Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MENTALIS
/men-te-list/ kata benda.
Seseorang yang memakai ketajaman pikiran, hipnosis, dan/atau sugesti.
Seorang ahli manipulasi pikiran dan perilaku.
CALISTOGA CANYON RESOR DAN SPA
Korban bernama Claire Wolcott, perempuan, kulit putih, 32 tahun.
Dia ditemukan tewas tertembak di kamarnya.
Suaminya punya koneksi di kantor gubernur.
Dia minta bantuan.
Dia ingin penyidikan dilakukan secara hati-hati dan rahasia.
Istrinya terbunuh dan prioritasnya adalah kehati-hatian?
Baik.
Ya. Bu Wolcott berselingkuh dari Pak Wolcott.
Pak Wolcott menjadi tersangka utama.
Kedua. Tersangka utamanya yaitu pacar misterius Bu Wolcott.
Kamar ini terdaftar
atas nama Claire Wolcott, jadi tidak ada bantuan.
Pada pukul 02.24, staf hotel dan para tamu mendengar tiga kali tembakan.
Namun, mereka tak tahu dari mana asalnya.
Lalu 15, 20 menit kemudian, mereka kemari dan menghubungi 911.
- Ada selongsong. Sepertinya ukuran 9 mm. - Ada lagi.
Tandai untuk Forensik.
- Jadi, pelakunya bukan si kekasih. - Karena?
Selongsong ini mengindikasikan si penembak di seberang kamar, di sini.
Dia melangkah masuk dari luar dan mulai menembak.
Jika pelakunya si kekasih, dia akan berada lebih dekat ke korban
dan tak perlu menembak berkali-kali.
Lihatlah.
Bundar.
Berarti tetesan dari atas
dari seseorang yang berdiri di sini, sambil berdarah, benar?
Bukan percikan darah dari korban.
Kau jadi ahli forensik sekarang?
Claire dan kekasih misterius itu tertidur.
Seseorang masuk melalui pintu yang terbuka, menembak mereka, pergi.
Kekasihnya yang malang terbangun oleh peluru, Claire mati di sebelahnya.
Ketakutan.
Namun, tak ada yang langsung datang.
Kekasih misterius, yang hanya terluka sedikit,
mulai berpikir mungkin hal terbaik yang harus dilakukan
yaitu menyelinap pergi dari sini.
- Kalian selesaikan urusan di sini. - Baik, Bos.
Di sini.
Ini dia.
Bercak besar.
- Ada lagi? - Tidak.
"Nyonya Dokter."
Caddy perak itu tiba tadi malam pada pukul 02.31.
Tujuh setengah menit setelah penembakan terjadi.
Nama dan nomor kamar?
Buka.
- Hai. Bangun. - Astaga. Siapa kau?
Tidak apa-apa, Bu. Kami dari CBI. Kami perlu bicara denganmu, Pak.
- Tentang apa ini? - Coba tebak.
- Angkat tanganmu. - Baik.
Aku tak ditahan, 'kan? Sebab aku tak melakukan kesalahan apa pun.
Pakai celanamu. Kita akan bicara setelahnya.
THE MENTALIST
KORONER NAPA COUNTY
Ini Kevin Haightly, manajer resor.
Hai. Aku tahu kami tak bisa berharap kamarnya akan disewakan kembali,
tapi kapan jalan itu bisa dibuka lagi?
Itu tergantung kapan Forensik selesai. Kami akan memberitahumu.
Baik. Terima kasih.
Malam itu dingin, jadi kami menyalakan api dan bercinta.
Kami pergi tidur setelah itu. Tiba-tiba, ada rasa sakit yang tajam,
lalu bunyi letusan, aku bangun, ada darah di mana-mana,
dan lenganku tertembak, sementara Claire tewas. Aku ketakutan.
- Kau tak melihat pelakunya? - Tidak.
- Kenapa kau pergi? - Claire sudah mati.
Aku tak bisa membantunya atau kalian. Aku tak melihat apa-apa.
Jadi, apa yang bisa kubantu?
Dia wanita bersuami.
Ya, kami tahu itu. Jill Rubenstein, apa hubunganmu dengannya?
Nyonya dokter itu?
Aku bertemu dengannya di tempat parkir dan meminta bantuannya.
Orang asing membawamu ke kamarnya, mengobati lukamu,
lalu berhubungan seks denganmu?
Aku bisa bilang apa? Sumpah dokter itu hal yang indah.
- Sedekat apa kau mengenal Claire Wolcott? - Aku tak begitu mengenalnya.
Kami bertemu beberapa pekan lalu. Dia berada di sebuah bar dan kurayu dia.
Sejak itu, aku sering menemuinya untuk berhubungan seks sesekali.
- Apa itu yang terjadi tadi malam? - Ya.
Aku menelepon dan memintanya untuk minum bersama. Kami datang ke sini.
- Ada yang tahu kau di sini? - Tidak ada. Hanya aku dan Claire.
Berapa lama kau berada di kamar itu?
Beberapa jam. Aku sudah setuju untuk menginap.
Aku suka Claire dan rumahku jauh, jadi aku menginap.
- Aku biasanya tak menginap. - Sungguh? Apa prosedurmu biasanya?
Usai bercinta? Tergantung tipe wanitanya.
- Jadi, kau paham cara mainnya? - Aku sudah ahli dalam melakukannya.
Baik, Pak Fricke. Apa yang lakukan?
Aku seorang seniman perayu.
- Bisa dibilang penggoda wanita. - Seniman perayu?
Itu profesimu?
Kau terdengar seperti ibuku.
Itu semacam cara menikmati hidup secara maksimal, paham?
Aku menjalankan seniku, tentu saja. Itu hasratku. Namun, aku mengajar.
Aku juga membuat blog, mengadakan seminar, lokakarya, semacam itu.
- Penghasilannya besar? - Lumayan.
Apa kau mengambil uang dari wanita yang kau rayu?
- Kadang-kadang, saat aku perlu. - Apa kau mengambil uang dari Claire?
Tidak. Seperti yang kubilang, aku menyukai Claire.
Aku hendak bertemu dengannya lagi.
Kau sungguh hanya minta bayaran sebagai cara untuk pergi.
Paul, apa ibumu masih hidup?
Aku tahu ke mana arah pembicaraan ini, Dr. Freud, dan kau salah.
Ibuku sudah tiada, seperti pada umumnya, tapi aku sangat menyayanginya. Dia juga.
Siapa yang membahas ibumu?
- Kau baru saja membahasnya. - Tidak.
- Ya, membahasnya. - Tidak.
- Apa maksudmu? - Aku hanya bercanda. Hanya main-main.
Hanya bercanda. Tidak serius.
- Ya. Apa kita sudah selesai? - Kau tahu siapa pembunuh Claire?
Tidak.
Menarik. Dia pembohong yang terbiasa mengatakan kebenaran
atau dia orang jujur yang berbohong.
- Kau membuat daftar wanita rayuanmu? - Ya, tentu saja. Kusimpan di sini.
Nama, nomor, dan sistem penilaian dari satu sampai sepuluh.
Bagus. Sesuatu untuk ditunjukkan kepada cucu-cucumu.
Tolong kirimkan daftar itu kepada kami.
Ya, baik.
Apa? Menurutmu mungkin ini mantan kekasih yang cemburu?
Bisa jadi.
Hebat.
Menurutku dia tetap harus dibawa atas sikap menyeramkan.
Yang seharusnya merupakan tindak pidana, tapi bukan.
Dia bisa saja menembaknya,
- lalu, melukai diri sendiri demi alibi. - Menembak dan kabur?
Dia tak membawa pistol.
Polisi lokal sudah menggeledah tempat ini dan tak menemukan apa-apa. Dia bersih.
- Mungkin seseorang mencoba membunuhnya. - Tidak mungkin.
Kamar dipesan atas nama Claire Wolcott. Tidak ada yang tahu dia ada di sana.
Apa yang dia pikirkan?
Claire sangat cantik, sementara dia sangat menyeramkan.
Dr. Rubenstein juga seksi. Bagaimana dia melakukannya?
Kau hanya butuh pemahaman dasar tentang psikologi evolusioner wanita
secara teliti, praktikkan dengan berani. Pahami tombol apa yang harus ditekan.
- Kami dianggap pemanggang roti. - Pria juga punya tombol.
Pria yang seperti pemanggang roti. Wanita sedikit lebih mirip akordeon.
Kukira itu pujian.
Pak Wolcott, terima kasih sudah datang. Aku turut berduka atas kehilanganmu.
Barang yang kau minta. Foto dan video Claire.
Kami akan mengembalikan ini kepadamu sesegera mungkin.
Aku sudah bicara dengan temanku, jaksa agung.
Kubilang aku tak akan diam saja sampai pelakunya diadili.
Aku tak akan diam saja.
Aku tahu kau dan anak buahmu juga sama.
Aku pastikan unit ini berusaha maksimal dengan setiap kasus yang kami jalankan.
Cho?
Jika bersedia, Agen Chow ingin mengajukan beberapa pertanyaan.
Hai.
- Kapan terakhir kali bicara pada istrimu? - Aku sedang berbisnis di San Francisco.
Aku menelepon Claire pada sekitar tengah hari,
mengatakan aku mungkin akan menginap di kota itu malamnya.
- Benar begitu? Kau menginap di sana? - Ya.
Apa dia mengatakan ke mana dia pergi, bertemu siapa?
- Tidak. Aku tidak bertanya. - Jadi, kau tak tahu dia ada di spa itu?
Aku tak berharap tahu. Dia sering pergi ke sana secara tiba-tiba.
Bisa kau pikirkan siapa yang menaruh dendam padanya?
Tidak. Dia baik.
Ada teman yang mungkin dalam kesulitan?
Dia dari Timur. Dia tak punya keluarga atau teman di sini.
Dia berbelanja, main tenis, pergi ke spa.
Tidak ada yang akan memiliki motif...
Ya?
Aku ingat asisten dipecat bulan lalu. Tepergok mencuri perhiasannya.
- Aku yakin dia mengajukan tuntutan. - Namanya?
Natalie entah siapa. Orang-orangku akan tahu detailnya.
Tahukah kau pada malam pembunuhan itu, istrimu menemui selingkuhan?
Ya. Pihak berwenang setempat mengatakan kepadaku mereka mencurigai hal itu.
Kau tahu dia selingkuh? Sebelum kematiannya.
Tidak. Kau tahu namanya?
- Apa dia tersangka? - Kami tahu namanya. Dia bukan tersangka.
- Siapa? - Aku tak berwenang mengatakannya.
- Aku ingin namanya. - Tidak bisa kuberi tahu.
Kau yakin, Agen Cho?
Karena dengan satu panggilan teleponku, kariermu akan hancur seperti bubur.
Mengesankan. Aku hanya bisa memesan piza dalam satu panggilan maksimal.
Pukul berapa makan malam bisnis digelar
dan siapa lagi yang ada di sana?
Anak buahku dapat memberitahumu waktu, nama, dan nomor telepon.
Kita sudah selesai di sini.
Terima kasih atas kerja samamu.
Katakan hai.
Sayang.
Claire Wolcott sangat cantik.
Apa yang kau lihat?
Sepatu yang bagus. Kesendirian.
Ke mana kita pergi?
- Natalie Edreau? - Ya.
Kami dari CBI. Bisakah kami masuk?
Sudah kuberi tahu polisi aku tak curi apa pun dari jalang itu.
Jalang yang kau maksud itu Claire Wolcott?
Ya. Lantas?
Dia dibunuh tadi malam.
Berapa lama kau bekerja untuk Claire Wolcott?
Sekitar satu tahun, sampai dia berubah menjadi psikopat.
Dia mengklaim kau mencuri perhiasannya.
Dia keliru. Aku tak mencuri apa pun.
Claire mengajukan tuntutan terhadapmu. Bagaimana perasaanmu?
Maaf. Kau mencoba mengatakan bahwa aku membunuhnya?
- Kau punya pistol, Natalie? - Astaga. Ini sungguh bodoh.
Tidak, aku tak punya pistol.
- Aku juga tak membunuh Claire. - Di mana kau tadi malam?
Aku menongkrong dengan teman sekamarku sampai sekitar pukul 21.00 atau lebih
dan aku kemudian pergi makan malam.
Apa menunya? Untuk makan malam.
Apa kaitan hal itu?
Selada cincang di Pastucci's.
Ada sesuatu di sisi ruangan ini yang ingin kau sembunyikan dari kami.
Apa itu?
- Tak ada apa-apa. - Tatap mataku dan katakan itu.
- Terserah. Geledah semaumu. - Terlalu banyak barang.
Tak terlalu rapi. Pandai bercinta, benar?
Wanita berantakan bisa jadi kekasih hebat.
Boleh aku memegang tanganmu?
Kamera.
Itu barang pribadi...
Apa itu...
Claire Wolcott dan kekasihnya, Paul Fricke.
Waktu tercatat dua jam sebelum pembunuhan.
Ini foto-foto yang kami ambil dari kameramu.
Beberapa jam setelah ini diambil, Claire Wolcott meninggal.
- Itu tak membuktikan apa-apa. - Kau di dekatnya ketika dia meninggal.
- Tuntutannya kepadamu mati bersamanya. - Lagi pula, itu tuntutan konyol.
- Aku tak mencemaskannya. Tidak. - Tidak?
Kau tak mencuri perhiasan darinya?
Yang benar saja. Dia berpakaian bak PSK Mormon.
- Aku tak akan memakai perhiasannya. - Bukan soal memakainya.
- Aku tanya jika kau mencurinya. - Tidak.
Kenapa kau memotretnya?
Pikirkan baik-baik, Natalie. Kami menyelidiki pembunuhan.
Jika kau bisa menjelaskan ini yang tak melibatkan membunuhnya,
kau harus memberi tahu kami, loloskan dirimu.
Kukira jika kuancam memberi tahu suaminya tentang perselingkuhan itu,
dia akan membatalkan tuntutan itu. Karenanya foto-foto itu diambil.
Bagaimana kau tahu dia berselingkuh?
Itu sudah jelas.
Dia terus menyuruhku pergi membeli hadiah pria, seperti jam tangan dan dasi.
Itu bukan untuk suaminya. Aku tak bodoh.
Apa kata Claire saat kau mengonfrontasinya?
Aku tak mengonfrontasinya soal itu.
Tidak sempat. Dia keburu pergi dengan pria jelek itu.
- Mungkin memang tak akan berhasil. - Kenapa tidak?
Sebab Keith Wolcott terlalu suka mengatur.
Terutama tentang uang.
Dia mungkin tahu selama ini istrinya berselingkuh.
- Apa putusannya? - Aku tidak menyukainya karena ini.
Bicaralah kepada teman sekamarnya, pastikan alibinya terbukti.
Suami adalah tipe orang yang tahu tentang perselingkuhan istrinya.
Dia memang makan malam di San Francisco.
Tak mungkin pulang untuk membunuhnya.
Dia tipe yang akan menyewa untuk melakukan pekerjaan kotor.
Ya, pembunuh bayaran tidak murah dan tak terima kartu kredit.
- Aku akan memeriksa keuangan Pak Wolcott. - Membosankan.
Baik, Pak Penghibur, apa tindakanmu?
Aku ingin kembali ke TKP, kamar hotel itu.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Hei.
Kau ikut.
Bagus.
Ada yang tidak beres.
Jangan lama-lama. Aku lapar.
Ayo kita makan.
Senang bertemu kau lagi.
Jadi, ada kabar? Pemiliknya terus menanyaiku
- kapan vilanya bisa dibuka lagi. - Belum ada. Kami hendak makan siang.
Silakan.
Sebentar.
Lihat ada siapa.
Ini orangnya. Aku perlu menanyainya.
Lewat sini.
Enak, bukan?
- Terima kasih - Terima kasih.
- Katie, Meja 4 butuh minuman segar. - Ya, Pak.
Hei!
Teman lamaku dari CBI. Ayo, duduk.
- Ternyata kau sudah kembali kemari. - Ini tempat berburu utamaku.
Penuh wanita tipeku. Cantik, kaya, bersuami, dan tak bahagia.
- Kau mengkhususkan diri? - Ya, tentu.
Ada yang berpendapat, gadis muda lajang itu sulit dirayu,
tapi aku tak berniat untuk bersaing.
Aku pun menyukai imbalan yang diberikan para wanita tua itu.
Wanita yang dekat denganmu meninggal. Kau tak berhenti sebentar?
Tentu saja. Ya, aku punya perasaan.
Namun, luka tembak ini
- adalah pembukaan genius. - Pembukaan?
Gerakan atau kalimat untuk memulai percakapan.
Kau tak mungkin langsung berkata, "Hei, siapa namamu?"
Tidak boleh?
Bagaimana caranya? Merayu wanita.
- Perlu bantuan? - Tidak.
Pria tampan sepertimu, aku punya beberapa teknik dasar
yang akan mengubahmu menjadi mesin seks. Mesin seks.
Aku tidak terlalu ingin menjadi mesin.
Aku lebih memilih hubungan mapan.
Saat kau bercinta dengan berbagai wanita seksi tiap malam,
untuk apa kamu menginginkan hubungan?
Kau pernah jatuh cinta kepada salah satu dari mereka?
Tidak. Tidak pernah.
Cinta adalah untuk pria yang tidak bisa bercinta.
Jadi, apa teknik dasarmu?
Ada seribu cara untuk merayu wanita.
Semua jenis sistem yang bisa diterapkan.
Namun, semua bermuara pada tiga kata.
Penghinaan, kontrol, kegembiraan.
Penghinaan, kontrol, kegembiraan?
Wanita menginginkan pria yang tak butuh atau inginkan mereka.
Mereka ingin diperintah. Mereka ingin intens, petualangan, drama.
Apa pun sebutannya.
Pancing mereka dengan itu, dijamin akan digigit.
Saat kau kemudian berhasil memperdaya,
kau langsung pergi.
- Pergi? Namun... - Ya. Pergi. Percayalah.
Lain waktu dia melihatmu, dia akan merobek bajumu, dijamin.
- Apa hubungan kalian berdua? - Apa?
Kau dan Katie. Kalian berhubungan?
- Tidak. - Tidak.
Hanya bertanya.
Dia biasa sesekali tidur denganku. Itu saja.
Tidak, kau punya perasaan kepadanya.
Ya, mungkin bertahun-tahun yang lalu.
Sebelum aku menemukan trikku.
Terima kasih sudah mau mengobrol, Paul.
Kau ingin bertanya satu hal lagi.
Ya, benar. Terima kasih. Aku lupa.
Pada malam kau tidur dengan Claire, pintu teras terbuka atau tertutup?
- Sepertinya tertutup. - Terima kasih.
Baik, sekarang aku benar-benar lapar.
- Lantatur. - Setuju.
- Menurutmu Fricke jujur? - Pintunya tertutup? Ya.
Malam itu dingin. Perapian menyala. Kenapa pintu dibiarkan terbuka?
Bukan, dia benar tentang cara menghadapi wanita?
Seratus persen salah.
Kecuali kau hanya ingin bercinta dengan banyak orang asing.
Dia baru benar.
Kapan kau pertama bertemu Paul Fricke?
Pada acara pencicipan anggur yang digelar seorang teman.
Berapa lama kalian berhubungan?
Tiga, mungkin empat jam.
Jadi kau tak mengenal Paul Fricke sebelum setuju untuk bermalam bersamanya?
Tak kenal.
Kau belum bicara padanya sejak itu?
Apa yang membuatmu tertarik kepadanya?
Empat kali?
Apa sebenarnya yang membuatmu tertarik kepada Paul Fricke?
Aku tidak tahu. Kurasa ada sesuatu tentang dia.
Kau terluka ketika hubungan itu berakhir?
Tidak.
Aku hanya merasa kecewa.
Waktu kebersamaan kami indah.
Terima kasih atas waktumu.
Kau akan menyampaikan salamku kepadanya, 'kan?
Ya.
Hei, bagaimana?
- Ada calon tersangka? - Tak ada.
- Sisanya datang besok. - Masih ada lagi?
Ini hanya A sampai M. Kau bagaimana?
Tak ada transaksi aneh oleh Pak Wolcott, tapi tiga hari sebelum dibunuh,
Claire Wolcott melakukan penarikan sebesar 200.000 dolar
dalam bentuk cek kasir, diperuntukkan bagi Paul Fricke.
Ini bagian terbaiknya. Menurut bank,
Keith Wolcott buat rekening itu
agar dia diberi tahu kapan pun ada transaksi berjumlah besar.
Wolcott pasti tahu tentang 200 ribu dolar itu.
Betul.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Brandy?
Ayo.
"Astaga, Nona." kata dia.
"Kau belum pernah melihat kambing?"
Dia bisa menutupi kesedihannya.
Permisi, Pak Wolcott.
- Waktunya tak tepat. - Maaf mengganggu.
Kami perlu mengajukan pertanyaan mengenai pernyataanmu sebelumnya.
Aku akan berbicara kepada kalian besok di kantorku.
- Tak akan lama. - Sudah kubilang.
Besok pagi. Kantorku.
Baik.
Pak Wolcott, ini tentang kekasih istrimu.
Kami tahu tentang 200.000 dolar yang istrimu berikan kepadanya.
Kami pun tahu kau mengetahui itu.
Kau berani?
Aku berani? Aku bertindak lancang?
- Haruskah aku takut? - Kau seharusnya bersikap hormat.
Bersikap hormat?
Kau manusia hina.
Istrimu baru saja meninggal dan kau berdandan sambil minum,
tertawa bersama para temanmu. Kau mau dihormati?
Itu sikap hormat untukmu.
- Apa? - Kau sudah tahu.
- Kau menyerang orang. - Hanya sedikit menyentuh hidungnya.
- Teknisnya, itu penyerangan. - Teknisnya, dia berengsek. Itu pantas.
Ya, benar, tapi ini bukan sekolah.
- Kau tak bisa sebarang melakukan itu. - Aku bisa.
Sudah kulakukan, dan tak terjadi apa pun.
Akan terjadi. Wolcott sedang kemari
dengan pengacara mahalnya.
Jika kau mau minta maaf kepadanya, dia akan melupakan masalah ini.
Biarkan aku berpikir.
- Tidak. - Bisakah sesekali kau bersikap wajar?
- Aku sibuk. - Baik.
Itu benar. Aku berpikir
dia tetap akan melupakan masalah ini.
- Sungguh? - Kujamin itu.
Dia seorang narsistik hina. Itu hanya untuk menjaga citranya.
Seluruh kejadian ini membuat dia tampak kecil dan bodoh.
Penghinaan, kontrol, kegembiraan.
- Apa? - Tidak ada.
Tempat ini sangat bagus.
Minimal delapan ratus dolar per malam. Bisa kau percaya itu?
Halo? Kau enggan bicara kepadaku?
Kau hampir tak berkata sepatah kata pun.
Aku akan bicara kepadamu saat ucapanmu menarik perhatian.
Silakan jadi berengsek.
Sudah kuduga.
Aku hendak masuk, tapi tak mau lukaku jadi basah.
- Apa yang terjadi? - Luka tembak.
Jangan khawatir, kau tidak dalam bahaya.
Aku tak menyukai kekerasan.
Malah kalian lagi.
Triknya sedang tak mempan hari ini?
Seperti bisbol. Seringkali, bahkan di Major Leagues,
pukulanmu bisa saja luput.
Kau harus terus memukul.
Kurayu sepuluh wanita sehari. Aku akan
berhubungan seksual setidaknya sekali.
Itu menjijikkan.
Dia tertarik kepadaku. Dia hanya enggan mengakuinya.
Ya, nanti dulu, Romeo.
Hei.
Fokus pada sepatu.
Aku baru saja menyadarinya. Kau lumayan.
Bahu agak terlalu lebar, tapi sebaliknya, cukup bagus.
Kau bercanda, bukan?
Kau mencoba merayuku?
Pria mana yang tak ingin merayumu?
Jangan ganggu dia. Masuk ke mobil.
Maaf, kolegaku, Agen Jane, enggan meminta maaf.
Dia berkata akan menemuimu di pengadilan.
Kau menolak bicara kepada kami, jadi kau tetap tersangka kami.
Aku khawatir ini akan membuat kekacauan.
- Keith, kusarankan... - Tidak. Aku tak merahasiakan apa pun.
Apa yang ingin kau ketahui?
Kau tahu apa soal perselingkuhan istrimu dengan Paul Fricke?
Aku tahu Claire berselingkuh dengan si Fricke ini.
Aku tahu tentang uang yang dia berikan kepadanya.
Lalu kenapa kau menyangkalnya?
Ini bukan hal yang orang ingin akui, 'kan?
Aku tahu itu akan menjadikanku tersangka, dan itu akan menjemukan.
- Kau mengonfrontasi Claire soal Fricke? - Tidak.
Aku tentu mencegah cek itu keluar.
Itu saja?
- Kau tak marah? - Sama sekali tidak.
Aku bahagia. Aku sudah lama ingin menceraikannya.
Mengapa?
Dia menjadi menjengkelkan.
Biaya perceraian selalu menghalangiku
tapi perselingkuhannya dengan Fricke memotong setengah bagian Claire.
Jika Claire masih hidup, pada Senin, dia akan dapat kejutan.
Aku sudah menyiapkan berkas perceraian.
Meski berselingkuh, dia berhak dapat bagian besar.
Orang kaya seperti dirimu.
Kematiannya menghemat uangmu, 'kan?
Ya, itu benar.
Namun, uang bukanlah segalanya, 'kan?
Aku prihatin dia meninggal.
Sungguh prihatin.
Namun, semua ada hikmahnya.
Urusan kita sudah selesai.
Kelihatannya begitu.
Kau akan dapat kabar dari Jaksa Agung
perihal perilaku Pak Jane.
Oh, aku meragukannya.
Sungguh?
Saat dipikirkan, kau akan tahu, urusan ini membuatmu tampak kecil dan bodoh.
Kau akan melupakan semua ini.
Kau menyesatkan kami, Paul. Kau hendak menerima uang dari Claire.
Namun, tak kuterima, bukan?
Ada rekan bisnisku hendak membuka kelab baru di sini.
Dia mengajakku bekerja sama sebagai pemilik
jika aku bisa berbagi biaya sewa gedung.
Claire berbaik hati menawarkanku pinjaman.
- Lalu? - Aku mencairkannya
baru beberapa hari lalu, dan katanya ceknya dibatalkan.
Itu pasti mengecewakan. Apa yang Claire katakan?
Katanya itu pasti kekeliruan dan akan dia urus.
- Kau memercayai dia? - Itu tak penting.
Kau tahu hal terbaik tentangku?
Tidak.
Ada banyak wanita kaya dan membutuhkan di luar
yang bisa kuminta tolong.
Aku tidak butuh uang Claire.
Hei.
Bagaimana dengan Katie? Si pelayan.
Aku di tengah-tengah sesuatu.
Maaf. Aku hanya... Aku terpikir sesuatu.
Bersabarlah.
- Ceritakan tentang Katie. - Tak ada yang perlu diceritakan.
Dahulu, jika gagal merayu wanita, aku akan menghubungi dia.
Tak bisa tidur sendiri, ya?
Ada yang memanfaatkan cokelat dan bacaan bagus.
Aku memanfaatkan wanita cantik.
Dia pasti tergila-gila padamu untuk mau menerima hal seperti itu.
- Kurasa begitu. - Sulit baginya saat ini
untuk melihatmu merayu berbagai wanita cantik setiap malam.
Hubunganku dengan Katie tak begitu.
Oh, tentu saja. Dia mencintaimu.
Itu sudah jelas.
Mungkin itu maksud semua ini.
Tingkah lakumu terlalu berlebihan baginya.
Katie sama sekali tak terkait hal ini.
- Bagaimana kau bisa begitu yakin? - Aku kenal Katie.
Dia orang yang baik.
Dia tak akan menyakiti siapa pun.
Baik, bagus. Terima kasih. Silakan pergi.
- Tidak. - Maaf. Aku minta maaf.
Kau bisa pergi saat dipersilakan Agen Cho. Bukan sebelum itu.
Sebentar saja.
Kau tak bisa lepaskan subjekku begitu.
Aku tahu, dan aku menariknya.
Selain itu, kita membutuhkannya dia.
Kau akan setuju sepenuhnya denganku saat kujelaskan teoriku.
Rencana kecilku.
Kau punya pakaian bagus?
Aku memakainya.
Kau punya baju yang agak sedikit ceria?
Tidak.
Baik.
Aku harus mengajakmu berbelanja.
Hanya kau dan aku.
Aku akan menunggumu. Di sini.
Aku sudah di tempat.
Baik. Lihat ke sekeliling untuk kemungkinan target.
Baik. Hei, bourbon pakai es. Dobel.
- Kurasa yang itu. - Bagus.
Baik. Sekarang, dengarkan.
Tenang dan aku akan memandumu. Bersikaplah wajar.
Kau harus tenang dan percaya diri.
Ya, kau sudah memberitahuku tadi. Aku sudah paham.
Halo, Nona-Nona. Aku tak akan lama.
Buat tagihan atas namaku, ya? Kamar 206. Itu untukmu.
Hai. Namaku Kimball. Siapa nama kalian? Kau dahulu.
- Darby. - Darby.
- Sara-Beth. - Hei, Sara-Beth.
Ceritakan tentang diri kalian.
Apa yang ingin kau ketahui?
Itu bukan pelajaran dasar, tapi dia sudah memahaminya.
- Itu saja? "Halo, Nona-Nona"? - Dia pakai cara lama.
- Ada Fricke. - Di mana?
Coba kulihat.
Lihat ini. Dengan si dua pirang.
Oh, terima kasih.
Dia bukan main.
Aku menyerah. Aku tak memahami wanita. Tak akan pernah paham.
Sepertinya makin buruk perlakuanmu, mereka makin menyukainya.
Mereka wanita yang mabuk.
Jangan menyamaratakan semua wanita.
- Ini salahmu. - Bukan. Aku hanya duduk di sini.
Katie?
Kau bekerja dobel hari ini.
Sudahi kerjamu dan ambil minum.
- Terima kasih, Pak H. Boleh juga. - Baik.
Ini dia. Ini saatnya kita mulai.
- Waktunya fase dua. - Baik. Fase dua dimulai.
Apa itu fase dua?
- Ayo, Sara-Beth. - Apa yang dia ucap?
- Apa yang dia ucap? Aku tak dengar. - Dia berucap...
Kau tak ingin tahu.
Baik.
- Gagal, ya? - Gagal.
Seperti biasa. Aku buruk dalam percintaan. Selalu begitu.
Aku memahaminya.
Cerita yang sama, ya?
Cerita yang sama.
Pria itu?
Dia.
Kuamati cara kerja dia malam ini
dan dia tampak menyeramkan. Pemain wanita, tentu, tapi menyeramkan.
Dia tak seperti itu.
Saat kami bersama, dia pria yang manis, perhatian, dan murah hati.
Akulah yang mengacaukannya.
Kami bertengkar hebat. Kuucapkan kata-kata kejam.
Menusuk hati.
Kurasa semua ini adalah upaya untuk membuktikan aku salah.
Jika wanita sepertimu jatuh cinta padaku, kau bisa mengatakan apa pun.
Aku tak akan menghindar.
Ucapanmu enak didengar. Terima kasih.
Tahu apa yang perlu kita lakukan?
Kau harus membuatnya cemburu.
Biar dia melihatmu menikmati bersama pria lain.
Kau sedang merayuku?
Ya, benar.
Itu rencana yang bagus, bukan?
Dia sudah mahir. Lihatlah. Lihat cara dia merayu.
Si Cho. Cho memang mahir.
Dua-kosong-enam.
Ini rencananya. Kita melewati dia, tertawa, tersenyum,
seolah-olah kita hendak berasyik masyuk. Biar dia anggap begitu.
- Lalu? - Kita pikirkan sesuatu.
Baik.
- Ayo lakukan. - Kau dahulu.
Kami sudah di kamar.
Hei, Cho, usaha yang bagus. Sangat bagus. Tetap di sana.
- Kupikir tak akan lama. - Itu harapanmu.
Kau bicara kepada siapa?
Para kolegaku.
Baik.
- Siapa mereka? - Aku agen negara, Bu.
Kami sedang melakukan operasi terkait kasus pembunuhan Wolcott.
- Aku tak paham. - Maaf atas muslihat tadi.
Maksudmu, kau bukan... Kau tak...
Tidak, Bu.
- Aku sangat malu. - Itu bisa dimengerti.
Tak ada yang terjadi.
Kau harus memiliki kesabaran, Wanita.
- Dia tak punya kesabaran. - Tak menyinggung itu.
Itu dia.
Di mana?
Oh.
Ayo.
- Jatuhkan senjatanya. - Jatuhkan, Haightly.
Tangan di belakang. Lakukan.
Hai.
Kalian menjebakku.
- Ya, benar. - Bagaimana kau tahu aku pelakunya?
Udara malam itu dingin.
Fricke memberi tahu kami bahwa pintu teras di kamarnya tertutup ketika dia tidur.
Aku memeriksanya. Tak bisa dibuka dari luar.
Berarti si pembunuh pasti masuk melalui pintu utama.
Itu membutuhkan kunci.
Siapa yang memiliki kunci itu? Staf.
Siapa staff yang ingin melukai Claire Wolcott? Entah. Tak ada.
Siapa yang mau melukai Paul Fricke?
Mungkin kau.
Namun, apa alasanmu untuk membenci Paul Fricke?
Biar kutebak. Sesuatu yang berhubungan dengan wanita.
Katie.
Kau membenci Paul karena memanfaatkan dan melecehkan Katie,
wanita yang kau cintai.
Aku tak menyesal. Dia bajingan.
Cara dia merayu para wanita itu.
Membuat Katie sakit hati. Aku tak akan menyakitinya seperti Paul.
- Andai Paul yang kubunuh. - Kau malah membunuh Claire Wolcott.
Itu tak disengaja. Aku ingin membunuh Fricke, bukan Claire.
Dia seharusnya tak melakukan apa yang dia lakukan, bukan?
Maksudku, tak ada yang peduli. Suaminya akan...
Aku peduli. Aku peduli pada Claire Wolcott.
- Dia bernyawa. - Cukup.
- Tidak. Kau merenggut nyawanya. - Berhenti.
Aku hanya... Kupikir dia harus menyesal.
Kau benar.
Kau ingin mengatakannya?
Aku menyesal.
Terima kasih.
Di mana Cho?
Entah. Beberapa kali kuhubungi, dia tak menjawabnya.
Masalahnya, aku sangat mencintai Paul.
Aku tahu bagaimana penampilannya dan perilakunya,
namun pada akhirnya,
saat aku memikirkan ingin bersama siapa,
dialah orangnya.
Tak masuk akal, bukan?
Cinta memang tak masuk akal.
Salah. Kau harus menemui psikiater.
- Silakan, Nona-Nona. - Terima kasih.
- Terima kasih sudah menunggu. - Terima kasih.
Boleh?
Silakan,
Malam yang berat?
Lumayan. Dapat beberapa nomor telepon.
Ya.
Dua nomor cantik.
Kuharap kau berhenti bertindak sangat bodoh.
Ada wanita baik di sana yang mengenal dan masih mencintaimu.
Permisi.
Kau tampak agak kesepian.
Aku dan temanku ingin tahu jika kau ingin bergabung.
Hai.
Aku minta maaf. Aku sudah menikah.
Terjemahan subtitle oleh Lingga
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.