All language subtitles for The.Mentalist.S03E23.Strawberries.and.Cream_.Part.1.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SPBU dan Toko Makanan JD's

- Kopi. Manis sekali. - Kenapa selalu aku yang beli?

Dan kau yang mentraktir.

Perhatian, seluruh unit. Perampokan bersenjata terjadi...

Di Cash In Motion berlokasi di Twelfth and Main.

Merampok 50 ribu dolar, tersangka pria kulit putih...

Terlihat mengendarai Volvo biru menuju utara Main.

Bertindak hati-hati. Kemungkinan tersangka bersenjata.

Lihat ini.

Volvo biru.

Kau siap?

Astaga. Tidak apa. Aku akan menanganinya di dalam.

Ada yang bisa kubantu?

Ayo.

Permisi, Pak! Kau yang mengenakan mantel.

- Astaga. - Pak!

Pak! Aku bicara padamu!

Tidak! Tidak boleh ada polisi! Pergilah!

- Tiarap! - Pergilah!

- Dia punya bom! - Aku mohon!

- Tiarap! - Tidak! Aku mohon!

- Tiarap! - Pergilah! Aku mohon!

- Tiarap! - Mundur! Jika tidak...

Tidak!

Baiklah. Pemadam kebakaran sudah selesai?

Kami sudah bicara dengan perusahaan soal bensin di tangki penyimpanan.

- Bagaimana dengan penjinak bom? - Kami butuh waktu lebih lama.

- Kami sedang mencari detonatornya. - Permisi sebentar.

Aku tidak meneleponmu. Apa yang kau lakukan di sini?

Melawan kejahatan. Kau?

- Serius? - Serius.

Seorang pria menggunakan bom untuk merampok bank?

Ini rumit, bahkan misterius. Apa yang kita tahu?

Pertama, bukan bank. Dinkler merampok atasannya.

- Penyimpanan Cash In Motion. - Terdengar seperti acara permainan.

Itu bisnis pinjaman gaji dan transfer uang.

Dipakai untuk mentransfer uang ke seluruh dunia.

Itu bisnis uang tapi keamanannya kurang dibandingkan bank.

Sasaran empuk yang bagus. Dinkler lolos dengan 50 ribu dolar.

Hampir lolos dengan 50 ribu dolar.

Ya, dia berhenti mengisi bensin dan polisi Sacramento melihatnya.

Untungnya, orang sinting itu hanya membunuh dirinya sendiri.

Jika ini kasus biasa, kenapa kau di sini?

Karena mereka. Media massa. Direktur Bertram ingin CBI di sini.

Direktur Bertram. Aku mau tanya sesuatu.

Jika Direktur Bertram menyuruh CBI melompat dari tebing...

Akankah kalian melakukannya?

Jika ada uang lembur, tentu saja.

Itu menyedihkan sekali.

Permisi. Maaf. Mari kita mulai.

Aku tahu pria itu berbahaya. Aku menatapnya langsung ke mobilnya.

- Dia memberi isyarat padaku. - Isyarat?

Ya, menunjuk ke arahku, seperti itu.

Terus-menerus. Sungguh menyeramkan.

Dan mata itu, mata gila penuh amarah.

Menunjuk. Mata gila penuh amarah.

Dan kau, Pak? Ada lagi yang kau ingat tentang pengebom itu?

Kukira aku sudah mati. Aku lihat bom di sekitar pinggangnya...

Dan kukira, inilah saatnya. Aku akan mati.

Lisbon!

Ada apa?

Pria ini tidak marah atau gila.

Dia ketakutan. Menarik, 'kan?

Gedung Capitol

Tidak!

Ini mengerikan.

Video seperti ini berdampak besar, akan diberitakan berhari-hari.

Ya, ada sekelompok wartawan di luar sana.

- Apa yang kau dapatkan, JJ? - Agen Lisbon?

Alan Dinkler, 27 tahun, tidak ada catatan kejahatan sebelumnya.

Dia merampok atasannya. Penyimpanan Cash In Motion.

Memasuki kantor bosnya, menunjukkan bomnya...

Dan memaksa masuk ke lemari besi. Dia mengambil 50 ribu dolar.

Kami yakin Dinkler adalah korban di sini.

Dia diculik, dipasangkan jaket bom, dan dipaksa melakukan kejahatan.

Penjinak bom memastikan alat itu diaktifkan pengendali jarak jauh.

Betapa mengerikan. Pria yang malang. Digunakan sebagai boneka.

Tapi masalahnya, orang di balik ini menginginkan uang.

- Ini bukan terorisme, 'kan? - Tidak terlihat seperti itu, Pak.

Rencananya tidak berhasil tapi hanya melewati nasib buruk.

Kami sangat yakin pelaku akan mencoba kembali.

Itu dugaan. "Bukan teroris", itu awalnya. Insiden tersendiri.

CBI berwenang atas segala tindakan dan lain-lain.

Itu tepat, Pak.

Terima kasih, Semuanya. Beri tahu asistenku jika ada perkembangan.

- Hai, Bos. - Apa yang kita dapatkan?

Alat itu menggunakan bahan peledak plastik yang disebut PE4.

Stabil, sulit diperoleh, dan sangat mematikan.

Biasanya di bom manusia semacam ini ada bantalan peluru atau sejenisnya.

Untuk membuat kerusakan dahsyat pada saksi. Dalam kasus ini, tidak.

Hanya mematikan dalam radius 3 meter.

Forensik temukan 50 ribu dolar dari mobil Dinkler.

Beberapa bungkus makanan cepat saji, CD Cash In Motion, dan sampah lain.

- Ada sesuatu dari ponsel Dinkler? - Benda itu rusak parah.

Tapi lab coba selamatkan cip-nya. Mereka beri tahu setelah ada hasil.

Bagus, mungkin itu dipakai pengebom untuk berkomunikasi dengan Dinkler.

Rigsby dan Van Pelt, kalian bicara dengan rekan kerja Dinkler.

Cho, kau dan aku akan pergi ke apartemennya.

Tadi malam Dinkler pulang kerja pukul 17.30.

Pada pukul 08.00, dia kembali dan merampok kantornya.

Di sela waktu itu, seseorang memakaikan bom pada dirinya.

Jadi kita menelusuri ke belakang. Cari tahu kapan itu bisa dilakukan.

Jika kita telah mengetahui waktunya, mungkin kita akan tahu pelakunya.

- Ayo. - Baik.

Cash In Motion Cabang Sacramento

CBI, Bu. Mencari manajermu, Tn. Vermilion.

Dia sedang bicara dengan agen lain. Akan kubiarkan kalian masuk.

Agen lain?

Terima kasih.

Rigsby, Van Pelt, ikutlah bergabung.

Lisbon mencarimu. Apa yang kau lakukan di sini?

Penasaran. Memasang peledak pada seseorang itu tidak sportif, 'kan?

Bukankah begitu?

Kehilangan Alan sangat menyedihkan keluarga Cash In Motion.

Keluarga Cash In Motion. Baik. Ini Drake Vermilion.

Jelas itu alias. Entah kenapa begitu.

Impian gagal di bisnis hiburan, atau hanya nama lahir yang sial.

- Yang mana? - Kurasa itu tidak berkaitan, 'kan?

"Berkaitan". Pasti bisnis hiburan.

Sebenarnya aku memiliki karier sukses di teater musikal.

Tentu saja kau sukses, Drake. Bisakah kau bernyanyi untuk kami?

Kini kau tersenyum, Tracy?

Dari tadi menangis dan kini kau tersenyum?

- Apa aku menghiburmu? - Tidak, Pak.

- "Tidak, Pak," katanya. - Semua orang di sini agak tertekan.

- Itu bisa dimengerti. - Bisakah langsung pada intinya?

Intinya, ya, Drake.

- Pak, itu area terlarang. - Mari kita nyanyikan.

Dinkler, mengambil uangnya dari lemari besi ini?

Ya, dia memaksaku membukanya.

Lalu dia memaksaku dan Tracy masuk ke dalam lemari besi dengannya...

Selagi dia masukkan uang ke tasnya. Lalu mengunci kami di dalam.

Mungkin dia pikir kami akan mati lemas.

Tidak, dia tahu ada ventilasi.

- Dia tahu kita akan baik-baik saja. - Menurutmu begitu?

Kau punya wawasan tertentu? Dia bicara padamu?

Tidak, Pak. Tapi dia orang baik. Dia tidak akan menyakiti siapa pun.

Terima kasih, Tracy. Sungguh berguna mengetahuinya.

Tunggu. Kau tak bisa ke sana sendirian.

Tracy, bisakah kau tunjukkan ruang kerja Dinkler?

Berapa banyak uang ini?

10 ribu dolar.

- Dia hanya mengambil sedikit saja. - Kurasa dia terburu-buru.

Lihat ini.

Dalam 2 detik, 50 ribu dolar. Berapa waktu yang dia butuhkan?

Dia mengambil yang lain?

Entahlah. Sejujurnya mataku ditutup. Kembalikan uangnya.

Tepatnya saat itu kau berdiri di mana? Tepatnya!

Aku berdiri di sini dan Tracy di sini.

Saat dia keluar, dia menghadapmu atau membelakangimu?

Menghadap kami. Sama seperti dirimu.

Dia melakukannya?

Setelah itu apa yang dilakukan Dinkler?

- Dia menutup pintunya. - Seperti ini?

Ya, tepat seperti itu.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Tunggu, tidak! Tunggu!

Ayolah!

Tracy, ditemukan beberapa CD di mobil Alan yang berisi daftar ini.

Ini laporan transaksi klien dari dua bulan lalu.

Alan pasti dapat dari lemari besi. Kami tidak diperbolehkan melihatnya.

Apakah berharga? Seperti akun bank atau data kartu kredit?

Tidak, informasi akun terenkripsi dengan sistem terpisah.

Ini hanya nama para klien yang mentransfer uang dan tujuannya.

Kurasa ini tidak berharga.

Alan terus meminta maaf saat pertama kali masuk.

Pada awalnya aku tidak mengerti kenapa dia terus meminta maaf.

Kau mengalami hari yang berat, ya? Pulanglah untuk beristirahat.

Kami sudah selesai.

Ya. Maaf, aku tidak bisa banyak membantu.

Tidak, sebaliknya, pada dasarnya kau pecahkan kasus ini seorang diri.

- Aku memecahkan kasusnya? - Ya.

Dia memecahkannya?

Baiklah. Ada kendaraan mencurigakan yang lewat?

Tidak satu pun.

Baiklah. Terima kasih atas bantuannya.

Sersan mengatakan dia berjaga di rumah Dinkler sejak insiden itu.

Dia mengetuk tapi tidak ada jawaban. Tak seorang pun masuk atau keluar.

- Dinkler punya teman sekamar? - Orang pemalas, menurut pemiliknya.

Selalu di rumah.

- Periksa garasi. Aku ke belakang. - Baiklah.

Halo?

Polisi.

Cho? Kurasa aku menemukan sesuatu.

Baik, Bos. Aku segera ke sana.

Cho, kemari. Ada jasad.

- Teman sekamarnya? - Sepertinya begitu.

Tembakan di kepala.

Dari mana saja kau?

Kau tahu, keluar, berkeliling.

Itu bagus karena kami baru saja menemukan jasad di rumah Dinkler.

- Sudah kuduga. - Mungkin kau mau datang melihatnya.

- Lakukan pekerjaan detektif. - Tidak juga.

Aku cukup yakin itu korban tambahan. Mungkin teman sekamar.

Datanglah ke kantor dan akan kutunjukkan motif sebenarnya.

- Itu bukan uang. - Bukan? Lalu apa?

Sementara aku memikirkannya, bisakah kirim polisi Sacramento...

Untuk memeriksa kantor Cash In Motion?

Kenapa?

Halo?

Ada yang bisa mendengarku? Siapa pun?

Kau tahu motif sebenarnya untuk perampokan itu?

- Bagaimana jasad teman sekamarnya? - Michael Takashima.

Koroner bilang dia tewas kurang dari 24 jam.

Jadi dia terbunuh tadi malam. Jauh sebelum perampokan.

Pembunuh memasangkan bom pada Dinkler di rumah.

Mungkin teman sekamar pulang dan harus disingkirkan.

Ya. Jangan membuatku menunggu. Apa motifnya jika bukan soal uang?

Dinkler meninggalkan uang yang sangat banyak.

Meninggalkannya begitu saja di lemari besi.

- Kenapa? - Itu aneh.

Nyawanya sedang terancam. Hati-hati melakukan perintah pembunuh.

Jadi pembunuh pasti memberitahunya sasarannya bukanlah uang.

Menyuruhnya mencuri uang untuk sembunyikan pencurian sebenarnya.

- Lalu apa pencurian sebenarnya? - Daftar klien di CD yang dia ambil.

- Benarkah? - CD hal lainnya yang dia ambil.

Berarti itu yang dia incar.

2.000 atau lebih nama yang transfer uangnya dan tujuannya.

- Kenapa dia menginginkannya? - Aku belum mengetahuinya.

Jujur, ini kurang menggemparkan dari yang kau gembar-gemborkan...

- Dan mungkin salah. - Tidak. Dia mau daftar itu.

Baik. Akan kusuruh staf administrasi memeriksa nama-namanya...

- Lihat apa ada sesuatu yang muncul. - Sesuatu akan muncul.

Ada yang aneh. Tangki bensin mobil Dinkler nyaris penuh.

Mungkin dia mengisinya di SPBU?

Dia tak pernah mengaktifkan pompa bensinnya.

Lalu kenapa dia berhenti di sana?

Hai, Craig.

- Maaf, Bos. Bolehkah aku... - Silakan.

Terima kasih. Maaf.

Maaf mengganggu. Aku berada di seberang untuk ujian persiapan.

- Hanya ingin menyapa. - Hai.

- Tangani kasus pengebom sinting? - Ya. Ini kasus yang aneh.

- Belum ada petunjuk yang berarti. - Petunjuknya akan muncul.

Aku punya kejutan kecil untukmu. Hadiah pranikah.

Aku suka kejutan.

Ini indah sekali.

Itu milik ibuku.

- Kau menyukainya? - Aku menyukainya.

Mari kupakaikan.

- Bagaimana tampilannya? - Terlihat bagus sekali.

Aku mencintaimu.

Jane dan aku akan kembali ke SPBU. Tanya soal ponselnya ke lab.

Ya, Bos.

- Baiklah. Sampai bertemu nanti. - Baiklah.

Pertanyaan lagi? Semua orang punya pertanyaan lagi.

Mengobrol, polisi, wartawan, lalu polisi lagi.

- Membuat pekerjaan sangat sulit. - Kami akan berusaha singkat.

Hanya ingin menanyakanmu soal Dinkler, pengebom itu.

Dia mengatakan sesuatu? Mungkin tunjukkan alasan dia kemari?

Dia minta kunci toilet. Itu sebabnya kukira dia begitu gelisah.

Dia perlu buang air kecil. Tapi ternyata tidak.

Bisakah kami memintanya?

- Apa? - Kunci toiletnya, tolong.

Ya.

- Kenapa dia mau datang kemari? - Mungkin dia hanya perlu ke toilet.

Stres bisa menyebabkan itu juga.

Atau...

AD. Alan Dinkler.

297A6 Windsor.

Mungkin sebuah lokasi? Tujuan berikutnya?

Ya. Berburu harta. Menarik.

Jangan langsung menyimpulkan.

- Permisi, Pak? - Ya.

Itu berarti sesuatu untukmu?

AD-297A6 Windsor.

Setengah jam mencoba menghapusnya dengan susah payah.

Dan tinta jenis ini tidak bisa dihapus bersih.

Kalau begitu berburu harta. Baiklah.

297A6 Windsor. Mungkinkah sebuah alamat?

Ada Windsor Drive, Windsor Lane, dan Windsor Point Way.

A6? Seperti nomor apartemen?

Semacam nomor wilayah pinggiran. Aku yakin itu koordinat peta.

- Tapi peta yang mana? - Pertanyaan yang bagus.

Aku mendapatkan daftar lokasi yang memungkinkan...

Menggunakan hampir semua peta jalan daring.

Seperti Triple-A, USGS. Ada sejumlah besar kemungkinan.

Bagi daftar tersebut dari jarak kedekatan dengan SPBU.

Kita harus memeriksa setiap lokasi tersebut.

Baik.

- Kau dapat ilham? - Tidak.

Berburu harta, kode rahasia, aku tak bisa memahaminya.

- Semuanya sangat... - Rumit, bahkan misterius?

- Ya. - Kukira kau suka hal semacam itu.

Aku sangat menyukainya.

Ada perkembangan untuk dilaporkan, Agen?

Ada, Pak. Kami memiliki kemajuan dalam beberapa hal.

Saat ini kami sedang mencari lokasi pertemuan Dinkler seharusnya.

Ada hal nyata yang bisa kuberi tahu pada Bertram?

Belum ada, Pak.

Terima kasih, Lisbon.

- Sampai jumpa. - Astaga, aku rindu Hightower.

Tentu terlepas dari pembunuhan itu.

Meski dengan pembunuhan itu bagaimana bisa tiba-tiba muncul?

Dia hantu dari dimensi kelima, 'kan?

Dia bosnya. Aku tak akan komentar. Sudah dibagi. Ini bagianmu.

Terima kasih. Kau ikut?

Ikut pencarian metodis membosankan hingga County Sacramento...

Atau membereskan laci kaus kakiku?

Aku pilih yang "atau". Terima kasih.

- Selamat bersenang-senang. - Terima kasih.

- Lisbon. - Hai, Bos.

Tak ada petunjuk di Windsor Lane atau Windsor Arms Pub.

Cho dan Rigsby belum menemukan apa pun.

Aku juga.

Kabar buruk lainnya soal ponsel dari mobil Dinkler.

Ternyata pembunuh alihkan panggilan melalui China dan sebaliknya.

Tidak mungkin melacak asal panggilan itu.

Bagus sekali. Terima kasih.

Tapi kabar baiknya, gaun sudah siap di penjahit.

Kau bisa mengambilnya kapan saja.

Bos?

Gaunku. Ya, benar.

Pita satinnya tampak indah. Aku tak sabar lihat kau memakainya.

Bagus sekali. Terima kasih.

- Selamat malam. - Selamat malam.

- Ya. - Hai, Kapten Ahab.

- Bagaimana perburuannya? - Selesai. Hampir selesai.

Satu lagi. SMA Windsor. Itu di daerah Alameda.

Ditutup beberapa tahun lalu.

Itu daerah yang buruk.

Kau punya banyak harpun?

Aku punya beberapa peluru 9 mm.

Jika ada yang tampak aneh, aku akan menelepon untuk bantuan.

- Selamat malam. - Selamat malam.

SMA Windsor

Lisbon!

Aku sedang berada di sekitar sini jadi kupikir aku bisa mampir.

Lisbon?

Lisbon?

Kau baik-baik saja?

Lisbon.

Tidak apa-apa.

Aku ingin kau membiarkanku membantumu melepaskan benda itu.

Ini akan baik-baik saja.

Bimbing aku.

Kau lihat penutup di depan rompi ini?

- Di sini? - Ya. Buka dengan perlahan.

Pelan-pelan.

Baiklah.

Apa ada kunci di dalamnya?

Ada.

Terdapat kabel yang melekat pada kuncinya?

Ada banyak. Tidak bagus, 'kan?

- Jangan buka kuncinya. - Tidak akan.

Di mana ujung kabel ini?

Apa kau yang melakukannya?

Sumpah. Aku tak melakukan apa pun. Aku tidak menyentuh apa pun.

Itu sebuah ponsel. Kau harus mengangkatnya.

- Kau yakin? - Sekitar 75 persen.

Menurutmu kita harus mengangkatnya?

- Ya. - Bagaimana jika itu memicu bomnya?

Kita tidak akan pernah tahu.

- Halo? - Halo, Agen Lisbon.

Kau harus melakukan persis seperti yang kukatakan jika kau ingin hidup.

- Siapa ini? - Kau akan pergi ke CBI sekarang.

- Kenapa? - Tidak ada pertanyaan.

Kau akan mengambil dua CD Cash In Motion...

Dari tempat penyimpanan bukti CBI dan membawanya padaku.

Setelah mengantar, kau akan kuberi petunjuk cara melumpuhkan bomnya.

- Waktumu 30 menit. - Tidak, aku tidak...

- Bukan tidak. Ya. - Siapa yang sedang bersamamu?

Patrick Jane. Aku bekerja dengan Agen Lisbon.

- Hai. - Halo, Patrick.

Kau boleh bergabung bersama kami jika ingin.

- Harus kukatakan, ada hal lain... - Sebenarnya, aku bersikeras.

Kau akan berguna untuk membantu Agen Lisbon.

- Kami harus memanggilmu apa? - Tidak ada pertanyaan.

Dan ada dua aturan dasar.

Pertama, jangan beri tahu siapa pun situasi kalian.

Tidak seorang pun. Jika kalian lakukan, akan kuledakkan bomnya.

Kedua, biarkan telepon ini terus tersambung.

Jika aku kehilangan kontak dengan kalian karena alasan apa pun...

Akan kuledakkan bomnya.

Sekarang pergilah. Kalian tidak punya banyak waktu.

- Tak akan kulakukan. - Jangan dengarkan.

Dia tak berpikir jernih. Kami akan lakukan yang kau minta.

Saat ini, kami dalam perjalanan ke CBI.

Aku akan memikirkan sesuatu.

Baiklah. Ayo, Lisbon. Kita tidak punya waktu.

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan besertamu.

Terpujilah Engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa...

Sekarang dan waktu kami mati. Amin.

Kau berbisik. Hentikan.

Dia hanya berdoa. Dia takut dan begitu juga aku.

Jika bisa berdoa pada seseorang, aku akan lakukan hal yang sama.

Itu menjengkelkan. Diamlah.

Kau bukan orang yang religius?

Sangat.

Tapi bukan dengan cara yang bisa kau mengerti.

Cobalah. Aku suka debat teologis yang bermakna.

Aku akan menikmatinya. Tapi mungkin lain waktu.

Jane, gedung CBI penuh dengan orang.

Ini tidak benar. Kita membahayakan mereka.

Dia tidak ingin meledakkan CBI. Dia hanya menginginkan CD.

Kau hanya mau CD-nya, 'kan?

Tak ada telepon untuk ledakkan kami demi kesenangan.

Benar.

Dinkler tak beruntung bertemu polisi. Itu satu-satunya alasan dia mati.

Aku orang yang rasional dan manusiawi.

Patuhi aku dan kalian akan hidup.

Kalian sudah ada di mana?

Kubilang, kalian sudah ada di mana?

Sekitar lima menit lagi. Ada di sudut jalan.

Bagus. Kalian lihat betapa mudahnya ini?

Kalian cukup masuk lewat pintu, menaiki tangga, dan ambil CD-nya.

Saat kami masuk, itu akan sedikit rumit.

Karena tempat penyimpanan bukti sudah tutup jika semalam ini.

Jadi kami akan mencoba menyelinap atau...

Atau kami membuat keributan agar itu dibuka.

Maka menyelinaplah. Lakukan yang perlu kalian lakukan.

Jika aku curiga sedikit saja, kalian bermain-main denganku...

Akan kuledakkan bomnya. Kalian mengerti?

Ya, Pak.

Agen Lisbon, kau juga mengerti?

Ya, Pak.

Saat kami sudah mendapat CD-nya, ke mana kami harus pergi?

Dapatkan CD itu dulu, lalu akan kuberi tahu.

Baik, Pak. Kami sudah berada di CBI.

Kami berada di lantai 3, mendekati tempat penyimpanan bukti...

Di ujung lorong. Pintu yang mana?

Menurutku yang itu.

Ya, baiklah.

Terkunci.

- Bisakah kau membukanya? - Kurasa begitu.

- Kau yakin ini pintu yang benar? - Aku cukup yakin.

- Lisbon? - Ya?

Dengar...

Jika ini tidak berjalan baik...

Aku hanya...

Ada sesuatu yang sudah sejak lama ingin kukatakan padamu.

Hanya momennya tak pernah tepat, dan...

Tunggu, sekarang?

- Kau yakin ini waktu yang tepat? - Jika bukan sekarang, lalu kapan?

Lumpuhkan bomnya!

- Kutekan pemicu ini, kalian mati. - Begitu juga kau.

Kalian biarkan aku pergi, maka kubiarkan kalian hidup.

Tidak. Kau punya dua pilihan, lumpuhkan bomnya...

- Atau mati bersama kami. - Bersamaku.

- Jane, sekarang pergilah. - Aku akan pergi jika bisa.

- Pergi! - Lihat aku, Pak.

Aku tidak ingin mati. Aku tidak takut pada kematian.

Aku takut akan sakit karena sekarat karena rasanya pasti sakit.

Menurutmu itu akan menyakitkan? Kau merasa ingin sekarat?

Jane, pergilah! Itu perintah! Pergilah!

- Kau bukan bosku. - Kali ini saja, dengarkan aku.

Kau orang angkuh yang keras kepala. Dengarkan aku. Pergilah!

- Jangan melihatnya. - Kau tidak dengar yang kukatakan...

Dengar aku.

Beri tahu aku sekarang juga cara melepaskan rompi sialan ini...

Atau demi ampunan Tuhan, aku akan membunuhmu.

Ya, Bu.

Alat itu ada di sudut tenggara ruangan.

Alatnya ada di bawah meja. Pasti terlihat jelas.

Lisbon, Jane, bagus. Sungguh bagus.

- Dia sudah memberi tahu sesuatu? - Tak satu pun.

Tak beri tahu namanya dan kenapa mau daftar klien Cash In Motion.

Ada alasan atas semua yang kulakukan.

Ayo.

Kau belum bebas dari hukuman.

"Bebas dari hukuman"? Yang benar saja.

- Semuanya berakhir baik. - Semuanya tidak baik.

Hati-hati kepalamu.

Ya, ampun.

Jangan katakan, "Ya, ampun". Kau melanggar perintah langsung.

- Jangan merajuk. - Aku memberimu perintah.

Tugasku membuatmu tetap hidup. Dan saat aku memberimu perintah...

- Kau ikuti. Itu kesepakatannya. - Aku ingin pergi. Sangat ingin.

Tapi aku akan tampak seperti pengecut.

- Itu egoku, kesombonganku... - Bukan itu intinya. Intinya...

Dia mencoba kabur.

Dia mencoba merebut pistol.

Aku tidak punya pilihan.

Tampaknya kau tidak terluka.

Terus terang, aku tak menduga akan berakhir seperti itu.

Begitu juga aku.

Jadi bagaimana Jane tahu pelakunya adalah petugas pom bensin?

Pesan kode di toilet pria.

Saat Jane sadar pengebom bisa bicara langsung dengan Dinkler...

Dia tahu tidak perlu meninggalkan Dinkler pesan.

Pengebom bisa suruh ke tujuannya, seperti yang dia lakukan padaku.

Jadi pesannya pasti palsu.

Maka semuanya bisa dipahami. Jika pesannya palsu...

Lalu apa alasan sebenarnya Dinkler berhenti di SPBU itu?

Tentu untuk mengantar daftar klien.

Itu masuk akal. Dinkler pasti diberi tahu untuk tunggu di sana...

Dan seseorang akan mendekatinya.

Sial!

Permisi, Pak! Kau yang memakai mantel.

Tapi semuanya kacau saat polisi mendekati Dinkler...

Maka dia harus dibunuh.

Dan daftar itu berakhir di tempat penyimpanan bukti.

Jadi petugas itu mengatur jebakan.

Meninggalkan kode sederhana untuk ditemukan CBI...

Tahu dia bisa menangkap agen CBI untuk ambilkan daftarnya untuknya.

Itu berisiko. Tapi cukup elegan, sungguh.

Apa yang begitu penting dari daftar klien itu?

Kami masih berusaha mencari tahu. Kami periksa tiap nama di daftar.

Tapi mereka banyak sekali.

Tidak masalah. Dengan kematian pelakunya...

Kasus ini ditutup.

- Kerja kalian berdua bagus. - Terima kasih.

Terima kasih, Semuanya.

Aku senang kau baik-baik saja.

Terima kasih.

Aku tahu kau tak pikirkan ini jadi aku bantu mengambilkan gaunmu.

- Sangat perhatian. Terima kasih. - Gaunnya ada di ruanganmu.

- Baiklah. - Pastikan muat.

- Ada petunjuk dari daftar itu? - Astaga! Bisakah kau mengetuk?

Astaga.

Van Pelt harus mati.

Tidak. Kau tampak cantik. Gaunnya indah. Seperti putri.

Putri kecil yang marah. Seseorang mencuri tiaramu.

Dia mengejutkanku saat dia memintaku.

Jika tidak, aku tak akan mau jadi pengiring pengantin.

Kenapa dia memintaku lakukan ini? Dia tahu aku benci omong kosong ini.

Aku menyuruhnya. Kukatakan diam-diam kau ingin jadi pengiring pengantin.

- Benarkah? Kenapa kau lakukan itu? - Untuk bersenang-senang.

Dan tentu, karena di dalam hatimu diam-diam kau memang ingin.

Silakan. Akui saja.

Daftar klien di CD Cash In Motion, salah satunya bernama Max James.

Divisi Pembunuhan mendapat telepon gelap beberapa jam lalu.

Jasad pria ditemukan di sebuah rumah di Cosgrove. Ternyata itu Max James.

Mungkin kau ingin ganti baju dulu.

Max James.

Kau tampak cantik.

Cukup feminin.

Max James, 59 tahun.

Koroner menduga setidaknya dia sudah tewas selama 4 hari.

Jadi dia tewas sebelum Gupta memasangkan bom pada Dinkler.

Gupta juga pelakunya. Kaliber peluru di lutut sama...

...dengan teman sekamar Dinkler.

Tapi lihat telinga dan matanya. Itu modus yang sangat berbeda.

Karena tujuannya berbeda. Ini adalah penyiksaan.

- Gupta inginkan sesuatu darinya. - James tak tewas karena luka ini.

- Koroner duga dia serangan jantung. - Itu dia.

Dia tewas sebelum pembunuh mendapatkan yang diinginkannya.

Ini tanda terima Cash In Motion. Ini yang membawanya pada Dinkler.

Gupta kemari, menginginkan informasi dari James...

Menyiksanya, tapi kemudian James sekarat.

Dia menemukan tanda terima ini...

Lalu putuskan untuk pergi dan dapat informasi dengan cara lain.

Tapi daftar itu berisi nama klien dan tujuan mereka kirimkan uangnya.

Dan Gupta sudah memiliki namanya. Jadi kenapa dia mencari daftar itu?

Ya, itu pertanyaannya.

- Ini aneh. Madeleine Hightower. - Apa?

Itu Hightower dengan Max James.

Sial.

- Aku akan menelepon LaRoche. - Tidak, jangan!

Kenapa tidak? Ini kasusnya.

Kita harus pergi dari sini sekarang.

Atur dengan polisi, kita tidak pernah ada di sini.

Apa maksudnya?

Aku tak bisa beri tahu yang terjadi, tapi kau harus merahasiakannya.

Hightower adalah buronan. Dia bunuh dua orang. Hampir bunuh Jane.

- Apa yang tidak bisa kau beri tahu? - Cho, ini perintah.

Kita akan meninggalkannya. Polisi yang akan menangani kasusnya.

Bos.

Kimball. Kumohon, aku butuh kau memercayaiku.

Saat aku bisa memberi tahu apa yang terjadi, akan kuberi tahu.

Hingga saat itu, lebih baik kau tidak tahu. Ini untuk kebaikanmu.

Red John di balik kasus bom ini.

- Dia mencari Hightower. - Ya.

Max James adalah teman atau kerabatnya.

- Dia pasti tahu keberadaannya. - Kita harus memperingatkannya.

Bagaimana? Aku tidak tahu keberadaannya.

Jika Red John gagal, menurutmu apa yang akan dia lakukan selanjutnya?

- Aku harus memikirkannya. - Dia bisa mengejarmu, Jane.

Kenapa?

Aku sungguh tidak tahu keberadaan Hightower saat ini.

Jika aku tak sungguh memercayaimu, mungkin Red John juga tidak.

Jika Red John menginginkanku, dia tahu di mana harus mencariku.

Aku tidak cemaskan soal itu.

Perluasan Parkiran Motel

Halo?

Halo, Patrick.

Kita harus bicara.

Hightower.

Bersambung...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.