All language subtitles for The.Mentalist.S02E17.The.Red.Box.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Namanya Madeleine Hightower. Sebelumnya dia di bidang intelijen.

- Bos baru? - Madeleine Hightower. Bos baru.

Kepala Deputi Jaksa Agung. bilang dia akan tiba besok.

Kabarnya dia orang yang keras dan punya koneksi politisi.

- Ini kabar baik untuk kita. - Kita lihat saja nanti.

- Kau tak perlu cemas. - Aku tak cemas.

Kau agen teladan, tak ada alasan untuk cemas.

- Aku baik-baik saja. - Katakan itu pada dirimu sendiri.

Kediaman Keluarga Hopper Bank Citrus Heights, California

Apa kabar?

Vic Bandino, Keamanan Pemukiman. Terima kasih sudah datang.

- Agen Lisbon, ini Patrick Jane. - Wayne Rigsby.

- CBI, kau hebat! - Bandino, apa kabar?

Kami memecahkan kasus bersama dulu.

Kepolisian San Diego, Unit Anti-Pembakaran.

Waktu yang menyenangkan. Ingat pengintaian di Prismo?

- Kau telepon gadis itu? - Bisa tunjukkan mayatnya?

Tentu saja, mari.

Di paviliun. Nama James Smithson, 28 tahun. Warga negara Inggris.

Pengajar dengan bayaran mahal untuk anak-anak sekitar.

Putri pemilik rumah salah satu muridnya.

Beberapa bulan yang lalu dia pindah ke sini.

Rigsby, cari tahu kenapa tak ada petugas koroner di sini?

Baik.

Kau yang temukan mayatnya?

Anak pemilik rumah ini. Dia datang untuk belajar.

Dia telepon ayahnya, lalu ayahnya meneleponku, aku hubungi Jim.

Kenapa bukan polisi lokal? Kenapa kita?

Apa-apaan ini, Vic? Seharusnya hubungi aku saat tiba.

- Maaf, Tuan. - Aku Hopper Banks.

Aku Agen Lisbon, CBI. Ini TKP.

Ini rumahku.

Tn. Banks, aku minta kau pergi. Bisa lakukan itu untukku?

Aku akan ada di rumah utama, aku minta laporan lengkap.

Kabari aku jika mayatnya sudah dipindahkan.

Itu sebabnya aku menghubungimu.

Dia orang yang berkuasa di California.

Tak mau kepolisian setempat, dia minta yang terbaik.

Petugas koroner sedang dalam perjalan.

Sekali tembak. Dilihat dari lukanya ini kaliber .38. Tak ada pistolnya.

Tenang, hanya pemeriksaan visual. Aku tak sentuh apa pun.

Tak ada tanda penyerangan atau perampokan?

Pria ini memiliki resume yang hebat.

Lulus dari Eton dan Oxford.

Dulu dia kerja di Sekolah Persiapan khusus anak-anak kaya.

Aku tak begitu yakin.

- Maaf? - Luka di wajahnya.

Pria ini melakukan bedah plastik di kepalanya.

Kutebak isi resumenya palsu.

- Maaf? - Kau dimaafkan.

- Aku yang memeriksanya. - Berarti aku salah.

Tak ada kapalan di tangannya dan banyak tanah di kukunya.

- Siapa pria ini? - Panjang ceritanya.

Ada hal lain lagi? Rumah ini pasti punya alarm.

Ya. Tapi tak pernah dinyalakan. Aku ditelepon pukul 15.35.

Aku sedang di tempat klien dekat sini, peningkatan alarm.

Aku tiba di sini pukul 15.52.

Mayatnya masih hangat.

Kurasa dia tewas satu jam sebelumnya.

- Apa yang... - Tebak lagi.

Ini disebut Sindrom Lazarus.

Jantungnya terkena sengatan listrik lalu hidup lagi. Ini biasa terjadi.

- Maksudmu dia hidup? - Bisa dikatakan begitu.

Otaknya mati. Tanpa oksigen selama 10 menit, maka dia mati.

Minta Bandino perlihatkan rekaman dari kamera pengawas.

Mungkin kita beruntung dan bisa melihat wajah penembaknya.

- Aku ingin bicara pada putrinya. - Baiklah.

Apa yang kau cari?

Tanah di kukunya beraroma rosmari.

Ya.

Apa pun isi kotak ini, telah membunuh pria itu.

- Kalau begitu, kasus ini selesai. - Kau tak perlu menyindirku.

Istriku, Jolene, tahu James banyak bantu Lanie dalam tugas sekolahnya.

Dan saat dia perlu tempat tinggal, istriku menyewakan paviliunnya.

Mungkin dia sudah di sini untuk beberapa bulan.

- Baik sekali istrimu. - Jolene orang yang besar hati.

Apa ini istrimu?

- Inspirasiku. - Cantik.

Dia mengubahku jadi seniman sejati.

Sebelum bertemu dengannya, aku hanya fotografer biasa.

Tn. Banks, kami perlu bicara dengan putrimu.

Maaf, Lanie terlalu sedih untuk bicara. Mungkin lain waktu.

- Kami harus bicara dengannya. - Dia lihat yang kau lihat.

Dia pulang dan butuh bantuan untuk tugas sekolahnya.

- Kami harus dengar dari dia. - Lalu dia temukan mayat.

Dia baru berusia 12 tahun, kalian tak mengerti?

Bukan PR, tapi tugas tentang piramida.

- Aku bisa bicara denganmu. - Terima kasih, Lanie.

Lanie, duduklah di sini, Sayang.

Aku Agen Lisbon dan itu Patrick Jane.

Apa yang kau lakukan dengan tugas piramidamu?

Menjelaskan tentang alam baka yang ada di mitos Mesir Kuno.

Yang ada di mitos Mesir Kuno.

Jika begitu. Apa kau tahu, mereka percaya jika mati nanti...

Kau akan digendong ke Alam Baka oleh Kuda Nil Suci.

Itu kenyataan.

- Pukul berapa kau pulang? - Pukul 03.00 lewat.

- Lalu apa yang kau lakukan? - Aku membuat sirup lemon.

- James suka sirup lemon buatanku. - Siapa lagi yang ada di rumah?

- Tak ada lagi. Aku di Galeri... - Tn. Banks, kumohon.

Tak ada orang di sini.

Aku membawa sirup lemonnya ke paviliun.

Aku melihat begitu banyak darah.

Kau melihat atau dengar sesuatu?

- Mungkin suara atau mobil? - Hanya James.

- Aku bawa dia ke atas. - Ada yang tahu apa isinya?

- Tidak. Apa kita selesai? - Hampir.

Lanie. Kenapa ibumu tak mau kau bicara pada kami?

- Dia bukan ibuku. - Sayang, tak apa-apa.

Aku hanya melindunginya.

Dia baru saja mengalami peristiwa yang traumatis.

Kukira kau cemas dia mengatakan yang kau sembunyikan dari kami.

- Beraninya kau! - Benarkah? Beraninya aku?

Apa itu respons terbaikmu?

Kau akan biarkan pria ini menghinaku?

Berdiri saja dengan mulut terbukamu seperti orang bodoh.

Sayang. Sayang! Benarkah?

- Kau sungguh lihai. - Ya. Aku kelaparan.

Ada 4 kamera di halaman belakang.

Kami memutar rekaman dari pagi hingga kita tiba. Lihat ini.

Kami temukan pukul 14.37. Lihat jendela. Itu letusan senjata.

Siapa di dalam? Kamera menangkap apa di pintu itu?

- Hanya ini yang kami dapat. - Tak ada yang keluar atau masuk?

Siapa pun yang menembak Smithson...

...tahu di mana letak kamera dan cara menghindarinya.

Ini milikku, jika mau akan kubuatkan untukmu.

Kita harus periksa alibi Jolene dan Hopper.

Tunggu dulu. Semua kamera tak tersembunyi. Semua bisa melihatnya.

Para tamu, murid yang belajar serta orang tua mereka, semua melihat.

- Bagus sekali. - Terima kasih, Tn. Bandino.

Terima kasih. Maaf.

Tak ada data tentang James Smithson, si Korban.

Paspor dan referensinya palsu.

Kuperiksa sidik jarinya di semua pangkalan data, kosong.

Kawanmu, Bandino tak memeriksa latar belakangnya.

Tak biasanya begitu.

Dia memang bukan yang terbaik tapi dia selalu rajin.

Mungkin ada yang disembunyikan untuk melindungi kliennya.

- Akan kuperiksa. - Bawa serta Van Pelt.

Berhentilah cemas. Dengan bos baru semua akan baik-baik saja.

Pasti ada waktu penyesuaian saat dia mencari kelemahanmu.

- Tapi saat berakhir nanti... - Berhentilah bersikap kekanakan.

Kurasa kau yang sedang cemas.

Itu terdengar naluriah, biar kupikirkan dulu.

Tidak, bukan aku. Memang kau.

Aku akan bicara pada murid Smithson dan para orang tua.

- Mencari petunjuk. - Ide bagus, bawa juga dia.

Ayolah.

Ya Tuhan, mengerikan sekali.

- Kalian tahu pelakunya? - Masih diselidiki, Ny. Blankman.

Para orang tua murid berkata dia pengajar yang baik, tak lebih.

- Apa kau kenal baik Tn. Smithson? - Tak begitu kenal.

James hanya mengajari putraku selama...

...tiga hingga empat bulan.

Aku hanya mengantar, menjemput, dan menyapa.

- Dia tampaknya baik. - Maafkan aku, Ny. Blankman.

Aku tak bermaksud memotong pembicaraan, tapi aku haus.

Boleh minta segelas teh?

- Maaf aku tak tahu kau haus. - Tak apa-apa, aku bisa sendiri.

- Kau mau secangkir teh? Cho? - Tidak, terima kasih.

Putramu tak pernah mengatakan apa pun?

- Masalah uang atau keanehan lain? - Mereka hanya belajar.

Aromanya harum. Aku buatkan satu untukmu.

Batang sereh, kesukaanku. Lucu sekali cara kerja aroma.

Mereka mengingatkan kita akan kenangan tertentu.

Seperti aroma dapur di masa kecil. Atau saat minum teh dengan kekasih.

- Ya. - Ya.

Ya. Kau dan James sepasang kekasih.

Ya.

Kau pasti tak mau minum itu. Agak sedikit aneh rasanya.

- Apa yang kau periksa, Vic? - Hal yang biasa.

- Aku hubungi bosnya yang dulu. - James Smithson bukan nama asli.

Semuanya tak benar.

Ada batasan atas hal yang bisa kulakukan, aku bukan CIA.

Ayolah, kau biasanya lebih hebat dari ini.

Aku bukan polisi lagi. Tingkat stresnya tinggi.

- Profesi yang tak sehat. - Benar juga.

- Kau dapat sesuatu? - Tidak.

Jujur saja, kau dengar kabar soal Hank Harrison?

Usia 39 tahun, 5 tahun lagi pensiun mendadak kena serangan jantung.

Punya istri dan 2 orang anak Dia mengadakan pesta bujang, ingat?

- Tidak. - Ayolah, kau pasti ingat.

- Penari telanjang itu terlibat. - Aku yakin hal itu.

Apa kalian berdua sepasang kekasih?

- Kami bukan. - Bukan?

- Kalian tampak aneh tadi. - Tidak.

Kita sedang membahas soal pembunuhan.

Ya. Maaf. Ada satu hal lagi.

Beberapa bulan lalu, Hopper sedang mengerjakan sebuah foto.

Dia memintaku mencarikannya pistol yang kuno.

Seperti yang dipakai FBI di film tahun '60-an.

- Seperti kaliber .38? - Kurasa ya, aku tak tahu.

Aku menolaknya. Kusuruh dia cari pistol palsu.

Aku tak tahu apa yang dilakukannya, tapi...

- ...layak diinformasikan, 'kan? - Ya, tentu. Terima kasih.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Tentu saja.

Tak masalah. Tunggu...

- Mau minum kopi bersamaku? - Tidak, terima kasih.

Hanya kopi. Aku pria baik-baik. Bukan begitu, Rig?

Sampai jumpa, Vic!

Smithson adalah pria simpanan. Kedua alibi mereka terbukti.

Suami Maggie Blankman ada di Reno selama 3 hari.

Maggie sedang terapi 2 sesi dari pukul 14.00 hingga 16.00.

Aku dan Jane akan ke galeri Hopper dan bertanya soal pistolnya.

- Kau mau kopi? - Tidak, terima kasih.

- Siapa namanya? - Siapa?

Penari telanjang itu.

Kita bisa kencan ganda, aku dan Bandino.

Kau dan penari telanjang itu.

Kukira kau...

- Kau kejam. - Aku hanya bercanda.

Namanya, "Kandy". Kandy yang manis dengan huruf "K".

"Kandy dengan huruf K."

- Apa aku punya pistol? - Ya. Kaliber .38.

Kau pernah punya pistol seperti itu?

Aku tak pernah punya pistol. Aku tak mempercayainya.

- Kau kurang berusaha. - Aku berusaha.

Kau memang tak bisa baca pikiran.

Tutup matamu, aku bos di sini. Konsentrasi.

Aku mulai melihatnya. "Cokelat?"

Kue rasa kelapa, bukan?

Vanili. Sekarang bayar.

- Ini tidak lucu. - Tentu saja lucu.

- Ayah, aku keluar beli es krim. - Baiklah.

Kau bersedia melakukan tes kebohongan?

Tidak. Untuk apa?

Hopper, kau punya pandangan yang konsisten.

Gila, tapi tetap konsisten.

Aku tak berharap kau mengerti apa yang kulakukan.

Biar kucoba.

Kau suka memiliki istrimu. Hanya dalam kamera, tak seutuhnya.

Kau tersaingi oleh James Smithson. Kenapa kau biarkan itu?

Apa kau impoten? Seks dengan kekerasan?

Homoseksual? Aku tak yakin.

Itu sangat perseptif, Tn. Jane. Kau berbakat.

Memang. Terima kasih. Tapi ini memang mudah.

Kau sangat menarik tapi tak bahagia.

Kau suka memakai sensualitasmu sebagai senjatamu.

Apa kau memakai daya tarik seksualmu padanya?

Baiklah, cukup. Sekarang pergilah!

Apa yang membuatmu marah, Hopper? Apa Smithson mengganggumu?

- Itu konyol! - Apa yang terjadi?

Tak ada apa-apa, Sayang. Mereka hendak pergi.

- Sebaiknya kita pergi. - Ayo.

- Bagaimana es krimnya? - Enak.

Sulit mengalahkan vanili.

Aku tahu kau mengarang agar dia marah...

Supaya kau bisa baca pikirannya.

- Sejujurnya, kau tak menyukainya. - Itu sama sekali tak profesional.

- Bisakah kau belok kiri? - Baik. Menurutmu dia pelakunya?

Ambil tikungan ke kiri berikutnya, nanti kuberi tahu.

- Jadi? - Mungkin.

Dia punya motif kuat. Bisa jadi bukan. Ada yang ganjil.

Ada yang mengikuti kita?

Berhenti di sini.

Tak ada apa-apa.

Kau yakin?

Permisi!

- Kenapa kau membuntuti kami? - Membuntutimu?

Kukira Kota California bersahabat.

Aku hanya coba menjual asuransi jiwa di sini.

Pasangan seperti kalian harus memikirkan masa depan.

Kalian sudah punya anak?

Aksenmu buruk. Kau orang Inggris yang menyamar?

- Perbaiki nada suaramu. - Apa?

- Nada suara. - Bisa perlihatkan KTP-mu?

- Tentu, ada di mobil. - Taruh tangan di mobil, sekarang!

- Ada apa ini? - Balikkan badanmu.

Jika orang asing mau lihat KTP-mu, minta dia dulu menunjukkannya.

Kecuali jika ada yang kau sembunyikan.

Benar. Kau benar sekali, Tn. Jane.

- Siapa kau? - Francis Slocombe.

Inspektur Francis Slocombe. Divisi Khusus Scotland Yard.

Terima kasih.

Aku tak bisa hubungi departemenmu di Scotland Yard.

Karena berbeda zona waktu.

Francis Slocombe, terdaftar di Motel Flamingo.

- Di mana Jane? - Di sini.

Terima kasih. Kau sudah lihat hasil Liverpool?

- 1-0 di akhir babak pertama. - Luar biasa.

- Di mana roti isi timunnya? - Kurasa dia tahu isi benda ini.

Lalu surat penggeledahan untuk senjata pembunuhnya?

- Kini kau penasaran? - Setelah penampilanmu di Galeri.

Banks menelepon Hakim Wither, kini dia tak mau tanda tangan.

- Maaf, dia marah. Ada bos baru. - Cukup!

- Apa yang dikatakannya benar? - Tidak.

Tentang James Smithson. Nama aslinya Oliver Stans.

Dia mencuri artefak berharga, 9 bulan lalu dari British Museum.

Contoh asli karya seni Greco-Romawi pada tahun 50 Sebelum Masehi.

Cincin kawin, konon milik Cleopatra hadiah dari Markus Antonius.

Itulah isi kotak tersebut.

Ini adalah salinan dari toko suvenir di museum.

Stan mengambil cincinnya dan mengganti dengan yang palsu.

Apa yang dia lakukan di Amerika Serikat?

Dia tahu kami mengejarnya, lalu dia ganti nama dan menghilang.

Seminggu yang lalu kami merekam pembicaraan.

Penjual barang antik curian akan membeli cincin itu di sini.

Dia kirim seseorang untuk mengambilnya.

Boleh pinjam?

Ini adalah Louis Anglet.

Kurir pasar barang seni curian. Aku ikuti dia ke sini.

Menuju Stans dan cincinnya tapi aku terlambat.

Itu sebabnya aku membuntutimu. Cincin itu kini ada pada Anglet.

- Aku harus kembali mengejarnya. - Kami harus memeriksamu dulu.

Siapa pun yang membunuh Stans, pasti demi cincin itu.

Ron, bawa Tn. Slocombe ke ruang interogasi.

- Awasi dia sementara aku telepon. - Baiklah.

Ayo jalan.

Slocombe benar. James Smithson adalah Oliver Stans.

Ditangkap beberapa kali karena kepemilikan narkotika...

...perkelahian di bar serta pencurian di British Museum.

Apa dia punya kerabat?

Rumah sakit menelepon. Mereka perlu tanda tangan untuk donor organ.

Ibunya wafat 3 tahun lalu. Stans tak punya saudara.

Cho, ikut aku menginterogasi Slocombe.

- Pistolnya hilang! - Akan kulakukan pencarian.

Ron, kau bisa dengar aku?

FBI berkata dia dari Scotland Yard.

Tapi tak ada hubungannya dengan kasus ini.

Saat cincinnya dicuri 9 bulan lalu, dia langsung mencarinya.

Sejak itu dia terus mengejar Stans.

Menurutmu dia kaki tangannya lalu Stans mengkhianatinya?

Bukan. Slocombe hanya ingin cincinnya kembali.

Pertanyaannya adalah "Kenapa".

Kalian berdua pergi ke hotelnya cari petunjuk yang bisa membantu.

Siap.

Tak ada jejak Slocombe. Aku sudah kerahkan tim pencari.

Ini benar-benar sempurna!

Agen Lisbon.

Madeleine Hightower.

- Agen Hightower, selamat datang. - Terima kasih.

- Dan ini Patrick Jane. - Tn. Jane yang terkenal itu.

- Senang bertemu denganmu. - Kau juga.

Kukira hari ini akan tenang, tapi ternyata ada masalah.

Kami kehilangan seseorang.

- Kami sedang mencarinya. - Aku yakin kau bisa menemukannya.

Kita bicara setengah jam lagi. Aku telepon dulu.

Siap, Bu.

Dia menyukaimu. Aku yakin itu.

Aku pernah tinggal di tempat yang lebih buruk.

Itu mengejutkan.

Ini tempat tidur bagus untuk ukuran kamar motel. Kokoh sekali.

- Kau mau mencobanya? - Yang benar saja.

Kenapa? Tak ada orang di sini. kunci pintu. Tak ada yang lihat.

- Ayolah. - Kita sedang bertugas.

Ya, aku tahu. Ini benar-benar salah.

Ayolah.

Tunggu sebentar.

Apa yang kaudapatkan?

- Eureka. - Ya. Eureka.

- Artinya kau bisa kemari? - Mungkin ini bukti penting.

Ya. Mungkin.

Kecuali jika bukti penting ini hancur sendiri dalam 10 detik.

Kusarankan kau kemari. Ini juga penting.

Baiklah.

Kamarnya bagus. Terima kasih.

Masuk.

Bu, kuyakinkan musibah hari ini bukan menunjukkan semangat regu.

Harimu tak menyenangkan, Agen Lisbon.

Kau sedang kacau. Itu biasa terjadi.

Mari kita bahas pekerjaan.

Hakim ini, yang berubah pikiran untuk beri surat penggeledahan...

Hakim Withers, Bu. Dia memang keras kepala.

Selalu memegang teguh prinsipnya sendiri.

- Aku coba meneleponnya. - Dan dia berubah pikiran karena?

Dia bilang kita belum memulai penyelidikan.

Itu menurutnya. Alasan yang sebenarnya?

Patrick Jane menghina Hopper Banks dan Hopper Banks mengadu.

- Metode Jane tak biasa, tapi... - Dia menutup kasus ini.

Dia aset berharga. Kita tak bisa kehilangannya.

Menurut pandanganku...

...kaulah yang kurang ahli.

Apa?

Biro ini sedang dalam masa susah akhir-akhir ini.

Misiku adalah mengubah itu semua.

Menjadikan CBI agensi penegak hukum yang utama di negara bagian ini.

Patrick Jane adalah bagian besar dalam mencapai tujuan itu.

Jika kau tak bisa mengaturnya, kami cari orang lain yang bisa.

- Ya, Bu. - Kau boleh keluar.

Aku akan telepon Hakim Withers untuk memberimu surat perintah.

Hai, Bos. Menurut informasi yang Slocombe dapatkan...

...Louis Anglet tak hanya berurusan dengan benda antik curian.

Dia pembunuh bayaran, tak pernah didakwa.

Tapi jadi tersangka utama atas 3 pembunuhan.

Dia belum ke luar negeri. Dia masih di sini.

Beberapa kali ditangkap untuk diinterogasi tapi tak dipenjara.

Dia licin dan sepertinya ahli dalam hal ini.

Kita bahkan tak tahu keberadaan Anglet.

Tapi kita tahu semua ucapan Slocombe adalah bohong.

Kita harus mengeluarkan DPO atas dirinya.

Sementara itu, kita tuntaskan kasus yang kita kembangkan ini.

Hopper Banks masih jadi tersangka utama kita.

Kita geledah rumahnya untuk cari pistol.

- Kita tak punya surat geledah. - Kini kita punya.

Hightower meminta Withers menandatangani surat ini.

Kau temukan pistolnya?

- Jangan tuliskan namaku... - Pergilah, Tn. Bandino.

Kami belum temukan apa pun. Kita minta bantuan. Rumahnya besar.

Agen Lisbon, apa persamaan CBI dengan Siberia?

- Sebab apa pun itu, ini tujuanmu. - Tahan pemikiran itu, Tn. Banks.

Lihat yang kutemukan di ruang kerjanya.

Itu foto pistol properti.

Ini foto Colt Detective Special, kaliber .38, laras 4 inci.

Jenis pistol untuk membunuh korban.

Itu hanya properti!

Kenapa tak kita bahas di kantor kami, Tn. Banks?

Oliver, kau bodoh sekali.

Kau benar-benar bodoh.

Siapa itu? Keluarlah atau kutembak.

Aku memeriksanya untukmu. Liverpool kalah.

- Musim yang buruk? - Gara-gara badai cedera.

Kau menungguku? Kerja yang bagus.

Kau gagalkan semuanya.

Kau membahayakan kariermu untuk menemukannya...

...sebelum rekanmu mendahului. Kau ikuti kami setelah dia ditembak.

Kalian berdua penggemar Liverpool.

Dia keluargamu? Anakmu?

Ya. Dia anakku.

Aku tak pernah jadi ayahnya. Aku tak pernah menikahi ibunya.

Tak pernah sekali pun aku luangkan waktu dengannya.

Tapi aku selalu mencarinya. Aku sudah coba.

Lihat dirinya sekarang.

Lihat anakku. Dia anak muda yang pintar.

Dari nol, dengan usahanya sendiri...

...dia dapat beasiswa ke Cambridge untuk belajar sejarah.

Itu sebabnya dia diundang untuk melihat koleksi baru museum.

Dan dia curi cincin itu.

Dia hanya menuruti kata hati. Dia bukan pencuri.

Dia pemberontak dan bodoh.

Dia bawa tiruan cincinnya. Itu bukan kata hati, tapi rencana.

Dia bukan pencuri.

Kau percaya itu. Dan itu rencanamu.

Jika kau bisa bicara padanya, dia akan kembalikan cincinnya.

Karena dia, seperti katamu, bukan pencuri.

Seandainya saja.

Seandainya aku tepat waktu, aku bisa melakukannya.

Sekarang kau mencari pembunuhnya dan membunuh mereka.

Kau tahu bagaimana itu bisa terjadi.

Aku baca semua tentangmu, Tn. Jane.

Aku tahu apa yang terjadi pada keluargamu.

- Kau akan dipenjara. - Mungkin.

Tapi untuk saat ini, aku akan pergi dari sini.

Dan kau akan membiarkanku.

Kau yang pegang pistol. Aku tak beralasan menghentikanmu.

Terima kasih atas kebijaksanaanmu.

Itu nama tengahku.

Aku bicara secara pribadi dengan semuanya di sini.

- Mereka menjelaskan keadaan. - Hebat. Itu cara yang bagus.

- Silakan duduk. - Terima kasih.

Aku bicara pada Lisbon kemarin.

Kukatakan padanya betapa aku sangat menghargai bantuanmu pada biro ini.

Senang mendengarnya.

Kukatakan padanya kau terlalu berharga untuk bertindak ceroboh...

Sehingga mengubah semuanya menjadi buruk.

Kukatakan padanya jika itu terjadi, dia yang bertanggung jawab.

Kau...

Kau seperti emas.

Kau pecahkan segala kasus pembunuhan.

Lisbon tak sepertimu.

Jika kau gagal, dia yang keluar dari sini.

Ada pertanyaan?

Untuk saat ini tidak ada.

Bagus. Terima kasih atas waktumu.

Aku berharap bisa bekerja sama denganmu.

Aku juga. Terima kasih.

Sampai nanti.

Aku tahu pembelian ini ilegal.

Aku hanya tak ingin ada masalah. Ironis.

- Mana pistol itu sekarang? - Aku tak tahu.

Aku tak melihatnya sejak 6 minggu lalu.

Kupikir di suatu tempat di studioku.

Tapi kalian yang akan menemukannya.

- Mungkin ada yang mencurinya. - Itu tak terlalu bisa dipercaya.

Itu yang sebenarnya.

- Bos. - Ya.

Aku mencari berkas di laptop Banks.

Aku temukan ini dan ini rekaman teleponnya.

- Cho, kau tak keberatan? - Silakan.

Tn. Banks, kau tahu sesuatu tentang pencurian cincin di British Museum?

- Cincin pernikahan Cleopatra? - Tidak. Kenapa?

Kami periksa berkas di komputer kantormu.

Kau mencari pencuri cincin dua bulan lalu.

Tepat setelah kau biarkan Stans pindah ke paviliunmu.

Kau mengunduh sedikit tentang ini.

Aku tak pernah lakukan ini.

Kau juga menelepon seseorang yang bernama Louis Anglet...

...yang kami yakini adalah pembeli cincin ini.

Anglet? Aku tak pernah mendengarnya.

Pembicaraan itu ada di rekaman teleponmu.

Aku membayar untuk pengiriman satu malam.

Dan aku dapat garansi pengiriman sebelum pukul 10.00 pagi.

Tapi pesananku belum datang.

Jika sampai tepat waktu, tak masalah. Terima kasih.

Tak ada kabar soal Slocombe?

Jangan putus asa. Van Pelt selalu bawa harapan.

Kita lacak Anglet melalui ponsel.

Selain itu, kami mengarah ke kartu kreditnya.

Masalahnya, ada orang lain yang melacak pembeliannya.

Pasti Slocombe.

Dan pukul 3 sore ini, Anglet pijat di spa Blue Willow.

Tepat di pusat kota Sacramento.

- Dan kemungkinannya... - Slocombe akan muncul.

Bagus sekali.

Aku lihat Anglet.

Aku beli 1 botol air.

Aku lihat Slocombe.

- Anglet? - Apa?

- Aku punya pertanyaan untukmu. - Maaf, mungkin kau salah orang.

Kau bunuh anakku?

- Tidak. - Kau bunuh anakku?

Lepaskan aku!

- CBI, menyerahlah! - Slocombe, jatuhkan senjatamu!

Jatuhkan!

Aku hanya ingin menanyainya.

Entah apa yang mempengaruhiku. Aku marah sekali.

Aku akan dipenjara seperti perkiraanmu. Bodoh sekali.

Tidak. Itu sifat alami manusia.

Aku sadar, balas dendam tak cocok untukku.

Tak ada gunanya. Kekerasan selalu akan dibalas kekerasan.

- Tak membuat sesuatu lebih baik. - Mungkin. Aku...

Kau dipesankan tiket ke London besok pukul 08.00. Ambillah, gratis.

- Terima kasih. - Aku tak ingin melihatmu lagi.

- Jelas? - Ya, Bu. Terima kasih.

- Aku perlu tanda tangan di sini? - Ya.

Itu punyaku.

Ya.

Francis Slocombe, orang yang ingin membunuhmu. Apa alasannya?

- Aku tak tahu. - Kami tahu Slocombe melacakmu.

Kami tahu kau kemari untuk cincin itu.

Cincin ini pasti sangat penting.

- Pengacara Anglet di sini. - Semua membicarakannya.

Cincin jenis apa ini?

- Agen Lisbon. - Permisi.

- Dia tangguh sekali. - Pantas dia tak pernah dipenjara.

Itu pengacaranya. Mungkin gajinya 1.500 dolar per jam.

Kita luangkan waktu dengannya agar bayarannya makin mahal.

Permisi. Aku Agen Lisbon. Maukah kau ke kantorku? Silakan.

- Kau tak mirip pengacaraku. - Kuanggap itu pujian.

- Aku tak mau jawab pertanyaan. - Tak ada pertanyaan lagi.

Aku tahu kau tak membunuh Stans, kau terlalu pintar untuk itu.

Kau hanya beli cincin pernikahan Cleopatra dari pembunuhnya.

Cleopatra yang terkenal itu?

Benarkah? Ratu Sungai Nil.

Pengantinnya Markus Antonius. Ini yang kau dapat.

Salah satu dari ini barang palsu seharga 39 dolar.

Anggap saja lebih jika kau dapat pengiriman satu malam.

Bukan salahmu. Tak ada alasan berpikir ini palsu.

Stans memang mencuri cincinnya. Pengecohan ini bagus sekali.

Dia bisa jual cincin yang sama terus menerus.

Sekarang orang yang beli cincin darimu...

...kutebak mereka membayar lebih dari 39 dolar.

Berapa mereka harus membayarnya?

200.000 dolar? Lebih banyak lagi?

Lebih dari 200.000 dolar?

Kurasa mereka akan marah saat tahu itu palsu.

Apa pendapatmu? Astaga.

Kini kau boleh pulang, Tn. Anglet. Pengacaramu menunggu.

Sampai jumpa.

- Kau tetap di sini. - Aku tetap di sini.

Bukti telepon dan internet menyatakan...

...Hopper bunuh Stans demi cincin dan menjualnya pada Anglet.

Ya.

Jadi kau tempatkan Hopper dalam bahaya.

- Tidak. - Tidak?

- Itu jawabanmu? - Ya.

- Suruh petugas awasi Hopper. - Siap, Bu.

Ini skenario yang sudah kita bahas.

Aku tak mengira kita akan sampai tahap ini dengan cepat.

Reputasimu dipertaruhkan, Agen Lisbon.

Apa yang kaulakukan?

Aku bayar terlalu mahal untuk pengiriman satu malam.

- Mungkin kita pertimbangkan... - Perlindungan polisi? Tidak.

Aku akan bentuk tim, Tuan.

Perlindungan 24 jam penuh dari 4 petugas terbaikku.

- Tn. Banks, kau tak mengerti. - Tentu aku mengerti.

Kalian yakinkan Anglet bahwa aku menipunya.

Lalu kalian bebaskan dia agar membunuhku.

- Kira-kira seperti itu? - Ya.

Asal kau tahu, Agen Lisbon sama sekali tak ada hubungannnya.

- Berani sekali. - Itu semua ideku.

Kita bisa menahan Anglet jika kau mau mengaku menjual cincin padanya.

Cukup! Keluar!

Berdoa saja tak ada yang terjadi dengan keluargaku.

Ayolah!

Di mana? Aku ingin cincin aslinya sekarang!

Apa maksudmu? Sudah kuberikan padamu.

Kau jual cincin palsu padaku. Aku ingin yang asli, sekarang!

Aku memberimu cincin asli. Percayalah.

Aku todongkan senjata ke wajah orang itu.

Tak mungkin dia berikan yang palsu.

Jatuhkan senjatamu!

Baiklah! Apa salahku?

- Aku hanya membantu menangkapnya. - Jatuhkan senjatamu!

- Baiklah. Tenang. - Tiarap!

Tangan di kepala! Berdiri dekat truk, Bandino!

Cepat!

- Berikan tanganmu. - Ya.

Victor Bandino, kau ditangkap atas pembunuhan Oliver Stans.

Kau pikir menjadi polisi itu penuh tekanan?

Cobalah jadi polisi di penjara, Bajingan!

Aku tahu tugasku. Aku periksa latar belakangnya.

Kutemukan bahwa Smithson adalah Stans.

Aku tahu tentang cincin itu, kudatangi dia dan kami bicara.

Dia tak bisa jual cincinnya. Terlalu berbahaya.

Tapi aku tahu seseorang yang bisa kenalkan aku pada Anglet.

- Aku perantara transaksinya. - Kenapa kau bunuh Stans?

Dia berubah pikiran, tak mau menjualnya.

Di saat terakhir, dia ingin mengaku dan mengembalikannya ke museum.

- Apa yang harus kulakukan? - Kau menembaknya.

Aku tak punya pilihan. Tiba-tiba terlintas di pikiranku.

Ya. Bukan direncanakan, tak ada hukuman mati.

Masalahnya, kau sudah merencanakan ini semua.

Kau palsukan data bukti telepon dan internet Hopper Banks.

Itu tak bagus.

Selamat tinggal, Nak.

Baiklah.

Ternyata aku salah tentang anakmu.

Dia bukan pencuri. Dia hanya ingin kembalikan cincinnya.

Anglet buat kesepakatan. Menukarnya untuk kebebasannya.

- Itu manusiawi. - Ya.

Tak terasa lebih baik meskipun kau tahu pembunuhnya akan dihukum.

Perasaan itu tetap sama. Meskipun kupikir ada bedanya.

Tapi ini yang dia inginkan.

Aku bisa berikan ini padanya berkat bantuanmu.

Sebaiknya aku tak ketinggalan pesawat. Saatnya berpisah.

Ya. Selamat tinggal.

- Aku bukan ingin memelukmu. - Aku tahu. Hanya memastikan.

- Nyaman? - Sebentar lagi. Ya.

Mengenai Agen Rigsby dan Van Pelt, mereka punya hubungan asmara.

Apa? Asmara?

Kau terlalu hebat untuk tak tahu hal itu.

Karena kau diam saja, maka aku yang akan ambil tindakan.

Aku hanya memberitahukanmu lebih dulu.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Dia hebat.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.