All language subtitles for OK.Lets.Get.Divorced.S01E01.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Lee Min Jung"

"Kim Ji Seok"

"OK! Let's Get Divorced"

"Adegan aktor cilik diawasi wali dan staf profesional"

"Syuting dilakukan aman sesuai pedoman produksi siaran"

Won Ho.

Tunggu sebentar.

Kita...

Kita cerai saja!

"Episode satu"

Halo.

Halo, teman-teman semua. Selamat pagi!

Jumlah penontonnya semakin banyak.

Bagaimana kalau kita mulai? Baik.

Halo, teman-teman semua.

Apakah kalian tahu hari ini hari apa?

Hari ini adalah hari diadakannya acara pemasangan gaun gratis,

yang telah J&White siapkan secara spesial.

Untuk para calon pengantin,

saat kalian melihat-lihat gaun,

biaya yang harus dikeluarkan setiap kali mencoba gaun,

pasti cukup membebani, bukan?

Jika kalian mengunjungi J&White hari ini,

kalian bisa mencoba gaun sepuasnya secara gratis.

"Aku ingin bertemu suami desainer anda!"

Suamiku?

"Sepertinya kesempatan seperti ini jarang ada"

Tentu saja.

Pastikan datang dan lihat langsung suamiku.

Tapi ini rahasia yang hanya aku ketahui,

hati suamiku bahkan lebih tampan daripada wajahnya.

Hari ini juga, demi aku,

dia bahkan membuatkanku jus seperti ini sebelum berangkat kerja.

"Kakak cantik. desainernya juga datang?"

"Apa kami bisa bertemu langsung dengannya?"

Pokoknya, teman-teman semua,

karena aku sudah mempersiapkan acara hari ini dengan sangat baik,

jangan lewatkan kesempatan ini

dan pastikan untuk mengunjungi toko hari ini.

Acaranya dimulai dari pukul 11.00 Baik, sampai jumpa nanti.

"Sampai jumpa di toko! Aku sudah menantikan hari ini"

"Siaran langsung berakhir"

Hari ini, cuaca di seluruh negeri pada umumnya cerah,

meski sesekali akan berawan.

Pada pagi hari,

kabut tebal akan menyelimuti beberapa wilayah pedalaman,

sehingga para pengguna jalan harus berhati-hati

saat berangkat kerja dan sekolah. Angin akan bertiup cukup kencang

di pegunungan Gangwon dan pesisir timur.

Selamat pagi.

Pagi yang buruk. Suasana hatiku sangat buruk.

Apa ada masalah?

Kamu bertanya karena tidak tahu?

Coba kamu pikirkan baik-baik dengan jujur.

Manajer Song, apa aku berbuat salah

Kamu minum-minum lagi kemarin, bukan?

Ya, aku minum-minum.

Apa kamu tidak tahu cara menahan diri?

Sudah kucoba, tapi tidak mudah...

Itulah sebabnya kamu terus mengingkari janji, dasar bodoh!

Kamu bukan mantan suami, tapi musuh bebuyutan!

Wakil Presdir.

Selamat pagi.

- Ya. - Selamat pagi.

Akhir-akhir ini, pendapatan perusahaan terus menurun,

jadi mari kita sukseskan acara hari ini,

dan kita ubah suasananya menjadi lebih baik.

- Baik. - Baik.

Kalian siapkan pamflet

dan daftar gaunnya agar bisa langsung menjawab

permintaan pelanggan saat mereka datang.

Kali ini, pelanggan yang datang akan banyak, bukan?

Tentu saja. CEO Baek sudah bekerja keras demi acara ini.

Acara ini akan sukses dan pendapatan perusahaan akan meningkat tajam.

Semangat!

Omong-omong, tolong selesaikan juga penataan ruang pamer pagi ini.

Aku sudah menyelesaikannya.

Aku baru saja memeriksanya dan tidak ada apa-apa.

Apa? Tidak mungkin.

Hei, apa yang kalian lakukan?

Di mana gaun-gaun yang ada di sini?

CEO Ji menyuruhku menggantinya dengan ini.

CEO Ji?

Tidak apa-apa.

Lakukan saja sesuai keinginan CEO Ji.

- Baik. - Benarkah?

Itu pajangan yang dipikirkan CEO Baek siang dan malam.

Yah, pendapat desainer J&White harus dihargai.

Permisi, apa ada orang?

Ya. Selamat datang.

Aku ingin konsultasi harga gaun.

Baik.

Biar aku saja.

Aku akan memandumu.

- Ya, tolong isi ini. - CEO Baek benar-benar...

Orang yang berjiwa besar, sangat besar.

Aku, Baek Mi Young.

CEO perusahaan pernikahan lengkap J&White.

Demi perusahaan, tidak ada yang tidak bisa atau tak akan kulakukan.

Semua gaun di sini sepertinya cocok untukmu.

Kalau begitu, pilih saja...

Ya, Bu.

Ya, pengepasan gaunnya sudah selesai.

Ya, Anda tinggal datang sekali lagi untuk mengepasnya.

Anda tidak punya waktu?

Kalau begitu, aku bisa membawa gaunnya ke sana. Ya, ya.

Jalan buntu akan kutembus.

Hal yang tidak kuketahui akan kupelajari agar bisa kulakukan.

Akan tapi, bahkan orang sepertiku pun

punya rintangan yang sulit diatasi,

yaitu desainer ternama, Ji Won Ho.

Suamiku.

"Acara spesial: Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai"

"Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai"

Yang ini harus menggunakan manik-manik yang sama.

Lihatlah tingkahnya.

Ada saja orang yang membuang sampah di lantai

padahal ada tempat sampah. Aku benar-benar muak, sungguh.

- Apa yang kamu lakukan? - Toh, kamu sedang menyapu.

"Motel Jihwaja"

Permisi.

Dengar, kamu tak boleh berbuat begitu pada orang lain.

Terus kenapa?

Lepaskan.

Menjijikkan sekali.

Kamu hanya tukang bersih-bersih.

"Motel Jihwaja"

Sial...

Hei, berengsek!

Apa?

"Motel Jihwaja"

Sudah kubilang kendalikan amarahmu.

Kenapa melempar barang ke wajah pelanggan?

Untungnya aku berhasil menenangkannya dan meminta maaf.

Jika begitu terus, Ibu bisa dipenjara.

Anakku sendiri dipermalukan seperti itu.

Orang tua mana yang hanya akan diam saja?

Tetap saja, dia itu pelanggan.

Persetan dengan pelanggan, keluarga selalu yang utama.

Bukan begitu, Ha Neul?

Ya, Nenek yang terbaik!

Aduh, cucuku yang manis ini memang pintar.

Omong-omong,

kamu tahu akhir pekan ini hari apa, bukan?

Akhir pekan ada harinya drama berseri.

Anak kurang ajar. Kamu tidak tahu hari ulang tahun ibumu?

Pokoknya, semua tentangmu itu buruk,

tapi ingatanmu yang terburuk. Paham?

Omong-omong, kamu kenal teman Ibu, Gi Sun, bukan?

Menantu Gi Sun, katanya,

menyiapkan hidangan ulang tahun untuknya sampai mejanya penuh.

Ada saja wanita yang sangat beruntung.

Mana ada menantu memasak hidangan ulang tahun

untuk mertuanya?

Tapi itu benar.

Ibu, jangan berharap sedikit pun untuk hal seperti itu.

Uang saku atau liburan mungkin saja, tapi hidangan ulang tahun?

Mimpi Ibu terlalu tinggi.

Apa? Mimpiku terlalu tinggi? Dasar berandal!

- Ha Neul, Ayah antar ke TK, ya. - Ya.

Kamu harus berpamitan pada Nenek.

- Aku berangkat. - Dadah, Ha Neul.

"Selamat ulang tahun"

Benar.

Aku juga ingin membuat menantuku

memasak hidangan ulang tahun untukku.

Mataku sakit.

Kenapa tidak ada seekor pun...

Seseorang pun yang datang?

Mungkin karena ekonomi sedang lesu.

Kalau begini terus, apa kita tidak akan bangkrut?

Bangkrut?

Direktur Song. Tarik kembali ucapanmu..

- Tarik kembali! - Aku tarik kembali.

Sepertinya,

promosi acara ini kurang berhasil.

Bukan kurang berhasil, tapi salah sasaran.

Fokusnya salah.

Bukannya mengadakan acara gratis seperti ini,

harusnya kita mempromosikan gaun seperti apa yang kita jual.

Bahwa J&White berbeda dari butik lain.

Bahwa kita punya sesuatu yang istimewa.

Itulah sebabnya sejak awal aku bilang cara ini tidak akan berhasil.

Benar, bukan?

"Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai"

Selamat datang!

Halo.

Apa kamu datang untuk melihat acara kami?

Bukan begitu.

Aku datang karena ingin bertemu dengan kedua CEO.

- Kedua CEO? - Ya.

"Proyek Impian: Edisi Pernikahan"

"Kim Hye Won, Penulis, CSB"

Tawaran untuk tampil di acara ragam?

Ya. Pernahkah kamu mendengar tentang "Proyek Impian"?

Aku tahu acara itu.

Acara itu menampilkan orang-orang terkenal di bidangnya,

lalu mengabulkan permohonan orang biasa.

- Yang itu? - Ya.

- Mereka bahkan membangunkan rumah? - Ya, benar.

Ya, benar sekali.

Jadi, kali ini kami berencana mengangkat tema pernikahan.

Bagi orang yang tak bisa adakan pesta pernikahan karena kedaan,

kami akan membuatkan gaun pengantin untuk mereka.

Bagaimana menurut kalian?

Sepertinya itu ide yang bagus.

Ya.

Setelah bertemu langsung seperti ini,

CEO Ji,

ternyata jauh lebih tampan daripada di foto.

Tapi kenapa kamu belum pernah sekali pun tampil di televisi?

Benar, bukan? CEO Ji aslinya memang sangat tampan.

Tapi,

CEO Ji sedikit introver.

- CEO Baek bisa tampil sendiri... - Tidak.

Kalian berdua harus tampil bersama.

Kami berdua harus tampil?

Ya, karena isi programnya

membahas kisah pasangan suami istri,

kami sedang mencari pengisi acara yang juga pasangan.

Begitu rupanya.

Ya, dan itu sebabnya,

kalian berdua sepertinya paling cocok.

Lagi pula, menurut rumor,

kalian pasangan yang sangat mesra.

Tentu saja.

Kedua CEO kami hubungannya sangat baik.

Kamu datang ke orang yang tepat.

Tentu saja, keharmonisan CEO kami

bahkan tidak bisa ditandingi pasangan paling mesra.

Bagaimana? Maukah kamu mempertimbangkannya?

"Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai"

- Hati-hati ada undakan. - Ya, terima kasih.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Hati-hati di jalan. - Ya.

Cepat.

Aku tidak mau.

Pak.

Jangan hanya bilang tidak mau.

Coba berpikirlah lebih positif.

Positif atau tidak, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau?

Aku pun tidak mengharapkannya,

tapi beri tahu alasannya. Kenapa kamu tidak mau melakukannya?

Karena itu seperti badut.

Seperti badut?

Pura-pura setuju padahal tidak, pura-pura suka padahal benci.

Demi menghibur orang lain,

bersikap palsu.

Itu namanya badut, bukan?

Aku tidak mau seperti itu.

Itu memang kamu sekali.

Tidak peduli apa yang terjadi pada perusahaan,

entah para karyawan kelaparan atau tidak,

meski mereka mati pun, kamu...

Kalau mati, lalu kenapa?

Meski mati pun, kamu tidak pernah mendengarkanku.

Selalu membangkang.

Apa?

Ayo kita masuk dulu, Mi Young.

Kamu, berhentilah bersikap sombong.

Memangnya perusahaan ini milikmu?

Bagaimana ini?

Gawat.

Hei. Kamu pikir kamu sukses karena kamu sangat istimewa?

Tidak, desainer sepertimu ada banyak sekali di Korea Selatan.

Merek "Ji Won Ho" milikmu itu,

semuanya kubangun dengan usahaku yang seperti badut itu.

Kamu tahu? Apa kamu sadar?

- Mi Young, jangan begitu. - Dan satu lagi.

Badut pun tidak memakai celana sepertimu.

- Ada lubang di lututmu, Bodoh! - Hentikan.

- Hei, kamu benar-benar... - Hentikan!

- Hei! - Sungguh.

Astaga.

Apa ini?

Kuartal terakhir J&White.

Ringkasan laporan keuangan dan penjualan.

Ji Won Ho juga harus tahu,

kalau penjualan perusahaan terus menurun.

Dia harus melihatnya sendiri agar sadar.

Tapi, apa itu akan berhasil?

Jika ingin membujuknya,

bukankah kamu harus sedikit menyenangkan hatinya?

Berapa banyak lagi? Harus bagaimana lagi?

Selama ini aku sudah sabar menghadapi

Ji Won Ho dan menahan segalanya.

Ini batas kesabaranku, aku tidak tahan lagi.

Ya.

Kita sudah mengamankan bukti kekerasan dari pihak tergugat,

kita bisa mengambil alih hak asuh dan hak orang tua.

Jangan khawatir.

Detailnya akan aku jelaskan langsung besok saat bertemu.

Kita bertemu di kafe depan rumahmu seperti waktu itu, bukan?

Tidak merepotkan sama sekali.

Aku jauh lebih nyaman jika ke sana sendirian.

Untuk urusan bukti,

lebih mudah jika aku mengambilnya sendiri.

Sampai bertemu besok.

Nona Baek Mi Young.

Nona Chi Hyeon.

Halo. Tidak kusangka kita bertemu di sini.

Benar juga. Kamu masih ingat, bukan?

Manajer kami.

Halo, waktu itu aku

membantumu mencoba gaun.

Tentu saja, aku ingat. Gaun Impian Seumur Hidup milikku.

Jika ada kesempatan lain kali,

aku akan datang untuk memperbarui Gaun Impian Seumur Hidupku lagi.

- Apa? - Memperbarui?

Aku baru saja bercerai.

Ya.

Astaga, begitu rupanya.

Yah, hal itu bisa saja terjadi.

Jika kamu membutuhkanku, hubungi aku.

"Spesialis perceraian, perselingkuhan jeon chi-hyeon"

Aku tahu pekerjaanmu pengacara.

Astaga, "perselingkuhan"?

Astaga, kenapa kamu ini? Tidak peka sekali

Memang paling baik jika tidak terjadi apa-apa,

tapi hidup ini tidak ada yang tahu.

Kalau begitu, aku permisi dulu.

Seorang Pengacara Perceraian

yang baru saja bercerai.

Wanita itu terlihat sangat tangguh, bukan begitu, Mi Young?

Tetap saja karena klien kita bercerai,

perasaanku jadi sedikit tidak enak.

Pasti ada alasannya.

Hei, duduklah.

- Mari kita minum. - Aduh, baiklah.

- Bersulang. - Ji Won Ho sialan itu.

Bersulang.

Kali ini kamu keterlaluan.

Istrimu berusaha keras menyelamatkan perusahaan,

dia sangat bekerja keras.

Hei, aku juga berusaha.

Apa harus pamer baru dianggap berusaha?

Kyung Tae, kalau kuperhatikan,

kamu cenderung lebih membela Baek Mi Young.

- Kamu adiknya siapa? - Apa? Kekanakan sekali.

Lagi pula, perkataan istrimu tidak sepenuhnya salah.

Pertama, nada bicaranya menyebalkan. Aku bukan bawahannya.

Tapi,

kamu sungguh tidak mau tampil di acara ragam?

Sudah kubilang tidak.

Tidak akan pernah.

Aku tak meminta dia menuruti semua kemauanku.

Setidaknya,

harus ada rasa hormat di antara suami istri.

Dia meremehkan suaminya lebih dari anjing liar.

Kalian sudah lama tidur di kamar terpisah, bukan?

Sudah sekitar tiga tahun.

Karena kalian sampai tidur di kamar terpisah,

tidak ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian.

Jika kalian akan terus hidup seperti ini,

lebih baik

kalian bercerai saja, bukan?

Maksudku,

tidakkah lebih baik kalian mencari kebahagiaan masing-masing?

Hidup ini tidak begitu panjang.

Sial.

Sial.

Akhir-akhir ini aku merasa begitu.

Lebih cepat, dan berlari lebih lama,

tapi aku merasa terus berada di tempat yang sama.

Seperti berada di atas treadmill?

Treadmill?

Ya, begitulah.

Aku juga ingin pergi lebih jauh

dan berlari sampai akhir.

Itu karena

kamu terlalu serakah.

Selalu berusaha melakukan segalanya dengan lebih baik

dan berusaha melakukannya dengan lebih sempurna.

Kurasa begitu.

Meskipun semua mimpiku terwujud sekarang

Saat itu tiba, pasti akan muncul dahaga yang lain.

Tapi, A Ri.

Aku

Aku sangat ingin meluncurkan merekku sendiri.

Bukan J&White,

Baek Mi Young.

Hanya dengan namaku sendiri,

merek milikku sendiri.

Aku ingin bisa melesat maju dengan bebas...

Itu yang ingin kurasakan.

Kalau begitu, lakukan saja!

CEO Baek,

aku penulis yang tadi siang menemuimu.

Perihal pemilihan CEO Ji,

aku mohon keputusannya paling lambat hari ini.

Jika tidak bisa, kami juga harus segera mencari desainer lain.

Won Ho, penulisnya meminta keputusan hari ini...

Kenapa tiba-tiba meminta hidangan ulang tahun?

Aku kirimkan saja uang saku dua kali lipat.

Aku tidak tahu. Ibu telepon saja pada Mi Young

dan tanya sendiri.

Aku tidak tahu. Sudah, ya.

Seperti anak kecil saja.

Astaga.

Kapan kamu datang?

Baru saja.

Tadi itu telepon soal apa?

Ibu. Sebentar lagi ulang tahun Ibu.

Tiba-tiba dia minta dibuatkan hidangan ulang tahun.

Dia ingin dibuatkan hidangan ulang tahun dari menantunya

sebagai hadiahnya.

Begitu, ya.

Sudahlah, tidak usah dipikirkan.

Ibuku memang suka berlebihan.

Sebaiknya aku matikan saja ponsel ini.

Tetap saja, jika ingin membujuknya,

kamu harus sedikit menuruti kemauannya

Bukankah begitu?

- Aku akan melakukannya. - Ya.

Apa? Soal?

Menyiapkan hidangan ulang tahun ibumu.

Aku akan melakukannya.

Apa maksudmu? Apa yang mau kamu lakukan tiba-tiba?

Sudahlah. Aneh sekali, jangan lakukan.

Bukan, apanya yang aneh?

Seorang menantu menyiapkan hidangan ulang tahun ibu mertuanya.

Kamu melakukan ini karena itu, bukan?

- Apa? - Aku tetap tak mau ikut acara itu.

Bukan.

Aku memang sudah lama ingin

membuatkan hidangan untuk ulang tahun ibumu.

Selama ini aku terlalu mengabaikannya.

Sebagai menantunya, aku harus melakukan kewajibanku.

Astaga.

Halo, Ibu. Halo Seung Ho.

Halo, Ha Neul.

Bibi Mi Young!

Mi Young, kamu benar-benar datang?

Ya.

Kenapa diam saja? Mi Young menyapamu.

Kamu akan menyiapkan sendiri hidangan ulang tahunku?

Ya, ini tidak seberapa, tapi aku sudah menyiapkan sedikit.

Kalau begitu, tunjukkan keahlianmu.

Aku juga bisa membantu...

Punggungmu sakit. Bagaimana kamu mau membantu?

Kamu harus istirahat.

- Sudahlah. Biar aku yang bantu. - Won Ho.

Pergilah ke kamar ibu dan perbaiki baju ibu.

Akhir-akhir ini berat badanku naik, jadi kelimannya sobek semua.

Perbaiki baju? Aneh sekali.

Perbaiki saja bajunya. Ibu tidak punya baju untuk dipakai.

Sini Perbaiki yang bena!

Ibu tidak ada baju lagi.

Maaf soal itu.

Ha Neul, ayo pergi. Ayo kita minum.

Aku harus mulai dari mana?

Buang saja yang seperti ini.

Nyamannya.

"Misteri"

Bau apa ini?

Apa Mi Young sedang memasak?

Pasti lezat.

Hei.

Kamu melempar pisau itu?

Ada barang yang tak boleh kamu lempar sembarangan.

Kalau tidak mau melakukannya, katakan saja.

Bukan begitu, Ibu. Aku tidak sengaja...

Hei.

Apa kamu sudah menyerah untuk punya anak?

Ya?

Kenapa kamu kurus sekali?

Kamu sepertinya lebih kurus dari kali terakhir kulihat.

Apa kamu menyerah begitu saja

hanya karena gagal satu kali?

Tubuhmu harus berisi agar bisa hamil.

Seumuran dengan Won Ho,

bukan berarti kalian sama. Mengerti?

Laki-laki bisa punya anak sampai mati.

Tapi perempuan...

Aku tak harus jelaskan, bukan?

Anak yang mirip Won Ho pasti pintar dan menggemaskan?

- Ha Neul, sudah pilih bukunya? - Ya, tolong bacakan yang ini.

Baiklah, bawa kemari.

"Mimpi kupu-kupu"

Baiklah.

Tapi, Bibi, apa baju Bibi juga kekecilan?

Apa maksudmu?

Tadi Bibi menarik napas.

Seperti ini.

Itu adalah cara yang Bibi gunakan saat hati Bibi

terasa sesak. Tarik napas seperti ini,

dalam-dalam,

lalu mengembuskannya,

hatimu akan terasa lebih tenang.

Tapi, apa maksudmu baju Bibi kekecilan?

Dulu waktu aku tinggal bersama Ibu,

Ibu juga pernah seperti Bibi. Waktu itu Ibu bilang

itu karena dia memakai baju yang tidak pas di badan,

jadi dia sulit bernapas.

Begitu ya, Bibi juga sepertinya bajunya kekecilan.

- Ibu benar-benar memilih hari ini. - Makanya lebih seringlah datang.

Kalau bukan ulang tahun Ibu,

- kamu takkan datang, bukan? - Aku sibuk, makanya begitu.

Aduh, selalu saja alasan itu.

Memangnya siapa yang punya banyak waktu luang?

Makanya aku datang kemari.

Membawa semua ini untuk menyiapkan hidangan ulang tahunmu.

Astaga, itu pun setelah kupaksa, bukan?

Anak orang lain setelah menikah,

hidupnya enak karena disokong mertuanya.

Kenapa lagi?

Apa yang ingin Ibu katakan?

Tidak ada. Aku hanya kasihan dengan nasibmu.

Kamu bahkan tidak pernah bertemu ayah dan ibu mertuamu.

Bagaimana mereka bisa meninggal secara tragis seperti itu?

Sejujurnya, Bu,

hidangan ulang tahun ini hanya alasan, bukan?

Apa?

Ibu sengaja melakukan ini untuk menyusahkan Mi Young, bukan?

Karena Ibu membenci Mi Young.

Tapi kenapa Ibu sangat membenci Mi Young?

Apa salah Mi Young yang begitu besar?

Apa katamu? Omong kosong apa yang kamu bicarakan?

Dia itu menantumu.

Tidak bisakah Ibu bersikap baik padanya?

Diam.

Tapi kamu

kenapa kalian tidak kunjung punya anak?

Tiba-tiba sekali?

Katakan yang sebenarnya.

Apa Mi Young yang tidak mau punya anak?

- Benar, bukan? - Bukan seperti itu.

Jika Ibu terus seperti ini,

- kami malah tidak akan punya anak. - Apa?

Aku tidak mau melakukannya, Ibu saja!

Benar-benar menyebalkan. Sial!

- Anak ini, hei! - Aku sudah menduganya.

Hei! Hei! Coba katakan sekali lagi.

Apa yang sudah aku lakukan sampai kalian tidak punya anak?

Benar, bukan? Ibu selalu menyusahkan orang

dengan menyuruh datang untuk hal-hal seperti ini.

Bagaimana kami sempat memikirkan anak?

Anak nakal, sudah selesai bicaramu?

Apa yang membuatku begitu menyusahkan?

Ada apa lagi? Ada masalah apa?

Mi Young, apa kamu yang bilang begitu?

Kamu tidak punya anak karena aku membuatmu lelah?

Apa?

Lantas kenapa dia berkata seperti itu?

Cukup!

Karena Ibu selalu bersikap seperti ini,

aku jadi malas datang ke rumah ini. Paham?

Apa katamu?

- Won Ho, hentikan. - Astaga, Won Ho.

Itu tidak benar.

Apa maksudmu tidak benar?

Setiap kali datang, Ibu selalu mencari-cari kesalahanku.

Kamu, keluar!

Keluar dari rumahku sekarang juga, anak nakal!

- Aku memang akan pergi. Ayo. - Hei, hei.

- Selamat tinggal. - Hei, Won Ho. Won Ho!

Hei, Won Ho!

Hei, Won Ho

Ibu

Jika berani datang lagi ke rumahku. Kamu...

- Astaga, Bu. - Anak itu, awas saja!

Anak nakal itu.

Apa kamu harus berbuat seperti itu?

Apa?

Kepada Ibu.

Padahal hari ini hari ulang tahun beliau.

Lalu aku harus bilang kita akan punya anak?

Aku akan memberinya cucu sekarang juga?

Maka dari itu, jika Ibu terus mengatakan hal aneh,

jangan hanya diam dan mendengarkan. Sampaikan pendapatmu dengan jelas.

Karena kamu selalu berusaha menjaga citramu,

Ibu jadi meremehkanmu dan bersikap seperti itu.

Padahal kamu pintar sekali mendebatku.

Kalau akan seperti ini, untuk apa kamu pergi?

Sudah kubilang jangan datang. Untuk apa datang kemari,

lalu tidak mendapatkan apa-apa? Apa ini?

Hei!

Kenapa kamu ini? Hei, hei!

Kenapa Sial Hei! Hei, Baek Mi Young!

Hei, Baek Mi Young!

Kenapa kamu ini, sial. Hei, hei, hei!

- Menepi. - Apa?

- Aku bilang menepilah. - Kenapa?

Kamu mau apa lagi?

Ayolah...

Astaga...

Istrimu sudah menyiapkan hidangan ulang tahun yang mewah.

Hei, siapa yang akan menghabiskan semua ini?

Pokoknya, sampaikan terima kasihku kepadanya.

Maka dari itu, kalau Ibu terus mengatakan hal-hal aneh,

jangan hanya diam.

Sampaikan pendapatmu dengan lebih tegas.

Padahal kamu pintar sekali mendebatku.

Sseumuran dengan Won Ho

bukan berarti kalian sama. Mengerti?

Pria bisa punya anak sampai mereka mati.

Mi Young, apa kamu yang bilang begitu pada Won Ho?

Kamu tidak bisa punya anak karena aku membuatmu lelah?

Apa?

Lantas kenapa dia berkata seperti itu?

Tolong lihat sedikit ke kiri.

Ya.

- Di luar, detail itu lebih hidup. - Bagus sekali.

Tunggu sebentar.

Detail dan warnanya terlihat lebih hidup di sana.

- Bagus sekali. - Bagus, bagus.

Ini bagus sekali.

Ya.

"Mi Young"

Setelah selesai, langsung pulang ke rumah.

Ada yang perlu kubicarakan.

Aduh, pemandangannya bagus,

gambarnya bagus, dan konsepnya bagus.

Aku belum bisa memberitahunya.

Lalu bagaimana kalau kamu belum bisa memberitahunya?

Aku terus berpikir untuk memberitahunya,

tapi tidak ada kesempatan.

Bagaimana kamu akan menangani akibatnya nanti?

Kebetulan, saat dia pulang hari ini,

aku akan membujuknya agar mau tampil di acara ragam.

Mungkin tidak akan mudah, tapi semangat.

Baiklah. Nanti aku telepon lagi.

Ya.

- Halo. - Dengan Nona Baek Mi Young?

Ya, benar.

Ini dari Rumah Sakit Maesan.

Suami Anda saat ini tidak sadarkan diri

Zaman sekarang, penipuan suara juga ada-ada saja.

"Anak ibu mertua"

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi

dan akan disambungkan ke kotak suara,

setelah nada bip

"Wakil Presdir Kang"

Ya, Kyung Tae. Apa kamu bersama Won Ho sekarang?

Tidak, dia sudah pulang.

Sudah sejak tadi.

Baiklah.

"Anak Ibu Mertua" "Menyambungkan ke Anak Ibu Mertua"

Pelanggan tidak menjawab telepon...

"Wakil Presdir Kang"

"Menyambungkan Wakil Presdir Kang"

Kyung Tae, bisakah kamu cari tahu di mana Won Ho sekarang?

Jika kamu bisa menghubungi Won Ho, tolong telepon aku.

"Wakil Presdir Kang"

Ini Rumah Sakit Maesan.

Suamimu tidak sadarkan diri sekarang...

"Pusat Medis Darurat Rumah Sakit Maesan"

Tolong beri jalan.

Ayah ada di sini, jadi jangan khawatir.

Ayah akan melindungi para Tuan Putri kita.

Cup.

Katanya dia ada di tempat pemancingan.

Aku baru saja meneleponnya, jadi jangan khawatir.

"Tiga tahun lalu"

- Sayang. - Apa?

Kenapa?

Ada apa? Apa kamu bermimpi?

Aku bermimpi dikejar sesuatu yang menakutkan.

Aku mencoba lari, tapi kakiku tidak bisa bergerak.

Benar-benar menakutkan.

Kalau begitu, seharusnya kamu memanggilku.

Kamu sampai berkeringat.

Tara.

Apa Tuan Putri Dallae sangat ketakutan?

Ayah ada di sampingmu, jadi jangan khawatir.

Ayah akan melindungi para Tuan Putri kita.

Cup.

Sayang, kamu sudah akan berangkat kerja?

Hari ini ada banyak pekerjaan, dan aku juga harus pergi keluar.

- Kamu tidur lagi saja. - Pergi keluar?

Dengan Nona Kwon.

Apa?

Jadi, aku harus menyelesaikan semuanya sendirian lagi?

Maafkan aku. Hanya sampai hari ini. Semuanya akan selesai hari ini.

Sudah berapa kali kamu mengatakan itu?

Aku benar-benar ingin menangis.

Memang. Aku juga mengira ini akan cepat selesai, tapi

Ternyata lebih lama dari perkiraan.

Tapi, Sayang,

bisakah kamu tidak pergi hari ini?

Karena mimpiku, aku merasa cemas.

- Sepertinya badanku juga tak enak. - Aku bilang hari ini terakhir.

Bagimu, dibandingkan aku dan Dallae,

Nona Gwon lebih penting.

Kenapa berkata begitu? Untuk siapa aku bekerja sekeras ini?

Ini pekerjaan membuatkan gaun untuk pasangan multikultural

yang kesulitan ekonomi.

Lagi pula Nona Kwon bilang akan banyak mempromosikan kita.

Tapi aku kesulitan jika tidak ada kamu.

Kalau begitu, biarkan saja semua pekerjaan yang sulit.

Aku akan kembali secepat mungkin untuk menyelesaikannya.

Sayang, kumohon,

bisakah kamu tidak pergi hari ini?

"J&White"

Ya, halo.

Ya, maafkan aku. Ini belum siap.

Renda sepanjang lima meter.

- Renda. - Lalu,

sepuluh sutra.

Jangan memaksakan diri dan tinggalkan pekerjaan yang sulit.

Aku akan kembali secepatnya dan mengerjakannya.

Aku akan segera kembali, ya?

Aku akan segera kembali.

Ya, Nona Kwon, aku sedang dalam perjalanan sekarang.

"Ruang operasi"

Dengan berat hati, bayinya...

Kamu istirahat saja.

Jangan dibuang.

- Biarkan saja. - Tidak.

Kalau kulihat, aku hanya akan terus teringat dan itu akan terasa berat.

Jangan sentimental.

Karena kamu tidak berhak.

Sekarang Dallae juga sudah tidak ada,

tidak ada lagi yang perlu kamu pikirkan.

Kamu bisa melakukan hal yang kamu suka sepuasnya.

Apa?

Termasuk kegiatan sukarela hebatmu itu sepuasnya.

Bagaimana bisa kamu bicara begitu?

Saat Dallae pergi,

kamu tidak ada di sisi kami.

Aku...

Aku sendirian lagi.

Hari itu...

Sejak pagi hari itu...

Sejak pagi perasaanku sudah sangat tidak enak.

Aku merasa cemas.

Aku sudah memintamu untuk tidak pergi.

Aku memohon agar kamu tidak pergi.

Dallae.

Ini semua salahmu.

Bagaimana aku bisa tahu semua detail kondisi tubuhmu?

Bayinya ada di dalam perutmu.

Apa?

Ada di dalam perutku katamu?

Tidak.

Aku...

Aku masih...

Aku masih merasa Dallae ada di sini.

Aku masih merasa seolah Dallae sedang bermain di sini.

Sepertinya sebentar lagi aku akan bisa menemuinya.

Mi Young.

- Berikan padaku, aku... - Jangan. Ini...

Ini mainan Dallae kita.

Ini mainannya. Aku tidak bisa melepaskan Dallae.

Ibu minta maaf. Maaf karena tidak bisa melindungimu.

Ibu...

Dallae...

Maaf.

Kenapa lampunya tidak kamu nyalakan?

Tidak, cuacanya sangat bagus setelah sekian lama.

Kebetulan ada tempat pemancingan air tawar di dekat sini.

Aku bahkan menangkap ikan, ukurannya cukup besar. Mau lihat?

Kenapa kamu tidak menjawab telepon?

Kamu menyuruhku langsung pulang.

Jika aku menjawab telepon, kamu akan...

Aku tahu kamu akan memarahiku, karena itu aku tidak menjawab.

Menurutmu 26 panggilan tidak terjawab

hanya terlihat seperti omelan biasa?

Maaf.

"Proyek Impian: Edisi Pernikahan"

Sepertinya rancangannya sudah keluar.

CEO Baek benar-benar hebat, bukan?

CEO Ji yang tidak akan pernah mau tampil di acara hiburan

- Bagaimana dia bisa membujuknya? - Astaga, jangan ditanya.

Aku sangat tegang melihatnya dari samping.

Apa? Sangat tegang?

Ada saja hal seperti itu.

- Halo. - Maaf. Cuacanya dingin,

tapi pengambilan gambarnya harus di luar ruangan.

Cuaca seperti ini masih bisa ditahan.

Bukan begitu, CEO Ji?

Ya, aku juga tidak apa-apa.

Kami juga sebenarnya ingin mengambil gambar di dalam ruangan,

tapi impian peserta adalah menikah di atas kapal.

Pokoknya, aku mohon kerja samanya.

Baik.

Tapi persiapannya sangat bagus untuk waktu satu hari.

Sepertinya butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan semua ini.

Apa?

Tentu tidak bisa diselesaikan dalam satu hari.

Butuh waktu berhari-hari untuk mendapatkan kapalnya.

Apa?

Ini semua berkat kedua CEO.

Karena Anda berdua langsung menyetujui tawaran

pada hari yang sama,

jadwal rekaman kami jadi bisa disesuaikan dengan lancar.

Apa katamu?

Baik, sekarang kita akan pergi untuk syuting, bukan?

Tunggu sebentar, apa maksud semua ini?

Apa maksudmu menyetujui tawaran pada hari yang sama?

Aku baru mengatakan setuju kemarin.

Itu...

Maafkan aku.

Aku sudah mengatakan kepada penulisnya

bahwa kita akan ikut serta. Aku berniat memberitahumu nanti.

Kalau begitu, mari kita pindah sekarang?

- Baik. - Tidak.

Aku tidak akan syuting.

CEO Baek, kamu benar-benar bertindak semaumu.

Kalau begitu, apakah selama ini kamu terus membohongiku?

Kenapa kamu seperti ini? Ada banyak orang, kecilkan suaramu.

Kalau tidak, kamu mau apa?

Kamu menipuku dan melakukan semua sesukamu,

semua orang di sini juga harus tahu tentang itu!

Itu...

Aku tidak berniat menipumu.

Aku hanya tak dapat waktu yang tepat untuk memberitahumu.

Kamu melewatkan waktu yang tepat? Kenapa?

Sekalian saja bilang kamu mengirimnya lewat telepati.

Aku serius.

Tidak. Kamu tidak memberiku kesempatan untuk bicara.

Bersandiwara saja, sungguh.

Pesta ulang tahun ibumu juga begitu,

26 panggilan teleponmu kemarin juga begitu,

semuanya sandiwara, bukan begitu!

Kamu sudah tahu aku akan luluh

dan mengizinkanmu, kamu sudah sudah menduganya.

kamu sudah menentukan jawabannya

dan membuatku terlihat bodoh, bukan?

Itu bukan hanya karena acara ragam itu.

- Menyebalkan sekali. - Tidak, Won Ho!

Won Ho!

Won Ho.

Won Ho, kita bicara sebentar.

Won Ho.

- Tunggu sebentar. - Minggir.

Tunggu.

Sekarang,

para staf kita dan staf penyiaran semua sedang menunggumu.

Kalau kamu bilang tidak mau melakukannya,

bagaimana dengan semua biaya produksinya?

Lalu bagaimana denganku?

Aku sangat marah karena telah kamu bohongi,

sehingga aku tidak bisa melakukan apa pun.

Bagaimana denganku?

Tapi aku tidak punya pilihan lain.

Kalau aku tidak menerima tawaran itu pada hari itu,

penampilan kita pasti akan batal.

Kalau penampilan kita batal, apa langit akan runtuh?

Apa kita akan mati kelaparan?

Baiklah. Baiklah, aku yang salah.

Maafkan aku.

Aku telah menipumu dan membuatmu terlihat bodoh,

itu semua salahku.

Jadi, kumohon untuk kali ini saja, ya?

Tidak mau.

Bukan untukku, tapi untuk butik kita.

Jangan jadikan butik sebagai alasan. Ini semua karena keserakahanmu.

Semua ini terjadi karena keserakahanmu!

Jadi...

Kamu benar-benar tidak akan mau melakukannya, bukan?

Ya. Minggir.

Tunggu!

Aku masih ingin bicara.

Apa lagi?

Baiklah, aku...

Apa katamu?

Sudah kuputuskan.

Kita cerai!

Kamu bilang apa? Bicaralah lebih keras, tidak terdengar!

"Epilog"

Kita sudah mengumpulkan semua uang yang ada,

dan inilah apartemen baru kita.

Langit-langitnya bocor?

Apa ini nyata?

Sudahlah, dengan kondisi kita saat ini,

mendapat tempat seluas ini di ibu kota itu keberuntungan.

Kita berpikir positif saja.

Kita bisa panggil tukang untuk memperbaiki langit-langit besok.

Tetap saja aku merasa kesal melihatnya.

Dan resah.

Kalau begitu, bagaimana jika begini?

- Bagaimana? - Airnya terlalu sedikit.

Benarkah?

Kalau begitu, haruskah aku lubangi saja langit-langitnya?

Agar airnya mengucur deras seperti air terjun?

Rumahnya bisa runtuh.

Mungkin sekarang berat, tapi bertahanlah sedikit lagi.

Aku pasti akan berhasil,

dan akan membuatmu tinggal di rumah seperti istana, sungguh.

Percaya diri sekali.

Baiklah, aku akan memercayaimu.

Lalu itu...

Tatapan percaya diri macam apa itu?

Karena kita bosan,

bagaimana kalau kita masuk ke kamar sebentar?

Masuk ke kamar karena bosan?

Kenapa? Ayo masuk ke kamar dan berbaring sebentar saja.

Di sini saja. Kenapa harus masuk ke kamar?

Sebentar saja, kamu lelah, bukan?

- Apa ini? Kenapa tiba-tiba? - Aduh, lututku!

- Kenapa? - Sungguh, lututku...

Kenapa?

Hei, tertangkap!

"OK! Let's Get Divorced"

- Menurutmu kenapa aku buang? - Itu Cartier asli.

Lalu kenapa?

Itu edisi terbatas.

Hei!

Aku sampai berpikir, orang macam apa dia ini.

- Benarkah itu Cheon Man Ju? - Ikon idola generasi MZ.

Aku penggemarmu beratmu.

Kamu juga mengadakan pesta?

Kamu sudah gila?

Bagaimana bisa kamu mau ke Hotel Calvin?

Apa pun yang Calvin lakukan untuk mencelakaiku,

dibandingkan dengan caramu menyakiti perasaanku selama ini,

itu tidak ada apa-apanya.

Meskipun Calvin sudah bercerai,

tidak mungkin dia akan menggoda istrimu, bukan?

Kenapa aku punya firasat buruk?

Perasaanku jadi tidak enak.

Lama tidak bertemu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.