All language subtitles for Into.the.Night.S01E04.Ayaz.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.x264-NTG_track19_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Alina masih di sini?

Costine membawa dia ke rumah sakit.

Hidung Alina digigit!

Ayolah, lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Lepaskan dia dan ambilkan handuk.

Kau polisi?

- Aku pemilik gedung. - Aku tahu hak-hakku.

- Hak-hakmu? - Menelepon pengacara,

menelepon Kedutaan Inggris,

dan hak untuk menuntutmu.

Untuk apa?

Kupergoki dia memeriksa dompetku.

Itu bohong! Kau bohong!

Bagaimana kau tahu?

Kamera!

Ada kamera di sini?

Kini aku pasti akan menuntutmu.

- Minggir... - Tunggu.

Tunggu di luar. Tutup pintunya.

Kau tak akan menuntut.

Kau akan pulang dan melupakannya.

Aku harus telepon polisi.

Ini pukul 02.25,

saat ini petugas yang berjaga adalah Axel, Manu, atau Joran...

Aku yakin Manu sedang libur.

Aku tidak peduli.

Aku pergi dari sini.

Bagus. Sebelum pergi, serahkan jam tanganmu.

- Apa? - Tampaknya wanita yang kau lukai

untuk sementara tak bisa bekerja.

Jam tangan itu untuk biaya hidupnya.

Persetan!

Keluarkan aku dari sini!

Keluarkan aku!

Mestinya lebih mudah.

Kau mau apa?

Dia tukang jagal, Sylvie.

Tindakan Ayaz kepada pemuda itu...

Turunkan dia dari pesawat!

Dia tetap di Alaska!

Apa kata Mathieu?

Dia isi bahan bakar.

Siapa peduli kata Mathieu? Dia bukan bos.

Izinkan aku ceritakan versiku.

Ada konteksnya!

Konteks?

Untuk pembunuhan?

Tak ada pembunuhan, Rik.

Bisa kujelaskan.

Jelaskan ini saja!

- Ada apa denganmu? - Apa maksudmu?

Sejak hari pertama, kau merasa ada yang tak beres dengan dia.

Kini kita tahu, tetapi kau tak peduli.

Bajingan. Ada anak kecil sedang tidur.

Aku bukan bajingan.

Ada anak kecil mau tidur, tetapi kau berteriak, Bajingan!

- Dengar, aku... - Hei! Tenang.

Aku berusaha melindungi penumpang, itu saja.

- Bukankah di Alkitab-mu... - Bukan.

Bukan "Alkitab-ku", tetapi "Alkitab".

Bukankah menurut Alkitab...

jangan bersikap sok suci kecuali kau sempurna?

Tidak, aku bukan menuduh. Aku bicara keadilan.

Menghargai aturan moral.

Hanya itu yang kita punya.

Bahan bakar terisi.

Bagaimana jendelanya?

Setelah kupotong kacanya, hasilnya bagus.

Akan bertahan, tetapi lebih baik cari suku cadang yang tepat

jika kita tiba di Belgia.

Bukankah kita ke selatan? Ke Hawaii?

Matahari segera terbit. Kita harus ke barat.

Barat yang terbaik

The Doors. Kau tahu mereka?

Lagu dari abad lalu?

Mathieu?

Ayaz harus ditinggal di sini.

Aku butuh tidur. Panggil aku jika dia sudah selesai cari muka.

Tak ada kaitannya dengan dia.

Kita harus lakukan sesuatu, Mathieu.

Kau dan Terenzio mau kita mengambil keputusan bersama.

Ya, lalu?

Utarakan pendapatmu, dan biar diputuskan bersama.

Kita tetap berangkat 20 menit lagi.

Kau mengakui bahwa kau tak hanya membedah mayat,

tetapi kau juga muncikari dan pengedar narkoba.

Aku pebisnis di berbagai bidang usaha.

- Kau penjahat. - Penyintas!

Untuk apa mempertahankan orang seperti dia di antara kita?

Untuk apa mengancam prinsip utama kita...

tentang benar dan salah?

Aku datang ke Belgia 25 tahun lalu tanpa punya apa-apa.

Aku tak akan minta maaf karena ingin hidup.

Sebagai orang asing, tak bisa berbuat banyak.

Jaga ucapanmu.

Ibuku, terberkati jiwanya, juga ke Belgia tanpa punya apa-apa,

- dan dia meninggal... - Maaf, Laura...

Kurasa dia meninggal tanpa punya apa-apa.

- Kumohon... - Jangan bicara begitu kepadanya.

Kau bukan lelaki sejati.

Bukan Muslim sejati!

- Dengar... - Akhirnya.

- Kita berangkat lima menit lagi. - Ya.

Kau beri tahu Jakub akan berhenti di Belgia.

Peluang terbaik ke Hawaii adalah memperbaiki jendela.

- Di sana ada pusat pemeliharaan. - Tak bisa kembali.

- Aku tak mau lihat kondisinya sekarang. - Aku paham.

Ada alasan lain untuk kembali ke Brussels.

Di NATO, mereka tak hanya membahas bencana.

Juga ada tempat perlindungan.

- Apa? - Tempat perlindungan?

Di mana?

Detailnya kurang jelas, tetapi pasti ada dokumennya.

Aku lihat tindakannya di bawah tekanan.

- Dia bisa bekerja saat krisis. - Apa?

Jika harus lakukan misi itu, tak akan berhasil tanpa dia.

Apa kau sudah melunak?

Karena dia selamatkan nyawamu!

Benar.

Kenapa baru bilang sekarang?

Aku sudah lama mengabdi, dan tak lagi dianggap...

penting, aku tak mau menerimanya.

Menurutku peluang terbaik kita untuk bertahan hidup ada di NATO.

Gila jika membuang orang terbaik sebelum misinya.

Tak perlu Ayaz untuk pergi ke NATO. Ada aku.

Dan Mathieu, Horst...

Rik, aku tentara terlatih.

Pejuang sejati di sini selain aku, adalah dia.

Jangan lupa tentara yang selamatkan nyawa kita.

Tentu, maaf.

Kurasa dia harus tetap di pesawat untuk membantumu.

Jika kami tidak setuju,

jika kami tak mau pria ini membantumu, kau tak mau bantu kami?

Benar.

Aku akan menjamin pria ini.

Jika dia berbuat kesalahan lain,

boleh tinggalkan aku juga.

Angkat tangan jika setuju dengan rencananya.

Baik, bagus.

Semua naik ke pesawat.

Terima kasih.

Kau selamatkan nyawaku. Kini giliranku. Kita bukan teman.

Kita impas.

Jangan ganggu aku sampai Brussels.

Baik, Rekan.

Enak?

Tujuh tahun aku tak makan manis.

Kini, siapa peduli?

Kau yang terkenal di Internet, bukan?

Ya, aku dijuluki "pemengaruh".

Entah apa artinya, tetapi...

Artinya aku dibayar untuk promosi produk mereka...

di media sosial.

- Paham? - Tidak juga.

Aku tak mengikuti itu.

Aku juga tak akan ikuti lagi.

- Mau? - Tidak, terima kasih.

Mungkin kau bisa cari kabar terbaru.

Mungkin ada hal tentang NATO atau Hawaii.

- Aku? - Ya, kau.

Tanya saja Horst. Dia teknisi jaringan, bukan?

Dia sibuk dengan Laura.

Sibuk?

"Sibuk"?

Astaga, dia tak buang waktu.

- Horst ingin bicara. - Kubilang aku tak yakin.

Horst ingin bicara.

Baiklah.

Lebih baik, Sobat?

- Ya. - Dia baik-baik saja.

Aku mau minum, kau mau...

Kami baik-baik saja. Jangan ganggu kami.

Penerbangan ke Brussels panjang, kusarankan semua istirahat.

Osman dan Jakub akan membagikan makan malam.

Laura mau kau bilang apa?

Mereka mengeluh soal rasa makanan yang kita ambil di Kanada.

Aku juga.

- Aku makan apel, rasanya seperti... - Hambar?

- Begitulah. - Kubilang kepada Laura...

Kurasa karena rasanya hambar.

Maksudku, yang terjadi pada matahari memengaruhi rasanya.

Membuat makanan jadi membusuk?

Jika peningkatan radiasi ionisasi penyebab masalah matahari ini,

apa pun alasannya,

itu membunuh manusia dengan mengubah struktur atomnya.

Itu menyebabkan molekulnya terurai.

Aku tak paham.

Itu mengacaukan DNA makanan.

Kenapa tidak bilang begitu saja?

Maaf.

Makanan segar mungkin tak lagi bernutrisi.

Itu tidak bagus.

Sungguh? Menurutmu?

Untuk sekarang, makanan kaleng masih enak.

- Entah makanan lainnya. - Bagus.

Kita akan kelaparan!

Benar. Kumpulkan makanan yang masih bagus dari Brussels.

Ide bagus.

Rahasiakan pembicaraan ini.

- Kita tak mau ada pertengkaran lagi. - Baik.

Nanti kubantu. Aku perlu bicara dengan Mathieu.

Selalu ada masalah.

Pesawat sial.

Kita harus ganti pesawat di Brussels.

Mathieu, jika kita ingin bekerja sama, kita harus saling percaya, bukan?

Ya.

Untuk sesaat, kau tampak...

Kau tak bersikap biasa.

Banyak alasannya. Frustrasi, kelelahan.

Aku tak bisa bantu jika kau tak bicara.

Chloé...

pramugari itu...

Yang di Brussels?

Kami dekat.

Chloé sedang hamil.

Kau mau yang sejujurnya, bukan?

Osman?

Terima kasih sudah membelaku.

Senang ada Muslim yang baik di pesawat.

Maaf jika tindakanku membuatmu salah paham.

Aku benci perbuatan orang itu, tetapi aku juga tak menyukaimu.

Kau babi angkuh.

Kau pahlawanku.

Aku benci perisak.

- Aku saja. - Jangan, tak usah.

Hanya berusaha membantu tanpa Gabrielle.

Dia orang baik.

Kau kenal dia? Dari bandara?

Awak kabin tak bergaul dengan petugas kebersihan.

Apa pekerjaanmu sebelumnya? Sebelum Belgia, maksudku.

Di Maroko?

Keluargaku pemilik restoran.

- Aku pemandu wisata. - Sungguh?

Aku suka makanan Maroko.

Aku juga.

Mereka membuatkan tagine?

Insyaallah!

Kita akan kelaparan?

Jangan ada yang panik.

Dia tak bilang kita "kelaparan".

Ada apa?

Klub buku. Keluarlah.

Aku mau ke toilet.

Gunakan yang di depan.

Ayo.

Pergilah.

Dia hanya mendengarkanmu.

Aku merawat tiga adik, aku tahu cara menangani...

Ada apa?

Cuma teringat masa lalu. Entah apa aku bisa.

Permisi.

Kembali akan memengaruhi semua orang.

Ya.

Makanan apa paling kau rindukan dari Brussels?

Kalau aku, kerang hijau.

Tak akan ada kerang hijau lagi.

- Aku tahu. - Tak ada makanan segar!

- Kita tidak yakin. - Aku tahu itu, Sylvie.

Aku hanya mengobrol.

Di bawah apartemenku,

ada tukang jagal masakan Mongolia halal.

Ada apa?

Sebelum meninggal, Henri nyaris tak makan apa-apa.

Katanya semua terasa tak enak.

Toko itu membuat daging sapi marinasi.

Henri menyukainya sampai akhir hayatnya.

Ya. Daging sapi Mongolia, itu yang paling kurindukan.

Perhatian, para penumpang, ada sedikit masalah,

harap duduk, akan kuatasi. Terima kasih.

Apa yang terjadi?

- Ada apa? - Altimeter. Kita terbang terlalu tinggi.

Maksudnya?

Di atas burung... tentunya.

Memangnya kita siapa?

Kau pasti kelelahan.

Kau mau istirahat?

Tidak, aku baik-baik saja.

Horst ingin bicara denganmu.

Untuk apa?

Entahlah.

Mungkin tentang makanan.

Perutku masih sakit.

Temui dia, aku bisa urus ini.

Tak bisakah dia kemari?

Aku kaptennya, bukan?

- Aku akan segera kembali. - Ya.

Rik, Ayaz, kemarilah.

- Ada apa? - Ada masalah.

- Kau tak apa-apa? - Panas sekali.

Aku sangat muak.

Sungguh.

Pesawat sialan ini.

Menyebabkan masalah?

Panas. Kenapa panas sekali?

Bagaimana keadaanmu?

Itu bukan Horst.

- Apa rencanamu? - Sekarang!

Hei... Ayaz!

Hentikan!

Lepaskan aku!

- Jangan sakiti dia! - Lepaskan!

Aku kaptennya! Lepaskan!

Lepaskan dia!

- Kami akan menolong. - Ada apa?

- Lepaskan aku. - Dia kenapa?

Tunggu.

- Kau butuh istirahat. - Aku tahu. Astaga!

Aku cuma kepanasan.

Aku kepanasan.

- Kau tak apa-apa? - Ya!

Tentu.

Aku cuma perlu memercikkan air di wajahku.

Di wajahku.

Dia perlu tidur.

Dia cuma tidur 10 jam sejak tinggalkan Brussels.

Tunggu.

Kudengar sesuatu di radio.

- Apa itu? Sandi morse? - Bukan.

Meski teler, tak bisa mengetik secepat itu.

Sepertinya data paket.

Apa?

Saat mesin saling berkomunikasi.

- Satelit? - Mungkin.

Itu suara manusia. Bahasa apa itu?

Sepertinya... bahasa Rusia?

Apa katanya?

Entah. Ayahku melarang hal-hal berbau Soviet.

Soviet atau Amerika. Dia benci semua orang.

- Wanita itu, orang Rusia... - Zara.

Ya, panggil dia.

Batu yang ditelan lelaki itu...

kau dapat dari mana?

- Aku mencurinya. - Demi uang?

Apa urusanmu?

Anakku menyukaimu.

Dia menghormatimu.

Sebelum kukatakan kepadanya, aku ingin memastikan tentang dirimu.

Bukan soal uang.

Aku berencana mengembalikannya ke Turki, tanpa nama.

Ibuku pasti akan bangga...

Kurasa.

Sulit dipercaya?

Kurasa aku percaya.

- Kali ini saja. - Kenapa?

Kau lakukan apa pun untuk bertahan.

Bukan berarti kau orang jahat.

Dominik membaik?

Dia tidur, itu bagus.

Obatnya mulai habis.

Semoga kita dapat lagi di Brussels.

Maaf, Zara.

- Bisa bantu terjemahkan sesuatu? - Ya.

Bahasa Rusia, bukan?

Ya, tetapi aksennya bukan. Mungkin bahasa Ukraina.

Apa katanya?

Star... Stara 17.

Stara 17? Tak pernah dengar.

Stara artinya "bintang"?

"Matahari terbit...

fajar... bintang."

- Dia membahas matahari. - Masuk akal.

Bukan matahari sebenarnya. Suatu tempat di luar angkasa.

Astaga, dia di luar angkasa.

Astaga, ISS. Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Modulnya diberi nama itu.

- Astronaut. - Kosmonaut.

Kita pasti di atas relai ISS untuk Kendali Rusia.

Tak ada yang menjawab.

- Dia lenyap? - Kita pasti melewati relai.

Terjebak di sana? Kupikir kita paling sial.

- Bagaimana dia bertahan? - Pertanyaan bagus.

Mungkin akan bantu kita pecahkan ini.

Berapa kecepatan terbang ISS?

Entahlah. Cepat.

Dengar, kita harus beri tahu Mathieu.

Masalah Mars Sphere itu

- tak pernah selesai. - Apa?

Ada apa?

Ines membaca artikel tentang... kubah Mars.

- Mars Sphere. - Tak pernah diselesaikan.

Pesawat lain... mereka hancur, dan mereka tak tahu.

Untung kita tak ke sana.

Tinggal informasi Terenzio tentang NATO.

Ada suara kosmonaut di radio.

- Aku tak tahu lelucon itu. - Tidak, sungguh.

Entah apa artinya,

tetapi kita harus beri tahu Mathieu, catat koordinatnya.

Tunggu... Bukankah Mathieu bersamamu?

Ada yang lihat Mathieu?

- Dia tidak di kokpit? - Tidak.

- Di bawah? - Kami dari sana.

- Ada apa? - Lihat Mathieu?

Ada yang lihat?

Dia keluar dari toilet?

- Terkunci! - Minggir.

Sial!

Demam, tekanan darah rendah, napas pendek.

Dia butuh oksigen.

Kita harus bagaimana?

Aku bukan dokter!

Ya, tetapi di antara kita, kau paling mirip dokter.

Entahlah, di pelatihan kami belajar luka tekan bisa terinfeksi.

Bisa menyebabkan sepsis.

Sepsis?

Keracunan darah dari luka terinfeksi.

Mathieu... Tembakan itu!

- Menyebabkan halusinasi? - Mungkin. Kurasa ya.

"Gejalanya delirium, detak jantung cepat,

sesak napas, dan kebingungan."

Masuk akal.

Kita harus apa?

Bisa kuberi sisa antibiotik,

tetapi jaringan yang terinfeksi harus diamputasi.

Ayaz punya pisau.

Bukan waktunya bergurau!

Bisa lakukan di sini?

Di sini? Kau serius?

Dia butuh ruang operasi steril, peralatan bedah,

cairan infus, dan mungkin respirator.

- Baik, saat mendarat... - Siapa melakukannya?

Aku bukan dokter bedah!

Tanganku gemetar memikirkannya.

- Aku yakin kau bisa. - Jangan bicara manis.

Ini masalah besar.

Tak bisa kita pecahkan sekarang.

Kita akan pecahkan di Brussels. Titik.

Bagaimana cara ke sana? Bagaimana mendarat tanpa pilot?

Sylvie.

Dia bisa mendaratkan pesawat.

Dia bisa, bukan?

Tak mungkin!

Aku bisa mengaktifkan autopilot, mengatur sayap dan ekor.

Namun ada urutan pendaratan yang belum pernah kulakukan.

Kau pernah melihatnya?

Pernah lihat orang menembak jarak jauh tak menjadikanku penembak runduk!

Jika menonton video daring?

Video daring?

- Kau serius? - Bukan ide gila. Kau pasti bisa.

Akan kubantu.

Ada pilihan lain?

Jika cuaca bagus dan pesawat baik,

ada peluang sangat tipis, aku bisa mendaratkan pesawat ini.

Benar. Bagus.

Aku tak bisa membawanya lepas landas.

Jauh lebih rumit.

Hanya Mathieu yang bisa sebelum matahari terbit.

Laura harus tahu itu.

Dia harus tahu jika kita berhasil mendarat,

seluruh nyawa kita di tangannya.

Baik.

Kuberi tahu dia.

Kata Sylvie kita akan mendarat, pasang sabuk pengaman.

Situasi tadi tegang, Rik.

Ucapanku belum selesai.

Apa, bahwa aku terlalu lemah untuk membantumu?

Rik, moralitasmu sempurna.

Itu bagus dalam manuver militer.

Kau harus ikut kami ke NATO.

Kau katakan itu agar aku tak mengkhianatimu.

Tidak sama sekali.

Kita butuh semua keahlian dan keberuntungan yang ada...

agar misi ini berhasil.

Baik. Aku tak akan mengecewakanmu.

Atur kecepatan ke 209 knot.

Baik, kecepatan 209.

Atur sayap ke satu.

Sayap ke satu.

Aku tak percaya kita lakukan ini dari Landing For Dummies.

Jika kita selamat, akan kuberi ulasan bagus.

Kau melihatnya?

- Apa yang kita cari? - Sesuatu yang besar.

Apa itu?

Atomium.

Kita sudah dekat.

Siapa peduli?

Dia tekan sesuatu.

Mungkin hanya katup?

Dia mematikan pilot otomatis.

Sial! Bukan yang itu.

Baik. Tidak apa-apa.

Sekarang, atur sayap ke dua.

- Sayap ke dua. - Kecepatan 180 knot.

Kau tahu itu berdasarkan kondisi bandara dan cuaca berbeda?

Aku tak mau bilang, tetapi, ya.

Ini contoh pendaratan di Buenos Aires.

Sial. Jakub, ini tidak mungkin!

- Kita tak akan berhasil! - Tenang! Kau lakukan dengan baik.

Jika ini gagal,

entahlah, kita akan mendarat di Buenos Aires, ya?

Baik, Buenos Aires, ide bagus.

Itu dia!

Sial, ada pesawat di landasan!

Buka katup lagi.

Kita akan terbang memutar.

Mesin macet.

Baik, batalkan memutar.

- Apa? - Jangan ambil risiko.

Selanjutnya apa?

Turunkan roda.

Apa yang salah dengan mesinnya?

Pesawatnya berhenti.

- Sayap ke tiga. - Sayap ke tiga.

Sial!

Kau kehilangan kendali!

Tidak!

Buka katup!

Aku akan mendarat di lintasan. Selanjutnya apa?

Sayap penuh.

Baik, sayap penuh!

Bagaimana jika ada rintangan di lintasan?

Kita tabrak.

Seribu.

Tidak apa-apa!

Biar kubantu. Ayo!

Kau tak apa-apa?

Tiga ratus.

Sepertinya bahan bakar habis.

Tidak, bahan bakar masih ada.

Minimum 200.

- Akan kurang panjang! - Tidak, aku tahu.

Suruh yang lain berpegangan.

- Kumatikan mesin nomor dua. - Apa?

Seratus.

Bersiaplah!

- Kita tak akan jatuh! - 70, 60, 50, 40, 30, 20, 10.

Tarik tuas.

Kita berhasil.

Kau yang berhasil.

Kau mendaratkan pesawat, Sylvie!

Kau berhasil.

Bagus!

- Selamat, Sylvie! - Bravo, Jakub!

Kau pantas dipuji.

Hebat, Sylvie!

- Selamat! - Baiklah.

Dua jam setengah sebelum matahari terbit,

banyak yang harus kita lakukan.

Kau harus ke rumah sakit untuk mengoperasi.

- Aku butuh bantuan. - Tentu.

Boleh kami ikut?

Aku mau cari obat-obatan Dominik.

Baik. Osman?

Kau kenal bandaranya.

- Kau dan Ines mencari makanan. - Baik.

Aku tetap di sini, memeriksa kenapa mesinnya macet.

- Ayaz? Ikut Terenzio ke NATO? - Tentu.

Rik juga ikut.

Aku bisa bantu soal mesin, meski tahu sedikit...

Entah apa masalahnya. Mungkin pompa bahan bakar.

Sepertinya bahan bakar tersumbat.

Sial.

- Apa? - Apa?

Entahlah. Mungkin bukan apa-apa.

Tidak. Apa lagi?

Waktu kita sempit. Ada apa?

Bahan bakarnya karbon, organik...

seperti makanan.

Bahan bakarnya juga rusak?

Itu tidak bagus.

Aku tak yakin itu yang terjadi, tetapi itu masuk akal.

- Bagaimana terbang tanpa bahan bakar? - Kita harus terbang, bukan?

Kita harus bagaimana?

Kita harus bagaimana?

Terjemahan subtitle oleh Ardee Prananta

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.