All language subtitles for Your.Personal.Taxi.S01E04.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hah? Tunggu.

Hei, kenapa meriammu ada di sini?

Bicara apa kamu?

Dari tadi memang di sini.

Yang benar saja. Kamu kira aku buta?

Kapan kamu memindahkannya saat aku tidak melihat?

Ayolah, Bung. Kamu harus pura-pura itu tidak ada di sini!

I-iya, P-Pak Sopir.

Kamu sudah menonton dari tadi, jadi katakan.

Tadi tidak ada di sini, kan?

Yah...

Yah, siapa pun yang menang...

saya ingin mentraktir Anda segelas makgeolli untuk ronde ini.

Silakan, minumlah!

Terima kasih.

Ah, jangan sungkan!

- Saya nikmati ya? - Ya, ya, Pak.

Minum sepuasnya! Ya, ya.

Bisa antar saya ke Pyeongtaek?

Kadang, seperti ini,

saya mengangkut penumpang tanpa pemesanan.

Bertemu seseorang secara tak terduga

adalah salah satu kesenangan menyetir taksi.

Baiklah.

Apa ada yang ingin Anda sampaikan?

Ada dua aturan di taksi ini.

Kadang, seperti sekarang, saya menerima penumpang baru.

Tapi kebanyakan penumpang saya adalah langganan yang sudah memesan.

Dalam perjalanan ke tujuan,

saya memutar musik yang ingin didengar penumpang.

Ada lagu yang ingin Anda dengar?

Ya.

Anda bisa langsung memberi tahu saya sekarang,

atau menggunakan

buku catatan di belakang untuk menulisnya.

Baiklah.

Kalau CD atau kasetnya tidak ada di mobil,

saya bisa menyambungkan ponsel Anda juga.

Begitu.

Saya selalu penasaran lagu apa yang akan diminta penumpang.

Itu yang paling saya nantikan.

Mungkin sekitar satu jam.

Anda orang yang sangat perhatian.

Ya.

Ya.

Mengerti.

Pak, kita sudah sampai.

Ya.

Pak Sopir, bisa tunggu di sini sebentar?

Ada urusan mendadak, dan saya harus segera ke Jeonju.

Itu lumayan jauh.

Tentu. Silakan. Saya tunggu.

Terima kasih.

Anda tidak kabur meninggalkan saya, kan?

Itu dia.

Ya.

- Sudah kembali? - Ya. Sudah lama menunggu?

Ayo berangkat.

- Ya. - Ya.

Jangan-jangan...

Anda tidak ke Jeonju untuk membeli roti, kan?

Maaf?

Saya memperhatikan kantong kertas yang Anda bawa...

dan bertanya-tanya apa Anda suka roti.

Ini?

Kalau bicara Jeonju dan tiga toko roti terbaik Korea...

ada PNB Pungnyeon Bakery.

Begitukah?

Jadi Anda belum pernah mencobanya.

Belum.

Mereka terkenal dengan Choco Pie-nya.

Buat saya terlalu manis.

Saya tidak sanggup makan lebih dari empat.

Tentu saja, kalau makan lebih dari empat Choco Pie...

Yah, karena Anda ke Jeonju, sebaiknya mampir.

Mereka punya banyak selain Choco Pie.

Memangnya sefamous itu?

Memangnya sefamous itu?

Pak...

Anda benar-benar belum pernah mencoba PNB.

Gila. Serius, itu masalah.

Seenak apa sih

sampai Anda naik taksi jauh-jauh ke Jeonju hanya untuk beli Choco Pie?

Ayolah, Pak.

Biasanya saya bahkan tidak bisa menghabiskan sepotong roti, tahu?

Tapi Choco Pie mereka...

Saya bisa makan tiga sekaligus, bukan cuma dua.

Kelasnya sama sekali berbeda dari Choco Pie di toko swalayan.

Anda benar-benar harus mencobanya, Pak.

Ini bikin gemas sekali.

Benar.

Tempat ini hanya menerima uang tunai?

Di mana saya bisa dapat uang tunai?

Perlu cari ATM terdekat?

Antreannya mungkin hanya akan bertambah panjang.

Pak.

Maaf sekali merepotkan, tapi...

Karena Anda toh harus menunggu saya di sini,

bisakah Anda menjagakan tempat saya di antrean?

Saya akan belikan Choco Pie juga untuk Anda.

Tolong.

Baik.

Baiklah, bisa.

Terima kasih, Pak!

Lega sekali.

'Buka'

Silakan masuk.

Sebentar.

Silakan masuk.

Sebentar, ya.

Silakan masuk.

Sebentar.

Silakan masuk.

Sebentar.

Silakan masuk.

- Ayo cepat masuk. - Silakan masuk.

Ya.

Aduh, Pak.

Sedikit begini memangnya cukup?

Bagaimana mau berhasil kalau Anda sependiam ini?

Ayo, angkat sedikit lebih tinggi!

Ya, baiklah.

- Ya... - Yang ini juga, ya?

Anak Anda pasti suka yang ini juga.

Terima kasih.

Dia tak pernah muncul.

Dia kabur tanpa bayar ongkos.

Apa itu akal-akalannya untuk sampai ke Jeonju tanpa membayar ongkos?

Perempuan yang jahat sekali.

Saat sampai di kasir,

saya baru tahu bisa transfer uang juga.

Jadi sebenarnya dia tidak perlu menarik uang tunai.

Perempuan berhati dingin itu.

Dia penumpang pertama saya hari itu, jadi saya tak punya nomornya.

Meski begitu, saya khawatir sesuatu terjadi padanya,

jadi saya menunggu sedikit lebih lama.

Dalam perjalanan ke Jeonju,

saya memikirkan lagu yang dia minta.

Saat itu saya belum paham arti lagu itu.

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Permisi, Pak.

Saya memang akan kembali ke Seoul.

Kalau Anda bisa menunggu sebentar lagi, mau pulang bersama saya?

Yah, boleh.

Itu lebih baik daripada pulang kosong.

Terima kasih.

Bagi Anda para pencinta kopi,

ini pasti kabar baik.

Menurut studi yang dipublikasikan sebuah tim peneliti,

orang yang minum tiga atau empat cangkir kopi sehari

diikuti dalam jangka panjang.

Risiko diabetes, penyakit jantung,

dan penyakit Parkinson ditemukan lebih rendah.

Tim peneliti lain

meneliti 500.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa

orang yang minum kopi setiap hari berumur lebih panjang...

Terima kasih banyak.

Ini, Pak. Minumlah secangkir.

Baik sekali Anda.

Saya memang sedang ingin kopi.

Terima kasih. Akan saya nikmati.

Terima kasih sudah menunggu.

Argonya kan terus berjalan.

Saya yang harus berterima kasih.

Baiklah, ayo berangkat.

Pak, sebelum berangkat...

Maaf terus merepotkan,

bisakah kita mampir ke ATM terdekat sekali lagi?

Saya perlu menarik sedikit lagi uang tunai.

Dalam biliar, tembakan terakhir selalu three-cushion.

Harus mengenai tiga titik untuk menang.

Ada ATM di dekat sini yang saya tahu.

Hari itu, saat mencari perempuan itu,

saya memeriksa setiap ATM di dekat PNB Pungnyeon Bakery.

Jadi ini pasti dekat PNB Pungnyeon Bakery yang terkenal itu?

Ya.

Kalau Anda sering minum kopi,

sebaiknya ingat hal ini.

Menurut sebuah tim peneliti, minum kopi dalam jumlah besar

dapat meningkatkan risiko aritmia jantung

dan memperburuk gejala kecemasan.

Tim tersebut mempublikasikan temuannya.

Tim itu juga mengatakan kafein, komponen dalam kopi,

- dapat mengganggu penyerapan kalsium dan zat besi... - Jadi kita disuruh minum atau tidak?

Penderita osteoporosis atau anemia

harus lebih berhati-hati.

mengimbau...

Kejahatan phishing semakin meningkat.

Kemarin, berkat kesigapan seorang sopir taksi,

seorang kurir uang tunai untuk penipuan telepon berhasil ditangkap.

Mari kita dengar apa yang terjadi

dari penuturan sopir taksi itu sendiri.

Begitu kami sampai di Yeoju,

dia minta saya menunggu sebentar.

Lalu dia ke ATM dan lama sekali sebelum kembali.

Lalu dia minta diantar ke Paju.

Dia naik sambil membawa sesuatu seperti tas belanja.

Sepanjang jalan, dia menelepon dan mengirim pesan.

Saat itulah

saya sadar, 'Ini penipuan telepon.'

Sejak itu, saya terus menyetir saja.

Bisa tunggu di sini sebentar, Pak?

Saya harus segera turun ke Jeonju.

Maaf membuat Anda menunggu.

Ayo berangkat.

Bisa mampir ke satu ATM lagi sebelum kita berangkat?

Ini pusat pengiriman darurat 112.

Ayo, Pak.

Silakan.

Ya.

Anda yang menelepon?

Ini Ayah.

Ayah saya meninggal tahun lalu...

Ayah tahu, iya...

Ayah menelepon karena Ayah tidak di rumah dan mengira kamu mungkin khawatir.

Ayah mengantar seorang penumpang ke Jeonju.

Apa Anda dalam keadaan darurat?

Tentu saja.

Kamu tidak tahu semua orang antre untuk naik taksi Ayah?

Taksi Ayah itu Mercedes.

Mercedes.

Ya, Mercedes 300 tahun 1991

SEL. Kamu hafal itu juga, kan?

Jadi maksud Anda itu taksi Mercedes tahun 1991.

Tapi memangnya ada taksi seperti itu di negara ini?

Kamu tidak percaya Ayah?

Tidak, tidak, tidak.

Kalau begitu, bisakah Anda...

Bisakah Anda memberi tahu tujuan Anda dengan pasti?

Kalau berbahaya...

Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mencobanya.

Tidak jauh dari sini, Pak.

Boleh tidak kita mampir ke toko utama PNB di jalan?

Putri saya

selalu memilih Choco Pie

setiap kali saya membiarkannya memilih camilan, bahkan sejak kecil.

Tentu, ayo.

Sekalian saya coba satu selagi di sana.

Apa sih istimewanya?

Dengar, Sayang.

Ayah akan bawakan Choco Pie dari PNB.

Begitu kamu mencoba Choco Pie mereka,

kamu tak akan bisa makan yang dari supermarket lagi.

Kode Nol dinyatakan. Semua personel yang tersedia, merespons.

Sebuah Mercedes-Benz 300 SEL tahun 1991,

saat ini menuju toko utama PNB Pungnyeon Bakery di Jeonju.

Sayang,

kamu satu-satunya

yang Ayah punya. Kamu tahu itu, kan?

Setelah kita kehilangan ibumu,

Ayah sangat bersyukur kamu tumbuh sekuat ini.

Itu lebih dari cukup bagi Ayah.

Ayah tidak mengharapkan apa pun darimu.

Hanya satu hal.

Kamu tahu kamu tidak boleh meninggalkan Ayah, kan?

Kamu harus menjaga Ayah, ya?

Jangan lupa Ayah sendirian.

- Pak. - Jangan lupa.

Tim kami sedang dalam perjalanan.

Anda tak perlu terlalu khawatir sekarang.

Dan...

Sebaiknya Anda kurangi bicara.

Bicara yang tidak perlu justru bisa membahayakan Anda.

Baik, saya mengerti.

Berat ya harus bicara dengan Ayah selama ini?

Ayah tutup dulu ya!

Jangan. Tolong tetap di telepon.

Halo?

Halo?

Anda terlalu menekan putri Anda,

jadi mungkin dia merasa lebih sulit

berbicara dengan ayahnya, bukan begitu?

Ya, memang sangat sulit.

Meski begitu, bukankah semuanya akan baik-baik saja kalau Anda membawakan Choco Pie?

Apa Choco Pie sehebat itu?

Saya sudah mencari data kendaraannya,

dan hanya ada satu taksi Mercedes 1991 di seluruh negeri.

Sangat mencolok,

pusat operasi Jeonju langsung menemukannya.

Benarkah?

Tapi berdasarkan lokasinya, taksi itu akan sampai

sekitar lima menit sebelum kita.

Benar. Bertahanlah lima menit saja.

Semoga saja.

Tolong.

Antreannya panjang sekali.

Ini tidak akan berhasil. Ayo pergi saja.

Sial, kita datang terlalu cepat.

Bukankah kita datang terlalu lambat?

Antreannya hanya akan bertambah panjang.

Benar, ya.

Sayang sekali, tapi pergi saja?

Sepertinya kita tidak punya waktu menunggu.

Itu antrean untuk Choco Pie.

Anda bisa melewati antrean kalau membeli yang lain.

Tapi Anda bilang putri Anda hanya makan Choco Pie...

Dia perlu belajar

bahwa dunia tidak selalu berjalan sesuai maunya.

Ya.

Silakan pilih saja.

Apa gunanya ini?

Anda tahu,

kan, bahwa antrean Choco Pie akan panjang?

Bagaimana saya bisa tahu tanpa melihat...

Tidak, tidak. Antrean di sini selalu panjang.

Akan tetap panjang juga.

Di tempat seperti ini, mengantre itu sudah hal biasa.

Anda tahu antreannya akan panjang

dan tetap datang ke sini.

Meski antreannya panjang,

saya tahu Anda mau menunggu.

Tidak, saya paling benci mengantre.

Makanya saya bilang kita pergi saja.

Saya memperlakukan Anda terlalu seperti putri saya

dan memojokkan Anda, seolah Anda pelanggan. Ya.

Putri Anda memilih

roti streusel yang biasa saja alih-alih Choco Pie tidak akan tiba-tiba membuatnya

'sadar bahwa hidup tak bisa persis seperti maunya.'

Anda sungguh mengira dia akan bilang begitu?

Sebenarnya, dunia

tidak bekerja seperti yang Anda kira.

Saya hanya berpikir

mungkin kita terlalu terbawa mentalitas ikut-ikutan

dan membesar-besarkan soal Choco Pie.

Anda yang membuat keributan.

Anda kan bisa tidak membeli.

Kenapa membeli roti tak berguna ini?

Dan sejak kita sampai di sini,

apa Anda sadar sikap Anda berubah?

Ada sesuatu

yang tidak beres.

Dia ke mana?

Anda sopir taksi yang melapor, kan?

Ya.

Tapi kami kehilangan tersangka.

Sepertinya dia sadar di saat-saat terakhir.

Kami sudah datang secepat mungkin,

tapi lalu lintasnya buruk.

Serahkan sisanya pada kami.

Dia tak mungkin sudah jauh.

Ya.

Hei, brengsek. Kamu tidak percaya padaku, hah?

- Dasar gila, hah? - Lepaskan!

Aku laporkan kamu.

Bagaimana polisi bisa tahu dan datang lebih dulu?

Pak Polisi!

Ke sini!

Orang ini

pura-pura membeli roti lain dan menyerobot antrean,

lalu menyelinap ke antrean Choco Pie kami.

Saya melihat semuanya!

Perlu saya injak sampai mati?

Dasar tikus! Bocah sialan!

Tidak lihat antrean di sana? Hah?

Dasar tikus!

Bawa dia pergi!

Dia sudah buron sebagai kurir uang tunai untuk sindikat penipuan telepon.

Namanya ada di daftar buronan.

Jadi kantong kertas itu...

Untungnya, seluruh jumlah yang dilaporkan kedua korban

ada di dalam kantong kertas itu.

Berkat Anda, kami bisa mengembalikannya dengan selamat kepada para korban.

Saya tidak melakukan apa-apa, sungguh.

Putri Anda

membuat Anda terseret ke sini karena Anda mencoba membelikannya Choco Pie.

Maaf, tapi

saya bahkan belum menikah

dan tidak punya anak.

Hei, brengsek! Dasar bajingan!

Dasar brengsek!

Anehnya,

saya tak pernah dapat ongkos kalau ke Jeonju.

Pak!

Pak!

Pak!

Akhirnya kita bertemu di sini!

Pak, saya tidak kabur hari itu.

Saya menderita anemia parah.

Tiba-tiba saya ambruk di dalam bilik ATM.

Saya hampir mati hari itu. Sungguh.

Mereka menemukan saya terlambat.

Pak, lihat ini.

Saya serius!

Kepala saya harus dijahit.

Saya langsung ke sini setelah kepala saya dijahit,

tapi malam itu, tak ada taksi sama sekali.

Menakutkan sekali berada di luar malam-malam,

dan saya merasa sangat, sangat bersalah.

- Sebenarnya di sini bisa transfer uang juga. - Saya...

I-ini, di mulut Anda...

- Di mulut Anda, ya, itu... - Ini? Yang ini?

Benar, saya...

Saya akan segera transfer ongkos taksi yang saya tunggak.

Baiklah.

Pak, ini hadiah untuk Anda.

Tolong, makan yang banyak setelah masuk nanti.

Baiklah.

- Saya permisi dulu. - Ya, ya, ya.

Hati-hati pulangnya, Pak.

- Dadah! Sampai jumpa lagi. - Ya.

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.