Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hei, Jeong-ju.
Apa maksudmu, kau ingin aku pergi?
Persis seperti ucapanku.
Aku ingin kau meninggalkan restoran.
- Kau punya kartu kredit. - Kenapa aku harus pergi?
Aku sudah memakainya hingga batas bulan ini.
Itu akan segera diperbarui.
Sebelumnya, kau bilang kau dan Pung-san tak bisa melakukannya sendiri!
Ya, tapi dia melakukan pekerjaan dengan baik.
Aku pikir kami dapat melakukannya tanpamu sekarang.
Kau serius?
Kau membuka restoran ini untuk memenangkan hati seorang gadis.
Kalian bahkan pergi ke Seoul bersama. Bukankah itu berarti dia milikmu?
Atau dia masih jual mahal setelah kau berjuang mati-matian?
Jika dia semudah itu, aku takkan menyukainya.
Dia sangat cantik dan menarik.
Dia tak seperti orang yang jatuh cinta kepadamu hanya karena diberi tteokbokki.
Pasti sangat sulit menyukai seseorang yang sangat mengagumkan.
Batas kartu kreditmu sudah habis. Bagaimana lagi sekarang?
Aku tak berusaha memenangkanmu, kenapa kau peduli?
Benar! Lupakan saja!
Kenapa aku repot-repot berbicara denganmu?
Kau sangat tak dewasa.
Baik. Jangan bicara kepadaku lagi!
Aku takkan pernah pergi!
WARM AND COZY
Dasar...
Aku merasa sangat tak nyaman ketika kalian bertengkar.
- Kau minta maaf dahulu. - Tidak.
Aku takkan berbicara dengannya lebih dahulu.
Dia meminum obat pereda rasa sakit itu yang kau beri tahukan kepadaku?
Ya, mungkin.
Semua yang dia lakukan sangat kekanak-kanakan. Dia anak kecil.
Biarkan aku yang melakukannya. Masuk ke dalam.
Baik.
- Karena aku tak mau bicara... - Jeong-ju.
Bagaimana bisa... Ya?
Kau meminum vitamin yang kuberikan untukmu?
Aku baru saja minum beberapa.
Terima kasih telah berbaik hati.
Tidak sama sekali.
Aku hanya melakukan bagianku
demi perdamaian di Warm and Cozy.
Apa?
Pak Wali Kota.
- Kau sudah makan? - Kenapa? Kau akan membelikanku makanan?
Bisakah kau memberitahuku apakah aku lolos tes sekolah menyelam?
Itu akan diumumkan pada hari Senin.
Begitu rupanya.
Aku mungkin gagal.
- Kenapa? - Bu Yu-ja membenciku.
Geon-u meminta maaf kepadanya. Apakah kau tak tahu?
Sungguh?
Dia membuat piza untuk cucunya dan melakukan banyak usaha.
Dia tak menyebutkan apa pun.
Jadi, dia meminta maaf untukku.
Geon-u.
Ji-won!
Geon-u.
Kau...
Apa?
Begini...
Geon-u.
Apa ini cukup?
Ya.
Apa? Apa yang akan kau katakan?
Begini,
aku menangkap banyak kerang hari ini.
Aku ingin menggunakan banyak kerang dalam menu makan malam.
Haruskah aku membuat sup, mi kuah, atau bubur?
Jeong-ju.
Kenapa kau buang energimu dengan menangkapnya sendiri?
Ini konsep restoran kami.
Kenapa kau peduli?
Kudengar kau membuat Geon-u melakukan hal seperti itu.
Kurasa konsepmu adalah menciptakan pekerjaan yang tak perlu.
Jangan berlebihan dan membuat Geon-u tak nyaman.
Jangan paksa dia lakukan hal yang tak akan dia lakukan jika bukan karenamu.
Apa yang...
Benar.
Dia menangkap kerang, yang tak harus dia lakukan,
dan dia meminta maaf, yang tak harus dia lakukan.
Aku kira dia tak merasa nyaman karena aku.
Kenapa ini ada di sini?
Ini...
Apakah semuanya akan muat di sini?
Apa itu?
Kau tak nyaman karena aku?
Tentu saja, aku tak nyaman jika kau terus menggerutu.
Jangan berusaha keras.
WARM AND COZY
Apakah dia pergi lebih awal untuk mengambil sayuran?
Tasnya juga tak ada.
Apa yang ada di tas itu?
Hei, Pung-san!
- Kau melihat Jeong-ju? - Dia baru saja pergi.
Dia ke pelabuhan untuk mengejar kapal.
- Kenapa? - Aku tak tahu.
- Kau tak tahu ke mana dia pergi? - Tidak.
Kami belum berbicara baru-baru ini.
Apakah Jeong-ju membawa tas sebesar ini?
- Ya. - Ke mana dia pergi?
- Kapan dia kembali? - Aku tak tahu.
Kau tak tahu kapan dia akan kembali? Bagaimana jika...
dia tak pernah kembali?
Kau tak nyaman karena aku?
Jangan berusaha keras.
TERMINAL FERRY PESISIR JEJU
Yang benar saja.
Hei, Jeong-ju!
- Geon-u. - Ayo pergi.
Kita bicara di jalan.
Hei, ke mana kita akan pergi? Aku harus mengejar kapal itu.
Bagaimana kau bisa melakukan ini? Bagaimana kau bisa lari
hanya karena pertengkaran?
Aku akan pergi ke pernikahan seorang teman.
Pernikahan?
Lalu, apa yang ada di tas ini?
Ini?
Hadiah untuk teman-temanku. Aku membawa hallabong, jeruk, dan hal lainnya.
Pung-san, si berengsek itu...
Selamat jalan.
Kau akan kembali, bukan?
Apa seharusnya tidak?
Kembalilah. Kau harus kembali.
Aku akan datang bahkan jika kau melarangku.
Selain itu, kenapa harus aku yang pergi?
Jika ada yang harus pergi, kau orangnya.
Bos, tolong jangan mengusirku.
Aku akan bekerja keras saat kau pergi.
Haruskah aku membawakanmu sesuatu?
Tidak, sudahlah.
Kau sudah banyak berbelanja di Seoul.
Apa yang kau inginkan dari Busan?
Kau kesal karena aku pergi ke Seoul tanpamu, bukan?
Kau akan pergi ke pesta pernikahan?
dengan penampilan seperti itu?
Apa?
Setidaknya biarkan rambutmu tergerai.
Kau terlihat jauh lebih cantik dengan rambut tergerai.
Sungguh?
Lupakan. Ikat saja kembali.
Ada bekas kuncir di rambutmu.
Sia-sia saja aku melepasnya.
Halo.
Ada perlu apa kau di sini?
Kau sudah mendapatkan hasilnya?
Ya, kami selesai sesaat lalu.
Bolehkah aku melihatnya?
Beri aku waktu sebentar.
Apakah hasilnya sudah keluar?
Hae-sil, kau juga datang?
Aku ingin melihatnya.
Ini akan diunggah pada hari Senin. Kenapa kau repot-repot datang?
Apakah ada yang memintamu untuk mencari tahu?
Itu...
Ini dia.
Banyak pria masuk tahun ini.
LEE JEONG-JU
SONG JEONG-GEUN
Pak Song, kami punya kabar baik.
Forum Internasional Jeju
akan menjamu tamu VIP mereka di sanggraloka kita tahun ini.
Song, kau diterima.
Ya!
Ya!
Ya!
Ya!
Hari ini sangat menyenangkan.
Baiklah. Aku akan memilih sayuran.
JEONG-JU
Hei, Jeong-ju.
Aku sedang memetik sayuran.
Sungguh? Ada banyak?
Banyak sekali. Apakah pernikahannya sudah selesai?
Ya. Aku menuju ke resepsi.
Sungguh? Kapan kau kembali?
- Aku mungkin tak kembali malam ini. - Apa?
Ada pesta sesudahnya di tempat sushi di Haeundae dengan teman mempelai pria.
Mereka memesan meja di kelab terdekat serta kamar hotel,
jadi, aku mungkin tidur di sini.
Pesta macam apa yang berlangsung sepanjang malam?
Aku berjanji kepada temanku kami akan melihat matahari terbit di Taejongdae.
Matahari terbit? Kita juga punya itu di Jeju.
Jadi, jangan tunggu aku, dan tutup saja restorannya.
Baik.
Hei, Jeong-ju!
Tapi kau tahu,
langit terlihat sangat tak biasa hari ini.
Awan tebal, awan badai bergulir.
Sungguh?
Cuacanya sangat bagus di sini.
Benarkah?
Aku tahu sedikit tentang cuaca di Jeju.
Mungkin akan ada badai besok dengan guntur dan kilat
juga angin kencang.
Mungkin tak ada kapal atau pesawat besok.
Kau harus kembali selagi cuacanya cerah.
Sungguh? Benarkah begitu?
Kau akan kembali hari ini, bukan?
Kita lihat saja nanti.
Jika kau tak segera kembali, aku takkan memilih sayuran!
Aku akan melihat keadaan dan menghubungimu nanti.
- Ya. - Hei!
Hei, Jeong-ju!
Sial.
Yang benar saja!
Nyaman!
Ada ular di sana!
Ular? Sial.
Astaga!
Jeong-ju, kau akan pergi ke acara setelah pesta, bukan?
Tidak, aku pikir aku harus segera pergi.
Hei.
Bukankah ada salon di seberang jalan sebelumnya?
Ya.
Kau pergi ke salon setelah pernikahan?
Aku ingin menggerai rambutku.
Aku hanya akan melakukan cuci blow.
TRANSPORTASI JEJU
Hai, Pak Wali Kota. Apa kabar?
Tunggu sebentar!
Apa yang salah denganmu?
Maksudmu apa?
Kau bersikap sok akrab dan berkata akan mentraktir makan malam saat ada perlu.
Aku membeli panekuk manis saat aku di Busan.
Kau mau?
Tentu.
Baik. Ini dia...
Apakah kau berolahraga?
Kau berkeringat.
Dia bisa menyeberangi Samudra Pasifik dengan ini.
Dia akan pingsan ketika melihat ini.
Jeong-ju, kau bisa melakukannya!
Kau takkan tahu sampai besok,
tapi aku akan memberitahumu karena panekuk tadi.
Jeong-ju.
Kau diterima.
Sungguh?
Kau tak bercanda?
Astaga!
Kemari.
Astaga. Aku benar-benar berpikir aku akan ditolak.
Terima kasih banyak.
Aku sangat senang.
Geon-u!
Kenapa kau begitu bahagia?
Aku lolos!
Wali Kota memberitahuku lebih awal.
Sungguh?
Geon-u, aku diterima.
Selamat, Jeong-ju.
Aku bangga kepada Jeong-ju.
Baiklah, terima kasih.
Ayo pergi. Kita harus merayakannya.
Sampai jumpa.
Tunggu.
Aku harus mengambil barang-barangku.
Barang-barangmu?
Barang-barang Jeong-ju kami?
Aku harus mengambil barang-barang Jeong-ju kami.
Aku harus membawa barang-barang Jeong-ju kami.
Ayo. Ayolah.
Pak Wali Kota. Terima kasih untuk hari ini.
Jangan sungkan.
Kau sudah membeli alat selammu?
Aku meminjam sebagian besar peralatan.
Aku hanya perlu membeli kacamata saja.
Haruskah aku meminjamkan satu untukmu dari salah satu haenyeo?
Itu akan sangat bagus.
Aku berniat membeli sepasang. Syukurlah aku tak melakukannya.
Bagaimanapun, berkat bantuanmu,
aku masuk ke sekolah menyelam.
Terima kasih atas saranmu,
Kurasa aku berhasil dalam wawancara.
Hei, apa yang kau bicarakan?
Apakah kau benar-benar...
diterima di sekolah menyelam karena Wali Kota?
Ya.
Wali Kota membantumu karena foto itu, bukan?
Foto apa?
Aku juga melihatnya.
Pria Tanah Liat.
Hei!
Apa?
Bukankah dia membantumu diterima karena kau menyimpan rahasia itu?
Apa? Bukan begitu? Tidak.
Aku salah.
Pak Wali Kota, bukan begitu.
Aku harus pergi.
Kau berharap dia akan menjadi koneksi yang berguna,
tapi begitulah!
Maaf, Jeong-ju!
Baiklah.
Jika orang mulai bergosip, aku harus bertanggung jawab untuknya.
Memangnya kau akan menikah dengannya?
Kenapa tidak?
Terus sebarkan rumor tentang Pria Tanah Liat.
Aku ingin menjadi istri Wali Kota.
Baik!
Apakah temanku akan menjadi "Bu Wali Kota"?
Hei, apa maksud semua ini?
Geon-u, apakah ini untukku?
Itu milikku.
Baik. Aku pikir...
Ini kacamata renangmu.
Itu milikmu, paham?
Apakah kau benar-benar berpikir ini muat untukku?
Aku membeli ini ketika pergi ke Seoul.
Tunggu!
Bisakah kau membuka toko untukku?
Aku akan membeli banyak.
Silakan masuk.
Terima kasih!
Jeong-ju akan menjadi haenyeo paling modis di Jeju.
Ini terlihat sangat mahal. Kenapa kau membelinya?
Aku sudah meminjam peralatan. Kau bisa mengembalikan ini.
Ya, kenapa aku repot-repot?
Baik. Ayo kembalikan semuanya!
Tunggu.
Kecuali ini.
Aku akan memakai ini.
Bu Wali Kota?
Geon-u.
Geon-u.
Hei.
Ini.
Apa itu?
Kudengar kau membuat piza untuk Bu Yu-ja dan melobi untukku.
Aku mendengarnya. Terima kasih.
Kau mendengarnya?
Aku tak melakukannya agar merasa senang.
Katamu kulitmu rusak karena terus berjemur, bukan?
Mulai sekarang, gunakan ini, jangan mencuri milikku,
ya?
Terima kasih.
Jeong-ju, kau memakai riasan?
Kau juga menggerai rambutmu.
Ya,
aku sedang ingin melakukannya.
Kenapa aku begitu lapar?
Kenapa kau lapar? Bukankah kau baru makan di perjamuan?
Aku tak makan banyak di sana.
Itu prasmanan hotel yang terkenal,
tapi itu payah dibandingkan dengan masakanmu.
Itu karena indra pengecapmu menjadi sensitif
setelah memakan masakanku sepanjang waktu.
Koki hotelnya adalah master chef atau semacam itu.
Tapi karena makananmu jauh lebih baik, Kau adalah master para master.
Apakah master para master
harus membuatkanmu tteokbokki?
Ya.
HAENYEO SONG, KAU DITERIMA
Dia menerimaku di sekolah.
Apa artinya itu?
Jika tak ingin melihatku, kau bisa membuatku gagal.
Fakta bahwa dia tak membuatku gagal
berarti dia ingin terus melihatku.
Lihatlah wanita ini.
Kau membuatku diterima seperti maumu. Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Tentang apa?
Aku mengirim pesan karena kupikir kau menunggu ucapan terima kasih.
Menunggu apa?
Bicara memang mudah. Haruskah kita bertemu?
Tidak, terima kasih.
Aku di depan rumahmu. Kau akan keluar?
Dia di sini?
Kenapa dia ada di sini semalam ini?
Apakah aku membuatmu berharap? Aku tak ada di sana.
Aku tak cukup merindukanmu hingga pergi semalam ini.
Aku tak segila itu.
Sungguh aneh.
Aku kehilangan akal.
Song Jeong-geun, kau kehilangan akal.
Namun, berkat tekadku yang kuat,
aku tak pergi ke ambang pintunya.
Dia tak tahu aku di sini.
Itu cukup bagus.
Hui-ra!
Mi-ra!
- Halo, Temanku. - Apa itu semua?
Ini hadiah, alkohol.
Aku seharusnya tak minum sekarang!
Kau sudah minum.
Aku akan mabuk jika mencampurnya.
Selain itu,
- kali terakhir, saat kita mengobrol... -Ya?
Aku tak sengaja mengambilnya.
- Apa? - Aku akan mengembalikannya.
Apakah aku menunjukkan foto ini kepadamu?
Kau bilang almarhum ibumu sangat menjaganya.
Kau menceritakan banyak kisah menyenangkan sambil melihat foto ini.
Apakah aku berbicara tentang ibuku ketika mabuk?
Aku terinspirasi oleh ceritanya,
dan aku sedang menulis novel.
Cinta pertamanya
muncul kembali di depannya setelah menjadi seorang jutawan.
Seperti Gatsby muncul di depan Daisy, bukan?
Mi-ra,
kau tak sedang menulis novel tentang ibuku dan ayah Geon-u, bukan?
Aku mengada-ada karena mabuk.
Kau mengenalku.
Aku mengada-ada sepanjang waktu ketika mabuk.
WARM AND COZY
Jeong-ju.
Apa kau tidur?
Jeong-ju.
Apa? Apa yang kau inginkan di tengah malam?
Jeong-ju,
aku sakit.
Kurasa tteokbokki-nya membuatku sakit perut.
Tteokbokki.
Kau merasa lebih baik sekarang?
Haruskah kita pergi ke UGD?
Tak apa-apa.
Ini akan lebih baik begitu obatnya bereaksi.
Tepuk punggungku lagi.
Baik.
Ini takkan berhasil. Kau perlu akupunktur.
Aku akan melakukannya untukmu.
Tak apa-apa! Aku merasa lebih baik sekarang.
Semuanya baik-baik saja.
Baik.
Senang jika ada orang di sekitarku ketika sakit.
Bukankah begitu?
Menyedihkan jika sendirian saat sakit.
Jeong-ju,
- kau tak sakit? - Aku?
Aku baik-baik saja.
Jika kau merasa sedikit sakit, kau harus memberitahuku.
Aku akan bersamamu setiap kali kau sakit.
Terima kasih atas pemikirannya.
Jika kulihat lebih dekat,
kau terlihat kuyu dibandingkan dengan saat kau pertama datang.
Aku harus membuatkanmu makanan sehat.
- Astaga. - Apa-apaan itu?
Kau pikir aku senyaman itu?
Aku sudah mengatakannya.
Aku tak nyaman bersamamu sama sekali.
Tepuk punggungku lagi.
Tetap saja,
bukankah kau sedikit tak nyaman?
Kau seorang pria,
dan aku wanita.
Hei, jika aku menganggapmu wanita, aku tak akan meminta tinggal bersamamu.
Tak ada yang seperti itu sama sekali, jadi, jangan khawatir.
Bagaimana jika aku tak...
merasakan hal yang sama?
Bagaimana jika...
aku sangat bahagia,
dan jantungku berdetak begitu cepat ketika aku bersamamu...
seperti sekarang,
dan aku khawatir kau akan mengetahuinya?
Apa yang akan kau lakukan?
Apakah aku begitu mengejutkanmu hingga sakit perutmu hilang?
Ya.
Itu cara terbaik untuk menyingkirkan gangguan pencernaan.
Pak Song.
Inilah daftar festival lokal yang meminta dukungan kita.
Baik.
ASOSIASI JEJU MEMINTA SPONSOR
"Festival Haenyeo Sekolah Menyelam Haenyeo"?
Ini kali pertama mereka memintanya, tapi kurasa kita harus menolaknya.
Sanggraloka kita tak berkaitan dengan haenyeo.
Begini,
jangan anggap kita tak memiliki kaitan.
Sponsori saja mereka.
Sangggraloka Noblesse mensponsori Festival Haenyeo?
Aku tak menduganya,
tapi aku mendengar presdir sangat mendukungnya.
Dengan sponsor sebesar ini,
kita bisa mengundang Asosiasi Haenyeo Okinawa ke festival.
Tahun lalu, mereka mengundang sepuluh anggota kita.
Baik. Kita tak perlu merasa malu.
Siapa pun presdirnya,
aku sangat bersyukur.
Kurasa itu akan disetujui jika tak ada variabel.
Kita lihat saja.
Sanggraloka Noblesse?
SONG
Apa itu?
Sesuatu yang baik terjadi, bukan?
Bagaimana kau tahu itu?
Suasana hatimu bagus karena aku.
Kenapa suasana hatiku bagus karenamu?
Bagaimanapun, itu semua berkat aku, jadi, kau harus mentraktir makan siang.
Aku akan menuju ke sana, jadi, tunggu aku.
Tak perlu. Jangan datang.
Kau melarangku datang kemarin, tapi kau berharap aku datang.
Tidak.
Kau mengenakan kardigan dan menyisir rambutmu.
Bukankah kau menungguku?
Benar?
Aku selalu bisa membuatmu menunggu dan berharap untuk melihatku.
Aku tak punya alasan untuk menemuimu atau menunggumu.
Sampai jumpa di kelas.
Dia tak punya alasan untuk melihatku atau menungguku.
Beri tahu pimpinan Asosiasi Penyelam Sorang
untuk memberitahuku tentang permintaan festival.
Harap tunggu sebentar di sini.
Baik.
Astaga. Song?
Apa yang kau lakukan di sini?
Siapa yang kau tunggu?
Aku akan menemui presdir untuk urusan pekerjaan.
Pria itu sulit ditemui.
Bukan urusanmu dia akan menemuiku atau tidak.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku juga...
bekerja.
Pekerjaan seperti apa?
Bukan urusanmu apa pekerjaanku.
Cukup untuk hari ini. Sampai jumpa besok.
Kenapa aku akan menemuimu besok?
Kau tak ingin menemuiku?
Kau benar-benar tak menunggu dan berharap untuk melihatku?
Tidak.
Aku tak punya alasan untuk bertemu denganmu.
Jika ingin menemuimu,
aku bisa menemuimu besok,
lusa, atau kapan saja.
Sampai nanti.
aku mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
setelah membuatmu datang jauh-jauh.
Presdir kami baru saja menelepon
dan memintamu kembali lain hari
karena dia tak bisa datang.
Maafkan aku.
Kapan aku harus kembali?
Aku akan memberitahumu setelah menerima instruksi darinya.
Baik.
Dia menginstruksikan agar kau diantar pulang.
Tak perlu.
Silakan masuk
Geon-u, bangun.
Jika kau tidur di sini, orang akan berpikir kita tutup.
Cepat.
Ini hari pertamaku di sekolah selam.
Sampai jumpa lagi.
Jeong-ju.
Semoga berhasil.
Bawa abalone sebesar ini.
Aku tak bisa membawa sesuatu seperti itu di hari pertamaku.
Ingat janjimu.
Tangkapan pertamamu adalah milikku, apa pun itu.
Baik.
Sampai jumpa.
Baik.
-Ya. -Ya.
Aku akan mengambil ini.
- Aku harus membungkusnya? - Tak perlu.
- Akan kumasukkan ke tas. - Tentu.
Tunggu.
Aku melepas labelnya, tapi tetap terlihat baru, bukan?
Tentu.
Haruskah aku merendamnya di air asin?
Apa kabar?
Halo, Pak Wali Kota.
Halo.
Pak Wali Kota.
Aku menyesal tak bisa menjaga rahasiamu tentang Pria Tanah Liat...
Tak apa-apa.
Foto itu ada di ponselku,
dan Geon-u kebetulan melihatnya.
Foto itu ada di ponselmu?
Ya.
Kau menyimpan fotoku di ponselmu dan melihat itu
setiap saat?
Tidak.
Tentu saja tidak.
Aku bukan orang mesum.
Kenapa aku menatap fotomu dengan pakaian dalammu?
Jadi, sebenarnya...
Tak apa. Aku tak butuh alasan.
Itu tetap saja masalah untukku.
Pak Park mengirimkannya ke obrolan grup.
Dia ingin kau melihat fotonya dan bernostalgia.
Tunggu sebentar.
Apa ini?
- Apakah kau membeli kacamata? - Ya.
Kau tak harus memberiku kacamata.
Geon-u membelikannya untukku sebagai hadiah.
Sungguh?
Baiklah kalau begitu. Aku akan menemuimu di dalam.
Aku merendamnya di air asin, jadi, aku tak bisa mengembalikannya.
Kita akan berfoto sekarang! Semuanya, berkumpul!
Silakan masuk!
Apakah semua orang sudah siap?
Semua orang sudah siap? Kita mulai!
- Tunggu sebentar! - Apa?
- Sam! - Ya?
- Sam! - Ayolah.
Baiklah, kali ini sungguhan.
Satu, dua, tiga!
Baiklah, tunjukkan tanda damai.
Satu, dua, tiga!
Terakhir, katakan "Kita bisa!"
Satu, dua, tiga!
- Kita bisa! - Kita bisa!
Aku Kim Hae-sil, instruktur untuk kelompok tiga.
Baiklah.
Ada satu anggota lagi, tapi dia tak di sini.
SONG JEONG-GEUN
CEO SONG JEONG-GEUN
Inilah yang kau minta.
Biarkan saja.
Kau memintaku untuk mengosongkan jadwal hari Sabtumu,
kupikir kau punya rencana pribadi.
Itu yang aku lakukan.
Kau tak meninjau dokumen sebelumnya?
Aku berusaha tak melihat hal itu.
Itu sebabnya.
Satu, dua, tiga, empat,
lima, enam, tujuh, delapan.
Ke depan! Dua, dua, tiga, empat,
lima, enam, tujuh, delapan.
Sekarang, mari kita mulai dengan berlatih menyelam?
Apakah kau siap?
Baik.
Menyelam. Sekarang.
Satu, dua...
Ini, ambil ini.
Santai dan bernapaslah.
- Menyelamlah sendiri. - Baik.
Keong!
Aku menangkap keong!
Pak Wali Kota!
Aku mendengar
kau mengadakan makan malam kerja di tempat kami.
Ya. Kami berencana untuk melakukannya.
Kau takkan membatalkannya, bukan?
Aku minta maaf sudah mengungkit...
Kau tahu. Itu salahku.
Aku minta maaf.
Jadi,
kau takkan membatalkan reservasimu, bukan?
Tidak.
Baiklah, kalau begitu. Semoga harimu menyenangkan.
Geon-u.
Apakah kau akan tinggal di sini sekarang dan bukannya pergi?
Kenapa?
Kelihatannya kau berada di Sorang untuk bersenang-senang.
Namun akhir-akhir ini, kau tampak seperti penduduk.
Bagaimanapun, aku menantikan makan malam kita.
Jika makanannya tak enak, aku takkan kembali.
Jadi, kau sudah menunjukkan otoritasmu di sekitar Jeong-ju?
Pria Tanah Liat.
Aku akan membuatmu menjadi budak masakanku.
Benar!
MAKAN MALAM BALAI KOTA
SEA BREAM PANGGANG LEMON
Bagaimana dengan ini?
Kau berencana membuat menu sea bream?
Kenapa? Itu orang-orang balai kota.
Jika aku ingin membuat Wali Kota kagum,
aku harus menyajikan hidangan luar biasa.
Semua yang kubuat adalah menu set makan siang dan makan malam.
Akan menyenangkan jika aku sungguh memasak.
Haruskah kita memesan lebih banyak abalone?
Hei, Teman-teman, aku kembali.
Selamat datang kembali.
Apa yang kau lakukan?
Kau merencanakan menu makan malam Wali Kota?
Ya.
Bagaimana? Apakah itu menyenangkan?
Tunggu.
Jelas kita harus memberi mereka diskon.
Abalone, sea bream,
dan belut?
Kau menghitung biayanya?
Hei, berhentilah mengkhawatirkan uang.
Bagaimana tidak?
Aku tak menjalankan bisnis untuk bersenang-senang.
Lakukan lagi.
Aku selalu melakukannya untuk bersenang-senang!
Kenapa kau tak memikirkan menu yang menghasilkan banyak uang?
Hei, Geon-u!
Sial.
Cobalah mengerti.
Geon-u tak perlu khawatir tentang uang.
Dia bertahan lama, mendengarkanmu.
Kurasa dia mulai frustrasi.
Apa itu?
Ini?
Keong yang aku tangkap hari ini.
Aku memberi tahu Geon-u akan memberinya tangkapan pertamaku.
Aku bahkan tak bisa menunjukkannya.
Pak Song?
Ya, Ji-won.
Ini dokumen hubungan investor dari tahun lalu.
Baik. Tinggalkan di sana.
Kau tampak lelah. Kudengar kau melewatkan makan siang.
Ya, aku tak berselera.
Kalau begitu, kau mau pergi ke restoran Geon-u nanti?
Jika aku punya waktu.
Tolong luangkan waktu.
Sejujurnya, aku khawatir tentang dia.
Kenapa?
Geon-u memberikan restoran kepada seorang gadis aneh.
- Tapi wanita itu... - Lee Jeong-ju.
Aku juga mengenalnya. Dia orang yang baik.
Aku pernah bertemu dengannya.
Jika ini tentang dia, kau tak perlu khawatir.
"Orang baik"?
Aku mengandalkanmu.
Terima kasih.
Hui-ra.
Hai, Ji-won.
Aku perlu berbicara denganmu tentang Geon-u.
Maafkan aku.
Kami belum buka. Kami masih mempersiapkan.
Jeong-ju?
Hei. Hui-ra.
Hai!
Dia kakak perempuan Geon-u.
Apa kabar?
Ini sangat berdebu.
Jadi, kau tinggal di sini bersama Geon-u?
Kami tak tinggal bersama.
Aku tinggal di sana,
dan Geon-u tetap di sisi ini.
Aku mendengar bahwa tak ada yang terjadi di antara kalian berdua.
Benar.
Sungguh tak ada apa-apa di antara kami.
Jika aku tahu ini terjadi,
aku takkan membiarkan ini, tak peduli apa kata Jeong-geun.
Ada pertandingan penting yang harus kuhadiri.
Tolong beri ini kepada Geon-u.
Ini kunci kamar di sanggraloka.
Katakan kepadanya untuk segera keluar dari sini.
Baik.
Jeong-ju.
Ini terlalu panas.
Aku benci berkeringat.
Kita minta pengantaran mulai sekarang.
Geon-u.
Kau benar-benar tak harus tinggal di sini lagi.
Baik!
Aku akan terus ke pasar.
Aku menawar harga seperti yang kau instruksikan.
Sudah kubilang, aku tak punya tujuan.
Jika punya tujuan, aku akan pergi dalam sekejap!
Kau punya tujuan sekarang.
Kakakmu mampir.
Dia ingin kau pergi ke sanggraloka.
Dia bilang kamar itu kosong dan memintamu segera pindah.
Itu hebat.
Ya.
Itu hebat.
Kubilang aku hanya akan tinggal sebentar,
tapi menjadi lama.
Geon-u.
Selamat bersenang-senang mulai sekarang.
Kau tak hanya bisa berbuat sesukamu,
tapi aku muncul dan mengganggumu.
Itu tak nyaman, bukan?
Kau bisa merasa nyaman sekarang.
Kau yakin bisa sendirian?
Bagaimana jika kau sakit?
Kenapa aku sakit?
Tentu. Jangan sakit.
Sampai jumpa.
Cukup hindari Jeong-geun.
Selama kau tak bertemu dengannya,
dia akan menutup mata bahkan jika tahu kau di sini.
Aku tak perlu berada di sini jika harus menghindarinya.
Aku akan mencari seseorang untuk membeli restoranmu.
- Kau ingin aku menjualnya? - Kau ingin menjualnya juga.
Tidak, aku tak bisa menjualnya.
Jeong-ju meminjamnya seumur hidup.
Aku sudah berbicara dengannya tentang hal itu.
Dia akan pergi jika depositnya dikembalikan.
Dia bilang dia akan pergi?
Dia tak mau membuatmu tak nyaman.
Dia terobsesi dengan kata "tak nyaman".
Ini bagus.
Akan panas di siang hari...
Seperti yang kau lihat, ini...
Ini akan mengurangi rasa sakit untuk anak-anak...
Mungkin?
Apa-apaan itu?
Apakah aku terbiasa memetik sayuran?
Kecambah yang kupetik pasti sudah kering sekarang.
Kita akan menjamu makan malam Wali Kota.
Aku tak bisa melakukannya sendiri.
Lalu, kita harus membatalkannya?
Tak bisakah kau meminta bantuan Geon-u hanya untuk satu hari itu?
Dia meninggalkan beberapa barangnya.
Kenapa kau tak mengantarnya dan bertanya?
Geon-u,
aku membawa barang-barangmu ke sanggraloka.
Di mana kau?
Bagaimana mungkin?
Bukankah begitu?
Ini sangat besar.
Bagaimana kau menemukan ini?
Seorang teman mengirimkannya kepadaku.
Bukankah itu gila?
Kau bersungguh-sungguh?
- Hei. - Kau ada di sanggraloka?
Kau meninggalkan beberapa barang, aku meninggalkannya di meja penerima.
Aku akan kembali sekarang.
Kau akan pergi?
Maaf, aku sibuk, jadi, aku tak bisa tinggal.
Sampai jumpa.
Hei, Jeong-ju!
- Apakah itu Jeong-ju? - Aku akan segera kembali.
Ya, Bu.
- Pastikan dia menerimanya. - Baik.
BAEK GEON-U
Kacamata hitam!
Aku meninggalkannya di dapur.
Benar. Itu tak ada di sini.
Aku akan memintanya membawanya...
Ini dia.
Ini tangkapan pertama Jeong-ju.
Saat aku pergi ke laut dan menangkap sesuatu untuk kali pertama,
aku akan memberikannya untukmu.
Benar.
Ini milikku.
Aku meninggalkannya.
Wanita itu...
Jeong-geun!
Jeong-geun!
- Apa yang kau lakukan di sini? - Hui-ra memberiku kamar tanpa Kakak tahu.
- Bisakah aku tinggal di sini? - Tentu saja tidak.
Kapan kakak mengizinkanmu tinggal di sini?
Benar, bukan? Aku tak bisa tinggal!
Kakak sangat picik! Lagi pula, aku tak mau tinggal!
Aku keluar!
Jeong-ju!
Aku ingat sesuatu yang aku tinggalkan.
Jeong-ju!
Apa-apaan ini? Dia bilang ini milikku,
tapi semuanya sudah habis.
Hei, Jeong-ju!
Jeong-ju!
Kenapa dia tidur di sini?
Ini punyaku.
Di mana selimutnya?
Apa yang harus kulakukan?
Aku tak nyaman.
Dia kembali untukmu.
Dia tak akan meninggalkanmu sendirian.
Aku menjadi tak nyaman.
Aku harus memikirkan cara agar bisa membicarakan ini.
Dia datang jauh-jauh ke sini dan menunggu karena dia merindukanku.
Haruskah dia melihatku?
Apakah kau merindukanku?
Jadi, kau presdirnya?
Jadi, begini caramu mengundang seseorang ke pesta.
Dia pikir kau akan segera mati.
Dia baik kepadamu karena kasihan kepadamu.
Apa menurutmu cintaku tak berarti apa-apa?
Aku sendiri bingung.
Terjemahan subtitle oleh Novalita H.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.