All language subtitles for Baby.Do.Die.Do.2026.1080p.WEBRip.x264.AAC5.1- YTS.GG - YTS.BZ-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

✦ Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online ✦

Kisah kami dimulai...

...pada malam aku dibunuh.

Hotel itu sudah tutup... sekitar enam bulan.

Kami belum pernah melihat... bagian dalam hotel mewah.

Kami cuma ingin mengintip sebentar.

Aku dan adikku...

kami menghadapi dunia yang keras ini bersama-sama—

satu paket!

Beli satu, gratis satu.

Kami selalu lengket seperti permen karet.

Ke mana pun aku pergi, dia selalu ikut.

Rumah kami begitu sempit sampai nyaris tak ada ruang untuk bergerak,

tapi gedung itu punya banyak ruang...

ruang kosong.

Kalau ada yang tersesat di sana, mungkin seumur hidup pun belum tentu ditemukan.

Kami seperti hasil fotokopi satu sama lain...

Sama persis!

Cuma ada satu perbedaan kecil.

Adikku tuli dan tidak bisa bicara.

Tidak bisa mendengar. Tidak bisa bicara.

Ayah kami peminum berat, dan meninggal karena kebanyakan minum.

Sejak itu, ibu kami juga mulai agak tidak waras.

Jadi, akulah satu-satunya yang menjaga... dan melindungi adikku.

Aku memakaikannya gelang kaki lama

supaya aku bisa tahu dia ada di mana.

Setiap kali gelang itu berhenti berdenting...

aku tahu...

dia tidak ada bersamaku.

Baby?!

Baby! Jangan pernah lepas dari pandanganku.

Sudah lupa?

Seharusnya kami tidak... membuka pintu itu.

Seharusnya kami tidak... menyelinap masuk ke gedung itu malam itu.

Kisah kami dimulai...

pada malam aku dibunuh.

Tapi kisah ini bukan tentang aku.

Ini tentang adikku.

Inilah kisahnya.

Borivali (Cepat), Peron 5

Tidak, aku tidak akan menandatanganinya.

Tanah itu...

aku juga punya bagian di tanah itu.

Silakan saja gugat aku!

Jangan mengancamku. Aku tidak takut padamu.

Ya? Halo?

Ya.

Pelan-pelan jalannya.

Fiuh, jatah pesta minggu ini selesai. Besok kerja lagi.

- Seperti biasa. - Hei.

Hei, cantik.

Mau pesta?

Ya?

Wah!

- Tatapanmu mematikan. - Aku tahu.

Ayo, bilang iya.

Ayolah! Kita pergi.

Yuk?

Hei, ada apa ini?

Tidak ada apa-apa, Pak. Kami sedang pulang dari kantor.

Kami bekerja di IC Infotech.

Kamu tidak apa-apa?

- Tawde! - Ya, Bu?

Minggu lalu ada laporan percobaan pemerkosaan di daerah ini.

Sudah ada yang ditangkap?

Belum, Bu.

Tangkap dua orang ini. Tahan mereka.

- Jangan, Bu. - Kita buat mereka mengaku.

Maaf, Bu.

Bu... Bu, kami dari keluarga baik-baik.

Kelihatannya memang anak baik-baik, Bu.

"Menyusuri jalan-jalan yang penuh orang baik-baik..."

"...tapi angka kejahatan kita... terus saja naik!"

Justru orang yang kelihatan baik-baik itulah yang harus kita waspadai, Bu!

Sepulang kerja, langsung pulang...

- seperti anak baik! - Ya, Bu.

- Mengerti? - Sana.

Pergi!

Mau kuantar ke suatu tempat?

Siapa namamu?

Nama? Namamu?

"Bachchi?"

- Hei... Bu, dia pakai bahasa isyarat! Bahasa Inggris! - Baby!?

"Baby Karmarkar."

"Kar-mar-kar!"

Do, die, do!

Berbuat dan mati—itulah kenyataan besar dalam hidup.

Tapi yang satu ini akan mati, lalu melakukannya lagi!

KENAPA TELEPONKU KAMU TOLAK?

KAMU BAIK-BAIK SAJA?

Sama persis!

Mobil polisi! Kenapa?

Semuanya aman?

Sudah kubilang semuanya akan baik-baik saja.

Papa sudah mengomel terus dua jam terakhir.

"Baby di mana? Dia baik-baik saja? Baby ini, Baby itu..."

Lihat Baby? Dia baik-baik saja, kan?

Baiklah. Sampai jumpa di kantor besok.

Selamat malam.

Mimpi indah.

Mencari seorang pembunuh di kota sepadat Mumbai bukan pekerjaan mudah.

Pembunuh dalam kasus...

yang terjadi 20 tahun lalu itu tak pernah tertangkap.

Tapi selama 20 tahun itu,

siang malam memikirkan pembunuh tersebut...

gadis kecil itu akhirnya menjadi pembunuh juga.

Dari mana saja kamu?!

Entah apa yang kamu lakukan di luar sana...

Jam segini baru pulang?!

Ambilkan air.

Cuci tanganmu dulu.

Jangan sampai kesialanmu menular kepadaku.

Entah tanganmu tadi menyentuh apa saja.

Aku harus minum obat.

Tenggorokanku kering sekali.

Hei! Ambilkan air.

Hei!

Hei, kamu! Ambilkan aku air!

Aku belum minum obat. Sakit sekali.

Ini apa?

Aku tidak mau minum dari ini.

Ambilkan air pakai gelasku yang biasa.

Sudah kubilang aku tidak mau minum dari ini!

Tidak mau!

Kamu mau membunuhku?!

Tuhan, Kau mengambil anak yang salah... anak yang salah!

Baby?!

Ibu pernah bilang, setelah meninggal...

sebagian orang mati menjadi hantu...

yang lain menjadi bintang.

Adikku kadang datang menemuiku di atap.

Tapi bintang jarang terlihat di langit Mumbai.

Kalau orang pacaran sih enak.

Mereka tidak peduli soal bintang atau hantu.

Memangnya apa yang membuat mereka sebahagia itu?

Apa mereka tidak pernah kehilangan orang terdekat?

Wah! Hebat sekali suaranya!

Kamu hebat juga mengajari anak-anak ini musik.

Dulu kerja mereka cuma bikin masalah.

Begitulah hebatnya musik.

Musik bisa menjauhkan orang dari jalan yang salah.

Guru!? Hei, minggir dulu, Pak.

Ada apa, Faizu?

Guru...

Ini Goli— yang pernah kuceritakan.

Dia bisa menyanyi dan menulis lagu.

Calon seniman, Guru.

Masukkan dia ke kelasmu juga, ya?

Tentu, kenapa tidak?

- Jadi, Goli, kamu bisa nyanyi? - Bisa.

Coba nyanyikan sesuatu.

Gila, keren banget! Mantap.

Halo, Pak Rao.

Sudah tiga bulan ada kabar...

tentang pencopet di rute bus nomor 212.

- Bukannya kamu naik bus itu? - Terus kenapa?

Hukumannya enam bulan penjara dan denda 25 ribu rupee.

Pergi sana, polisi sialan!

Faizu, itu kasar.

Jangan omong kosong sama aku.

Kau kira aku anak kecil?!

Ayahku penguasa Pengadilan Tinggi!

Aku paham soal hukum!

- Jangan meremehkanku. - Kalau iya, kenapa?

- Jangan meremehkanku. - Kalau iya, kenapa?

Kasih tahu dia!

Dengar, Pak...

Setrikanya panas...

Setrikanya panas!

Setrikanya panas! Panas!

Pak Rao, setrikanya panas! Ayo pergi.

PENYANDANG DISABILITAS

Salam.

Sebenarnya, tanggal tiga nanti ulang tahunku.

Mau datang?

Pembunuh bayaran yang tuli dan tidak bisa bicara

dan kisah cintanya yang sunyi.

Jangan tertipu oleh kesunyiannya, Bro...

Setelah ini bakal banyak kekerasan.

Kami perlu bertemu Zafar Bhai.

Kamu kira kamu presiden sampai dia harus menemui kamu?

Minggir sekarang.

Zafar Bhai.

Mobil tamu mau lewat. Minggir.

- Tolong biarkan aku menemuinya. - Kubilang minggir!

Minggir. Ada mobil mau lewat.

- Kubilang biarkan aku menemuinya! - Minggir!

Nama, tolong.

Untuk apa kamu perlu tahu namaku?

Namaku tidak akan ada di daftar.

Kamu bukan datang ke pesta ulang tahun Lucky Bhai?

Aku datang untuk menemui Zafar.

Dia menungguku.

Zafar Katkar dengan senang hati mengundang Anda

ke pesta ulang tahun adik tercintanya, Lucky Katkar.

Datanglah dan nikmati pemandangan menakjubkan

dari teras Lucky Towers.

Proyek dari ZK Developers.

Jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk kota,

ZK Developers dengan bangga mempersembahkan Lucky Towers,

istana Anda di angkasa.

Disetujui MAHAVEERA.

Untuk informasi, hubungi 9210555555.

Pemesanan dibuka.

Bukankah Lucky Tower megah?

- Zafar Bhai!

Aku kembali dua menit lagi. Nikmati pestanya.

- Bhavesh! - Apa kabar?

- Saudaraku! - Senang bertemu.

- Ini untukmu. - Untukku!

Seharusnya kamu memberikannya kepada dia.

Nah, itu.

- Biar kuperkenalkan. - Hai, aku ZK.

- Zafar Katkar. - Panggil saja ZK.

- Siapa namamu? - Aku Ash.

- Ash? - Singkatan dari... coba tebak.

- Aishwarya. - Benar.

Pokoknya barnya sudah buka. Silakan nikmati. Aku menyusul.

Ya.

Papa!

Apa kabar, Papa?

Belum pernah sebaik ini.

ZK Bhai!

Tim PR-ku sedang mencoba mengubah citraku. Kamu paham, kan?

Tentu saja aku paham.

Selamat ulang tahun juga untuk Lucky.

Terima kasih.

Dia di mana? Aku tidak melihatnya.

Sedang menuntaskan kesepakatan pertamanya.

Sebentar lagi kembali. Setelah itu kita potong kue.

Sambil menunggu, coba stroberi impor ini.

Aku ada rapat sebentar.

Akan kuselesaikan cepat. Sebentar lagi aku kembali, ya?

Sampai nanti.

Duduk, Papa. Santai saja.

Ayo.

Pak.

Apa-apaan ini, Zafar Bhai?

Aku sudah menunggu setengah jam.

Pak, mau soda?

Baik, dengar.

Aku sudah naik ke atas dan melihat-lihat.

Katanya pemandangannya luar biasa dan segala macam!

Tapi jujur...

aku tidak bisa meminjamkan namaku untuk proyek ini.

Kenapa? Apa masalahnya?

Masalah?!

Masalahnya adalah— kami keluarga Bhambhani,

merek kelas atas yang punya nama.

Sedangkan ini properti sengketa.

Penghuni kawasan kumuh di bawah sedang ribut.

Kamu bahkan belum punya izin air.

Dan izin FSI-mu pun belum jelas.

Ini...

Ini sama sekali bukan proyek yang layak dibanggakan.

Akan jadi layak kalau kamu meminjamkan nama baikmu untuk proyek ini, kan?

Dengarkan aku baik-baik, Zafar.

- Tidak seperti Ayah... - Soda, Pak?

Dengar, aku punya kesepakatan yang sama dengan Arora.

Adikku sekarang sedang bersama Murjhani Builders untuk menutup kesepakatan yang sama.

Aku tidak tertarik.

Aku tidak mau mengerjakan proyek ini.

Itu keputusan final. Titik.

Sepertinya kamu tidak mendengarkan...

Eh?

Teleponmu berbunyi tapi tidak kamu angkat.

Tidak lihat aku sedang sibuk?

Ya, Dik.

Babi kotor itu menghina aku!

Dia menghinamu?

Ya, menghina. H-I-N-A!

Ceritakan semuanya.

Lucky Bhai!

Orang-orangmu tidak akan sanggup melakukannya.

Kali ini kami berpikir BESAR.

Dia benar-benar bilang begitu?

Iya! Masih banyak lagi yang dia bilang.

Jangan dipikirkan, Pak.

Kita bisa tangani. Tunjukkan rencananya.

Rencananya?!

Kamu cukup sekolah untuk membaca cetak biru?

Mungkin terlalu sulit untuk kamu pahami.

Dia benar-benar bilang begitu?

Dia bahkan pakai gerakan tangan waktu mengatakannya.

"Terlalu sulit untuk kupahami!"

Terus apa lagi yang dia bilang?

Kesepakatannya sudah jadi dengan Patil.

Jadi lupakan saja.

Kenapa? Patil terbuat dari emas?

Dia anggota dewan daerah ini.

Dia kuda pacuan, paham?

Kalau aku?

Lalu aku ini apa?

Maaf.

Dia menyebutmu kuda pajangan?!

Benar sekali.

Bukan apa-apa.

Kasih dia uang sedikit, lalu suruh pergi.

Sayang, dia bukan pencuri receh.

Dia Zafar Katkar.

Baik, dengar.

Aku sudah menyelesaikan proposal proyek Juhu

dan juga menjadwalkan pertemuan dengan Patil.

Aku butuh kamu ada di sana, ya?

Sayang, teleponnya masih terus berbunyi.

Sekarang bagaimana?

Tenang saja.

Kamu yang tenang. Aku kepala keluarga.

Dia bisa menembak pantatku.

Ada staf di mobil.

Maruti tahu semuanya.

Dia menelepon lagi.

Matikan saja telepon sialan itu, Sayang.

Sektor properti Mumbai

penuh orang-orang licik seperti itu.

Kita pakai mereka saat kita butuh.

Bukan berarti kita harus tunduk kepada mereka.

Nomor yang Anda hubungi tidak menjawab panggilan.

Kamu yang memberiku nama, kan?

Kenapa namaku Lucky? Lucky apanya!

Hei.

Kamu Lucky, dan akan selalu membawa keberuntungan bagiku.

Aku bahkan menamai Lucky Towers darimu!

Ganti saja jadi Unlucky Towers!

Seharusnya namaku juga Unlucky!

Dasar anak...

Cukup!

Lanjutkan sirkus kalian. Aku pergi.

Butuh 20 tahun untuk membangun menara ini.

Aku menawarkan kemitraan asal kamu mengurus sertifikat izinnya,

aku bukan mengemis!

- Maaf, Zafar Bhai. - Zafar.

Ambilkan soda, Golden.

Duduk!

Buka benda sialan itu!

Pak Bunty Bhambhani,

biar kuceritakan kesepakatanku dengan Arora.

Lihat.

Setelah orang ini kusingkirkan,

dokumen hak tanahnya langsung beres.

Sekarang pulanglah,

duduk bersama ayahmu dan tanyakan

berapa banyak orang yang sudah kusingkirkan

agar properti kalian yang menghadap laut bisa mendapat izin.

Semua catatannya ada di sini.

Menara-menara kalian berdiri tinggi hari ini karena kerja kerasku, paham?

Akulah yang meletakkan fondasinya.

Bagaimana kalau sekarang kuhancurkan?

Ya?

Menara kalian akan runtuh seperti rumah kartu, kan?

Aku menawarkan kemitraan, sebuah kesempatan.

Anggap saja sebagai tanda niat baik, ya?

Aku menghormatimu, kamu menghormatiku.

Rasa hormat harus dua arah.

Kita lihat apakah bisa dicari jalan keluarnya.

"Kita lihat"?!

Kesepakatannya jadi!

Jadi?

Sekarang pergi.

Saat Lucky lahir,

seluruh keluargaku hancur.

Saat itu juga aku memutuskan menjadikannya pembawa keberuntunganku.

Dan lihat sekarang. Lucky Towers.

Ternyata dia benar-benar membawa keberuntungan bagiku.

- Pernah dengar Murjhani Builders? - Hmm?

Zafar, kamu tahu aku biasanya ambil pekerjaan kecil.

- Ini... - Ayolah.

Kerja tetap kerja. Kalau bukan ini, mau kerja apa lagi?

Untuk pekerjaan terakhir.

Papa!

Ini urusan pribadi.

Tolong.

Mickey Murjhani.

Dari Murjhani Builders yang terkenal itu.

Murjhani Tower, Murjhani Paradise

dan Murjhani Shopping Mall

semuanya milik mereka.

Orang besar.

Sangat besar.

Kamu pasti pernah dengar.

Pernah,

tapi bagaimana si tuli ini bisa mendengar?

Murjhani Builder.

Builder.

Dia bukan target kita yang biasa.

Kita perlu mengumpulkan informasi tentang dia.

Ke mana dia pergi dan apa yang dia lakukan.

Kalau kita bisa menangkapnya seperti orang biasa di tengah kerumunan,

pekerjaan kita akan lebih mudah,

tapi dia selalu bepergian dengan mobil ber-AC...

dan pengawal pribadi.

Semakin ketat keamanannya,

semakin besar risiko kita.

Kacangnya habis?!

Katanya campuran camilan spesial!

Ini Murjhani

dan ini kerumunan.

Kita harus menangkap dia di tengah kerumunan bagaimanapun caranya.

Kita harus menangkap Murjhani di kerumunan yang cocok untuk dia.

Ide bagus.

Mau semuanya, ya?

Ingat, Manu.

Kerumunan adalah sahabat terbaik kita.

Ketemu kerumunan yang cocok untuk dia.

Setiap Kamis, si botak pergi ke sebuah klub di Andheri East membawa pasangan baru.

Klub itu khusus mengadakan pesta untuk pria.

Baby tidak bisa masuk ke sana.

Hei, manis.

Mereka sudah tutup?

Belum, baru saja kubawakan teh.

Halo, Paman.

- Anda PM Jain dari Satyanand Properties? - Ya.

Bagus! Maaf mengganggu pagi-pagi begini.

Pintunya tidak dikunci. Jadi saya coba masuk saja.

Setelah ini saya harus ke Pengadilan Tinggi.

Tenang, saya bukan punya sidang di sana.

Saya bekerja di sana.

Saya juga bekerja paruh waktu sebagai makelar properti.

- Omong-omong, saya More. Halo. - Hai.

Begini, Paman. Minggu lalu ada klien datang kepada saya.

Dia masih lajang,

ingin menikah dan berumah tangga.

Dari rumah subsidi ke apartemen satu kamar yang sedikit lebih besar...

Beberapa hari lalu saya dengar ada... apartemen satu kamar di Bhandup.

Setelah saya tanya para penghuni,

saya tahu... apartemen itu disewakan oleh Anda.

Bagaimana, Paman?

Komisinya kita bagi dua, lima puluh-lima puluh.

Ada apa?

Kenapa? Dia tidak bisa bicara atau mendengar?

Kamu juga tidak bisa?

Astaga! Kukira Paman sedang marah.

Oh... Halo, Pak.

Anda bisa bicara dan mendengar?

Bicara dan mendengar...

- Bilang saja, ada apa? - Bisa.

- Apartemen satu kamar di Bhandup. - Ya, saya dengar.

- Nah, bagus. - Ya?

Kukira semuanya tuli.

Apartemen Bhandup itu!

Keluarkan barang-barangnya dan tunjukkan tempatnya kepadanya.

Biar aku yang urus dia, Papa. Jangan khawatir.

Kalau Papa terus memikirkan Pak Hitam-Putih ini,

siapa yang memikirkan pekerjaan?

Fokus, Papa. Fokus.

Sst!

Kurasa dia tidak sanggup.

Ada apa?

Aku melihat dia duluan, Toto.

Pergi sana.

Semua orang mengira akan seru kalau mencobanya sekali.

Dari wajahmu sudah kelihatan, Bro,

ini bukan duniamu.

Lupakan saja.

Pak!

Kita pergi?

Ya.

Pak!

- Halo, Bu. - Bu.

Maruti, ambilkan air.

Halo, Bu.

Bu.

Pak, dengar!

Ada seorang wanita pingsan. Boleh minta airnya?

Bu...

Bu, ada yang menembak Pak.

Pelakunya wanita bercadar, Bu.

Di tempat parkir klub.

Tidak bisa tidur lagi?

Kali ini pekerjaan kita berhasil?

Bukan dia juga?

Kenapa kamu terus melakukan ini?

Pembunuhku tidak juga kamu balas, tapi kamu juga tidak mau berhenti...

Orang-orang tak dikenal malah mati tanpa alasan.

Selamat ulang tahun!

Hei, kamu benar-benar mencintainya atau cuma mau...

- Jangan jorok. Apa sih? - Kamu tahu maksudku.

- Kamu mau menikahinya? - Mau.

- Kalau begitu bicara dengan keluarganya. - Dengar, aku—

Hei! Aku sudah menikah dua kali.

Percaya padaku.

Pernikahanku dengan Mikky bukan pernikahan biasa.

Kami berbeda.

Kami menjalani hidup masing-masing,

tapi tetap ada cinta.

Aku mau Zafar Katkar.

Zafar punya catatan lengkap tentang kebusukan semua orang penting.

Dia dibekingi orang-orang tingkat atas.

Anda tidak ingin membuat laporan resmi.

Jadi, untuk bisa mencapai dia,

kita harus menemukan penembaknya lebih dulu.

Lakukan apa pun yang perlu, secepatnya.

Kalau kalian tidak bisa,

aku akan melakukannya sendiri.

Aku juga pernah harus mengotori tangan untuk bisa sampai sejauh ini.

Bagus! Sepertinya kita akan cocok.

Orang yang Anda hubungi...

Salam, Bibi.

Saya Amandeep Singh Siddhu.

Saya duduk di sini, ya.

Halo.

Bibi, saya berasal dari Punjab.

Saya datang dari Punjab untuk menjadi penyanyi.

Sayangnya, itu tidak terwujud.

Tapi sekarang saya guru musik.

Rumah saya memang agak kecil sekarang,

tapi saya berencana membeli yang lebih besar.

Saya tinggal sendiri dan bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah.

Karena pernah bekerja di tempat makan, saya juga bisa memasak.

Saya orangnya sensitif dan rumahan,

dan sama sekali tidak toksik.

Saya juga sudah beberapa lama belajar... bahasa isyarat.

Maukah Anda menikah dengan saya?

Kamu tidak apa-apa?

Dasar bodoh!

Aku bisa bicara dan mendengar dengan sempurna.

Anakkulah yang tidak bisa.

Dia yang membuatku datang ke sini.

Hah? Siapa?

Baby.

Kamu sudah gila?

Dia benar-benar tidak waras!

Kenapa kamu mau merusak hidupmu?

Kamu sanggup pakai bahasa isyarat seumur hidup?

Ya.

Kamu melakukan ini karena kasihan?

Anak itu tidak bisa dikendalikan.

Dia sama sekali tidak peduli urusan rumah.

Aku yang akan mengurusnya.

Kenapa harus kamu?

Bagaimana kamu akan mengurus semuanya?

Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan!

- Biar kutunjukkan. Ambil sandalku. - Sandal?

Bangun. Ambil saja sandalku.

Katanya mau mengurus semuanya?

Ya, sini.

Kenapa tiba-tiba minta sandal?

Ini apa?

- Lubang. - Benar, kan?

Sudah berkali-kali kubilang supaya dia memperbaikinya,

tapi tidak pernah!

Cuma itu?

Aku lupa bilang.

Aku juga jago satu hal lagi.

Lihat sekelilingmu.

Itu kenyataan.

Orang jatuh cinta lebih banyak bersenang-senang daripada pembunuh.

Sepertinya semua pasangan malam ini turun dari atap mereka.

Seolah-olah ada pertanda dari atas...

AMANDEEP MENIKAHI BABY

Lalu pekerjaan kita?

Aku akan menikah, itu saja.

Kamu dan aku tetap akan bekerja bersama.

Kenapa kamu melakukannya?

Aku tidak tahu.

Aku hanya ingin melakukannya.

Kamu bahagia?

Memangnya kamu tidak?

Dasar menyebalkan!

Selamat, Guru.

Begitu dengar kabarnya, aku langsung beli manisan. Nih, ambil satu.

Emm...

semuanya terjadi begitu cepat.

Belum sempat menata tempat ini.

Waktu pertama kali datang ke Mumbai...

aku kewalahan melihat begitu banyak orang.

Aku tidak mengenal siapa pun. Tidak punya tempat tinggal.

Beberapa malam aku tidur di stasiun kereta.

Di situlah aku bertemu Laxman.

Badannya kecil. Kulitnya gelap.

Pekerjaannya menyemir sepatu orang.

Dia menjelaskan seperti apa kota ini...

"Mumbai itu seperti lautan..."

"dan kita semua seperti sungai..."

"yang mengalir menuju lautan..."

"Begitu sungai menyatu dengan lautan..."

"keduanya tak bisa lagi dibedakan."

"Semuanya cuma tetesan air!"

Suatu hari terjadi desak-desakan di Jembatan Oval.

Laxman yang malang terinjak-injak sampai meninggal.

Dia meninggalkan kotak peralatannya untukku.

Aku pernah melihat kematian dari dekat, Baby.

Aku bisa memahami...

apa yang kamu dan kakakmu alami.

Satu hal lagi...

Aku tidak menikahimu karena kasihan.

Aku menikahimu

karena aku mencintaimu.

Aku...

cinta

padamu.

Hari ini kita tidak bisa bertemu.

Tidak masalah.

Malam ini kita tidur saja, dan bermimpi yang indah.

sebelum ada orang bodoh datang merusaknya lagi!

Bu, kopi?

Sama persis!

Apa kabar, Paman?

Kemarin kamu kelihatan begitu polos...

Tapi setelah mengintip apartemenmu di Bhandup, aku baru sadar...

ternyata kamu rubah tua yang licik!

Kesepakatan bagi hasil 50-50 batal.

Sekarang tawarannya...

lima juta tunai untukku...

dan aku akan melupakan apartemen satu kamarmu di Bhandup selamanya.

Bagaimana?

Aku bekerja di Pengadilan Tinggi, seperti yang sudah kubilang.

Ini semua salahmu!

Sudah kubilang, "keluarkan barangnya... tunjukkan tempatnya, selesai!"

Kenapa tidak kamu lakukan?!

Mana aku tahu...

dia akan membobol apartemen itu?

Siapa yang berbuat begitu?!

Ya...

Siapa yang berbuat begitu?!

Ada sistemnya... aturan dasar harus dipatuhi.

Sekarang kita harus menyingkirkan si bodoh itu!

Sial!

Merpati.

Lupakan, Papa. Hari ini dia tidak akan datang.

Biar aku yang membereskan dia, Papa.

Aku akan menyingkirkannya.

Biar aku saja, Papa.

Aku akan menyingkirkannya.

Jangan khawatir.

Ini tehnya.

NOTARIS

MORE MENGINTIP APARTEMEN KITA DI BHANDUP

Aku menyuruh Manu mengurusnya.

Dia membunuh orang yang salah.

✦ Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online ✦

Ayahku penguasa Pengadilan Tinggi!

Aku paham soal hukum!

Bagaimana bisa begini?!

Ini tidak bisa terus seperti ini...

Apa kabar, Paman? Sehat?

Hari ini, di Pengadilan Tinggi,

si Sheikh yang malang ditembak seseorang.

Seperti aku, dia juga punya vitiligo.

Sesaat tadi aku sempat berpikir jangan-jangan kalian...

maksudku, mengira dia adalah aku lalu...

Paham maksudku?

Lalu kupikir lagi, siapa yang bisa melakukan kesalahan sebodoh itu?

Sheikh pasti punya masalah dengan seseorang.

Sudahlah, sekarang itu sudah lewat.

Segera berikan lima jutaku.

Sudah kubilang aku sangat membutuhkannya.

Jangan paksa aku mengancammu berulang-ulang.

Aku sendiri juga tidak suka, tahu?

Jadi, cepat.

Di saat hidupmu paling gelap,

saat tak seorang pun ada di sisimu.

Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal muncul dari balik bayangan,

dan berdiri di sampingmu...

tepat saat kamu paling membutuhkannya.

Bagiku, orang itu Papa.

Dengar, Siddhu.

Ini kasus pembunuhan.

Penyelidikannya masih berjalan.

Aku sudah bicara dengan atasanku.

Apa yang harus kukatakan pada Faizu?

Kenapa ayahnya dibunuh?

Semua orang butuh sandaran.

Faizu juga membutuhkannya hari ini.

Karena diliputi amarah,

dia juga pasti menginginkannya...

Balas dendam.

Tapi tidak semua orang sanggup memikul beban yang datang bersama balas dendam itu.

Puluhan tahun bisa hilang sebelum kamu menyadarinya.

Aku sedang berpikir

mencari rumah yang lebih besar.

Kamu juga cari.

Tanyakan juga pada Papa.

Tempat yang lebih besar.

Ya, aku sudah di stasiun metro.

Baik, kita langsung bertemu di sana. Sampai nanti.

Hei, aku sudah sampai.

Kliennya sebentar lagi datang.

Kamu sudah di apartemen?

Lantai berapa?

Di mana?

Ya, Pak. Saya melihat Anda.

Pak! Di sini.

Naik saja, Pak.

Ke sini.

Minggu lalu ada klien datang kepadaku.

Pria lajang yang ingin menikah dan berumah tangga.

Dari rumah MHADA ke apartemen 1BHK.

Sudah beberapa hari ini aku berpikir

aku harus membeli tempat yang lebih besar.

Tempat yang lebih besar.

Ada orang di sini?

Tolong!

Dia ditembak!

Semuanya berantakan, jangan gentar.

Perbaiki yang salah,

lunasi utangnya.

Sepertinya sudah waktunya

untuk memilih antara

kisah cinta yang sunyi ini dan kehidupan penuh kekerasan.

PAPA

AKU PERLU BICARA DENGANMU

AKU MAU BERHENTI

Aku mengerti,

tapi keinginanmu itu tidak mungkin, Nak.

Kenapa tidak?

Kamu dan aku akan tetap bersama.

Kita bisa mengambil pekerjaan lain.

Tidak sesederhana itu, Baby.

Kita bekerja untuk orang-orang

yang berpengaruh dan berkuasa.

Aku sudah berusaha menjauhkan kamu dan Manu dari mereka,

tapi mereka tetap ada,

dan kita pun bisa tetap hidup selama kita masih berguna bagi mereka.

Dalam pekerjaan kita, hanya panggilan masuk yang boleh.

Semua panggilan keluar dilarang!

Ada sesuatu yang terjadi padaku.

Aku melihat kakakku.

Dia bertanya apakah aku sudah menemukannya.

Apa yang harus kukatakan kepadanya?

Kalau kamu mau berhenti, berhentilah.

Biar aku yang menangani semuanya.

Kamu sudah seperti anakku sendiri.

KAMU DI MANA, BABY?

AKU SEDANG PULANG, BABY

AKU SEDANG PULANG, BABY

Baby Karmarkar tinggal di sini?

Emm... Ya.

Dia di mana?

Dia tidak di rumah.

Kalian siapa?

Kami polisi, Nak. Kamu kira siapa?

Kamu tahu dia pergi ke mana?

Kamu suaminya?

Ya, dia...

Sejak pagi dia tidak ada di rumah.

Aku tidak tahu dia di mana atau kapan dia pulang.

"Mereka berjanji akan menghabiskan seluruh hidup bersama..."

Indah sekali.

"Sekarang dia bahkan tidak tahu kapan istrinya pulang."

Ada keperluan apa kalian ingin bertemu Baby?

Kasus pembunuhan.

Tidak masalah. Kami tunggu.

Kalian...

Punya surat perintah?

Kita punya surat perintah?

Bu, kita tidak pernah membawa surat perintah. Tidak.

Kami tidak punya.

- Begini saja, simpan kartu saya. - Baik.

Suruh Baby segera menelepon saya.

Ya?

Soal menghalangi kami menjalankan tugas,

lain kali akan saya bawakan surat perintah untukmu juga.

Hei, Papa?

Kenapa teleponku tidak dijawab?

Jangan begitu.

Papa tidak mau bekerja lagi?

Situasi ini harus dibereskan, kan?

Ayo kita ke polisi.

Tembak aku.

Tembak aku!

Bukannya kamu bisa membaca gerak bibir?

Baca bibirku dan pahami ini.

Ya Tuhan!

Dia benar-benar perempuan.

Kamu lihat kacamata ini?

Itu punya Papa, kan.

Dia belum mati. Jangan khawatir.

Belum kubunuh dia.

Aku bilang kepadanya ada pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan,

tapi dia bilang tidak bisa.

Katanya dia sudah tidak sanggup, dan mau berhenti.

Aku bilang, "Kalau bukan kamu, siapa lagi?"

Akan kukirim foto dan alamatnya.

Kabari aku kalau pekerjaannya selesai. Ya?

Tentu saja Papa harus diselamatkan!

Bos, pembunuh bayaran wanitamu sudah datang.

Pembunuh bayaran "perempuan", woi.

Bu, tunjukkan wajahmu.

Lepaskan itu. Ayo, lepaskan.

Lepaskan semuanya.

Ya, dia mengerti. Dia paham semuanya.

Tidak! Bukan itu.

Taruh itu.

Taruh. Ayo.

Di lantai.

Bagus.

Kamu yang membunuh Murjhani, kan?

Itu atas perintahku.

Maksudku, perintah kakakku, Zafar Katkar.

Kamu pasti pernah dengar namanya.

Ups!

Dia tidak bisa mendengar.

Lucky Bhai!

Lucky Bhai, dia sudah datang?

Ya, sudah.

Diam dan tenang saja di sana.

Apa? Mencari Papa?

Aku membunuhnya.

Aku yang membunuh Papa.

Aku membunuhnya, paham?

Sallu, kamu saja.

Laki-laki sejati tidak membunuh perempuan. Kamu saja.

Laki-laki sejati!

Apa-apaan kamu?

Aku juga laki-laki. Bagaimana aku bisa membunuhnya?

Kamu saja.

Hei, kubilang tembak dia.

Kalau orang tahu aku membunuh perempuan,

namaku di jalanan bisa hancur.

Tidak akan ada yang tahu. Lakukan saja.

Sudah kubilang, tembak!

ZK Bhai bilang cuma kamu yang boleh menembaknya.

Sekarang aku berubah pikiran. Kamu yang tembak. Ayo.

- Hentikan, senjatanya bisa meletus. - Biar saja.

- Lepaskan. - Biar meletus.

Sallu, berhenti menembak. Berhenti, brengsek!

Lucky Bhai!

Lucky Bhai! Halo?

Diam! Jangan bersuara.

- Sallu! - Ya, Bhai?

Dia di mana?

Tidak tahu, Bos.

Dia mati?

- Aku tidak dengar suaranya, Bos. - Jangan...

Bodoh, dia tidak bisa bicara! Mau dengar apa?

Cari dia.

Aku di lantai. Jangan arahkan cahaya ke sini.

Ketemu?

Sallu!

Sallu?

Lucky Bhai?

Lucky Bhai, semuanya aman?

Hei...

Aku... aku tidak melakukan apa-apa.

Itu Zafar Bhai... ZK!

ZK yang menyuruhku. Aku tidak bersalah. Tolong!

Biarkan aku pergi.

Lepaskan aku. Ampuni aku.

Aku membunuh Papa. Aku yang membunuhnya, paham?

Tiga...

tarikan napas dalam.

akan membuat rasa takut itu hilang.

Ayo bawa mayatnya dan pergi.

Maksudku, bawa Lucky Bhai dan pergi dari sini.

Pertama, perempuan itu harus mati.

Setelah itu baru kukuburkan adikku.

Nomor yang Anda hubungi sedang tidak dapat dijangkau.

Papa, semuanya baik-baik saja?

Telepon Papa mati sejak kemarin.

Telepon Baby juga.

Dia mengirim pesan, katanya ada sesuatu yang terjadi.

Rumahnya terkunci.

Ada orang-orang yang mencarinya.

Tukang laundry bilang

dia dan keluarganya bersembunyi di gubuk seseorang bernama Goli.

Akan kukirim lokasinya.

Cepat datang.

Sampai nanti.

GUBUK GOLI

Kamu membunuhnya...

Mereka benar-benar membunuh Papa?

Mereka tidak akan membiarkan kita hidup.

Mereka tidak akan membiarkan siapa pun dari kita.

Mereka akan membunuh kita semua.

Mereka tidak akan menyisakan siapa pun.

Mereka akan membunuhmu. Papa sudah mereka bunuh.

Kita harus mengeluarkan semua orang dari sini.

Manu dan Faizu, pergi ke rumah Ibu.

Aku menyimpan tas hitam di loteng.

Di dalamnya ada uang. Ambil.

Setelah itu, pergi ke rumah kita dan ambil beberapa pakaian.

Bawa juga payungku.

Untuk apa membawa payung itu?

Aku sudah tahu suatu hari kamu akan membawa kita ke masalah besar.

Jauhkan benda itu dariku.

Kamu tahu betapa berbahayanya itu?

Ini keputusan yang tepat...

Ayo tinggalkan kota terkutuk ini.

Ini mengingatkanku pada ayahku.

Wajahnya bercak hitam-putih seperti ini.

Dia orang biasa.

Aku terus bertanya-tanya kenapa ada yang tega melakukan itu padanya.

Minggu lalu seseorang menembaknya di luar Pengadilan Tinggi.

Kalau aku menemukan pembunuhnya,

akan kutanyakan kepadanya

kenapa dia membunuh ayahku.

Apakah karena dendam,

atau memang murni salah sasaran?

Sial. Ayo pergi. Kenangan buruk cuma bikin berat.

"Kita harus membawa keluarga keluar dari sini dulu."

"Setelah itu, kita berpisah."

Lima tiket dari Mumbai ke Bathinda untuk besok.

Papa, teleponmu mati sejak kemarin.

Telepon Baby juga.

Dia mengirim pesan, katanya ada sesuatu yang terjadi.

Rumahnya terkunci. Ada orang-orang yang mencarinya.

Kudengar dia dan keluarganya bersembunyi di gubuk Goli.

Akan kukirim lokasinya.

Sampai nanti.

Ini urusan pribadi.

Kamu sudah kirim pin lokasinya, kan?

Sial!

Tempat ini benar-benar mengingatkanku pada masa kecil.

Golden, kamu tahu

aku dan Lucky dulu tinggal di gubuk seperti ini?

Baunya sama.

Dulu aku tidak mau tinggal di sana,

aku ingin tinggal di menara tinggi di lantai paling atas,

jauh dari bau ini.

Entah kenapa aku merasa begini...

mungkin hanya karena Lucky sudah tiada.

Karena sekarang aku malah suka bau ini.

Hei, Nenek.

Sedang masak apa?

Bhakri? Jhunka?

Bagus.

Mantap.

Aku kelaparan.

Dua malam aku belum makan.

Hei!

Faizu, lari. Pergi!

Bawa Bibi dan pergi.

Aku tidak akan pergi ke mana-mana.

Cukup sudah lari dan bersembunyi.

Aku tidak takut pada bajingan-bajingan ini.

Zafar Bhai, tolong lepaskan dia.

Dia tidak ada hubungannya dengan ini.

Faizu, lari.

Kubilang pergi! Pergi sekarang!

Baby di mana?

Dia kabur bersama suaminya

entah ke mana.

Begitu.

Dia cepat juga.

Sudah berhasil kabur!

Kamu tahu

dia membunuh adikku?

Dia makelar properti.

Panaskan saja makanannya, Nenek.

"Makelar properti!"

Apa?

Kamu berani menembak?

Akan kutembak, Zafar Bhai.

Kalau begitu kenapa keberanian itu tidak kelihatan di matamu?

- Aku akan menembak. - Silakan.

- Akan kutembak kamu. - Tembak saja!

Dasar bajingan!

Kamu benar-benar menembak!

Ternyata kamu punya nyali.

Kalian bepergian cuma membawa satu peluru?

Tadi malam kami latihan menembak botol di atap.

Jadi tinggal satu peluru.

Seharusnya dia sekalian kalian bawa untuk latihan sasaran.

Kesempatan terakhir—Baby di mana?

Dia sudah kabur.

Dia tidak akan kembali.

Oh, dia akan kembali—untuk pemakamanmu.

Benar, kan?

Golden!

Semua orangku sudah tiada.

Tak ada lagi yang perlu kuselamatkan.

Kecuali satu orang.

Tapi untuk menyelamatkan cinta,

kisah cinta ini harus ditunda sebentar.

Diam bukan lagi pilihan.

Bisa ambilkan aku teh?

Baby...

Aku bukan Baby.

Aku saudarinya...

Didi.

Malam itu aku juga mati bersama saudariku.

Seharusnya aku yang mati, bukan dia.

Pembunuh itu hanya melihatku.

Gelang kaki Baby berbunyi nyaring.

Jadi kulepas dan kusimpan bersamaku.

Aku melepaskan tangan Baby sebentar dan...

dia terpisah dariku.

Kamu tahu?

Butuh tiga sampai empat menit untuk mencekik seseorang sampai mati.

Dia sedang mencekik Baby dan aku...

aku berdiri di sana dan mendengarnya.

Tak berdaya...

Ibu melihat gelang kaki Baby ada padaku

dan mengira aku adalah dia.

Saat itu, diam terasa lebih mudah.

Dan sejak itu aku terus membisu,

tapi tidak lagi.

Aku punya rencana.

Halo, Bu.

Saya Amandeep Singh Siddhu,

suami Baby Karmarkar.

Anda meminta kami menghubungi Anda,

jadi kami menghubungi Anda.

Kami membutuhkan bantuan Anda.

Bisakah Anda mengatur pertemuan untuk kami?

"Aku membunuh Mickey Murjhani."

"Zafar Katkar yang memberi perintah."

"Zafar Katkar membunuh seluruh keluargaku"

"karena aku membunuh adiknya."

"Sekarang Zafar Katkar sedang memburuku."

"Aku bisa menyerahkan Zafar Katkar kepada kalian, hidup atau mati."

"Lebih baik mati."

"Aku tidak peduli apa yang akan terjadi padaku,"

"tapi suamiku tidak boleh mendapat masalah dari polisi karena semua ini."

"Dia sama sekali tidak terlibat."

Bisakah kita mempercayainya?

Pilihan apa yang dia punya?

Suatu hari Zafar akan menemukannya dan membunuhnya.

Ya, tapi kalau dia bisa memancing Zafar keluar,

dia bahkan mungkin bisa membunuhnya.

Masalah Anda akan selesai

dan kami tidak perlu melakukan penangkapan resmi.

Bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya?

Dalam pertempuran, pion memang akan tumbang.

Sekitar pukul sembilan pagi tadi,

sebuah gubuk di Laxminagar, Bhayander, terbakar.

Tiga jenazah ditemukan dan belum teridentifikasi.

Keterangan saksi menyebutkan

penyebab kebakaran adalah ledakan tabung gas.

Kita harus menemukan perempuan itu sebelum es mencair.

Ya, Bhai.

SIAPA INI?

AYO BERTEMU

AKHIRI SEMUA INI

Dan akhirnya...

kisah ini akan berakhir di gedung yang sama

tempat semuanya bermula.

Gedung itu sudah mati jauh sebelum aku mati.

Dulu, tempat ini masih sebuah gedung.

Sekarang hanya reruntuhan.

Tapi ini Mumbai,

dan bahkan reruntuhan di sini tidak pernah benar-benar kosong.

Baby.

Baby! Baby...

Hei, dia tuli.

Dia mau bermain!

Ayo.

Dalam 20 tahun, gedung ini telah...

berubah menjadi tempat tinggal orang-orang tunawisma

yang digusur saat pembebasan lahan.

Masuk lagi.

Zafar pasti juga membuat sebagian dari mereka kehilangan rumah.

Kerumunan orang-orang tunawisma.

Periksa semua ruangan.

Papa benar.

"Kerumunan adalah sahabat terbaik kita."

Halo. Dia sudah menembak mati satu orang.

Awasi Zafar saja. Itu tugasmu.

Perempuannya di mana?

Dia di mana?

Dia membunuh dua orang lagi.

- Zafar di mana? - Biar kuperiksa.

Tawde!

Kita polisi, bukan pahlawan.

Ke sini.

Sial!

- Zafar Bhai. - Minggir.

- Saya ingin bertemu Anda... - Pergi!

Anda berjanji memberi kami rumah

di belakang Lucky Towers, Pak.

Bu, kita punya masalah.

Baku tembak sudah dimulai.

Zafar masuk lebih jauh dan perempuan itu juga menghilang.

Hei! Hei, berhenti.

Dengar, fokus saja pada Zafar.

Kita harus mendapatkan dia bagaimanapun caranya.

Kamu membunuh Lucky?!

Bajingan!

Sial sekali nasibku.

Pembunuh itu akhirnya ada di depanku hari ini.

Tapi sepertinya...

kali ini aku benar-benar akan mati.

Dia sudah membunuh seluruh keluargaku.

Dia juga akan membunuh Siddhu.

dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Tapi ini kisah Baby Karmarkar...

yang akan berbuat dan mati...

lalu melakukannya lagi.

Butuh tiga sampai empat menit untuk mencekik seseorang sampai mati.

Dia sedang mencekik Baby

dan aku hanya mendengarnya.

Aku berdiri di sana dan hanya mendengarnya.

Bu, Zafar Katkar sudah mati. Dipastikan tewas.

Zafar!

Pekerjaannya selesai?

Semoga Baby tidak terlalu menderita.

Dia sudah seperti anakku.

Kukira dia mengerti

bahwa dalam pekerjaan kita, hanya ada jalan masuk, tidak ada jalan keluar.

Kalau orang lain, pasti sudah kuurus.

Dia anakku.

Hei, Papa.

Jangan sedih.

Aku di sini. Biar aku yang urus. Jangan khawatir, ya?

Murjhani dibunuh seorang perempuan!

Perempuan tuli yang tidak bisa bicara membunuhnya dengan payung!

Ya Tuhan!

Aku ingin membunuhnya.

Banyak orang mati

dengan sia-sia.

Ini salahku.

Aku harus menebusnya.

Apa kabar?

Selama ini Papa sudah tahu bahwa...

Zafar yang membunuh saudariku, kan?

Di kota sebesar ini,

mencari pembunuh yang kehilangan satu telinga.

Entah berapa lama itu akan memakan waktu.

Tapi aku percaya kepada Tuhan.

Kita akan terus berusaha...

Semoga suatu hari kita menemukannya.

Nak!

Akulah yang bersalah kepadamu.

Aku harus menebus kesalahanku.

Lihat, aku sedang berusaha.

Semoga suatu hari kamu juga mau memaafkanku.

Tidak, Papa.

Aku justru berharap Papa mau memaafkanku.

✦ Streaming Movie Kualitas FullHD Gratis di gfymultimedx.online ✦

- Sudah? - Ya.

Sudah.

Jadi, apa rencananya?

Sebenarnya tidak ada rencana.

Yakin?

Ya.

Aku sudah mengirimkan foto

beserta lokasinya.

Kamu tahu apa yang harus dilakukan.

Semoga berhasil.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.