All language subtitles for V.H.S.Mixtape.2026.1080p.WEBRip.x264.AAC5.1- YTS.GG - YTS.BZ-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kalian pasti sudah tahu sekarang waktunya apa!

Ini Grodius Maximus dari GWAR!

Hari ini kami lagi coli di kamar ibuku.

Lihat saja.

Soalnya aku suka coli, melakukan hal-hal beginian

di sini, kalau kalian paham maksud omonganku.

Ha ha ha! Minggu lalu terjadi hal paling gila.

Makanya kupasang semua kamera ini.

Karena tak bakal ada yang percaya padaku.

Aku juga meminjam budak pantat ibuku.

Namanya Frugal Boots,

dan dia akan merekam semuanya.

Persetan kau, Frugal Boots!

Ayo ke altar ajaib yang di sini.

Kalau kuambil salah satu gambar ini

yang kubuat waktu kecil

lalu aku ejakulasi tepat di atas gambarnya,

benda sialan itu hidup!

Akan kubuat gambar-gambar ini jadi nyata dengan coli!

Bagaimana kalau hot dog ini? Mau lihat?

Ya!

Lihat ini. Mmm. Ya. Biar aku...

Ohh, payudara mama. Dan... shalamazam!

Nah, ini dia!

Astaga! Ini hot dog sungguhan!

Dan penuh sperma-ku.

Agak menjijikkan. Aku suka.

Ada satu hal yang selalu ingin kusemproti.

Wajahku sendiri yang cantik dan menggoda.

Tapi tubuhku tak bisa menekuk sejauh itu.

Ayo kita kembali ke altar.

Kita ambil gambar kecil

Goko mini...

Maksudku, Grodius kecil.

Nah, itu dia.

Bersiaplah untuk aksinya.

Entahlah. Biasanya sekarang sudah terjadi sesuatu.

Entahlah. Mungkin pesonaku sudah hilang, Sayang.

Hah? Oh! Astaga!

Itu Grodius jahat!

Lihat itu!

Wah, Grodius! Penismu bagus juga!

Tunggu. Jangan! Jangan semprot aku!

Kumohon! Jangan!

Aaah!

Oh, ya? Aku juga bisa main begitu!

Kalian coli lagi di kamarku tanpa aku?

Ooh...

Wah, halo!

Aku Blothar sang Berserker!

Dan kami adalah GWAR!

- Hei! Itu kita! - Benar.

Jadi duduklah, sampah manusia,

dan nikmati horor terkutuk yang akan kami tunjukkan.

Halo! Hemlock di sini!

Dan aku Riptide!

Skeeto siap bertugas!

Hai! Aku Botulism. Hee-hee-hee!

Whoo! Hei, Riptide. Sekarang waktunya apa?

Pertanyaan bagus, Skeeto!

Saatnya menyanyikan lagu!

Hore!

Lagu hari ini sangat istimewa.

Lagu ini tentang sesuatu yang terjadi

pada semua orang di seluruh dunia.

Belajar berenang?

Bukan.

Hmm. Perubahan tubuh!

Ya, kurang lebih.

Oh, aku tahu! Sini, sini, sini.

Benar, Botulism!

Lagu hari ini tentang... - Tunggu, tunggu!

Tapi pertama, kita pilih teman dari penonton

untuk membantu kita bernyanyi!

Hmm!

Aku, aku, aku!

Kau.

Kau. Benar. Naiklah.

- Ya! - Ayo naik ke sini.

Aah!

Selamat datang di "The Curious Chorus."

Hei. Apa golongan darahmu?

- Kau suka bernyanyi? - Ooh.

- Ya. - Sudah kuduga!

Mau bernyanyi bersama kami?

- Mau! - Hore!

Oh, dia bilang ya!

Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online

- Hai, aku Daisy. - Selamat pagi.

Hei. Apa kabar?

Oh, aku tak tahu kau akan merekam.

Oh, ya, cuma sedikit...

video "proses pembuatannya" untuk tim pemasaran.

Ide Sam.

Ah, Bu, sudahlah.

Semacam dokumenter promosi. Kau tahu itu apa, Sayang?

- Ya, aku tahu. - Tidak masalah, kan?

Tentu saja tidak.

Sebenarnya jadwal kami agak ketat,

jadi bisa kita mulai?

Oh. Tentu. Ya.

Kau pernah menonton "The Curious Chorus"?

Tidak, aku belum setua itu.

Jadi acara itulah yang kalian reboot?

Reboot? Bukan. Kami tidak me-reboot apa pun.

Tak ada yang suka reboot.

Ini penafsiran ulang... untuk penonton baru.

Dan dulu acaranya sangat populer,

jadi berpotensi sukses besar.

Kami hanya perlu membenahi desainnya.

Maksudmu?

Kami akan memindai digital boneka-boneka aslinya

lalu merendernya menjadi gambar 3D.

Waduh. George tak akan suka itu.

Kalau acaranya begitu populer, kenapa cuma satu musim?

Satu musim sudah cukup.

Tak ada alasan menghidupkannya lagi,

apalagi dengan cara seperti yang kalian lakukan.

Semuanya, ini George. Dia mengurus boneka-bonekanya.

Hei, George. Sedang mengerjakan apa?

Kalau kau ingin lihat cara pemindaiannya,

aku bisa tunjukkan.

Aku cuma butuh tempat untuk menyiapkannya.

Ada beberapa meja di ruangan sebelah.

Akan kutunjukkan.

Daisy, bukankah kau punya pekerjaan yang harus dilakukan?

Ya. Uh, maaf, semuanya.

Oke. Kita bisa, teman-teman.

Ayo. Kita mulai bekerja.

Aku tak mengerti apa masalahnya.

Oh, sial.

Maksudku, kalian tidak memiliki boneka ini.

- Drama. - Tak ada yang "memiliki" mereka.

Oh, tentu ada!

Studio yang memilikinya! Dan aku mewakili studio!

Dan kau, George, punya dua pilihan.

Kau bisa menyerahkan boneka-bonekanya,

kami pindai, lalu kami kembalikan kepadamu...

atau kami bawa semuanya ke kantor kami,

dan kau tak akan melihatnya lagi!

Oke. Kau yakin?

Berikan bonekanya, George!

- Oke. - Sial.

Orang sialan. Itu cuma boneka.

Apa-apaan dengannya?

Sam, bagian ini harus dipotong karena... maaf.

Aku tadi kelewatan, jadi bagian ini tak bisa dipakai.

Ya. Sip. Terima kasih.

Ayo, lihat ini.

Prosesnya sebenarnya cukup keren. Um...

Tinggal pindai bonekanya di sini.

Ya, mesin ini baru kami beli.

Hasilnya bagus.

Hei, George, bisa menjauh sebentar, tolong?

Biar dia bisa memindai bagian belakang bonekanya.

Terima kasih.

Hasilnya seharusnya muncul di laptopku di sana.

Kelihatan?

Yo, Chris, memangnya hasilnya harus seperti itu?

Apa? Apa yang terjadi?

- Kau yang bilang. Perbaiki! - Tak apa.

Kita bisa pindai lagi. Kita ulang saja.

Hasilnya akan tetap sama.

Kenapa?

Jelas sekali, mereka tak mau dipindai.

Kalian di sana merencanakan akhir mereka,

dan mereka tidak terima.

Memangnya kau siapa? Geppetto?

Ya, kurasa tadi aku terlalu cepat.

Paling cuma lima menit.

Oke. Ya. Lakukan. Ulangi.

Oke. Ya. Maaf. Um...

Mungkin cuma gangguan kecil.

- Ya, bukan masalah besar. - Oke.

Aku percaya. Kau bisa. - Aku keluar dulu.

Waduh. Hasilnya masih belum benar.

- Ya. - Kalau terlalu cepat,

gambarnya jadi agak terdistorsi.

Ya. Oke. Ya.

Masalahnya, aku harus cepat pergi dari sini...

- Aku tahu. - Aku ada rapat lain.

Asistenmu bilang maksimal lima menit.

- Tak apa. - Kami akan segera selesai.

Astaga. Membosankan sekali.

Dilarang masuk? Aku penasaran kenapa.

Whoa!

Ya Tuhan!

Hah? Alien!

Whoa.

Itu... itu...

Kurasa itu meja kerjanya George.

Apa kabar, Tuan? Wah, penontonnya dingin.

Oke. Whoa.

Huh. Koleksi tengkorak.

Oh, halo, kucing! Halo!

Wah, banyak sekali barang di sini.

Whoa. Apa ini?

Si kecil ini.

"Namaku George, dan aku suka mainan!"

Aku melihatmu!

Apa-apaan?

Itu... George?

Sial!

Ohh. Jangan bilang.

Apa yang kau lakukan?

Ya Tuhan! Apa yang kulakukan?

Apa-apaan yang kau lakukan?

Pemindaian selesai. Saatnya pergi.

Syukurlah.

Oh, sial.

Sebenarnya, kalian tak mau melihat set-nya?

Dia membawa kita ke mana?

Gelap sekali di sini.

Kurasa kita harus keluar dari sini.

Hei, bisa nyalakan lampunya?

Apa dia memindahkan bonekanya ke sini?

Wow. Semua ini cuma dibiarkan begitu saja?

Sebagian besar dipakai sebagai gudang.

Gudang? Ini luar biasa!

Nilai produksinya tinggi. Aku suka.

Semuanya, ayo. Ambil satu boneka.

Uh, aku tak usah.

Aku tidak sedang meminta.

Kalian ingin menghidupkan lagi "The Curious Chorus."

Itulah yang akan kita lakukan.

Ya. Ini bagus untuk video promonya. Ayo.

Ohh!

"Oh. Halo. Apa kabar?

Aku baik. Kau bagaimana?"

"Hei, Nona. Siapa namamu?"

Vanessa.

Maksudku, kita cuma bertiga,

jadi kurasa kita tak bisa.

Uh, benar. Um...

Daisy?!

- Ya Tuhan. - Daisy!

Hei. Kau ingat hari saat kau diadopsi?

Ibu membawamu ke pertunjukan boneka. - Bu, hentikan.

Apa maksudmu, hentikan...

Ini konyol. Kenapa kita di sini?

Ini bukan konyol. Ini menyenangkan.

Daisy, pakai Skeeto untuk Ibu.

Ini akan berhasil. Aku suka.

Ini akan hebat. Ayo.

Apa... Apa yang kalian tunggu?

Pakai bonekanya.

Pakai... bonekanya.

Astaga. Baiklah.

Kalau mau memainkan "The Curious Chorus,"

kalian harus tahu lagu terbaiknya.

Tunggu sebentar. Sudah kusiapkan di sini.

Boneka kalian ada yang bergerak sendiri?!

Ya!

George! Bagaimana menghentikannya?!

George!

Aku tak mau melakukan ini lagi!

Lepaskan! Lepaskan!

Lepaskan!

Ooh, O positif!

Astaga! Astaga! Astaga sialan!

Apa-apaan?! Apa-apaan?!

Bagaimana dengan film kecilmu?

Tunggu sampai kau lihat bagian berikutnya.

Apa-apaan? Apa-apaan ini?!

Hai!

Dadah, mati sana!

Hei, Tampan! Cium opossum ini!

Kau mati malam ini.

Malam ini kau mati. Kau mati malam ini.

Kemari! Aku mau menggigitmu!

Apa-apaan? Sial!

Kita sedang bersenang-senang!

- Jauhi aku! - Hei, aku lagi kerja!

Kau berikutnya!

Keluar. Keluar. Keluar. Pasti ada...

Oke. Oke.

Berhenti! Berhenti! Tolong, tolong!

Akan kulakukan apa pun keinginanmu. Oke?

Tidak, tidak, tidak!

Lari!

Aku datang!

Ha ha ha! Kena!

Astaga!

- Bangun! - Senyummu manis!

- Sial! - Kami cuma akan

memotong sedikit bagian atas!

Ini dia!

Apa-apaan?

- Mama! - Tahan dia!

Mama! Mama!

Wajah... lepas.

Hei, semuanya! Lihat ini!

"Menari, menari, menari."

Oh, ya! Kalian semua akan mati!

Ayo kita Salaminized.

Salum... mineh...

Minimized. Mini...

Slim. Slim. Slim?

- "Salaminizer"! - Diam, Stubs!

Kehabisan kata-kata?

Ahh!

Tidak!

Kaset VHS?

Tak kelihatan seperti selotip. Tak bisa menempel!

Aku tak mengerti bagaimana benda ini bisa bikin film.

Tunjukkan filmnya!

Uh, entahlah. Mungkin masuknya ke sini?

Oh, dimasukkan... ke situ?

Ya! Lihat? Bagaimana cara memutarnya?

Dua film sekaligus.

Oh, tidak!

- Mulai. - Oke, tim, kabar terbaru.

Sekarang kita tinggal 30 menit dari lokasi.

Percayalah, yang ini gila. - Tiga bulan lalu,

salah satu subscriber kami mengirim screenshot,

katanya dia melihat sesuatu yang aneh

di hutan dekat perbatasan Bulgaria.

Lihat angka itu?

Itu kode militer Soviet.

Jadi kami mulai menyelidiki. Peta militer lama.

Citra satelit arsip.

Forum yang tak dikunjungi sejak 2007.

Tak ada foto online. Tak ada jalan ke sana. Nihil.

Biasanya itu berarti kami bakal ditangkap.

Kalau kami orang pertama masuk ke sana—dan pasti—

video ini bakal meledak seperti bom nuklir, jadi...

Klik subscribe, hantam tombol like,

dan ikut bersama kami!

Whee-hee!

Lihat bokong ini.

- Oh.

- Suka? - Seksi sekali.

Kenapa kau terus merekamku?

Aku lagi berusaha mengambil gambar yang bagus.

- Karena aku mencintaimu. - Oh. Indah sekali.

Kurasa kita tidak menuju pintu masuk utama.

Mungkin ini semacam pintu masuk samping.

Mungkin pintu darurat.

Pelan-pelan. Pelan, sialan!

Ayo!

- Ya. Ayo. - Hampir sampai.

Ingatkan kenapa aku pacaran dengan sersan pelatih.

Karena kau suka menderita.

Apa itu? Lihat ini.

Kamerad!

Kurasa kita sudah dekat.

Bodoh.

Seharusnya aku sudah dapat Emmy.

Ahh.

Benar, kan? Aku benar, kan?

Lihat itu.

Astaga...

Oke, Maya, berlututlah...

dan pura-pura seperti baru menemukannya, ya?

Oke. Siap? Temukan. Temukan.

Ya.

8-5-4, Sayang! Whoo!

- Ooh. - Oh, wow.

Bagaimana kita turun ke sana?

Pasti bisa.

Oke. - Ya!

Giliranmu.

Oke. Kita ulang intro-nya.

Yang ini jauh lebih menyeramkan.

Ayo.

Baiklah, para manusia malam.

Selamat datang di episode lain

"Petualangan Tengah Malam Wes dan Maya."

Untuk edisi spesial malam ini, kami akan mengajak kalian

masuk ke instalasi militer zaman Perang Dingin

yang tak dikunjungi setidaknya 40 tahun.

Dan percayalah, teman-teman.

Kalau tempat ini tak punya setidaknya satu

eksperimen pemerintah menyeramkan, aku menyalahkanmu.

Oh, wow. - Sudah kuduga.

Ayolah. Jangan pura-pura bisa bahasa Rusia.

Oh, tentu saja aku bisa. Tulisannya...

"Wes, kau harus mengajak Maya makan malam nanti."

Aku akan coba membukanya.

Sial!

- Ya. - Ya.

Bagus. - Oke.

Baik. Kita masuk.

Oh, Sayang. Lihat ini.

Aku benci melihat hal seperti ini.

Menyeramkan.

Hai, Sayang.

Ini bagian terburuknya.

Maya. Kemari.

Berhenti, berhenti.

Ya.

Sama sekali tidak menyeramkan.

Sekitar 60 kaki.

Gampang. Oke. Ayo.

Aduh.

Keren.

Aku tahu. 1967?

Kurasa ini bukan bunker.

Kemungkinan besar ini... - Infrastruktur.

Ya. Infrastruktur.

Pusat umum? Pusat komunikasi?

Oh, mungkin stasiun penyadapan.

Benar. Ini stasiun penyadapan!

"Kementerian Pertahanan. Sektor 3."

Oke. Keren.

Terima kasih.

- Wow. - Oh.

Ay-ohh!

Whoo!

Oke. Pintu berikutnya.

Mau kubuka?

Boleh. Biar kuperiksa.

- Tidak, tidak. - "Ruang pengujian."

Aku percaya padamu.

Ohh.

Oke. Berikutnya... generator.

Oke. Siap? - Entahlah.

Sim salabim.

Mulai.

Aah!

Aku mencintaimu.

Satu, dua, tiga.

Astaga. - Oh.

Oh. Apa?

Ya ampun.

Astaga. Sudah kuduga.

Aku akan tepuk tangan.

Dengar itu, Wes? Tak ada gema. Sunyi total.

Aku belum pernah mendengar suaraku seperti ini!

Luar biasa. Astaga. Ini yang terbaik.

Eee! Oke. Biar aku...

"Jangan berada di area ini lebih dari 15 menit."

Oke. Berarti kita harus cepat.

Oh, ya.

Baik, teman-teman. Kita berada di dalam ruang anekoik,

dan insinyur memakai ruangan seperti ini

untuk menguji antena di seluruh sistem.

Apa pun yang membutuhkan isolasi akustik total.

Dan sekarang, lewat mikrofon kecil ini,

kalian bisa mendengar persis apa yang kami dengar.

Betul.

Oke. Tes suara.

Tes suara. Satu, dua. Satu, dua.

Baik. Oke, oke, oke.

Wes dan Maya sudah di sini.

Kurasa kau bisa mendengar jantungku.

Bisa?

Gila.

Baik, teman-teman. Kami akan coba menyalakannya.

Seharusnya mudah karena pintunya sudah kami buka.

Oke, oke.

Kuning ke kuning harusnya bisa.

Sial! Astaga! - Wow. Gila.

Oke.

Apa itu?! Sial, sial!

Oh, sial.

Kau menyentuh sesuatu?

Tidak. Aku tak menyentuh apa pun.

Ayo. Tunggu, tunggu.

Tidak mungkin. Ini pintu tua.

Pintu ini sudah tua... Tunggu.

Kita pikirkan. Pikirkan dulu.

Pikir.

Sial. Sial. Sial, sial!

Aku tak mendapat sinyal.

Oke...

Bagaimana kita keluar dari sini?

Bantu aku. Ayo. Tarik.

Sial!

Pasti ada caranya.

Kau membuka pintu ini dengan kabel-kabel itu.

Pasti... Pasti bisa dibalik!

Entahlah. Harus ada semacam solusi!

Aku tak tahu harus bagaimana!

Sst, sst, sst!

Oke.

Kau dengar?

Dengar apa?

Aku bisa mendengar semuanya.

Wes?

Kita pastikan posisi kita.

Sst, sst!

Wes?

Sst! Tolong! Diam!

Wes...

Wes, tolong bilang...

Itu suara bising.

Bilang kau sudah mengirim koordinatnya...

Tidak. Tidak, tidak!

Tidak! Hentikan!

Tolong berhenti! Ini harus berhenti!

Apa-apaan?!

Berhenti!

Oh, sial! Sial!

Oh, sial!

Tidak!

Tidak. Sayang. Aku di sini.

Oh, sial! Sial!

Oh, sial!

Sayang.

Tinggalkan aku sendiri!

Hai, semuanya! Apa kabar?

Sudah, uh... entahlah!

Aku benar-benar tak tahu!

Mungkin sudah sekitar 16 atau 17 hari.

Yang kutahu cuma satu: aku terjebak.

Aku benar-benar terjebak!

Ada suara di mana-mana.

Aku bisa mendengar darahku.

Aku bahkan bisa mendengar saat mataku begini.

Ini... aku bisa dengar.

Ada satu hal lain yang bisa kudengar.

Mau dengar?

Biar kutunjukkan.

Oke. Aku cuma perlu ambil mikrofon kecil ini.

Lalu kutaruh di perutku.

Gila, kan?

Aku tak punya apa pun untuk diberikan pada bayiku.

Aku tak punya makanan.

Bagaimana aku bisa melakukan ini?

Bagaimana caranya?

Wes. Wes!

Wes! Kenapa kau tak menjawabku, Wes?!

Aku mencintaimu.

Maafkan aku.

Aku mencintaimu! Aku mencintaimu!

Oke! Kita butuh kokain di meja katering!

Dan maksudku bukan cola!

Ah! Saatnya berakting.

Aku berakting seolah peduli pada semua omong kosong ini.

Aku adalah Berserk... Barisnya apa?

Entahlah. Ada apa ini?

Namaku... barisnya! Aku tak tahu.

Aku tak ingat... Aku tak ingat apa pun.

Aku bahkan belum lihat naskah. Barisnya apa!

Oh, ya! Malam ini kita bakal teler berat!

Hei.

Bau glory hole di sini!

Amonia sialan di mana-mana.

Baunya seperti Lysol,

dan penis terus nongol dari lubang di dinding.

Mau kau sebut apa lagi

kalau bukan glory hole, Maury, hah?!

Halo, sampah. Aku, Sawborg Destructo.

Benar. Aku tahu.

Aku scumdog paling seksi yang pernah ada.

Tapi cukup soal aku.

Sekarang soal tamu kita. Harus kupanggil apa?

Para Dewa Tua? The Old Ones?

Harus kupanggil kalian apa? Bagaimana menyapanya?

Yah. Itu bodoh.

Maksudku, misterius. Ya, misterius.

Jadi bagaimana rasanya jadi entitas serba tahu?

Persembahan minuman, katamu?

Oh, tidak. Aku tak suka itu.

Kalau ada satu hal yang kubenci, itu pembohong.

Pembohong. Ahhh! Blblblblblb!

Jadi, ini awal dari proyek dokumenter kuliahku,

tentang hidupku sehari-hari.

Tugasnya adalah merekam aktivitas harianku

lalu menyusunnya menjadi sebuah cerita.

Peralatanku adalah kamera vlog andalanku,

Sony compact yang sekarang sedang merekamku.

Dan ini... drumroll, silakan...

senjata rahasia baruku yang mahal.

Kacamata kamera baru dengan kamera 4K bawaan.

Jadi orang tak sadar kalau sedang kurekam.

Jadi... mari kita mulai.

Ini kamarku.

Furniturnya agak... kuno,

tapi setidaknya sudah termasuk.

Kamar tanpa pemandangan.

Tapi setidaknya ruangannya luas.

Dan kamar mandi ada di sana.

Aku tak mau difoto!

Ohh!

Oke. Kita coba.

Sepertinya ada orang sedang berlatih.

Oh. Halo.

Aku Philip.

Uh, aku Philip.

Aku baru pindah ke kamar pojok,

jadi kurasa kita tetangga.

Siapa yang memainkan biola itu?

Kau tahu?

Itu dia!

Bagaimana apartemen barunya, Tuan Howard?

Sejauh ini bagus, Bu Blandi.

Oh, bagus! Aku tak tahu kau berkacamata.

Bingkainya bagus!

Sudah mulai betah?

Ya. Tapi boleh aku tanya?

Siapa yang memainkan biola gila itu?

Oh, pria itu namanya Tuan Sze.

Dia tinggal di lantai paling atas.

Agak aneh, tapi nanti kau terbiasa.

Kenapa aneh?

Yah, hampir setiap malam dia bekerja

di sebuah klub murahan, main di orkestra.

Lalu pulang dan memainkan musik gilanya itu!

Makanya dia tinggal sendirian di apartemen atas,

supaya bisa bermain malam-malam.

Dia tidak bermain semalaman, kan?

Kadang dia pergi, kadang pulang.

Oh! Nah! Dia berhenti. Lihat? Orang tua aneh.

Tapi tahu tidak?

Dia tak banyak bergaul dan tak mengganggu siapa pun.

Jadi di atas cuma ada satu kamar?

Ya. Loteng. Itu miliknya.

Dia seperti ikut menjadi bagian dari gedung ini.

Uh, terima kasih. Selamat malam.

Selamat malam, Sayang!

Selamat malam.

Dengar.

Dengar itu?

Sekarang jam 3:15 pagi,

dan dia masih di atas sana main habis-habisan.

Musik ini luar biasa.

Aneh... gila... luar biasa.

Yah. Sepertinya pertunjukannya selesai.

Hmm!

Ups. Sial!

Permisi. Tuan Sze?

Maaf. Aku tak bermaksud mengejutkan.

Namaku Philip Howard, dan aku penggemar musik Anda!

Permainan biola Anda benar-benar luar biasa!

Kau... Kau mendengar musikku?

Ya, Pak.

Saya mendengarnya. Menurut saya brilian.

- Terima kasih. - Tuan Sze.

Maukah Anda memainkan beberapa karya untuk saya?

Kau musisi?

Bukan, Pak. Saya mahasiswa. Mahasiswa film.

- Apa? - Mahasiswa film, Pak.

Dan saya ingin sekali merekam Anda bermain.

Merekamku?

Ya, Pak, tapi dengan kamera. Kamera video.

Tapi, Tuan Sze, ini cara yang bagus

untuk membagikan karya Anda kepada dunia.

Musik Anda akan direkam untuk generasi mendatang.

Saya membuat dokumenter, dan ingin memasukkan Anda!

Oke. Rupanya... tidak.

Permisi. Tuan...

Uh, Howard.

Tuan Howard.

Katamu kau bisa merekam musikku

dan menyimpannya untuk generasi mendatang?

Ya, Pak.

Bukan hanya rekaman musik,

tapi juga rekaman video saat Anda bermain.

Saat tampil.

Kapan kita bisa melakukannya?

Kapan saja Anda mau, Pak. Tinggal bilang.

Bisa sekarang?

Sekarang? Ya, bisa.

Beri saya beberapa menit untuk mengambil peralatan?

Ya.

Oke. Saya segera kembali.

Ayo, ayo. Masuk.

Cepat. Cepat.

Harus... Harus ditutup...

Tutup jendelanya.

Duduk. Duduk.

Bravo! Bravo, Tuan Sze! Indah sekali!

Tapi sebenarnya, ada satu lagu lain

yang ingin sekali kudengar.

Nadanya kurang lebih begini.

Berhenti! Hentikan sekarang juga!

Dengar! Jangan pernah mengulangi musik itu!

Jangan mainkan! Jangan menirukannya!

Jangan pernah dengarkan!

Katakan. Kapan kau mendengarnya?

Tadi malam. Kudengar Anda memainkannya dari atas.

Apartemenku tepat di bawah apartemen Anda.

Kau mendengarku?

Kalau begitu kau harus segera pindah

ke apartemen lain di lantai yang lebih bawah!

Apa? Kenapa?

Akan kuatur dengan Bu Blandi.

Aku yang akan membayarnya. Sekarang pergi!

Matikan kameramu dan tolong pergi!

Apa-apaan tadi?!

Kalian lihat wajah Tuan Sze. Dia benar-benar ketakutan.

Kenapa? Dan jendelanya.

Penutup baja itu berguncang

seperti ada seseorang yang mencoba menerobos masuk.

Padahal dia di lantai tiga. Jadi itu tak masuk akal.

Tidak. Aku serius.

Ada sesuatu yang aneh di atas sana.

Oke, ini aku, pindah ke apartemen baruku di bawah.

Hentikan. Sudah kubilang. Aku tak mau difoto!

Uh, tenang. Tak ada foto.

Ada apa? Kau mau pindah?

Sudah tak suka kami?

Tidak, cuma pindah turun ke lantai satu.

Tapi, uh, aku mau tanya.

Apa yang kau tahu tentang orang tua di lantai atas?

Tuan Sze.

Tidak ada. Aku tak tahu apa-apa.

Kalau kau?

Ya. Oke.

Oh, itu dia, Sayang!

Tempatnya baru saja kami bersihkan untukmu.

Josh baru membersihkan lantainya.

Terima kasih, Bu B. Terima kasih, Josh.

Dan sesuai permintaan Tuan Sze, sewamu sudah ditanggung...

selama kau tinggal di sini.

Pernah dengar orang melakukan hal seperti itu?

Tidak.

Aneh sekali, kalau menurutku.

Nikmati tempat barumu!

Uh, Tuan Sze.

Tuan Sze, tunggu, Pak. Maaf soal tadi.

Saya benar-benar tak bermaksud membuat Anda kesal

dengan dokumenter ini.

Tapi begini, Pak, saya masih mengerjakannya.

Dan hampir selesai.

Mungkin kalau kita bisa wawancara satu kali lagi,

kita bisa membahas musik Anda lebih banyak.

Tak harus lagu yang satunya.

Saya tahu lagu itu yang membuat Anda marah.

Walau sebenarnya bagus sekali.

Sekarang saya hanya penggemar, Pak,

dan mungkin Anda bisa menjadi inspirasi

bagi banyak seniman lain... Pak, tunggu!

Sial.

Ya Tuhan!

Yap. Mulai lagi.

Whoa.

Apa... apa...

Apa yang terjadi?

Apa-apaan?

Hai, Tuan Sze. Saya cuma mau melihat keadaan Anda.

Astaga! Rambut Anda! - Maaf, permisi!

Ya, Tuan Sze. Tentu. Maaf.

Astaga. Rambutnya.

Whoa.

Menarik.

Hmm. Whoa.

Whoa. Apa-apaan?

Apa-apaan?

Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online

Jauhi itu! Jauhi itu!

Tidak, tidak! Tidak, tidak!

- A-Apa itu? - Sekarang dia melihatmu!

Dia datang! Sekarang dia mengenalmu!

Apa itu?!

Apa itu?

Tuan Sze? Apa yang terjadi?!

Tuan Sze! Tuan Sze!

Tuan Sze, apa yang terjadi?

Tuan Sze!

Astaga!

Astaga! Astaga! Apa-apaan?!

- Apa yang terjadi?! - Lari! Keluar sekarang!

Sudah kubilang! Sesuatu sedang datang!

Tidak!

Makhluk apa kau?!

Bangsat!

Apa-apaan?!

Tidak! Tidak!

Tidak!

Gila.

Pukul matanya!

Tidak. Jangan! Mundur!

Josh! Jangan!

Sial.

- Gila! Keren sekali! - Sadis!

- Ya. - Ya. Yang itu keren.

Aku suka film-film found footage begitu.

Oh, ya, ya! Aku tahu yang begitu.

Memang keren. Tapi bagaimana mereka menemukan rekamannya?

Entahlah. Kita suruh saja orang mencari rekamannya.

Tunggu. Tunggu. Testiclees!

Hei, carikan kami found footage yang kami butuhkan!

- Unh! - Ah, sial!

- Tidak! - Tidak!

Ohh! Suara penderitaan manusia!

Adakah musik yang lebih indah di seluruh alam semesta?

Eufoni rasa sakit.

Derita merdu dari jiwa yang tersiksa.

Horor dan suara...

terikat tak terpisahkan,

terjerat seperti sepasang kekasih...

saling memakan penderitaan satu sama lain...

memenuhi mimpi buruk kita dengan gemuruh ketakutan.

Suara. Getaran sederhana.

Tapi suara punya kekuatan.

Kekuatan yang membuat pria dewasa

bertekuk lutut,

gemetar dalam teror mutlak...

putus asa ingin lolos dari siksaan,

yang menyerang saluran pendengaran mereka.

Mengebor semakin dalam

hingga ke jiwa mereka.

Suara yang tak terhentikan...

dan tak peduli!

Wow! Klip terakhir dari...

...luar biasa!

Jadi...

Hei. Kau bakal suka klip berikutnya dari...

Saat aku kecil, ayahku adalah legenda.

Dia produser terbaik yang pernah kudengar.

Dia menggarap ratusan lagu.

Dua bulan lalu, saat dia meninggal, semuanya berubah.

Aku buntu saat mencoba mencampur beat untuk mengenangnya.

Jadi aku membuka kaset demo lamanya untuk mencari inspirasi.

Lalu kutemukan ini.

Lydia, kalau kau menemukan rekaman ini,

kemungkinan tubuh fisikku sudah tamat...

tapi beat itu abadi.

Buat satu track dengan langkah-langkah ini,

dan aku akan tetap bersamamu selamanya.

Pastikan kau mendokumentasikan prosesnya.

Ini lima pelajarannya.

Nomor satu, mulai dari drum dan bass.

Ritme adalah fondasinya.

Rahasianya adalah menemukan suara yang unik dan orisinal.

Tahu berapa banyak orang pakai preset membosankan yang sama?

Akhirnya musik mereka terdengar seragam?

Aku tak bisa menemukan suara yang kucari.

Tapi aku tak akan menyerah demi Ayah.

Beberapa musisi hebat...

Hendrix, Peppers, Lil Wayne...

mereka memakai hal lain untuk mencapai level lebih tinggi.

Kurasa ayahku tidak.

Tapi mungkin...

Keberhasilanku datang saat memasukkan suara organik baru

ke dalam produksiku,

suara yang benar-benar unik,

belum pernah didengar manusia.

Aku merekam semuanya seperti yang Ayah bilang,

dan track-nya mulai terbentuk.

Aku cuma butuh inspirasi lagi untuk bahan sumbernya.

Nah, itu dia!

Terima kasih sudah datang mendadak begini.

Kukira kau benar-benar tak akan datang.

Tidak, kurasa aku juga membutuhkan ini.

Seharian aku terkurung di studio.

- Kamera itu buat apa? - Untuk

proyek dokumenter yang sedang kukerjakan.

Oke.

Kalau minum beberapa gelas lagi,

kurasa aku tak akan peduli apa pun.

Jadi rekam saja, Cantik.

Bersulang. Untuk proyekmu.

Aku juga sedang mengerjakan album konsep.

Oh, sial. Serius? Musik apa?

Black metal. Banyak perkusi organik.

Direkam langsung.

Jangan tertawakan aku.

Tidak. Cuma tak menyangka.

Maksudku, kau terlalu manis untuk bikin beat berat.

Banyak orang bilang begitu sampai mereka mengenalku.

Lalu bagaimana?

Lalu semuanya sudah terlambat.

Sepatunya bisa ditinggal di dekat pintu.

Piringan emas? Kukira kau tak sebesar itu.

Bukan, itu milik ayahku.

Tapi sekarang aku sedang mengerjakan sesuatu

yang kuharap bisa sebesar itu.

Oke. Tempatnya bagus.

Terima kasih. Ini kamar tidurku.

Kita mulai?

Ya.

Oh. Lebih banyak kamera.

Apa ini, "Boogie Nights"?

Kalau memang iya?

Katamu kau mau melakukan apa saja.

Kau benar-benar sinting, ya?

Kau belum tahu apa-apa.

Ada sesuatu yang sangat ingin kucoba denganmu.

Mau?

Oh, wow. Kaki juga?

Aku ingin kau benar-benar tak berdaya.

Aku butuh isolasi total untuk bahan sumbernya.

- Ohh. Hei. - Biar kubantu.

Hei!

Ini mengikatku terlalu kencang! Berhenti.

Maaf. Aku cuma perlu menentukan frekuensi dasarnya.

Hei. Ini sudah tidak lucu.

Hei. Jangan. Jangan.

Maaf. Aku akan lebih lembut.

Pelajaran kedua. Buat lapisan vokal.

Yo!

Hei. Kebetulan aku melihat penampilanmu di bar malam ini.

Itu benar-benar sesuatu yang istimewa.

Terima kasih. Uh, kau benar-benar mendengarkan?

Bukan cuma mendengar. Aku sampai tak bisa fokus ke hal lain.

Nada alami suaramu luar biasa.

Pernah terpikir untuk merekam demo yang serius?

Semua itu cuma kau sendiri?

Cuma aku.

Jadi tempat ini semacam studio rekaman?

Ya, biliknya di belakang, tepat di sini.

Keren.

Masuk saja ke dalam sana.

Oh.

Buat dirimu nyaman.

Kedengarannya... bagus. Uh...

Oke. Siap? Merasa nyaman?

Senyaman yang kubisa. Ya. Um...

Ya, atur saja sesukamu.

Sepertinya sudah pas.

Aku tinggal menyiapkan semuanya.

Oke. Semua sudah siap.

Di sinilah keajaibannya terjadi.

Begitu. Um...

Oh. Oh.

Uh...

Plastik di lantai ini buat apa?

Semuanya disiapkan untuk suara yang sangat khusus.

Paham. Lucu juga.

Memangnya biasanya kau berpakaian begitu saat rekaman?

Yah, sekadar menambah feng shui suasananya.

Jelas sangat feng shui.

Uh, aku masih belum benar-benar tahu kita mau apa.

Aku harus menyanyi apa? Genre apa?

- Musik soul. - Aku tak biasa menyanyi soul.

Aku lebih ke penyanyi klasik.

Yo, kau sedang...

Yo, dengar. Aku tak masalah dengan sedikit narkoba.

Tapi itu kelihatan gila.

Um...

Oke.

Apa-apaan?

Apa-apaan yang kau lakukan? Persetan!

Sial!

Pelajaran ketiga. Beri ruang pada track.

Buat ghost note dalam tangga nada lagu

agar terasa ringan dan seperti mimpi.

Hei. Maaf mengganggu!

Ya. Mau apa?

Aku sedang memindahkan beberapa peralatan

dari studioku di ujung jalan,

dan punggungku sakit sekali.

Aku cuma butuh bantuan mengangkat dua peti.

Paling lama 20 menit.

Kubayar 50 dolar tunai dan kutraktir makan?

Nih.

50 dolar tunai?

Dan sebungkus rokok.

Naiklah. Biar kau tak kedinginan.

Ngomong-ngomong, kenapa kau merekam semua ini?

Supaya bisa kutonton lagi saat sedang sedih.

Astaga.

Tolong!

Tolong aku!

Seseorang, tolong!

Tolong!

Seseorang! Tolong aku!

Hei, Nona.

Siap?

- Nona Van Horn? - Sial! Sial.

Nona Van Horn? Detektif Sharpe.

Maaf mengganggu. - Oh. Tak apa.

Semua baik-baik saja? - Kamera itu buat apa?

Oh, aku merekam proses kreatifku.

Sebenarnya tidak sesuai prosedur membiarkan Anda merekam

percakapan ini, Bu.

- Tapi Anda merekam saya. - Kena juga.

Kita bisa tukar rekaman kalau Anda mau.

Oke. Saya tak akan lama.

Sayangnya, ada serangkaian

laporan orang hilang dalam dua minggu terakhir

di radius sekitar sepuluh blok.

- Oh, sayang sekali. - Jadi saya cuma ingin

memastikan apakah Anda melihat atau mendengar sesuatu.

Pbht. Wah, entahlah.

Di daerah begini memang banyak hal aneh, kan?

- Ya, memang... - Namanya juga kota besar.

Tapi tidak, tidak ada yang terasa

sangat... seperti pembunuhan akhir-akhir ini.

- Pembunuhan? - Ya.

Kalau orang dewasa hilang lebih dari 48 jam,

setahuku kemungkinan itu kasus pembunuhan

naik sekitar 70 persen.

- Anda tinggal sendiri? - Ya. Benar.

Cuma aku dan perangkat rekamanku.

Baik.

Tahu tidak, suara Anda sangat ringan.

Pernah merekam demo?

Lucu. Lucu sekali.

Pernah coba-coba. Sedikit waktu SMA.

Tapi panggilanku bukan membuat beat.

Melainkan berpatroli.

Aku sedang mengerjakan sebuah track.

Kurasa suaramu akan menjadi tambahan yang kubutuhkan.

Tersanjung, tapi tidak. Saya masih bertugas.

Tolong beri tahu kalau Anda melihat atau mendengar sesuatu.

Tentu.

Semoga harimu produktif, Nona Van Horn.

Dan semoga track-nya sukses.

Pelajaran nomor empat.

Jangan sembunyi di balik mesin.

Masuk dan bereksperimen.

Bongkar. Susun kembali.

Bangun melodimu.

Kapak sialan yang keren! Boleh kumainkan?

Tentu. Silakan.

Ingat, lindungi lehermu!

Sebagian proses memang berantakan.

Itulah yang menciptakan suara mentah yang autentik.

Ingat. Tak masalah mencampur genre.

Tambahkan sentuhan klasik.

Oke, Sayang. Aku cuma butuh nada C mayor.

Nona Van Horn!

Nona Van Horn, ini sangat serius.

Kami punya rekaman keamanan Anda berbicara dengan seorang pria

di luar toko kelontong sekitar seminggu lalu.

Namanya Mark Stephenson.

Sejak itu dia tak pernah terlihat atau terdengar lagi.

Dan Anda pikir dia ada di sini?

Boleh saya melihat-lihat?

Sebenarnya, tidak.

Saya tak tahu Anda menganggap saya perempuan macam apa,

tapi Anda mempermalukan saya.

Nona Van Horn,

saya khawatir saya akan jauh lebih memalukan

kalau harus kembali dengan surat penggeledahan.

Kalau begitu begitu jadinya.

Pelajaran kelima. Masukkan dirimu ke dalam karya.

Nona Van Horn! Saya kembali dengan suratnya!

Keadaan tidak terlihat bagus untuk Anda.

Nona Van Horn?

Sial.

Ya Tuhan.

Aku tak tahu apa aku sanggup yang ini, Ayah.

Jangan bergerak! Anda ditangkap!

Tak apa.

Musiknya membuat semua ini sepadan.

Ada banyak pembunuhan. Setidaknya empat.

Aku harus menghitung semua potongannya untuk memastikan.

Tangan. Kaki.

Gila, ada segala macam kengerian di sini.

Kita berhasil, Ayah.

Sempurna.

Death tone.

Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online

Menari!

Oke.

Mau lihat boneka-bonekaku? Ayo.

Mereka kelihatan begitu damai.

Sepertinya aku harus merekrut intern baru.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.