Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jane.
Jane, bisa gabung dengan kami?
Bulan ada di titik lintasan terdekat dengan Bumi.
- Indah, 'kan? - Ya.
- Tapi korbannya di sebelah sini. - Aku tahu.
Mari bekerja.
Nama korban Eleanor Artega. Ditembak di dada.
Ada laporan penembakan sekitar pukul 23.00.
- Dia dari lingkungan ini? - Alamat KTP di luar kota.
Tapi salah satu polisi berkata dia besar di lingkungan ini.
Ibunya mengelola toko kelontong beberapa blok dari sini.
Gaunnya bagus. Mungkin dia dari acara pernikahan?
Mungkin pentas. Dia musisi. Memainkan alat gesek.
- Alasannya? - Ujung jarinya kapalan.
Dan ada aroma pinus damar yang memudar di gaunnya.
Ada inisiasi geng untuk membunuh di area ini. Mungkin ini korbannya.
Akan kuhubungi unit geng SAC PD, cari tahu siapa yang aktif.
Kami akan mencari saksi mata.
Ini kelopak bunga hortensia.
Hiasan tak lazim bagi geng brutal. Kecuali mereka suka menata bunga.
Aku bisa lihat manfaatnya buat terapi.
- Terima kasih. - Aku yakin ini bukti.
Ayo.
Aku cari informasi terbaru geng Meksiko di Northeast.
Telepon aku secepatnya. Terima kasih.
Sial, Bung. Kau lihat aku jalan, 'kan?
- Kau berjalan ke arahku. - Tak mungkin.
Ke belakang garis. Di sini hanya boleh ada polisi.
- Mencoba cari pelaku pembunuhan? - Kau tahu sesuatu?
- Menurutmu aku informan? - Pergilah.
Cepat.
Semua informasi akan berguna, jika tak keberatan...
Hubungi kami dan terima kasih sudah luangkan waktu.
Aku tahu caraku lambat, tapi ini akan berhasil.
Aku bisa tunjuk seseorang yang tahu informasi berguna dengan 25 kalimat.
- Benarkah? - Hitung saja.
Selamat malam, aku punya 100 dolar untuk informasi tentang korban.
100 dolar.
Bukan 100 dolar, tapi hanya satu dolar.
Untuk informasi. Ada yang mau ambil?
- 25 kata. - Apa intinya?
Pria berbaju motif kotak tak angkat tangannya.
Artinya dia punya informasi yang lebih mahal daripada 100 dolar.
Kau yang memakai baju kotak, kami mau tanya.
Cho, ada yang lari! Ambil mobil, hadang di sekitar blok!
Ada yang curi kunci mobilku.
Hentikan mobilnya!
Terima kasih tumpangannya, Berengsek!
Ayo, Starsky. Kita tangkap mereka. Aku yang mengemudi.
Terima kasih kembali.
Ny. Artega, kami ikut berduka.
Aku mau tanya tentang putrimu.
Aku harus bekerja.
Bu, apa pekerjaan Eleanor?
Dia violinis di orkestra. Dawn!
Barang ini di lemari pertama.
Maaf, Ny. Artega.
Dia violin kursi pertama, Pemimpin konser.
Posisi kedua di bawah konduktor.
Yang termuda di sejarah orkestra.
- Kau pasti sangat bangga. - Ya, aku bangga.
Dulu aku manajernya, kami satu tim.
Kau tahu kenapa Eleanor ada di lingkungan ini semalam?
Dia datang kemari. Dia memberikan pertunjukan solo.
Acara spesial. Dia ingin katakan itu padaku.
Bisa pikirkan siapa yang mungkin mau menyakitinya? Pacarnya?
Dia tak kencan dengan siapa pun. Tak ada waktu.
Dulu dia punya pacar. Orlando Yglesias.
Anggota geng. Mereka pacaran sekitar setahun.
Kenapa dia mau menyakitinya?
Eleanor memutuskannya enam bulan lalu.
Orlando tak mau meninggalkannya.
Dia menelepon, datang ke apartemennya.
Kami harus minta surat perintah menjauh.
Dawn! Ambil pel!
Bagaimana aku akan bersihkan ini? Bagaimana?
Ellie-ku! Anakku!
Kenapa mereka lakukan ini padamu? Kenapa?
Bos.
Eleanor Artega pentas di acara tertutup di malam dia dibunuh.
Rupanya ada perayaan pembelian terbaru dari kolektor...
Biola Brescian Stradivarius.
Kurasa itu biola yang bagus. Bagaimana dengan pacarnya?
Orlando Yglesias punya catatan kejahatan tingkat rendah.
Dia ikut dengan geng Meksiko, Lincoln Avenue Hermanos.
Eleanor punya surat perintah menjauh untuknya.
Ini pria yang lari dari TKP semalam.
Yang dipilih oleh Jane dari kerumunan.
Hubungi unit geng SAC PD.
Katakan kita perlu bantuan menangkapnya.
Jane.
Jane.
Jane!
Ada penyelidikan pembunuhan. Kau mau ikut?
Aku sedang sibuk mendengarkan 'Concerto D Major' dari Brahms.
Eleanor pemain solonya. Dia sangat bagus.
Perpindahan temponya elegan.
Dengarkan nanti saja. Kita ada tersangka.
Mantan pacar korban.
Kuharap penangkapannya sia-sia.
Kenapa harapkan itu?
Jika pacarnya pelakunya, ini membosankan.
Tragis, tapi bosan.
Ini harus dihindari dengan segala cara.
Kau mau ke mana?
Jane?
- Kau Cho? - Benar.
Beller dari SAC PD. Ini Anthony Rome.
Dia tertangkap di Bellwood, Northwest.
Ada mobilmu juga sedang menuju kemari.
Terima kasih. Ada penjemputan oleh Dinas Anak Bermasalah?
Mereka terhambat, tak bisa memprosesnya setidaknya 48 jam.
Dinas Sosial berkata ibunya sudah meninggal.
Ayahnya di penjara.
Dia berpikir kami mengembalikannya ke orang tua angkatnya.
Kau masuk geng apa?
Aku tak punya geng.
Mencuri mobil polisi adalah inisiasi geng.
Kau bergabung dengan siapa? Beasty Mobb? True Heights Villains?
Pak, aku tak tahu maksudmu.
Jaga dia. Dinas Anak Bermasalah pasti menjemputnya.
Tak bisa. Aku harus bertugas di pengadilan hari ini.
Dia tak bisa bersamaku. Dia bagianmu.
Aku sudah katakan pada bosmu.
- Kau bercanda. - Tak ada yang bercanda.
Terima kasih, Opsir Beller. Kami hargai bantuanmu.
Sama-sama.
- Bos. - SAC PD bukan pengasuh anak.
Dia mencuri kuncimu, dia urusanmu.
Pastikan dia tak ambil benda-benda lain.
Pak, percayalah, aku menyesal.
Jangan bicara.
- Tapi aku sungguh menyesal. - Aku tak percaya.
Ayo.
- Terserah kau, Berengsek. - Itu lebih baik.
Tn. Jane?
Aku Kieran Carruthers, asisten penjangkauan perusahaan.
Kantor utama berkata aku bertemu kau di sini.
Kau bukan birokrat tapi musisi.
- Ya. Aku pemain oboe utama. - Tentu saja pemain oboe.
Pemimpin konser duduk di sini?
Ya.
Penanda buku yang menarik.
- Ya. Sepertinya mahal. - Benarkah?
Jika katakan apa yang kau cari, aku bisa membantu.
Aku mencari pembunuhnya.
Pembunuh Eleanor? Di sini?
Kau musisi. Punya obsesi profesional.
Kebanyakan anak masa kecilnya bermain, kau belajar skala musik.
Itu sesuatu yang mulia, tapi hasilnya kau sedikit gila.
Entah apa aku setuju denganmu.
Suasana di ruangan ini agak tegang. Ada apa?
Kami seharusnya mulai konser besok lusa.
Malam pembukaan, temu muka dengan donatur acara amal kami.
Beberapa dari kami merasa ini perlu ditunda karena kematian Eleanor...
Tapi si maestro tak setuju.
Konduktormu kejam?
Vincent Manheiser. Dia bukannya kejam, hanya tak ramah.
- Ayo, kembali bekerja! - Silakan lihat sendiri.
Ayo, Semua. Cepat. Waktuku tak banyak.
Naiklah. Ayo. Baiklah.
- Constance. - Ya, Maestro.
Kau ambil kursi Eleanor sebagai pemimpin konser.
Kau tak tunjukkan bakat alam memimpin seperti dia...
Tapi dalam situasi ini, kita harus membuat keputusan ini.
- Aku berusaha sebaik mungkin. - Ariel.
Ketertarikanmu untuk maju akan diwujudkan.
- Pindah dua kursi darimu. - Ya, Maestro.
Baiklah, Semuanya. Siap?
Dari awal.
Dan ketegangan. Kencang.
Ya. Orlando Yglesias, Baiklah. Terima kasih.
Unit geng akan cari informasi...
Dan lokasi tempat berkumpul mantan kekasih korban.
Ini makananmu.
- Aku tak bisa makan ini. - Kenapa ?
Aku vegetarian.
Kini ini untuk vegetarian.
Ambil itu. Jangan macam-macam dengan Cho.
Dia dulu anggota geng Avon Park Playboy.
- Dulu kau di geng Playboy? - Ya, itu benar.
Maka seharusnya kau tahu ayahku, Lawrence Rome.
Dia memimpin geng South Side Mafia.
Tak pernah dengar. Aku akan kembali.
Wayne, aku ambil kopi. Kau mau?
Tidak. Terima kasih.
- Apa ini? - Apa?
"Aku ingin kau, Sayang. Kemarilah." Ini lelucon?
- Aku tak kirim itu. - Ini dari ponselmu.
Ponselku di mejaku.
Siapa yang awasi anak itu?
Usaha yang bagus.
Ayo.
- Tadi aku menangkapnya. - Ya.
Tak bisa begini. Aku di bawah umur.
Sayang sekali.
Seharusnya aku tak macam-macam denganmu, aku tak bisa di sini.
Aku harus pergi. Serius.
Unit Geng baru saja menelepon.
Anak buah Orlando di jalan Eight And Market.
Kita harus ke sana.
Kau mencari Orlando Yglesias?
Aku tahu dia. Dia dari lingkunganku.
Kau tak akan menemukannya di Eight And Market.
- Kenapa? - Itu lokasi kumpulnya Hermanos.
Orlando tak bersama mereka lagi.
- Unit Geng berkata lain. - Mereka tak tahu.
Dia masuk geng baru beberapa bulan lalu.
Benarkah? Geng yang mana?
Lepaskan borgolku, akan kukatakan padamu.
The Loco Pimps.
Sebuah rumah di Lex And Tremont. Itu lokasi mereka.
Unit Geng berkata informasinya sudah enam bulan lalu.
Mungkin anak itu benar.
Tak ada salahnya memeriksanya. Lex And Tremont dekat.
Jika Orlando tak muncul, kita ke lokasi lain.
Jika kau menangkapnya, kalian membebaskanku, 'kan?
Ayo.
Kalian berantakan, Semua.
Tetap pada tempo.
Spicatto!
Spicatto!
Berhenti! Berhenti.
Ariel. B mol?
Itu mudah sekali, bahkan untuk orang sepertimu.
Karena kita bahas ini, Ann, Carol, kalian berantakan.
Terompet. Bagian 37. Permainan lembek.
Menurutku kedengarannya sudah bagus. Hebat.
- Kau sangat pemilih, ya? - Kau siapa?
Lupakan saja. Pergilah. Sekarang.
Aku dari CBI. Ini tentang pembunuhan.
Tunggu aku di luar.
- Kau benci jika diganggu, 'kan? - Benar sekali.
Menarik. Aku punya satu pertanyaan, lalu aku akan pergi.
Aku tahu kau membunuh Eleanor Artega.
Aku ingin tahu alasannya, Vincent.
Kenapa kau membunuhnya?
Kau gila.
Ucapanmu itu sudah kutebak.
Kini aku sudah tahu. Ya.
Kau adalah pembunuh berdarah dingin.
Kau akan dapat balasannya.
Aku tak membunuh Eleanor Artega.
- Kau yakin? - Sangat yakin.
- Setidaknya sudah kucoba. - Mencoba apa?
Ya, langkah pertama menuduh orang.
Orang yang bersalah sering gemetar di bagian itu.
Itu jika mereka sadar perbuatannya salah.
Artinya, entah kau tak bersalah...
Atau kau monster berdarah dingin tak berperasaan.
Atau keduanya.
Kau menyalahgunakan wewenangmu dengan memalukan.
Ya, aku tahu. Kau juga jangan sombong.
Kau masih bisa jadi pelakunya. Jika benar...
Keadilan akan menemukanmu.
- Apa? - Kita buang-buang waktu.
Orlando tak akan muncul. Anak itu permainkan kita.
Kedengarannya dia tahu apa yang dia maksudkan.
Dia tahu cara orang lain bisa percaya.
Sepertinya dia tak sejahat itu.
Dulu aku seperti anak itu.
Jika ada kesempatan cari masalah dengan polisi, pasti kulakukan.
Lihat itu.
- Itu Orlando, 'kan? - Ya. Cepat.
- CBI. - Angkat tangan. Cepat!
Ceritakan tentang Eleanor.
Orlando, jika ingin bicara setelah semalam di penjara, itu hakmu.
Tapi besok pagi, aku masih akan tanya pertanyaan yang sama.
Apa yang ingin kau ketahui?
Kalian pasangan yang tak lazim.
Eleanor di orkestra dan kariernya menanjak. Kau tidak seperti itu.
Lalu dia memutuskanmu. Pasti kau tertekan.
- Hal itu membuatmu marah? - Ini dia...
Kau menyalahkanku untuk itu.
- Aku hanya bertanya. - Aku tak marah.
Eleanor selalu memikirkan musik.
Dia tak membiarkan aku atau orang lain menghalangi musiknya.
- Aku menghargai itu. - Kenapa kau terus menelepon?
Pergi ke apartemennya?
Hubungan kami akrab. Tak ada alasan tak bertemu dia.
Kecuali jika ada surat perintah menjauh.
Ibunya memaksanya melakukan itu. Eleanor cerita padaku.
Ibunya berpikir aku serumah lagi dengannya karena aku sering ke sana.
Jika kau tak bersalah, kenapa kau lari dari TKP?
Polisi memanggilku, aku harus bagaimana?
Aku tak mau menyakiti El.
Aku tak ingin apa pun kecuali yang terbaik untuknya.
Percaya atau tidak, aku tak mengaturmu.
Aku bicara pada panitera hakim yang menerbitkan surat menjauh.
Orlando benar. Eleanor yang memintanya.
- Tapi ibunya yang mendorongnya. - Bukan itu yang dikatakan Isabella.
Aku juga mengecek surel Eleanor.
Eleanor memecat Isabella sebagai manajernya...
Dan merekrut manajer baru beberapa minggu lalu.
Tapi hal itu tak diterima ibunya dengan baik.
Manajer baru berkata Eleanor dan ibunya tak bicara.
Mereka bicara sebelum Eleanor tewas.
Bicaralah lagi pada Isabella, cari tahu pembahasan mereka.
Ya, aku ke sana.
Kau tidur di sini.
Pintunya dikunci, tapi ada penjaga di ujung lorong.
Jika perlu sesuatu, ketuk pintunya dengan keras.
Tapi aku akan pulang besok, 'kan?
Tergantung kapan Dinas Anak Bermasalah kemari.
Dinas Anak Bermasalah?
Katamu, aku bebas jika aku beri informasi tentang Orlando.
- Kita sudah sepakat. - Tak ada kesepakatan.
Ayolah, Bung. Jangan menipuku.
Aku serius. Aku harus keluar dari sini.
Kau harus pikirkan itu sebelum kau curi mobil.
- Tidak, aku punya urusan. - Maka itu harus menunggu.
Lepaskan aku! Lepaskan!
Lepaskan aku! Lepaskan!
- Berhenti. - Lepaskan aku!
Hentikan. Tenang.
Lepaskan!
Pandang aku.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku tak pergi sampai kau cerita padaku.
Ayahku ditangkap.
Katanya dia merampok toko minuman.
Tapi dia tak lakukan itu.
Baiklah.
Ayah tak melakukannya. Dia punya alibi.
Pria itu bernama Jayden Stephens.
Tapi Jayden tak mau bersaksi.
Ada surat perintah penahanan untuknya, maka dia bersembunyi.
Tapi ayahku akan diadili minggu depan.
Aku tak bisa temukan Jayden, ayahku akan dipenjara.
Itu sebabnya aku mencuri mobilmu.
Jayden kabur dengan True Heights Villains.
Pikirku, jika aku bisa gabung dengan mereka...
Mereka akan katakan di mana Jayden bersembunyi.
Kurasa mereka tahu.
Kau masuk geng untuk membebaskan ayahmu dari penjara?
Ya.
Cobalah untuk tidur.
Kami tahu Eleanor memecatmu sebagai manajernya. Kenapa tak bilang?
Kupikir hal itu tak penting.
Kau harus cerita malam saat Eleanor kemari dan terbunuh.
Kami memang bicara.
Dia ingin berbaikan, aku tak mau.
Seharusnya kulakukan, tapi tidak.
Terakhir kali bicara padanya, kalian bertengkar?
Kau bertanya apa aku membunuh putriku?
Tidak, Bu. Aku hanya ingin meluruskan faktanya.
Ya, dia tanya itu.
Ayolah, tujuanmu memang itu.
Kebanyakan anak tak pernah berhasil keluar dari lingkungan ini.
Eleanor berhasil.
Karena aku memberi semuanya agar hidupnya bisa lebih baik.
- Kenapa aku harus menyakitinya? - Grace, semua sudah jelas.
Isabella tak ada hubungannya dengan kematian putrinya.
Ini hal yang penting, apakah Eleanor suka kucing?
Kucing? Tidak.
Bagaimana dengan Mesir kuno? Piramida? Mumi?
Tidak. Dia tak pernah cerita padaku tentang Mesir.
Baiklah. Terima kasih. Ayo, kita pergi.
Aku berharap bertemu kalian besok malam...
Saat pagelaran ke-73 kita dimulai.
Kepada para donatur, anggota dewan, pendukung setia kami...
Kuucapkan terima kasih.
Untuk Ariel? Kurasa dia lebih suka anggur merah.
Bagaimana kau tahu ini untuknya?
Jelas kau harus memikirkannya.
Ini saranku, dia suka pria bandel.
Kau kembali lagi. Jangan sampai Vincent melihatmu.
Kurasa aku bisa menghadapinya.
Aku boleh melihatnya? Kemarin menyenangkan.
Itu bukan lelucon, Ariel. Aku mengikuti petunjuk penting.
Hal itu bisa memecahkan kasus ini dengan baik.
Ayolah.
Kau akan beri tahu kami, 'kan?
Dia tak bisa katakan, Ariel.
Kami tak akan berkata apa pun.
- Janji. - Aku mau tahu.
Kurasa sebentar lagi kau akan tahu.
Eleanor berpacaran dengan seseorang dari orkestra.
- Aku sudah cukup curiga. - Siapa?
- Aku tak bisa... - Bukan Douglas, 'kan?
- Bukan. - Atau Howard?
Berpikirlah lebih jauh. Itu yang bisa kukatakan.
Bukan...
- Astaga. - Kau serius?
Sangat serius.
Dan Vincent menyiksa Eleanor, secara seksual.
- Mengerikan. - Ya.
- Astaga. - Aku tak mengerti.
Tanda pengenal.
Tn. Rome, aku Kimball Cho dari CBI.
Kata putramu, Anthony, kau hadapi hukuman, tapi tak bersalah. Benar?
- Anthony katakan itu padamu? - Ya.
- Bagaimana kau bisa kenal putraku? - Kini itu tak penting.
Kenapa kau peduli tentang hal ini?
Kuberi kau peluang untuk lepas dari hukuman. Kau tak mau?
- Aku tak berbuat jahat. - Jaksa penuntut berkata lain.
Pemilik toko asal memilihku dari barisan tersangka.
Dia salah lihat. Itu saja.
Tapi kau tahu betapa susahnya hal itu dibantah, 'kan?
Kau sudah merampok banyak toko?
- Tidak lagi, itu masa laluku. - Sejak kapan?
Sejak ibunya Anthony meninggal setahun lalu.
Aku coba menggantikan posisinya dan berbuat lebih baik.
Bahkan aku dapat kerja di bidang konstruksi.
Dan kau bergabung dengan geng South Side Mafia.
Bagaimana perasaan mereka soal kau mau menggantikan ibunya?
Aku akan keluar geng jika semua masalah ini sudah lewat.
Kau sudah punya waktu setahun untuk keluar. Tunggu apa lagi?
Kau ini kenapa? Kau tak mengenalku!
Jaksa menuntutmu dua tahun. Kau bisa manfaatkan waktu itu.
- Kenapa kau tolak? - Dua tahun dan putraku diadopsi?
Atau dia di jalanan? Lebih baik dia mati atau di penjara bersamaku!
Tidak. Aku sudah pergi terlalu lama.
Aku harus keluar dari sini.
Ceritakan tentang Jayden Stephens.
Aku terima pesanmu.
- Kau tepat waktu. Sebentar mulai. - Ada apa?
- Mengerikan, 'kan? - Apa maksudmu, Bu?
Konduktor kami.
Dia punya hubungan terlarang dengan Eleanor yang malang.
Tidak.
Ya. Dan dia memukul Eleanor.
- Allison! Permisi. - Silakan.
Kau ini kenapa?
Untuk memancing kekasih sejati.
Aku harus pergi.
Seseorang di orkestra punya gairah dan tertarik pada Eleanor.
- Kenapa kita bisa tahu? - Kucing dan Mesir.
Eleanor tak suka dua hal itu.
Pembatas buku tak dibelinya sendiri, terlalu mahal sebagai hadiah biasa.
Ada yang berusaha keras membuatnya terkesan.
Untung ada gosip tersebar bahwa Vincent bercinta dengan Eleanor.
Tambah beberapa gelas sampanye dan jika aku tak melewatkan jejak...
Kau berengsek!
Kenapa kau tega lakukan ini pada Eleanor?
- Aku tak tahu maksudmu. - Ini dia.
- Jangan bohong! - Pulang dan sadarlah!
Cukup! Lepaskan dia! Ayo, lepaskan!
Lepaskan sekarang! Lepaskan!
Lepaskan!
Lepaskan! Cepat!
Hubungi aku jika perlu bantuan.
Tak apa. Lepaskan tanganmu!
Kau pemarah, ya?
Tidak. Sama sekali tidak.
Kau marah besar pada Vincent.
Itu berbeda.
Kupikir... Kudengar Vincent menyakiti Eleanor.
Kurasa itu tak benar.
Bagaimana di malam Eleanor tewas?
Saat itu kau marah?
Kau tahu dia pentas malam itu. Tak sulit untuk mengikutinya.
Yang benar saja.
Baiklah. Lalu, jelaskan ini.
Kenapa pistol yang membunuh Eleanor ada di mobilmu?
Apa?
Beberapa jam lalu, kami menemukannya di bagasimu.
Pistol ini bukan milikku. Bukan milikku.
Itu tak menjelaskan kenapa pistol ini di mobilmu.
Aku ingin pengacara. Kumohon.
Lalu, Constance?
- Kita tuntut dia. - Dan kita bisa beristirahat.
- Katakan saja. - Bukan dia pelakunya.
- Kita temukan pistol di mobilnya. - Dia bukan pelakunya.
Kecuali kau punya bukti nyata yang bisa membebaskannya...
Kita harus menuntutnya.
Jika dia pembunuhnya, dia pasti punya rasa bersalah.
Yang kuamati, dia hanya bersedih secara mendalam.
Bukti nyata.
Baiklah. Kau sudah menantangku.
Saat menggeledah mobil Constance, kau lihat ada bunga?
Tidak. Kenapa?
Dia bagianmu.
Hai, Osvaldo, bagaimana di kantor Jaksa Wilayah?
Tak terlalu baik. Kita harus bicara tentang Agen Cho.
Ardiles menuntut Rome.
Kau mengunjungi Rome di penjara. Benarkah?
- Kenapa kau mau tahu? - Kenapa?
Karena pengacara Tn. Rome mengirim daftar saksi terbaru...
Dan ada nama Jayden Stephens.
Ini menarik, karena menurut pengamatanku...
Jayden Stephens adalah khayalan Rome.
Menurut pengacaranya, meski kau tak ada hubungannya dengan ini...
Kau mencari Tn. Stephens dan menyediakan alibi untuk Tn. Rome...
Dan bisa merusak kasusku.
Itu sebabnya aku ingin tahu, Agen Cho.
Jawab dia.
Ya.
Agen, kau tahu siapa Asante James dan Rodrick Pierce?
Tidak.
Mereka dua letnan teratas di South Side Mafia.
Mungkin masing-masing sudah membunuh banyak orang.
Lawrence Rome bekerja dengan mereka.
- Kau mau Lawrence memihak kita? - Itu tujuannya.
- Dia tak akan lakukan itu. - Benarkah? Kenapa?
- Dia tahu mereka akan membunuhnya. - Kau tahu banyak hal itu?
Kurasa, lebih tahu darimu.
Apa aku harus bawa kasus ini ke atasanku? Aku mau saja.
Tak perlu. Ini bukan kasus kita.
Pengacara Rome atau kantor Jaksa Wilayah bisa cari Jayden Stephens.
Seharusnya kita tak terlibat.
Baiklah. Kita sepakat?
Seharusnya kita tak terlibat. Aku mengerti.
- Mana anak itu? - Dijemput Dinas Anak Bermasalah.
Lepaskan aku! Lepaskan.
- Tutup mulutmu. - Lepaskan aku!
Sebentar!
Tenang, Nak. Tenang!
- Ada apa? - Aku Agen Cho. Anak itu bersamaku.
- Apa? - Aku keliru.
- Kita lupakan jika kau isi laporan. - Terlambat, laporan sudah diisi.
Kini, ini kasusku.
Perjalananku kemari satu jam. Aku tak mau kembali tanpa hasil.
Kini kau keberatan?
- Berikan dia padaku. - Maaf, tak bisa.
- Dia memukulmu. Itu kekerasan. - Yang benar saja!
- Aku harus memproses laporannya. - Tunggu.
- Sampai jumpa. - Ini...
- Apa yang kaulakukan? - Diam atau kukembalikan padanya.
Kupikir penyelidikan polisi sudah selesai.
Aku mampir untuk ucapkan selamat padamu.
Maaf. Aku?
Kau pemimpin konser yang baru, 'kan?
- Kini Constance di penjara. - Terima kasih.
Posisiku bukan sesuatu yang layak diberi ucapan.
Saat dengar promosi, apa yang langsung ada di pikiranmu?
Kesedihan? Kelegaan?
Minggu lalu, aku mau keluar dari sini dan kerja di tempat lain.
Sekarang?
Kau dapatkan yang kauinginkan.
Kau senang tapi juga merasa bersalah.
Aku sangat mengerti.
- Aku mau kembali berlatih. - Silakan.
Maaf.
Kau tahu di dekat sini ada toko bunga yang bagus?
Apa kabar, Jay?
- Jayden Stephens? - Kau siapa?
- CBI. Angkat tangan. - Baiklah.
Kita akan bicarakan Lawrence Rome.
Kita bisa bicara. Ayo, bicara.
Tangan ke belakang!
- Apa salahku? - Berdiri!
- Ada apa ini? - Menyingkirlah.
Atau apa?
Terus bernapas. Kau akan baik-baik saja.
Ini untukmu.
- Bunga itu menyemburkan air? - Tidak. Ini bukan tipuan.
Mungkin ada sedikit tipuan untuk menangkap pembunuhnya.
- Dengan bunga hortensia? - Ya.
- Caranya? - Nanti akan mengganggu kejutannya.
Kau yang terganggu.
Itu kejutan yang penting.
Kami batalkan tuntutan untuk Lawrence Rome.
Aku mengerti.
Kupikir alibinya palsu.
Tapi pemilik toko kuperiksa lagi.
Katanya, mungkin dia salah mengenali.
Mungkin pelakunya bukan Lawrence Rome.
Semua masalahnya akan selesai.
Kita dulu sepakat.
Aku setuju seharusnya tak membantu. Tapi tak berjanji.
Mulai sekarang, kau tak dapat apa-apa dari kantor Jaksa Wilayah.
Tak ada dukungan, pertolongan...
Tak hanya kau, tapi semua agen di unit ini.
Kau mengacaukan dukungan untuk teman-temanmu, Kawan.
Enam bulan lagi, Lawrence dipenjara karena merampok lagi.
Putranya akan diasuh orang tua asuh lagi.
South Side Mafia akan lebih kuat.
Kau salah.
Mau taruhan?
Di panggung, termasuk sisi tangga.
Tidak!
Berhenti!
Kieran! Kau yang kuandalkan!
Nadamu tak pernah salah. Ada apa?
Maaf, aku hanya merasa tak sehat.
Ada apa?
Aku bisa jawab.
- Sedang apa dia di sini? - Pakaianmu bagus.
Kieran tak merasa sakit jika tak merasa bersalah.
Dia sakit karena merasa salah, karena dia pembunuh Eleanor.
- Yang benar saja. - Bunga hortensia tak pernah bohong.
Jika bunga-bunga itu bisa bicara, mereka tak akan bohong.
Apa maksudmu?
Ada yang memberi Eleanor sebuket bunga hortensia...
Di malam dia dibunuh.
Setelah kau menembak Eleanor, kau menyingkirkan bunga itu.
Ada satu kelopak daunnya tertinggal.
Saat kau lihat bunga itu, kau langsung ingat malam itu.
Kau merasa bersalah dan membuatmu tak konsentrasi.
Sebentar. Constance membunuhnya. Kalian temukan pistol di mobilnya.
- Karena kau menjebaknya. - Benar sekali.
Pertanyaannya, kenapa ada yang membunuh violinis utama...
Dan menjebak violinis kedua?
Karena jika violinis pertama dan kedua tak ada...
Violinis ketiga mengambil posisi utama.
Ariel!
Kieran menyukaimu. Tak usah basa-basi, Kieran.
Kau punya obsesi.
Kieran mendengar kau mau tinggalkan orkestra ini.
Dia akan kehilanganmu. Maka dia menyusun rencana.
Kieran?
Itu tak benar. Ini hanya karena nadaku salah. Ini tak masuk akal!
Kieran katakan kau akan jadi violinis utama, 'kan?
Dia punya perasaan suka padamu. Sedikit suka.
Dia selalu percaya kepadamu.
- Ariel. - Menjauh dariku.
Ariel, tunggu! Dengarkan aku.
Tenanglah!
- Ariel, aku ingin membuatmu senang! - Cukup!
- Maestro, istirahatlah sebentar. - Baiklah.
Kalian semua istirahat.
Eleanor kalah jauh dibanding Ariel. Dia tak punya tekniknya.
Setelah malam latihan itu, kuikuti Eleanor ke acara dia pentas.
Kenapa bunganya kau ambil?
Dia merasa Eleanor tak pantas dapat bunga itu. Benar, 'kan?
Ariel sepuluh kali lebih baik. Dia layak dikenal.
Jika itu cara yang kuberikan padanya, biarkan terjadi.
Tindakan yang gagah.
Tetap saja aku tak mengharapkan kalian menikah.
Ayah!
Apa kabar, Ayah?
Aku rindu Ayah.
Lihat dirimu. Lihat. Ayo.
Ayah merindukanmu.
Lawrence.
- Ayah kembali sebentar lagi. - Ya.
Aku bicara pada unit geng.
Jika kau belum keluar dalam sebulan, kabari aku.
Akan kulakukan.
Kau punya kesempatan, jangan sia-siakan.
Apa yang dikatakannya pada Ayah?
Tenang, Nak. Kami hanya bicara.
Cho, kita punya kasus baru, Sebentar lagi kita keluar.
Terima kasih, Tn. Rigby. Kuhargai pertolonganmu.
Ya, tak apa-apa.
Aneh, aku jarang bicara pada anak itu.
Periksa kantongmu.
Dompetku. Sialan!
Buka liftnya!
Aku mau lihat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.