Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Di awal musim panas, kau dan aku yang begitu berbeda♪
♪Memiliki pertemuan yang sama♪
♪Angin musim panas bertiup dan kerinduan masuk dalam hatiku♪
♪Aku hanya ingin bertemu denganmu♪
♪Setiap menit dan detik, aku tak ingin meninggalkanmu♪
♪Kau harus memiliki sihir untuk diam-diam menangkap hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mengatakan kata-kata manis♪
♪Aku ingin bersamamu setiap hari, dan memeluk setiap fajar bersama♪
♪Aku memilikimu di dasar hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
=Musim Panas Sang Rubah 2= ♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
=Episode 20=
Apakah kau sedang mencari ini?
Maaf.
Tahun itu adalah kesalahanku.
Tak seharusnya aku meninggalkan kalian.
Namun, aku sungguh tak sengaja.
Aku tak bermaksud untuk melukai kalian berdua.
Aku...
Aku hanya terlalu takut waktu itu.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Masalah ini seperti batu yang terus menekan dadaku.
Aku selalu terbangun karena mimpi buruk...
...memimpikan ibumu penuh dengan darah.
Jangan katakan lagi!
Aku tak tertarik dengan perasaanmu selama ini.
Namun, aku mencintai putrimu.
Mohon Anda rahasiakan ini darinya.
Karena aku tak ingin masalah ini membuatnya terbebani.
Dia biasanya terlihat asal-asalan,...
...tapi hatinya lebih baik dari siapa pun.
Dia punya standar kemanusiaan.
Aku tak ingin masalah ini mempengaruhi hubungan kami...
...ataupun hubungan kalian.
Aku percaya bahwa kau juga tak ingin dia tahu, 'kan?
Ini, ini...
Ini...
Apakah artinya kau sudah memaafkanku?
Kau berpikir berlebihan.
Anda adalah Anda, Yanshu adalah Yanshu.
Aku mencintainya bukan berarti aku bisa memaafkanmu.
Namun, kuharap Anda rahasiakan hal ini.
Hal ini tak perlu diketahui orang lain, terutama Yanshu.
Anda bisa membantuku?
Terima kasih.
Nanti aku akan mengunjungi kediaman Han...
...untuk bicarakan pernikahanku dengan Yanshu.
Harap Anda bisa bersikap sewajarnya nanti.
Jangan sampai Yanshu merasa aneh.
Yanshu.
Yanshu.
Bukankah kau tak membutuhkanku lagi?
Belakangan ini aku yang salah.
Bolehkah memaafkanku?
Belakangan ini suasana hatiku buruk dan membuatmu sedih.
Jangan marah lagi, ya?
Jika kau tak bicara, kuanggap kau memaafkanku.
Baiklah, aku menerima hukuman apa pun.
Bicaralah.
Bagaimana baru bisa memaafkanku?
Bukankah kau bilang jika aku tak bicara berarti memaafkanmu?
Jadi, aku hanya bisa diam.
Sedang apa kau? Ini di perusahaan.
Merasa gugup?
Tak segugup pertama kali.
Ayo.
Apa kabar, Bibi.
Sudah datang.
Cepat masuk, cepat masuk.
Paman Han.
Paman Han.
Sudah datang.
Apa maksudnya?
Kemarin sudah sepakat tak bawa hadiah, 'kan?
Hari ini harus bawa hadiah.
Mari, mari, duduklah.
Harus membawanya?
Kalau begitu beritahu aku, apa alasannya?
Hari ini aku ingin meminta Paman dan Bibi...
...tentukan hari pernikahanku dan Yanshu.
Baik, menurutku lebih cepat lebih baik.
Namun, kalau harinya masih harus dengar pendapat ibu Yanshu.
Lihat apakah dia bersedia menikahkan putrinya atau tidak.
Lihatlah.
Memang belum bersedia, 'kan?
Bibi.
Aku dan Zhipeng sudah diskusikan dua hari yang bagus.
Jika kalian buru-buru, bisa di tanggal 22 bulan oktober.
Ini hari bagus yang terdekat.
Menurutku bagus.
Yanshu, bagaimana pendapatmu?
Aku tak keberatan.
Aku tak keberatan.
Baik.
(Kakak)
Kenapa berteriak?
Pagi-pagi begini, kau mau membunuhku?
Menggila apa lagi kamu?
Melihatmu ada di kasurku, tentu saja aku berteriak.
Ini juga bukan pertama kali.
Berlagak suci apa kau ini?
Benar juga.
Namun, sebenarnya bagaimana kita bisa sampai di sini?
Semalam kau mabuk, kumasukkan obat ke minummu.
Membawamu ke hotel, puas?
Jangan bercanda.
Aku ingat aku mabuk, lalu kau menasehatiku.
Namun, kenapa kita bisa...
Kau yakin kau tak ingat apa pun?
(Han Junyao.)
(Kusadari kau ini cukup pengertian juga.)
(Kenapa dulu aku tak menyadari kau begitu banyak kelebihan?)
(Karena dulu di matamu hanya ada Li Yanshu.)
(Tak menerima yang lain.)
(Matamu sangat berbinar.)
(Sungguh cantik.)
(Secantik apa pun, di matamu hanya ada Li Yanshu.)
(Han Junyao.)
(Mulai hari ini di mataku hanya ada kamu.)
(Tak ada Li Yanshu lagi.)
Terima kasih atas pujianmu.
Ini bukan pertama kalinya kau melihatnya.
Apa ini dianggap memuji?
Apakah bukan?
Aku hanya sangat kaget,...
...kenapa kau bisa begitu terbuka memakai baju di hadapanku?
Karena aku sangat percaya diri terhadap tubuhku.
(Orang menyebalkan)
Han Junyao.
Sebenarnya kau di mana?
Kenapa tak terima telepon?
Kenapa aku harus terima teleponmu?
(Kau tak pulang semalaman, masih begitu kasar?)
(Kau tak tahu Paman Han sangat khawatir padamu?)
Bagaimana kau tahu?
Kau bilang apa pada ayahku?
Mau tahu?
Maka, lain kali harus langsung jawab teleponku, mengerti?
Kamu!
Sudahlah
Aku bilang ke Paman Han kau sibuk mengurus pesta pernikahanku.
Apa?
Kau sudah mau menikah?
Mereka sudah mau menikah?
Kapan?
Ternyata semalam kau bersama Gu Jinyun?
Bisa tidak kecilkan suaramu?
(Sekarang Li Yanshu punya kelemahanku.)
Baiklah, baiklah.
Gadis ini marah karena malu.
Li Yanshu punya kelemahanmu, kenapa kau menyalahkanku?
Karena kau banyak bicara.
Kenapa? Li Yanshu mau menikah.
Kau sangat panik, ya?
Tentu saja panik.
Kamu!
Mereka mau menikah, tentu saja aku senang.
Dia bersama dengan Jinyun?
Mereka seperti itu...
Sungguh tak sangka.
Kita kirim pesan pada mereka.
-Pengapit pria. -Pengapit wanita.
Han Junyao, sebenarnya kau setuju tidak?
Aku tahu kau tak punya teman, tak sangka sungguh seburuk itu.
Apakah bahkan beberapa teman baik pun tak ada?
Aku adalah teman terbaikmu?
Aku baik hati mengingatkanmu.
Gu Jinyun sudah setuju jadi pengapit pria Mike.
Jadi kau mau jadi pengapit wanita atau tidak,...
...kau pertimbangkan sendiri.
Nanti jangan bilang aku tak memberimu kesempatan.
Bagaimana?
Jangan putar terus.
Bagaimana?
Lumayan cantik.
Hanya saja kau terlalu gemuk.
Aku takut gaunnya rusak.
Apa? Aku gemuk?
Permisi, berikan ukuran terbesar di sini padanya.
Kecemburuanmu sudah terlalu jelas, 'kan?
Kepercayaan diri dari mana itu?
Dari lahir.
Dengar.
Suatu hari kau akan meminta bantuanku.
Saat itu kau jangan menangis ingin kubagi pengalamanku padamu.
Kau membagi pengalaman?
Pengalaman apa? Pengalaman berbohong?
Mau berdebat denganku?
Nyonya tua keluarga Gu akan datang mencarimu.
Kau pasti tahu betapa hebat triknya, 'kan?
Apa lagi Gu Jinyun adalah kesayangannya.
Nanti lihat kau berani berdebat dengannya atau tidak.
Dia sangat baik padaku.
Tak seperti padamu.
Begitu yakin ya?
Kita lihat saja nanti.
Dia bisa trik apa?
Mau tahu, ya?
Maka, kau harus beri tahu aku,...
...kau dan Gu jinyun sudah sampai tahap apa?
Apanya yang tahap apa?
Tidak.
Malu.
Wah!
Li Yanshu.
Bukankah kau terlalu cantik dalam gaun pernikahan?
Bagaimana? Cantik tidak?
Cantik.
Aku masih ingin mencoba gaya lainnya.
Han Junyao.
Kenapa Gu Chengze terlihat aneh?
Apa dia gugup sebelum pernikahan?
Aku mengingatkanmu dengan niat baik.
Hati-hati pengantin priamu kabur.
Jangan asal bicara!
Akhir-akhir ini hubunganmu dengan Han Junyao cukup bagus.
Sudah sampai tahap apa?
Apanya yang sampai tahap apa?
Sekarang apa hubungan kalian?
Apanya yang hubungan apa?
Kau ini juga bisa malu, ya?
Kapan aku malu?
Katakan.
Tak mengerti kau bicara apa.
Sialan!
Kau berkata kasar lagi.
Kali ini harus foto sebagai kenangan.
Tuan Muda Gu.
Rapatnya sepuluh menit lagi.
Di mana kau sebenarnya?
Rapat apa?
(Kenapa kau lupa lagi?)
(Jam tiga siang ini ada rapat yang sangat penting.)
Ini mengenai acara hari jadi perusahaan kita.
Komisaris juga akan ikut.
Jika kau tak mau bermasalah, kau harus segera kemari.
Sial.
Aku lupa ada rapat penting.
Aku pergi dulu.
Nanti kuhubungi lagi.
(Kau, Han Junyao, kucekik kamu.)
(Itu, itu.)
(Kau pakai ya?)
(Tidak, aku merasa ini bagus.)
(Bagian dada ini tidak ada, tapi bagian atas.)
(Tidak, tidak)
(Kau coba ini)
(Coba ini.)
(Lihat.)
(Tidak, tidak.)
(Kenapa?)
(Tak cukup besar.)
(Lihat-lihat lagi.)
Akhirnya Tuan datang.
Cepat, ruang rapat satu.
Rapat ini sangat penting.
Semalam kuingatkan di wechat, kenapa kau lupa?
Semalam aku mabuk.
Aku tak bawa ponsel.
Kau sungguh hebat.
Tunggu.
Kau pakai baju ini pasti dimarahi.
Tak peduli lagi.
Sekarang kuperlihatkan perkembangan perusahaan kita.
Silakan lihat.
Melalui kerja keras semua orang...
Maaf, semua.
Aku terlambat.
Kenapa berhenti?
Lanjutkan laporanmu.
Baik, baik, baik.
Silakan lihat.
Melalui usaha keras kita,...
...performa perusahaan kita sekarang sudah lompat ke posisi yang depan.
Semua ini berkat semuanya.
Langkah selanjutnya, kita harus lebih bekerja sama lagi...
...terus mendorong perusahaan ke posisi tinggi yang baru.
Aku berencana akan memperkenalkan beberapa laporan yang disiapkan...
...terutama laporanku dengan jelas pada semuanya.
(Gao Yang)
Sebenarnya sangat sederhana.
(Yaitu bagaimana mendorong kinerja perusahaan kita...)
(...ke tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dengan usaha keras kita.)
(Kalian semua bisa melihat rencananya.)
(Sekarang, mari diskusikan.)
(Kirimkan salinan proposal rapat hari ini.)
Apa pendapatmu mengenai laporan ini?
Pendapatku?
Yang disebutkan tadi...
Menggunakan permulaan pemasok perusahaan.
Pemasok perusahaan?
Apa maksudnya?
Kenapa kalian tak pernah dengan pemasok perusahaan?
Dirut.
Apakah maksudmu gudang pemasok?
Benar, itu gudang pemasok.
Apakah bahasa mandarinku begitu buruk?
Kenapa tak ada yang mengerti?
Dirut.
Kusarankan untuk mulai dengan menyeleksi gudang pemasok kita.
Kupikir saran ini adalah ide yang sangat bagus.
Lebih adil, kemudian juga bisa menghindari kerusakan.
Terima kasih, Dirut.
Dirut, apakah masih ada masalah lain?
Sekarang tidak ada.
Ini...
Lokasi yang tadi Anda ungkit ini,...
...punya persediaan tapak album ikan, tidak?
Tapak album ikan?
Apa? Apa itu?
Tapak album ikan ini...
Dirut, apakah yang anda maksud adalah rencana cadangan?
Benar, benar, rencana cadangan ini.
Kita punya, kita punya rencana cadangan.
Baik, bagus.
Sangat bagus.
Yang penting ada saja.
Aku tak ada pendapat lain lagi.
Rapat selesai.
Kau berhenti di sana.
Mana semangatmu saat bertengkar denganku kemarin?
Nenek, kemarin itu sikapku tidak baik.
Maafkan aku.
Ada apa dengan pakaianmu?
Oh ya, Nenek.
Mike akan segera menikah.
Aku menemaninya mencoba pakaian tadi.
Lihat! Ini setelan pengiring pria.
Bagaimana? Bagus tidak?
Sepertinya tekad Gu Chengze sudah bulat mau menikahi gadis Li itu.
Benar.
Yan Shu tak akan menikah denganku lagi.
Tenang saja.
Dengan latar belakangnya, dia tak pantas dengan keluarga Gu kita.
Nenek, lihatlah.
Meskipun kau kelihatan angkuh saat berbicara,...
...tapi kau masih memperlakukannya seperti keluarga kita sendiri, kan?
Sembarangan.
Nenek.
Nenek sendiri yang membesarkan Mike.
Jadi, dia termasuk anakmu juga.
Kau akan menghadiri pernikahannya, 'kan?
Dia menikahi wanita semacam itu!
Aku tak akan menghadiri pernikahannya.
Nenek!
Cukup.
Jangan berjalan di depanku dengan pakaian seperti itu.
Jika kau meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja,...
...kau tak akan terlihat konyol seperti di rapat tadi.
Cukup, keluarlah.
Baik, lain kali akan kuperhatikan.
Aku pergi dulu.
Ponselku...
Han Junyao.
Mana yang bagus?
Percuma kau belajar desain pakaian.
Keduanya sangat jelek.
Kau belajar mesin penggali, ya?
Aku mau keduanya.
Cantik tidak?
Bukankah sangat cocok denganku?
Kau beli untuk nenek siapa?
Aku mau.
Cantik tidak?
Kau mau nonton bioskop 3D?
Aku mau.
Dengar.
Kaca matamu ini sungguh...
Aku mau.
Lumayan.
Cantik, cantik, sangat cantik.
Cantik?
Menusuk mata.
Aku mau semuanya.
Kau terlihat seperti wortel merah.
Kau terlihat seperti sedang berkabung.
-Aku mau. -Aku mau.
Halo, David.
(Yanshu, kuberitahukan kabar baik.)
Kabar baik? Kabar baik apa?
Aku mengirim dokumen Junrui ke sekolah musik Juilliard.
(Mereka sangat menyukainya dan ingin mewawancarainya.)
(Aku tak tahu apakah mereka setuju mengantarnya ke luar negeri.)
Bersedia, bersedia.
Tentu saja aku bersedia.
Hanya saja kau juga tahu keadaan Junrui.
Hal ini tak bisa kuputuskan sendiri.
Aku harus pulang dan berdiskusi.
(Baik, kau segera beri aku jawaban.)
(Mereka masih menunggu balasanku.)
Baik.
Terima kasih, sampai jumpa.
Kenapa dengan Junrui?
Aku belum memberitahumu.
Dulu aku membawa Junrui main ke rumah temanku,
dia menyadari Junrui punya bakat di piano.
Bahkan membantu Junrui mendaftar di sekolah musik Juilliard.
Benarkah?
Sekolah musik itu sangat tertarik pada Junrui...
...dan ingin mewawancarainya.
Ini hal bagus.
Tentu.
Namun, Junrui sekarang masih kecil.
Jika dia keluar negeri, butuh orang menemaninya di sana.
Paman Han baru sembuh masih harus dijaga.
Kau masih sibuk kerja.
Aku juga sibuk mau menikah.
Jadi, belum tahu siapa yang menemaninya.
Namun, kesempatan ini tak bisa disia-siakan.
Kita diskusikan dengan mereka.
Mobilku di sana.
-Ayo. -Ayo.
Aku sudah tua, aku akui itu.
Jadi, masalah perusahaan,...
...akan pelan-pelan kuserahkan pada Junyao.
Lalu ke Amerika bersama ibumu.
Sambil menemani Junrui, sambil beristirahat.
Tidak, aku tak setuju.
Kita sampai di sana tak kenal siapa pun...
...dan tak menguasai bahasa.
Jika kesehatanmu sampai ada masalah lagi,...
Intinya aku tak setuju.
Namun, ini kesempatan yang sangat bagus.
Junrui juga berbakat, tak bisa disia-siakan.
Benar.
Ini perkembangan yang sangat bagus untuk Junrui.
Sudahlah.
Tak bahas hal ini dulu.
Akhir-akhir ini terjadi banyak masalah.
Biar kupikirkan satu per satu.
Baik, aku menurutimu.
Kita fokus untuk menyiapkan pernikahan Yanshu dulu.
Setelah pernikahannya selesai, baru kita putuskan lagi.
Selamat Asisten Li.
Terima kasih.
Selamat Asisten Li.
Selamat.
Terima kasih.
Bukankah ini istri dirut kami?
Asal bicara.
Apanya yang asal bicara?
Apakah aku salah bicara?
Tentu saja salah.
Pertama, Gu Chengze bukan Dirut lagi.
Sekarang dirutmu adalah Gu Jinyun.
Bukankah itu salah?
Aku sudah terbiasa.
Anda berlapang dadalah, jangan perhitungan.
Kedua, sebagai karyawan perusahaan tak menjaga mulut di kantor.
Bukankah itu salah?
Asisten Li kenapa begitu tegas dan serius?
Tentu saja, aku sangat profesional.
Anda pacaran dengan orang sekantor, memang sebuah profesionalitas.
Aku melihatnya sendiri.
Semua proses dari tak saling mencintai jadi saling mencintai.
Apa yang kau katakan.
Kosa katamu banyak juga.
Tentu, guru matematikaku mengajar dengan baik.
Datang cuti menikah?
Sudah selesai?
Selesai.
Selamat.
Selamat menikah.
Terima kasih.
Dengar.
Jagalah dirut kami dengan baik.
Dirut ini banyak sekali masalahnya, jadi harus lebih memakluminya.
Aku tak hadiri pernikahan kalian lagi.
Semoga kalian bahagia.
♪Mengapa kau sengaja memakai jas?♪
♪Berpenampilan begitu lucu dan serius♪
♪Jadi agen rahasia benar-benar bukan keahlianku♪
♪Bersikeras menahan tawa dan hampir ketahuan♪
♪Sejujurnya, aku sungguh tak terbiasa♪
♪Mengapa kau sengaja tampil seksi?♪
♪Berhenti mengeluh, bantu aku mengujinya♪
♪Siapa Mr. Right itu?♪
♪Cerita belum selesai♪
♪Jangan berpikir untuk pergi♪
♪Cinta♪
♪Sekarang saja♪
Tuan Gu Chengze yang terhormat.
Apakah kau bersedia untuk menggunakan pernikahan...
...untuk menerima gadis cantik di hadapanmu,...
...Nona Li Yanshu untuk menjadi istrimu yang sah?
Berjanji di masa depan, baik kaya atau miskin,...
...baik senang atau susah, dalam keadaan baik atau buruk.
Kau akan seperti hari ini...
...selalu mendukungnya, menolongnya dan menjaganya selamanya.
Membiarkan dia merasakan kesenangan, kebahagiaan dan merasa aman...
...setiap hari.
Mohon jawab aku dengan tulus, apakah kau bersedia?
Aku bersedia.
Nona Li Yanshu.
Ketika kau mendengar kata aku bersedia,...
...aku melihat satu kata dari matamu, dan itu adalah kebahagiaan.
Benar.
Ketika seorang gadis memutuskan untuk...
...mempercayakan hidupnya pada seorang pria.
Aku percaya dia sudah bersiap untuk menyambut kehidupan barunya.
Dan sekarang, apa kau bersedia untuk bersama dengan pria di depanmu...
...selamanya tak terpisahkan, menyatu dan mencintainya seumur hidup.
Tolong jawab aku dengan tulus.
Apa kau bersedia?
Aku bersedia!
Kami butuh sepasang cincin...
...untuk membuktikan dan membaptis cinta abadi kalian berdua.
Silakan bertukar cincin.
Chengze.
Chengze, kau mau kemana? Chengze.
Maaf, aku tidak bisa menikahimu.
Chengze, kau ke mana?
Jangan tinggalkan aku!
Gu Chengze!
Jangan pergi!
(Li Yanshu.)
(Bukankah kau terlalu cantik dalam gaun pernikahan?)
(Bagaimana? Cantik tidak?)
(Cantik.)
(Aku masih ingin mencoba gaya lainnya.)
(Han Junyao.)
(Kenapa Gu Chengze terlihat aneh?)
(Apa dia gugup sebelum pernikahan?)
(Aku mengingatkanmu dengan niat baik.)
(Hati-hati pengantin priamu kabur.)
(Jangan asal bicara.)
Apa itu Jin Yun?
Nyonya.
Komisaris, maaf mengganggu selarut ini.
Kenapa kau datang?
Komisaris, bagaimana kesehatanmu belakangan ini?
Sementara tak akan mati.
Aku datang untuk mengundangmu ke pernikahanku dengan Yanshu.
Pengantin wanitanya Li Yanshu.
Aku tak akan menghadirinya.
Aku sungguh berharap Anda bisa hadiri di pernikahan kami.
Mohon Anda pertimbangkan lagi.
Aku pergi dulu.
Istirahatlah lebih awal.
(Gu Chengze dan Li Yanshu)
Seperti pita-pita ini, ganti dengan yang lurus.
Baik, baik.
Jangan pakai yang bergelombang.
Lilin dibawah itu, ganti lilin yang sudah mau padam.
Baik.
Berapa kali sudah kukatakan? Layarnya harus ada di tengah!
Baik.
Kau menaruh bunga-buang di sana,...
...bagaimana jika menghalangi proyektornya?
Bunga-bunga ini juga, kubilang aku mau mawar merah muda.
Jangan gunakan barang kelas dua itu untukku, ya?
Cepat ganti!
Karpet itu, kau memasangnya seperti itu.
Jika pengantin wanita jatuh, bagaimana?
Mana MC?
MC masih belum datang.
Pesta ini ini masih dijalankan tidak?
Cepat cari dia.
Mana Yanshu?
Benar, kenapa Yanshu masih belum turun?
Yanshu, kau sudah selesai belum?
Hanya menunggumu.
Datang, datang.
Kenapa kau tak berdandan?
Hari ini hari besarmu.
Setelah di hotel harus ganti gaun.
Sekarang dandan, nanti harus dihapus.
Merepotkan sekali.
Namun, tamu bisa melihatnya.
Jadi, kita harus pergi lebih awal.
Lagi pula mana ada tamu sepagi ini.
Baik, terserah padamu.
Ayo kita pergi.
-Ayo, ayo, ayo. -Ayo.
♪Awan telah lelah menghalangi mentari♪
♪Aku akan memenuhi kebahagiaan♪
♪Di musim panas ini, muncul wajahmu♪
♪Apakah kau juga melihatnya?♪
♪Hujan turun di dunia yang tak berperasaan♪
♪Siapakah yang menghalangi pandangan?♪
♪Membuatku tak bisa melihat♪
♪Namun, malah memikirkan seseorang♪
♪Berapa kali lagi aku harus bertanya padamu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.