Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA ORANG WAJIB MELINDUNGI KARYA ASLI
Jika tidak mengharapkan sesuatu darimu,
kenapa dia sebaik itu mau mengajarimu bahasa Spanyol?
Apa yang dia harapkan dariku?
Kau berpikir berlebihan.
Memang benar.
Aku berpikir berlebihan.
Ada apa denganmu?
Tidak.
Tunggu.
Apa yang sudah kukatakan?
Sudah. Begini saja.
Kau berbalik. Balikkan badan. Jangan sampai dilihat orang lain.
Aku akan menutupimu.
Kuberi sepuluh detik lagi.
Selesai.
Astaga.
Memalukan sekali.
Orang yang tidak tahu akan mengira aku menindasmu.
Kalau di depan orang lain, aku tidak akan menangis.
Siapa sangka di depanmu… Menyebalkan. Apa ini?
Perbaiki riasanmu.
Jadi, aku harus berterima kasih?
Aku baru makan beberapa suap.
Nona Besar.
Bukan diusap seperti itu, tapi ditepuk.
Berikan.
Dulu,
aku agak waspada terhadap Ye Xinzhi.
Tapi melihat keadaanmu sekarang,
kurasa kalian sudah memperjelas semuanya, 'kan?
Pria lajang yang punya masa lalu rumit seperti dia
dan gadis polos sepertimu memang berasal dari dua dunia berbeda.
Lebih baik kalian menjaga jarak sejak awal.
Tahan air matamu.
Kau sungguh menyukainya?
Bukan menyukainya.
Aku hanya…
Aku hanya sedikit tertarik padanya.
Aku hanya menyimpan satu fotonya.
Itu saja tidak boleh sampai harus diperingatkan dia?
Dengar, ya.
Kau hanya tergila-gila sesaat.
Tidak sampai dua bulan,
saat kau melihatnya, dia tidak lagi memesona.
Kau akan merasa dirimu yang sekarang
sangat bodoh.
Tadi sambil menangis,
aku sudah memikirkannya.
Sekarang yang paling penting bagiku adalah karier.
Kalau karierku sukses, pria seperti apa pun bisa kudapatkan.
Jadi, setelah proyek Budaya Bolo selesai,
aku akan mengajukan pada Sha Sha
untuk mendapatkan klien di bidang keuangan digital.
Keuangan digital?
Itu juga saran darinya.
Saat memilih industri,
harus cari yang punya uang dan proyek.
Kalau proyek pertama yang berhasil kau dapatkan
bukan perusahaan unikorn di bidang internet seperti Budaya Bolo,
kau tidak akan berdiri di sini.
Katanya, kalau ingin bertahan lama di industri konsultasi,
aku harus pilih industri beranggaran besar dan potensi pertumbuhan yang kuat.
Makanlah.
Makan.
Harus turun 5.000 yuan lagi.
Lima ribu…
Lima ribu belum cukup. Setidaknya harus turun 10.000 yuan.
RUMAH BEKAS JALAN YONG'AN
Kau mau membeli rumah?
Tidak. Aku hanya melihat-lihat.
Kalau memang mau beli, beri tahu aku.
Aku nasabah besar bank itu.
Aku bisa bicara dengan mereka
agar kau mendapat suku bunga paling rendah.
Benarkah?
Tidak. Aku tidak enak hati.
Sudahlah. Hanya selisih nol koma sekian persen.
Bukan masalah besar.
Hari ini, sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu.
Sebelumnya, aku bertabrakan mobil dengan Lin Long.
Aku yang bertanggung jawab penuh.
Tapi ternyata ini agak merepotkan.
Asuransi mobilku terdaftar di luar kota. Jadi, aku perlu tanda tangannya.
Baik. Biar aku yang menemuinya.
Kudengar, belakangan ini Lin Long cukup menderita.
Tolong berikan ini padanya.
Beberapa hari lalu, aku pergi ke Kuil Baiyun
dan meminta jimat untuk semua orang di perusahaan.
Bagaimanapun, dia termasuk penggagas proyek ini.
Tolong sampaikan doaku padanya.
Bangkit setelah melewati cobaan dan kebahagiaan menghampirinya.
Baik.
Aku juga penggagas proyek ini. Kenapa aku tidak dapat?
Bukankah kau sudah punya senior?
Aku terlalu banyak bicara.
Bangkit setelah melewati cobaan dan kebahagiaan menghampiri.
Seorang klien yang baru kukenal saja bisa mendoakanku.
Sedangkan suamiku yang sah secara hukum
hanya bisa mengucapkan kata-kata paling kejam untuk mengutukku.
Dia datang mengganggumu?
Tidak.
Dia hanya menyadari aku tidak pulang
dan langsung pindah ke pusat perawatan pascamelahirkan,
serta mengubah PIN kartu ATM.
Jadi, dia sudah menebak aku ingin bercerai.
Dia bahkan mengerahkan semua kerabat dan teman di sekitar kami
untuk mengirimiku pesan.
Mereka semua membujukku agar mengurungkan niat sebelum terlambat.
Aku tidak membelikanmu keranjang buah.
Kupilihkan lipstik warna terbaru.
Kalau dipakai, wajahmu akan terlihat lebih segar.
Nanti, entah kau pergi ke pengadilan atau kantor catatan sipil,
penampilanmu pasti tidak akan kalah.
Lihatlah,
kau gadis yang begitu perhatian. Aku…
Entah apa yang merasukiku waktu itu sampai bersikeras ingin mengusirmu.
Waktu itu, aku juga terlalu agresif.
Pak, kau tidak boleh masuk.
Pak, kau tidak boleh masuk.
Aku suaminya. Kenapa aku tidak boleh masuk?
Kondisi pasien sekarang masih lemah.
Tidak apa-apa. Biarkan dia masuk.
Sampai kapan kau mau terus bertingkah gila begini?
Ikut aku pulang.
Lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Lepas… Lepaskan…
Jiang Zhiwen, dengarkan baik-baik.
Kau boleh menolak bercerai.
Tapi aku sudah berkonsultasi dengan pengacara.
Waktu itu, kau mendorongku sampai keguguran.
Itu bisa dikategorikan sebagai luka ringan
dan kau bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.
Percaya atau tidak, kalau aku berbalik menggugatmu,
bukan hanya masa depanmu yang hancur, bahkan kalau kau menikah
dan punya anak lagi,
pemeriksaan latar belakang anakmu untuk sekolah dan pekerjaan
akan selalu menjadi masalah.
Aku sudah merekam bukti saat kau memukulnya.
Kapan kau melihatku memukulnya?
Kalian berdua bekerja sama menjebakku, ya?
Jiang Zhiwen,
kita bercerai saja.
Sisakan sedikit martabat untuk satu sama lain.
Kau mau bercerai, ya?
Baik.
Uang tunai untukmu. Rumah untukku!
Omong-omong,
ada investasi reksa dana yang hampir jatuh tempo.
Itu harus dibagi rata!
Enyah!
Wanita gila!
Aku membayar dua pertiga uang tanda jadi rumah itu.
Cicilan rumah yang kubayar lebih banyak darinya.
Kenapa rumah itu jadi miliknya?
Begitu keluar dari rumah sakit, aku akan langsung menggugat cerai.
Bu Huang bilang dana perwalian yang hampir jatuh tempo itu
bisa kupakai untuk membeli perhiasan atau tas bermerek.
Dengan begitu, itu bisa dianggap sebagai barang pribadi
dan tidak perlu ikut dalam pembagian harta.
Tapi semua uangmu yang jumlahnya sampai jutaan
dipakai untuk membeli perhiasan dalam waktu singkat,
bukankah itu terlalu mencolok? Apa pengadilan akan menerimanya?
Memang ada risikonya.
Tapi untuk sementara, tidak ada cara yang lebih baik.
Kau masih ingat Pialang Asuransi Fushun
yang mengurus asuransi medis kelompok perusahaan kita?
Belakangan ini, kebetulan aku ingin mempelajari
keuangan digital di industri asuransi.
Jadi, aku meminta beberapa berkas dari mereka.
Kebetulan di dalamnya ada satu studi kasus promosi.
Lihat. Di sini tertulis,
berdasarkan ketentuan hukum, nilai tunai polis
dianggap sebagai harta bersama suami istri.
Tapi kontrak asuransinya sendiri tetap menjadi milik pemegang polis.
Menurutku, mungkin kau bisa meminta pialang dari Fushun
mencarikan asuransi jangka pendek-menengah
yang nilai tunai polisnya sangat rendah selama dua tahun pertama.
Misalnya, hanya 10% dari total uang pertanggungan.
Dengan begitu, setelah bercerai, kau hanya perlu memberinya 5%.
Tapi saat kontraknya jatuh tempo,
kau tetap bisa menerima seluruh uang pertanggungan
beserta hasil investasi yang lumayan.
Itu bagus.
Nanti, akan kutanyakan ke pengacara apa cara ini bisa dilakukan.
Baik. Akan kukirimkan ini.
- Terima kasih. - Tidak apa-apa.
Aku sungguh berterima kasih.
Anggap saja ini sebagai permintaan maafku
karena membuat kalian bertengkar di Paviliun Wanghu waktu itu.
Jangan ungkit itu lagi. Perbuatanku waktu itu
benar-benar keterlaluan.
Padahal aku sendiri sangat benci dilecehkan pria di tempat kerja,
tapi aku malah…
Bukankah kita sudah sepakat melupakan semuanya?
JALUR IMPLEMENTASI EKSPANSI MODEL DAN EKOSISTEM KE LUAR NEGERI
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI FINANSIAL
Kak Sha.
Masih mempelajari keuangan digital?
Kau yakin ingin mengambil proyeknya?
Kau ingin mendapat akses tingkat lanjut basis data keuangan digital perusahaan?
Sepertinya beban kerjamu kurang penuh.
Kalau diatur dengan baik, pasti selalu ada waktu.
Aku hanya ingin sebisa mungkin belajar lebih banyak.
Maxmise bukan pusat pelatihan.
Menurut Catatan Tahunan Statistik SDM, bagi karyawan baru yang masuk perusahaan,
perkembangan tercepat terjadi pada tahun pertama.
Lihat saja proyek Budaya Bolo. Kau telah memberiku kesempatan.
Siapa tahu nanti aku bisa memberikan nilai yang lebih besar bagi perusahaan.
Bukankah Kak Sha paling menyukai bawahan yang ambisius?
Akan kupertimbangkan.
Hipotesis strategi transformasi digital
Asuransi Tianjian yang ditangani Ma Ke sudah selesai.
Saat ini sedang masuk tahap pengujian strategi.
Jika kau bersedia,
beberapa waktu lagi kau bisa langsung pindah tim.
Tapi bonus dari Budaya Bolo hanya akan dihitung sampai minggu ini.
Aku bersedia. Tentu saja bersedia.
Hanya saja, proyeknya baru berjalan setengah.
Kalau aku tiba-tiba pergi, apa kurang pantas?
Kekurangan satu orang tidak akan memengaruhi perkembangan proyek.
Berhubung Ye Xinzhi bilang model kompetensimu bertipe pengembang,
aku bersedia memberimu kesempatan untuk pindah tim.
Apa hanya karena hubungan pribadi?
Tentu saja bukan.
Karena kau cukup pintar, berkompeten,
dan cukup gigih.
Lin Long memberitahuku tentang saran asuransi yang kau berikan padanya.
Menurutku, kau cukup berbakat.
Terima kasih, Kak Sha.
Baiklah.
Pulanglah dan istirahat lebih awal.
Tubuhmu adalah milikmu sendiri.
Kalau kau tumbang,
akan segera ada orang lain yang menggantikanmu.
Aku pasti akan rajin berolahraga. Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi.
Sampai jumpa. Sampai jumpa besok.
RUMAH SAKIT YIHE BEIJING
Kak Lu bilang, dia belum menemukan rumah yang cocok.
Jadi, aku lebih dulu bertanya pada agen properti yang kukenal.
Rumah ini hanya berjarak tiga stasiun MRT dari kantor.
Biaya sewanya tidak mahal.
IBU DAN BAYI DITANGANI DENGAN BAIK, KELUARGAM PUN BISA TENANG
Coba lihat.
- Baik, terima kasih. - Letakkan di sini.
Baik.
Bagaimana?
Dulu, aku pernah menyewa di kompleks ini.
Bagus, tidak masalah.
Nanti kau kirimkan saja kontak agen properti itu.
Aku akan membayar uang muka dulu.
Kalau kau percaya padaku, berikan saja KTP-mu.
Nanti kubantu urus prosedurnya.
Tubuhmu belum pulih sepenuhnya.
Biar kubantu kau mengurusnya.
Itu lebih baik lagi.
Tapi apa kau sempat?
Di perusahaan, bukankah kau baru masuk
ke proyek Budaya Bolo?
Aku dipindahkan ke proyek Asuransi Tianjian yang dipimpin Ma Ke.
Jangan khawatir. Aku bukan dikeluarkan dari proyek.
Aku sendiri yang mengajukan pindah
karena ingin mencoba bidang keuangan digital.
Hari ini aku datang karena ingin memberitahumu.
Bagaimanapun, kau yang membawaku untuk membahas proyek Budaya Bolo.
Benar juga.
Kalau mengingat dulu,
kita bersaing habis-habisan demi proyek ini.
Sekarang kita malah tidak bertahan di sana.
Ma Ke ini orangnya
banyak akal.
Kau harus lebih berhati-hati.
Baik. Aku mengerti.
Jangan khawatirkan aku.
Sekarang yang terpenting adalah memulihkan kesehatanmu.
Aku mau bilang sesuatu, tapi kau jangan marah.
Sebenarnya selama ini aku tidak pernah mengerti
bagaimana dulu kau bisa menyukai pria seperti Jiang Zhiwen itu?
Waktu itu,
keadaanku sangat mirip denganmu. Aku baru masuk Maxmise.
Setiap hari, aku benar-benar
sibuk, lelah,
dan kesepian.
Jadi, aku sangat mudah untuk ingin menemukan
kehangatan yang bisa diraih dari dekat.
Semoga beruntung.
Lalu, kenapa tadi kau mengajariku cara memilih restoran?
Kalau orang lain, ini sama sekali tidak perlu diajari.
Yang kumaksud adalah jangan asal minum di acara-acara luar itu.
Lagi pula, ada aku di sini.
Kehangatan
yang bisa diraih dari dekat.
Materi Koleksi Digital Benyuan sudah kususun.
Bagian pentingnya juga sudah kutandai dengan stabilo.
Bagaimana di tim proyek baru?
Lumayan.
Manajer proyek yang membimbingku bernama Ma Ke.
Orangnya baik.
Dia langsung mengajakku ikut merancang proposal.
Ada Yang Rui juga.
Aku belajar cara mendiagnosis masalah secara spesifik darinya.
Pokoknya jauh lebih menarik daripada dulu,
yang hanya wawancara dan memaksakan model analisis.
Siapa Yang Rui?
Aku belum pernah mendengar namanya.
Kukira di Maxmise, temanmu hanya Bu Tianna.
Terima kasih.
Kupinjamkan tongkat antiselip ini.
Bukankah kau ingin menang?
Kalau terpeleset dan cedera, kau tidak akan bisa menang.
Kau gadis yang baik.
Aku tidak ingin melihatmu ditindas oleh orang lain.
Bagaimana mungkin?
Aku sering janjian dengan rekan kerja untuk bermain bersama.
Kalau tidak percaya, lihat.
Lihatlah.
Ini foto kami.
Dia Yang Rui.
Teman yang banyak membantuku.
Dia sudah menjadi konsultan.
Kau lihat? Ada ini juga.
TEMAN DANSA SUDAH SIAP
Ini saat kita menari bersama.
Sepertinya Shen Jin yang mengirimkannya.
Seru, 'kan?
Lihat ekspresimu.
Lucu sekali. Seru, 'kan?
Seru.
Begini.
Aku akan mengajarimu metode analisis rekayasa ulang
proses bisnis dari atas ke bawah.
Nanti pasti akan berguna bagimu.
Kenapa menatapku?
Tidak.
Ada apa?
Katakan saja langsung.
Belakangan ini, kau terlihat sangat lesu. Lingkar hitam matamu parah sekali.
Kerutan di sekitar matamu juga makin jelas.
Belakangan ini, aku sering begadang.
Benar, 'kan? Kondisimu terlihat tidak prima.
Tidak bisa seperti ini.
Begini saja. Aku belikan sebuah termos.
Lalu, kau seduh goji,
ketepeng, atau semacamnya. Itu bagus untuk kesehatan. Sungguh.
Jangan minum kopi lagi.
Darahmu sudah penuh kopi. Sebaiknya seduh goji saja.
Aku pesan sekarang.
Yang ini…
Goji.
Kalau sudah berumur harus menjaga kesehatan.
Kalau tidak, bisa gawat.
Aku beli termos yang kapasitasnya paling besar.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kali ini, aku berhasil membalasnya.
Sekarang, dia pasti merasa
apa yang dia lakukan hari itu benar-benar berlebihan
dan dia terlalu percaya diri.
Kerja bagus.
Kuncinya ada pada kata lesu itu.
Satu kata "ketinggalan"
bisa menghancurkan
rasa percaya diri mereka yang menyedihkan itu.
Benar.
Ekspresinya saat itu sungguh konyol. Aku benar-benar ingin memotretnya.
Salah sendiri dia memilih cara seperti itu
untuk menjatuhkan harga diriku.
MA KE - MAXMISE
Aku tutup dulu, ya. Ma Ke meneleponku.
Tunggu.
- Ada sesuatu yang ingin kukatakan. - Ada apa?
Sudahlah.
Nanti saja kuberi tahu.
Maaf. Tadi aku sedang menelepon. Ada perlu apa?
Bu Tianna sudah bergabung dengan tim proyek kita.
Kau cukup dekat dengannya.
Jadi, urusan membantunya memahami proyek kuserahkan padamu.
Ada masalah?
Baik.
Kukira di Maxmise, temanmu hanya Bu Tianna.
Yang ada di tangan Bu Tianna, sahabatmu, barulah koneksi yang sebenarnya.
Setelah proyek Budaya Bolo selesai,
aku akan mencoba mendapatkan klien di bidang keuangan digital.
Keuangan digital?
Katanya, kalau ingin bertahan lama di industri konsultasi,
aku harus pilih industri beranggaran besar
dan potensi pertumbuhan yang kuat.
Karena Bu Tianna, 'kan?
Saat dia mencari Pak Pi kemarin, aku ada di samping.
Katanya, belakangan ini Keluarga Bu akan bekerja sama dengan Energi Ande.
Dia khawatir akan ada konflik kepentingan dalam proyek itu.
Lalu, dia dengar darimu bahwa keuangan digital punya potensi.
Jadi, dia ingin mencoba pindah tim proyek.
Karena dia sudah bilang begitu,
Pak Pi pasti akan memindahkannya ke proyek Tianjian.
Tapi dengan begitu, kau jadi serba salah.
Di proyek Tianjian,
pekerjaannya banyak. Makin banyak rekan yang bergabung makin bagus.
Jangan berpura-pura tenang.
Bisakah kau menjauhi Bu Tianna mulai sekarang?
Bukankah sebelumnya kau punya cukup banyak akal?
Kenapa dalam urusan ini, kau malah begitu polos?
Apa alasan gadis elite sepertinya
begitu mendekatimu?
Supaya dia punya banyak mata-mata.
Kau mau ke mana?
Sudah kubilang, aku bantu Deng Anran mengantarkan dokumen.
Aku tidak salah dengar, 'kan? Dia bantu Deng Anran mengantarkan dokumen?
Bukankah dia seharusnya membantu Bu Tianna?
Sejak kapan hubungannya dengan Deng Anran sebaik itu?
Kau belum tahu?
Bu Tianna mengajukan diri untuk masuk…
Serius?
Kau pikir ada teman sejati di kantor?
Hanya mengobrol dan makan bersama jadi dianggap sahabat?
Lalu, bukankah kau dan Kak Lin Long adalah teman?
Kami berbeda.
Kami teman kuliah. Empat tahun tinggal satu asrama.
Tapi setelah kupikir-pikir,
jika hanya ada satu kesempatan promosi di antara kami,
aku tidak akan mengalah.
Karena itulah, Lin Long dan Cindy tidak pernah bisa akur.
Kenapa kau selalu membantuku?
Karena suatu hari nanti, aku pasti akan menjadi partner.
Jadi, aku ingin lebih awal membina orang kepercayaan.
Tentu saja aku tidak tertarik.
Kau jangan berpura-pura lemah. Ini tidak sesuai dengan karaktermu.
Aku hanya berniat menjadikanmu orang kepercayaanku,
bukan sebagai temanku.
Orang kepercayaan berarti dipercaya.
Saling berebut pekerjaan di kantor itu hal yang sangat biasa.
Nanti kau akan terbiasa.
Dalam pekerjaan konsultasi, memang harus mengandalkan kemampuan.
Kenapa hari ini kau begitu perhatian?
Jangan-jangan kau iri karena aku lebih dulu
dipromosikan menjadi analis bisnis senior darimu?
Kita jelas baru kenal setelah masuk perusahaan.
Kenapa sejak awal
kau seperti punya kesan baik terhadapku?
Karena aku menyukaimu.
Salah satu alasan aku menyukaimu adalah
berkomunikasi denganmu selalu lebih efisien.
Xu Chi, kau baik sekali.
Waktu itu, kau menyelamatkanku.
Ke depannya, aku akan sangat baik padamu.
Kau berbalik. Balikkan badan.
Aku akan menutupimu.
MASTER YE
PANGGILAN TIDAK TERJAWAB DARI MASTER YE
PANGGILAN DARI MASTER YE
Maafkan aku, Ibu.
Aku malah melupakan pesan Ibu.
Bisa-bisanya aku mudah percaya pada orang lain.
Sekarang, aku malah menjadi batu loncatan untuk orang lain.
Xu Chi. Sepanjang sore, kau tidak mengangkat telepon
dan tidak membalas pesan WeChat.
Aku menelepon ke kantormu,
tapi resepsionis bilang tidak bisa menghubungimu.
Aku tidak ada urusan apa-apa.
Tapi Du bilang dia mengkhawatirkanmu. Dia memintaku mencarimu.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Dulu, kau pernah bilang
bahwa rumah lama ibumu ada di sekitar sini.
Jadi, aku datang untuk melihat-lihat.
Aku tidak apa-apa.
Apa maksudmu?
Lihat keadaanmu sekarang.
Sebenarnya ada apa?
Aku mencarimu sepanjang sore.
Bicaralah. Sebenarnya ada apa?
Aku tidak ingin bicara denganmu, boleh?
Baiklah.
Mau menyiksa diri, lalu menutupi diri, ya?
Biar kutemani.
PUSAT PENGUJIAN OTOMOTIF DAN TRANSPORTASI CERDAS YUNSHU
- Apa yang kau lakukan? - Sudah bangun?
- Apa yang kau lakukan, Ye Xinzhi? - Takut apa?
Ini ruas jalan tertutup. Tidak ada mobil, tidak ada orang.
- Apa yang mau kau lakukan? Berhenti. - Pegangan yang erat.
Cepat berhenti!
Ye Xinzhi! Apa yang mau kau lakukan?
Berhenti!
Kau gila, ya? Cepat berhenti!
Kau gila? Ye Xinzhi, apa yang mau kau lakukan?
Emosi yang mengganjal di hatimu sudah sedikit lega?
Sudah selesai menangis?
Maaf, ya.
Tadi aku
tidak seharusnya melampiaskan emosiku padamu.
Untuk apa kau minta maaf di saat seperti ini?
Di tempat kerja,
dikhianati oleh orang yang paling dipercaya,
siapa pun pasti akan sedih.
Kalau sering terjadi, nanti kau juga terbiasa.
Aku bukan sedih.
Aku hanya merasa diriku sangat bodoh.
Padahal sejak ibuku meninggal, aku sudah bersumpah untuk hidup mandiri.
Aku harus penuh pertimbangan. Tidak boleh percaya pada orang lain
dan bergantung pada mereka.
Tapi karena Bu Tianna pernah membantuku beberapa kali,
aku jadi lengah.
Aku bahkan…
Aku bukan menyukainya.
Aku hanya…
Aku hanya sedikit tertarik padanya.
Aku hanya menyimpan satu fotonya.
Itu saja tidak boleh sampai harus diperingatkan dia?
Aku bahkan menceritakan semua isi hatiku.
Karena itulah, aku berakhir seperti ini.
Berakhir seperti apa?
Dia baru bergabung di tim proyek itu.
Persaingan bahkan belum dimulai, tapi kau sudah mengaku kalah?
Apa mungkin kau merasa dirimu
tidak punya kemampuan untuk bersaing dengannya?
Menurutku, kau bukan menangis karena merasa bodoh.
Tapi jauh di lubuk hatimu, kau merasa dirimu menyedihkan.
Setelah semua ini terjadi,
kau bahkan tidak berani mempertanyakannya langsung.
Apa aku benar?
Jawab aku.
Benar.
Kalau masih bisa menjawabku,
berarti masih ada harapan.
Apa lagi yang masih mengganjal di pikiranmu?
Ceritakan satu per satu.
Mengaku akan meringankan, melawan akan memperberat.
Sebenarnya,
meski aku selalu bilang
bahwa aku tidak iri pada Bu Tianna dan segala keunggulan bawaannya,
sebenarnya selama ini aku terus menghindari
kemungkinan bersaing langsung dengannya.
Karena aku takut kalah.
Kau tahu, sejak kuliah, aku tidak pernah kalah dalam persaingan.
Jadi, aku takut kalau ternyata aku kalah darinya,
rekorku yang sempurna akan hancur.
Aku tidak ingin digantikan olehnya.
Pernah main permainan tepuk tangan?
Kenapa?
Bukankah kau bilang kau tidak pernah kalah?
Aku yang mulai.
Setelah kalah beberapa kali,
pikiran-pikiran tidak penting itu akan hilang sendiri.
Ingat baik-baik. Kau orang yang kupilih.
Meski kau tidak percaya pada dirimu sendiri,
setidaknya percayalah pada penilaianku.
Besok saat di kantor, jangan terlalu dipikirkan.
Bersainglah baik-baik dengannya.
Kalau kau menang,
berhentilah menyiksa diri.
Kalau kau kalah, datanglah dan belajar baik-baik dariku.
Aku tidak menyiksa diri.
Aku hanya melampiaskan kegelisahan melalui aktivitas fisik.
Psikolog juga bilang, pakai cara seperti ini…
Jangan katakan pemikiranmu yang aneh itu padaku.
Aku mengerti semuanya.
Kau kira aku tidak pernah dramatis?
Masih bisa tersenyum. Berarti sudah tidak apa-apa.
Naiklah. Aku sudah menunggumu begitu lama.
Aku yang tua ini sudah berjuang keras.
Jangan berlagak menyedihkan. Baru berapa usiamu?
Bukankah kau bilang aku sudah tua?
Sudut mataku banyak kerutan.
Semua sudah kucatat dengan baik.
Kau sering ke sana, ya?
Saat merasa tertekan,
sedih,
atau bermimpi buruk, aku akan ke sana.
Orang sekuat dirimu juga bisa bermimpi buruk?
Semua orang punya kelemahan.
Kalau aku, aku sangat takut ketinggian.
Aku takut kehilangan kendali.
Jadi, kalau pergi ke tempat seperti lantai paling atas,
aku akan sulit tidur.
Tapi kau sering naik pesawat.
Kalau terhalang kaca, tidak apa-apa.
Atau jaraknya cukup jauh, itu juga lebih baik.
Intinya,
aku merasa tempat itu bisa menyembuhkanku,
maka pasti juga bisa menyembuhkanmu.
Richard.
Kenapa kau begitu perhatian dan terus membantuku?
Kau…
Kau menyukaiku?
Bisakah jangan bercanda seperti itu saat aku sedang menyetir?
Aku tidak sedang bercanda.
Richard.
Aku memang masih muda, tapi bukan berarti
aku sama sekali tidak mengerti soal perasaan.
Selama ini, kau selalu sangat baik padaku.
Sebenarnya, aku sudah dewasa.
Memangnya bahaya apa yang bisa menimpaku di kota sebesar Beijing?
Kau bilang Du sangat mengkhawatirkanku. Tapi aku tidak dekat dengannya.
Jadi, sebenarnya kau yang mengkhawatirkanku, 'kan?
Kalau semua ini hanya dianggap
karena senior menghargai bakat junior,
menurutku alasannya agak dipaksakan.
Tapi hari itu di apartemenmu, kau sengaja membuatku melihat semua itu.
Jadi, aku benar-benar bingung.
Tapi kau tenang saja.
Aku menanyakan ini bukan karena ingin membuktikan sesuatu.
Aku hanya
ingin memperjelas seperti apa hubungan kita sebenarnya.
Kau benar.
Tentu aku tertarik padamu.
Kalau tidak, bagaimana mungkin aku berulang kali membantumu?
Tapi ada banyak jenis ketertarikan di dunia ini.
Bukan hanya rasa suka antara pria dan wanita.
Ini seperti aku menyukai seorang artis,
tapi bukan berarti aku ingin mengencaninya.
Di antara hitam dan putih, ada banyak warna abu-abu.
Waktu wawancara dulu, kau meninggalkan kesan mendalam bagiku.
Selain itu, kepribadianmu,
cara berpikir, dan gaya kerjamu
juga sangat cocok denganku.
Aku membantumu
bukan hanya karena berharap suatu hari nanti kau bisa jadi asistenku.
Aku juga ingin
menebus satu penyesalan
dari diriku di masa lalu.
Penyesalan apa?
Jangan-jangan aku mirip mantan istrimu?
Kau terlalu banyak menonton drama klise.
Dulu saat aku dikhianati
dan benar-benar terpojok,
tidak ada seorang pun
yang tiba-tiba muncul untuk membantuku.
Dalam hidup ini,
kita berebut kekuasaan dan kepentingan, bersusah payah, dan terus berjuang.
Kita bersusah payah melewati satu demi satu rintangan,
bukankah semua itu agar kita
punya sedikit kemampuan untuk hidup sesuai kehendak sendiri?
Dulu, aku kurang beruntung.
Aku tidak sempat bertemu malaikatku.
Sekarang, karena aku punya kesempatan seperti ini,
biarkan aku menjadi malaikatmu.
UNGGAH
Aku punya seorang teman.
Dia bertemu seseorang yang sangat baik padanya.
Orang itu bilang menyukainya,
tapi bukan rasa suka antara pria dan wanita.
Temanku bilang hatinya sekarang terasa tenang sekaligus kacau.
Bagaimana aku harus membantunya?
Yang ingin kukatakan adalah
menurutku, kau adalah gadis
yang sangat pintar
dan berkompeten.
Selain itu, saat bekerja bersamamu,
aku juga merasa
sangat senang.
Kau paham maksudku, 'kan?
Aku paham. Aku sudah salah paham.
Semacam
rasa kagum yang paling sederhana antara sesama manusia.
Waktu kuliah dulu, nilai pemahaman mendengar dan membacamu
pasti sempurna.
Dalam tes psikologiku, kemampuan menerima tekananku juga tinggi.
Sungguh.
SEMBUNYIKAN DARI LABEL: KLIEN, TEMAN: MASTER YE, TINA
SIMPAN PERUBAHAN INI? JANGAN SIMPAN, SIMPAN
JANGAN SIMPAN
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.