All language subtitles for The Fox's Summer S02E06 1080p WEB-DL AAC H.264-vallian.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♪Di awal musim panas, kau dan aku yang begitu berbeda♪

♪Memiliki pertemuan yang sama♪

♪Angin musim panas bertiup dan kerinduan masuk dalam hatiku♪

♪Aku hanya ingin bertemu denganmu♪

♪Setiap menit dan detik, aku tak ingin meninggalkanmu♪

♪Kau harus memiliki sihir untuk diam-diam menangkap hatiku♪

♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪

♪Sama-sama mengatakan kata-kata manis♪

♪Aku ingin bersamamu setiap hari, dan memeluk setiap fajar bersama♪

♪Aku memilikimu di dasar hatiku♪

♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪

♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪

♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪

♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪

♪Yang paling kucintai adalah kamu♪

♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪

♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪

♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪

♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪

=Musim Panas Sang Rubah 2= ♪Yang paling kucintai adalah kamu♪

=Episode 6=

Kau sedang apa? Mau dinas?

Sebelum kau menemukan tempat tinggal, tinggallah di sini.

Aku pindah keluar.

Kau tak perlu beres-beres.

Ini rumahmu.

Jika mau pergi, itu aku.

Jika kau begitu tak suka tinggal seatap denganku,...

...aku pergi saja.

Kau mau tinggal di rumah David?

Apa urusanmu?

Kenapa kau suka merepotkannya? Begitu suka tinggal di rumahnya.

Tetap kata itu.

Apa urusannya denganmu?

Memang bukan urusanku.

Gu Chengze, kau sendiri yang bilang menyukaiku.

Lihatlah kau yang sekarang ini.

Inikah sikapmu saat menyukai orang?

Sikap?

Setidaknya aku punya sikap.

Kalau kamu?

Apakah kau sangat suka rasanya dikejar dua pria secara bersamaan?

Apa maksud perkataanmu ini?

Berengsek!

(Aku memang tak bisa ikut campur.)

(Namun, ini berkaitan dengan Gu Jinyun.)

(Aku tak bisa tak ikut campur.)

(Gu Jinyun orang yang kau sukai, 'kan?)

(Sekarang muncul lagi satu Gu Chengze.)

(Orang yang begitu tak sopan.)

(Tak tahu apa yang kau pikirkan.)

(Sedang main cinta segitiga?)

(Ini sangat berbahaya.)

(Kau jangan salahkan aku tak mengingatkanmu.

(Beberapa hal, kau harus perhatikan.)

(Jangan terpesona oleh penampilan.)

(Gu Chengze, meski sekarang adalah CEO Shenghong,...)

(...terlihat berkuasa.)

(Bagaimanapun dia anak asuh, tak punya hak penerus.)

(Gu Jinyunlah penerus Shenghong.)

(Kau harus taruh perhatianmu padanya, mengerti?)

(Aku dan Gu Chengze hanya hubungan rekan kerja.)

(Sudah kubilang jangan ikut campur.)

(Aku tahu sendiri.)

(Kau tak tertarik padanya?)

(Aku sudah bisa tenang.)

Hentikan, jangan bahas lagi.

Kenapa tak memulai?

Mana Hai Lianna?

Sudah datang?

Memang sudah datang.

Lihatlah ini...

Kenapa?

Dia kenapa lagi?

Dengar, asisten Hai Lianna bilang.

Dia merasa tak enak badan, syuting ditunda.

Tunggu syuting ulangan.

Tidak sehat?

Menurutmu, kenapa ada orang seperti ini?

Lebih baik tak usah datang, datang juga tak bekerja.

Membuat semua lihatlah menemani habiskan waktu.

Jangan panik dulu.

Aku lihat keadaannya dulu.

Semuanya istirahat dulu.

Bukankah ini menunda waktu saja?

Nona Hai, kau tidak sehat?

Tidak.

Hati yang tak senang.

Terima kasih begitu jujur.

Jadi, bisa menghilangkan percakapan yang tak penting.

Bukankah semalam aku sudah minta maaf?

Kenapa...

Kau tak tahu.

Sekarang tak berkaitan denganmu.

Jadi...

Oh iya.

Kau katakan pada Gu Chengze.

Jika dia tak datang minta maaf padaku,...

...hari ini takutnya tak akan mulai kerja.

Tak mungkin.

Namun, jika dia terus menunda seperti ini,...

...kerugian kita akan sangat besar.

Minta biaya kompensasi,...

...minta bagian hukum keluarkan surat gugat, bubar.

Tunggu dulu.

-Aku ingin bicara berdua. -Aku tak punya waktu.

Hanya beberapa menit.

Katakan.

Aku tak mengerti kenapa kau mau menggugat Hai Lianna.

Sekarang saat penting produk baru kita melakukan promosi.

Menggugat ambasador hanya akan beri pengaruh buruk.

Lagi pula, kita sudah mengalah padanya sampai sekarang.

Kau tahanlah lagi, pergi bujuk dia.

Aku tak bisa.

Kenapa?

Karena yang dia inginkan itu aku.

Ekspresi apa itu?

Kau selalu tahu apa tujuannya, 'kan?

Barulah memintaku membujuknya.

Aku bukan kamu.

Demi capai target bisa mengkhianati perasaan sendiri.

Aku tak bisa melakukannya.

Berhenti!

Apa maksud perkataanmu?

Dua hari ini sebenarnya salah apa aku padamu?

Bukan bersalah.

Hanya mendengar kenyataan saja.

Kenyataan?

Kenyataan apa?

Beberapa hal lebih baik tak perlu dikatakan.

Ada apa kau katakan saja.

Bisa tidak jangan berbasa-basi seperti ini?

Jika kau ingin tahu, maka kuberi tahu.

Di ulang tahun Junrui,...

...aku mendengar percakapanmu dengan Lingtang.

(Gu Chengze, meski sekarang adalah CEO Shenghong,...)

(...terlihat berkuasa.)

(Bagaimanapun dia anak asuh, tak punya hak penerus.)

(Gu Jinyunlah penerus Shenghong.)

(Kau harus taruh perhatianmu padanya, mengerti?)

(Aku dan Gu Chengze hanya hubungan rekan kerja.)

(Sudah kubilang jangan ikut campur.)

(Aku tahu sendiri.)

(Kau tak tertarik padanya?)

(Aku sudah bisa tenang.)

Bukan.

Kenapa kau percaya kata-kata itu?

Aku berkata begitu demi membohongi ibuku.

Kau tahu hubunganku dan ibuku.

Aku begitu, karena tak ingin dia ikut campur masalahku.

Kau begitu ahli berbohong.

Bagaimana aku bisa tahu mana yang jujur mana yang tidak?

Selama ini, kau memang tak pernah merespon hubungan kita.

Benar.

Mungkin aku yang banyak pikir dan bersedia sendiri.

Carilah aku setelah kau memikirkannya.

Asisten Li.

Asisten Li.

Gelasmu ada sampah.

Bagaimana minumnya?

Yanshu.

Suasana hati Asisten Li sepertinya sangat tak baik.

Sama sekali tak fokus.

Apakah terjadi masalah besar yang tidak aku ketahui?

Kutebak pasti karena urusan Hai Lianna.

Kudengar Hai Lianna tak kerja sama, membuat syuting berhenti di tengah.

Sekarang para aktris memang tak mudah dihadapi.

Untung saja bukan aku yang urus proyek ini.

Untung saja.

Bagaimana kau tahu aku di sini?

Bagaimana mungkin aku tak tahu kau ada di sini?

Seluruh perusahaan, tempat apa lagi yang membuatmu santai?

Ikut aku.

Untuk apa?

Kau tak bilang apa-apa lagi.

Ternyata kau memang di sini.

Sayang.

Sudah kubilang, 'kan?

Jangan panggil begitu di tempat umum.

Tak takut ada paparazi?

Gu Jinyun!

Kenapa kau datang?

Nona Hai.

Sepertinya aku meremehkanmu.

Li Yanshu.

Kau sungguh hebat juga.

Penolongmu satu per satu datang.

Sayang.

Kita sudah sepakat, 'kan?

Kenapa emosi lagi?

Bilang tak syuting begitu saja?

Sepertinya kalian ada salah paham.

Begini saja.

Malam ini aku traktir.

Kita makan bersama.

Hargailah wajahku.

Hargai wajahmu?

Gu Jinyun, aku ini Hai Lianna.

Kau kira wajahmu seperti kertas restoran,...

...setelah pakai masih ada lagi?

Kamu!

Lagi pula, sudah kuhargai sekali.

Perusahaan kalian yang keterlaluan.

Masalah Shenghong tak bisa kalian putuskan.

Jadi, jangan selalu bawa orang datang menggangguku.

Aku sangat sibuk, jangan sia-siakan waktuku.

Jika sungguh mau bahas kerja sama, bawalah orang yang bisa memutuskan.

Gu Jinyun.

Saat kita pacaran, menurutku aku orang seperti apa?

Sangat manis, menarik dan terus terang.

Saat itu, bersama denganmu, setiap hari aku sangat senang.

Kenapa semua kelebihan? Apa kekurangannya?

Kekurangan ya? Biar kupikir dulu.

Jika kubilang kau tak ada kekurangan,...

...apakah sangat palsu?

Jika kau berani bilang, aku berani percaya.

Sebenarnya, kau sungguh tak punya kekurangan apa pun.

Hanya saat ada masalah, kau akan tiba-tiba sangat sensitif.

Banyak duri.

Seperti seekor landak susu.

Membungkus dirimu sendiri, dan menusuk orang luar.

Tidak, itu bukan landak susu.

Melainkan landak besar.

Dasar kau ini.

Jadi, kenapa masih suka padaku?

Sebenarnya terkadang menyukai seseorang,...

...kekurangan juga bisa jadi keimutan.

Sepertinya selama ini kau banyak merayu wanita.

Tak ada yang seperti kamu.

Hal baik malah harus didengar kebalikannya.

Saat ini bukankah kau harus bilang...

...kau sungguh pria idamanku yang sempurna.

Sungguh.

Yang kukatakan itu isi hati.

Kusarankan lebih baik cepat tinggalkan Gu Chengze,...

...datanglah ke sisiku.

Aku akan baik padamu seumur hidup.

Jika tak ada Gu Chengze, mungkin aku sungguh akan memilihmu.

Hari ini terima kasih, sampai jumpa.

Yanshu, Yanshu.

Meski Mike adalah saingan yang kuat,...

...tapi dibandingkan denganku tetap ada ketinggalan, 'kan?

Setidaknya aku tak seperti dia yang banyak masalah, 'kan?

Sifatku lembut.

Berhubungan baik dengan keluargamu.

Yang paling penting aku lebih tampan darinya.

Pikirkan lagi, harus pikirkan lagi.

Biar kuantar ke rumahmu.

Sudah sampai.

Kuantar sampai depan lift.

Hargailah wajahku.

Kau kira wajahmu seperti kertas restoran,...

...setelah pakai masih ada lagi?

Masih berani menertawakanku.

Hari ini aku semalu ini demi siapa?

Baik, baik, Tuan Muda Gu.

Namun, hari ini sungguh terima kasih.

Aku pergi dulu, jangan antar lagi.

Baik, sampai jumpa.

Miemie.

Lihat gunung itu mirip bayi tidak?

Aku merasa yang sebelah sana juga mirip.

Mereka pasti kembar.

Sayang.

Menurutmu, kelak kita mau lahir bayi kembar?

Siapa yang mau melahirkan bayi kembar untukmu?

Aku belum setuju menikah denganmu.

Bukankah cepat lambat akan begitu?

Kenapa kau begitu percaya diri?

Aku merasa aku cukup baik.

Lihat.

Tinggi, tampan, bisa cuci baju, bisa memasak.

Bisa menyayangi orang, sabar.

Aku merasa selain tak punya uang, semuanya cukup bagus.

Sebenarnya ini bukan yang terpenting.

Kau tahu apa yang paling kusukai darimu?

Apa?

Ketulusanmu.

Kau tulus baik padaku.

Aku bisa merasakan.

Itu sudah pasti 120% ketulusan.

Kenapa memujimu, kau semakin percaya diri?

Andai aku bisa lebih punya waktu menemanimu.

Kau pergi mohon pada Dirut Gu saja.

Sudahlah.

Jika tidak, Dirut kami...

Lihat.

Kau tak patuh.

Kau bahas Dirut.

Dia sudah menelpon kemari, 'kan?

Cepatlah terima.

Halo, Dirut.

Setengah jam lagi datang kerja, temani aku temui klien.

Bukankah kita sepakat saya izin setengah hari?

Kelak kuberi kau libur satu hari.

Klien ini sangat penting,...

...kuberi kau setengah jam, harus sampai.

Dirut, tapi...

Halo, halo.

Dirut memang tak mengecewakan.

Menutup teleponku lagi, bagus sekali.

Jangan marah.

Aku harus pergi.

Aku segera kembali, ya?

Cepatlah pergi.

Tak boleh marah, tunggu aku kembali.

(Gu Chengze, meski sekarang adalah CEO Shenghong,...)

(...terlihat berkuasa.)

(Bagaimanapun dia anak asuh, tak punya hak penerus.)

(Gu Jinyunlah penerus Shenghong.)

(Li Yanshu dan aku sudah dekat dari kecil.)

(Aku tahu jelas apa yang dia sukai dan tak disukai.)

(Yang terpenting kami adalah cinta pertama satu sama lain.)

(Kami memiliki dasar cinta yang mendalam.)

(Mike, beritahu aku, kau orang yang cerdas.)

(Menurutmu, siapa di antara kita yang lebih unggul?)

(Yanshu, aku tak mau kau jadi pacarku lagi.)

(Maukah kau menikah denganku?)

(Masih berani menertawakanku.)

(Hari ini aku semalu ini demi siapa?)

(Baik, baik, Tuan Muda Gu.)

(Namun, hari ini sungguh terima kasih.)

(Aku pergi dulu, jangan antar lagi.)

(Baik, sampai jumpa.)

Kau mau mengutarakan perasaan pada Dirut?

Asisten Li.

Kau sungguh sangat keren.

Katakan, ingin kubantu apa?

Aku perlu kau membawanya ke lokasi,...

...dan perlu kau undang beberapa teman.

Datang menyaksikan di lokasi.

Tak masalah.

Daftar nama.

Biar kulihat.

Kau juga mengundang Tuan Muda Gu?

Bukankah terlalu kejam?

Memang sedikit kejam.

Namun, lebih baik dari dia membohongi diri sendiri.

Dengar, Sekretaris Gao.

Benar, 'kan?

Sepertinya memang sedikit masuk akal.

Aku sangat jaga mulut.

Dirut.

Dirut.

Segera datang ke kantorku.

Baik, Dirut.

Dirut ingin aku ke sana.

Baik, baik, baik.

Kuminta kau segera datang, dengar tidak?

Baik.

Saya segera tiba, segera tiba.

Aku harus pergi.

Harus ingat jaga rahasia.

Tenang saja.

Jangan sampai ketahuan.

Semangat!

Semangat!

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Dasar,

Dirut, ada apa Anda buru-buru mencari saya?

Bagaimana persiapan konferensi?

Sedang disiapkan.

Terlalu lambat.

Bisa tidak tingkatkan kecepatan kerja?

Baik, Anda tenang saja.

Bagaimana tenang?

Kerjamu begini, bagaimana tenang?

kau ke mana tadi?

Tadi saya pergi lakukan hal yang Anda perintahkan.

Asal bicara.

Apa hal yang kuminta berkaitan dengan Li Yanshu?

Apa yang kalian bisikan tadi?

Anda lihat kami bersama?

Omong kosong!

Apa yang kalian bicarakan?

Dia begitu malu-malu.

Dia... Kami hanya bicara sebentar.

Sekretaris Gao.

Kuperingatkan.

Li Yanshu sekarang adalah pacarku.

Jika berani berpikir lebih padanya...

Dirut, aku bersumpah.

Aku pasti tak akan berpikir lebih pada Li Yanshu.

Lebih baik begitu.

Keluar.

(Bukan.)

(Kenapa kau percaya kata-kata itu?)

(Aku berkata begitu demi membohongi ibuku.)

(Kau tahu hubunganku dan ibuku.)

(Aku begitu, karena tak ingin dia ikut campur masalahku.)

(Kau begitu ahli berbohong.)

(Bagaimana aku bisa tahu mana yang jujur mana yang tidak?)

(Selama ini, kau memang tak pernah merespon hubungan kita.)

(Benar.)

(Mungkin aku yang banyak pikir dan bersedia sendiri.)

(Carilah aku setelah kau memikirkannya.)

(Aku minta kau pikirkan dulu baru cari aku.)

(Kenapa begitu lama masih tak datang?)

(Apa kau dungu?)

(Perlu waktu yang begitu lama.)

(Gu Chengze, Gu Chengze.)

Apa kau lupa teknik negosiasi?

Kenapa berbicara begitu kejam?

Apa tak tahu meninggalkan sedikit tempat?

Membuat semua jadi begini, kau sudah senang, 'kan?

Dirut.

Saatnya pulang.

Pulanglah dulu.

Dirut.

Saya lihat suasana hati Anda kurang baik.

Bagaimana kalau saya temani Anda minum?

Ke bar? Tempat yang penuh asap?

Kau mau membunuhku?

Saya tahu bar yang sangat bagus.

Elegan dan klasik, bahkan tanpa asap rokok.

Mau pergi bersama?

Tempat sebagus ini, kenapa aku harus pergi denganmu?

Dirut.

Pacarku mau putus denganku.

Aku sangat sedih.

Anda temanilah saya minum.

(Sama-sama tak beruntung.)

Berangkat.

Bukankah mau ke bar?

Kenapa kemari?

Anda akan segera tahu.

Terima kasih kalian bisa datang.

Dia adalah Gu Chengze.

Pria yang aku Li Yanshu sukai.

Gu Chengze, aku menyukaimu.

Kau bersedia jadi pacarku?

(Gadis ini cantik juga.)

(Jangan ganggu aku tidur.)

(Gu Chengze.)

(Sudahlah, sudahlah.)

(Menolong nyawa manusia dapat berkah besar.)

(Berkorban lagi saja.)

(Untuk semua hal ini, Li Yanshu tak bersalah.)

(Semoga kau bisa minta maaf karena tindakanmu sendiri.)

Terima kasih.

(Dari kecil sampai besar, selalu aku yang minta maaf pada orang.)

(Terima kasih kau membuat Hai Lianna minta maaf padaku.)

(Kau sungguh pikun.)

(Kau tak bisa mendengar apa yang kukatakan lagi?)

(Sejak bertemu denganmu, tak pernah ada hal bagus.)

(Kau membuatku malu, kehilangan pekerjaan,...)

(...bahkan kehilangan hati.)

(Menurutku...)

(Ada yang pernah bilang bulu matamu sangat indah?)

(Hanya kau yang pernah bilang.)

(Kenapa tertawa?)

(Sepertinya ada orang yang tangannya sangat kaku.)

(Aku tak lari, untuk apa genggam begitu erat?)

(Aku tak merasa aman.)

(Kau tak merasa aman?)

(Setelah mengenalmu terasa bahagia.)

(Seperti mimpi, tidak nyata.)

♪Tak ada siapa pun♪

♪Di jalan besar ini♪

♪Lampu lalu lintas yang kesepian♪

♪Berada di kegelapan♪

(Gu Jinyun, hubungan di antara kita sudah tak mungkin.)

(Jangan ribut begitu dengan keluarga karena aku.)

(Cepatlah pulang.)

(Apa nenekku mencari masalah denganmu lagi?)

(Tak berkaitan dengan nenekmu.)

(Ini masalahku sendiri.)

(Aku sudah tak menyukaimu lagi.)

(Itu tak mungkin.)

(Kalau kau tak menyukaiku, kau masih datang melihatku?)

(Tak menyukaiku, kau masih mengobati lukaku?)

(Meski itu anjing atau kucing liar, aku tetap akan mengobatinya.)

(Jadi, jangan berpikir terlalu banyak.)

(Aku tak percaya, asal bicara.)

(Kenapa aku harus asal bicara?)

(Ayolah, aku hanya mengobati lukamu dan memplesternya.)

(Bukannya mendonorkan kakiku padamu.)

(Jangan melihatku dengan tatapan terharu.)

(Walaupun kau tak menyukaiku, selama kau tak punya pacar,...)

(...aku masih punya kesempatan.)

(Aku sudah menyukai orang lain.)

(Gu Jinyun!)

(Yanshu.)

(Kau melindunginya?)

(Li Yanshu dan aku sudah dekat dari kecil.)

(Aku tahu jelas apa yang dia sukai dan tak disukai.)

(Yang terpenting kami adalah cinta pertama satu sama lain.)

(Karena aku sudah tak menyukaimu lagi.)

(Bagaimana mungkin?)

(Aku begitu tampan.)

♪Awan telah lelah menghalangi mentari♪

♪Aku akan memenuhi kebahagiaan♪

♪Di musim panas ini, muncul wajahmu♪

♪Apakah kau juga melihatnya?♪

♪Hujan turun di dunia yang tak berperasaan♪

♪Siapakah yang menghalangi pandangan?♪

♪Membuatku tak bisa melihat♪

♪Namun, malah memikirkan seseorang♪

♪Berapa kali lagi aku harus bertanya padamu?♪

♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪

♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪

♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪

♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪

♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪

♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪

♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪

♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪

♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪

♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪

♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.