Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Anda mengambil orang luar, Aku akan mengambil Utara.
Kau sudah bertemu bos baru? Kudengar dia masih muda.
Waspadai ancaman untuk walikota. Dia akan memimpin protes ini.
Dia lebih muda dari kita dan pengalaman lapangannya terbatas.
Walikota baru meninggalkan gedung. Protes akan segera dimulai.
Dimengerti. Kami menuju ke posisi.
Apa itu tak mengusikmu?
Bekerja dengan pria yang nyaris tak memenuhi syarat?
Kau akan terbiasa.
Ada gangguan di gang timur laut.
- Permisi, kami mau lewat. - Permisi.
Kau lihat apa yang terjadi? Ada yang lihat kejadiannya?
Permisi.
Aku minta kauamankan gang ini. Panggil bantuan kemari.
Hubungi detail keamanan walikota. Kini minta mereka pergi dari sini.
Dia sudah mati.
Permisi, awas.
Ada apa?
Pembunuhan dengan beberapa luka tusukan.
- Dia bawa pengenal? - Setahuku dia tak bawa dompet.
Banyak orang di sini. Mungkin ini perampokan yang tak berjalan mulus.
Kita beri tahu kantor apa yang terjadi.
Jane?
Bicaralah lebih keras, Lisbon. Di sini sedikit bising.
Apa posisimu dekat dengan kami?
Itu tergantung. Apa kau masih mengawasi kerumunan?
Tidak, ada pembunuhan.
Maka posisiku dekat.
Sekarang waktunya perubahan!
Jane.
Waktu yang aneh untuk membunuh, 'kan? Di tengah protes?
Tanyakan pada pembunuhnya kenapa dia lakukan hal gila.
Atau ini sudah diperhitungkan.
Kau sadar bagaimana gang ini mulai tampak...
Seperti tempat berkumpulnya polisi?
Jika aku mau pakai peluru...
Untuk ungkapkan penolakanku terhadap politik walikota...
Yang pertama akan kulakukan adalah membersihkan ancamannya.
Menurutmu pembunuhan ini hanya umpan?
Entah, tapi ada pria mencurigakan di J Street dan 56th.
Sorot matanya tajam dan dia tampak gugup.
Dia memakai mantel di hari yang panas.
Itu kurang solid. Bahkan untuk orang seukuranmu.
Ya, kau mungkin benar.
Hanya nyawa walikota yang terancam. Lupakan ucapanku.
Cho.
Kami melihatnya. Di sudut tenggara.
Permisi, CBI. Letakkan tanganmu di tempat aku bisa melihatnya.
Tolong ikut kemari denganku.
Ada apa, Bu? Aku tak lakukan apa pun.
Maka kau tak akan keberatan jika kami menggeledahmu...
Agar kami tenang dan untuk keselamatanmu.
Letakkan tanganmu di kepala, tautkan jari-jarimu.
Berputar menghadap tembok.
Kutemukan pistol.
Pistol semiotomatis kaliber.45. Pelurunya penuh.
Satu peluru sudah siap ditembakkan.
Aku bisa jelaskan itu.
Kantor kami ada di dekat sini. Berputarlah.
Ayo.
Itu surat izin kepemilikan senjata.
Namaku ada di surat itu, Henry Tibbs.
Itu memberiku kewenangan membawa pistol ke mana pun di California.
Ini tak mudah didapat. Kau harus tunjukkan memang memerlukannya.
Aku orang Texas, itu kebutuhanku.
Aku bertemu sherif lokal yang bersimpati padaku.
Aku memberinya salam.
Kenapa kau berdiri di depan walikota dengan pistol resmi tersembunyimu?
Aku ke pusat kota untuk memberikan resume.
Aku wiraniaga asuransi. Aku kehilangan pekerjaan.
Kondisi ekonomi lebih keras daripada kulit pohon.
Kau selalu mencari kerja dengan pistol yang terisi?
Ada beberapa ratus pemrotes di jalan itu.
- Kau berada di tengah mereka. - Tentu.
Tak tiap hari kau bisa melihat walikota kota besar.
Atau menembaknya.
Henry Tibbs. Dia tak punya catatan kejahatan.
Surat izin kepemilikan senjatanya sudah diperiksa.
Di sini tertulis dia sedang menganggur.
Dia punya rumah dengan istrinya, Linda.
Tapi cicilan rumah mereka tertunda.
Dan dia sangat percaya diri, begitulah pepatah orang Texas.
Apa kita punya bukti yang menghubungkan Tibbs...
- Dengan John Doe di gang? - Belum.
Forensik sudah periksa noda darahnya tapi tak dapatkan apa pun.
Aku tak suka yang kudengar.
Polisi sudah mengeluarkan peringatan untuk kejahatan dengan kekerasan...
Jadi kita sudah kumpulkan pria kulit putih terdekat.
Karena itu adalah penyelewengan ras profil...
Menurutku Tn. Tibbs punya dasar untuk menuntut kita.
Jadi kurasa kita harus lepaskan dia dan kirim bunga untuk istrinya.
Agen Khusus Luther Wainwright. Aku bos baru kalian.
Selamat bergabung. Aku agen Lisbon.
Agen Lisbon, senang bertemu.
- Ini Agen... - Agen Rigsby. Senang bertemu.
Van Pelt. Aku sudah baca berkas semua orang.
Jadi aku sedikit tahu... Patrick Jane.
Aku masih terus membaca berkasmu.
Berkasmu sedikit lebih berbobot untuk dibaca.
Ya, bantu aku, jangan beri tahu aku akhirnya.
Kita sedang mengalami masa sulit untuk keseluruhan unit.
Tapi kondisi kita akan jadi jauh lebih mudah.
Aku bangga pada diriku akan dua hal. Kepercayaan dan transparansi.
Bagus, katakan berapa usiamu karena Rigsby sedang lakukan poling kantor.
Aku tak melakukan...
Bagaimana rencana kita dengan Henry Tibbs?
Menurutku kita bebaskan dia dan terus awasi dia.
Ya, kedengarannya bagus. Kabari aku terus perkembangannya...
John Doe kalian mungkin seorang fotografer.
Saat memfoto di hari yang panjang, perban di hidung bagian atasnya...
...akan mencegah bantalan hidung di kacamatanya menekan kulitnya.
- Baiklah, kami akan memeriksanya. - Bagus. Terima kasih.
Pengelihatannya tajam.
Ini mobil pengintaian yang kau pilih?
Kita tak bisa pakai mobil resmi. Kita harus membaur.
Baiklah. Dan dengan ini kita bisa membaur?
Tak ada yang memaksamu melakukan pengintaian.
Kau benar. Tapi aku tetap akan ikut.
Apa kau bawa pakaian menyamar?
Apa aku membawa pakaian menyamar?
Wainwright benar.
Aku sudah cek direktori profesional fotografer lokal dan dia termasuk.
Scott Gibson. Aku sudah bicara pada majalah tempat dia bekerja...
Kata mereka dia ke pusat kota untuk memfoto para tunawisma.
- Kita tahu hal lain tentangnya? - Catatannya bersih.
Dia tinggal sendirian. Tak ada anggota keluarga untuk ditanyai.
Dia selalu bawa ponsel saat bertugas.
Tak ada ponsel atau kamera di TKP.
Teori perampokanmu tampak makin baik.
Semoga saja begitu. Aku sudah pakai GPS untuk melacak ponselnya.
Ponselnya ada di lingkungan perumahan di daerah selatan.
Tempat yang pas untuk mengubur barang bukti. Ayo.
Baiklah.
- Jadi sekarang bagaimana? - Kini kita menunggu.
- Menunggu apa? - Menunggu Tibbs kembali keluar.
Itu tak menyenangkan. Kukira inti dari pengintaian adalah mengintai.
Sulit melakukannya dari dalam mobil.
Aku tak bisa masuk ke sana. Tibbs bisa mengenaliku.
Itu masalah.
Dia tak pernah bertemu denganku. Masalah terpecahkan.
Aku akan membutuhkan ini.
Jane.
Pesan Bourbon. Porsi besar.
Lebih besar dari semua neraka dan setengah Texas.
Kau orang Texas?
Ya, apa hubungannya denganmu?
Aku pernah melihatmu sebelumnya.
- Sungguh? - Ya.
Biar kupikir.
Konvensi Senjata Tentara Bayaran, Las Vegas 2004?
- Bukan. - Bukan? Sayang sekali.
Konvensi itu penuh dengan senjata otomatis, Kawan.
Uzi dan sebagainya.
Konvensi senjata?
Salah satu akhir pekan terbaik dalam hidupku.
Beberapa akhir pekanku tak begitu menyenangkan.
Jangan tersinggung, kau tak tampak seperti penyuka senjata.
Jika mau menangkap ayam, jangan terlihat seperti rubah, 'kan?
Aku memang benar.
- Apa senjata pilihanmu? - Senjata yang terisi.
Boleh kuminta minum lagi, dan satu lagi untuk temanku?
Sinyal ponselnya berasal dari rumah ini.
Rumah ini disita. Pintunya agak terbuka. Kau siap?
Di belakang sini.
Bangun!
Angkat tanganmu tinggi-tinggi. Kau punya senjata?
- Tidak, Pak. Kurasa tidak. - Bagaimana dengan ponsel?
Kurasa aku punya satu di sakuku.
Tetap angkat tanganmu. Aku akan mencarinya.
Kau tampak tak asing. Siapa namamu?
Willie.
Bukan Willie Shubert?
- Kau kenal pria ini? - Dia legenda Bay Area.
Aku punya bajakan CD pertamanya.
Hanya CD itu yang kudengar saat kuliah.
Aku selalu penasaran apa yang terjadi padamu.
Dengar, Willie.
Beberapa benda yang kau bawa berasal dari mayat seorang pria.
Itu tak bagus.
Begitu juga darah kering di kemejamu.
Bagaimana noda itu bisa ada di kemejamu?
Biar kuingat.
Darah ini mengenaiku saat aku menusuk pria di gang itu.
Pria sejati hanya punya satu tujuan di dunia itu.
- Dia hidup untuk berjuang. - Ya. Itu maksudku.
Tak masalah siapa dia, status apa yang diberikan dunia padanya.
Yang ada di dalam sinilah yang penting.
Bertempur melawan musuh, memerangi kejahatan.
Itulah kemuliaan. Itu yang membuat pria jadi seorang pahlawan.
Amin, Saudaraku.
Sepertinya aku sudah selesai di sini.
Kejahatan seperti apa yang paling sering kau lawan?
Kenapa kau peduli? Aku bahkan tak mengenalmu.
Aku juga tak mengenalmu.
Tapi aku menyukaimu.
Kemarilah. Aku mau memperlihatkan sesuatu padamu.
- Lihat itu. - Remington 700. Itu bagus.
Kau selalu membawanya dalam mobilmu?
Kau tak pernah tahu kapan seekor beruang grizzly mungkin muncul.
Ayo. Rasakan berat senjata itu.
Ini bagus.
Ya. Itu membuatmu penasaran, 'kan?
Seperti apa rasanya menembaknya?
Menembak manusia?
Kita tinggal di lingkungan yang penuh sasaran, Kawan.
Akan sangat mudah melakukannya.
Ya, benar. Dan kau sangat gila, Teman.
Aku mabuk.
- Aku akan... - Berikan itu padaku.
- Aku akan jalan pulang malam ini. - Pergilah dari sini.
Tetaplah bersikap dingin.
Ayo pergi.
Lisbon membatalkan pengintaian Tibbs.
Mereka pikir sudah menemukan pembunuhnya.
Aku tahu sudah menemukan pembunuhku.
Kukira aku melihat sesuatu di mata Tibbs kemarin...
Tapi aku mau pastikan jadi semalam aku melakukannya.
- Apa yang kau lihat? - Dia tak terkontrol.
Dia siap membunuh.
Jika kami tak menghentikannya kemarin...
Aku yakin dia akan menarik pelatuknya.
- Kau dapat semua itu dari matanya? - Kurang lebih.
Aku tak meragukanmu, aku hanya kagum.
Ada juga ketegangan dalam dirinya dan pemakaian jaket itu tapi...
Matanya sudah cukup.
Masalahnya, bahkan jika kau benar...
Kita tak bisa menahan tersangka sebelum dia melakukan kejahatan.
Itu lebih baik daripada setelahnya, bukan begitu?
Ini masalahnya dengan mengerjakan kasus pembunuhan.
Ada begitu banyak kematian. Tibbs hampir melakukannya.
Dia pria yang nyaris melakukan pembunuhan.
Kemungkinan bahkan pembunuhan masal.
Sekarang siapa yang tak mau coba hentikan mimpi buruk seperti itu?
Kriminologi teoretis, aku mengambil kelas itu.
Kurasa itu mengagumkan. Hanya saja itu tak punya nilai praktik.
Sungguh? Kurasa itu bisa digunakan untuk birokrat kelas menengah.
Kau boleh kesal dengan kekangan tanggung jawab kita...
Tapi kita tak bisa bersikap seperti itu dalam proses ini.
Mengikuti seorang yang berpotensi jadi pelaku...
- Hanyalah buang-buang tenaga. - Ya.
Yang kita perlukan di sini adalah trik kepercayaan.
Apa?
Tipu daya, tipu muslihat, trik, manipulasi.
Jika kita bisa memasuki dunia Henry Tibbs...
Aku bisa perkirakan di mana dan kapan dia akan menembak.
Lalu yang harus kita hanyalah muncul...
Dan menangkapnya atas percobaan pembunuhan.
Sebelum kita bahas ini lebih jauh...
Aku tak siap mencoret Tibbs dari tersangka pembunuh.
Bukankah Willie Shubert sudah mengaku?
Benar, tapi aku tak memercayainya. Lihatlah sejarahnya.
Sakit mental, penyalahgunaan obat, hidup menggelandang.
Benar. Dia berlumuran darah korban dan memiliki benda milik korban.
Ya, tapi dia tak punya catatan kekerasan.
Kurasa pengakuannya adalah permintaan tolong.
- Willie tak akan sakiti siapa pun. - Bagaimana kau tahu itu?
Kau harus dengar dia memainkan saksofon.
Aku menyukainya, Lisbon. Dia bermain dengan penuh penjiwaan.
Kalian mau aku percaya bahwa...
Pria yang mengaku membunuh tak melakukan apa-apa...
Dan pria yang tak lakukan apa-apa adalah seorang pembunuh?
Kau mungkin lebih pintar dari penampilanmu.
Menurutku Tibbs bukan pelakunya.
Tapi aku menghargai semangat, jadi buktikan aku salah.
Kau punya 24 jam untuk buktikan bahwa Tibbs berpotensi berbahaya.
Dan aku akan kirim kasus Shubert ke Jaksa Wilayah.
Bagaimana dengan semangatku?
Aku yang memutuskan.
Permisi.
Baiklah. Tujuannya adalah mendekati Tibbs...
Agar tahu kapan dia akan menembak.
Kita akan mainkan ini seperti penipuan jangka panjang.
Rigsby.
Tugasmu adalah mencari tahu impian dan keinginan target.
Satu hal yang kita tahu soal Tibbs, dia menginginkan pekerjaan.
Berdasarkan penelitian Van Pelt...
Dia sudah ke pusat kota dan melamar ke Goldwyn Insurance Group.
Mereka sudah menolak lamarannya tapi Tibbs belum tahu itu.
Jadi kita perlu Goldwyn Group meminjamkan kita ruang pertemuan...
Agar kita bisa melakukan wawancara kerja palsu.
Kita juga harus tahu soal kehidupan keluarganya atau permasalahannya.
Tampaknya istrinya, Linda Tibbs, sudah melayangkan gugatan cerai.
Kita harus tahu sebabnya.
Jadi, Van Pelt, kau harus cari tahu di mana dia bekerja dan menemuinya.
Cho, kurasa sebaiknya kau ganti mobil balap itu...
Dan cari sesuatu yang agak lebih sederhana...
Untuk terus mengawasi target.
Mari kita bersenang-senang. Semoga berhasil untuk kalian semua.
Ini CD pertamamu.
CD-mu satu-satunya. Aku masih memilikinya.
Saat berkuliah, kapan pun aku rindu keluargaku di Chicago...
Aku akan mendengarkannya. Itu membantu.
Aku melakukan sedikit penelitian tentang dirimu, Willie.
Tak lama setelah kau buat album ini, kau kehilangan istrimu.
Karena kecelakaan mobil, 'kan? Kau yang mengemudikan mobilnya.
- Karena itukah kau berhenti? - Apa maumu?
Aku mau tahu kenapa kau mengakui pembunuhan yang tak kaulakukan.
Dengar, entah apa maksudmu. Aku menusuk pria itu.
Aku sudah siap menerima hukumannya.
Kau perlu memahami kenyataan dari apa yang terjadi, Willie.
Jaksa Wilayah akan memenjarakanmu.
Aku sudah tua dan bosan tidur di gang.
Aku tak punya tujuan. Penjara adalah tempat yang bagus.
Dan kau juga bisa disuntik mati.
Kau akan dapat 3 kali makan dan sebuah ranjang...
Hanya karena mencuri dari mayat.
Bagaimana menurutmu jika kita jernihkan masalah ini...
Agar kami bisa menjagamu tetap hidup.
Baiklah.
Beri tahu aku apa yang terjadi kemarin.
Pria yang memfotoku sebelumnya hari itu...
Memberiku 20 dolar untuk hak fotoku.
Tapi saat aku menemukannya sudah mati...
Dompetnya tergeletak di tanah dan kosong.
Kenapa kau mengambilnya?
Itu kulit asli.
Bagaimana dengan kameranya? Apa yang terjadi pada kameranya?
Aku temukan ponsel di saku jaketnya. Aku tak lihat ada kamera.
Aku akan mengeluarkanmu dari masalah ini, Willie.
Kau suka ataupun tidak.
Terima kasih.
- Kau siap? Dia sudah datang. - Tidak juga.
Silakan duduk. Tn. Rigsby akan segera masuk.
Dia salah satu eksekutif senior kami.
Jadi apa yang kau mau kutanyakan padanya?
Tanyakan apa pun yang kau mau. Maksudku, kau menawan.
- Buat dia bicara saja. - Baiklah.
Haruskah kuajukan pertanyaan yang diberikan Agen Wainwright padaku?
- Wainwright memberimu pertanyaan? - Ya.
Katanya itu didesain untuk mendapat respons yang memiliki pola...
Untuk menentukan kelainan kepribadian antisosial.
Mungkin itu akan membuatmu terdengar ekstra pintar, seperti dia.
- Baiklah. Doakan aku. - Kau akan baik-baik saja.
Yang penting jangan jadi dirimu sendiri.
Tunggu dulu. Apa itu?
Apakah itu jerawat besar yang terbentuk di atas alismu?
Entahlah. Apakah ada?
Sebenarnya, tidak, itu lebih tampak seperti melanoma.
- Apa? Kau yakin? - Tidak.
Kau harus segera memeriksakannya. Sekarang cepatlah ke sana.
Halo, Tn. Tibbs. Aku Wayne Rigsby.
- Namamu seperti nama Duke. - Ya, ayahku suka dunia barat.
Pria yang luar biasa.
Keluargaku bercocok tanam, membesarkan ternak...
Dan anak-anaknya di Texas selama dua abad.
Tn. Tibbs, bagaimana kaujelaskan dirimu sebagai seorang pegawai?
- Mau kuambilkan minuman? - Tidak terima kasih.
Aku kemari untuk bicara soal suamimu, Henry.
Aku Grace Van Pelt dari CBI.
- Apa yang dia perbuat? - Dia belum berbuat apa-apa.
Tapi kami punya alasan untuk percaya bahwa dia mungkin berbahaya.
Mungkin? Itu kata-kata yang bagus.
Bicaralah padaku.
Tidak, Bu.
Aku sudah lama bicara dan aku lelah tak ada yang mendengarkan.
Dengar, entah kau sudah bicara pada siapa...
Tapi aku akan menanggapimu dengan serius.
Tidak.
Aku tak mau terpancing ke dalamnya lagi.
Bahkan ada satu hakim yang menolakku karena kondisiku tak stabil.
Aku akan urus diriku sendiri mulai sekarang.
Rachel, bisa tolong urus meja di belakangku?
Ya, tunggu sebentar.
Aku punya gelar S2 dalam psikologi forensik.
Pertanyaan yang kuberikan Rigsby berasal dari tes standar...
Untuk mendiagnosa psikopati.
Mengelabui target sehingga dia melakukan tes kesehatan mental.
Sentuhan yang bagus.
Aku hanya menghargai semangat tipu muslihatmu.
Aku sudah cek jawaban Tibbs dengan latar belakangnya.
Kau tahu tes itu mengungkapkan apa?
Tidak, tapi aku tak sabar mengetahuinya.
Tak ada.
Tak ada bukti psikopati klinis atau semacamnya.
Tibbs hanyalah makelar asuransi yang kehilangan pekerjaan.
Monster tanpa nurani, kekosongan empati manusia mana pun.
- Jane. - Tes bisa dibodohi.
Perilaku manusia tak pernah berbohong.
Orang biasa pasti akan meniru apa yang terjadi di dunia sosialnya.
Salah satu perilaku yang paling banyak ditiru?
Menyentuh wajah. Perhatikan Agen Rigsby.
Dia gugup seperti seekor anjing Border Collie.
Dia tak bisa berhenti menyentuh wajahnya.
Tapi Tibbs, tangannya tak pernah lepas dari meja.
- Tak sekali pun. - Itu kemajuan besar.
Benarkah?
Lihat caramu duduk sekarang.
Kau menyandar ke belakang sambil menyilangkan kakimu.
- Persis sepertiku. - Yang benar saja.
- Aku selalu duduk seperti ini. - Sungguh?
Mungkin kau benar.
Tentu saja aku benar.
Lihat? Kau normal.
Pria itu punya nurani seperti seekor moluska.
Hai, Tibbs.
- Aku bersamanya. - Baiklah. Silakan.
Tahun yang buruk untuk Merlot.
Itu sasaranku. Kau boleh coba tembak satu jika mau.
Baiklah.
- Terima kasih. - Tak masalah.
- Bagus! - Bagus, Tibbs!
- Itu hebat. - Itu maksudku.
Tersangka menembak "zombi" dengan M240 Bravo ilegal.
Memakai rantai peluru. Dioperasikan dengan gas.
- Zombi? - Target seperti manusia. Manekin.
Tak heran istri Tibbs meninggalkannya.
- Apa yang kau dapat darinya? - Dia tak mau bicara.
Tapi dari perintah perlindungan yang dia laporkan di bulan Mei...
Mereka bertengkar dan dia membawa palu ke kamar tidur mereka.
Dia menyalahkannya atas semua kegagalannya.
Maaf. Aku tak ingat ada perintah perlindungan dalam berkas Tibbs.
Hakim menyangkalnya.
Katanya permintaan Linda kurang spesifik...
Untuk menyatakan kondisi darurat.
Dia takut padanya tapi tak ada orang yang serius menanggapinya.
Satu, Henry Tibbs menjalani kehidupan yang berantakan.
Dua, dia terisolasi secara sosial. Tiga, dia memiliki senjata api.
Dan empat, istrinya baru saja meninggalkannya.
Empat poin profil klasik untuk seorang penembak massal.
Kita akan tahan Henry Tibbs atas tuntutan kejahatan bersenjata.
Lalu kita bisa memaksanya melakukan konseling.
Apa yang akan terjadi beberapa bulan setelah dia bebas?
Dia harus melapor ke petugas bebas bersyaratnya.
Kita semua tahu seberapa efektifnya itu.
Baiklah, dengar, tak ada sistem yang ideal.
Tentu ada. Kita ikuti Tibbs...
Dan tangkap dia saat mencoba membunuh secara massal.
Juri akan memenjarakannya seumur hidup. Sesederhana itu.
Kau pemimpin dan wiraniaga yang luar biasa, Tn. Jane.
Menurutku konseling adalah pilihan terbaik kita sekarang.
Dengan segala hormat, bukankah ini pantas dicoba?
Aku tak akan mengikuti seorang pria yang hampir menjadi penjahat...
Hanya untuk menunggunya bertindak.
Aku bersumpah untuk membuat prediksi jadi aku akan melakukannya.
Sebelum matahari terbenam, Henry Tibbs akan bertindak.
Beri kami waktu sampai saat itu.
Waktu kalian sampai hari ini.
Apakah Lisbon selalu selambat ini masuk kerja?
Dia punya urusan pribadi.
Selamat pagi. Aku dari CBI.
Aku mau tahu apakah ada yang menggadaikan kamera di sini...
- Dalam 24 jam terakhir? - Silakan lihat.
Kameranya adalah DSLR mahal dengan beberapa lensa.
Ya. Kamera itu masuk semalam. Seorang pria berkudis membawanya.
Giginya berantakan dan napasnya bau.
Kamera itu adalah bukti penyelidikan kasus pembunuhan.
- Di mana kamera itu sekarang? - Aku sudah menjualnya.
Kau punya catatan penjualannya?
Bagaimana dengan kartu memorinya? Apa kau sudah menjualnya juga?
Aku menjualnya secara terpisah.
Lebih banyak uang untukku.
Yang satu itu berkapasitas 32 gigabyte.
Aku perlu kamera digital yang masih berfungsi.
Tentu.
Tiga puluh dolar.
Kau akan kuberi 5 dolar jika aku boleh meminjamnya 2 menit.
Kau kenal pria ini?
Mike Flynn.
Dia bermasalah dengan emosinya.
Aku juga tahu di mana dia tidur.
Mike Flynn?
Keluar dari rumahku!
Kau Mike Flynn, 'kan?
Kalian ada dalam rumah orang dan aku akan...
Aku akan panggil polisi jika kalian tak pergi. Sekarang!
Tenanglah. Kami polisi.
Makan siang sushi? Kantong tidur mahal?
Bagaimana kau mendapatkan barang-barang ini?
Jalanan baru-baru ini baik padaku.
Kami harus periksa ranselmu.
- Turunkan itu! - Tenang.
Letakkan pisaumu.
Aku punya foto kau mendekati korban pembunuhan dengan pisau itu.
Kau mau jelaskan itu, Tn. Flynn?
Aku tak suka difoto.
Letakkan tanganmu di belakang. Sekarang.
- Lisbon. - Ini Cho.
Aku kehilangan Tibbs di jalan tol. Dia hilang dari pengawasanku.
Haruskah kita cemas?
Apa yang dilakukan Tibbs sebelum Cho kehilangan dia?
Berputar-putar di kota tanpa tujuan.
Seperti ramalanku. Dia mencoba mengumpulkan keberanian.
Kita bahkan tak bisa mengeluarkan surat penangkapannya.
Tentu bisa. Kita bisa tangkap dia atas kepemilikan senapan mesin.
Kau sudah berjanji. Sampai matahari terbenam.
Jika aku bisa masuk ke rumahnya...
Aku yakin bisa tahu ke mana Tibbs akan pergi.
Kau tak akan memberikanmu surat penggeledahan.
Tunggu dulu. Kita tak memerlukannya.
Yang kita perlukan hanyalah izin sang pemilik rumah.
Sudah kubilang, aku tak mau terlibat.
Kami tak minta itu, Nyonya. Kami hanya minta kau bekerja sama...
Tak peduli apa yang kalian butuhkan.
Aku tak percaya kalian dan aku tak akan membantu.
Jika kau berhenti sekarang, kau akan lewatkan bagian terbaiknya.
- Balas dendam. - Apa maksudmu?
Beberapa bulan lalu, aku punya tunangan yang...
- Dia mencoba membunuhku. - Kau bohong.
Semua orang kira dia pria terbaik. Termasuk aku.
Sampai dia mengeluarkan pistol.
- Apa yang kaulakukan? - Aku menembaknya.
Sampai mati.
Apa yang bisa kulakukan untuk membantu?
Kami perlu menggeledah rumahmu.
- Bagus. - Itu sebuah pilihan.
Tempat ini kurang sentuhan wanita.
Aku temukan sesuatu.
Stasiun imajinasi.
"Yang dibutuhkan kejahatan agar berjaya..."
"Adalah orang baik tak melakukan apa pun."
Aku yakin itu ucapan Edmund Burke.
Di mana pun Tibbs berada, setidaknya dia sedang tak membawa ini.
Tidak. Mungkin dia punya senjata lain.
Lihat ini.
Jadwal penampilan publik walikota.
Aku ingin tahu apa yang sudah dia lakukan agar Tibbs mengincarnya.
Tak masalah.
Yang Tibbs pedulikan adalah ketegangan membunuh orang penting.
Kekuatan walikota menjadi kekuatannya.
Di mana Tibbs sekarang?
Menurutmu siapa lagi yang akan jadi target kemarahannya?
Entahlah. Tapi dia belum menandatangani surat perceraiannya.
Apa kita punya seseorang di kantin tempat istri Tibbs bekerja?
Di mana dia? Di mana istriku?
Ransel. Bisa jadi senjata.
- Di mana istriku? - Kita harus menahan diri.
Jika bergerak terlalu cepat, kita akan membuka penyamaran.
Ada yang bisa kubantu?
Entahlah, Bung.
Apa kau membantu istriku sembunyi dariku?
Linda pulang cepat hari ini.
Dia tak pulang.
Dia sudah tak pulang selama berminggu-minggu.
Apa dia tinggal denganmu? Kau bisa bilang padaku.
Apa kau tertarik pada istriku?
Apa kau tidur dengan istriku?
Aku ingin kau pergi sekarang. Kumohon.
Kau menakuti tamuku.
Baiklah, aku akan pergi.
Tapi lain kali kau bertemu Linda...
Berikan dia sesuatu dariku.
Bilang padanya untuk tersedak ini.
Setidaknya kau tak menembak yang ini.
Jika aku memahami ini dengan benar, dua agenku nyaris menembak pria...
Dalam kantin yang ramai karena membawakan istrinya bunga.
Hampir adalah kata kuncinya.
Aku sudah mendengarkan, berempati, dan sudah cukup mendengar.
Kasus ini terlalu berbahaya. Kita butuh pendekatan baru.
Aku setuju. Tak boleh santai dan menunggu sesuatu membuat Tibbs gila.
Kita harus menciptakan penekan kita sendiri.
Apa maksudmu mendorong tersangka melakukan kejahatan?
Tak butuh banyak hal.
Potong listrik ke rumahnya. Beberapa telur dalam truknya.
Cukup untuk membuatnya mengamuk, lakukan hal yang kasar.
Kau keluar dari kasus, Jane.
Sebenarnya, tak ada kasus.
Henry Tibbs adalah pria sakit dan butuh bantuan psikologis.
Bagaimana jika dia tak bisa dibantu?
Maka kita adalah pelaku kriminal jika kita tak mencoba.
Aku akan mengajak Rigsby dan Cho.
Ke mana?
Aku akan menahan Henry Tibbs atas tindak pidana kepemilikans senjata.
Aku ingin tahu apakah bos baru kita agak sulit dipahami.
- Benarkah? Aku tak merasa. - Tibbs bisa membunuhnya.
Atau dia bisa menyelamatkan Tibbs.
Baiklah, kalian berdua lindungi dari belakang.
Aku muak melihat semua orang mempermainkan kehidupan pria ini.
Ya.
Kalian pegawai Grup Goldwyn, bukan?
Apa ini tentang wawancara pekerjaan?
Bukan, Tuan. Kurasa tidak.
Henry, namaku Luther Wainwright.
- Tunggu, kau ada di CBI. - Itu benar.
Kami bersama pemerintah. Kami sudah mengawasimu.
- Kau apa? - Kami bicara dengan istrimu, Henry.
Kami tahu kau sangat menderita dan kami mengkhawatirkanmu.
Pemerintah ingin memberimu sedikit bantuan.
Tunggu, apa yang terjadi?
Aku tahu ini agak membingungkan. Kami akan jelaskan.
Tapi pertama, kami harus menggeledah rumahmu.
- Aku punya surat perintah. - Kau tak butuh surat perintah.
Kau bisa masuk ke dalam rumahku. Aku tak menyembunyikan apa pun.
- Terima kasih. - Permisi, Pak.
Kita akan menerobos masuk. Jaga pintu belakang.
Tahan pintunya.
Ini Wainwright. Tibbs kabur. Kami minta helikopter pengawas.
Jane, Tibbs menghindari penangkapan. Dia kabur.
Baiklah.
- Kau. - Henry.
Baiklah. Tetap tenang. Jangan bergerak.
Jangan mengeluarkan senjata. Pria ini tak akan melukaimu.
Dia tak bisa melukaimu.
Jangan.
Bukankah itu benar, Henry?
Apa maksudmu?
Kau tak ingin menarik pelatuk itu.
Kau pikir kau akan melakukannya. Kau pikir itu akan...
Mematikan kekosongan jiwamu. Tapi kenyataannya...
Membunuh hanya akan membuat segalanya lebih rumit.
Percayalah padaku.
Aku tak berharap untuk hidup lebih dari hari ini.
Tapi kau bisa. Kau belum menyakiti siapa pun.
Singkirkan senjata itu dan kami akan berikan bantuan yang kau butuhkan.
Kurasa...
Kurasa sudah terlambat bagiku.
Dan semua orang di sini.
Tahan, Bos.
Keras sekali.
Apa kabar?
Kau ditahan atas percobaan pembunuhan...
Semua orang. Berbalik. Taruh tangan di atas kepala.
Apa yang terjadi? Bagaimana bisa tak ada yang terluka?
Saat menggeledah rumah Tibbs, kami sudah mengganti...
Semua peluru tajamnya dengan peluru kosong.
Untuk berjaga-jaga jika kami kehilangan dia lagi.
Sampai jumpa, Rekan.
Ayo.
Jaksa wilayah menawarkanmu 90 hari di penjara daerah...
Jika kau mengaku tidak membantah dua pencurian dari seseorang.
Kau akan punya ranjang hangat untuk musim dingin...
Dan penampungan yang menunggu saat kau keluar.
Kedengarannya bagus.
Terima kasih.
Aku pergi ke toko gadai hari ini.
Dan aku membeli sesuatu yang kurasa mungkin...
Bisa kau gunakan saat keluar.
Aku sudah lama tak memainkannya.
Kurasa tidak.
Pengacaramu akan datang sebentar lagi.
Jaga dirimu, Willie.
Itu tempatku.
Maaf.
Terima kasih.
Kau menjebakku hari ini.
Kau tahu aku akan jadi penekan yang membuat Tibbs gila.
Orang tak akan bisa mengetahui hal-hal seperti itu.
Jujur saja, aku sedang menyemangatimu.
- Benarkah? - Ya, kurasa...
Ciri muda atas kesungguhanmu agak menyegarkan.
Bagaimana kau tahu Tibbs akan ke taman itu?
Tebakan berpendidikan. Dia sudah menandainya di kalender.
Kenapa kau tak mengosongkan area?
Rencana yang disetujui olehmu...
Adalah untuk menangkap basah Tibbs. Kurasa begitu.
Kau ingat tes psikopati yang kuberikan pada Tibbs?
Ya.
Aku tahu kenapa itu tak berhasil.
Skala ratingnya berdasar pengamatan.
Makin lama kau habiskan waktu bersama subyek...
Makin akurat kau akan bisa mengamati sifat dan perilaku mereka.
Tebak apa yang sudah kulakukan?
Kau belum lakukan apa pun.
Lancar berbicara dan pesona dangkal. Ada.
Kau memujiku.
Harga diri yang besar. Benar sekali.
Licik dan manipulatif.
Kendali perilaku yang buruk.
Kegagalan untuk bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.
Maka kulakukan referensi silang atas semua pengamatanku...
Dengan sejarahmu sebagai pencuri dan tukang tipu.
Selamat, Jane.
Menurut nilai, kau adalah...
Psikopat klinis.
Itu jelas menjelaskan banyak hal.
Kini aku paham apa yang sedang kuhadapi.
- Aku akan menyesuaikan dengan itu. - Sebagaimana seharusnya.
Lisbon.
Apa semuanya baik-baik saja?
Ya, aku suka bos baru kita.
Kurasa kita akan bekerja bersama dengan baik.
- Apa kau mau teh? - Aku lelah. Aku akan pulang.
Aku membuat satu teko.
Baiklah. Aku akan bawa pulang.
- Kudengar kau menangkap buruanmu. - Begitu juga kau. Kerja bagus.
Apa menurutmu aku orang yang antisosial?
Ya, tentu. Siapa yang tidak?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.