Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Selamat Datang Konferensi HAM Global 2010
- Dia di mana, Stace? - Jangan cemas, dia segera datang.
Ini konyol, dia akan tampil kurang dari 5 menit lagi.
- Tak apa, Tn Lynch. Dia datang. - Minta dia naik panggung.
Kuberi tahu yang lain dia akan masuk.
Tn. Brava, kita harus bergegas.
Salinan pidatomu tidak dirilis. Kenapa dirahasiakan?
Dengarkan saja nanti.
Kau bisa beri tahu kami apa yang akan kaukatakan nanti?
Kau mau kutipan? Baik.
Pedagang manusia seperti kecoak yang bersembunyi dalam kegelapan.
Mereka harus diperlihatkan pada cahaya.
Apa maksudmu diperlihatkan? Kau akan sebut nama seseorang?
Tn. Brava, tolong jelaskan pidatomu nanti.
- Aku akan segera kembali. - Tn. Brava!
Konferensi dimulai 5 menit lagi, harap masuk ke aula utama.
Tn. Brava?
Kita benar-benar harus...
Tolong bantu aku!
Andy Burnside, Sherif Kane County.
Agen Teresa Lisbon, ini Patrick Jane, konsultan kami.
Korban bernama Hector Brava. Dia pelaksana kebajikan.
Dia jalankan organisasi bernama Sheltering Light Foundation.
Mereka perangi perdagangan manusia. Konferensi sedang berlangsung.
Seharusnya dia menyampaikan pidato.
- Jadi kau si Cenayang itu? - Cenayang itu tak ada.
Kematian disebabkan pukulan benda tumpul di belakang kepala.
Anak buahku temukan alat pemadam dengan noda darah.
Tapi tak ada sidik jari yang bisa digunakan.
Jika dia mau berpidato, kenapa dia ada di belakang sini?
Karena ini.
Itu SMS.
'Temui aku melalui pintu pegawai. Carmen.'
Pengirim sedang dilacak.
Berapa banyak orang bernama Carmen di hotel ini?
Dua pegawai hotel dan dua lainnya yang menghadiri konferensi.
Mereka semua punya alibi. Kami akan terus mencari.
Dompetnya ada padanya. Ada kartu kredit dan uang banyak.
- Jadi ini bukan perampokan. - Mungkin. Di mana bahan pidatonya?
Katamu, Brava akan berpidato. Dia seharusnya bawa bahannya.
Atau setidaknya catatan. Kautemukan sesuatu?
Tidak.
- Cari apa pun tentang pidatonya. - Baik.
Ada apa?
Ada kontradiksi dalam kasus ini.
Teknik pembunuhannya sendiri terlihat berimprovisasi.
Alat pemadam, lokasi semi publik. Tapi kiriman SMS itu direncanakan.
Tak ada tanda perampokan.
Tak ada penyerangan, selain pukulan di kepala.
Pembunuhan ini bukan karena amarah, lebih kepada tindakan putus asa.
Pembunuh ingin mencegah Brava lakukan atau mengucapkan sesuatu.
- Begitulah kata cenayang kami. - Cenayangmu?
- Kristina Frye. - Kau bercanda.
Kau pernah dengar tentang dia?
Santai saja. Jangan paksa ingatanmu.
Ingatanmu akan datang, detailnya akan muncul.
- Kau bayar dia berapa? - Bukan urusanmu.
Sebanyak itu? Aku bekerja pada orang yang salah.
Nn. Frye, senang bertemu denganmu lagi.
Aku juga. Terima kasih.
Jadi kau sudah menguasai sherif?
Sherif Burnside adalah pria yang berpikiran terbuka.
Ya, dia juga suka menonton TV dengan kucing tidur di pangkuannya.
Sementara ibunya duduk di sampingnya dan merajut.
Tapi aku yakin dia lebih suka hal itu dirahasiakan.
Katamu kau bukan cenayang.
Dia cenayang, tapi belum siap untuk menerimanya.
Sebenarnya, ada bulu kucing di celanamu.
Tak ada cincin kawin menandakan kau hidup dengan ibumu.
Jika kau mau percaya mendiang Paman Harry-nya...
Turun dan membisikkannya di telingaku, terserah saja.
Apa kau tak pernah bosan dengan sikap sinismu sendiri?
Sangat bosan.
Tapi apa pilihan lainnya?
Kita biarkan mereka mengobrol.
Maaf tentang cerita ibumu tadi.
Aku punya pertanyaan. Kenapa kau bekerja pada polisi?
Kukira kau psikoanalisis spiritual. Apa pasienmu memahamimu?
Aku masih praktik. Kenapa? Kau mencari terapis?
Biar kupikir dulu. Tidak.
Kudengar psikoanalisis itu penyakit yang menyatakan dirinya penyembuh.
- Selain itu kautambahkan hantu. - Ejekan refleksif.
- Itu tandanya jiwamu terganggu. - Kau bosan, 'kan?
- Mudah mendapatkan uang mereka. - Tidak.
Kurasa bakat kita mengharuskan kita membantu orang.
Begitu? Kelebihan kita memberi sebuah kewajiban.
Aku suka kalimat itu.
Kata Van Pelt, ada masalah melacak SMS yang diterima Brava.
Jejaknya mengarah pada lokasi yang tak dikenali.
Tak bisa dilacak kembali.
Dia akan periksa panggilan lain, melacak semua panggilan itu.
Pidatonya?
Belum ada kabar dia membawanya atau tidak.
Kita belum bicara pada istrinya. Dia ada di dalam.
Hector dan aku tahu hal seperti ini akan terjadi.
Katanya banyak yang dipertaruhkan daripada cemaskan dia.
Apa yang kau dan suamimu cemaskan?
Pedagang manusia. Mereka yang dapat hasil dengan memperbudak yang lain.
Hector tak pernah lelah memburu mereka.
Menurutmu, ada orang yang ingin membunuh dia?
Suamiku menerima setengah lusin ancaman sejak Natal.
Jika kautanyakan nama, kami tak biasa menyimpannya.
Dia akan berpidato hari ini. Apa dia membawanya?
- Ya. Kenapa? - Ada kerahasiaan tentang itu.
- Kau tahu dia mau bicara apa? - Aku tidak tahu.
Itu wajar.
Hector jarang ceritakan detail pekerjaannya padaku.
Itu caranya melindungiku.
Kalian mungkin harus bicara pada Russel Bigelow.
Dia lakukan riset untuk Hector.
Ilsa.
Kau sudah diberi tahu siapa aku dan apa pekerjaanku?
Ya.
Komunikasiku dengan dunia lain...
Seperti sambungan jarak jauh dengan jaringan yang buruk.
Sering kali pesan yang kuterima tak ada artinya bagiku.
Tapi tidak bagi mereka yang sudah tak ada, paham?
Aku tak begitu percaya pada hal-hal supernatural.
Bukan kau saja.
Suamimu ingin aku mengingatkanmu pada sesuatu.
Yang bisa membuatmu tersenyum. Aku dapat gambaran...
Bunga sakura?
- Apa itu berarti sesuatu bagimu? - Ya.
Kami menikah di bawah pohon sakura.
Bagaimana kau bisa tahu?
Suaminya bisa mengingatkan tanaman pernikahannya...
Tapi tidak ingat pembunuhnya?
Menyeberang ke sisi yang lain bisa membingungkan.
Seperti tersadar dari bius. Kadang perlu waktu untuk sadar.
Itu masuk akal.
Apakah nama Carmen berarti sesuatu bagimu?
Judul opera. Kenapa?
Bagus. Sekarang giliranku.
Suamimu pernah berselingkuh? Atau kau yang berselingkuh?
Kenapa kautanyakan itu?
Kau sangat mulia, bermartabat, tabah...
Dan bergaya seperti Jackie O.
Mungkin kau tak peduli dan senang suamimu tewas.
Mungkin juga tidak.
- Aku ingin kalian pergi sekarang. - Ide bagus.
Terima kasih atas tehnya. Sangat enak.
- Kerja bagus. - Dia sembunyikan sesuatu.
- Aku ingin tahu apa itu. - Apa yang kauketahui darinya?
- Ini masih dini. - Tangannya kuat.
Kalau itu aku tahu.
Aku tak yakin masalah ini baik untuk dibicarakan.
Aku hanya peneliti.
Tn. Bigelow, kami paham kau takut. Kami perlu tahu isi pidato itu.
Perdagangan manusia menghasilkan miliaran dolar.
Ada orang pemerintah di balik ini. Mereka bisa menjangkau siapa saja.
- Kematian Hector membuktikannya. - Kami bisa berikan perlindungan.
Asal katakan apa yang kau tahu.
Jika kau tak membantu kami, usahamu menghentikan mereka...
Akan percuma.
Perdagangan manusia gunakan usaha yang sepertinya legal...
Untuk mencuci uang di seluruh dunia.
Aku awasi jejak audit. Kami memiliki koneksi.
- Itulah isi pidato Hector. - Koneksi seperti apa?
Kalian pernah dengar Koalisi Anti Perdagangan Manusia Dunia?
- Salah satu pendukung konferensi? - Penyumbang besar.
Dikelola oleh Christopher Lynch.
Mereka bantu kami mematikan banyak jaringan.
Tapi perdagangan berlanjut.
Uang beralih ke tempat lain. Perlu beberapa lama melacaknya.
Ternyata koalisi itu hanya kedok kelompok pedagang.
Mereka manfaatkan kami untuk matikan persaingan mereka.
Mereka menciptakan monopoli.
Inilah pidatonya. Ini salinanku.
Kenapa kau tak beri tahu pihak berwenang saat tahu itu?
Karena Hector bilang, dia akan adukan Lynch di depan umum.
Kukatakan itu terlalu berbahaya, tapi Hector tak mau dengar.
Brava pernah menyebut orang bernama Carmen padamu?
Tidak. Kenapa?
Bigelow bilang pemberantas perdagangan manusia...
- Adalah pedagang manusia? - Tampaknya begitu.
Kau dan Cho, bicaralah pada Lynch. Lihat tanggapannya.
Kalian bercanda? Selera humor kalian buruk.
Hector adalah seorang mitra dekat dan teman baik.
Dia berencana berpidato mengumumkan Koalisi-mu...
- Kedok perdagangan manusia. - Dia sebut namamu secara khusus.
Ada yang mengecoh kalian.
Tak ada dasar kebenaran dalam hal ini.
Para pedagang ingin memecah kita, membuat kita saling mencurigai.
- Sepertinya Brava mencurigaimu. - Dia lihat konspirasi di mana pun.
- Dia suka menjadi sorotan. - Kami membaca pidatonya.
- Kasusnya cukup meyakinkan. - Kita jernihkan masalah sekarang.
Kuminta pengacaraku izinkan kalian lihat semua catatan kami...
Agar kalian lihat tak ada yang disembunyikan Koalisi.
- Nama Carmen berarti bagimu? - Tidak.
Kau tahu siapa yang mau membunuh Brava?
Mungkin hanya beberapa ratus orang.
Tunggu dulu, ada satu hal. Pada malam kedua konvensi...
Aku lihat Hector bertengkar dengan pria bernama Tariq Sharif.
Di luar bar hotel. Dan aku berani bertaruh...
Pertengkaran itu mengenai seorang wanita.
- Bagaimana kau tahu? - Karena aku kenal mereka.
Mereka tentunya tak membicarakan tentang kebijakan imigrasi.
- Bagaimana dengan Lynch? - Katanya Tariq Sharif...
- Bertengkar dengan Brava. - Kuperiksa identitas Sharif.
Kulihat catatan yang dikirim pengacara Lynch.
Sekilas, tak ada apa pun yang mendukung tuduhan Brava.
Kuperiksa rekaman teleponnya. Dia menelepon sekali...
Ke nomor ponsel tak dikenal setelah wawancara kami.
- Asalnya tak diketahui? - Itu yang aneh.
Panggilan itu berakhir di menara seluler entah di mana.
- Itu memang aneh. - Mungkin kita harus memeriksanya.
Ini dia. Aku dapat.
Ini Tariq Sharif.
Aku akan cari apa ada yang melihat Sharif.
Permisi.
Dia ada di kolam renang.
- Kau sedang apa? - Tak ada.
- Tn. Sharif? - Ya.
Kami dari CBI.
- Silakan duduk. - Kami akan duduk.
Aku memberi tahu Tn. Sharif, jiwanya sedang terganggu.
Ada kesalahan yang ingin dia perbaiki.
- Menarik. - Hector adalah teman lama.
Aku dorong dia untuk mengatasi masalah perdagangan manusia.
- Aku merasa bertanggung jawab. - Kacamatamu bagus.
- Boleh kucoba? - Tidak.
Tn. Sharif, tolong buka kacamatamu.
Sekarang.
Matamu memar.
Ini kesalahpahaman. Hector sedang mabuk.
Ini tak ada hubungannya dengan Ilsa, 'kan?
- Tak seperti itu. - Memang seperti itu.
Hubunganmu dengan Ilsa sangat kuat. Ada ikatan.
Ilsa dan aku dulu sangat dekat.
Kebetulan kami hanya berdua pada malam pertama.
Aku mengungkapkan kekagumanku padanya.
Dia membalas perasaanku, tapi dia takut mengambil tindakan.
Hector mengetahuinya. Meski munafik, dia menyerangku.
- Kenapa dia munafik? - Dia sendiri juga tidak setia.
- Seperti yang kukatakan. - Benar.
Maksudmu, Tn. Brava tak setia?
Aku pencinta damai, bukan pengecut.
Kau tak bisa menyerangku tanpa ada akibatnya.
Aku pergi ke kamar hotelnya di malam sebelum kematiannya...
Untuk menemuinya.
Seorang wanita pergi dari sana.
Dia bukan Ilsa.
Dia salah seorang peserta konferensi?
Bukan wanita seperti itu. Dia muda dan cantik.
Bajunya murahan. Menurutku dia PSK.
Carmen.
Hanya bangunan ini yang berada sekitar 800 meter dari menara...
Di mana telepon Lynch berhenti.
- Aku tak lihat apa-apa. - Memang tak ada.
- Apa mereka punya anjing? - Mungkin.
Dengar.
Di sana.
Kalian salah membaca situasi.
Aku benar-benar tidak tahu tentang tuduhan kalian padaku.
Kau berbohong. Ada rekaman telepon.
Kau menyuruh begundalmu untuk mengurung para wanita itu...
- Agar kalian bisa lari. - Maaf? Begundal apa?
Rekaman bisa dipalsukan.
Para wanita di truk itu dan Hector Brava, kau pelakunya.
Kau salah.
Aku menangisi orang-orang malang yang kautemukan.
- Dan Hector adalah teman baikku. - Bagaimana dengan Carmen?
Carmen siapa?
Di mana pengacaraku?
- Dia tangguh. - Sosiopat.
- Serigala di antara para domba. - Kini dia serigala tertangkap.
Panggilan itu cukup mengaitkannya pada 20 tuduhan kejahatan...
Belum termasuk pembunuhan. Dia akan dihukum lama.
- Wanita yang itu menyukaimu. - Yang mana?
Yang berambut pirang dan kau menyukainya.
Entah ini mengarah ke mana.
Kau pasti tahu. Kau pernah berpikir untuk menjalin hubungan lagi?
Pernah?
- Topik ini cepat sekali dibahas. - Menurutku itu hal yang bagus.
Apa yang bagus?
Menetapkan tuduhan pembunuhan Brava kepada Lynch.
- Kita sudah seberapa dekat? - Pengakuan akan membantu.
Kenapa kau tak tanya salah satu rohnya?
Mereka pasti menyediakan bukti yang diperlukan.
Kau mau ke mana?
Kasus ini akan terpecahkan tanpa bantuanku.
Aku punya urusan lain.
Christopher Lynch tak membunuh Brava.
Ya. Emosi yang dia coba sembunyikan adalah rasa jijik.
Lynch tak menganggap dia cukup berharga untuk dibunuh.
Dia orang jahat, tapi dia bukan pelaku kejahatan ini.
Bagaimana jika kubilang bukan roh, tapi insting? Kau bisa terima itu?
Mungkin.
- Mereka suruh aku ikut denganmu. - Kenapa?
Karena terakhir kali kau bicara pada Ilsa Engels...
- Dia melempar cangkir teh. - Itu lepek, bukan cangkir.
Siapa bilang aku akan menemui Ilsa Engels?
Katakan itu tak benar.
Dia anggap aku baik. Aku bisa komunikasi dengan suaminya.
Dia hanya akan bicara padamu jika aku ada.
Kurasa tak ada pilihan selain mengajakmu bersamaku.
Kau pikir kau memanipulasiku untuk ikut denganmu, 'kan?
Tidak. Kupikir kau memanipulasiku untuk berpikir...
Aku memanipulasimu untuk ikut denganku.
Baik, aku langsung saja. Aku ingin minta maaf...
Tentang perkataan tak sopanku yang mengesalkan sebelumnya.
Dengan rendah hati, aku meminta maaf.
Maaf.
Kau mau berbicara sedikit tentang Tariq Sharif?
Saat itu dia sedang mabuk. Dia bicara hal yang tak perlu.
- Dan aku pergi darinya. - Lalu suamimu pukul wajah Tariq.
Aku tak minta Hector memukulnya, jika itu yang kautanyakan.
Aku akui aku sedih Hector memukulnya.
Dia ucapkan kata-kata yang...
- Dia tak sopan dan kasar. - Tak sopan dan kasar? Itu buruk.
Kami ingin tanyakan lagi tentang malam sebelum kematian Hector.
Aku hadiri rapat departemen, aku menginap di Berkeley.
Dan apa mungkin ada wanita yang menemui Hector malam itu?
Jika Tariq mengatakan itu, berarti dia berbohong.
Dia tak akan berani katakan itu jika Hector masih hidup.
- Ini menjijikkan. - Menjijikkan.
- Aku harus pergi. - Aku masih punya urusan di sini.
- Aku akan panggil taksi di depan. - Baiklah.
Usaha yang bagus tentang bunga sakura.
- Kenapa? - Foto pernikahan.
Pada Maret 1997, di DC.
Bulan Maret hingga April ada festival sakura di Washington DC.
Kau menilaiku terlalu licik.
- Bagus, sangat memperdaya. - Terima kasih.
- Sampai nanti. - Sampai jumpa.
Temui aku di bar hotel.
Bersulang. Sayang, kau sudah datang.
Bergabunglah. Aku dapat kamar. Dan teman kita ini...
- Novella. - Novella.
Dia akan bantu kita menjelajahi berbagai pengalaman.
Tidak.
Ikuti saja, Teresa.
Kau...
Kau cukup berani, 'kan? Karena pacarku kadang keluar jalur.
Sekarang sudah di jalur.
Ayo, naik dan lihat. Kau tinggal bereskan urusan dengan Howie.
Baiklah.
- Pelayan bar! - Ada yang bisa kubantu?
- Sebotol minuman mahal? - Tidak, terima kasih.
- Kau muncikarinya? - Itu tidak sopan.
- Kalau begitu manajer bisnis. - Teman yang peduli.
Terserah. Kami ingin habiskan hari di atas, ke lokasi yang pribadi.
Kata Novella, kami harus bicara padamu.
Jika kalian berdua, akan ada biaya tambahan.
Tentu. Dia yang bayar.
Aku mungkin harus beri tahu bahwa aku agen CBI.
- Dia punya senjata dan borgol. - Ini jebakan. Aku mau pengacara.
Kau harus lihat foto ini. Kau mengenali pria ini?
Aku tak pernah melihatnya.
Tapi aku mengenali pria itu.
Dia ke sini mencari wanita beberapa malam lalu.
Tak mungkin.
Aku mungkin bukan Denzel, tapi aku lumayan.
Lagi pula gajiku tak cukup untuk membayar PSK.
Bukan untukmu, tapi untuk atasanmu, Brava.
Kau sering melakukan itu. Mencarikan wanita untuknya.
Dia sudah mati.
Kau mau mencemari namanya seperti ini?
Aku tak berniat merusak reputasi siapa pun.
Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi.
Saat itu Ilsa pulang ke Berkeley.
Brava meneleponku, katanya dia butuh bantuanku.
Dia tak bisa pergi ke bar sendiri. Ada yang bisa mengenalinya.
Ada yang bisa mengenalimu juga.
Tak ada yang mengenaliku. Aku beruntung.
- Itu berat bagimu. - Tentu.
Lebih mudah jika dia tak lakukan itu sama sekali.
Tapi aku hanya bisa mencegah agar dia tak ketahuan.
Ada yang bisa kauceritakan tentang gadis itu?
Kurasa namanya Claret.
Claret. Itu nama Prancis.
Apa maksud Brava saat dia bilang mau jadi langganan?
Bukan betul-betul langganan, karena dia sudah mati.
Tapi seharusnya tiap Kamis malam.
- Dia punya rumah di Oakland. - Kau punya alamatnya?
Tentu. Dan kuncinya juga.
Kurasa yang sebelah kiri.
Rumah Hector Brava di Oakland.
Apa kau pernah...
- Membayar untuk seks? Tidak. - Itu memang aneh, 'kan?
Tidak aneh, tapi mahal.
Coba lihat ini.
Bingo.
- Kau dapat apa? - Kami lacak nomor telepon Carmen.
Itu dari apartemen yang disewa Sally Alvarez.
Jadi Carmen itu nama yang dipakai untuk bekerja?
Alvarez sering ditangkap karena menjajakan diri dan punya narkoba.
Dia pindah dari apartemen itu sebulan lalu.
Petugas pembebasan memberi alamat yang berlaku sejak minggu lalu.
Hubungi Burnside, katakan kita akan menangkapnya.
Carmen Reyes menelepon Brava ke telepon hotel dua kali...
Pada malam sebelum Brava tewas. Tercatat di penerima pesan hotel.
Tak ada catatan Sally Alvarez menelepon hotel...
- Dari rumah atau ponsel. - Dari mana asal panggilan itu?
Sunset Horizon Motor Court di San Desidera.
Carmen Reyes masuk dua hari lalu. Dia masih di sana.
Ada dua lokasi untuk mencarinya.
- Atau ada dua Carmen. - Dua Carmen?
- Dua Carmen. - Apa maksudnya?
Artinya keadaan semakin menarik.
- Asalkan ini menarik bagimu. - Aku ikut dengan Van Pelt.
Ada sesuatu tentang motel ini.
Kuno dan juga gelap.
Apa itu undangan?
Kau muncul secara tak terduga.
Aku mendapat pertanda kau akan di sini.
- Benarkah? - Tidak. Lisbon memberitahuku.
- Di atas. Kamar 204. - Grace, kau ingat Kristina?
Apa kekuatan cenayangmu yang memintamu datang?
Aku punya insting kalian akan dapat terobosan dalam kasus ini.
Kurasa kau akan menyenangkan hati Agen Van Pelt.
Kami mencari Carmen Reyes. Ada dua alamatnya.
Ini salah satunya. Nama aslinya Sally Alvarez.
Tunggu. Sally Alvarez? Aku tahu nama itu.
Dia baru saja berbicara padaku. Dia sudah meninggal.
Aku yakin dia masih di dalam.
Sally?
- Sally! - Buka pintunya.
Mundur, Pak.
Dia terbaring!
Kami temukan Sally Alvarez.
Dia tewas sekitar 6 jam lalu, ada luka di kepalanya.
- Dia tewas? Astaga, luar biasa. - Kenapa?
Kata Kristina Frye, dia tewas. Kristina meramalkannya.
- Benarkah? - Ya.
Boleh aku bicara? Terima kasih.
Cho, jangan percaya omong kosong mistis ini.
Akar permasalahan belum jelas. Aku benar.
- Ada dua Carmen. - Benarkah?
Benar. Yang asli ada di sini. Carmen Reyes.
Dia mengaku sebagai putri Hector Brava.
Setahun lalu, ibuku didiagnosis menderita kanker.
Kondisinya memburuk dengan cepat. Ibu meninggal kurang dari sebulan.
Sebelum meninggal, Ibu bilang Hector Brava adalah ayahku.
Setelah pemakaman, aku tulis surat untuknya.
Aku tak dapat balasan.
Kupikir mungkin dia sudah melupakan ibuku.
Aku menulis tak ingin apa-apa. Aku hanya ingin menemui ayahku.
Dia masih tak membalasnya?
Aku lihat di suatu tempat dia akan berpidato di sini.
- Rasanya aku ingin langsung temui. - Kau marah?
- Aku ingin bicara padanya. - Kau sudah bicara padanya?
Kapan? Pada pagi di hari kematiannya?
Pada malam sebelumnya.
- Aku pergi ke kamarnya. - Apa yang terjadi?
Dia mengizinkanku masuk.
Dia ramah padaku.
Saat kukatakan aku putrinya, dia sangat kecewa dan marah.
Katanya aku tak mungkin putrinya dan dia sudah bertemu putrinya.
Dia bertanya, tipuan apa yang kumainkan.
Dia jadi sangat pucat dan terguncang.
Dia mengusirku dan mengunci pintu.
Lalu aku pergi.
Itu terakhir kali kau melihatnya?
Saat siaran berita mengabarkan kejadian yang menimpanya...
Aku bingung harus bagaimana.
Bagaimana dengan SMS itu? Kau pengirimnya?
Aku tak punya ponsel.
- Apa dia berkata jujur? - Aku tak yakin.
Roh Brava mengalami konflik, tak bisa kubaca dengan jelas.
Kau pakai apa? Telepon?
Pertanyaanku adalah jika dia bicara jujur...
Kenapa Sally Alvarez pura-pura jadi Carmen Reyes?
Aku bicara pada Bigelow, dia simpan semua korespondensi pekerjaan...
Tapi tak menyentuh surat-surat pribadi Brava.
Kita tak bisa tahu ceritanya benar atau tidak.
Jika Brava ayahnya, dia punya motif.
Bukan hanya dia.
Aku tak akan pernah bisa punya anak.
Apa itu benar? Dia benar-benar putri Hector?
Kami belum tahu. Dia setuju melakukan tes darah.
Kurasa dia bisa saja jujur.
Jadi menurutmu mungkin dia pembunuh Hector?
- Mungkin. Mungkin juga kau. - Harus kukatakan...
Sulit dipercaya kau tak tahu tingkah lakunya.
Ya, aku tahu. Hector adalah pria bersemangat dan heroik...
Yang mengabdikan diri untuk menolong orang lain.
- Kekurangannya sangat banyak. - Perbuatannya tak masalah bagimu?
Aku menerimanya. Kebaikannya melebihi keburukannya.
Jika dia memberitahuku, aku bisa lakukan sesuatu untuk mencegahnya.
- Mungkin aku bisa selamatkan dia. - Untuk apa?
Kenapa kau tak mau melepaskan diri dari perselingkuhannya?
Dari penjara pernikahanmu yang tanpa cinta?
Itu tak benar! Aku cinta suamiku dan dia mencintaiku.
Mungkin kita bisa menghubungi dia sekarang.
- Kau bisa melakukannya, 'kan? - Itu bisa jelaskan beberapa hal.
Kau mau melakukannya? Kau mau bicara pada suamiku?
Ya, Ilsa.
- Apa yang kaulakukan? - Kelihatannya bagaimana?
Van Pelt membawa Carmen, Rigsby membawa Richard Bigelow.
Cho akan menjemput Tariq Sharif dan Stacey. Semua sudah siap.
- Kita siap untuk apa? - Kita siap...
Agar Kristina Frye bisa menghubungi roh Hector Brava.
Aku perlu semua orang yang terkait dengan kematiannya.
Baiklah.
Pastikan saja roh Hector Brava berniat membalas dendam.
Dia mau memberi kutukan pada pembunuhnya, kau paham?
- Lalu aku ambil alih dari sana. - Aku tak bisa lakukan itu.
Bisa. Kebohongan ini diperlukan.
Aku hanya bisa hubungi dan bicara pada roh Hector Brava jika dia mau.
Jika tak begitu, itu menyalahgunakan bakatku.
- Semuanya baik-baik saja? - Ya, semuanya sempurna.
- Kita mulai sekarang? - Hampir.
Aku akan buka pintu.
Selamat datang.
Silakan masuk.
Terima kasih sudah datang.
- Ini permintaan suamimu. - Itu yang kami tahu.
Ini putri suamimu.
Terima kasih atas kedatangannya. Patrick akan membantuku.
Agar ini berhasil, aku ingin semuanya tenang dan fokus.
Lihatlah lilin di tengah meja.
Fokus pada nyala api, lalu konsentrasi pada Hector.
Dia ada di sini.
Aku bisa merasakannya.
Kau mau bicara pada siapa?
Pembunuhnya ada di sini.
Ketahuilah...
Hector Brava mengatakan, pembalasan akan datang.
Darahmu akan tumpah sebelum matahari terbit.
Aku merasakannya.
Aku hampir bisa melihat gambar. Gambar ini kabur.
- Jika saja aku bisa... - Hector, tunggu. Berhenti.
Jangan pergi. Tunjukkan pada kami siapa pembunuhnya.
Ini dia.
Sebuah pintu. Hanya untuk pegawai.
Jalan lorong yang kosong.
Langkah kaki.
Dekat.
Aku melihatmu.
Maaf. Kau mengagetkanku dengan pukulan itu.
Tak apa-apa, kau bisa tenang. Sudah berakhir.
- Aku tahu kau pelakunya. - Karena aku takut dan jatuh tadi?
Karena kau mengurus Korespondensi Brava.
Kau yang pertama membaca surat Carmen.
Kau mengatur agar Brava berkencan dengan Sally.
Dan menyuruh Sally pura-pura jadi Carmen.
Kau bilang pada Brava bahwa dia bercinta dengan putrinya sendiri.
Ya Tuhan.
Lalu Carmen asli muncul.
Kau memalsukan pesan Carmen.
Saat Brava masuk pintu pegawai, kau membunuhnya.
Dan kau bunuh Sally Alvarez untuk menutupi jejakmu.
Kini kau harus bayar kejahatan yang kau perbuat.
Darahmu akan tumpah sebelum matahari terbit.
Aku tak begitu yakin tentang itu.
Surat itu datang.
Tiba-tiba saja.
Surat berisi hubungan skandal Brava sekitar 20 tahun lalu.
Dengan nama wanita dan tempatnya.
Surat itu dari Carmen Reyes? Carmen yang asli.
Semua fakta itu yang kauperlukan.
Soal hubungan yang hanya diketahui Brava dan ibu Carmen.
- Benar? - Ya.
Kenapa kau melakukannya?
Kenapa kau buat dia menderita seperti itu?
Apa karena uang? Atau kau suka Brava ada dalam kekuasaanmu?
Aku menghitung jumlah perdagangan manusia untuk Brava...
Dan mengatur kencannya selama lima tahun.
Kau pikir dia pernah berterima kasih padaku?
Atau meminta maaf?
Atau berkata, 'Aku akan balas ini suatu hari nanti, Russel.'
Aku kenal Sally dari rumah bordil di California Utara.
Aku bilang padanya jika dia pura-pura jadi Carmen...
Kita bisa memeras Brava dan membagi uangnya.
Surat itu memberikan semua yang kami perlukan...
Agar Brava percaya bahwa ini sungguhan.
Dia tak pernah banyak bertanya.
- Lalu Carmen asli muncul. - Ya.
Dia meneleponku begitu Carmen pergi dari kamarnya.
Dia sangat marah. Aku berlagak bodoh.
Tapi esok paginya, dia meneleponku dan berkata, 'Kita perlu bicara.'
- Sudah jelas dia mengetahuinya. - Lalu kau pergi ke hotel...
Dan mengirim pesan pada Brava dari jalan masuk pegawai.
- Aku hanya ingin membungkam dia. - Dan Sally Alvarez?
Kau harus membungkam dia juga?
- Aku peneliti yang hebat. - Pasti.
Agen Van Pelt, kau ingin menemuiku?
Ya. Aku ingin memeriksa beberapa hal dalam pernyataanmu.
Ayo, kita ke dapur.
Senang bekerja denganmu.
Aktingmu bagus tadi. Kau hampir membuatku percaya...
'Aku tak boleh menyalahgunakan bakatku.'
Kulakukan sesuai perkataanku. Aku ucapkan kata-kata...
Yang diminta para roh untuk diucapkan, tak lebih.
Benarkah?
Kau masih belum mengenalku sampai sekarang?
Kau masih tak tahu aku tak akan berbohong untuk hal seperti itu?
Terima kasih. Kasus ini tak akan terpecahkan tanpamu.
Tidak juga.
Sama-sama.
Meskipun harus kukatakan sepertinya para roh itu salah.
Kurasa mati tak membuat dirinya jadi berharga.
Apa maksudmu? Pembunuh ditangkap, keadilan sudah ditegakkan.
Tentu. Tapi tak ada darah yang tumpah.
Lihat, dia ada di sana.
- Pembunuh! - Tenanglah!
Yang benar saja.
Itu hanya keberuntungan. Akuilah.
- Jika menurutmu begitu. - Aku tahu memang begitu.
Orang mati sudah mati. Kau tak bisa bicara pada mereka.
Tapi aku bicara dengan mereka.
Bagus sekali.
- Aku ke arah sini. - Baik.
- Senang bertemu denganmu lagi. - Aku juga.
Sampai jumpa.
- Kristina. - Ya.
- Dengan huruf 'K', 'kan? - Ya.
Kau mau minum kopi?
Aku minum teh, tapi kau bisa minum kopi sebanyak kau mau.
Ya, aku mau. Tapi sekarang aku tak bisa.
Aku harus berada di tempat lain. Mungkin lain waktu?
- Di lain waktu. - Maaf, bukan mungkin, tapi pasti.
Dalam waktu dekat.
Telepon aku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.