Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Menang dari cabut sendiri! Semua ubin sejenis, sapu rata!
Astaga, aku sedang hoki hari ini!
Aku mau ke toilet.
Ada pintu depan.
Kenapa harus lewat jendela?
Kau seharian di sini. Tidak memang sedikit pun?
Kau pikir tempat ini ATM?
Arena mahyong kami punya aturan.
Kalau pinjam uang, lunasi.
Tenggatnya tak bisa diperpanjang lagi.
Kau harus segera lunasi pinjaman 60.000 yuan itu.
Kalau tidak bisa, pakai hati atau ginjalmu juga boleh.
Cepat cari uangnya.
Aku menabrak mobil lain di Stasiun Haitang.
Untungnya tak meninggalkan bekas.
Belakangan ini kabutnya tebal sekali.
Nona Lin, sebaiknya kau tak menyetir sendiri.
Aku tahu.
Aku sedang memoles cat mobilnya.
Aku akan pulang naik taksi.
Anakmu pulang.
Nona Lin datang untuk menagih sewa.
Kau pulang terlambat. Ayahmu khawatir.
Kenapa tak meneleponnya?
Tidak perlu. Aku sudah biasa sendiri di rumah.
Nona Lin, mau makan malam dulu?
Aku sudah makan.
Maaf soal akuariumnya.
Kalian sudah empat bulan di sini. Aku akan segera memindahkannya.
Tidak apa-apa. Biarkan saja di sana.
- Siapa tahu aku mau memelihara ikan. - Baiklah.
Ayahmu bilang pemanas airnya rusak.
Tak mau menyala.
Aku sudah mengeceknya, tapi tak tahu masalahnya.
Akan kusuruh kakakku datang besok.
Kalau memang rusak, kubeli yang baru.
- Terima kasih, Nona Lin. - Permisi.
Sampai jumpa.
Ayo makan.
Entah kenapa aku lelah sekali hari ini.
Ayah,
besok aku akan ke pasar.
Ada banyak yang harus diganti di rumah ini,
dan aku akan belanja keperluan rumah.
Kita juga belum bayar tagihan air dan listrik,
jadi aku mau minta uang lagi.
Sekitar 5.000 yuan.
Kalau tidak ada, 3.000 yuan juga tidak apa-apa.
Kukira kau sudah dapat kerja.
Memang.
Aku sudah dapat kerja,
tapi seperti yang kubilang, ada tiga bulan masa percobaan.
Dua bulan lagi, aku akan jadi karyawan tetap.
Dua minggu lalu,
aku sudah memberimu uang untuk bayar air dan listrik.
Kau benar-benar bekerja?
Kau berjudi lagi?
Tidak! Aku tak berjudi!
Kau lupa alasan kita pindah kemari?
Kau kehilangan anak istri karena judi, tapi belum kapok?
Aku kehilangan rumahku di Quanzhou untuk melunasi utang judimu!
Aku cuma minta sedikit.
Ayah dapat uang pensiun 4.000 sampai 5.000 yuan per bulan!
Jangan coba-coba menyentuhnya!
Kalaupun aku mati,
kau takkan kuberi sepeser pun.
Kalau begitu, aku bisa mati!
Mati saja!
Aku akan bilang kepada Nona Lin
bahwa kita takkan menyewa rumah ini lagi.
Aku akan pindah ke panti jompo.
Soal hidupmu, urus saja sendiri!
Pikirkan saja sendiri!
Kalau ibumu masih ada,
dia pasti akan sedih sekali.
Xiaku sayang,
ayo kita pulang.
Halo? Aku dari Apartemen Qinglan, Gedung 7, Unit 2.
NOMOR ANDA AKAN DIBLOKIR KARENA TUNGGAKAN TAGIHAN.
INI AKAN MEMENGARUHI LAYANAN KOMUNIKASI ANDA.
Aku dari Apartemen Qinglan, Gedung 7, Unit 2.
Ya.
Batalkan ambulansnya.
YAN LIANG, JIANG XIA
Duduk tegak! Sudah kubilang tegapkan badanmu!
Kau sudah kelas tiga, tapi masih suka tidak fokus.
Sudah kubilang, Yingying cuma bisa mengoreksi kesalahan di PR-mu.
Kau benar-benar tak bisa ingat apa pun.
Tunggu sampai dingin.
Siapa yang bisa membantumu?
Jawab, siapa yang bisa membantumu?
Astaga! Dia lupa menutup kerannya lagi.
Aku benar-benar geram!
Kau sama seperti ayahmu! Makin hari makin bikin pusing!
Nuo, cepat selesaikan PR-mu. Nanti kau terlambat.
Yingying! Ini buku!
Apa ini? Kau menulis apa?
Kau mengancingkan bajumu sendiri? Ini salah lubang.
Kaus kakimu yang satu putih, satu lagi hitam.
Kau baik sekali, membeli semuanya dua.
Kenapa tak berikan sendiri kepada ayah Yingying saat dia pulang?
Agar akrab, siapa tahu dia lupa bahwa Yingying anaknya.
Akan kubawa mobilnya dulu.
Nanti kau telat ke sekolah.
Kemari.
Cepat pakai kaus kakimu, lalu keluar. Kuhitung sampai tiga!
Halo, Pendengar.
Ini adalah hari perayaan penting Tionghoa,
Festival Dongzhi.
Ini juga hari dengan malam terpanjang dan siang terpendek dalam setahun.
Ada pepatah bilang,
"Saat Dongzhi tiba, daging kambing jadi primadona."
- Itu santapan bergizi di musim dingin. - Hari ini Festival Dongzhi.
Hari ini, warga Sichuan dan Yunnan akan menyantap sup kambing hangat
yang tak hanya menghangatkan tubuh, tapi juga menyehatkan,
serta melambangkan doa akan rezeki di tahun mendatang.
Di hari yang istimewa ini,
tiap daerah di seluruh negeri punya tradisi kuliner uniknya sendiri…
Di wilayah selatan Tiongkok,
seperti Shanghai, Fujian, dan Guangdong,
warga terbiasa menyantap tangyuan.
Adonannya terbuat dari tepung ketan dengan berbagai isian di dalamnya.
Bentuknya yang bulat melambangkan reuni keluarga.
Halo.
Kalau dia tak turun, nanti dia terlambat.
Apa? Dia belum turun?
Nuo belum turun?
Belum.
Bagaimana bisa?
Dia sudah keluar dari tadi.
Ini adalah hasil dari perkembangan selama ribuan tahun…
Nuo.
Tang Nuo.
Tang Nuo!
Nuo, kau mau sekolah atau tidak?
Tang Nuo, cepat keluar.
Aku marah, ya!
Nuo.
Kau yakin dia sudah keluar?
Aku yakin. Aku bahkan memakaikan sepatunya.
Mungkin dia ke rumah Yingying?
- Cepat. - Pak Zhao, kau lihat Nuo?
Anakmu?
Ya.
POLISI
- Kau yang menelepon polisi? - Ya.
- Kau Tang Yu? - Ya.
Kedengarannya aneh.
- Sun Hui? - Ya?
Periksa CCTV area sekitar.
Baik.
Tunggu, CCTV apa?
Tanya pihak pengelola soal CCTV Gedung 7.
Gedung 7. Siap.
Aku sudah tanyai semua warga Gedung 7, Unit 1,
kecuali Kamar 302.
Bagaimana kalau dia sembunyi di dalam?
Kamar 302?
Ya, rumah Yingying.
GEDUNG 7, UNIT 1
Kau yakin?
Tidak.
Aku curiga Nuo mencuri kunci Yingying.
Paman, aku pamit pulang.
Baik.
Kenapa? Ada apa?
Di mana kunci cadanganku?
- Nuo, kau lihat kunci Yingying? - Takkan kuberi tahu!
Ayahku seharusnya sudah pulang.
- Untuk apa dia mengambil kuncinya? - Aku tidak tahu.
Tunggu sebentar.
Kami baru dapat kabar dari pengelola.
Penghuninya akan tiba 40 menit lagi.
- Empat puluh? - Bu.
Tak bisa kita dobrak saja pintunya?
Aku tahu kau khawatir,
tapi suamimu hanya menduga bahwa anak itu ada di dalam.
Kita tak bisa menyusahkan orang lain hanya berdasarkan dugaan, 'kan?
Bagaimana kalau kita ke kantor pengelola untuk melihat rekaman CCTV-nya?
Baiklah, ayo cepat kita periksa CCTV-nya.
KAMERA 12
Cuma ada satu kamera di sana?
Itu opsi murah yang disepakati bersama oleh para penghuni.
Makanya cuma ada satu kamera yang mengarah ke Gedung 6 dan 7.
Bu Fang, aku baru menonton cuplikan ini.
Aku sudah periksa semua rekaman CCTV dari seluruh gerbang sejak pukul 07.00,
dan aku tak lihat anak itu.
Bu Polwan, kalau seperti ini,
kurasa pihak pengelola harus bertanggung jawab.
Apa urusannya dengan pengelola?
Pemasangan CCTV itu sudah disepakati oleh semua penghuni.
Setelah terjadi sesuatu, kau menyalahkan kami?
Tidak bisa begitu.
Kalau anak itu tak terekam CCTV di gerbang,
mungkin dia masih di dalam gedung.
Kita harus periksa semua penghuni gedung itu.
Kalian berdua, coba ingat-ingat,
saat anak kalian pergi tadi pagi, apakah ada sikapnya yang berbeda?
Misalnya, apakah dia semangat, atau pendiam?
Tidak. Dia seperti biasa.
Ya. Dia mengidap ADHD.
Apa katamu?
Dia galak sekali.
Jangan bicara lagi.
Tutup mulutmu!
Gadis itu balik lagi!
Yingying pulang lagi!
Kenapa kau pulang lagi, Yingying?
Bukuku ketinggalan.
Tang Nuo.
Keluarlah.
Tang Nuo, kau mendengarku?
Tang Nuo.
Ini…
Terima kasih.
Nuo.
Nuo.
Ini kamarku.
Yingying, apakah Nuo bilang sesuatu semalam,
misalnya rencana meninggalkan rumah?
Diam!
Kendalikan dirimu di depan gadis itu.
Lalu, aku harus bagaimana?
Tidak.
Dia tak bilang apa-apa.
Tenangkan dirimu.
Sun Hui, bawa mereka ke kantor untuk dimintai keterangan.
Baik.
Ayo.
Pak Xu, akhirnya kau pulang!
Ini…
Pak Xu, kami minta maaf.
Ini mendesak, dan kebetulan putrimu di rumah, jadi…
Tidak mungkin Nuo ada di rumah kami.
Pihak pengelola meneleponku saat aku di lokasi proyek.
Lagi lupa, tak mungkin Nuo punya kunci Yingying, 'kan?
Bukan begitu. Kami hanya memeriksa semua penghuni.
Maaf. Putrimu kebetulan pulang, jadi kami masuk.
Tidak apa-apa.
Bagaimana kalau kita mintai mereka keterangan di kantor?
DEKORASI JIECHU
Ayo.
Bawa foto anak itu. Dengan pakaian yang sama dengan hari ini.
- Ayo. - Tak ada apa-apa di sini.
- Ayo. - Ayo keluar.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
APARTEMEN QINGLAN
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kakak tak perlu menjemputku. Aku bisa naik taksi.
Kakak,
terima kasih kau selalu menjagaku.
Setelah Ayah dan Ibu meninggal,
Kakak sudah berperan menjadi orang tuaku.
Kita keluarga.
Tak perlu berterima kasih.
Kau benar tak mau periksa ke rumah sakit kami?
Aku baik-baik saja.
Dokter Lin, jangan lebai.
Sudah kubilang, aku yang menabrak mobil orang.
Ngomong-ngomong, tolong periksa pemanas airnya besok.
Itu tak berfungsi, aku tak bisa memperbaikinya.
Ini musim dingin, ada orang tua di sana.
Kita harus perbaiki. Tapi kuambil mobilku dulu setelah kerja.
Baik.
Mereka berdua betah?
Kurasa begitu.
Sudah berapa lama mereka di sana?
Empat bulan.
Cepat sekali waktu berlalu.
Sudah empat bulan.
Kakak,
aku mau…
mencari tahu soal pelakunya.
Aku masih penasaran siapa pelakunya.
Meskipun…
Meskipun itu takkan mengubah apa pun.
ENAM BULAN LALU
Hati-hati.
Terima kasih.
Kau…
hati-hati di jalan.
Baik.
Kenapa Kakak kemari?
Aku sudah bilang akan diantar pulang teman kantorku.
Aku belanja untukmu.
Kau tak minum susu yang kubelikan. Itu kedaluwarsa.
Sudah kubilang, aku tak suka rasa susu,
dan itu membuat napasku bau.
Kakimu sedang sakit,
jadi kau butuh asupan protein.
Ini bisa bantu menyembuhkan lukamu
agar tak meninggalkan bekas luka.
Kalau kau tak suka rasa susu, campur saja dengan madu.
Madu bisa meredakan peradangan dan bagus untuk kulitmu.
Pemuda itu menyukaimu.
A-Jun?
Tidak mungkin.
Kakak tahu dari mana?
Lihat saja. Dia masih di sana.
Wajahnya langsung ceria begitu kau naik.
Dia perokok. Mungkin dia sudah lama menahannya.
Kalau dia menyukaiku, kenapa dia tak bilang?
Dia masih di sana. Dia mau apa?
Begitu turun, aku akan mengejarnya,
agar dia tahu ada yang menjagamu.
Sudah kubilang,
berbahaya kalau perempuan pergi sendirian.
Dan aku sudah sering menyuruhmu berpakaian sopan!
Cukup.
Kita bisa lapor polisi.
Tidak!
Hal seperti itu
adalah aib besar bagi perempuan.
Kau adikku satu-satunya.
Suatu hari kau akan menikah.
Mahyong!
Bayar, Kawan.
Bayar.
Kenapa emosi?
Abaikan saja. Ayo main.
- Jangan main kalau tak punya uang. - Benar.
Wu, kau main semalaman.
Bangkrut lagi?
Aku akan cari uang.
Aku akan kembali.
Baik, biarkan dia pergi.
Ngomong-ngomong,
utangmu sudah berlipat ganda.
Kalau tak bisa bayar, kau bisa bawa orang yang berharga.
Pikirkan baik-baik.
Anakku pasti diculik!
Tolong tenang dulu.
Anak itu sudah hampir dua jam menghilang.
Kalau dia diculik, penculiknya pasti sudah menelepon.
Pak Tang,
berapa lama kau menunggu di mobilmu?
Kupindahkan mobilku ke pintu masuk, lalu kutunggu dua sampai tiga menit.
Selama itu, kau yakin tak ada yang masuk atau keluar unit itu?
Tak ada.
Tapi kau bilang karena pekerjaan,
kau bergadang sampai pukul 04.00,
makanya kau ketiduran di mobil.
Tapi itu tak sampai satu menit.
Karena dia hampir terlambat, aku memperhatikan jamnya.
Aku bahkan tak ingat apakah memang ketiduran.
Lagi pula, pintu masuknya sangat dekat dengan mobilku.
Pasti sadar kalau orang lewat.
Kalian lihat rekaman CCTV-nya.
Nuo tak terlihat keluar.
Kenapa CCTV-nya sedikit sekali?
Lama sekali menemukan anakku!
Jangan menangis.
Kami sudah melapor ke atasan
agar tambah personel dalam penyelidikan.
Kami sedang periksa CCTV
dalam radius empat kilometer dari Apartemen Qinglan.
Tapi akan butuh waktu untuk memeriksa semuanya.
Di mana mereka? Aku mau ke sana.
Boleh.
Kau paling tahu anak itu.
Sun Hui.
Antar dia ke Korlantas.
Baik.
Halo, Kapten Li. Ada hasil?
RUANG INSPEKSI
Tentu saja belum.
Aku baru menyerahkannya ke lab.
Kukira kau legenda Bareskrim.
Bisa cepat? Aku perlu tahu…
Aku perlu tahu apa itu darah manusia.
Baik. Aku akan segera mengabarimu.
Kau bilang ini kasus penculikan anak?
Ada anak kecil hilang di tangga.
Tapi bisa juga dia dibawa keluar dari apartemen itu.
Di jam sibuk, saat orang-orang berangkat kerja dan sekolah?
Siapa yang berani menculik anak di tengah hari bolong?
Mungkin pelakunya orang yang dia kenal.
Pak Tang,
bagaimana kau mengenal keluarga di Kamar 302?
ENAM BULAN LALU
Ayah.
Kurasa perempuan tadi tak bawa kunci.
Tampaknya begitu. Lihat betapa tekunnya dia?
Dia tak menyia-nyiakan waktu sedikit pun.
Kau lupa membawa kuncimu?
Kau tinggal dengan ayahmu, 'kan? Dia masih kerja?
Pukul berapa dia pulang?
Kurasa sebentar lagi.
Mau menunggu di tempat kami?
Tidak usah. Kutunggu di sini saja.
Ini untukmu.
Kau mengajaknya ke sini?
Baik. Tunggu sebentar.
Kusiapkan makan malam. Takkan lama.
Nuo, kerjakan PR-mu.
- Tak usah. - Jangan tunggu sampai jam tidur.
Ini.
Lihat, tulis ini.
Kalian berdua,
waktunya makan malam.
Ayo makan.
Pelan-pelan.
Makan ini.
Ayo makan. Coba dagingnya.
- Kita akan bekerja sama. - Ya, bagus.
Dah. Selamat siang.
Selamat malam. Dah.
Ini 651.
Ini 654.
Ini 655. Ketemu.
Bu, kuharap Yingying datang setiap hari.
Ya, kau mengatakan itu terus.
Kuharap Yingying datang setiap hari.
Tidurlah.
- Hei. - Aku duluan.
Sandal.
Copot sepatumu.
- Biar aku saja. Sepatumu! - Bu, aku pulang!
Bu! Aku pulang!
Kau keringatan.
- Baiklah. - Bibi.
Kubelikan ini untuk kalian.
Jangan terlalu sering makan roti.
Gluten tak baik untuk kesehatan.
Kau tahu Nuo suka itu.
Apalagi untuk Nuo, gluten tak baik untuknya.
Taruh saja di meja.
Aku tidak tahu…
Kau mau pergi?
- Aku mau kerja. - Sampai nanti.
Jangan didengarkan.
Ini.
Susu madu untukmu, agar pikiranmu lebih tenang.
Kukira itu cuma kecelakaan kecil.
Kau melamun semalaman.
Tidur saja. Tak perlu menungguku.
Selamat malam.
Yutong.
Siapa nama laki-laki itu? A-Jun, ya?
A-Jun? Kenapa dia?
Malam insiden itu,
katamu kau sudah mengunci jendela sebelum tidur, 'kan?
Tapi keesokan harinya, saat aku ke rumahmu,
kulihat jendelanya tak terkunci.
Saat itu kau belum pasang terali jendela.
Ada pipa air di luar jendela,
dan ditemukan eter di tubuhmu.
Aku curiga
orang itu masuk lewat jendela dan membiusmu.
Dia…
seorang perokok, kalau aku tak salah ingat.
Carilah puntung rokok yang dia buang.
Aku akan minta sampel DNA pelakunya.
A-Jun bahkan belum menyatakan perasaannya kepadaku.
Mungkinkah dia melakukan itu?
Kita tak pernah tahu.
Ingat,
pakai kantong plastik dan pinset.
Jangan pakai tangan kosong.
Ada masalah dengan kode backend-nya. Kami membutuhkanmu.
Mau pulang?
Hei.
Kau sudah makan?
Ada
restoran Jepang baru…
Aku sudah punya agenda.
TAKSI
Mbak, aku benar-benar minta maaf.
Karena kabut belakangan ini, ada banyak kecelakaan mobil,
jadi aku sibuk.
Bagaimana kalau kau cari makan dulu?
Sebentar lagi mobilmu selesai.
Maaf.
YUDACHANG
Ayah dapat uang pensiun 4.000 sampai 5.000 yuan per bulan!
Kalaupun aku mati, kau takkan kuberi sepeser pun.
BUKU TABUNGAN YAN LIANG SETORAN, PENARIKAN, SALDO
CARA MENGHILANGKAN MAYAT
WANITA KAYA DIMUTILASI SECARA SADIS, POTONGAN TUBUH DIBUANG KE TONG SAMPAH
CARA MENGAWETKAN MAYAT
JALAN QINGPING NOMOR 126
KAMERA 27
Benarkah?
Baik.
Bu Fang, aku baru saja menelepon Ye.
Dia sudah menginterogasi semua penghuni Gedung 7.
Penghuni Kamar 301 dan 501
sama-sama mengatakan sesuatu tentang ibu anak laki-laki itu.
Apa?
Benar.
Aku sering dengar dia membentak anaknya.
Misalnya, "Kenapa aku harus melahirkanmu?"
Atau, "Kuharap kau mati saja."
Dia juga cukup sering ke rumah sakit.
Kudengar ke Poli Kejiwaan.
Penghuni Kamar 301 mengatakan
dia sering melihat lebam dan bekas luka yang aneh pada anak itu.
Dia khawatir orang tuanya gelap mata
dan membunuh anak itu.
Makanya mereka melaporkannya hilang.
Anakku pasti diculik!
Ada banyak orang aneh zaman sekarang.
Setiap keluarga pasti punya masalah.
Ada rahasia kelam di tiap rumah.
Aku titip kunciku, ya.
Ayahku tak ada di rumah, kau bisa sembunyi di rumahku.
Aku akan menyusulmu setelah ujian.
Berapa lama?
Sebentar lagi. Setelah jam pelajaran pertama.
- Halo. - Hei.
Aku mau bicara dengan Xu Yingying dari kelas 8-7.
Aku keluarganya.
Sebentar.
- Hei. - Aku menemukan Yingying.
Apa?
Kukira kau mencari Nuo.
Tadinya, lalu aku melihat Yingying di rekaman CCTV.
Saat keluar rumah tadi pagi, dia tak pergi ke sekolah,
tapi dia naik bus nomor 52.
Bus akan tiba di pemberhentian. Mohon berhati-hati.
Sayang, aku ada di halte bus.
Ya, aku melihatmu.
JALAN RAYA HAITONG
Yingying terakhir kali terlihat di halte bus itu.
Lalu, dia ke pinggiran kota, tak ada CCTV.
Polisi sudah mengirim petugas untuk mengecek enam halte berikutnya.
PUSAT BUDAYA JIANGWAN, KAKI GUNUNG YUNYOU
GUNUNG YUNYOU
Gunung Yunyou?
GUNUNG YUNYOU
VILA LEYIN
DUA PULUH MENIT BERKENDARA
Kemari. Ayo!
Kemari.
Namanya Liuyun.
Artinya "awan yang berarak".
Liuyun.
Kenapa hidungmu terluka?
Aku tak bisa memberitahumu.
APARTEMEN WEIHAO, GUNUNG YUNYOU
Permisi, kau jual ubin seperti ini?
PLAFON
TOKO UBIN OPUS
TOKO PERKAKAS
UBIN, PERABOT KAYU, TANGGA, DAN PINTU
PANEL DEKORASI ALUMUNIUM
Pak?
Ada yang bisa kubantu?
Berapa harga ubinnya?
Ini diimpor dari Italia. Per buah 7,5 yuan.
Aku butuh berapa untuk area 75x75 sentimeter?
Area 75x75 sentimeter?
Lebih dari 20.
Kau mau pasang di mana? Dapur atau kamar mandi?
Dapur.
Aku juga butuh batu bata dan semen.
Kau bawa mobil?
Tidak.
Bagaimana kau membawanya kalau tak bawa mobil?
Mau dikirim ke mana?
Apartemen Qinglan.
Kita bertetangga.
Aku…
Aku pesan untuk mandor kami.
Gedung berapa?
Gedung…
Gedung 11.
Gedung 11.
Baik. Aku mau ke lokasi proyek.
Kebetulan searah.
Aku harus antar ini ke gedung berapa?
Gedung 9.
Gedung 9?
Baik.
UBIN DEKORATIF
Ini kartu namaku.
Hubungi saja kalau butuh apa pun.
VILA LEYIN
Permisi, apakah ada anak kecil datang kemari?
Perempuan?
Ya, dengan anak laki-laki.
Berarti bukan.
Untuk apa anak perempuan itu kemari?
Sama sepertimu. Dia tanya apa ada anak datang kemari.
- Sudah berapa lama dia pergi? - Hampir satu jam.
Kau ayah Nuo?
Ya.
- Kalian menginap di sini musim panas ini. - Ya.
Aku ingat sekali dengan Nuo
karena Liuyun sangat menyayanginya.
Jadi, kuberi tahu Nuo bahwa Liuyun akan punya anak.
Saat mengetahui itu, dia bilang ingin memeliharanya.
Dia juga bertanya kapan Liuyun akan melahirkan.
Katanya dia akan datang untuk menjemputnya.
Yingying!
BERAPA LAMA?
Benar, 20 persen untuk cicilan pertama.
Benar.
Kapan kita pernah punya masalah?
Tapi stok barang yang ini memang agak lama lakunya.
Ambil kunci pintu depan saja.
Aku perlu kunci kamarku.
Kalau tidak, aku tak bisa masuk kamar nanti.
Paman, aku pamit pulang.
Nuo, kau lihat kunci Yingying?
Takkan kuberi tahu!
Ayahku seharusnya sudah pulang.
Gadis itu balik lagi!
Kenapa kau pulang lagi, Yingying?
Tang Nuo.
Keluarlah.
Kemarin kami sudah janjian untuk bertemu di rumahku.
Aku tak tahu kenapa Nuo tak datang.
Jadi, kukira mungkin dia pergi ke vila ini dulu.
Tapi dia juga tak ada di sini.
Kenapa kau tak mengatakan itu kepadaku tadi pagi di rumahmu?
Maafkan aku.
POLISI
Baik.
Aku mengerti.
Ya.
Terima kasih atas kerja kerasmu, Kapten Li.
Bu Fang.
Bareskrim bilang, darah di pintu adalah darah manusia.
Sekarang ini jadi kasus kriminal.
Halo, Pak Tang.
Vila?
Anak anjing?
Aku baru saja mau bilang,
Bareskrim akan melakukan pemeriksaan forensik di rumah Yingying.
Kami akan segera ke sana. Sampai jumpa.
Makan dulu rotinya.
Kau bekerja seharian.
Halo?
Aku kakak pemilik rumah.
Halo?
Ayahmu bilang pemanas airnya rusak.
Tak mau menyala.
Akan kusuruh kakakku datang besok.
Layanan telepon Anda ditangguhkan.
Aku menabrak mobil lain di Stasiun Haitang.
Aku sedang memoles cat mobilnya.
YUDACHANG
Mbak, aku benar-benar minta maaf.
Karena kabut belakangan ini, ada banyak kecelakaan mobil,
jadi aku sibuk.
Bagaimana kalau kau cari makan dulu?
Sebentar lagi mobilmu selesai.
Akan kuminta temanku di lab untuk memeriksa puntung rokok ini.
Kurasa itu bukan milik A-Jun.
Kurasa dia takkan bisa membuka jendela dari luar.
Kita akan tahu pasti besok.
Tadi aku mendatangi apartemen di Qinglan.
Tak ada orang, jadi aku tak masuk.
Tak mungkin. Orang tua itu tak pernah keluar.
Begitu, ya?
Kalau begitu, aku balik lagi sekarang.
Baik.
Bu.
Kebetulan sekali.
Aku sedang keluar mencari makan.
Ngomong-ngomong, aku sudah mengganti pemanas airnya.
Sekarang sudah berfungsi.
Pak Tang, maaf kalau Yingying merepotkanmu.
Kami sudah selesai, Pak Xu.
- Terima kasih kerja samanya. - Bukan masalah. Terima kasih.
Aku tak bisa bayangkan bagaimana nasibnya di luar sana.
Jangan bilang begitu!
- Apa gunanya sekarang? - Baik, cukup.
- Ayah. Ibu. - Kau sudah pulang.
Bagaimana? Ada kabar?
Polisi sedang melakukan pencarian di sekitar vila itu.
Aku baru…
Mereka membahas Nuo.
Unggahan para pemengaruh menghebohkan dunia maya.
Orang tua anak itu menyebarkan nomor kontak mereka
dan meminta masyarakat membantu pencarian.
Polisi tengah gencar menyelidiki…
Itu nomor telepon kita, 'kan?
Aku tahu.
Aku kirim pesan ke teman-teman, minta bantuan cari anak kita,
kabarnya menyebar.
Itu viral dan masuk berita.
Kau menyebarkan data pribadi anak kita di internet?
Memang kenapa?
Kita sudah tahu bahwa Nuo cuma ingin ke vila itu bersama Yingying.
Mungkin ada yang mengenalinya di jalan.
Makanya kuminta semua orang mencarinya. Apa salahnya?
Omong kosong!
Bagaimana kalau dia sudah ditemukan?
Masih belum cukup para tetangga dan teman sekelasnya membencinya?
Kau malah beri tahu semua orang!
Kenapa tak sekalian saja umumkan pakai pengeras suara bahwa dia sakit?
Bahwa dia mengidap ADHD!
Aku bingung kenapa kau masih berusaha menutupi kondisinya.
Kalau semua orang menganggap dia normal, apa aku akan sekhawatir ini?
Apa jasamu untuk keluarga ini?
Kau cuma peduli dengan pekerjaanmu, fokus saja dengan itu!
Kau menghilangkan anakku!
Kau percayakan gadis sebatang kara untuk menjaganya!
Apa sepenuhnya salahku anak kita hilang?
Meski dia ketemu, kau akan tetap marah!
Siapa yang betah di keluarga ini?
Kau keterlaluan!
Tang Yu!
Maafkan aku.
Perlukah aku naik dan minta maaf kepada Bibi?
Dia selalu begitu.
Dia mudah emosi, tapi cepat reda.
Beri dia waktu menenangkan diri.
Ya, hai.
Ya.
Aku ke sana.
Aku sudah di jalan, jangan khawatir.
Bagaimana perlakuan ayahmu kepadamu?
Dia baik.
Kalau ibumu?
Seberapa sering bertemu?
Dia beberapa kali datang setelah bercerai.
Tapi bukan untuk menemuiku.
Dia datang hanya untuk meminta uang kepada ayahku.
Ibuku menginginkan kehidupan baru.
Menurutnya, hidup dengan Ayah membosankan.
Kurasa mereka menikah terlalu muda
dan tak berpikir masak-masak.
Orang-orang yang tinggal serumah setiap hari,
tapi tidak saling memahami…
Mereka bisa disebut keluarga?
Paman,
bisakah
kita memilih keluarga kita sendiri?
Asal kau tahu,
banyak orang tua
baru belajar menjadi orang tua
setelah mereka punya anak.
Sudah, jangan terlalu dipikirkan.
Ini sudah larut dan dingin.
Ayo pulang.
Ayo.
Paman,
sebenarnya,
saat aku pulang,
aku menemukan ini di seragam kerja ayahku.
TANG NUO, KELAS 3-5
KAMIS, 20 DESEMBER
KAK WENZHAO
Kak, bagaimana hasilnya?
Bukan dia.
Halo? Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kau masih ingin mencari tahu?
FORMALIN
Kau ada rencana malam ini?
Jangan terlalu dipikirkan.
Aku sering minta bantuanmu untuk memperbaiki komputerku,
jadi aku mau berterima kasih.
Pesanannya, Pak. Selamat menikmati.
Terima kasih.
Makanlah.
Kau pendiam, ya?
Tidak.
Apa yang kau tonton diam-diam di kantor?
Film dokumenter.
Tentang apa?
Tentang
pentingnya menjaga kebersihan mulut.
Serius?
Kau perokok berat,
tapi kau memikirkan kebersihan mulut.
Kalau kau tak suka…
Maksudku, memang tak ada yang suka.
Aku bisa…
Aku bisa berhenti.
Yutong.
Aku penasaran…
Aku penasaran apa kau…
mengalami kemalangan.
Itu tak penting.
Lupakan saja.
Lupakan apa?
Kau bicara apa?
Maaf.
Maaf, aku bohong.
Film dokumenter itu bukan tentang kebersihan mulut.
Film itu tentang
cara-cara pengambilan sampel DNA.
Maafkan aku.
Kalau kau tak mau membahasnya, aku bisa…
Pergi!
Maafkan aku.
Bagaimana kau tahu tentang masalahku?
Kau pelakunya?
Bukan!
Di kantor, kau dikenal sangat mengejar performa dan bonus.
Aku tahu karena kau membeli apartemen dan membayar cicilannya.
Tapi saat bisnis kita sedang sibuk-sibuknya,
kau malah memilih liburan dua minggu,
dan sehari sebelum kau pergi,
kau memintaku perbaiki laptopmu secepatnya,
tapi kau bahkan tak mengambilnya sebelum pergi.
Itu sangat tak seperti dirimu.
Makanya aku berniat mengembalikannya kepadamu.
Saat aku hendak menghubungimu,
aku bertemu kakakmu yang kebetulan ada di sana.
Ada yang bisa kubantu?
Tapi kakakmu bilang kau sakit.
Dia baik-baik saja?
Dia sedang kurang sehat.
Pulanglah.
Aku sadar bahwa ternyata kau sakit, bukan pergi liburan.
Aku penasaran apa kau mengidap penyakit parah dan tak mau orang tahu.
Yutong, kau kembali!
Dua minggu kau menghilang. Akhirnya kau kembali.
Kau liburan ke mana?
Kau juga tak bisa dihubungi, padahal kau sangat gila kerja.
Dengar, selama dua minggu itu,
hal menyedihkan terjadi kepadaku.
Pacarku selingkuh!
Tak lama kemudian, kau pindah bersama Qing.
Yang paling mencolok,
kau jadi sangat pendiam setelah kembali.
Aku pikirkan beberapa kemungkinan
dan menyimpulkan bahwa liburanmu ada hubungannya dengan kepindahanmu.
Lalu, kemarin,
aku sadar, begitu aku meninggalkan mejaku,
kau mengikutiku untuk memeriksa.
Korek.
Aku benar-benar bodoh.
Aku memikirkan itu.
Kau mengambil puntung rokokku
karena kakakmu dokter dan bisa mengetes DNA-nya.
Kalian
mau mencari pelakunya sendiri,
tapi itu juga berarti
kalian mungkin tak mau melapor ke polisi.
Seandainya ini terjadi kepada temanku,
aku juga akan meminta dia lapor ke polisi, tapi…
ini terjadi kepadaku.
Aku benar-benar tak berdaya. Aku tak bisa mengambil keputusan.
Aku bahkan bertanya-tanya apakah itu salahku.
Tapi meski begitu,
aku tetap akan mencari pelakunya.
Kalau begitu,
apa yang bisa kubantu?
Polwan Fang.
Angkat.
- Polwan Fang. - Pak Tang?
Hasil tes sidik jarinya sudah keluar.
Sidik jari di Kamar 302 memang milik Nuo.
Ada lagi yang mau kupastikan.
Selain hari ini, apa Nuo pernah ke rumah Yingying?
Cuma sekali,
tapi itu juga tak bisa dihitung.
Saat kami pulang liburan musim panas lalu,
aku dan Nuo sempat berdiri di depan pintu mereka.
Tapi kami tidak masuk, cuma menunggu Yingying.
Polwan Fang, Yingying baru saja memberitahuku
dia menemukan label nama Nuo di seragam yang ayahnya pakai tadi pagi.
Label nama?
Apakah Xu Zhijie dan Yingying ada di rumah?
Yingying ada. Ayahnya pergi lagi.
Xu Zhijie sibuk sekali.
Pantas saja tak bisa dihubungi.
Tunggu sebentar. Sebentar lagi kami sampai di Qinglan.
Terima kasih.
Menurut hasil sidik jari, dari pukul 07.40, saat Nuo pergi,
sampai pukul 07.46, saat Tang Yu telepon, dalam durasi enam menit itu,
kemungkinan Tang Nuo memasuki Kamar 302,
karena di bagian dalam dan luar gagang pintu depan
ditemukan sidik jari Nuo.
Dia membuka kunci, masuk, menutup pintunya.
Siapa pun yang memasuki kamar ini
pasti akan tinggalkan sidik jari di gagang dalam.
Kemudian, di kosen jendela balkon ruang tamu,
4kami juga menemukan beberapa sidik jari Nuo.
Tang Nuo, yang baru saja menyelinap ke Kamar 302,
ingin memastikan apakah ayahnya di bawah curiga,
makanya sidik jarinya ditemukan di kosen jendela.
Di dua tempat lainnya,
yaitu gagang pintu kamar Xu Zhijie dan kamar Yingying,
juga ditemukan sidik jari Nuo.
Jadi, aku menduga, karena suatu alasan,
Nuo memutuskan bersembunyi di kamar Yingying.
Kamar Yingying biasanya dikunci,
jadi dia pergi ke kamar Pak Xu.
Makanya sidik jari Nuo juga ditemukan di lemari Xu Zhijie,
kemungkinan karena Nuo membuka pintu lemarinya.
Mungkin dia melihat lemari besar saat masuk kamar ini,
dan dia memutuskan bersembunyi di dalamnya.
Apakah Nuo bersembunyi di sana karena mendengar aku memencet bel?
Aku juga menduga seperti itu.
Kemudian aku melihat dua laporan forensik,
dan terpikirkan satu dugaan baru.
Ini.
Aku menemukannya tadi pagi. Itu darah.
Dari hasil pemeriksaan,
itu darah Nuo.
Apa?
Tenang, biar kuselesaikan dulu.
Karena ada laporan kedua.
Di kosen pintu ini dan di lantai sebelah sana,
ditemukan sidik jari yang bukan milik Xu Zhijie atau Yingying,
dan itu berasal dari orang yang sama.
Maksudmu
saat Nuo ada di sini, ada orang lain?
Terali jendelanya dipasang setelah kejadian itu.
Hampir semua kamar dipasang terali.
Ada banyak jalan untuk memanjat ke kamarmu.
Kau bilang orang itu memanjat pipa air dan membiusmu dengan eter?
Ini goyah.
Dia pasti sudah jatuh sebelum sampai ke lantai dua.
Lagi pula, kalau seseorang memanjat sampai ke jendelamu
dan suaranya tak membangunkanmu,
berarti kadar eternya sangat kuat.
Tapi butuh resep dokter untuk mendapatkan eter.
Bagaimana dia bisa mendapatkannya?
Bolehkah aku masuk
dan mengecek bagian atas pipa airnya?
Jadi, orang itu menculik anakku?
Kita belum tahu.
Yingying,
selain kau dan ayahmu,
siapa lagi yang bisa masuk?
Ibumu punya kunci?
Hanya aku dan Ayah yang punya kuncinya.
Ibuku tak punya.
Kau yakin?
Saat Nuo hilang,
apakah ayahmu ada di lokasi proyek?
Aku kurang tahu.
DEKORASI JIECHU
Ada apa?
Pak Xu,
kenapa label nama anakku ada di jaketmu?
- Di jaketku? - Ya.
Aku tidak tahu.
Barusan kau dari mana?
Aku ke toko.
Tengah malam begini?
Ini akhir tahun. Hari terakhir untuk konfirmasi desain dengan pemiliknya.
- Kami harus mulai konstruksinya besok. - Pak Xu.
Kalau ada hal yang tak bisa kau katakan
atau ada masalah apa pun,
bilang saja kepadaku,
tapi jangan sakiti anakku.
- Untuk apa aku menyakiti anakmu? - Kau menculik anakku?
Kalau kami ada salah, aku minta maaf.
- Maaf. - Lepaskan aku.
Kembalikan anakku!
Tenang!
Aku mohon.
Kumohon.
Pak Xu, saat anak itu hilang, kau ada di mana?
Jawab.
Aku ada di lokasi proyek.
Kau mendengarku?
Aku ada di lokasi proyek!
Belasan teman kerjaku bisa membuktikan bahwa aku kerja di Yongchuan.
Aku bangun pukul 06.00 untuk bekerja di lokasi proyek.
Aku cuma bekerja sampai pukul 08.00 saat pengelola meneleponku,
dan aku buru-buru pulang.
Anak mereka datang sendiri ke rumahku, 'kan?
Apa hubungannya denganku? Cari saja dia!
Kalian kemari setiap hari! Sudah dapat apa?
Aku paham perasaan orang tuanya, tapi apa hubungannya denganku?
Pergi!
Kau bilang paham rasanya jadi orang tua?
Baik.
Kuharap kau tak terlibat.
Kalau terjadi sesuatu kepada anakku, kubunuh kau!
Pak Tang!
Bisa tenang?
Percayakan saja kepada polisi, ya?
- Ayo. - Ayo.
- Ayo. - Ayo kita pergi.
- Serahkan kepada kami. - Benar.
- Tunggu saja. - Ayo.
Pak Tang, aku tahu kau emosi,
tapi kita tak bisa mencurigai orang tanpa bukti.
Label nama dan bercak darah Nuo tak bisa dianggap bukti?
Sejujurnya tidak.
Dari yang kita tahu sejauh ini, dia mungkin saja diculik orang lain.
Lalu, siapa yang menculiknya?
Ibunya? Kalau begitu, cari dia.
Itu mungkin terjadi. Makanya kita harus memeriksanya.
Apa yang harus diperiksa?
Pasti Xu Zhijie dari Kamar 302 pelakunya.
Tangkap dia!
Bu, tolong tenang dulu.
Tolong beri kami waktu.
Sun Hui, ayo berpencar lagi. Periksa lagi rekaman CCTV itu.
Terutama rentang waktu saat kita cek rekaman itu.
Lihat apakah ada yang mencurigakan.
Baik.
Bu Fang, lalu kau ke mana?
Aku akan memeriksa lokasi proyek dan toko Xu Zhijie.
Aku penasaran kenapa pelakunya tak masuk lewat pintu,
tapi malah lewat jendela?
Karena ada CCTV di bawah.
Ayo kita periksa CCTV-nya.
Besok saja. Ini sudah tengah malam.
Baik.
Tunggu.
Kau yakin tidak mau masuk?
Kenapa kau tekan belnya? Kubilang jangan.
Sudah terlalu malam untuk ganggu mereka.
- Maaf. - Pergilah.
Ayo pergi.
BUBUK FORMALIN
Kawan,
siapa itu?
Pemilik Kamar 501.
Kamar 501?
Istirahat saja. Aku mau cek keluar.
Silakan.
DENAH APARTEMEN QINGLAN
Bu Fang.
Cepat sekali kau pulang.
Bu Fang.
Ada temuan penting.
Apa?
Aku menemukan CCTV lain yang mengarah ke Unit 1.
Aku sudah periksa rekamannya dengan teliti.
Selama sembilan menit kita mengecek CCTV itu,
tak ada yang masuk atau keluar dari Unit 1.
Tapi Xu Zhijie,
setelah kita meneleponnya, dia tak keluar rumah sampai siang.
Dia tetap di rumah selama dua jam.
Apa yang dia lakukan?
Dia sangat mencurigakan.
Tak mungkin Xu Zhijie pelakunya.
Dia sudah dipastikan ada di lokasi proyek.
Aku mendatangi kantor polisi sekitar sana untuk melihat rekaman CCTV.
Di rentang waktu anak itu hilang, dia punya alibi.
Untuk alasan dia tetap di rumah, itu urusan pribadi.
Itu di luar kewenangan kita.
Memang, tapi…
Siapa mereka berdua?
- Yang mana? - Laki-laki dan perempuan ini.
Itu bukan rekaman hari ini.
Itu beberapa hari lalu.
Aku mengeceknya untuk mencari orang yang mencurigakan.
Tang Yu.
Bangun.
Aku baru saja dapat panggilan aneh.
Panggilan apa?
Ponselmu berdering, lalu kuangkat.
Itu perempuan, dia temukan kartu pelajar dan tanya apa itu milik Nuo.
Kartu pelajar? Anak SD tak punya kartu pelajar.
Dia bilang namanya buram, lalu dia tanya alamat kita.
Setelah kujawab, dia bilang berbeda,
lalu dia tanya bagaimana Nuo bisa hilang.
Kau tahu
seperti apa suara ibu Yingying?
Menurutmu itu ibu Yingying?
Bisa saja.
Telepon balik.
Ini telepon rumah.
Halo? Siapa ini?
Halo.
Barusan ada yang pakai telepon ini?
Dia sudah pergi.
Ini telepon umum.
Dah.
Tunggu. Seperti apa orangnya?
Berapa usianya?
Perempuan itu kurus. Sekitar 27, 28. Mungkin 30 tahun.
Dia sendirian? Apa dia membawa anak kecil?
Tak ada anak kecil.
Telepon umum ini sudah tak digunakan lebih dari sepuluh tahun.
Tumben sekali.
Jumlah telepon umum hanya sedikit.
Dia mau menyembunyikan identitasnya.
Aku akan menelepon Polwan Fang.
BUBUK FORMALIN
Halo.
Lama tak bertemu.
Kemarin kau menelepon, 'kan? Untuk periksa CCTV gedungmu.
Benar.
CARI TANGGAL
1 JAN 2023 HINGGA 31 DES 2024
Kita beruntung. Rekaman tahun lalu masih ada.
Ayo kita mundur ke hari kejadian,
enam bulan lalu.
KAMERA 14
Kenapa?
Di jalan pulang kemarin aku berpikir,
sebelum orang itu membiusmu,
dia memanjat pipa airnya dan membobol jendelanya.
Tapi suaranya tak membangunkanmu.
Kalau begitu, bisa jadi kau dibius sebelum tidur.
Kau minum obat
sebelum tidur?
Susu.
Susu dengan madu.
Ada apa?
Hanya dua orang yang tahu kebiasaanku itu. Qing dan…
Dia punya kunci. Dia bisa buka gerbangnya kapan pun.
Dan dia tahu betul rutinitasku.
Dan…
Dia seorang dokter yang bisa meresepkan obat tidur.
Katamu kau ke rumah sakit kakakmu keesokan harinya.
Dia bawa sampelnya ke rekannya di lab setelah sampel itu diambil.
Aku menunggu di ruangannya, dan dia kembali kurang dari satu jam.
Di sana.
Apakah kakakmu benar-benar mengetes sampelnya?
"Patologi Klinis."
PATOLOGI
Kurasa itu bukan dia.
ZHANG HENG
WAKIL DIREKTUR PATOLOGI KLINIS, DOKTER SPESIALIS SENIOR
Kau sudah benar-benar yakin?
Pak Zhang.
Kau belum selesai bekerja?
Setelah menyapanya, apa pun reaksinya, usahakan tenang,
dan katakan kau datang untuk mengambil obat.
Halo.
Aku adik Lin Wenzhao.
Kalau dia tampak bingung,
berarti kakakmu tak menemuinya.
Terima kasih sudah membantu kemarin.
Sama-sama. Aku dan kakakmu sudah bertahun-tahun berteman.
Sama sekali bukan masalah.
Kenapa kau datang?
Aku cuma mau mengambil obat.
Terima kasih.
Kau…
Sama-sama.
Ayo.
Baik.
- Kau yang menelepon polisi? - Ya.
- Kau Tang Yu? - Ya.
Panggilan yang kau terima berasal dari toko ini?
Seharusnya yang ini.
Benar, mereka berdua.
Laki-laki dan perempuan.
Sekitar setengah jam lalu.
Mereka bawa kartu pelajar saat menelepon?
Aku tak lihat kartu pelajar.
Mereka berdua aneh.
Mungkin mereka orang yang terlihat di rekaman CCTV itu.
Kau tak tanya sekuriti Qinglan untuk mencari tahu identitas mereka?
Telepon mereka.
Orang yang kau minta kuperiksa?
Aku mengetahuinya dari catatan pembayaran tagihan.
Namanya
Lin Yutong.
- Kenal? - Tidak.
Dia pemilik Kamar 301 di Gedung 7, Unit 2.
Pemilik Kamar 301?
Ya.
- Terima kasih. - Itu kamar Yingying?
Bukan, dia bilang 301, kamar sebelahnya.
Kamar Yingying nomor 302.
Kamar 301, 302.
Tunjukkan denahnya.
Denah apa?
- Denah yang kau foto. - Baik.
Unit 1.
Unit 2.
Dua unit ini hanya dipisahkan oleh satu dinding.
Aku akan memeriksa apartemen Yingying lagi.
Maafkan aku.
TANG NUO, KELAS 3-5
Tang Nuo.
Keluarlah.
Tang Nuo, kau mendengarku?
Tang Nuo.
Nuo.
Nuo.
Ini kamarku.
Yingying, jangan cemas. Tenang, bicaralah perlahan.
Astaga!
Mereka semua sudah pergi untuk dimintai keterangan.
Ayo kita makan.
Selama ini aku mengira
kau pengecut.
Ternyata kau punya nyali.
Kau tak hanya membunuh ayahmu sendiri,
tapi juga menculik anak kecil.
Tidak.
Kau sudah membuat masalah besar.
Apa kau gila?
Kau dalam masalah besar.
Lubang itu…
kau yang membuatnya.
Kebetulan kau datang membeli ubin di tokoku.
Bicaramu tak masuk akal,
itu memicu rasa penasaranku.
Aku berniat datang
untuk mencari tahu apa rencanamu.
Kali terakhir aku ke sini adalah saat kalian baru pindah.
Aku tak pernah membayangkan
ayahmu akan bernasib begini.
UBIN KILAP
Luar biasa.
Ternyata itu sebabnya kau butuh ubin.
Kerjamu payah.
Aku bisa membantumu.
Lihat kekacauan yang kau buat.
Penganiayaan.
Pembunuhan.
Kau mau membusuk di penjara?
Ayahku mabuk, lalu jatuh dan meninggal.
Apa?
Ayahmu mabuk
lalu meninggal begitu saja?
Siapa yang tega memasukkan ayahnya ke akuarium?
Kau mau membusuk di penjara?
Mau?
Tidak.
Sudah kuduga.
Ambilkan baskom air.
Ambilkan baskom air.
Aku akan kembali lewat sini
dan akan kututup lubangnya, tapi takkan kuplester.
Aku akan kembali saat pengawasan polisi mulai longgar.
Aku menyelamatkanmu.
Kendalikan dirimu, paham?
Sekarang semua terkendali.
Kau punya kartu namaku.
Hubungi aku kalau membutuhkanku.
Percuma.
Meski kau bisa melepasnya,
aku akan memukulmu dan mengikatmu lagi.
Tenanglah,
dan akan kulepas lakbanmu, ya?
Aku lapar.
Aku mau makan roti.
Akan kubelikan makanan untukmu.
Jangan bersuara. Aku akan kembali.
HARI NUO MENGHILANG
Enak, 'kan?
Tapi aku tetap lebih suka pangsit.
Festival Dongzhi belum lengkap kalau tak ada sup kambing.
Cacing?
Racun.
Perempuan kalau sedang bucin memang bodoh.
Tidak.
Aku cuma tak merasa canggung lagi di dekatnya.
Meski agak kaku,
tapi dia cukup bisa diandalkan.
Ini benaran?
Sulit dipercaya.
Apa?
Apartemen Qinglan. Seperti tak asing.
- Siapa yang tinggal di sana, ya? - Ada apa?
Seorang bocah pergi ke rumah tetangganya, lalu menghilang.
Menghilang begitu saja.
KELUARGA TANG NUO MERILIS BERITA ORANG HILANG
POLISI LANGSUNG TIBA AREA PENCARIAN DIPERLUAS
Ini…
seperti apartemen tetanggaku.
Jadi, kau pemilik tempat ini?
Kukira kau mandornya.
Ya. Proyek klienku belum beres,
aku tak bisa minta tukangku untuk lembur.
Jadi, kukerjakan sendiri.
Kau yang mengerjakan semua ini?
Kau hebat!
- Senang berbisnis denganmu. - Sama-sama.
Ada beberapa contoh model yang ingin kutunjukkan.
Boleh.
Warna ini.
A-Jun, kau sudah baca tautan berita yang kukirim?
Ya.
Anak itu menghilang setelah masuk Kamar 302.
Dan hal sebaliknya terjadi kepadamu. Seseorang tiba-tiba muncul.
Kedua kamar itu hanya dipisahkan satu dinding.
Aku ingat ada nomor telepon di akhir artikelnya.
Bagaimana kalau kita hubungi mereka untuk memastikan?
Kau yakin ide kartu pelajar ini akan berhasil?
Ingat, pastikan alamatnya dulu,
agar kita tahu apakah itu Gedung 7, Unit 1.
Lalu, tanya di kamar berapa anak itu hilang.
Kamar 302.
Tapi
ada yang tinggal di apartemenmu sekarang.
Kalau ada yang memanjat,
kenapa penghuninya tak lapor polisi?
Mungkin terjadi sesuatu kepada…
Paman Yan.
Paman Yan.
Ada orang?
Di mana akuariumnya?
A-Jun.
A-Jun.
Semua aman, Kapten Zhang.
- Di sana? - Semua sudah dicek.
- Ayo. - Baik.
Eter.
Dia akan pingsan untuk sementara waktu.
Kau dari mana?
Aku terus memencet belmu. Tak ada suara atau apa pun.
Kukira kau kabur.
Semua lampu mati.
Kau tak bayar listrik?
Aku sudah periksa dinding ini.
Kau tak memperhitungkan ukuran batanya?
Celahnya terlalu sempit.
Mau patahkan beberapa rusuk dulu sebelum menjejalkannya?
Bisa saja, tapi dindingnya harus dilebarkan!
Dua mayat
dengan posisi berdiri bisa muat!
Dua mayat?
Habisi anak itu.
Tidak mau.
- Tidak mau. - Tidak mau?
- Tidak mau! - Yan Wu!
Lihat aku!
Satu hari sudah terbuang sia-sia.
Bau busuknya makin…
Kenapa pemiliknya datang?
Pemilik?
Ayo sembunyi.
Jangan.
- Kumohon. Jangan! - Hentikan!
Diam,
atau kubunuh dia.
Paman Yan.
Paman Yan.
Di mana akuariumnya?
A-Jun.
A-Jun.
Pergilah!
Pergi!
DIETIL ETER
Hei! Apa yang kau lakukan?
Yutong,
temanmu datang.
Kau baik-baik saja?
Polwan Fang.
Kami boleh masuk?
Silakan.
Bagaimana keadaanmu, Nona Lin?
Barusan nersnya datang.
Katanya aku boleh pulang hari ini.
Bagaimana keadaan Paman Yan dan putranya?
Ayah Yan Wu sudah meninggal,
tapi bukan kemarin saat perkelahian itu.
Sebelum kalian datang,
ayahnya sudah berhari-hari meninggal.
Menurut hasil autopsi awal, penyebabnya penyumbatan otak,
tapi dari temuan sejauh ini, itu tak ada kaitannya dengan Pak Yan Wu.
Kalau ada lagi yang mau kau ketahui,
akan kujelaskan setelah kau pulang dari sini.
Yang ingin kutanyakan adalah,
dua malam lalu,
kenapa kau ada di Apartemen Qinglan?
Aku baca artikel di internet tentang anak yang hilang misterius,
dan itu mengingatkanku
dengan kejadian yang pernah menimpaku.
Perasaanku tidak enak, jadi aku mau mengeceknya.
Ternyata itu lebih rumit dari yang kubayangkan.
Kejadian apa yang pernah menimpamu?
Polwan Fang.
Mari bicara di luar.
Baik.
Xu Zhijie…
Xu Zhijie membiusku, kemudian…
Pelan-pelan saja. Jangan buru-buru.
Dia
memerkosaku.
Bagaimana kau yakin?
Kakakku dokter.
Kami menyimpan sampel DNA pelakunya.
Satu-satunya cara untuk memastikannya
adalah dengan mencocokkan DNA-nya.
Itu cukup untuk memidanakannya.
Ini bukti.
Kau sangat berani.
Kau benar-benar berani.
Kami akan beri waktu untuk adikmu.
Aku mau balik ke kantor, nanti kuhubungi lagi.
Baik.
Saat itu…
aku melarangmu lapor polisi…
karena kupikir itu bisa melindungimu.
Aku salah.
Maafkan aku
karena terlalu protektif kepadamu.
Selama bertahun-tahun setelah Ayah dan Ibu pergi,
Kakak melakukan semuanya untukku.
Kakak.
Jangan khawatir.
Aku sudah dewasa dan bisa menjaga diri sendiri.
Keluarga Xu Zhijie,
bersiaplah.
Baik.
BIRO ADMINISTRASI RUTAN CHONGQING
Kau sanggup sendiri?
Ayah,
kalau butuh apa-apa, bilang kepadaku.
Di hari Nuo menghilang,
Tang Yu bilang label nama Nuo ditemukan di seragam kerjaku.
Paginya, saat kulihat Nuo di kamar lain,
dia pakai label nama itu.
Jujurlah.
Kau yang berikan label itu ke Tang Yu?
Kau mau mereka mencurigaiku.
Label nama itu,
Nuo yang berikan kepadaku.
Aku cuma mau lubangnya ditemukan,
tapi aku tak tahu Nuo ada di kamar sebelah.
Aku hanya tak mau Ayah menyakiti siapa pun lagi.
Aku tak punya nyali untuk berkata jujur tentang perempuan di kamar sebelah,
dan aku selalu menyesalinya.
Pantas saja.
Setelah itu, kau ambil kunci kamarmu dan mengunci kamarmu.
Yang kau lakukan hari ini
sama saja memberi tahu semua orang bahwa kau anak penjahat.
Kau pikir para tetangga akan tetap menerimamu?
Keluarga Tang akan tetap mengizinkanmu main dengan anak mereka?
Carilah ibumu.
Lihat saja apa dia mau merawat anak yang tak disayangi orang tuanya.
Kau baik-baik saja?
Lin Yutong, aku perlu tanda tanganmu.
Kami harus simpan barang pribadimu.
Terima kasih.
RUANG KUNJUNGAN KELUARGA
Waktu berkunjung biasanya tak lebih dari 30 menit.
- Perempuan dari Kamar 302. - Cepat.
Jangan main dengannya lagi.
Idih, 302.
Jangan dekat-dekat.
Kamar mandiku juga dikerjakan oleh ayahnya.
Sekarang aku merinding kalau masuk kamar mandi.
Ayahnya gila seperti itu, anaknya pasti punya gangguan mental juga.
Benar.
Pak Yan,
aku kemari untuk memberitahumu
bahwa ayahmu daftar asuransi jiwa saat masih hidup.
Kalau dia meninggal tiba-tiba,
uang asuransinya akan dicairkan kepadamu.
Paman Yan sering bilang
dia khawatir kau tak bisa hidup dengan layak.
Dia merasa sudah makin tua
dan tak tahu berapa lagi sisa umurnya,
jadi dia gunakan uang pensiunnya untuk bayar asuransinya.
Karena dia tak bisa keluar,
dia menungguku menagih uang sewa untuk menitipkan uang pensiunnya kepadaku
agar aku bisa membayarkan asuransinya.
Dia ingin meninggalkan sesuatu agar kau bisa hidup layak.
Paman Yan juga bilang,
"Anakku bukan orang jahat."
Aku juga memercayai itu.
Dia takkan mengaku.
Kukira
kalau lubang itu ditutup,
keluarga kami bisa bertahan.
Ayahnya memang bukan orang baik. Apakah berarti gadis itu juga sama?
Anakku bukan anak baik. Apakah berarti aku juga sama?
Asal kalian tahu,
Tang Nuo mengidap ADHD.
Dia sulit fokus dan sering menabrak barang.
Luka memarnya bukan karena kami!
Berhenti menghakimi orang.
Keluarga kami normal seperti yang lain! Omong kosong!
Ayo. Abaikan saja dia.
Kalian berdua masih di sini?
Tadi aku lihat kalian naik. Lamban sekali.
Nuo sendirian di rumah. Ayo.
Ayo pulang.
Kita pulang.
XIAOHONG, PEMILIK ARENA MAHYONG, DAN PARA PENGELOLA LAINNYA
DIDENDA DAN DIPENJARA KARENA MENGELOLA RUMAH JUDI
SERTA BERBAGAI PRAKTIK BISNIS ILEGAL LAINNYA.
ARENA MAHYONG TERSEBUT DITUTUP.
Terjemahan subtitle oleh Alif Fikri Aulia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.