Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Semua ini untukmu.
Kau tahu berapa lama aku menunggu-nunggu saat ini?
Semoga kau menyukainya.
Ini, Ji-won.
Bersulang.
- Baiklah. - Bersulang.
Aku datang tanpa memberi tahu.
Benarkah kau menyiapkan semua ini untukku?
Anggap saja ini seperti telepati.
Tak heran aku tiba-tiba ingin menyalakan lilin.
Untungnya kau datang sebelum kami menghabiskan makanannya.
Jadi, kau bekerja untuknya?
Ya.
Ternyata kau perempuan.
Kudengar kau bertemu seorang pria ketika berlibur di luar negeri.
Itu Pung-san, dia Jeong-ju.
Lee Jeong-ju.
Kami baru mulai bekerja sama.
Aku teman Geon-u, Ji-Won.
Aku yakin kita akan sering bertemu.
Bukankah kita sudah bertemu
di sanggraloka hari ini?
Aku lupa.
Kau menumpahkan kopi di depan lift.
Benarkah?
Aku agak ceroboh, hal seperti itu sering terjadi.
Aku juga telah mengganggu waktu santaimu selepas kerja.
Geon-u.
Temanmu pasti kesal kepadaku.
Tak mungkin. Dia tahu aku seharian menyiapkan
dan menanti kedatanganmu.
Bahkan dia yang membelikan abalone yang kumasak ini untukmu.
Terima kasih, Jeong-ju.
Kau bisa pergi sekarang.
- Kau mau aku pergi? - Ya.
- Sekarang? - Sekarang juga.
Aku akan bersama Ji-won di sini dan membersihkan semuanya nanti.
Baiklah, kalau begitu. Semoga malammu menyenangkan.
Jangan pedulikan dia.
Jadi, kau tinggal di lantai dua?
Ya.
Ji-won, kenapa kau tak mengenakan baju yang lebih hangat?
Kau pasti kedinginan. Sebentar.
Aku akan mengambil selimut.
Baik.
"Sebelum kami menghabiskan makanan"?
Untuk apa aku mengenakan ini?
Di mana selimutnya?
Ini dia.
Apakah kau sebahagia itu?
Ya.
Kau masih punya sisa siput laut yang kau tangkap, bukan?
Aku bisa memasak bubur hangat dengan itu.
Semua terjual. Tak ada sisa.
Hei, mau ke mana kau?
Aku mau ke atas untuk istirahat.
Kau tak boleh ke atas!
Aku memberi tahu Ji-won bahwa aku tinggal di sini.
Dia akan salah sangka jika melihatmu naik ke atas.
Apa? Kau ingin aku pergi?
Jalan-jalan saja di sekitar kota.
Ada peralatan olahraga di sana.
Kau bisa berolahraga sambil menunggu.
Tapi di luar dingin dan gelap.
Kau ingat aku membantumu terlihat baik di depan rekan kerjamu?
Aku bahkan menghabiskan semua abalone yang seharusnya kumasak untuk Ji-won.
Kali ini, bantulah aku.
Baik. Aku akan pergi.
- Berikan itu kepadaku. - Hei.
Ini untuk Ji-won.
Ambil saja jaketmu di atas.
Lupakan!
Hei! Pakai jaketmu!
Aku menyuruhmu mengenakan sesuatu yang hangat.
Kenapa kau mengenakan baju tipis?
Aku tak kedinginan sama sekali.
Lupakan saja!
Apakah anak-anakmu sudah kembali ke Seoul?
Ya.
Aku akan pergi. Nikmati sisa malammu.
Secepat itu?
Kenapa kau makan malam selarut ini?
Kau sangat sibuk?
Tidak sama sekali.
Bukankah kau sedang sibuk berkencan?
Aku dengar kau pergi ke kencan buta di kedai mi kuah.
- Benarkah? - Benar.
Kami memang makan mi, tapi itu bukan kencan buta.
Kau menyukainya?
Jika dia tak menyukainya, untuk apa dia makan dengannya?
Kalau begitu,
akankah wali kota tampan kita menikah tahun ini?
Dia akan menikah tahun ini. Dia akan menikah.
Benar.
Bukankah itu gadis dari perusahaan pakaian dalam Seoul?
Mau ke mana dia selarut ini?
Dia pasti menuju ke pantai untuk minum sendirian.
Di sana licin dan berbahaya.
Para turis sering mabuk dan jatuh di sana.
- Benar. - Seseorang harus menyuruhnya
berhati-hati.
Dingin sekali.
Seharusnya aku membawa jaket.
Kau kedinginan?
Kau yang mengusirku.
Jangan pergi terlalu jauh.
Berlarilah jika kau kedinginan.
Berlari?
Aku sedang minum. Sendirian.
Kau tak boleh mengotori tempat ini.
Kata siapa kau boleh mengotori ini?
Aku tak mengotorinya.
Itu jatuh sendiri.
Apa ini? Kau minum alkohol?
Jangan berjalan-jalan di sekitar laut saat mabuk.
Kau bisa terpeleset dan celaka.
Aku tak mau pergi.
Kau minum sendirian?
Ya. Aku minum sendirian.
Apakah minum sendirian dilarang di sini?
Tak ada yang melarang,
tapi minumlah dengan orang lain.
Aku akan menemanimu.
Kalau aku minum bersamamu,
apakah aku harus menikahimu?
Ini tempat yang sering dikunjungi warga Sorang.
Biasanya orang dari luar kota
hanya berkumpul dengan sesamanya. Mereka tak nyaman bersama kami.
Tapi kau cukup ramah.
Mulai sekarang, mari bersikap ramah kepadanya.
- Biar aku tuangkan. - Terima kasih.
Itu mentah. Kau pernah mencobanya?
Tentu. Aku suka keong.
Astaga. Dia tangguh sekali.
Tak seperti wajah cantiknya.
Apakah kau menangkap ini sendiri?
Tempat ini indah sekali.
Ini seperti restoran yang selalu kubayangkan.
Benarkah?
Sepertinya bisa menenangkan
jika aku datang saat kesepian atau kelelahan.
Seperti kau, Geon-u.
Kapan pun aku datang, kau akan selalu menunggu di sini, bukan?
Apa? Ya, aku akan berada di sini. Ke mana lagi aku akan pergi?
Apakah kau sedang menunggu telepon?
Temanku Jeong-ju.
Aku menanyakan keberadaannya, tapi dia belum merespons.
Dia mungkin pulang, ke mana lagi?
Dia lebih lemah dari kelihatannya, jadi, aku hanya mencemaskan
apakah dia pulang dengan selamat.
Kau sudah selesai makan. Apa itu enak?
Ya, enak. Wine-nya juga.
Bagaimana kalau satu gelas lagi?
Apakah kau punya sampanye?
Aku ingin minum segelas lagi bersamamu,
tapi kurasa akan sulit mencari sopir jika semakin larut.
- Sopir? - Ya. Mengingat tempat ini terpencil,
sopir tak datang dalam lima menit seperti di Cheongdam.
Setelah pukul sembilan,
para sopir tak ada di sekitar sini.
Benarkah?
Biar kutelepon sopirnya sekarang sebelum terlalu larut.
Aku akan meneleponnya.
Halo, ini Warm and Cozy di Desa Sorang.
Dari Warm and Cozy ke Resor Noblesse?
Aku segera mengirim sopir ke sana.
Mereka butuh sopir di Warm and Cozy.
Benarkah?
Apakah kau juga mengemudi?
Aku hanya operator.
Hai, Hwang.
Apakah kau bisa menjemput sekarang?
Mereka pasti minum wine.
Apakah rekan kerja lamamu masih di sana?
Tidak.
Mereka keluar beberapa saat lalu.
Teman Geon-u yang ada di sana.
Menuju Sanggraloka Noblesse.
Tolong antar dia dengan aman.
Sampai jumpa, Ji-won.
Hubungi aku ketika kau sampai.
Baik.
Kau menuju Noblesse, ya?
Jika butuh sopir,
hubungi kami di sini.
Kami beroperasi sepanjang malam.
SIAGA 24 JAM
Ke mana dia pergi?
Jeong-ju!
Jeong-ju!
Jeong-ju!
Ke mana dia pergi?
Jeong-ju!
Jeong-ju!
Jeong-ju...
Kau punya program seperti itu?
Tentu saja.
Jika kau bertemu lansia di sekitar kota
dan mereka terlihat seperti pemarah, jangan diambil hati.
Jangan langsung sakit hati karena ucapan mereka, ya?
Apa?
- Di mana kau? - Sedang minum.
Dengan siapa?
Dengan penduduk desa.
- Siapa? - Apa urusanmu?
Kau mau pulang sekarang, bukan? Mau kujemput?
Tak perlu. Aku bisa sendiri.
Baiklah, kalau begitu.
- Ayo minum lagi. - Baik.
Anggur beras di sini sangat enak.
Mereka pasti sangat dekat.
Tak perlu repot-repot mencarinya.
- Tidak. - Tapi aku menangkapnya sendiri...
Apa itu tadi?
Siapa itu?
- Siapa itu? - Siapa kau?
Berandalan itu.
Pasti ada anak-anak yang melempar batu ketika lewat.
Astaga. Anak-anak nakal.
Terima kasih untuk hari ini.
Aku akan pulang sekarang.
Kenapa?
Apakah si tamu yang membuatmu pergi sudah pulang?
Ya, sepertinya.
Jangan pergi.
Maksudmu?
Habiskan ini dahulu sebelum pergi.
Kenapa?
Dia baru saja menelepon
dan menyuruhmu pulang, tapi kau tolak karena kesal.
Jika kau begitu marah dia mengusirmu di saat dingin begini,
setidaknya kau biarkan saja lima menit. Kenapa kau langsung pulang?
Benar juga.
Kalau begitu, aku akan minum ini, lalu pergi.
- Kau baru pulang? - Ya.
Kau bersenang-senang minum dengan penduduk desa?
Kurasa kau sudah cukup dekat dengan mereka.
Ya.
Berkat Wali Kota.
Kau minum dengan Wali Kota?
Kau tahu,
aku tadi mengobrol dengan Wali Kota,
Balai Kota memiliki beberapa program untuk mengakrabkan pendatang dengan desa.
Aku dengar kau tak pernah datang.
Kau tak pernah sekali pun datang atau membantu membersihkan desa?
Dia bilang kau hanya membayar denda.
Apakah kau bergunjing tentangku ketika minum dengan Wali Kota?
Aku takut kau menggigil kedinginan,
jadi, aku menyuruh Ji-won pulang cepat dan keluar mencarimu,
tapi kau bergunjing tentangku dengan Wali Kota saat minum?
Kami tak bergunjing tentang kau.
Aku mengetahui itu dari pembicaraan dengannya
bahwa ada alasan kau belum diterima di sini.
Maksudku, kau seharusnya tak begitu.
Sudahlah! Aku memang tak dianggap di Sorang!
Berhenti bergaul denganku! Bergaul saja dengan wali kota yang berkuasa itu!
Geon-u.
Kau tidur?
Kurasa kau salah memahami maksudku tadi.
Apakah kau mampir ke Sorang Sushi?
Tidak. Ada apa?
Karena ada orang gila yang melempar batu saat kami sedang minum.
Kalau itu bukan kau, tak apa.
Apakah dia sakit flu?
Geon-u,
apa ini di atas meja rias?
Teh tangerine. Minumlah sebelum tidur.
Kau ingusan
dan batuk karena kedinginan di luar.
Aku baik-baik saja, tapi...
Jeong-ju,
jangan terlalu banyak minum.
Aku hanya minum sedikit agar dekat dengan mereka. Tak banyak.
Jeong-ju, aku mengerti kau ingin mendekati seseorang yang berkuasa
agar kau memiliki sedikit pengaruh, tapi kenapa Wali Kota?
Dia tak seberkuasa itu.
Para wanita mengatakan dia sama kuatnya dengan gubernur Jeju.
Itu seperti orang tua mengatakan
anaknya akan menjadi presiden berikutnya.
Benar juga.
Para tetua menganggapnya seperti anak sendiri.
Memang.
Jika kau terus bergaul dengannya, mereka akan menganggapmu menantu.
Jangan terlalu sering bergaul dengannya.
Paham?
Aku akan membereskannya.
Omong-omong, terima kasih...
untuk tehnya.
Tentu.
Selamat malam.
Selamat malam.
Aku tak menjawab telepon Geon-u karena Kakak melarangku.
Boleh aku bicara dengannya sekarang?
Asal kau tak memberinya uang.
Tidak akan.
Aku pun sedang banyak pengeluaran.
Apakah itu karena pemain golf muda yang sedang kau kencani?
Kakak tahu banyak sekali.
Bukankah dia sedang tur di Jeju?
Tidakkah kau merasa malu membuntutinya seperti itu?
Mau apa lagi? Aku yang sangat merindukannya.
Aku melihatnya di mana-mana bahkan saat dia tak ada.
Siapa yang peduli dengan harga diriku? Aku harus pergi menemuinya.
- Pukulan yang bagus. - Bagus.
Kami merevisinya.
Kami mencari sesuatu yang lebih menarik banyak orang.
Jika kau melihat seseorang di mana-mana,
seberapa parahnya itu?
Kau sangat merindukan orang itu.
Jika melawan rasa itu, kau bisa menjadi gila.
Ini masalah tekad.
Ada apa? Kakak melihat sosok seseorang di mana-mana?
- Tentu saja tidak. - Tentu.
Sekalipun menyukai seseorang, Kakak pandai mengendalikan perasaan.
Kakak sangat keras dalam semua hal.
Semua hal itu masalah tekad.
Kakak memang keras dalam semua hal, bagaimanapun, Geon-u adik kita.
Kenapa Kakak tega menyita gedungnya?
Ini sudah parah, dia mengirimiku pesan meminta kartu debit untuk bensin.
Dia takkan membutuhkan uang untuk bensin lagi.
Keren sekali.
Dia menyuruhmu menggunakan mobil listrik ini sekarang.
Baguslah.
Kami tak perlu lagi membeli bensin.
Aku belum pernah mengendarai mobil selain mobil sport seumur hidupku.
Beri tahu kakakku aku menolaknya.
Jangan begitu. Ambil saja mobil ini.
Nanti aku berikan setengah dari uang bensin biasanya untukmu.
- Benarkah? - Mobil tak harus mobil sport.
Lihat baik-baik. Lihat betapa manisnya mobil ini.
Akan berguna saat kita pergi belanja.
Benarkah?
Apa kau benar-benar menyukai mobilnya?
Baiklah.
Ya, ini manis.
Memang manis, bukan?
Dia tak begitu menolak seperti yang kukira.
Tampaknya dia sangat mendengarkan rekan kerja wanitanya itu.
Ketika pria mulai mendengarkan wanita, dia sudah dewasa.
Selain itu, ini daftar haenyeo di Desa Sorang yang kau minta.
Baik. Kau boleh pergi.
Baik, Pak.
KIM HAE-SIL
Di sebelah kanan.
- Lewat sini. - Halo.
- Seung-ho! - Ya.
PENDAFTARAN SEKOLAH HAENYEO SORANG
Halo?
Apa ini Kim Hae-sil?
Siapa ini?
Kau ingat menolong seseorang di laut baru-baru ini?
Aku orangnya.
Si mutiara hitam.
Dia rupanya.
Aku ingin memberimu hadiah, seperti yang kubilang sebelumnya.
Bagaimana jika kau datang?
Aku tak perlu hadiah.
Bagaimana kalau kau melihatnya sebelum memutuskan kau tak membutuhkannya?
Kau mungkin akan menyesalinya.
Aku ada di...
Aku tak perlu melihatnya.
Aku sedang sangat sibuk. Selamat siang.
Dia menutup teleponnya.
Seberapa sibukkah dia, sampai harus menutup teleponku?
Dasar haenyeo sialan...
CEK BANK 10.000.000 WON
Lihatlah.
Kau tak melihat ada antrian?
Tujuanku ke sini tak seperti orang-orang ini.
Aku ke sini untuk bertemu wanita ini.
Aku penasaran urusan penting apa yang membuatmu sangat sibuk.
Kau menutup teleponku untuk ini?
Karena itukah kau jauh-jauh ke sini?
Mari kita bicara.
Apa kau tak melihat aku sibuk?
Siapakah yang bertanggung jawab di sini?
Siapa yang perlu kutelepon agar kau diizinkan rehat dari tugas penting ini?
Wali kota Jeju? Gubernur?
Sekolah penyelam ini di bawah Balai Kota.
Kalau begitu, haruskah aku menelepon Wali Kota?
Baik.
Tak usah.
Aku akan mengirim pesan kepada Wali Kota bahwa aku istirahat.
Pergilah. Aku akan mengikutimu.
Sampai nanti, Bu.
Ini terima kasihku untuk hari itu.
Sudah kubilang aku tak butuh itu.
- Apa kau merasa lebih baik? - Aku harus memberikan ini.
Aku belum berhenti memikirkanmu sejak hari itu.
Aku selalu menuntaskan urusanku,
dan kurasa aku sangat terganggu mengingat aku masih berutang kepadamu.
Baik, aku menerimanya.
- Puas? - Ini sudah berakhir.
Aku takkan bertemu kau lagi, semoga hidupmu bahagia.
Ini yang terakhir.
Aku takkan melihatnya di mana-mana lagi.
Kau bilang ini akan berakhir setelah menemuinya untuk terakhir kali.
Baik. Sekarang pulanglah.
Ini masalah harga diri.
Mau apa lagi? Aku yang sangat merindukannya.
Siapa yang peduli dengan harga diriku? Aku harus pergi menemuinya.
Bukankah kita sudah selesai?
Memang sudah selesai,
tapi aku masih berutang untuk abalonenya.
Untuk membalas semua kebaikanmu,
aku akan mentraktir makan siang.
Apa yang kau lakukan?
Kau takkan masuk ke air. Untuk apa pemanasan itu?
Mengertilah, posturku tinggi,
jadi, berjongkok tak baik untukku.
Bagaimana kalau aku terkena varises?
Kalau tak mau kerja, untuk apa kau ke sini?
Jeong-ju bilang dia yang akan mengerjakannya.
Dia batuk-batuk semalam.
Kalau begitu, ayo mulai.
Baik.
Dia tak melakukan apa-apa. Untuk apa dia pinjam sarung tanganku?
Dia tak akan menyiapkan kerangnya.
Aku sudah kembali.
Hai. Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku sedang berhitung,
dan sepertinya kita punya sedikit sisa dari kunjungan Kepala Park.
Aku ingin meminta kolega lamaku untuk mampir nanti.
Di mana nomor Pak Kim?
Ini...
Apa kau tahu ini untuk apa?
Ini pereda rasa sakit.
Biasanya untuk orang dengan kanker stadium empat.
Kanker stadium empat?
Jeong-ju, apakah ini milikmu?
Ya, kenapa?
Apa kau sakit parah?
Ini penghilang rasa sakit yang sangat kuat.
Benarkah?
Aku kebetulan menemukan wadahnya.
Aku menggunakannya untuk menyimpan permen min yang kusuka.
Memang permen min.
Kau membuatku takut.
Aku meninggalkan kartu nama di ruang penyimpanan atas.
Aku sangat pelupa.
Geon-u pasti kaget.
Sial.
Hei.
Katakan saja kita menangkap setengah-setengah, ya?
Hei, ini milik Jeong-ju.
Kau memberitahunya bahwa kau tahu?
- Apa? - Jangan biarkan dia tahu.
Dia tak tahu kalau aku tahu.
Jadi, kau pikir Jeong-ju sakit parah?
Kau bilang pasien kanker stadium empat meminum ini.
Jadi, itu alasanmu meminjamkan tempat ini sampai dia meninggal nanti.
Tak ada yang akan meninggal!
Jeong-ju baik-baik saja.
Jaga ucapanmu.
Geon-u.
Itukah alasan kau begitu baik kepada Jeong-ju?
Kau juga harus bersikap baik kepadanya.
Jangan biarkan dia tahu bahwa kau tahu.
Kalau begitu...
Kurasa kau takkan menjual Warm and Cozy selama dia ada di sini.
- Tentu saja tidak. - Kau akan terus bekerja di sini?
Aku terlalu khawatir dia akan pergi.
Geon-u, Pung-san. Aku akan mencucinya, masuklah.
Tidak, aku saja! Masuklah.
Kau tak becus mencucinya.
Tidak, aku akan menggosoknya sampai berkilau.
Lakukanlah.
Nanti kerangnya pecah!
Hei, di sini berangin. Masuk saja ke dalam.
Aku akan melakukannya.
- Kubilang aku saja. - Efek kesalahpahaman obat ini...
- Masuklah! Di sini berangin! - ...begitu hangat dan nyaman.
- Kubilang aku saja. - Lihatlah.
Lihat? Semuanya bersih.
Lihat ini.
Aku tak bisa makan itu, atau itu.
Kau masih pilih-pilih makanan di usiamu ini?
Pasti hidup ini sulit bagimu.
Kalau begitu, makanlah ini.
Makanlah.
Apakah kau selalu memberikan abalone
dan menulangi ikan untuk semua pria?
Bukan sebarang pria.
Lalu, hanya untukku?
Kau pintar memilih orang.
Sudah kubilang.
Aku ini mutiara hitam.
Aku bisa terus terang menjelaskan
siapa dan betapa hebatnya diriku,
tapi nanti kau menempel kepadaku. Itu sebabnya tak kujelaskan.
Aku ingin membayarmu dengan uang dalam amplop itu
dan mengakhiri semua ini.
Juga untuk makan siang. Aku tersanjung.
Kenapa kau tak menghitung uangnya?
Apakah kau sudah mengintip?
Itukah alasan kau menulangi ikanku?
Tempat ini membeli makanan laut dariku.
Ada tiga makanan yang aku tangkap di meja ini.
Guritanya enak,
keongnya juga.
Tapi yang ini tidak.
Kau tak memeriksa uangnya.
Itu sebabnya kau mencurigai maksudku.
Kurasa hidupmu membaik.
Tadinya aku mengkhawatirkan kabarmu.
Aku tak butuh
dikhawatirkan siapa pun.
Tak ada orang yang tak butuh dikhawatirkan orang lain.
Itu hanya pura-pura.
Kurasa aku merasa bertanggung jawab karena menyelamatkanmu.
Aku pun memikirkan kabarmu.
Aku memikirkan cara membantumu.
Aku ingin tahu. Bagaimana kau akan membantuku?
Apa kau mau mencoba menyelam?
Menjadi haenam?
PERTEMUAN SEKOLAH HAENYEO SORANG 2015
Itu sekolah yang mengajarkan menyelam untuk berburu hasil laut.
Batas waktu pendaftaran hari Jumat pukul 18.00.
Pertimbangkanlah.
Pendaftarannya kompetitif dan ada banyak anak muda,
mungkin kau takkan lolos.
Begini.
Aku pernah menyelam di antara stonefish
di La Reunion, Samudera Hindia.
Jika kau pernah menyelam sebelumnya,
akan mudah walaupun kau berumur.
Apakah ada alasan untuk mempelajari berburu makanan laut?
Kau hanya menyelam beberapa meter dan mengambil sesuatu, lalu keluar.
Apa yang bisa dipelajari?
Tahan napas selama satu menit.
Haenyeo harus menahan napas untuk bertahan hidup.
Kami bertaruh nyawa dalam pekerjaan ini.
Begitu ini terasa sudah berhenti,
kau harus ke permukaan dan mengambil napas pertama,
lalu otakmu terasa berkabut seolah sudah berhenti.
Otakmu terasa berkabut, bukan?
Jangan berani menghina apa yang kukerjakan.
Kau sudah membuat kesalahan.
Kau juga!
Aku berusaha menyelesaikan semua ini dan memperbaiki diri!
Kenapa kau buat berkabut lagi?
Aku sudah berusaha menuntaskan ini semua.
Tapi...
Di mana itu?
Ini takkan berhasil.
Jika aku datang lagi, itu semua salahmu.
Kau harus bertanggung jawab
karena menyelamatkanku.
Semoga saja aku bisa menghindar dengan tekadku yang sekuat baja.
Semoga aku tak pernah melihatmu lagi!
Yang paling mendesak adalah pembukaan gedung baru bulan depan.
Aku sudah memegang daftar tamunya.
Kita harus memastikan para penjual terbaik hadir.
Ji-won, aku ingin kau memeriksanya.
Baik, Bu.
Banyak aktor dan aktris dari JJ.
Direktur Agensi Hiburan JJ adalah adik Pak Song.
Hui-ra?
Kau pasti dekat dengan Direktur Cha Hui-ra juga?
Ya.
Ayahku dokter keluarga mereka.
Tim seharusnya mengadakan pesta penyambutan untukmu.
Bagaimana kalau Jumat?
Baik.
Bolehkah aku memilih tempatnya?
Aku ingin kau mengisi jadwalku di hari Jumat hingga pukul 18.00.
Jangan buang waktuku sedikit pun.
Buatlah aku sibuk hingga tak memikirkan hal lain.
- Ya, Pak. - Pak Song.
Hai.
Bagaimana pekerjaanmu? Kau mulai terbiasa?
Ada banyak sekali pekerjaan, tapi aku menikmatinya.
Baiklah, teruskan.
Pak Song.
Kami akan pergi ke restoran Geon-u Jumat ini. Maukah kau ikut?
Jumat ini?
Ya, pukul 18.00.
Pukul 18.00?
Ya.
Batas waktu pendaftaran hari Jumat pukul 18.00.
Datanglah.
Baik.
Lebih baik membuat rencana sekarang.
- Aku ikut. - Baik.
Astaga.
Apakah Presdir akan menghadiri makan malam tim?
Apakah aku membuat tim menjadi canggung? Haruskah aku membatalkannya?
Tidak sama sekali. Tak apa-apa.
Ayo.
Jeong-ju, tolong ambilkan ponselku.
Tentu.
JI-WON
Cepatlah.
Hai, Ji-won.
Apakah kau sudah makan?
Kalau kau datang, akan kubuatkan apa pun yang kau mau.
Apa yang kau mau?
Apa yang kau lakukan?
Tidak, tak ada.
Sinyalnya jelek.
Tim ingin mengadakan pesta penyambutan dan aku ingin itu diadakan di tempatmu.
- Apakah boleh? - Tentu saja!
Ini pesta untukmu, tentu saja aku akan membantu.
Ya.
Baik. Sampai jumpa!
Sampai jumpa...
Hei, kenapa kau menutup teleponnya saat aku mengatakan sampai jumpa?
Kau sudah mengatakannya.
Aku tak mungkin langsung menutup teleponnya.
Aku bisa memperpanjang pembicaraan, supaya dia tahu
aku sebenarnya belum ingin menutup telepon.
Begitu, ya?
Itu salahku.
Hei. Ji-won akan datang bersama teman-teman kantornya hari Jumat.
Walaupun dia pacarmu,
dia tak boleh makan gratis jika membawa teman-temannya.
Kakakku juga akan datang.
Kakakku akan membayarnya, sebaiknya aku memasak sesuatu yang Ji-won suka.
Apakah dia sangat menyukainya?
Wanita itu kelihatannya menyebalkan sekali.
Permisi.
Ya.
Restoran buka. Selamat datang.
Aku bukan ke sini untuk makan. Aku mau menanyakan arah.
Bahasa Korea-mu bagus sekali!
Sekolah Haenyeo di dekat sini,
tapi baterai ponselku habis.
Kau tahu itu di mana?
SEKOLAH HAENYEO SORANG
Sekolah penyelam?
SEKOLAH HAENYEO SORANG MENERIMA PENDAFTARAN
Ini tempatnya.
Aku tinggal di sekitar sini, tapi tak tahu ada sekolah penyelam.
Jika lulus dari sini, aku bisa menjadi haenyeo.
Tapi karena aku pria, berarti jadi haenam.
Mereka juga menerima WNA dan pria?
Tentu saja.
Aku sebaiknya masuk. Terima kasih.
SEKOLAH HAENYEO SORANG MENERIMA PENDAFTARAN
HARUS SEHAT SECARA MENTAL DAN FISIK
Haenyeo?
Kami sudah menerima pendaftaranmu.
SAM
Ada WNA lagi.
- Selamat datang. - Apa kabar?
LEE JEONG-JU
Jika aku belajar di sini, bisakah aku menjadi haenyeo juga?
Ya, benar.
Aku harus mencobanya.
Sekolah Haenyeo Sorang memulai tahun ajaran baru.
Jika kau lulus dari sekolah ini
kau bisa menjadi haenyeo atau haenam
Tahan napasmu dan hitung sampai lima.
Para haenyeo yang karismatik dari Desa Sorang adalah instrukturmu.
Setelahnya, mereka menikmati waktu santai bersama Wali Kota yang tampan.
Bagus sekali.
Kerja bagus, Semuanya!
- Kerja bagus, Semuanya! - Kerja bagus, Semuanya!
Siapakah yang akan menjadi lulusan dari sekolah penyelam tahun ini?
PENDAFTARAN SEKOLAH HAENYEO SORANG 2015
Persaingannya lebih ketat dari dugaanku.
Ya. Aku tak menyangka orangnya sebanyak ini.
Hubungan seperti apa yang akan terjalin?
Aku tak sabar melihatnya.
- Mi-ra. - Terima kasih.
Konten ini mengenai sekolah penyelam.
Aku rasa akan ada banyak peserta menarik tahun ini.
Ada pria gagah seperti dia?
Tentu dia akan ikut.
Lihat. Itu Wali Kota.
Benar.
Aku penasaran akankah Wali Kota menikah tahun ini.
Aku penasaran.
Jeong-ju, banyak sekali yang tak ada di Jeju.
Berikan kartumu.
Aku akan ke Seoul untuk mencari bahan.
Sudahlah, beli di sini saja.
Kukira konsepnya adalah memanfaatkan isi Jeju.
Aku harus pergi ke Itaewon untuk membeli rempah yang disukai Ji-won.
Aku juga harus potong rambut.
Kau mau ikut?
Katanya kau sudah lama ingin tteokbokki yang dijual di depan Stasiun Seoul.
Apa ada orang ke Seoul untuk beli tteokbokki?
Akan kubawa untukmu.
Biarkan aku pergi. Aku benar-benar harus potong rambut.
Kalau begitu, pergi saja ke Salon Ollie. Aku dengar pemiliknya terampil.
Tidak, aku sama sekali tak mau!
Kalau begitu, biarkan saja rambutmu panjang.
Permisi.
Di manakah toko rempah-rempah?
Ke arah mana?
Hai, Ji-won. Kau sudah bangun.
Di mana kau?
Pestamu malam ini.
Aku sedang berbelanja bahan-bahan.
Aku tak sabar.
Geon-u.
Kemari sebentar.
Apa kau bersama Jeong-ju?
Ya.
Pasarnya dekat dari sanggraloka, bukan?
Bagaimana kalau aku ke sana?
Sekarang?
Aku sudah lama ingin melihat pasar pagi Jeju.
Baik.
Datanglah. Akan kuajak kau berkeliling.
Baik.
Toko rempah ada di sebelah sana.
Ayo kita ke sana.
Benarkah?
Aku saja yang ke sana. Kau pulang saja.
Kita pergi bersama.
Kita mau membeli banyak barang. Akan repot kalau sendirian.
Tak apa-apa.
Sepertinya aku akan lama agar bisa lebih banyak melihat-lihat.
Lagi pula, orang dari penyaringan air akan datang pagi ini.
Bagaimana kalau kau urus itu?
Baik.
Jeong-ju.
Kartu kreditmu.
Pung-san, di mana kau?
Kau sudah sampai di restoran?
Syukurlah kau ada di sana.
Tidak. Aku akan berbelanja dengan Geon-u.
Baik. Sampai jumpa.
Geon-u.
Apa ini?
Ji-won, cobalah ini.
Enak!
- Enak, bukan? - Ya.
Mau makan sesuatu?
Ya, tentu.
Ayo ke sana.
Semoga kau senang.
PASAR SEOMUN
Hai, Ji-won.
Kau sampai dengan selamat?
Aku juga.
Ya.
Baik.
Sampai bertemu nanti malam.
Baik.
Jeong-ju, kau melihat pesan penagihannya?
Aku hanya membeli yang kita butuhkan.
Kau pasti waswas aku pergi ke Seoul dengan kartu ini, ya?
Astaga.
Aku tak mungkin begitu.
Ini.
Kenapa lagi dia?
Apakah dia sakit?
KEPALA PARK
Ini rekan kerja lama Jeong-ju.
Astaga.
Jeong-ju!
Lihatlah foto yang dikirimkan seseorang kepadamu.
Ini hebat sekali!
Lihatlah!
"Kirim kepada maskot kita, si Pria Merah Tanah Liat,
sebagai kenang-kenangan."
Apa ini? Bukankah ini Wali Kota?
Dia Pria Tanah Liat?
Bukan urusanmu.
Jadi, karena itu dia mentraktirmu minum?
Karena kau tahu kelemahannya!
Aku mengerti sekarang.
Apa yang harus kulakukan dengan ini?
Haruskah aku memajangnya di mading desa?
Kirim kepadaku.
Kembalikan!
Kenapa kau membuka ponselku?
Pesan ini baru masuk, aku tak sengaja melihatnya.
Jangan beri tahu dia bahwa kau tahu.
Kalau kau membuatnya canggung, aku akan membunuhmu.
Apa kau membelanya dan mengancamku?
Aku akhirnya bisa dekat dengannya.
Jangan kacaukan ini. Aku peringatkan.
Apa urusanku sudah selesai?
Setelah ini, ada makan malam di restoran adikmu.
Baik.
Pak Song akan segera datang, bukan?
Ya. Katanya dia akan datang pukul 18.00.
Kita bisa datang ke tempat yang indah ini berkat dirimu.
Di sini bagus, bukan?
Aku kira kau hanya cantik, ternyata pintar juga.
Jadi, itu Ji-won.
Dia cantik.
Wanita tak suka tipe seperti itu.
Tapi sepertinya pria suka.
Menurutmu, dia akan berhenti main-main dan serius dengan Geon-u?
Tentu saja, mereka menjalin hubungan.
Dia mengenalkan Geon-u kepada teman-temannya.
- Mereka ini. - Terima kasih, Ji-won.
Kurasa dia takkan datang.
Katamu tak mau melihatku, tapi kau tetap datang.
Aku selalu
percaya bahwa aku kuat.
Aku pura-pura bisa mengendalikan diri dengan tekadku yang sekuat baja,
tapi itu semua palsu.
Aku orang yang lemah.
Aku Song dari industri perhotelan.
ALASAN AKU INGIN HIDUP KARENA TAK BOLEH MATI
Kaulah yang membuatku datang dalam keadaan seperti ini,
kini aku menjadi tanggung jawabmu.
Karena aku telah menyelamatkanmu dari laut,
aku akan menolongmu.
Pak Jang, apakah Pak Song menelepon?
Ya. Beliau baru saja mengabari bahwa tak bisa hadir.
Begitu rupanya. Baiklah.
Aku mengerti.
Tampaknya Pak Song tak bisa hadir.
Tidak. Kurasa dia sedang sibuk.
Bagaimana kalau kita minum wine?
Setuju.
Sepertinya itu mahal.
Aku yang akan membayarnya asalkan kalian bersikap baik
kepada Ji-won untukku.
Ya, ampun. Itu wine mahal.
Aku bisa mencoba wine tua mahal, itu semua berkat dirimu.
Kau tak mirip Pak Song sama sekali.
Nama belakang presdir adalah Song. Kenapa nama belakangmu Baek?
Kami satu ibu, tapi beda ayah.
Pantas saja.
Kupikir cukup aneh, seorang konglomerat membuka sebuah restoran.
Kakakku yang konglomerat.
Aku bukan bagian dari keluarga itu.
Lalu, apa hubunganmu dengan Ji-won?
Masih perlu ditanya lagi? Bukankah kalian berpacaran?
Tidak.
Hubungan kami tak seperti itu.
Bukankah begitu, Geon-u?
Kami hanya teman.
Jelaskan kepada mereka bahwa kita hanya teman baik.
Aku tak ingin orang-orang di kantor salah paham.
Sepertinya aku berlebihan dengan wine-nya,
sampai membuat kesan yang salah.
Ini anggur termurah yang kusimpan.
Jadi, sebaiknya kita tak membuat Ji-won canggung.
Dia melakukan itu lagi kepadanya.
Wanita jahat itu.
Silakan menikmati.
Si bodoh itu.
Pung-san.
Ke mana semua orang?
Mereka sudah pergi. Suasananya sudah tak enak.
Wanita itu juga pergi?
Justru dia yang meminta mereka pergi.
Kami bersenang-senang berkatmu.
Benar.
- Hati-hati di jalan. - Kau juga.
Sampai jumpa.
Permisi. Hei.
Kita perlu bicara.
Kau tak bisa pergi begitu saja.
Aku tak minum alkohol. Aku bisa menyetir.
Bukan itu maksudku. Jangan pergi begitu saja.
Apa? Kau mau aku bersih-bersih lagi?
Jadi, kau mengingatku, ya?
Kau orang yang menumpahkan kopi di depan lift dan kabur. Bukankah begitu?
Selesaikan dahulu masalah ini.
Coba pikirkan perasaan Geon-u!
Baik.
Akan kulakukan, sekarang menyingkirlah.
Apa-apaan ini?
Hei! Hei, kau!
Kau gila, ya?
Kau biasa mengacau dan melarikan diri?
Jika tak ada hubungan spesial antara kau dan Geon-u, kau harus bayar.
Apa?
Sekarang bayar wine dan makanannya.
Kau pikir kau siapa menyuruhku membayar?
Aku pemilik tempat ini.
Tempat ini milikku.
Geon-u menjualnya kepadaku.
Terserah.
Aku tinggal di sini.
Barang-barangku ada di lantai atas.
Geon-u hidup di sini bersamaku.
Benar juga. Kau hanya teman, kurasa kau tak akan peduli.
Tadinya aku mengira dia pacarmu,
jadi, aku sangat berusaha menjaga perasaanmu,
tapi aku memberitahumu karena kalian tak pacaran.
Kau datang tengah malam dan pagi-pagi,
mengirim pesan, menelepon, menyuruhnya menunggu,
tapi tak ada apa-apa?
Jika memang kalian bukan apa-apa,
bayar tagihanmu.
Bayarlah!
Hei, Jeong-ju!
Apa-apaan kau ini?
Apa salahnya menyuruh dia membayar?
Akan kubayar.
Tak perlu.
- Masuklah. Aku... - Aku tak butuh kau.
Aku tak menyadari kesalahanku kepadamu seperti yang dia katakan.
Aku takkan ke sini lagi.
Benarkah? Kau takkan ke sini lagi?
- Tidak. - Aku bisa menjelaskan,
tapi kau akan pergi dan tak kembali?
Kubilang aku tak membutuhkannya!
Baik.
Pergilah.
Geon-u.
Geon-u, aku...
Siapa kau berani ikut campur?
Maksudku,
aku tak mengerti apa yang dia lakukan tadi,
dan aku tak bisa melihatmu menerima perlakuannya seperti orang bodoh...
Begitulah dia selama ini.
Dia selalu jahat, dan aku selalu menerimanya.
Aku tahu dia tak baik.
Aku tahu dia memanipulasi dan memanfaatkanku,
tapi aku rela menjadi orang bodoh! Apa pentingnya bagimu?
Apakah kau sangat menyukainya?
Ya, aku sangat menyukai Ji-won.
Dahulu, nanti, dan bahkan jika dia lebih jahat lagi,
bahkan jika dia menikahi orang lain,
aku tetap menyukainya.
Tapi dia tak menyukaimu sama sekali.
Tidak, dia pun menyukaiku.
Aku memberi tahu dia aku tinggal bersamamu!
Tapi dia bilang tak peduli.
Dia tak peduli kepadamu sedikit pun!
Aku takkan seperti ini jika dia tak begitu.
Ji-won peduli.
Dia sangat berhati-hati agar tak kehilanganku.
Jika aku melarangnya pergi, dia akan menjauhiku dan pergi,
tapi aku tak mencegahnya.
Jadi, dia takkan pergi.
Dia selalu
kembali untuk memastikan.
Terkadang,
aku pun jahat kepadanya.
Apa kau menyukaiku?
Apakah kau gugup?
Kubilang, berhentilah menggodaku!
Kalian hanya teman, bukan?
Apakah ada orang lain?
- Kenapa kau mengendarai mobil ini? - Katamu kau bertanggung jawab.
Ini nyata dan aku selalu memikirkanmu.
Aku tak bersandiwara demi memelukmu!
Aku tak sesuka itu kepadamu!
Geon-u akan datang?
Akan kutemui dia saat ada sinyal.
Dia akan melempar umpan agar kami berdamai.
Bahkan jika dia orang yang kau sukai?
Apakah kau akan lega setelah melepasnya?
Ji-won harus membeli sesuatu, aku akan pergi bersamanya.
Apa kau harus pergi?
Jangan pergi, Geon-u.
Terjemahan subtitle oleh Novalita H.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.