Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA ORANG WAJIB MELINDUNGI KARYA ASLI
Apa maksudmu?
Malam itu, kau sudah bekerja keras.
Aku sampai rela mengantre panjang demi membelikanmu teh susu viral
untuk menunjukkan baktiku.
Awasi ucapanmu. Jangan sampai orang salah paham.
Biarkan saja.
Asal kau tidak salah paham pada niat tulusku ini.
Enyah.
Aku sungguh enyah, ya.
Aku kembali ke kantor hanya untuk mengambil mobil.
Seminggu ke depan, aku akan berada di lokasi konstruksi proyek Lanwan.
Jangan terlalu merindukanku saat tidak bertemu denganku.
Kau juga berhati-hatilah. Kau belum pulih dari patah hati.
Di lokasi ada banyak lengan derek dan barang-barang berserakan.
Jangan sampai terbentur atau jatuh karena melamun.
Mendengar perkataanmu ini, suasana hatiku jadi jauh membaik.
Cepatlah pergi.
Aku pergi dulu.
- Ingat minum. - Terima kasih.
Mau minum?
Untukmu. Zhao Heng yang beli. Belum kuminum.
Kenapa?
Tidak apa-apa. Kemarin tidurku tidak nyenyak.
Aku mengerti.
Bagaimana hubunganmu dengan Ye Xinzhi?
Tidak ada apa-apa.
Jangan membohongiku.
Kau pasti memberitahunya soal kau dan Yang Rui putus.
Apa reaksinya?
Nona Besar, apa kau harus mengetahui jawabannya?
Tentu saja. Jika tidak, untuk apa kutanya?
- Pak Pi, sebentar lagi aku ada rapat. - Itu…
Dokumennya akan kukirimkan nanti.
Yang Rui.
Ayo, mulai rapat.
Tadi saat rapat,
aku melihat kau dan Xu Chi duduk bersebelahan.
Kenapa tidak makan siang bersama?
Dia pergi ke bank.
Kudengar dari Shu, dia merasa tertekan karena satu tim dengan kalian.
Kalian bekerja sama dengan sangat efisien.
Terkadang seperti satu orang.
Tanyakan saja yang ingin kau ketahui.
Tidak perlu berbelit-belit.
Kau terlalu waspada.
Aku hanya ingin tahu
setelah pindah ke tim kalian, bagaimana suasana hatinya?
Cukup bagus.
Bekerja dengan sepenuh hati. Sama sekali tidak merindukanmu.
Dulu, kukira hubungan kalian biasa saja.
Tidak disangka kau cukup melindunginya.
Hubungan kami memang tidak baik.
Jadi, ke depannya, jika kau punya pertanyaan seperti ini,
jangan bertanya padaku lagi.
Yang benar saja. Ini Zhao Heng dan Xu Chi?
Aku baru menyadarinya saat melihat Moments.
Bank tempat temanku bekerja
mengadakan acara makan bersama pada Sabtu malam.
Gosip sebesar ini, aku pasti langsung ikut bergosip.
Temanku bilang ada yang lebih heboh lagi.
Zhao Heng langsung mengutarakan perasaan pada Xu Chi di sana.
Bukankah Zhao Heng sedang mengejar Bu Tianna?
Gosip apa?
Ceritakan juga padaku.
Aduh.
Menggemparkan sekali.
Menurutku, jika kalian punya banyak waktu,
lebih baik mencari tahu cara untuk naik jabatan, mengerti?
Maaf.
Minumlah air dingin. Redakan emosi.
Dulu, Zhao Heng sering mengantar Xu Chi ke Tianjian untuk bekerja.
Orang Tianjian bilang,
saat itu, aku dan Xu Chi masih bersama.
Tapi dia lebih memilih ikut mobil Zhao Heng.
Ada apa dengan pria sepertimu?
Menjelekkan mantan pacarmu di belakang.
Pantas saja dia mencampakkanmu.
Bu Tianna, jangan mengira kesedihanmu saja yang valid.
Kalau orang seperti kami diselingkuhi,
asalkan dia temanmu,
kami bahkan tidak punya hak untuk mengeluh?
Aku menyukai Xu Chi, itu memang nyata.
Kenapa aku tidak boleh bicara?
Kau boleh bicara.
Di sini ada banyak orang. Kau boleh bilang ke siapa saja.
Jangan bicara di depanku.
Apa yang kalian lihat?
Temperamennya buruk sekali.
Zhao Heng langsung mengutarakan perasaan pada Xu Chi di sana.
Dulu Zhao Heng sering mengantar Xu Chi ke Tianjian untuk bekerja.
Orang Tianjian bilang,
saat itu, aku dan Xu Chi masih bersama.
Tapi dia lebih memilih ikut mobil Zhao Heng.
Wang.
Pak Zhao dari Maxmise ada di sana?
Aku di sini, ada apa?
Rekan kerja wanita kalian datang mencarimu.
Dia memakai pakaian putih dan datang ke lokasi konstruksi.
Sepertinya cukup terburu-buru, dia ambil helm dan langsung masuk.
Untuk apa kau kemari?
Untuk minta maaf padamu.
Bukankah kau mau aku minta maaf padamu?
Aku salah.
Maaf.
Tidak seharusnya aku mengataimu tidak tahu malu.
Tidak seharusnya aku menyerang orang tuamu.
Semua salahku. Bagaimana?
Apa maksudmu?
Belum cukup? Baik.
Maksudku, apa kita bisa
kembali seperti dulu lagi?
Kau mau mengejarku, akan kuladeni.
Kau mau menjadikanku sebagai tangga untuk naik status?
Baik, aku akan mengenalkan sumber daya bisnis.
Tapi bisakah kau melepaskan Xu Chi?
Lampiaskan saja padaku.
Jangan menyakitinya untuk membalasku, bagaimana?
Sebenarnya apa maksudmu?
Ini juga belum cukup?
Dengar, aku tidak punya banyak kesabaran.
Xu Chi terlalu bodoh.
Dia putus tanpa pikir panjang demi Ye Xinzhi. Lalu sekarang,
perasaannya malah digantung oleh Ye Xinzhi.
Hatinya sangat kacau.
Dia tidak tahan dengan rayuan manismu.
Aku tahu betapa ampuhnya taktikmu.
Daya pesonamu terlalu kuat.
Kadang kau mengantar jemputnya,
lalu memberinya hadiah, membelikannya teh susu,
juga mengucapkan kata-kata manis.
Bukankah kau hanya ingin uang?
Kau hanya ingin memanfaatkan dan menyakitinya.
Bukan seperti itu. Tenangkan dirimu.
Beginilah aku saat tenang.
Semua orang di kantor tahu kalian minum bersama.
Bahkan orang dari Asuransi Tianjian pun tahu.
Zhao Heng, tidak perlu bertindak sekejam ini
hanya untuk membalas dendam padaku.
Kau gila, ya? Kau tidak waras!
Kau yang memintaku melampiaskannya padamu, 'kan?
Kau sudah tenang?
Bisakah kau mendengarkanku bicara?
Aku tidak tahu apa yang kau dengar,
lihat, atau kau salah pahami di luar sana.
Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu.
Aku dan Xu Chi adalah teman baik. Dia seperti sobatku.
Aku memanggilnya Bos Xu, Kak Chi.
Di hari Sabtu itu, suasana hatiku buruk karena bertengkar denganmu.
Kebetulan bertemu dengan dia di kantor,
kuminta dia menemaniku minum.
Alhasil aku mabuk sendiri.
Dia meninggalkanku di taksi
dan meminta sopir mengantarku pulang.
Lalu, besoknya aku ingin berterima kasih padanya,
jadi mentraktirnya minum teh susu.
- Hanya begitu. - Hanya begitu?
Hanya begitu.
Kalau begitu…
Kalau begitu, tidak ada hal lain lagi.
Kau tidak ada, tapi aku ada.
Kusadari kau sangat memahamiku.
Wanita secantik ini berdiri di hadapanku.
Punya uang, mobil, dan rumah mewah.
Kau pikir aku akan mengubah target hidupku hanya karena bertengkar denganmu?
- Apa aku orang seperti itu? - Sudahlah. Aku mengerti.
Kenapa ada orang yang langsung pergi setelah mengambil keuntungan?
Dengar, bukankah kau ingin mengejarku?
Kau harus terbiasa dengan emosiku yang labil
dan kutinggal setelah kumanfaatkan, mengerti?
Aku senang kau datang mencariku.
Ya, ampun. Tempat jelek apa ini?
Tianna!
Waktu kali ini terlalu singkat.
Lain kali, kita bisa lebih lama.
Selain itu, coba tanpa memakai helm.
- Halo. - Kau di mana?
Kenapa tidak di kantor?
Kau tidak balas pesanku.
- Ada apa? - Ada masalah dengan proyek Tianjian.
Tadi sekretaris dewan dan tim hukum mereka
datang dan langsung bertemu Pak Pi.
Entah apa yang mereka bicarakan.
Pak Pi keluar dan langsung mengumumkan seluruh proyek dihentikan.
Xu Chi.
Sha Sha memintamu ke kantornya. Sekarang.
Rekaman adalah prosedur standar.
Semoga kau tidak keberatan.
Selain itu, departemen kepatuhan akan mengambil
laptop kerjamu untuk diinvestigasi.
Berdasarkan kontrak yang kau tandatangani,
ini adalah tindakan yang wajar dan sah secara hukum.
Investigasi? Apa ada masalah denganku?
Setiap orang di tim proyek Tianjian harus menjalani investigasi.
Aku perlu menanyakan beberapa hal.
Pertama, kenapa kau mengajukan pindah dari tim TI proyek Tianjian?
Karena aku dan Yang Rui putus.
Kami merasa terus berada dalam satu tim tidak pantas.
Tapi dia adalah ketua tim. Jadi, aku…
Kenapa bisa putus?
Kenapa kalian bertengkar sebelum putus?
Semua ini melibatkan privasimu sendiri, kau bisa tidak menjawab.
Tapi sangat mungkin
akan memengaruhi keputusan perusahaan terhadap masalah ini.
Karena sifat kami tidak cocok. Kami tidak bertengkar.
Sebenarnya waktu pacaran kami tidak lama.
Kami langsung memperjelas semuanya setelah menyadari kami tidak cocok.
Baik.
Kalau begitu, apa proposal reformasi rinci
yang diberikan ke departemen TI Tianjian dibuat olehmu?
Aku membuat drafnya.
Sekitar 60% dari pengerjaannya.
Sedangkan 40% lainnya dikerjakan oleh Yang Rui.
Ada masalah dengan proposal itu?
Tandai semua bagian yang kau kerjakan.
Usahakan mengingat sedetail mungkin,
karena bagian-bagian itu akan dicocokkan dengan sur-elmu
dan hasil investigasi dari Yang Rui untuk dibuat perbandingan silang.
Selain itu, kau perlu menyampaikan dengan jelas
berapa kali kau dan Pak Sun bertemu, serta apa saja yang kalian bicarakan.
Temui aku di loteng.
Kau sudah diajak bicara?
Berbincang sepuluh menit.
Bahkan Lu Le yang berbicara denganku.
Dia hanya menanyakan pekerjaanmu secara garis besar di tim kami.
Aku melihat kau tidak keluar untuk waktu yang lama,
jadi kutebak pasti ada masalah.
Jadi, aku menghubungi orang-orang di Tianjian
dan para paman serta bibiku untuk mencari tahu.
Akhirnya aku mendapat kesimpulan.
Apa itu?
Ma Ke mungkin melakukan transaksi diam-diam
dengan Pak Peng dari departemen TI Tianjian.
Bukankah dalam proposal yang kita buat ada perubahan mengenai
arsitektur sistem departemen TI Tianjian?
Tapi departemen TI Tianjian tidak mampu menyelesaikannya sendiri.
Mereka harus mencari vendor luar.
Vendor luar ini berhubungan dengan Pak Peng.
Tapi hari itu, Pak Sun yang berbicara dengan aku dan Yang Rui.
Pak Sun hanya wakil.
Pak Peng direkturnya.
Karena hari itu Pak Peng tiba-tiba ada urusan dan keluar dinas,
barulah ganti orang.
SOA berjalan dengan baik
tapi proposal kalian malah menyuruh kami kembali memakai ke layanan mikro?
Bahkan harus selesai dalam tiga bulan?
Kau tahu seberapa besar beban pekerjaan itu?
Reformasi di bidang ini pasti harus dilakukan.
Jadi, mohon Pak Sun
bekerja sama dengan kami dalam pengembangan ulang ini.
Ma Ke bilang biarkan dulu sementara waktu.
Dia yang akan menanganinya.
Bisakah kau berhenti bertindak sesukamu?
- Yang Rui. - Kau juga menebaknya?
Jujurlah padaku.
Apa kau ikut dalam hal ini? Berapa banyak yang kau tahu?
Aku tidak tahu apa pun.
Sekarang masih sempat bagimu untuk memberitahuku.
Meski harus menunduk untuk memohon pada ayahku,
aku tahu
bagaimana caranya menarikmu keluar.
Bagaimana mungkin aku melakukan hal seperti ini?
Ye Xinzhi sudah mengingatkan berkali-kali
jangan menimbulkan kecurigaan dan melakukan transfer keuntungan.
Ini etika paling dasar bagi konsultan.
Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
Baguslah.
Kudengar alasannya adalah karena proyek tim kalian
tidak masuk akal. Jadi, setelah Pak Sun membuat keributan,
awalnya pihak atasan hanya ingin menenangkannya
sehingga departemen kepatuhan dan integritas diminta sekadar memeriksa.
Tidak disangka hanya diperiksa dua hari,
sudah ditemukan masalah antara Ma Ke dan Pak Peng.
Pantas Yang Rui menyuruhku jangan banyak bicara saat presentasi.
Saat menjelaskan proposal,
dia bersikap sangat dominan, bahkan memilih waktu yang begitu mepet.
Omong-omong,
saat itu Pak Sun tidak setuju.
Ma Ke langsung menelepon Yang Rui
untuk menyuruhku jangan mencampuri masalah ini.
Biar dia yang urus.
Kalau mau berpikir lebih buruk lagi,
Yang Rui begitu cepat minta putus denganmu.
Kau tidak menyadari
ada yang tidak beres?
Dia pasti tahu setelah putus,
kau tidak akan lagi berada satu tim dengannya.
Karena aku merasa
proposal mengganti arsitektur TI tidak masuk akal.
Aku berdiri di pihak Pak Sun.
Mereka merasa aku mengganggu.
Yang Rui itu tangan kanan Ma Ke.
Kau yang memberitahuku hal ini.
Tidak mungkin.
Yang Rui tidak mungkin orang seperti itu.
Hal seperti ini memang sulit dihindari. Aku pernah mengalaminya.
Ma Ke memang orang seperti itu.
Dulu, kemampuan kerjanya cukup bagus.
Tapi dua tahun terakhir, setelah urusan keluarganya makin banyak,
pikirannya tidak fokus pada pekerjaan.
Dia jadi sering mengakui hasil kerja kami menjadi hasil kerjanya.
Tapi dia pandai bersosialisasi.
Sebagian besar proyek Asuransi Tianjian
dia dapatkan lewat acara minum-minum dengan klien.
Tidak, Yang Rui pernah bilang
bahwa Ma Ke sangat kekurangan uang dalam dua tahun terakhir.
Jadi, proyek-proyek dari Tianjian
dia dapatkan lewat acara minum-minum dengan klien.
Jadi…
Aku akan menemui Sha Sha dan menjelaskan semuanya.
Eh.
Sudahlah.
Tenangkan dirimu dulu.
Jangan lakukan apa pun.
Selain itu, masalah ini
akan diselidiki bersama oleh Tianjian dan Maxmise.
Keduanya adalah perusahaan terkemuka di Tiongkok.
Mereka tidak akan menuduhmu sembarangan.
Tapi sebelumnya aku pernah membaca berita.
Pada tahun 2014, Anxinda pernah mengalami kasus seperti ini.
Setelah itu, beberapa orang bahkan ditahan secara pidana.
Menurutmu, Yang Rui…
Sudah, jangan pikirkan Yang Rui lagi.
Yang penting kau baik-baik saja.
Pak Pi dan Sha Sha menghargaimu.
Cukup memastikan hal ini tidak berhubungan denganmu,
mereka pasti akan melindungimu.
Tapi lihatlah. Masalah ini jadi begitu besar.
Apalagi industri asuransi merupakan salah satu sektor paling sensitif
di lembaga keuangan.
Kalau tidak diselidiki dengan jelas, apa mereka akan mengorbankan
orang tidak bersalah demi menjaga reputasi perusahaan?
Aku hanya analis junior.
Bagi mereka, aku bukan orang yang tidak bisa digantikan.
DESKRIPSI PEKERJAAN
RUANG RAPAT
ASURANSI TIANJIAN
Menurutku, proposal Xu Chi tidak bermasalah.
Aku harap kau memahami seberapa serius masalah ini.
Tianjian bersiap untuk melibatkan penyidik kejahatan ekonomi.
Aku tidak melakukan kesalahan.
Aku akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan apa pun.
Tapi penyelidikan membutuhkan waktu.
Karena itu, perusahaan berharap
kau bisa bekerja sama dalam audit selama penonaktifan sementara.
Apa maksudnya?
Aku diminta mengundurkan diri?
Bukan mengundurkan diri, hanya dinonaktifkan sementara dari jabatan.
Untuk memastikan penyelidikan tidak terganggu,
kau perlu mengambil cuti sementara.
Jika terbukti kau tidak bersalah, kau akan kembali bekerja.
Kalau begitu, selain aku,
apa orang lain juga harus menjalani audit saat dinonaktifkan sementara?
Yang Rui, Ma Ke, dan aku.
Karena kau tiba-tiba kutugaskan
untuk bergabung ke proyek ini setelah berjalan cukup lama,
itu memang tidak wajar.
Maaf, aku menyeretmu ke dalam masalah ini.
Aku…
Kalau begitu, kira-kira berapa lama aku harus istirahat?
Untuk sementara, satu bulan.
Orang-orang dari departemen integritas dan kepatuhan
menunggumu di area kerja.
Setelah berkoordinasi dengan mereka,
sebaiknya segera tinggalkan perusahaan.
Tenang saja.
Selama masa audit, gaji dan tunjanganmu tidak akan berkurang.
Baik.
Kak Sha, kau percaya padaku?
Aku hanya percaya pada fakta yang objektif.
- Bagaimana? - Bagaimana hasilnya?
Langsung cuti. Menjalani audit saat dinonaktifkan sementara.
Bahkan Sha Sha
juga terseret karena aku.
Tidak apa-apa.
Begini saja.
Kau tenang saja dan nikmati cutimu.
Aku akan mengawasi keadaan di sini.
Pokoknya, tidak akan kubiarkan kau dirugikan.
Sekarang kau juga merasa keadaanku sangat buruk, ya?
Tidak. Tidak apa-apa, jangan berpikir terlalu banyak.
Kartu pegawai juga.
- Apa dia masih bisa kembali? - Tidak ada yang tahu.
Awalnya aku cukup iri padanya.
Bagaimanapun, dia paling cepat naik jabatan di antara kita.
Tidak disangka.
Kau ini…
Kak Lin, kau sudah kembali bekerja?
Selamat datang kembali.
Kau tinggal saja di kantor.
Aku yang pergi.
Kak Chi.
Berikan kehormatan untuk naik ke mobil bututku.
MAXMISE
Ayo.
Sudahlah, jangan murung lagi.
Kalau jadi kau, aku pasti senang sekali.
Ini cuti berbayar.
Kesempatan langka. Kau harus memanfaatkannya baik-baik.
Nanti kalau sudah menjadi partner,
kau bisa membual pada bawahanmu tentang masa langka
yang sulit didapatkan seperti ini.
Kau tidak perlu menghiburku.
Aku masih sanggup bertahan.
Tempat tinggalku dekat.
Sebenarnya, kau tidak perlu sengaja mengantarku.
Bukan hanya demi dirimu.
Kalau Tianna tahu soal ini, dia akan sedikit lebih senang.
Tadi kulihat kalian bersama dan saling berbisik-bisik,
sama sekali tidak seperti sedang bertengkar.
Jujur padaku.
Saat aku tidak tahu, sebenarnya apa yang terjadi?
Tidak ada apa-apa.
Pokoknya, terima kasih.
Terima kasih padaku?
Kau ingat hari itu aku mabuk, 'kan?
Malam itu, kau mengantarku naik mobil.
Ada orang yang memotretnya.
Setelah melihat foto itu, dia langsung buru-buru menyetir
dan datang ke lokasi proyek mengenakan pakaian putihnya itu.
Dia langsung menanyaiku, kenapa kau harus menyentuhnya?
Dia menyuruhku jangan mencelakaimu.
Kalau ada apa-apa, lampiaskan saja padanya.
Ternyata kalian berdua yang benar-benar saling mencintai,
sedangkan aku hanya selingkuhan yang sangat memalukan?
Bagus kalau kau tahu.
Apa maksudnya itu?
Maksudku,
sebenarnya dia hanya cemburu.
Dia hanya gengsi dan tidak mau mengakuinya,
jadi hanya bisa memakai namamu sebagai alasan untuk datang dan bicara denganku.
Setelah kujelaskan semuanya, tidak ada masalah lagi.
Dia langsung merasa senang.
Meski tetap tidak ada status, begitu tahu kau punya masalah,
dia langsung buru-buru meneleponku untuk mendiskusikan masalahmu.
Aku mengerti.
Kalau begitu, berusahalah lagi agar cepat mendapatkan status pacar.
Pasti.
Di hari Sabtu, aku melihatmu di kafe.
Bisakah kau jelaskan alasanmu berada di sana?
Selain itu, dia juga ada di sana.
Kami minum kopi bersama. Lalu, menikmati teh sore.
Apa hubungan di antara kalian ada kaitannya
dengan urusan bisnis perusahaan kami yang selama ini berlangsung?
Coba katakan, sejak kapan kau dan Pak Sun saling kenal?
Di mana?
Makin detail makin bagus.
Sebelumnya kalian pernah kerja sama?
Kenapa departemen TI mau mengganti semua sistem?
Beri aku penjelasan yang bagus.
Jujurlah padaku,
apa kau ikut dalam hal ini?
Berapa banyak yang kau tahu?
Aku hanya percaya pada fakta yang objektif.
Aku ingin mendengar jawabanmu yang paling jujur.
Bisakah kau jelaskan dulu kenapa…
Apa kau ikut dalam hal ini?
Kenapa departemen TI mau mengganti semua sistem?
Aku hanya percaya pada fakta yang objektif.
Bisakah kau jelaskan dulu kenapa…
Apa kau ikut dalam hal ini?
Kenapa departemen TI mau mengganti semua sistem?
Aku hanya percaya pada fakta yang objektif.
Nona Xu, kau di kamar?
Mohon jawab.
Jika tidak, aku akan masuk dengan kartu cadangan.
Nona Xu, aku akan buka pintu.
Tidak perlu.
Kau baik-baik saja?
Terima kasih. Serahkan saja padaku.
Mohon ambilkan dua botol minuman isotonik.
Baik.
Tidak perlu. Aku tidak perlu minum, aku…
Jangan bicara dulu.
Makanlah ini.
Aku sungguh baik-baik saja. Aku tidak lapar.
Ambillah.
Resepsionis bilang kau tidak keluar kamar selama 48 jam.
Coba katakan, apa yang kau makan?
Aku…
Aku terus tidur.
Lihatlah keadaanmu.
Kau bilang kau terus tidur.
Kau sedang membohongiku atau diri sendiri?
Kau tahu masalah Asuransi Tianjian?
Industri konsultasi tidak besar.
Begitu mendengar kabar, aku langsung menghubungi Sha Sha.
Kau malah menghilang lagi.
Tidak balas pesan WeChat dan ponselmu tidak aktif.
Aku langsung tinggalkan semua pekerjaanku
dan terbang kembali dari Shanghai semalaman.
Alhasil, malah ada badai petir dan pesawat terpaksa mendarat di Jinan.
Aku naik kereta cepat pukul 07.00 pagi ini.
Aku khawatir terjadi sesuatu padamu.
Kau sengaja pulang demi aku?
Tentu saja.
Koper pun belum sempat kubawa pulang.
Katakan saja.
Entah kau mau memarahiku atau mentertawakanku, aku sudah siap.
Untuk apa aku mentertawakanmu?
Karena aku bodoh.
Demi mengubur pikiran rahasia yang tidak bisa kukatakan pada siapa pun,
entah bagaimana aku malah punya pacar.
Lalu, entah bagaimana kami malah putus. Aku ikut terseret masalah.
Pada akhirnya, mungkin saja aku akan kehilangan pekerjaan.
Rumah lama milik ibuku,
cita-cita besarku dalam karier,
semuanya berakhir.
Kau bilang tidak akan mentertawakanku.
Aku tidak mentertawakanmu.
Aku senang karena ada
pikiran rahasia yang tidak bisa kau katakan.
- Jangan asal menebak. - Aku tidak asal menebak.
Omong-omong,
kau sudah membaca
pesan-pesan yang kukirim?
Kenapa kau tidak membalasnya?
Gambar itu.
Aku tidak tahu harus membalas apa.
Kau memberitahuku sedang dinas ke luar kota,
jadi apa pun yang kubalas rasanya agak aneh, 'kan?
Bukan pesan-pesan itu, maksudku gambar itu.
Kenapa?
Coba kau lihat lagi.
Serius, coba kau lihat.
Pemandangan bulan malam ini indah sekali.
Memangnya kenapa?
Kau tidak mengerti?
- Aku… - Apa yang seharusnya
aku mengerti?
Aku sengaja mencari yang ini. Kau…
Aku sengaja mencarinya. Kupikir anak muda bisa memahami maksudnya.
Di internet katanya, "Pemandangan bulan malam ini indah sekali" adalah
cara lain untuk mengatakan "Aku mencintaimu".
Bolehkah?
PEMANDANGAN BULAN MALAM INI INDAH SEKALI
Anginnya sangat lembut.
Awalnya aku ingin lakukan perlahan-lahan,
tapi
sekarang aku tidak berani untuk lepas tangan.
Karena begitu kulepas…
Sekarang hubungan kita masih abu-abu di antara hitam dan putih?
Merah.
Merah karena hatiku berdebar untukmu.
DU
Aduh.
Sebentar lagi aku ada rapat dengan Du.
- Aku pergi dulu. - Pergilah.
Bagaimana kalau kau bantu aku saja?
Lagi pula, kau sedang cuti.
Ini soal penyelesaian proyek Wen Ruosen itu.
Kalau kau ada, aku bisa sedikit lebih santai.
Tapi dengan keadaanku sekarang, apa tidak masalah?
Seharusnya tidak masalah.
Lagi pula, hanya membantu pacarmu mengerjakan pekerjaan sampingan.
Kau bilang apa?
Aku bilang,
sekarang kau memang lagi cuti.
Bantu pacar mengerjakan pekerjaan seharusnya tidak masalah.
Jika sungguh khawatir, kau bisa tanyakan pada Sha Sha.
Sekarang kau istirahat dulu dengan baik.
Malam ini pukul 20.00, kita bertemu di apartemen.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Tunggu dulu.
Kau…
Hari ini, kau tiba-tiba mengatakan semua ini
bukan untuk menghiburku, 'kan?
Apa aku orang yang seperti itu?
Aku terus merasa
pria dewasa sepertimu
tidak akan menyukai gadis muda sepertiku.
Sebelumnya aku selalu bilang
hubungan kita hanya sebagai guru dan murid
karena
aku takut kau keberatan dengan masa laluku.
Karena cinta membuatku panik
dan takut.
Aku punya banyak keberanian, kubagikan setengah padamu.
Sudahlah, cepatlah pergi rapat. Hati-hati.
Pemandangan bulan malam ini indah sekali!
Anginnya sangat lembut.
PESANAN MAKANAN HARAP DILETAKKAN DI MEJA SEBELAH KIRI DEKAT PINTU
TIDAK ADA TEPUK TANGAN
Proyek kita sudah memasuki tahap penyerahan.
Fokus utama penyerahan minggu ini
adalah sistem matriks bisnis luar negeri yang kita rancang untuk Budaya Bolo.
Dalam bidang ini, Lin Long adalah ahlinya.
Selama dua hari ke depan,
dia akan memberikan pelatihan pada jajaran manajemen
mengenai pengelolaan bisnis luar negeri
sesuai dengan rencana pelatihan yang telah disusun.
Semuanya, kita bertemu lagi.
SISTEM MATRIKS BISNIS LUAR NEGERI BUDAYA BOLO
Kebetulan sekali.
Waktu itu, presentasi Nona Lin
juga banyak tersendat.
Menurutmu, apa dia mampu?
Mampu atau tidak, aku tidak tahu.
Satu seminar saja memakan waktu selama itu.
Bahkan proyeksinya pun tidak bisa dia atur dengan benar.
Kalau aku, sudah kupecat dia.
Kalau mau membicarakan orang lain, pelankan suaramu.
- Benar. - Kalian tidak takut didengar orang?
Dengar,
sekarang banyak orang Maxmise di perusahaan ini.
Mereka dibayar berdasarkan hitungan per jam.
Kalau mereka mendengarnya dan merasa tidak senang,
lalu memperpanjang satu sampai dua jam setiap harinya,
siapa yang mau tanggung biayanya?
Camilanmu? Nanti kuganti.
Sudah, pulanglah kalau sudah selesai makan.
Kuganti.
SISTEM MATRIKS BISNIS LUAR NEGERI BUDAYA BOLO
Akhirnya beres juga.
Aku akan menyuruh mereka masuk untuk rapat.
Duduklah dan istirahat sebentar.
Kuminta Ou Lizheng yang mengabari saja.
Tidak perlu. Bisa kulakukan sendiri.
Bukan karena aku mau membantumu.
Aku hanya ingin kau tetap dalam kondisi yang prima supaya tidak mempermalukanku.
Kau tahu? Aku sendiri yang meminta agar kau ditempatkan di sini
setelah kembali bekerja.
Aku hanya ingin merasakan
seberapa menyenangkannya jika mantan rival
bekerja di bawahku.
Sesenang apa pun kau,
tetap tidak akan menandingi saat aku menyingkirkan mantan suamiku.
Lumayan, masih punya semangat juga.
Tahukah kau?
Sudah berbulan-bulan tidak ada yang berani berhadapan langsung denganku,
aku sampai merasa kesepian.
- Kenapa? - Aku ingin berterima kasih padamu.
Terima kasih karena kau mengizinkanku untuk bergabung dalam proyek ini.
Jangan omong kosong.
Para pria di perusahaan itu sedang menunggu untuk mentertawakanmu.
Aku tidak akan membiarkan mereka merebut hak khusus milikku.
Aku hanya akan memberimu setengah jam. Kubantu kau mengendalikan suasana.
Tancap lipstikmu.
Kau datang bekerja di tempat kami, untuk apa membawa banyak kosmetik?
Kau berdandan atau tidak pun sama saja.
Kenapa kau menakutiku?
Aku hanya…
Kondisimu sudah pulih? Kenapa buru-buru kembali bekerja?
Terima kasih atas perhatian Pak Shen.
Aku sudah pulih sejak lama.
Jangan membohongiku.
Coba lihat dirimu sendiri.
Kurus seperti tiang.
Mau makan latiao?
Pak Shen, sebaiknya kita segera ikut rapat.
Tunggu dulu.
Aku ini pihak klien.
Aku yang membayar jasa konsultasimu.
Aku saja tidak terburu-buru. Kenapa kau yang buru-buru?
Aku hanya ingin bilang,
kalau kondisi tubuhmu belum pulih, kenapa buru-buru kembali bekerja?
Kenapa memaksakan diri?
Nanti saat pelatihan, kau jelaskan seadanya saja.
Setelah itu, cukup kirimkan salindianya.
Pak Shen, apa Bapak mengira
selama bertahun-tahun, aku bekerja di bidang konsultasi
hanya dengan asal menjalani hari?
Performaku sebelumnya memang kurang profesional.
Itu karena selama kehamilan, hormonku tidak seimbang.
Tapi aku sudah kembali, jadi harus melakukannya dengan baik.
Aku hanya ingin menyampaikan rasa peduliku padamu.
Itu sepenuhnya hanya karena aku merasa simpati.
Simpati?
Saat gagal,
apa Bapak berharap orang lain menghibur Bapak dengan rasa simpati?
Apa-apaan kau ini?
Niat baik malah dianggap buruk.
- Kenapa? - Aku hanya ingin berterima kasih.
Sebelumnya, saat aku mengalami kecelakaan, Bapak mengantarku ke klinik.
Juga tadi,
Bapak begitu memperhatikan kondisi kesehatanku.
Untuk ini juga.
Sebelumnya, Xu Chi membawakan ini untukku.
Katanya, Bapak sengaja memintanya untukku. Dia juga menyampaikan pesan itu.
Bangkit setelah melewati cobaan dan kebahagiaan menghampirinya.
Penderitaanku sudah berakhir.
Sudah waktunya aku berjuang sedikit demi sedikit
untuk mendapatkan kembali kebahagiaan itu.
Simpan saja. Tidak perlu dikembalikan.
Kalau begitu, nanti aku akan diam saja dan melihat penampilanmu.
Tapi kita sepakati dulu dari awal.
Kalau presentasimu tidak bagus,
aku tetap akan meminta perusahaanmu mengganti orang.
- Tidak masalah. - Baiklah.
Kalau begitu, cepat kembali.
Tunggu.
Aku tegaskan sekali lagi.
Benda itu bukan khusus kuminta untukmu.
Semua orang di perusahaan kami juga punya.
Baik, aku mengerti.
Satu hal lagi.
Kata-kataku barusan memang kenyataan.
Berdandan atau tidak,
kau tetap cantik.
Untuk masalah pertama, ada tiga aspek utama,
proyeksi pendapatan, struktur biaya, dan titik impas.
Silakan dilihat.
Kalau ada pertanyaan, silakan bertanya kapan saja.
Konsultan, berdasarkan analisis Maxmise,
dalam integrasi sumber daya manusia antara Bolo dan Qingyi kali ini,
apa masalah terbesar dan kesulitan utamanya?
Kesulitan terbesarnya adalah
menikah itu mudah, hidup bersama yang sulit.
Aku akan memakai contoh drama romantis
yang familier bagi semua orang.
Bolo ibarat seorang CEO ambisius yang fokus pada karier,
yang seolah-olah makan KPI setiap hari.
Sedangkan Qingyi, ibarat seorang gadis muda pencinta sastra,
yang bahkan bermeditasi tiga menit sebelum rapat.
Kalau dua orang seperti ini menikah
dan tinggal di bawah satu atap, masalah pun mulai muncul.
Setiap kali selesai menggunakan toilet,
dudukan toiletnya harus diangkat atau tidak?
Tentu saja, ini hanya sebuah perumpamaan.
Nilai buku dari merger dan akuisisi tercantum dalam laporan keuangan.
Tapi nilai yang sebenarnya tersembunyi
dalam percakapan sehari-hari antarorganisasi.
Maxmise bertugas membantu Bolo dan Qingyi
menemukan organisasi baru di tengah perbedaan mereka.
Dia tidak bermasalah lagi.
Bagaimana keadaan di Tianjian?
Tadi dia sempat menanyakan keadaan Xu Chi.
Minggu depan aku bisa kembali bekerja.
Untuk soal Tianjian,
Ma Ke dan Direktur TI Tianjian
masih saling melempar tanggung jawab.
Penyelidikannya tidak akan selesai dalam waktu dekat.
Kenapa?
Aku…
Lukisan di belakangmu bagus sekali. Aku memotretnya.
Kau sedang apa?
Bunga di belakangmu bagus.
Aku juga memotret bunganya.
Coba kulihat.
Coba kulihat hasil fotomu.
- Tidak boleh. - Bagus sekali, 'kan?
Tidak, kirimkan. Wajahku kelihatan gemuk sekali.
Lihat, coba lihat foto yang kuambil.
Lihat foto yang kuambil.
Yang ini harus kau kirimkan. Aku harus mengeditnya dulu.
Foto yang kau ambil memang bagus.
Baik, akan kukirimkan.
Sekarang kita bicara serius.
Kau menyuruhku mengumpulkan data pasar koleksi digital begitu lama.
Sebenarnya, apa yang ingin kau lakukan terhadap Wen Ruosen?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.