Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Open*Sub_ID_FreePalestina Sub*dl_ID_rawe
Maksudku, asal kau tahu,
kau tes 2 kali lagi biar lebih pasti.
Iya, aku tahu, cuma...
kadang alat tes begitu, bisa salah deteksi, kan?
Jadi sebelum kita panik,
Uh.
Bukan maksudku kau lebay, maksudku, uh...
mari kita pastikan,
pastikan dulu sebelum kita panik.
Bukan berarti kau lebay.
Astaga.
Uh, hei, bukan apa-apa. Maaf, Sayang.
Aku sudah sampai, aku tutup dulu.
Aku pulang 20 menit lagi.
Kita urus ini nanti. Oke?
Aku cinta padamu.
Anjir.
Um, hei, aku bawa B7.
Tahu harus kubawa ke mana?
Oh, hei.
Hei, Kawan, aku bawa B7.
Tahu harus kubawa ke mana?
Tidak? Oke, sip.
Permisi, aku... Astaga.
Ya Tuhan.
Maaf.
Hei, Kawan, aku bawa B7.
Kau tahu di mana aku bisa...
Uh, tai.
Hei, Kawan, aku bawa B7.
Kawan, aku bawa B7 nih.
Ada yang pesan ginjal atau hati atau apalah ini?
Siapa pun? Sepertinya ini penting.
-Hei! -Kau!
Hei, ini untukmu?
Harusnya tiba 1 jam lalu! Kenapa lama?
Kawan, aku langsung kemari.
Dokumennya bermasalah.
Hei, Kawan, kau harus tanda tangan.
Aku tidak bisa teken resinya karena...
Bukan aku yang terima paketnya.
Mm-hmm. Iya. Aku tahu itu.
Tapi dokter yang ambil malah meninggalkanku.
Jadi aku tidak tahu, harus berbuat apa.
Suruh dia tanda tangan.
Tapi dia di dalam sana sedang memasukkan,
apapun yang kuberikan ke pasiennya.
Masa aku harus masuk ruang operasi bawa pulpen?
Kalau begitu kau harus tunggu sampai dia keluar.
Kau tahu berapa lama operasi transplantasi?
-Tentu tahu. -Bisa berjam-jam.
Siapa pun bisa teken.
Tidak harus dia.
Lalu kenapa bukan kau saja?
Kau di sana?
PERAWAT ANDREA VASQUES
Kapan dia bilang begitu?
Semoga malammu indah.
-Semoga malammu indah. -Tentu.
Sebaiknya kita...
Hei, Kurir.
-Hah? Aku bukan... -Ada waktu antar barang lagi?
Tidak, tugasku sudah selesai malam ini.
-Benarkah? -Iya.
Di luar zona, bayarannya lipat 2.
Aku mau.
Ini jadwal A, prioritas utama.
Tanpa berhenti, paham?
Jadwal A.
Oke, sip.
Uh, kirim ke mana?
RS Umum Raccoon City.
Anjir, iya, oke.
Agak jauh ya.
Iya, di pegunungan jadi aku butuh kau...
Woa hei, pelan-pelan.
Kita bukan antar piza, Kawan.
Oh, iya.
Maaf, mengerti.
Bawa perlengkapan musim dingin?
Um, tentu.
Aku terbiasa menyetir ke rumah Uti di Minnesota.
Bukan itu maksudku.
Kalau mobilmu tidak pakai rantai ban dan 4WD,
aku akan sewa kurir lain.
Hei, tenang saja.
Anjir, jalannya licin.
Apa?
Maaf, aku cuma bicara sendiri.
Tolong bicara padaku. Aku bertanya padamu.
Iya, aku tahu. Aku sedang berpikir.
Kupikir...
Kupikir itu tubuhmu, pilihanmu.
Itu jawabanku.
Halo?
Itu bukan jawaban.
Kok bisa bukan jawaban?
Itu jawaban terbaik yang bisa kuberi.
Halo Ryan.
Michelle.
-Halo. -Kau dengar aku?
Anjir. Sayang?
Sayang, maaf, sinyal di sini bapuk.
Kau dengar aku?
Sayang, dengar aku sekarang?
Aku juga sakit hati karena kau acuh tak pulang,
dan membicarakan ini langsung.
Aku sedang kerja.
Asal kau tahu aku tidak mengantar piza, ya.
Maksudku, ini prioritas A.
Ini bisa jadi jantung anak 8 tahun atau ibu seseorang,
otak, atau apalah.
Aku sedang membawa nyawa sekarang.
Aku akan menginap di rumah Katie.
Michelle, tolong dengar aku!
Jangan menginap di tempat Katie.
Bukan berarti aku tidak mau bayinya, oke?
Aku cuma bilang kita harus memikirkannya.
Aku tahu perubahan besar tidak selalu seram,
dan bukan hal buruk.
Tapi kupikir hidup kita luar biasa sekarang.
Halo?
Anjir, Michelle, kau dengar aku tidak?
Aku tidak dengar.
Maaf, Sayang, kau dengar sekarang?
-Telepon lagi kalau... ada sinyal... -Sayang.
Tunggu, aku ganti ke...
Ya Tuhan...
Halo?
Halo?
Halo?
Yang benar saja?
Oke. Ayo.
Bangun. Ayo.
Nah, begitu. Ayo bangun.
Oke. Aku pegang.
Oke, kau tidak apa-apa.
Bagus. Kubaringkan kau.
Oke. Nah. Kau masuk.
Oke. Kau sudah di dalam. Oke.
Kau tidak apa-apa. Pintar. Oke.
Baiklah.
Anjir, oke.
Aku minta maaf. Oke.
Aku akan membawamu ke RS, oke?
Anjir, ini kacau parah.
Oh, Ya Tuhan, permisi.
Aku harus lihat.
Kau aman. Tinggal beberapa mil lagi.
Bertahanlah.
Oh, Anjir.
Anjir. Oke.
Baiklah...
Halo, Pak?
-Malam? -Ya.
Aku menyuruhmu menepi karena kau oleng tadi.
Kau tidak boleh menyetir tanpa rantai ban.
Pak Polisi, maaf memotong.
Tapi aku sedang ada masalah.
Ya Tuhan, ada apa dengannya?
Pak, tadi aku menyetir, lalu dia melompat ke depanku,
dan sebelum aku bisa... Anjir.
Maaf, dia terus begitu.
Kau menabrak Mbak ini dengan mobilmu?
Iya, betul.
-Tolong keluar dari mobil, Pak. -Tentu.
Pertanyaannya, sedang apa dia di sini?
Di tempat antah berantah,
melompat ke depan mobil di jalanan licin.
Kurasa, Pak kemungkinan besar
dia mencoba bunuh diri dan ini...
Tiup sampai dengar bunyi bip ke-2!
Ini 72, ada permintaan medis 10 18, ganti.
Makanya dari tadi dia mengacaukan radioku.
Intinya, kalau aku tidak mengantar kotak itu
ke RS dalam 1 jam,
nyawa seseorang bisa melayang,
atau nyawa anak-anak.
Atau siapa pun yang menunggu isi kotak itu.
Bapak paham maksudku.
Baik, begini saja.
Kukawal kau ke RS.
Kita bawa Mbak ini berobat.
Kau bisa antar paketmu,
lalu kita berdua akan lanjutkan obrolan ini.
Pak, terima kasih aku menghargainya.
-Oke, ayo! -Terima kasih.
-Um... -Apa?
Bisa dia semobil denganmu?
Entahlah, bagaimana kalau dia kejang-kejang?
Aku tidak terlatih untuk ini.
Anjir.
Ayo bangun. Awas kepalamu.
-Oke. -Baiklah.
Nah, begitu. Bagus.
Iya, bagus. Lihat, kau bisa jalan.
Pintar, kau bisa jalan.
Baik, ayo maju.
Aku akan membersihkanmu.
dan kau akan baik-baik saja.
Kita akan membawamu ke RS, oke.
Kau cuma syok. Maafkan aku, oke.
Woa, tidak, kau pergi bersamanya, oke.
Kau pergi bersamanya.
Jangan berhenti mengikutiku.
Kalau kulihat spion dan kau tidak ada,
kuanggap kau melarikan diri.
Dan aku menangkapmu sebagai buronan.
Paham?
Oke, sip. Mengerti.
Bagus.
Menangkapmu sebagai buronan.
Menangkapmu sebagai buronan, jalang.
Apa-apaan itu.
Ya ampun, Anjir.
Ah. Astaga.
Tai. Anjir.
Oke.
Anjir.
Tai.
Jalanan licin, tidak kelihatan.
Kaca depan hancur ini, mungkin butuh ribuan dolar.
Omong kosong. Gunung salju sialan.
Persetan dengan alam ini.
Aku tidak tahan lagi.
Keluar di tengah malam buta begini.
Yo.
Hei.
Hei.
Hei.
Kawan, kau tak apa?
Anjir.
Pak?
Pak Polisi.
Pak Polisi.
Hei.
Anjir.
Bangsat.
Uh, halo, aku bukan polisi.
Jadi aku tidak tahu harus bilang apa.
Tapi aku dalam keadaan darurat.
Kau dengar aku?
Halo.
Bangsat.
Tai.
Volume sialan.
Halo.
Uh, halo. Kau dengar aku?
Bangsat.
Mbak, bisa berhenti?
Mbak.
Tai.
Hei, hei, aku serius.
Kau sedang apa?
Kau mau ke mana?
Kau sedang apa?
Hei.
Mbak, jangan. Hei, mundur.
Jangan bercanda. Hei, pergilah sialan.
Oh tai.
Mbak, berhenti, aku tidak mau menembakmu.
Jangan, pergi!
Anjir.
Tolong, tinggalkan aku sendiri.
Berhenti!
Pergi sana!
Senjata apa ini, sialan.
Bajingan.
Apa-apaan ini.
Sialan.
Apa yang terjadi padamu?
Tai.
Oke.
MENGHUBUNGKAN
Ayo.
TIDAK ADA SINYAL
Bangsat.
Oke, aku akan cari bantuan.
Aku segera kembali.
Apa lagi ini?
Siapa yang menembak...
Sial.
Sial.
Persetan.
Ayo, mari kita cabut.
RESIDENT EVIL
PROPERTI PRIBADI - DILARANG MASUK
PAGAR LISTRIK
Bangsat.
Oke.
Ayo.
Oke.
Bangsat.
Ah.
Listrik sialan.
Ah.
Astaga, anjir.
Bangsat, cuk.
Oh, Anjir.
Oh.
Anjir.
Sial.
Belajarlah memanjat, kampret.
Oke.
Coba buka pintu ini tanpa ibu jari.
Iya.
Keparat kau.
Ini dia.
Bagaimana kau menghisap ini?
Isap lebih keras.
Oke.
Oke.
Oh sial.
Lebih keras, bangsat.
Bangsat.
Bajingan keparat.
Oh. Woa. Oke.
Aduh duh.
Aduh, Aduh
Kenapa kau kejam sekali, cuk?.
Asal kau tahu.
Keparat kau.
Apa-apaan.
Apa-apaan.
Itu tidak nyata.
Itu tidak nyata.
Aku benci ini.
Anjir.
Halo?
Um, aku ada sedikit masalah di jalan.
Boleh aku pinjam teleponmu?
Halo.
Halo.
Um.
Aku masuk sebentar ya.
Karena di luar lumayan dingin, oke.
Halo.
Anjir.
Sial.
1, 2, 3, 4.
Sial.
Anjir.
Mantap.
Oh, sial.
Berat.
Peluru.
Hai, kau menghubungi Michelle. Tinggalkan pesan.
Um, dengar, um.
Maafkan aku telepon kita terputus tadi.
Tapi sesuatu terjadi, dan aku seolah...
Aku sungguh dalam...
situasi yang kacau balau sekarang.
Dan aku tidak bisa menghubungi polisi.
Sial, aku bahkan tidak tahu alamatnya.
Uh, maaf, um.
Tolong hubungi aku balik di nomor ini.
Ini darurat.
Oke.
Aku mencintaimu.
Aku keatas.
Anjir.
Sialan.
Aku cuma menemukan selongsong peluru.
Ya Tuhan.
Mantap.
PELURU SHOTGUN
Apa-apaan itu.
VERSI LENGKAP UNDUH DI SUBDL ID_ rawe
Open*Sub_ID_FreePalestina Sub*dl_ID_rawe
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.