Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Di awal musim panas, kau dan aku yang begitu berbeda♪
♪Memiliki pertemuan yang sama♪
♪Angin musim panas bertiup dan kerinduan masuk dalam hatiku♪
♪Aku hanya ingin bertemu denganmu♪
♪Setiap menit dan detik, aku tak ingin meninggalkanmu♪
♪Kau harus memiliki sihir untuk diam-diam menangkap hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mengatakan kata-kata manis♪
♪Aku ingin bersamamu setiap hari, dan memeluk setiap fajar bersama♪
♪Aku memilikimu di dasar hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
=Musim Panas Sang Rubah 2= ♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
=Episode 4=
Aku sudah mengikutimu begitu lama.
Bagaimana jika itu orang jahat?
Kau tak waspada sama sekali.
Kau mengikutiku?
Masih merasa benar lagi.
Kenapa kau mengikutiku?
Aku khawatir padamu.
Aku bukan orang kaya, apa yang perlu dikhawatirkan?
Aku hanya ingin tahu.
Jika Han Junyao tak merebut cincinnya, kau akan menerima Jinyun?
Tadi kau juga di sana?
Jika Han Junyao tak muncul, apa kau akan menghentikan Gu Jinyun?
Mungkin tidak.
Orang yang kau sukai dilamar orang lain.
Bukankah seharusnya kau melakukan sesuatu?
Itu memang benar.
Namun, kau orang dewasa, bisa memutuskan sendiri.
Aku tak bisa ikut campur dalam pemikiranmu.
Bisakah kau tak setenang ini seumur hidupmu?
Apa menarik?
Aku hanya ingin tahu kau menerimanya atau tidak.
Lihatlah, begitu melihatmu.
Aku sudah begitu kekanak-kanakan, tenang apanya?
Jadi, kau tetap tak mempercayaiku.
Tentu saja bukan.
Hanya sedikit tak yakin.
Orang yang kau sukai dilamar orang.
Dia mungkin akan lari dengan orang lain.
Bukankah kau harus berjuang untuk menghentikannya?
Orang itu adalah Jinyun.
Aku merasa begitu terlalu kejam.
Apa maksudmu?
Ingin menyerah sekarang?
Tentu saja tidak.
Hanya saja selama ini Jinyun selalu dikelilingi wanita.
Dia tak pernah berpikir untuk menikah.
Namun, kali ini dia melamarmu, kurasa dia serius padamu.
Kenapa? Apa aku harus merasa bangga?
Itu pemikiranmu, bagaimana aku tahu?
Sekarang aku sungguh merasa bersalah.
Aku tak mau melukai Jinyun.
Namun, aku tetap harus merebut wanitanya.
Merasa aku adalah orang jahat.
Benar.
Sebelum penjahat bertindak, dia berpikiran seperti kamu.
Aku tak ingin melihatmu sedih, tapi aku tetap harus merebut uangmu.
Aku tak bercanda denganmu.
Sekarang aku sangat bingung.
Aku tak tahu harus terus mengejarmu atau merestui kalian.
Jadi, sekarang kau meminta pendapatku?
Tentu, kau orang yang di dalamnya.
Memang harus bertanya padamu.
Baik.
Kuberikan pendapatku sekarang.
Kau harus berhenti mengejarku.
Aku juga tak mau orang sedungu kau mengejarku!
(Kau harus berhenti mengejarku.)
(Aku juga tak mau orang sedungu kau mengejarku!)
Siapa ini, di tengah malam?
Halo.
(Menurutmu aku siapa?)
Dirut?
Aku butuh nasihatmu mengenai sesuatu.
Silakan katakan, Dirut.
Saya sangat senang bisa membantu.
Hari ini Li Yanshu marah tanpa sebab.
Aku tak tahu kenapa.
Jadi, aku ingin meminta pendapatmu.
Untuk apa memberitahuku?
Apa hubungannya denganku?
Katakanlah, Dirut.
Jadi, masalah begini...
Jadi, menurutmu hal ini salahku?
Bukankah tak masuk akal jika dia marah?
Jika itu kau, kau akan bagaimana?
Sekretaris Gao?
Sekretaris Gao?
Jika itu saya, saya tak akan mengganggu orang tidur.
Apa aku mengganggu tidurmu?
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, Dirut lanjut ceritakan.
Aku sungguh tak tega pada Gu Jinyun.
Namun, jika aku menyerah kesempatan untuk bersama Li Yanshu,...
...aku juga tak bersedia.
Namun, jika aku mengejar Li Yanshu dan bersama dengannya,...
...Gu Jinyun pasti sangat sedih.
Aku takut dia mengulanginya lagi, langsung...
Sekretaris Gao?
Sekretaris Gao!
Li Yanshu.
Li Yanshu.
Li Yanshu.
Kau sudah tidur?
Aku sudah pikirkan dengan baik.
Apapun yang terjadi, aku tak akan menyerah mengejarmu.
Baguslah jika belum tidur.
Apa yang tak bisa dibicarakan baik-baik?
Kenapa harus lempar barang?
Lemparkan barang juga sejenis pendapat!
Kau menjengkelkan!
Akhirnya kau pulang.
Apa kau tahu jam berapa ini?
Pulang begitu larut, kau ke mana?
(Apakah Han Junyao memberi tahu Nenek tentang lamaranku?)
Aku tak pergi ke mana pun.
Aku hanya makan dan berbincang dengan rekan kerja.
Lalu langsung pulang.
Rekan apa? Bicarakan apa?
Nenek, yang benar saja, ini pun mau ditanya.
Aku bukan lagi anak SD.
Kau memang tak sebaik saat sekolah dasar.
Setidaknya saat itu kau tak akan berbohong padaku.
Nenek, aku sungguh tak bohong.
Jika masih tak percaya, aku juga tak berdaya.
Kau berbohong atau tidak, aku telepon saja akan tahu.
Dengan Nona Han?
Ini aku.
Apa ada masalah pada Jinyun hari ini?
Ternyata begitu.
Dia sudah pulang sekarang.
Baik, aku tahu.
Apa kau lapar?
Perlu minta Bibi masak untukmu?
Aku tidak lapar, Nenek. Aku hanya sedikit mengantuk.
Aku akan istirahat dulu, Nenek juga istirahat lebih awal.
(Aneh, Han Junyao tak mengkhianatiku?)
(Apa dia punya tujuan lain?)
Dungu.
Dungu.
Kau dungu!
Dasar dungu!
Bersalah tidak?
Salah, salah, salah.
Salah di mana?
Harusnya kuhentikan Gu Jinyun mengejarmu.
Kemudian?
Aku seharusnya lebih aktif mengejarmu.
Apa lagi?
Kenapa kau berdiri?
Setiap hari aku harus baik padamu.
Tak memarahimu, beli makanan enak untukmu.
Hanya mencintaimu.
Melindungi dan memanjakanmu, bersamamu selamanya.
Ulangi sekali lagi yang kau katakan tadi.
Setiap hari aku baik padamu.
Tak marah, beli makanan enak untukmu.
Hanya mencintaimu.
Melindungi dan memanjakanmu, bersamamu selamanya.
Ulangi sekali lagi.
Setiap hari aku baik padamu.
Tak marah, beli makanan enak untukmu.
Hanya mencintaimu.
Melindungi dan memanjakanmu, bersamamu selamanya.
Ulangi sekali lagi.
Setiap hari aku baik padamu.
Tak marah, beli makanan enak untukmu.
Hanya mencintaimu.
Melindungi dan memanjakanmu, bersamamu selamanya.
Patuh sekali.
Ulangi lagi.
Setiap hari aku baik padamu.
Tak marah, beli makanan enak untukmu.
Hanya mencintaimu.
Melindungi dan memanjakanmu, bersamamu selamanya.
Yanshu.
Yanshu.
Kurasa kau tak perlu bangun sepagi ini untuk naik kereta bawah tanah.
Dengan hubungan kita saat ini, kita bisa sarapan bersama,...
...lalu naik mobilku pergi kerja.
Aku tak berani punya supir sepertimu.
Sedang apa kamu?
Dirut.
Dokumen ini perlu Anda tanda tangani.
Dirut, tenang saja.
Masalah semalam akan saya jaga rahasia itu.
Dirut, kemarin malam Anda menelepon saya.
Saya sungguh sangat tersentuh.
Benarkah?
Tersentuh sampai mendengkur?
Memang sedikit tertidur.
Kabar penting yang Anda katakan, tak saya lewatkan sedikit pun.
Apakah Asisten Li sedang marah pada Anda?
Apakah dia mengabaikan Anda?
Begitulah wanita.
Marah dan emosi sudah wajar.
Hibur saja akan membaik.
Bagaimana caranya?
Berikan bunga, cokelat atau hadiah.
Bawa dia makan enak.
Bunga, coklat?
Dari senin sampai minggu, setiap hari sama.
Jangan sampai sama.
Ini sangat mudah.
Aku cukup menelepon toko bunga saja.
Mengenai hadiah ini,...
Anda harus pertimbangkan baik-baik.
Karena saya juga tak tahu Asisten Li menyukai apa.
Pai durian.
Dia suka makan pai durian.
Ini gampang.
Aku segera beli dan antar ke kantornya.
Dia pasti suka.
Tidak, aku masih harus rapat.
Aku pergi beli.
Mall di bawah kita ini pasti ada.
Bau apa ini?
Bau sekali.
Kenapa? Kenapa?
Bau sekali.
Apa yang terjadi?
Aroma apa ini begitu bau?
Aroma apa ini begitu...
Apa yang terjadi?
Garis pembatas.
Apakah kita dirampok?
Dari mana asal barang ini?
Diantar Sekretaris Gao dari kantor Dirut.
Berkata kau suka makan.
Yanshu, seleramu ini sungguh unik.
Kenapa suka makan ini?
Aroma ini sangat membunuh, membentuk senjata kimia.
Semua orang di gedung ini datang komplain.
Lalu kenapa kalian tak membuangnya?
Sekretaris Gao bilang, Dirut memberikannya khusus untukmu.
Anda tak datang, kami tak berani asal buang.
Apakah kau sudah menyinggungnya?
Kenapa memberimu ini?
Si berengsek ini.
Halo.
Halo.
Sudah terima hadiahnya?
Sudah.
Bagaimana? Suka?
Suka.
Aku suka sampai ingin memakai kepalamu untuk membelahnya.
Gu Chengze!
Kenapa ini?
Sangat suka menutup teleponku.
Dirut.
(Sekretaris Gao, sudah antar hadiah?)
Anda tenang saja, Dirut.
Sudah kuantar dari awal.
Kau beri apa?
Pai durian dan durian.
(Saat aku beli pai durian di mall, kebetulan melihat durian.)
Saya pikir Asisten Li suka pai durian, pasti suka makan durian.
Jadi, saya sekalian beli dua buah durian untuknya.
Bagaimana Dirut?
Bukankah aku bekerja dengan sempurna?
Pergi ke personalia dan kurangi bonusmu.
Kenapa?
Di... Di...
Tak benar.
Kenapa?
Apakah kurang beli duriannya?
Mari makan malam bersama?
Tak ada waktu.
Apakah mau lembur?
Sudah lama kupertimbangkan,...
...bisa khusus izinkan kau tak perlu lembur.
Pekerjaan memang penting, tapi juga harus makan.
Tak makan akan pengaruhi kesehatan.
Jika sakit akan pengaruhi pekerjaan.
Kau salah paham.
Malam ini aku ada janji ke acara musik.
Jadi, tak ada waktu makan denganmu.
Acara musik?
Dengan David itu lagi?
Apa urusanmu?
Kuperingatkan kamu.
David itu asal menebar pesona, aku tak izinkan kau bersamanya.
Apa hakmu sampai tak izinkan?
Karena aku...
Kau apa? Katakan.
Kau apa?
Karena aku bosmu.
Apa barang yang dipesan kemarin sudah tiba?
Semalam sudah tiba.
Kenapa pintunya tak ditutup?
Kau gila, Gu Chengze?
Bagaimana jika dilihat orang?
Ternyata kau tak ingin bertanggung jawab padaku,...
...jadi tak ingin dilihat orang.
Semuanya.
Kita baru dapat pengumuman dari atasan.
Nanti ada rapat yang sangat penting.
Berharap kalian jangan buru-buru pulang dulu.
Asisten Li.
Nanti kau pergi ke kantor Dirut.
Laporkan dulu perkembangan pekerjaan Hai Lianna, ya.
Ini grafik perkembangan Hai Lianna.
Aku masih belum lihat.
Maka, mohon cepat lihat.
Kau sengaja, 'kan?
Jelas tahu aku punya janji ke acara musik.
Kau sengaja mengulur waktu di sini.
Bagus jika tahu.
Malam ini kita harus bahas dengan jelas,...
...rencana promosi selanjutnya.
Kusarankan kau batalkan acara musik itu.
Jika tidak, aku akan mencurigai cara kerjamu.
Kau menyalahgunakan kekuasaanmu.
Jika kau bersikeras berpikir begitu, aku juga tak menyangkal.
Baiklah.
Apa daya kau adalah bosku.
Jadi, mari cepat gunakan waktu untuk buat rencana promosi.
Kulihat.
Masalah rencana promosi ini cukup banyak.
Kurasa tak sampai dua atau tiga jam tak akan bisa selesai.
Jika begitu, apakah kau mau pesan makanan?
Kita sambil bahas sambil makan.
Sekretaris Gao.
Pesankan dua makan malam.
(Baik, Dirut.)
Kau mau makan apa?
Pangsit udang kristal.
Dua porsi pangsit udang kristal, juga sedikit camilan.
(Aku segera beli.)
Melelahkan saja.
Aku ke toilet dulu.
Dirut, makanan sudah tiba.
Aku juga tak makan lagi, ke acara musik.
Acara musik?
Maaf, maaf, maaf.
Aku datang terlambat.
Ayo, kita masuk.
Sudah mulai.
Kita harus menunggu musik pertama habis baru bisa masuk.
Maaf.
Tak masalah.
Semua salah Gu Chengze itu.
Kenapa kau datang?
Kita belum selesai bahas pekerjaan, menurutmu kenapa aku datang?
Kau tak akan bahas pekerjaan di sini, 'kan?
Aku datang menjemputmu.
Sekalian tagih uang pangsit udangku.
Aku tak makan.
Kau memang tak makan.
Namun, karena permintaanmu jadi kubeli.
Aku traktir kau kembali, bisa 'kan?
Bukan semua orang berhak mentraktirku makan.
Sekarang kau tak dipercayai lagi, segera ikut aku kembali.
Jangan lihat acara musik dengan orang yang tak jelas ini.
Aku akan tidak senang.
Itu, Tuan Gu.
Cepat sekali sikapmu berubah jadi tak kenal orang.
Kuingat kemarin malam kau mengetuk pintu dan minta bantuanku.
Sekarang tak butuh lagi, aku langsung jadi orang tak jelas?
Meski kau tak jelas,...
...tapi bukan tak berguna sama sekali.
Aku ambil yang berguna.
Jadi, aku harus berterima kasih?
Tuan Gu menilaiku dengan adil.
Tak perlu sungkan, ini memang sifat dasar manusia.
Sudah bisa pergi?
Baiklah.
Mau aku kembali lembur boleh saja.
Namun, sekarang aku sangat lapar.
Kau tak akan biarkan aku lapar dan kembali lembur, 'kan?
Dirut, silakan.
Tunggu dulu!
Dirut, silakan.
Apakah makanan sekotor ini bisa dimakan?
Masih ada yang suka makan makanan seperti ini.
Sekretaris Gao cepat duduk dan makan.
Aku datang, aku datang.
David.
Kau terlihat tak seperti orang yang makan makanan ini.
Bagaimana jika aku menemani Yanshu karena menyukainya?
Ada kemungkinan tapi tak besar.
Kenapa?
Karena saat kau makan,...
...kau tak angkat kepalamu dan tak melihatnya.
Sepertinya sungguh suka makan.
Ini disebut tak mengecewakan pacar dan makanan.
Harus mengerti untuk melepas.
Aku yang pesan.
Kalian pesan sendiri kalau mau.
Dua orang ini...
Wangi sekali.
Apakah seenak itu?
Memang seenak itu.
Begitu kotor bisa dimakan?
Cobalah.
Li Yanshu!
Sayang.
Hari ini kau harus makan banyak.
Maka kau punya tenaga menghadapi penguasa yang jahat.
Meski hari ini tak jadi lihat acara musik.
Namun bisa makan makanan enak juga hal yang membahagiakan.
-Mari ambil foto. -Mari, mari, mari.
Mari, mari.
Sudah makannya, 'kan?
Sudah bisa pulang, 'kan?
Kau, kau tenang dulu, tenang dulu.
Aku sudah tenang begitu lama.
Terkadang tak tenang juga tak masalah.
Aku ingin jadi jahat sekali, aku ingin restui diri sendiri.
Aku mau bersamamu.
Bolehkah?
Aku pasti sedang bermimpi.
Mari, cubit aku.
Sudah kupikirkan.
Aku tenang begitu lama.
Jarang bisa tidak tenang, seharusnya tak masalah.
Aku memutuskan jadi orang jahat.
Dirut kalian sungguh konyol.
Dirut kami biasanya sangatlah dingin.
Sama sekali tak berbicara.
Langsung membunuhmu dengan tatapan.
Tak sangka bisa keluar kata-kata itu dari mulutnya.
Saat itu aku dan temanku itu kaget.
Aku sekarang juga kaget.
Ini bekas cubitan temanku itu, sekarang sudah lebam.
Kambing kecilku.
Apa yang dia lakukan padamu?
Tak apa, aku minta dia mencubitku.
Aku ingin diriku tahu, apakah hal ini sungguh terjadi atau tidak.
Apakah kau dungu?
Kaulah yang dungu.
Intinya jika dirut kami sungguh membuka diri,...
...dan menjalankan serangan penuh pada Li Yanshu.
Pasti saat itu aku akan sibuk.
Tak hanya itu.
Saat itu kau harus layani dua orang.
Dua orang mungkin akan dipotong gaji.
Potong gaji? Kenapa?
Kemarin Dirut ingin aku beli dua pai durian untuk Li Yanshu.
Aku bermula dari niat baik, sekalian beli dua buah durian.
Betapa baiknya aku.
Hasilnya bonus setengah bulanku dipotong.
Kenapa kau berlagak pintar?
Kau tak tahu dia makan atau tidak.
Dengar.
Aku sering makan siang bersama Li Yanshu.
Seleranya aku sudah tahu.
Pasti karena aku kurang beli duriannya.
Biar kulihat.
-Kulihat, kulihat. -Kau lihat, kau lihat.
Meja tak rusak, 'kan?
Baik-baik saja?
Sakit.
Makan apel kurangi sakit.
Cium dulu.
Kucium.
Baik, kucium.
Aku minta kau cium...
(Villa Han, no.25)
Sedang apa pagi-pagi begini?
Hari ini Junrui ulang tahun.
Nyonya ingin buat pesta ulang tahun.
Tuan Gu, apa yang Anda butuhkan hari ini?
Cincin.
Apakah cincin yang Anda beli kemarin bermasalah?
Tak ada masalah.
Hanya saja cincin itu sudah dikotori.
Jadi, aku ingin beli lagi yang baru.
Baik.
Apa kabar, aku ingin bertanya.
(Mainan anak-anak ada di lantai berapa?)
(Itu ada di lantai empat.)
Baik, terima kasih.
Han Junyao!
Kau tak datang mengawasiku lagi, 'kan?
Kau kira siapa dirimu?
Bintang besar yang terkenal?
Aku belanja juga mengikutimu?
Begitu banyak mall, kau tak pergi.
Kau malah datang kemari.
Belanja itu kebebasanku, 'kan?
Aku mau ke mana ya ke mana.
Kenapa?
Apakah karena Tuan Muda Gu di sini, seluruh mall ini harus disepikan?
Kamu!
Sedang apa kau?
Aku tak merebut barangmu.
Karena kau merebut cincinku, jadi sekarang aku harus beli lagi.
Kau sungguh tak menyerah jika tak hancur.
Tak menyerah jika tak gagal.
Baik, pergi beli saja.
Lihat dia setuju atau tidak.
Kau juga bukan Yanshu.
Bagaimana kau tahu dia tak setuju?
Kakimu baik-baik saja?
Baik atau tidak, kau tak bisa lihat?
Melihatmu yang semangat seperti ini, sudah pasti tak masalah.
Kakiku yang terluka, bukan paru-paruku.
Han Junyao.
Kutanyakan.
Malam itu saat nenekku menelponmu, kenapa kau tak berkata jujur?
Kau mau aku berkata jujur pada nenekmu?
Baik.
Sekarang kutelepon dia.
Beri tahu dia kau beli cincin lagi, ingin melamar kedua kalinya
Aku hanya bercanda.
Jangan anggap serius.
Kau tak akan beri tahu nenekku, 'kan?
Tergantung suasana hatiku.
Hal itu memang aku yang salah.
Tak seharusnya aku mendorong dan membuatmu terluka.
Namun, kau juga tak seharusnya merebut cincinku.
Kita sudah impas.
Kau beli hadiah untuk siapa?
Adikku.
Adikmu?
Bukankah itu adik Yanshu?
Aku juga harus belikan untuknya.
Bantu aku bungkus.
Bayar bersama-sama.
Aku beli hadiah untuk adikku, tak perlu kartumu.
Adikmu ulang tahun hari ini?
Bayar ini.
Cepat, cepat.
Hei, hei!
Dirut.
Bantu aku pesan restoran sekitar sini.
Untuk dua orang.
Baik.
Dirut.
Anda ingin mengajak Asisten Li makan bersama, 'kan?
Jadi, sekarang kau tanyakan hal pribadiku.
Benar, kenapa?
Siang ini aku bertemu dengannya di lift.
Dia bilang mengajak seseorang makan siang.
Kutebak pasti Anda.
Pantas saja dia berdandan begitu cantik.
Kenapa ini?
Dia makan dengan siapa?
Yang dia ajak bukan Anda?
Berapa lama dia pergi?
Sekitar lima sampai enam menit.
Dirut.
Tidak aktif lagi.
Dirut.
Asisten Li di sana.
Apa dia mau rayakan ulang tahun seseorang?
Bawa mobilku.
Dirut, apakah Anda ingin diam-diam mengikuti Asisten Li?
Aku hanya penasaran.
Baik, segera kubawa mobil.
(Pusat Rehabilitasi Anak-Anak Autisme)
Junrui.
Ulang tahunmu sebelumnya, Kakak selalu tak ada.
Semoga tahun ini kau bisa lebih senang.
Untuk apa dia datang kemari?
Tak sangka Asisten Li memiliki sisi keibuan yang begitu lembut.
Mari, yang berulang tahun pakai ini.
Biar kulihat.
Tampan.
Selamat ulang tahun!
Di mana lilinnya?
Lilinnya terlihat seperti cokelat.
Junrui, berapa usiamu tahun ini?
♪Awan telah lelah menghalangi mentari♪
♪Aku akan memenuhi kebahagiaan♪
♪Di musim panas ini, muncul wajahmu♪
♪Apakah kau juga melihatnya?♪
♪Hujan turun di dunia yang tak berperasaan♪
♪Siapakah yang menghalangi pandangan?♪
♪Membuatku tak bisa melihat♪
♪Namun, malah memikirkan seseorang♪
♪Berapa kali lagi aku harus bertanya padamu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.