Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Musim semi tahun 1996"
Sebentar.
Sebentar!
Selamat pagi.
Pagi.
Di mana Asakura?
Apa?
Asakura Kyohei yang tinggal di sini.
Maaf. Siapa kamu?
Maaf.
Mengenai Pak Asakura,
dia berkemas dan pindah.
Pindah?
Ke mana?
Aku juga tidak tahu.
Hari ini pernikahanku.
Upacara dimulai pukul 10.00.
Kami harus sampai pukul 08.00.
Tapi ini sudah pukul 09.30 dan Asakura belum tiba.
Dengan begini, apa hanya aku yang menghadiri upacara pernikahan?
Tidak mungkin. Lelucon apa ini?
Kenapa aku harus menikah sendiri?
Apa Asakura sulit bangun?
- Ya. - Sudah kuduga!
Pantas saja dia ingin memindahkan
upacara pernikahan ke siang hari.
Dia masih tidur. Dia pasti masih tidur. Dia jelas sedang tidur.
Dia tidak ada di sini.
Kenapa?
Entahlah.
Keluarga kami sudah tiba.
Keluarga dan orang tua kami dari provinsi.
Pernikahannya akan dimulai pukul 10.00.
Itu berarti kami hanya punya...
Waktu kalian hanya 30 menit.
Jangan bicara seolah-olah tidak ada kaitannya denganmu, mengerti?
Jadi, di mana Asakura?
Asakura pergi ke mana?
Entahlah.
Kami tidak pernah saling bicara,
jadi aku juga tidak yakin.
Bagaimana bisa?
Ini merepotkan.
Pernikahannya akan dimulai pukul 10.00.
Ini sudah pukul 09.30.
Itu berarti,
waktuku hanya 30 menit.
Kamu sudah mengatakannya.
Ya. Omong-omong, siapa kamu?
Aku Sena, teman sekamar Asakura.
Tapi Asakura sudah pindah.
Kami bukan teman sekamar lagi.
Tolong jangan menatapku seperti itu.
Ini tidak ada hubungannya denganku.
Kalau begitu...
Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Itu...
Omong-omong, kita mungkin akan menemukan petunjuk.
Permisi.
"Minami"
"Nona Minami."
Kenapa kamu tahu namaku?
Ada di surat.
- Hei. - Lebih baik aku tidak di sini.
Tidak, tunggu.
Bisakah kamu membacakan ini untukku dahulu?
Aku harus melakukannya sendiri.
Tentu...
Aku harus melakukannya sendiri.
Tapi...
Bacakan dahulu untukku!
Kurasa aku akan marah jika melihatnya dari dekat.
Melihatnya dari dekat?
Itu berarti membaca surat. Apa kamu bodoh?
Benar. Mungkin lebih objektif bagi orang luar untuk menyampaikan pesan.
Astaga.
Tunggu sebentar!
Baik.
Boleh aku tahu...
Apa itu kalimat pembukaannya?
Bukan.
Sejak awal, kamu sudah kasar kepadaku.
Apa?
Itu tidak penting.
Situasimu saat ini mendesak.
Tapi tanganmu...
Kalau begitu, aku akan mulai.
"Kepada Minami-ku tercinta.
Maafkan aku, Minami."
Ini luar biasa sejak awal.
Tidak, berikutnya lebih luar biasa.
Tolong bersiaplah.
Baik.
"Aku jatuh cinta dengan gadis lain.
Dia seseorang yang tidak bisa hidup tanpaku.
Dan kamu orang yang bisa hidup 100 tahun bahkan tanpa diriku.
Jadi, aku menghilang dari sisimu dan membatalkan pernikahan.
Maaf."
Cukup!
- Hanya itu. - Hanya itu?
Ya.
Aku bukan kura-kura.
Apa?
Aku tidak bisa hidup lebih dari 100 tahun.
Aku sudah tidak tahan. Kamu punya rokok?
Apa?
Ada apa?
Kamu cukup muda.
Tidak.
Berapa usiamu?
Aku 24...
Begitukah?
Pemantik dan asbak di sini.
Ya!
Maaf.
Aku Minami.
Selain kamu, adakah orang lain di sini?
Begini...
Begini...
Aku akan keluar sekarang jika kamu ingin ke toilet.
Bukan begitu.
Tiba-tiba terpikir olehku.
Ya.
Dalam sepuluh menit,
kamu bisa bercukur, mandi, dan berdandan.
Jadi...
Ada apa?
Menikahlah denganku.
Yang benar saja.
Maaf, aku akan berterus terang.
Kamu pasti bingung karena kesal.
Dan aku tidak bisa berperan sebagai pengantin pria.
Dengar, bukankah kamu punya banyak tamu?
- Benar, bukan? - Ya.
Pulanglah lebih dahulu dan pikirkan baik-baik.
Mungkin pengantin pria sudah kembali.
- Benar. - Benar.
Benar.
Omong-omong,
maaf membangunkanmu.
Tidak.
Lagi pula, aku akan segera bangun.
Bekerja?
Bukan, main piano.
Kamu bisa bermain?
Sebenarnya,
aku ada kompetisi piano hari ini.
Kompetisi.
Kamu juga punya banyak pekerjaan.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Begini...
Kamu lupa membawa hiasan kepalamu.
Benar.
Ini.
Terima kasih.
Kamu punya uang?
Apa?
Kamu bawa uang?
Tidak.
Aku akan memberimu uang untuk ongkos taksi.
Tempatnya di dekat sini. Aku juga berlari kemari tadi.
Tapi pakaianmu sangat mencolok.
Sebentar.
Baik.
Begitu rupanya.
Ini untukmu.
Terima kasih.
- Uangmu pasti kukembalikan. - Tidak perlu.
Sampai jumpa.
Kompetisi.
Semoga beruntung di kompetisimu.
Baik.
- Pengantin wanita kembali! - Pengantin wanita kembali!
"Kompetisi Musik Pendatang Baru Akademi Seni Ke-15"
"Episode 1"
Tidak ada yang menjawab.
Apa yang harus kita lakukan? Kembali ke Tokyo?
Kita kehabisan bensin.
Kami juga tidak punya uang.
Begitukah?
Kalau begitu...
Lihat siapa yang menang.
Aku tidak bisa melakukannya lagi.
Hei.
Pegang ini!
- Baik. - Bagus, itu bagus.
Lama tidak bertemu.
Halo.
Kamu tidak ingat aku?
Belum lama ini.
Terima kasih.
Benar, wanita waktu itu.
Benar!
- Kamu tampak berbeda. - Begitukah? Tidak.
- Itu... - Minami.
Ya, Nona Minami.
Apa yang terjadi setelah itu?
Dia juga datang saat aku tiba di sana.
- Sudah kuduga. - Benar, dia datang.
Untung aku kembali. Seperti katamu.
- Sudah kubilang. - Benar. Itu benar.
Pak Seto!
Tidak, salah.
Sena, dengan nada ke atas.
Sena.
Aku Minami.
Aku sudah menikah, jadi aku Asakura Minami sekarang.
Apa?
Kamu tidak kenal Minami Asakura?
Benar, dari manga?
Benar, manga.
"Touch."
Apa yang kamu lakukan hari ini?
Aku tinggal di dekat sini.
Aku mengajak anjingku jalan-jalan.
Jalan-jalan?
Di mana anjingmu?
Aku hanya membiarkannya sebentar.
Mungkin dia pergi ke sana.
Itu Jo-ku.
Jo!
Anjing apa?
Akita.
Jo.
Kurasa dia kepanasan.
Kalau begitu, aku permisi.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa.
Sebentar.
Sebentar.
Siapa itu?
Halo.
Ada apa?
Begini...
- Ongkos taksi waktu itu. - Kamu tidak perlu menggantinya.
Tidak, pinjaman harus dibayar.
Aku...
Kamu sedang makan?
Tidak, aku baru mau makan.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Apa maumu?
- Kumohon padamu. - Untuk apa?
- Bantuan. - Aku bertanya apa itu.
Boleh aku pindah ke sini?
- Siapa? - Aku.
- Ke mana? - Ke sini.
- Kenapa? - Kamu menanyakan alasannya, bukan?
Kamu tidak menolak.
Itu berarti kamu bisa mempertimbangkannya, bukan?
Itu tidak menolak, tapi kamu menanyakan alasan.
Apa yang harus kukatakan padamu?
- Minami. - Apa?
Bukan "kamu," tapi Minami. Itu berarti selatan.
- Haruskah kupanggil namamu? - Benar, aku Minami.
Kumohon, dengarkan alasanku.
Itu...
- Suara apa itu? - Koperku.
Apa?
Koper apa?
Tunggu, sepatumu!
Lalu?
Jadi, aku merelakan apartemenku.
Semua tabunganku untuk pernikahan itu
dan kuberikan pada Asakura.
- Lalu? - Lalu dia pergi.
Reputasiku hancur dan aku tidak punya uang.
- Lalu? - Aku ingin apartemenku kembali.
Tapi penyewa baru sudah ada di sana,
jadi induk semang mengusirku.
- Lalu? - Lalu aku ingin ke rumah temanku.
Tapi dia sudah menikah.
Dia hanya punya satu kamar dengan suaminya.
Sebentar!
Sebentar!
Bagaimana dengan barang-barangmu?
Aku sedang berusaha membereskannya.
Membereskan apa?
Aku tidak punya tempat tujuan.
Aku hanya bisa membawa barang-barangku
dan tidak punya tempat tujuan.
Jadi, kamu mengajak anjingmu jalan-jalan?
Begitulah.
Bukankah ada dua orang yang pernah tinggal di sini?
Kurasa kamu bukan tipe yang akan membawa pulang seorang gadis.
- Maksudmu siapa? - Aku bercanda.
Bahkan jika kamu menghela napas seperti ini,
pikirkan berapa banyak helaan napas
yang kutahan selama pernikahanku hari itu.
Kakek-nenekku dari provinsi.
Ibuku bahkan menangis, ayahku mungkin juga...
Karena kamu punya ibu yang menangis untukmu,
kenapa kamu tidak kembali ke provinsi?
Kamu dari Tokyo?
- Benar. - Pantas saja kamu tidak mengerti.
Bagi orang-orang di provinsi,
itu seperti "The Village of Eight Tombs."
Wanita dengan mempelai pria yang kabur dibenci
dan mereka melempar batu ke arah wanita itu.
Aku tahu itu.
Itu dari "The Inugami Clan," bukan?
Seharusnya "The Village of Eight Tombs," bukan?
Yang itu.
Itu bisa saja terjadi.
Nona, apa yang harus kami lakukan dengan barang-barangmu?
Ke lantai tiga!
Hati-hati dengan barang pecah belah.
Taruh saja di sana.
Ya, bagus sekali.
Baik!
Terima kasih. Bagaimana pinggangmu?
Terima kasih.
Pekerjakan kami lagi lain kali.
Terima kasih!
Terima kasih atas kerja keras kalian.
Aku penasaran apakah semuanya akan muat di kamar tidur.
Dengar, ini hanya sementara.
Aku tahu.
- Sungguh? - Aku tahu.
Setelah punya uang atau pacar, aku akan segera pindah.
Jangan khawatir.
Aku sama sekali tidak tertarik dengan pria yang lebih muda.
Aku tidak akan menyerangmu.
Aku juga tidak tertarik dengan wanita yang lebih tua.
Berani sekali.
Tapi ada berbagai tipe wanita yang lebih tua.
Itu masalah lain jika mereka dewasa dan memesona.
Seperti Fubuki Jun.
Apa aku menyinggungmu?
Aku baik-baik saja.
Anak-anak tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
"Pusat Pelatihan Musik Yamaha"
Ryunosuke, lihat bagian ini.
Itu tajam, bukan?
Jadi, fa pertama bukan yang ini.
Fa ini.
Seperti ini.
Kakak, aku tidak suka menekan tombol hitam.
Bapak bukan kakakmu, bapak gurumu.
Ayo, bapak akan bermain denganmu.
Siap.
Sakit.
Ya!
Dasar nakal.
Kemari.
Bapak guru dan kakakku.
Bapak gurumu, bukan kakakmu.
Ibu.
Ryunosuke, kamu menurut hari ini?
Pak Guru bilang
bahwa aku anak nakal.
Apa?
Tidak, bukan begitu.
Menurutku, dia cepat berkembang.
Dan dia punya banyak ide. Itu benar.
Kurasa dia bisa menjadi genius piano.
Apa? Bapak pandai memuji.
Permisi, ada tamu.
Apa sudah waktunya untuk yang berikutnya?
Sena.
Benar.
Hai, Pak!
Maaf. Bisa tunggu aku sebentar?
Aku akan menunggumu di bawah.
Tidak, tentu saja tidak!
Tersenyumlah dengan baik! Senyum!
- Sekali lagi! - Dia bodoh sekali.
- Sekali lagi! - Bagus.
Minami, kamu sudah menemukan tempat tinggal?
Aku tidak punya pilihan.
Apa pria akan datang ke tempatmu?
Kacau sekali.
Aku tidak percaya itu terjadi padamu, Minami.
Yang benar saja, memiliki suami yang kabur
akan membuat seseorang menjadi dewasa.
Tapi dia kabur dengan orang macam apa?
Kalian berdua yang di sana.
Berapa lama akan berdiri? Duduklah.
Maaf.
Gadis muda?
Astaga! Berhenti membicarakannya.
- Baiklah, lakukan dengan baik! - Lakukan dengan baik!
- Ya. - Ya.
Mari mulai.
- Terima kasih. - Baiklah.
Semuanya, kita akan mulai.
Siap.
- Minum! - Minum!
Minum!
Sedang apa kamu di sana? Duduk.
Apa dia cantik?
Dia lumayan.
Sayang sekali.
Dia bukan tipeku.
Tipe?
- Kenapa? - Apa?
Kenapa membiarkan wanita tua tidak dikenal tinggal bersama?
Kurasa aku ingin menebus kesalahanku kepadanya.
Menebus?
Gadis yang kabur bersama Asakura itu...
Aku memperkenalkannya kepadanya.
Sungguh?
Benar.
Dia bekerja di sini.
Orang yang mengajar musik di bawah.
- Yukari? - Bagaimana kamu tahu?
Aku pernah mengejarnya.
Pak Sena, muridmu berikutnya datang.
Baik.
Datanglah ke universitas dan bermain sesekali.
Pak Sasaki sangat mencemaskanmu.
Aku sudah lulus.
Dan aku tidak masuk ke sekolah pascasarjana.
Aku tidak punya tempat lagi di sana.
Bagaimana aku bisa kembali?
Ryoko juga menanyakan kabarmu.
Aku pergi.
Hei, yang ini...
Ayo!
- Maju! - Maju!
Kita menang!
Orang itu bilang ada kompetisi bersepeda lagi.
- Begitukah? Kalau begitu... - Tentu.
Beli semua nama dan nomor yang kamu suka.
Minum.
Momo.
Ya?
Bisakah kita pergi ke arah sini?
Apa maksudmu?
Menjadi model latar.
Aku awalnya mendengar iklan ini akan sangat energik.
Pada akhirnya, kita hanya figuran.
Minami, aku akan main iklan untuk penyejuk ruangan.
Serius?
Itu benar.
Bukankah kamu ikut audisi bulan lalu?
Tidak.
Begitu rupanya.
Itu untuk usia 25 tahun ke bawah.
Aku dapat iklan di sana.
Itu bagus!
Ya!
Apa ekspresi wajahku terlihat sangat kaku?
Sedikit.
Tidak baik menyentuh piano.
Aku hanya penyewa di sini.
Mengerti?
Elton tidak akan segera kembali?
Elton?
Orang yang tinggal bersamamu.
Elton Sena.
Tunggu, kenapa kamu menyentuh pianoku?
Benar, selamat datang.
Apa aku mengganggumu?
Ini...
Aku junior Minami.
Koishikawa Momoko.
Apa kamu dari klub bulu tangkis?
- Apa? - Kamu bicara soal jadi juniornya.
Astaga!
- Klub bulu tangkis? - Hei.
Astaga.
Kita bermain pachinko.
Uang 500 yen kita menjadi 50.000 yen.
Kita bertaruh untuk bersepeda.
Uang kita 50.000 yen menjadi 500.000 yen.
Jika itu terjadi sekali, itu akan terjadi lagi.
Dan itu akan terjadi untuk kali ketiga.
Setelah datang kembali ke Tokyo...
Mari bertaruh lagi.
Buat keputusan untuk merebutnya.
Astaga, kamu membuatku gatal-gatal.
Berhenti mengatakan itu.
Bagaimana dengan "So Very Bad?"
Apa maksudmu?
"So Very Bad."
Tentu saja tidak. Aku tidak bisa.
Bagaimana dengannya?
Tidak apa-apa.
Kenapa?
Aku cukup menyukainya.
Tapi Momo...
Bukankah kamu sering berbicara dengan orang seperti dia?
Dia tidak sama dengan pria idamanmu.
Tentu aku tidak akan menganggapnya sebagai orang yang akan kunikahi.
Apa?
Karena...
Dari lahir sampai mati,
entah berapa banyak pria yang bisa kutiduri.
Minami.
Celanamu terlalu ketat.
Itu akan memotong sirkulasi darah.
Kamu tidak tahu akan tidur dengan berapa pria?
Biasanya, orang bicara tidak tahu akan makan sebanyak apa.
Itu sebabnya mereka tidak mau menyantap makanan tidak enak.
Artinya sama saja.
Tidak.
Jadi,
saat aku melihat pria yang baik,
aku ingin tidur dengannya.
Dengarkan aku.
Benar, bukan?
Apa?
Aku sungguh tidak tahu apa yang kamu pikirkan.
Ada banyak gajah merah muda.
Gajah merah muda.
Itu merujuk pada persik yang manis.
Taruh saja di sana.
Jadi, Momo masih punya waktu?
Bukankah kamu harus menemui orang dari perusahaan pendingin udara?
Seharusnya tidak ada masalah.
Pegang dari bawah.
Ini sudah pukul 17.00.
Apa? Tidak mungkin.
Aku tidak ada waktu.
Maaf.
"So Very Bad."
Maaf.
Ini tidak bisa diperbaiki lagi.
Jadi, kamu model?
- Apa? - Pekerjaanmu.
Benar.
Seorang model yang tidak istimewa.
Kamu membaca "An An?"
Apa? "An An?"
Aku tidak tahu hal-hal seperti ini.
Aku tidak benar-benar ingin menjadi model.
Hanya saja saat aku masih sekolah,
aku masuk tiga besar dari Miss Japan.
Agensi yang mempekerjakanku.
Kedengarannya seperti pamer.
Itu sesuatu yang patut dibanggakan.
Seharusnya, ini cukup.
Terima kasih.
Sena.
Kamu bilang ikut kompetisi piano, bukan?
Kamu pianis?
Kurasa.
Kamu sungguh seorang pianis?
Bagus, ini kali pertamaku bertemu orang sepertimu.
Aku biasanya hanya melihat mereka di televisi.
Bagaimana kehidupanmu?
Tidak ada yang istimewa.
Hanya kadang aku melakukan resital.
Aku biasanya berlatih di rumah atau di sekolah.
Maksudmu di universitas?
Tidak, sekolah pascasarjana.
Luar biasa.
"Mankin"
Mengenai resital yang kamu sebutkan,
di mana itu diadakan?
Apa?
Di Tokyo,
seharusnya di Aula Suntory atau semacamnya.
Aku tahu tempat itu.
Aku punya teman yang suka musik klasik.
Dia sering pergi ke sana.
Tapi aku belum pernah ke sana.
Luar biasa.
Bukankah kamu juga tampil di "An An?"
Ya. Benar.
Terima kasih.
Menu hari ini adalah
selada boga bahari,
- pasta carpaccio penne... - Apa?
lasagna sapi, minestrone,
- spageti bolognese... - Ya.
- rigatoni alla bolognese... - Apa yang dia katakan?
ravioli, bucatini, tortellini, risotto.
- Semua. - Semua?
Ya! Benar.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Luar biasa.
Lagi pula, kita punya banyak uang.
Selesai.
Terima kasih.
Ini, yang lama dinantikan,
bir dingin.
Maaf.
Sempurna.
Apa ini?
Apa ini? Aku melewatkan ini.
Kamu pernah mencoba mainan kapsul itu?
Yang harganya 100 yen.
Itu dari sana.
Asakura juga seperti anak kecil.
Dia menyukai hal-hal aneh ini.
Ini.
Jika dia melihat mainan kapsul saat mabuk,
dia pasti akan memainkannya.
Dia terus memainkan benda tidak berguna ini.
Dia sudah pergi?
"Diskon keluarga 50 persen"
Aku tidak percaya ada majalah "An An" di sini.
"1.980 yen."
Apa tidak ada pekerjaan yang lebih baik?
Ini semua supermarket dan pesanan.
Pekerjaan hari ini adalah toko kelontong.
Atau aku bisa
mengurangi pakaianku, itu juga tidak masalah.
Baju renang tidak apa-apa.
Yang benar saja.
Menurutmu, berapa usiamu?
Mana ada pekerjaan seperti itu untukmu?
Bukankah kamu bilang akan menikah dan pensiun?
Bu Minami!
Kamu sudah pulang dari bulan madumu?
Awalnya kamu berencana pensiun setelah menikah, bukan?
Ya.
"Lowongan Pekerjaan Wanita"
"Melodi pria berusia 23 tahun."
"Melodi Pria Berusia 23 Tahun"
Selamat datang.
Aku pulang.
Kamu sudah bekerja keras.
Kamu tidak datang menemuiku, aku sangat khawatir.
Di kelas musik yang Anda rekomendasikan,
aku bekerja di sana untuk menopang biaya hidupku.
Terima kasih.
Itu karena tempatnya terlalu sedikit di sekolah pascasarjana kita.
Bukan karena tempatnya, tapi karena aku tidak cukup baik.
Tidak, kamu murid yang sangat berbakat.
Aku serius.
Jari-jarimu sangat kuat.
Permainanmu solid dan teknikmu bagus.
Hanya saja,
kamu tidak bisa mengintegrasikan emosimu saat bermain.
Jadi, masalahnya adalah keterampilan pertunjukanku?
Belakangan ini, aku berpikir.
Apa kamu terlalu malu, Sena?
Apa?
Seperti kamu takut mengungkapkan emosimu sendiri,
atau kamu merasa malu
untuk menunjukkan emosimu kepada orang lain.
Omong-omong,
apa hasilnya sudah diumumkan di kompetisi piano sebelumnya?
Belum.
Sena, masalahmu
bukan dengan meningkatkan teknikmu.
Itu dinding antara kamu dan penontonmu.
Aku belum pernah bermain karena seseorang.
Meski aku sangat suka bermain piano,
aku tidak bermain demi orang lain.
Ada latihan resital di sekolah pascasarjana bulan depan.
Kamu mau datang dan menontonnya?
Kurasa tidak.
Kalau begitu, aku permisi.
Suaranya berasal dari ruang piano Aula Barat.
Berdasarkan suara piano itu...
Okusawa Ryoko pasti sedang bermain.
Bahkan saat baru tahun kedua,
dia menarik perhatian semua orang.
Dibandingkan komentar kritik,
aku suka suara piano orisinalnya.
Hangat, lembut, dan sangat unik.
Bagaimana aku menjelaskannya?
Seperti menemukan semangkuk sup panas
di musim dingin.
Aku permisi.
- Sena. - Ya.
Kelak, tolong runtuhkan dindingnya.
Baik.
Sampai jumpa.
"Kepada Minami-ku yang tercinta. Maafkan aku, Minami"
"Maaf, Minami."
Aku sungguh minta maaf.
Aku pulang.
Selamat datang kembali!
Sedang apa?
- Aku tidak punya meja. - Maksudku ini.
Hadiah pernikahan.
Ini berat sekali
dan aku tidak tahu harus bagaimana dengan mereka.
Aku tidak menyangka mereka seenak itu.
Dan terlihat bagus.
Kamu berencana menikah? Aku bisa memberimu sedikit.
Tidak.
Mari minum bersama.
Ayo, minum ini.
Ini.
Mari coba yang satunya.
Ya?
Yang ini.
Ini dari tahun 1965.
Tahun 1965? Bukankah itu sangat mahal?
Ini sangat mahal!
Siapa yang peduli? Hari ini istimewa.
Bukalah, Pak Pianis.
Ini.
Hei, kamu sangat baik.
Kamu tampan dan bisa bermain piano.
Para wanita...
Benar. Kamu punya kekasih?
Katakan.
Aku terdengar seperti pria tua!
Kurasa kamu tidak boleh minum.
Tidak apa-apa, setelah menghabiskan semuanya,
aku akan merasa bahagia.
Semuanya? Termasuk ini?
Ya, semuanya.
Yang itu, yang ini, dan semua di sana.
"Kompetisi Musik Pendatang Baru Akademi Seni Ke-15"
Jadi, namanya Ryoko.
Cukup.
Okusawa Ryoko.
- Jangan lakukan itu. Berhenti. - Cinta.
Cinta.
Jadi, kalian berpacaran?
- Tidak. - Apa?
Apa itu cinta sepihak?
Tidak, aku mulai menyukainya baru-baru ini.
Kenapa kamu menyukainya?
Begini...
Sekitar setahun lalu,
aku bersiap berlatih piano di universitas.
Dia bermain saat itu.
Dia bilang kepadaku, "Silakan."
- Lalu? - Dia baik saat mengatakan itu.
Apa?
Dia bilang, "Silakan."
Apa?
Lakukan lagi.
- Apa? - Aku tidak mengerti.
- Cepat, coba kulihat. - Apa?
Bagaimana kejadiannya?
Jadi,
dia sudah ada di sana saat aku berlatih piano.
"Silakan." Itu katanya.
Astaga.
Tunggu, lakukan lagi.
Aku akan menjadi dirimu, Sena.
- Kalau begitu aku Ryoko? - Benar, Sena.
Jadi, dia bermain seperti ini.
Lalu mata kami bertemu.
"Maaf. Silakan."
Kurasa jantungku berdebar kencang.
Lakukan lagi.
Jadi...
Lagi. Mainkan bagian itu lagi.
Bagian yang tadi?
Seperti ini.
Cukup. Bagus sekali.
"Silakan."
Hanya itu yang dia katakan?
Kenapa kamu menyukainya hanya karena itu?
Hanya kalimat itu, "Silakan."
- Kamu terlalu banyak bicara. - Hanya kalimat itu, "Silakan."
"Haruskah aku mengenakan ini? Bagaimana dengan yang bunga?"
Tidak perlu membicarakan hal kecil.
Apa aku menyinggungmu lagi?
Hei, kamu biasanya tersenyum.
Kamu berkedip.
Kamu melihat ke mana aku menunjuk seperti orang bodoh.
Kamu menelepon siapa?
Apa? Bukan apa-apa.
Masih tidak bisa tersambung.
Teleponnya ditutup.
Begini...
Mungkin itu Ryoko.
Bagaimana mungkin?
Omong-omong,
jarang sekali memiliki piano sebagus ini.
Mainkan satu lagu.
Di depan orang lain, ini agak...
Lalu kenapa?
Maaf.
Aku agak mabuk.
Lupakan saja.
Kamu tahu?
Aku lahir tahun 1965.
Benarkah?
Awalnya, Asakura ingin membuka ini di malam pernikahan kami.
Dia bilang usia anggur ini sama dengan usiaku.
Pada hari ulang tahunku yang ke-27,
aku sendiri karena putus dengan kekasihku.
Awalnya aku berpikir
ku akan merayakan ulang tahunku sendiri tahun itu.
Tapi pada pukul 00.00,
aku menerima telepon dari Asakura.
Tepat pukul 00.00?
Ya.
Di hari ulang tahunku,
dia bilang ingin menjadi orang pertama yang menyambutku.
Lalu kami mulai berkencan.
Pada tanggal ke-28, ke-29, dan ulang tahun ke-30,
dia melakukan hal yang sama.
Tepat pukul 00.00,
dia selalu lebih cepat dari orang lain
dalam mengucapkan selamat kepadaku.
Kukira itu akan berlangsung selamanya.
Ini pantas dirayakan.
Maaf sudah mengeluh.
- Apa? - Akan kutunjukkan hal yang bagus.
- Kamu siap? - Sedang apa?
- Aku ingin melempar ini ke bawah. - Lalu?
Itu saja.
Di mana bagian serunya?
Itu akan memantul kembali setelah aku melemparnya.
Tidak mungkin.
- Itu benar. - Kamu pasti berbohong.
Ini lantai tiga.
- Tetap akan memantul kembali. - Kamu bohong!
Perhatikan baik-baik.
Aku serius.
Siap?
Aku akan mulai.
- Siap? - Ya.
Ini dia.
- Lihat? - Tidak mungkin!
- Kenapa? - Lihat?
Berikan.
Boleh aku mencobanya?
Lebih baik menggunakan kekuatan, bukan?
Lempar lurus ke bawah.
Ini dia.
Dia datang, tangkap!
Bagus!
Tidak mungkin! Bagaimana kamu tahu?
Kamu belum pernah mencobanya?
Aku tidak akan melakukan itu.
Jika aku keluarkan kekuatan lagi, apa akan memantul lebih tinggi?
- Entah. - Boleh kucoba?
Hati-hati.
Tiga, dua, satu.
Ada di sekitar sana.
- Lupakan saja. - Aku bisa menemukannya.
- Tidak apa-apa. - Bukankah itu sangat penting?
Tidak.
Itu tidak penting.
Mari terus minum.
Di mana pembuka botol?
"Jangan khawatir."
"Berbahagialah."
Jangan khawatir.
Ryoko.
Sena.
"Melodi Pria Berusia 23 Tahun"
Aula Suntory?
Akan bagus jika kamu bisa mengadakan resital di sana.
Tidak.
Kamu pasti bisa melakukannya.
Tidak, itu sudah mimpi yang sangat jauh.
Begitukah?
Apa yang kamu lakukan hari ini?
Aku datang untuk membeli partitur.
"La Campanella" oleh Greiss.
Kurasa lagu itu terlalu sulit,
tapi para guru bilang tidak akan ada masalah.
Itu tidak akan menjadi masalah bagimu.
- Begitukah? - Ya.
Terima kasih.
"Pusat Pelatihan Musik Yamaha"
Selamat pagi, Pak.
Pagi.
Aku akan bekerja di dalam.
Sena.
Bagaimana dengan kompetisi pendatang baru belakangan ini?
Itu.
Kurasa aku tidak akan menang.
Aku permisi.
Sena.
Kurasa kamu bukan orang yang seharusnya bekerja di sini.
Sampai jumpa.
Selamat siang.
- Selamat siang, Pak. - Selamat siang, Pak.
Baiklah.
Bapak akan mengabsen.
Hari ini tanggal 15 April.
Mari mulai.
- Miyami. - Ya.
- Sora. - Ya.
Yuji tidak ada di sini.
Selamat datang.
Selamat datang kembali.
Begini,
lebih baik mengunci pintu.
Ya, maaf.
Ada telepon untukmu tadi.
- Apa? - Ada telepon.
Kamu sudah menjawabnya?
- Ya. - Apa?
Bukankah kita setuju untuk tidak menjawab telepon satu sama lain
dan tidak masuk ke kamar satu sama lain?
Ya, waktu mandiku pukul 07.00 sampai 09.00.
Setelah pukul 10.00, itu waktumu.
Ini seperti pemandian terbuka.
Lalu kenapa kamu menjawabnya?
Aku hanya ingin membantumu menjawabnya.
Kenapa kamu berpikir begitu?
Bukankah ada rekaman untuk pesan suara?
Aku juga bisa mendengar pesan suara itu.
Siapa yang kamu bicarakan?
Sama sekali tidak ada.
Beri tahu aku pesannya.
Tolong sampaikan pesannya kepadaku.
Nona Okusawa menelepon.
Okusawa?
Nona Okusawa Ryoko.
Itu Ryoko.
Dia seharusnya Ryoko yang kamu suka.
Lalu?
Dia bertanya, "Apa Sena di rumah?"
Kubilang kamu belum pulang.
Lalu?
Dia bilang, "Terima kasih."
Lalu, menutup telepon.
Ini kali pertama dia menghubungi rumahku.
Apa dia akan berpikir bahwa aku kekasihmu?
- Kurasa begitu. - Aku bisa menjelaskannya.
Tidak perlu.
Bagaimana kamu menjelaskan situasi seperti ini?
Ada pesan kedua.
Ada lagi?
Ini dari para juri
dari Kompetisi Musik Pendatang Baru Akademi Seni.
"Mengenai hasil kompetisinya,
kami ungkapkan penyesalan kami..."
Itu saja.
Itu pasti kompetisi pada saat aku pertama ke sini, bukan?
Tentu saja.
Seorang pengantin tiba-tiba datang hari itu
dan berdiri di pintu depan.
Sayang sekali.
Terima kasih atas pesannya.
Sama-sama.
Tunggu.
- Ada satu lagi? - Sekali lagi.
Ibu Sasano Ryonosuke menelepon dari kelas musik.
Anaknya sakit, dia akan absen besok.
Itu saja.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Begini...
Jika ini soal berbohong kepadaku,
tidak apa-apa.
Aku bohong soal apa?
Katamu kamu pernah tampil di Aula Suntory.
Sebenarnya, itu di kelas musik.
Itu tidak ada hubungannya denganmu.
Jangan ikut campur.
Kubilang tidak apa-apa.
Aku bertanya pada temanku yang menyukai musik klasik
apakah dia kenal seorang pianis bernama Sena.
Dia bilang tidak.
Jadi, menurutku itu aneh.
Tapi kini aku merasa lebih tenang.
Dengar, jika aku selalu bersama orang terkenal,
aku akan merasa canggung, bukan?
Omong-omong,
jangan khawatirkan soal biaya sewa.
Mulai bulan depan, aku bisa membayar setengahnya.
Banyak trofi. Luar biasa.
Jangan masuk ke sini.
Aku melihat betapa sedihnya kamu, jadi aku ingin menghiburmu.
Jangan terlalu ikut campur!
Tolong jangan pikirkan urusan pribadi orang lain.
Aku sangat menyesal sudah menjawab teleponmu,
tapi kamu tidak perlu marah.
Kita tidak bisa melakukan apa pun. Jika kalah, kamu kalah.
- Apa? - Kompetisi. Ikuti kompetisi lain.
Kompetisi itu hanya diadakan setiap empat tahun.
Sombong sekali.
Kamu yang sombong. Kamu bilang kamu tampil di "An An."
Bukankah itu hanya iklan di supermarket?
Kamu membuatku tersinggung.
Kamu juga telah menyinggungku lebih dari sekali.
Aku benci orang yang suka ikut campur!
Kenapa aku harus tinggal dengan seorang wanita
berusia 30 tahun yang telah dicampakkan pria?
Kamu baru saja menekan tombol peluncuran senjata nuklir.
Baiklah.
Aku pergi.
Kamu senang sekarang?
Aku akan pergi. Mengerti? Aku pergi. Aku akan pergi.
Selamat tinggal!
Wanita gila.
"Hayama Minami, lahir 40 Showa, 15 April."
"Hayama Minami, 40 Showa, 15 April"
Tanggal 15 April.
Ini hari ulang tahunnya.
Sisanya akan kuambil saat kamu tidak di rumah.
Tepat pukul 00.00,
dia selalu lebih cepat dari orang lain
dalam mengucapkan selamat kepadaku.
Kukira itu akan berlangsung selamanya.
Hei!
Apa?
Pulanglah.
Apa maksudmu?
Bukankah kamu menunggu telepon Asakura?
Itu bukan urusanmu!
Kamu tidak bermain untuk orang, bukan?
Hari Natal dan ulang tahun adalah pengecualian.
Kamu menunggu telepon, bukan?
Lalu kenapa?
Aku hanya bisa menunggu.
Aku sudah menyia-nyiakan satu hari penuh.
Tanggal 15 April belum berakhir, bukan?
Terima kasih.
Berikutnya.
"Jangan khawatir, berbahagialah"
Jawablah.
Jawablah.
- Jawablah. - Teleponnya bisa ditutup.
Kamu yang menunggu.
Ini rumahmu, kamu yang jawab.
Cepat!
Halo?
"Episode Berikutnya"
Bukankah ini kencan?
Asakura!
Aku tidak ingin menjadi sepertimu.
Kamu menyukainya, bukan?
Lalu kenapa jika kamu membawanya ke hotel?
Kamu sangat bodoh, karena itulah kamu dicampakkan.
"Ini karya fiksi"
"Karakter dan organisasi tidak ada dalam kehidupan nyata"
"Tamat"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.