Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Dokter, Sang-u datang.
Astaga, Sang-u sudah datang?
Sang-u, ucapkan salam kepada Dokter.
Baiklah. Ayo.
Sang-u, hari ini kau datang bersama ikan hiu?
Mari kita lihat ada apa di dalam mulut ikan hiu?
Astaga.
Sang-u, kenapa menangis?
Dokter akan menghilangkan rasa sakit di perutmu.
Dia mau mengobatimu. Kenapa kau menangis?
Jangan menangis.
Kalau terus menangis,
Dokter akan memberi suntikan besar sambil bilang, "Anak nakal!"
Benar bukan, Dokter?
Anak nakal! Suntikan ada di mana, ya?
Suster, suntikan yang sangat besar untuk Sang-u ada di mana?
Sang-u, tenanglah.
Kalau terus menangis, Dokter akan bawa suntikan.
Berhenti.
Sebentar. Aku punya kudapan untuk Sang-u di sini.
Astaga. Siapa buat kau menangis?
Siapa yang menakuti anak manisku, Sang-u?
Dokter, ya?
Pasti Dokter.
Biar Ibu pukul.
Pukul!
Ibu sudah menghukum orang jahat.
Dokter, kenapa kau menakuti Sang-u?
Sang-u anak baik.
Dokter, kau tak akan menakuti Sang-u lagi, 'kan?
Benar, Dokter?
Maafkan aku, Sang-u.
Aku beri kudapan, bukan suntikan.
Makanlah setelah sembuh nanti.
- Ya. - Dokter.
Sepertinya kau harus mengganti PEG Ji-su terlebih dahulu.
- Sang-u, tunggu sebentar, ya! - Ya.
Selamat siang.
Aku sudah melihat hasil sonografi.
Tampaknya sulit diobati dengan antibiotik.
Kalau begitu, apa nama penyakitnya?
Endokarditis infektif,
infeksi pada bagian dalam jantung.
Jika menunggu dengan antibiotik, aku takut terjadi embolisme,
penyumbatan pembuluh darah karena gumpalan bakteri.
Kau harus segera dioperasi. Ada ruangan, 'kan?
Ya, pasien bisa masuk setelah 18.00.
Kau harus dirawat hari ini, dan dioperasi secepatnya.
- Penyakitnya serius? - Ya.
Jika gumpalan bakterinya kecil,
bisa meleleh dan hilang dengan antibiotik.
Dilihat dari hasil sonografi, bakterinya besar dan bergelantungan.
Kita tak tahu kapan ia jatuh.
Jika ke otak, bisa strok.
Jika ke jantung, bisa sakit jantung.
Kau harus segera dioperasi.
Ada waktu kosong dalam dua atau tiga hari?
Tidak ada. Jadwal operasimu pekan ini penuh.
Dini hari pun tak masalah.
Telepon Anestesiologi,
minta mereka membantuku operasi dua atau tiga hari lagi.
Baik.
Dokter, putriku menikah tiga hari lagi.
Operasinya tak bisa diundur pekan depan?
Tidak.
Hanya mundur beberapa hari.
- Tidak apa-apa, 'kan? - Tidak.
Kalau kau ingin meninggal, silakan.
Apa maksud Ayah? Jangan bicara aneh-aneh.
Pernikahanku tak penting sekarang.
Kau bisa lihat foto pernikahannya.
Minta dia banyak memotret.
Kalau begitu, sampai bertemu besok di kamar rawat.
Biar kuberi informasi lebih dahulu.
Pertama, kau harus ke sebelah kiri untuk diambil darah.
Kenapa dokter itu tak sopan sekali?
Mohon maaf. Kami juga tahu itu.
Kedua, lakukanlah pemeriksaan elektrokardiogram
di sebelah ruang pengambilan darah.
- Ketiga... - Ya...
Im Gi-yeong, 78 tahun.
Bulan lalu diberi tindakan coiling karena terjadi SAH.
Dirawat kembali tiga hari lalu karena tremor kaki
dan gejala demensia.
Dari hasil pindai CT, tampak hidrosefalus.
Kurasa IVH yang terjadi bersamaan dengan SAH sudah meleleh.
Jadi, EVD...
Bukan itu. Maaf.
Maksudku, dapat dipasang VP shunt.
Kau seharusnya menghafalnya, 'kan?
Benar.
- Kau yakin VP shunt? - Ya.
Tidak.
- Dia salah? - Ya, sepertinya salah.
Begitu? Menurutku dia benar.
Sebelum pemeriksaan berikutnya,
kumpulkan karya ilmiah serupa dan kasus operasi.
Baik.
- Kau juga. - Baik.
Dokter, kau tak makan?
Ada restoran pesan antar baru.
- Menunya apa? - Haemul-tang.
Terlalu berlebihan.
Haemul-pajeon di sana juga enak.
Ikutlah. Akan kusiapkan di ruangan.
Kalian saja. Aku makan dengan teman-temanku.
Teman?
PUNGGUNG BUKIT GONGNYONG
SONG-HWA: MAKAN SIANG? SEOK-HYEONG: BAIK
TUNGGU SEBENTAR.
INI SAAT TERPENTING DALAM HIDUPKU
Gyeo-ul, shunt mesocephal sulit ditemukan saat masa residen.
- Hei! - Sudah kubilang jangan!
- Pergi kau! - Bermainlah yang adil!
- Apa yang kau lakukan? - Diam!
- Aku boleh bicara juga? - Jadi,
aku...
- Pilihanku... - Haemul-tang katanya.
- Aku alergi... - Song-hwa pilih Haemul-tang.
Kami menunggu Jang Gyeo-ul. Jadi, kemarilah dan diam.
Gyeo-ul?
Tidak apa-apa. Tidak perlu merasa tertekan.
Apa pun tak masalah.
- Tentu! - Kami mengerti.
- Tidak apa-apa. - Tidak masalah.
Kalau begitu, aku...
pilih operasi HPD.
- Astaga! - Astaga!
Padahal hemikolektomi juga bagus.
- Astaga. - Astaga.
Walinya juga harus di sini.
- Ya, Tuhan. - Kenapa kau lagi?
Aku tak tahu.
Ayo! Song-hwa sudah pesan sarden juga.
Jun-wan di mana?
Dia di Unit Perawatan Intensif Pediatri. Pasti tak bisa makan.
PUSAT MEDIS YULJE UNIT PERAWATAN INTENSIF PEDIATRI
Berat Hui-dong berapa hari ini?
Tiga kilogram.
Sekarang bisa ditutup. Mari kita bersiap.
Do Jae-hak ke mana?
Tadi dia keluar bersama para mahasiswa kedokteran.
Baiklah. Mungkin itu lebih tepat baginya.
Mari kita mulai!
Bedah torakoplastik banyak memiliki kasus darurat dan paling dramatis.
Mereka baik-baik saja saat masuk kerja,
tetapi sore hari bisa saja mati.
Kalian tahu siapa dokter terhebat di bedah torakoplastik?
Ji Sung.
- Siapa? - Ji Sung dari New Heart.
Aku menonton drama medis sejak sepuluh tahun.
Bukan dia.
Guru Kim dari Dr. Romantic?
Nama kalian Cheol dan Mi-ae, bukan?
- Kami Hong-do dan Yun-bok. - Hong-do dan Yun-bok.
Dengarkan baik-baik.
Dokter hebat seperti mereka tak ada di rumah sakit ini.
Di sini hanya ada Thanos.
Kalian akan segera bertemu.
- Ya, Dokter? - Kau di mana?
Aku segera ke sana.
PENUTUPAN TULANG DADA TERTUNDA
- Operasinya dilakukan di sini? - Ya.
Mereka bilang lebih bahaya memindahkan pasien dengan infus sebanyak itu.
Kalian Gyeon-u dan Jik-nyeo?
Kami Hong-do dan Yun-bok.
- Mahasiswa kedokteran tingkat tiga? - Ya.
- Lihat baik-baik. - Ya.
Dokter,
- ini operasi sulit? - Bayinya bisa selamat, 'kan?
Empat hari lalu, dia mendapat operasi kelainan jantung bawaan.
Jantungnya terlalu bengkak, aku tak bisa menutupnya.
Sekarang aku akan menutupnya karena sepertinya sudah bisa.
Dia bisa selamat, 'kan?
Aku menutupnya karena dia membaik.
Jae-hak, suruh mereka kemari.
Apa?
Ya, baik.
Kenapa kemari? Kau akan mengontaminasinya.
KONTAMINASI
Kau mau mati?
Wali pasien.
Dokter, Chan-hyeong agak demam.
Sejak kapan?
Saat kuukur pukul 08.00, suhunya 36 derajat.
Kuukur lagi barusan, suhunya 38,3 derajat. Hidungnya pun agak beringus.
- Dia bisa operasi hari ini? - Biar kulihat.
Bunyi paru-parunya juga buruk. Operasi tak memungkinkan.
Beri aku lima menit! Singkirkan membrannya.
Aku boleh menyentuh bayi ini?
- Tanganku sudah steril. - Ya.
Bayi ini sakit apa?
Jae-hak, panggilkan wali Chan-hyeong.
Penyakit jantung bawaan bernama Tetralogi Fallot.
Dia menderita cacat septum ventrikel, stenosis katup pulmonalis,
hipertrofi ventrikel kanan, dan overriding aorta sekaligus.
Tadinya dia dijadwalkan operasi sore ini,
tetapi setelah dilihat, saturasi oksigennya memang rendah.
Itu gejala pneumonia.
Padahal dia harus segera dioperasi.
Mereka datang.
Keren.
Keren.
Ada berita buruk.
Kurasa operasi Chan-hyeong harus diundur sehari dua hari.
Dia demam dan paru-parunya buruk.
Aku akan menjadwal ulang operasi setelah melihat hasil sinar-X.
Saat ini dia sulit bernapas.
Aku khawatir Chan-hyeong kesakitan bila operasi dipaksakan.
Baik, kalau begitu.
Jika pneumonia ringan, akan membaik dalam dua atau tiga hari.
Jadi, kita pantau dahulu.
Apa ada pertanyaan?
Tidak.
Kau akan jelaskan usai jadwal ulang operasi, 'kan?
Kami tahu karena penjelasanmu sebelumnya.
Baiklah, permisi.
Mental mereka luar biasa. Padahal anaknya di ambang kematian.
Artinya mereka masih kekanak-kanakan. Kau lihat umur ibunya?
Dia lahir tahun 2000.
Bagus mereka tenang.
Apa mungkin mereka sekarang sedang lari dari kenyataan
karena merasa lelah dan takut?
Mereka masih muda.
Mungkin mereka merasa takut dan sulit memahami situasi...
- Jae-hak. - Ya?
Kenapa kau banyak bicara?
Jangan ikut campur.
Baik.
Ayo kita pergi!
Hei, Bayi Kecil.
Jangan sakit.
PUSAT MEDIS YULJE
Aku pusing.
- Lagu favorit Ik-jun? - Ini lagu favoritku.
- Ini lagu favoritku. - Hei, asam lambungmu bisa naik
kalau berbaring usai makan.
Song-hwa, minusmu bertambah?
Dahulu sama denganku, tetapi ini buram.
Lepas lensa kontakmu.
Kenapa Jun-wan belum datang?
Aku baru bilang sekarang,
tetapi aku hebat menyanyikan lagu ini.
Selama ini aku tak bilang karena kalian selalu ribut.
Kalian ribut begini karena ingin ke karaoke?
Bagaimana kalau malam ini kita ke sana? Astaga.
- Makananku mana? - Ada. Cepat duduk.
- Cepat juga selesainya. - Ya.
Itu penutupan tulang dada tertunda. Ada saus...
Kau bawa banyak hal.
Itu sekaligus dengan makanannya.
Berhenti mengelap. Kau harus diperiksa psikiater.
Nanti banyak lalat.
Kau juga berhenti sebelum kupukul.
Hei!
- Kalian tahu? - Apa?
Apa?
Aku hebat menyanyi lagu ini.
Ini "Aloha" dari Cool, 'kan?
Banyak wanita kubuat menangis karena lagu ini.
Ya, di Hawaii.
- Enak. - Hawaii?
- Jangan. - Ada apa?
- Apa? - Apa?
- Pasti terjadi sesuatu di Hawaii, ya? - Tentu saja.
Hei, dia...
di Hawaii selama sebulan setelah ujian dokter spesialis.
Tolong diam!
- Aduh. - Aku pusing melihatmu.
Dia memang terkenal begitu sejak SMA.
Dia berteman dengan semua orang dari kesepuluh kelas.
Berisik, urakan, dan tak bisa diam.
Aku tak paham bagaimana dia bisa juara satu.
Anak zaman sekarang menyebutnya "keren".
Sedangkan dia "tak keren".
Aku berusaha menikmati lagunya.
Dasar berengsek.
Kau memilih operasi Dokter Lee Ik-jun lagi?
- Ya. - Jang Gyeo-ul.
Kau suka Dokter Lee Ik-jun?
Ya.
Aku suka Dokter Lee Ik-jun.
Dia sudah punya anak.
Memang kenapa?
Lupakan.
Kita pernah menampilkan lagu "Aloha"?
Tentu tidak. Kapan kita pernah tampil?
Kita masih punya hati nurani.
Kalian ingat, 'kan?
Kita berlatih lagu ini sampai begadang untuk tampil,
tetapi ternyata sejak awal dia mendaftarkan kita ke klub komedi.
Itu pun dia beri tahu tepat di hari festival kampus.
Dia bilang kita tamu rahasia. Jadi, tak ada di poster.
Ya, Tuhan!
Dia beruntung bisa jadi dokter! Jika tidak, dia jadi penipu.
Level kita saat itu memang komedi, bukan band.
Kalau bukan berkatku, kalian sudah mati dipukuli di panggung.
- Hentikan! - Meski begitu,
kita berkembang dalam tiga, empat tahun.
Itu bagus untuk ukuran kita.
Lagi pula, kalian juga pengecut.
Tangan kalian gemetar sejak sepekan sebelum tampil.
- Kupikir dia menderita tremor. - Astaga.
Aku sampai khawatir dia tak bisa magang
- dengan tangan itu. - Jangan mengada-ada!
Memang kita seburuk itu? Kita bagus saat main sendiri, 'kan?
Kau pikir sama saat main sendiri dan tampil di panggung?
Seperti komedian!
Ik-jun sampai mengalami gangguan amarah saat mengajarimu main bas.
Astaga! Aku masih kesal.
Hei! Aku tak separah itu!
Lagi pula...
dia memang pandai, tetapi tak bisa mengajari orang lain.
Walau begitu, aku suka vokal Ik-jun.
Bagus.
Aku akan menyanyi untuk kalian hari ini.
Ayo kita ke karaoke sepulang kerja.
Mana mungkin kita makan haemul-tang begini kalau sempat ke karaoke?
Aku ada operasi VSD.
Aku konferensi pediatri nanti malam.
Aku pergi ke toserba dengan ibu.
Kalau akhir pekan?
Aku main golf dengan Kepala Rumah Sakit dan Presdir.
- Aku ikut maraton. Setelah sekian lama. - Aku berkemah.
Aku pergi ke salon kuku dengan ibu.
Baik, tidak usah!
Kalian ini konyol.
Kalian pikir aku banyak waktu, lalu mengajak ke karaoke?
Aku juga sibuk.
Aku harus nonton film, belajar mewarnai,
dan makan chueotang bersama U-ju. Memang kalian saja...
Aku juga tak akan pergi! Menyebalkan!
- Dia pasti pergi, 'kan? - Tentu.
KARAOKE SU
- U-ju, coba tebak ini di mana? - Kelab malam?
- Siapa bilang begitu? - Bibi.
Bibi Terminator bilang
Ayah dahulu tinggal di kelab malam.
Penghuni kelab malam.
Benar.
Ayah pernah tinggal di apartemen bernama "Kelab Malam".
Namun, ini bukan apartemen itu.
Kau tahu ayah main band, 'kan?
Ayah menyanyi dan menari di panggung seperti Super Wings.
Ayah juga melakukannya,
dan ini tempat ayah tampil untuk kali pertama.
Ini tempat ayah mendedikasikan masa muda.
U-ju.
Ayah tiba-tiba...
merasa terharu.
Ayah, tolong belikan aku satu corn dog lagi!
Kau sudah menghabiskannya?
Ya.
Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi!
- Corn dog-nya enak? - Ya.
Omong-omong, Lee U-ju.
Kau bicara sopan kepada ayah saat minta sesuatu saja.
Tidak. Itu hal baru bagiku.
Kau belajar kata itu dari siapa?
- Ibu. - Astaga.
Aku terjaga semalaman
Aku juga senang saat kau tersenyum
Meski kau bilang itu canda
Hei!
Maaf. Aku salah menekan tombol.
- Pasti bohong. - Ya, memang bohong.
Hei, bangun!
Dia kenapa?
Tadi pagi dia makan tiga obat penenang.
Karena pertunjukan kita?
Seok-hyeong itu anak rumahan, fobia sosial, mengisolasi diri,
- dan... Satu lagi apa, ya? - Pengecut.
Benar. Dia punya empat penyakit itu.
Hei, ini giliranku!
Aku dimintai tolong. Tunggulah sebentar.
Dengar. Seharusnya aku, Seok-hyeong,
Ik-jun, Jun-wan, Song-hwa. Selanjutnya aku lagi!
Astaga, kau menghitungnya? Kau mesum atau apa?
Omong-omong, Lee Ik-jun ke mana?
Kita berkumpul di sini karena dia.
Astaga. Lagu apa ini?
"ALOHA" OLEH COOL
- Kau yang pilih lagu ini? - Bukan aku.
Lalu siapa?
Sebuah lilin dalam kegelapan
Sebuah janji dalam segelas anggur
Aku akan selalu di sisimu Dan melindungimu
Kau yang memercayaiku
Yang kuharapkan hanya satu
Aku bermimpi akan kebahagiaan abadi Bersamamu
Meski tak mewah Meski tak seperti mimpi
Aku hanya butuh dirimu
Jangan khawatir
- Aku percaya - Aku percaya
Kapan pun
- Aku percaya - Aku percaya
Aku tak akan melupakan saat ini
Di pelukanku
- Aku percaya - Duduklah.
Jangan terlalu bersemangat. Duduklah.
Kupastikan cahaya senyummu Takkan hilang selamanya
Karena cintamu sangat indah
Kau adalah segalanya bagiku
Aku tak bilang ini karena aku bahagia
Bisa menghabiskan malam bersama
Aku tak akan berubah
Hanya ada dirimu di mataku
- Kau cahaya hidupku - Kau cahaya hidupku
- Kau satu-satunya bagiku - Kau satu-satunya bagiku
- Meski aku kehilangan segalanya - Meski aku kehilangan segalanya
- Aku tak akan menyesal - Aku tak akan menyesal
- Cinta ini takkan berubah - Cinta ini takkan berubah
- Hanya untukmu - Hanya untukmu
"Mulai saat ini,
hal terpenting dalam hidupku, bukan aku, melainkan kau.
Meski kata tak mampu menggambarkannya,
hanya kau yang kucintai.
- Kadang bagai teman, - Kau bilang dia pemalu?
- kadang sebagai lelaki. - Efek konsumsi obat berlebihan.
Aku mencintaimu hingga aku menutup mata."
Dengan rasa satu
Dengan rasa percaya yang takkan goyah
- Ikuti tempo. - Bersama saat sakit
Bersama saat bahagia
- Aku harap kita bisa berbagi - Teman-teman, perlahan...
- Aku berjanji - Aku percaya
- Saat sulit - Aku percaya
- Aku akan menjadi bayanganmu - Aku akan menjadi bayanganmu
- Di pelukanku - Aku percaya
Kupastikan cahaya senyummu
- Takkan hilang selamanya - Takkan hilang selamanya
- Karena cintamu sangat indah - Karena cintamu sangat indah
- Kau adalah segalanya bagiku - Kau adalah segalanya bagiku
- Aku tak bilang ini karena aku bahagia - Aku tak bilang ini karena aku bahagia
- Bisa menghabiskan malam bersama - Bisa menghabiskan malam bersama
- Aku tak akan berubah - Aku tak akan berubah
- Hanya ada dirimu di mataku - Hanya ada dirimu di mataku
- Kau cahaya hidupku - Kau cahaya hidupku
- Kau satu-satunya bagiku - Kau satu-satunya bagiku
- Meski aku kehilangan segalanya - Meski aku kehilangan segalanya
- Aku tak akan menyesal - Aku tak akan menyesal
- Cinta ini takkan berubah - Cinta ini takkan berubah
- Hanya untukmu - Hanya untukmu
Yang kuinginkan hanyalah
- Cintamu - Cintamu
- Pada pukul 07.00, ayo bertemu! - Ayo bertemu!
Halo, aku Lee Soo-geun.
Hei, Eun Ji-won! Sapalah.
Halo, aku Hei, Eun Ji-won.
Ji-won, hari ini aku melihat kalender bulan Mei,
dan banyak sekali perayaan.
- Ada hari untuk Ji-won, yaitu... - Hari Anak!
Benar sekali! Hari Anak. Ada juga Hari Ayah,
Hari Guru, dan banyak lagi!
Kau sedang berjualan?
Kau menyebut hari perayaan seperti sedang jualan.
Namun, sayang sekali, tak ada hari untuk diriku sendiri.
Ayolah, Soo-geun. Kau selalu menikmati harimu sendiri.
- Apa maksudmu? - Setiap hari.
Bagaimana jika kita bisa melakukan apa pun yang kita mau selama satu hari?
Bagaimana kalau hari ini kita melakukannya?
Bulan Mei adalah bulan yang tepat untuk itu.
Lagu pertama dari Cool. Ternyata judulnya bahasa Inggris.
- Silakan Eun Ji-won. - "One Summer Drive".
"One Summer Drive."
Di sini!
- Satu, dua. - Satu, dua.
- Ayo! - Ayo!
- Semangat. - Ayo selesaikan!
Satu menit sebelum mulai!
Aku mencoba menghapus wangimu Yang bersatu dengan angin
Pergi ke mana pun
Pak, aku datang.
Silakan parkir di B-104. Di sana kosong.
Baik. Terima kasih.
Semoga kalian mencetak rekor terbaik!
Lima, empat, tiga, dua, satu.
Seharusnya orang itu dibawa ke rumah sakit jiwa.
- Benar. - Astaga.
HYEON-HO MENGALAMI PENDARAHAN OPERASI. PENINGKATAN ASAM LAKTAT, TANPA URINE
DOKTER RESIDEN, YONG SEOK-MIN
PERKEMAHAN GUNUNG YEONIN B-104
Luar biasa! Pukulan bagus.
- Kau hebat. - Bagus sekali.
Kau tak lelah harus mengurus Bangsal VIP juga?
Tidak. Aku tak sendiri juga.
Kau masih muda. Senang sekali.
Aku juga iri akan teman-temanmu.
Jong-su, lubang sepuluh terlalu jauh.
Kita naik mobil saja.
Dia adik sepupuku.
- Sudah kubilang itu rahasia. - Semua tahu.
- Semua pegawai rumah sakit tahu. - Tidak...
Mereka tak tahu.
Hei, kau tahu?
Orang-orang bahkan tahu hal-hal yang kau pikir mereka tak tahu.
Aku juga lelah. Kita naik mobil saja.
- Kita jalan saja. - Naik mobil saja.
Jalan saja!
Kau marah?
Berapa obat yang diberikan?
Konsumsi dan ekskresinya?
Baiklah. Aku segera ke sana.
Terima kasih.
- Kau dan aku? - Penipuan!
"Pak, pergilah ke ATM sekarang"
Dokter! Kau ada di sini?
Kau bilang tak akan makan?
Tiba-tiba aku ada waktu.
Begitu.
- Omong-omong, kenapa kau tak bilang? - Ya?
Bilang apa?
Katanya kau anggota klub komedi saat kuliah?
Benar-benar tak diduga.
Kukira kau penyendiri, ternyata cukup keren.
Tidak. Siapa yang bilang?
Dokter Jang Gyeo-ul.
Dia dokter residen Bedah Umum, Jang Gyeo-ul.
Halo.
Benar 'kan, Dokter Gyeo-ul?
Kau bilang lima serangkai angkatan 1980 anggota klub komedi.
- Aku juga dengar dari orang lain. - Siapa?
Dokter Lee Ik-jun dari Bedah Hepatopankreas.
Begitu.
Dokter, kau sedang makan, ya?
Cobalah roti ini juga. Enak sekali.
Ya, silakan makan.
Dokter, traktir kami juga.
Katanya bedah umum ditraktir daging setiap hari.
Makanlah. Aku akan traktir daging lain kali.
Benar?
Astaga! Aku harus segera pergi.
Aku dapat pesan kalau hasil MRI sudah keluar.
Aku pergi dahulu.
- Baiklah. - Baiklah.
- Selamat jalan. - Ya.
- Selamat bekerja. - Ya.
Baik.
Dokter Tae-in, hari ini ada MRI dari obstetri-ginekologi?
Tidak. Tadi aku sudah cek sebelum ke sini.
Ada apa dengan dia?
Bagaimana dia hidup bersosial?
Namun, kerja Dokter Yang Seok-hyeong bagus.
Dia tak otoriter dan pandai mengerjakan pekerjaannya.
- Aku suka itu. - Apa dia mengikuti gaya Barat?
Kalian bilang dia sempat belajar di Amerika, 'kan?
Individualis yang indah?
Indah dari mananya?
Dia beruang mengesalkan dan bodoh.
Aku harap setidaknya kita bisa mengobrol.
Aku tak tahu apa yang dia pikirkan.
Dokter Gyeo-ul, siapa itu? Pacar?
- Kau senang hanya melihat fotonya? - Ya.
- Ya. Aku senang. - Astaga.
Aku pergi dahulu.
Pasien dibawa ambulans karena sakit perut parah.
Menurut hasil sinar-X, mungkin ileus.
Aku menghubungimu karena dia pernah transplantasi hati.
Tadi pasien buang angin dan diare sekali.
Bagus. Lekukkan kakimu.
Maaf, Dokter. Padahal ini akhir pekan.
Gyu-bin, aku selalu siap sedia. Sebentar.
Kau sempat diare dan buang angin, 'kan?
Ya. Namun, sekarang aku tak sakit sama sekali.
Aku merasa hampir mati saat naik ambulans,
tetapi sakitku hilang setelah bertemu Dokter.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa. Kau sudah membaik.
Namun, lukaku besar sekali. Bagaimana ini?
Tidak apa-apa. Aku sudah bersyukur bisa sekolah lagi.
Dasar.
Aku boleh mengambil foto lukamu?
- Boleh. - Baiklah..
Sudah kuduga.
Sudah kuduga kau ada di sini. Memang ini lapangan golf?
Astaga. Lihatlah ini!
Apa? Aku tak ada waktu.
Aku ada operasi revisi. Timku sedang menutupnya, aku harus turun lagi.
Lihat sebentar.
Dia pasien transplantasi hati remaja.
Meski tak tampak setelah pakai steroid,
tetapi hipertrofi di bagian luka vertikal cukup terlihat.
Apa bisa diperiksa di klinik luka?
Ya.
Transfer saja ke bagianku. Biar kuperiksa.
Baiklah.
Ya, Tuhan.
Ik-sun juga menderita atresia bilier saat masih kecil,
sehingga ada luka besar bekas operasi Kasai di perutnya.
Ik-sun masih hidup?
Apa maksudmu? Kenapa adikku mati?
Bukankah anjingmu?
- Anjingku Micky. - Micky adikmu.
- Adikku Ik-sun. - Ik-sun anjingmu.
Anjingku Ik-sun!
Bukan. Anjingku Micky. Micky adalah Ik-sun.
Astaga, gara-gara kau!
Nama adikku Ik-sun.
Hei, apa ini?
GEREJA KATOLIK JOGANG
Sepertinya surat rekomendasi pastor.
Ya, 'kan?
- Kali ini dia serius, 'kan? - Ya.
Ibu Jeong-won pasti sedih.
Benar. Tak bisa dipercaya.
- Siapa? Jeong-won? - Bukan. Istriku.
Istri? Kau punya istri?
Ya. Aku punya istri.
Yuk Hye-jeong Si Ambisius?
Dia sibuk sekali. Aku hampir lupa wajahnya.
Cukup.
Halo, Sayang? Sudah lama sekali!
Pukul berapa di sana?
Ya.
Kau maraton di rumah sakit?
- Kau sendiri? Ruangan ini lubang berapa? - Ya.
Baik.
- Istrinya. - Ya.
- Sungguh? - Baiklah.
Ya. Sampai bertemu besok!
Istriku pulang besok.
Dia segera kemari karena rindu padaku.
Itu karena lusa adalah Hari Anak.
- Kalian tak bertemu setahun, 'kan? - Satu setengah.
Setidaknya dia harus pulang saat peringatan wafat ibunya.
Lupakan! Itu urusan keluarga orang lain.
Astaga, Yuk Hye-jeong.
Dia memang temanku dan aku yang memperkenalkan kalian,
tetapi baru kali ini kulihat orang seambisius dia.
Aku juga baru lihat kau mengatai orang lain.
Hentikanlah. Dia istriku dan ibu U-ju.
Perjaka tua dan lajang diam saja.
Sudah lama aku tak dengar kata "lajang".
Ahn Jeong-won, apa ini?
Kau sungguh mau berhenti dan jadi pastor?
- Kau membalasnya? - Itu tak penting!
Maksudku, kalau kau juga...
Halo, Gyeo-ul?
Tentu. Aku sudah mengumpulkan yang banyak.
- Baiklah. - Kapan?
- Kau sudah bilang ke Kepala Rumah Sakit? - Baik.
Aku berencana bilang pekan depan.
Aku tak akan berhenti segera.
Rencananya aku akan bekerja sampai akhir tahun.
Aku bertemu Jang Gyeo-ul dahulu.
Ya, Tuhan.
Lihat ke sini! Lihatlah!
Satu, dua, tiga.
- Apa itu? - Apa yang kau lakukan?
Kita akan berpisah dengan Jeong-won. Kita harus banyak mengabadikannya.
- Aku pergi. - Sulit dipercaya.
Dia tak selingkuh dengan Jang Gyeo-ul, 'kan?
Tidak ada foto dia sendiri?
Sabarlah. Aku sedang mencari waktu yang tepat.
Kau tahu? Ahn Jeong-won sangat peka.
Kau sudah bertanya pendapatnya tentang aku?
- Belum. - Kenapa?
Itu terlalu jelas. Tidak apa-apa?
Ya. Tidak apa-apa dia tahu.
Tanyakan pendapatnya tentang aku.
Kalau begitu bilang saja sendiri kau suka dia.
Itu terlalu...
- Aku malu. - Astaga.
- Kau tak malu kepadaku? - Ya.
Baiklah. Dalam waktu dekat
akan aku tanya pendapatnya tentangmu.
Aku membantumu karena bangga akan keberanianmu.
Ini yukjeon dari Gwangju.
Apa? Luar biasa! Yukjeon?
Apa yang kau suka dari Jeong-won?
Semua.
Kau mau air?
Tidak usah.
Gyeo-ul.
Sepertinya kau memiliki fantasi tentang Jeong-won.
Sifat Jeong-won di rumah sakit
dan saat bersama kami sangat berbeda.
Beda bagaimana? Aku ingin dengar semua.
Dia sangat sensitif!
Dia tak tidur sebulan bila terjadi sesuatu pada pasien.
Sangat manusiawi.
Dia juga sangat keras kepala.
Juga teguh.
Selain itu, dia tak kaya, tapi miskin!
Dia menumpang di Kim Jun-wan.
Tanggung jawab di balik kekayaan?
Kau sedang main antonim kata?
Lalu apa lagi? Tolong ceritakan semua!
Yang pasti, Jeong-won...
Astaga.
Percintaan...
Maksudku, dia tak tertarik pada wanita.
Aku tak pernah lihat dia pacaran sama sekali selama ini.
Ini rahasia.
Jeong-won ingin menjadi sesuatu yang lain.
Dia kelompok minoritas seksual?
Bukan. Maksudku dia mau jadi hamba Tuhan.
Bukan mempelai, tapi pastor.
Tidak mungkin.
Aku harap juga begitu.
Aku tahu Dokter Ahn Jeong-won pemeluk Katolik taat.
Aku dengar semua kakaknya pastor dan biarawati.
Namun, dia masih belum, 'kan?
Dia hanya mau jadi pastor, 'kan?
Berarti masih ada kesempatan.
Lee Ik-jun, beri aku rokok!
Jang Gyeo-ul tak boleh!
Sadarlah sebelum kau kuhabisi!
Kau sudah menikah.
Apa?
Menurutmu Jang Gyeo-ul bagaimana?
- Apa? - Kutanya pendapatmu tentang Jang Gyeo-ul.
PUSAT MEDIS YULJE
STATUS OPERASI, MENUNGGU
Hei!
Ayah sudah turun.
Aku akan periksa beberapa hal sebelum masuk Ruang Operasi.
- Siapa namamu? - Jeong Su-beom.
Biar aku periksa gelang identitasmu.
Kau akan dioperasi Dokter Kim Jun-wan
dari Bedah Torakoplastik?
Benar.
Selamat menjalani operasi, Ayah.
Operasinya pasti berhasil. Jangan khawatir.
Putriku...
Ayah merasa sangat bersalah padamu.
Ayah sakit sehingga tak bisa menghadiri pernikahanmu.
Maafkan ayah.
Kenapa Ayah minta maaf? Aku yang harusnya minta maaf.
Bagaimana bisa aku menikah saat Ayah sakit?
Maafkan aku, Ayah.
RUANG OPERASI
Selamat pagi.
Pasien akan masuk sekarang.
Tidak ada masalah, 'kan?
Bagaimana perasaanmu?
Biar kujelaskan operasinya.
Untuk mengangkat bakteri
dan merekonstruksi dengan sel yang tersisa,
butuh waktu sekitar lima jam.
Jika kondisi memburuk, bisa lebih daripada itu.
Dokter, kau sering melakukan operasi ini, 'kan?
Ya.
Kalau begitu, kami tak perlu khawatir, 'kan?
Ini bukan operasi yang membahayakan hidupnya, 'kan?
Kami tak bisa jamin hal itu.
Sering terjadi perubahan saat operasi.
Gawat.
Namun, kami akan berusaha sebaik mungkin.
Astaga.
Semestinya kau bilang, "Semua akan baik-baik saja."
Putri Jeong Su-beom menikah hari ini.
Keluarganya sudah saling merasa bersalah.
Setidaknya kau bisa bicara lebih manis.
Meski hanya di mulut,
"Operasinya pasti berhasil. Jangan khawatir."
Apa tak bisa kau bicara begitu?
Lagi pula ini bukan operasi sulit bagimu, 'kan?
Bagaimana jika Jeong Su-beom mengalami abses perianal?
Bagaimana jika terjadi embolisme kemudian cedera otak?
Kemungkinannya kecil, 'kan?
Tidak punya perasaan.
Perasaan bisa membantu dalam operasi?
Bila membantu kulakukan. Faktanya tidak.
Tak membantu sama sekali.
Maafkan aku.
Jangan pernah berkata begitu kepada pasien.
"Operasinya mudah. Kau pasti selamat.
Operasi pasti berhasil. Jangan khawatir."
Jangan pernah katakan itu. Paham?
Baik.
PUSAT MEDIS YULJE
Es Americano dengan tiga seloki.
- Halo, Dokter. - Halo.
Halo. Kalian datang cepat. Aku minta satu kue cokelat juga.
Kami sudah datang sejak pukul 08.00.
Begitu? Kalian luar biasa.
- Bayar pakai ini. - Apa?
- Terima kasih. - Terima kasih.
Dokter Do Jae-hak baik, 'kan?
Ya, sangat baik.
Untunglah.
Omong-omong, kenapa Dokter memilih bedah torakoplastik?
Kami dapat tugas wawancara.
Dokter lain sudah bersedia.
Siapa?
Kami baru mulai. Jadi, baru satu orang.
Dokter Chae Song-hwa dari Bedah Saraf.
Dia bilang apa?
Dia pilih bedah saraf karena ingin belajar.
Masih banyak yang harus dipelajari di bidang itu.
Aku tahu. Paham sekali.
Bagaimana denganmu, Dokter?
Aku? Aku diajak oleh senior
yang duduk di sampingku saat di kafe internet.
- Aku mohon, Dokter... - Aku serius.
Dia menanyakanku mau cari uang atau mengajar.
Aku bilang lebih baik mengajar.
Lalu dia menyuruhku pilih bedah torakoplastik.
Karena itu aku di sini.
Begitu...
Apa aku boleh makan kue cokelatnya?
Tidak.
Pesan satu lagi.
Baik.
Kau paham kenapa pembersihan penting, 'kan?
- Ya. - Kenapa penting?
Ini...
Dilihat dari mikroskop,
itu dekat dengan saraf optik.
Jadi, kauterisasi bipolar dapat menyebabkan cedera luka bakar,
yang berujung kehilangan penglihatan setelah operasi.
Suster Nam Ji-min, Chan-hyeong besok bisa dioperasi.
Baik. Suara napasnya sudah membaik, hasil sinar-X juga baik.
Ya. Dia lebih kesakitan kalau kita undur lagi.
Walinya ada di sini, 'kan?
Ya. Biar kupanggil.
Jae-hak, kau punya jas?
Aku selalu simpan satu setel di kantor.
Aku pinjam.
- Mereka pulang. - Apa?
Kondisi anaknya begitu, tetapi dia pulang?
Mana mungkin?
Ibu Chan-hyeong pulang sebentar.
Namun, kedua neneknya ada di sini.
Mereka mungkin ada di lobi.
Perlu kupanggil?
Ya, tolong panggilkan.
Operasi diundur karena ada pneumonia,
tetapi kini demam dan tingkat infeksinya sudah menurun.
Kurasa sekarang waktu yang tepat.
Apa operasinya berbahaya, Dokter?
- Nenek Chan-hyeong? - Aku dari pihak ibu,
- dia dari pihak ayah. - Baik.
Sementara ini kusampaikan bahwa besok sore dia bisa operasi.
Informasi rinci kusampaikan saat orang tua Chan-yeong datang.
Kau bisa menyampaikan kepada kami saja.
Menantuku baru 20 tahun.
Dia tidak tahu apa-apa.
Putraku juga sama.
Benar. Kau cukup bicara dengan kami saja.
Kedua pihak pasti kuberi tahu.
Namun, wali Chan-hyeong adalah ibunya.
Permisi.
Kau beri tahu kedua neneknya saja, Dokter.
Aku akan beri tahu ibunya sekilas saat minta persetujuan operasi.
Secara rinci, jangan sekilas.
- Jasmu ada di kantor? - Ya.
- Warna apa? - Warna?
Jasnya warna apa?
Kau cemas itu warna perak?
Jun-wan, kau...
Astaga.
Jangan berkata apa pun.
Baiklah.
Kau tak makan? Aku lapar.
Ikan layur bagaimana?
Aku hanya tiba-tiba ingin makan ikan layur.
Aku ada janji. Aku akan keluar sebentar.
Kau mau makan apa?
Steik.
Padahal aku benci steik.
Kalau begitu, apa aku makan di luar juga, ya?
Halo, aku Ahn Jeong-won.
Baik. Aku segera ke sana.
Astaga.
Chi-hong, tolong selesaikan.
Baik.
Kau harus pasang Hemovac dahulu.
Baik.
Kau akan memutuskannya?
Kendalikan tenagamu. Dengan lembut.
Baik. Maaf.
Aku akan berhenti bicara.
Fokuslah. Maaf.
Tidak apa-apa.
Pak Yuk Hui-gwan!
- Selamat atas kepulanganmu. - Terima kasih.
Luka operasimu sudah disterilkan
dan diberi kain kedap air.
Jadi, kau bisa mandi.
Kau bisa makan seperti biasa, tetapi hindari makan berlebih.
Ibu, tolong ubah ini.
Nanti, ya. Sebentar, Won-jun.
Sepekan kemudian kau harus mulai rawat jalan,
kemudian tes biopsi.
Bila perlu surat keterangan dokter untuk asuransi, bilang saja.
- Baik. Terima kasih. - Terima kasih.
Ibu, cepat ubah ini menjadi robot.
Dokter Lee Ik-jun tak kemari hari ini?
Aku belum sempat mengucapkan terima kasih.
Dia hebat.
Won-jun!
- Selamat siang, Dokter. - Selamat siang.
Sini. Biar aku yang ubah.
Astaga.
Pak Yuk Hui-gwan, kau tak seperti pasien tanpa infus di tanganmu.
Kau tampan.
Tidak.
Kau ingat nama suamiku?
Padahal pasienmu banyak sekali.
Marga istriku juga Yuk.
Aku baru bertemu marga Yuk selain istriku.
Tidak. Ada ayah mertua, adik ipar, kakak ipar, keponakan.
Ternyata banyak.
Kau pulang hari ini, 'kan?
Ya, aku senang bisa pulang
sebelum Hari Anak besok.
Benar juga.
Kami tak bisa pergi jauh.
Kami berencana pergi ke restoran Tiongkok dekat rumah.
Anakku suka sekali jajangmyeon.
Anakku juga. Semua anak pasti suka.
Itu operasi kolesistektomi laparoskopik sederhana.
Jadi, tak ada pantangan ketat,
tetapi jangan berlebihan dahulu.
Meski tak nyaman, lebih baik
jika kau banyak jalan dan berolahraga.
Baik! Sudah selesai.
Luar biasa! Kau siapa?
Won-jun.
Menurutmu siapa aku?
Orang yang menyembuhkan perut ayahmu yang sakit.
Selamat jalan. Sampai jumpa saat rawat jalan.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Salam yang benar.
- Terima kasih, Dokter! - Ya!
Apa ini? Menakjubkan!
- Halo. - Halo.
Halo.
Kalian dimarahi Chae Song-hwa lagi?
- Ya. - Tidak.
Kau yang dimarahi, ya?
Bukan, Dokter Ahn Chi-hong.
Dia bilang tidak.
Dia mantan tentara. Jadi, mentalnya kuat.
Dia marah karena aku tak bisa jawab pertanyaan dengan benar.
Aku pun merasa diriku bodoh.
Kau lulusan Akademi Militer Korea, 'kan?
- Benar. - Aku kenal seseorang di...
Halo?
Ya. Kau di mana?
Aku ke sana. Baiklah.
Halo, Dokter?
Baik.
Baiklah.
Kau tahu pasien kecelakaan yang masuk IGD kemarin, 'kan?
- Ya. - Dia tak bisa dioperasi
karena vitalnya tak stabil dan pendarahan parah.
Namun, Dokter Chae Song-hwa
- akan mengoperasinya malam ini. - Begitu.
- Dia mengajak kita rapat nanti. - Ya, bagus.
- Sungguh? Sungguh bagus? - Ya.
Meski tadi dimarahi begitu?
Dia tak marah, hanya bertanya.
Aku memang ingin menangani kasus itu.
Kupikir pasti senang
bisa jadi asisten Dokter Chae.
Bagus sekali.
- Dokter Ahn Chi-hong. - Ya?
Kurasa kau harus pindai CT kepala.
Bila ada diskon karyawan.
Bagus. Kita lakukan cara itu.
Kalian tidurlah dahulu.
Sampai jumpa nanti malam.
Baik.
Sejak awal dia memang akan operasi dengan cara itu, 'kan?
Kau tahu itu tak penting baginya.
Yang penting kita tahu atau tidak.
Bunga mawar!
Apa sudah musim bunga mawar?
Matamu jeli juga, Dokter Seok-min.
Keluargaku punya toko bunga.
Semua tahu itu mawar.
Tidak juga. Saat ini,
banyak orang tak tahu nama bunga dan tanaman.
Selama ini bunga itu palsu?
Namun, itu keterlaluan.
Dipikir-pikir sudah lama aku tak melihat bunga.
Dokter, akhir pekan ini kau berkemah juga?
Ya. Kenapa?
Kami boleh ikut?
Kau juga bisa, 'kan? Pekan ini kau tak piket.
Kami boleh ikut?
Boleh. Namun, kalian memang mau?
Ya.
Meski kau agak keras,
tetapi tak buat kami canggung.
Luar biasa, Yong Seok-min!
Kau manis sekali.
Kau juga mengesalkan,
tetapi tak buat aku canggung.
Ayo pergi bersama. Di sana ada bunga mawar
dan kupu-kupu asli.
Aku pergi.
Kau pesan apa?
Kopi di sini enak sekali.
Kau mau kue?
Apa tak ada tempat sepi?
- Apa? - Ada yang ingin kubicarakan denganmu.
PUSAT MEDIS YULJE
UNIT PERAWATAN INTENSIF
Ho-jun!
Kau ganti baju dahulu.
Ibu sudah bawakan kaus dan celanamu.
Sebentar lagi jam besuk.
Aku ganti baju nanti saja.
Masih ada waktu 20 dan 30 menit.
Di sana ada kursi kosong. Kita duduk dahulu.
Baiklah.
Dia pasti sudah gila!
Astaga! Dia tak pergi bulan madu?
Eun-bin, kami di sini!
Kenapa menangis?
Operasinya lancar.
Jin-hui pandai mengambil foto.
Kameraku yang bagus.
Aku memintanya foto dengan ponselku
karena malas mengunduh nantinya.
Pamanmu juga datang?
Padahal dia bilang tak akan datang.
Sebentar. Ini siapa?
Bukankah dia dokter yang mengoperasi ayah kalian?
Eun-bin, dia datang di pernikahanmu?
Ya.
Kapan?
Dia orang pertama yang menyapaku di ruang pengantin.
Namun, kenapa ekspresimu begitu?
Kami tak foto bersama. Dia hanya makan dan pergi.
Datang saja sudah bagus.
Dia bertanya menunya apa. Kubilang galbitang,
lalu dia berlari girang ke area makan.
Dia datang ke pernikahanku hanya untuk makan.
Ayolah. Galbitang saja tak cukup.
Kalau bisa, ibu ingin mentraktirnya galbi.
Diberi pun dia tak akan terima.
Mereka dilarang menerima hal semacam itu.
Aku tak menyangka
dia bisa membuat orang berdebar.
Unit Perawatan Intensif sudah dibuka. Cepat masuk.
Ya, terima kasih.
Terima kasih.
Jangan menangis, Eun-bin.
Kau akan menangis di depan Ayah?
Jangan menangis.
Kenapa menangis? Operasinya lancar.
Ayah bisa sedih.
Jangan menangis.
Ayah lebih sedih. Kau mengerti, 'kan?
Baiklah.
Tersenyumlah.
Yang lebar.
Kau tak pulang?
Besok ada jadwal rawat jalan dan operasi.
- Aku sibuk. - Ganti saja jadwal operasinya.
Tidak semudah itu.
Pasien rawat jalan berapa?
Dua puluh orang.
Banyak rekam medis harus kulihat.
Kenapa kau belum pulang?
Aku hendak mampir ke kantor
karena timku sudah kerja keras operasi tadi.
- Coba kau tengok Ik-jun. - Kenapa?
Sepertinya ada masalah, tetapi tak bilang.
- Begitu? - Aku tak berani tanya
karena sepertinya masalah keluarga.
Kurasa dia bukan orang seperti itu.
Sudahlah. Dia pasti bisa menyelesaikannya.
Aku pergi.
Kau bilang apa?
Aku minta cerai.
Sekarang kita tak hidup seperti suami istri.
Mari berteman seperti sebelumnya.
Kita hidup begini atas keinginanmu, 'kan?
Saat dipindah ke Jerman,
aku sudah berniat cuti kerja dan ikut kau,
tetapi kau melarangku.
Kau ingin aku tetap bekerja.
Kau juga ingin U-ju dibesarkan di Korea.
Karena itu kita hidup seperti ini. Jadi, apa kita...
Apa kita terpisah?
Tidak, 'kan?
Aku suka kau bekerja.
Aku juga bisa merawat U-ju.
Kita memang hidup terpisah...
tetapi kita sudah menyepakati hal itu, 'kan?
Namun, kenapa...
Ada apa?
Apa alasan sesungguhnya?
Tidak ada alasan sesungguhnya.
Mendadak aku berpikir untuk apa mempertahankan
hubungan suami istri seperti ini.
Kau curiga padaku?
Tidak.
Besok aku akan makan siang bersama U-ju.
Berdua saja.
Besok hari istimewa, 'kan?
Kau bekerja saja.
Besok aku akan menemani U-ju.
Lalu kuharap...
kau mempertimbangkan perkataanku dengan serius.
Dokter Ahn Chi-hong, mau minum kopi bersama?
Baik.
Hari ini berapa kali aku bertanya padamu?
Aku tak tahu.
Banyak sekali.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Chi-hong, kira-kira berapa operasi yang kulakukan selama sepekan?
Astaga. Aku bertanya lagi.
Ini sungguh penyakit.
Maaf.
Kurasa rata-rata kau melakukan lima operasi dalam sepekan.
Kalau begitu dalam setahun...
bisa mencapai kira-kira 250 operasi.
Benar.
Waspadalah.
Saat menghadapi pasien atau saat operasi.
Aku melakukan hal itu
kepadamu dan Seok-min agar kalian tetap waspada.
Baik.
Pekerjaan ini melelahkan,
tetapi kau cepat terbiasa.
Masalahnya, kita tak boleh terbiasa melakukan ini.
Itu alasannya.
Baik.
Jangan salah paham karena aku tak membencimu.
Jangan menyerah di tengah jalan.
Baik.
Percaya dan ikutilah aku.
- Paham, Kapten Ahn? - Baik.
UNIT PERAWATAN INTENSIF PEDIATRI
- Hei. - Dokter, kondisi Chan-hyeong bagus.
Sudah kuperiksa tadi.
Begitu? Tidak perlu kulihat? PaO2 dan gas darah arteri baik?
Ya, semua baik.
Cepat pulang saja. Cepat!
Baiklah.
Kau sudah dengar penjelasan operasi dari Dokter Do, 'kan?
Kondisi Chan-hyeong baik. Jadi, operasi besok...
Astaga...
Dokter, mohon bantu Chan-hyeong.
Astaga, kau sudah bertahan dengan baik selama ini.
Dokter, mohon selamatkan Chan-hyeong.
Aku harap aku saja yang sakit menggantikan Chan-hyeong.
Jangan menangis.
Selama ini kau sudah bertahan dengan baik.
Aku susah payah bertahan, Dokter.
Ibu dan mertuaku selalu melihat kami sebagai anak kecil.
Orang-orang juga bilang kami belum dewasa.
Karena itu aku pura-pura kuat.
Aku menahan tangis
karena takut mereka bilang aku masih muda,
menyuruhku pulang,
dan tak mengizinkanku menemui Chan-hyeong.
Makanya aku terpaksa pura-pura kuat.
Namun, kini aku tak sanggup lagi.
Dokter, Chan-hyeong bisa hidup, 'kan?
Operasi ini sudah sering kami lakukan.
Kami akan selamatkan Chan-hyeong.
Kalau begitu, operasinya pasti berhasil, 'kan?
Ya, kami akan berusaha sebaik mungkin.
Terima kasih.
Namun, kenapa kau mendadak pulang tadi pagi?
Itu... Ibu Hui-dong...
- seorang dukun. - Begitu.
Dia bilang kalau aku membalikkan tutup gentong di rumah dan menampung air,
Chan-hyeong bisa sembuh.
Maafkan aku. Katanya dokter tak percaya takhayul seperti ini.
Tidak apa-apa.
Kalau itu bisa membuatmu lebih tenang, lakukan saja. Silakan.
Kalau begitu...
Ini.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Paman, Bibi...
Chan-hyeong sudah datang.
Protein C-reaktifnya agak naik?
Ya, tetapi tingkat hematologi
dan hasil sinar-X dada pagi ini terlihat bagus.
Baiklah.
Wakanda.
Kalian tak tahu Wakanda? Black Panther.
Jangan bilang "Selamanya." Diam seperti itu.
LEE CHAN-HYEONG
Mulai pompa.
Pompa dimulai.
WAKTU ANESTESI, WAKTU SAAT INI, WAKTU OPERASI
RUANG OPERASI
Warna darah yang keluar baik?
Lingkar perutnya?
Kalau begitu, cek kuantitas urine per jam, lalu hubungi aku lagi.
Baik.
Dokter, kenapa kau tak mengangkat telepon?
Dokter, kenapa kau tak mengangkat telepon?
- Aku tadi sedang menelepon. Ada apa? - Astaga.
Aku kemari karena mereka bilang kau tak bisa dihubungi. Itu...
Pak Yuk Hui-gwan...
Yuk Hui-gwan kenapa?
Kemarin dia sudah pulang, 'kan?
Mereka melihat rekam medis,
dan menemukan bahwa dia pendonor organ mati otak.
Dia masuk sebagai korban kecelakaan pagi ini.
Kemungkinan mati otaknya tinggi dengan Skala Koma Glasgow lima.
Walinya sudah menyetujui donor,
serta sudah selesai elektroensefalografi.
Rapat pemutusan mati otak akan segera dimulai.
Padahal laporan yang kudapat saat dini hari hanya kecelakaan.
Aku diminta segera menghubungimu
karena dia pasienmu.
Organ itu akan diberikan ke pasien lain di rumah sakit kita.
Jadi, pasti kita juga yang mengangkat organnya.
Astaga... Perasaanku sangat tak enak.
Katup trikuspidnya kecil. Sulit untuk melihat.
Tarik ke arah kepala pasien, bukan ke sana!
Baik.
Tarik lagi. Jika tidak, bilik jantung harus dipotong lagi.
Maaf.
Kau lihat monitor itu?
Garisnya lurus, 'kan? Detak jantung nol.
Berarti pasien meninggal?
Bukan.
Artinya, detak jantung Chan-hyeong sebenarnya saat ini adalah nol.
Itu karena jantung Chan-hyeong tak berdetak saat ini.
Operasi tak bisa berjalan kalau jantung berdetak.
Oleh karena itu, saat operasi jantung,
diberi cardioplegia satu kali setiap sekitar 30 menit
untuk menghentikan jantung.
Lalu selama jantung berhenti, alat itu
menggantikan fungsi jantung dan paru-paru.
Dengan begitu, selama operasi pun
darah tetap dapat dialirkan ke seluruh tubuh.
Kesimpulan.
Jantung Chan-hyeong sebenarnya dihentikan, lalu jantung pengganti dinyalakan.
Kemudian selama itu jantung Chan-hyeong segera diperbaiki.
Setelah diperbaiki,
selang-selang yang terhubung dengan jantung pengganti dilepas.
Kau pasti menjelaskan padaku sambil belajar, 'kan?
Kau menghafal sembari melihatku.
Ya, benar.
- Paham, 'kan? - Sangat.
RUANG PENGOBATAN
Gwang-hyeon!
Pasien kecelakaan yang mati otak, Yuk Hui-gwan, di mana?
Mereka baru menyelesaikan tes di Unit Perawatan Intensif.
Rapat pemutusan mati otak pasti segera dimulai.
Aku dengar kondisi organnya baik, meski dia mengalami kecelakaan.
Kurasa mereka sedang mengatur jadwal dengan tim rumah sakit lain.
Kenapa? Kau kenal dia?
Dia pasienku.
Padahal kemarin dia pulang baik-baik saja.
Astaga. Sulit dipercaya.
Itu pasti sebuah keputusan sulit.
Antarlah kepergiannya.
Baiklah.
Kau tak lihat keluarganya?
Ya, aku tak lihat.
Baiklah.
Halo, Bi?
Apa aku harus ke sana?
Tidak perlu.
Obat pertolongan pertamanya sangat ampuh.
Alerginya sudah reda.
- Sekarang dia sedang tidur. - Astaga.
Kalau kau datang, nanti U-ju terbangun
dan masalah jadi besar.
Aku menelepon hanya untuk memberi tahu. Tak perlu khawatir.
Omong-omong, bagaimana mungkin ibunya
tak tahu kalau U-ju punya alergi kacang-kacangan?
Sulit dipercaya.
Kau tahu nama restorannya?
Aku akan hubungi mereka.
Aku harus tahu dia makan apa saja.
Ya, sebentar.
Apa namanya?
- Baik. Terima kasih, Bi. - Ibu...
Kenapa Ayah tak ada?
RUANG TUNGGU WALI
Ayah ada di mana? Ayah ke mana?
Ibu!
Pak!
Pak, belikan aku jajangmyeon!
Baiklah, akan kubelikan kau jajangmyeon.
WAKTU ANESTESI
Hentikan ventilator sekarang.
Ventilator dihentikan.
Dokter Anestesi,
tolong turunkan kepala pasien dan pasang Ambu bag.
Sudah selesai?
Yang bisa dilakukan dengan operasi sudah selesai.
Yang terpenting sekarang adalah
apa jantung berdetak normal meski alat dimatikan.
Jika ya, operasi berhasil.
Jantungnya tak berdetak.
Tunggu sebentar.
Pelepasan aorta dimulai.
Hei, jangan lihat itu.
Lihat angka hijau di atas itu.
Sekarang detak jantungnya nol. Angka itu harus naik.
Naik.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Biar kuselesaikan.
Tentu saja.
Tolong beri mereka jubah operasi.
Kalian dengar detak jantungnya, 'kan?
- Ya. - Ya.
Dengar apanya? Kalian harusnya lebih tahu.
Itu pasti suara jantung kalian.
- Begitu. - Begitu.
Kalian boleh menyentuh sekali saja dengan hati-hati.
Dengan rasa terima kasih karena Chan-hyeong sudah bertahan hidup.
Baik.
Kenapa?
Kencang sekali.
Jantungnya berdetak kencang sekali, Dokter.
TAHUN 2003
Kencang sekali, 'kan?
Bukan main, 'kan?
Aku tak menyangka...
jantung sebesar buah plum berdetak sekencang ini.
Kau membuat...
jantung seorang anak yang berhenti kembali berdetak.
Dokter...
Aku akan masuk Bedah Torakoplastik.
Dokter, aku akan masuk Bedah Torakoplastik.
Aku juga.
Aku juga akan mendaftar ke Bedah Torakoplastik.
Baiklah. Pilihan bagus.
Kerja bagus.
Kerja bagus, Semua!
Cepat minta surat pernyataan sebelum mereka berubah pikiran!
Kepada wali Kim Chan-hyeong,
mohon datang ke depan Ruang Operasi.
- Wali Kim Chan-hyeong? - Ya.
- Silakan masuk. - Terima kasih.
Dokter, apa operasi Chan-hyeong berjalan lancar?
Operasi Chan-hyeong berjalan lancar sesuai rencana.
Lubang di bilik jantung sudah ditutup.
Kami memang membutuhkan waktu lebih
untuk memperbaiki katup pulmonal,
tetapi operasi lancar tanpa hambatan, dan sekarang sedang proses penutupan.
Operasi berjalan lancar. Kau tak perlu khawatir.
Sekitar 30 menit lagi dia akan dibawa ke Unit Perawatan Intensif.
Sampai bertemu nanti.
Operasi lancar. Jangan khawatir.
- Astaga. - Terima kasih, Dokter!
Halo?
Selamat malam.
Begini, hari ini putraku makan siang di sana
dan alerginya kambuh.
Kurasa dia tak sengaja makan kacang.
Astaga, kami mohon maaf. Dia tak apa?
Ya, sekarang dia baik-baik saja.
Aku hanya ingin memastikan dia makan apa saja.
Putraku lima tahun,
dan pergi ke sana bersama ibunya.
Aku ingat.
Aku sendiri yang menerima pesanan mereka.
Mohon tunggu sebentar.
Benar! Selada yang kau minta bungkus untuk dimakan saat malam.
Itu juga mengandung saus kacang.
Aku tadi minta...
Benar.
Ya, tadi kau bilang begitu.
Aku ingat karena kau dan istrimu tampak sangat harmonis.
Anakmu juga imut sekali.
Namun, biasanya saat pesan makanan aku selalu menanyakan apa ada alergi.
Mohon maaf. Tampaknya aku lupa menanyakan hal itu.
- Halo? - Dokter.
Aku dokter bedah transplantasi, Ham Deok-ju.
Rapat baru bisa dimulai setelah pukul 22.00
karena ketua komite baru datang dari bandara.
Baik.
Kami akan atur agar kau bisa bertemu dengannya begitu rapat selesai.
Aku sudah menghubungi rumah sakit penerima.
Akan kuhubungi kembali bila sudah siap.
Baik.
Dia kenapa?
Ternyata butuh waktu agak lama.
Namun, akan segera berakhir.
Kau bisa menunggu di Ruang Tunggu.
Ayo.
RUANG TUNGGU KELUARGA PASIEN OPERASI
Terima kasih.
Prosedur selanjutnya bagaimana?
Kalau mau,
kami bisa siapkan untuk kunjungan terakhir sebelum operasi dimulai.
Setelah suamimu masuk Ruang Operasi,
para dokter akan memeriksa kondisi organ secara visual,
kemudian tes biopsi.
Jika tak ada masalah dalam pemeriksaan,
operasi transplantasi organ akan dimulai.
Proses ini biasanya ditangani oleh dokter spesialis,
tetapi Dokter Lee Ik-jun akan berpartisipasi sampai akhir.
Aku lihat dia bahkan memperhatikan bekas luka operasi.
Halo?
Ya, baik.
Katanya rapat pemutusan sudah selesai.
Kami akan bersiap-siap.
Kau di mana? Katanya langsung kemari?
Aku di depan.
Baik.
Apa dia benar-benar ada masalah?
Kalian dari Pusat Medis Universitas Kangwoon?
Ya.
Kami agak terlambat karena kunjungan keluarga.
Maaf, apa waktunya aman?
Untuk tanda vital pendonor, baik-baik saja.
Ya, kami memang datang lebih awal.
Situasinya tak darurat, tak masalah.
Kita mulai.
- Baik. - Baik.
Apa pasien stabil?
Ya, stabil.
Dokter, semua sudah siap.
- Pusat Medis Universitas Kangwoon? - Ya, Dokter.
Aku boleh minta tolong?
Ya.
Apa penyerahan jantung bisa diundur sepuluh menit saja?
Mohon konfirmasi ke rumah sakit.
Jika memang darurat, boleh dilakukan sekarang.
Sepuluh menit tak masalah.
Kami memang datang lebih awal.
Baik. Sekarang pukul 23.50.
- Sepuluh menit lagi kita mulai. Boleh? - Baik.
Kita mulai pukul 00.00 setelah berdoa.
- Baik. - Namun, Dokter...
Apa tak bisa dimulai sekarang saja?
Kami sudah terjaga selama dua hari.
Ini Hari Anak.
Apa?
Ini Hari Anak.
Anak pasien ini berumur lima tahun. Namanya Won-jun.
Ini Hari Anak. Jadi, dia seharusnya...
makan jajangmyeon bersama ayahnya.
Namun, Won-jun...
kini tak bisa melakukan hal itu selamanya.
Mari tunggu...
sepuluh menit saja.
Kita mulai sepuluh menit lagi.
Kita tak bisa...
membiarkan dia menangis setiap Hari Anak karena ayahnya, 'kan?
Ya, baik.
Baik, Dokter.
- Terima kasih. - Tidak masalah.
Mendiang memutuskan mendonorkan organ untuk menolong orang lain,
dan kondisi organnya sangat baik,
sehingga dapat mendonorkan jantung, paru-paru, ginjal, hingga lever.
Operasi baru saja dimulai pada 6 Mei pukul 00.05,
yang berarti dia telah meninggal.
Terima kasih.
Aku memang sif malam. Jadi, aku ke kantor.
Ya, Bu?
Ibu sehat?
Ayah?
Ya.
Aku akan traktir makan, kopi, semua. Jangan cemas.
Namun, ternyata dia datang bukan untuk menemuiku.
Baiklah.
Hujan deras sekali.
Kurasa kita tak bisa berkemah.
Aku tak memaksa.
Tidak ikut juga tak apa-apa. Santai saja.
Hujan sederas ini kau tetap pergi?
Berkemah saat hujan sangat menyenangkan.
Sendiri pun aku tak masalah.
Kalian atur sendiri saja.
GRUP BINCANG BEDAH SARAF
Walau begitu, sendiri pasti membosankan.
Aku akan pergi ke tempat jauh
Aku berjalan sampai mentari terbenam
Aku akan memulai baru
Untukku
PUSAT MEDIS YULJE INSTALASI GAWAT DARURAT
Kau datang lebih cepat, Dokter.
Dokter Do Jae-hak sedang operasi darurat?
Ya. Tampaknya pneumotoraks ventil.
Jadi, aku meneleponmu.
Bagus. Aku sedang dekat sini.
Namun, kenapa tentara masuk rumah sakit sipil?
Dia mengalami kecelakaan tepat di depan sini dan tulang rusuk patah,
tetapi tak ada luka luar lainnya.
- Pasien di mana? - Di sini.
LEE IK-SUN
PERKEMAHAN GUNUNG YEONIN
Sudah kubilang tak apa-apa. Tidak usah datang.
Kau di mana?
Aku? B-104.
B-104...
Di sini!
Kemari!
Kenapa kau datang?
Aku sudah janji akan datang.
Aku tak pernah bilang tak datang.
Dudukah dahulu.
- Biar kubuatkan kopi. - Baik.
Kau pakai itu juga hari ini.
Apa?
Sepatu yang kuberikan.
Apa?
Aku yang menghadiahkanmu sepatu itu, Dokter.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku bisa menceritakan
mulai dari masalah cinta, keluarga, sampai sifat sebenarnya.
- Jun-wan itu... - Hei!
Ke mana semua uangmu? Berengsek.
Seok-hyeong. Kau tak tahu?
Dia pergi bertemu ibunya.
Ibu, aku gajian. Aku harus bagaimana?
- Lee Ik-jun, berengsek... - Aku sibuk bekerja!
Aku harus merawat anak dan pasien.
Song-hwa tipe mahasiswa sempurna.
Aku akan jadi sopir kalau berhenti jadi dokter.
Dia sangat lembut.
Kau datang kepadaku karena ingin tahu tentang siapa?
Dokter Ahn Jeong-won.
Hei, jangan bahas itu di depan Seok-hyeong.
Dia bisa gila lagi.
Aku mengerti.
- Dia sangat pemarah. - Apa? Dia tak begitu.
Aku khawatir.
Siapa pun pasti begitu saat menghadapi masalah sekaligus.
Anakku...
Mentalnya tak stabil.
Kenapa diam?
Terjemahan subtitle oleh Listya Ayunita Wardadie
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.