All language subtitles for The.Mentalist.S04E02.Little.Red.Book.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ini kartu pengenalmu.

Selamat. Sekali lagi, kau konsultan di CBI.

Terima kasih. Bagaimana dengan Lisbon?

Agen Lisbon masih dalam penangguhan...

Menunggu proses investigasi departemen...

Karena tindakannya dalam kasus Red John.

Mulai kini, kau akan kerja sama dengan Ray Haffner.

Dia agen andal. Timnya luar biasa.

- Kau memecatnya. - Tidak juga.

Kami meninjau dengan hati-hati dan teliti.

Kau mempekerjakanku dan memecat Lisbon.

Menurutmu itu bukan tindakan buruk?

Kau yang menutup kasus itu.

Agen Lisbon melaksanakan misi rahasia...

Yang membuat 2 polisi dan 1 agen FBI tewas.

Pasti harus ada yang dipertanggungjawabkan.

Misiku. Itu misiku.

Dan itu masalahnya.

Kami mengharapkan pengawasan yang lebih baik dari agen senior.

Itu sebabnya Lisbon diperiksa dan timnya dipindah di posisi lain.

Haffner dan timnya sudah menangani kasus lain.

Ini alamatnya. Kau bisa langsung bekerja.

Menurutku tidak.

Tidak? Apa maksudmu?

Seperti yang tadi kukatakan.

Aku akan tangani kasus ini.

- Kau Jane, 'kan? - Ya.

Ray Haffner.

Kuharap kita bisa langsung bekerja. Bagaimana?

- Tentu saja. - Bagus.

Ini Patrick Jane. Jane, ini Rick Tork.

- Anthony Niskin. - Senang bertemu denganmu.

Dan Ed Masterson.

Tentu saja.

Nama korban adalah Markus Kuzmenko.

Dia dipukul dengan benda berat di sisi kiri kepalanya.

Tak ada tanda-tanda senjata si pembunuh.

Boleh?

Petugas taman menemukan mayatnya saat dia datang tadi pagi.

Koroner berkata kematiannya sekitar pukul 23.00 semalam.

Kami belum temukan saksinya.

Jane?

- Punya pendapat? - Ya.

Tahun mengajar kita untuk sabar.

Semakin pendek waktu kita, kapasitas menunggu semakin besar.

Itu pernyataan yang mendalam. Perkataan Budha?

Elizabeth Taylor.

Pria ini mati. Aku sangat yakin.

Baiklah jika begitu.

Terima kasih.

- Bagaimana lenganmu? - Semakin membaik.

- Terapi fisik membantu. - Bagus.

Katakan padaku, apa yang kauketahui tentang Ray Haffner?

- Kau kembali bekerja? - Ya. Sebagai konsultan.

Haffner.

Katanya dia tegas, taat peraturan.

Kurasa kariernya mulai dari Divisi Kejahatan Terorganisir FBI.

Dia menangani beberapa kasus besar...

Menggunakan penyadap dan teknik pengamatan kreatif.

- Pengamatan? - Ya.

- Kenapa kau ingin tahu? - Hanya penasaran.

- Aku boleh bawa ini? - Kau mau pulang?

Ya, ada kasus baru. Aku harus telepon dia dan jalan.

- Kau tahu aturannya. -Ya.

- Terima kasih sudah mampir. - Dengan senang hati.

Untuk kauketahui, Jane, aku tak apa-apa.

- Tentang? - Kehilangan pekerjaanku.

Aku tak katakan aku suka, tapi kita dapatkan Red John.

- Itu sepadan. - Jangan konyol.

Pertama, kau belum kehilangan pekerjaan.

Sidang dengar pendapat hanya formalitas.

Kedua, kita tak dapatkan Red John.

Timothy Carter berkata padamu dia adalah Red John.

Dia bohong. Carter pasti mengenalnya...

Karena dia katakan padaku...

Bahwa hanya pembunuh istri dan putriku yang tahu.

Tapi bukan dia pelakunya. Pelakunya masih bebas.

Ada yang menyuruh petugas keamanan mengambil pistol dan ponsel Carter.

Lalu membunuhnya.

SIapa yang bisa melakukannya selain Red John?

Ergo, Timothy Carter bukan Red John.

Carter sudah tahu ada kemungkinan kau akan membunuhnya.

Kau selalu berkata akan membunuhnya.

Mungkin dia menyuruh petugas...

Untuk ambil pistol dan ponselnya seandainya kau melakukannya.

- Kenapa? - Untuk mempengaruhi pikiranmu.

Dan itu berhasil.

Kau mencari orang yang sudah kau bunuh.

Istri Carter ditahan.

- Dia katakan sesuatu? - Tidak.

Saat dia bicara, tahu apa yang akan dikatakannya?

Bahwa kau menembak dan membunuh Red John.

Bagus.

Tidak.

- Terima kasih untuk tehnya. - Apa maksudmu?

Aku senang bertemu denganmu. Pulihkan lenganmu.

Kunci, uang receh. Apa pun dari metal.

Terima kasih.

- Jane? - Tugas baru?

Hanya sementara. Kami kekurangan orang.

Itu yang dikatakannya padaku.

Cho menelepon tadi pagi. Entah dia ditugaskan ke mana.

Grace masih menunggu sidang. Setidaknya kita punya pekerjaan.

- Kau sudah bicara pada Lisbon? - Ya.

Nanti kita akan adakan pertemuan rahasia.

- Beri tahu Cho dan Van Pelt. - Pertemuan rahasia tentang apa?

Nanti kuberi tahu.

Kunci.

Tork, tinggal 20 lagi sampai makan malam hari Selasa.

- Dewasalah, Saudaraku. - Ya.

Jane, kudengar dulu kau di sirkus, ya?

Tak begitu juga.

- Aku suka sepatumu. - Ya.

Aku ragu kalimat Niskin punya arti.

- Apa maksudmu? - Kau pendek. "Dewasalah".

Kurasa dia tak merujuk ke...

Tidak. Maksudku...

Tidak.

Ada informasi apa dari korban?

Kuzmenko warga negara naturalisasi. Aslinya dari Estonia.

Dia perenang di tim renang nasional Estonia.

Datang ke AS tahun 2002. Tak ada keluarga di sini.

Tork, jangan bermain-main dengan bola kecil sialan itu.

Membuatku gila.

Dia kerja di gym sebagai pelatih pribadi dekat gedung Capitol...

Namanya Work-It. Ada fotonya di situs.

Aku tahu gym itu. Banyak pesohor berolahraga di sana.

Jane.

Kau ahli membaca seseorang. Apa kata pria ini padamu?

Kurasa dia narsis dan penggoda sejati.

Bagaimana kau bisa tahu?

Seorang atlet yang kukunya dirawat, terlalu banyak parfum...

Celananya terlalu ketat dan dia mengemudi mobil berusia 20 tahun.

Baiklah. Itu berguna.

Masterson, kau dan Tork amati lingkungan rumah Kuzmenko.

Niskin, selidiki telepon dan emailnya.

- Aku bicara pada orang di gym. - Aku ikut denganmu.

- Tentu kau boleh ikut. - Agen Haffner.

Kau ingin bertemu aku?

Ya, Cho. Kita bicara di kantorku. Sampai bertemu di gym.

Duduklah.

Aku lihat anggota tim lamamu di lantai bawah. Rigsby?

- Berat sekali. - Kurasa begitu.

Aku tahu reputasimu, Cho. Aku baca berkasmu.

Kau polisi baik.

Tapi kasus Red John membuat Bertram marah.

Itu menempatkanmu dalam posisi buruk.

- Menurutmu Jane bagaimana? - Apa maksudmu?

- Kau percaya padanya? - Tergantung.

Menurutmu dia lebih pintar daripada kau?

Ya.

- Lebih pintar daripada aku? - Ya.

Mungkin kau benar. Aku baca berkasnya Jane.

Aku tahu apa yang akan terjadi. Dia akan mengkhianatiku.

Membohongiku, menipuku.

- Benar, 'kan? - Kira-kira begitu.

Dia juga akan menutup kasus. Aku juga mengerti.

Aku bisa kerja dengan Jane. Aku cuma perlu bantuan.

Seseorang yang mengenalnya dan bisa memberi tahu apa yang terjadi...

Memperingatkanku jika sesuatu akan terjadi.

Aku tak membahas tentang pengkhianatan.

- Aku hanya mau diberi informasi. - Apa bedanya?

Perbedaannya, jika kau membantuku, kau dapat posisimu dan usut kasus.

Jika tidak, kau bisa kerja di lobi dengan temanmu, Rigsby.

Kau mau di mana?

Di sini.

Senang mendengarnya.

Ini berkas kasusnya.

Senang kau bisa bergabung, Cho.

Aku mengagumi putramu. Dia setinggi badanmu?

Tidak. Usianya baru 9 tahun.

Badannya sebesar Tork?

Tidak, Bung. Tork tak sependek itu.

Tidak. Putraku setinggi ini.

Niskin baru saja membicarakan aku?

Aku harus menelepon.

Sialan.

Aku perlu bantuan mencari lokasi benda spesial.

Pemilik gym ini adalah Jocelyn Chapin.

Jika tak keberatan, aku yang memimpin.

- Tentu saja. - Baiklah.

Nn. Chapin.

Nn. Chapin. Hai. Aku agen Ray Haffner dari CBI.

Dia Patrick Jane, seorang konsultan.

- Aku tak percaya dengan hal ini. - Aku mengerti.

Berapa lama Kuzmenko kerja di sini?

Hampir 9 tahun.

Dia mulai kerja di sini saat tiba di AS.

- Dia akrab dengan orang-orang? - Ya. Semuanya.

Markus disukai semua orang.

Dia memesona. Kau tak akan bisa menolaknya.

Akhir-akhir ini dia punya masalah?

Setahuku tidak.

- Mike? - Ya?

Ini Mike Villanueva. Dia dan Markus berteman.

Mereka agen dari CBI.

Tak masuk akal ya? Kami berolahraga di sini.

Apa Markus menjelaskan kesulitannya? Uang? Masalah lain?

Tidak. Kehidupannya baik-baik saja.

Rasakan ini.

- Kami membuatmu bosan, Jane? - Tidak. Sama sekali tidak.

Maaf. Kupikir kau yang memimpin di sini.

Berapa klien yang ditiduri Kuzmenko?

Apa?

Katamu dia mempesona, tampan. Dia pasti sering memilih.

Aku harus kembali pada klienku.

- Ada peraturan tentang itu. - Itu tak menjawab pertanyaanku.

Dengar. Banyak orang terhormat datang kemari. Mengerti?

Politikus, istri politikus.

- Mereka mengharapkan kebijaksanaan. - Kami tak terlalu peduli.

Jawab pertanyaannya.

Aku dengar kabar tentang Markus dan para kliennya.

Jika itu benar, aku akan memecatnya.

Dan aku tak mau lakukan itu.

Markus adalah pelatih tersukses yang pernah kami miliki.

Jadi aku tak tanya dia.

Aku tak punya nama-namanya.

- Kecuali dirimu sendiri. - Ya.

Ya, sudah lama terjadi. Sangat singkat.

- Markus dan aku sempat suka. - Suka.

Tak ada hubungan serius.

- Kami berteman. - Baiklah.

Aku perlu nama semua klien Kuzmenko.

- Cincinmu indah. - Terima kasih.

Pasti mahal harganya. Suamimu pasti murah hati.

Ya. Boleh kulanjutkan?

Satu hal lagi.

Markus Kuzmenko lembut atau kasar?

- Kau tak apa-apa? - Kau baik-baik saja?

Ada yang jatuh!

Temanmu, Tn. Jane, kenapa dia bisa tahu?

Matamu bengkak. Dia tahu kau telah menangis.

Apakah suamiku harus tahu tentang ini?

Tergantung dari pernyataanmu.

Ini terjadi beberapa bulan lalu.

Markus datang ke rumahku seminggu sekali...

Untuk melatih otot perutku.

Dia lucu, memesona, dengan sikap jahatnya.

Tak punya moral. Tahu maksudku?

Tak tahu tentang aturan moral, kebalikannya menjadi jahat.

Itu bisa menjadi hal yang menarik.

Suamiku tak seperti itu.

Maksudku tak bermoral.

Markus tak pernah memukulku.

Kurasa aku menggodanya.

Berapa lama hubungan ini berlangsung?

Dua kali.

Aku dan Markus tak berpacaran.

Jika itu hanya pertemuan singkat beberapa bulan lalu...

Kenapa kau menangis pagi ini?

Dia tewas.

Itu menyedihkan.

Data teleponmu menyatakan Markus meneleponmu minggu lalu.

Kau yakin hubungan kalian berakhir?

Markus berkata, dia punya usaha bisnis.

Dia mau bicara denganku dan suamiku tentang investasi.

Tak terpikir olehnya itu akan jadi pembicaraan yang canggng.

Dia berbisnis apa?

Aku tak tahu.

Kukatakan padanya kami tak bisa membahas bisnis ini.

Lalu bagaimana dengan suamiku?

Kemungkinan besar kami tak akan bicara dengannya.

Aku tak suka jika dia tahu.

Meskipun sedikit saja? Kuharap dia tahu.

- Kita harus mengawasinya? - Sepertinya dia tulus.

Dia tipe wanita pemalu dari pinggiran kota.

Yang dia bunuh akhir-akhir ini hanya sebotol anggur Chardonnay.

Niskin!

- Menurutmu ini lucu? - Apa maksudmu?

Aku baru temukan sepatu ini di mejaku beserta catatan!

"Tork, coba sepatu hak tinggi ini." Menurutmu ini lucu?

Aku tak ada hubungannya dengan hal itu, Bung.

Karena aku pakai sepatu hak tinggi, menurutmu aku jadi lelucon?

Aku tak tahu tentang sepatumu, tapi ini sungguh lucu, Kawan!

Sudah.

- Hentikan! - Aku bertaruh pada pria kecil itu.

Aku bertunangan dengan pria ini. Namanya Craig.

Sepertinya dia orang baik. Kami bahagia.

Lalu aku tahu dia kaki tangan pembunuh berantai bernama Red John.

Dan dia mencoba membunuhku dan beberapa orang lainnya...

Maka kau harus menembaknya.

Katakan, bagaimana rasanya menceritakan ini?

Ceritakan saja.

Tak baik. Cukup buruk.

Bisa kaujelaskan?

Boleh tanya? Biasanya berapa lama terapi berlangsung?

Tergantung. Tak ada kalender persisnya.

Aku merasa kau ragu-ragu.

Kurasa...

Aku tak percaya hal ini benar-benar terjadi.

Pembicaraan ini.

Apa intinya?

Grace, seseorang yang kau percaya dan kaucintai mengkhianatimu.

Dia sangat mengkhianatimu. Kau jadi harus membunuhnya.

Itu perlu dibahas.

Bisa jadi lebih buruk. Aku bisa saja menikahinya.

Tak boleh menelepon saat terapi. Itu peraturan.

Ini pekerjaan. Aku harus jawab.

Maaf.

Van Pelt.

Aku akan tiba dalam 15 menit. Pada siapa aku melapor?

Karena Agen Tork sudah dipindahkan dari tugas aktif...

Kusimpulkan kau mau menggantikannya. Apakah aku salah?

Agen.

Tidak. Kau tak salah. Kami butuh bantuan.

- Masuklah. Kau akan kerja. - Terima kasih, Pak.

Baiklah.

Semua baik-baik saja, Agen?

Ya. Permisi.

Kau hebat sekali dalam menyingkirkan Tork.

Tork.

Dia selalu marah dengan semua orang yang lebih tinggi daripada dia.

Pada akhirnya dia akan marah.

Kau mau perhatianku, kini kau mendapatkannya.

Tapi jika kau mau mempermainkanku atau timku, kau akan dapat masalah.

Kau tahu Babe Ruth meletakkan daun kubis di bawah topinya agar dingin?

Dia menggantinya di setiap inning.

- Agen? - Ya?

Di malam sebelum pembunuhan...

Ada wanita yang membawa anjing melihat orang mencurigakan...

Duduk dalam mobil dekat rumah Kuzmenko.

Katanya orang itu sudah di sana selama beberapa jam.

- Dapat plat nomornya? - Milik Mike Villanueva.

Mike...

Saat kita bicara, kau tak membahas jika kau mengunjungi rumah Markus...

Tepat sebelum dia dibunuh.

Aku tak mau membicarakannya depan bosku, Itu saja.

Kenapa mengkhawatirkan bosmu?

Bisnis terjadi di gym. Jocelyn membawa klien baru pada kami.

Siapa pun yang kehilangan klien akan dapat masalah.

Kau kehilangan klien?

Tidak.

- Markus mencuri klienmu? - Ya.

Pada dasarnya.

Markus tampan dan pandai bicara, maka orang mau kerja dengannya.

Dia tak memaksa mereka seperti yang kulakukan.

Aku berusaha keras pada mereka.

Tahu yang kudapat? Lima orang jadi klien Markus dalam sebulan.

Ya. Jadi kau ke rumah Markus untuk menantangnya?

- Dan aku ingin lakukan itu padanya. - Apa yang terjadi?

Tak ada apa-apa. Dia minta maaf.

Katanya dia mengambil klien karena perlu uang.

Tapi dia dapat banyak uang, maka dia tak perlu klien tambahan lagi.

Lalu kami ke rumahnya dan mabuk.

Itulah Markus.

Aku ke sana mau memukulnya malah berakhir dengan pesta.

- Dia perlu uang untuk apa? - Dia tak mau katakan padaku.

Katanya tak boleh ada orang di gym yang tahu.

- Dari mana dia dapat uangnya? - Dia tak mau katakan padaku.

Tapi...

Aku punya firasat, dari cara bicaranya...

Bukan dari tempat yang baik.

Pertanyaannya, untuk apa Kuzmenko perlu uang?

Dan dia dapat dari mana?

- Itu dua pertanyaan. - Aoa?

Dua pertanyaan.

Bos Kuzmenko di gym, Jocelyn Chapin, mengirim data kliennya.

Ada beberapa orang penting dalam daftarnya.

Senator negara, anggota parlemen, orang yang kerja untuk gubernur.

- Itu nama yang kukenal. - Banyak klien wanitanya.

Pikir jika beberapa dari mereka akan membayar...

Agar perselingkuhannya dengan Kuzmenko tak ketahuan.

Menurutmu Kuzmenko menidurinya dan memerasnya?

Mungkin saja.

Menurutmu bagaimana, Jane?

Aku mau mengejarnya dan cari uang yang didapat Kuzmenko.

Jika bukan akun bank, cari di akun lain...

- Seperti di kotak deposito. - Baiklah.

Cho, kau dan aku akan selidiki daftar ini.

Mulai dari kliennya akhir-akhir ini.

Coba identifikasi dia tidur dengan siapa.

Kau mau ke mana?

Kupikir aku mau ke rumah Kuzmenko dan melihat-lihat.

Kenapa?

Itu yang kulakukan.

Jangan sendirian. Masterson, temani dia.

- Baiklah. - Awasi dia.

Baiklah.

Rumah Markus Kuzmenko Sacramento, California

- Kau mencari apa? - Apa pun yang bisa dilihat.

Kami sudah ke rumah ini. kami tak temukan apa-apa.

Aku yakin kau tak temukan apa pun.

Cukup bodoh, ya?

Jika kau mau kopi, tak akan kukatakan Haffner.

Ya, aku akan minum kopi.

Anggap rumah sendiri.

Kita hanya perlu melihat-lihat lagi.

Lihat aku?

Aku mau istirahat.

Waktunya untuk istirahat dan bersantai.

Tenang saja.

Tutup mata...

Dan akhiri harimu.

Istirahat...

Dan bersantai.

Coba tak lihat apa pun...

Atau dengar apa pun.

Biarkan waktu berhenti.

Istirahat...

Dan bersantai.

- Ada apa? - Tak ada apa-apa.

Kau melakukan sesuatu padaku?

Kau menghipnotis aku.

Itu tak mungkin.

Kau tahu, hanya orang yang pikirannya lemah...

Dan orang yang mudah dimanipulasi yang bisa dihipnotis.

Ya. Kita pulang.

- Aku belum selesai. - Sudah.

Baiklah.

- Halo? - LaRoche?

- Ya. - Hai, aku Lisbon.

Aku mau minta bantuan.

Tentang Sally Carter.

Pak?

Aku sibuk, Agen.

Maaf. Tapi tak ada yang aneh dari cek atau tabungan Kuzmenko.

- Tapi kutemukan hal lain. - Apa?

Beberapa hari sebelum dia dibunuh...

Kuzmenko empat kali menelepon Oleg Mostovoi.

Dia tak di gym dan ini pertama kali Kuzmenko meneleponnya.

Ini terjadi tepat sebelum Kuzmenko mulai berkata dia punya banyak uang.

Mungkin Mostovoi ada hubungannya dengan hal itu.

Mungkin dia temannya.

Jika mau dapat uangnya, lacak uangnya.

Temukan, lalu bahas tentang Mostovoi, Muscovy, siapa pun.

- Van Pelt. - Grace, waktunya pertemuan rahasia.

Aku akan datang.

Menurutku, hanya satu kesempatan menyelamatkan posisi Lisbon.

Menurutmu kita bisa?

Kita hanya harus mengungkap pembunuhan tanpa Haffner.

Lalu kita bawa pembunuhnya ke Bertram...

Gunakan kesuksesan kita sebagai pengganti Lisbon kembali.

- Itu tak akan berhasil. - Ayolah.

- Kapan aku memimpin ke arah salah? - Akhir-akhir ini?

Bagaimana kita pecahkan pembunuhan tanpa Haffner?

Kita tangkap pembunuhnya sebelum dia menangkapnya.

Kuzmenko adalah atlet.

Dia pemegang rekor yang motivasinya kuat.

Tak heran itu termasuk data detail para rekan bercintanya.

Mungkin dengan sistem peringkat.

Kau harus masuk rumahnya dan temukan daftar para kekasihnya.

Mungkin buku alamat, kalender, buku catatan.

Aku tak suka ide ini.

Itu melanggar. Posisi kita sudah bahaya.

Ini demi pimpinan kita.

Jika ini salah, kita akan keluar. Tak akan ada kesempatan lain.

Aku tak peduli. Aku ikut rencanamu.

Aku juga.

- Baiklah. - Itu baru semangat.

Kau mau tahu apa Jane lakukan sesuatu.

Duduklah.

Penjara Daerah Sacramento Sacramento, California

- Terima kasih sudah lakukan ini. - Tak apa-apa, Teresa.

Bertram sudah memperlakukanmu dengan menyedihkan.

Tak hanya dia meminta pendapatku tentang masalah ini.

Kenapa kau mau bicara pada Sally Carter?

Aku mau tanya tentang Red John.

Dia tak bicara pada siapa pun sejak dia ditahan.

Jangan terlalu berharap.

Untuk informasi saja...

Aku keluar dari Unit Kejahatan Utama.

Aku kembali ke Layanan Profesional. Itu juga penugasan sementara.

Semoga berhasil.

Terima kasih.

Kerja sama denganmu dan Jane sangat menarik.

Kurasa itu kalimat sopan atas apa yang sudah terjadi.

Terima kasih.

Buka pintunya.

Ny. Carter?

Ny. Carter?

Panggil tim medis kemari!

Tim medis ke C-38.

Tim medis ke sel C-38.

Semua tahanan kembali ke selnya.

Bagaimana bisa?

Dia menyimpan sendok dan meruncingkan ujungnya.

Mengiris pergelangan tangan dan tenggorokannya.

Apa yang kaulakukan di sini?

Aku datang untuk tanya apa suaminya Red John.

- Karena kau perlu diyakinkan. - Usaha yang bagus.

Ternyata aku tak perlu tanya. Dia menuliskan catatan.

"Hidupku dimulai saat bertemu raja dan tuan dalam hatiku, Red John."

"Kini dia sudah tiada, hanya ada bayangan dan kesunyian."

Dia menulis lagi.

Ya, sepertinya ada alasannya. Aku mau lihat.

Lihat?

Kau berhasil membunuh Red John.

- Jane? - Aku sedang membaca.

Bagaimana dengan terapinya?

Setiap kali aku cerita itu membuatku merasa lebih buruk.

Kurasa aku tak mau pergi ke sana lagi.

Grace, kau harus terapi. Itu tuntutan pekerjaan.

Bisa saja penasihat spritual.

Ayah baptisku majelis gereja Presbiterian.

Dia akan tanda tangani formulirnya.

Menurutmu itu ide bagus?

Ya.

Biar kubuka.

Agen.

Mencari daftar ini?

Ini kutemukan tersembunyi di kamar tidur Kuzmenko.

Empat belas kliennya ditulis di sini beserta detail seksualnya...

Dan semacam sistem penilaian.

Ada kemungkinan bagus salah satu wanita ini membunuhnya.

Tapi kau tak akan katakan itu padaku, 'kan?

Mungkin tidak.

Ya. Kau mau pecahkan kasus ini sendiri.

Dulu rencanaku begitu.

Menurutmu hal itu akan terjadi?

Menurutmu aku tak mengamatimu terus?

Jane, aku akan kerja sama denganmu jika kau beri aku kesempatan.

Aku bawa ini ke Bertram. Keluar.

- Dia percaya? - Benar.

Saatnya sebarkan berita ini.

Biar kusimpulkan.

Haffner punya buku alamat, tapi palsu?

Palsu sekali.

Bagaimana cara dia temukan itu di rumah Kuzmenko?

Aku menyalin namanya dari daftar klien Kuzmenko.

Lalu kuletakkan bukunya di mana Haffner akan menemukannya.

Lalu kukatakan pada Haffner bahwa Jane pikir buku alamat ada di rumah.

- Maka dia ke rumah itu. - Kenapa?

Haffner ahli mengamati. Aku tahu dia akan mengikuti kami.

Aku harus lakukan sesuatu agar dia tertipu.

Kini kita bisa pecahkan kasusnya tanpa diawasi Haffner.

- Tidak. - Jangan cepat-cepat.

Aku akan tanya padamu sebentar lagi.

Saat Bertram tahu tentang ini, dia akan menugaskan koroner.

- Kami tahu itu ada risikonya. - Makanya kau harus selesaikan!

Hampiri Haffner dan minta maaf. Katakan ini semua salah Jane.

Itu tak adil.

Mungkin dia bisa yakinkan dia untuk memberimu kesempatan lain.

- Itu tak akan terjadi. - Benar.

Astaga. Kenapa kaulakukan ini?

Kalian tak dapat masalah. Kalian hanya harus hati-hati.

Kami mau kerja untukmu.

Biar kau bicara sendiri dengan Jane.

Aku bisa membunuhmu dengan tangan kosong.

Ini bukan pertama kalinya. Ayolah, kau tak punya pilihan.

Kau tak melakukan apa-apa, mereka dipecat.

Kau bekerja denganku, mereka tetap bekerja.

Dan kau bahkan juga dapat pekerjaanmu kembali.

Baiklah. Tapi hanya kau dan aku.

Mereka tak melakukan apa-apa lagi.

- Apa rencananya? - Rencananya, tangkap pembunuhnya.

Cukup jelas.

Jocelyn Chapin. Aku Patrick Jane.

Kami hampir menangkap pembunuhnya...

Tapi kami butuh bantuanmu untuk membuktikannya.

Ambillah pulpen dan kertas.

Harus ada beberapa orang yang berada di gym-mu.

Kita akan butuh itu...

Semprotan bersinar yang digunakan petugas olah TKP.

- Semprotan bersinar? - Ya. Semprotan bersinar.

Semprotan itu penting. Punya pulpen?

Kami hargai bantuanmu.

Menurut kalian ini akan berhasil?

Aku yakin sekitar 68,2 persen.

Mohon perhatian semuanya?

Ya, semuanya. Kau. Yang pakai benda di telinga.

Ya. Bisakah kau... Pak!

Kau juga. Terima kasih. Tak akan sakit sama sekali.

Namaku Patrick Jane. Dia Teresa Lisbon.

Kami menyelidiki kematian Markus Kuzmenko.

Pembunuhnya ada di suatu tempat di ruangan ini sekarang.

Kuzmenko dipukul dengan benda berat.

Kami yakin salah satu beban dari gym ini.

Karena itu kami akan mengujinya dengan semprotan ini.

Semprotan ini bisa mendeteksi jejak darah di permukaan...

Melalui sinarnya, walaupun sudah dibersihkan.

Kita temukan bebannya, kita temukan juga pembunuhnya.

Jadi, duduklah dengan tenang dan bersabar.

Pembunuhnya akan segera terungkap.

- Terima kasih. - Permisi.

- Ya? - Hai. Aku pengacara.

Meski kalian menemukan darah di salah satu beban itu...

Tak ada cara menghubungkannya dengan orang di ruangan ini.

- Sidik jari, Kawanku. - Sidik jari?

Ada banyak sidik jariku pada beban itu.

Tpi bukan berarti aku menggunakannya untuk membunuh seseorang.

Kau membuat poin menarik. Baiklah. Hipotetis.

Bagaimana jika kusembunyikan beban itu di mobilku?

Atau di kantorku. Atau di rumahku.

Apa itu akan membuktikan bahwa aku pembunuhnya?

Jika kau menemukan senjata pembunuh di mobilku? Ya.

- Apa ada di mobilmu? - Tidak.

Tidak. Aku tahu tak ada di mobilmu, karena beban itu ada di mobilnya.

- Bukan begitu, Jocelyn? - Apa?

Beban yang kau gunakan untuk membunuh Markus.

Kau sembunyikan di mobilmu saat kami bilang mau datang, bukan?

- Tidak. - Yang benar saja.

Kau tiba-tiba ketakutan saat aku menyebutkan "mobil".

- Tidak. - Ya, kau takut.

- Aku tidak takut. - Kau takut.

Hanya ada satu cara memastikannya. Mari?

Apa ini?

Itu kettlebell.

Aku menyimpannya di bagasiku untuk mengunjungi rumah klien.

Bisa kau jelaskan, kenapa ada darah di sana?

Nn. Chapin, aku baru saja bicara dengan pria bernama Oleg Mostovoi.

Dia rentenir.

Dia bilang, beberapa hari sebelum pembunuhan...

Dia meminjamkan Kuzmenko 75 ribu dolar.

Dan Kuzmenko bilang, dia butuh uang untuk memulai gym-nya sendiri.

Apa karena itu kau membunuhnya? Karena dia akan bersaing denganmu?

Aku dengar dari makelar tanah kalau Markus mencari tempat gym.

Gym-ku tak berjalan dengan lancar lagi.

Jadi, jika dia pergi dan punya klien sendiri...

Gym-ku tak akan bisa tetap buka.

Kau merayunya?

Aku memohon agar dia tetap tinggal.

Itu memang memalukan.

Kubilang, dia seharusnya tak pergi, karena kami diciptakan bersama.

Dan dia hanya memandangku.

Seolah aku tak mengerti yang kubicarakan.

Dia sudah lupa.

Aku yakin ada banyak wanita sejak saat itu.

Lalu akhirnya dia ingat dan dia memesona, tentu saja.

Tapi aku tak mampu mengingat tampilan itu.

Seolah aku telah dihapus.

Jadi, aku pergi ke rumahnya dan menunggunya.

Kalian tahu? Aku tak tahu kenapa aku melakukannya.

Aku pernah menjalani diet sangat ketat.

Kalian tahu, hal itu mengacaukan gula darahmu.

Mungkin karena itu.

Ray, kau bilang buku ini mengandung banyak wanita politik terkenal...

Yang punya hubungan gelap dengan korban dalam kasusmu.

Dan pembunuhmu mirip dengan salah satu wanita ini.

Yaitu mimpi buruk bagian hubungan masyarakat. Benar?

Maka aku menghubungi pemimpin kedua partai untuk memperingatkan...

Bahwa kita mungkin akan menindak ini.

Karena hal yang lebih mereka benci daripada berita buruk...

Adalah dikejutkan berita buruk.

Tapi dengar dan perhatikan...

Aku menemukan beberapa nama ini palsu.

Tak ada skandal.

Bahkan buku ini bukan milik korban.

- Buku ini milikmu, kurasa? - Ya, boleh kuambil? Terima kasih.

Aku benci membuat peringatan salah. Membuatku merasa sangat bodoh.

Yang kukira, inti masalahnya.

- Mungkin. - Jika aku boleh, Pak...

Tidak, kau tak boleh.

Ray, kukira kau bisa mengatasi Jane.

Kita semua membuat kesalahan.

Tapi kami akan temukan hal lain untuk kau kerjakan. Jangan khawatir.

Kini aku punya masalah.

Karena...

Kebutuhan mendesak atas keahlianmu justru bersamaan...

Dengan keinginanku untuk memecatmu sebelum kau hancurkan Biro.

Atau karierku. Atau keduanya.

Aku mengerti.

Kau orang yang sulit.

Kau tahu siapa yang selalu sangat dengan mudah terpengaruh olehku?

Ya, tentu saja. Lisbon.

Maafkan aku. Tidak mungkin.

Kalau begitu, kau akan terus punya masalah.

Hai, kau yang sendirian. Kau menetap kembali?

Hampir.

Bagaimana kau melakukannya? Bisa membuat Bertram setuju.

Tak terlalu sulit. Diskusi rasional antara dua pria berakal.

Diskusi yang rasional. Aku yakin.

- Tapi intinya, lanjutkan. - Maaf?

- Katakan. Aku tak mau jadi malu. - Katakan apa?

- Maksudmu, ucapkan terima kasih? - Sama-sama.

Apa sesulit itu?

Intinya, tak berurusan denganmu tiap hari sangat melegakanku.

Nyeri punggungku hilang, aku tidur dengan nyenyak.

Jadi, sebenarnya aku tak yakin bersyukur bisa kembali.

Kau pembohong yang buruk. Jangan tersinggung.

Orang jujur yang baik, pasti pembohong yang buruk.

Hingga kau merasa bagaimana?

Jane, keamanan menghubungi. Ada yang menunggumu di bawah.

- Namanya Rosalind Harker. - Terima kasih, Grace.

- Tak masalah. - Rosalind Harker?

Wanita yang tinggal bersama Red John 3 atau 4 tahun lalu?

Mereka sebenarnya tidak tinggal bersama.

Dia lebih seperti teman kencannya.

Untuk apa kau menemuinya?

Senang kau kembali kemari, Lisbon. Sangat senang.

Apa yang kau lakukan, Jane?

Terima kasih sudah menyetujui ini, Rosalind.

Aku tidak sedang sibuk. Selain itu, terdengar mendesak.

Memang, dari satu sisi. Apa kau masih main piano?

Tidak juga. Aku lelah bermain untuk diriku sendiri.

- Kurasa aku butuh penonton. - Baiklah. Tempatnya di sini.

Pintu keluar masuk ke kanan.

Ada masalah?

Hanya rasa dingin.

- Ayo. - Baiklah.

Tak ada yang mengenali mayat ini? Sangat menyedihkan.

Menurutmu mereka telah melakukan sesuatu padanya.

Pasti ada periode menunggu atau semacamnya.

Ya, semacam itu.

Apa kau paham, dia tak pernah sebut dirinya Red John padaku?

Pria yang aku tahu adalah Roy Tagliaferro.

Roy dan Red adalah orang yang sama. Aku yakin itu.

Apa ini dia?

Aku tak pernah bertemu pria ini. Aku tak tahu siapa dia.

Terima kasih.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.