All language subtitles for Sanam Teri Kasam (2016) 720p DVDRip x265-MP4.mp4

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu Download
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan bersama oleh : Ahmad Suherlan & Zehel

Lirik dan terjemahan dalam film ini, diupayakan sesuai dengan literatur Bahasa Indonesia.

Mohon maaf, jika ditemukan adanya kesalahan interprestasi dalam hasil terjemahan.

Koreksi, kritik dan saran silahkan di : Subscene.com/u/885269

Nantikan versi sub yang lebih baik pada rilisan versi Blu Ray.

"SELAMAT MENONTON"

Demi Sumpah-Janjimu, Sayang.

PENGADILAN TINGGI.

Pak, Anda memenangkan kasusnya. Selamat, Pak!

Pak, bagaimana perasaan Anda atas kemenangan ini?

Pak, bisa ceritakan pada kami?

Biar aku saja, kau liburlah.

Baba, Anda menang lagi?

Selamat!

Saru, kau masih saja disini.

Cepatlah sayang, sebentar lagi mereka sampai.

Tunggu.

- Bu. - Bergegaslah.

Korannya sudah tiba?

Keluarga pemuda ini berasal dari Amerika.

Bagaimana kalau mereka tidak suka masakan rumahan?

Lalu?

Haruskah kita memesan diet coke?

Kau bisa bawa makanan cepat saji di rumah ini saat aku sudah mati! Mengerti?

Baiklah, jangan teruskan. Aku yang salah.

Sajikan makanan untuk para tamu dengan daun pisang yang segar ini.

Seperti yang biasa kita lakukan di rumah.

Mereka akan senang.

Mereka akan menghormati Keluarga Saru, adat dan juga kebiasaannya.

- Selamat Pagi. - Selamat Pagi.

Halo.

Ya, ya. Ini dengan Jayram.

Ya, katakanlah.

Ya.

Ya.

Ya.

Aku mengerti.

Mereka membatalkan kunjungannya.

Dibatalkan?

Tapi kenapa?

Ibunya sudah punya daftar 10 wanita sejak anaknya tinggal di Amerika.

Dia suka dengan wanita pertama yang ia temui.

"Untuk apa kami datang jika hanya menyakiti putri kalian?"

Begitulah yang mereka katakan.

Bungkus makan siang Saru dan punyaku.

Aku akan mengantarnya ke Perpustakaan, sekalian ke kantor.

Ke... Kantor?

Bukankah kau cuti hari ini?

Tidak ada lagi cuti... Setelah yang terjadi hari ini

Jika dunia ada di satu sisi, ayahmu ada di sisi yang lainnya.

- Dia tak pernah mau mendengarku. - Bu!

Ibu, apa maksudnya Pemuda itu tidak jadi datang?

Jangan keras-keras, nanti ayahmu dengar.

Apa maksudnya pernikahanku dengan Sanjay ditunda lagi?

Dengar, Kaveri. Sudah ibu beritahu berkali-kali.

Saru itu lebih tua darimu.

Dia yang akan menikah lebih dulu.

Kau tidak bisa menikah sebelum Saru menikah.

Jangan bantah ibu lagi.

Kenapa bukan kau sendiri yang mencari?

Apa ini tanggung jawab kami?

Ada perbedaaan antara mencari dan menemukan seseorang.

Itu bukan berarti aku tak punya kriteria idaman.

Tapi jika pria itu tidak ada respon, bisa apa aku?

Aku mesti bergantung dengan keluargaku...

...untuk menemukan pria yang cocok dan membuatku tenang.

Lift!

Lift!

Siapa yang menahan Liftnya.

Buang waktu saja.

Ayo, Saru.

Apa-apaan ini, jadi karena ini liftnya tertahan?

Ketidaksenonohan apa lagi ini?

Di saat yang lain pergi bekerja.

Ayo, Saru.

(Love at first sight, Inder).

- Kita butuh tanda tangan di cek ini. - Sedang apa kau disini?

Tn. Jayram.

Aku barusan mencarimu, Pak Pemuka setempat.

Pak barusan kami menyewa aula untuk rapat tahunan.

Baguslah.

Ada ketidak beresan apalagi di lingkungan kita?

Ini sudah keterlaluan, kau lihat?

Aku pembina orang-orang disini .

Namun, orang itu tak ada takut-takutnya.

Bertelanjang dada, tak tahu malu.

Pak, maksud Anda "pendeta suci 20/52?"

Dia itu penjahat!

Dia sudah dipenjara sejak umur 13 tahun.

Untuk kasus pembunuhan!

Kenapa kalian rekomendasikan tempat ini pada penjahat sepertinya?

Kami tak bisa mencegahnya.

Begini Pak.

Pemiliknya, Bibi Lily, menyerahkan apartemennya, atas nama pria itu.

- Bibi Lily? - Ya.

Tidak mungkin, wanita itu sangat bijaksana.

Dan dia menyerah terimakan rumahnya kepada sampah jalanan itu?

Dia bukan sampah jalanan, Pak.

Aku dengar ayahnya termasuk orang penting.

Jika Anda protes, dia akan membela diri dengan undang-undang atau lainnya.

Dia punya pengetahuan yang bagus tentang undang-undang dan peraturan.

Apa yang bisa kami lakukan?

Jadi kalian membiarkan saja penjahat itu menggertak kalian?

Dan mengubah masyarakat kita menjadi bar dansa?

Pak, salahku dimana?

Bagaimana bisa seorang Pemuka setempat menghentikan pawai para gadis dari berangkat sampai pulang?

Tugas Pemuka setempat itu untuk membentuk komunitas masyarakat disiplin .

Jika kau sudah tidak mampu, lebih baik mengundurkan diri saja.

Kami akan pilih orang lain.

Ayo, Saru.

- Coba katakan, dimana sih salahku? - Taksi!

Sejak kapan kau mulai baca buku puisi cinta?

Barang tak berguna.

Buku-buku seperti itu, takkan meningkatkan IQ-mu.

(Tempat pengembalian buku dan pendaftaran penerbitan buku).

Saraswati Parthasaarthy.

Riset yang kau berikan padaku tentang tren pasar itu...

... luar biasa!

Bosku sampai keheranan.

Saru...

(Tempat pengembalian buku dan pendaftaran penerbitan buku).

Aku butuh bantuanmu.

Kantorku sedang mengurus perayaan musim panas...

... untuk anak-anak kurang mampu.

Tapi si pemeran beruang, jatuh sakit.

Jadi, bisakah kau menggantikannya?

Jangan menolakku, teman.

Ini acara amal.

Ini proyeknya istri bosku.

Jika kau setuju, kau akan sangat menolongku.

Kumohon.

Uhm...

Haal-e-dil mera poochho na sanam "Apa yang dirasakan hatiku... jangan tanyakan sayang."

aapke ishq ki madhoshi mein Dooba hai.... ye aalam.. "Cintamu memabukkanku,yang dibungkus.... keindahan."

Haal-e-dil mera poochho na sanam "Apa yang dirasakan hatiku... jangan tanyakan sayang."

Bagaimana bisa Saru yang cengeng, hari ini jadi beruang pemberani?

Apa yang sudah Abhimanyu janjikan kepadamu?

Ciuman?

Pelukan?

Atau jabat tangan saja sudah cukup buatmu.

Dan kartu ucapan valentine tanpa nama yang kau kirim untuk Abhimanyu,...

... semua orang di kantor sangat menyukainya.

jab shaam aaye "Saat malam menjelang..."

tum yaad aaye toofaan laaye "kaupun hadir... datang bersama taufan"

yaadon mein tum "yang membuatku terkenang tentangmu"

bebaak si hai har ik tamanna "Berterusteranglah, pada setiap keinginan diri"

gustaakhiyon mein, ab dil hai ghum "meski itu mengusikku, dan mengguncang hati ini "

khwaabon ke kaafile, baaton ke silsile "Kafilah impian, berjalanlah bersamaku"

saath mere chale "seraya bercerita tentang :"

raat din har ghadi sargoshi mein khoya hai.... ye aalam "Hilangnya sang pembisik, di siang dan malam, yang berbisik tentang... keindahan"

Haal-e-dil mera poochho na sanam "Apa yang dirasakan hatiku... jangan tanyakan sayang."

Berhenti melepas bajunya, kumohon!

Maaf, maaf.

Aku benar-benar minta maaf!

Aku benar-benar minta maaf!

Kukira beruangnya... laki-laki.

Kenapa tidak kau lepas dulu pakaian eskimonya?

Atau kau mau banjir keringat dengan kondisi sepanas ini?.

Boleh... aku....!?

Tolong cepat sedikit.

Maaf.

Kepala beruang ini... ketinggalan!

Terima kasih.

Tunggu, bisa rekomendasikan buatku sebuah buku?

Buku?

Tentang apa?

Jika ada orang yang baru bebas setelah dipenjara 8 tahun.

Buku apa yang bagus buat dibaca?

Kira-kira buku seperti itu.

jaane kahaan se, tum paas aaye "Entah bagaimana bisa, saat kau datang menghampiri..."

huye paraaye... mujhse sabhi "membuat yang lain... menjadi asing bagiku"

jeene lagi hai, har saans meri "dan memberikan hidup, di setiap nafasku"

ab door jaana, na tum kabhi "jadi jangan pernah, kau menjauh pergi"

tham gaya hai samaa "(karena) yang terhampar terlihat serupa"

pal bhi hai khushnumaa "begitupula yang indah-indah"

main akela yahaan.. "dan aku di sini, sendiri"

Aku tak sudi melihatmu lagi.

Brengsek.

Dasar brengsek!

Semoga kau mati.

Biar ke neraka sekalian.

Aku takkan menemuinya lagi.

Takkan... pernah... lagi!

Saru, sepertinya Sanjay pemuda yang cocok buatmu.

Dia tinggal di Denmark.

Bekerja di Mars Electronics.

Dia mau menemuimu besok.

Tapi ayah dan ibu besok pergi ke Tirupati.

Sanjay sendiri yang memohon padaku, jadi sudah kuberikan ijin.

Dia pria yang baik.

IIT... llM.

Dan keturunan Brahmana.

Yang terpenting menurut ramalan kalian cocok.

Tapi tanpa kalian berdua, aku tidak ingin.

Sungguh beruntung jika keinginan bisa terwujud Jika tidak, lebih beruntung.

Karena bagaimanapun juga... adalah kehendak Tuhan.

Hai.

Bagaimana Kabarmu?

Baik.

Oke, ini Arun.

- Hai. - Hai.

Halo.

Ayo duduk dulu.

- Mau Teh atau kopi? - Tidak, makasih.

- Aku panggilkan Saru dulu. - Oke.

Ayo.... cepatlah.

Apa-apan ini?

Ayo.... Cepatlah!

- Dia kakakku Saru. - Hai.

Senang bertemu denganmu.

Senang bisa bertemu denganmu.

- Sama-sama. Makasih. - Hati-hati.

- Makasih. - Sampai ketemu lagi.

Makasih, jaga diri baik-baik.

Sampai ketemu besok.

Dia cocok buatmu.

Orangnya asyik! Aku benar-benar menyukainya!

Teleponnya ketinggalan disini.

Ayolah, Saru. Kau ada alasan untuk bertemu dia lagi.

Ambillah.

Ayolah.

- Dia pastinya senang - Tidak, Kaveri.

- Ayo, pergi. - Tidak, tidak.

Kaveri menelepon. Aku harus bilang apa?

Kenapa malah bertanya?

Kau dapat wanita cantik seperti Kaveri...

...dan menjodohkanku dengan wanita kolot seperti Saraswati.

Kau musuh atau teman sih?

Sial! Aku sudah berharap banyak padamu.

Dan kau sekarang jadi pria ke-10 yang menolak Saru.

Apa? Ada 9 pria sebelum aku?

Kapan kau punya niatan untuk memberitahuku?

Setelah aku tetarik padanya?

Dengar, jika aku mau menikahi Kaveri,...

...aku mesti menemukan orang dulu untuk si kutu buku itu.

Si Tua Parthasaarthy bersikeras dengan hal itu.

Aku juga muak.

Aku tak bisa menolongmu untuk hal ini.

Si Saraswati itu masalahmu, bukan masalahku.

Kaveri, kau memberitahu Sanjay... berapa banyak pria yang sudah menolakku?

Bagaimana bisa kau melakukan itu?

Bahkan Arun menolak, dia tak mau wanita kolot sepertimu.

Aku tahu.

Tahukah kau? Sanjay memperingatkanku.

Dia tak mau menunggu sampai kau menikah.

Dia bilang, bulan depan... kami harus menikah...

...lalu ikut dengannya ke Amerika, atau melupakannya.

Aku benar-benar minta maaf.

Jangan minta maaf terus.

Pintarlah sedikit, Temukan pria, sebagai jodohmu.

Oh, Tuhan!

Memangnya siapa aku yang meminta padamu agar lebih cerdas?

Kau takkan pernah berubah. Kau itu kolot.

Dan aku akan kehilangan Sanjay, karena dirimu.

- Aku mencintai Sanjay. - Mari kita seleseaikan masalah ini.

- Bagaimana bisa aku hidup tanpanya? - Kaveri.

Aku akan kawin lari saja, tidak ada lagi cara lain.

Jangan Kaveri.

Kaveri, fikirkanlah kesehatan ayah, Ayah pernah mengalami serangan jantung.

Jika kau melakukannya, dia akan merasa dipermalukan.

Ayah bisa mengalami serangan jantung lagi, Kaveri.

Dan bagaimana dengan hatiku?

- Hatiku yang hancur ini, adakah yang peduli? - Tentu saja ada...

Aku peduli.

Kaveri, aku janji. Kau akan bersama Sanjay.

Aku akan menikahkanmu dengannya sebelum dia pergi.

Aku janji.

Tapi berhentilah memilih rencana bodohmu ini.

Berjanjilah?

Aku janji!

Halo. Saya mau membuat janji dengan Nn. Ruby Malhotra.

Tiga...

Menunggu 3 bulan?

Pak, apa tidak ada cara lain?

Rekomendasi?

Pak...

Oke, terima kasih.

Rekomendasi.

Sanjay, jangan putuskan aku, kumohon.

Kumohon.

Oh...Tidak.

Pergilah!

Halo.

Sanjay.

Sanjay, dengarkan dulu penjelasanku.

Boleh aku masuk?

Maaf aku...

Aku mau selesaikan latihanku.

Maaf mengganggumu sepagi ini.

Aku baru tahu, ternyata ada juga yang latihan di pagi buta.

Begitu juga denganku, kau menemuiku di pagi buta.

Aku datang sepagi ini, agar tak ada yang melihatku.

Kalau saja ayahku tahu...

Lagipula sudah lama kau tidak ke perpustakaan... Makanya aku datang ke tempat ini.

Sebenarnya, aku butuh bantuanmu.

Ini darurat.

Kedatanganku untuk...

Tolong beritahu pacarmu yang sering datang di hari senin agar merubah penampilanku.

Aku benar-benar putus asa.

Pacarku yang sering datang di hari senin?

Pacarmu penata rias terbaik di negara ini.

Untuk para mempelai pria maupun wanita.

Dia benar-benar bisa merubah kehidupan gadis sepertiku.

Aku sudah coba membuat janji, tapi antriannya selama 3 bulan.

Dan aku tidak punya waktu selama itu.

Aku tahu kalian sedang bertengkar, tapi jika kalian bisa baikan...

Tolong berikan rekomendasi untukku.

Inderku Sayang...

Aku sangat...sangat menyesal.

Kita tak seharusnya putus. Maafkanlah salahku.

Aku sudah berkata bodoh saat meneleponmu.

Ayo kita baikan lagi.

Kelihatannya latihanmu sangatlah berat.

Bukan di gym, tapi di atas ranjang.

Tenang, Ruby.

Saru... tetanggaku.

Dia menemuiku karena ingin dibuatkan janji denganmu.

Di jam 4 pagi? Huh?

Kau membuat janji bertemu di jam 4 pagi?

Apa kau pikir aku ini tidak tahu apa-apa?

Apa aku ini terlihat bodoh dalam pandanganmu?

Pasti dia di sini untuk bercumbu denganmu.

Aku kerap bertemu orang-orang seperti dia setiap hari.

Semakin panjang kurta mereka, semakin kuat gairah sex mereka.

Dan kau...

Kau tak bisa menolaknya, bukan?

Tunggu, Saru.

- Ruby, minta maaflah! - Kau sudah gila, ya?

Kau pikir aku mau, meminta maaf pada perempuan kolot ini?

Dia datang untuk bertemu denganmu.

- Bilang maaf sekarang. - Kalau aku tak mau?

Kau bisa kembali ke Cuffe Parade punyamu.

Kau mengusirku demi perempuan ini? Demi gadis musium ini!!

Haruskah aku?

Minggir.

Tahukah kau...

Per... setan... dengan... mu!

- Susul lah dan katakan maaf. - Tidak.

Dengar.

Pulanglah!

Ini semua salahku, aku merasa bertanggung jawab.

Pulanglah.

Kau harus ke rumah sakit.

Darahmu keluar sangat banyak.

Aku ikut.

Sion Circle.

Halo, Tn. Pemuka setempat.

Ada masalah disini, Pak.

Lukanya sangat dalam.

Kita harus ke rumah sakit.

Ada Hajmola, tidak?

Yang dikatakan gadis itu benar.

Badanmu dipenuhi darah, tapi tidak ke rumah sakit... katakan kenapa!

Maksudku alasannya?

Aku tidak perlu ke RS Pak, lukaku akan segera sembuh.

Bagaimana bisa.... lukamu sedalam itu?

Sepanjang yang aku tahu... hanya 2 tipe orang yang mendapat luka itu.

Pencuri dan polisi.

Kau termasuk yang mana?

Ayo pergi.

Ayo pergi.

Saru, pulanglah.

Tidak, tidak, tunggu dulu.

Apa maksudmu Saru harus pulang? untuk mempermainkan Inspektur.

Menurutmu, sedang apa aku disini?

Aku sedang berbicara padamu.

- Bharti. - Ya, Pak.

Kelihatannya dia orang lama, pasti dia punya riwayat kriminal.

Giring mereka ke jeep.

- Ayo. - Pak, kumohon.

Tolong dengarkan dulu.

Pak, tidak ada yang melanggar hukum.

Pacarnya melempar botol lalu pecahannya mengenai punggungnya.

Hanya kesalahpahaman kecil saja Pak, Bukan karena masalah yang lain.

Benarkah?.

Sekalian panggil pacarnya agar datang ke kantor polisi.

Hey... kemana?

Sudah kubilang kau pulang. Tolong dengarkan aku.

- Pulanglah, kumohon. - Tidak.

Semua ini salahku, aku yang bertanggung jawab.

- Aku harus membereskannya. - Saru, jangan.

Pak, pak.

Jika memanggil pacarnya ke kantor polisi, masalahnya bisa tambah runyam.

Takkan lagi ada kesempatan buat mereka untuk bilang "maaf, aku mencintaimu."

Apa tadi kau bilang?

Apa tadi kau bilang... maaf....?

Takkan lagi ada kesempatan buat mereka untuk bilang "maaf, aku mencintaimu."

Maaf.

Pak, kumohon.

- Bharti. - Ya, Pak.

Aku tahu lukanya akan segera sembuh, tapi bawa dia ke rumah sakit biar diobati...

- ... lalu antar pulang. - Baik, Pak.

Oke?

Kami dibebaskan Pak?

Hari, simpan pistol dan tongkat ini di sampingmu.

Namun untuk mengarungi dunia ini, cukup dengan 2 kata.

Maaf, aku mencintaimu.

Lihatlah sayang.

Gara gara kau... aku melepaskan mereka.

Ucapanmu "Maaf, aku mencintaimu"... suatu hari nanti...

... akan membuatku kehilangan pekerjaan ini.

Halo.

Pak Pemuka setempat, sepertinya kasus ini melibatkan kepolisian.

Ya, si "Pendeta suci 20/52" bersama puterinya Tn. Parthasaarthy.

Baru saja kulihat mereka lewat dan ada perban di pemuda itu.

Istirahatlah... Aku pulang!

Inder.

Obatmu masih aku pegang.

Ingat, jika mual, minumlah obat yang warna merah... kalau nyeri... minumlah yang kapsul.

Dimana kuletakkan?

Doktor menyuruhmu agar tidur telungkup, dan bukan terlentang.

Tidur terlentang akan menekan lukamu.

In...

Inder!

Inder!

Inder!

Pak Sopir, tolong lepas talinya.

Tn. Jayram. Minta waktunya sebentar.

Salam.

Ada hal penting apa?

- ... sampai-sampai meminta waktuku? - Berapa ongkosnya

Lihatlah ada kejadian apa di lingkungan kita.

- Ada apa? - Ceritakanlah.

Di pagi buta tadi puterimu dan "pendeta suci" di 20/52...

Si pendeta suci... Ada apa dengannya?

Puteri Anda tadi pagi mondar-mandir terus.

- Saraswati? Kau sedang mabuk? - Tidak, Pak.

Apa kau sudah tidak waras? Sampai berkata omong kosong!

Aku akan memecatmu.

Anda bisa periksa sendiri Pak.

Mereka masih di lantai atas sejak polisi mengantar mereka.

Polisi? Saraswati? Omong kosong apa ini?

Pak, kita kesana saja Sebaiknya kita lihat langsung.

Agar tak ada lagi spekulasi.

Arundhati, tunggu aku di rumah!

Ayo, Pak.

- Ayo. - Ayo.

Ayo, Pak.

Sudah kubilang aku tak berbohong.

Silahkan Anda lihat sendiri.

Ternyata...

Omongan si penjaga benar.

Ayah, bukannya... pulang besok.

Ini...

Pak...

Anda salah paham.

- Aku pergi ke rumah sakit, jadi... - Tutup mulutmu... diamlah.

Kau sudah menjadikan tempat ini sebagai rumah bordil.

Kali ini kau sudah keterlaluan.

Awalnya kau menggoda putri kami...

... dan sekarang kau menantang kami.

- Tidakkah kau malu? - Aku tidak...

Aku tidak bercumbu dengan siapapun.

- Saru... - Saru.. apa kau bilang?

Namanya Saraswati.

Saraswati Parthsaarthy.

Dan gadis seperti Saraswati Parthsaarthy...

... sudah merusak adat di keluarganya demi pemuda sepertimu.

Ini sudah jelas, untuk apalagi kau memberi penjelasan atas semua ini?

Bukan begitu!.

Untuk apa mendengarkan alasan mereka, Pak?

Izinkan aku menjelaskan....

Tadi malam, giliranku berjaga...

Putri Anda menemui pemuda ini di jam 4 pagi. Sumpah demi Dewa.

Aku tak pernah berbohong.

Kita harus menindak keras perilaku semacam ini.

Ayah, ayah. Kumohon kita pulang.

Akan kuceritakan semuanya.

Kumohon, Yah. Ayo pulang. Kumohon, kumohon.

Keterlaluan!

- Menyingkir. - Tn. Jayram.

Beberapa kesalahan, memang tak bisa dimaafkan, Begitulah yang tertulis di dalam kitab.

Bagaimanapun juga dia masih puterimu.

Kesalahan semacam ini sering terjadi di usianya.

Saran Saya, bicarakanlah baik-baik dan bawalah puteri Anda pulang, terlebih dahulu.

Maaf, kumohon Ayah.

Kumohon... Ayah.

Arundhati.

Hubungi pendeta untuk mengadakan ritual kematian.

Kita harus melakukan ritual kematian.

Untuk siapa?

Untuk Puterimu yang sudah mati.

Saru... untuknya.

Kali ini, sudah tidak ada lagi penghalang pernikahan putri bungsu kita.

Kabarkan berita baik ini pada Kaveri.

Beberapa kesalahan memang tidak bisa dimaafkan.

Kalian dengarlah ini baik-baik!

Puteriku hari ini sudah mati.

Tuan-tuan, datanglah ke rumahku untuk upacara persembahan terakhir.

Kau juga.

Ayo pergi.

Ayo.

Maaf.

Maaf buat apa?

Maaf saja.

- Mau kemana? - Kantor.

Kenapa?

Karena.. tidak lagi ada cuti setelah yang terjadi hari ini.

- Halo. - Halo, Saru.

Untuk apa kau datang ke rumah pemuda itu?

Aku telah berjanji pada Kaveri akan menikahkannya.

Apapun yang terjadi. Setidaknya Ayah sudah setuju untuk menikahkan Kaveri.

Apa yang sudah kau lakukan ini anakku, sayang?

- Kenapa kau berfikir demikian? - Izinkan Kaveri menikah terlebih dulu, kumohon Bu.

Ibu akan menghubungimu setiap hari.

Maukah Ibu memberitahu Ayah tentang ini?

Kau tahu sendiri, mana mungkin ibu memberitahunya.

Kalau begitu jangan hubungi aku Bu.

Jika ayah tahu, dia bisa hancur.

Sumpah Demi Dewa!

Prinsip ayah dan anak sama saja, sungguh keras kepala.

Dah, Bu.

Halo.

Ya, Pak. Aku yang menghubungi Anda.

Pak, aku sangat butuh tempat tinggal hari ini.

Pak, tolonglah.

Aku belum menemukan rumah untuk kutempati.

Seharusnya laporkan padaku sesegera mungkin.

- Ini kunci rumahnya. - Saru.

Kami akan menuju Five Gardens.

Kami akan menurunkanmu di jalan.

Tidak, makasih.

Tak masalah, ikutlah.

Biarkan saja, Abhimanyu.

Sepertinya dia akan pergi kencan.

Apa kau dan dia akan pergi kencan?

Abhimanyu, ini Inder.

Inder, dia Abhimanyu, Namrata dan Sheetal.

Kita ke rumah itu?

Terima kasih sudah menemukan rumah untukku.

Jika kau suka rumah ini, Barulah ucapkan terima kasih.

Terima kasih.

- Kita ke dalam? - Ya.

Rumah ini benar-benar bagus. Terima kasih.

Tapi, ruangan ini masih tampak kosong...

... besok kita ke pasar beli perabotan beserta sayuran.

Bagaimana?

Aku bisa membelinya sendiri.

Tapi jika kau mau ikut, aku takkan melarang.

Baiklah.

Ini kuncinya.

Kau selalu kemari membeli sayuran?

Pasar ini terkenal dengan harganya yang bersahabat.

Sampai-sampai ayahpun belanja ke tempat ini.

Pasar ini terkenal dengan Thandai-nya (sejenis minuman) yang enak.

Apa kabar, Shankar?

Baik, Bhaiya.

Buatkan dua.

Untukku yang biasa ku pesan, dan yang untuknya...

Baiklah, Bhaiya.

Yang super kuat dan super seksi ini buat Bhaiya.

Dan yang ini buat Anda.

Kenapa punyamu superkuat dan super seksi?

Karena ini ada tambahan Bholenath nya.

Ya.

Aku juga mau yang itu.

Ayo.

Mood aashiqana hai "Suasana hati penuh cinta"

Subah ghar jaana hai "sampai harus pulang pagi"

une kaisa jaadu hai kiya "Sihir apa yang kau berikan"

Lamha ye suhaana hai "Saat-saat yang menyenangkan"

Time nahi hai gawaana "Jangan buang waktu lagi"

Jeene ka mazaa le saathiya "mari nikmati hidup ini sayang."

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

befikar dil hai aaj "Hatiku sedang gelisah"

hai tera mujhpe raaj "Dirimu tlah mengendalikanku"

Jo kahe, kehnde de, bawra, yeh samaaj "Bodo amat, apa kata dunia"

bhage yahan wahan, ye zindagi ferrari hai "Mengarungi hidup, kesana-kemari bagaikan ferrari"

waise hi zindagi hai, jis tarah guzaari hai "Begitulah hidup... menghinggapi semua orang"

Mood aashiqana hai "Suasana hati penuh cinta"

Subah ghar jaana hai "sampai harus pulang pagi"

tune kaisa jaadu hai kiya "Sihir apa yang kau berikan"

Lamha ye suhaana hai "Saat-saat yang menyenangkan"

Time nahi hai gawaana "Jangan buang waktu lagi"

Jeene ka mazaa le saathiya mari kita nikmati hidup ini sayang

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

Bisa antar kami ke Five Gardens?

Sedang ada aksi mogok supir taksi, Pak. Besok, baru kembali beroperasi.

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

Khwaabon ka town hai "Memimpikan, kota ini"

Raat bhi brown hai "saat malam hari... berwarna cokelat"

Kya hua kuch nahi "Tak tahu, mengapa bisa begini "

Do hi drink down hai "Padahal sudah minum dua botol"

Nashe mein hum nahi hain, Ye samaa nasheela hai "Meskiku tak mabuk, namun kurasakan sesuatu yang sama memabukkan"

Paani bhi hain peete, Toh lagta hai hai tequila "Saat minum air, malah terlihat seperti tequila"

Mood aashiqana hai "Suasana hati penuh cinta"

Subah ghar jaana hai "sampai harus pulang pagi"

tune kaisa jaadu hai kiya "Sihir apa yang kau berikan"

Lamha ye suhaana hai "Saat-saat yang menyenangkan"

Time nahi hai gawaana "Jangan buang waktu lagi"

Jeene ka mazaa le saathiya "mari nikmati hidup ini sayang."

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo Klik, ambillah fotoku

toh kheech meri photo piya Klik, ambillah fotoku, Sayang

Bagaimana keadaanmu?

Baik-baik saja kan?

Bukankah kau mau bertemu dengan pemuda IT itu?

Ya.

Aku membawa buku yang kupinjam dari perpustakaan.

Maukah kau mengembalikannya?

Di dalamnya ada ...

Minuman yang kemarin ada ganjanya, kan?

Ya.

Saat kemarin aku mabuk, aku tergolong pemabuk yang mana?

Pemabuk apa!

Maksudku seperti orang lagi teler saat mabuk...

Sering tertawa, sering menangis.

Aku termasuk yang mana? ... tergolong tipe yang mana?

Romantis.

Apa aku membuatmu malu?

Aku beli bir sebentar, tapi cuma untukku.

Inder... terlalu sering minum bir dan ganja bisa membunuhmu.

Tidak ada seorangpun yang tak akan mati.

Tunggu di sini, aku segera kembali

Pamalih nyebut-nyebut mati. Ampuni kami Dewa.

Pak.

- Dompet itu milik seseorang. kembalikan. - Apa?

Ini milik si penemu, jadi orang jangan terlalu pintar.

- Ada apa? - Tadi ada orang lewat, dompetnya jatuh, dia mengambilnya.

Dia berbohong Pak. Ini dompet keberuntunganku.

Inder.

Inder.

Dompet ini milik seseorang.

Kenapa malah membuangnya? Seharusnya kita kembalikan.

- Tidak usah dikembalikan. - Kenapa?

Karena aku bilang begitu.

Inder, ada resep obat disini.

Orang itu bisa sakit jika tak minum obat tepat waktu.

- Biarkan saja dia mati, aku tak peduli. - Tapi aku peduli.

Saru! Saru!

Saru, hentikan ini!

Pak.

- Pak, maaf, Pak. - Halo, ya katakanlah...

- Aku... - Pak, ini dompet Anda.

Makasih, Nak.

Pak, Inderlah... Inder...

Inder... Inder... Tunggu. Inder, dengar dulu.

- Inder. - Minggir!

Boleh kuantar pulang, Nak?

Jika tidak keberatan...

- Mau kemana, Pak? - Perpustakaan

- Sudah tutup, Pak.

Inder Bhaiya.

Tadi aku sudah ke atas, Saru tidak ada dan bukannya...

... dia tinggal bersama Anda!?

Lalu kenapa malah mencarinya?

Saru.

Kenapa tidak pulang ke rumahmu?

Kau memintaku "menyingkir", kan?

Saat aku pulang ke rumah itu tapi rasanya harga diriku jatuh, seolah-olah mempemalukan diriku sendiri.

Aku ini "binatang" Saru!

- Kau menyesal? - Ya.

- Maka katakanlah "maaf!" - Maaf!

- Pria pemilik dompet itu... - Ayahmu, aku tahu.

Ada foto kalian di buku ini.

Pengacara termahsyur Rajenderlal Parihaar bersama puteranya Inderlal Parihaar.

Di depan pohon Oak yang tumbuh di tahun 1858...

Aku tidak suka membicarakan tentangnya.

Aku membencinya!

Seiring berjalannya waktu, hubungan kalian yang rusak kelak jika hatimu membaik, hubungan itu pun membaik.

Saru, apa tidak ada cara lain agar ayahmu menerimamu kembali?

Ada.

Satu cara tapi mustahil.

Kenapa mustahil?

Jika ada seorang pemuda llT, llM, keturunan Brahmana bermarga Shashtri, yang mau menikahiku.

Mungkin ayah akan menerimaku!

Walaupun tidak menerimaku setidaknya dia merestuiku.

Kalau begitu menikahlah.

Pemuda mana yang mau menikahi wanita jelek dan kolot.

Jelek dan kolot!

Aku mengerti.

Bisa antar kami ke Dharavi?

Bisa Tuan.

Untuk apa ke Dharavi?

Inder, Untuk apa kita ke tempat ini?

- Apa ini tempat yang pantas? - Jangan khawatir.

Ruby pun memesan semua perlengkapannya dari Mustakeen Bhai.

Bhai?

Penyelundup terbesar barang rancangan perancang terkenal di Mumbai.

Penyelundup? Aku mau pulang saja.

Percayalah, meski dia penyelundup, dia seniman yang luar biasa.

Rajanya penata rias.

- Assalamu'alaikum, Mustakeen bhai. - Wa'alaikumussalam.

Bawa barang jarahanmu kesini, Inder.

Barang jarahan!

Inder, ayo pulang. Aku tak mau dirias.

Hentikan ini, Inder.

Wikipedia pe check karle "Periksalah di Wikipedia"

Google tu search karle "Kau cari saja di Google"

Baby zara look around karle " atau lihatlah di sekelilingmu, sayang "

Nahiyo milega aisa yaar soniye "Takkan ditemukan kekasih sepertinya"

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu, dia yang nomor satu "

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu "

There's a magic in your eyes you turn my world around "Sihir dari matamu mengalihkan duniaku"

Love is in your eyes You turn my world around "Cinta di matamu, mengalihkan duniaku"

You look at me and go... oh... oh... oh... "kau menatapku dan pergi oh.. oh.. oh..."

Don't you ever leave me and go "jangan pernah tinggalkan aku menjauh pergi"

Wikipedia pe check karle "Periksalah di Wikipedia"

Google tu search karle "Kau cari saja di Google"

Baby zara look around karle " atau lihatlah di sekelilingmu, sayang "

Nahiyo milega aisa yaar soniye "Takkan ditemukan kekasih sepertinya"

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu "

Tere bina mujhe chain nahi re "Tanpamu tak ada kedamaian"

Tere bina din rain nahi re "Tanpamu, resah siang dan malam"

You've stolen my heart away "kau telah mencuri hatiku"

Shubrubabru, shubrubabru When I see you baby.. "Shubrubabru....Saat aku melihatmu sayang"

Wikipedia pe check karle "Periksalah di Wikipedia"

Google tu search karle "Kau cari saja di Google"

Baby zara look around karle " atau lihatlah di sekelilingmu, sayang "

Nahiyo milega aisa yaar soniye "Takkan ditemukan kekasih sepertinya"

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu "

You And I, My Man "Kau dan aku, Sayang"

I'm On The Top, My Man "Aku yang terbaik, sayang"

Hold Me Down, My Man We Are Inseparable "Dekap aku Sayang, Kita tak terpisahkan "

Koi nahi samjha Yeh rishta jaaniye Tak ada seorangpun yang mengerti ikatan ini, sayang

Hai poora hokar bhi Yeh adhoora heeriye "Meskipun tlah saling melengkapi, namun masih ada yang belum lengkap"

Tere bina mujhe chain nahi re "Tanpamu tak ada kedamaian"

Tere bina din rain nahi re "Tanpamu, resah siang dan malam"

You've stolen my heart away "kau telah mencuri hatiku"

Shubrubabru, shubrubabru When I see you baby.. "Shubrubabru....Saat aku melihatmu sayang"

Wikipedia pe check karle "Periksalah di Wikipedia"

Google tu search karle "Kau cari saja di Google"

Baby zara look around karle " atau lihatlah di sekelilingmu, sayang "

Nahiyo milega aisa yaar soniye "Takkan ditemukan kekasih sepertinya"

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu "

Ek number, ek number "Dia yang nomor satu "

Mustakin bhai memberikan ini sebagai hadiah.

Ayo pulang.

Bagaimana penampilanku?

Takkan ada lagi yang memanggilmu wanita jelek dan kolot.

Ibu, Kaveri dan Ayah pasti sangat senang melihat penampilanku ini.

Mari, kita tunjukkan pada mereka.

- Tidak, Inder. Ini ide yang buruk. - Tentu saja tidak.

Saru. Ayo.

Mana yang lebih baik, rambutnya diikat atau dibiarkan terurai?

Menguraikannya seperti ini membuatmu terlihat lebih cantik.

Siapa nama putri Anda yang sudah meninggal?

Saraswati.

Keturunan Kaundanyesya!

Hampir saja aku lupa, jika sikap orang tua selalu saja mengecewakan.

Sekarang apa rencanamu, Saru? Huh?

Aku bukanlah pecundang... Tapi aku orang yang pantang menyerah.

Aku akan pergi ke kantor sebagai Saru yang baru.

Saat ada yang menyanjung penampilanku akan kubalas dengan "terima kasih."

Inder...

Takkan kusia-siakan wajah cantik yang kau berikan ini. Takkan pernah, ku sia-siakan.

Dan saat ada pria yang "tepat" melihat wajah cantikku, lalu berkata "Menikahlah denganku, Saru".

Aku akan jawab : "Ya, aku mau."

"Ya, aku mau."

"Ya, aku mau."

Lalu aku akan menemui Ayah.

Dan dia akan menurunkan bunga yang dikalungkan di fotoku.

Dia akan memelukku seraya mengatakan : ...

"Aku merestuimu".

"Semoga kau panjang umur."

Diterjemahkan oleh : Suherlan & Zehel

Dia... Saru, kan?

Lagi sakit, Saru?

Kau baik-baik saja?

Aku sehat, makasih.

Di balik penampilanmu yang menakjubkan ini... Ada motivasi apakah, gerangan?

Aku menunggu jawabanmu.

Demi seorang pemuda llT, llM.

Sungguh?

Sampai jumpa.

Sampai jumpa!

Hai, bisa bicara dengan Saraswati Parthasaarthy?

Saru sedang flu, jadi dia tidak datang ke perpustakaan hari ini.

Oke.

- Permisi. Saru sudah kembali bekerja? - Belum, dia masih flu.

Jika Saru mengambil cuti... Itu tidak mungkin!

- Kau tak memberitahuku sedang flu. - Ini hanya virus.

Bukan hal yang serius.

Si tukang pesta itu mencarimu.

Dia...Abhimanyu... apa nama belakangnya?

Shashtri.

Ya, benar.

Dia tak punya nomormu?

Tidak.

- Kenapa tidak masuk kerja, dia mengganggumu? - Tidak!

Lalu kenapa kau menghindarinya?

Apa alasanmu mengabaikannya?

Karena setiap kali aku membuka mulutku di depannya,...

... si bodoh ini, selalu saja mengatakan hal-hal bodoh.

Jangan tanyakan "kenapa!"

Kenapa?

- Kau baru diterima bekerja, ya? - Apa?

Ini berisi berkas lamaran kerja,kan? pasti kau baru diterima bekerja!

Selamat.

Berkas yang kau kira lamaran kerja ini berisi, daftar para pria yang akan melamarmu.

Semua yang ada di daftar ini seorang pemuda llT, llM.

Minggu depan mereka akan menemuimu.

Pasti kelak ada seseorang yang kau suka.

Saru.

- Hai. - Hai.

- Bagaimana kesehatanmu? - Baik.

Aku berusaha menemuimu beberapa hari yang lalu.

- Ada yang ingin kutanyakan... kau tidak sibuk? - hari ini?

Tidak! Untuk 80-90 tahun ke depan.

Jika kau tidak sibuk, Bisakah kita jalan bersama.

Maksud... maksudmu?

Kau sudah menjebak pemuda llT.. llM.. ini... tergila-gila padamu.

Aku tahu ini terlalu mendadak.

Tapi perasaan ini juga datang secara mendadak.

Saat kau kencan dengannya di hari itu, aku benar-benar tak menyukainya.

Dan saat kau memutuskan merubah penampilanmu,...

... aku berharap kau melakukan ini... ... memang untukku.

Dan saat kau tidak datang ke kantor...

... aku baru sadar, bahwa kau...

Kaulah yang kupilih, Saru.

Maukah kau...

Maukah kau menikah denganku?

- Saru. - Ada hal penting apa sih?

Kabar baik, kok. Ikut aku.

Pemuda no 8 yang ada di daftar, ... sedang menunggumu.

Di atas... di restoran.

Seorang... IIT, IIM...dan juga MIT. Ayahmu pasti akan suka.

Tadi, saat istirahat Abimanyu menemuiku.

Siapa? Si tukang pesta?

- Si tukang pesta itu seorang IIT... IIM... - Aku tahu kok.

Seorang Brahmana, Shashtri.

Sepertinya doa-doa ayahmu, terjawab sudah.

Naiklah.

Dia memintaku... menikah dengannya.

Lalu bagaimana?

Jawab saja "Ya."

♪ Yaadon ki qaid mein giraftaar ho gaya dil ♪ "Kenanganku yang tertahan, terpendam di hati ini."

♪ Darbadar ishq mein taar taar ho gaya dil ♪ "Rasa cinta di hati ini, hancur berkeping-keping"

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tidak ada alasan... dirimu diriku, dipertemukan."

♪ Rehnuma, rehnuma, rehnuma.. ♪ "Rehnuma." ( julukan untuk sosok penyayang, pemimpin )

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tanpa alasan... dirimu diriku, dipertemukan."

♪ Rehnuma, rehnuma, rehnuma.. ♪ "Rehnuma... Rehnuma... Rehnuma."

Maukah kau menemaniku membeli dan memilih gaun pengantin?

Pakaian manapun yang kupilih membuatku terlihat seperti Saru yang kemarin.

Mau yah, Inder.

Aku ingin terlihat cantik di hari pernikahanku.

♪ kisi aur ko tu chaahe ♪ "Sosok lain yang kau inginkan."

♪ Kisi aur ko tu soche ♪ "Sosok lainlah yang kau fikirkan."

♪ Is dil ko nahi ye gawara hai ♪ "Dan hati ini, menolak tuk menerimanya."

♪ Furqat ka sharara hai ♪ "Ada serpihan yang berkecamuk."

♪ Kaisa angara hai ♪ "Rasa panas apakah ini?"

♪ Teri tishnagi ne mujhe maara hai ♪ "Haus akan dirimu... membunuhku."

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tanpa alasan... dirimu diriku, dipertemukan."

♪ Rehnuma, rehnuma, rehnuma.. ♪ "Rehnuma... Rehnuma... Rehnuma."

- Hi. - Ini untuk apa?

Setelah menikah Abimanyu bekerja di kedutaan Turki dan formulir ini....

meminta bukti tes darah agar bisa membuat vis

- Jadi aku harus ke rumah sakit... - Kau ke Turki?

Ini undangan yang pertama...

Untukmu!

Inder, kalau kau tidak hadir...

Tidak ada seorangpun yang mendampingiku.

♪ Rahe saath adhoorapan chaahe main jahaan bhi rahoon ♪ "Kesendirian ini ketidaksempurnaan ini... menginginkan agar aku"

♪ Kahin sabr mujhe na aata hai ♪ "... Tidak terus menahan rasa sabarku ini. "

♪ Meri berang duniya mein mere saath tera hona ♪ " Duniaku yang tanpa warna... saat diriku ada di dekatmu"

♪ Mujhe raahat kyun de jaata hai ♪ " Entah mengapa memberiku ketenangan"

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tanpa alasan... dirimu diriku, dipertemukan."

Pak...

Pak... ini undangan pernikahan Saru.

Pemuda itu IIT... seperti yang Anda inginkan, Pak.

Pak, jika Anda tidak datang... takkan ada yang mendampingi Saru di pernikahannya.

Terimalah Pak.

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tanpa alasan... kita, dipertemukan."

♪ Rehnuma, rehnuma, rehnuma.. ♪ "Rehnuma.."

♪ Yaadon ki qaid mein giraftaar ho gaya dil ♪ "Kenanganku yang tertahan, terpendam di hati ini."

♪ Darbadar ishq mein taar taar ho gaya dil ♪ "Rasa cinta di hati ini, hancur berkeping-keping"

♪ Bewajah nahi milna tera mera ♪ "Bukanlah, tanpa alasan... dirimu diriku, dipertemukan."

♪ Rehnuma, rehnuma, rehnuma.. ♪ "Rehnuma.."

Hai, di mana mempelai pria?

Ayo, Saru.

Sebentar lagi dia tiba dengan orang tuanya dari bandara.

- Aku... akan mencari tahu... Abimanyu sudah sampai dimana! - Ya.

- Selamat. - Terima kasih.

Inder... pegawai pencatat nikah memanggil.

Ya, ada apa pak?

Bagaimana ini baishab. Dimana mempelai pria?

Berapa lama lagi harus menunggu?

Mungkin dia terlambat karena macet.

Sebentar lagi, sampai.

Ini sudah terlalu lama, baishab.

Cepatlah sedikit, sudah terlambat 40 menit.

Masih ada yang mengantri...

... mengertilah.. agar aku bisa menikahkan pengantin, yang mempelai prianya sudah tiba di sini.

Masuklah.

Apa ada yang mati, sampai sampai kau tidak datang? Huh??

Kenapa, Abhimanyu?

Orang tuaku menolak pernikahan ini.

Maaf.

Saru...

Inder...

Dia tidak akan menikah denganku.

Jika ada kesalahpahaman, mari bicara... kita selesaikan.

Pegawai pencatat nikah masih menunggu... Kalian masih bisa dinikahkan.

Pernikahan? Apa maksudmu?

Lebih baik pukul saja dia!

Pukul dia Inder! Pukul dia!

Pukul dia!

Pukul dia!

Pukul dia!

Kenapa berisik sekali di luar!

Saru!

Abimanyu! Biarkan kami bicara!

Seorang gadis yang masih hidup, tapi keluarganya sudah melaksanakan ritual kematian...

Bagaimana bisa kami menerima gadis demikian....

... Tentu saja, takkan pernah.

Kami tidak berfaham liberal.

Saat di bandara, Abimanyu menceritakan tentangmu...

Kami sudah membicarakan ini dengan sangat jelas...

Pernikahan ini tidak akan pernah terjadi.

Dan jika dia tetap bersikeras... kami tidak akan menjadi bagian dari pernikahan kalian.

Kau bilang... persetujuan mereka hanya formalitas.

Kalau kau bilang "ya"... mereka juga akan bilang "ya."

Seharusnya tadi kau pukul dia.

Kenapa tidak memukulnya?

Kenapa tidak kau pukul?

Kenapa tidak dipukul? Huh?

Kenapa tidak memukulnya?

Kenapa tidak memukulnya?

Jika aku memukulnya... semuanya akan berakhir sia-sia.

Takkan ada kesempatan kedua untukmu...

Untuk bilang "maaf," atau "aku mencintaimu."

Maaf...

"maaf, aku mencintaimu" tidak pantas untuknya.

Apalagi kesempatan kedua.

Ini... ini semua... yang kau lakukan ini...

Dia tidak pantas untuk ini.

Tak pantas untuknya. Apalagi kesempatan kedua.

Tidak ada yang pantas untuknya.

♪ Meri bechainiyon ko chain mil jaaye ♪ "Kegelisahaanku ini, menemukan... yang mendamaikannya."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

♪ Mere deewanepan ko sabr mil jaaye ♪ "Ketidaktenanganku ini, menemukan.... yang menyabarkannya."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

♪ Zikr tumhara jab jab hota hai ♪ "Mengingat, menyebut namamu, kapanpun dimanapun."

♪ Dekho na aankhon se bheega bheega pyaar beh jaata hai ♪ " Lihatlah, bulir- bulir cinta dari mata ini, jatuh membasahi."

Tuan dan Nyonya Shastri!?

Selamat. Ini kunci suite bulan madu Anda.

Terima kasih.

- Semoga suka dengan tempatnya. - Saru, kita bicara sebentar.

Saru, hentikan ini.

Untuk apa, Inder?

Sudah dibayar tunai untuk 2 hari. Untuk apa dibuang percuma!

Lagi pula, aku tidak bisa pulang ke rumah.

Kalau kau ingin pergi, pergilah...

- Pergilah. - Saru...

♪ Main raat-din ye duaa karun ♪ "Siang dan malam aku berdoa..."

♪ Tere liye main jiyoon maroon ♪ "Hanya untukmu... hidup matiku."

♪ Chaaron pehar tujhe dekha karoon ♪ "Di 4 waktu berharap bisa melihatmu." ( Pehar = 4 waktu : pagi, siang, sore, malam )

♪ Mera jahaan ye tujhpe fanaa karoon ♪ "Dimana keberadaanku ini, fana dihadapmu."

♪ Zikr tumhara jab jab hota hai ♪ "Mengingat, meyebut namamu, kapanpun dimanapun."

♪ Dekho na honThon pe tera ehsaas reh jaata hai ♪ "Lihatlah, melalui bibir ini kehadiranmu... mampu terkecapkan."

♪ Mere har raaste ko manzil mil jaaye ♪ "Setiap arah yang kulalui, menemukan... tempat tujuannya."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

Lihatlah Inder... meskipun kini aku sudah cantik...

Tak ada seorangpun yang mau menikah denganku.

Jika "ini diteruskan," besok kau akan membenciku, Saru.

Aku mohon.

♪ Berang hawayein mujhe naa jaane ♪ "Hawa yang tak berwarna ini, tak tahu mengapa...."

♪... de gayi sadaa kyun abhi abhi. ♪ "... berbisik-bisik memanggilku."

♪ Hai sarfaroshi ye aashiqui bhi... ♪ "Cinta ini bagai cintanya Sarfaroshi"

♪ ... jaayegi jaan meri isme kabhi ♪ "... kelak rasa ini, membinasakanku."

♪ Zikr tumhara jab jab hota hai ♪ "Mengingat meyebut namamu, kapanpun dimanapun."

♪ Dekho na har lamha teri daastaan keh jaata hai ♪ "Lihatlah... setiap sentuhanmu ... mampu tergenggam."

♪ Meri har ik taDap ko sukoon mil jaaye ♪ "Setiap rasa sakitku ini, menemukan... penyembuhnya."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

♪ Tera chehra jab nazar aaye ♪ "Di saat rupa indahmu, sekilas menghampiri."

"Abhimanyu menemuiku."

"Entahlah, apa harus aku berkata"maaf..., terima kasih..., ataukah selamat tinggal"

Salam.

Silakan duduk.

Tanggal 27 ini, Kaveri menikah.

Saru tidak mau mengangkat telepon dariku.

Maukah kau, menyampaikan undangan ini untuknya?

Aku sudah tidak ingin, bertemu lagi dengan Saru.

Dan aku akan pergi dari kota ini.

Baiklah, anakku. Permisi, aku pergi.

Akan kuberikan...

... undangan Pernikahan Kaveri pada Saru.

Jaga dirimu.

- Saraswati ada? - Dia sudah tidak bekerja di sini. Maaf!

- Ada informasi tentang dia? - Tidak ada.

Permisi.

Bisa sampaikan ini untuk Abimanyu Shashtri? Terima kasih.

Inder.

Undangan ini, tidak bisa kuberikan pada Saru?

Kenapa?

Sejak pernikahan kami gagal, kami sudah tidak berhubungan lagi.

Bohong.

Kau datang menemuinya di resor... Kau bersamanya... Aku melihat kalian!

Ya, benar aku datang, dan bicara dengannya.

Setelah itu, dia pergi memilih jalannya dan aku memilih jalanku.

Apa maksudmu dengan "pergi memilih jalannya?"

Pasti dia juga memberimu "alamat tujuannya," kan?

Tidak.

Ada pesan untuk keluarganya?

Maaf.

Abhimanyu.

Apa ada pesan untukku?

Tidak ada!

Ya halo! Katakan, di mana !

Aku membawa pistol.

Lain kali, jika kau pergi tanpa memberi tahuku...

Keenam pelurunya akan kulepaskan.... di sini... juga di sini!

Mengerti, kan?

Apa?

Apa?

- Kenapa, berkata "halo" saja tidak? - Tidak mau.

Katakan alasanmu? Huh?

Setelah "yang terjadi malam itu" atas dasar simpati, Kau... berkata "halo" saja tidak ...

... mengabaikanku.

Jadi itukah!! Alasanmu, meninggalkanku?

Apa kau malu?

Saru, bersikaplah dewasa.

Aku tidak meninggalkanmu. Aku mengirimimu pesan.

Bukankah sudah kau baca? Hah!

Ya sudah... alasanku membiarkanmu karena kukira kau...

... akan memulai lembaran baru dengan Abhimanyu.

Saru... kenapa kau berkeliaran di hutan ini?

Untuk apa berkelana di hutan ini seperti orang yang hilang akal?

Katakan...

Memangnya siapa kau, sampai harus menanyakan itu?

Saru. Bagaimana denganmu... setelah malam itu, siapa aku bagimu?

Sudah berlalu dan berakhir, Inder.

Apapun yang terjadi malam itu...

Hanya bisa melupakan Abhimanyu untuk sesaat.

Bukan malam yang istimewa.

Bukan malam yang "Wah!"

Begitupun denganmu, kan?

Jadi, tinggalkan aku...

... sendiri.

Katakan, siapa aku bagimu!

Siapa aku bagimu! Katakanlah!

Saru?

Saru?

Saru?

Saru?

Saraswati sudah kularang, agar tidak bepergian ke tempat yang tinggi, seperti perbukitan.

Dia mengidap Meningioma.

Ada tumor, jauh... di dalam otaknya.

Sudah tidak mungkin dioperasi, apalagi kemoterapi.

Yang bisa kami lakukan hanya memberinya obat melalui mulutnya.

Entah bagaimana, melihat gejalanya saja, untuk mendiagnosanya... sangat sulit.

... dikarenakan, tidak ada tanda akut... selain demam dan sakit kepala.

- Dan sudah kujelaskan tentang ini pada Saru dan tunangannya. - Maaf sebentar!!

- Abimanyu. - Ya.

Ya, Pak. Mehta.

Kau membatalkan pernikahan.... karena penyakitnya, kan??

Tidak lama setelah pernikahan itu batal, aku menerima laporan kesehatan itu.

Seandainya aku tahu tentang ini... Aku takkan menyakiti Saru.

Kantor di tempatku bekerja nanti, meminta laporan tes rutin medis untuk membuat visa.

Karena itulah dokter menghubungiku pertama kali dan bukan menghubungi Saru.

Akupun malu pada diriku sendiri.

Sepanjang malam aku mencari Saru dengan membawa laporan itu.

Keesokan harinya, aku menemuinya di Resort aku berkata "maaf" padanya, agar diberi kesempatan kedua.

Tapi dia menolakku.

Dia bilang " aku beruntung dan seandainya...

... pernikahan ini tidak batal... maka seumur hidup, aku akan hidup dengan istri yang mengidap tumor."

Bukankah sebelumnya aku datang menemuimu dan bertanya, adakah pesan yang ditinggalkannya untukku atau tidak!!!

Kau Ingat, kan?

Kenapa berbohong?

"Inder tidak boleh tahu tentang ini."

Itulah janji yang dimintanya padaku.

Jika bukan karena janji itu, pasti sudah kukatakan semuanya.

Membatalkan pernikahan, sanggup, sedang janji, tidak.

Bagaimana keadaan Saru?

Kalau kau tahu, apa maumu?

Permisi, Pak.

Barang-barang ini, milik pasien.

Terima kasih.

Haruskah di pesta itu aku duduk sambil memegang botol infus!?

Jangan-jangan kau mengacungkan pistol di kepala dokter agar dia menyetujuimu!

Di mana pestanya?

Kejutan.

Aku suka kejutan.

♪ Betahasha dil ne, tujhko hi chaaha hai ♪ "Tanpa batas hati ini... menginginkan Engkau..."

♪ Har duaa mein maine tujhko hi maanga hai ♪ "Setiap aku berdoa... yang kupinta hanyalah Engkau.."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "K'tiadaanmu, bagai sebuah kutukan."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "K'tiadaanmu, bagaikan sebuah bala."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ "Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpahmu, Sayang O ..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

♪ Tumhe dekhte hi aakhen ho jaati nam ♪ "Melihat kehadiranmu, meneteslah air dari mata ini."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpahmu, Sayang O ..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

Ayahku terlihat tampan, kan?

Kalung antik yang dipakai ibu, Pasti ayah yang membelinya...

Dia sudah lama memintanya.

Yang itu... pamanku, datang dari Visakhapatnam.

Kakak ayah.

Setiap dia bicara...

Di akhir pembicaraan, pasti begini...

Lihatlah... dia melakukannya... masih seperti biasa.

♪ Nasha tera dil ko lagaa ♪ ""Hati ini... termabukkan olehmu"."

♪ Dena nahi mujhko dagaa ♪ "Jangan pernah... dustakan aku."

♪ Main teri aadat ka maara hai kya meri khataa ♪ "Demi dirimu, salahkahku, jika aku mengingkari adat"

♪ Tere bin naamumkin...Apna guzaara hai ♪ "Tanpamu tak mungkin... Lalui hidup tanpa Engkau"

♪ Har duaa mein maine, tujhko hi maanga hai ♪ "Setiap aku berdoa, yang kupinta hanyalah Engkau."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "K'tiadaanmu, bagai sebuah kutukan."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ "Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam... O ♪ "Demi sumpahmu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam... O♪ "Demi janjimu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam... ♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang..."

♪ Tumhe dekhte hi aakhen ho jaati nam ♪ "Melihat kehadiranmu, meneteslah air dari mata ini."

♪ Sanam teri kasam... O ♪ "Demi sumpahmu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam ♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

Menikahlah denganku, Saru.

Pernikahan atas dasar kasihan...

Tidak, terima kasih.

Saru.

Saru, kumohon.

Kisahku memang belumlah lengkap, tapi ini bukan tanggung jawabmu Inder.

Lalu tanggung jawab siapa?

Cukup, hentikan ini.

Aku bukan yang pertama untukmu Apalagi pilihan terbaik untukmu.

Bagiku kau satu-satunya...

Jika kau meminta ini lagi, Aku akan menjawab "Ya."

Aku tidak akan membuat diriku direndahkan lagi, Inder.

Aku ingin mati dengan kebanggaanku sendiri...

Kemarilah...

Ulurkan tanganmu.

Kau tidak akan mati.

Cukup.

Apapun harapan orang tua pada anaknya Dewa pasti merestuinya.

Mengalungkan bunga pada foto itu kutukan dan bukan doa...

Lalu Dewa manakah yang mengabulkan kutukan?

Doa atau kutukan...

Apa pun yang berasal dari hati orang tua...

Pasti Dewa mengabulkannya.

Mengabulkan apa...

Cukup, Hentikan.

Cukup.

Kita kembali ke rumah sakit.

Inder...

Ya tuhan, ada apa dengannya?

Jayram!

Jayram!

Cepat kemari!

Jayram!

Lihatlah yang telah dilakukannya...

Bajingan! Apa-apaan ini?

Apa maksud tindakanmu ini?

Hubungi polisi!

Jangan pernah lagi mengalungkan bunga di fotonya.

Jika tidak... apa maumu?

Apa yang akan kau lakukan?

Aku akan kembali dan menerima tamparan Anda.

Salam.

Hey... pak bos.

Bangun, sudah pagi.

Cepat bangun.

Aku pernah bilang, aku selalu mengawasimu, kan?

Kau memang bintang top di tempat ini.

Banyak yang mengeluhkan tingkahmu.

Semua minuman ini, kau yang habiskan?

Hebat juga.

Ikut aku, minum teh di kantor polisi.

Ada sedikit kemajuan.

Aku mengizinkanmu pulang karena kau yang meminta.

Tapi tetaplah datang untuk pemeriksaan rutin.

Oke?

Di mana temanmu?

Setiap jam besuk, biasanya dia selalu datang ke tempat ini.

Ada apa dengannya hari ini?

Pak, izinkan aku menelepon.

Pak.

Tolonglah, Pak.

- Pak, aku harus menelepon rumah sakit... - Rode, tangani dia.

Hey... duduk.

Kau bukan tamu di sini.

Cepat duduk.

- Izinkan aku menelepon, Pak, jika tidak... - Jika tidak apa?

Jika tidak, kenapa?

Tahukah kau, Aku sangat ingin menendangmu ke balik jeruji.

Ada banyak warga yang mengeluh karena tingkah lakumu.

Selain itu, kau punya riwayat kriminal.

Dan kali ini kau berani mengancam inspektur polisi yang sedang bertugas... dengan ucapanmu :

"Jika tidak!!"

Memangnya apa yang akan kau lakukan?

- Aku cuma ingin menelepon, Pak. - Hey Rode, campakkan dia ke balik jeruji.

Karena ini hari Sabtu, takkan ada yang bisa menjaminnya hingga hari Senin.

Tolonglah Pak, ini sangat penting.

- Biarkan dia membusuk di dalam, beberapa hari. - Pak... Pak

Berhentilah mengganggu Inspektur.

Pak tolonglah ini penting...

Baishab, tolong beritahu dia... sekali saja... ini sangat penting.

-

Aku harus menelepon.

Hey... jangan macam-macam.

Siapa yang mau kau hubungi? Ayahmu?

Hey... hentikan dia!

Bharti, ambil mobil.

Baik, Pak.

Aku ingin buku ini diterbitkan.

Seandainya ada seseorang, bebas dari penjara 8 tahun kemudian ... buku apa yang cocok untuknya?

"Gadis beruang... kopi!?"

"Tidak mau... kopi!?" "Bagaimana dengan Tequilla."

"Hari ini... setelah bertemu dengan seorang gadis di lift..."

"Sepertinya, tlah kutemukan pilihan terbaik dalam hidupku."

"Biasanya aku meninggalkan gadis manapun yang menangis."

"Tapi saat melihatmu menangis... Aku jadi ...ingin... menciummu."

"Jadi bolehkah aku....?"

"27 hari, 9 jam telah berlalu, sejak aku bertemu denganmu."

"Tapi belum ada satupun jawaban darimu."

"Kurasa jawabanmu, Tidak, terima kasih."

"Tapi... jika nanti berubah pikiran, ... hubungi aku."

- Hey, hey. - Berhenti...

Melihatmu berlari seolah maut mengejarmu... Katakan apa alasanmu?

Untuk "Maaf" atau "Aku mencintaimu?"

Hey tunggu sebentar.

Hey, borgolnya masih...

Sama seperti tadi.

Tapi kali ini ia berlari dengan diborgol.

Apa yang harus kita jawab pada pimpinan, tentang borgolnya?

- Pak haruskah aku....? - Huh?

Belikan teh.

Bebas bersyarat, 10 menit.

Setelah itu dia harus kembali.

Waktunya dimulai dari sekarang.

Maaf, Saru. Aku terlambat.

Kau menangis? Kau tidak apa-apa, kan?

Tidak... bagaimana mungkin kau baik-baik saja.

Ayo....kita kembali ke rumah sakit.

Sekarang. Bangunlah.

Kenapa tidak memberitahuku kalau kau sudah diperbolehkan pulang

Kenapa kau tidak memberitahuku, kalau aku pilihan terbaikmu.

Kau bilang aku ini, pilihan terbaik untukmu.

Lalu kenapa kau mengizinkan ... membiarkanku menikah dengan Abimanyu?

Saru, kau memang pilihan terbaikku, tapi...

Seorang penjahat sepertiku bukanlah yang terbaik untukmu... dan tidak sesuai keinginan ayahmu.

Inder...

Tahukah kau... kenapa hidup memperlakukan kita seperti ini!?

Agar aku tidak meninggalkan dunia sebagai Saraswati Parthasaarthy...

Tapi meninggalkan dunia sebagai Saraswati Parihaar.

Nikahilah aku, Inder.

Aku mohon!

Maaf mengganggu... bebas bersyaratnya...

... Sudah habis.

Aku mohon... tolong, jangan ...!!!

Ini hadiah pernikahan untuk kalian!

Mehndi-nya bagus, kan?

Haruskah aku mengenakan sari, besok?

Lalu, apa yang akan kau kenakan besok?

Pakailah pakaian yang sopan.

Ini pernikahan kita, pakaian kita harusnya seragam.

Kenapa?

Cuma bercanda.

Inder...

Saat aku meninggal nanti...

Tolong, jangan kalungkan bunga di fotoku.

Kuburkanlah aku dibawah pohon nan indah, di tanah seluas 2 yard...

Ketika "belahan diriku" datang mengunjungiku...

Aku akan datang bersama bunga yang berguguran.

Sudah kubilang, jangan pernah mengalungkan bunga pada fotonya.

Untuk apa bersepakat dengan seorang yang tak berguna sepertimu,

... yang sedang berbuat nekat seperti ini!!

Karena Saru akan menikah besok... menikah denganku.

Dan kali ini... kedatanganku bukan untuk memberimu undangan seperti saat itu...

Kedatanganku untuk memberitahumu...

Saat Saru melihat bunga melingkar di fotonya... hatinya hancur....

... dia menangis.

Dan demi menghentikan air matanya, aku rela membunuh dan mati untuknya...

... termasuk membunuh Anda!

Bagaimana menurut Anda?

Haruskah kulesatkan peluru ini, atau tidak?

Jangan!

Hentikanlah semua ini!

Tolonglah.

Aku mohon!

Aku pastikan... takkan ada lagi...

... yang akan mengalungkan bunga di fotonya.

Satu hal yang pasti...

Jika sekali saja ayahnya mengatakan "tidak"... meski sekali saja...

Maka kau, tidak boleh menikah dengan anak kami Saru.

SYAIR CINTA JALALLUDDIN RUMI ( buku yang dibaca Saru )

Tuan Inder... Nyonya Saraswati.

Kalian sudah siap untuk.. mengikrarkan tujuh sumpah?

Ya!

Tuan Inspektur, mereka siap.

Tolong ulangi sumpah ini, setelah aku mengucapkannya.

Sumpah yang pertama.

Jika kau bersedia berbuat kebajikan... atau pergi berziarah...

Jika kau bersedia berbuat kebajikan... atau pergi berziarah...

Berpuasa atau bersedekah...

Berpuasa atau bersedekah...

Maka kau boleh berada di sisiku.

Maka kau boleh berada di sisiku.

Jika kau menyetujuinya... maka aku bersedia berada disampingmu.

Jika kau menyetujuinya... aku bersedia berada di sampingmu.

Aku setuju!

Sah tuan...

Kali ini ... sumpah kedua.

Bagaimana caramu berbakti pada ayah dan ibumu ... maka...

Kau harus berbakti pula, pada ayah dan ibuku... dengan bakti yang sama.

Bagaimana caramu berbakti pada ayah dan ibumu ... maka...

Kau harus berbakti pula, pada ayah dan ibuku... dengan bakti yang sama.

Dan... demi nama baik keluargamu dan adat di keluargamu...

Kau akan mentaati perintah agama dan berbakti pada Tuhan.

Jika kau menyetujuinya... aku bersedia berada di sampingmu.

Dan demi nama...

Tunggu sebentar, Saru.

Kita bicara sebentar.

Ada apa lagi?

Pak Inspektur...

Aku bukan anak yang berbakti, Saru!

Saru.

Aku membenci ayahku, jika aku menyetujui, bukankah sama saja aku berbohong?

Dan aku... tidak bisa berbohong padamu, Saru.

Takkan bisa....

Takkan pernah bisa.

Pak...

Tanpa harus mengucap janji pernikahan, bolehkah kami langsung, mengalungkan bunga?

Ya, kenapa tidak!

Pak, aku sangat berharap Anda datang lebih awal.

Siapa yang mengizinkanmu menikah!

Tolong, ayah. Aku mohon...

Izinkan kami menikah.

Ayah...

Ayah, izinkanlah kami menikah...

Tolonglah... Aku mohon... ....Ayah.

Aku mohon...

Izinkan kami menikah, Ayah.

Izinkan kami menikah hari ini.

Aku mohon.

Tolong... Aku mohon... ... Ayah.

Dan Jika ayah berkata "tidak"....!!

Dia ini... "pendeta suci" di 20/52... kemarin memberitahukanku...

Jika dia rela membunuh untukmu ... dan mati karenamu.

Tidak ada satupun janji, yang melampaui ucapannya itu.

Dan tidak ada pemuda yang terbaik .... selain dirinya!

Kau sudah terlihat seperti pengantin wanita.

Kau boleh mengalungkan bunga untuknya.

Saru!

Pergilah, nak.

Kalungkan bunga padanya.

Wah.. Selamat... Kuucapkan selamat, atas pernikahan kalian.

Silahkan tanda tangan di sini.

Silahkan Tuan.

Di sini...

Giliran Anda, Nyonya.

Inder.

Saru.

Masuklah, Pak.

Kaveri bahagia, kan?

Suamiku lebih tampan dari suaminya, kan?

Jangan beritahu Kaveri...

Nanti, dia marah.

Kau pasti membenci ayah!

Malah aku sangat merindukan, ayah.

Senang bisa melihat seluruh keluarga berkumpul di sini. Selamat atas pernikahan mu.

Oh ya Pak Dokter, kami harus mengadakan resepsi pernikahan anak kami.

Kapan Saru diperbolehkan, pulang?

Kami sudah mengundang keluarga kami dari seluruh penjuru India.

Dan juga adiknya, yang tinggal di Amerika.

Kami juga sudah mengundangnya.

Masih ada waktu untuknya, kan?

Berapa sisa waktuku, dokter?

Tidak bisakah sampai Mehndi ini memudar...

Permisi!

Aku pernah berkata di hadapannya... agar segera dilaksanakan ritual kematiannya meski dia masih hidup.

Ayah mana yang tega berkata seperti itu di hadapan putri kandungnya?

"Setiap orang tua berdoa atau mengutuk..."

"Di saat itu juga Tuhan mengabulkan permintaannya?"

Begitulah yang kau katakan...

Tapi tidak kudengarkan.

Awalnya kukira... dia akan pulang, lalu meminta maaf.

Lalu aku memaafkannya.

Ayah...

Ayah...

Abu suci...

Bolehkah aku meminta sedikit abu sucimu, ayah?

Seorang pria bijak pernah mengatakan ini padaku.

Sungguh beruntung, jika sgalanya sesuai keinginanmu.

Jika tidak, malah lebih beruntung.

Karena bagaimanapun juga, itu kehendak Tuhan.

Cukup! Sudah! Sudah, cukup!

Ini dompetnya, tertinggal....

Dan buku ini kutemukan di dalam dompetnya.

3 hari yang lalu buku ini yang berjudul...

" Tumhari Sorry, I Love You" buku ini.. Dia daftarkan untuk diterbitkan

Apa kau tahu kenapa diberi judul ini?

Tidak!

Mawar mengering ini ada di halaman 65.

Mungkin... ini digunakan sebagai "tanda batas baca."

Dan pada halaman 65 ini, ada tanggal yang ditulis dengan pensil.

1994 sampai 2015.

Menurutmu kira-kira... apa artinya?

Kira-kira apa maksudnya?

Di halaman 65, ada fotomu... fotomu bersama ayahmu.

Coba pikirkan... kenapa dia menempatkannya, di halaman 65.

Pikirkanlah.

Pak...

Duduklah, Inder.

Apa pohon itu masih berada di taman?

Yang ditanam di tahun 1858? - Ya, masih ada.

Aku ingin lahan seluas 2 yard di dekat pohon itu.

- Boleh tahu alasanmu? - Cukup berikan saja.

Siapa yang kau bunuh kali ini?

Aku melihat ada noda darah di bajumu.

Memangnya aku tidak punya hak bertanya padamu?

Inder.

Kebiasaanmu masih belum berubah, selalu saja melarikan diri dari masalahmu.

Andalah yang mengajariku....

Saru, sebelum kita menikah...

Kenapa kau tidak pernah bertanya, kenapa aku menjadi seorang pembunuh!

Karena aku yakin, pasti kau membunuh demi menyelamatkan nyawa seseorang.

Saat umurku 13 tahun, aku diasuh oleh Bibi Lily. ( Bibi Lily pemilik apartemen Inder ).

Yang sudah kuanggap sebagai ibu kandungku.

Suatu hari pamanku mendobrak pintu kamarnya...

Demi membela dirinya ... dia membunuh pamanku.

Karena aku tahu ayahku tidak akan percaya dengan pengakuannya...

Aku mengaku, kalau aku pembunuhnya.

Seorang pengacara handal di negri ini.

Ayahku tidak mau membelaku, dan karena itulah aku takkan pernah memaafkannya.

Dia mengabaikanku.

Dan takkan pernah bisa "kulupakan."

Inder...

Mereka yang tidak tinggal bersama, karena mereka "melupakan" satu sama lain.

Yang terikat hubungan bisa tinggal bersama, karena saling memaafkan.

Aku takkan pernah bisa memaafkan kesalahannya.

Maafkanlah...

Berjanjilah!

Inder.

Mendekatlah.

Ucapkanlah selamat tinggal.

Tidak.

Tanpa izin seorang suami.... bolehkah seorang istri pergi?!

Kau tidak boleh pergi.

Kelak... saat kematian menjemputmu... akulah...

... yang akan menemuimu terlebih dahulu.

Dengan Mehndi di tanganku.

Ucapkanlah selamat tinggal.

Kau tidak boleh pergi.

Orang tuamu berdoa untuk kebaikanmu, kan? Dan Dewa akan mengabulkannya.

Seperti yang pernah kau katakan, bukan?

Doa mereka sudah dikabulkan.

Dengan.... dipertemukan denganmu.

Surat pertamamu adalah pesan cinta dari Dewa.

Aku sudah membaca suratnya.

Dan aku sudah tidak takut untuk mati.

Aku mencintaimu!

Aku mencintaimu!

Hingga.... tanpa batasan.

♪ Haal-e-dil mera....♪ "Apa yang dirasakan hatiku..."

♪... poochho na sanam ♪ "... jangan tanyakan sayang."

♪ Haal-e-dil mera....♪ "Apa yang di rasakan hatiku ..."

♪... poochho na sanam ♪ "... jangan tanyakan sayang."

♪ Aapke ishq ki madhoshi mein dooba hai ... ♪ "Cinta yang kau beri...memabukkanku, yang terbungkus dalam ..."

♪ ...Ye aalam. ♪ "... keindahan."

Saru...

♪ Haal-e-dil mera....♪ "Apa yang dirasakan hatiku..."

♪... poochho na sanam ♪ "... jangan tanyakan sayang."

Kudengar kau sudah menikah.

Inder...

Akan ayah berikan mas kawin 2 yard tanah makam, yang kau minta.

Dia akan baik-baik saja.

Aku tidak bisa menyelamatkanmu satu kali...

Dan kesalahan itu adalah dosa terbesar dalam hidupku.

Kali ini... Akan kuselamatkan menantuku.

- Akan kulakukan apa saja untuk menyembuhkan... - Saru sudah tiada.

Sudah tiada.

Pak...

Papa!

Tahanlah air matamu, papa.

Nanti saat kau melihat paras indahnya... Tidak akan ada lagi air matamu yang tersisa..

Kau mengizinkanku menemuinya?

Kau akan melupakan dosa-dosaku? Melupakan kesalahan-kesalahanku!

Penyebab orang-orang tidak tinggal bersama-sama karena mereka saling melupakan dosa mereka.

Sedang orang-orang yang terikat hubungan bisa tinggal bersama, karena saling memaafkan dosa mereka.

Terima kasih...

Pasti kau bahagia dengan prestasi suamimu!

Jadi mari kita rayakan.

Bersulang.

Aku sudah berhenti minum. Sumpah!!

Pernah sih, sesekali, cuma ingin mengenang bagaimana rasanya.

Aku merindukanmu.

Sampai saat ini pun merindukanmu.

Sangat berharap padamu...

Untuk menepati janjimu!

♪ Tere bin naamumkin...Apna guzaara hai ♪ "Tanpamu tak mungkin... Lalui hidup tanpa Engkau"

♪ Har duaa mein maine, tujhko hi maanga hai ♪ "setiap kali aku berdoa, yang kupinta hanyalah Engkau."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "Ketiadaanmu, bagai sebuah kutukan."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ " Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Sayang, demi sumpahmu ..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, sayang O..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

Kau menyesal?

Jika menyesal, katakanlah "maaf."

Jika kau meminta ini lagi, maka akan kujawab "ya."

Jika kau menyetujuinya... aku bersedia berada di sampingmu.

L

Li

Lir

Liri

Lirik

Lirik

Lirik &

Lirik &

Lirik & D

Lirik & Di

Lirik & Dit

Lirik & Dite

Lirik & Diter

Lirik & Diterj

Lirik & Diterje

Lirik & Diterjem

Lirik & Diterjema

Lirik & Diterjemah

Lirik & Diterjemahk

Lirik & Diterjemahka

Lirik & Diterjemahkan

Lirik & Diterjemahkan

Lirik & Diterjemahkan o

Lirik & Diterjemahkan ol

Lirik & Diterjemahkan ole

Lirik & Diterjemahkan oleh

Lirik & Diterjemahkan oleh

Lirik & Diterjemahkan oleh :

Lirik & Diterjemahkan oleh :

Lirik & Diterjemahkan oleh : S

Lirik & Diterjemahkan oleh : Su

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suh

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suhe

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suher

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherl

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherla

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan &

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan &

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan & Z

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan & Ze

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan & Zeh

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan & Zehel

Lirik & Diterjemahkan oleh : Suherlan & Zehel

♪ Betahasha dil ne tujhko hi chaaha hai ♪ "Tanpa batas hati ini, inginkan dirimu..."

♪ Har duaa mein maine tujhko hi maanga hai ♪ "setiap kali aku berdoa, yang kupinta dirimu.."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "Ketiadaanmu, bagai sebuah kutukan."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "Ktiadaanmu, bagaikan sebuah bala."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ " Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpahmu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi, janjimu, Sayang..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

♪ Tumhe dekhte hi aakhen ho jaati nam ♪ "Melihat kehadiranmu, meneteslah air dari mata ini."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpahmu, Sayang..."

♪ Sanam teri kasam.♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

♪ Huaa ye kya hashar mera ♪ "Apa ini, yang terjadi padaku!"

♪ Judaa huaa sabar mera ♪ " Kesabaran ini, meninggalkanku!"

♪ Main tere bin ek lamha kyun kabhi naa jiya ♪ " Mengapa kutak bisa hidup tanpamu, meski sekejap saja!."

♪ Raat bhar ashkon ne tujhko pukaara hai ♪ "Meneteslah air dari mata ini, di kala malam, memikirkanmu"

♪ Har dua main maine tujhko hi maanga hai ♪ " Setiap aku berdoa, pintaku hanyalah Engkau."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "Ktiadaanmu, bagai sebuah kutukan."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ " Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpahmu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, Sayang..."

♪ Sanam teri kasam ♪ "Demi sumpah-janjimu, Sayang."

♪ Nasha tera dil ko lagaa ♪ "Hati ini... termabukkan olehmu."

♪ Dena nahi mujhko dagaa ♪ "Jangan pernah... dustakan aku."

♪ Main teri aadat ka maara hai kya meri khataa ♪ "Demi dirimu, Salahkahku, jika aku mengingkari adat!?"

♪ Tere bin naamumkin...Apna guzaara hai ♪ "Tanpamu tak mungkin... Lalui hidup tanpa engkau"

♪ Har duaa mein maine, tujhko hi maanga hai ♪ "Setiap aku berdoa, pintaku hanyalah Engkau."

♪ Tera jaana jaise koi baddua ♪ "Ktiadaan dirimu bagai sebuah kutukan."

♪ Door jaaoge jo tum, mar jayengge hum.♪ " Terpisah jauh darimu, akan membunuhku."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpahmu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi janjimu, Sayang O..."

♪ Sanam teri kasam O...♪ "Demi sumpah-janjimu, sayang"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.