All language subtitles for Aaja Nachle (2007)720p BRip x264 AAC-mang771401042

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dipersembahkan Oleh: NHXSUBS

Diterjemahkan Oleh: Reaperworldx

Duri, 17 Juli 2017 Provinsi Riau

Download Movie India & Kunjungi : WWW.NHXSUBS.GA

AAJA NACHLE Mari Menari.

NEW YORK - Hari ini.

Never knew your life's shining. Tanpa tahu kapan hidupmu bersinar.

You just got to take your place. Segeralah mengambil posisimu.

For that silver lining. Meniti garis perak itu.

Feel the fire in your face. Rasakan wajahmu membara.

Move it move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Show me, show me.. How to make it. Tunjukkan kau mampu dan bisa.

Thereโ€™s no waiting for tomorrow Jangan menunggu hari esok.

Get up your time is now. Bangunkan waktumu sekarang.

Thereโ€™s a way to feel a sorrow. Pasti ada jalan menyelami kesedihan.

Come on lemme show you how. Mari, biar aku perlihatkan padamu.

I wanna show you how. Aku ingin tunjukkan caranya.

Move it, move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Everybody come on. Semuanya, ayo kemarilah!

Dance with me, dance with me. Mari menari.. menarilah denganku.

Come and dance with me. Mari menari denganku.

Come on, dance with me.. Ayo menarilah denganku.

Come and dance with me. Mari menari denganku.

Move it, move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Show me, show me.. How to make it. Tunjukkan kau mampu dan bisa.

Move it, move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Show me, show me.. How to make it. Tunjukkan kau mampu dan bisa.

Dance with me, dance with me. Mari menari.. menarilah denganku.

Come and dance with me. Mari menari denganku.

Come on, dance with me. Ayo, menarilah denganku.

Dance with me. Menarilah denganku.

Come and dance with me. Ayo, menarilah denganku.

Feel your body taking over. Rasakan tubuhmu mengambil alih.

To the rhythm deep inside. Seirama nada di relung terdalam.

Moving like a rock and roller. Bergulir bagaikan batu dan roda.

Gotta let your feet decide. Bebaskan kakimu melangkah.

Move it, move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Take it to the rhythm and make it. Ikuti irama dan mengalir dengannya.

Someone said that lifeโ€™s dance. Orang bilang hidup bagaikan tarian.

You just gotta play your part. Kau harus memainkan peranmu.

Never-ever loose a chance. Jangan lewatkan satu pun kesempatan.

Donโ€™t loose, donโ€™t loose. Jangan lewatkan.

What you break no strings around your heart. Yang kau patahkan tak bertalian dengan jantungmu.

Common break no strings. Patah biasa tanpa ikatan.

Move it, move it. Ayo gerak.. bergeraklah.

Show me, show me.. How to do it. Tunjukkan gayamu melakukannya.

Shake it, break it. Goyangkan, patahkan.

Everybody come on. Semuanya, ayo kemarilah!

Dance with me, dance with me. Mari menari.. menarilah denganku.

Come and dance with me. Mari menari denganku.

Come on, dance with me. Ayo menarilah denganku.

Dance with me. Menarilah denganku.

Come and dance with me. Mari menari denganku.

Diya, ada telepon untukmu. - Jangan sekarang.

Ya aku tahu. Tapi sepertinya ini darurat.

Kalau darurat, telepon 911.

Telepon dari India, aku tak paham kata-katanya.

Ya, aku Diya yang bicara.

Diya, gurumu hampir meregang nyawa.

Ia sekarat.

Cepatlah kemari.

Diya!

Ya, aku segera datang.

Oh, sayangku.

Boleh aku bertanya, Ibu? - Tidak.

Boleh aku bertanya, Ibu?

Ibu?

Apa?

Kau mau bertanya apa sekarang?

Ini! - Ini apa?

Kata Ibu, kita takkan pernah ke sana lagi, kenapa sekarang harus pergi juga?

Dia akan meninggal.

Siapa yang akan meninggal?

Pria yang mengajarkan ibumu menari..

..dan memahami hidup.

Shamli - 11 tahun yang lalu.

O RE PIYA HAAYE.. O RE PIYA Oh, kekasih.. kekasihku.

O RE PIYA HAAYE.. O RE PIYA Oh, kekasih.. kekasihku.

O RE PIYA HAAYE.. O RE PIYA Oh, kekasih.. kekasihku.

UDNE LAGA KYON MAN BAAWLA RE Kenapa kini hatiku mulai melayang?

AAYA KAHAN SE YEH HOSLA RE Dengan harapan yang membumbung tinggi.

O RE PIYA.. O RE PIYA HAAYE Oh, kekasih.. kekasihku.

Hei, jangan makan banyak cabai.

Kau nanti akan cepat mati.

Makanlah manisan ini.

Aku takkan mati secepat itu.

Sampai aku mengisi kota ini dengan seni.

Keluarlah dulu dari lingkatan tangga ini.

Semua warga kota menyebutmu orang gila.

Seni tidak membutuhkan kota.

Kota yang membutuhkan seni.

Apa pun katamu!

Baiklah, besok aku datang lagi untuk belajar.

Hanya kalau suasana hatiku tepat.

Pergi, nenek sihir!

Kau tak akan dibantu sama sekali kalau mau belajar.

Pergi!

Aku beritahu, jika kau tak membayar rekeningmu, listrik akan diputus.

Ya, diputus lagi.

Makan saja listriknya, aku makan ini dulu.

Makanlah.

Ayo kita pergi.

Diya?

Kenapa belum disantap makan malamnya?

Apakah ayahmu pernah makan tanpamu?

Ibu, kenapa kau menikahi pemeras besar ini?

Kau masih dapat mengubah sikapmu.

Jauhi sampah dari Ajanta itu. - Apanya sampah?

Di siaran radio, Ibu terhibur nyanyian Lata Mangeshkar dan Mumtaz.

Dan jika putrimu menari dan menyanyi, bagimu sampah? Yang benar saja, bung!

Kenapa bicara begitu pada kami?

Otakmu miring sudah dijejali tarian?

Sesekali bergaya boleh, bukan?

Kau tak akan pergi ke Ajanta.

Apa yang kau lakukan, Bibi?

Najma, tidak! - Aku pergi.

Biarkan dia, Begum!

Tak apa-apa hanya ikut satu pentas kecil.

Kau belum pernah ke tempat seperti Ajanta.

Di sana sering terdengar suara nyanyian dan tarian.

Entah ada kejadian apa di sana?

Jika terdengar suara nyanyian dan tarian, itu sudah pasti karena kami, bukan?

Kami sudah siap tampil di pertunjukan!

Acara yang wajib ditonton!

Belum ada sebelumnya di Ajanta!

Ini tontonan baru! Sama sekali baru!

Hadirilah!

TANABANA.. BUNTI HAWAA HAAYE BUNTI HAWA Sayup-sayup angin mendesir menggodaku.

BOONDEIN BHI TO AAYE NAHI Bahkan tak hentinya rintik hujan menyiksaku.

BAAZ YAHAN HAAYE Bahkan tak hentinya rintik hujan menyiksaku.

SAAZISH MEIN SHAAMIL SARA JAHAN HAI Seluruh dunia seakan telah bersekongkol.

HAR ZARRE ZARRE KI YEH ILTEJAA HAI Inilah permintaan dari setiap sel tubuhku.

Dia lagi?

O RE PIYA Oh, kekasih.. kekasihku.

Kenapa dia?

Hei, kau sedang apa?

Hei, kenapa kau ini, nenek sihir?

Dia adalah Steve.

Dari majalah Amerika, National Geographic.

Di sini ia akan memotret para seniman India.

Kau juga akan diambil potretmu.

Dengar, ajaklah dia jalan-jalan ke kota.

Jika kalian tak keberatan.

Oh, kami tidak keberatan.

Bagaimana kabarmu, Mohan?

Hari ini aku ingin sekali minum tehmu.

Teh dan hotel, keduanya milikmu. Silakan duduk.

Dia Tn. Steve dari Amerika.

Kenapa?

Hai, aku Steve.

Kenapa tak hidangkan sekalian Pakora dengan cabai, bagaimana?

Segera terhidang!

Siapkan 3 cangkir teh dan Pakora.

Hei, bodoh.

Kau akan terus melayani Pakora.

Dan pria bule itu akan terbang jauh dengan gadis itu.

O RE PIYA Oh kekasih.. kekasihku.

NAZREIN BOLE DUNIYA BOLE Mata berbicara, dunia mengungkapnya.

DIL KI ZABAN HAAYE DIL KI ZABAN Bahasa cinta dari lubuk hati terdalam.

ISHQ MAANGE ISHQ CHAHE KOYI TOOFAN HAAYE Cinta ini menggebu, berhasrat sebuah prahara baru.

CHALNA AAHISTE ISHQ NAYA HAI Perlakukan lembut karena cinta ini baru tumbuh.

PEHLA YEH VADA HUMNE KIYA HAI Untuk pertama kalinya, sumpahku terucapkan.

O RE PIYA HAAYE Oh kekasih.. kekasihku.

O RE PIYA HAAYE.. O RE PIYA Oh kekasih.. kekasihku.

PIYA.. YEH PIYA Kasih.. Oh kekasihku.

Kami sudah menjodohkan pernikahanmu.

Apa?

Dengan Mohan.

Besok kau harus selesaikan pentasmu.

Mohan sudah menyiapkan acara pertunangannya lusa.

Beli semua keinginanmu untuk acaranya mulai besok.

Aku wanita India yang hanya menikah sekali dalam hidup.

Kau bisa memahaminya?

Aku menginginkanmu selama-lamanya.

Menanggung suka dan dukamu.

Yang kedua, lebih dari cukup.

Aku berjanji akan mencintaimu sampai akhir hayatku.

NANGE PAIRO PE ANGARO Tanpa alas kaki, aku tetap melangkah di titian bara.

CHALTI RAHI HAAYE CHALTI RAHI Tanpa alas kaki, aku tetap melangkah di titian bara.

LAGTA HAI KE GAIRO MAIN MEIN Seolah aku dibesarkan di tengah keterasingan.

PALTI RAHI HAAYE Seolah aku dibesarkan di tengah keterasingan.

LE CHAL WAHAN JO MULK TERA HAI Bawalah aku ke negeri tanah kelahiranmu.

JAAHIL ZAMANA DUSHMAN MERA HAI Dunia di sini sangatlah kejam memusuhiku.

Aku..

Apakah perbuatanku ini salah?

Tidak!

Seni adalah apa yang keluar dari lubuk hatimu.

Dan yang terpendam di hati adalah kegelapan.

Kau bukan terlahir untuk mengikuti dunia ini.

Kau dilahirkan untuk menari pada detak jantungmu sendiri.

Bentangkan sayapmu dan terbanglah.

Terbanglah jauh, anakku.

O RE PIYA HAAYE Oh kekasihku.

O RE PIYA HAAYE Oh kekasihku.

O RE PIYA.. Oh kekasih.

Berkali-kali aku menelepon dari Amerika.

Namun telepon hanya berdering.

Kemudian aku mengetahuinya dari Najma.

Bahwa ayah dan ibuku meninggalkan Shamli karena malu.

Tak ada yang tahu ke mana perginya?

Najma akan menikah.

Jadi dia dibatasi ketika berbicara denganku.

Aku juga berusaha menelepon guruku.

Tapi setiap orang yang kuhubungi tak ingin mendengar namanya.

Entah perlakuan apa yang diberikan orang-orang padanya.

Setibanya di Amerika, Steve menjadi orang yang berbeda sekali.

Dan aku sadar bahwa kami tidaklah sejodoh dan bercerai.

Tapi aku sudah telanjur hamil.

Dan kau datang ke dalam hidupku.

Ibu temukan tujuan baru untuk hidup.

Ibu melupakan Shamli.

Dan memulai hidup baru di Amerika.

Dengan orang yang paling Ibu cintai di dunia.

Aku mencintaimu, Ibu.

Terima kasih, Ibu belum tahu itu.

Oh tidak, kenapa sapi ada di tengah jalan?

Selamat datang di India.

Ibu, inikah Ajanta?

Tidak seperti yang Ibu bilang. Apa yang terjadi di sini?

Ibu pun tak tahu.

Kau datang terlambat.

Ia sudah berpulang.

Ia meninggal tadi malam.

Katanya, ia telah memainkan drama di dunia ini.

Dia akan melanjutkannya di akhirat.

Kopi?

Wah, proyektor film? Keren!

Nenek sihir!

Kau belum berhenti dari kebiasaan terlambat?

Bagaimana kabarmu?

Kenapa? Kau marah padaku?

Aku tak menghubungimu bertahun-tahun lamanya..

..tanpa memberi kabarku dan Ajanta.

Aku mesti bilang apa?

Sepergimu Ajanta seperti kehilangan rohnya.

Dan perlahan-lahan semua orang meninggalkan Ajanta sendirian.

Anak-anak sudah berhenti mendatangi Ajanta.

Orangtuanya melarang mereka datang.

Mereka takut, mungkin ada Diya yang lain.

Siapa yang bisa menggantikanmu?

Ajanta sudah berakhir.

Dengar, aku tak mau berbohong padamu.

Aku sekarat.

Bagaimana? Kenapa? Tak ada guna membahasnya.

Tak ada waktu semua itu, bagiku maupun Ajanta.

Diya, orang-orang ini ingin menghancurkan Ajanta.

Hanya demi uang.

Sebuah kuil seni tua dan kuno akan lenyap karena keegoisan mereka.

Aku dan Dokter berusaha banyak untuk menentangnya.

Kami banyak menangis.

Kami banyak mengiba dan memohon, Nak.

Tapi siapa yang mau mendengar kami, Sayang?

Kau harus menyelamatkan Ajanta.

Kau memiliki kekuatan itu.

Tolong, selamatkan Ajanta dari kehancuran.

Selamatkan Ajanta.

Dia yang memerintahkan penghancuran Ajanta.

Siapa?

Raja Saab!

Siapa itu Raja Saab?

Bagaimana dia bisa perintahkan penghancuran Ajanta?

Ajanta adalah milik kota ini.

Seisi kota ini mendukungnya.

Tapi kenapa?

Demi tujuan apa Ajanta dihancurkan?

Semacam Mal untuk pertokoan.

Mal? - Ya.

Pusat perbelanjaan? - Ya begitulah.

Raja Saab sudah berkeputusan..

..usai merobohkan Ajanta, ia akan bangun untuk warga sebuah pusat belanja.

Siapa Raja Saab yang memutuskan ini?

Ayahnya dulu penguasa daerah ini sebelum jaman kemerdekaan.

Dia seorang anggota Parlemen.

Entah dia studi apa di luar negeri?

Sekembalinya dia juga menang di pemilu, jadi..

Aku akan pergi menemuinya.

Jangan khawatir.

Ajanta akan selamat.

Aku ada janji bertemu dengan Tn. Uday Singh. - Mari.

Tuan MP akan datang atau tidak?

Bukan MP, tapi Raja Saab.

Sudah disampaikan, aku menunggunya?

Sudah disampaikan, aku menunggunya?

Paman, ini gosong.

Dengar, aku sudah tunggu di sini 20 menit.

Hei, boleh aku menawarkanmu pizza?

Tidak, kau bisa panggil ayahmu, tolong?

Sayangnya dia tak bisa.

Dengar, sudah 20 menit aku menunggu di sini.

Dan sudah 3 tahun dia meninggal.

Aku ingin bertemu Raja Uday Singh, MP itu.

Kau sudah bertemu, aku Uday.

Kau?

Aku memang tak semirip ayahku, tapi aku masih Raja.

Pizza? - Tidak, terima kasih.

Aku Diya Srivastav.

Mari, silakan duduk.

Aku sendiri yang membuatnya. - Oh, bagus.

Jadi apa yang bisa aku bantu untukmu?

Aku datang dari New York.

Jelas terlihat.

Aku ingin membahas tentang teater Ajanta.

Oh benarkah, tentang reruntuhan itu?

Begini, itu bukan reruntuhan.

Kau bukan seorang aktivis, bukan?

Aku seorang penari, koreografer.

Dari New York.

Yang kumaksud, tempat itu bukan untuk pusat belanja.

Itu teater pusat seni.

Lalu, kapan terakhir kali teater itu diadakan?

Nyonya?

Banyak orang India non-warga ke kota ini tiap tahun.

Mereka datang untuk kerja sosialnya selama beberapa bulan lalu kembali.

Sepertinya kau juga sama.

Jangan merusak perencanaan tata kota ini.

Jadi demi mal, kau ingin menghapus warisan kota ini?

Tanpa berpikir dan memahami sesuatu.

Hari ketika orang mulai hidup dari warisan, akan kupersilakan kau jalani teater.

Sementara itu, biarkan aku bekerja dengan caraku sendiri.

Ada lagi yang bisa aku bantu?

Jadi semua ini demi menghidupi orang banyak?

Apa mereka tak membutuhkan yang lain?

Berkumpul dan tertawa bersama. Berbagi keceriaan dari kebersamaan.

Itukah yang terjadi pada Ajanta-mu?

Dulu.

Bu, jika teater tak bisa menarik orang datang, maka mereka takkan datang!

Bagaimana jika kuajak orang-orang ke sana?

Aku akan mengajak orang-orang ke Ajanta.

Semua warga Shamli.

Aku akan memanggil timku dari New York.

Penari terbaik, tata panggung.

Tata cahaya, musik.

Akan kuadakan pentas terbesar se-India, tak ada masalah.

Lalu? - Ya?

Lalu apa?

Maksudmu?

Kau dan timmu akan kembali ke New York setelah satu pementasan.

Ajanta akan tetap menjadi reruntuhan.

Selalu saja begitu.

Ya, bagimu seperti reruntuhan!

Apa yang bisa diharapkan darimu?

Seorang warga India masa kini, MP berpendidikan dari luar negeri.

Kau merasa dirimu hebat sekali, bukan?

Kau kira tahu semuanya?

Kau merasa bisa.. mengubah dunia!

Aku akan membuat kesepakatan.

Kau ingin menggelar pentasnya?

Lakukanlah.

Tapi bukan dengan orang New York.

Dengan warga Shamli.

Setiap penari.

Aktor, penyanyi.

Harus berasal dari Shamli.

Jika kau sukses menggelar pentas itu..

..maka Ajanta milikmu.

Ada apa? Mana semangat yang tadi?

Baiklah.

Pentas ini akan terselenggara.

Sesuai dengan permintaanmu.

Bukan dengan orang New York.

Dengan warga di sini, dari Shamli .

Setiap penyanyi, aktor, penari akan berasal dari Shamli.

Pikirkan lagi, pembongkaran dalam 2 bulan.

2 bulan masih lama.

Begitu?

Setuju.

Tapi kau akan kalah.

Aku belum pernah kalah sampai hari ini.

Aku juga belum pernah terkalahkan.

Bukan masalah.

Kekalahan pertamamu akan jadi hadiah dariku.

Sampai jumpa dalam 2 bulan.

Permisi?

Kau belum makan pizza.

Bagaimana caramu menggelar pentas ini?

Warga kota ini bahkan tak mau namamu disebutkan.

Bagaimana kau akan mementaskannya?

Maafkan aku, Nak.

Aku mau bilang yang sebenarnya.

Kau harus tahu diri.

Jika aku tak tahu diri, tak mungkin aku kemari.

Dan siapakah yang tak tahu diri dengan keadaan kota ini?

Lupakanlah, kota ini tak pernah mempedulikanmu.

Kau justru ingin mendekati kota ini.

Aku sangat mengenal kota ini.

Tak peduli apa pikiran orang.

Tapi kota ini dan warganya sama saja.

Kita lihat saja.

Pada kota ini..

..dan warga kota ini.

Aku yakin akan berhasil menggelar pentasnya.

Dan itu akan melibatkan warga di sini.

Kau akan menyaksikannya.

Baik Ibu, saatnya kita pulang.

Kau benar, Sayang!

Mari kita pulang.

Apa ini Bu? Kukira pulang ke rumah.

Ini dulunya rumah ibu.

Diya? Diya, putriku?

Diya?

Fotomu terpajang di koran!

Cepatlah Sayang, makanan sudah siap!

Lihat, ini nasi goreng kesukaanmu.

Dia masih kecil saat pertama kali menari, 'kan?

Tariannya sungguh indah! - Hentikan, dia bisa besar kepala!

Aku datang!

Kenapa kau lama sekali?

Kalau kau terlambat lagi, aku ganti pembantu lain!

Bu, aku Diya.

Rumah ini dulunya rumahku.

Kami pernah tinggal di sini bertahun-tahun lalu.

Tapi rumah ini sudah kami beli dari Tn. Srivastav.

Ya, dia adalah ayahku.

Ya benar.

Kau..

Kau..

Kau ingin minum air?

Aku ingin soda.

Diam Radha.

Ya, kenapa tidak, Nak?

Ia manis sekali. Biar kuambilkan, ayo masuk.

Mau sewa kamar? - Ya.

Sebaiknya kau berikan dia kamarnya.

Kuharap kau tak bermaksud menuntut hak kepemilikan rumah ini.

Tidak. Tentu saja tidak.

Setelah rumah ini dibeli olehmu, siapa aku kok berani menuntut hak?

Benar sekali.

Begini saja.

Kau harus membuat surat pernyataan di kertas bermeterai Rs. 20.

Bahwa kau tinggal di sini hanya menyewa.

Tak ada keinginan mengklaim hak rumah ini.

3 salinan, satu untuk arsipmu.

Tak ada masalah.

Makan pagi, siang dan malam sesuai yang kami makan akan tersaji untukmu.

Dan air minum gratis.

Benar-benar gratis? - Aman diminum?

Tidak ada masalah.

Dan tolong, dilarang bawa pria ke rumah.

Kuharap kau tak banyak teman pria.

Aku tak seberuntung itu.

Keberuntungan akan terbuka bila ada kemauan.

Ada kunci untuk setiap hati. Jika ada kemauan, kau akan menemukannya.

Baik, sudah disepakati. Aku bisa terlambat berdinas.

Semoga harimu baik dan lancar. - Sama-sama.

Aku dengar banyak tentangmu.

Pasti bukan hal yang baik.

Tidak, tak seperti itu.

Sudah biasa orang bilang begini dan begitu.

Ini aman diminum?

Tentu, Radha. Diam dan minumlah.

Ibu, bisakah kita pulang?

Tidak.

Bisakah Ibu mengusir nyamuk-nyamuk ini?

Boleh aku dibelikan seprei baru? - Tidak.

Ibu sedang apa? - Bekerja dengan komputer.

Ya tahu, aku tak sebodoh itu. Ibu sedang apa?

Yang sedang Ibu kerjakan..

..yah, kejutan!

Astaga, dia rupanya! - Siapa?

Hei, ini kan dia?

Katakan..

..dari mana ia muncul?

Aku dulu kenal ayahnya. Kasihan orang itu harus meninggalkan kota ini.

Wanita itu pernah membakar seluruh kota dengan tariannya.

Hei, dia dulu juga terbukti si pematah hati.

Apa lagi aksinya kini, aku jadi ingin tahu?

Apa lagi? Dia akan menari, ada tulisannya.

Kalau dia akan menari, apa yang seru?

Pak, jika Diya menari, semua orang bisa kesurupan.

Aku pasti akan pergi menonton tariannya.

Ibu, apa yang dipasang di dinding?

Gula! - Apa?

Kata guru Ibu dulu..

..bila ingin mengundang lalat, kau harus menaruh sesuatu yang manis.

Ibu, semua orang di kota ini membencimu.

Tidak!

Tidak semuanya. Ayo, kita pergi.

Kemana?

Ke tempat seseorang yang paling kusayangi.

Hei, kau terlalu malu memelukku, Bos?

Bagaimana kabarmu, Diya?

Aku baik baik saja.

Kau.. kau sendiri bagaimana?

Aku baik saja.

Ada keperluan apa?

Ada keperluan apa?

Farooq, ini Diya putri Tn. Srivastav.

Ini suamiku.

Halo.

Jadi kau Diya?

Ini putriku, Radha.

Ayo, disapa. - Hai.

Dalam bahasa Hindi.

Salam. - Salam, Nak.

Tak apa, kami tahu sedikit bahasa Inggris.

Dan suamimu? - Ya, dia..

Mereka sudah bercerai.

Mereka apa? - Mereka bercerai.

Sebenarnya..

..sekali orang melarikan diri, akan lari selamanya.

Mari kita berangkat?

Baik Diya, aku harus berangkat kerja.

Masih adakah orang kota ini yang menyayangi Ibu?

Mari kita menari, Shamli.

Mari kita mainkan, Shamli.

MERA JHUMKA UTHA KE LAAYA YAAR VE Ada teman membelikanku sepasang anting-anting.

JO GIRA THA BAREILLY KE BAZAAR MEIN Tak sengaja aku menjatuhkannya di tengah bazar Bareilly.

MAIN TO THUMKA LAGA KE SHARMA GAYI Begitu menggoyang pinggulku, aku jadi malu sendiri.

BOLI GHOONGHAR BANDHA DENGE MAIN AA GAYI Kataku, kalian kan pasang gelang kakiku bila aku kembali.

MUJHKO LE JA KE NACHLE Bawalah aku denganmu, ajaklah aku menari bersama.

AAJA NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

CHHANAK CHHANAK CHHANKAAR Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

O NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

AB TO LUTAA HAI BAZAAR Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

SAB KO BHULA KE NACHLE Lupakan segala sesuatunya, mari kita menari.

AAJA NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

CHHANAK CHHANAK CHHANKAAR Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

AB TO LUTAA HAI BAZAAR Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, mari kita sedikit bergoyang.

CHHAT PE BULA KE NACHLE Panggil mereka di balkon itu supaya menari.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, mari kita sedikit bergoyang.

JHATT SE UTHA KE NACHLE Cepatlah ikut ambil bagian dan menarilah.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, mari kita sedikit bergoyang.

CHHAT PE BULA KE NACHLE Panggil mereka di balkon itu supaya menari.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, mari kita sedikit bergoyang.

JHATT SE UTHA KE NACHLE Cepatlah ikut ambil bagian dan menarilah.

MAINE GALTI KARI THI MERI NATHNI PADI THI Aku melakukan kesalahan, cincin hidungku terjatuh.

MAINE GALTI KARI THI MERI NATHNI PADI THI Aku melakukan kesalahan, cincin hidungku terjatuh.

KI SONE MEIN USKO RANGA GAYI Aku bawa ke pandai emas untuk disepuh lagi.

MERE RANGAA KE ATARIYAA PE AA GAYI Setelah tampak cantik kupakai lagi dan pergi ke balkon.

O MUHALLE MAIN KAISI MAARA-MAAR HAI Oh terjadi kegaduhan dan keributan di mana-mana.

MERE DAR PE DEEWANO KI BAHAAR HAI Di tangga pintuku datang berbondongan para pecinta gila.

SABKO NACHA KE NACHLE Semua orang menari dibuatnya, ikutlah menari.

AAJA NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

CHHANAK CHHANAK CHHANKAAR Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

O NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

AB TO LUTAA HAI BAZAAR Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

MAIN TOH KAMSIN KALI THI Aku hanyalah sekuncup bunga lembut.

ZARA TAN KE CHALI THI HAYE Yang melangkah dengan anggunnya.

MAIN TOH KAMSIN KALI THI Aku hanyalah sekuncup bunga lembut.

ZARA TAN KE CHALI THI Yang melangkah dengan anggunnya.

AAGE JAA KE GALI PE BALKHA GAAYI Aku terus melangkah sambil berlenggak-lenggok.

MUYI JAANE JAWAANI KAB AA GAYI Aku tidak menyadari kalau mudaku telah cukup matang.

MERE SADKE ZAMAANE KI KAMAYI RE Seluruh dunia takjub mengangugerahiku kekayaan.

MUJHE DETA UDHARI HALWAAYI RE Bahkan pendagang manisan memberiku pinjaman.

SABKO NACHA KE NACHLE Semua orang menari dibuatnya, ayolah menari.

AAJA NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

CHHANAK CHHANAK CHHANKAAR Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

O NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

AB TO LUTAA HAI BAZAAR Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

SAB KO BHULA KE NACHLE Lupakan segala sesuatunya, mari kita menari.

AAJA NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

CHHANAK CHHANAK CHHANKAAR Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

O NACHLE NACHLE MERE YAAR TU NACHLE Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

AB TO LUTAA HAI BAZAAR Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, bergoyanglah sedikit.

JAM KE BULA KE NACHLE Berserulah sekuatnya dan menarilah.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, bergoyanglah sedikit.

JHATT SE UTHA KE NACHLE Cepatlah ikut ambil bagian dan menarilah.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, bergoyanglah sedikit.

CHHAT PE BULA KE NACHLE Panggil mereka di balkon itu supaya menari.

NACHLE NACHLE ZARA NACHLE NACHLE Menarilah, bergoyang sedikit.

JHATT SE UTHA KE NACHLE Cepatlah ikut ambil bagian dan menarilah.

Silakan duduk dan harap tenang.

Terima kasih banyak.

Atas kehadirannya ke Ajanta.

Dan mengangkat kebanggaan akan teater Ajanta kalian sendiri.

Untuk itu jutaan ucapan selamat.

Tepuk tangan!

Tapi aku mengundang kalian kemari bukan untuk pementasan ini saja.

Sebagaimana kalian semua tahu...

..teater Ajanta kota ini akan menghadapi masa-masa sulit.

Pemerintah akan meruntuhkan teater Ajanta demi pembangunan pertokoan.

Bagaimana pendapat kalian, apakah tindakan itu dibenarkan?

Lakukan tarianmu yang lain jika ada, kami tak tertarik dengan ceramahmu!

Aku tahu pendapat kalian tentangku.

Tapi ini bukan tentang aku.

Ini sebuah perlawanan.

Bahwa warga Shamli akan bersatu melawannya.

Karena itulah 2 bulan dari sekarang..

..sebuah drama tentang Laila Majnu akan dipentaskan di Ajanta.

Sebuah pertunjukan..

..yang belum pernah ditonton atau didengar hingga kini.

Karena para pemain drama ini akan diperankan oleh kalian semua.

Dia ingin menjadikan kita pelawak juga.

Mulai besok, kita semua akan luangkan satu jam dari jam kerja kita.

Untuk melakukan latihan dari pertunjukan ini.

Kami akan tampilkan pada dunia.

Bahwa Shamli memiliki potensi musik, tari dan seni.

Dia membuang-buang waktu.

Salah satu dari kalian akan memerankan Laila.

Yang lain memerankan Majnu.

Lainnya memerankan ibu Laila.

Dan juga memerankan teman Majnu.

Kalau kau yang berperan Laila maka aku mau sebagai Majnu.

Setuju?

Mereka menghinanya.

Dan dengan cara itulah yakni berkerja keras selama 2 bulan..

..kita akan tunjukan pada orang-orang yang anti Ajanta..

..bahwa selama matahari dan bulan masih ada..

..Shamli akan tetap menyandang nama Ajanta.

Nama buruk yang didapat.

Bagus, kota ini sangat mencintaimu Ibu.

Kita bisa kembali ke New York sekarang?

Jahat.

Tapi itu ide bagus!

Maaf? - Yah, maksudku..

..yang lain sudah pergi, mungkin di sini sebaiknya juga pergi?

Bapak siapa?

Aku penjahatnya.

Jadi kau sudah mengerti?

Kau sudah mendapat tanggapan dari Shamli.

Kau juga sudah menghemat 2 bulanmu.

Lumayan.

Kapan kau akan kembali?

Kata siapa aku akan kembali?

Kenapa? Apa lagi yang membuatmu yakin?

Shamli akan berkumpul sampai pentas itu akan terselenggara.

Dan kau juga akan menontonnya.

Kurasa kau akan menikmatinya.

Aku kini sudah menikmatinya. - Bagus!

Jadi kau tak mau mendengarkan.

Kau dengarkan aku, baru aku mau mendengar.

Semoga beruntung Ny. Diya, kurasa kau membutuhkannya.

Mungkin kau yang butuh itu, Raja Sahab.

Itu kotor.

Ini pertarungan.

Pertarungan memang kotor.

Omong-omong..

..tarianmu bagus sekali.

Aku sudah tahu.

Boleh minta satu? - Tidak, aku tak mau beri.

Bagaimana menurutmu?

Apakah pentas itu akan berjalan?

Kenapa kau kemari? Mau membuatku marah?

Itu memang pekerjaanku.

Aku polisi.

Aku perlu menjaga kondisi hati masyarakat.

Jadi kau tak mau ke sana lagi?

Ke Ajanta.

Kalau sampai sepatuku ke sana, kau boleh ganti namaku.

Pencarian bakat untuk pemeran drama Laila Majnu di Ajanta dimulai.

Jika kalian ingin menjadi aktor berbakat..

..persiapkan penampilanmu sebaik mungkin dan datang dengan sepenuh hati.

Datanglah besok pagi jam 10 di Ajanta.

Mari semua datang!

Mereka merusak Ajanta. - Apa?

Apa yang kalian lakukan?

Apa-apaan ini? Kalian sudah gila?

Kenapa kau lakukan ini?

Kau harusnya minta ijin kami sebelum melakukan semua tarian ini.

Cepat minggir!

Kau tak tahu sopan santun?

Mana mereka si Laila Majnu?

Mana bensinnya?

Dia pergi mengambilnya. - Cepatlah!

Bawa kayu bakar di sini.

Habisi Ajanta atau apa pun ini.

Sejak kau kecil.. Aku sudah kenal ayahmu!

Lihat perbuatan mereka ini? - Jangan hentikan mereka.

Kenapa?

Kau tak melihatnya? - Apa?

Majnu, dia ada di sana.

Tapi mereka merobohkan panggung. - Kita juga mesti robohkan panggungnya.

Baguslah karena menghemat biaya.

Tapi apa kau melihatnya?

Kau sudah gila?

Dokter, Majnu ada di sana.

Mari kita bicara dengannya.

Kau sudah hilang ingatan?

Hei Vidya, cepat selesaikan itu!

Siapa namamu ?

Apa urusanmu dengan namaku?

Pergi!

Hei, kalian semua pergi dari sini! Atau kakimu kupatahkan!

Kau mau berperan sebagai "Majnu"?

Kau pasti pernah ikut ambil bagian dalam drama di sekolah dll?

Kau orang terpelajar, bukan? - Bicara apa kau?

Pak tua, awasi dia.

Atau kalian berdua akan aku kremasi di sini.

Ayo, mari kita pergi Diya!

Tapi pasti ada yang kau lakukan. Seperti Twinkle twinkle Little Star..

..Ba Ba Black Sheep, dll

Hei, kenapa kalian berhenti? Terus robohkan.

Ambilkan minuman Lassi untuknya.

Dia pasti lelah.

Seberapa sering kau potong rambut?

Apa ini?

Kau kira lucu?

Hei, Nyonya! Dengarkan baik-baik.

Aku tak mau mengulangi ini.

Budaya tarianmu yang dibawa dari Amerika..

..kami takkan biarkan digelar di sini.

Siapa yang membawanya dari Amerika?

Justru kubawa dari sini ke Amerika.

Di Amerika, sulit menemukan Majnu sepertimu.

Kau masih tak berubah.

Halo, Choudhry Sahab.

Halo, Nak.

Aku kenal ayahmu.

Aku tahu apa ulahmu padanya.

Aku juga tahu apa ulahmu sekarang.

Itu tidak bisa diterima di Shamli.

Choudhry Sahab, jadi anak-anak muda ini orangmu?

Kau tak dengar bicaraku?

Bisa kita bicara empat mata selama dua menit?

Hanya dua menit.

Ayo robohkan, lanjutkan pekerjaan kalian!

Mana minuman Lassinya?

Mari. - Omong kosong apa ini? - Mari kita ke sana.

Aku dengar pemilu akan datang dan kau mencalonkan diri?

Lalu? - Aku ingin kau menang.

Aku akan kalah jika kau tak ingin?

Oh tidak, Pak, lawanmu yang harus kalah.

Di sini banyak sekali lawan anda.

Aku tahu berurusan dengan banyak lawan.

Tapi kali ini kau tak ada isu untuk diangkat.

Kenapa?

Berkat Uday Singh, tak ada isu sama sekali!

Air ada di setiap rumah.

Tersedia begitu kau buka keran.

Listrik, 24 jam menyala.

Dia bahkan tidak melupakan jalan raya.

Dia perbaiki jalan sebelum berlubang.

Kaum Muslim dan Hindu hidup berdamai.

Bahkan perguruan tinggi sudah berjalan baik.

Kau tak perlu khawatir denganku.

Aku tahu cara mengangkat sebuah isu.

Nyalakan apinya!

Choudhry Sahab, isu itu ada di sana.

Kau sendiri mengabaikannya.

Isu apa?

Tempat ini, Ajanta.

Tempat tarian ini?

Bukan hanya tarian, Pak.

Seni, budaya dan musik.

Ini warisan budaya negera kita.

Apakah pertokoan akan dibangun di atas puing warisan budaya kita?

Ini juga tanah milik negara, bukan?

Warisan kita sedang dilabrak dan kau hanya menontonnya?

Lassi? - Tidak!

Silakan diminum. - Aku tidak bisa menontonnya!

Pak, isu ada di tanganmu dan pemilu akan berlangsung.

Biarkan layang-layang terlepas.

Ini akan menjadi isu bagi Ajanta.

Tapi apa yang kau inginkan? - Majnu.

Apa?

Diya. - Maaf?

Diberikan, Majnu milikmu!

Shamli menggebrak dengan ditemukannya Majnu!

Putra Maulana akan berperan sebagai Majnu.

Hadir untuk menghibur kalian, sang pemuda lmran Pathaan.

Dan dia sedang mencari Laila, kekasihnya.

Kau curang! Menantang bermain tapi curang.

Aku curang?

Kau berani menyangkalnya!

Kalau perlu aku akan menghajarmu sekalian!

Dasar anak setan!

Apa katamu? - Telingamu akan jelas mendengar kalau kutampar.

Dia menghina.

Siapa yang menghina? - Bukankah dia tadi menghina?

Tidak.

Itu pelecehan!

Jelas pelecehan! Dia bilang ibuku setan..

Memang kenyataan, bukan?

Mungkin ini salah paham.

Tidak mungkin pelecehan.

Kau bermain-main Kho-kho di jalan.

Sementara Imran sudah bermain drama di Ajanta sebagai Majnu.

Kenapa? - Bagaimana kutahu?

Semua gadis di Shamli berbaris antri ingin menjadi Laila-nya.

Tak ada yang bisa menjadi Lailanya lmran.

Akan kupatahkan hidung mereka.

Jadi kau sangat mencintainya?

Perlu kutunjukkan jantungku?

Tidak, akting seperti itu takkan jalan.

Lalu apa? - Tarian yang dibutuhkan. Laila harus tahu cara menari indah.

Menari?

Bahkan kutuku belum pernah menari.

Bulbul.. Bulbul. Oh, burung Bulbul..

KAHI SHARM VARM MEIN CHUPI HON AISI KHUBIYAAN Di balik sikap malu dan manjamu, ada bakat yang terpendam.

KAHI NARM GARM MEIN THAMI HON AISI KHUBIYAAN Di balik sikap lembut dan kerasmu, ada bakat terpendam.

KAHI CHAL DHAL MEIN DABHI HUN Sesuatu yang tersembunyi di balik gaya berjalan dan busanamu.

KAHI JOSH MOSH MEIN DIKHI HON Sesuatu yang diperlihatkan oleh tingkah lakumu yang energik.

KAHI CHAL DHAL MEIN DABHI HUN Yang tak nampak di balik gaya berjalan dan busanamu.

KAHI JOSH MOSH ME DHIKI AISI KHUBIYAAN Sesuatu yang tampak dari tingkah lakumu yang energik.

ZAAMANE KO BIDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

MUJHE SAB SE JUDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

O DHIKHA DE HAME TERI KHUBIYAAN Ayolah, mari tunjukkan bakatmu padaku.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

O LOOT LENGE HUME TERI KHUBIYAAN Oh bakatmu itu pasti akan mencuri perhatian kami semua.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

SHOW ME YOUR JALWA.. Ayo, tunjukkan semua kemampuanmu.

OYE CHALO CHALO SHOW ME YOUR JALWA Ayolah, Ayo tunjukkan semua kemampuanmu!

Mendekatlah sayang, aku milikmu.

Berikutnya!

Majnu, jangan lepaskan ikatan rakhi ini.

Mari Majnu, kita bermain Laila-Laila.

Dengarkanlah aku, walau sekali ini saja.

Majnu sayang, aku mencintaimu.

Dag-dig-dug jantungku..

Aku Laila, bagaimana andai aku Lailamu?

Laila mengerikan!

Ya, akulah Lailamu.

Aku Lailamu. Aku mencintaimu dan kuingin menikah denganmu.

Baik, berikut!

Babuji, ayolah jangan terburu-buru.(/i>

Jantungku seperti tersambar petir.

Mataku menyala-nyala.

Tangan menggelayut ini tak mau terpisah.

Babuji, ayolah jangan terburu-buru.

Tangan menggelayut ini tak mau terpisah.

Aku jatuh di sana-sini.

Jatuh hati padanya di mana-mana.

Cukup!

Cukup.

Aku tahu, pasti aku yang terpilih.

Ada apa dengannya?

Pulanglah. Bantu ibumu bikin kue di rumah.

Bulbul.. Bulbul Oh, burung Bulbul..

TERI CHAMACH TERI CHAKOO Sendokmu, pisau dapurmu, gilinganmu, gelang kakimu.

TERI BELAN TERI GHUNGROO Sendokmu, pisau dapurmu, gilinganmu, gelang kakimu.

TERI MAMTA TERI ZEVAR Sifat keibuanmu, permatamu, wangimu, kesantunanmu.

TERI KHUSBOO TERI TEVAR Sifat keibuanmu, permatamu, wangimu, kesantunanmu.

Bulbul.. Bulbul Oh, burung Bulbul..

TERI CHAMACH TERI CHAKOO Sendokmu, pisau dapurmu, gilinganmu, gelang kakimu.

TERI BELAN TERI GHUNGROO Sendokmu, pisau dapurmu, gilinganmu, gelang kakimu.

TERI BELAN TERI GHUNGROO

TERI MAMTA TERI ZEVAR Sifat keibuanmu, permatamu, wangimu, kesantunanmu.

TERI KHUSBOO TERI TEVAR Sifat keibuanmu, permatamu, wangimu, kesantunanmu.

TERE CHHAUKE TERE BAALE Kecekatanmu, luwesmu, bandelmu, gaya jalanmu.

TERE NAKHRE TERE CHALE Kecekatanmu, luwesmu, bandelmu, gaya jalanmu.

TERI NAZRON KI WOH KAALI Lingkaran hitam matamu, telingamu yang memerah.

TERE KANO KI WOH LAALI Lingkaran hitam matamu, telingamu yang memerah.

TERI YEDI KI WOH KHAN KHAN Bunyi gelang kakimu, rumitmu mengepang rambut.

TERI CHOTI SE HO AN BAN Bunyi gelang kakimu, rumitmu mengepang rambut.

TERE PALKE TERI BINDI Alis, bintik merahmu, bahasa Urdu dan Hindimu.

TERI URDU TERI HINDI Alis, bintik merahmu, bahasa Urdu dan Hindimu.

TERI SUDH JO HO NIRALI Kepedulianmu amat langka, kelakuanmu yang jelek.

HARKATE WOH KAALI KAALI Kepedulianmu amat langka, kelakuanmu yang jelek.

TERI TITHLI SE WOH BAALI Anting-antingmu mirip kupu-kupu.

TERI BIJALI SE WOH TAALI Tepukan tanganmu yang bersuara guntur.

ZAAMANE KO BIDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

MUJHE SAB SE JUDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

O DHIKHA DE HAME TERI KHUBIYAAN Ayolah, mari tunjukkan bakatmu padaku.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

O LOOT LENGE HUME TERI KHUBIYAAN Oh, bakatmu itu pasti akan mencuri perhatian kami semua.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

SHOW ME YOUR JALWA.. Ayo, tunjukkan semua kemampuanmu.

SHOW ME YOUR JALWA.. Tunjukkan semua kemampuanmu.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

Majnu, aku sangat.. mencintaimu!

Sudah, pergi sana!

Main saja Khokho di jalan. Kau bukan Lailanya lmran.

Apa?

Sekali saja kalian kuhajar, akan pingsan sampai umur 60!

Ampun.

Tabrez No 1.

Dewa Ram, jayalah sang Bima!

Cukup, ini bukan Ramayana. Ayo.

Aku Tabrez, adik Laila.

Aku, Inspektur Bhinde.

Hei Majnu, kalau kau berani dekati adikku..

Kata ibuku, kau sering bersama adikku..

Kuhajar kau!

Menyerahlah! Aku akan.. aku..

Siapa lagi sebagai Tabrez?

Sebagai calon iparmu, aku tak akan memberimu nasihat buruk.

Kau akan jadi mayat, setidaknya asuransikan dirimu dulu.

Asuransi apa? Kau kira bisa membunuhku?

Aku sudah mendapat Tabrez.

Dia? Bagaimana dia bisa memerankan Tabrez?

Pak, aku tak butuh preman, tapi seorang saudara.

Dia cocok sebagai Tabrez.

SHOW ME YOUR JALWA.. Ayo tunjukkan semua kemampuanmu.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

TERI CHALE TERE DHAALE Gayamu melangkah, bentengmu, janggutmu, rambutmu.

TERE BARCHE TERE BAALE Gayamu melangkah, bentengmu, janggutmu, rambutmu.

TERE GUSSE TERE JALVE Kegusaranmu, wibawamu, perbuatanmu, pijakanmu.

TERI KISE TERE TALVE Kegusaranmu, wibawamu, perbuatanmu, pijakanmu.

Bulbul.. BulbulL Oh, burung Bulbul..

TERI CHALE TERE DHAALE Gayamu melangkah, bentengmu, janggutmu, rambutmu.

TERE BARCHE TERE BAALE Gayamu melangkah, bentengmu, janggutmu, rambutmu.

TERE GUSSE TERE JALVE Kegusaranmu, wibawamu, perbuatanmu, pijakanmu.

TERI KISE TERE TALVE Kegusaranmu, wibawamu, perbuatanmu, pijakanmu.

TERE JOSHO KO JUNOON Hasrat dan keinginanmu, darahmu yang mudah mendidih.

TERE HOLE HOLE KHOON Hasrat dan keinginanmu, darahmu yang mudah mendidih.

TERE UKHDE SE ANDAAZ Gayamu sangatlah alami, rahasia yang kau pendam di hati.

TERE SENE KE WOH RAAZ Gayamu sangatlah alami, rahasia yang kau pendam di hati.

TERI MOOCHO KI WOH SHANE Otot yang kau banggakan, kisahmu melegenda.

TERE KISSE JANE MAANE Otot yang kau banggakan, kisahmu melegenda.

TERI WOH DHOBI PACHHAAD Kekuatan tangan besimu, matamu hijau ada uang.

TERE NOTO KI PAHAAD Kekuatan tangan besimu, matamu hijau ada uang.

TERE KISSE TERE NAGME Ceritamu, puisimu, rasa berbagimu, semua mimpimu.

TERE HISSE TERE SAPNE Ceritamu, puisimu, rasa berbagimu, semua mimpimu.

TERE AGLE TERE PECHLE Mimpi masa depan dan lalumu yang terputus di tidurmu.

SO GAYE AARMAN JO NIKLE Mimpi masa depan dan lalumu yang terputus di tidurmu.

SO GAYE AARMAN JO NIKLE Semua mimpi yang terputus di tidurmu.

ZAAMANE KO BIDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

MUJHE SAB SE JUDA KAR DE Katakan sampai jumpa dunia, pisahkan aku dari semua.

O DHIKHA DE HAME TERI KHUBIYAAN Ayolah, mari tunjukkan bakatmu padaku.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

O LOOT LENGE HUME TERI KHUBIYAAN Oh bakatmu itu pasti akan mencuri perhatian kami.

O TERI KHUBIYAAN.. Ya, bakatmu itu.. bakatmu.

SHOW ME YOUR JALWA.. Tunjukkan semua kemampuanmu.

Mari tunjukkan bakatmu padaku.

Bagaimana orang bisa mendapat cinta yang dicarinya?

Aku berharap bunga tapi duri yang kudapat.

Pergelangan tanganku berbunyi 9 gelang.

Hei, apa yang kau lakukan?

Dia ingin menjadi ibu Laila.

Benarkah? Kau mau memerankan ibu Laila?

Ah, tidak!

Dia main bagus. - Memang.

Benarkah katamu?

Aku.. bisakah memerankannya?

Kenapa tidak?

Ya!

Tunggu dulu!

Apa yang kau lakukan di rumahku?

Dia tak boleh memerankan ibu Laila manapun!

Kenapa?

Kenapa? Sebab ini perintahku.

Kau tahu, aku pejabat pemerintah yang memiliki wibawa.

Jika istriku bermain di sebuah drama, di kantor aku bisa ditertawakan orang!

Dia benar. Jika aku bermain di drama, wibawanya akan hilang.

Jika aku bermain di jalan, ia akan kehilangan wibawanya.

Jika aku makan sembarangan di pasar, ia akan kehilangan wibawanya.

Bahkan kalau aku bernafas, ia akan kehilangan wibawanya.

Karena hanya dua orang yang menghuni rumah kami.

Dia dan kewibawaanya.

Dan aku? Aku cuma berkas lain di hidupnya.

Yang bisa ia buka dan tutup semau dia.

Hidupku sangat membosankan.

Karena aku menikah dengan orang paling membosankan di dunia.

Maaf. - Tak apa.

Aku harus membicarakan sesuatu padamu.

Kejadian tadi di rumahku itu karena kau..

Tidak, biarkan aku bicara.

Karena kau, baru kali ini istriku menolak menuruti perintahku.

Untuk pertama kali dalam 10 tahun..

..semua orang akhirnya tahu, pernikahan kami tidaklah baik-baik saja.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku..

..istriku menyebutku sebagai pria paling membosankan di dunia.

Semua itu karena kau.

Aku minta maaf.

Oh, tidak.

Itu benar adanya.

Aku memang orang yang membosankan.

Tapi aku tak ingin terus menjadi pria yang membosankan.

Terutama di depan istriku.

Jadi.. aku datang ingin melamar pekerjaan di pentas budayamu.

Kau mengatakan ada lowongan yang masih kosong.

Bantulah aku merubah diri agar tidak membosankan di mata istriku.

Aku mohon padamu dengan segala kerendahan hati.

Apabila aku diijinkan bergabung denganmu tanpa sepengetahuan istriku..

..maka aku akan..

Cukup bantulah menyelamatkan pernikahanku.

Aku juga akan menyatakannya secara tertulis.

Kenapa tidak?

Terima kasih....

Toko ditutup, tapi gerbangnya terbuka.

Maka suruh putrimu menutup gerbang!

Apa harus aku?

Laila, Laila?

Tak ada Laila satu pun di seluruh Shamli?

Bagaimana dengan ayah Laila?

Bagaimana kalau Khalifa yang berjenggot itu?

Siapa? Dari teater Parsi?

Ya. - Tidak.

Laila tidak ada, ibu Laila ada,

Ayah Laila tak ada..

Ayah Laila jangan kau cemaskan.

Masalah itu sudah kupecahkan.

Aku takkan membiarkanmu berjuang sendirian.

Sebagai pemeran ayah Laila, inilah aku Chaudhry Om Singh.

Jangan repot Tn. Chaudhry. Kami akan menemukannya.

Bukankah kalian sudah menemukannya?

Ya, kenapa kita harus mencarinya?

Sempurna Tn. Chaudhry. Sempurna.

Majnu, lihatlah!

Kau akan menyadari cinta Laila. Kau akan tertusuk olehnya!

Ogah! - Ya, kenapa?

Kau tuli? Aku tak ingin cintamu.. pergilah!

Jika dia tidak cinta, kenapa dia harus berpura-pura?

Dia lagi? Kenapa tak ada yang mencegahnya?

Siapa yang bisa mencegahnya?

Awas ini! - Ayo, kau pulanglah!

Dengar, kau tak bisa memerankan Laila. Pulanglah.

Kenapa tidak?

Karena kau memang tak bisa itu.

Kenapa? Aku sudah berusaha.

Aku sudah berlatih semuanya.

Dengarkan, ini bukan soal latihan.

Apa yang kami cari dari Laila, itu tak ada di dalam dirimu.

Pergilah.

Apa maksudmu Bu, boleh aku tahu apa yang kau cari?

Aku akan menampilkannya.

Apa yang akan kau tampikan?

Kau sudah berkaca diri? Apa yang akan kau tampikan?

Kau sudah berkaca diri?

Kau tak tahu cara berdialog, berjalan, menari atau menyanyi?

Dari sudut mana kau tampak seperti Laila?

Beraninya kau pikir bisa memerankan Laila?

Beraninya aku?

Jadi kau yang memutuskan siapa yang bisa melakukan ini-itu?

Semua keputusan ada di tanganmu!

Tak peduli jika seseorang akan hidup atau mati?

Meskipun ada yang mati karena mencintai seseorang?

Tolong, ambilkan air minum.

Berdirilah! Ayo, berdiri!

Ikutlah, coba katakan.

Kenapa kau begitu ingin memerankan Laila?

Jika aku tidak begitu, orang lain yang akan melakukannya.

Jika orang lain yang memerankannya, Imran akan jatuh cinta padanya.

Lalu aku harus bagaimana?

Hanya berakting sebagai Laila, dia takkan jatuh cinta padanya.

Jika dia jatuh cinta?

Kau sungguh sangat mencintainya?

Aku mencintainya lebih dariku sendiri.

Da sudah tahu?

Bagaimana mungkin dia tahu? Dia hanya seekor keledai.

Mesti kubilang padanya?

Jangan, aku nanti bisa semaput.

Hei, tak ingin memberitahunya tapi kau cinta padanya. Apa bisa terjadi?

Itu yang membuatku bingung dan terjebak di sini.

Begitu, kau kemari agar dapat keluar dari kebingungan itu?

Ya, bagaimana lagi?

Aku juga pernah terjebak dalam kebingungan sepertimu.

Kau tahu apa yang kulakukan?

Apa? - Sama seperti yang kau lakukan!

Kulakukan yang terbaik dan lupakan semuanya.

Kau bisa melakukannya dengan gigih?

Maksudmu bermain di drama itu?

Kau harus bekerja keras.

Hei, aku hanya tahu kerja keras.

Aku memang tidak berotak cerdas.

Apakah kau akan menyerah di tengah jalan?

Orang yang telanjur cinta tak akan patah semangat.

Kau tahu apa yang menjadi ciri khas Laila? - Apa?

Ini, keberaniannya.

Hadirilah, besok tepat jam 11 siang!

Semua aktor pemeran kisah Laila dan Majnu akan diperkenalkan.

Saksikan artis anda dari kalangan sendiri, yang dipersembahkan Teater Ajanta.

Dan air dingin tersedia gratis. Gratis!

Aku tak ingin ada keributan di sini! Kau awasi bagian sana.

30 hari sebelumnya sudah kusampaikan..

..bahwa warga Shamli mempunyai darah seni.

Hei, katakan halo!

Dan aku tidak salah.

Orang-orang yang terpilih dari kalian..

..adalah warga di sini juga.

Tim utama untuk drama Laila Majnu dari Shamli telah terbentuk.

Inilah mereka..

..hadir untuk anda.

Lmran Pathan.

Anokhi.. Anokhi Lal.

Kalau dia bisa kenapa kita tidak?

Ya, aku juga tak menyukai gadis itu.

Suchin Mehta.

Aku mencintaimu, Suchin.

Tuan Jojer.

Mohan Sharma.

Dasar keledai.

Naytu Gee.

Dan favorit kalian, Chaudry Om Singh.

Hei, dia harusnya mengirim ini ke Kargil.

Tapi kenapa? - Kita tak perlu berjuang, musuh akan mati ketawa melihatnya.

Harap tenang!

Dhakurain ternyata pasukan homo..

Tolong kalian tertib..

Kau mau ke mana?

Dengar.. jangan ribut..

Aku bisa mati rasa.

Aku.. sungguh kagum!

Terima kasih Raja Saab.

Selamat!

Kau sudah sampai di kamp basis pendakian gunung Everest.

Tapi kini jalan tersulit ada di depan.

Apa kau tahu?

Aku buta arah untuk sampai ke sini.

Tapi dari sini, jalan itu bisa kutempuh dengan mata tertutup.

Waktumu untuk menempuhnya tinggal 30 hari.

Kau yang harus menghadiri pentas itu 30 hari lagi, Raja Saab.

Setengah dari kota ini masih melawanmu.

Dan setengahnya bersamaku.

Semoga beruntung.

Mungkin kau jangan bilang semoga beruntung..

..sebab keberuntungan itu selalu terjadi.

Benarkah?

Bagaimana ini akan terwujud dalam 30 hari?

Aku tak tahu.

Hari ini adalah hari pertama latihan, Kakek.

Entah berapa orang akan mengikutinya?

Tapi apa pedulimu?

Kau menontonnya dari atas sana. Apakah kau kini dalam kedamaian?

Kau tinggalkan semua ini padaku.

Semua orang di sini menginginkan leherku.

Siapa yang menyertaiku?

Kau?

Kau bersamaku, Kakek?

Aku?

Teh ini milikmu, begitu pula aku.

Diya, aku bersamamu.

Mohan, aku.. - Biarkan aku bicara dulu.

Phuu sudah tua.

Diya, entah kau berada di sini, benar atau salah..

..demi kepentingan Shamli atau tidak..

..bagiku itu baik atau buruk..

..tapi kau di sini, aku akan terus bersamamu.

Terima kasih, Mohan. - Sudahlah.

Bahasa Inggrisku terbata-bata..

..tapi masih ada jalan panjang untuk belajar daripada tidak sama sekali.

Mohan, atas kejadian masa lalu, kita tak pernah membicarakannya.

Aku belum sempat meminta maaf padamu.

Semuanya terjadi begitu cepat.

Tanpa mempedulikan itu, kau masih tetap mendukungku seperti dulu.

Orang seperti apa kau ini?

Aku.. - Tidak.

Saat ini banyak yang kau harus kerjakan, jadi kita akan sering bertemu.

Apa yang terjadi dengan Diya Gee di sana?

Tak ada yang bisa terjadi tanpamu, Tn. Chaudry.

Laila dan Majnu..

Ada kisah cinta apa sehingga dunia tak pernah melupakannya?

Siapa yang mengetahui jawabannya?

Kurasa mereka bodoh sekali.

Siapa yang mau mati untuk orang lain? Benar?

Salah!

Hari ini, orang juga mati demi cinta.

Jika cinta itu sama.

Jadi Majnu, kau bersedia mati demi orang yang kau cintai?

Aku mungkin bisa membunuh deminya, bukan?

Aku mungkin bisa mati, bukan?

Aku tahu kau bisa, itu sebabnya kau Laila.

Aku bisa mati juga karena tak tahu bahasa Inggris.

Mereka pertama kali bertemu di madrasah.

Laila berumur 5 tahun dan Majnu 7 tahun.

Ketika pertengkaran kecil kian tumbuh menjadi cinta, mereka belum menyadarinya.

Cinta bisa tumbuh kapan, di mana atau dengan siapa, tak ada yang tahu.

Jadi Laila dan Majnu saling jatuh cinta..

..dan ketika sang guru menghukum Majnu dengan tongkat, Laila juga terluka.

Dan ketika para orangtua mengetahui kabar itu, terjadi kehebohan.

Yah, itu perbuatan tak pantas sebagai murid tanpa sepengetahuan orangtua.

Karena itu orangtua melarang mereka ke sekolah dan mengurungnya di rumah.

Oh, kasihan anak-anak itu menjadi hancur seperti bunga layu.

Kau sebagai Ibu Laila, bisa rasakan penderitaan anaknya.

Tapi suamimu, Pak Chaudhry ini. Martabatmu pasti akan tercoreng.

Putrimu harus lupakan semua cinta itu, kalau tidak apa kata dunia?

Apa tindakanmu? - Aku akan menampar dan mengurungnya.

Tanpa makanan, tanpa apa pun sampai Laila kembali normal.

Tepat sekali. Kau pisahkan Laila dan Majnu.

Itulah yang terjadi, sampai putramu Tabrez datang membelamu.

Oh, tidak. Kenapa aku harus ikut terlibat dengan mereka?

Kau sebagai kakak harus ikut menjaga nama baik keluarga.

Begitu.

Laila dan Majnu bukan tersakiti oleh orang lain, tapi keluarganya sendiri.

Lalu apa yang mereka lakukan?

Kalian akan tahu nantinya. Ceritanya cukup untuk hari ini.

Hanya itu? Kedengarannya mudah.

Baiklah semua, kita pulang sekarang, besok datang lagi tepat waktu.

Kita bisa pulang?

Kau tak ingin menari?

Apa?

Tuan Chaudry, musik dan tarian harus kita pentaskan untuk kisah Laila-Majnu itu!

Akting di kisah ini dipentaskan dalam bentuk tarian dari Shamli

Kau bercanda?

Aku tidak bercanda tapi kau.

Kalian semua belum ada yang pernah menari.

Oh tidak, aku sudah menari sejak kecil, katakan kau ingin apa dariku?

Aerobik.

1,2,3,4,5,6,7,8!

Ayo ikuti! Lakukan semuanya!

Apa yang kau lakukan, Anokhi? Bukan begitu caranya!

Tangan diangkat dan kaki menyamping, oke?

Jangan disentak.

Yang lembut.

Chojar Saab, yang luwes.

Ada apa denganmu, Majnu?

Sudah kubilang, lebih baik aku mati daripada menari.

Kau pikir mereka itu sedang menari?

Matilah sana!

Ini cukup, Nyonya!

Ada apa, Nak? Ayo, menari. Menarilah!

Apa-apaan kau ini!

Anjing dan kucing tak seburuk mereka.

Kau aneh sekali, Jalebi.

Selama bertahun-tahun kau Jalebi, terus mengutuki wanita itu..

..dan sekarang kau ikut menari satu panggung dengannya?

Apa kau ingat, dia sudah menyakiti hati dan menghinamu?

Pentas ini bukan untuknya tapi Shamli. Coba dimengerti.

Mengerti apa? Kau tetap saja Jalebi!

Ayo katakan, aku adalah Jalebi.

Sudah jelas di Laila Majnu, dia ini Devdas.

Dasar pemabuk! Itu urusanku!

Seisi kota ini pemikirannya picik.

Picik

Coba bayangkan, aku akan menjalani hotel kecil itu..

..dia akan memasak dan aku akan melayani para pelanggan..

..aku akan merasa bahagia di dunia kecilku sendiri.

Diya akan menjadi saudari iparmu.

Dan apa lagi yang dibutuhkan dalam hidup? Apa menurutmu?

Menurutku? - Ya, katakan!

Kau masih tetap Jalebi!

Kalian yang di belakang! Jangan kira orang tak akan menontonmu menari.

Apa itu? - Peringkat saat ini.

Kenapa kau tertarik dengan itu, Tn. Mehta?

Peringkatku.. atau peringkat publik?

Maksudmu, upaya kita untuk Laila Majnu, kemungkinan akan menyusut?

Jadi pikirmu akan banyak kemajuan? -Tidak..

Baik, nona-nona. Ayo goyang! - Nona?

..5,6,7,8!

Inggrismu bagus, Nak.

Apa yang kau lakukan?

Kau juga apa?

Aku menyuruhmu menjauh dariku.

Kalau aku menjauh, bagaimana kita bisa menyatu? - Aku tak mau menyatu!

Sebentar! Laila Majnu, kau tahu masalah kalian?

Kalian belum menyatu dalam menari.

Kami tak mungkin menyatukan otak!

Tapi kau bisa menyatukan hati.

Sekarang, ayo.

Kau merasakan sesuatu?

Aku bukan idiot, itu denyut nadinya.

Hei, dia juga berdenyut.

Rasakan denyutnya ketika kalian berdansa. Ayo!

..5,6,7,8. Kiri kanan kiri putar!

Kanan kiri kanan putar! Cukup bagus!

Mulai hari ini kalian harus bersama-sama.

Menari, makan, datang dan pergi bersama.

Aku tak mau terus bersama-sama, rumahku jauh dari rumahnya.

Cuma beda dua rumah.

Menjelang malam, kalian pulang sama-sama. Itu saja.

Nyonya, ini bukan Amerika, tapi Shamli! Kami bisa dilempari batu di jalan!

Maka lewatlah jalan yang sepi.

Ayo! - Enyahlah!

Bu?!

Ayolah gandeng aku atau kita takkan berhasil.

Jangan belingsatan, kita cuma disuruh pulang sama-sama ke rumahmu.

Kita memang diharuskan tetap bersama.

Jadi aku harus bagaimana, menggendongmu atau apa?

Aku tak keberatan.

Hanya bercanda.

Apa lagi? - Aku butuh denyut nadimu, mau tahu sebentar.

Pergi. - Sebentar saja!

Lepaskan tanganku. - Ayolah.

Kau sialan.. Mau kutampar mulutmu!

Sudah 3 hari kau mirip lintah menempelku!

Memegang tanganku.. suruh ini dan itu!

Kau tak punya otak? Aku tak mau melakukan ini, mengerti?

Mulai besok, aku hanya mengerjakan instruksi latihannya saja!

Awas kalau menyentuhku dengan tangan dekilmu!

Diya, bangun. Ada yang kemari ingin menemuimu.

Pagi begini? - Coba temui. - Siapa?

Ada masalah apa?

Dia bahkan tak peduli untuk menyentuhku.

Kenapa ia harus peduli padamu?

Bukankah aku mencintainya?

Kau mencintainya, apa dia harus mencintaimu juga?

Kenapa tidak?

Kau pernah bercermin? - Cermin?

Rambutmu berantakan seperti mie. Cepat rapikan ke belakang.

Dan apa-apaan ini, kain kedodoran? Mirip kucing bulukan mau datang.

Dan kau selalu melompat ke pelukannya.

Aku tak melakukan itu.

Jangan bohong. Pria paling benci wanita yang terus menempeli mereka.

Benarkah? - Ya.

Makin sering kau mengejarnya, makin jauh dia akan lari.

Tapi kenapa?

Dia akan kabur.. Pria memang begitu.

Mereka tolol sekali.

Ya, sudah bawaan mereka. Mulai hari ini kau menjauhlah darinya.

Seberapa jauh? - Teh dulu.

Kau jangan bicara dengannya sampai dia dulu yang bicara.

Dia takkan pernah bicara.

Dia akan bicara, hanya kalau kau tidak bicara dengannya.

Apakah Laila melakukan hal sama pada Majnu? - Ya!

Majnu seorang pria juga. Dia berusaha keras untuk mengesankan Laila.

Aku akan begitu, supaya dia berusaha keras padaku di depan orang-orang!

Kau ini..

Sudah kubilang, cari Laila yang lain. Aku tak bisa lakukan semua ini.

Kalau dia mencintai, cintai aku dengan benar. Atau pergilah ke neraka.

Anokhi.. ingat apa yang kau bilang? - Tidak!

Di tengah jalan, kau tak akan patah semangat.

Yang tak kusangka, di tengah jalan anjing gila akan mengejarku!

Kau bilang atau tidak?

Ya, aku bilang itu.

Kau tahu kenapa lmran belum menjadi Majnu?

Kenapa?

Karena kau belum menjadi Laila.

Menjadi Laila, Anokhi.. yang selalu ia dambakan untuk menyapanya.

Dengan begitu, ia akan menjadi Majnu.

Cinta sungguh tugas yang sulit.

Jika kau anggap itu tugas, tentulah sulit.

Tapi sebagai bentuk cinta, tentulah mudah.

Apakah cintamu juga seperti itu?

Tidak, aku dulu juga sepertimu.

Saat itu aku belum temukan Diya manapun.

Tapi kini aku temukan Diya.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA. Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA. Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA. Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA. Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

ISHQ HUA HAAYE Cinta kita sudah terjalin.

ISHQ HUA HAAYAEIN Cinta kita sudah terjalin.

PALKO SE HOTON TAK JO RAH NIKALTI HAI Dari mata turun ke bibir, jalan itu sudah terbuka.

GUZARE NA WAHAN SE YEH TERI GALTI HAI Itu salahmu sendiri, andaikan kau mengelak menempuhnya.

HO.. PALKO SE HOTON TAK JO RAH NIKALTI HAI Oh, dari mata turun ke bibir, jalan itu sudah terbentang.

REHTE HAIN ABB HUM WAHAN Selamanya kita hidup untuk menempuhnya.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

ISHQ HUA.. Cinta kita sudah terjalin.

KADMO KO SAMBHALE NAZARO KA KYA KAREIN Andai kujaga langkahku, bagaimanakah pandanganku?

NAZRO KO SAMBHALE TO DIL KA KYA KAREIN Andai kujaga pandanganku, bagaimanakah hatiku?

KADMO KO SAMBHALE NAZARO KA KYA KAREIN Andai kujaga langkahku, bagaimanakah pandanganku?

DIL KO SAMBHALE ZUBAAN, ISHQ HUA HI HUA Hati kita sudah terjagakan oleh janji-janji yang terucap lidah.

DIL KO SAMBHALE ZUBAAN, ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

AISI CHALE JAB HAWA Sepanjang angin berhembus lembut.

ISHQ HUA HI HUA Cinta kita akan terus bersemi dan terjalin.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

HULCUL HUI ZARA SHOR HUA Terdengar gemerisik, suara-suara bising.

DIL CHOR HUA TERI ORE HUA Hati ini menjadi pencuri, berpaling kepadamu.

ISHQ HUA.. Cinta kita sudah terjalin.

ISHQ HUA.. Cinta kita sudah terjalin.

Aku ingin sekali belajar bermain ini, tapi bisnis memupus minatku untuk berkembang.

Mulailah belajar, bisnis kini sudah siap. Perusahaanmu tengah membangun mal.

Kudengar sebaliknya, kau janjikan sesuatu padaku tapi kini berubah?

Bukan aku yang menjanjikan tapi pemerintah, Tn. Farooq.

Jika mal bisa berdiri di tempat Ajanta, perusahaanmu yang akan membangunnya.

Jika bisa berdiri? Bagaimana kalau tak bisa?

Kau pikir tak akan bisa berdiri?

Tidak, kurasa mal itu harus berdiri.

Kau si pemilik, yang memutuskan itu berdiri atau tidak.

Aku bukan pemilik tapi MP, Tn. Farooq. Ada sedikit perbedaan.

Tapi sebagai MP, kurasa berdirinya mal itu akan sangat diminati warga Shamli.

Lalu isu soal Laila Majnu ini?

Tn. Farooq, kau kira seorang wanita dari Amerika yang kemari..

..berencana menggelar tarian akan mempengaruhi pemerintah?

Maka kau mungkin melebih-lebihkannya atau kau meremehkan aku.

Tak ada maksud meremehkanmu, lantaran aku ingin mengajukan tawaran padamu.

Tawaran? - Keinginan kita sama.

Kau ingin mal berdiri dan aku ingin membangunnya. Mari kita bekerja sama.

Dunia sudah berubah, aku ditawari berbagi tanah leluhurku sendiri.

Oh, tidak. Bukan itu maksudku. Memangnya siapa aku menawarkan pembagian?

Maksudku, mari kita bekerja sama.

Jika aku telah menyinggungmu, maka aku akan menarik diri.

Aku takkan melupakan janjiku padamu atau pada mereka.

Shamli butuh Ajanta atau pusat belanja, biar warga yang memutuskan.

Dan keputusan warga akan menjadi keputusan pemerintah.

Kalau kau mendengarku, biarkan saja, persoalan ini tinggal 15 hari.

Pentas tarian itu akan digelar, kau juga perlu bersenang-senang.

Atau jika kau lebih suka membeli sesuatu.. belilah pasir, batubata, kalau perlu.

Kau salah memahami hal ini.

Membenahi sesuatu yang salah sudah diajarkan pada kami sejak masih kecil.

Kau ingin belajar golf?

Ya, aku juga ingin belajar ini. Kelihatannya mudah, tapi lain waktu saja. Terima kasih.

Pikirnya ini kerajaan kakeknya!?

Mari, makan dulu sekarang.

Hidupnya hanya mengandalkan warisan kakeknya dan dia berlagak mengajariku?

Dia tak tahu, pentingnya pengusaha sepertiku? Pengusaha sekarang penguasa dunia!

Farooq, mereka adalah orang-orang besar.

Apa yang besar? Siapa mereka? Apa yang dikerjakannya?

Kami setidaknya mengerjakan sesuatu dengan jalan membangun.

Kini aku perlu izin warga untuk membangun mal?

Warga ingin mal itu berdiri.

Kalau mereka tak ingin, apa mal takkan berdiri?

Aku harus berbisnis menuruti kemauan warga?

Mal itu akan berdiri di sana! Najma, apapun yang terjadi.

Dengar Najma.. kau takkan menolak permintaanku, bukan?

Tak akan.

Kau mau membantuku satu hal? - Ya, apapun itu.

Luar biasa, kawan-kawan!

Hari ini berjalan sangat baik.

Apa analisamu hari ini, Tn. Mado?

90 dari 100.

Mari kita pulang.

Istriku bisa curiga kalau aku.. - Kerja lembur?

Mau kemana kalian? Kalian berdua harus berlatih 2 jam lagi. Ayo, cepat.

Ayo cepat, seluruh Ajanta harus sudah dibereskan. - Ya, Bu.

Dokter, pasangan di baris kedua buruk sekali.

Mereka latihan malam-malam dan tidur kalau siang.

Kau tangani itu.

Tuan Mehta, bagaimana dengan kostumnya?

55% sudah siap. Jangan kuatir Diya Gee, biar kuurus itu.

Jangan kuatir, aku akan suruh Anokhi untuk membantu penjahitnya.

Oh tidak. Dia masih harus belajar tariannya.

Aku akan membantu penjahitnya.

Ini cerita yang sungguh aneh. Aku belum bisa memahami Majnu.

Apakah ini kisah nyata, bagaimana seseorang jatuh cinta.. jatuh begitu saja.

Hanya orang-orang paling beruntung jatuh dalam percintaaan.

Omong kosong! Aku tak percaya itu, semuanya bacaan dari buku.

Bagaimana orang bisa gila dalam cinta?

Kenapa?

Kenapa, apa? Menempel pada seseorang tanpa peduli.

Menggelikan, dia berduka ketika kau menangis.

Dia terluka ketika kau menderita, dia sakit ketika kau terkena musibah.

Omong kosong apa itu?

Itulah cinta.

Kenapa tata cahayanya aneh sekali, siapa orang ini?

Itu Mehmood Miya, dia ahlinya tata cahaya di Shamli untuk acara perkawinan.

Jangan ngawur, Dokter, kita tak butuh tata cahaya perkawinan. Ramleela, sini!

Anokhi, kalian gadis bodoh sekali. Menyetujui apa pun itu.

Kau tak setuju?

Baik, kau jelaskan padaku. Apa itu cinta?

Apa itu cinta? Hanya cinta!

Silakan minum teh bagi yang lembur.

Kau dengarkan.. sampaikan isi hatimu saat itu juga atau semua akan berlalu.

Dan yang tersisa hanya cangkir dan angan-angan di tangan.

Jika ada perasaan di hati, utarakan saat itu juga atau kau akan merusak drama.

Mudah mendapatkan banyak gadis, tapi Laila tidak.

Semua pria di sini seperti Majnu.

Kecuali aku.

Salam Tn. Farooq, salam!

Tn. Chaundry? Kukira, kau kini membuangku.

Tidak, Tn. Farooq. Membuangmu bisa membuatku terbunuh di kota ini.

Tn. Farooq, silakan menghadiri pentas kami di Ajanta, 2 hari lagi.

Oh ya, mari.

Najma, ini Tn. Chaundry. - Salam.

Jadi, apa katamu tentang Ajanta?

Kami kabarkan bahwa pentas itu kini sudah siap kami adakan.

Ya, pentas itu mulai dibicarakan di mana-mana.

Tapi Najma tahu sesuatu tentang Diya. Mereka dulu teman baik.

Menurutnya.. kau bilang apa?

Jangan disembunyikan. Dia apa dulunya, seorang artis atau apalah?

Sebenarnya Diya, orang yang keras kepala.

Bicaralah terus terang, semua di sini kawan kita.

Dia tak pernah mendengarkan orang.

Dia seorang artis berjiwa bebas, tapi dia kelewatan bebas.

Mulanya dia bersama pria bule dari Amerika.

Kemudian ia kabur tanpa memberitahu ayah-ibunya.

Ya, kami sudah dengar cerita itu tapi apakah itu benar, Najma?

Ya, perbuatan Diya memang buruk. Karena malu, orangtuanya terpaksa pindah kota.

Bayangkan itu.

Dan katamu, kau hendak mengajak anak-anak ke pentas itu? Aneh.

Entah ada apa nanti di sana? Bagiku, Laila Majnu adalah drama yang menarik.

Kau terlalu dini memainkan kartu Ajanta.

Jika ini kartu As-mu, kau menang satu putaran. Kalau tidak, kau habis.

Semua warga mendukung Ajanta, Tn. Farooq.

Mereka juga bisa menentangnya, kalau kita menggerakkan mereka.

Jangan mencampur bisnis dengan politik, Tn. Farooq. Itu tidak adil.

Baik, mari kita mencampur politik dengan bisnis. Berapa yang kau minta?

Kau bicara apa?

Aku pengusaha, yang tak mau tunda waktu. Apapun bisa terjadi dalam 2 hari.

Maksudnya?

Maksudnya, kau dan orang-orangmu bubarlah dari situ dan cegah lainnya pergi ke sana.

Itu tak bisa dilakukan.

Kalau 20 lakh? - Tidak.

30 lakh? - Sama sekali tidak!

Kalau 40 lakh?

Dengar, Tn. Farooq, jangan memaksaku melakukan kejelekan.

Baik, lupakanlah. Diskusi ini selesai. Sudahlah, bagaimana kabarmu kini?

Kalau 50 lakh, setuju!

Ayo, cepat mulai. Diya pasti datang setelah membeli kostum.

Mulailah Laila Majnu, kita lakukan sekali lagi.

Di mana, Tn. Chaudry?

Bindu Gee juga menghilang.

Sudahlah, kita mulai saja.

Laila, Majnu, Tn. Mohan Chodhar. Ayo mulai!

Hancurkan semuanya! Cukup sudah, semua omong kosong ini!

Ayo Nak, pergi!

Ayo Nak, drama sudah selesai.

Kau bicara apa, Tn. Chaudry? - Apa maksudmu?

Kau sesatkan muda-mudi dengan drama tak bermutu. Aku takkan biarkan ini terjadi.

Ayo, bereskan semua ini! Kau lihat apa? Tampar dia!

Pialang dari kota mau menari di depan kita?

Ini tidak benar, Tn. Chaudry.

Kau, si Majnu.. Aku bilang drama sudah selesai.

Inilah hidup, bukan drama! Aku kini sudah menyadarinya.

Kau sudah sakit jiwa, dasar keledai!

Kau yang gila, Pak! Permainan politik apa ini, kau tinggalkan kami sendirian?

Ayo, sini! - Aku tak mau. Aku sudah cukup denganmu.

Menyingkir darinya! Lepaskan dia, minggir!

Hari ini aksi Laila luar biasa, dia seperti Ratu dari Jhansi.

Ketika Imran dikeroyok, dia terjang mereka. Kusangka mereka akan dibunuhnya.

Karena dia Laila, yang harus melindungi Majnu.

Jika pentas harus dilanjut, bagaimana kita mengatasi aksi seperti tadi?

Jangan tunda lagi, waktu kita sempit. Menurutku ini sudah berakhir.

Lihat saja bagaimana Tn. Chaudry, mendadak berubah!

Aku tahu kenapa dia berubah! Ia bukan berubah, tapi menjual diri.

Tn. Farooq sudah membelinya 50 lakh!

Apa! - Keparat!

Mal itu ingin dia bangun demi harga diri dan bisnisnya.

Mereka tak ingin Ajanta beroperasi lagi.

Bedebah yang rakus!

Ia dan anak buah Chaudry mendorong warga kota untuk melawan Diya Didi.

Memangnya mereka bodoh? Apa bicaranya akan dipercaya?

Tidak, bukan mereka tapi Najma Bibiji yang bicara. - Apa? Bicara apa dia?

Lebih baik kau tak usah mendengarnya. - Tapi Najma teman kecil Diya?

Ini untukmu Najma.

Kau sendirian telah mengembalikan apa yang nyaris hilang dariku..

Hanya Tuhan yang tahu, bagaimana aku bisa memilikimu? Kau hadiah tak ternilai untukku.

Ya, Tn. Chaudry. Ada kabar apa?

Bagaimana, sudah ketemu siapa pun?

Semua warga kota sudah dibusukkan hatinya.

Mereka yang kudatangi, tak cuma menolak datang ke pentas Laila Majnu..

..mereka malah melarangku pergi ke Ajanta.

Najma, pembohong yang merusak itu.

Anak buah Chaudry muncul mengacau, siapa akan mengajak orang-orang?

Aku saja! - Tidak!

Tidak ada yang pergi, kau benar. Jangan mimpi jika tak akan terwujud.

Siapa aku, menjadi martir kota ini?

Orang bilang, setelah pentas aku harus kembali ke Amerika. Baik jika begitu.

Jadi, tak adil bila aku tinggalkan kalian hidup dalam badai di sini.

Jika kalian tetap mendukungku, Shamli akan menyulitkanmu.

Oleh sebab itu, aku takkan memaksa siapa pun..

..jika ada yang ingin mengundurkan diri, kalian dipersilakan.

Aku tak akan menahan kalian sama sekali.

Aku tak akan pergi.

Siapa pun yang meninggalkanmu, dia brengsek!

Kurasa, orang-orang tak akan mundur. Diya Gee, mari kita mulai latihannya.

Tapi siapa yang akan menjadi ibu Laila?

Aku..

Memang tak sepantasnya aku berada di sini, tetapi ini persoalan antara aku dan Diya.

Aku mestinya sudah menduga, apa yang akan terjadi.

Apa atau di mana aku pernah katakan itu, tak akan kusangkal.

Apa pun yang kau dengar, itu benar.

Kau Diya, yang selalu berani dan aku hanyalah pengecut

Kuhabiskan seluruh hidupku demi menyenangkan hati orang lain.

Pada hati seseorang yang telah menyerahkan hatinya untuk bisnis.

Tapi Diya, saat aku menyadari ini, semua kegelisahan hatiku lenyap.

Sudah bertahun-tahun lamanya, aku pernah menari dan menjalani hidup.

Ajari aku untuk menari lagi, Diya.

Ajari aku untuk menjalani hidup lagi.

Kini teman terbaikku besertaku.

Kota ini akan saksikan pentasnya dan menggoncang semuanya!

Malam ini, malam yang dinanti-nanti oleh kalian selama 2 bulan!

Para artis dari warga kalian telah siap mementaskan drama kisah Laila Majnu.

Malam ini, malam keberuntungan bagi Shamli.

Kehadiran kalian menonton pentas drama ini akan menentukan nasib kita semua.

Jadi malam ini, entah kalian dengan kerelaan hati akan hadir atau tidak..

..Ajanta akan tetap digoncang kisah drama Laila Majnu malam ini.

Malam ini adalah malam penentuan, apakah Laila Majnu ada di hati Shamli?

Sudah cukup, mari kita pergi.

Dia sudah gila.

Apa pun bisa terjadi di kota, malam ini. - Apa tindakan anda, Pak?

Bertugas.

Jangan mencegah mereka yang ingin ke Ajanta.

Dan jangan seret mereka yang tak mau ke Ajanta.

Itu saja! - Siap.

Katamu sendiri, seni tak membutuhkan kota, tapi kota yang membutuhkan seni.

Hari ini, seni membutuhkan kota, Guru.

Apakah warga Shamli akan datang malam ini?

Diya, cepat kemari!

Ya? - Ayo, lihat!

Lihat apa? Aku sudah tahu.

Tak ada yang datang. - Oh, tidak.

Cepat ikut dan lihat!

Pak Inspektur?!

Jangan kuatir, tak ada yang bisa hentikan siapa pun untuk datang ke sini.

Jika ada yang macam-macam, aku akan menanganinya.

Kau mulai saja pentasnya, biar kuurus kerumunannya.

Ada masalah.

Kau yang bermain jadi ayah Laila.

Aku? Tidak! - Ayolah.

Apa penyebab api berkobar, air mengering? Itulah cinta, harumnya seperti kesturi.

Untuk dan oleh warga Shamli, saksikan Laila Majnu!

Alkisah di sebuah kota terpencil.

Tapi kota apa ini atau dimana letaknya, kita tak tahu pasti.

Yang kita tahu, mereka ini selalu bersama.

Entah itu siang atau pun malam.

Hari apa atau malam apa? Kita tak tahu itu.

Yang kita tahu, sang guru mengajarkan mereka tentang Tuhannya.

Ia mengharuskan mereka belajar menulis nama Tuhan.

Tuliskan "Allah".

Ia menulis "Laila".

Aku bilang, "Allah".

Laila, Laila, Laila

Kau akan masuk neraka jika terus menerus menyebut Laila.

Kau membandingkan Allah dengan Laila, anak manusia biasa?

Mana tanganmu!

Mana tangan satunya?

Tolong, jangan memukulnya.

Aku merasakan sakitnya, jangan memukulnya.

Tolong, jangan memukulnya.

Aku merasakan sakitnya, jangan memukulnya.

Lihatlah telapak tangan kecil yang gemetaran ini.

Bebaskan dia dari hukuman.

Aku merasakan sakitnya, jangan memukulnya.

Aneh, apakah ini kodrat ilahi atau perbuatan setan?

Sehingga anak-anak kecil ini sangatlah menderita.

Mereka sangatlah menderita.

Dia penyihir jahat, jangan mendekatinya.

Pisahkan mereka berdua sejauh mungkin.

Apakah ini sejenis ilmu sihir hitam atau semacam kutukan?

Segeralah panggil seseorang untuk melindungnya.

Pisahkan mereka berdua sejauh mungkin.

Mereka terpisahkan.

PATANG SANG UD GAYA BACHPAN Bagaikan layang-layang, masa kecilku terbang melayang.

JHANAK JHANAK MANN DAGAR SUHANI RE Hati mulai berseri-seri merasakan cakrawala baru.

LADAKPAN AAYA AAB TOH Masa muda sudah menjelang, gejolak meluap apa ini?

KASAK MASAK YEH KYA MASTAANI RE Masa muda sudah menjelang, gejolak meluap apa ini?

ARE KYUN HAAYE JAWAANI Kenapa masa muda sering ditandai kegilaan ini?

KI HOTI HAI YAHI NISHAANI RE Kenapa masa muda sering ditandai kegilaan ini?

KI CHITWAN TIRCHI TIRCHI HUYI JAAYE Tubuh ini mulai memikat mata, masa muda sudah tiba.

HAAN AAYI JAWAANI RE Tubuh ini mulai memikat mata, masa muda sudah tiba.

HEY JAWAANI AAYI, SAATH MEIN LAAYI Masa muda sudah tiba, membawa perubahan.

PAWAN KE SANG SANG Bersamaan angin yang berhembus.

HAR ANG CHALE HICHKOLE LE KE Seluruh bagian tubuhku turut bergoyang ria.

GAGAN KE RANG SE, UDE HAI TAQREER Bahkan langit turut bermain-main dengan warna-warninya.

LAGI HUMRAAHI, CHALI PURWAAYI Pepohonan mulai berbuah, angin mendesir sepoi-sepoi.

MAIN HOON TERA ROMEO Kini aku menjadi Romeomu dan kau adalah Julietku.

TU MERI HAI WOHI JULIET Kini aku menjadi Romeomu dan kau adalah Julietku.

ARE MAIN RAANJHA TERA TU MERI HAI HEER Hei, aku pun menjadi Ranjhamu dan kau adalah Heerku.

SONIYE MIL JA MELE MEIN Sayang, temui aku di pekan raya bernama masa muda.

KE ISKA NAAM JAWAANI Sayang, temui aku di pekan raya bernama masa muda.

KE JO NA MAIN NA HOON TERE SANG Andaikan aku tak bersamamu, apa artinya masa mudamu?

TO PHIR KIS KAAM JAWAANI Andaikan aku tak bersamamu, apa artinya masa mudamu?

ARE WOH NAHI JAANTE Ah, orang tak akan tahu, betapa berharganya masa mudamu.

HOTI HAI JIS KAAM JAWAANI Ah, orang tak akan tahu, betapa berharganya masa mudamu.

TABHI TO HOTI HAI HAR BAAR Itu sebabnya mereka memberi nama buruk masa mudamu.

YEH BADNAAM JAWAANI Itu sebabnya mereka memberi nama buruk masa mudamu.

SONIYE MIL JA MELE MEIN Sayang, temui aku di pekan raya bernama masa muda.

KE ISKA NAAM JAWAANI Sayang, temui aku di pekan raya bernama masa muda.

ARE KHULJA KI KHURCHAN Lezatnya Khurchan di Khulja dan Pedhe di Mathura.

ARE MATHURA KE PEDHE Lezatnya Khurchan di Khulja dan Pedhe di Mathura.

REVADI MEERUT WALI CHAT Manisnya Rewadi di Meerut, bisa bawakan untukku?

DARIBAAN KI LAAYEGA Manisnya Rewadi di Meerut, bisa bawakan untukku?

ARE MAIN HUKAM KARU TO DOOR Jika kuperintah pergi ke taman gantung di Arab.

ARAB SE PURA BAAG KHAJOOR Jika kuperintah pergi ke taman gantung di Arab.

LAADKE AANGAN MEIN BAHRPUR Kau bisa pindahkan dan tanam semua di kebunku?

TU MERE LAGWAAYEGA Kau bisa pindahkan dan tanam semua di kebunku?

ARE LAGWAAYUNGA.. LAGWAAYUNGA Ya, tentu saja akan kutanam..

ARE LAGWAAYUNGA.. LAGWAAYUNGA Berwisata ke banaras, kita ziarah ke sungai Gangga.

BANARAS KE IKKE MEIN Berwisata ke banaras, kita ziarah ke sungai Gangga.

HO GANGATIR CHALENGE Berwisata ke banaras, kita ziarah ke sungai Gangga.

BARF KI DHOOP SUNGHANE Mencium salju bersinar surya, mari berkunjung ke Kashmir.

ARE KASHMIR CHALENGE Mencium salju bersinar surya, mari berkunjung ke Kashmir.

ARE KAISE BHI HO HAALAAT Tak peduli kondisiku, kau tentu kuajak pesiar ke Baghdad.

KE TUJHKO GHUMA LAU BAGHDAD Tak peduli kondisiku, kau tentu kuajak pesiar ke Baghdad.

YEH MERA WAADA JAANAM Semuanya itu janjiku untukmu, wahai jantung hatiku.

ARE YEH CHUNARI BIKAANER Buatmu Chunari dari Bikaner, pensil alis, anting dan inai.

KI SURMA JHUMKA MEHANDI DE Buatmu Chunari dari Bikaner, pensil alis, anting dan inai.

YEH MERA WAADA JAANAM Semua itu janjiku untukmu, oh kekasihku.

TOH PHIR TU MIL JA MELE MEIN Maka temui aku di pekan raya bernama masa muda.

KE ISKA NAAM JAWAANI Maka temui aku di pekan raya bernama masa muda.

NAHI YEH CHHOTA MASALA BAHOT Ini bukanlah isu kecil, tapi skandal besar bagi masa muda.

BADA HAI KAAND JAWAANI Ini bukanlah isu kecil, tapi skandal besar bagi masa muda.

ARE YEH SARPAT SARPAT Bahasa tubuhku sendiri mulai menggila belakangan ini.

MODI MERI JAAN JAWAANI Bahasa tubuhku sendiri mulai menggila belakangan ini.

ARE YEH GHAR KI MURGI NAHI Bukan ayam betina, ini banteng liar bagi masa muda.

YEH CHUTTA SAAND JAWAANI Bukan ayam betina, ini banteng liar bagi masa muda.

SONIYE MIL JA Sayangku, temui aku.

SONIYE MIL JA Sayangku, temui aku.

SONIYE MIL JA, MIL JA.. Sayangku, temuilah aku..

SONIYE MIL JA.. Sayangku, temui aku..

SONIYE MIL JA.. Oh Sayangku, temui aku..

IS PAL MAIN HOON YA TUM BHI HO Sendirikah aku di momen ini atau kau juga?

YA DONO HOKE BHI NA HAIN Atau kita di sini, walau sebenarnya tidak?

KYUN HO KYA HO HO BHI KE NAA HO Kenapa dan bagaimana kita bisa di sini?

YA KEHNA SUNANA MANA HAIN Kita ditabukan mendengar atau membicarakan ini.

IS PAL MAIN HOON YA TUM BHI HO Sendirikah aku di momen ini atau kau juga?

YA DONO HOKE BHI NA HAIN Atau kita di sini, walau sebenarnya tidak?

TUM BATA DO YAAD KOI Bila kau memintanya.

KYA PURAANI LEKE AAUN Haruskah kuulang kembali kenangan kita dulu?

YA NISHAANI DETI JAON Atau berikan tanda cinta dan bawalah kisah ini selamanya.

YA KAHAANI LEKE JAOON Atau berikan tanda cinta dan bawalah kisah ini selamanya.

YA KI MANN KO CHHOD DOON JAAYE Atau biarkan kulepas harapan kita agar bebas mengembara?

YEH JAATA.. JAATA JAHAAN HAI Atau biarkan kulepas harapan kita agar bebas mengembara?

Aku Laila, kau Qais. Bisikkan di telinga kita. Tuhan pun akan mendengarnya.

Ya, janji kita selamanya akan melekat di ujung lidah.

IS PAL MAIN HOON YA TUM BHI HO Sendirikah aku di momen ini atau kau juga?

YA DONO HOKE BHI NA HAIN Atau kita di sini, walau sebenarnya tidak?

IS PAL MAIN HOON.. Sungguhkah aku di momen ini..

Kau manusia rendah! Tanganmu akan kupotong! Kau tak tahu siapa yang kau sentuh?

Dia milikku.

Jahanam, kejahatanmu mencoreng nama kami! Aku akan membuatmu pulang tanpa nama!

Jika kau tak kuhabisi, namaku bukan lagi Tabrez!

Dia bukan lagi adikku, aku tak bisa tinggal diam!

Dia milikku.

Cukup!

Cukup, kau tak malu menyentuh pria asing?

Hentikan tanganmu! Kau lancang menamparnya.

Hentikan tangan lancangmu itu!

Tikus busuk, berani kau menganiayanya! Jangan lupa siapa dia!

Dia cintaku, penyebab majenunku. Darah dan denyut nadiku. Dialah doaku.

Kodrat sendiri menentukan, dia penyelamatku.

Ia karunia dari Tuhan, pemulih setiap lukaku.

Air matanya tak ternilai, senyumnya tak terbandingi.

Aku Qais yang berani mengatakan, dia Lailaku.

Inikah kenekatanmu? - Tidak, ini keberanian.

Inikah keburukanmu? - Tidak, ini kekuatan.

Kau wanita memalukan, cukup!

Tapi aku bukan boneka menyedihkan, cukup!

Kini aku akan menggali kuburnya. Kuperingatkan kau terakhir kali!

Tapi akhirnya akan ada 2 mayat, kau pikirkan itu juga.

Aku bersumpah, kisah ini akan kuakhiri sekarang! Tubuhmu akan kutebas ribuan kali, Majnu.

Tubuhmu akan kubantai! Biarlah dia terluka!

Matilah di tanah, aku ingin darahmu!

Hentikan! - Aku ingin darahmu!

Mundur! - Pedangku akan membantaimu!

Bersiaplah masuk ke dalam kuburanmu!

Laila, maafkan aku.

Memikirkanmu, aku tak bisa menahan kegilaanku, sayangku!

Majnu sudah gila karena membunuh saudara kita.

Hukumannya dirajam mati.

Ia akan disiksa dengan lemparan batu hingga ajal. Inilah hukum yang berlaku.

LAILA KI SAANS KI DOR BANDHA Ia yang menjadi tali jiwa Laila, sang kekasih Majnu.

WOH DEEWANA WOH MAJANU HAI Ia yang menjadi tali jiwa Laila, sang kekasih Majnu.

WOH HOSH NAHI BEHOSH BAAWARA Ia hilang kesadaran, tanpa mengerti apa sebabnya.

NAHI JAANTA WOH KYON HAI. Ia hilang kesadaran, tanpa mengerti apa sebabnya.

BEHOSH USE REHNE DO Biarlah ia hilang sadar, sebab andai ia kembali sadar.

KI HOSH MEIN WOH AAYEGA Biarlah ia hilang sadar, sebab andai ia kembali sadar.

TO NEEND MEIN USAKI LAILA KA Maka terputuslah impian manisnya dengan Laila.

WOH KHWAAB TUT JAYEGA. Maka terputuslah impian manisnya dengan Laila.

WOH KHWAAB TUT JAYEGA.. Maka terputuslah impian manisnya itu.

KOI PATTHAR SE NA MAARE Jangan siksa dirinya dengan lemparan batu.

MERE DEEWANE KO, DEEWANE KO Pada kekasihku tercinta.. kekasihku.

RAKHNA SAMBHAAL KE YEH PATTHAR Simpan batu-batu ini, masa itu kelak akan datang.

KAL KO WOH DIN BHI AAYEGA Simpan batu-batu ini, masa itu kelak akan datang.

JAB PATTHAR HONGE YEH MAKAAN Ketika batu ini berwujud rumah, ia akan memiliki lidah.

INKI BHI HOGI EK ZUBAAN Ketika batu ini berwujud rumah, ia akan memiliki lidah.

KI DASTAN-E LAILA MAJNU Laila Majnu akan berulang dikisahkan setiap orang.

SHAQS SHAQS DOHRAAYEGA Laila Majnu akan berulang dikisahkan setiap orang.

PATTHAR KA DHER YEH AAJ YEH KAL Gunungan batu ini, kelak akan menjelma Taj Mahal.

TAJMAHAL KEHLAAYEGA Gunungan batu ini, kelak akan menjelma Taj Mahal.

NAHI MIL PAYEGA.. Maka kalian takkan pernah memilikinya.

PHIR WAQT TUMHEIN PACHHTAANE KO Kembalinya waktu untuk menyesalinya.

KOI PATTHAR SE NA MAARE Jangan siksa dirinya dengan lemparan batu.

MERE DEEWANE KO, DEEWANE KO Pada kekasihku tercinta.. kekasihku.

"Cukup", Laila berteriak dengan berani.

"Ini tidak adil, hentikan", Laila mulai mengiba.

Baik, jika ini tak terhindarkan, nikahkan aku dengan orang lain sekarang!

Jika keadaan tak terelak, aku akan menikah hari ini!

Tapi kalian berjanjilah, bebaskan Majnu. Biarkan ia pergi terusir dari kota ini.

Batu-batu ini sudah lelah menyakiti seseorang.

Mereka mengira telah menyakiti Majnu, tapi aku yang diam-diam terluka.

Jawan Bahkt boleh memiliki tubuhku, tapi jiwaku tetap bersama Majnu.

Akan selalu tersimpan dirimu Qais. Kini aku orang yang hilang harapan.

Tapi sumpahku, siapa pun lelaki yang menyentuhku.

Debulah yang akan diperolehnya, bukan tubuhku.

Masa depan akan menjadi saksi, ketika dunia gemetar ketakutan dan melarikan diri.

Pada saat itu, Tuhan akan turun ke bumi menabur bunga di atas kuburan kita.

Di dalam tubuh pengantin ini, terbaring mayat terhias.

Bawalah dia pergi dengan hati-hati.

Akan kuingatkan ini pada pengusungnya.

Tanpa arakan, tanpa perayaan dan penghormatan.

Seperti Radha Meera, ia mengambil sumpah perkawinannya.

Oh cinta.. beginilah cinta..

Seperti Radha Meera, ia ambil sumpah perkawinannya.

Oh, beginilah cinta.. Oh, beginilah cinta.

Bukan pernyataan Ghalib Moumin atau lidah manusia.

Tetapi inilah firman dari Tuhan yang tertulis di langit.

Oh cinta.. beginilah cinta..

Inilah firman dari Tuhan yang tertulis di langit.

Oh cinta.. beginilah cinta..

Akulah Jawaan Bakth, sang raja muda dari istana ini.

Semua teman wanitaku bergelimang kemewahan.

Kau juga wanita muda, yang menjadi ratu di haremku!

Emas perak mengalir di sini, kau ingin bermandikan itu?

Tak sabar menunggunya, kukatakan sekali saja!

Kemarilah, biarkan aku sekarang menyentuh tubuhmu.

Kau pria yang hanya menyentuh tubuh dingin ini!

Tanpa panas, sakit dan air mata. Ini hanya debu!

Kemarilah, sentuhlah dan tiuplah pergi!

Debu ini akan kembali jadi bara yang berapi.

Aku bisa jadi abu, tapi awas kau bisa turut terbakar.

Tali ini mungkin terbakar, tapi ikatannya takkan terlepas.

Astaga, aku suamimu. Bukan pacar atau temanmu!

Aku memang istrimu, tapi aku tetap Laila milik Majnu.

Hunuskan pedangmu prajurit, bersiaplah bertempur.

Mari kita lihat, seberapa kuat cinta mereka itu.

Kau akan ketakutan bila melihatnya, lihat ini.

Luka ini juga lukanya, di tubuh ini darahnya mengalir.

Seperti syair Khusrau atau Bulle Shah.

Siapa yang tersentuh api ini, akan terbakar habis.

Oh cinta.. beginilah cinta..

Siapa yang tersentuh api ini, akan terbakar habis.

Oh cinta.. beginilah cinta..

Aku Jawan Bakht datang untuk menantangmu.

Mari kita buktikan Majnu, siapa yang terkuat?

Kau atau akulah penguasa yang sebenarnya?

Kau suami Laila, kenapa kau terus memekik keras?

Itu bukanlah cinta sejati, apa kau tak paham tentangnya?

Dialah senyuman memikat dari Tuhan.

Dialah bayangan kekayaan cinta.

Dialah benteng setiap pertempuran yang tersia-sia.

Ketika dosa hinggap di manusia, karma apa akibatnya?

Kenyataan sesungguhnya, ia takkan bisa memiliki Laila.

Kalian sudah dipertemukan, tapi kau tak menghargainya?

Ingat peristiwa ini, jika tidak kau harus berkorban jiwa.

Hapuskan semua ini, biarlah semua lenyap. Ketika semuanya tercuri, tirai akan diturunkan.

Oh, cinta.. beginilah cinta.

Ketika semuanya tercuri, tirai akan diturunkan.

Oh, cinta.. beginilah cinta.

Di sini akan menjadi liang kuburmu!

Itu suatu kehormatan yang kutunggu-tunggu.

Di sini nyawamu akan melayang.

Jika memang itu sudah suratan hidupku.

Kau akan kubunuh dengan satu tebasan.

Aku rela mati deminya.

Akan kucincang habis tubuhmu.

Laila juga akan turut menyertaiku.

Aku akan mengurungnya dalam penjagaanku.

Dia akan kupenjara di ruang bawah tanah gelap.

Jauh di kegelapan, takkan terjangkau kenanganmu.

Cintamu tak berharga, takkan sanggup mengurungnya.

Kemanapun aku pergi, ia akan terlepas menemuiku!

Mari, bunuh aku! - Ini pedangku! - Bunuh aku!

Aku tak main-main, pikir lagi! - Bunuh aku!

Aku tak main-main! - Bunuh aku!

Rasakan pedangku! - Bunuh aku!

Miliki iman pada ajaran Brahma dan isi kitab Gita.

Pada kitab Injil, Al Quran atau ajaran Guru Granth.

Tapi iman tanpa cinta akan menipiskan jiwamu.

Percayalah pada cinta dan kemanusiaannya.

Sebelum sangkakala akhir zaman dibunyikan.

Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

Suara gemerincing gelang kakiku terus berbunyi.

Oh menarilah semua denganku, teman-teman.

Seluruh isi bazar kini akan habis terjarah.

Lupakan segala sesuatunya, mari kita menari.

Mari semua menarilah denganku, teman-teman.

Lihat Tn. Chojar! Itu istrimu, ayo.

Kadang kau tak tahu nilai dari permatamu.

Aku dulu berkata tanpa kepedulian sedikitpun. Sesungguhnya jika kau tak ada di sisiku..

Lalu? - ..aku tak bisa hidup.

Terima kasih.

Sayangku!

Boleh kukatakan? - Ya.

Kau luar biasa, hebat sekali. Majnu jempolan.

Dan kau juga Jalebi yang bukan main!

Kau selalu membiarkan kesalahanku. Dan aku terus melakukannya.

Wanita yang aku nikahi dan anugerah terbesar dari Tuhan untukku..

..selalu kumanfaatkan untuk kepentingan bisnisku. Aku seharusnya dikutuk.

Itu benar, terkutuklah aku.

Apa pun yang telah kau lakukan dengan teman-temanmu hari ini.. luar biasa.

Jika seni ini harus mati karena mal? Maka mal itu yang seharusnya tak ada.

Mari kita pulang?

Ada apa?

Aku tak mau bermain drama ini lagi.

Karena aku?

Ya.

Apa lagi salahku kini?

Aku tak bisa melihatmu mati begini setiap hari.

Jangan bicara begitu. Atau aku akan..

Atau?

Atau aku akan mati.

Dasar kau anak mama.

Apakah sekarang kau merasakan damai?

Kini Ajanta sudah diselamatkan, Guru.

Dokter, ternyata kau keliru.

Semua warga kota ini sungguh peduli padaku.

Ada di sini, perintah pembongkaran dibatalkan untuk selamanya.

Terima kasih. - Sama-sama.

Jadi apa rencanamu?

Untuk saat ini aku hendak pulang.

Kau tak merasa kota ini membutuhkanmu?

Kota ini membutuhkan warganya sendiri bukan aku.

Dan aku sendiri dibutuhkan kemari untuk sekali.

Aku dibebankan satu kewajiban dan itu sudah kupenuhi.

Yah, aku sungguh menikmati pertarungan denganmu.

Aku juga.

Kau tak berharap, perlu ada laga lagi?

Apa?

Kau suka, aku juga suka. Pasti ada sesuatu kebaikan di dalamnya.

Aku tak suka bertarung tanpa sebab.

Tak ada pertarungan tanpa sebab. Bukankah kau ajarkan itu pada kami?

Aku mau berangkat.

Nomor telepon Ibu di New York.

Radha? Ayo, berangkat!

Sampai jumpa di New York, Bu Srivastav. - Sampai jumpa di sana.

Shamli kembali tertawa ceria. Tapi kebahagiaan yang kunantikan adalah alamat..

..yang akan diberikan oleh Tn. Dokter. Alamat ayah dan ibuku.

Aku akan temui mereka setelah 11 tahun berlalu, untuk memboyong mereka bersamaku.

Download Movie India & Kunjungi : WWW.NHXSUBS.GA

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.