Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Selamat datang di lomba tahunan Koki Terbaik Westing Resort ke-23.
Masak kerangnya hingga matang.
Aku Bertram Duesterberg, pembawa acaranya.
Para peserta hari ini di antaranya, dari Restoran 182 di Sonoma...
Pemenang termuda Schilling Palm d'Cuisine...
Chef Hannah Diaz.
Dari San Fransisco, pembawa acara radio terkenal, "Two Top"...
Chef Arliss dan Chef Julia St. Germain.
Jeff, kau mau tambahkan mousse?
- Jeff? - Ya.
Dilatih di Paris. Koki eksekutif di La Petite Maison...
Chef Adrien Ludo.
Di mana daun bawangku? Ayo cepat!
Peserta pertama yang akan dinilai Juri hari ini...
- Baik. Ayo jalan! Cepat! - Lebih cepat!
Chef Jeffrey Barge!
Terima kasih.
Hidangan pertamaku hari ini adalah...
- Astaga! Panggil dokter! - Jeffrey!
Apa ada dokter di sini? Cepat!
Tolong hubungi 911!
Jeffrey!
- Ada yang punya ponsel? - Jeffrey! Katakan sesuatu!
Kau bisa mendengarku, Jeffrey?
Dia tak bergerak ataupun bernapas.
Ada kabar dari deputi koroner?
- Dia belum bisa beri tahu apa-apa. - Katakan kita juga perlu tahu.
Jika penyebab kematiannya wajar, kita pulang.
- Kenapa bersikap galak? - Tidak.
Kenapa kita di sini? Belum tentu ini pembunuhan.
Salah satu koki telepon ayahnya, seorang senator.
Dia menelepon Jaksa Agung, yang menelepon asistennya...
Lalu meneleponku. Itu sebabnya kita datang.
Aku benci politik.
Ini akan cepat. Korban bertengkar dengan penyelenggara.
Hari yang menyenangkan.
Biar kuperjelas. Ini kebetulan. Aku tidak berbuat salah.
Kembali ke pertanyaannya, Tn. Duesterberg.
Pertengkaranmu dengan korban disebabkan apa?
- Truffle. - Truffle?
- Jamur yang sangat mahal. - Aku tahu apa itu truffle.
Jeffrey pesan sebungkus dan membayarnya sendiri.
Beberapa jam sebelum kompetisi, jamurnya hilang. Dia minta diganti.
Harganya ribuan dolar, aku menolaknya.
Dia mulai berteriak dan mendorong. Jadi aku membela diri.
- Tidak dengan keras tentunya. - Dia jatuh, kepalanya terbentur?
- Itu kecelakaan. - Kita lihat nanti.
Sepertinya Jeffrey suka berkelahi. Dia ringan tangan?
Tidak juga. Dia genius. Orang genius kadang menyebalkan.
Tapi dia belum pernah memukulku.
Genius? Benarkah?
- Dia pelakunya? - Belum tentu. Apa itu?
Entahlah. Makanan pembuka gratis. Mau?
Tidak. Aku tak mau makan hidangan tidak jelas.
- Maaf. Ini masakan korban? - Benar.
Maaf.
Maaf, dia bukan orang genius. Terlalu banyak garam.
Dr. Steiner, lama tak jumpa. Metodemu baru. Hebat.
Pindah dari Sacramento cukup menyenangkan.
Anggur enak, cuaca bagus, dan tak ada Patrick Jane.
- Itu harapanku. - Kau jahat.
- Sudah periksa mulutnya? - Untuk cedera kepala? Tak perlu.
Jangan marah, aku mau menyentuhmu.
Tn. Jane, tolonglah. Aku sedang...
Lisbon!
Permisi.
Kenapa terpikir membuka mulutnya?
Rasa makanan tak enak berarti indra perasanya rusak.
Berarti bukan karena cedera kepala.
Duesterberg bukan pelakunya. Korban tewas bukan karena jatuh.
- Kumpulkan dan interogasi mereka. - Apa penyebab kematiannya?
Racun.
Laporan uji awal sudah ada. Racun yang digunakan mungkin risin.
Pasti termakan atau terminum korban.
Jika dari udara, pasti lebih banyak korban.
Risin mudah dibuat. Tinggal haluskan biji jarak.
Tersangkanya banyak sekali.
Makanan korban sudah dites. Hasilnya nihil, di dapur juga.
Risin butuh waktu untuk bereaksi. Pasti dari sesuatu yang ditelannya.
- Jadi kau tak perlu cuci perut? - Lucu.
Periksa ruangannya. Tes cairan dan makanan yang kautemukan.
Istri korban sudah tiba.
Akan kutangani. Bicaralah pada koki lainnya.
Kata Duesterberg, pemenang kontes dapat 100 ribu dolar.
Apa yang kaulakukan?
Coba hilangkan rasa asin dari mulutku.
Pot de creme. Mirip puding cokelat. Mau coba?
Tidak. Bukankah kita harus bicara dengan istri korban?
Mungkin dia juga mau. Makan untuk menenangkannya.
Jeffrey sahabat kami. Kami sudah kenal lama.
Karena itulah kuminta ayahku panggil kalian.
Kami ingin pelakunya ditangkap.
Menarik. Kau panggil kami sebelum tahu penyebab kematiannya racun.
- Kau tahu sesuatu? - Tidak.
Aku hanya merasa ada yang janggal.
Kalian mengikuti pertandingan berhadiah besar.
Sangat membantu jika saingan tewas, 'kan?
Kami makan dan kerja bersama-sama. Kami teman.
Mau tambahkan sesuatu, Nn. Diaz?
Jika kita "teman", kenapa coba rebut sous chef-nya?
Tidak benar. Hanya bertanya. Itu saja.
- Tentu. - Bagaimana pendapatmu soal korban?
Aku membencinya. Dia egois, penipu.
Hanya setengah kehebatannya yang terbukti benar.
Tapi dia tetap lebih hebat darimu.
- Tambah saja tatomu. - Persetan, Julia.
Pengantar bilang tinggalkan truffle di meja korban tadi. Lalu hilang.
- Siapa yang mencuri truffle-nya? - Pencurinya berarti pembunuhnya?
Itu permulaannya.
Apa?
- Dia pasti tega melakukannya. - Mereka tak pernah akur.
Dasar berengsek.
Truffle sangat mahal, 'kan? Pasti tak akan dibuang.
Di mana dia menaruh makanannya?
Di sebelah kiri pantri.
Siapa yang paling ingin menang? Mereka berdua.
Tanyakan soal kontrak buku yang mereka incar.
Hadiah uangnya bisa membantu, 'kan?
Baik, tangkap aku. Tapi aku tak mencuri truffle-nya.
- Aku selamatkan dari takdir buruk. - Begitukah?
Kau tahu apa Jeffrey ada masalah? Masalah pribadi atau pekerjaan?
Kami sedang ada masalah.
Kami berpisah. Sudah berbulan-bulan kami tak saling bicara.
Apa penyebabnya?
- Kecanduan minumnya. - Penyakit lazim bagi koki.
Tekanannya berat. Jadi harus dilepaskan.
Jangan dengarkan apa pun perkataannya!
- Dia benci Jeff. - Kau siapa?
Adik korban.
Tulang pipinya sama. Itu jelas sekali.
- Kevin, kita bicara nanti. - Kurasa tidak, Abigail.
Kakakku sangat genius.
Kau pikir dia belajar memasak dari keluargaku?
Dia ingin jadi koki hebat. Dia berhasil atas usaha sendiri.
Kau senang menghabiskan uangnya. Benar, 'kan?
Kakakmu orang hebat. Dia berusaha sendiri, 'kan?
Tapi kau tidak. Perselisihan pasti ada, 'kan?
Dia mewariskan sesuatu padamu? Atau hanya pada kakak iparmu?
Uangnya, restorannya.
- Diamlah! - Cukup.
Jangan memerintahku!
Bisa kau lihat, semua keluarganya pemabuk.
Kau salah. Jeff sudah sembuh.
Dia ikut rehabilitasi selama 2 minggu.
Aku pernah mendengarnya.
- Mungkin karena itu dia menelepon. - Katamu kau tak bicara dengannya.
Memang tidak.
Dua minggu sembuh. Mengesankan. Apa lagi yang kausembunyikan?
Semalam pukul 00.30 dia menelepon. Tapi aku menutup teleponnya.
- Dia bilang apa? - Dia bilang...
dia meminta maaf.
Kamar Korban Westing Resort
Mencari sisa risin.
Kuning artinya positif. Bening berarti...
Nihil.
- Tempat ini berantakan. - Apa yang diinginkan penyusup?
Tak ada yang menyusup. Ini perbuatan Jeffrey.
Kau tahu dari mana?
Cermin yang pecah bukti dari kemarahannya.
Laci ini juga tertutup.
Penyusup akan menutup satu, tapi semuanya? Tidak.
Selesai. Kamar bersih, tak ada racun. Kita lanjutkan.
Tapi kau belum pergi. Ada apa?
Jeffrey tidak lama berhenti mabuk, tapi bertingkah aneh.
Merusak kamarnya. Berkelahi. Menelepon istrinya tengah malam.
- Kau tahu apa artinya? - Kambuh?
Pecandu kambuhan akan sembunyikan barangnya.
Cara terbaik meracuni pemabuk adalah melalui minumannya.
Ayo kita periksa.
- Ini dia. - Tahan tepuk tanganmu.
Dapat!
Gin beracun.
Cara cerdas untuk menyingkirkan saingan.
Tapi bukan aksi yang jantan. Benar, 'kan? Tn. Ludo.
- Kau bercanda? - Rigsby, tahan dia.
Ini salah! Aku tak melakukan apa pun.
Tunggu.
- Dia yang harus kita bawa. - Aku?
Kau seharusnya melihat reaksimu saat aku menuduh Ludo. Sangat lega.
Ayolah, setidaknya cobalah membantah.
- Bukan aku pelakunya. - Memang dia. Terima kasih.
Terima kasih.
Kenapa aku harus membunuh Jeffrey?
Menjuarai kontes ini sangat berarti untuk pembuktian diri.
Aku tak perlu buktikan apa pun.
Kau koki ahli. Pasti mudah buat risin dari biji jarak, 'kan?
Benar. Tapi aku tidak melakukannya.
Lihat ini, Hannah. Tagihan kartu kreditmu.
Kau membeli Gin.
Umurku lebih dari 21 tahun. Itu bukan kejahatan.
Kau beli Gin yang sama seperti Gin di kamar korban?
Apa aku boleh pergi?
Kami punya bukti kuat untuk menuduhmu.
Kau harus bicara. Ceritakan versi kisahmu.
Umurku 28 tahun, mengelola dapur sendiri.
Aku tak punya kenalan di bidang masak-memasak...
Aku tak menulis buku masak. Westing adalah batu loncatanku.
Jeffrey-lah yang harus dikalahkan. Kami semua mengetahuinya.
Jadi aku berpikir untuk belikan dia minuman.
Kenapa tidak? Berusaha menyamakan peluangku bersaing.
Aku memang membelikannya Gin. Tapi aku tidak memasukkan risin.
Aku hanya ingin membuatnya mabuk. Itu saja. Tanpa racun.
Jika tak ada bukti lagi, kita tak bisa menahannya.
- Kau dapat apa? - Catatan telepon Jeffrey.
Membuktikan bahwa dia menelepon istrinya.
- Mereka bicara berapa lama? - Sekitar lima detik.
Dia memang menutupnya. Tapi ada telepon lain pukul 02.00.
- Selama satu jam lebih. - Dia menelepon siapa?
Restorannya.
- Nn. Barge, ada waktu? - Tentu. Ada apa?
- Masalah keuangan? - Tahu dari mana?
Restoran selalu punya masalah keuangan.
Restoran ini terlilit utang. Jeffrey hampir bangkrut.
Semuanya demi makanan.
Ini Eliza Green. Sous Chef-nya Jeffrey.
Dia yang menjalankan restoran ini saat aku kesulitan.
Karena sekarang aku pemilik restoran bangkrut.
Maaf. Semua memang bilang bahwa tempat ini sudah gagal.
Tapi Jeffrey akan bilang, "Memang. Tapi gagal dengan gaya."
Eliza. Kau incaran koki lain. Kau pasti sangat hebat.
- Mungkin. Aku tak tahu. - Kerendahan hatimu sungguhan?
Jeffrey menelepon restoran semalam. Kau tahu dia bicara pada siapa?
Aku. Dia ingin mengubah menu untuk pertandingan.
- Dan ingin segera membahasnya. - Tak bisa menunggu sampai pagi?
Itulah ciri khas Jeff. Dia selalu inginkan kesempurnaan.
Pasti mengesalkan jika ditelepon saat ingin pulang, 'kan?
Tidak juga. Jika ingin hasilkan hal bagus, itulah caranya.
Sebaiknya setorkan ini atau ceknya tak bisa digunakan.
Terima kasih atas waktunya.
- Terima kasih. - Selamat malam.
Di mana kunci mobilku?
- Kau mencopetku? - Giliranku menyetir.
Jangan begitu, naiklah. Ketakutanmu tak beralasan.
Kau benar. Mobilku ada kantung udaranya.
Gerakan yang salah.
- Adiknya korban? - Kevin?
Aku senang bahwa itu bukan mobilku.
Kau pasti gila. Aku tak akan pernah melukai kakakku.
Kau menyerang dan merampok wanita yang jalankan restoran kakakmu.
Menurutmu hal itu tak membuatmu dicurigai?
Tak ada hubungannya dengan kematian Jeff.
Aku tak percaya.
Kukatakan kenapa incar uangnya. Tapi aku butuh jaminan.
Kita sedang bernegosiasi?
Aku punya informasi. Aku bisa bantu ungkap pembunuhan Jeff.
Tapi kau tak akan cerita, kecuali kami buat kesepakatan.
Kita membicarakan soal kakakmu. Sikapmu sangat rendah.
Kau akan masuk penjara.
Kau punya banyak waktu berpikir andai kau tak melakukan ini.
Tunggu.
Sean Horlick. Jeff berutang padanya.
Dia butuh uang untuk restoran. Sean itu rentenir.
Aku yang mempertemukan mereka, 5 bulan lalu.
Kemarin Horlick meneleponku.
Jika tak mau berakhir seperti Jeff, aku harus lunasi utang Jeff.
Jadi kau merampok janda kakakmu.
Dia selalu ingin Jeff membenciku. Katanya aku pengaruh buruk.
Bayangkan itu. Gila.
Aku tahu jadwal penyetorannya dan mereka pun tak bawa senjata.
Sean Horlick. Apa lagi yang kau tahu tentangnya?
Penipuan, penindasan, pemerasan. Terlibat beberapa kasus kekerasan.
- Tak pernah ditahan. Dia licik. - Cari dia. Ajak Rigsby.
Cho, periksa restoran Jeffrey. Catatan keuangannya.
Cari soal kemungkinan utangnya pada orang lain.
Aku ikut. Perutku keroncongan.
- Artinya apa? - Aku lapar.
Aku tak bisa membacanya.
Itu artinya pembayaran tanggal 9 Maret.
- Ini luar biasa. Lezat. - Terima kasih.
Semoga kau bisa pertahankan kualitas dengan adanya bos baru.
Abigail sepertinya lebih cemaskan uang daripada menu.
Tak akan jadi masalah. Aku janji.
- Astaga. Kau sudah mencicipinya? - Kau tak suka Abigail, 'kan?
Masak ulang.
Kau sangat berbakat. Pasti ingin punya restoran sendiri.
Kecuali ada alasan lain untuk tetap di sini.
Sebenarnya aku sudah coba mandiri beberapa bulan lalu.
- Gagal dengan bergaya? - Seandainya begitu.
Negara bagian menolak izin minuman kerasku.
Tanpa izin, tak ada investor. Untung Jeff mau menerimaku.
Kenapa tak berkencan dengannya? Dia sudah pisah. Lajang.
Aku tak pernah suka mengantre giliran.
- Permisi, aku harus bersiap. - Terima kasih makan siangnya.
Aku tak melihat pinjaman lain di buku. Ini bagus.
Jeffrey bahkan tak mengambil gajinya beberapa bulan ini.
Aku harus mampir dulu sebelum pulang.
Kami CBI. Di mana bosmu?
Tn. Horlick? Aku tak tahu.
Tapi izin kami baru diperpanjang. Seratus persen.
Tn. Horlick itu tersangka dalam kasus pembunuhan, Josh.
Jika tahu di mana dia, beri tahu kami.
Ada masalah?
- Ini tentang Jeffrey Barge. - Siapa?
- Baik. Ada apa dengannya? - Kemarin dia meninggal.
Ya, aku tahu. Aku melihatnya di berita. Berat sekali.
Sesaat dia ada, lalu tiada. Maksudku, itulah hidup.
- Kami tahu dia berutang padamu. - Tahu dari mana? Kata siapa?
- Kuanggap kau membenarkannya. - Sikapmu dingin. Aku suka.
Kau juga suka penjara?
Benar. Kevin cerita semua. Saatnya kaulakukan hal yang sama.
Baik. Aku menelepon menanyakan uangnya.
Tampaknya dia salah menafsirkan pembicaraan kami.
Tapi ini hanya salah paham. Karena aku tak pintar bicara.
- Kurasa kau pandai bicara. - Benar.
Ada tulisan "Berengsek" di dahimu dengan huruf besar.
Kenapa membunuhnya? Dia bisa bayar. Dia bahkan menginap di Hotel Ritz.
Maksudmu? Jeff bangkrut.
Dia juga ingin aku mengira demikian.
Tapi aku punya kenalan satpam hotel.
Dia sering melihatnya menginap di sana.
Kau tak bisa menginap di sana jika miskin.
Kapan-kapan aku ingin mengajakmu. Untuk bersantai.
Itu bisa terjadi.
Kami temukan sesuatu.
Jeff sering menginap di Ritz 2 bulan ini. Selalu bayar tunai.
Sepertinya ada perselingkuhan.
Tapi dia dan istri hidup terpisah. Kenapa cemas akan tagihan hotel?
- Mungkin selingkuhannya cemas. - Karena sudah menikah.
Dia yang punya uang dan membayar kamarnya tunai...
Agar suaminya tidak tahu.
Teruslah mencari, temukan siapa wanita itu.
Putaran berikutnya besok, 'kan? Teruslah berusaha. Hampir berhasil.
Terima kasih banyak.
Arliss.
Hati-hati.
Aromanya enak. Apa itu?
Silakan coba.
Ini bukan untuk pertandingan. Ini makan siangku.
- Kusarankan jangan. - Jangan dengarkan. Dia pengecut!
Ini merica merah Savina. Agak pedas.
Itu merica paling pedas. Jangan dipakai.
Ini cocok untuk semuanya. Daging, buah, sup.
Mereka tak akan paham. Mereka takut.
Aku ingin mencobanya.
Tn. Jane, para koki sedang sibuk. Bisa kembali lain waktu?
Kau kejam, Duesterberg.
Tetap lanjutkan kontes walau ada yang meninggal.
Kontes ini adalah penegasan hidup.
Wasiat bahwa selera itu ada walau harus hadapi kematian.
- Kau butuh uangnya. - Saatnya kau pergi.
Aku sudah dapat semua info. Terima kasih banyak.
Dia bohong. Dia belum tanya apa pun.
Untuk apa? Aku bisa pelajari semua hanya dengan melihat kalian.
Kau, contohnya. Memakai lemon secara berlebihan.
Rasa tajam dan agresif.
Kemarahan yang ditujukan pada figur penting dalam hidupmu.
Kau anak kesayangan ayahmu. Dan ibumu. Tunggu! Aku ralat.
Ibu tiri.
Ludo! Kau diadopsi, 'kan?
Bukan. Kau salah.
Pokoknya aku berusaha.
Selanjutnya. Kau selingkuh dengan Jeffrey, 'kan?
- Apa? - Kau bisa tahu dari makanan?
Mereka masak bersama setiap hari, tapi tak ada keselarasan.
Mereka saling mencela dan menghalangi.
Kau tak memperhatikannya, Arliss. Wajar jika dia berpaling.
- Itu omong kosong. - Benarkah?
Lalu kenapa istrimu minta ayahnya untuk turunkan polisi terbaik?
Lihat dia, Arliss. Dia sama sekali tak coba membantahnya.
Apa benar?
Berarti kau sudah tahu korban selingkuh dengan Julia.
Benar sekali.
Jeff dan aku berhubungan sekitar 5 bulan lalu.
Setelah dia berpisah dari istrinya.
- Tapi dia mengakhirinya. - Ya.
- Kapan? - Semalam sebelum kematiannya.
Aku datang ke kamarnya. Dia sedang mabuk.
Kupikir dia berusaha sembuh, ternyata malam itu tidak.
- Dia tak kuat hadapi stres. - Kau pasti marah.
Tidak. Aku menerimanya. Aku mencintainya, tapi dia pemabuk.
- Lebih baik menjauhinya. - Tindakan bijaksana.
- Aku minta segelas air. - Pasti akan segera diantar.
Kau pikir aku sok berkuasa, manja, dan kaya.
Ayahku seorang senator. Aku tak perlu dengar bualan kalian.
Aku hanya ingin cari pembunuh Jeffrey Barge. Itu saja.
- Aku tidak membunuhnya. - Aku belum percaya padamu.
- Aku sungguh butuh segelas air. - Aku ambilkan.
Hanya beberapa pertanyaan lagi.
Lisbon, 911!
Julia!
Bisa mendengarku? Kau sedang dalam pengobatan?
Ayo jawab!
Jariku ada berapa? Julia!
Ya, aku tahu. Baiklah.
Tn. Jaksa Agung. Aku mengerti sepenuhnya.
Pasti.
Dia sedang membereskan mejanya.
Koroner bilang dia keracunan risin.
Seperti Jeffrey. Mereka pasti diracuni di hotel.
Sial! Dia beres-beres?
Korban adalah putri senator. Jaksa Agung pasti marah.
Bukan salah kita. Risin butuh waktu untuk bereaksi.
Katakan ke Jaksa Agung.
- Bagaimana penyelidikannya? - Ditangani sherif setempat.
Semua makanan dan minuman di sana dites.
Resor dan kontesnya pasti ditutup.
Berita terkini. Jaksa Agung minta kasus ditutup sekarang.
Ada pasangan selingkuh yang tewas. Pelakunya pasti pasangannya.
Kita mulai dengan hal itu.
Kayu manis, sage, dan ketumbar, tambah perasan jeruk, lalu mentega.
Tanpa bawang putih sama sekali. Sampai jumpa.
Dasar bodoh.
Istrimu baru meninggal, tapi kau membahas resep?
Lalu aku harus bagaimana?
Kami ingin tanya tentang harta istrimu.
Maaf. Mereka orang-orang bodoh. Mau pakai bawang putih.
Julia kaya. Lalu kenapa?
- Kau akan mewarisinya, 'kan? - Lalu?
Istrimu dan selingkuhannya tewas dengan cara yang sama.
- Kau jadi tersangka utama kami. - Seharusnya nomor 2.
- Sudah bicara pada Abigail? - Kenapa?
Tanyakan tentang pertengkarannya di Pasar Fairplex 2 minggu lalu.
Seru sekali.
Kenapa tak beri tahu sejak awal?
Interogasi menajamkan pikiran. Bagaimana lagi?
Kau bohong. Sudah lama mereka tak bertemu.
Jika itu menurut pengakuan Abigail, dialah pembohongnya.
Pramuniaga pasar membenarkan cerita itu.
Kau bertemu Jeff dan bertengkar.
Aku tidak membunuhnya, jika itu maksudmu.
Aku bahkan tak tahu perselingkuhannya dengan Julia.
- Kenapa kalian bertengkar? - Kau banyak berubah rupanya.
Bukan berarti kau sekarang jelek.
Tapi penampilan lamamu menonjolkan asetmu.
Suamiku baru saja meninggal.
Kau masih sempat berdandan. Jadi penampilan penting bagimu.
- Apa maksudmu? - Berat tubuhnya naik 2,7 kg.
Tak muat pakai baju ketat lagi. Dia hamil. Benar, 'kan?
Selamat. Sudah 3 bulan. Anaknya Jeff, 'kan?
Benar, 'kan?
Beberapa bulan lalu dia datang untuk ambil barang.
Terjadi sesuatu.
Dua minggu lalu aku tes kehamilan.
Bagaimana reaksinya saat tahu akan jadi ayah?
Itu yang kalian pertengkarkan.
Entah kenapa aku tak beri tahu kalian.
Aku sedang bingung.
Orang tuaku bahkan tidak tahu.
Bantu kami, Abigail.
Kami akan geledah rumahmu. Lebih mudah jika kauizinkan kami.
Rumah Abigail Barge.
Kau tahu gajah dewasa makan sebanyak 225 kg sehari?
Bisakah kau pura-pura membantu?
Aku temukan sesuatu. Aku temukan di garasi.
Kerja bagus.
Kenapa peduli pada sekantung kacang?
Itu biji jarak. Untuk membuat risin.
Abigail yang nakal.
Kami temukan jejak risin pada merica kesukaan Julia.
Kematiannya bukan tanpa sengaja.
Dia dan suamimu adalah sasaran utamanya.
Biji jarak yang kami temukan memperburuk posisimu.
Klienku menyangkal keterlibatannya atas pembunuhan ini.
Dia tidak membenci suaminya atau Nn. St. Germain.
Tidak benci suami pemabuk...
Yang tak bertanggung jawab dan selingkuhannya?
Dia tak tahu perselingkuhan itu. Ataupun pergi ke resor itu.
- Yang tak bisa kaubuktikan! - Bukan aku pelakunya!
Kenapa ada biji jarak di rumahmu?
- Dia tak tahu ada barang itu. - Meyakinkan sekali.
Ini janda hamil yang sedang berduka.
Kau pikir juri akan membiarkan ketidakadilan ini?
Kami bisa membuktikannya. Kau tahu itu.
Percayalah kau akan lega jika...
Aku permisi sebentar.
Apa?
- Keadaan darurat apa? - Ikuti aku.
Aku tak punya waktu untuk hal ini. Aku hampir dapatkan pengakuan.
- Ini lebih penting. - Tentang apa?
Selamat datang. Syukurlah pembunuhnya tertangkap.
Hanya lakukan tugas kami.
Terima kasih sudah datang ke jamuan makan malam ini.
Untuk menghormati Jeffrey dan Julia.
- Kita akan makan malam? - Kita harus makan.
Aku harap kalian menikmatinya. Ini pasti lezat.
Permisi. Penataan serbetnya buruk.
Waktumu 5 detik untuk menjelaskan.
- Kita minum dulu. - Apa seburuk itu?
Ini enak.
Lumayan, Ludo.
Mangkuknya sudah siap?
- Kau dilarang kemari. - Kau benar. Kau akan mengusirku?
- Semoga tidak. - Permisi.
Maaf. Seharusnya kau bersyukur. Aku baru menangkap pembunuhnya.
Kami bersyukur. Tapi kami sedang agak sibuk!
Ini masakannya? Aromanya enak.
- Belum waktunya! - Baiklah.
Kebakaran! Cepat!
Aku serahkan pada kalian!
Baiklah, Semua. Silakan angkat gelas kalian.
Untuk Jeffrey dan Julia. Teman, kolega...
Raja dunia masak.
Kalian tak akan dilupakan.
- Salut. - Bersulang.
Dimulai dengan sup melon, Prosciutto di Parma...
Mint dan basil.
Kami coba sajikan masakan keahlian Julia.
- Selamat makan. - Terima kasih.
Jangan malu-malu untuk mencicipinya.
- Chef, rasa pedas apa ini? - Rasa pedas?
Aku suka pedas, tapi ini berlebihan.
Kami tak menambah rasa pedas.
Aku pelakunya. Maaf.
Kebakaran!
Merica merah Savina. Aku ambil dari pantri Julia.
Aku rasa akan bagus. Aku suka pedas.
Aku terlalu banyak memasukkannya. Maaf.
- Ada apa Eliza? - Aku agak sakit. Sebaiknya pulang.
- Ada apa? - Rasa mericanya aneh.
Ada apa dengan mericanya?
Jika tak mau bicara di sini, bisa di kantor saja.
- Berapa lama bisa kita tahan? - 48 jam.
Itu cukup lama.
- Aku harus pergi sekarang. - Itu tidak sopan.
- Kau kenapa? - Kita harus ke RS.
- Sekarang! - Kenapa?
Aku rasa mericanya beracun.
Aku lihat Ludo bubuhkan sesuatu ke dalamnya.
- Tidak, berani sekali kau! - Mungkin kau hanya kram?
Baik. Aku yang meracuni mericanya Julia.
- Dan Gin Jeffrey? - Ya! Bawa aku ke RS.
RS penuh kuman. Jangan ke sana.
- Kau sudah gila? - Tenang.
Kami tahu soal risin di merica. Tapi tak tahu siapa pelakunya.
Aku tak mengerti. Apa kami terkena racun?
Aku menukar mericanya. Aku pintar.
Kami tahu restoranmu tidak gagal. Mereka yang menghancurkannya.
Kami menyelidiki ayah Julia. Dia yang menahan izin minumanmu.
Jeffrey pemabuk. Dia butuh kau di dapurnya.
Jadi dia minta ayah pacarnya untuk membantunya.
Malam itu dia tak meneleponmu untuk bahas resep, 'kan?
Dia menelepon untuk meminta maaf.
Karena menyabotase izin minumanmu.
Menghancurkan kesempatanmu untuk membuka restoran sendiri.
Tapi aku mencoba menjadi orang yang lebih baik.
Sungguh.
Dia ceritakan perbuatannya. Dan kau mau balas dendam.
Jadi, kau ambil biji jarak, membuat risin, dan mencarinya.
Aku memang datang ke kamarnya.
Aku terima permintaan maafmu.
Aku mau mandi dulu.
Dia sangat bodoh. Mengira aku akan melupakannya.
Kami akan berbaikan dan berteman lagi?
Itu konyol.
Lalu kau masuk dapur...
Menemukan merica Julia dan meracuninya.
Aku pernah membersihkan udang untuk Jeffrey.
Sekitar 18 kg dan masih setengah beku.
Tapi itu tugasku.
Tanganku mati rasa, karena sangat dingin.
Ternyata aku melukai daging jari tanganku hingga terkelupas.
Aku tak keberatan. Karena Jeffrey punya visi.
Aku punya visi.
Dia bahkan bilang, "Berjuanglah. Kau berhak punya tempat sendiri."
Tapi dia berbohong.
Dia dan...
Kekasih kaya miliknya mengira aku akan melupakannya.
Dia meminta maaf. Minta maaf.
Minta maaf? Apa gunanya itu?
Agen Lisbon, bisa kita bicara?
- Apa yang bisa kubantu? - Kau menjebakku.
Kau menaruh biji jarak itu di rumahku, 'kan?
Aku bersumpah, aku tak tahu bahwa itu jebakan.
Tn. Jane pelakunya.
Seharusnya aku tahu dan mencegahnya, tapi tidak.
- Untuk itu aku minta maaf. - Kenapa?
Menurutnya untuk tangkap pembunuh harus ada yang jadi tersangka.
Dia mungkin benar.
- Aku tahu kau pasti marah. - Aku coba untuk tidak marah.
- Walaupun itu tak mungkin, 'kan? - Memang sulit.
Terima kasih sudah jujur padaku.
Sampaikan pada Tn. Jane, dia kejam dan sangat sadis.
Pasti kusampaikan.
Nn. Barge.
Hidup dengan pecandu alkohol memang berat.
Beberapa orang tak berubah. Bahkan tak mau.
Tapi suamimu ikut rehabilitasi setelah kaukabari kehamilanmu.
Aku rasa dia ingin mendampingimu dan anak kalian.
Karena itu dia putus dengan Julia. Menurutku dia ingin berubah.
Terima kasih.
Tak apa-apa. Dia sudah pergi.
- Siapa? - Kau jelas merasa bersalah...
- Dan memang sepantasnya. - Keadilan kadang kejam.
Nasi sudah jadi bubur. Syukurlah semua berakhir baik.
Jawaban asalmu bukan alasan.
Kata Abigail, kau kejam dan sangat sadis.
Itu cukup akurat.
Kau tak apa-apa?
- Jangan bohong padaku. - Aku baik-baik saja.
Selamat malam.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.