Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TAKE CHARGE OF MY HEART
Lihat dia.
Apa dia tak kepanasan?
Kudengar dia fobia kuman.
Sarung ponselnya pun seperti batu bata.
Itu dibungkus karena takut kuman.
Ini jam pelajaran.
Cepat ke meja kalian.
Aku harus menurut kata ketua kelas.
Pernah ada masanya
aku memiliki harapan.
Hei, barusan kau dengar?
Ketua kelas melindungimu.
Itu kau sebut melindungi?
Kita bisa makan bersama.
Di Dapur Sedap ada tokpoki jjajang. Aku mau coba itu.
Tapi tak mau ke sana…
Ada apa?
Apa?
Wajahmu terlihat berseri saat melihat si ketua kelas.
Tidak begitu.
Benar begitu.
Semuanya, ayo fokus.
Harapan bahwa mungkin ada seseorang
yang bisa menerima monster sepertiku.
Kita cari laju perubahan rata-rata pada interval ab.
Delta y dibagi delta x sama dengan f(b), dikurang f(a), dibagi b, dikurang a…
Ini Hari Pepero.
Aku menyiapkan sesuatu.
Terima kasih.
Aku terima, ya.
Maaf!
- Aku… - Apa-apaan?
Hei, sepertinya kau terluka.
Coba kulihat.
Hei, ini parah.
- Kau sengaja? - Kau harus ke rumah sakit.
- Apa yang kau lakukan? - Harus ke rumah sakit.
Kau tak apa-apa?
- Maaf. Apa kau… - Jangan sentuh aku.
Jangan mendekat.
Namun, kenyataan
selalu menghancurkan
semua harapan yang kupunya.
Kenyataan selalu mengatakan bahwa aku berbeda.
Tidak.
Bahwa aku salah.
Pak Baek, kau perlu diobati lebih dulu.
Tak perlu.
Cari penerbangan berikutnya dan cek situasi di bandara.
Pak.
Aku minta maaf.
Kau ketinggalan pesawat karenaku.
Karena mau melindungiku…
Apa? Kau terluka?
Aku baik-baik saja.
- Coba kulihat. Kau berdarah. Ini… - Aku tak apa-apa.
Sekarang, Baek Ho-rang sudah tahu.
Bahwa aku adalah monster.
Sepertinya kau terluka karenaku.
Maafkan aku.
Tak perlu dipikirkan.
Kenapa aku berharap seperti orang bodoh lagi?
Aku tak berubah sama sekali.
Kenapa aku…
mengharapkan kebahagiaan yang normal lagi?
Oh, tunggu dulu.
Apa
semua ini?
Ini dikerjakan sebelum perjalanan dinas.
Aku sudah berjanji mendekorasi tempat ini.
Mumpung rumahku kosong…
Kau bisa
gunakan ini sebagai studio.
Kasurku di mana?
Apa?
Kenapa kasurnya dikeluarkan?
Soal itu…
Kudengar, sebaiknya kita memisahkan
ruang kerja dan kamar tidur.
Kebetulan juga
di rumah ini ada banyak kamar.
Sebaiknya ruangan ini digunakan hanya untuk bekerja.
Aku akan tinggal di sini saja.
Aku bisa tidur di sofa.
Kenapa?
Kau tak mau masuk rumahku?
Hubungan kita sebatas kontrak saja.
Kita cukup menjaga jarak sepuluh meter. Tak perlu lebih dekat.
Kau yang bilang begitu.
Jika kau
bersikap begini karena lukaku…
Bukan karena itu. Aku hanya…
Aku coba memikirkan lagi ucapanmu di Jeju.
Itu membuatku tak nyaman.
Bisakah kau keluar? Aku agak lelah.
Tunggu. Apa yang kau…
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Kalian cukup beristirahat?
- Sekretaris Yang. - Ya.
Tolong cek jadwal Pak Baek.
Baik.
Data Na Bo-bae sudah disebar?
RESUME NAMA: NA BO-BAE
TEMPAT TINGGALNYA BERBEDA
Ini menarik.
Bocorkan bahwa dia bekerja di TS Resort.
Mereka yang gemar mengorek kehidupan orang lain
akan menemukan info lainnya.
Tahu ini di mana? TS Resort. Resor terbaik di Korea.
Aku mau bertemu tunangan Ji Eun-ho.
Lihat! TS Resort!
Mereka tak mau menjawab. Lihat?
Para penggemar mengamuk dan situasinya kacau!
Katanya dia dapat perlakuan istimewa. Kalian lihat?
Astaga, ini…
Silakan.
Mulai hari ini,
aku akan pulang sendiri.
Nona Na Bo-bae.
Tunggu!
Jangan begini. Nanti ada yang lihat.
- Kita cuma bertemu untuk isi daya. - Ayo pulang bersama.
Bahaya jika kau pergi sendiri.
Kau sudah lupa?
Aku orang yang paling berbahaya.
Dan sekarang
aku merasa tak nyaman berada di dekatmu.
Baiklah, Teman-Teman. Mari kita dengar tanggapan TS Resort.
Ada mobil!
Apa itu Penulis Na Bo-bae? Hei, dia di sini!
Dia di dalam!
Petugas TS memukulku!
Mereka memukulku!
Aduh, sakit!
Kau tak apa, Pak?
Mereka wartawan? Tampaknya bukan penggemar Eun-ho.
Naravlog pemburu sensasi.
Entah bagaimana mereka tahu Nona Na bekerja di TS.
Mereka terus datang.
Naravlog?
Jadi, mereka datang untuk merekam Na Bo-bae?
Hari ini dia mau pulang sendiri.
Dia keluar dari pintu belakang. Aku sudah menugaskan pengawal.
Oh, begitu?
Mulai sekarang,
perketat keamanan di resor.
Laporkan mereka semua atas tindakan mengganggu bisnis.
Jangan biarkan mereka menyentuh Na Bo-bae.
Baik, Pak.
5 PESAN BARU DARI SUTRADARA YEOM
15 PESAN BARU DARI SEO-JEONG
Bo-bae, kenapa tak mengangkat teleponku?
Kami selalu di pihakmu. Tahu, 'kan?
Na Bo-bae, tak balas pesanku?
Kau baik-baik saja? Hubungi aku jika baca ini.
Aku harus bilang apa pada kakak-kakakku?
JU-HEE
Bo-bae, kau baik-baik saja?
Ini berita tentangmu, ya? Astaga.
Sok mengirim emotikon sedih. Aku tahu kau sedang tertawa.
WANITA YANG DILAMAR JI EUN-HO ADALAH PENULIS NASKAH
Dia cuma menulis naskah FTV.
- Siapa Na Bo-bae? - Begitu disebut penulis drama?
- Semua sok jadi penulis. - Penulis karya debut Eun-ho?
Dia menggodanya.
- Masa Muda Sendu? - Fokus menulis saja.
Gagal jadi penulis, mengincar aktor.
Dia bahkan tak cantik. Kenapa rambutnya begitu?
Rambut awut-awutan.
Astaga.
Dasar tak tahu diri.
Memang mereka tahu apa?
Haruskah kutuntut saja mereka semua?
Itu tak benar. Kenapa dilarang klarifikasi?
Kak Bo-bae…
Bagaimana reputasi Penulis Na?
Ini gara-gara aku. Aku harus klarifikasi.
Jika kau cari namamu di internet,
nama Na Bo-bae ikut muncul.
Kau seperti pria bodoh yang tergila-gila pada wanita.
Penulis Na lebih diserang.
Sekarang, di media sosial dan berita…
Itu dia!
Kau itu artis, Eun-ho.
Jika buka mulut untuk memberikan klarifikasi,
kau seperti menyiram minyak ke api yang akan padam.
Lantas, bagaimana nasib penulis itu?
Saat ini, jalan terbaik adalah diam.
Justru kau harus diam agar isu ini segera mereda.
Cari tahu dalang di balik rumor Na Bo-bae dan Ji Eun-ho.
Ya?
Kita harus meredakan rumor itu.
Satunya adalah model TS Resort dan satu lagi adalah…
sekretarisku.
Pak, bukan waktunya untuk mengurusi itu.
Kasus penggelapan Hotel TS…
Itu harus diungkap.
Situasinya sudah berbeda.
Jika begitu, rencananya juga berubah.
Selamat malam.
- Halo. - Selamat datang.
- Terima kasih atas waktunya. - Senang berjumpa.
Pak Yoon.
Selama 15 tahun ini, kerja sama kita baik.
Benar?
Ya. Benar, Pak.
Mungkin kau tidak tenang
karena merasa harus menanggung semuanya sendiri.
Tapi selama ini,
kau juga ikut menikmati hasilnya.
Jalani hukumanmu sebentar.
Akan kupastikan hidup putrimu terjamin.
Paham?
Baik.
Baik, Pak.
Astaga.
Aku tak sabar melihat ekspresi Ho-rang.
Seperti apa reaksinya saat melihat artikel itu?
Omong-omong, apa alasan kalian memanggil kami kemari?
Aku pun penasaran.
Kenapa kalian membutuhkan
penerbit koran yang hampir bangkrut dan stasiun TV?
Astaga, kalian rendah hati sekali.
Kalian berdua mengendalikan pers dan media di negeri ini.
Sebenarnya, putra kami sedang bersiap
mengambil alih TS Group.
Direktur Choi Do-yoon?
Ya.
Jika kali ini kalian membantu kami,
kami akan membalas budi saat kalian dalam kesulitan.
Pak Baek.
Pak,
ada masalah.
- Mereka datang. - Itu dia!
- Ada tanggapan soal Pak Baek? - Mohon sampaikan sesuatu.
Ada komentar soal Pak Baek?
Sebagai salah satu anggota keluarganya,
saya bertanggung jawab atas semua kontroversi yang menimpanya.
Saya mewakilinya untuk meminta maaf kepada masyarakat.
HARIAN DOSEONG "PENGAKUAN PETINGGI HOTEL TS"
PENGKHIANATAN BAEK HO-RANG DEMI KEKUASAAN
Aku hampir pingsan membaca berita itu.
Keponakanku sendiri…
Keponakanku!
Jadi, selama ini,
kau menggelapkan uang Hotel TS cuma untuk menjatuhkanku dan Do-yoon?
Tak bisa kupercaya. Ini mengerikan!
Saat ini, media sangat heboh.
Di seluruh media sosial dan YouTube.
Bahkan ada petisi.
Sepertinya isu ini tidak akan mudah padam.
Nilai saham pun terjun.
Apa ini benar?
Tolong katakan sesuatu, Pak!
Direktur Eksekutif Baek.
Apa kau tak waras?
Benar aku makan bersama Wakil Presdir Yoon Dong-seok.
Kami pun membahas penggelapan uang.
Lihatlah dia.
Beginilah mengerikannya manusia. Bahkan sesama saudara sedarah!
Dasar bajingan.
Dia mengira bisa mempermainkan TS Group…
Diam.
Lalu?
Dia menemuiku untuk melaporkan kasus penggelapan uang di Hotel TS.
Dia punya bukti.
Hei, Direktur Baek!
Duduk.
Hei, Yoon Dong-seok sudah mengakui semuanya!
Kudengar kau rutin terima pembukuan darinya.
Kau sembunyikan di mana? Ada di mana?
Buktinya bisa kuserahkan sekarang.
- Bahkan untuk media. - Bagus kalau ada bukti.
Jika tak bersalah, buktikan saja.
Bu Ketua, coba percaya Ho-rang dan tunggu saja.
Katanya, dia punya semua bukti.
Kukira kau sudah bisa diandalkan.
Jika masalah ini tak kau selesaikan dengan benar,
kau akan disingkirkan juga.
Kau paham, 'kan?
Orang bisa digantikan kapan saja.
Coba bicarakan dengan Seol-hee.
Aku tunggu di bawah.
Tampaknya kau
sudah menghubungi nenekku.
Ya.
Aku kenal Yoon Dong-seok.
Kami pernah bertemu bersama Do-yoon.
Jadi, aku tahu apa yang mereka bicarakan.
Aku pun tahu kelemahan Yoon Dong-seok.
Selain itu,
aku tahu Yoon Dong-seok sedang menjebakmu.
Kau mau menjadi saksi?
Tak hanya jadi saksi.
Aku juga bisa mengerahkan Hanlim Advertising.
Artinya aku punya kartu untuk membalikkan keadaan
dan media untuk menyampaikannya.
Jelas tawaranmu ini tidak cuma-cuma.
Pasti ada syaratnya.
Tentu saja.
Kau tahu apa yang aku inginkan.
Aku akan menyelamatkan
TS Group dan juga kau.
Bukankah menikahiku
akan menguntungkanmu?
Baek Ho-rang, direktur eksekutif TS Resort,
tengah dicurigai menggelapkan uang Hotel TS.
Kecaman terhadapnya makin meluas setelah ada dugaan perlakuan semena-mena.
Orang terdekatnya mengeklaim
bahwa Baek Ho-rang telah lama mengidap gangguan mental serius.
Kepemimpinan TS Group makin dipertanyakan.
- Apa ini? - Terlebih soal kelayakan penerusnya.
Akhirnya aku akan menemui penulis menyebalkan itu.
Ini kompleks perumahan mewah. Harus sekaya apa untuk tinggal di sini?
Wah, rumah-rumah ini…
Hei, ini rumahnya.
Baiklah. Aku akan menekan belnya.
SARUNG TANGAN KARET
Siapa itu?
Nona Na Bo-bae, ada paket!
Perlu ditandatangani.
Paket?
Teman-Teman, akhirnya aku akan bertemu penulis menyebalkan itu.
Kurasa sebentar lagi dia akan keluar. Akan kukupas tuntas!
- Hei. - Ya?
Aku tinggal di seberang sana.
Ada paket, ya? Mana paketnya?
Tak usah ikut campur. Silakan pergi.
- Rumahku di seberang sana. - Terus?
Belakangan ini, katanya ada maling. Itu kau?
Maling, katamu? Aku wartawan! Lihat kamera ini?
Wartawan, ya? Dari media mana?
Untuk apa kau tahu?
Kenapa kau menutupi wajahmu?
Jika tinggal di kompleks begini,
jangan-jangan kau terkenal…
Kau mau memukulku dengan kamera? Kau pasti maling.
Aku akan panggil polisi!
Panggil polisi? Apa bisa?
Kurir gadungan memanggil polisi setelah merekam ilegal dan menyerang?
- Itu akan sangat membantu. - Sakit! Sial.
Hei!
Tolong aku! Tanganku bisa patah!
Hei, tanganku patah! Sial!
Lepaskan, Berandal! Ini mahal!
Eun-ho.
Bagaimana kau tahu aku tinggal di sini?
Tadi aku menunggu di depan.
Kudengar pria itu memanggilmu.
Maaf aku berbohong.
Tidak, justru yang minta maaf. Ini semua gara-gara aku.
Bahkan kau sudah menolakku.
Aku menyukaimu.
Selama tiga tahun ini,
aku bertahan karenamu.
Selama ini kau selalu membantuku, Eun-ho.
Kau selalu mengaku penggemarku
dan ingin membaca naskah tulisanku.
Karena itu, aku sampai di sini.
Kenapa firasatku buruk, ya?
Tapi…
aku bertemu seseorang yang bagai takdir bagiku.
Dan orang itu…
bukan kau.
Aku minta maaf.
Astaga, kau tega sekali.
Maaf, Eun-ho.
Bagaimana orang yang jadi takdirmu itu?
Kulihat beritanya hari ini. Geger sekali.
Aku tidak tahu.
Tak ada hubungannya denganku.
Tapi kenapa raut wajahmu begitu?
Jangan murung.
Apa?
Oh, ya.
Jangan terlalu khawatir.
Aku tak begitu mengenali Pak Baek,
tapi penggelapan, semena-mena…
Aku tahu dia bukan orang seperti itu.
Kau lebih mengenalnya.
Aku pamit dulu.
Jangan sembarangan membukakan pintu.
Oke.
Kak Bo-bae.
Meski kau menolakku, aku tetap penggemarmu nomor satu.
Aku akan terus mendukungmu.
Akulah aktor utama dramamu.
Kau ini…
Satu lagi.
Jangan khawatirkan rumor kita.
Ya, aku tak akan khawatir.
Tulis naskahmu, jangan pacaran. Aku menunggumu.
Pacaran apanya? Aku tak pacaran.
Cepatlah pergi. Lanjutkan berakting.
Aku juga penggemarmu.
Oh, terima kasih.
- Dah. Tak usah mengantarku. - Oke.
Rupanya kau cukup berani.
Aku tak mengira kau mengajakku ke kamar suite.
Ini tempat paling aman.
Dan sepertinya aku mulai tahu orang seperti apa kau sebenarnya.
Aku orang seperti apa?
Seseorang
yang mirip denganku.
Itu jawaban yang tepat
dan aku suka itu.
Jadi, sekarang kau tertarik padaku?
Di Jeju kau bilang,
begitu banyaknya rencanaku
menunjukkan bahwa aku cemas.
Kau benar. Aku begitu karena cemas.
Demi menyembunyikan kekuranganku.
Kalau begitu…
Meski begitu,
aku tetap menolak tawaran darimu.
Sepanjang hidupku aku terbiasa merasa cemas dan khawatir,
jadi dalam situasi seperti ini aku justru lebih tenang.
Kau mengajakku ke sini untuk mengatakan itu?
Ya. Aku ingin benar-benar menolakmu.
Jika ada yang melihat,
takutnya kau akan malu.
Dan untuk jaga-jaga saja.
Mungkin saja ada yang merekam percakapan ini
dan mengeditnya
sesuka hati.
Aku tak pernah menyangka, ternyata Bu Han bermain kotor.
Pantas saja dia selalu bersama Do-yoon.
Dia mengaku telah merekayasa rumor Ji Eun-ho?
Tak perlu mengaku. Terlihat dari wajahnya.
Mana para sekretaris?
Mereka buru-buru ke kantor.
Aku harus hubungi Nona Na.
Itu tak perlu.
Ya? Meski begitu…
Kubilang, tak perlu.
Baik, Pak.
Wah, itu Ji Eun-ho!
Halo.
Aku Kang Du-ri, sutradara dari The Voice of the Night.
Oh, ya. Aku baik-baik saja.
Jelas aku baik-baik saja.
Aku sangat bersyukur bisa berakting di karya semenarik ini.
Banyak juga yang hadir meluangkan waktunya ke sini.
Tapi,
jika diizinkan membahas hal di luar film…
Wanita dalam video yang sedang menjadi isu,
benar seorang penulis drama.
Kenapa dia membahas itu?
Tapi ada spekulasi yang tak sesuai fakta.
Rumor bahwa aku melamarnya
atau dia memanfaatkanku.
Itu sama sekali tak benar.
Dia hanyalah seorang penulis yang bekerja keras menghasilkan karya.
Dia seseorang yang aku kagumi.
Tapi aku tak pernah punya perasaan spesial
lebih dari itu.
Rumor bahwa aku melamarnya
atau dia memanfaatkanku.
- Dia menyuruhku tak khawatir. - Itu sama sekali tak benar.
Dasar pembohong.
Dia hanyalah seorang penulis yang bekerja keras…
- Keren. - …menghasilkan karya.
Dia seseorang yang aku kagumi.
Tapi aku tak pernah punya perasaan spesial
lebih dari itu.
Syukurlah.
- Ya, baik. - Itu benar.
Informasi yang diberitakan tak benar.
Sama sekali tak benar.
- Baik, akan kuurus. Ya. - Itu tak sesuai fakta.
Lokasi konferensi pers sudah disiapkan?
Sudah.
Ini, Pak.
- Oke. - Halo, ini Sekretariat TS Resort.
- Itu sama sekali tak benar. - Ya.
Apa kau…
tak perlu isi daya?
Oh, ya…
Ini sudah malam.
Jadi, aku isi daya sedikit demi sedikit dari sini.
Kau bisa minta tolong.
Pengisian daya ada di kontrak.
Akhirnya, besok semuanya akan selesai.
Kasus penggelapan.
Akan ada konferensi pers.
Oh, begitu.
Itu bagus.
Tapi jika konferensi pers,
apakah wajahmu langsung disorot kamera?
Itu cara paling mudah dan cepat.
Jika aku minum obat dan menahan diri,
aku pasti bisa.
Bagaimana jika kau sakit seperti waktu itu?
Itu tak boleh terjadi di depan kamera, 'kan?
Tentu saja.
Tak masalah.
Aku pasti bisa.
Aku harus bisa
melakukannya.
Dengan begitu, aku bisa mengambil alih TS.
Kenapa harus seperti itu?
Ini karena orang tuaku.
Aku tahu persis seperti apa TS Group yang diimpikan
oleh orang tuaku.
Dan cuma aku
yang bisa melakukannya.
Ini adalah sesuatu yang harus kulakukan.
Untuk melakukan itu,
aku harus mengatasi rasa takutku…
terhadap kamera dan blitz.
Apa yang membuatmu takut terhadap kamera?
Entahlah.
Lebih tepatnya…
aku takut dengan sorot mata
orang-orang
yang melihatku.
Itu dia!
Itu Ho-rang!
- Itu Ho-rang! - Ho-rang!
Ho-rang!
Ho-rang!
Ho-rang, lihat sini!
Ho-rang, lihat kemari!
Satu pertanyaan saja!
Ho-rang, hanya satu pertanyaan!
Ho-rang!
Ho-rang, kau tak merasa bersalah pada orang tuamu?
Waktu itu,
aku pernah cerita padamu.
Saat orang tuaku meninggal akibat kecelakaan karena aku…
Kenapa itu karenamu?
Kecelakaan itu sesuatu yang tak disengaja.
Itu terjadi saat mereka mau menemuiku.
Mereka cuma mau menemui anaknya.
Sudah sewajarnya. Itu cinta orang tua.
Mereka yang menyodorkan kamera ke wajahmu itu yang salah.
Kenapa kau yang jahat? Kenapa salahmu?
Ya…
Kau ada benarnya.
Lihat aku.
Aku tahu
kau orang seperti apa.
Dari luar, kau adalah direktur eksekutif
yang sempurna dan teguh pada rencanamu.
Tapi sebenarnya,
kau penuh kekhawatiran,
selalu gelisah,
dan peduli pada orang lain seperti pada dirimu sendiri.
Sifatmu sebaik itu.
Dokter Jang pernah bilang.
Kadang dalam hidup,
sebuah jerami rapuh yang aneh pun
justru bisa menyelamatkan hidup.
Sebuah jerami.
Artinya, hanya butuh satu.
Hanya satu orang.
Seseorang yang melihatmu apa adanya.
Kau benar.
Hanya satu…
Satu orang cukup.
Jadi, tak usah pedulikan orang lain.
Anggap semua mata di balik kamera itu adalah mataku.
Mataku yang sedang melihatmu
seperti ini.
Aku…
Aku serius dengan ucapanku tadi,
tapi itu semata-mata karena aku peduli pada sesama manusia.
Ya, itu semacam rasa kemanusiaan.
Kita juga terikat kontrak.
Aku paham.
Meski begitu,
jika kau
pergi bersamaku besok…
mungkin aku bisa lebih baik.
Hubungan kita
tidak memungkinkan untuk menghadiri acara resmi bersama.
Kau pasti bisa.
Ingat saja ucapanku.
Baiklah.
Aku pergi dulu.
Jangan goyah, Na Bo-bae.
Jangan merasa iba padanya.
Jangan dipikirkan.
SEO-JEONG
Hei, Na Bo-bae.
- Sudah pesan duluan? - Ya.
Terimalah miras dariku.
Astaga.
Hei, Eun-ho itu setia kawan, ya?
Dia mengungkapnya secara langsung di gala premier.
Dia benar-benar membelamu.
Kau benar.
Tapi kenapa masih murung? Rumornya sudah berakhir.
Aku sedang senang, tak murung. Bersulang.
Kelihatannya tak begitu.
Apa kau begini karena Baek Ho-rang?
- Karena kasus penggelapan? - Hei!
Menurutmu dia menggelapkan uang? Dia punya segalanya.
Lihatlah ini.
Kau langsung memasang badan.
Kau suka Baek Ho-rang, ya?
Apa?
Apa yang…
Apa yang kau bicarakan? Kenapa aku…
Sikapmu berlebihan, jadi benar.
Kau mau membohongi siapa?
Aku sudah punya firasat sejak di Jeju.
Hei, aku Cho Seo-jeong. Ahlinya pacaran.
Gudang ceritamu.
Aku tak menyukainya.
Kami tak akan bertemu lagi begitu kontrak selesai.
Dia selalu terluka saat bersamaku.
Lihatlah.
Kau menggali liangmu sendiri, Na Bo-bae.
Hei, meski kontraknya selesai,
kalian bisa bebas bertemu.
Dia terluka? Bahkan listrikmu tak mempan baginya.
Memang tak mempan secara langsung,
tapi dia terluka saat di bandara karenaku.
Mungkin dia tahu kekuatan anehku.
Kau sudah tanya?
Soal apa?
Kau pernah begini padaku waktu SMA.
Minggir.
Hei, Cho Seo-jeong.
Jangan kecil hati karena mereka.
Kau lihat sendiri.
Aku melukai tangannya…
Hei, lukanya tidak seberapa.
Dia cuma cengeng.
Apa pentingnya itu?
Aku adalah temanmu
dan akan selalu di pihakmu.
Itu yang terpenting.
Bayangkan jika aku tak pakai sarung tangan.
Kau pasti tak berubah.
"Cho Seo-jeong sama saja seperti yang lain."
Kau pasti akan kabur dariku.
Hei, ini dua masalah berbeda.
Hidup semua manusia
punya pola yang sama.
Itulah masalahmu!
Maaf.
Itu masalahmu. Tahu?
Kau selalu terjebak dengan listrikmu
dan kabur karena takut.
Jika jadi aku, apa kau tak kabur?
Apa kau tahu sulitnya hidup sepertiku?
Tak tahu!
Tapi aku tahu satu hal.
Kau itu penakut yang selalu membual.
Begitu juga dengan rumor Ji Eun-ho.
Kau biarkan orang-orang memburumu.
Aku pasti akan beri penjelasan.
Atau kutuntut sekalian.
Kok bisa kau cuma diam dan membiarkannya?
Tanpa klarifikasi dari Ji Eun-ho,
kau pasti sudah habis, Bo-bae.
- Sudahlah. - Sudah apanya?
Siapa lagi yang bisa menasihatimu?
Tidak ada.
Sudah cukup!
Tertampar fakta, ya? Marah karena tak bisa berdalih?
Berapa umurmu? Dewasalah sedikit.
Cobalah berkaca.
Sulit dipercaya.
Lalu?
Kali ini kau akan kabur ketakutan?
Pak Baek, yakin baik-baik saja?
Kondisimu terlihat kurang baik.
Aku baik-baik saja.
Itu Direktur Eksekutif Baek!
Apa alasanmu menggelapkan uang?
KONFERENSI PERS DARURAT
- Jangan menghalangi di depan. - Duduklah.
Tolong duduk.
Tak usah pedulikan orang lain.
Anggap semua mata di balik kamera itu adalah mataku.
Mataku yang sedang melihatmu
seperti ini.
Saya akan menyampaikan pernyataan terkait kasus penggelapan
yang terjadi di Hotel TS baru-baru ini.
Saya tidak pernah menggelapkan uang dari Hotel TS satu won pun.
Saya akan menjalani pemeriksaan polisi
dan mengungkap pelaku yang menjadi dalang
di balik kasus ini.
Tolong jangan maju.
Kalian menghalangi!
Saya Yoon Dong-seok, orang yang dituduh
sebagai kaki tangan Pak Baek.
Sebenarnya saya adalah kaki tangan…
dari Anggota Dewan Choi Tae-sik.
Saya minta maaf.
Apa yang orang gila itu katakan?
Bajingan sinting.
Di mana Choi Do-yoon?
Katanya dia mau mengurus ini!
Kita sudah bayar Harian Doseong dan JBS. Kenapa bisa begini?
Cepat hubungi mereka!
Ini…
Saya minta maaf.
Gyeong-jin.
Baek Gyeong-jin!
Hubungi 119!
Gyeong-jin, sadarlah. Baek Gyeong-jin!
Itu artinya
kau akan membiarkan Hotel TS merilis berita palsu?
Mungkin itu cara yang lebih baik.
Ketika mereka lengah,
kita bisa melakukan
apa yang harus kita lakukan.
Apa-apaan ini? Kau siapa?
Lepaskan aku!
Pak…
Pak Baek.
Apa-apaan ini…
Pak Yoon.
Kau pikir aku tidak akan tahu?
Ya?
Kau merasa bisa menjebakku dengan menyodorkan buku besar palsu.
Aku tak sebodoh itu.
Palsu? Ini yang asli.
Bukti transfer uang selama sepuluh tahun
ada di tanganku.
Kenapa?
Apa bibi dan pamanku menjanjikanmu
kehidupan sejahtera setelah bebas dari penjara?
Atau Choi Do-yoon?
Tidak, itu…
Kau percaya mereka?
Apa?
Aku tahu kau memilih jalan ini demi istri dan putrimu.
Namun,
apa benar
ini semua demi keluargamu?
Apa yang harus kulakukan?
Aku ikut menggelapkan uang juga.
Jalanku sudah buntu.
Lakukan saja
apa yang sepatutnya dilakukan.
Tebuslah kesalahanmu dan katakan yang sebenarnya.
Untuk sekarang, cukup laporkan Choi Tae-sik.
Sisanya biar kuurus sendiri.
Yoon Dong-seok akan bersikap kooperatif
dan menjalani penyelidikan dengan iktikad baiknya.
Bukti nyata terkait kasus penggelapan sudah berada di tangan saya,
dan kemarin, seluruh buktinya telah diserahkan kepada polisi.
Selain itu, aktor Ji Eun-ho, yang menjadi korban rumor palsu,
akan terus bekerja sama
dengan TS Resort.
Terakhir…
saya ingin meminta maaf secara resmi
kepada Kepala Divisi Han Seol-hee dari Hanlim Advertising
yang namanya terus dikaitkan dengan saya.
Beliau telah terseret ke dalam berita palsu pernikahan kami.
Saya sungguh meminta maaf.
Apa hubungan Anda dengan Han Seol-hee?
Na Bo-bae!
Kau mengagetkanku.
Oh, maaf.
Kenapa…
Kenapa kau cepat sekali?
Ini adalah jalan pintas.
Tapi
kenapa tadi kau kabur?
Aku hanya…
Kapan aku kabur? Aku cuma…
Aku cuma lari.
Kau kabur melihatku.
Aku? Kapan?
Kau terus kabur dariku…
sejak kita di Jeju.
Nona Na Bo-bae.
Kau sungguh mengira…
aku tak tahu apa-apa tentangmu?
Apa?
Bahkan sejak kau pindah ke rumahku,
listrik mendadak padam dan barang elektronik rusak.
Tiba-tiba kau memakai sarung tangan karet.
Kau pun menyebutku sarung tangan karet hidup.
Jadi…
kau sudah tahu semuanya?
Awalnya, aku merasa itu aneh.
Tapi sepertinya
kau tak mau menceritakan itu,
jadi aku tak bertanya.
Selain itu,
sejak dari Jeju…
bagiku
itu semua
tak penting lagi.
Karena aku menyukaimu.
Aku menyukaimu,
Nona Na Bo-bae.
Masa bodoh soal listrik atau kontrak.
Itu tak penting.
Aku hanya…
menyukaimu.
Na Bo-bae…
adalah Na Bo-bae.
Jadi,
meski aku harus terluka karenamu,
aku tak peduli lagi.
Terjemahan subtitle oleh Maharani Djenial
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.