All language subtitles for The.Mentalist.S01E10.Red.Brick.and.Ivy.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Seseorang yang memakai ketajaman mental,

hipnotis, atau sugesti."

"Ahli manipulasi pikiran dan tindakan."

"Universitas Leyland, California"

"Institut Stutzer"

Pikiran manusia sangat luas.

Jagat kecil yang segera kita jelajahi.

Pembicara kita selanjutnya adalah salah satu kosmonaut terkemuka.

Bintang dalam bidang ilmu saraf.

Juga penerima penghargaan dari Fakultas Leyland.

Inilah Alex Nelson.

Tidak, terima kasih. Cukup.

CBI. Rigsby di sini.

Jane, telepon untukmu. Dari Sophie Miller,

- Bilang aku tak ada. - Baiklah.

- Maaf, Nyonya. Dia tak ada. - Tunggu dulu!

Akan kusambungkan dengannya.

Doktor Miller? Ya, ini Patrick.

- Hei. - Hei.

Jika ada yang tewas di universitas negeri,

ini kasus kita, bukan?

Bisa jika kita sisihkan kepolisian lokal.

Kenapa kau bertanya?

Aku butuh bantuan.

Sophie, botol air Alex Nelson mengandung 10% asam sianida.

Apa yang kau tahu tentang itu?

Yang kutahu asam sianida adalah racun mematikan.

Selain itu, tidak ada.

Tolong panggil aku "Nn. Miller", "Dr. Miller", atau "Bu".

- Jangan Sophie. - Bukan kau yang buat peraturan.

Beberapa saksi mata bilang kau berdebat dengan korban...

sesaat sebelum kematiannya

dan kau langsung pergi setelah dia tewas.

Rencana yang cerdik, bukan?

Sejak dua tahun lalu bercerai dengan korban,

kau sudah dua kali ditahan karena menyerangnya.

Juga mengancam akan membunuhnya. Dia meminta agar kau ditahan.

Aku pun pernah melakukan hal yang sama kepadanya.

Baiklah kalau begitu.

Apakah masalah bagimu bahwa Alex sudah menikah lagi?

Juga menemukan kebahagiaan dari wanita lain?

Alex dan aku sudah melupakan masa lalu pribadi kami.

Kami harus begitu demi pekerjaan kami.

Ya, kalian bekerja bersama di Institut Stutzer.

Yang memberimu akses untuk mendapat asam sianida itu.

Aku tak bersalah, jadi, tak butuh pengacara.

Tapi kulihat kau punya kebencian tertentu terhadapku.

Jadi aku tak akan bicara lagi sampai ada pengacara untukku.

Bagaimana kalau kita ambil kasus ini...

dan ternyata dia bersalah?

- Dia tidak melakukannya. - Bagaimana kau tahu?

Karena dia bilang begitu. Dia tak akan berbohong kepadaku.

- Kenapa tidak? - Karena dia tak akan berbohong.

Andaikan dia pelakunya?

Jika dia bersalah,

kita harus menangkap dan menghukumnya.

Tapi dia tak bersalah.

Jane, aku memang bilang takkan bertanya,

tapi aku mau bertanya.

Siapa wanita ini? Apa hubungan kalian?

Lebih baik kau tak tahu.

Dia pasti bicara, hanya perlu waktu.

Waktu untuk apa?

Aku tak bilang dia bersalah.

Tapi kita tak punya cukup bukti untuk mendukung hal itu.

- Aku tak setuju. - Kau benar.

Tapi CBI-lah yang menangani ini.

Ya. Tapi itu aneh.

Unit Lembaga Hukum seperti CBI bisa yang menangani ini.

Pagi ini Sophie Miller menghubungi kalian.

Sepertinya dia memilih sendiri penyelidiknya.

Leyland adalah universitas negeri.

Kami langsung menawarkan jasa kami...

saat kepolisian lokal tidak mumpuni.

Jika Sophie Miller menghubungi kami,

itu suatu kebetulan.

- Permisi, Pak. - Apa itu, Drobey?

Ini tertempel di Leyland semalam.

"Kelompok Persamaan Hak Hewan...

telah melihat keadilan sudah ditegakkan.

Matinya hewan tak berdosa adalah tanggung jawab Nelson.

Juga dia telah membayar semua kejahatannya."

Sepertinya ada tersangka lain.

Mereka ingin uji coba pada hewan...

di Universitas Leyland untuk dihentikan.

Atau si Monster Stutzer yang berikutnya menjadi target.

Siapa Stutzer?

Lewiz Stutzer adalah salah satu ahli ilmu saraf terkemuka dunia.

Juga pendiri Institut Stutzer di Universitas Leyland.

Apa hubungannya dengan Alex Nelson?

Alex Nelson dan Sophie Miller adalah rekan kerjanya.

Para wakilnya.

Mengertilah bahwa ini berisiko besar pada universitas.

Institut Stutzer adalah bagian penting kami.

Aku langsung menemui kalian untuk mendapat kepastian...

...hal ini ditangani dengan benar,

segera, dan bijaksana.

Juga adanya pengamanan penuh untuk Dr. Stutzer.

Tentu, Rektor Stern. Aku jamin itu.

Aku akan siapkan polisi.

Mereka akan menjaga Dr. Stutzer 24 jam penuh.

Agen Lisbon dan timnya akan menyelidiki pembunuhannya.

Hampir semua kasus dapat mereka pecahkan.

- Bagus. Terima kasih. - Sama-sama, Pak.

Kau gila? Hak hewan?

Kau tahu hal ini sangat merepotkan?

Aku tahu, maaf. Aku sebelumnya tak tahu ini kasus hak hewan.

Juga Stern pun pasti akan merepotkan.

Kau harus segera menyelesaikan kasus ini, Lisbon.

Terima kasih tak memberitahunya...

aku yang memintamu mengambil kasus ini.

Lisbon? Halo?

Katakan yang sebenarnya.

Yang sebenarnya? Darth Vader? Dia Ayah Luke.

Seriuslah, aku mempertaruhkan leherku untuk kesekian kalinya.

Kurasa aku layak tahu yang sebenarnya.

Kenapa Sophie Miller sangat penting bagimu?

Dia dulu dokterku.

- Tapi dia psikiater. - Ya, dia dulu psikiaterku.

Tapi kau selalu bilang kau benci psikiater.

Dia psikiater yang baik.

Pastinya jika dia begitu jika membuatmu tetap di ruangan.

Ruangan itu terkunci.

Aku pernah mengalami masa suram dan dibawa ke rumah sakit.

Sophie membantuku melewati masa-masa itu.

- Ini tak ada dalam catatanmu. - Memang. Percayalah.

Hal itu tidak mudah.

Memang tak perlu malu jika mengalami masalah kejiwaan.

Tapi harus kuakui, aku malu akan hal itu.

Terima kasih telah jujur padaku.

Maaf karena aku tak pernah memberitahumu.

- Mungkin nanti saja aku kembali? - Tak usah.

Rigsby sudah memeriksa kamera video keamanan kampus.

Belum ada hasil.

Aku juga melacak kelompok persamaan hak hewan.

Ternya banyak sekali di Internet.

Mereka percaya persamaan hak hewan.

Jadi, mereka sangat marah.

3Mereka dianggap bertanggung jawab atas serangan bom...

terhadap rumah-rumah jagal

dan fasilitas uji coba pada hewan. Mereka keras.

Aku sudah bertanya kepada petugas auditorium.

Mereka menolak bicara.

Siapa pun yang ada di seminar itu bisa jadi yang menaruh racunnya.

Hanya sidik jari Nelson di botol itu.

Tak ada yang tahu dari mana dia mendapat botolnya.

Hanya satu merek saat itu.

Aku Kerry Sheehan, Asisten Pengajar Dr. Stutzer.

Dia siap menemui kalian.

Kau kenal baik Alex Nelson?

Dia pria yang sangat baik. Dia...

- Bagaimana? - Dia pria yang sangat baik.

Doktor Stutzer? Kami dari CBI.

Masuklah. Tolong tutup pintunya. Silakan duduk.

Masalah ini menyedihkan. Alex adalah peneliti hebat.

- Aku akan sangat merindukannya. - Aku turut berduka, Dr. Stutzer.

- Kami mau bicara soal ancaman. - Terjadi di saat yang tak tepat.

Pekerjaan kami menjadi mundur berbulan-bulan.

Apa sebenarnya pekerjaan kalian di sini, Dr. Stutzer?

Pekerjaan kami sangat peka.

Semua ucapanmu soal pekerjaan kalian...

akan kami rahasiakan.

Semua agen CBI wajib menjaga rahasia.

Baik. Aku akan beri tahu pekerjaan kami.

Kami menyembuhkan sifat jahat. Kami mencoba memusnahkan itu.

Kami telah menemukan bagian otak...

yang mengendalikan pengambilan keputusan moral.

Ini adalah jaringan kecil yang disebut girus singulat.

Letaknya ada di tengah otak.

Ini sumber kebaikan dan kejahatan.

Kami mempelajari cara kerjanya

dan cara menyelaraskannya kembali...

saat tak berjalan dengan baik.

Kami menciptakan yuang kami sebut mesin moralitas.

Mesin moralitas?

Kau skeptis. Walau begitu, ini nyata.

Kami mengukur kedalaman jiwa manusia.

Tahukah kalian ada apa di dalamnya?

Tahukah kalian jiwa terbuat dari apa?

Dari katak, siput, dan ekor anak anjing?

Lelucon. Bagus.

Terima kasih, tapi bukan itu.

Jiwa adalah listrik.

Intisari dari keberadaanmu adalah...

serangkaian gerakan listrik.

Moralitas adalah saklar dalam otak...

...dan kami mempelajari cara mengendalikannya.

Mengapa melibatkan hewan?

Percobaan pada otak manusia tak diperbolehkan.

Kami harus mencobanya dulu pada hewan.

Ini Susie.

Awalnya dia beringas, khususnya pada makanan.

Kami mengkalibrasi ulang bagian depan girus singulat-nya.

Lihat betapa bahagia dan murah hatinya dia sekarang.

Terima kasih.

Ke mana pisangnya?

Itu dia.

Apa Susie tingkat percobaan pada hewan di sini?

Bukan, sebelumnya ada beberapa simpanse lain.

Juga tikus, mencit, merpati.

Kau pernah dapat ancaman dari kelompok pembela hak hewan?

Pernah. Seorang ilmuwan handal pasti diganggu masyarakat hewan.

- Bukan apa-apa. - Kali ini ancaman itu serius.

Kepolisian akan melindungimu, tapi kau harus tetap waspada.

Aku tak merasa terintimidasi.

Pekerjaan di sini sangat penting, karena itu aku punya ini.

Dalam jangka panjang, teknologi ini mampu menghapus...

kekerasan dalam hubungan antar manusia.

Mereka tak memahami itu.

Kami mencoba menciptakan dunia yang damai...

agar semua orang aman.

Dari serangan monyet.

Lelucon lagi.

Ikuti aku.

Setelah pengujian pada hewan,

selanjutnya adalah tahap pertama pada manusia.

Pertanyaan kelima, rumah terbakar.

Pilih "A", sebuah tas penuh uang, atau "B", seorang tuna wisma.

Tentukan pilihanmu.

B.

Pertanyaan keenam.

Lupakan kelompok pembela hak hewan.

Kita harus hancurkan tempat itu.

- Kita bisa menganggur. - Bisa kumengerti.

Manusia lebih penting dari alat.

Patrick.

Doktor Miller. Sophie.

- Ini Agen Lisbon. - Halo.

- Aku akan tunggu di mobil. - Baik.

Terima kasih sudah membantuku.

Bukan aku, tapi kelompok pembela hak hewan.

Yang penting niatnya.

- Apa kabarmu? - Sangat baik.

- Kau? - Aku punya masalahku.

Aku tak tahu kenapa itu mengejutkanku.

Pasti pasien menganggap dokter mereka tak punya masalah.

Siapa yang mau menjadi konsultan seorang dokter yang sakit?

Itu satu alasan aku meninggalkan klinik...

dan mengikuti penelitian.

Apa sebenarnya masalah yang kau miliki?

Apa kisah antara kau dan Alex Nelson? Penyerangan?

Perintah penahanan?

Apa lagi? Aku memang ditakdirkan mampu mengendalikan...

pria-pria yang keadaan jiwanya terganggu.

- Kau dan Alex berbaikan? - Ya.

Tapi bertengkar sebelum dia meninggal.

Berdebat soal pekerjaan. Apa ini interogasi?

Bukan, maaf aku hanya ingin tahu secara logika saja.

- Logika apa? - Kau menyelamatkan hidupku.

Aku berhutang padamu. Akan kubalas dengan apa pun.

Kau tahu itu.

Kau tak bersalah. Kenapa butuh bantuan?

Kenapa aku di sini?

Mungkin karena aku ingin bertemu.

Sekarang sudah.

Sampai jumpa, Patrick.

Patrick, namaku Sophie Miller. Aku akan membuatmu lebih baik.

Aku dapat separuh nomor platnya.

Ada 2.000 kendaraan yang mungkin cocok.

Lihat jendela belakangnya.

- Sepertinya kucing atau anjing. - Itu beruang.

Beruang barat laut Oregon.

Van Pelt mencocokkannya daftar kendaraan itu

dengan alumni Northwestern Oregon State.

Ada lima nama. Semuanya bersih, tak ada catatan kejahatan,

tak ada kaitan dengan kegiatan pembela hak hewan,

semuanya hidup tenang di Oregon.

Tapi ada satu orang yang menjual van-nya enam bulan lalu...

ke sebuah perusahaan di Sacramento.

Perusahaan yang tak jelas

dengan karyawan yang tak terdaftar.

Berlokasi di salah satu gudang dekat sungai.

Kerja yang bagus.

Kita sudah mengawasi gedung. Sejauh ini tak ada aktivitas.

Kita tak tahu jumlah orang di dalam.

Ini bisa berlangsung buruk.

- Polisi! Jangan bergerak! - Angkat tanganmu!

Ya. Aku membunuh Nelson. Itu salahnya.

Aku juga akan membunuh Stutzer atas sikapnya pada hewan.

Itu salahnya.

Apa yang dia lakukan ke hewan?

Aku bisa pergi sekarang? Aku harus beri makan kucingku.

Mereka kelaparan. Mereka bisa mengamuk.

Mereka akan mengencingi komputerku.

Pekerjaanku bisa berantakan.

Kami takkan lama menahanmu.

Apa yang kau tahu soal kelompok pembela hak hewan?

Kumpulan orang yang percaya hewan setara dengan manusia.

Akulah Ketua Dewan Tertingginya.

Dia gila.

Gila tak berarti tak bersalah.

Kegilaan membuat manusia saling membunuh.

- Bagaimana kau membunuh Nelson? - Dengan racun.

- Racun macam apa? - Kau sungguh tidak tahu?

Aku tahu. Aku ingin tahu apa kau tahu.

Tahukah kau penguasa sebenarnya planet ini...

adalah serangga?

Baik. Gila dan tak bersalah, mungkin?

Baiklah. Ya. Tetap tahan dia...

sampai forensik memeriksa semuanya untuk berjaga-jaga.

Hubungi rumah sakit jiwa untuk memeriksanya.

Tampaknya dari aspek hak hewan tak menemui hasil.

- Kembali ke awal. - Janda yang berduka?

- Selalu menjadi awal yang bagus. - Ya. Kurasa begitu.

Bunga untuk pemakaman?

Entah berapa banyak biasanya untuk itu.

Apa tiga karangan kurang?

Berapa harga bunga lili?

Mungkin kau bisa bicara dengan Rektor Stern.

Mungkin dia punya ide bagus.

Maafkan aku. Kematian sangat menyulitkan.

Aku diharapkan bisa menjawab semua pertanyaan.

- Nyonya Nelson, aku hanya... - Panggil saja Emily.

Aku tak pernah merasa menjadi bagian dari "Nelson".

Bisa kita duduk?

Aku baru saja menikah dan kini sudah menjanda.

Adakah yang aneh di hidup Alex dalam hal apa pun?

Kurasa tak ada. Belakangan ini pekerjaannya melelahkannya.

Apa ini kau?

- Ya. Itu awal kami bertemu. - Foto yang bagus.

Mengapa pekerjaannya membuatnya lelah?

Entahlah.

Setiap Alex membahas pekerjaan, aku tak paham sedikit pun.

Dia pun lantas berhenti membahasnya.

Tapi beberapa pekan lalu dia pernah berdebat di telepon.

Lalu dia pergi ke ruang kerjanya dan kudengar dia membentak.

Dia sangat marah.

- Dia tak pernah membentak. - Tahu siapa yang dia maksud?

Yang kutahu dia wanita. Kurasa Alex memanggilnya Rosie.

Rosie. Kau kenal seseorang bernama Rosie?

Tidak.

Kau pernah tanyakan dia soal telepon itu?

- Pernah. Katanya soal pekerjaan. - Kau percaya padanya?

- Ya. - Kau tak curiga ada wanita lain?

- Tidak. - Maaf, aku bertanya hal itu.

Rumahmu indah sekali. Kau yang menata dekorasinya?

Bukan. Alex yang mengurus semuanya.

Dia mengajariku. Dia punya nilai estetika.

Telepon berbunyi setiap lima menit.

Aku harus berbuat apa?

Saat pemakamannya selesai dan Alex sudah dikuburkan,

aku ingin kau pergi ke tempat yang indah.

Naiklah pesawat.

Jangan beri tahu orang lain ke mana kau pergi. Lakukan saja.

Pergi dan mulailah hidup baru.

- Baiklah. - Tapi kau harus berjanji...

kau akan berusaha keras melawan kelemahanmu

yang suka mengendalikan.

Baik.

Bagus.

- Maafkan aku. - Tak perlu.

Dia tak mampu membunuh siapa pun kecuali jika benar-benar dipaksa.

Lucu. "Jangan dengarkan orang yang suka mengendalikan."

"Apa pun katamu, Pak."

Ayo kita temui asisten Stutzer.

Kerry Sheehan? Menurutmu dia Rosie?

Warna rambut asli Emily hitam, bukan pirang.

- Kaukah di foto ini? - Ya, itu awal kami bertemu.

Lalu apa?

Rambutnya diwarnai dan dibentuk...

agar seperti Sophie hanya saja terlihat lebih muda.

Rambutnya cokelat saat aku kenal dia.

Jadi, menurutmu Nelson gila kendali.

Pria yang sungguh gila kendali...

...sampai membuat pasangannya memirangkan rambutnya.

Kerry Sheehan begitu.

- Benar. - Dia dan Alex menjalin skandal.

- Hebat. - Jangan meremehkanku.

Nona Sheehan? Kerry?

Ini Teresa Lisbon. Kami ingin bicara soal Alex Nelson.

Aku butuh ambulans ke jalan 965 Elm.

Dia pria yang baik.

Beri tahu mereka untuk tak menyalakan sirenenya.

"Maafkan aku."

Sepertinya bunuh diri.

Apakah menurutmu ini seperti yang terlihat?

Ya. Warna tubuhnya merah muda karena sianida.

Itu menyebabkan kadar oksigen darah meningkat.

Terima kasih.

Lihatlah, Bos. Kutemukan ini di tempat sampah di atas.

Itu Alex bersama korban.

Bukanlah akhir yang menyenangkan untuk kisah sedih ini.

Tapi setidaknya sudah berakhir.

Terima kasih atas kerja keras kalian.

Ini belum selesai. Jika benar Kerry Sheehan bunuh diri,

itu tak lantas membuatnya bersalah atas tewasnya Alex.

Jika benar dia bunuh diri?

Tulisan itu terlalu singkat untuk seorang wanita.

Wanita suka menjabarkan. Kurasa ini bunuh diri terencana.

Mungkin dia terlalu malu untuk membicarakannya.

Dia punya cukup pil yang bisa membunuhnya 10 kali lebih.

Menyimpan banyak pil tidur adalah ciri-ciri bunuh diri.

Ya, tapi mengapa dia bunuh diri dengan memakai asam sianida,

yang pasti sangat menyiksa,

aih-alih dengan pil tidur yang menewaskannya dengan tenang.

Mungkin dia menginginkan rasa sakitnya.

Dia butuh rasa sakit itu sebagai hukuman

karena telah membunuh sang kekasih.

Tampaknya kau sungguh ingin menyelesaikan kasus ini.

- Bukankah kau juga? - Sebenarnya, tidak!

Aku ingin mencari kebenaran. Jika Kerry tidak bunuh diri...

- Sang janda punya motif. - Ya, tapi itu bukan sifatnya.

Dia tak mungkin membunuh. Berarti hanya ada satu tersangka.

- Sophie. - Lihat catatannya.

Dia dan Alex saling terobsesi.

Mungkin mereka diam-diam masih berhubungan.

Mungkin dia cemburu pada Kerry.

Lalu mengapa dia membunuh Kerry, tapi membiarkan Emily?

Juga dari mana Sophie tahu Kerry tidur dengan Alex?

Mari tanya dia.

Berbicara dengan Sophie harus tenang. Buat dia santai.

Jika dia tertekan, kita takkan dapat apa pun.

Kau tiba-tiba seperti ingin berperang.

Maksudku, jika dia pelakunya. Dia pernah berhasil membohongiku.

- Dia menipuku. - Sebuah dosa besar.

Memang.

"Institut Stutzer"

Kau sedang terombang-ambing di sebuah kapal penyelamat.

sKau bisa menyelamatkan 10 anak kecil...

dengan menceburkan satu pria berumur 60 tahun.

- Ya atau tidak? - Tidak.

Kau sedang terombang-ambing di sebuah kapal penyelamat.

Kau bisa menyelamatkan 10 anak kecil...

dengan tak membantu satu pria berumur 60 tahun...

naik ke kapal.

- Ya atau tidak? - Ya.

Cukup. Greg akan membantumu turun dari kursi. Terima kasih.

Kedua dilema hampir sama. Satu nyawa untuk sepuluh nyawa.

Tapi hampir semuanya menjawab dengan sama.

Itulah moralitas manusia yang paling mendasar.

Penilaian kita terhadap nyawa seseorang.

Juga juga saat kita ikhlas mengorbankannya.

Tapi lihatlah. Jika aku mengakifkan arus listrik...

ke bagian otak ini,

aku bisa memancing jawaban dari alam bawah sadarnya.

Aku bisa memanipulasi logika moral ke arah kebaikan.

Juga jika aku mau, ke arah keburukan.

Dalam hal ini, tentunya ada kode etik yang perlu ditaati.

Kami harus mengkalibrasi ulang subjeknya...

untuk memastikan penemuan kami... karena kami tak ingin

terlalu jauh menyentuh sentimen masyarakat.

Jadi, secara teori, jika begini, penjahat?

Lalu jika begini, orang baik.

- Secara sederhana, ya. - Aku harus mencobanya.

- Kau harus mengizinkannya. - Sungguh?

Kau ingin menjadi subjek tesnya atau pengendalinya?

Kau menyebutnya pengendali? Bagus sekali.

- Aku ingin coba keduanya. - Benarkah?

- Aku senang kau terhibur. - Dr. Miller?

- Ya. - Kau pasti sudah dengar...

- soal kematian Kerry Sheehan. - Ya. Sangat tragis.

Menurutmu dia yang membunuh Alex?

Bisa kita bicara empat mata?

Kedengarannya berbahaya.

Bisa saja kita bicara di markas dan ditemani pengacara,

tapi sepertinya akan lebih baik jika di sini saja.

Dengan senang hati. Aku paham kau hanya menjalani tugasmu.

Apa kau tahu Kerry dan Alex menjalin hubungan?

Aku tahu dia sedang menjalin hubungan...

dengan pria beristri karena dia memberitahuku.

Tapi aku tak tahu itu Alex. Aku tak menyadarinya.

Jika dia memberitahumu, berarti kalian sangat dekat?

Tidak juga.

Dia pasti tahu kau mantan istri Alex.

Untuk apa dia menceritakan itu?

- Aku tak tahu. - Kau psikiater. Menurutmu apa?

Menurutku dia adalah gadis bodoh yang menikmati drama soal itu.

Juga situasi aman yang bisa mencegahku...

menamparnya jika aku mengetahuinya.

Mengapa kau ingin begitu? Kau sudah tak peduli pada Alex.

Memang, tapi aku tak suka dipermainkan.

Apa kau masih berhubungan fisik dengan Alex?

- Tidak. - Siapa Rosie?

Rosie? Aku tak kenal orang dengan nama itu.

- Kau yakin? - Ya.

Apa dia kekasih Alex yang lain?

Emily mendengar Alex berdebat dengan seorang wanita.

Dia rasa namanya Rosie.

Lisbon, tolong tinggalkan kami berdua.

Tak masalah.

Terima kasih.

Apa?

Aku tahu kau merasa tak berdaya sekarang.

Tapi kau memegang kendali. Kau punya pilihan.

Kau bisa membiarkan iblis mengalahkanmu.

Atau melawannya. Kau bisa melawan atau menyerah dan mati.

Kau yang pilih.

Aku meminta Lisbon keluar sebab kau pernah menyelamatkanku.

Aku juga berhutang kepadamu...

kesempatan untuk melakukan hal benar.

- Yaitu? - Katakan sejujurnya.

Sudah kubilang aku tak tahu orang dengan nama itu.

Bagaimana dengan monyet? Kau tahu monyet dengan nama itu?

- Ya. - Karena Rosie...

- Di dalam sana, bukan? - Ya.

Kau menukarnya dengan Susie sebab perilaku Susie selalu liar.

- Ya. - Mesin moralitas tak bekerja.

Hanya mengecewakan. Juga Prof. Lewis Stutzer ini,

- dia hanyalah pemimpi. - Tidak, kami hampir berhasil.

Sedikit lagi berhasil. Kami sudah di ambang terobosan besar.

Di ambang? Dengar, Sophie. Gedung ini, institut ini,

proyek jutaan dolar ini hanyalah tipuan.

Ya atau tidak?

Ya. Ini tipuan.

Sudah hampir setahun kami memalsukan data.

Untuk membuatnya terlihat berhasil, tapi tidak.

Kenapa berbohong soal ini? Suatu saat pasti terungkap

Harga diri, khayalan, ketamakan.

Kau harus paham. Lewis Stutzer genius.

Proyek ini adalah puncak dari karya-karyanya.

Aku sangat ingin ini berhasil. Kami semua begitu.

Kami mulai percaya kebohongan yang kami sampaikan.

Lalu Alex mengancam akan membeberkannya.

Pagi itu dia berniat datang ke seminar dan akan mengaku.

Aku mohon kepadanya untuk tak melakukan itu...

karena itu bisa mengakhiri karier kami.

Itu akan jadi akhir semuanya.

Jadi, kau membunuhnya dan Kerry untuk menutupi ini semua.

Patrick, lihat aku!

Aku tak terlibat dengan kematian mereka.

- Aku berjanji. - Lalu siapa?

- Stutzer? - Aku tak tahu.

Kau tahu mereka dibunuh agar hal ini tak terungkap.

Tapi kau tak memberitahuku apa pun.

Itulah alasanmu meminta pertolonganku, bukan?

Karena kau pikir kau bisa mengendalikan dan memanipulasiku.

Agar kau terbebas.

Lihat aku, Sophie. Aku tak peduli dengan penipuan ini.

Tapi jika kau terlibat dengan pembunuhan itu,

walau sedikit,

Kau lebih baik pergi. Pergi dan naiklah pesawat ke Brazil.

Patrick!

Terima kasih, Dokter.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Patrick. Jaga dirimu.

Aku sama sekali tak terlibat dengan pembunuhan itu.

Tidak. Aku sama sekali tak setuju. Ide yang konyol.

Tentu. Kami akan lakukan itu. Terima kasih.

Dia bilang tak masalah. Dia suka rencana itu.

Profesor Stutzer, kita berhasil.

- Apa? - Mesin moralitasnya bekerja.

- Benarkah? - Aku menunjukkan ke polisi...

cara kerja pemindai otak,

Tapi osilatornya tetap tak berfungsi.

- Memang begitu. - Jadi, kuputuskan...

untuk mengalihkan filter yang berbeda.

Kurasa itu menghasilkan aliran yang bisa diamati ke dalam lekuk.

- Bagaimana bisa? - Aku tak tahu, tapi berhasil.

Ini adalah garis dasar sebelum pengkalibrasian ulang.

- Juga setelahnya. - Kau yakin akan hal ini?

Aku telah memeriksa berulang-ulang. Lihatlah!

Tapi aku belum sampai ke wewenang kecilku.

Pertanyaan 65-B.

Seorang bersenjata akan menembak anak tak berdosa.

Kau bisa selamatkan dia dengan menghadang pistolnya.

Tapi nyawamu menjadi taruhannya.

Apakah A, kau korbankan nyawamu atau B, biarkan anak itu mati.

- A. - Sekarang akan kubuat dia jahat.

Pertanyaan 98. Kau terdampar di satu pulau dengan orang asing.

Kau menemukan makanan, tapi hanya cukup untuk seorang.

Jika kau tak berbagi makanan, keselamatanmu aman.

Tapi orang asing itu akan kelaparan.

Apakah A, berbagi makanannya...

atau B, menyimpannya untuk dirimu.

- B. - Lihat? Alat ini bekerja.

Ternyata berhasil. Benar-benar berhasil.

Kita harus beri tahu Rektor alat ini bekerja.

Pertanyaan 95.

Melihat orang lain kesakitan adalah hal menyenangkan.

- Benar atau salah? - Benar.

Bagus sekali! Terima kasih banyak.

Sudah kubilang. Pada akhirnya aku akan berhasil.

Benar. Kau berhasil.

- Tuan Jane. - Tuan Jane,

aku belum mengembalikan kalibrasi normalmu.

- Tak masalah. - Tapi dia dikalibrasi jahat.

Tuan.

Tuan, kumohon ikuti saran Dr. Miller.

Kau tak mengerti yang terjadi kepadamu.

Aku mengerti. Mesin moralitasmu bekerja,

- menjadikanku orang baik. - Tidak. Kau tak mengerti.

Itu sebaliknya.

Tidak, kau yang tak mengerti.

Apa yang kau lakukan?

Letakkan teleponnya.

Terima kasih.

Kau tahu untuk apa aku hidup di planet ini? Tujuan tunggalku.

Aku menangkap orang jahat dan menghukumnya.

Itu yang kulakukan.

Karena saat aku melakukannya, aku tahu aku melakukan hal baik.

- Mengerti? - Ya.

Orang baik melakukan hal baik. Orang jahat melakukan hal jahat.

- Itu benar. - Ya.

Mari kita uji garis dasar moralmu.

Pertanyaan 99.

Siapa yang membunuh Alex Nelson dan Kerry Sheehan?

- Aku tak tahu. - Jawabanmu tak dapat diterima.

Katakan yang sebenarnya atau aku bunuh wanita itu.

Aku sudah mengatakan yang sebenarnya.

Astaga.

Baik, kini kita telah menetapkan parameter tes sebenarnya.

Katakan siapa yang membunuh Alex Nelson dan Kerry Sheehan?

Atau akan kutembak teman baikmu. Lalu jika kau masih berbohong,

aku akan membunuhmu.

Astaga, bagaimana bisa aku mengatakan yang tak aku tahu?

- Aku butuh jawaban. - Aku yang melakukannya.

- Kau? Kenapa? - Aku membunuh mereka.

Maaf, Lewis. Aku hanya mencoba melindungimu.

Aku butuh bukti.

Di ruang bawah tanahku.

Di botol cairan korek api arang.

- Apa isi botol itu? - Sianida.

Kenapa kau melakukannya?

Untuk melindungi universitas.

Alex akan mengungkap kepalsuan Institut Stutzer.

Dana universitas ini berdasarkan reputasi Stutzer.

Jika Stutzer jatuh, begitu pun Universitas Leyland.

Juga Kerry mendatangimu setelah Alex tewas.

Dia bilang dia sudah tahu semuanya dari Alex.

Dia ingin membeberkan Stutzer sebagai penipu juga pembunuh.

Ya.

Di ruang bawah tanah di bagian mana botolnya?

Di rak atas sebelah kiri. Bisa kau lihat saat kau turun.

Ruang bawah tanah itu pasti sangat rapi.

Katakan lagi apa isi botol itu.

Sianida.

Sophie, kau bisa bangun sekarang.

Lihat, darahnya layak, bukan?

Hal kecil seperti itulah yang dapat membantu banyak hal.

Hebat sekali!

Tak dapat diterima.

Yang kukatakan tadi hanya agar diriku selamat...

dari orang gila bersenjata ini. Ini tak bisa diterima.

Dia tahu, tapi kebenaran juga penting untuk diketahui.

Rak atas sebelah kiri atau kanan?

Kiri.

Saat ini petugas kami sedang menggeledah kediamanmu.

- Tak bisa diterima. - Ya.

Aku pasti tak akan suka jika menjadi jaksa wilayah.

Jane selalu mengusik mereka. Tapi mereka selalu menang.

Saat ini, kau kami tangkap.

- Cho! Bisakah kau? - Letakkan tanganmu di kepala.

- Terima kasih. - Kau berhak diam.

Ucapanmu bisa dan akan digunakan untuk melawanmu di pengadilan.

Kau berhak ditemani pengacara selama proses interogasi.

Jika tak mampu menyewa pengacara, kami akan menyediakannya, paham?

Mesinnya tidak bekerja?

Kau berpura-pura.

Itu tak berkerja.

Berpura-pura.

Untuk menangkap Rektor atau aku, mungkin.

Entah yang mana.

Tidak, aku menduga dirimu.

Sungguh pandai.

Aku sangat ingin percaya alat ini bekerja.

Ini permainan pikiran, bukan?

Tak masalah.

Di masa depan, kuharap kisah cintamu akan lebih tenang.

Karena jika tidak, jika ada lagi mantan kekasihmu yang tewas,

tolong, jangan hubungi aku.

Kurasa kita impas.

Seluruhnya lunas.

Bagus. Apa yang akan kau lakukan kini?

Aku gagal sebagai ilmuwan.

Mungkin aku akan kembali membantu orang-orang.

Menurutku itu bagus. Kau mahir di bidang itu.

Terima kasih.

Sampai jumpa, Sophie. Jaga dirimu.

Jane mencium gadis.

Ya, di pipinya.

Tetap saja.

Tetap saja apa?

Tak ada apa-apa. Aku hanya bicara.

Kau mau menyetir?

Itu tawaran yang manis.

Apa aku terlihat sangat sedih?

Apa? Aku hanya bertanya apa kau ingin menyetir.

Kau tak suka caraku menyetir.

- Kau menyetir terlalu cepat. - Kecepatannya sudah pas.

Kau tak suka jika bukan kau yang mengendalikan sesuatu.

Sekarang kau rela mengatasi ketakutan tak logismu...

untuk menghiburku.

Manis sekali, Lisbon. Terima kasih, aku mau menyetir.

Lupakan saja.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.