Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Takarir oleh Arga Pramudia Hidayat
Notaris, pecinta film
Sebelum kalian mengetuk pintu warga,
ada yang perlu kalian pahami.
Ini bukan sekadar mendaftarkan pemilih.
Ada yang dipukuli, bahkan dibunuh, karena hal yang lebih sepele.
Pemuda berambut gelap di tengah kelompok
adalah Andrew Goodman.
Goodman dan dua relawan,
Michael Schwerner dan James Chaney
menjadi perhatian seluruh negeri.
Mereka hilang sejak Minggu.
Chaney, Goodman dan Schwerner berada di Mississippi
untuk gerakan hak sipil Freedom Summer,
mendaftarkan pemilih kulit hitam.
Deputi Sherif Cecil Price mengaku menahan mereka karena melaju
65 mil per jam di zona 30 mil per jam.
Mereka dibebaskan malam itu.
Mereka membayar denda, lalu saya bebaskan.
Mereka naik mobil dan pergi.
Itulah kali terakhir kami melihat mereka.
Kadang kasus cepat terungkap,
kadang perlu upaya panjang.
Kasus ini mungkin akan lama,
tapi akan terus diusut hingga tuntas.
Sampai kami temukan jasad ketiga pria
yang hilang serta pihak yang bertanggung jawab
atas hilangnya mereka.
BERDASARKAN KISAH NYATA
Siapa kau?
Kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Di mana jasadnya, Eddie?
Aku hamba Tuhan.
Kumohon.
Di mana jasadnya, Eddie?
Aku sudah bosan bertanya.
Aku… aku tak tahu apa-apa.
- Baik. Kau tak tahu apa-apa? - Tidak.
Baiklah, bersiap melempar.
Paruh akhir babak kesembilan.
Base penuh.
Maut maju ke kotak pemukul.
Maut menahan ayunannya.
Bola itu kurang cocok baginya.
Kau bukan seperti anak buah Hoover, ya?
Kau berbeda.
Ya. Aku tukang pukul.
Siapa kau?
- Bersiap melempar. - Tunggu!
- Lemparan cepat! - Tunggu, tunggu…
Tunggu, tunggu, tunggu!
Tunggu, tunggu…
Tunggu, tunggu!
Baiklah.
Peternakan… Old Jolly… milik Burrage…
- Dikubur. - Siapa yang dikubur, Eddie?
Kau tak akan keluar sebelum buka mulut.
Kita harus mulai lagi.
Kau tak mau mengulanginya.
Dua Yahudi sialan!
Si negro.
Anak pintar.
Kau tak perlu menderita
kalau langsung bicara tadi, kan?
Aduh.
Maaf.
BY ANY MEANS
DUA TAHUN KEMUDIAN
BIRO PENYELIDIKAN FEDERAL KANTOR CABANG
DEPARTEMEN KEHAKIMAN AS
Anak baru sok sibuk.
Ayolah, jangan begitu.
Aku cuma ingin memahami
apa yang terjadi di sini.
Kasus demi kasus. Tak terungkap, tak terungkap, tak terungkap.
Untuk apa Hoover merekrut orang kulit hitam ke FBI?
Karena dia kulit hitam.
Kakeknya pedagang budak.
Ibunya keturunan kulit hitam dan Choctaw.
Makanya orang putih dibiarkan membunuh.
Dia tak mau darah negronya ketahuan,
meski cuma setetes.
Sudahlah, jangan asal bicara,
nanti kita semua dibabat ala McCarthy.
Permisi. Agen Moore?
Wayne Strider, Pak.
- Dari Chicago? - Benar, Pak.
Tapi saya asli Hattiesburg, Mississippi.
Saya ingin membantu penyelidikan Klan.
Kenapa Anda masuk FBI, Agen Strider?
Karena saya percaya pada keadilan.
Dan orang kulit hitam harus turut memperjuangkannya.
Hm.
Saya harus bekerja lagi agar sempat
menemui istri sebelum dia tidur.
Selamat malam.
Selamat malam, Pak.
Kau kembali untuk membawa perubahan,
dan kau berhasil.
Cukup dengan berada di sini.
Setidaknya di Chicago aku menangani kasus.
Memang bukan mendobrak pintu, tapi…
aku ikut menyelidiki.
Di sini bukan Chicago, Wayne.
Kau siap menghadapi dunia.
Dunia belum siap untukmu.
Belum.
Tapi nanti akan siap.
Dan saat itu tiba…
mereka harus siap-siap.
Di sini aku bisa memahamimu
dengan cara yang sebelumnya tak bisa.
Memahami Mississippi perlu perjuangan.
Di sini kebodohan tak ditoleransi.
Baru tiga minggu, sudah paham kami?
Tidak. Kuharap kau selalu penuh kejutan, Wayne Strider.
10 JANUARI 1966
Silakan duduk.
Perjuangan kita khas Amerika.
Perjuangan demi kebebasan, demi keadilan.
Perjuangan yang menjadi dasar negeri ini.
Kita punya senjata yang ampuh.
Hak pilih, Saudara-saudari.
Dengarkan.
Bukan berarti hak pilih menyelesaikan segalanya.
Tapi kita bisa bersuara.
Kalau tak berarti, kenapa mereka bersikeras
merampasnya dari kita?
Itu pernyataan bahwa kita ada.
Bahwa kita berarti.
Inilah rencanaku.
Aku diberkati.
Kalian berbelanja di tokoku.
Menggarap tanahku.
Berkat kalian, aku bisa menafkahi keluarga.
Saat seseorang berkecukupan, dia wajib
berbagi dengan sesama.
Beri tahu semua kenalan kalian,
jika mereka tak mampu membayar pajak pemilih,
Vernon Dahmer akan membayarkannya.
Kalian tahu keyakinanku.
- Tak memilih… - Tak diperhitungkan.
- Kukatakan, tak memilih… - Tak diperhitungkan.
Nah, para pembuat onar.
- Senang bertemu. - Senang bertemu.
Kurang dari 40% penduduk kulit hitam
terdaftar sebagai pemilih.
Di beberapa wilayah, mereka diwajibkan membayar pajak dua dolar
untuk mendaftar.
Ajak warga kulit hitam
memilih sebanyak mungkin.
Gabungan suara kulit hitam dan kulit putih moderat
akan mewujudkan Selatan yang baru.
KHUSUS KULIT PUTIH
Bagaimana dia membujukmu meninggalkan Chicago yang mewah
demi kota tua berdebu ini?
Dia membohongiku.
Katanya kami akan punya rumah besar, penuh anak-anak.
Ayah, boleh minta dua kue lagi?
Tentu boleh, Sayang.
- Buat saudaramu juga. - Ya, Bu.
Begitulah caranya.
Jangan terlalu besar rumahnya.
Nanti kalian harus punya banyak anak untuk mengisinya.
Kau tahu betul, ya?
Dan kau memilih pulang.
Dia tak sungguh pergi.
Setidaknya di dalam hati.
Dia selalu bilang, "Amerika tak akan beres
sebelum Mississippi beres."
Itukah yang selalu kubilang?
Puitis juga dia, ya?
- Mereka lagi. - Kalau begitu…
tutup saja teleponnya.
Telepon terus berdering sejak Vernon
membayari pajak pemilih warga.
Telepon kebencian terus datang.
Jangan ganggu kami!
Dia akan terus menelepon, Vernon.
Kalau berdering lagi, kucabut kabelnya.
Sudahlah. Jangan pedulikan itu.
Kita merayakan kembalinya si anak hilang,
Wayne Strider. Elliot Ness kebanggaan kita.
- Ya. - Benar!
Betul.
Kurang lebih begitu.
Lihatlah dirimu.
Kau kini resmi menjadi agen
Biro Penyelidikan Federal.
Itu berarti.
Ketahuilah, kami bangga kepadamu.
Terima kasih.
Ya.
Terima kasih telah mengundang.
Ingat, tak memilih berarti tak diperhitungkan.
Itulah pengusaha Hattiesburg,
Vernon Dahmer, turut membantu
menghimpun pajak pemilih dua dolar
bagi warga kulit hitam yang mendaftar.
Yang tak mampu, akan dia bayar send…
Belum cukup dia punya mesin kapas sendiri.
Penghasilannya melebihi kita semua,
sementara keluarga kulit putih di wilayah ini
bingung besok mau makan apa.
Ya… Benar…
Belum lama berselang,
negro bahkan tak berani membisikkan kata "memilih".
Kini bedebah itu bersuara di radio,
membeli suara.
Memalukan. Kita biarkan negeri ini jadi begini.
Sungguh memalukan.
Kita yang dulu merebut tanah ini.
Kita ubah negeri biadab menjadi negara terhebat
yang pernah ada di dunia.
Kita umat pilihan Tuhan.
Amin.
Leluhur kita menumpahkan darah agar tanah ini
selamanya menghidupi anak-anak kita.
Benar sekali.
Vernon Dahmer itu pencuri.
Selamat malam, Ayah.
Selamat malam, Sayang. Sampai besok.
Selamat malam.
- Cabut kabelnya. - Ya.
Halo?
Dari lembaran suci
Alkitab tercinta kita, terlahir kisah
salib Golgota yang kasar, tetapi kudus.
Aku masih mau terjaga, Sayang.
Salib ini lambang
agama Kristen, disucikan dan dikuduskan
hampir 19 abad silam oleh penderitaan
dan darah 50 juta martir yang mati
demi iman kita yang mahakudus.
Salib mengilhami para pejuang Perang Salib
untuk merebut Tanah Suci dari kaum kafir, dan kini dipakai
untuk menghimpun kekuatan Kekristenan
melawan gerombolan antikristus yang terus membesar,
demi cita-cita Amerika yang murni.
Ayo, Kawan!
Hattie, bangun! Semuanya, bangun!
Lempar! Ayo!
Ya! Tembak! Tembak!
- Vernon! Kau tertembak? - Ke belakang!
Urus Bettie. Aku jemput Hewlyn.
Sekarang!
Awas!
- Ayo, Nak! - Ayah!
Pecahkan! Pecahkan saja!
Keluar, nanti kuserahkan mereka padamu!
Merunduk, Hewlyn! Merunduk!
Kupegangi. Ayah di sini, Nak.
Ayo, Nak! Ayo!
Ayo!
Ayo, Nak!
Ayo, Vernon!
Ke rumah Harrison! Lari!
- Ayo, Vernon! - Akan kutahan mereka!
- Aku menyusul. - Ayah, ayo!
Aku segera menyusul.
Aku menyayangimu.
Ya Tuhan! Sial!
Hati-hati, Kawan!
Jalan! Jalan! Jalan!
Ayo pergi!
Kembali hari yang kelam bagi Amerika.
Vernon Dahmer, ketua NAACP County Forrest
dan pengusaha, wafat pada usia 57 tahun.
Rumahnya dibom bakar tengah malam.
Polisi saat ini enggan…
Aku turut berduka, Sayang.
Namun, kami terus mengikuti kasus ini.
Anggota dewan kulit hitam Julian Bond dilarang
duduk di DPR Negara Bagian Georgia,
meski menang mutlak…
…dalam pemilu.
Para anggota dewan
memilih menolak Julian Bond,
yang dianggap melanggar Konstitusi…
…Amerika Serikat
karena menentang…
- Terima kasih. - …Perang Vietnam.
Sudah.
Ayo.
Tuhan, terima kasih atas anak-Mu,
kami berdoa agar jiwanya bersama-Mu.
Belum pernah kutemui orang sebaik dia.
Meski kami berjalan di lembah kelam,
dinaungi maut, kami tak gentar,
sebab Engkau menyertai kami.
Engkau punya tujuan bagi kami.
Amin.
Ya Tuhan.
Tunggu. Aku segera kembali.
Sedang apa kau, Bocah?
FBI.
Bohong.
Lihat ini?
Aku tak lihat apa-apa.
Minggat, Bocah.
Baik.
Permisi, Bu. Boleh kami bertanya?
Aku tak mau bicara. Tidak.
Ada yang kau dapat?
Tak ada yang belum kita ketahui.
Pak, sampaikan kepada Presiden, ini kami tangani sepenuhnya.
Prioritas utama kami.
Agen kami sedang dikerahkan.
Saya mengerti, Pak. Perkembangannya akan saya laporkan.
Hoover.
Baru bicara dengan Johnson.
Presiden merasa mereka mempermainkan
undang-undang hak pilihnya.
Katanya segregasi sudah berakhir.
Bicaralah.
Tak ada yang mau bicara di Hattiesburg, Roy.
Kulit hitam maupun putih.
Semuanya takut akan pembalasan Klan.
Sebanyak apa pun agen kita
yang bertanya di sana,
tak akan ada yang bicara.
Setidaknya tidak sukarela.
Jadi apa rencanamu, Roy?
🎵 Aku suka bebas lepas… Aku suka… 🎵
Kenapa aku harus makan bayam?
Kata Ibu begitu. Makanlah.
Bu, dia terus menggangguku.
Hei. Ayah pulang.
Aah!
Ih!
Ayah! Ayah!
Junior mana?
Di kamar sejak pulang.
Dia tahu ini waktunya makan.
Gregory!
Cepat, sebelum Ayah menyeretmu!
Junior!
Hormati ibumu. Duduklah.
Ya Tuhan.
Ada apa?
Siapa yang memukulmu?
Anak-anak di sekolah.
- Tak apa. - Tak apa?
Nama mereka. Sekarang.
Tommy Russo.
Tommy, anak Eleanor?
Eleanor.
Besok…
Cari Tommy. Hajar sampai masuk rumah sakit. Paham?
Buat sepuluh kali lebih parah.
Belah kepalanya dari kuping ke kuping.
- Halo? - Kau anak baik.
- Ayah sayang padamu. - Greg, telepon.
Makanlah.
Siapa?
Ya.
Aku sedang makan.
Bersama anak-anak.
Ya.
Ya, baiklah.
Aku datang.
Cepat selesaikan. Aku sedang bersama keluarga.
Kau dibutuhkan di Selatan.
Kau kembali ke Hattiesburg.
Ada Yahudi hilang lagi?
Orang kulit hitam.
Aktivis hak pilih. Dibunuh Klan.
Sudah pernah. Peduli amat. Aku tak mau.
Ini bukan permintaan.
Dengar baik-baik.
Persetan. Aku tak mau.
Kalau tak mau Joe Colombo tahu majikanmu,
naiklah pesawat.
Paham?
Semua ada di situ.
Tiket, motel di Mobile. Datang dan tunggu dihubungi.
Kesepakatannya sama.
Ruang arsip. Agen Khusus Strider.
Ya, Pak.
Baik.
Ya, Pak. Segera.
Siapa tadi?
AGEN KHUSUS MOORE
Tinggalkan kami.
Terima kasih.
Agen Khusus Strider, ada kesempatan bagi Anda
membantu menyelidiki pembunuhan Dahmer.
Latar belakang, pengenalan daerah
serta tokoh setempat membuat Anda cocok.
Ini operasi tak resmi.
Tak ada yang tahu, dan tak boleh tahu.
Anda berminat?
Sangat.
Anda akan berpasangan dengan penyelidik khusus
yang sangat tepat untuk tugas ini.
Jemput dia di hotel ini, di Mobile.
Bawa ke Highway Host Motor Lodge,
di pinggiran Hattiesburg.
Serahkan koper ini kepadanya.
Jangan buka kopernya.
Ikuti persis semua perintahnya.
Cari saksi dan peroleh pernyataan tertulis yang ditandatangani.
Jangan bicarakan kasus ini dengan siapa pun.
Ada pertanyaan?
Samuel Bowers dalangnya, kan?
Menentukan pelaku adalah tugasnya.
Anda hanya petugas pendampingnya.
Ada lagi?
- Tidak, Pak. - Kalau begitu, berangkat.
Sudahlah, temani aku.
Tenang. Sabar sebentar!
Tidak, tunggu aku.
Kau ini siapa?
Agen Khusus Wayne Strider, FBI.
Kita bermitra.
Yang benar saja.
FBI kulit hitam?
Ini titipan untukmu.
Sapa dia, Sayang.
Hai, Sayang.
Masuk. Jangan malu.
Apa ini?
Ini kerja, Sayang. Pengertianlah.
Baiklah.
Biar kuselesaikan pekerjaanku.
Ada apa, Sayang?
Teliti sekali FBI, ya.
Sudah? Kau juga sopirku?
Saya bukan sopir. Saya pendampingmu.
Kalau begitu, dampingi dia
ke bandara sebelum suaminya khawatir.
Naikkan dia ke taksi.
Perjalanan ke Hattiesburg masih jauh.
Berpakaianlah, Sayang. Pak Agen akan mencarikan taksi.
- Aku belum selesai. - Astaga.
Wah.
- Lepaskan. - Kau saja.
Saya tunggu di luar.
Tak mau menonton?
Nah. Hati-hati.
- Bakal kangen? - Aku akan kangen.
Pegang, Sayang.
- Bandara. - Baik, Pak.
Ayo, Sayang.
Jaga tetap hangat untukku.
- Pasti. - Baiklah.
Ternyata kau sopirku.
Sejak kapan Hoover menerima para "moulie" seperti kau?
"Moulie"? Sebutan untuk kulit hitam di…
New Jersey?
Aku bukan orang New Jersey, sialan.
Aku dari Bensonhurst, Bedebah.
- Brooklyn. - Oh.
Tapi kau pasti yang pertama, kan?
Jangan bilang aku duduk bersama
Jackie Robinson-nya FBI.
Kenapa? Mendadak bisu?
Aku tahu kau bisa bicara. Halo?
James Wormley Jones.
- Siapa? - Agen khusus kulit hitam pertama.
Diangkat pada 1919.
James Amos pada 1921.
Earl Thomas dan Thomas Leon Jefferson pada 1922.
Sudah banyak.
Dua lagi bekerja di kantorku.
Baru kau yang kulihat.
Sial.
Sial.
Seperti mau berak ketakutan.
Bilang saja kau agen federal,
biar kita bisa pergi.
Kita di jalan sepi di Alabama, malam-malam,
dan aku agen FBI kulit hitam.
Yang lebih mereka benci daripadaku
cuma orang yang bekerja di FBI.
Persetan.
Kejahatan apa yang kalian lakukan?
Tidak ada, Pak.
Mau ke mana?
Hattiesburg, Pak.
Ada apa di Hattiesburg?
Motel di US 49.
Motel, ya?
Benar, Pak.
Kalian homo?
Hei. Ada yang lucu?
Asalmu?
New Jersey.
Identitas kalian. Sekarang.
Aku tak menyetir. Tak perlu identitasku.
Jangan atur aku!
Identitas.
Sekarang.
FBI.
Apa-apaan ini?
Apa ini?
Aku bekerja untuk pemerintah. Hanya…
mengantarnya pulang.
Tanpa masalah.
Tanpa masalah.
Mengaku-aku agen federal.
Keluar dari mobil. Sekarang.
Aku akan bersenang-senang denganmu malam ini.
- Tunggu. - Mau apa kau?
Tunggu.
Jangan. Jangan.
Benar, menyenangkan.
Kau menembak polisi.
Kita tamat.
Dia yang tamat. Ayo.
Jatuhkan senjatamu.
Kau pasti bercanda.
Jatuhkan senjatamu.
Kau tak tahu apa yang kaulakukan,
Jackie Robinson.
Sekali lagi. Jatuhkan senjatamu!
Hei, Tolol.
Lihat sekeliling. Tak ada saksi.
Tak ada senjata. Tak ada kejahatan.
Ayo pergi.
Pernah menangkap orang?
Sudah kuduga.
Kau yang harus memborgolku.
Benar-benar sinting.
Baik, kau berhasil menangkapku.
Sial.
Hei.
Apa-apaan kau?
Kau tak akan melaporkan ini.
Kalau kaulaporkan, kubilang kaulah pelakunya.
Mereka percaya siapa?
Dasar orang sialan.
Sungguh keterlaluan.
Baru hari pertama kerja?
Hei, tunggu. Lap dulu.
Bekas sentuhanmu. Lap sekarang.
Sial.
Sudah, cukup.
Bisa kita pergi sekarang?
Lapar?
Aku lapar sekali. Ayo.
Pasti belum pernah lihat.
Aku bebas berbuat sesukaku. Tak ada aturan.
Atau kau belum diberi tahu?
Diberi tahu apa?
Aku bukan pemula, Jackie.
Dua tahun lalu aku bertugas di sini.
- Bertugas apa? - Kerjaanku. Menurutmu apa?
MIBURN? Pembunuhan Freedom Summer?
Itu aku.
Akulah yang memecahkannya.
Berkat aku, mayat para mahasiswa itu ditemukan.
Seperti James Bond, sialan.
- Ayo. - Hm.
Bagus tadi.
Tampan sekali.
Baik.
Aku pegang. Baiklah.
Dua tangan.
Aku tak yakin bisa.
Kau menembak seperti orang takut.
Berdiri seperti ini. Pijakan harus kokoh.
Tunjukkan.
- Kaki kiri… - Ya.
sedikit di depan kaki kanan.
Ya.
- Perhatikan. - Aku memperhatikan.
Kaki kiri sedikit di depan kaki kanan.
Seperti hendak meninju orang.
Aku belum pernah meninju orang.
Aku tak tahu maksudmu.
Kau harus bisa melindungi diri, Sayang.
Dari siapa?
Semua orang.
Begitu. Dua tangan. Tangan dominan di atas.
Tarik pelatuk. Jangan remas.
Baik.
Hore!
Seperti Annie Oakley.
Kau kenapa?
Aku baru dapat tugas khusus.
Sayang, hebat sekali.
Yang kita inginkan.
Ya.
Masuk.
Ya, sudah kubilang.
Jangan bertaruh Yankees kalah.
Apa kau bodoh?
Mickey Mantle pemain terhebat.
Bertaruhlah untuk pemenang.
Yang benar saja.
Yankees juara World Series 7 kali dalam 11 tahun.
1951, '52, '53, '56, '58, '61 dan '62.
Ya.
Kalau terus begitu, istrimu kabur.
Lari bersama tukang susu.
Atau lebih parah, bercinta
dengan bandar judi kulit hitammu.
Bosmu, Agen Rhodes.
Dia ingin bicara.
Tunggu. Dia santai sekali.
Ya, siapa ini?
Agen Rhodes.
Tak ada yang mau kausampaikan?
Ada laporan?
Ayo, Barney Fife. Ceritakan
perbuatan kita malam itu.
Tak mau bercerita?
Tak ada laporan, Pak.
Baik.
Baik? Kubilang aku tak terikat aturan.
Ayo, Jackie. Bisa senyum sedikit?
Ke mana?
Toko Senjata Gilmer. Kau tahu?
Revolver di rumah Dahmer tak tercatat pemiliknya,
tapi dijual di sini.
Bobby Gilmer sengaja tak mencatatnya, ya?
Ayo.
Aku tak boleh ikut masuk.
Itu melanggar prosedur tugasku.
Prosedur?
Apa itu?
Kalau kusuruh, kau lakukan.
Atau mau dipindahtugaskan?
Telepon bosmu.
Turuti perintahku.
Ayo. Kau ikut masuk.
Aku tinggal di kota ini.
Tak bisa asal masuk toko itu.
Di Mississippi tak bisa begitu.
Masuk agar kepalaku ditembak,
lalu mereka diberi hadiah? Kau saja.
Aku tahu caranya. Dengarkan.
Kita masuk, bertanya,
mencari informasi, sedikit bersenang-senang,
lalu pergi. Ayo.
Mau apa kalian?
Silakan kau dulu.
Silakan.
Sudah ketemu?
Pak Gilmer. Saya Agen Khusus Strider, FBI.
Apa katamu?
Lihat ini?
FBI.
Pemandangan langka.
Agen federal kulit hitam.
Revolver Rohm .22 Magnum
di rumah Vernon Dahmer,
yang dibom bakar oleh Klan,
dijual dari toko Anda.
Masalahnya,
identitas pembelinya tak Anda catat.
Bagaimana senjata tak tercatat itu
bisa ada di lokasi kejadian?
Aku…
Hei!
Letakkan kembali sekarang juga!
Kembalikan!
Keluar dari tokoku.
Kau juga.
Nah, makin seru.
Keluar, atau kutembak tembus
tubuh negro ini.
Silakan.
Kubur saja di belakang.
- Jangan. - Aku serius.
Kau juga kutembak, bedebah tengik.
Ya Tuhan!
Sebutkan pembelinya, kami akan pergi.
Aku menjual ribuan senjata.
Tak mungkin ingat semua nomor serinya!
Keponakanku yang tolol, William, bekerja di sini dua musim panas lalu.
Selalu keliru mencatat angka dan huruf.
Pasti dia salah melabelinya.
Pak, jika labelnya salah,
aku tak tahu pemiliknya.
Jackie, kau percaya?
Aku berkata jujur.
Kumohon.
- Ayo pergi. - Ya. Sebentar.
Kau tak apa? Kemari, aku mau bertanya.
Tak apa?
- Hei! - Siapa pembelinya?
Aku tak tahu.
Berhenti.
Dengar ucapanku?
Berhenti!
Ya, aku dengar.
Sebutkan namanya!
Siapa pembelinya?
Jangan bohong.
Dasar udik brengsek.
Namanya, Bobby.
Terakhir kutanya. Siapa pembelinya?
Kumohon. Aku tak tahu apa-apa.
Baik, baik. Baiklah.
Sial.
Baiklah.
Kau mau bertanya lagi?
Jelas dia tak tahu apa-apa.
Apa kau sinting?
Harus kupastikan.
Omong kosong.
Ini bukan Bensonhurst.
Kau tak kemari untuk main-main.
Ini penyelidikan resmi,
jangan halangi aku menegakkan hukum.
Paham, Bedebah?
Aturanmu tak berguna.
Makanya aku dipanggil, Tolol.
Kau mau jadi orang kulit hitam yang
membiarkan para udik itu lolos?
Jackie Robinson sialan.
Aku bukan penyemir sepatu.
Kuhancurkan kepala.
Martin Luther King?
Banyak yang mengincar nyawanya.
Astaga.
Antrean pembunuhnya panjang sekali.
Letakkan.
Aku lebih suka Malcolm X.
Apa yang kautahu soal Malcolm X?
Dia tak mau diinjak-injak.
Aku sendiri tak peduli dengan kaummu.
Tapi dia ada benarnya.
Memberi pipi yang lain.
Tak membuahkan hasil, kan?
Ada hasilnya.
Memangnya aku kemari untuk liburan?
Kau sama sekali tak mengerti.
Bagaimana menjelaskan rasisme kepada orang sepertimu?
Maksudku, ambil senjata,
masalah kalian cepat selesai.
Dengan cara apa pun yang perlu.
- Aku suka itu. - Ya, tambah pembunuhan.
Itulah yang kita butuhkan.
Pasti bagus buat kita.
Ide yang bagus.
Dipikir-pikir lagi,
bacalah buku itu. Belajar sedikit.
Kenapa kita tak datangi saja
si Bowers dan menghabisinya,
daripada buang waktu di kota udik ini?
Menghilangkan orang tak menyelesaikan masalah.
Kita kumpulkan bukti, penjarakan mereka karena melanggar hukum.
Dan umumkan.
Biar si biskuit tahu akibatnya.
- Biskuit? - Ya, biskuit.
Belum pernah dengar?
Belum. Maksudnya?
Biskuit asin.
Putih.
Asin.
Hambar.
Orang kulit putih.
Kotak. Kaku pula, kan?
Kalau kau?
Kau apa?
Cokelat. Nikmat.
Seperti Tootsie Roll, ya?
Persetan kau.
Ya.
Kau kelewatan belokan, kan?
Ya, tunggu. Aku punya ide.
Kita sedang apa di sini?
Aku mau bicara dengan calon saksi.
Kau tunggu di sini.
Kenapa?
Aku tak butuh kau memecahkan kepalanya.
Dia tak mau bicara dengan orang putih.
Halo, kawan lama.
- Siapa yang datang? - Halo…
- Sudah besar kau sekarang. - Senang bisa pulang.
Katanya kau membawa gadis kota cantik
ke rumah Dahmer tempo hari.
Istriku, Allison.
- Dari Chicago. - Chicago?
- Ya. - Bisa memasak?
Bisa, Bu.
Apa yang Ibu lihat malam itu?
Saat rumah Vernon dibakar.
Jangan ikut-ikut masalah itu.
Aku bekerja di FBI, Bu Rebecca.
Masalah itu pekerjaanku.
Begitu, ya?
Mereka membunuh Vernon, Bu Rebecca.
Kita tak bisa diam saja.
Ada dua pikap.
Yang biru, lampu belakangnya pecah sebelah.
Mobil itu keluar, lalu berputar di kegelapan,
seperti mata jahat. Aku ingat itu.
Sepertinya Pak Dahmer menembaknya beberapa kali
saat mobil itu kabur.
Ibu sudah beri tahu FBI?
Tak sudi kuberi tahu para pria putih berjas itu.
Mereka datang kemari,
aku tak mau bicara dengan aparat.
Aku tak mau rumahku ikut dibakar. Paham?
Hei.
Sudah selesai?
Siapa dia?
Sopirku.
Ada hasil?
- Mungkin. - Cerdas juga.
Kau kenal ibu-ibu di sini.
Mereka selalu tahu segalanya, kan?
Aku lapar.
Aku tahu tempatnya.
Kantor menyisir bengkel, mencari pikap biru
dengan lampu belakang pecah dan bekas gotri.
Terakhir kemari, aku makan bakon terenak
seumur hidup.
Kaummu memang ahli menggoreng.
Bakon ya bakon, Sialan.
Aku ingin tahu.
Tanya saja.
Bagaimana kau pecahkan kasus itu?
Kau benar-benar tak diberi tahu, ya?
Anggap saja setiap orang punya batas sebelum mau bicara.
Bukan kerja polisi, ya?
Memangnya aku polisi?
Dulu mereka membawaku ke sini.
Kulakukan pekerjaanku, kutemukan anak-anak malang itu.
Tanpa berdoa atau pawai,
atau aksi duduk di kedai makan.
Kuhajar beberapa orang, terpecahkan kasusnya.
Kau bebas, Jackie.
Bebas menghajar yang mengusikmu.
Pistol dan lencana sudah ada.
Tinggal punya nyali.
Kalau berhasil, kariermu bisa melesat.
Mungkin bertemu Hoover.
Fotomu dipajang di dinding.
Bagaimana? Hebat, kan?
Sama-sama.
Mau pesan minuman dulu?
- Kopi. - Pakai apa?
Hitam.
Bisa Kamis saja?
Mungkin akan lebih ramai.
Baik.
Nanti kutelepon.
Suamiku baru pulang.
Ya.
Sepertinya harimu berat sekali.
Halo, Bu Hattie.
Halo, Wayne. Lapar?
Kuambilkan.
Apa semua ini?
Kami merancang pawai setelah pemakaman Vernon.
Aku warga sini sekarang. Mau ikut berjuang.
Ibu yakin mau melakukan semua ini?
Jangan terlalu membebani diri.
Vernonku tak mati sia-sia.
Jadi aku akan berjuang. Terima kasih.
- Maaf. - Terima kasih.
Mau ceritakan ada apa?
Tak ada apa-apa.
Hei.
Jangan begitu.
Pak.
Ini aku.
Pernah terpikir, mungkin
aku tak ingin kau terlibat?
Di sini terlalu berbahaya.
Baiklah.
Kau yang masuk FBI.
Kau yang mengajakku kemari.
Kalau kita terancam, kaulah yang membawaku ke dalamnya.
Kini kita di sini.
Kau terlibat.
Aku pun ikut bersamamu.
Siapa sebenarnya kau?
Kau anggota mafia, kan?
Itu aku. Usia 18 tahun.
Muda dan bodoh.
Masih taat hukum, sepertimu.
Jadi pembunuh di armada niaga?
Bukan, sialan.
Tak pernah perang.
Saudaraku mulai salah jalan.
Dia ikut bos setempat, jadi anak buahnya.
Kontrakku habis. Ayah memohon
agar aku pulang dan membimbingnya ke jalan benar.
Aku melarat. Nyekop batu bara bareng Ayah,
banting tulang tiap hari.
Mau bicara diskriminasi? Ayahku "WOP".
- Tahu artinya? - Tidak.
Tanpa dokumen.
Kaum negro di antara orang putih.
Setingkat di atas orang Irlandia kotor.
Saudaraku bilang ada cara
untuk mendapat 200 dolar sejam.
Sebulan menyekop batu bara tak dapat segitu.
Tentu kuterima.
Si mafioso memberiku pistol
terbungkus serbet. Begitu mulanya.
Terus sampai sekarang.
Kau bangga sekali, ya?
Bangga atau tidak, peduli amat.
Tak penting.
Kalian pikir sedang berbuat sesuatu.
Padahal cuma menyekop batu bara.
Memilih atau tidak, omong kosong semua.
Kalau kau kulit hitam, apa yang kaulakukan?
Kubunuh mereka semua.
Tanpa tersisa.
Cepat juga kalian menemukannya.
Ya.
Pemilik bengkel ini anggota Klan,
jadi sebaiknya aku tak ikut.
Wah, tak kusangka.
Hei.
Jangan main pukul.
Kita sudah menarik perhatian.
Tak melulu pakai peluru.
Aku juga bisa main halus.
Bersikap sopan.
MEKANIK BERTUGAS
Halo.
Ada yang bisa saya bantu?
Seharian kucari pikap itu.
Aku yang merusak lampu belakangnya.
Kutabrak karena melamun.
Ada perlu apa, Pak?
Aku tak yakin boleh cerita.
Ceritakan saja.
Aku lewat kedai, keringat bercucuran.
Kupikir, mampir minum Coca-Cola dingin, istirahat sebentar.
Aku masuk, dan dia ada di balik meja.
Cantik sekali. Gadis kulit hitam.
Hitam pekat bagai malam.
Semulus wiski, tubuhnya bagai mimpi terlarang.
Jangan cerita ke siapa-siapa.
Aku tak akan cerita.
Kudekati meja dengan gaya sok keren.
Sambil tersenyum, dia mendekat, berkata,
"Mau pesan apa, Sayang?"
Kupikir, sial, mungkin dunia tak serumit
yang dikatakan orang-orang.
Mungkin cuma aku, dia,
dan Coca-Cola ini.
Lalu dia melihat cincin kawinku.
Dia langsung menatap begitu.
- Aku tahu tatapan itu. - Ya, aku tahu.
Sialan, aku…
Bodohnya aku lupa istriku.
Ya.
Aku pergi, naik pikap, lalu menabrak
mobil yang parkir di seberang.
Lampu belakangnya copot.
Menarik sekali ceritanya.
Ya, masalahnya, pikap itu…
Pikap itu mengalami kecelakaan lain.
Justru itulah yang kucari.
Begini. Kuberi imbalan yang pantas.
Sebentar, ya?
Kau ikut kali ini?
Kita butuh dia hidup.
Dan bicara.
Terserah kau.
Kau akan bicara. Tinggal tunggu waktunya.
Hm?
Baik, baik.
Cukup.
Bicaralah, Billy Roy.
Kami tahu kau terlibat pembunuhan
Vernon Dahmer.
Siapa lagi yang ikut malam itu?
Siapa kalian, berani mendobrak rumahku
seperti tadi?
Aku tak akan bicara.
Apalagi denganmu.
Akan kuhubungi sherif.
Akhirnya.
Kau tak akan menelepon siapa pun.
Sial!
Dengar, Billy.
Ada saksi melihat pikapmu di lokasi.
Benar.
Inilah kesempatanmu.
Hei. Jangan bodoh.
Tahu nasib pria putih kurus di Yazoo City?
Ringankan hukumanmu, Billy Roy.
Bongkar Bowers cs. Ringankan hukumanmu.
Dengar ucapannya?
Mulai mau terbuka, ya?
Ya.
Mau mengobrol, ya?
Mereka akan menggantungmu di jembatan Shubuta, Bocah.
Jangan.
Anjingmu di luar?
Tahu tidak?
Aku muak dengar anjing itu.
Jangan! Tunggu!
Kau membunuh anjingku.
Kau membunuh anjingku.
Kau berikutnya kalau diam.
Persetan kau.
Oh.
Sekarang kauberi lampu hijau?
Sudah, berhenti.
Sudah, berhenti.
Kita butuh dia hidup.
Berhenti. Cukup.
- Cukup! - Jangan…
Kita bawa dia ke kantor.
Dasar psikopat sialan.
Dia hampir buka mulut.
- Kau kenapa? - FBI. Kau ditangkap.
Kau kami bawa.
Kau akan memberi semua keterangan yang kami butuhkan.
Ya, tangani sendiri.
Lakukan caramu.
Ayolah, Kawan.
Kau mau diam saja?
FBI! Aku agen federal.
Pak Pitts ditangkap.
Kalian pulanglah.
Negro ini bawa pistol!
FBI! Kubilang FBI, sialan!
Bagus! Bedebah!
Kena kau!
Awas!
Tendang dia!
Sial.
Negro sialan.
Tetap di bawah, Bocah.
Awas!
Ayo.
Mundur kalian!
Jangan biarkan mereka kabur!
Sialan!
Sial! Astaga!
Bedebah hitam. Kuselamatkan nyawamu.
- Kau berutang. - Karena dibiarkan dihajar?
Apa-apaan kau?
Kubiarkan kau pakai caramu.
Nyaris bertambah lagi
negro mati. Kau akan tergantung
di pohon kalau bukan…
Bedebah kau.
Ayo.
Kucabik-cabik kau, Bedebah!
Sial.
Bedebah!
Kau dan aturanmu.
Kita harus menangkapnya lagi.
Seolah kau tak punya aturan.
Bilang saja ke Joe Colombo,
Vito Genovese, atau siapa pun
- bosmu itu! - Jaga…
mulutmu, paham?
Kau tak tahu apa-apa.
Kau lebih buruk dari Klan.
Mereka iblis, tapi setidaknya punya keyakinan.
- Percaya apa? - Diriku, Bedebah.
Omerta?
Sumpah tutup mulut?
Omong kosong.
Berkeliaran dengan jas mewah,
menggigit tusuk gigi, sok berkuasa.
Kau cuma pengkhianat.
Apa katamu?
Pengadu bayaran pemerintah.
Aku bukan pengkhianat!
Aku membantu kau dan kaummu.
Melakukan yang tak berani kaulakukan.
- Aku berhenti. - Aku berusaha…
- menjadikanmu lelaki. - Aku berhenti.
Kau dan lencanamu.
Kaupikir aku peduli?
Brengsek.
- Baiklah. - Sam.
Kupegangi kau.
Biar kulihat. Kemari.
FBI membunuh anjingku…
Kita lepaskan borgolmu.
- Boone dibunuh. - Tenang.
Akan kita urus.
Mereka incar kita, Sam.
- Kita ketahuan. - Kerahkan semua.
Perintahmu jangan mengganggunya.
Biarkan dia bekerja.
Tapi kau tinggalkan dia di pinggir jalan.
Keluar, negro sialan!
Akan kaubayar nanti!
Anda dibebastugaskan, Agen Strider.
Serahkan senjata dan lencana Anda.
Maaf. Maafkan aku.
Aku tak suka begini.
Maafkan aku.
- Kau tertembak? - Tidak.
Ya Tuhan!
Lari! Lari!
Cepat! Dia datang!
Kena kau!
Kena kau!
Tembak dia! Ayo!
Ayo! Serbu!
Hei!
Kena kalian, Bedebah!
Sial! Mundur! Mundur!
Ayo, cepat!
Sial!
Bedebah!
Ayo!
Ayo lawan!
Tembak!
Masuk lagi!
Ya Tuhan!
Ke sini!
Ayo, ayo…
Lawrence Byrd.
Ketahuan.
Ayo. Archie akan mengantarmu ke…
- Tak… - Edward Lee di Jackson.
akan pergi ke mana pun.
Allison, jangan bahas sekarang.
Wayne, dengarkan aku.
Ke mana pun kau pergi, aku ikut.
Kau tak boleh ikut urusanku ini.
Berbahaya.
Bagimu juga.
Kau bisa terbunuh.
Ini rumah kita. Rumah anak-anak kita kelak.
Jangan biarkan binatang-binatang itu merampasnya.
Keras kepala sekali!
Kita tak bisa terus lari.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Mau apa kau?
Masuk mobil.
Kau meninggalkanku. Kita sudah selesai, ingat?
Bukan kau yang menentukan.
Aku yang tentukan kapan selesai.
Mereka menyerangku…
dan istriku.
Ambil barangmu, lalu masuk mobil.
Kita tuntaskan. Setelah itu kau pulang.
Itu yang kutunggu.
Ayo.
Bedebah itulah yang menembaki rumahku.
Lalu?
Kita tunggu.
Menurutku ini membosankan.
Tak kutanya.
Waktu kecil, kubakar mobil milik polisi.
Kau? Si teladan Dudley Do-Right?
Mobil polisi?
Bukan, mobil milik seorang polisi.
Yang kuincar miliknya, bukan milik daerah.
Temanku mencuri permen karet dari toko.
Seorang deputi ada di luar.
Dia mengejar kami…
sekitar setengah mil dari sini, di jalan itu.
Aku lolos.
Temanmu tidak?
Tidak.
Polisi itu mematahkan lengannya.
Juga rahangnya.
Dia putus sekolah.
Tak kutemui lagi sejak musim panas itu.
Kucari rumah polisi itu.
Kubakar mobilnya.
Bagus. Dia pantas mendapatkannya.
Lalu bagaimana?
Tak ada.
Aku lolos tanpa hukuman. Bayangkan.
Entah kenapa kuceritakan padamu.
Orang satu ini.
Cuma dia yang lolos hukuman
- malah kesal. - Ya, begitulah.
Aku tak suka orang lolos dari perbuatannya.
Bangunkan kalau ada sesuatu.
Ada apa?
Itu dia?
Entahlah. Ayo.
Halo.
Bersuara, kubunuh kau di sini.
Dengar?
Hei, Bocah.
Berhenti!
Kumohon, berhenti!
Kau penuh kejutan.
Aku tahu siapa kau.
Orang gila dari New York, kan?
Ya.
Jangan kira bisa kauperlakukan aku seperti Edgar Ray.
Aku bukan pendeta pengecut.
Terdengar menantang.
Aku suka tantangan.
Berhenti.
Apa katamu?
Kau bicara?
Siapa membunuh Vernon Dahmer?
Siapa membunuh Vernon Dahmer?
Siapa membunuh Vernon Dahmer?
Kenapa kau peduli? Kenapa?
Aku tak peduli. Temanku ini yang peduli.
Aku baru dibayar kalau kau memberi keterangan kepadanya.
Persetan kau.
Persetan kau juga di belakang, siapa pun kau!
Aku suka yang ini.
Styles.
Clive Styles.
Katanya ibumu tinggal di Natchez.
Begini rencanaku.
Besok aku bangun,
pergi ke Natchez,
mencari ibumu,
lalu mengiris-iris tubuhnya.
Sepotong-sepotong, bagai kalkun Thanksgiving.
Bagaimana menurutmu?
Bedebah ini.
Ibunya sendiri pun tak mau dia selamatkan.
Belum bicara?
Di situ…
menjerit-jerit seperti perempuan.
Kemari.
Berhenti. Berhenti!
Baik.
Ayo.
Berlutut.
- Tidak. - Di depan pacarmu.
Kalian pikir apa dengan semua ini?
Kalian pikir kami bakal dihukum?
Mereka cuma negro, sialan.
Ini Mississippi.
Turunkan celananya.
Turunkan celananya sekarang!
- Keluarkan kontolnya. - Ayolah.
Turunkan celananya, sialan!
Baik, baik.
Lepaskan.
Bunuh aku saja.
Tidak. Kau akan merasakannya.
Setiap irisan, Bedebah.
Berhenti. Berhenti!
Kumohon. Aku akan bicara.
Sam Bowers.
Jangan potong dia.
Bicara.
Sam…
Bowers?
Dia menyuruh kami menghabisi negro itu, Dahmer.
Aku. Clive.
Billy Roy Pitts.
Cecil Sessum.
William Smith.
Bowers ingin Dahmer pasti mati.
Agen FBI negro itu.
Dan rumah satunya.
Rumah apa?
Nenek negro yang banyak bacot,
yang tinggal di seberang.
Itu dia, Jackie.
Berhenti! Kumohon, kasihanilah aku.
Kasihanilah aku. Kumohon…
Kumohon, kasihanilah aku.
Kasihanilah aku. Kumohon.
Tahu kau sedang di mana?
Lihat temanmu di sana?
Mau melihat wajahku lagi?
Tidak, Pak. Tak akan.
Rahasiakan kejadian ini. Kau harus bersaksi.
Kecuali mau tergantung di jembatan.
Baik, Pak.
Rekam.
Siapa lagi?
Yang keras dan jelas.
Charles Noble.
Melvin Martin.
Clifton Lowe.
Horace Doyle Barnette.
James Jordan.
Johnny Lee Walker.
14 nama.
Sudah diteken.
Lumayan.
Kau kenapa?
Hari yang hebat.
Cuma kau orang kulit hitam yang bisa membunuh
orang putih tanpa dihukum.
Bukan apa-apa, tapi para bos selalu akan
membutuhkan orang seperti kita untuk kerja begini.
Mereka tak mau melakukannya. Makanya mereka bos.
Saatnya aku pergi.
Sampai jumpa, Jackie Robinson.
Pengusaha Hattiesburg, Lawrence Byrd,
menandatangani pengakuan 22 halaman,
merinci keterlibatannya dan 13 orang lainnya dalam
pembunuhan Dahmer.
Pengakuan ini hasil kerja tanpa lelah
aparat penegak hukum setempat dan federal.
Melindungi hak sipil seluruh warga menjadi prioritas
Biro Penyelidikan Federal.
🎵 Aturan, seseorang harus membuatnya 🎵
🎵 Tapi selalu ada yang melanggarnya 🎵
🎵 Dan itulah kau 🎵
14 orang ditangkap terkait pembunuhan Vernon Dahmer.
Hanya lima yang dinyatakan bersalah.
Pada 1978, semuanya sudah dibebaskan.
Sam Bowers tetap bebas selama 32 tahun setelah kejahatan itu.
Kegigihan keluarga Dahmer akhirnya membuatnya dihukum.
Bowers meninggal di penjara pada 2006.
Penyelidikan mendalam dan kesaksian
menegaskan bahwa Gregory Scarpa Sr.,
kepala kelompok keluarga mafia Colombo,
direkrut FBI untuk operasi rahasia
terkait pembunuhan Freedom Summer 1964
dan pembunuhan Vernon Dahmer 1966.
FBI tak pernah mengakuinya.
Greg Scarpa Sr. menjadi salah satu
pembunuh bayaran paling terkenal dalam sejarah mafia Amerika.
Dia diduga membunuh lebih dari 60 orang.
Kesaksian keluarga Scarpa menegaskan keberadaan
agen FBI kulit hitam anonim yang diduga ikut
dalam operasi Greg Scarpa Sr. di Mississippi.
🎵 Hanya satu jalan yang kautempuh Yaitu jalanmu sendiri 🎵
🎵 Mereka tak bisa membuat aturan sesukanya 🎵
🎵 Takkan kami biarkan aturan menghalangi 🎵
🎵 Hukum tak dibuat demi kebutuhanmu 🎵
🎵 Kadang yang perlu kaulakukan Harus ditempuh dengan cara apa pun 🎵
🎵 Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Dengan cara apa pun Apa yang kaubutuhkan 🎵
🎵 Oh 🎵
🎵 Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Kau boleh menjerit Mereka takkan mendengar 🎵
🎵 Kau tak boleh berhenti Ada misi yang kauemban 🎵
🎵 Kau tak bisa dibendung Tak akan mundur 🎵
🎵 Sesuatu sudah dimulai Kini tak bisa berhenti 🎵
🎵 Mereka tak bisa membuat aturan sesukanya 🎵
🎵 Takkan kami biarkan aturan menghalangi 🎵
🎵 Hukum tak dibuat demi kebutuhanmu 🎵
🎵 Apa yang perlu kaulakukan Lakukan dengan cara apa pun 🎵
🎵 Dengan cara apa pun Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Oh Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Dengan cara apa pun Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Yeah, yeah 🎵
🎵 Ambil yang kaubutuhkan 🎵
🎵 Ambil yang kaubutuhkan Dengan cara apa pun 🎵
🎵 Mmm Dengan cara apa pun 🎵
Demikian takarir ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Arga Pramudia Hidayat Notaris — pecinta film
Kabupaten Bandung Barat
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.