All language subtitles for The.Mentalist.S01E13.Paint.It.Red.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Mentalist, Kata Benda"

"Seseorang yang memakai ketajaman mental,

hipnosis, dan sugesti."

"Ahli manipulator pikiran dan tingkah laku."

Frank, kau sangat nakal.

Kau yakin? Bagaimana kalau ada yang lihat?

Tenang, Sayang. Semua terkendali.

- Siapa korbannya? - Harry Lashley.

Wakil Direktur perusahaan. Menantu Bos, A.P. Caid.

Resepsionis, Nn. Duane. Lupa ponselnya dan ke sini.

- Lalu menemukannya. - Dia hubungi satpam.

Kuhubungi 911 saat tiba di sini. Lalu membuka kantor Tn. Caid.

Untuk periksa apa ada yang hilang. Aku punya aksesnya.

Kemarilah.

Yang hilang adalah lukisan berharga miliknya.

A.P membelinya dari pelelangan, beberapa bulan lalu,

50 juta dolar.

Pintu ini terkunci saat kau sampai ke sini?

Selalu terkunci saat A.P tak di sini.

Aturan ketat dari A.P saat dia pergi.

Apa yang Tn. Lashley lakukan di sini?

Tidak tahu. Kantornya dua lantai di bawah, tak seharusnya di sini.

Mungkin dia terlibat.

Jika beruntung, kita bisa dapatkan barang buktinya.

Ini perampokan yang sangat rapi.

Kenapa begitu?

Tak seorang pun sengaja mengunci diri bersama dengan barang antik.

Di tengah malam secara sengaja. Ini sudah direncanakan.

Tapi mereka tak inginkan adanya keganjilan.

Kalau tidak Tn. Lashley pasti sudah ditembak,

disetrum, atau digantung.

Saat terkejut karena kehadirannya,

kepalanya langsung dipukul.

Artinya ada senjata improvisasi.

- Aku mendengarkan. - Sesuatu, seperti...

Forensik akan temukan bukti pemukulan Harry pada patung ini.

Jangan tersinggung, aku mantan polisi.

Itu bukan cara polisi bekerja. Itu menebak.

- Carl, bawa benda ini. - Baik, Pak.

Frank, ada tempat makan malam yang enak di sekitar sini?

Ada. Garrity's. Beberapa blok dari Madison.

- Masakan telurnya enak? - Sepertinya.

Tes untuk tahu kedai yang enak. Telur.

Kau pasti suka bertengkar dengan ayahmu.

- Maaf? Tidak. - Aku bisa tahu dari rambut.

Pada wajah dan isakannya. Nn. Duane sangat menarik, bukan?

Resepsionis di pekerjakan karena tampangnya.

- Apa maksudmu? - Ke arah manakah ini?

Ke sini. Lihat kelimannya.

Lipatan pundaknya robek. Serta posisinya telentang lurus.

- Sepatunya terlepas. - Kami perhatikan.

- Seseorang menyeretnya ke sini. - Benar. Dari mana dan kenapa?

- Bisa jelaskan, Frank? - Aku tak tahu maksudmu.

Aku jelaskan. Kau dan Nn. Duane ke kantor bos untuk bercinta.

- Untuk apa? - Karena itu terlarang dan seksi.

Apalagi, kau ada masalah dengan ayahmu, siapa yang tidak?

Secara diam-diam, tapi tantangan bagi otoritas yang kau miliki.

Lalu kau buka kantor A.P.

"Sial, ada mayat, bagaimana ini?" Harus dilaporkan.

Tapi bagaimana jelaskan soal keberadaanmu di kantor ini.

Lalu lakukan solusi cepat. Menarik mayatnya keluar.

Mengunci kembali pintunya sebelum menghubungi polisi.

- Siapa dia? - Orang menyebalkan.

Penjelasannya masuk akal.

- Tak mau ubah pernyataan? - Tidak.

Jangan menyangkalnya. Lima menit di ruangan.

Bersama Agen Cho yang persuasif,

Nn. Duane akan menceritakan semuanya.

- Cukup sudah. - Aku ingin, tapi percayalah.

Aku tak tertarik kehidupan seksmu. Satu hal yang pasti.

Ruangan seperti ini pasti punya kamera pengintai, bukan?

Ya.

Kau pasti tak mau adegan bercinta kalian terekam di sana.

Kau harus pastikan kalau kamera pengawas mati.

Sebagai Kepala Keamanan, kau matikan kameranya, 'kan?

Jadi, sekarang pertanyaannya, Frank,

Sudah berapa lama kamera itu mati,

siapa yang tahu kamera itu mati semalam.

Mulai dari sini, kalian ambil alih,

aku mau isi perutku dengan telur.

Di Garrity's, 'kan? Terima kasih.

Siap ceritakan yang sebenarnya kepada kami?

Lihat ini. Dikenal dengan nama The Moro.

Dari Italia, abad ke-14,

potret wanita bernama Carlotta Moro.

Satu-satunya karya terkenal dari seniman

yang dikenal dengan Sienese Master.

Pernah dimiliki oleh dua Paus, Raja Prancis,

juga salah satunya, John Jacob Astor.

Lalu 3 bulan lalu, A. P. Caid membelinya seharga 50 juta dolar.

- Apa yang kita tahu soal Caid? - Selain bodoh memakai uang?

Seperti berita di sampul ini,

dia mulai sebagai buruh tambang minyak.

Kemudian menjadi pencari minyak dan beruntung di usia 30.

Pria tangguh. Mencari minyak di tempat tak ada orang mencari.

- Di mana dia sekarang? - Suatu tempat di kapal layar.

Diberi tahu apa yang terjadi, dia kembali secepat mungkin.

Aku berpikir sulit baginya berlayar dari Cost yang jauh...

untuk kembali ke pelabuhan kecil,

melakukan kejahatan itu tanpa ada yang tahu.

- Kenapa dia mau melakukannya? - Kukatakan dia bisa saja.

Mungkin dia incar uang asuransi, atau ingin singkirkan Harry.

- Tak suka dia nikahi putrinya. - Sudah cek tim keamanan Caid?

Semua yang tak berseragam di kantor itu tahu...

tahu semua soal Frank Schiappa dan kegiatannya di kantor A. P.

Beberapa orang tahu kamera ruangan itu mati semalam.

Kelihatannya kita harus memeriksa beberapa orang tersebut.

- Dimana Jane? - Entahlah.

Cari dia. Aku akan bicara dengan istri Lashley.

Kalian periksa dokumen pribadi milik Caid dengan saksama.

Cari apa ada kaitan kriminal, terutama Harry Lashley.

- Menurutmu dia kotor? - Dia terlibat di sini.

Untuk apa lagi dia di sana saat tengah malam?

Ini tak nyata,

jika bukan untuk kalian, aku tak akan percaya.

Harry akan memasuki ruangan, semua ini hanya mimpi yang aneh.

Tapi kalian di sini. Harry tewas.

Kapan terakhir kau berbincang dengannya?

Kemarin sore, hanya mengobrol biasa.

Bersiap makan malam,

lalu dia kirim pesan pembatalan tanpa sebab.

Membatalkan tanpa beri tahu alasan adalah tak biasa?

Tidak. Harry pekerja keras, sangat cermat.

Hal seperti itu terjadi kapan pun.

Apa tanggung jawabnya di sini?

Pertanyaan bagus. Dia lakukan banyak pekerjaan untuk Ayahku.

Lakukan apa pun kebutuhannya dari minggu ke minggu.

Ayahku ingin memiliki orang kepercayaan...

yang tak terikat dengan perusahaan.

- Tugas yang berat. - Ya.

Tapi dia berhubungan dengan perusahaan

saat kami menikah.

Dia sedang mempelajari hal baru.

Ayahmu tak ingin mempermudah Harry karena dia suamimu.

Ya, kau bisa menyimpulkannya seperti itu.

- Apa pekerjaan sebelumnya? - Dia musisi.

- Gitaris jazz. - Ya. Bagaimana kau tahu?

Kulihat tangannya, tangan seorang gitaris.

Jazz pengirin tarian flamenco, karena kapalan ibu jarinya.

- Ya. - Dia sedang tampil...

dalam acara yang harus kau datangi,

kalian pun berbincang.

Kau suka musik jazz, dan kau mudah berbincang dengannya.

Di luar pembicaraan bisnis, itu sulit bagimu.

- Aku, ya, tapi... - Maaf Nn. Caid, dia hanya pamer.

Apa menurutmu ada alasan kenapa dia di sini saat malam?

Tidak.

Dia pasti tahu kalau aku dan ayahku tak ada di sini.

- Lalu? - Asistenku mengatakan...

kelakuan buruk Frank Schiappa bukan rahasia...

di antara staf junior.

Dia bukan lagi karyawan Caid. Mungkin Harry tahu dan dia...

- mau menangkapnya. - Mungkin.

Apa mungkin dia tahu kalau akan ada pencurian?

Maksud pertanyaanmu dia terlibat dalam pencurian itu?

- Ya. - Tidak.

- Dia jujur dan lembut. Tidak. - Dia tak bicarakan lukisan itu?

Tidak. Aku bahkan tak setuju untuk membelinya.

Uang 50 juta dolar terlalu banyak untuk beli hanya 1 barang.

Saat bicara seni,

pembicaraan rasional tak beri pengaruh padanya.

- Itu keahlian Kathryn Hawkes. - Kathryn Hawkes?

Dia adalah...

Dia membeli koleksi seni untuk Ayah.

- Kejadian yang mengenaskan. - Kau tahu Tn. Lashley?

Tidak terlalu, maksudku, jelas aku mengetahuinya, tapi...

Pria malang, menyedihkan sekali.

Yang kau pikir hilangnya lukisan itu adalah tragedi sebenarnya.

Tidak, setiap kehidupan manusia adalah sakral.

Tapi The Moro adalah seni unik, lebih dari berharga.

Kau tahu pasaran seni.

Siapa yang bisa dan mau mencuri benda seni seperti itu?

Ada ratusan kolektor di seluruh dunia dengan narasumber...

dan keinginan untuk melakukan hal seperti ini. Tapi...

Masyarakat tahu Tn. Caid menawar lebih tinggi...

daripada Shirali Arlov untuk mendapatkan The Moro.

Tn. Arlov tak senang.

Shirali Arlov, pengusaha minyak Rusia?

Ya.

Arlov adalah bajingan tengik.

Dia pengusaha minyak sukses dan juga penjahat paling kaya.

Katanya, dia suka jika dia mendapatkan saingannya diikat...

dan ditelanjangkan agar bisa dia bunuh sendiri.

Dia jahat, rakus,

dan pemilik koleksi lukisan zaman Renaisans terbaik di Rusia.

- Sepertinya dia target kita. - Beri tahu Bagian Kriminal.

Cari tahu siapa saja koneksi Arlov di California.

Siapa yang melakukan kejahatan dan di mana mereka tadi malam.

Baik, Bos.

- Apa yang kau dapat? - Harry Lashley punya masa lalu.

Sepuluh tahun lalu di Kanada, dia curi uang di tempat kerjanya.

Dia ditangkap dan dikurung selama enam bulan.

- Kukira dia bersih. - Aku tahu.

Saat mencari apa dia berhubungan dengan dunia seni,

ini muncul.

Bulan lalu, dia bayar 20 ribu dolar

ke perusahaan R. W. Arts.

Itu transaksi keuangan terbanyak yang dia lakukan baru-baru ini.

- Apa itu R. W. Arts? - Aku belum tahu.

Mungkin samaran.

Hanya ada alamat kotak suratnya di Lockesdale.

Peternakan kecil di bagian utara.

Menarik. Biar aku dan Van Pelt yang periksa.

Kau and Van Pelt?

Dia berasal dari peternakan kecil di kota. Benar, 'kan?

- Benar. - Ya.

Benar. Ini yang biasa kalian sebut penyamaran.

Penyamaran untuk apa? Kau anggota CBI.

Kukira aku seorang "konsultan".

Ikuti saja prosedurnya. Selamat bersenang-senang.

Di mana letak senang-senangnya? Ayo.

Manis sekali, bukan?

Tak tampak seperti sarang pencuri benda seni terkenal.

Tak juga. Bunga-bunga dan buah-buahan.

"Galeri dan Bingkai Rob Wallace."

Itu dia.

Jangan keluarkan lencana. Lihat saja dulu.

Baru keluarkan lencana jika diperlukan.

Baiklah.

- Tapi jangan permalukan aku. - Apa maksudmu?

- Kau tahu maksudku. - Tidak. Apa maksudmu?

- Selamat pagi. - Hai.

Silakan lihat-lihat. Anggap saja di rumah.

Pasti.

- Hai. - Hai.

- Aku tahu yang kau pikirkan. - Benarkah?

Kau pikir tunanganku jauh lebih muda daripadaku.

- Tidak. - Tapi itu benar.

Kuberi tahu rahasia kecil.

Aku dosen kuliahnya. Aku menggodanya.

- Sungguh? - Orang tuanya tak suka itu.

Banyak kejadian terjadi. Sangat bermakna. Benar, Sayang?

Itu yang kumaksud. Hentikan.

Lukisannya bagus. Dia hebat.

Kau bisa melukis tunanganku?

- Tidak. - Bisa?

- Bisa. - Tidak.

Siapa pimpinan dalam hubungan ini?

Dia hanya bercanda. Hentikan.

Sedikit menghadap ke kiri. Bagus.

Kau terlihat cantik.

Pastikan kau tak menggambar matanya terlalu dekat.

Maaf, aku membatasi ruang gerakmu.

Di mana hasil karyamu?

Turuni tangga, pintu sebelah kanan.

- Baiklah. - Baik.

Jangan terlalu dekat. Kau tahu maksudku.

Baik.

Kau baru tiba di kota ini?

Ya, aku baru tiba.

- Kau punya hidung yang bagus. - Terima kasih.

Sudah berapa lama kau tinggal di sini?

Seumur hidupku.

Keberatan jika kutanya hal pribadi?

Tergantung. Silakan.

Sudah berapa lama kau dan Patrick berhubungan?

Belum lama.

Aku hanya bertanya saja. Kau yakin akan menikahi pria ini?

Dia terlihat seperti orang yang egois. Jangan sakit hati.

Tidak, ya. Aku takkan menikah dengannya. Tidak.

Jangan khawatir. Tidak akan terjadi.

Halo.

Putar kepalamu ke kiri sedikit. Sedikit lagi. Ke sebelah kirimu.

Bagus. Tahan.

Lihat ke bawah. Tahan.

Dengan begini tulang pipimu akan dapat banyak cahaya.

Kau akan kagum dengan pose seperti ini.

Struktur wajahmu.

Baiklah, berdiri!

- Angkat tanganmu! - Baiklah.

- Jalan! - Tenang.

Tuan Wallace, biar kutunjukkan lencanaku.

Kami dari Biro Investigasi California (CBI).

Kantor kami tahu kami ada di sini.

Jika kau bunuh kami, mereka akan tahu siapa pelakunya.

Membunuh kalian? Kenapa aku mau bunuh kalian?

Kau polisi?

Kami menyelidiki pembunuhan Harry Lashley.

Lashley meninggal?

Apa yang terjadi?

Kau mungkin akan memberi tahu kami,

mengingat kau punya lukisan curian itu.

Tidak. Itu tiruan.

Tuan Wallace adalah pemalsu lukisan yang sangat baik.

Itu hanya tiruan. Dia bukan pencuri.

Berikan senapannya kepadaku.

Tuan Lashley datang beberapa bulan lalu.

Memesan dua tiruan The Moro.

Bagaimana dia menemukanmu?

Orang yang butuh jasaku cenderung mudah menemukanku.

Apa yang kulakukan bukan kejahatan.

Jika punya lukisan yang berharga, pantas ada tiruan untuk displai.

Dengan begitu, benda aslinya akan aman.

Dia mengambil tiruannya sekitar sebulan lalu.

Jadi kau sudah memberinya dua tiruan?

- Yang ini untuk apa? - Ini untuk diriku sendiri.

Ini lukisan yang indah. Aku menyukainya.

- Kenapa dia mau dua tiruan? - Dia tak katakan.

Serta kau tak bertanya kepadanya.

Dia membayarku 10.000 dolar untuk satu tiruan.

Jadi, aku tak bertanya.

Bagaimana kami tahu ini bukan lukisan asli?

Aku bukan pemalsu, aku pelukis. Aku tak mencoba menipu siapa pun.

Kutambahkan sesuatu untuk memastikan...

tidak ada orang yang menjual karyaku sebagai benda asli.

Cara yang sangat pantas.

Itu terlihat sama bagiku.

Tidak, dia jujur. Lihatlah dari dekat.

- Apa yang kulihat? - Lebih dekat.

- Aku masih tidak lihat. - Kau menjadi lebih tahu.

Antena TV.

- Ya. - Mereka tak punya TV.

Tidak. Kerja yang bagus.

- Bisa kupinjam? - Aku tak tahu.

Bagaimana aku tahu aku akan mendapatkannya lagi?

Biar kukatakan dengan cara lain.

Pinjamkan kepadaku atau Agen Van Pelt...

akan membawamu dan lukisan ini ke Sacramento, menahanmu di sana.

Lalu bertanya beberapa pertanyaan selama berjam-jam.

Terima kasih.

Tiruan? Pintar.

Harry dan kaki tangannya mencuri lukisan satu kali.

- Tapi mereka menjualnya 3 kali. - Hei, Bos!

A.P Caid sudah kembali dan sedang menuju ke kantornya.

Tidak, kau salah.

Aku sudah bilang Harry untuk membuat salinan secepatnya.

Orang bodoh mana yang menaruh uang 50 juta dolar di tembok...

- sehingga dapat dicuri. - Lukisan yang dicuri palsu?

Benar sekali.

Lukisan yang asli ada di kotak besiku.

Maaf, A.P., seluruh benda seni di sini adalah tanggung jawabku.

Kathryn, makin sedikit yang tahu, makin baik.

Lagi pula, lukisan itu sudah kubeli, 'kan?

Sekarang, ada pencuri...

yang mencuri lukisan tak berharga.

- Ayah, Harry sudah mati. - Sayang, Ayah tahu. Maaf.

Ayah tahu sangat menyedihkan, aku menyukainya.

- Bisa kami lihat lukisannya? - Kau ingin melihatnya?

Akan kubuka kotak besiku.

Indah sekali, bukan?

- Boleh aku lihat? - Silakan.

Karya seni potret dari abad ke-15.

- Satu-satunya. - Seharga 50 juta dolar.

Lukisan ini seharga 10 ribu dolar. Ini palsu.

- Benar sekali. - Palsu seperti uang enam dolar.

- Tidak lucu. - Lihat bagian pepohonan ini.

Para penunggang kuda.

Ke-3 dari kiri, disebelah budak ini.

Ya, aku melihat kuda-kudanya.

Bagaimana menurutmu? Itu M-16 atau Kalashnikov.

- Sial. - Ya, menurutku itu Kalashnikov.

Sial. Ada...

Ada senjata dilukisanku. Bagaimana kau tidak megetahuinya.

- Ini pasti salah. - Jika amatiran ini bisa tahu,

- kenapa kau tidak? - A.P., aku bisa jamin...

Tidak.

Kau seorang ahli. Kau memberiku yang palsu.

Tuan Caid, aku sangat yakin...

lukisan yang aku berikan kepadamu adalah asli.

Aku punya dokumen yang bisa membuktikannya.

Jika kau pilih untuk mendengarkan ucapannya...

tanpa sepengetahuanku...

aku tidak bisa disalahkan pada nantinya.

- Permisi. - Harry.

Si brengsek Harry. Dia menukar yang asli dengan yang palsu.

Lalu memukul diri sendiri hingga mati? Kau tak punya bukti.

Mungkin salah satu dari teman musisinya.

Kau tak tahu. Itu tidak adil.

Apa kau tahu dia pernah dipenjara?

Kasus pencurian selama enam bulan di Kanada 10 tahun yang lalu.

Ya.

Maksudku, tidak tahu. Aku yakin itu tidak...

Ya, pasti bukan. Itu 10 tahun yang lalu.

Aku sudah mengira. Aku tahu dia bukan pria yang tepat untukmu.

Aku bisa merasakannya. Tapi aku tetap diam, 'kan?

Demi kau, aku paksa diriku untuk memercayainya.

Karena akhirnya kau menjalin hubungan dengan seseorang.

Dia mencuri 50 juta dolar dariku.

Sial, Stevie.

Tolong, kumohon, cari pembunuh suamiku.

Itu yang sedang kami usahakan.

Mereka akan bilang yang sebenarnya.

Aku ingin kebenarannya.

Kalian bisa pergi sekarang.

Sementara sudah cukup. Kami akan menghubungimu lagi.

Baik.

Tak bermaksud kasar, Tn. Caid, tapi kau hanya...

- Ayo, jangan. - Kita bicara lagi nanti.

Harry punya salinannya, tapi tidak menggantungnya...

- untuk mengelabui. Kenapa? - Bagian dari rencana.

Semua orang harus tahu lukisannya dicuri untuk dijual.

- Lukisan itu harus hilang. - Dia menukarnya...

dan menukarnya dengan lukisan yang asli,

mengetahui Frank mematikan kameranya.

Jadi, siapa yang membunuhnya?

Siapa pun yang kirim lukisannya pada pembeli.

Harry manfaatkan waktu setelah dia punya izin keamanan.

Kita dapat kabar dari organisasi kriminal...

soal Shirali Arlov.

- Benarkah? - Ya. Kabar bagusnya...

Dia di California, L.A. Tiba beberapa hari lalu.

- Pasti bukan kebetulan. - Kabar buruknya?

Dia lakukan perjalanan dengan paspor diplomatik.

Kita tak dapat menyentuhnya dengan cara apa pun.

Hanya tanya beberapa pertanyaan.

Perintah Departemen Luar Negeri jelas. Jangan diganggu.

Arlov mengurus jalur pipa minyak kebutuhan negara.

Ini menyangkut keamanan nasional.

Alasan lagi untuk kebebasan energi.

- Dia tinggal di mana? - Sekali lagi, jangan disentuh.

Tidak, tidak akan disentuh.

Aku berjanji.

Tidak. Mineli bilang tidak. Ada empat tidak.

Mineli bilang tidak. Ini tugasnya.

Tugasku adalah mematuhinya.

Kau akan lepas tangan?

Jika Arlov tersangka kita,

kau biarkan dia menjadi buronan pembunuhan?

Bukan dia pelakunya.

Kemungkinan dia membeli lukisan dari pelakunya.

Kita tak akan pernah tahu kecuali berbicara dengannya.

Kita akan selesaikan kasus ini tanpa ada skandal internasional.

- Arlov kuncinya. - Aku sangat ingin menangkap...

pembunuh Harry Lashley sepertimu.

Tapi kita tak bisa menyelidiki Arlov.

- Departemen Luar Negeri... - Persetan dengan itu.

Aku setuju. Masa bodoh dengan mereka.

Karena sikap seperti itu aku yang memimpin dan kalian tidak.

Bisakah kalian menyisakan itu untuk yang lain?

Minuman itu kecil sekali.

Aku tak paham kenapa petugas hukum

tak bisa menyelidiki kasus kriminal.

Kau benar sekali.

Jika pergi sekarang, kita sampai di L.A. sebelum malam.

- Apa? - Katakan Cho untuk temui kita...

di tempat parkir dalam 10 menit lagi.

- Halo? - Kau siap?

- Kau sudah siap? - Aku siap. Kata kuncinya?

- Dia cantik. - Bagus. Ayo kita kerjakan.

Bisa sampaikan pada Tn. Arlov, Patrick Jane datang?

Aku bawa lukisan The Moro yang dicuri beberapa hari lalu.

Aku ingin menjualnya.

Apa?

Biarkan dia masuk.

Terima kasih.

Selamat malam.

Silakan duduk.

Tabrakan Terbaik Dunia. Kau tahu acara ini?

- Tidak. - Kau harus menontonnya.

Acara ini menghibur, mendidik. Pelajaran bagi kita semua.

Kapan saja, di mana saja. Meledak.

- Hidupmu bisa berakhir. - Itu benar sekali.

- Kau ingin minuman, cemilan? - Boleh, air mineral.

Tidak pakai es. Yang biasa saja.

Tolong, taruh di gelas tinggi.

- Ke mana yang lain? - Aneh. Mereka semua pergi.

Jane tak enak badan, Rigsby ada kencan.

Cho nonton pertandingan King.

- Berengsek... - Apa?

Jane tidak sakit.

Rigsby tak kencan karena dia jatuh cinta kepadamu.

- King tak bertanding malam ini. - Kau tahu soal itu?

Mereka sedang tur pantai timur. Besok malam mereka melawan Knick.

Maksudku soal Rigsby. Bagaimana kau tahu?

Semua orang sudah tahu. Para jaksa umum sudah tahu.

- Aku sungguh malu. - Tak usah malu.

Angkat telponnya.

Terima kasih.

Jadi...

Tuan Patrick Jane.

Ada lukisan yang ingin kau jual kepadaku?

- The Carlotta Moro? - Benar.

- Aku tak percaya. - Kau ingin melihatnya?

Tentu.

- Kau sudah gila? - Tidak, aku hanya bercanda.

Ini hanya alasan agar aku bisa masuk.

Aku tahu kau punya lukisan yang asli.

Benarkah? Kau sudah tahu.

Bagaimana kau tahu soal ini?

Tebakan, dipastikan senyum predator di wajahmu...

saat kau baru saja bertanya kepadaku.

Kau suka menjebak orang di jaring mereka sendiri, bukan?

Kau sangat perseptif.

Tidak juga.

Banyak bos kriminal sukses punya profil yang sama,

sadis, kasar, tapi juga metodis dan cerdas secara psikologis.

Kenapa kau di sini, Tn. Jane?

Aku semacam detektif.

- Jelaskanlah. - Aku sedang mencari...

- pembunuh Harry Lashley. - Siapa?

Pria yang meninggal dalam usaha pencurian lukisan.

Ya, aku ingat. Orang yang malang.

Jika kau mencari uang suap, kau tak beruntung lagi.

Kau pasti mengerti aku punya kekebalan hukum di negara ini?

Aku tahu. Tak boleh menyentuh.

Kutunjukkan kartu identifikasiku agar kau tak berniat...

untuk membunuhku, menyiksaku, atau sejenisnya.

Kau mungkin tak akan ditahan, tapi akan ada keributan.

Aku tak keberatan dengan keributan.

Apa pun untuk menghindari kebosanan.

Karena kekebalanmu, katakan saja dari siapa...

kau beli lukisan itu, dan itu tak merugikan dirimu.

Lalu memberitahu ke polisi? Kenapa?

Kenapa aku mau lakukan itu?

Harry Lashley tidak pantas mati.

Istrinya harus tahu yang terjadi. Dia layak mendapat keadilan.

Apa kau serius? Dia layak dapatkan keadilan?

Mungkin kau belum membayar semuanya dari harga lukisan itu.

Mungkin penahanan akan membuatmu hemat.

Itu bukan ide yang buruk.

Tapi aku suka koleksi seniku.

Aku suka keindahan.

Itulah alasan semua tindakanku, kau tahu?

Siapa yang mau menjual kepadaku jika aku memenjarakan pemasokku?

Benar. Kupikir itu patut dicoba.

Terima kasih dan maaf untuk waktumu yang terbuang.

Tidak. Tidak sama sekali.

Kau polisi yang sangat aneh.

Kau mengalihkan pikiranku.

Bolehkah aku melihatnya sebelum pergi.

The Moro?

Ada yang bilang kepadaku itu sangat indah.

Kau menghargai seni, ya?

Kenapa tidak? Tentu saja.

- Apa yang terjadi? - Sebentar lagi. Bersiap.

Ini dia. Lihatlah. Ini istri pedagang sutra asal Italia.

Berusia 600 tahun dan hidup.

Ini abadi.

Bolehkah?

Silakan.

Sekarang aku mengerti kenapa kau tempuh...

banyak kesulitan untuk mendapatkannya.

- Dia memang cantik. - Sekarang.

Semuanya keluar.

Keluar!

Tolonglah keluar!

Keluar!

Keluar.

Bagaimana? Ya!

Sebaiknya kau hubungi Lisbon, memberi kabar terakhir.

- Kau saja yang telepon. - Tak bisa. Aku mengemudi. Cho?

- Tak mungkin. - Ayolah, kawan. Aku baru saja...

merampok mafia rusia. Kau tak mau telepon Lisbon?

Kau akan bermuka masam di ruangan ini?

Ya.

Aku hanya bertanya. Kupikir itu tak profesional.

- Jangan paksa aku. - Kubilang aku minta maaf.

Kau dapat perintah untuk menjauhi Arlov.

Itulah alasan aku tak bilang padamu. Kau tak bisa dibantah.

- Tapi itu karena ada masalahnya. - Masalahnya rencana brilianku...

- berjalan dengan baik. - Rencana apa?

Kasus ini belum ditutup. Kau tak melakukan apapun.

Belum, tapi kau lihat saja.

Tidak, aku tak setuju!

Selamat pagi!

Akan kutelepon lagi nanti.

Apa?

Kau mendapatkannya. Bawa ke sini.

Sayang!

Luar biasa! Apa Arlov? Dia yang memilikinya?

- Ya. Memang. - Bagaimana kau mendapatkannya?

- Aku mencurinya. - Apa kau serius?

Tak ada apapun yang bisa kami lakukan secara legal.

Tapi Arlov memiliki lukisan curian.

Jadi, tak ada yang bisa dia lakukan juga.

Ini makin baik saja.

Pertama, aku dapatkan kembali lukisannya.

Kedua, saat Arlov tahu aku memilikinya,

- itu akan membuatnya kesal. - Siapa yang peduli dengan Arlov?

Siapa yang peduli dengan lukisan itu?

Kau menjamin akan menemukan pembunuh Harry.

Kami lakukan apa pun sebisa kami, Stevie,

tapi tak banyak yang bisa kami lakukan.

Dengar, Stevie. Aku tahu kau mencintainya.

Aku juga suka kepadanya. Tapi dia bagian pencurian ini.

Dia mengkhianatiku.

Dengan cara ini, ada baiknya dia pergi.

Karena kau akan punya anak dari orang jahat ini.

Pikirkan itu. Kami punya alasan. Ayo, peluk aku.

Dengar, kami akan mencarikanmu pria yang pantas.

Hal terpenting adalah kita mengirimkan pesan,

tak ada yang macam-macam dengan A.P. Caid. Terima kasih.

Aku pernah punya anak perempuan.

Dia meninggal. Terbunuh. Itu merupakan kesalahanku.

Menurutku pria yang memperlakukan anak perempuannya...

seperti yang kau lakukan ini adalah bodoh.

- Jane. - Kau bilang apa?

Anakmu terluka, dan kau membual dengan kemenangan kecil.

Seperti ayam jantan di tumpukan kotoran.

Kau buta, tak berguna, dan bodoh secara emosional.

Kau lebih peduli kepada ini,

kepada semua lukisan, semua sampah ini...

daripada anak yang mencintaimu.

Kau temukan lukisanku. Aku bersyukur.

Sekarang aku akan bersabar...

dan aku memintamu membawa badut ini keluar dari kantorku.

- Bagaimana cara agar kau paham? - Sekarang.

Bagaimana agar kau paham? Kau lihat ini?

- Jane... - Lihat ini?

Ini bukan apa-apa.

- Apa yang kau lakukan? - Jane!

- Jangan! - Apa kau gila?

Jane? Jane, apa kau gila?

Tidak. Aku hanya melakukan pekerjaanku. Lihat.

Pikirmu orang yang mendedikasikan hidupnya untuk seni...

mau menyelamatkan karya agungnya dari api. Benar?

Kecuali dia tahu barang ini palsu.

Tidak sama sekali. Aku hanya terkejut, hanya itu.

- Apa itu palsu? - Ya, itu palsu.

Kutemukan setelah aku mencurinya, tapi Kathryn tahu...

karena dia yang mencuri lukisan aslinya.

Serta dialah yang masih memilikinya.

- Tidak. - Apa itu benar, Kathryn?

Tidak.

Pekerjaan mengerikan yang kau lakukan untuk dirimu, Kathryn.

Menolong orang tamak egois untuk mencuri barang indah...

yang tak mampu dia hargai.

Serta kau tak mendapat bayaran cukup, 'kan?

Semua uang, keindahan disekitarmu,

dan tak ada yang bisa kau miliki.

- Sungguh membuat frustasi. - Tidak sama sekali.

Harry datang untuk saran tentang sebuah lukisan.

Kau minta padanya membuat duplikatnya untuk dirimu.

Apa kau memerasnya?

Pasti tahu soal vonis pencurian di Kanada.

Mengancam untuk bilang pada A.P.

Lalu merusak hidupnya dengan Stevie.

Kau ingin memberi komentar?

Itu semua omong kosong, A.P.

Sungguh? Alasanmu membuat dua duplikat...

adalah agar bisa kau jual satu kepada Arlov,

dan kau bisa menyimpan yang asli untukmu.

Karena tentu saja,

kau satu-satunya yang pantas mendapatkan itu.

Apa dia? Apa dia melakukan itu?

Ya. Seperti aku menukar lukisannya dengan Arlov.

Dia tukar yang asli dengan Harry tepat sebelum disimpan.

Yang harus kau lakukan,

naik ke sini setelah jam kerja dan mengambilnya dari dinding.

Tapi Harry mencurigai sesuatu, 'kan?

Dia mencoba menghentikanmu.

Lalu kau membunuhnya. Bilang yang sebenarnya, Kathryn.

Orang kami akan pergi ke tempat tinggalmu sekarang.

Mereka akan menemukan lukisan itu,

bahkan jika mereka harus meratakan rumahmu.

Tak ada gunanya lagi kau berbohong.

Maafkan aku.

Aku tak bermaksud membunuhnya.

Kenapa dia mencoba menghentikanku?

- Tidak! - Tidak, jangan sayang.

Itu kecelakaan.

Kathryn, kau di tangkap atas pembunuhan Harry Lashley.

- Taruh tanganmu di belakang. - Maafkan aku.

- Itu adalah kesalahan. - Ayo, kita pergi.

Yang terpenting, aku minta maaf perkataanku sebelumnya.

Kubutuhkan dalih untuk membakar lukisan itu,

dan keluargamu yang terganggu menjadi alasannya.

Tidak, Pak. Tak perlu minta maaf.

Ada hal baik dan jujur dalam kata-katamu.

Ya, memang.

Tapi tak seorang pun yang suka terlalu dihakimi.

- Sulit dipercaya itu palsu. - Itu gila, 'kan?

Satu lukisan berharga 50 juta, yang lain hanya berharga ribuan.

- Lukisan itu terlihat sama. - Ya. Itu gila.

Setelah kau sebutkan itu, aku tak yakin...

Sangat sulit dipecahkan setelah bekerja.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.