Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Kami juga melakukan ini. - Apa itu?
Diam sebagai senjata. Membuat orang tak nyaman dan akhirnya bicara.
Aku tetap dibayar baik kau bicara atau tidak, Teresa.
CBI sudah membayarmu selama 5 minggu, ini sudah biasa.
Biasa seperti kau harus menemuiku setelah penembakan? Tentu.
Bukan biasa seperti aku harus meloloskanmu.
Aku bahkan tak menembak Tanner, tapi Jane.
Kau meloloskan Jane setelah sekali sesi pertemuan.
Kesehatan mentalnya bagus.
Sekarang aku ingin melihat sertifikat praktikmu.
Aku sedang tangani enam kasus, dua kasus harus kuberi kesaksian.
Bukan berarti tak ada yang perlu kaubicarakan.
Ibumu wafat saat kau 12 tahun, punya 3 adik laki-laki...
Ayah pecandu alkohol dan kasar, kini juga telah wafat.
Di situ tak tertulis 'kasar'.
Tapi memang benar, 'kan?
Kopi ini rasanya seperti sampah. Sungguh.
- Apa sudah selesai? - Belum.
Mari bicarakan yang ingin kaubicarakan.
Apa yang kaulakukan untuk bersenang-senang?
- Bersenang-senang? - Hal saat kau tak bekerja.
Apa hubungannya dengan...
Ini Lisbon. Aku segera ke sana.
Tugas memanggil. Aku mengerti.
Dr. Carmen?
Kenapa kau tak meloloskan aku?
Karena ada sesuatu yang lebih dulu ingin kaukatakan padaku.
Sampai bertemu minggu depan.
Bagaimana kita dapat kasus ini?
Operator menerima panggilan tak dikenal berkata ada mayat.
Jaraknya dua blok dari kita. Maka di sinilah kita.
- Tapi ada satu masalah. - Mayatnya tak ada?
- Mayatnya tak ada. - Semoga bukan di tempat sampah.
Cari mayatnya di sekitar, kita lihat kalian dapat apa.
- Hari pemeriksaan psikiater, ya? - Tidak.
Benar. Ada garis di antara kedua alismu.
Dia membuatmu kesal. Lagi pula, baumu agak seperti cerutunya.
Aku kesal karena aku lupa ponsel-ku.
- Cho, kau lihat sesuatu? - Nihil.
Tahukah kau jika kau menimbang semua makhluk hidup di Bumi...
Seperempat jumlah keseluruhannya adalah berat semut?
- Semutnya banyak sekali. - Memang.
- Cho, dapat sesuatu? - Tak ada tanda-tanda adanya mayat.
Kalau begitu periksa tempat sampah, lalu kita pergi dari sini.
- Terakhir aku yang melakukannya. - Aku baru saja beli setelan ini.
Baiklah, mari kita undi. Siap? 1, 2, 3!
Musim gugur ini kering, ya? Tak ada hujan.
Gersang sekali.
Oleh karena ini para semut itu mencari tempat lembab di mana saja.
Lalu kenapa tak di tempat sampah yang basah dan bau?
Tepat. Karena di suatu tempat lain ada yang lebih...
- Rigsby? Tolong bantu di sini! - Yang benar saja.
Sepertinya 3 tembakan dari jarak dekat ke dada.
Bentuk segitiga yang sempurna.
Tak ada selongsongnya. Sepertinya sudah diambil penembaknya.
- Pekerjaan seorang profesional. - Aku tak bisa temukan KTP-nya.
Panggil forensik, suruh periksa sidik jarinya.
- Siapa dia? - Namanya William McTeer...
Dari San Fransisco, pemerkosa anak kecil berantai...
- Dipenjara 6 tahun Pelican Bay. - Bagaimana kau tahu itu?
Aku yang mengirimnya ke sana.
Kita di dekat Marie's Donuts. Ada yang mau Bear Claw setelah ini?
Boleh saja.
Kita sedang ada kasus. Kau pikir aku sempat untuk bermain-main?
Hidup adalah permainan. Kau punya banyak waktu untuk itu.
Aku akan membaca pikiranmu.
Aku ingin kau tarik napas dalam-dalam...
Dan keluarkan.
Bisakah kau berkonsentrasi?
Sebut nama presiden di abad ke-20 sebanyak-banyaknya.
Sekarang.
Coolidge, Wilson, Roosevelt...
Eisenhower, Truman...
- Kennedy, Nixon, LBJ. - Bagus.
Tarik napas lagi...
Dan keluarkan.
Konsentrasikan pada bagian bawah gelas yang mana saja.
Aku sedang mendengarkan pikiranmu.
Tak usah berteriak. Aku bisa mendengarmu.
Buka matamu.
Peluang tebakanmu benar 25 persen.
Kita bisa seharian melakukan ini dan aku akan selalu benar.
Berikan padaku. Bagaimana kau melakukannya?
Kau yang beri tahu aku, Lisbon.
Pikiran kita selaras.
Bahkan sekarang aku merasakan sesuatu. Aku mulai dapat...
Sebuah nama panggilan.
'Santa Teresa'.
Kenapa tak pernah cerita padaku bagaimana kau kenal Agen Bosco?
Lihat, satu lagi. Lisbon bagaikan seorang bintang untuk sesaat.
Rambutnya kenapa?
- Kenapa dengan rambutku? - Tak apa-apa.
Kasus McTeer melejitkan kariermu dan kau tak pernah cerita.
Kau seperti pahlawan super dengan identitas rahasia.
Kau ingin tahu kenapa? Baiklah.
McTeer berkeliaran di daerah Bay selama 18 bulan.
Dia menyerang 7 anak perempuan yang berumur antara 6 dan 9 tahun.
Saat itu aku Inspektur SFPD yang menangkapnya.
Aku yang memeriksa dan menjebloskannya.
Kini apa yang kau dapat?
BFS menemukan pistol penembak di tempat sampah tak jauh dari TKP.
Kini mereka sedang memeriksa sidik jarinya.
'Tindakan Inspektur Lisbon dinilai sebagai tindakan heroik...
Oleh pemerintah kota dan koleganya di SFPD.'
Kata penyelianya, Letnan Samuel Bosco?
'Inspektur Lisbon melakukan hal yang patut dipuji, melacak...
- Dan menangkap bajingan ini'. - Itu cukup bagus.
Kalian harus berakting bersama. Kau bisa meniru Barbra Streisand?
- Jangan menggodaku. - Aku sudah dengar tentang McTeer.
Aneh, 'kan? Tangani kasusnya lagi, setelah bertahun-tahun?
Terlalu lama.
Sudah bicara dengan Dreyer? Dia akan jadi tersangka utamaku.
Dreyer Whelan, ayah dari korban terakhir...
Katy, usia 7 tahun. Berjanji membunuh McTeer setelah dibebaskan.
Sudah kuhubungi. Dia sedang kemari dari Marin.
Kautangani ini. Kabari aku jika kau butuh bantuan.
- Demi masa lalu. - Demi masa lalu.
Ini alamat McTeer.
Kata petugas pembebasnya dia punya pacar. Bicaralah dengannya.
Dia punya pacar?
- Aku akan ikut dia. - Ide bagus.
Rigsby, periksa teman-teman McTeer sesama paedofil.
Terutama yang baru pindah dari San Fransisco ke Sacramento.
Tentu, Bos.
Cho dan aku ada rapat dengan Wakil Jaksa Agung.
Tidak jika sebelumnya aku terjebak di padatnya lalu lintas.
Nn. Derask, apa hubunganmu dengan William McTeer?
- Dia tunanganku. - Tunangan?
Kau ada masalah dengan itu?
Dia hanya tak paham kenapa ada yang mencintai napi paedofil.
Bukan sosok calon suami ideal.
Bill adalah pria yang baik. Pemberi nafkah yang baik.
Dan dia memperlakukan aku bagai seorang ratu.
Dan semua tuduhan di San Fransisco itu palsu.
Polisi wanita itu yang menjebaknya.
Balas dendam, begitu Bill menyebutnya.
Jebakan itu harus dibersihkan, Tanya. Bagian itu tersumbat...
Mereka polisi, soal Bill. Adikku datang untuk perbaiki bak cucianku.
- David. - Patrick.
- Hei. - Itu Grace.
- David, kau kenal William McTeer? - Aku bertemu dia beberapa kali.
Dia memperlakukan Tanya dengan baik.
Baiklah, aku sudah menyambungnya dan kau bisa memakainya, T.
- Senang bertemu kalian. - Sama-sama.
Kau tahu siapa yang mungkin ingin melukai William?
Ini mungkin tak penting, tapi...
Dia baru bertengkar dengan atasannya minggu lalu.
Pulang dengan kesal. Katanya atasannya mau menghabisinya.
Siapa atasannya?
Seseorang yang tak penting, entahlah.
Kalau tak salah nama perusahaannya XXXYZ.
Tak jauh dari Winley, dekat jalan raya.
- Ibu! - Emily, bagaimana sekolahmu?
Aku bisa menghitung perkalian enam. Mau dengar?
Mungkin nanti, ya?
Bill tak seperti yang kau kira.
- Emily, aku Patrick. Apa kabar? - Baik.
Hari yang menyenangkan, bukan? Perkalian enam, ya?
Bagaimana kalau kau ke dapur dulu dan bantu Paman David?
Tak apa-apa, Sayang.
Sampai jumpa.
Kurasa McTeer tak menyentuh Emily.
- Benar, 'kan? Sudah kubilang. - Karena dia mempersiapkannya.
Kau tak tahu apa yang kaubicarakan.
Kau bertemu Bill di pusat perbelanjaan, 'kan?
Dekat tempat bermain atau bioskop. Saat itu Emily bersamamu?
- Dulu dia bekerja di sana. - Ya. Pria sejati.
Tak seperti pacarmu yang lain. Tak pernah memaksamu bercinta.
Bukan cinta pada pandangan pertama. Dia baik pada Emily, perhatian.
Tak ada orang yang seperti itu padamu saat kau tumbuh dewasa.
Bill ingin menjadi ayah. Apa putriku tak boleh punya ayah?
Belakangan, dia bertanya apa dia boleh mengajak Emily bepergian...
Seperti berkemah, untuk pererat ikatan antara ayah dan putrinya.
Dia memaksamu untuk memperbolehkan, walau hanya sedikit...
Tapi cukup untuk mengganggu pikiranmu.
Pikiran mengganggu yang sangat kecil dan meresahkan.
Bahwa apa yang kaurasakan dalam hati mungkin benar.
William McTeer terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Kau layak dapat pria baik, Tanya.
Jika kau tak bisa yakinkan itu bagi dirimu sendiri, berpura-puralah...
Demi kebaikan Emily.
- Apa sudah selesai? Aku lapar. - Ya.
Kalian akan jadi saksi kunci dari beberapa kasus bulan lalu.
Lisbon, kau dapat Howard dan Eng. Cho, kau Ringman, Daly, Freed.
- Freed membuatku kesal. - Pastikan utarakan itu di mimbar.
Teresa, kau ingat Howard. Dia dan sindikatnya mencuri...
Ratusan juta dolar dari rekening banyak orang melalui internet.
Lalu dia sembunyikan uangnya dan membunuh rekannya.
- Aku ingat, dia mengerikan. - Dia akan masuk penjara.
Berkat Agen Lisbon dan keahliannya yang tenang dan santai.
- Itulah aku. Tenang dan santai. - Untung ini bukan kasusnya Jane.
Ingatkan dia, dia tak bisa ancam orang dengan bom untuk mengaku.
- Tanpa topeng karet, tanpa... - Kita punya masalah.
BFS sudah dapat sidik jari dari senjata pembunuh McTeer.
- Dan itu masalah? - Ya.
Bos, sidik jari itu milikmu.
Sidik jarimu ada di magasin dari senjata milik pembunuh.
Sekarang katakan kenapa aku tak boleh muntah di kamar mandi?
Ini pasti kesalahan lab. Mereka bekerja terlalu keras, kurang dana.
Tahun lalu ini pernah terjadi pada LAPD. Suruh uji lagi saja.
Ayolah! Kau tak berpikir aku yang melakukan ini.
Yang kupikirkan, aku akan dapat masalah secara politis.
Kau dan tim-mu berhenti menangani kasus McTeer, sudah jelas.
Aku mengerti. Apa kita akan lempar ini pada FBI?
Tidak.
- Lisbon. Bagaimana kalau begini? - Bosco.
Dia tahu banyak kasus McTeer sama sepertimu. Ini masuk akal.
Dan, benar, aku harus membantumu.
Terima kasih, kurasa.
Tidak, jangan salah paham.
Jika kau bersalah, aku ingin kau ditangkap.
Aku hanya tak ingin ada FBI berkeliaran di kantorku...
- Tanyakan hal-hal menyimpang. - Baiklah.
Kau paham kini aku harus bertanya beberapa hal padamu?
Tentu saja. Silakan.
Hai, semuanya.
Kau pasti berharap seandainya waktu itu pakai sarung tangan.
- Apa kau ada urusan di sini? - Tidak. Hanya ingin tahu.
Tak apa-apa. Dia boleh di sini kalau dia mau.
Aku tetap di sini.
- Di mana kau saat Selasa malam? - Di rumah, menonton televisi.
- Tak ada yang melihatku. - Apa yang kau tonton?
- Sebuah acara realitas. - Yang mana?
Acara memasak dengan seorang pria.
- Ya, benar. Yang itu. - Pria yang pemarah.
Aku tahu itu. Bagus. Acara memasak. Selasa malam. Pria pemarah.
Jadi bisa kuatur waktu untuk mengujimu menggunakan poligraf.
Tidak.
- Aku tak membunuh McTeer. - Belum ada yang menuduhmu begitu.
Belum?
Semoga beruntung dengan kasusnya.
- Sedang makan siang? - Berdiskusi masalah Lisbon.
Baiklah, Cho, menurutmu selidiki kasus McTeer dengan keras...
Persetan Bosco dan Binelli, kau tak setuju dan kau tak yakin.
Menurutku, biarkan Bosco jalankan tugasnya, tak menghalanginya.
Dia polisi yang baik.
Ada yang akan selidiki kasus ini sekeras kita? Kurasa tidak.
Asumsimu Lisbon tak membunuhnya. Bagaimana jika dia membunuhnya?
Apa yang akan kaulakukan?
- Apa yang akan kaulakukan? - Aku?
Aku akan membebaskannya. Tapi aku bukan hukum.
- Ya, kami akan membebaskannya. - Benar.
- Aku tak setuju. - McTeer mengejar anak kecil.
Mungkin dia memang pantas mati. Jika Lisbon berani membunuhnya...
Dia juga berani untuk menjalani hukumannya.
- Aku akan temui atasan McTeer. - Aku ikut.
Baik, dengar. Bagaimanapun juga, Lisbon tak melakukannya, 'kan?
- Dia tak mampu melakukan itu. - Aku tak begitu yakin.
Kenapa kita tak bisa bicara di dalam? Aku sibuk.
Kupikir kau ingin di luar agar bisa meluapkan amarahmu dengan bebas.
Kenapa?
- Aku tahu alibimu bohong. - Aku tak bohong.
Entah apa kegiatanmu Selasa malam, yang jelas bukan menonton TV.
Aku tak bohong. Koki itu membuat risotto.
Ini penghinaan. Kau akan terus berbohong padaku?
Aku tak bisa ingat. Aku tak ingat yang kulakukan Selasa malam. Aneh.
Terima kasih. Tak apa, ingatan itu masih ada, kita bisa kembalikan.
- Bila aku bisa menghipnotismu... - Seakan itu akan berhasil saja.
Berhenti mencoba menghipnotisku.
Bagaimana jika ada kejadian traumatis dan kau menghalanginya?
- Aku tak membunuh McTeer. - Biar kuhipnotis, agar kita yakin.
- Tidak. - Kenapa tidak?
Karena aku tak mau kau masuk ke dalam kepalaku.
Ternyata urusanmu dengan kasus McTeer belum selesai.
- Itu lucu. - Itu bukan pilihanku.
- Dia hanya akan bicara denganmu. - Siapa?
- Agen Lisbon. - Halo, Dreyer.
Terima kasih sudah datang, Tn. Whelan.
Jadi kalian masih bekerja bersama? Masih satu tim?
Kami tangani wawancara ini bersama atas permintaanmu, Dreyer.
- Ada beberapa pertanyaan untukmu. - Sebenarnya, hanya satu.
Apa kau telah membunuh William McTeer?
- Tidak. - Senang mendengarnya.
- Bagaimana kabar Katy? - Baik. Dia baik-baik saja.
Sembuh lebih baik daripada aku, menurut terapis kami.
- Di mana kau pada Selasa malam? - Di rumah. Sendiri.
- Katy menginap di rumah temannya. - Pukul berapa...
- Kau membiarkannya melukai Katy. - Maaf?
Baru-baru ini aku membaca laporan kejadiannya.
Laporan internal SFPD? Kau dapat dari mana?
Kau bisa tangkap McTeer hari Jumat sebelumnya. Seminggu lebih cepat.
Bukan itu masalahnya. Aku tak bisa melakukannya.
Di saat dia menyerang Katy, kau bisa saja menyelamatkannya.
Jika kutangkap berdasarkan dugaan, dia bisa dibebaskan.
Tapi Katy tak perlu diperkosa.
Dan itu kesalahanmu.
- Tn. Whelan. - Apa?
Kau pernah bersumpah sekuat tenaga akan membunuh William McTeer.
- Kenapa tak kaulakukan? - Aku tak bisa.
Bagaimana bila aku tertangkap?
- Aku tak bisa meninggalkan Katy. - Menurutku...
Mungkin kau hanya tak punya nyali.
Enyahlah ke neraka. Kalian berdua.
Tenang saja. Dia hanya sedang marah.
Amarah bisa mengubahmu.
Ya, benar.
Aku mau diuji dengan poligraf.
Angkat tanganmu.
Kami tak berkelahi.
Dia berkelahi dengan temannya yang berengsek, Dog.
Mereka berkelahi di tengah tempat ini. Merusak semuanya.
Jadi aku pecat dia.
Itu aturan 101, dilarang berkelahi. Jadi kupecat dia.
- Dia membalasmu atas itu? - Tidak. Dia tahu lebih baik.
- Dia tahu aku terhubung. - Sungguh? Dengan siapa?
Orang-orang.
Jadi kenapa McTeer berkelahi dengan Dog?
Entahlah, bisa karena banyak alasan.
Dog benar-benar dungu. Dia bodoh dalam 10 macam.
- Apa Dog punya nama asli? - Semua orang punya.
Aku tak tahu siapa namanya.
Negara melawan Milton R. Howard, kasus nomor 97T03254, silakan maju.
- Agen Lisbon, kita harus bicara. - Bagaimana bila pengakuan, Howard?
Agen, aku tak melakukan apa yang mereka tuduhkan ini.
- Kau harus dengar cerita versiku. - Sampai bertemu di dalam.
- Agen Lisbon. - Nanti saja, Virgil. Giliran kita.
- Agen Lisbon tak ikut denganmu. - Apa timku baik-baik saja?
Bukan! Kau gagal lulus tes poligraf, Agen Lisbon.
Adanya indikasi penipuan yang signifikan, kata mereka.
Kau dibebastugaskan, Agen. Urus prosesnya ke tata usaha.
- Bos. - Jangan!
Tanda tangan di bawah, letakkan pistol dan lencana dalam baki.
Ini tanda terimanya.
Semoga harimu menyenangkan.
Teresa Lisbon bicara di kantorku. Pasti kau sedang putus asa.
Aku gagal tes poligraf. Entah apa yang harus kulakukan.
Membaca poligraf lebih merupakan seni daripada ilmu pengetahuan.
Minta untuk dites ulang. Aku bisa ajari caranya bersantai.
Ayahku sering tak sadar saat mabuk.
Suatu hari, dia memukuli adikku hingga hampir tewas...
Dan dia tak ingat apa pun.
Sepanjang perjalanan ke RS, dia tak percaya dia pelakunya.
Apa kau habis minum? Karena itu kau bicara tentang ketidaksadaran?
Aku hanya perlu tahu, apa mungkin aku membunuh McTeer dan aku lupa?
Kau tak bisa ingat malam saat pembunuhan?
Jangan panik. Alasannya banyak. Stres atau...
Polisi bisa jadi pembunuh, Dokter. Itu bisa terjadi.
Ini konyol. Kau bahkan tak tahu McTeer ada di Sacramento.
Petugas pembebasan bersyaratnya menghubungiku bulan lalu.
Atas keputusan pengadilan.
Mungkinkah kehilangan ingatan adalah hasil dari trauma? Tentu.
Pikiranmu melindungimu atas perbuatan buruk yang kaulakukan.
Atau bahkan yang dilakukan orang lain.
Pemerkosa anak kecil tak bisa sembuh.
Pembunuhnya telah menyelamatkan nyawa seorang anak, siapa pun dia.
Bagaimana caranya membuka ingatanku?
Mungkin akan kembali dengan sendirinya. Berilah waktu.
Aku tak punya waktu. Kau dan omonganmu tak berguna.
Maafkan aku. Hingga kau ingat, aku tak tahu bagaimana membantumu.
Jane.
Hai, Lisbon.
Aku duga kau ingin kuhipnotis sekarang.
Tak ada apa pun dalam berkas McTeer tentang Dog.
Tak ada teman yang dikenal juga.
- Laba-laba. Mati. - Sedang apa kalian?
- Membunuh laba-laba. Dan kau? - Kalian mengganggu kasusku.
- Kalian bicara pada saksi. - Kau salah dengar.
- Kau bohong padaku sekarang? - Apa masalahnya?
Lepaskan kasus McTeer atau kau akan jadi penjaga...
Di gedung Kongres Negara Bagian, menyambut turis.
Benarkah begitu?
Ya, benar.
- Balasan yang bagus. - Benar.
Dia tahu hasilnya.
Boleh? Terima kasih. Orangku di Pelican Bay datang.
McTeer punya teman satu sel selama 2 tahun yang dipanggil Dog.
Kita tahu orang ini.
Dia adik pacarnya McTeer. David Charles.
- Agak berantakan. - Tidak sama sekali. Ini bagus.
- Aku suka lukisan itu. - Kebanyakan dari penyewa terakhir.
Di mana kita akan melakukannya?
- Menarik. - Langsung kita lakukan saja.
- Tidak. - Tidak?
Aku tak akan menghipnotismu. Kau terlalu tertekan.
- Yang benar saja? - Tak apa-apa, tenang.
Aku hanya harus hilangkan semua stresmu.
Mungkin kau harus berhitung dari 100, 99, 98, ulangi terus...
94, 93. Dengar aku, Lisbon. Semua stresmu akan hilang.
Kau harus merasa tenang, santai, dan sangat aman.
Ini hampir tak mungkin. Aku tak sedang menghipnotismu.
Tidak akan, jadi kau bisa bersantai.
Kau tak akan jatuh ke dalam tingkat ketenangan yang tinggi.
Tidurlah. Bagus.
Kau akan turun melewati tangga...
Semakin tenang di setiap anak tangga.
Dan sekarang kau tiba di paling bawah.
Anak tangga paling terakhir. Tempat ketenangan utama.
- Bagaimana perasaanmu? - Baik.
Bagus.
Kau akan tetap pada tingkat ketenangan ini...
Saat kembali ke Selasa malam. Tapi pertama-tama...
Kadang kau menari saat mendengarkan CD Spice Girls, bukan?
Ya.
Sudah kuduga.
Sekarang hari Selasa.
Kau bisa melihat seluruh hari itu seperti menonton film.
Semua detail tampak fokus.
Kau bisa perbesar tiap peristiwa yang kau mau, percepat, mengulang.
Kau pegang kendali sepenuhnya. Mengerti?
- Baiklah. - Bagus.
Apa yang kau lihat?
Aku menyelesaikan formulir 41 kasus Milbank.
Aku merasa lapar karena melewatkan makan siang.
Orang baru di ruang koresponden sangat seksi.
- Benarkah? - Ya.
Kita percepat sedikit.
Setelahnya pada hari itu, saat kau hampir pulang.
Van Pelt sedang lembur. Dia pekerja keras.
Dia bisa jadi agen hebat, jika bisa menahan diri tak meniduri Rigsby.
Pergi ke mana kau sekarang?
Aku...
Pulang?
Benarkah?
- Kau pergi ke mana, Lisbon? - Aku di mobilku.
Bensinnya hampir habis.
Tenang. Kau sedang tak sadar. Semua baik-baik saja.
- Aku tak bisa... - Apa yang kau lihat?
Ke mana kau pergi?
Entahlah. Kosong.
- Aku hanya lihat layar kosong. - Tak apa-apa.
Aku tak tahu pergi ke mana. Aku tak bisa ingat.
- Aku tak tahu ke mana aku pergi. - Tak apa-apa.
- Aku tak bisa ingat. - Itu sedikit aneh.
Kukira kau yang terbaik. Aku ingin uangku kembali.
Kenapa aku tak bisa ingat?
- Menarik, bukan? - Ya.
Ya, itu menarik.
Tapi, terima kasih telah mencoba.
- Mungkin kau ingin pergi lagi. - Aku tak menyerah semudah itu.
Kau bisa dipercaya untuk tak cerita pada siapa pun, 'kan?
Pada teman-teman di tim.
- Bisa kautinggalkan saja aku? - Semua akan baik-baik saja.
Aku janji.
Tanya?
Aku dapat pesanmu yang '911'. Ada apa?
- Tolong, polisi! - Tenang, David.
- Aman. Kau bisa atasi? - Ya.
Kau berkelahi dengan McTeer di tempat parkir. Dia memukulmu.
- Itu pasti sangat memalukan. - Kau bujuk dan bunuh dia di gang.
- Tidak, aku tak membunuhnya. - Kau pasti membunuhnya, David.
Kau membunuhnya, tapi teman kami yang disalahkan.
Penjara jadi pilihan lebih baik daripada kau terus bohongi kami.
Teman polisimu itu.
Dia yang membayarku untuk membawa McTeer ke gang.
Aku tak tahu dia akan menembaknya. Aku bersumpah.
Aku tak akan terima uangnya jika tahu begitu.
- Agen Lisbon? Dia yang membayarmu? - Ya. Itu pasti dia, bukan?
- Kudengar kalian sudah menahannya. - Tapi kau hanya menebak, 'kan?
Kau tak benar-benar melihat dia.
Aku tak lihat siapa pun. Semua hanya melalui SMS.
Perjanjiannya adalah aku harus membuat Bill mabuk.
Kami pergi ke gang, aku buang air kecil, lalu berpisah.
Aku dengar tembakan itu. Lalu lari terbirit-birit.
Besoknya, ada 10.000 dolar saat aku memeriksa rekeningku.
10.000 dolar?
- 10.000 dolar, Sam. - Aku sudah dengar.
10.000 hanya untuk membujuk, bukan membunuh.
- Orang ini punya koneksi. - Yang pasti bukan Lisbon.
Mustahil dia punya 10.000 dolar. Jangan tersinggung, Bos.
Akan kusuruh Van Pelt melacak SMS-nya...
Cho dan aku bicara pada pihak bank.
Ingat ini baik-baik. Kau sedang bebas tugas.
Kau tak seharusnya ada di sini dan kalian jangan ikut campur.
Biar aku urus ini. Ikut aku.
Lisbon, lihat aku.
Aku akan tangani ini. Maukah kau percaya padaku?
Maaf. Kau tak mengerti. Mungkin nanti.
- Apa kau sedang dalam pengobatan? - Aku baik-baik saja!
Apa yang kalian lihat? Aku baik-baik saja!
Menyingkirlah dariku. Aku selesai dengan semua ini!
Minggir! Aku muak dengan semuanya!
- Apa itu? Lisbon? - Dia panik.
- Sudahlah, itu hanya Lisbon. - Dia sedikit tertekan.
Apa yang terjadi?
Maaf.
- Kenapa ini terjadi padaku? - Tak apa-apa.
- Ayo pulang. - Akan kuantar dia.
Tidak. Tinggalkan aku.
10.000 dolar yang dibayarkan pada David Charles...
Berasal dari rekening milik perusahaan kerang di Cayman.
- Bagus. - Esoknya setelah membayar David...
Rekening itu membayar satu juta dolar ke orang lain.
Pasti untuk penembaknya. Bisa kita lacak?
- Sedang kucoba, tapi... - Percuma melacak rekening gelap...
Yang ditutup kemarin.
Baiklah, kami memang menyelidiki kasus ini. Kami hanya...
- Lupakan itu. Bagaimana Lisbon? - Dia baik-baik saja.
- Dia baik-baik saja. - Apa yang dia katakan sebenarnya?
Aku tak benar-benar bicara padanya. Dia tak izinkan aku masuk.
Kau mencemaskannya.
Menurutmu dia akan lakukan tindakan yang bodoh?
Bunuh diri? Tidak.
Meski dia melakukannya, dia tak akan menyalahkan Biro.
Itu bukan urusanku sama sekali.
Aku harus menarik senjata lepas tugasnya.
Aku yakin dia akan baik-baik saja.
Minelli minta aku mampir.
Memerintahkanku untuk mampir, sebenarnya.
- Bisa kita bicara? - Minelli?
Dia mencemaskanmu.
- Kami semua begitu. - Karena aku sedang terpuruk?
Membiarkan pelaku masih bebas atau karena aku membunuh orang?
Kau membunuh McTeer?
Bagaimana aku tahu? Mungkin.
Teresa, letakkan Glock-mu.
Mata yang bagus, Dokter. Glock 9 milimeter.
Pengamannya di pelatuk. Itu bodoh sekali, 'kan?
Itu sama saja tak punya pengaman sama sekali.
Bagaimana jika kauberikan padaku?
Jangan menatapku seperti itu.
Jangan menatapmu seperti itu. Ini salahmu.
Kau buka banyak hal dalam kepalaku, dan sekarang aku tak bisa ingat.
Kepalaku berantakan dan itu salahmu.
Letakkan. Kau harus tenang dan letakkan senjatanya.
Tenang?
Kau benar, Dokter. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Aku berlagak tenang di luar, tapi di dalam, aku sangat marah...
Kadang aku merasa hampir meledak.
Semua penderitaan dan rasa sakit yang kulihat setiap hari...
Membuatku ingin berteriak. Tapi aku menahannya.
Aku menahannya karena aku harus tenang dan rasional...
Karena itu tugasku, tapi aku ingin menarik pelatuk ini.
- Aku ingin membunuh. - Kau marah. Aku tahu itu.
Kurasa aku yang telah melakukannya.
Kurasa aku telah membunuh McTeer.
Jika kau melakukannya, tak apa-apa.
Dia orang jahat.
Tak ada alasan untukmu menyakiti orang lain atau dirimu sendiri.
- Aku tetap tak bisa ingat. - Kau bisa dan akan ingat.
Dan saat itu, ketika kau mengetahui kebenarannya...
Semua beban dan kecemasan ini akan hilang.
Baiklah.
Aku ingin kau menggambarkan kejadian itu bagiku.
Hidupkan kembali masa itu.
Kau berjalan memasuki gang itu setelah orang jahat ini.
- Kau bisa melihatnya? - Tidak.
- Mungkin, bisa. - Ya, kau melihatnya.
Kau melihat tempat sampah, dinding bata tua, serta McTeer.
Kau melihatnya di sana, monster yang merusak banyak kehidupan.
Terlalu banyak. Lihatlah, Teresa.
Rasakan. Bau sampah, dinding lorong yang kotor.
Salib yang kusam di sana.
Tuhan mungkin mengasihani William McTeer, tapi kau tak harus.
Dia pantas mati, tapi kau tetap orang baik.
Kau bisa lalui ini.
- Salib? - Apa?
Salib itu, Roy. Bagaimana kau tahu soal salib itu?
Adanya di balik pintu. Hanya pembunuhnya yang bisa lihat.
- Kau cerita padaku tentang TKP. - Tidak.
Diselesaikan dengan cantik sekali. Kerja bagus, Lisbon.
- Apa yang kau... - Tentu saja, salib.
Kau tak bisa menahan untuk membayangkannya, 'kan?
- Katolik murtad, mungkin? - Apa yang terjadi?
Menyerahlah, Dorothy. Kau tertangkap, tapi pintar juga.
Membuat Lisbon datang tiap minggu untuk dapat sidik jarinya di gelas.
Dan mencekokinya dengan, lorazepam?
Menggandakan dosisnya saat Selasa supaya ingatannya hilang.
Hilang ingatan, kau tahu Lisbon akan menyembunyikannya...
Yang membuatnya gagal uji poligraf.
Kau pengamat manusia yang sangat baik, Dokter.
- Bagus sekali. - Kau mengamuk di CBI.
- Itu pura-pura? - Bagus, bukan?
Setelah itu, yang harus kulakukan hanya meminta Minelli...
- Menyuruhmu kemari. - Aku menunggumu sepanjang malam.
Tapi ada satu hal kecil.
Lorazepam? Mungkin itu sedikit kelewatan.
Saat Lisbon tak bisa ingat malam pembunuhan...
Walau di bawah hipnosis, aku tahu dia pasti diberi obat.
Selebihnya, amat tepat. Sangat mengesankan.
- Terima kasih. - Jangan sungkan.
Kau ditahan. Kau berhak untuk diam. Semua perkataan atau perbuatanmu...
Akan digunakan untuk melawanmu di pengadilan.
Kau berhak didampingi pengacara.
Kau pernah bertemu langsung orang yang membayarmu sejuta dolar?
Kau ingin dia? Aku ingin kesepakatan yang bagus.
Info yang kupunya cukup berharga. Dua hingga lima, keamanan minimum.
Tak akan ada kesepakatan. Kami tahu siapa dia.
Hanya memastikan apa kau tahu.
Butuh waktu, tapi pelacakan kami pada perusahaan kerang ini...
Merujuk kepadamu, Howard.
Kau membayar Dr. Carmen dan David Charles menjebak Lisbon...
Atas pembunuhan McTeer. Transaksi tunai ini membuktikannya.
Mendiskreditkan polisi, jauh lebih pintar daripada membunuhnya.
Kami semua sudah melewati itu.
Tapi dengan cara ini, kesaksiannya mati bersama dengan kariernya.
Bagaimana jika kau memberi pernyataan?
Mungkin akan membantu dirimu sendiri.
Bagaimana jika kau menciumku?
- Kau cantik. - Begitu juga kau.
Dibanding kebanyakan tahanan di penjara negara bagian.
Aku dengar Minelli menagihmu untuk kaca itu.
Tak masalah.
Untuk ukuran polisi, kau sangat meyakinkan sebagai orang gila.
- Jane pasti sangat bangga. - Mungkin ini bukan cara yang baik.
Tapi harus kuakui, aku menikmatinya.
Membiarkannya untuk sekali ini?
Aku senang namamu sudah bersih.
Maaf jika kami tak bisa melibatkanmu dalam rencana ini.
Sebenarnya bisa, tapi kau tak mau.
Kau harus tahu, jika pelakunya memang benar dirimu...
- Aku tahu. - Jadi begitu.
- Sudah cukup. - Aku tak mengganggu, 'kan?
Tidak. Selamat malam, Lisbon.
Selamat malam, Sam.
Donat dari Marie's.
Aku tak melihat itu, tentu saja.
Apa?
- Dia jatuh cinta padamu. - Jangan konyol.
Aku tahu, memang sulit mengiranya, tapi...
Tak ada yang bisa mengukur rasa, bukan?
Pergi kau!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.