Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Di awal musim panas, kau dan aku yang begitu berbeda♪
♪Memiliki pertemuan yang sama♪
♪Angin musim panas bertiup dan kerinduan masuk dalam hatiku♪
♪Aku hanya ingin bertemu denganmu♪
♪Setiap menit dan detik, aku tak ingin meninggalkanmu♪
♪Kau harus memiliki sihir untuk diam-diam menangkap hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mengatakan kata-kata manis♪
♪Aku ingin bersamamu setiap hari, dan memeluk setiap fajar bersama♪
♪Aku memilikimu di dasar hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
=Musim Panas Sang Rubah 2= ♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
=Episode 3=
Kudengar Tuan Muda Gu sedang mengejar Li Yanshu.
Benarkah?
Apa kabar, Dirut.
Dirut, kau mau makan kue?
Dari mana kau dapat?
Tuan Muda Gu yang memberinya untuk Asisten Li.
Kau mau makan atau tidak?
Tidak.
Dirut, kau pergi beli sesuatu?
Biar kubawakan untukmu.
Tak perlu.
Apa yang Anda beli?
Jika ingin beli sesuatu, perintahkan saja.
Kenapa harus pergi membelinya sendiri, 'kan?
Jangan ikut campur urusan orang lain.
Apa ini ikut campur urusan orang?
Bukankah ini memang tugasku?
Tak mau makan ya sudah, aku makan.
Bagaimana persiapan untuk besok siang?
Isi rapatnya sudah hampir siap.
Kira-kira malam ini kukirim ke email Anda.
Bawakan payung kemari.
Baik.
Kau kehujanan?
Hentikan.
Pakai saja, yang patuh.
Dirut, payungnya datang.
Tuan Muda Gu memang ahli merayu wanita.
Dirut, tampaknya kau tak bisa menang.
Katakan sekali lagi.
Tuan Muda Gu sudah berpacaran sejak taman kanak-kanak.
Wanita yang dia kejar lebih banyak dari cerita "Impian di Bilik Merah".
Dia lebih ahli merayu wanita daripada Jia Baoyu.
Kapan aku bilang aku ingin mengejar Li Yanshu?
Komisaris yang bilang.
Dia sudah menyuruhku untuk membantumu.
Benar, aku memang ingin mengejar Li Yanshu.
Yang ingin kulakukan, tak pernah gagal.
Dirut, Anda sungguh ingin mengejar Asisten Li?
Bukankah Anda memiliki wanita yang disukai?
Apakah wanita yang Anda sukai itu Asisten Li?
Ya ampun.
Gawat, gawat, gawat.
Bagaimana ini?
Aku harus bagaimana?
Gadis yang disukai Dirut adalah Asisten Li.
Seharusnya aku tak mengatakan hal itu padanya.
Kenapa aku mengatakannya?
Apa yang sudah kau katakan?
Aku tak mengatakan apa pun.
Apa kabar, Dirut.
Aku hanya mengobrol santai dengan Asisten Li di hari itu.
Hari itu kapan?
Hari saat Anda tak datang bekerja.
Asisten Li!
Duduk.
Sekretaris Gao, kau juga makan siang di sini?
Iya.
Hai, aku mau secangkir americano saja.
-Terima kasih. -Baik, mohon menunggu.
Di kantin terlalu banyak orang.
Di sini lebih praktis.
Jika Dirut memanggilku, aku bisa segera tiba.
Bahkan ingin memakai waktu makan siang sekretaris.
Dia sangat psikopat.
Akhirnya aku menemukan orang yang berani mengatakan kenyataan.
-Asisten Li. -Terima kasih.
Kau sungguh Kakak yang memahamiku.
Sekretaris Gao, kau terlalu berlebihan.
Kau tak tahu.
Dirut memang selalu perhitungan dan sulit ditangani.
Namun, belakangan ini tampaknya dia sudah berubah.
Apa kau tahu, Dirut, dia...
Dirut sedang berkencan.
Kemarin malam dia berkelahi demi wanita itu.
Kau terkejut, 'kan? Aku lebih terkejut darimu.
Aku sudah lama mengenal Dirut.
Selain kemarin dia berkelahi karenamu di bar itu.
Ini pertama kalinya aku melihat ada luka di wajahnya.
Menurutmu, orang yang setenang dan sedingin dia.
Bagaimana bisa dia berkelahi hanya demi seorang wanita?
Aku sungguh penasaran wanita seperti apa dia itu.
Asisten Li, menurutmu siapa wanita itu?
Bagaimana aku bisa tahu?
Benar juga.
Aku saja tak tahu, bagaimana mungkin kau tahu.
Aneh sekali, siapa sebenarnya wanita ini?
Waktu dekat ini, setiap hari aku bersama Dirut.
Aku tak melihatnya berhubungan dengan wanita manapun.
Asisten Li, dengar.
Kudengar, dia bahkan ciuman dengan wanita itu.
Kau bahkan tahu itu?
Dia yang memberitahuku.
Dia bahkan memberi tahumu hal ini?
Dia tak bilang langsung.
Namun, dengan pengamatanku dan tingkat pemahamanku yang tinggi.
Kutebak pasti begitu.
Asisten Li, bantu aku pikirkan siapa wanita ini.
Aku...
Kulihat Dirut begitu merahasiakannya.
Aku tahu sekarang!
Jangan-jangan wanita ini adalah...
...wanita yang sudah menikah?
Benar, 'kan?
Mungkin saja, mungkin saja.
Kurasa ini besar kemungkinannya.
Gadis yang disukai Dirut adalah Asisten Li.
Aku bahkan bilang dia wanita yang sudah menikah.
Apa yang kau gumamkan?
Tiba-tiba aku ingat aku harus pergi membeli sesuatu.
Sampai jumpa, Dirut.
Apa ini?
"Bimbingan berkencan".
Kau memberiku buku untuk membodohi orang.
Dirut, jangan mengatai diri seperti itu.
Dirut, barusan saya berpikir dengan serius.
Saya menyadari saya pernah mengatakan hal yang...
...mungkin akan memberi sedikit pengaruh dalam hidupmu.
Untuk menebusnya, saya khusus membeli buku ini.
Setelah itu, aku membuat daftar kencan berdasarkan keadaanmu.
Aku memang tak pernah pacaran, bukan berarti aku tak bisa.
Kau tak percaya padaku?
Sejak kecil, tak ada yang tak bisa kulakukan.
Dirut.
Bisa melakukannya dan melakukannya dengan baik itu berbeda.
Bagaimana kau tahu aku tak bisa melakukannya dengan baik?
Baiklah.
Jika Anda sangat bersikeras, saya juga tak berdaya.
Saya sudah sangat berusaha untuk membantumu.
Kelak jika Anda tak sengaja gagal, atau tiba-tiba gagal,...
...ditakdirkan gagal, itu bukan urusanku lagi.
Dirut, saya masih harus mengingatkanmu.
Lawanmu adalah Gu Jinyun yang ahli dan berpengalaman dalam berkencan.
(Li Yanshu dan aku sudah dekat dari kecil.)
(Aku tahu jelas apa yang dia sukai dan tak disukai.)
(Yang terpenting kami adalah cinta pertama satu sama lain.)
(Kami memiliki dasar cinta yang mendalam.)
(Mike, beritahu aku, kau orang yang cerdas.)
(Menurutmu, siapa di antara kita yang lebih unggul?)
(Kau kehujanan?)
(Hentikan.)
(Pakailah.)
Aturan kencan yang pertama.
Cari saat yang tepat untuk mengajaknya beraktivitas di luar.
Saat menunjukkan pesona ketampanan, menambah juga rasa bisa diandalkan.
Penampilan apa ini?
Sudah kubilang di telepon, 'kan?
Kau meneleponku untuk menunggu di sini, kupikir masalah pekerjaan.
Aku ingin mengendarai sepeda mengelilingi danau bersamamu.
Mengendarai sepeda mengelilingi danau?
Dari awal sudah ingin berolahraga dan mendekati alam bersamamu.
Ayo.
Tunggu, tunggu.
Kau tak bilang lebih awal.
Bagaimana naik sepeda seperti ini?
Aku pakai sepatu hak tinggi.
Aku ingin memberimu kejutan.
Pakai sepatu hak tinggi tak bisa lari, masih bisa naik sepeda.
Jika tidak, aku bisa memboncengmu.
Tunggu dulu.
Semangat, semangat, semangat.
Semangat, 100 meter terakhir. Semangat, Yanshu.
- Diam! - Semangat, semangat!
Diamlah.
Aku sedang menyemangatimu.
Gu Chengze.
Kau turun sekarang juga.
Kuperingatkan kamu.
Kelak jangan pernah menatapku seperti itu.
Kenapa? Aku bahkan ingin membunuhmu.
Kau bilang kau akan memboncengku, sekarang siaya yang bonceng siapa?
Kakiku terluka.
Kelak jika aku menemanimu lagi, maka aku adalah orang dungu.
Kenapa mengatai dirimu begitu?
Meskipun kau dungu, kau akan jadi orang dungu yang tercantik.
Gu Chengze, dengar. Jika aku...
Semangat, Yanshu!
-100 meter terakhir. -Tutup mulutmu! Diam!
Duduk.
Sebentar, jangan bawel.
Semangat, Yanshu. 100 meter terakhir.
Semangat, Yanshu.
Aturan kencan kedua, wanita suka kejutan.
Berusaha memberikan hal baru.
Kemarin aku mendengarkan saranmu, tak diandalkan malah memalukan.
Masih bilang aturan kedua.
(Kemarin kecelakaan saat naik sepeda.)
(Memberi hadiah seharusnya bukan masalah.)
(Hadiah kecil yang sangat berbeda.)
(Rasa Kebahagiaan)
Halo, Tuan. Silakan lihat-lihat.
Jenis bunga di toko kami sangat lengkap.
Kebanyakan diimpor dari luar negeri, jadi ini sangat segar.
Kami juga punya kotak hadiah berkualitas yang bisa dibuat.
Tuan, Anda ingin memakainya di acara apa?
Menghadiahkannya.
Menghadiahkannya, penerimanya pria atau wanita?
Wanita.
Jika wanita, banyakan yang memilih bunga segar.
Jika untuk pacar, maka pilihlah bunga mawar.
Jika untuk seseorang yang lebih tua, maka anyelir, lili, dan tulip.
Semuanya itu pilihan yang bagus.
Ini tampaknya terlalu biasa, aku ingin berikan yang lebih unik.
Yang lebih unik?
Tuan, apakah teman Anda ini sangat spesial?
Sangat spesial, berbeda dari yang lainnya.
Terkadang dia licik dan galak, dia juga sangat tegar.
Sangat sempurna.
Sesuatu yang unik.
Sesuatu yang unik.
Yang lebih unik.
Tuan, sebenarnya apa yang Anda butuhkan?
Yang ini saja.
Anda yakin?
Iya.
Baiklah Tuan.
Kubantu bungkus.
Apa ini?
Kotak sebesar ini.
Besar sekali.
Apa ini?
Milik Asisten Li.
Buka saja.
Wah, kue ulang tahun?
Asisten Li berulang tahun?
Asisten Li, apa ini?
Aku tak tahu.
Kalau begitu cepat buka.
Ini...
Begitu berat.
(Gu Chengze)
Gu Chengze?
Hadiah kecil.
Kenapa?
Apa itu?
Kenapa?
Cepat buka dan lihat.
Cepat lihat dulu.
Ini...
Bola kaktus?
Apa-apaan?
Gu Chengze!
Apa-apaan ini?
Sayangku, kau sudah sampai mana?
Mataharinya hampir terbenam.
Maksudmu kau sudah sampai? Matahari sudah terbit dari barat?
Jelas-jelas matahari terbit dari timur.
Dengar, kau cepatlah.
Jika tidak, nanti domba kecilmu akan dibawa pergi oleh harimau betina.
Lebih baik langsung telan saja.
Kau sungguh memiliki hati kejam.
Baiklah, domba kecilku. Aku hampir sampai.
Kau hampir sampai? Cepatlah
Baik.
Domba kecilku.
Miemie.
Gao Yang.
Gao Yang!
Perampok!
Kau terkejut?
-Mana yang sakit? -Jangan sentuh aku.
Biar kulihat.
Gao Yang!
Bisa tidak lebih dewasa, jangan seperti anak-anak.
Minggir!
Aku hanya ingin bercanda denganmu.
Apa ini bercanda?
Ya.
Jangan pergi.
Bukankah sudah sepakat ke kebun binatang?
Chengze.
Kau suka hadiah yang kuberikan kemarin?
Sejujurnya, aku sedikit terkejut.
-Maka, benar. Kejutan kecil. -Terima kasih.
Aku sudah membeli tiketnya.
Kau beli tiket sebanyak ini?
Kenapa?
Aku tak bisa duduk dengan orang asing.
Terutama dalam kegelapan.
Apa kau harus berlebihan seperti ini?
Apa ini berlebihan?
Aku tak tahu siapa di dekatku.
Bersih? Berketombe?
Bagaimana jika jatuh ke tubuhku?
-Mana tempatnya? -Sebelah sana, terlalu jauh.
Sudah mulai lama, kita masuk saja ke sana.
Baiklah.
Maaf, kau tak boleh duduk di sini.
Bukankah tak ada orang?
Namun, ini bukan tempat dudukmu.
Teman, kau nontonlah saja.
Untuk apa mengurusku?
Kenapa? Ini tempatmu?
Benar, ini tempat dudukku.
Tempat dudukmu? Apa kau membelinya?
Seluruh baris ini, kau membeli semuanya?
Benar.
Dari satu sampai sepuluh, semua kubeli.
Teman, kau mau tipu siapa?
Ini adalah tiketku, lihat baik-baik.
-Apa kau gila? -Aku punya tiket.
Kalian berdualah yang gila.
Jangan ganggu kami nonton.
Benar, bisakah berhenti bicara?
Yang mengganggu kalian adalah dia, dia merebut tempat dudukku.
Yanshu.
Akhirnya kau tahu EQ Dirut kami, 'kan?
Lebih pilih kosongkan tempat juga tak mau orang lain duduk.
Dirut kalian memang sungguh unik.
Cara Dirut kami menunjukkan cintanya...
...belum tentu ditemukan di internet.
Begitu berlebihan?
Ada yang lebih lagi.
Hari ini dia mengirimkan hadiah untuk Asisten Li.
Kenapa dengan hadiahnya?
Kaktus yang...
-Apa? -...sangat besar.
Kenapa dia memberinya kaktus?
Kubilang wanita suka kejutan.
Kau harus berikan hadiah yang unik.
Mereka pasti akan sangat senang.
Jadi, hari ini Dirut kami dengan uniknya...
...pergi ke toko bunga untuk membeli kaktus.
Kalau begitu hadiahnya memang sangat unik.
Sekarang kau tahu betapa canggungnya situasiku?
Dirut sering salah paham dengan niat baikku.
Jadi, masalah ini kau juga bersalah.
Kenapa aku bersalah?
Kau harus langsung beri tahu Dirut untuk mengirimkan bunga mawar.
Mengirimkan 9.999 mawar merah, mewakili cinta yang abadi.
Namun, aku tak menyangka EQ Dirut kami serendah ini.
Sekarang kau sudah tahu, 'kan?
Aku tahu.
Apa yang kau tahu?
Harus beri mawar pada wanita.
Berikan 9.999 bunga mawar untuk mewakili cinta abadi.
Sejak aku bayar tiket yang kubeli,...
...selama itu juga tempat duduk itu sudah jadi milikku.
Tanpa izinku, tak ada yang boleh duduk.
Kau seharusnya tahu pemahaman itu, 'kan?
Kenapa kau harus marah?
Benar, benar.
Semuanya salah orang lain, kau tak bersalah sama sekali.
Jika kita sudah saling paham, aku sudah memaafkanmu.
Kau juga jangan marah lagi.
Baiklah, aku tak marah lagi.
Bisakah kau duduk dulu? Leherku sakit bicara seperti ini.
Banyak orang kotor duduk di sini, bagaimana aku bisa duduk?
-Kujadikan tisu sebagai alas. -Jangan.
Tisu-tisu itulah sumber kuman.
Tak apa, tak apa.
Asal bicara lagi, akan kusumbat mulutmu dengan tisu.
Sumbat mulutku dengan makanan meja sebelah.
Agar aku mati lebih cepat.
Kecilkan suaramu.
Kalian datang untuk mencari masalah ya?
Bukan, bukan, Kak.
Itu... Otak temanku sedikit bermasalah.
Dengar.
Sebelum aku marah, lebih baik cepat pergi.
Kau punya waktu marah, lebih baik perhatikan kebersihan.
Kamu!
Pergi!
Aku belum selesai bicara.
Kenapa kau banyak bicara hari ini?
Dirut yang arogan bukankah sangat dingin?
Sekarang tak bisa berkata-kata lagi?
Aku sedang pikir bagaimana menjawabmu.
-Kau mau ke mana? -Pulang.
Kita sedang kencan.
Kau masih ingat malam ini kita sedang kencan?
Tentu saja.
Bukankah kau menempatkan semua pikiranmu pada...
...kekuasaan tempat duduk dan ahli kebersihan?
Lumayan bagus.
(Li Yanshu)
Halo.
(Bisakah kau datang ke studio?)
Ada masalah apa?
(Nona Besar tak mau bekerja lagi.)
Jika kau tak datang, dia tak mau bekerja.
Kenapa?
Sudah tahu masih tanya, bisa kenapa lagi?
Asisten Li, mohon jaga cara bicara.
(Sekarang masih jam kerja.)
Ya, Tuan Dirut.
(Nona Hai Lianna ingin menemuimu. Jadi kau temui dia atau tidak?)
Kenapa studio saja tak bisa kau atur?
Jika semua hal...
Apakah ini salahku?
Begitu datang sudah memarahiku, marah tanpa sebab padaku.
Lebih baik kau datang.
Kau sudah bilang hari ini tak akan sibuk, 'kan?
Memang aku tak terlalu sibuk, tapi itu bukan pekerjaanku.
Namun, hanya dengan kau datang, dia baru mau bekerja.
Maka, aku lebih tak bisa pergi lagi.
(Jika pergi, dia akan lebih arogan.)
(Dia akan meminta yang berlebihan.)
Halo?
Halo?
Sedang apa kamu?
Dirut, Anda tahu apa yang Anda lakukan?
Katakan langsung.
Anda sedang mengejar Li Yanshu, bagaimana bisa kau menolaknya?
Bahkan menolaknya begitu tegas.
Kenapa?
Mengurusi aktris bukanlah pekerjaanku.
Teruslah bekerja di depan.
Baik.
Katakanlah.
Aku bisa membantumu.
Kau menguping pembicaraan teleponku?
Tidak.
Aku mendengarnya secara terang-terangan.
Tadi kau bilang kau bisa membantuku menanganinya?
Benar.
Ini bukan pertama kalinya aku membantumu.
Kalau begitu kali ini, apa syaratnya?
Makan bersamaku.
-Gu Jinyun, bisa tidak... -Terserah.
Tunggu sebentar.
Makan.
Hanya makan, tak ada yang lain.
Baik.
Maju.
Cepat, aku sedang terburu-buru.
Tuan Muda, Nona Muda, sulit sekali untuk dilayani.
Nona Hai.
Sayangku, kenapa kau tak mau pemotretan lagi?
Aku tak senang.
Jika tak senang, maka cepatlah bekerja.
Setelah bekerja, maka kau akan senang.
Bagaimana bisa senang?
Begini saja.
Setelah kita selesai...
-Kau yang bilang. -Aku yang bilang.
Bagaimana?
Baiklah, cepat bekerja, ya?
Senanglah sedikit, jangan begitu perhitungan.
Silakan.
Sutradara, mulai pemotretan.
Kita mulai.
Kau sungguh ahli mengatasi perempuan.
Namun, hanya padamu tak ada berguna sama sekali.
Aku bekerja dulu.
Ayo, semuanya bekerja keras.
Mari mulai kerja.
(Ayo cepat, mari mulai.)
(Mari, mari.)
Apa kabar, Dirut Gu.
Pemotretannya sudah berakhir?
Hari ini sudah selesai.
Di mana Li Yanshu?
Dia pergi dengan Tuan Muda Gu.
Bagaimana jika Anda telepon saja?
Mereka baru pergi, seharusnya masih keburu.
Aku tahu, sibuklah.
Apa kabar, Dirut.
Kau tak akan memintaku jadi pacarmu lagi, kan?
Tak akan lagi.
Ini...
Apa ini?
Buka dan lihatlah.
Yanshu, aku tak mau kau jadi pacarku lagi.
Maukah kau menikah denganku?
(Menikahlah dengannya.)
Gu Jinyun, apa kau gila? Cepat bangun.
Jika kau tak menikah denganku, aku tak akan berdiri.
Cepat berdiri.
(Menikahlah dengannya.)
Han Junyao, kenapa kau datang?
Han Junyao.
Sedang apa kamu?
Aku menghentikanmu untuk melakukan hal bodoh.
Kembalikan cincin padaku.
Gu Jinyun, hentikan kebodohanmu.
Nenekmu bahkan tak setuju dia jadi pacarmu,...
...apa lagi jadi istrimu.
Aku mau nikahi siapa jadi istriku, itu urusanku.
Nenekku tak bisa ikut campur, kau lebih tak bisa ikut campur.
Aku mewakili nenekmu mengawasimu.
Nenekmu tak akan mungkin menerimanya.
Aku harus hentikan hal ini.
Aku pasti ikut campur dalam hal ini.
Sungguh konyol.
Kau kira siapa kamu?
Intinya aku tak izinkan kalian bersama.
Han Junyao!
Yanshu, tunggu sebentar.
Aku akan segera kembali.
Han Junyao, berhenti!
Han Junyao, berhenti!
Kembalikan cincinnya.
Apa yang kau lakukan?
Han Junyao.
Apa keuntungan yang diberikan nenekku padamu,...
...sampai kau begitu berusaha membantunya?
Gu Jinyun, kau memang dungu!
Kau tak melihat dengan jelas Li Yanshu sama sekali tak menyukaimu.
Sadarlah.
Siapa bilang dia tak menyukaiku?
Jika bukan karena kau ikut campur, aku sudah mendapatkannya.
Han Junyao, kemarin sudah pernah kukatakan padamu.
Aku tak ingin melihatmu lagi.
Mulai sekarang jangan ikut campur masalahku.
Gu Jinyun!
Gu Jinyun!
Keparat!
Lihat apa? Pergi!
Tak usah berpura-pura baik di sini.
Kau yakin?
Kudengar keamanan di sini kurang.
Aku bisa sendiri, tak perlu kau urus.
Han Junyao.
Bisakah kau tak berpura-pura?
Tak ada artinya kau begini.
Kau hanya membuat Gu Jinyun semakin membencimu.
Kau harus biarkan dia tahu, kau mengikutinya setiap hari...
...bukan karena Nyonya Gu menyuapmu tapi karena kau menyukainya.
Tak usah berlagak seakan kau memahamiku.
Membuatku merasa sangat jijik.
Menjijikkan juga harus kau tahan.
Karena ini kenyataannya.
Aku juga tak berlagak memahamimu.
Sebenarnya, mungkin aku yang paling memahamimu.
Aku tahu kau menyukai Gu Jinyun.
Kenapa kau tak utarakan perasaanmu?
Menyukai seseorang tak salah.
Untuk apa menutupinya?
Kau takut ditolak, jadi kau tak punya keberanian?
Li Yanshu.
Aku tahu jelas apa rencanamu.
Mungkin orang lain tidak paham, tapi aku terlalu memahamimu.
Jadi, tolong diamlah.
Tampaknya kesalahpahamanmu terhadapku sangat mendalam.
Rencana apa yang bisa kulakukan?
Aku panik untukmu.
Melihatmu terus-menerus membuat Gu Jinyun marah.
Dungu.
Namun, hari ini aku sungguh harus berterima kasih.
Jika kau tak ambil cincinnya,...
...aku tak tahu bagaimana mengakhirinya.
Tak perlu banyak bicara di sini.
Jelas tahu Gu Jinyun menyukaimu, kau masih berlagak perhatian padaku.
Kau hanya ingin mempermalukanku.
Jika kau mau berpikir begitu, aku juga tak berdaya.
Li Yanshu!
Kau sama seperti Gu Jinyun, sama-sama berengsek!
-Lihat. (-Li Yanshu sialan.)
(Dia malah pergi begitu saja.)
(Sungguh tak berhati nurani.)
Lihat apa?
Tak pernah lihat wanita cantik?
Begitu saja.
♪Awan telah lelah menghalangi mentari♪
♪Aku akan memenuhi kebahagiaan♪
♪Di musim panas ini, muncul wajahmu♪
♪Apakah kau juga melihatnya?♪
♪Hujan turun di dunia yang tak berperasaan♪
♪Siapakah yang menghalangi pandangan?♪
♪Membuatku tak bisa melihat♪
♪Namun, malah memikirkan seseorang♪
♪Berapa kali lagi aku harus bertanya padamu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.