Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tiarap!
Di sebelah sana!
Patrick, sepertinya ini buruk.
Kau mau ceritakan versimu, apa kita bisa meluruskannya?
Itu cerita yang panjang.
Pria yang kubunuh adalah Red John.
Jadi kau mengakui telah melakukannya.
- Kau membunuhnya. - Benar.
Aku tak bisa menyangkalnya, bukan?
Ada 500 saksi.
Dia Red John.
Red John si pembunuh berantai yang terkenal. Red John itu?
Ya, dia membunuh istri dan putriku.
Jadi apa yang kaulakukan itu menurutmu pembunuhan bermoral?
- Ya. - Bagaimana kau tahu itu dia?
- Dia memberitahuku. - Dan kau memercayainya.
Dia tahu soal istri dan putriku yang hanya diketahui Red John.
Apa itu?
Aroma mereka di malam dia membunuh mereka.
Baiklah.
- Ada yang dengar obrolan kalian? - Tidak.
Kau bisa bilang dia mengatakannya, tapi tidak bisa membuktikannya.
Aku tidak bisa, tapi senjata yang dia bawa membantuku, bukan?
Jika kau periksa ponselnya, ada telepon pukul 13.15...
Dari agen FBI bernama Craig O'Laughlin.
Dia terbukti sebagai kaki tangan Red John.
Apa kau sedang dalam pengobatan, Patrick?
Tidak. Apa hubungannya?
Ini masalahnya, kau menceritakan kisah yang bagus.
Jika itu benar, kau mungkin bisa dikenai pembunuhan tidak disengaja.
- Paling lama 5 tahun penjara. - Itu benar.
Ya, tapi masalahnya, pria yang kau bunuh bernama Timothy Carter.
Dia pengusaha lokal yang sangat dihormati.
Seorang suami dan ayah yang setia tanpa catatan kriminal.
- Itu tidak benar. - Tunggu, biar kuselesaikan.
Kami sudah melihat ponselnya dan rinciannya ada di sini.
Tidak ada telepon dari O'Laughlin.
Tidak ada.
Coba tebak apa lagi?
Dia tidak membawa senjata.
Tidak ada senjata.
Kau mengerti bagaimana buruknya ini?
Entah kau berbohong pada kami atau kau menjadi gila...
Dan membunuh orang yang tidak bersalah.
Distrik Sacramento Pengadilan
Ardiles. Senang bertemu denganmu.
Untuk menghemat waktu, aku minta maaf.
Tapi aku tidak bisa meringankan jaminan Jane.
Tidak, aku tidak ingin kau melakukannya.
Justru sebaliknya, aku mau kau memastikan...
Dia dipenjara selama mungkin.
Baiklah, dia orangmu.
Jangan salah paham, sungguh menyakitkan melihat pria baik...
Karyawan produktif seperti Jane terpuruk.
Tapi ini soal pengendalian kerusakan.
Kami harus pastikan dia aman sampai sirkus media ini terlewati.
- Dimengerti. - Bagus.
Yang Mulia, terdakwa dituntut...
Kejahatan kejam dan tidak bisa dijelaskan...
Yang mungkin mendapatkan hukuman mati.
Tidak berhubungan dengan masyarakat, tidak punya rumah di sini...
Dan pasti dianggap sangat berisiko.
Aku minta jaminan ditetapkan minimal 1 juta dolar.
Tn. Jane, kau yakin akan mewakili dirimu sendiri?
Hal itu jarang menjadi ide yang bagus.
Aku yakin, Yang Mulia. Aku hargai kepedulianmu.
Bagus kalau begitu. Ada masalah dengan jaminan?
Tidak masalah. Tidak ada keberatan.
Benarkah? Kau bisa membayar 1 juta dolar?
Tidak. Aku senang di penjara untuk sekarang. Aku butuh waktu berpikir.
Maka kami akan mewajibkanmu.
Jaminan ditetapkan sebesar 1 juta dolar.
Agen Lisbon.
Apa kabar?
Aku rasa cukup baik.
Obat penahan sakit sungguh hebat sekarang?
- Kau sudah bertemu Jane? - Di seberang ruang pengadilan.
- Bagaimana keadaannya? - Cukup baik.
Aku ingin menyampaikan rasa simpati terdalamku dan Biro.
Terima kasih.
Dokter bilang aku sudah bisa bangun sekitar satu hari lagi.
Bagus sekali.
Jangan percepat pemulihanmu. Kau punya banyak waktu.
Kau dan timmu diskors per hari ini.
Diskors? Kenapa?
Benarkah? Kau harus mempertanyakannya?
Kau membiarkan orang yang jiwanya terganggu untuk memimpin kegiatan.
Kau membiarkannya menembak orang tidak bersalah.
- Kami tidak mengetahuinya. - Seorang pria tidak bersalah.
Puncaknya kau melakukan penipuan rumit padaku...
Untuk mengumpulkan bukti bahwa aku, bosmu sendiri...
Adalah bagian dari konspirasi kriminal besar.
- Boleh kuteruskan? - Kau tidak bisa melakukan hal ini.
Tenanglah, Lisbon. Fokuslah pada pemulihanmu.
Kami akan tinjau statusmu saat kau benar-benar pulih.
Tapi bagaimana dengan Jane?
Lupakan soal Jane.
Perawat.
Bagaimana pekanmu?
Kau seharusnya di RS. Sedang apa kau di sini?
Aku baik-baik saja. Bagaimana keadaanmu?
Aku juga baik-baik saja.
Kau membunuh pria tidak bersenjata di depan 500 saksi.
- Keadaanmu tidak baik. - Dia membawa senjata.
Seseorang pasti mengambilnya dan menukar ponselnya.
Hanya itu penjelasan yang memungkinkan.
Karena itu atau kau menjadi gila sebentar.
Lisbon, lihat aku.
- Aku tidak gila. - Aku percaya padamu.
Tapi aku tidak yakin juri akan percaya.
Itu masalahnya dan aku melakukan yang harus kulakukan.
Aku akan jalani konsekuensinya.
Jika kau datang lagi, bisa bawakan muffin bluberi?
Hai, Semuanya.
Grace, kau tak harus datang, kami bisa mengambilkan barangmu.
- Bukan masalah. - Baiklah.
- Bagaimana keadaanmu? Kau baik? - Ya, aku baik-baik saja.
Dua hari lalu kau menembak dan membunuh tunanganmu.
- Kau tidak mungkin baik-baik saja. - Astaga, Cho.
- Apa? - Apa perlu kau mengatakannya?
Aku baik-baik saja dan tidak mau membicarakannya, mengerti?
Hai, Bos.
- Bukankah kau seharusnya di RS? - Jangan cemaskan itu.
- Tapi kau seharusnya... - Aku baik-baik saja.
Kita perlu lebih berusaha dan mengeluarkan Jane dari masalah.
Tepatnya bagaimana kita melakukannya?
Pertama, kita harus buktikan Timothy Carter adalah Red John.
Itu sulit dilakukan. Bagaimana kita bekerja tanpa lencana?
Bukankah itu melanggar syarat skorsing kita?
Ya, tapi aku tidak lihat kita punya pilihan lain.
Kau ikut?
Ya.
Grace, apa yang kupikirkan? Kau harus pulang dan istirahat.
Kami bisa mengatur untuk memulainya.
Sungguh, aku baik-baik saja.
Tidak, kau harus pulang dan bersantai.
Aku tidak bisa pulang.
Aku harus bekerja. Aku harus berada di dekat orang-orang.
Baiklah, kau benar. Aku tidak bisa mengaturmu.
Kau mau tinggal, maka tinggallah.
Kami senang memilikimu.
Kalian mau fokus menemukan senjata dan ponsel itu?
Kita harus menganggapnya sudah diambil...
Sebelum Kepolisian Sac dan Forensik tiba di sana, bukan?
Kita harus lihat video keamanan dari mal.
Siapa pun yang mengambil senjata dan ponsel pasti terekam kamera.
Grace dan aku akan memeriksa Timothy Carter.
Jika dia Red John pasti meninggalkan bukti di suatu tempat.
- Jika dia Red John? - Dia memang Red John.
Jane tidak gila.
Kau ingat kami? Kami ada di pengawasan untuk penembakan.
Ya, itu situasi penting, bukan? Ada yang bisa kubantu?
Kami mau lihat cuplikan video pengawas di hari itu.
Tentu, kami salin ke CD atau aku unduh dan kirim ke surelmu.
- Simpan ke CD lebih baik. - Tidak masalah.
Tunjukkan padaku surat perintahnya dan akan segera kulakukan.
Kami bisa kirim surat perintahnya, tadi kami buru-buru ke sini.
Aku yakin itu. Pasti sangat buru-buru ke sini.
Orang kalian benar-benar membunuhnya, bukan?
Liar. Aku harus lihat surat perintah dulu. Itu protokolnya.
Tidak ada surat perintah.
- Tanyakan kenapa. - Kenapa?
Karena setiap anggota unit kami diskors.
Karena pembunuhan ini dan 2 orang lain yang kami bunuh minggu ini.
Sungguh minggu yang berat.
Kurasa aku bisa menyalinkannya.
Bagus sekali. Terima kasih.
Halo?
Nn. Carter? Aku Teresa Lisbon dan ini Grace Van Pelt.
Kami rekan Patrick Jane di CBI.
Kami ingin sekali bicara denganmu jika memungkinkan.
Baiklah. Silakan masuk.
Ini Pendeta Farley dan temanku Joan.
Mereka rekan Patrick Jane.
- Jane? - Ya.
- Aku tak yakin ini tindakan tepat. - Tidak apa-apa.
Aku senang bicara dengan mereka.
Jika begitu boleh kami akan membawa Charlaine bermain di luar?
- Memberimu waktu. - Terima kasih.
Kalian mau minum kopi atau teh?
Kopi lebih baik. Terima kasih.
Ini pasti waktu yang buruk bagimu.
Dan aku yakin kau punya banyak pertanyaan.
Tapi...
Aku bisa bilang bahwa suamiku bukanlah Red John.
Dia orang terbaik dan lembut yang bisa kaubayangkan.
Entah bagaimana...
Tapi rekanmu sudah membuat kesalahan yang sangat buruk.
Apa mungkin suamimu menyembunyikan sesuatu darimu?
- Aspek lain kehidupannya? - Tidak, hubungan kami sangat dekat.
Kami tidak pernah saling menyimpan rahasia.
- Bagaimana kau tahu? - Apa?
Maksudku, definisi rahasia adalah sesuatu yang tak kau ketahui, 'kan?
Sudah berapa lama kau menikah?
Tepat tiga tahun pada hari Jumat ini.
Dia di mal itu sedang membeli hadiah hari jadi kami.
Jadi dia pria yang sempurna.
Tidak ada yang sempurna.
Dia pria yang baik.
Dulu.
Baru bulan lalu dia mendapatkan pujian dari sheriff.
Untuk apa?
Saat Debbi Lupin hilang, Tim mengatur relawan pencarian.
- Siapa itu Debbi Lupin? - Seorang gadis dari gereja kami.
Dia hilang sekitar 6 minggu lalu. Kasihan.
Usianya baru 17 tahun.
- Bagaimana menurutmu? - Entahlah.
Dia tampak yakin dan rumahnya sangat bersih.
Dia pasti punya persembunyiannya di tempat lain.
- Kurasa dia sangat yakin. - Kurasa kau membuatnya jelas.
Dengar, kau harus daftar sesi konseling sesegera mungkin.
Sesi? Dengan psikiater? Aku tidak membutuhkannya.
Menurutku kau membutuhkannya.
Lagi pula ini bukan keinginanmu, tapi kewajiban setelah penembakan.
Mereka bilang lembar konseling psikologi...
Dalam berkasmu tidak penting, tapi itu penting.
Grace, aku memintamu sebagai teman. Carilah bantuan.
Temuilah psikiater, bicarakan apa yang terjadi.
Jangan biarkan hal ini semakin mencemaskanmu.
Aku hargai perhatiannya, sungguh. Terima kasih.
Dengar, kita punya masalah serius.
- Ya, aku ingin sekali muffin. - Tim Carter tampak tidak bersalah.
Istrinya membuatkan cerita bagus untuknya. Rumahnya bersih.
- Kau mencari ke seluruh tempat? - Kami tak membongkar papan lantai.
Dia tentu menyembunyikan sesuatu.
Tapi tanpa petunjuk, kami tidak tahu di mana harus mulai mencari.
Bagaimana kisah Carter? Dari mana dia berasal?
Hanya anak misionaris yang tumbuh di Afrika.
Sekolah dan tinggal di luar negeri...
Sampai dia pindah ke AS dan tinggal di area 06.
Dengan kata lain dia muncul di sini 5 tahun lalu.
- Terdengar seperti identitas palsu. - Mungkin.
Atau dia orang yang pindah ke negara ini 5 tahun lalu.
Satu-satunya peringatan lain yang kami temukan...
Adalah dia baru melibatkan diri dalam pencarian gadis lokal hilang.
Itu perilaku psikopat kriminal klasik yang terorganisir.
Memasukkan dirinya dalam penyelidikan.
Mungkin saja. Atau dia orang baik yang ingin melakukan hal benar.
Kita tidak punya bukti nyata, hanya pernyataanmu.
Dan kau mulai berpikir mungkin pernyataanku meragukan.
Mungkin aku gila.
Mungkin aku menembak seseorang secara acak.
Tidak.
- Hal itu terlintas di pikiranku. - Cukup adil.
Kurasa aku harus keluar dari sini untuk membantumu.
Bagaimana caranya? Jaminanmu satu juta dolar.
Tidak masalah. Saat aku mendapatkan uangnya, aku akan menghubungimu.
- Bagaimana kau akan melakukannya? - Aku akan memikirkan cara.
Dan aku mau kau menahan barang pribadi Tim Carter dari forensik.
Bagaimana aku akan melakukannya?
Kau yang pikirkan caranya.
Jane bilang senjatanya ada di dalam koran.
Itu dia. Sepertinya seorang pelayan.
Kita tidak bisa lihat apakah dia mengambil sesuatu.
Penjaga keamanan.
Lalu petugas forensik.
Tidak ada senjata.
Salah satu dari ketiganya pasti mengambilnya.
Pelayan, petugas keamanan, petugas forensik.
Ya, jika ada senjata.
Sudah cukup.
Aku suka permainan kartu bagus. Berapa taruhannya?
Taruhannya 100.000 dolar. Uang luar.
Bagus sekali. Aku ikut.
Kau harus punya jaminan agar kami tahu kau bisa bayar utang.
Tidak masalah. Aku punya jaminan.
Aku punya koleksi mobil kuno bernilai 2,5 miliar atau sekitarnya.
Bagaimana kami mengetahuinya?
Orang bodoh seperti apa yang mau membohongimu soal seperti itu?
Jika kau tahu aku berbohong, kau akan membunuhku, bukan?
- Benar. Silakan duduk. - Terima kasih.
Ya, aku petugas pertama di TKP.
Aku sudah bicara pada detektif dari Kepolisian Sac.
Kau tahu jalannya. Ada banyak penyelidikan di sini.
Tentu. Tapi bukankah kalian diskors?
Secara teknis, ya. Tapi kita hanya bicara saat ini.
Aku tidak yakin harus melakukannya. Bicara denganmu.
Kenapa tidak? Ada yang kau sembunyikan?
Tidak. Apa yang akan kusembunyikan?
Dengarlah, seseorang mengambil senjata dan ponsel dari TKP.
Bukan aku. Tidak ada senjata. Tidak ada sepenglihatanku.
Tunggu.
Lihat mataku dan katakan lagi.
Tidak ada senjata.
Dua puluh lima.
Baiklah. Aku akan ikut taruhanmu dan menaikkannya.
Aku pertaruhkan semuanya.
Kau tahu...
Saat kau menggertak, terlihat jelas sekali.
Saat aku menarik telingaku, tapi terdiam? Begitukah?
Sial. Straight-flush. Dia mengalahkanmu.
- Teresa Lisbon? - Ya.
Phil bilang, beri tahu temanmu dia tidak mau melihatnya lagi.
Jadi apa yang kaulakukan? Sejujurnya.
Dia punya senjata.
Bukan, maksudku bagaimana kau membayar uang jaminan?
Soal itu. Membunuh untuk dipekerjakan.
Membunuh seorang pelapor. Menikam ginjalnya.
- Kau tidak melakukannya. - Aku tidak melakukannya.
Aku menang permainan kartu, tapi aku sempat membuatmu percaya.
Kau sungguh mencemaskan kejiwaanku.
Tidak. Apa yang kita lakukan kini?
Pertama, makan telur. Lalu kita temui Sally Carter.
Apa kau menyimpan barang-barang suaminya dari forensik?
Ya, aku harus berbohong, meminta semua bantuan.
Dan itu sia-sia, tidak ada yang berguna.
Sebuah arloji, kunci, permen karet, cincin pernikahan.
Tidak masalah. Kita jadi bisa sekamar dengan Sally Carter.
Kadang aku berpikir dia tidak akan mau bicara denganmu.
- Benarkah? - Kau membunuh suaminya.
Itu dia. Es sudah pecah. Kita harus membicarakan sesuatu.
Tidak, dia tidak membawa senjata. Tidak yang aku lihat.
Apa kau memerhatikan koran yang dia bawa?
Tidak. Aku sungguh tidak melihat apa-apa.
Aku hanya coba membuatnya nyaman sebisaku.
- Dia masih hidup saat kau hampiri? - Ya.
Apa dia mengatakan sesuatu?
Dia bilang sampaikan sayangku untuk Sally dan Charlaine.
- Hanya itu? - Lalu dia mati.
Kupikir begitu. Dia tidak mengatakan hal lainnya.
Penjaga keamanan membuatku takut, jadi aku meninggalkannya.
Kenapa dia membuatmu takut?
Dia bilang, "Menyingkirlah dari jasad itu."
"Ini barang bukti. Jangan menyentuhnya."
Dia seperti marah karenanya.
Penjaga itu masih muda dan botak?
Ya, dengan mata nakalnya.
Ya, Ron Deutsch.
Dia seharusnya bekerja hari ini, tapi tidak datang.
Aku butuh alamat rumahnya.
Perasaanku tidak enak soal ini.
Kau tertembak. Pandanganmu pasti suram.
Abaikan perasaanmu.
Maaf, Agen. Ini bukan waktu yang tepat.
Kami sedang mengadakan pesta kecil untuk mengenang Tim.
Kami membawa barang-barang pribadinya.
Terima kasih. Aku bisa menerimanya.
Maaf, Ny. Carter harus menandatangani sendiri.
- Kami tidak akan lama. - Aku mengerti.
Mari kita memutar lewat pintu dapur.
Baiklah. Aku harus pergi.
- Ini sangat mudah. - Sejauh ini.
Pai.
- Tapi kau... - Benar.
Sally? Kau baik-baik saja?
Ini Patrick Jane yang menembak Tim.
Ya Tuhan.
Jangan takut. Aku tidak berbahaya. Sungguh.
Apa yang kauinginkan?
Aku harus bicara denganmu langsung.
Agar aku tahu pasti.
Jika suamimu tidak bersalah dan aku membuat kesalahan...
Maka aku sungguh minta maaf.
Aku bersumpah seumur hidupku akan memohon pengampunanmu.
Tn. Jane.
Sebagaimana Tuhan adalah saksiku...
Suamiku tidak pernah melanggar hukum dalam hidupnya.
Kau membunuh pria yang baik.
Kau punya teh?
Tn. Deutsch.
Buka pintunya.
Kau punya surat perintah?
Kita tidak membutuhkannya, kami hanya ingin lihat sebentar.
- Biar aku tanya bosku. - Pak.
Tidak akan lama.
- Kau mendengarnya? - Apa?
Ada suara ribut dari dalam apartemen.
Ya, aku dengar. Seseorang mungkin dalam bahaya.
Penjaga keamanan mati. Ada pengering rambut di bak mandi.
- Apa mungkin itu kecelakaan? - Mungkin saja.
Kecuali pria yang mati ini botak, hampir botak.
Jadi untuk apa dia memakai pengering rambut?
Seperti bunuh diri atau pembunuhan.
Itu berita bagus.
Tapi tidak untuk Tn. Deutsch, semoga dia tenang.
- Tapi ini mendukung cerita Jane. - Ya.
Seseorang pasti mengatur Deutsch mengambil senjata...
Menukar ponsel lalu membunuhnya agar tetap diam.
Pastikan forensik menggeledah apartemen Deutsch dengan hati-hati.
Kesempatannya kecil tapi mungkin kita beruntung...
Dan menemukan senjata dan ponsel itu.
Rasanya aneh kami punya banyak kesamaan sejak awal.
Kami menjadi pasangan secara alami.
- Pasangan jiwa. - Ya, pasangan jiwa.
Jane.
Aku permisi, Sally.
Penjaga keamanan pertama di TKP setelah penembakan itu mati.
Mati karena ada pengering rambut di bak mandi.
- Itu melegakan. Maksudku... - Aku tahu maksudmu.
Wanita ini hebat. Aku sempat mulai meragukan ceritaku sendiri.
Sudah kubilang.
Sally, kau keberatan jika aku memakai kamar mandimu?
- Sama sekali tidak. - Terima kasih.
Terima kasih. Hanya ini yang kami butuhkan.
- Kami akan pergi dengan tenang. - Tunggu sebentar.
Ketahuilah, Sally, aku menyukaimu.
Aku tahu kau orang yang baik dan jujur.
Hal itu berarti entah aku yang gila...
Atau suamimu menyimpan rahasia yang sangat kelam darimu.
Dan aku sangat yakin tidak gila.
Suamiku tidak menyimpan rahasia dariku. Tidak ada.
Semua pria menyimpan rahasia dari istri mereka. Semua pria.
- Tim juga sama. - Kau salah.
Aku yakin bisa membuktikan bahwa aku benar.
- Kau mengenali ini? - Tentu, itu set kunci Tim.
Apa kau punya kunci sendiri di dekatmu?
- Berapa kunci yang kau punya? - Enam.
Kau yakin?
Enam kunci.
Suamimu punya 7 kunci. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.
- Untuk apa kunci ketujuh ini? - Aku tidak tahu.
Kau tidak melihat keanehan?
Tidak. Aku sangat yakin suami-istri punya jumlah kunci berbeda.
Tepat. Itu maksudku.
Setiap orang punya rahasia.
Ini bukti positif bahwa suamimu sama saja.
Aku ingin tahu isinya.
Kau pikir kau sangat pintar dengan permainan pikiran ini, bukan?
- Ini hanya sebuah pertanyaan. - Tapi sebenarnya...
Kau bukan apa-apa selain orang gila yang menyedihkan.
Dan seorang pembunuh.
Maaf, tapi aku mau kau tinggalkan rumahku sekarang.
Baiklah.
Aku tidak mengerti yang kau pikir akan terjadi.
Aku hanya mengikuti perasaanku.
- Sekarang apa? - Berkeliling blok saja.
Baiklah. Kenapa?
Ada pertanyaan. Apa kau percaya padaku?
Tidak 100 persen.
Kalau begitu pertanyaan berbeda. Bisa berhenti di sini?
Jadi apa pertanyaannya?
- Bagaimana lukamu? - Rasanya sakit.
- Menurutmu kau bisa berlari? - Tidak.
Mungkin jangan terlalu bersemangat.
- Jahitanmu nanti lepas. - Apa?
Aku akan menyelinap dari belakang rumah Carter.
Tetaplah di sini sampai aku menghubungimu.
Jangan macam-macam, Jane!
Jane!
Terima kasih sudah datang. Selamat malam.
Selamat malam.
Jika kau mau aku tetap tinggal menemanimu...
Aku bisa mengasuh Charlaine. Apa pun yang kaubutuhkan.
Kau sangat membantu.
Hubungi aku, mengerti?
Berapa kali harus kukatakan?
Jangan melihatku.
Jangan pernah melihatku.
Kau tahu, bukan?
Kau tahu.
Kunci apa ini?
Debbi. Buka matamu.
Lihat ini.
Kunci apa ini?
- Aku tak mengerti. - Kau pembohong murahan!
Kau dan Tim menyembunyikan rahasia dariku selama ini, bukan?
Selama ini!
Kunci apa ini?
Itu kunci lokerku.
Kabar baiknya, suamimu tak sembunyikan apa pun darimu.
Kalian adalah belahan jiwa.
Kabar buruknya, kau ditahan, wanita gila.
Ya ampun.
Berlutut. Tangan di kepala.
Gadis di basemen ini mengubah permainan.
Kita tak bisa tampak membalas dendam.
Jane mendapat banyak simpati publik saat ini.
Jaksa wilayah bilang padaku untuk melaju cepat dengannya.
Main hakim sendiri harus dihukum, tanpa perhatikan belas kasihan.
Tidak, tentu saja.
Tidak, putusan yang dibuat kali ini adalah yang terbaik untuk Biro.
Terbaik untuk semuanya. Aku hanya bilang kalau...
- Tak ada hukuman mati, bukan? - Sedang ditangguhkan.
Tapi kami yakin pembunuhan tingkat satu akan naik.
Sesungguhnya, jangan biarkan ada putusan lain.
Setelah beberapa lama, aku berhenti mencoba kabur.
Dan aku berpikir untuk bunuh diri.
Tapi kemudian aku ingat ayah, ibu, dan saudaraku...
Sehingga aku tak dapat melakukannya.
Aku harus bertahan hidup demi mereka.
Hal itu menjaga percikan harapan tetap hidup dalam diriku.
Lalu, saat aku mulai putus asa...
Tn. Jane dan Agen Lisbon datang dan menyelamatkanku.
Kau gadis yang berani, Debbi.
Karena kau sudah bisa mengingat kembali dengan tenang...
Apa pendapatmu tentang Timothy Carter?
Dia adalah monster.
Terima kasih. Tak ada pertanyaan lagi.
Terima kasih, Tn. Jane.
Tn. Ardiles?
Debbi, hanya satu pertanyaan.
Apa Timothy Carter pernah bilang padamu dia adalah Red John?
Tidak, Pak.
Apa dia pernah menyebutkan nama Red John?
Tidak, Pak.
Apa dia pernah sebutkan kejahatan yang pernah melibatkannya?
Tidak. Tapi aku tak lihat...
Sudah cukup, Debbi.
Kau sudah sangat membantu. Tak ada pertanyaan lagi, Yang Mulia.
Berubah pikiran, Tn. Jane?
Saksi boleh turun. Terima kasih, Debbi.
Tn. Ardiles?
Tn. Jane akan berdiri sebentar di sini...
Dan bercerita pada kalian, Timothy Carter adalah Red John.
Tapi faktanya, dia tak punya bukti. Entah apa pun itu.
Apakah Timothy Carter orang baik? Bukan. Jelas bukan.
Tapi apa dia pembunuh berantai?
Ada yang punya bukti dia pernah bunuh seseorang? Kita tak punya.
Satu-satunya pembunuhan yang kita tahu...
Satu-satunya pembunuhan yang telah terbukti kebenarannya...
Adalah pembunuhan dilakukan pria ini, di sini, Patrick Jane.
Pembunuhan yang dilakukan penuh nafsu balas dendam pribadi.
Jaksa berkata Timothy Carter bukanlah Red John.
Carter bilang sendiri padaku kalau dia Red John.
Tapi aku tak dapat membuktikannya.
Bukti forensik tidak pasti.
Istrinya menolak bicara pada siapa pun.
Menolak bicara sama sekali. Jadi, dia tak berguna bagi kami.
Bagaimana catatan kejahatan Carter?
Pasti ada sedikit petunjuk? Tidak.
Di atas kertas, pria ini tampak baru muncul 5 tahun lalu.
Sebelum itu, tak ada. Kenapa?
Karena Timothy Carter adalah identitas buatan.
Sebuah samaran.
Aku tak merasa bersalah membunuh Timothy Carter...
Karena Timothy Carter tidak pernah ada.
Tak ada Timothy Carter. Hanya ada Red John.
Red John mulai membunuh orang sejak 12 tahun lalu.
Sulit menentukan jumlah pasti berapa orang yang sudah dibunuhnya.
Tapi kira-kira 28 orang.
Hampir semuanya wanita, larut malam, di rumahnya.
Dia membangunkan mereka dulu...
Karena dia suka melihat ketakutan di mata mereka.
Dia suka mendengar mereka memohon belas kasihan selagi dia menusuknya.
Dia melakukannya pada istri dan putriku.
Dan aku terus mencarinya sejak saat itu.
Mencari untuk balas dendam pribadi.
Aku yakin itu hakku.
Aku punya hak membunuh orang yang membunuh keluargaku.
Aku tak bilang, aku tak pantas dihukum atas tindakanku.
Aku merasa tak punya pilihan.
Apa yang akan kalian lakukan?
Ada kabar?
- Juri sudah memutuskan. - Apa keputusannya?
Jika kita beruntung, mereka akan memberi pembunuhan tingkat dua.
Jane akan bebas dari penjara dalam tiga atau empat tahun.
Pengadilan kembali dimulai!
Juri sudah kembali. Hasilnya tak mungkin bagus.
Para juri yang terhormat, sudahkah kalian membuat putusan?
Sudah, Yang Mulia.
Silakan ungkapkan putusan kalian pada ruang sidang.
Kami para juri menyatakan bahwa terdakwa Patrick Jane...
Tidak bersalah sama sekali.
Tenang!
- Lalu, apa lagi sekarang? - Sekarang?
Baiklah. Minum teh akan menyegarkan.
Bukan. Maksudku apa lagi?
Apa yang kau lakukan? Apa yang kau rencanakan?
Kau berhasil balas dendam. Apa kau merasa berbeda?
- Apa kau merasa lebih baik? - Tidak, aku merasa bersalah.
- Bersalah, kenapa? - Sudah menipu juri.
Maksudku, soal tak punya pilihan.
Masuk penjara karena pembunuhan, akan jadi kemenangan bagi Red John.
Apa maksudmu? Red John sudah tewas.
Timothy Carter tewas.
Dia memang iblis, tapi dia bukan Red John.
Red John...
Masih hidup.
Perhatikan jalan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.