Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Baginda di sini!
Lepas ikatannya.
Sedang apa kalian di sini?
Kami sedang mendisiplinkan pelayan baru.
Jangan ribut-ribut.
Selamat malam, Tuan.
Mereka pelayan.
Dia sudah pergi.
Selesaikan urusan tadi.
Telanjangi dia.
Diam...
Jangan maju.
Sampai aku ke sini, kucurangi kematian berkali-kali.
Malaikat Maut pun tak bisa menyentuhku.
Jangan menggangguku lagi.
Aku tak mau melukai kalian yang sama-sama kesulitan.
Namaku Hong-dan.
Aku juga dari Goryeo, sepertimu. Aku dari Uiju.
Kau hebat semalam. Itu membuatku sangat lega.
Itu luar biasa.
Kau pernah...
melihat Kaisar?
Tentu saja. Aku bahkan pernah melayaninya.
Katakan semuanya
yang kau tahu tentang Kaisar.
- Apa? - Semuanya.
Dia sangat rajin.
Dia rajin?
Jelas.
Dia bangun sebelum ayam berkokok, lalu mandi.
Dia selalu membakar dupa lebih dulu.
GOLTA, KASIM SENIOR DINASTI YUAN
Matahari sudah tinggi. Bangunlah, Baginda.
Begitu selesai menyarap,
dia membaca semua permohonan dari Kekaisaran.
Dia sangat teliti.
Dia membaca semua kata dalam permohonan dan menanganinya sendiri.
Lalu, pada sore hari, dia berlatih seni bela diri.
Apa? Seni bela diri?
Silakan.
- Silakan. - Dia menguasai
semuanya dari pedang, tombak, gada, sampai panahan.
Pada malam hari?
Ke mana lagi? Dia mempelajari sastra di perpustakaannya.
Dia cendekiawan berpengetahuan luas.
Dia bisa membaca buku-buku tua yang sulit tanpa masalah.
Sudahlah. Itu cukup.
Benar.
Dia mempelajari malam pertama untuk upacara agung belakangan ini.
Upacara agung?
Baginda Kaisar akan segera menikah.
Apa pelayan menghadiri pernikahannya juga?
Tidak semua. Namun, beberapa pelayan akan dipilih dari tiap kamar.
Kepala pelayan akan memilihnya.
Kepala pelayan?
Hei, cuci bajuku juga.
Berikan kepadaku.
Tidak, biar aku sendiri saja.
Katamu namamu Yeon-hwa?
Kita perlu bicara.
Baik.
Kau ingin menghadiri upacara agung?
Kau ingin Baginda melihatmu juga?
Aku mengerti. Semua perempuan di sini ingin mengubah nasib mereka.
Dengan pengakuan Baginda,
pelayan seperti kita bisa langsung menjadi selir.
Namun, jangan terlalu berharap. Kenapa dia menyukai orang sepertimu?
Kau bisa mendapatkannya?
Aku akan membuat rekomendasi,
tapi entah apa dayang akan mengizinkannya karena kau baru.
Dapatkan bagaimanapun caranya.
Baik.
Terima kasih.
Penyihir itu...
Di sana. Tuangkan di cerek itu.
Hei, Kau.
- Ambilkan air lagi. - Baik.
Aku akan memastikan kembali hidup-hidup demi dirimu.
Kau juga. Hiduplah demi diriku.
Ini perintah Raja. Mengerti?
Maafkan aku.
Aku harus...
menentang perintahmu.
PERBATASAN BARAT DINASTI YUAN
Singkirkan raja makzul itu.
Ayahnya diangkat kembali sebagai Raja Goryeo.
Karena dia bisa menjadi masalah nanti,
singkirkan dia tanpa jejak.
Kau membuat kekacauan ini, tapi aku yang harus membereskannya?
Ayahku...
diberi tahu bahwa raja makzul itu yang sukarela berada di sini.
Kau takkan bertanggung jawab atas apa pun.
Sial.
Masalahku sudah cukup banyak, tapi kau menambahnya.
Berhenti mendorongku.
Siapa perwira di sini?
PERWIRA: KOMANDAN 100 PRAJURIT
Beri ruang untuk para prajurit baru.
Boleh aku bertanya mana Raja Goryeo?
Dia. Bagaimana kau tahu tentang dia?
Kami dari Goryeo.
Kami mendengar obrolan prajurit Yuan.
Berdiri.
Ada berapa orang kita di sini?
Separuh tenaga buruh dari Goryeo.
Bagaimana kau bisa berakhir di sini?
Pada awalnya, kami dipilih sebagai pasukan untuk penaklukkan.
Karena kami terus kalah, makanan dan senjata makin rendah.
Mereka menurunkan kami menjadi tenaga buruh.
Mereka memperlakukan kami seperti hewan.
Dua orang kita dibunuh saat mencoba kabur dari kemah.
Apa?
Tolong bantu kami, Baginda.
Petugas Yeom ingin kita berkumpul.
Jika kau terlambat, dia takkan memberimu makan. Ayo bergegas.
Menunduklah!
Baginda.
Baginda.
Baginda.
Baginda.
Kau melihatnya?
Mudah sekali menjinakkan mereka.
Menyenangkan melihat raja makzul itu seperti ini.
Byeong-su.
Mulai sekarang, kau memimpin mereka.
Aku akan mengabdikan hidupku, Jenderal.
Aku akan menaklukkan Dolgwol bagaimanapun caranya
dan mengamankan akses menuju Jalur Sutra.
Untuk mewujudkan itu, aku harus membuat pasukan payahku menjadi kuat dulu.
Jangan mengganggu mereka.
Siapa pun yang mengganggu semangat prajurit
akan dipenggal apa pun status mereka.
Katakan bagaimana aku bisa keluar hidup-hidup dari sini.
Kau ingin keluar hidup-hidup?
Kau pasti bermimpi.
Bunuh semua Dolgwol itu bahkan dalam mimpimu.
Mengalahkan mereka...
adalah satu-satunya cara kita selamat.
ISTANA KEKAISARAN YUAN
Mulai besok, kau akan menjadi permaisuri istana ini.
Kau siap?
Apa yang perlu disiapkan?
Para pelayan akan mengurus upacara agung.
Simpan kotak dupa ini.
Aroma parfum ini membuat pria tergila-gila.
Ini kualitas tertinggi.
Aku akan membuatnya tergila-gila kepadaku tanpa ini.
Jangan khawatir, Kakak.
Kau harus tidur dengan Kaisar pada malam pertama.
Apa yang bisa membawa kesenangan
selain kabar penerus?
Ya ampun.
Ayah.
Aku akan mengurus itu.
Minuman seremonial yang direbus dengan bunga mimosa
akan disajikan.
Pastikan dia hanya minum tiga gelas.
Setelah itu, napasnya akan cepat dan tubuhnya akan panas.
Dia akan bergairah.
Jika dia mencium aroma yang kuberikan...
Dang Gise, aku bilang aku akan mengurus itu.
Aku tidak mencemaskanmu.
Aku cemas Kaisar secara fisik tidak diberkati.
Meski begitu, aku tak butuh trik murahan seperti ini.
Dia punya mata. Dia pasti bisa mengenali kecantikan.
Ke mana hati tertambat, ke sana mata mengikuti.
Mata memandang, tubuh mengikuti.
Dengan begitu, malam pertamamu akan lancar.
Namun, hatiku takkan goyah.
Bagaimana bisa? Kau sangat sehat.
Tiap melihatnya, aku teringat Penasihat Agung Yeoncheol.
Apa yang bisa kulakukan?
Baginda, jangan pikirkan hal lain, lakukan seperti yang kukatakan.
Pertama,
tutup bibirmu dengan bibirnya.
Aku harus menutup bibirku dengan bibirnya.
Ya, setelah itu, kau bisa mulai dengan posisi misionaris...
Singkirkan pikiran kotormu.
Jangan pura-pura tahu segalanya. Kau seorang kasim!
Kau pikir aku terlahir seperti ini?
Saat muda...
Baginda,
kau tak pernah tergoda untuk tidur dengan perempuan?
Tergoda?
Ya, pikirkan saat-saat itu dengan baik.
Itu...
Itu saat aku diasingkan ke Goryeo.
Syukurlah.
Pikirkan perempuan itu pada malam pertamamu dengan Permaisuri.
Namun, bagaimana jika itu...
- Dia seorang pria. - Pria?
Dia seorang pria?
Bahkan sekarang, tiap kupikirkan dia, jantungku berdebar.
Wajahku merona.
Entah ada apa denganku.
"Om mani padme hum."
Sungguh takdir yang tak terduga.
Kepala Kasim.
Kenapa kau memilihnya menjadi pelayan?
Aku hanya mengikuti peraturan.
Peraturan?
Adikku akan segera menjadi Permaisuri.
Kau tak mengerti maksudnya?
Karena dia pelayan sekarang, buat dia menderita, sekarat.
Buat dia memohon untuk menemuiku.
Jelas?
Permaisuri akan berdiri kira-kira di sini.
Lalu, baginda akan menyambutnya dari sini.
Semua akan dilakukan di sini. Kalian mengerti?
Sekitar 30 langkah dari tempatku ke tempat dia akan menyambut Permaisuri.
Dua puluh enam, dua puluh tujuh,
dua puluh delapan, dua puluh sembilan,
tiga puluh.
Aku tak bisa menikam jantung Kaisar dari jarak 30 langkah.
Aku harus menghabisinya sekaligus.
Bisa. Bisa ular.
Ini hari yang mulia. Tersenyumlah.
Baginda.
Saat Baginda melihatmu, dia akan mengakui kecantikanmu.
Mengakui tidak akan cukup.
Dia harus dibutakan oleh kecantikanku.
Jolinya sudah siap di luar. Cepatlah.
Baik.
Aroma parfum ini membuat pria tergila-gila.
Ini kualitas tertinggi.
Kaisar datang!
Permaisuri datang!
Cepat.
Lebih dekat.
Lebih dekat lagi.
Bagaimana kehidupan pelayan di Istana?
Belum terlambat.
Jika kau ikut bersamaku sekarang,
kau bisa melepas kostum pelayanmu dan langsung hidup mewah.
Hidup Permaisuri!
Hidup Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
Hidup Permaisuri dan Kaisar!
KEDIAMAN PELAYAN DARI GORYEO
Kakiku pegal sekali.
- Mau kupijat? - Ya.
Tidak perlu.
Aku harus ke kamar pengantin.
Untuk apa kau ke kamar pengantin?
Menurutmu untuk apa?
Untuk menyiapkan kamar.
Apa itu...
tempat Kaisar menghabiskan malam pertama?
Ya.
Kau ditugaskan ke kamar itu malam ini?
Pelayan tidak diizinkan masuk ke kamar.
Dayang akan di sana.
Aku akan segera kembali.
Sampai nanti.
Kau sudah gila?
Kau tak boleh membawa pisau di sini!
Menurutmu Yeon-hwa melihatnya?
Kurasa tidak,
tapi kenapa kau membawa pisau?
Pura-puralah tak melihat apa pun.
Kumohon, Hong-dan.
Malam ini...
akan menjadi malam terakhirmu.
Kerja.
Berdiri!
Kapan kalian selesai membangun benteng jika begini?
Cepat!
- Kerja! - Cepat.
Kasim Bang!
Berhenti bermalas-malasan, Kasim.
Kerja.
Bedebah itu.
Aku akan mencabik-cabiknya kelak.
Berapa hari lagi menurutmu raja makzul itu akan bertahan?
Buat mereka bekerja siang dan malam mulai hari ini.
Ya, Paman Baekan.
Lihat orang-orang bersama raja makzul?
Bagaimana jika kita kirimkan mereka ke tempat lain?
Kita akan lebih mudah menyingkirkan...
Ada kabar dari orang kita yang kita kirim ke Dolgwol?
Aku belum mendengar kabar dari mereka.
Hei!
Kau mengabaikanku?
Aku tak peduli dia hidup atau mati.
Apa?
Aku hanya berfokus menyingkirkan Dolgwol.
Aku takkan memaafkan siapa pun yang menghalangi,
meskipun itu kau.
Aku tak sabar melihat sebaik apa...
kau melakukan tugasmu.
Dia akan segera menjadi kakak ipar Kaisar.
Tak baik kita membuatnya kesal.
Katakan itu kepada anak itu.
Tak baik membuatku kesal.
- Terus bekerja! - Kerja.
Kerja!
Jika kalian pingsan, tamat riwayat kalian. Terus bekerja.
Beristirahatlah sebentar. Akan kulakukan.
Aku tak apa-apa. Jangan cemaskan aku.
Kita akan berakhir bekerja semalaman.
Ini keterlaluan. Kita belum tidur.
Lupakan tidur. Aku kelaparan.
Pembagian makanan sekarang.
Jika terlambat, kalian akan kelaparan!
Bajingan-bajingan itu.
Mereka berharap kita bertahan hanya dengan nasi kepal? Sial!
Makanlah nasiku.
Aku tidak apa-apa.
Makanlah nasiku, Baginda.
Perutku kecil.
- Makanlah. - Kau takkan memakan nasimu?
- Terima kasih! - Berengsek!
Dasar curang.
Bergabunglah dengan kami.
Ayo pergi.
Di mana sopan santunnya? Dia tidak menunjukkan hormat!
Dia pasti kecewa kepadaku.
Kenapa?
Mereka mungkin berpikir setelah Baginda di sini,
perlakuannya akan membaik.
Jangan dipikirkan.
Kita harus memprioritaskan keselamatanmu.
Ada yang aneh.
Aku mendengar bentrokan senjata di hutan.
Apa?
Maju!
Penyergapan!
Aku akan meminta bantuan. Diam di sini!
Hei!
Hei, Yeom Byeong-su!
Jangan sisakan siapa pun!
Bunuh mereka semua!
Orang-orang Goryeo sekarat.
- Mereka sekarat tepat di hadapanku! - Baginda!
Biarkan kami menangani ini. Pergi ke tempat aman.
Ambil senjata mereka dan lawan mereka. Sekarang!
- Baik. - Baik.
Baginda!
Bedebah!
Siapa pun yang memegang senjata harus maju.
Hentikan mereka!
Berapa banyak prajurit Yuan yang tewas?
- Dua belas prajurit tewas. - Yang lainnya?
Aku belum menghitungnya, tapi pasti setidaknya 100.
Singkirkan mereka.
Kau membunuh mereka.
Kau yang membunuh rakyatku!
Baginda!
Hentikan!
Bawa dia ke barakku.
Meskipun kami dari Goryeo,
kau seharusnya memberi senjata kepada para prajurit.
Jika kau kekurangan senjata,
prajurit Yuan seharusnya melindungi mereka.
Kelalaianmu membunuh orang-orang tak bersalah.
Kau pikir mereka diperlakukan tidak adil karena asal mereka?
Kau tahu jawabannya.
Tidak sama sekali.
Hasilnya sama meskipun kuberi mereka senjata.
Orang dari Goryeo menganggap ini perang antara Dinasti Yuan dan Dolgwol.
Aku tak mendiskriminasi mereka.
Kau yang membuatnya begitu.
Kau pasti kalah perang tanpa sebab.
Untuk rakyat jelata yang hanya mencoba menyelamatkan diri mereka,
aku takkan memberikan senjataku.
Hari ini atau besok...
Pada akhirnya, mereka semua akan mati.
Akan kujadikan mereka pasukan kuat.
Jadikan aku komandan.
Diam!
Aku, Yeom Byeong-su, komandan mereka.
Kau tak bisa menyerahkan wewenang kepada raja makzul ini.
Kau kabur setelah mengabaikan pasukanmu!
Aku tak kabur. Aku pergi untuk meminta bantuan!
Aku muak mendengarmu bicara.
Jangan beri mereka kesempatan untuk berkontribusi.
Kita bisa membuatnya bertanggung jawab dan membunuhnya jika kalah perang.
- Beri dia kesempatan. - Apa pun katamu,
Yeom Byeong-su akan menjadi komandan.
Pertempuran antara mereka akan menentukan komandan.
Pemenang akan menjadi komandan.
Bagaimana? Kau menerima tawaranku?
Baik.
Bagaimana denganmu?
Saat pria ini hidup mewah di Istana,
tanganku berdarah karena latihan.
Mana mungkin aku menolaknya?
Waktu Anjing!
Waktu Anjing: Dari pukul 19,00-21,00.
Waktu Anjing!
Baiklah.
Kau harus pergi ke kamar pengantin sekarang.
Ayolah.
Aku mengerti. Berhenti mengomel.
Baginda, Ibu Suri telah tiba.
Selamat datang, Ibu Suri.
Pergilah.
Aku mengerti perasaanmu.
IBU SURI
Secantik apa pun dia,
kau tak bisa mengaguminya sepenuh hati karena dia tetap putri Yeoncheol.
Katakan apa yang harus kulakukan.
Pergilah ke kamar pengantin.
Dengan begitu Istana akan damai.
Ya, kau benar.
Aku akan melakukannya.
Tidurlah satu ranjang,
tapi jangan pernah menghamilinya.
Penasihat Agung sudah tua. Hidupnya tak lama lagi.
Begitu sosok kekuatan absolut tiada,
pertempuran berdarah akan terjadi untuk menuntut kekuasaan.
Itu sebabnya tak boleh ada penerus antara kau dan Tanashilli.
Jangan memberi mereka alasan untuk berkumpul bersama lagi.
Kalau begitu, apa kita bisa mengusir mereka dari wewenang mereka?
Harus bisa.
Aku sedang mencari selir.
Selirku?
Kau hanya boleh memiliki penerus dari selir yang kupilih untukmu.
Kau mengerti, Baginda?
Kepala Kasim, ada apa kau kemari semalam ini?
Geledah perempuan ini.
- Baik. - Baik.
Kepala Kasim.
Bawa dia secepatnya.
- Baik. - Baik.
Kenapa kau lama sekali?
Maaf.
Duduklah. Aku akan menuangkan minuman.
Kutambahkan madu ke minuman bunga mimosa ini.
Ini pasti akan sesuai seleramu.
Kau mau lagi?
Katakan yang sebenarnya.
Kenapa kau membawa pisau?
Pisau itu untuk perlindunganku.
Perlindunganmu?
Aku diseret kemari.
Daripada dilecehkan oleh Jenderal Dang Gise,
aku lebih baik mengakhiri hidupku.
Kau berbohong.
Dia kakak Permaisuri sekarang.
Kecuali mereka bodoh,
mana ada pelayan yang menolak perasaannya?
Tongkat ini takkan cukup.
Bawa dia secepatnya!
Pria itu...
Pria itu membunuh ibuku.
Aku tak bisa membiarkan diriku...
bersama pria yang membunuh ibuku hanya agar hidupku mudah.
Jika usahaku untuk menjaga kesucianku adalah kejahatan,
tolong bunuh aku sekarang.
Kau tahu berapa banyak orang mati di sini tiap tahun?
Ada yang mati karena salah bicara,
karena rambut di makanan,
karena terlalu ramah kepada kasim.
Ada ratusan tuduhan berbeda
yang bisa menjebak dan membunuh orang-orang di sini.
Sebagian besar dari kediamanmu.
Aku tak keberatan kau membahayakan dirimu saja.
Namun, bukan hanya kau yang akan dalam bahaya.
Jika kau bicara, orang yang mendengarmu akan mati juga.
Jika kau jatuh cinta, pria yang kau cintai akan mati juga.
Itu sebabnya aturan dan disiplin harus ditegakkan.
Kau...
melanggar aturan.
Jika satu tetes menyentuh lantai,
kau harus menghitungnya dari awal lagi.
Hitung.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Bawakan cerek lagi.
Tak ada orang di luar?
Sudah kubilang berikan cerek minuman lagi.
Baginda, ini saatnya menyempurnakan pernikahan.
Menyempurnakan?
Menyempurnakan...
Benar. Aku di kamar pengantin.
Permaisuriku, kau memang cantik.
Bodoh. Kau baru menyadari itu?
Fitur wajah dan tubuhmu...
Kenapa indah sekali?
Kemarilah.
Istirahatkan tubuh lelahmu dalam pelukanku.
Cepat, Baginda.
Aku menunggumu di sini.
Baik.
Sekarang, hati dan tubuhku...
menjadi milikmu.
Kau adalah...
tuanku.
Lakukan apa pun...
Baginda.
Baginda.
Sial.
Bawakan minuman lagi!
Kalian tak mendengarku? Aku bilang minuman!
Dia diabaikan pada malam pertama?
Ya, Paduka.
Baginda langsung tidur.
Sebarkan itu kepada kasim dan dayang secara diam-diam.
Karena ditolak dari malam pertama,
dia takkan bisa mengangkat kepalanya sesombong apa pun dia.
Aku akan melakukannya.
Aku penasaran apa ekspresi pada wajah arogannya sekarang.
Paduka, Baginda di sini untuk menemuimu.
Persilakan dia masuk.
Selamat datang, Baginda.
Aku tak melihat Permaisuri.
Dia tak ikut.
Apa maksudmu?
Memberiku salam setelah menghabiskan malam pertama
adalah budaya penting Istana.
Saat aku bangun pagi ini, dia sudah pergi ke kamarnya.
Bagaimana bisa terjadi?
Kau tak memberi tahu Permaisuri budaya kita?
Aku sudah cukup menjelaskannya, Paduka.
Aku akan mengadakan pertemuan sekarang.
Kumpulkan kasim dan dayang Istana Dalam, termasuk Permaisuri.
Ya, Paduka.
Beraninya dia melewatkan salam pertamanya?
Apa? Pertemuan?
Aku Permaisuri.
Kenapa kita mengadakan pertemuan di kamarnya?
Peralihannya belum selesai.
Kau belum memberinya salam pertama.
Apa aku terlihat ingin memberinya salam sekarang?
Bagaimanapun perasaanmu, kau harus segera pergi ke kamarnya.
Katakan aku terlalu lelah karena malam pertamaku dengan Kaisar.
Permaisuri.
Tidak. Hamil akan lebih baik.
Sampaikan ini kepada Paduka.
Aku tak bisa pergi karena diberkati kasih sayang Baginda.
Hei, dengar.
Kau harus memujinya di depan Ibu Suri.
Apa maksudmu?
Perang datang dalam berbagai bentuk.
Jika Ibu Suri dan Permaisuri berselisih,
kita akan menerima akibatnya.
Aku tak mengerti.
Hei, dengar. Dayang Yeom!
Permaisuri memutuskan untuk melakukan pertemuan Istana Dalam.
Pertemuan?
Ibu Suri bilang akan mengadakannya.
Perkenalkan dirimu kepada Permaisuri.
Aku menangani dokumen di Kantor Dayang. Namaku Jongsaeon.
Aku bekerja di bagian obat-obatan. Namaku Yeobsabin.
Aku bekerja di Bagian Pakaian. Namaku Yongsasik.
- Aku bekerja di dapur. Namaku... - Cukup.
Aku tak bisa mengingat kalian semua.
Aku akan memanggil kalian semauku.
Kau sangat jelek untuk seorang dayang.
Aku akan memanggilmu Labu.
Karena kulitmu gelap, kau Arang.
Karena gemuk, kau Babi Hutan.
Karena malas, kau Siput.
Paduka!
Kau tak boleh memanggil mereka seperti itu.
Makin lama melihatmu, makin lebih wajahmu.
Kau seperti kodok.
Mulai sekarang, akan kupanggil kau Kodok Besar.
Labu.
Labu, jawab aku!
Ya, Paduka.
Kau suka namamu?
Aku menyukainya.
Tentu saja, sudah seharusnya.
Mulai sekarang, Ibu Suri takkan memimpin Istana Dalam.
Ingat bahwa aku, Tanashilli, yang akan memimpin.
Mengerti?
Aku mengerti, Paduka.
Ada apa kau kemari, Ibu Suri?
Ada apa lagi
jika bukan menemuimu.
Maaf.
Aku hendak menemui Kaisar.
Kupikir kau ingin menemuiku.
Kudengar Baginda bahkan tak menyentuhmu pada malam pertama.
Itu belum pernah terjadi di Istana.
Kau mau tahu cara memenangkan hatinya?
Apa kau...
mau memberitahuku?
Jika kau mau.
Aku ingin tahu hal lain.
Begitu seorang kaisar wafat,
permaisurinya harus cukur rambut, pergi ke kuil Buddha.
dan menghabiskan hidup di sana sebagai biksuni.
Namun, kenapa kau masih memimpin Istana Dalam?
Aku ingin tahu rahasiamu.
Kau ingin aku pergi?
Kudengar kau menekankan pentingnya budaya dan prinsip.
Budaya tak bisa dihormati jika tak dilaksanakan.
Kau harus memberi contoh.
Minta Kepala Kasim membawa perempuan yang terpilih sebagai selir.
Angkat kepalamu.
Dia tampak anggun dan ningrat.
Dadanya bagus.
Berbalik.
Aku bisa melihat dari bokongnya dia masih subur.
Aku memilihnya di antara dayang. Dia yang terbaik.
Menghadap kepadaku.
Dari mana asalmu?
Aku dari Goryeo.
Baginda akan mengunjungi kamarmu malam ini.
Kau pasti bisa memuaskannya, bukan?
Aku akan melakukan yang terbaik.
Aku sudah selesai melatihnya.
Jangan khawatir, Paduka.
Pilih pelayan dari Goryeo
untuk melayaninya.
Ya, Paduka.
Kau akan ditugaskan di kamar selir malam ini.
Siapkan dirimu.
Keahlian bermain pedang raja makzul itu tak mudah dikalahkan.
Jangan khawatir.
Aku punya senjata rahasia.
Senjata rahasia? Apa itu?
Ini senjata rahasiaku.
Kau memasang besi di dalam sini?
Pedang kayunya akan patah.
Bukan hanya pedangnya yang akan patah.
Bagaimana dengan kepalanya?
Dia mengajarkan keahlian bermain pedang di Militer.
Kemampuannya tak bisa diremehkan.
Dasar bedebah.
Pengawal Istana pun tak bisa mengalahkan keahlian bermain pedangnya.
Ini saatnya bertarung.
Kau harus menang.
Semua orang mengharapkan hal sama.
Tolong pimpin kami!
Kau harus menang.
- Kalahkan dia. - Semangat.
- Kau harus menang. - Kalahkan dia.
Kalahkan dia.
- Kau harus menang. - Semoga berhasil.
Jangan gugup. Kalahkan dia.
Pertandingan ini akan berakhir saat salah satu dari kalian menyerah.
Jika tak ada yang menyerah sampai akhir,
bunuh lawanmu.
Kau mendengarnya?
Jika kau tak mau terluka, belum terlambat untuk menyerah.
- Jangan berani untuk menyerah. - Kenapa?
Kau ingin membunuhku?
Silakan mulai.
Untuk apa ini?
Ini teh akar Angelica.
Ini menghangatkan tubuhmu. Aku diminta menyajikan ini untukmu.
Jadi, kau dari Goryeo.
Aku juga dari Goryeo.
Itu sebabnya Kepala Kasim menunjuk pelayan dari Goryeo
untuk melayaniku malam ini.
Minumlah sebelum dingin.
Baginda datang.
Katamu dia baru datang setelah pukul 21,00.
Aku juga diberi tahu begitu, tapi dia sedang kemari.
- Ambil tehnya sekarang. - Ya, Kepala Kasim.
Perhatikan langkahmu.
Aku telah melakukan dosa besar.
Ayo bergegas, Baginda.
Angkat kepalamu sekarang.
Aku bilang angkat kepalamu.
Kau tak mendengar Baginda?
Kau...
Kau...
Pria takkan tertarik kepada perempuan yang mudah didapatkan.
Kau tak tahu seperti apa dia?
Akan ada pertumpahan darah.
Ada yang tak beres di Istana.
Kudengar ada yang disukai oleh Baginda.
Siapa itu?
Kau menghinaku.
Haruskah kau menyiksaku?
Aku tak bisa bernapas! Aku tak tahan lagi!
Tatap aku. Diam.
Sudah kubilang jangan bergerak.
Kau hanya pelayan. Beraninya kau.
Hentikan!
Hatiku hancur.
Kau sungguh tak tahu?
Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.
Terjemahan subtitle oleh Sarah Nurul
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.