Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Hai, Tommy. - Selamat pagi Tn. Jane.
- Silakan masuk. - Selamat bekerja.
Sama-sama.
"Markas CBI Sacramento, California"
"Akses Terbatas"
"Pegawai Harus Menunjukkan Identitas Saat Memasuki Gedung"
Selamat pagi.
- Seperti apa kasus ini? - Ini, bacalah data ini.
- Divisinya diaudit lagi. - Tak masalah.
Akan kukerjakan setelah kutaruh susu ini.
"Tak masalah." Ada apa dengannya?
Maksudmu kenapa dia tak sinis dan lelah sepertimu?
Lihat bahasa tubuhnya yang santai,
gambaran emosional yang terpuaskan?
Seseorang telah membuatnya jatuh cinta.
- Siapa? - Tak bisa kukatakan.
Tidak, dia hanya fokus pada pekerjaannya, itu saja.
Kalau begitu kuanggap pria yang menciumnya di luar
Membuat kesalahan yang memalukan.
Apa? Siapa yang menciumnya?
Aku tak tahu namanya.
Mungkin Si Bodoh dari bagian penggajian.
Dia selalu membuntutinya. Seperti apa rupanya?
Lisbon!
- Bagaimana cara ikuti ayam? - Kau paham maksudku.
"Ada bom besar dekat sini."
"Apa kau cukup cerdas untuk menemukannya?"
Ancaman bom lagi. Yang ketiga tahun ini.
- Tapi tidak lewat teleponku. - Biasanya tak ditujukan ke CBI.
Tapi itulah guna latihan.
Tertulis "Apa kau cukup cerdas untuk menemukannya?"
- Kurasa ini ditujukan padaku. - Kau pasti mengira ini soal kau.
Tenanglah. Mungkin saja hanya tipuan.
Mungkin.
- Di mana tim penjinak bomnya? - Sedang menuju ke sini.
Polisi sudah menyisir gedung. Sejauh ini, tak ada apa-apa.
"Apa kau cukup cerdas untuk menemukannya?"
Jika ini soal Jane, aku tak mau dia...
- Hei! - Jane!
Jane, berhenti!
Minelli di sini.
- Ya, Pak. - Jane!
Biar kujelaskan. Jane dapat pesan dari ponselnya.
Tertulis, "bom yang sangat besar."
Bom yang besar hanya bisa diangkut dengan mobil yang besar.
Tak disebutkan ada di dalam CBI, tapi di dekatnya.
Kalau begitu, lapangan parkir. Sederhana.
Tepat sekali. Mereka menantangmu dengan teka-teki yang mudah.
- Mereka mau kau temukan bomnya. - Jika memang ada.
Mungkin hanya tipuan, seperti yang kau bilang.
Ya, Pak. Aku akan segera memintanya kembali.
Aku sedang berusaha, Pak.
Lisbon! Aku menemukannya!
Tidak.
Tembak pintunya dengan pistolmu!
Tidak bisa! Tak ada waktu. Ayo!
Jane, ayo pergi! Lari, Jane! Aku serius, ayo!
Jane! Lari! Cepat!
- Kau baik-baik saja? - Aku tak apa-apa.
Aku butuh ambulans sekarang!
Tak perlu. Ada sesuatu di mataku.
Aku tak bisa lihat apa-apa!
Kau beruntung, Tn. Jane. Bisa lebih buruk.
Ya. semua orang bilang begitu. Tapi kenapa aku tak bisa melihat?
Ada gegar ringan dan sedikit amnesia sesaat, disorientasi,
sakit kepala, dan tentunya kebutaan sesaat.
Sepertinya akibat adanya gumpalan kecil darah...
pada pembuluh sekitar mata, hingga terjadi kerusakan mata.
Berapa lama penglihatannya akan terganggu?
Sulit diperkirakan. Daya pulih tubuh sulit ditebak.
Tapi biasanya 48 hingga 72 jam. Kita harus menunggunya.
Humor. Bagus.
Semua orang suka dokter yang lucu di saat genting.
Aku sudah cukup mendengarnya. Bisakah kalian bicara di luar?
Tn. Jane, ini hanya sementara.
Penglihatanmu akan pulih dan kau bisa kembali bekerja.
- Tapi perlu waktu dan kesabaran. - Aku punya waktu,
tapi kesabaranku sudah hilang.
- Kau hidup. Syukuri itu. - Sudah. Percayalah.
Permisi, aku akan periksa lagi nanti.
Terima kasih, Dokter.
Aku akan lakukan lebih buruk jika kau tak diam...
- pada orang yang mau menolongmu. - Kau mencubitku.
- Bagaimana keadaannya? - Tebak. Dia pasien jahat.
- Sudah kuduga. - Bukan aku yang jahat, tapi dia.
- Apa yang kau dapatkan? - Korbannya James Medina.
Usia 44 tahun, pialang saham, di luar Highlands.
Van itu bukan miliknya. Mobil itu dilaporkan hilang kemarin.
Kami sedang mencari tahu semua soal Medina.
Pertanyaannya, mungkinkah dia saat itu ingin bunuh diri?
Tidak. Aku melihat tatapan matanya.
Jelas sekali dia tidak ingin...
terlibat dalam keadaan itu.
Siapa pun pelakunya,
dia mau aku melihat James Medina mati ketakutan.
- Mereka hampir membunuhmu juga. - Tapi, bukan itu tujuannya.
- Lalu apa? - "Kau berikutnya" tertulis...
- di kening pria itu. - Kenapa?
Entahlah.
- Kau akan baik-baik saja. - Ya, mungkin saja.
- Kita akan temukan pelakunya. - Bagus.
Tolong jangan saling bertatapan seperti itu.
Seperti apa? Kau tak bisa melihat.
Aku bisa merasakan rasa ibamu.
Diamlah.
- Kami akan kembali. - Sampai nanti, Kawan.
- Terima kasih, Rose. - Ya.
Baiklah. Ibu sayang kalian.
Jangan nakal dengan bibi Rose. Janji?
- Sampai nanti. - Sampai nanti, Bu.
Anak-anak yang baik.
Terima kasih. Jim sangat menyayangi mereka.
Maafkan kami, tapi kami harus bertanya soal suamimu.
Apakah dia terlihat sedang sibuk dengan sesuatu yang tak biasa?
Dia memang sibuk, tapi bukan pada sesuatu yang tak biasa.
Suamiku seorang pialang saham.
Tapi kini hal itu sudah seperti menjadi penjudi profesional.
Bagaimana kondisi keuangan kalian?
Aku melarangnya melibatkan uang ke dalam bursa saham.
Dia pernah bilang ada klien tertentu yang tak senang?
Tahu berapa klien yang kehilangan uang enam bulan belakangan ini?
Banyak orang yang marah dan mereka salahkan pialangnya.
Jim menerima surat kebencian, telepon, surel.
Ada ancaman khusus? Dia pernah menyebut nama?
Seorang mantan rekan kerjanya, Terry Andrews.
Beberapa kali datang ke rumah. Dia sangat mengancam.
Terima kasih.
Terence Carter Andrews, 46 tahun.
Bekerja selama dua tahun di Lynch Halstead...
di program tenaga penjual pemula.
Catatan pajak perlihatkan dia juga bekerja sebagai penjaga...
di beberapa perusahaan keamanan...
yang menangani sistem ibu kota negara.
Dia karyawan DPR? Dia bekerja di sini?
Tertulis di sini begitu. Dia juga ada di daftar tuntutan kejahatan.
Kekerasan domestik dan dua kasus mengemudi sambil mabuk.
- Itukah dia? - Di mana dia bekerja sekarang?
Manajer humas di sebuah tempat bernama Hype.
Kau, Nona Yang Galak, bisa masuk.
Tinggalkan penari latarmu. Dia terlalu kasar.
Menyingkirlah!
- Kau Terence Andrews? - Apa yang kalian inginkan?
Kau biasa dipanggil Terry atau Terence?
Orang memanggilku Tn. Andrews.
Ada yang membunuh James Medina hari ini. Kau tahu?
Ya.
Aku ingin mentraktir pelakunya sebotol Brandy Prancis.
- Kau membencinya? - Ya, memang.
- Kalian pikir aku terlibat? - Ya, terlintas di pikiran kami.
Ikut dengan kami untuk menjawab beberapa pertanyaan.
Kurasa tidak. Karena aku tak melakukan apa pun.
- Ayo, ikut. - Lepaskan aku!
- Kau juga inginkan itu? - Tidak, terima kasih.
Harap mundur. Beri dia ruang. Hiburannya selesai.
Kau tak apa-apa, Tn. Andrews?
Bukankah seharusnya kau di rumah sakit?
- Tidak. - Ya.
Tidak, mereka muak padaku. Aku tak bisa salahkan mereka.
Petugas Powell ini cukup baik mau mengantarku.
Terima kasih, kurasa.
- Semoga harimu baik, Tn. Jane. - Ya.
Silakan. Bicaralah dengan pacarmu.
Aku tak keberatan.
- Kenapa malu? - Tidak.
- Kenapa... - Ini perintah dokter.
Dia bilang yang terbaik untukku adalah kembali bekerja.
Tidak. Dia bilang kau menghina semua orang di sana...
- dan membuat kesal mereka. - Tidak. Lalu?
- Kau tak boleh begitu. - Jadi aku harus bagaimana?
Hanya duduk dan mendengarkan televisi?
- Lagi pula makanannya tak enak. - Kau harus istirahat.
- Aku harus bekerja. - Kau buta.
Bukan masalah, sungguh. Inderaku yang lain meningkat.
Meningkat sekali. Aku seperti Daredevil.
Permisi.
- Silakan. - Ya.
Meningkat.
- Di mana kau kemarin pagi? - Jam kerja berakhir jam 03.30.
Aku pulang ke rumah, dan menonton TV sebentar.
Lalu tidur. Sampai jam sebelas.
- Ada yang bisa buktikan itu? - Tidak, aku tinggal sendiri.
Pasanganku pergi saat aku kehilangan pekerjaan.
- Maaf, jangan pedulikan aku. - Jane?
Apa ini?
- Dia buta. - Ya.
Maaf.
Bagus, bukan?
Kau membunuh James Medina?
Aku membunuh James Medina? Persetan dengannya.
Aku tak membunuhnya.
Itu mungkin dan aku memang ingin, tapi tak kulakukan.
- Kau sedang apa? - Kita pernah bertemu?
- Tidak. - Lalu apa yang terjadi?
Kenapa kau dan Medina memperebutkan posisi?
Aku penjual pemula di program perusahaan.
Berbulan-bulan dia memperlakukanku seenaknya.
Karena aku mengambil pekerjaan yang diincar keponakannya.
Lalu, sebuah amplop jatuh dari mejanya.
Dia bilang, "ambil itu." Seperti itu.
Tak bisa begitu. Kubilang, "ambillah sendiri."
Itu sepele. Tapi kurasa dia pikir aku hanya...
Aku tinggal menjentikkan jariku dan hancurkan hidupnya.
Boleh kupegang tanganmu?
Jari yang artistik.
- Lembut. - Jangan lakukan itu.
Senang bicara denganmu, Terry. Baik-baiklah.
- Kau bisa lepaskan dia. - Itu bukan keputusanmu.
Aku tak bilang harus melepaskannya.
Kubilang kau bisa melepaskannya, jika kau ingin.
- Karena dia tak bersalah. - Terima kasih.
- Jane? - Kencang sekali. Aku takut.
Sudah berapa kali kubilang jangan menyela proses interogasi?
Maafkan aku. Tunggu sebentar.
Apa yang kau lakukan?
Bagaimana aku tahu bisa melihat atau tidak jika mataku dibalut?
Ini dia.
Bagaimana?
- Gelap layaknya malam. - Maafkan aku.
Tidak apa-apa. Andrews bukan pelakunya.
Kau merasakan itu dengan kekuatan supermu?
Ya. Andrews dipenuhi amarah.
Tapi bukan rasa takut, bersalah, atau pun amarah pembunuh.
Yang mengandung amonia.
Rasa marahnya lebih bersih dan berbudi. Mengandung lemon.
- Lemon? - Kebutaan ini sangat berguna.
Tanpa penglihatanku, aku bisa sesuaikan indra lainku...
- menjadi lebih peka. - Bagus.
Biar kubuatkan kostum pahlawan super.
Kau ingin dijuluki apa? Mau apa kau?
Aku ingin tahu bagaimana rasanya wajahmu saat tersenyum.
Ada apa, Bos?
Minta forensik periksa apakah ada residu peledak di tubuhnya.
- Jika dia bersih, lepaskan. - Baik.
Aku masih yakin ada kaitannya antara Medina dan aku.
Jadi sebelum kau membuatkanku kostum pahlawan super,
bisa kau antar aku menemui jandanya?
- Mungkin. - Terima kasih.
Kebetulan, hari ini baumu harum.
Apakah itu campuran kayu manis?
Lisbon?
Tehmu tepat di depanmu, Tn. Jane.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Nyonya Medina, kami tak berniat menjauhkanmu dari keluarga.
Kami hanya ingin bertanya lagi padamu.
Aku mengerti. Aku pasti membantu.
Aku bisa merasakan betapa hangatnya rumah ini.
Aku sangat prihatin atas kehilangan yang kau alami.
Menurutku siapa pun pelakunya mengincar suamimu dan aku.
Entah kenapa, tapi sesuatu menghubungkan kami.
Aku harus bertanya, kita pernah bertemu?
Setahuku tidak.
Kau keberatan jika menunjukkan beberapa barang pribadi suamimu?
Perhiasan atau apa pun yang sering dipakai.
Tidak. Kenapa?
Memegang barang milik James akan membantuku...
merasakan keberadaannya.
- Baik. Permisi. - Terima kasih.
Merasakan keberadaannya? Apa maksudmu?
Lihat saja nanti.
Aku harus melatih indra perabaku. Sudah lama sekali.
Kau tak akan buta selamanya.
Benar, karena hal semacam ini tak terjadi sesering dugaan orang.
- Kacamata baca? - Jim tak bisa baca tanpa itu.
Dia mempertimbangkan untuk operasi, tapi...
Tapi aku suka dia pakai kacamata.
Dia mengurungkan niatnya karena aku.
- Dia suka kuda? - Kami suka menunggang bersama.
Kami berencana ke pantai musim gugur ini.
- Ini terasa mahal. - Benar.
Dia memakainya hanya saat urusan bisnis.
Ada permata dengan sebuah ukiran di belakangnya. Ukiran apa itu?
Ukiran banteng. Hadiah perusahaan dari Lynch-Halstead.
Agak mencolok untuk selera Jim sehari-hari.
Jane?
Terima kasih atas waktunya, Ny. Medina.
Jam yang kuingat sama persis.
Ada ukiran sama di belakangnya seperti milik James Medina.
Itu dari Lynch-Halstead. Terima kasih.
Jadi beberapa tahun lalu,
aku pasti telah membaca psikis bagi seseorang...
yang berhubungan dengan firma itu.
Kau tahu siapa?
Aku tak bisa mengingatnya.
Aku coba melihat wajah wanita itu dan mengingat namanya.
- Aku tak bisa melakukannya. - Tapi dia telah membayarmu.
- Dia masih merasa dendam. - Mungkin.
Orang ini buta, lebih sopanlah.
- Maaf. - Tak apa-apa.
Kau menyimpan rekaman semua klienmu?
Ya, harus.
Aku harus terus merunut semua kebohonganku pada mereka.
Di mana semua rekaman itu?
Mungkin ada di CD di kardusku sebelah sana.
Van Pelt, bantulah mencari rekaman milik Jane.
Sebelum itu, adakah yang bisa membuatkanku segelas teh?
Apakah itu berarti ya?
Rigsby.
Terima kasih.
- Kau memakai susu? - Seperti permintaanmu.
- Yakin airnya sudah direbus? - Ya, benar-benar mendidih.
- Rasanya aneh. - Rasanya aneh?
Jane, aku perlu bantuanmu.
Aku ingin kau tanyakan Van Pelt soal pria yang dikencaninya.
Bagaimana perkembangannya?
- Perkembangannya? - Apakah hubungannya serius?
- Tanya sendiri. - Ayolah, kau tahu kondisinya.
Itu menentang aturan. Hubungan antara rekan kerja.
- Kau itu laki-laki atau tikus? - Tentu saja laki-laki.
Bisa saja menipuku.
Jika orang itu dari bagian gaji, akan kubunuh dia.
Itu akan jadi sebuah pernyataan yang romantis.
Wanita suka pria yang rela membunuh deminya.
- Vent Pelt! - Jangan.
Apa? Percayalah padaku. Kejujuran lebih baik.
Ada apa?
Pertanyaan pribadi. Rigsby dan aku ingin tahu,
siapa pria yang kau cium di depan kedai kopi.
- Bukan urusanmu. - Bukan dari bagian gaji?
Bukan, dia tak bekerja di sini. Bukan urusanmu.
Syukurlah.
- Tak perlu membunuh. - Jangan terlalu yakin.
Lihatlah, kejujuran lebih baik.
Jujur, saat ini aku ingin menendang bokongmu.
Aku terima.
Tapi sebelumnya, bisakah antar aku ke sofa?
Terima kasih.
Kau di ruanganmu. Mejanya di sebelah kiri.
- Ini sofanya. - Kau sangat baik. Terima kasih.
Terima kasih atas tehnya yang enak.
Itu kejam. Kenapa kau melakukannya?
Itu hanya gangguan kebutaan. Membuatku kejam.
Maafkan aku.
- Tapi kalian harus bicara. - Tak ada yang perlu dibicarakan.
Apakah yang ini?
Maaf. CD putih dengan tulisan "r.p.b." berwarna hitam?
Mungkin saja. Kau harus cerita banyak hal.
Seperti apa?
Kau serius dengan pria kopi itu?
- Terlalu awal untuk diceritakan. - Aku mau bertemu. Lantai berapa?
Dia seorang pengacara. Dia tadi hanya berkunjung.
Kenapa kau dan Rigsby tertarik dengan kehidupan pribadiku?
Aku hanya ingin tahu. Tapi Rigsby mencintaimu.
Dia takut dengan ikatan emosional.
Kau tertarik padanya, tapi kau tertekan dan menutup perasaanmu.
- Benarkah? - Karena trauma masa lalu.
Yang tak pernah kau bicarakan pada siapa pun.
Bahkan dirimu sendiri.
Maaf. Aku berpikir terlalu jauh.
- Apa? Aku tak mendengarkan? - Siapa namanya?
- Dan. - Boleh aku bertemu dengannya?
- Jika kau mau. - Aku mau.
Ini daftar klienmu.
Akan kucocokkan dengan catatan Lynch-Halstead.
Ada satu kecocokan. Kalian punya klien yang sama. Carol Gentry?
Carol Gentry.
"Kediaman Jane, Malibu. Delapan tahun lalu."
Dia memaafkanmu, Carol.
Ibumu benar-benar memaafkanmu.
Aku tak mengerti, Tn. Jane. Dia memaafkanku?
Ya. Itu yang dia katakan.
Aku percaya itu tulus.
Dia wanita galak, jahat, dan kasar.
Tapi aku mencintainya.
Aku juga sayang padanya. Apa yang kulakukan hingga dia memaafkanku?
Ini kenyataan yang menyakitkan, Carol.
Orang tak berubah saat mereka meninggal.
Mereka akan berubah menjadi inti dari siapa diri mereka.
- Ibumu wanita yang... - Dia memaafkanku?
- Wanita gila itu memaafkanku? - Orang-orang sangat rumit.
Bukankah begitu?
Kurasa waktu kita untuk pekan ini sudah cukup.
Maafkan aku.
Tak apa-apa. Bernapaslah.
- Kita bicara lagi lain kali. - Ya, baik.
- Terima kasih, Tn. Jane. - Terima kasih.
- Jane, kau tak apa-apa? - Ya, aku baik-baik saja.
Aku tak apa-apa.
Jane! Jane?
- Dia baik-baik saja? - Aku sehat, tak perlu ke RS.
Dia harus ke RS. Dia harus mau jika kau perintahkan.
Aku bisa saja, tapi ada yang ingin membunuhnya.
Lebih baik kita lindungi di sini. Juga lebih murah.
Terima kasih, Virgil.
Aku membantumu. Jika kau mati, aku yang bertanggung jawab.
Jika dia mati, pindahkan ke ruang publik. Aku akan senang sekali.
- Aku harap dia tersenyum. - Di mana saja.
Kita semua begitu.
Bisa bantu?
Tongkatnya saja. Terima kasih.
Kita mulai memeriksa klien lamamu, Carol Gentry.
- Dia bukan tersangka. - Lynch-Halstead makelarnya.
- Kebetulan, bukan tersangka. - Kenapa kau bisa yakin?
Delapan tahun lalu Carol Gentry bunuh diri. Tak ada keluarga.
- Kalian masih di sini? - Kami di sini.
Bagus. Kita mulai dari awal.
Tidak juga. Van Pelt meneliti lebih dalam.
Kami periksa nama pasangannya dan temukan sasaran kedua.
Kau dulu punya klien bernama Jill Lamont.
Suaminya Paul Krager.
Dulu kerja untuk Lynch-Halstead.
Jill Lamont?
Ya.
Ceritakan apa saja soal suamimu.
Dia mencintaiku juga anakku. Keluarga adalah segalanya.
Belakangan ini aku melihat sedikit perubahan.
- Perubahan seperti apa? - Dia terlihat sibuk.
Dari situlah kau mulai berpikir dia tidak setia?
- Benar sekali. - Baiklah.
Aku mulai merasakan sesuatu.
Rasakan bersamaku. Ini.
Aku merasakan Paul belum sepenuhnya jujur padamu.
Dia tidak bahagia.
Kau tahu itu, bukan?
Kau merasakan ada orang lain dalam hidupnya?
- Indra tak pernah bohong. - Ya.
Ya, aku merasakannya.
Ada orang lain. Apa dia akan meninggalkanku?
Kau harus bicara dengannya, Jill.
Bilang pada Paul untuk tidak merusak apa yang kalian miliki.
Lama tak kudengar nama Paul Krager.
Bahkan tak pernah kupikirkan.
Apa yang kau tahu soal kehidupan pribadinya?
Kita semua pernah berbuat salah. Kemewahan bisa akibatkan itu.
- Kau mengacu soal perceraiannya? - Itu pembantaian.
Kurasa istrinya menikah lagi. Tapi Krager hancur berantakan.
Hidupnya tak lagi teratur dan berantakan.
Kami harus lepaskan dia.
- Siapa yang memecatnya? - Jimmy Medina.
Jim banyak melakukan pemecatan. Itu tugas yang tak menyenangkan.
Kau tahu di mana kita bisa temukan Krager?
Terakhir, ada yang melihatnya di dapur gereja saat liburan.
Puji Tuhan atas karunia-Nya, jika kau tahu maksudku.
Lynch benar. Biaya pengadilan hampir buat Krager bangkrut.
Istrinya membawa anak mereka pindah ke timur dan menikah lagi.
- Jadi di mana Krager sekarang? - Berdasarkan yang kita tahu,
dia sangat hancur karena kehilangan keluarga.
- Seluruh dunianya hancur. - Tak ada alamat tetap.
Dia sudah bertahun-tahun tak bayar pajak.
Alamat pekerjaannya terakhir di Lynch-Halstead, 2001.
- Kau salah tentang dia. - Memang. Terima kasih.
Tidak, kau hanya pastikan apa yang dia tahu di dalam hatinya.
Sudah ada yang coba menghubungi Jill Lamont?
Ya, aku tinggalkan pesan. Tak ada jawaban.
Aku sebarkan buletin tentang Paul Krager.
Cho dan aku akan ikuti beberapa petunjuk.
Kau di sini saja.
Jangan ada yang antar dia kemana pun.
Tak ada hiburan apa pun. Jelas?
- Jelas, Bos. - Jelas sekali.
- Kau lihat jumlah klien Jane? - Dia menolong banyak orang.
Aku tak yakin.
Bisa kubantu?
Sedang apa di sini?
Aku ada pertemuan di atas, kupikir bisa mampir dan menyapa.
- Kau keberatan? - Tidak sama sekali.
Aku hanya terkejut, itu saja.
Perkenalkan aku pada temanmu.
- Yang menatapku dengan aneh. - Ya.
Agen Rigsby? Ini temanku, Dan Hollenbeck.
- Senang bertemu denganmu. - Apa kabar?
- Sangat baik. Kau sendiri? - Baik.
- Kau pengacara? - Ya.
Maaf. Apa kita ada masalah?
Tidak. Tak ada masalah. Bahkan untuk pengacara.
- Cukup. - Senang mengenalmu, Agen Rigsby.
Bisa kita berdua bicara sebentar?
- Entah apakah itu ide bagus. - Tolonglah.
Maaf, tapi memang kita ada masalah.
Tak besar, tapi kita harus bicara.
- Aku janji tak ada keributan. - Baiklah.
- Tidak, jangan. - Tak ada keributan. Aku janji.
Tidak apa-apa, Grace. Tidak apa-apa.
Baiklah.
Ini dia. Bicaralah.
Aku tak mengenalmu, Dan. Mungkin kau pria baik, kuharap.
Aku tak tahu. Karena jika kau sakiti Grace Van Pelt,
aku akan cari dan menyakitimu.
Karena dia berarti banyak, bagi unit kami.
- Perlakukanlah dia dengan baik. - Ya, aku paham.
Aku hargai perhatianmu.
Kau peduli pada Grace. Jangan khawatir.
- Aku pria baik. - Baik. Maaf aku keras padamu.
Aku harus katakan itu.
- Selama kita saling mengerti. - Ya, tentu saja.
Aku sangat mengerti.
Aku sangat malu. Apa yang Rigsby katakan padamu?
Tak perlu malu.
Dia orang yang baik. Aku menyukainya.
Dia hanya ingin kau bahagia.
- Lalu kau bilang apa? - Kubilang akan kuusahakan.
- Kau bilang itu? - Ya.
Di mana pria cenayang yang kau ceritakan padaku?
- Aku sangat ingin menemuinya. - Dia pun begitu.
Jane?
- Sial. - Maaf. Aku tak tahu harus...
- membangunkanmu atau tidak. - Aku sudah bangun.
Kau bilang ingin bertemu orang yang kukencani.
- Ya. Apa dia mau datang? - Dia di sini.
Di sini? Di sini sekarang?
- Ya. - Di sini.
Aku Dan Hollenbeck. Senang bertemu denganmu.
- Grace cerita banyak tentangmu. - Senang bertemu denganmu, Dan.
- Maaf, apa kau... - Buta, seperti kelelawar.
- Sementara. Berpikirlah positif. - Ya, positif. Benar.
Van Pelt, di mana Rigsby?
Aku tak tahu. Kurasa sedang membeli piza.
- Kau perlu sesuatu? - Lisbon? Cho?
Masih mengejar Paul Krager.
- Di sini hanya ada kita. - Ya.
Jadi, Dan, genggamanmu kuat. Sepertinya sering berolahraga.
Aroma minyak wangi yang tipis,
tapi jasmu produk Italia yang mahal.
- Menarik sekali. - Dia seorang pengacara.
Pengacara junior. Aku melobi senat.
Tapi tanganmu ahli. Kau pintar jadikan sesuatu sebagai hobimu.
- Kurasa begitu. - Apa saja hobimu?
- Ada beberapa. - Di mana orang tuamu?
Mereka sudah meninggal.
Maaf banyak tanya.
Aku hanya ingin Grace dapatkan pria yang tepat.
Aku lapar. Kurasa aku ingin ambil sesuatu untuk dimakan.
- Jangan konyol. Aku saja. - Tak apa, bisa kuurus sendiri.
Kau pikir aku bodoh? Jika kau macam-macam, kutembak kepalamu.
Aku mengerti.
- Kalian berbisik apa? - Tak ada.
- Keripik juga boleh. - Keripik apa?
Apa saja.
Lisbon telepon.
Sepertinya kita berhasil. Kami menemukan Paul Krager.
Dia terobsesi dengan Jane dan Medina.
Kau ingat dia punya anak?
Krager bilang dia kini tinggal di kota.
Dia memakai nama Dan Hollenbeck.
Van Pelt?
- Maaf soal ini. - Van Pelt?
Aneh.
- Aku tak mengerti. - Dia pengebomnya.
Dia membunuh James Medina dan kini ingin membunuhku.
Jangan coba-coba.
Aku sangat menyesal membohongimu, Grace.
- Tapi aku membutuhkanmu. - Kenapa?
Untuk masuk ke DPR.
- Dia pakai kartu keamananmu. - Bedebah!
- Tenang, Van Pelt. - Santailah, Grace.
Aku tak ingin menyakitimu.
- Menyerahlah, Dan. - Tak bisa. Sudah terlanjur.
- Jangan sampai aku menyakitimu. - Lakukan perintahnya.
Kini kau menjadi orang yang baik?
Kenapa kau hancurkan hidupku? Karena ayahku berselingkuh?
Lalu kenapa? Dia tak sempurna. Akibat itu semua, dia telantar.
Dia kehilangan semuanya. Dulu aku di sekolah swasta terbaik di LA.
Aku bermain bola dengan anak-anak bintang film.
Berikutnya aku hanya gelandangan di New Jersey...
bersama ibuku, dan diurus oleh orang...
yang tak tahu bahasa Inggris.
Kenapa? Itu karenamu.
Kau menjadi orang yang sok tahu...
dan beri tahu ibuku yang sebenarnya.
- Maafkan aku, Dan. - Pasti, kau sedang ditodong.
Keluarkan borgolmu.
Borgol dirimu.
Di belakang. Jatuhkan tongkatnya.
- Ayo. - Kita mau ke mana?
Tempat yang tenang dan sepi. Kau tak akan suka.
Mobilmu di mana, Grace?
Di tempat parkir. Mobil jip, plat nomor Iowa.
Aku tak tahu kau dari Iowa. Kentangnya terkenal, bukan?
Itu Idaho, Bodoh.
Benarkah? Apa yang terkenal dari Iowa?
- Wanita lugu. - Itu tak adil.
Jalan terus.
- Tommy, kau masih di sini? - Tn. Jane. Aku baru mengunci.
Kalian butuh sesuatu?
Lari, Grace!
Jangan bergerak!
Ke kanan.
- Kita akan ke mobilmu. - Tapi aku tak bisa menyetir.
- Kita akan atur. Mana kuncinya? - Di kantong depan celana.
Maaf. Dapat. Ayo.
- Mobilnya ada di kanan. - Yang ini?
Itu gagang pintunya.
- Grace, kau sudah masuk? - Sebentar.
- Itu perseneling mundur. - Sudah aman?
- Ya. Pelan-pelan. - Baik. Mundur dengan pelan.
Maaf soal itu.
- Luruslah. - Baiklah.
Lurus. Belok kanan. Jangan dulu.
Injak gasnya sekarang! Belok kanan!
Mundur.
- Kau tak apa? - Ya, ayo mundur.
- Ayo, nyala. - Ayolah.
- Tak bisa nyala. - Jane!
Syukurlah.
Apa yang terjadi? Baikkah?
Sudah kubilang jangan ada hiburan apa pun.
- Kau masih hidup. Kau tak apa? - Jangan cemas, aku tak apa.
- Maafkan aku. - Tak apa-apa.
Maaf.
Aku harus mengisi formulir H746B.
Aku sangat senang melihat wajahmu, Rigsby.
Rigsby?
Kau lucu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.