All language subtitles for The.Mentalist.S02E19.Blood.Money.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Old Town Sacramento, California

- Kau Tn. Black? - Ya.

Kau membuatku takut.

- Aku hanya... - Katakan kenapa aku di sini.

- Ada yang harus diselesaikan. - Sebagian besar wanita begitu.

Kau harus lebih spesifik.

Ya. Maaf.

Yang kuperlukan adalah... Aku tak tahu cara menjelaskannya.

Kau tinggal membuka mulut dan bicara dengan keras...

...dengan detail lengkap, seperti berbicara pada pendeta.

Tunjukkan milikmu, kutunjukkan milikku. Begitu.

Baik. Ini.

Aku ingin kau bunuh dia. Berapa bayaranmu?

36 Jam Sebelumnya

Dia dibunuh kira-kira sejam lalu. Orang dengar teriakan, telepon 911.

- Ada yang lihat? - Polisi sedang menyapu sekitar.

Belum ada apa-apa. Malam biasa.

Malam biasa, lingkungan, pembunuhan yang biasa. Kenapa panggil kita?

Karena korban adalah Asisten Jaksa Wilayah Kelly Flower.

- Kau pernah kerja dengannya? - Kami semua. Kelly orang baik.

Forensik menemukan selongsong. Katanya kaliber 9 mm.

Melihat bekasnya, ditembak dari dekat.

Menurut koroner tak ada kekerasan seksual. Tapi bajunya robek, kusut.

Dia merangkak dengan bajunya.

- Renovasi? - Kelly anggota kita.

Hightower setuju kita kerja lembur. Biasa.

Kenapa biasa? Terlihat kita kerja lebih keras untuk orang sendiri.

- Memang. - Ini untuk pencegahan.

Ini membawa pesan, tak ada yang lolos bila membunuh polisi...

...hakim atau jaksa wilayah.

Cho bisa buat daftar kasus Kelly, cari siapa yang mungkin mendendam.

Itu bukan pencegahan, tapi balas dendam.

Ini bukan kritikan karena aku suka balas dendam.

- Balas dendam bisa produktif. - Produktif?

Contoh, Rigsby. Diputus Van pelt kini kondisinya jadi prima.

Dia pergi ke pusat kebugaran enam kali seminggu? Lihat dia!

- Keyakinan seksualnya meningkat. - Hentikan.

- Bukan salahku. Tak apa-apa. - Lihat? Tak apa-apa.

Intinya, balas dendam itu tak salah.

- Jendela, pintu belakang rusak? - Tidak ada.

Tak ada tanda pemaksaan. Jadi dia izinkan orang itu masuk...

- Suaminya datang. - Dia masuk sendiri.

Ya Tuhan! Kelly! Tidak!

Tidak!

- Tiffany minta ditelepon. - Terima kasih.

- Katanya kau sangat nakal. - Benarkah?

- Agen Hightower. - Selamat pagi.

- Tahu Marc Odenthal, Kantor Jaksa? - Tentu.

Kami akan temui Jaksa wilayah. Ada petunjuk apa untuk kasus Kelly?

Kami cari siapa yang bisa masuk rumahnya. Teman kantor, tetangga...

- ...penitipan anjing, apa saja. - Suaminya?

Terlalu sedih untuk bicara. Aku dan Jane mau temui sekarang.

Dan daftar terdakwa. Minimal empat yang mengancam lisan atau tertulis.

Kantor memintaku memberikan ini. Daftar kasus yang sedang ditangani.

Tunggu. Hank Draber. Penyelundup itu?

Penyelundupan narkoba, konspirasi pembunuhan. Tak pernah tertangkap.

Sidang Draber seharusnya dimulai minggu depan.

Hakim Hildred baru saja menyetujui penundaan.

Aku perlu waktu tiga bulan untuk mempelajari berkasnya.

Pergilah. Ajak Van Pelt.

Pelabuhan Sacramento

Itu dia. Tn. Draber!

Kalian mau apa?

Bagaimana hubungan kalian belakangan ini? Ada masalah?

Istriku tewas dan kalian buang-buang waktu bicara denganku?

Tn. Flower, aku kenal istrimu.

Kami akan cari pelakunya meskipun itu kau. Paham?

- Bagaimana hubungan kalian? - Kami saling mencintai.

- Semuanya baik. - Bagaimana soal renovasi?

- Itu bisa membuat orang stres. - Keadaan baik-baik saja.

Hari itu kami bertengkar. Makanya aku pergi ke bioskop, berjam-jam.

Itu sangat bodoh.

Dia sangat tertekan karena kasus Drabber.

Dia menyebut kasus itu pendongkrak kariernya. Itu katanya.

Kalian bertengkar. Terjadi kekerasan fisik?

Tidak. Aku mencintainya. Aku tak akan menyakitinya.

Tn. Flower. Atap kupasangi terpal. Takut hujan sebelum aku kembali.

Aku tak bermaksud mengganggu. Aku pergi sekarang.

Terima kasih. Dia kontraktor kami, Cale Sylvan.

- Patrick Jane. - Apa kabar?

Kau berdiri di atas noda darah.

Boleh tanya? Menurutmu lebih baik pemanas tanpa tangki atau biasa?

Aku tertarik membelinya tapi harganya sangat mahal.

Pemanas air tanpa tangki hemat energi.

- Tapi tergantung pemakaian. - Tentu. Poin yang bagus.

- Kau punya kartu nama? - Tentu.

- Mungkin aku akan menghubungimu. - Baik.

Terima kasih atas waktumu.

Terima kasih.

Cale Sylvan psikopat berbahaya dan dia membunuh Kelly Flower.

- Bagaimana bisa? - Dia punya akses, terlihat jahat.

Saat kukatakan dia berdiri di atas darah, apa reaksinya?

- Dia tak takut, tak malu. - Tanpa emosi. Baik, kuperiksa dia.

Bagus, sidik jari bisa membantu, 'kan?

Hati-hati. Kalian hampir ditembak. Untung kalian seperti polisi.

Kami bisa memanggilmu ke kantor tapi kau pakai pengacara. Percuma.

Di sini kita bisa bicara baik-baik, benar?

- Ya, kedengarannya masuk akal. - Baiklah.

Kelly Flower siap mendakwamu. Kau bisa dihukum 20 tahun. Mudah.

Kini sidang ditunda entah berapa lama.

Itu motifmu untuk membunuhnya.

Itu nomor yang menang. Aku yakin.

Ini dia. Kau suka lotto, ya?

- Bukan urusanmu! - Ibu, sudahlah.

- Rambutmu indah. - Ibuku agak pikun.

Siapa yang merawat ibumu jika Kelly Flower memenjarakanmu?

Membunuh jaksa sama buruknya dengan membunuh polisi, bukan?

Aku tak ingin mengotori tanganku dengan hal seperti itu.

- Masalahku sudah berat. Benar, Bu? - Tutup mulutmu, Muffin.

Jane benar. Sylvan memang pembunuh.

Senang rasanya jika benar.

Sidik jari menunjukkan identitas Carl Senett.

Saksi kecelakaan tenggelam di Arizona.

Cory Sampson, tetangga korban tabrak lari di Seattle.

Chad Swell, dicari untuk ditanyai atas kasus pembunuhan atasannya...

...eksekutif bank di Reno. Dan terkait empat kematian lain.

Dia bukan hanya pembunuh, tapi pembunuh berantai.

Baik, siap-siap. Lakukan tugasmu. Tangkap dia.

- Tidak bisa. - Apa?

Kesimpulannya, Cale Sylvan sering berganti nama.

Legal, dan semuanya bernasib buruk. Tak cukup untuk minta surat razia.

Dia akan membunuh lagi. Kau tahu siapa dia.

Mengetahui tidak membuktikan. Suruh Cho awasi rumah Sylvan.

Jika dia muncul, suruh Cho ikuti. Siapa tahu kita beruntung.

- Ini konyol. - Aku tahu.

- Aku akan ikut Cho. Cho! - Pergilah.

Sylvan cukup pintar untuk tahu kita di sini.

Dia tak akan kembali. Ini buang-buang waktu.

Ya.

- Kau baca buku apa? - Wuthering Heights.

Aku mau jalan-jalan.

Ceritakan bagaimana akhirnya.

Tidak bagus.

Kata Cho, Jane meninggalkannya di rumah Sylvan. Kau lihat dia?

Tidak. Ada yang aneh di sini.

Ini beberapa foto korban yang berkaitan dengan Sylvan.

- Usia, kelamin, dan ras berbeda. - Tepat.

Pembunuh berantai memburu korban yang sama.

Ini tak cocok dengan modus pembunuhan berantai.

Cocok jika melihat keuangan Sylvan.

Aku melacak rekening bank semua nama yang kita temukan.

Sylvan menerima bayaran besar sebelum dan sesudah kematian.

Dia membunuh demi uang? Apa dia pembunuh bayaran?

Psikopat yang menghasilkan uang dari hobinya.

Luar biasa. Hobi jadi pekerjaan, maka seumur hidup tak perlu kerja.

- Kau dari mana saja? - Aku? Jalan-jalan.

Kutemukan situs web yang terdaftar atas salah satu namanya.

Tertulis, "Hubungi Tn. Black untuk pekerjaan yang aneh-aneh."

Kurasa kita harus telepon dia.

Grace, kau punya foto mantan pacar?

Aku ingin kau membunuhnya. Berapa bayaranmu?

Tanyakan lagi. Kau sibuk, tak punya waktu banyak.

Kau mau jawab atau tidak? Aku mau bajingan ini mati, segera.

- Dia sangat meyakinkan. - Kita sedang bekerja.

Baik. Bayaranku 50 ribu dolar.

Permintaanmu mudah. Kau tinggal berhenti menganggap dia manusia.

Sisanya hanyalah masalah fisika. Gaya berat, tenaga, perputaran.

- Minta bukti perbuatannya. - Perputaran sepertinya bagus.

Tapi aku ingin tahu apa kau nyata. Mungkin saja kau informan.

Mungkin kau polisi.

- Tak mungkin. - Kita sedang bekerja.

Biar kuperlihatkan sesuatu.

- Bagaimana? - Ayo, bergerak.

Jangan, ini hanya tes. Grace, dengar baik-baik.

- Apa kau polisi? - Aku bukan polisi.

Aku hanya waspada, sama seperti kau.

Aku hanya tak ingin salah orang.

Lagi pula bukankah kau ingin menunjukkan...

Lagi pula bukankah kau ingin menunjukkan padaku...

...agar kau bisa membuatku takut?

Itu yang kausukai, bukan? Melihat rasa takut.

Tunjukkan milikmu, aku tunjukkan milikku.

Kalau begitu ada yang ingin kutunjukkan.

Perhatikan sebentar.

Lihatlah.

Ini pekerjaanku yang terakhir. Klienku sangat puas.

Itu bukti.

- Kita jadi berbisnis? - Jadi.

- CBI! - Letakkan pisaumu!

- Angkat tangan! - Jangan bergerak! Berlutut!

Cale Sylvan, kau ditangkap atas pembunuhan Kelly Flower!

Angkat tangan!

- Jane, kau bisa keluar. - Baik.

- Kenapa kau tahu dia bawa bukti? - Dia narsis. Perlu diakui, piala.

Siapa yang membayarmu untuk membunuh Kelly?

- Katakan, kau akan lebih baik. - Aku mau bicara pada pengacaraku.

Sampai bertemu di pengadilan, Badut-badut.

Gedung Pengadilan Sacramento

Aku suka menangkap pembunuh. Tapi jika diingatkan...

...kita hanya bagian kecil dalam sistem fasis, aku patah semangat.

Memberantas kejahatan tugas berat. Terima saja.

Jika bukan saksi, tak kuizinkan kau bertemu Judge Dread.

Judge Dread? Dari namanya saja dia tak mungkin menyenangkan.

Kumohon!

Ya Tuhan. Jangan sakiti aku! Aku mohon!

Keberatan, Yang Mulia. Video ini mengundang emosi dan merugikan.

Meski kami menyetujui fakta Kelly Flower dibunuh...

Kami gunakan hak menyangkal kemungkinan klienku melakukannya.

Kami juga keberatan video ini diperiksa.

- Apa itu sebuah kalimat? - Harap tenang di ruang sidang!

Bicara lagi, kau akan menyesal.

Maaf, Yang Mulia, wanita ini hanya melontarkan...

Pembelaan konyol dan aku agak lapar.

Yang Mulia, jika boleh turun, aku bisa atasi dia.

- Tn. Jane. Itu namamu, bukan? - Benar. Patrick Jane.

Pengadilan menjatuhkan denda 1.000 dolar padamu.

Dua ribu saja dan wanita yang membosankan ini boleh lanjut.

Kalau begitu dua ribu. Pengacara, kau dengar dia, lanjutkan.

Agen Lisbon, kita kembali ke video ini.

Kau baru pertama kali melihatnya malam itu?

- Kau yakin? - Keberatan. Sudah dijawab.

Aku lanjut, Yang Mulia.

Jadi kau tak pernah masuk ke apartemen Tn. Sylvan...

...melihat video itu di komputernya atau menyuruh orang melakukannya?

- Tidak. - Jawab pertanyaan membingungkanku.

Aku ingin masukkan ini sebagai bukti pertama pembela.

Aku temukan gelas ini dari bak cuci Tn. Sylvan.

Tapi dia tak menaruhnya di sana.

- Jadi... - Jadi katakan padaku.

Kenapa ada sidik jari Tn. Jane pada gelas ini?

Agen Lisbon, apa konsultanmu masuk ke rumah Tn. Sylvan...

- Tanpa surat perintah? - Tentu saja tidak.

Bisa minta waktu berunding dengan Agen Lisbon?

Cepatlah. Kasusnya semakin menarik.

Petugas.

Maka kau tahu Sylvan punya bukti. Kau sudah lihat.

- Aku tak tahu maksudmu. - Ceritakan yang terjadi. Sekarang.

Aku mengawasi rumah Sylvan bersama Cho lalu aku jalan-jalan.

Kebetulan pintu rumah Sylvan tak dikunci.

Sebagai warga yang peduli aku masuk, melihat-lihat.

Memeriksa apa tempat itu dirampok.

- Lalu aku pergi. Itu saja. - Sial.

- Jadi bagaimana, Tn. Odenthal? - Yang Mulia...

Tn. Jane memang masuk ke rumah Tn. Sylvan.

- Karena takut ada penyusup. - Maksudmu selain dirinya sendiri?

Aku tak mengambil apa-apa, Yang Mulia.

Yang Mulia, maksud perkataan Tn. Jane...

Bahwa dia bukan agen negara, tapi konsultan swasta.

Karenanya itu tak melanggar amandemen keempat.

Tn. Jane penipu yang sering kali mencemooh sistem hukum kita.

Beberapa bulan lalu dia menolak membawa seorang wanita ke RS...

Yang keracunan sebelum dia mengaku melakukan pembunuhan.

Awalnya tidak keracunan. Itu hanya tipu muslihatnya.

Diam. Tn Jane! Kau seharusnya malu pada dirimu.

Kau juga, Agen Lisbon. Kau adalah hukum.

Aku nyatakan penyelidikan Tn. Jane ilegal.

Dan bukti yang ditemukan di sana atau selama penyamaran...

...ditolak, ibarat buah dari pohon beracun.

Video ditolak. Pernyataan terdakwa terhadap Agen Van Pelt ditolak.

Yang Mulia, aku keberatan. Kemarahanmu halangi penilaian...

Tn. Odenthal, apa kau punya bukti apa saja...

Yang tak dicemari konsultanmu?

- Tidak ada, Yang Mulia. - Kasus negara melawan Sylvan...

Dibatalkan karena bukti kurang.

Tn. Sylvan, kau bebas.

- Ini konyol, Yang Mulia. - Ini salah! Tak masuk akal.

Aku akan menemuimu.

Dia membunuh istriku! Bagaimana dia bisa bebas?

Petugas, bawa kasus berikutnya.

Sudah ada pengakuan, video. Aku dapat bukti yang kuat.

Dan semua ditolak. Bagaimana kau bisa masuk ke sana?

Mudah. Kunci pintu belakangnya longgar.

- Aku minta maaf, sungguh. - Aku tak mengira akan ketahuan.

Siapa sangka mereka akan menyapu sidik jariku?

- Kau buat pembunuh kembali bebas. - Aku sudah singkirkan si pembunuh.

- Tugasmu cegah dia kembali bebas. - Kau salahkan aku?

Bukan aku yang melempar senjata pembunuh.

Pengadilan adalah teater. Pembohong terhebat yang menang.

Biasanya kau menang. Tapi hari ini dia lebih baik.

- Kau bajingan sombong. - Hati-hati memegang pistol.

Tenang, tak ada pelurunya.

Tak ada sidang kedua untuk kasus yang sama.

Kasus ini masih bisa maju sidang. Aku akan cari bukti baru. Janji.

Kau pengacau.

Jika aku jadi jaksa wilayah, kau tak boleh kerja di sini lagi.

- Ambisius sekali. - Itu tak pernah jadi keputusanmu.

- Kau bela dia? - Terima kasih, Lisbon.

Diam, Jane!

- Kukira kalian saling percaya. - Kukira juga begitu.

Kami percaya. Kami saling percaya.

Aku tak beri tahu karena tak mau dia terlibat perbuatan ilegal...

Dan harus berbohong kemudian.

Kemitraan kalian aneh sekali.

Kau terpaksa cuti sementara Unit Standar Profesi bekerja.

- Minimal lima hari. - Tunggu, ini bukan salahnya.

Itu keputusan Unit Standar Profesi.

Ini situasi yang kita bicarakan, Patrick.

Agen Lisbon bertanggung jawab atas tindakan anggota timnya.

- Termasuk kau. - Ya, Bu.

- Sudah selesai? - Ya.

- Aku sungguh minta maaf. - Jane.

Lisbon perlu libur. Beberapa hari libur bagus untuknya.

- Senang bicara denganmu. - Ya.

Rigsby, periksa kembali keuangan Sylvan.

Van Pelt, lihat lagi video pembunuhan Kelly.

Coba lihat apa ada yang terlewat.

Kami tangkap Sylvan sebagai hadiah penyambutan dirimu kembali, ya?

Di sini agak dingin.

Kau mau minum kopi?

Sudahlah, lihat sisi baiknya. Libur lima hari, bebas dariku.

Cho, kau memimpin. Dia masalahmu sekarang.

Bagus. Cho sudah besar. Dia bisa menjagaku.

Kau mau minum kopi?

Kau bawa buku? Mungkin kita menunggu lama.

- Kenapa kita di sini? - Kau masih marah Lisbon diskors.

Ya, itu salahmu.

Membunuh itu berisiko.

Guna menangkap pengambil risiko, kita kadang harus ambil risiko.

- Mungkin terjadi kesalahan. - Ceritalah, atau aku pergi.

Aku lihat isi lemari dapur Sylvan. Tak banyak pilihan teh.

Dia pecandu kopi. Hanya minum kopi segar terbaik.

Dan kopi segar terbaik di dekat rumah Sylvan...

Ada di tempat ini. Kemungkinannya tipis.

Ya, tapi aku yakin 100 persen bahwa dia...

Syukurlah.

Hakim melarang kita bicara padanya tanpa didampingi pengacara.

Bicara? Hanya dua orang kebetulan bertemu di kedai kopi.

Cale? Kebetulan yang lucu.

- Sudah kubilang akan kutemui kau. - Ya. Kau bugar, hebat.

Kau dalam keadaan santai. Akuilah, kau membunuh Kelly Flower.

Lalu beban berat akan terangkat.

Kau lucu. Selera humor bagus. Bagus.

Mungkin aku melakukan kesalahan. Maaf mengganggumu.

- Kecelakaan bisa terjadi. - Ya.

- Hipnosis. Rencana bagus. - Tidak, bodoh. Hipnosis ilegal.

Itu pengalihan perhatian agar aku bisa merogoh saku jaketnya...

Dan menemukan ini.

- Kancing, kapas halus, dan pasir? - Ya. Ini agak antiklimaks.

Kau punya kantong bukti?

- Kau pulang jalan kaki. - Aku bawa saja.

Keuangan Sylvan bersih. Ada satu hal yang tak kupahami.

Setiap akhir bulan dia menarik dua ribu lebih uang tunai.

- Tak ada keluarga, pacar. - Sepertinya uang sewa.

Sewa apartemen hanya 900 dolar dan dibayar pakai cek.

Bukan apartemen, tapi rumahnya.

Tempat menaruh peralatan, memproses korban...

- Tempat menyimpan piala. - Rumah pembunuhan.

Jika bayar tunai, namanya tak ada di surat kontrak.

- Tempat itu bisa di mana saja. - Aku bisa persempit. Lihat.

Ini video pembunuhan Sylvan.

Tas yang dia bawa dari Abs Gym.

Kita tunjukkan fotonya di gym, mungkin ada yang tahu alamatnya.

Banyak Abs Gym di dekat sini. Bisa berhari-hari mencarinya.

Aku mulai yang di dekat sungai.

Pasir yang Jane dapat di sakunya pasir sungai, bukan pasir laut.

- Bagaimana kau tahu? - Rumah di Sacramento dekat sungai.

Ada Abs Gym dekat sungai, di Dos Robles.

Aku ke sana.

Dapat alamatnya, langsung temui Hakim Hildred, minta surat geledah.

Kita tangkap Sylvan hari ini.

Diamlah.

Seharusnya kau tak menggelapkan uang sebanyak itu, Bayi Besar.

Waktunya bekerja.

Kurasa kau tak mau melihat ini.

Apa itu?

- Jangan bergerak! - Perlihatkan tanganmu!

Lepaskan aku!

- Borgol dia. - Bukan aku pelakunya.

Semoga kau bawa banyak orang. Dasar berengsek!

Kau baik-baik saja? Kau sudah selamat.

Sudah? Ayo.

Korban dibawa ke rumah sakit. Dia baik-baik saja.

- Setelah 3-4 tahun terapi. - Bagus.

Kau tak begitu menakutkan saat kau diborgol.

Katakan siapa yang membayarmu atau kau akan dihukum mati.

Mungkin kita bisa buat kesepakatan.

Cho, menunduk!

- Darurat. Ada tembakan. - Korban jatuh. Butuh paramedis!

- Luka tembak di dada. - Tembakan datang dari utara.

- Datangkan helikopter! - Bajingan ini mati.

Panggil tim lain untuk menyisir belakang rumah.

Terima kasih.

Sejauh ini ada delapan mayat, yang diminta kliennya sembunyikan.

Ini jawaban kasus orang hilang selama sebulan.

- Ada kemajuan soal penembak itu? - Sedikit.

Tembakan dari lereng bukit. Jauhnya 2 kali lapangan bola lebih.

Sulit. Klien Sylvan menyewa penembak kedua untuk tutupi jejak.

Tapi bagaimana dia tahu Sylvan bisa membahayakan?

Pertanyaan yang bagus. Di mana Jane?

Ini sebaiknya bagus. Aku sedang menonton Tivo.

Bohong. Kau sedang membaca. Tapi apa? Laporan perkembangan?

- Bukan. - Terserah.

Ini akan sangat menyenangkan. Aku akan masuk sarang Draber.

Bukan sarang tapi kantor. Kau tahu kau tak boleh masuk.

Aku akan masuk. Ini menakutkan. Kau tak mau aku terluka, 'kan?

- Jangan yakin dulu. Kenapa Draber? - Firasat. Mereka kunci kasus ini.

- Menurutmu mereka menyewa Sylvan? - Sylvan sesuai untuk itu.

- Kenapa tak panggil Cho? - Kau lebih dekat.

Telepon Cho. Aku tak bawa senjata.

Bohong lagi. Minimal ada dua pistol di mobilmu.

Tiga? Ya ampun! Kau pantas jadi model poster NRA.

Sungguh, aku tak terkait dengan kematian jaksa itu.

Dan Sylvan, aku tak pernah dengar namanya. Aku tahu dari berita TV.

Aku akan menang besar. Aku mau beli mesin cuci.

Dia sangat berharga.

Jangan ganggu. Dia sedikit tak waras.

Saat kau bicara pada Lisbon kulihat kau terus melirik ibumu...

Seperti minta persetujuan.

Banyak lelaki kuat takut ibu tapi kau sampai gemetar.

Temanmu lebih gila dari ibuku.

Kuku dipotong, alis rapi, rambut ditata.

Kau yang mendandaninya? Kurasa tidak.

- Saatnya baca cerita, Hanky. - Baik, Hanky.

Kau membuat dia kesal. Jangan ganggu dia.

Tenang.

Cerdas sekali. Lisbon, cerdas sekali.

Kau memang berharga.

Kau dalang semua operasi ini, 'kan? Hank hanya tameng.

Katakan kalau aku benar. Aku seharusnya periksa sepatunya!

Sial, Hank! Sudah Ibu bilang jangan lihat Ibu terus, 'kan?

Kau pikir kau sangat pintar.

Pintar saja tidak cukup. Dan kau mengambil langkah bodoh.

- Anak-anak! - Ya ampun.

Seberapa pintar kau sekarang?

Kami polisi. Tenang saja. Letakkan senjata sekarang.

Letakkan senjatamu, Nn. Lisbon, dan kau akan hidup.

Ayo, masuk.

- Aku benar tentang Annabelle. - Selamat.

Kita baik-baik saja, bukan? Kau tak akan marah padaku.

Kau sudah lanjutkan hidup. Itu bagus.

- Aku juga sudah lanjutkan hidup. - Aku senang. Itu melegakan.

- Sudah ada kabar dari Jane? - Tidak.

Ada orang?

Aku tak bisa melihat apa-apa.

Ada hembusan angin di sini, jika kau diam di sana.

Tak ada makanan, tak ada air. Ini tidak bagus.

Kita harus mengundi untuk tentukan siapa makan siapa duluan.

Ya, melakukan undian dengan penipu profesional.

Kenapa kesal? Kita tak akan mati di sini.

Keluarga Draber tak ingin kita mati.

Kemari dan rasakan hembusan angin. Kau pasti terhibur. Kemari.

Memang tak sesejuk angin sungai tapi lumayan.

Kau merasakannya? Bagus.

Angin sungai. Tunggu dulu. Rumahku jauh dari dermaga.

- Bagus. Ini lingkungan yang buruk. - Tapi katamu kau meneleponku...

Karena aku lebih dekat, padahal markas hanya 15 menit dari sini.

Aku tak pandai menebak jarak. Dari dulu.

Patrick Jane, kau mau membantuku.

Benar. Menurutmu jika aku melakukan penangkapan besar...

Unit Standar Profesi akan membebaskanku.

Suka atau tidak, aku akan selalu menyelamatkanmu.

Aku tak perlu diselamatkan.

Aku yakin akan berakhir bencana jika bertugas denganmu.

Kelak aku akan dipecat gara-gara kau. Itu takdir.

Ada yang mungkin bertanya kenapa kau mau bertugas denganku.

Kita bisa tangkap banyak penjahat. Biasanya itu cukup. Aku juga...

- Aku dengar suara. Ada orang. - Di mana?

- Di sini! - Di dalam sini!

Berputar ke depan. Gerendel besar. Kubilang aku akan menyelamatkanmu.

Polisi Sacramento menemukan mobil Jane dan Lisbon di dermaga.

- Mereka dan Draber tak ada. - Hubungi Kantor Sacramento...

...ICE dan penjaga pantai. Geledah kendaraan, gudang dan kapal Draber.

- Van Pelt. Pelan-pelan. - Agen Rigsby.

Ya. Tolong tunggu sebentar.

- Kau bisa bicara? - Kutelepon kembali.

Kurasa ini dari Federales. Dia bicara soal Jane dan kambing?

Louise Willet merampok orang yang seharusnya dia rawat.

- Dan dia habiskan uang itu... - Ipso facto, ad nauseam.

Maaf, Odenthal, aku pinjam Hakim sebentar.

- Tn. Jane, kami sedang bersidang. - Kami seharusnya datang dari tadi.

Tapi kami jalan kaki jauh sekali untuk kemari.

Sebentar saja. Kami cuma minta surat penangkapan Annabelle Draber.

- Dia akan berikan detailnya. - Jane, pergilah.

- Dilarang telepon di ruang sidang. - Aku sungguh minta maaf.

- Dendanya seribu dolar. - Baik.

Aku sedang sibuk. Nanti kutelepon.

- Dua ribu dolar! Matikan sekarang! - Baik.

- Benarkah? - Tiga ribu.

- Empat ribu. Lima ribu! - Aku mengajukan kesalahan sidang.

Jangan sampai aku hilang kasus lagi. Kemarikan.

- Beli telepon sendiri. - Yang Mulia, pemukulan.

Petugas, tolong tangkap orang ini.

Lisbon. Tunggu, Cho.

Aku sedang diskors. Tak ada lencana, tak ada wewenang.

Terima kasih kaubebaskan aku. Entah kenapa Lisbon tak jawab telepon.

Hakim marah besar. Odenthal juga. Mereka jadikan ini percontohan.

Bukan hanya menghina pengadilan, tapi juga pemukulan.

Pemukulan atas staf perdamaian.

UU pidana, bab 242, et seq. Aku suka istilah Latin-nya.

Kau tahu ada 30 jenis tuduhan pemukulan?

Buku ini menakjubkan.

- Aku bisa jadi pengacara sendiri. - Kau mau mewakili diri sendiri?

Kau bodoh kalau mau mewakili diri sendiri.

Yang benar, pengacara diri sendiri adalah klien yang bodoh.

Itu lebih menarik. Ini bisa saja menyenangkan.

Ini mungkin sejenis sidang dengar pendapat informal...

Tapi kau tetap harus menghormati sidang ini.

Atau kau langsung kembali ke penjara, paham?

Pasti, Yang Mulia.

- Tn. Jane memanggilku. Ada apa? - Aku tak tahu.

Kita langsung saja, Tn. Jane. Apa benar kemarin...

Kau menyentil hidung Asisten Jaksa Wilayah...

Di ruangan ini?

Membicarakan dirimu sendiri sebagai orang ketiga.

Kau harus akui, terdengar agak konyol.

- Ya, aku menyentil hidungmu. - Yang Mulia, sudah selesai.

- Tn. Jane mengakui kejahatannya. - Pembelaanku yaitu kau mengganggu.

- Kau tak sesuai aturan. - Kau yang tak sesuai aturan!

Sidang ini tak sesuai aturan!

Ayo, akui saja kalau kau kaget.

Baik. Giliranku bertanya pada kalian.

- Baik. Tunggu. Kalian? Jamak? - Kalian berdua saksi.

Jika aku memeriksa diri sendiri apa aku harus berdiri di bawah...

Mengajukan pertanyaan, lalu kembali kemari menjawabnya?

- Kau di sana saja. - Baik.

Tn. Odenthal, tarik napas dalam-dalam.

Pembelaan diri mendapat ruang gerak yang luas. Kau pasti tahu.

Semoga Tuhan membantu kita semua.

Hakim Hildred, apa kau dulu atau kini jadi anggota partai komunis?

- Apa? Tidak. - Tn. Odenthal, kau punya senjata?

Kau jago menembak? Jangan dijawab. Pak Hakim mahir memakai pistol?

Pembunuh Cale Sylvan diperkirakan menembak dari jarak 183 m. Hebat.

Itu sebabnya kami menyimpulkan ada pembunuh bayaran kedua.

- Tn. Jane, tolong duduk. - Kau selingkuhan Kelly Flower?

- Tidak. - Tapi bukankah kau suka...

Membunuh binatang kecil berbulu?

- Kau pemburu. - Ini tak relevan.

Ini cara kami ungkap pembunuhan. Kau tak mau aku mengungkapnya?

- Tentu aku mau. - Jawab pertanyaannya, Pak.

Jawab atau katakan alasanmu tak mau jawab.

Aku berburu bebek pada setiap musim berburu.

Senjata apa yang kau gunakan untuk membunuh bebek tak berdaya?

- Senapan tabur 10 gauge. - Apa menurutmu bidikanmu hebat?

Musim berburu lalu aku menembak bebek liar dari jarak 55 meter.

Tak buruk sama sekali.

Gauge 10, selongsong 3 inci, neraka 3 inci, kematian 3 inci.

Tiga setengah.

Menurutku. Benar?

- Kau pasti seorang pemburu juga? - Bukan.

Kenapa ada hewan mati di kantormu? Kau beli dari Craigslist?

Ya, dulu aku berburu, sekarang tidak lagi.

Tapi kau masih mahir memakai senjata, bukan?

Tenang, tak ada pelurunya.

Kau punya senapan sendiri, bukan?

Kau dengar Hakim mengeluarkan surat geledah rumah pembunuhan Sylvan.

Dan kau harus membungkam Sylvan sebelum dia buka mulut.

Cho, menunduk!

Kau harus bungkam dia sebelum menyebutmu sebagai kliennya.

Klien yang membayar dia untuk membunuh Kelly Flower.

- Yang Mulia, ini konyol. - Kalau begitu buktikan.

Biar kami geledah rumahmu. Tak ada senjata, aku minta maaf.

- Biarkan dia menggeledah. - Tidak bisa.

- Tidak bisa? - Tidak bisa. Tidak perlu.

Aku punya hak dan jelas kau berprasangka terhadapku, Hakim.

Aku akan adukan pada Hakim Kepala, sekarang juga.

Tetap di tempat, Pengacara. Petugas!

- Jangan bergerak. - Pak, tanganmu.

Senjata pembunuh, Remington 700 dengan teropong, dari garasimu.

Kami punya surat perintah.

Kau benar, jauh lebih baik dengan adanya ini.

Kau jaksa yang hebat, kau tahu apa artinya ini.

Senapan penembak runduk, menunggu, pembunuhan istimewa.

Halo, hukuman mati.

Tapi jika akui pembunuhan Kelly, tak akan ada hukuman mati.

Hanya itu penawaran terakhir yang kau dapatkan, Bajingan!

Aku tahu Keluarga Draber tak sewa Sylvan saat mereka tak bunuh kami.

Polisi tak dibunuh, tak mungkin mereka bunuh Asisten Jaksa Wilayah.

Tapi Keluarga Draber terkait dengan kasus ini, bukan?

Karena itu "pendongkrak karier", menurut Kelly.

Dan kau bercita-cita menjadi jaksa wilayah.

Kasus Draber akan menjamin aku jadi jaksa wilayah.

Seharusnya aku. Aku lebih senior.

Itu kasusku dan si jalang itu mengambilnya.

Jadi kau sewa Sylvan untuk membunuhnya.

- Ya. - Dan saat Sylvan ditangkap...

Kau bilang padanya kau akan pastikan dia bebas.

Sebagai jaksa kau punya kekuasaan itu.

Dan kau minta Sylvan suruh pengacaranya menyelidikiku.

Semua orang di Kantor Kejaksaan tahu cara kerjamu.

Cara kerja yang gila.

Kukira besar kemungkinan kau melanggar batas. Dan benar.

- Dia sudah mendapat ganjaran. - Ya, benar. Tentu saja.

Aku tak akan mampir untuk minum teh lagi.

Waktu tidur pukul 21.30. Untuk adikmu pukul 21.00.

Tidak. Pukul 21.30. Ibu sayang kau. Sampai jumpa.

- Ibu mau bertemu kami? - Ya. Duduklah.

Sebelum membuat keputusan akhir, aku ingin memahami kejadiannya.

Kau mengacau sidang, menyerang petugas agar bisa kautanyai.

Dan hampir membatalkan sidang kasus kejahatan yang lain, benar?

Ya, cukup akurat.

Kau abaikan masa skors, menghadapi kelompok penjahat tanpa bantuan...

Dan turut serta dalam kekacauan penyerangan yang dibuat Tn. Jane?

Ya, Bu.

- Baiklah, kalau begitu. - Maaf, aku tak paham, Bu.

CBI menangkap jaksa korup.

Mengungkap korupsi dan pembunuhan kalangan kita.

- Hebat. - Omong-omong...

ICE menangkap Keluarga Draber di perbatasan Kanada.

Jaksa akan menangani kasus itu sendiri.

Seharusnya kita lakukan sejak awal.

Akan kuminta Unit Standar Profesi mengakhiri masa skorsmu.

Selamat datang kembali.

Patrick, juru tulis Hakim Hildred tadi telepon.

Kau utang denda 16 ribu dolar pada pengadilan.

Dia minta dendanya dibayar.

- Kita sudah menangkap penjahat. - Benar.

- Biasanya itu cukup. - Ya.

Mau ke lapangan tembak, menembak sesuatu?

Aku coba.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.