kurasa aku sudah selesai memeriksanya.
Natalie dan aku mulai berkencan sekitar setahun lalu.
Kau berselingkuh?
Ya.
Tapi aku tak cuma berniat bermain-main dengannya.
Aku berencana meninggalkan istriku. Hanya saja, kau tahu itu rumit.
Rumit?
Karena keluarga istrimu punya jutaan dolar...
Dan kau menghasilkan gaji minimal di institusi nirlaba?
Bagaimana pendapat Natalie dengan statusmu yang sudah menikah?
Awalnya dia sabar.
Dia tahu aku tak bahagia.
Belakangan ini dia lelah menunggu maka dia memutuskan hubungan.
Kapan itu terjadi?
Dua minggu lalu.
Kami jarang bicara selama itu. Aku meneleponnya...
Untuk memintanya bertemu, dia tak mau.
Katanya dia harus menjauh. Menjernihkan pikiran.
Itu alasannya pergi ke Puerto Vallarta?
Ya.
Kuanggap sudah berakhir.
Kemudian beberapa hari lalu, dia menelepon.
Dia ingin menemuiku.
Dia akan bertemu denganmu pada malam dia terbunuh?
Ya.
Pukul sembilan. Bar kecil sama tempat kami sering tuju.
Aku menunggu selama satu jam.
Saat dia tak muncul...
Aku menganggap dia berubah pikiran.
Aku tahu kau hanya melakukan pekerjaanmu, Agen Lisbon.
Tapi aku tak akan pernah lakukan ini pada Natalie.
Aku tak bisa.
Natalia akan menemuimu pada malam saat dia terbunuh.
Pria beristri yang menjalin hubungan dengannya...
Dan tanpa alibi pada malam pembunuhan.
Maaf jika aku agak skeptis.
Bagaimana dengan pacarnya?
Katanya dia akan menemui Natalie pada malam pembunuhan.
Ini nama tempatnya. Kau dan Cho bicaralah pada pelayan bar.
Cari tahu apa ada yang ingat telah melihatnya.
Di mana Erica? Sedang melakukan manikur-pedikur?
Bagaimana kau tahu?
Baiklah, ini mulai konyol.
Erica sudah melakukan tugasnya. Saatnya kembalikan dia ke penjara.
- Kita tak bisa begitu. - Kenapa tidak?
Aku membutuhkannya.
Tn. Jane, Nn. Flynn. Senang melihat kalian.
Kalian datang sebagai tamu?
Tak juga.
Kuharap tak ada masalah.
- Tn. Relin tak memberitahumu? - Beri tahu apa?
Erica dan aku akan tampil malam ini.
Hanya hal kecil yang sudah kami siapkan.
Sudah diatur.
- Fantastis. - Semoga saja.
Terima kasih.
Selamat malam, Hadirin. Namaku Patrick Jane.
Untuk malam ini dan untuk alasan yang sangat baik...
Mari kita bayangkan jika ruang serbaguna hotel mencolok ini...
Adalah Casa Encantar, rumah yang memesona.
Hadirin, sambutlah asisten cantikku Erica.
Erica dan aku akan buat kalian bayangkan semangat...
Yang akan membuat kalian kagum dan tercengang.
Lalu kami akan ubah kekaguman itu menjadi uang...
Yang akan membantu memberi makan, pakaian, dan pendidikan...
Untuk ribuan anak yatim piatu tunawisma.
Kalian bisa lihat Erica telah menyiapkan empat kotak di panggung.
Agar penampilan ini sukses, kami butuh empat relawan yang bersedia.
Saat sudah terpilih, silakan naik ke atas panggung.
Jangan malu. Seharusnya ini tak menyakitkan.
Tepuk tangan untuk para jiwa pemberani ini.
Terima kasih, Erica. Tampak menarik dengan warna hijau.
Hadirin, tolong perhatikan baik-baik.
Kalian akan saksikan sesuatu...
Yang aku yakin belum pernah kalian lihat sebelumnya.
Kalian akan lihat sesuatu yang dipahami...
Dalam dunia cenayang dan ramalan...
Dalam dunia roh.
Aku tahu beberapa dari kalian tak percaya jika roh itu ada.
Tapi percayalah saat kukatakan bahwa mereka sangat nyata.
Mereka ada di dalam ruangan ini sekarang, bicara padaku...
Sama seperti aku sedang bicara pada kalian.
Mereka memberitahuku salah satu dari orang-orang ini...
Menyimpan rahasia gelap yang sangat dalam.
Kalian tak percaya padaku?
Fantastis. Itu memberiku kesempatan untuk membuktikannya pada kalian.
Kau, Tuan. Siapa namamu?
- Richard. - Richard. Kau datang sendiri?
- Ya. - Terima kasih. Bisa maju?
Dalam setiap kotak ini...
Ada benda yang memiliki arti besar bagimu.
Aku tak tahu kotak yang mana, begitu juga kau. Benar?
- Benar. - Baiklah, Richard.
Kini aku ingin kau berkonsentrasi.
Aku ingin kau berkonsentrasi dan jernihkan pikiran dari gangguan.
Aku ingin kau memilih dua kotak.
Dua kotak, baik yang di sebelah kiri atau kanan, silakan.
Erica?
Ada dua kotak di kiri. Aku ingin kau memilih satu, Richard.
Apa kau membuat pilihan hanya dengan roh sebagai pembimbingmu?
Ya.
Erica, tolong buka kotaknya.
Apa kalung ini berarti sesuatu untukmu, Richard?
Ya.
Beri tahu hadirin di sini apa artinya, Richard.
Ini kalung yang kuberikan pada Natalie.
Kenapa kauberikan itu padanya?
Ini adalah lambang cintaku yang mendalam dan setia padanya.
Tidak apa-apa.
Terima kasih, Richard.
Silakan kembali ke tempat dudukmu.
Tunggu dulu! Para arwah mengirim pesan lagi.
Mereka bilang seseorang di panggung ini memiliki rahasia.
Tn. Relin.
Kesukaan para penonton.
Kau menyimpan rahasia yang gelap, 'kan?
Kurasa tidak ada.
Sungguh?
Kita akan periksa itu, silakan maju.
Kosongkan pikiranmu dan pilih dua kotak.
Erica?
Kau sudah tahu peraturannya. Pilih satu kotak.
Terima kasih.
Kau memilih kotak ini atas kemauanmu sendiri, bukan?
Kurasa begitu.
Silakan, Erica. Buka kotaknya.
Apakah foto ini ada artinya bagimu?
- Tidak. - Kau yakin?
Mungkin kau perlu melihatnya lebih jelas. Erica?
Kau mengenalinya sekarang?
Sepertinya itu lokasi di mana katamu kau membangun panti asuhan...
Tapi panti asuhannya tidak ada.
Aku tidak...
- Aku tidak paham. - Bagaimana sekarang?
Ini foto yang diambil minggu lalu.
Panti asuhan itu tidak ada, Greg.
Hanya manipulasi foto yang kauakui kebenarannya.
Dan semua yang kaukatakan telah kaulakukan adalah bohong.
- Kau tidak mengerti. - Tapi kurasa mereka mengerti.
Kau ditahan.
- Penjarakan dia! - Ayo.
Terima kasih telah menjadi penonton yang baik.
Terima kasih dan selamat malam.
Kau menggelapkan uang jutaan dolar untuk amal...
Dan menyalurkannya ke kantungmu sendiri.
Kau menipu semua orang sampai Natalie berkunjung ke Meksiko.
Natalie menghubungiku.
Dia bilang ada kepentingan yang harus dibicarakan denganku.
Lalu aku menemuinya usai kerja dekat stasiun kereta bawah tanah.
Aku menawarkan untuk mengantarnya.
Dia bilang, dia mengunjungi salah satu panti asuhan yang kami bangun.
- Lalu dia menuduhmu berbohong? - Tidak.
Awalnya tidak. Dia percaya padaku.
Dia meminta penjelasan, tapi...
Aku tak punya penjelasan. Aku harus bilang apa?
Dia memiliki foto-fotonya.
Seluruh duniaku terancam.
Semua yang sudah kubangun akan hilang.
- Baik. Aku mengikutimu, Wayne. - Masuk sini.
Ada apa denganmu?
Duduklah.
Sarah, aku...
- Ada yang harus kukatakan. - Baiklah.
Beberapa hari ini aku memikirkan soal kita.
Dan soal situasi kita ini.
- Situasi kita? - Ya.
Aku mau berubah.
Kau mau memutuskanku?
Sebaliknya.
Maukah kau menikah denganku?
- Astaga. - Tidak?
- Aku tak mau menikah seperti ini. - Seperti apa?
Aku tak mau kau melamarku hanya karena aku hamil.
Itu tidak adil bagimu ataupun untukku.
Aku tidak mau habiskan seluruh hidupku...
Terus bertanya-tanya apakah suamiku mencintaiku.
Wayne, kau adalah...
Kau pria yang hebat.
Aku belum selesai, dan kau akan menjadi ayah yang hebat.
Sungguh.
Tapi kita belum siap untuk ini.
Terima kasih, Patrick.
Kau tak tahu betapa berartinya ini bagiku.
Kau tahu, sebenarnya kau tidak perlu pergi malam itu.
Kita tidak bisa memiliki segala hal yang kita inginkan.
Sejak kapan?
Permisi, aku mau menyegarkan diri sebelum melakukan perjalanan.
Tidak perlu repot-repot.
- Aku tahu soal pengacaramu. - Pengacara? Pengacara apa?
Kami menemukannya satu blok dari sini.
Ada dua koper, uang tunai, dan paspor palsu.
Maafkan aku, Erica. Aku mencintaimu.
- Aku akan menunggumu! - Menyentuh sekali.
Usai sudah.
Tak bisa salahkan seorang wanita untuk berusaha.
Aku juga tak berharap banyak.
Senang bisa bertemu denganmu, Patrick.
Aku menikmati waktuku.
Aku juga.
Selamat tinggal.
Caramu mengatakannya, seolah akan untuk selamanya.
Hanya 15 sampai 20 tahun.
- Tanda tangan di sini? - Benar, Pak, di halaman bawah.
- Saatnya pergi, Nona. - Tentu.
Senang semua berjalan dengan lancar.
Ya.
Kau Agen Khusus Luther Wainright?
Aku Opsir Hopkins dari penjara Golden Valley.
Kami datang untuk ambil alih penahanan Erica Flynn.
Maaf, aku bingung. Aku baru saja tanda tangani penahanannya.
Pak?
Marshal AS ikut membantu dalam pencarian.
Erica sudah ditandai untuk semua penerbangan dan di perbatasan.
Kau membuang waktumu.
Terima kasih atas keyakinanmu.
Aku harus bertanya, Jane.
Kau tahu Erica akan melakukan ini?
Berupaya kabur?
Tentu saja. Maksudku, siapa yang tak akan mencoba?
Kau tidak menjawab pertanyaanku.
Aku tidak tahu.
Pertanyaanmu sudah dijawab.
- Halo? - Halo, Patrick.
Aku mau berterima kasih untuk makan malam itu.
Kencan terbaik yang pernah kurasakan selama bertahun-tahun ini.
Itu bukan kencan.
- Terserah kau. - Kau di mana?
Di suatu tempat yang hangat, kenapa? Kau merindukanku?
Semacam itu.
Kau tahu, Patrick? Kita bisa serasi jika bersama.
Akan serasi.
Aku akan menemukanmu. Hanya soal waktu.
Aku nantikan itu, Patrick.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.