All language subtitles for The.Blade.Spares.None.1971.CHINESE.WEB-DL.KLIKFILM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kau lihat pengumumannya, 'kan? Raja mencari pendekar.

Aku lihat persaingannya akan sengit.

Yang benar?

- Yang benar saja. - Dia sangat hebat.

Tak ada yang tersisa.

Aku ke sini untuk mencari pencerahan.

Yang benar saja ini.

Kenapa dia membunuh semuanya?

Apa kau tak tahu? Julukannya "Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun".

Ayo, ada lagi yang mau melawanku?

Aku tak mau mati, bagaimana denganmu?

Aku tak mau membuang nyawaku.

Biar aku coba.

- Naik ke atas cepat. - Ke atas?

Aku tak bisa, terlalu tinggi. Aku lebih baik tak mau coba.

Berhenti.

Jangan bercanda, paksa dia naik.

Sial, bokongku.

Cepat.

Aku bukan bercanda, aku tak mau.

Ampuni aku, Nona Ho, aku dipaksa naik.

- Jangan berdiri saja. - Jangan pakai senjata.

- Kenapa? - Aku takut benda tajam.

Aku akan berakhir seperti dua orang tadi.

Omong kosong.

Kau hebat.

Kau sangat hebat.

Cukup, aku menyerah, kau hebat.

Kungfu-mu lumayan, tapi sayangnya, pedangku tak mengampuni orang.

Aku hampir mati.

Ayo cepat jangan berbaring, bersiaga.

Akan menjadi malapetaka jika aku tetap ikut turnamen ini.

Jangan kabur, Raja bisa saja mengangkatmu.

Wanita ini sangat hebat, julukannya "Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun".

Aku harus lari untuk menyelamatkan nyawaku.

Penjaga, hentikan dia.

Hsu Chin.

Yang Mulia.

Akui pemenangnya empat.

Ho, Han, Chuang, dan Kao. Sisanya kembali lagi tahun depan.

Perhatian, Yang Mulia memutuskan turnamen selesai.

Kami mengakui empat orang.

Pertama, Ho Li Chun.

Kedua, Han Chen.

Selamat.

Ketiga, Chuang Shih Piao.

Keempat, Kao Wan.

Nona Ho, ayo turun.

Beristirahatlah di rumah tamu.

Yang Mulia akan menerima kalian malam ini.

Terima kasih, Yang Mulia.

Keluarlah, adik kecil.

Kakak, aku di sini.

Kau sangat nyaman di sana.

Kau yang mau ya, jangan salahkan aku kalau kau kalah.

Kau muncul di istana kaisar.

Dunia pasti sudah tau pendekar Chen Jo Yu.

Aku hanya ingin menunjukkan bakatku untuk menarik perhatian.

Tapi aku kalah di babak pertama.

Yang benar?

Siapa musuhmu?

Ho Li-chun sang Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun.

Julukan itu terkenal akhir-akhir ini.

Dia sangat dingin tapi dia sangat hebat.

Banyak yang mati di tangan dia.

Ya benar, aku saja hampir mati.

Apa kau melihat dia?

Ada yang bilang dia sangat cantik, tapi sombong.

Karena dia cantik.

Kau bisa bertarung dengan dia?

Sejujurnya, aku bukan tandingan dia.

Aku tanya, raja mencari bakat setiap tahun.

Ada hampir 30 orang selama lima tahun.

Setelah menang, mereka menghilang.

Aku yakin, mereka sudah terdaftar menjadi perampok.

Raja punya kekuatan dan pengaruh, kenapa dia melakukan itu?

Dia mungkin punya rencana lain.

Mengenai beberapa perampok. kita harus cari tahu kebenarannya.

Setelah festival seperti ini setiap tahunnya,...

...selalu saja ada perampokan besar.

Ayo kita cari informasi lagi.

Tunggu sampai gelap.

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Ilmu pedangmu jauh lebih hebat daripada aku.

Tapi tak lebih hebat daripada Ho.

Aku tak percaya dia sehebat itu.

Aku khawatir denganmu.

Kau benar-benar ingin ikut denganku?

Kita terlalu dekat untuk berpisah.

Baiklah, ayo.

Saudara sekalian...

Yang Mulia...

Turnamen tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Terutama ilmu pedang Nona Ho.

Kehadiran kalian berempat, suatu kehormatan bagiku.

Kehormatan bagi kami semua.

Tak perlu, aku akan bergantung pada kalian.

Ayo, bersulang.

Kehadiran kalian di turnamen hari ini menunjukkan sisi lemah dan kuat.

Analisa yang baik.

Kalian adalah petarung terbaik.

Aku mempelajari beberapa ilmu saat muda dulu.

Bisa kalian tunjukkan sesuatu?

Siapa yang bisa mengambil gelas ini dariku akan mendapatkan 500 tael.

Kenapa kalian tidak bergerak? Apakah hadiahnya terlalu kecil?

Maafkan aku, Yang Mulia.

Maaf, aku tak bisa mengambil gelasnya.

Maafkan aku.

Yang Mulia paling rendah hati.

Maafkan atas kelancanganku.

Silakan.

Kau terlalu banyak menggunakan tenaga.

Sekarang giliranmu, Nona Ho.

Bersulang untukmu dulu.

Hormatku padamu untuk ilmu yang hebat.

Kalian berempat adalah tangan kananku.

Kalian akan mengerti nanti.

Ayo bersulang.

Ini hujan. Pasti sulit.

Nona Ho tahu juga.

Hei yang di sana, masuklah.

Ayo cepat.

Tunggu, kalau mereka sudah menemukan kita, ayo masuk ke dalam.

Aku tak bisa menghentikanmu tadi, sekarang kau datang tak diundang.

Aku tak bisa mempersulitnya, Yang Mulia.

Jangan mencurigai orang baik.

Adikku ini orang yang polos, aku yang membawa dia ke sini.

Boleh aku tahu namamu?

Tang Ching Yun.

Jadi kau pendekar Tang.

Orang bilang ada pendekar muda yang banyak membantu orang.

Bukankah kau adalah pendekar naga?

Yang Mulia sangat tahu banyak.

Apa yang kau lakukan?

Kakak Tang, suasana istana sudah merubah orang.

Kurang ajar, bicaramu lancang.

Aku tak pernah makan makanan sisa di istana.

Kenapa mulutku begitu lancang?

Kurang ajar.

Jangan memaksa kami, Yang Mulia.

Margamu Tang?

Ya.

Boleh aku lihat pedangmu?

Dalam situasi ini, kau tak akan memberikan pedangmu.

Tapi aku berjanji akan mengembalikannya.

Silahkan lihat.

- Dari mana kau dapatkan ini? - Aku membelinya.

Bukan, pedang ini mempunyai sejarah.

Aku sudah gunakan ini selama 10 tahun.

Tak pernah tahu ada sejarahnya, bisa kau ceritakan?

Apakah milik ayahmu atau gurumu?

Kenapa dia mengucilkan diri selama satu dekade?

Aku tak mengerti.

Tolong beritahu dia, aku mencari dia selama bertahun-tahun.

Beritahu siapa?

Pemilik pedang ini. Kau tidak melihatnya?

Pedang ini ada ukirannya, setiap dia membunuh pendekar...

Dia mengukir garis merah, beritahu dia kalau aku tahu itu.

Katakan padaku Nona Ho, siapa pemiliknya.

Aku juga mencari dia.

Lepaskan mereka, Yang Mulia.

Apa maksudmu?

Biarkan mereka mendapat janjiku.

Akan sangat sulit menangkap kembali seekor harimau.

Jangan khawatir, ke manapun mereka pergi, aku akan menemukannya.

Sepertinya tak ada tempat yang aman selain di neraka.

Ayo.

Kau tahu pemiliknya.

Siapa?

Sun Tien Chen, Cakar Iblis.

Itu benar dia?

Siapa dia?

Kepala dari sekte hitam. Kejam dan jahat.

Tak terdengar selama 10 tahun.

Aku akan kembali.

- Kenapa tak ada lilin? - Buat apa?

Kau bisa melihat wajah dibalik sinar, tapi tidak dibalik hati.

- Kau mencurigaiku? - Kenapa harus mencurigaimu?

Kita sudah berteman tiga tahun, aku tak tahu masa lalumu.

Maafkan aku kalau ada rahasia pribadi.

Kita bukan teman baik.

Rahasia harus disimpan dari orang asing.

Mulai sekarang kita harus berpisah.

Kakak, aku tak mengerti.

Ayo masuklah.

Kau akan melihat gurumu dan memberitahu pesan dari Ho.

Aku tak punya guru.

- Jujur? - Aku tak pernah berbohong.

Biar aku mulai dari awal.

Aku tak memaksamu.

Aku tak akan menyalahkanmu karena rahasiamu.

Tak peduli dari mana asalmu dan siapa gurumu...

...aku percaya padamu, tolong jangan pergi.

Kenapa kau tak ceritakan rahasiamu?

Bagi bebanmu kepadaku.

Kau tak memperlakukanku seperti teman.

Maafkan aku.

Aku akan beritahu kau semuanya.

- Kau pernah dengar Vila Tang? - Ya.

Ilmu pedang yang tak ada tandingannya.

Tapi seluruh 70 keluarga diracun 10 tahun lalu.

Tidak semua, aku satu-satunya yang selamat.

Tak heran ilmu pedangmu sangat hebat.

Keluarga Tang mati dan tak ada yang tahu siapa yang melakukannya.

Aku juga tak tahu.

Tapi salah satunya pasti pemilik pedang ini.

Saat musim gugur, keluarga Tang pasti berkumpul di lapangan.

Itu tradisi bertahun-tahun, aku tak hadir waktu itu.

Aku sakit.

Aku ingat jelas aku terbaring sendirian di ranjang.

Aku melihat sinar lilin.

- Racunnya bekerja. - Diam.

Seseorang mungkin saja ada di ruangan itu.

Ada yang tertinggal?

Kalau ada yang tertinggal artinya masalah.

Apa itu?

Ada orang di sini?

Siapa kau?

Aku harusnya sadar, dia bilang tak boleh ada yang tersisa.

Kenapa sunyi sekali?

Aku sangat takut.

Aku lari.

Lalu aku pingsan.

Aku tak pernah kembali sejak itu.

Aku memegang pedang ini sejak saat itu.

Aku tak melihat dengan jelas pembunuhnya.

Yang mati?

Aku tak ingat juga.

Aku tak bisa mengingat wajahnya.

Selama bertahun-tahun, aku ingin tahu siapa pembunuhnya.

Setidaknya kau bisa ingat wajah orang yang mati.

- Aku tak ingat. - Kau bisa.

Aku bertanya siapa dia tapi dia tak menjawab.

Sekarang aku ingat, tahi lalat merah di dahinya.

Tahu siapa dia?

- Ho Chen. - Pembunuhnya?

Dia pasti teman Ho, Sun Tien Chun.

Mereka dulu adalah duet kejam.

Ho pasti membawaku kepada penerus Sun.

Kenapa dia harus mencari Sun?

Menurutku Ho Li Chun adalah putri dari Ho Chen.

Sejak tragedi di Vila Tang...

...duet kejam itu menghilang begitu saja.

Duo kejam dan Tang berduel tiga kali.

Setiap Tang kalah, Duo berhak membunuh orang Tang.

Ho Chen mati di tangan Sun.

Yang lain tidak mengetahuinya.

Nona Ho membiarkan kita pergi dan membuntuti kita.

Berharap melalui kau, dia bisa menemukan Sun.

Lalu di mana Sun?

Tak ada yang tahu.

Tapi kita mencari di tempat yang tepat.

Karena adanya perampokan, kita mencurigai Raja Kuei.

Nona Ho mencari Sun melalui kau,...

...kau ingin melakukan balas dendam.

Ho punya alasan bergabung dengan Kuei.

Mungkin ada hubungannya.

Kita sudah di jalur yang tepat.

Harus mencari kebenaran mengenai raja Kuei.

Yang Mulia.

Tak perlu sungkan, para pendekarku.

Kalian telah menjadi bagian dari rumah ini.

Aku menganggap kalian sebagai tangan kananku.

Dan harus memberitahu rahasia.

Mohon perintah.

Kaisar lalim dan tak bermoral.

Dia tak mengindahkan peraturan negara.

Pajak naik dan membuat rakyat susah.

Aku ingin menyelamatkan mereka, jadi aku mengumpulkan kalian.

Kalian akan menjadi pendiri negara.

Aturan, kemewahan dan kenyamanan menunggu kalian.

Tapi agar mencapai itu, kita butuh pengeluaran militer.

Itu jumlah yang besar.

Daerah mana yang menjadi target kita?

Desa Tsao.

Desa itu sangat kaya, banyak harta.

Mereka menyewa orang kuat untuk perlindungan.

Itu bukan tugas yang mudah.

Siapa yang siap? 5.000 tael setelah tugas selesai.

Ko dan aku baru di sini, kita ingin makmur.

Baiklah.

Siapa yang tak mau melakukannya untuk Yang Mulia?

Aku juga, Yang Mulia.

Tapi aku mau hadiah lebih.

Tentu saja, kapabilitasmu pantas untuk itu.

Aku akan beri kau dua kali lipat.

Terima kasih, Yang Mulia.

Jangan sampai ada yang hidup tersisa, untuk berjaga-jaga.

Pendekar Han.

Yang Mulia.

Kau tak mau ikut?

Aku tak akan membunuh orang tidak bersalah.

Maafkan aku.

Aku tak akan memaksamu.

Kau menolak 5.000 tael.

Kami akan membutuhkanmu nanti.

Dengan Nona Ho ikut serta, kita cukup kuat.

Tak perlu merepotkan Han.

Jangan menganggap enteng musuh, berhati-hatilah.

Jangan tinggalkan jejak.

Jangan khawatir.

Semoga berhasil.

Kami tak akan mengecewakanmu.

Aku akan mengirim panduannya. Dia bisa mengantarmu ke sana.

Beritahu di mana hartanya disimpan.

Bergerak besok subuh.

Kau keras kepala, 5000 tael akan bertahan seumur hidupmu.

Tetua Han, tak nyaman membawa ini, tolong simpan untukku.

Cakar Iblis.

Apa kabar, kita sudah berpisah 10 tahun.

Apa maumu?

Kenapa begitu dendam?

Setelah bertahun-tahun, aku hanya ingin menyapamu.

Raja sangat menghormatimu.

Aku membuat kesalahan bergabung dengan dia.

Membantu dia menambah kekuatan.

Menikmati kemewahan setelah itu.

Apa yang salah tentang semua itu?

Bagaimana kau tahu itu?

Aku sudah lama melayani raja. Berjuang bersama.

Aku sudah biasa dengan ini.

Hanya melihat dan ikut ke mana angin bertiup.

Kau tak akan menyesal membantu raja.

Aku tak akan ikut dalam permainan kotormu.

Aku akan pergi besok.

Kau lebih baik hati-hati.

Apa kau bilang?

Aku ke sini untuk membunuhmu.

Sun Tien Chen, kau.

Tak pernah mengira akan mati di tanganku ya?

Itu dia.

Aku rasa benar.

Dua pedang akan mengejar Nona Ho.

Kejar.

Ilmu pedangmu lebih hebat daripada aku, bisa kau berlari lebih cepat?

Tidak lebih lambat darimu.

Ayo, kita pergi.

- Lihat dua orang itu di pohon? - Ya.

Mereka menghindari kita.

Kenapa tidak ada orang?

Kakak Chen.

Kakak Chen.

- Kakak Chen. - Berhenti berteriak.

Jangan pura-pura, aku tahu siapa kau.

Nona Ho, kau benar-benar pendekar.

Kenapa kau bergabung dengan penjahat itu?

Bukan urusanmu.

Berhenti, kau mau aku mengirim pesan.

Kenapa berubah pikiran?

Kau tak ada urusan dengan pedang ini.

- Bagaimana kau tahu? - Aku menemukan pemiliknya.

Siapa?

- Cakar Iblis Sun Tien Chen. - Di mana dia?

Jangan berisik.

Aku juga mencari Sun Tien Chen.

Omong kosong.

Margaku Tang.

Semua marga Tang sudah mati.

Hanya aku sendiri yang selamat.

Jangan berdebat denganku.

Kenapa kau membawa nama Vila Tang?

Hanya aku yang selamat, pendekar muda Tang Ching Yun.

Tang tak ada hubungannya denganku.

Kenapa kau harus mencari Sun?

Bukan urusanmu.

Kau adalah putri Ho.

Jarang yang tahu bagaimana ayahmu mati.

Biar aku beritahu padamu, aku melihat Sun membunuh dia.

Ibu buru-buru pergi ke Vila Tang, berharap mencegah ayah.

Dia terlambat dan menemukan semua telah mati.

Ayah sudah mati.

Dia dan Sun meracuni seluruh keluargaku.

- Itu pantas. - Lancang sekali kau.

Terima kasih telah mengampuniku.

Julukanku adalah Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun.

Aku bisa saja mati karena pedangmu.

Hati-hati, Nona Ho.

Ini tidak bisa, kenapa kau tidak menyerang?

Kita tidak menyerang secara diam-diam.

Kau terpikat.

Harusnya kau datang lebih awal.

Kau bisa melihat dia punya kesempatan membunuhku.

Tapi dia tidak membunuhku, aku masih baik-baik saja.

Kau terpikat dia, dan dia terpikat olehmu.

Menghilang dari utara ke selatan.

Ayo kejar.

Jika aku tak bisa memecahkan kasus ini...

Aku akan menyesal seumur hidup.

Lihat jejak kuda di tanah.

Ini pasti jarahan besar, kalau tidak, jejaknya tak akan sedalam ini.

Ayo lacak jejaknya untuk menangkap mereka. Tidak akan terlalu jauh.

Baiklah.

Makanlah.

Nona Ho.

Ada masalah?

Nona Ho, Raja memerintahkan kami untuk mengambil harta.

Raja bilang kita menjarah, tapi kita tak diberi sedikitpun.

Jadi apa mau kalian?

Kami juga ingin kaya.

Diam, kalian harus ikut perintah aku.

Kalau begitu, Nona Ho, maafkan kami.

Makanlah.

Apa yang ada di pikiranmu?

Memikirkan Nona Ho?

Lebih baik panggil dengan julukannya.

Aku berpikir, dia diatas angin, bisa membunuhku dengan mudah.

Kenapa dia tidak melakukannya?

Mungkin dia tak bisa membunuh pria tampan.

Dia tak sedangkal itu.

Dia adalah putri Ho Chen.

Dia adalah orang jahat.

Meskipun Ho Chen jahat dan kejam,...

...tapi putrinya mungkin tidak jahat.

Bagaimana kau bisa yakin kalau dia baik?

Bagaimana kau bisa yakin kalau dia jahat?

Dia merampok dan membunuh orang tak bersalah.

Kau melihatnya dengan matamu sendiri.

Apakah dia baik?

Berhenti bertengkar, aku bukan tandinganmu.

Aku bukan mau bertengkar denganmu.

Kau terlalu muda dan gampang dipengaruhi.

Berhati-hati kabutnya, Nona Ho.

Biarkan kami memimpin.

Itu mereka datang.

Ada orang. Cari.

Di sana.

Kau lihat mereka?

Apa itu kau?

Berhenti bertarung.

Di sana.

Aku ingin bicara denganmu.

Kau sudah menyarungkan pedangmu.

Bagaimana jika aku serang?

Sekarang kau bisa saja langsung membunuhku.

Bicaralah.

Aku putri Ho Chen.

Apa kau tahu keberadaan Sun Tien Chen?

Dia adalah Raja Kuei.

Apa?

Sun menyamar menjadi raja.

Kenapa?

Dia membantai Tang dan membunuh ayahku agar tak ada yang bocor.

Dia takut akan balas dendam.

Sebagai raja, dia bisa merekrut petarung dan melakukan pekerjaan untuk dia.

Perampokan membuat dia kaya sebagai raja.

Semua itu benar?

Aku melihatnya.

Kungfu-nya Cakar Iblis meninggalkan sidik jari setelah membunuh.

Sudah pasti itu dia.

Musuh kita sama.

Aku tak bisa menangani dia sendirian.

Bagaimana kalau kau membantuku?

Setelah itu?

Jika kau punya nyali, kau bisa membunuhku untuk balas dendam Tang.

Setelah Sun mati, semua jarahan dia menjadi milikku.

Nona Ho, ayahmu mempunyai reputasi buruk,...

...kenapa harus kau mendapat kekayaan besar?

Lancang sekali kau mengajariku. Apa kau takut menyinggungku?

Aku membujukmu untuk berubah.

Bagaimana kalau aku tak mau mendengarkanmu?

Aku tak membencimu.

Kau mau bergabung bersamaku melawan Sun?

Baiklah.

Biarkan aku kembali ke istana dulu.

Kau akan mengikutiku.

Di belakang dinding timur ada taman di mana hanya ada sedikit orang.

Tunggu diluar tembok untuk sinyal.

Jangan bertarung, kakak Chen.

Sarungkan pedangmu, Nona Ho.

Belajar lagi jika kau ingin bertarung denganku.

Saat aku bertarung, kau sembunyi.

Memalukan.

Tak ada waktu untuk bercanda.

- Aku beritahu semuanya. - Baiklah, kau ceritakan.

Ko dan Chuang ingin bertemu.

Suruh mereka masuk.

Yang Mulia.

Bagaimana pendekarku?

Apa? Kecelakaan?

Harta ada di tangan kami dan telah disimpan sesuai instruksi.

Kami bertemu dua orang yang menyelinap kemarin dan kehilangan prajurit.

Di mana Nona Ho?

Ada satu hal.

Katakanlah.

Saat kita pergi dari toko harta, dua orang itu muncul lagi.

Ho melawan Tang.

Aku tahu itu akan terjadi.

Kalian berdua hebat, 3.000 tael lagi untuk kalian.

Terima kasih, Yang Mulia.

Satu hal lagi yang harus dilakukan.

Kami menunggu perintah.

Cegat Ho saat pulang, dan bunuh dia secara tiba-tiba.

Apa?

Kita akan lakukan yang terbaik.

Nona Ho sudah kembali.

Suruh dia masuk.

Yang Mulia.

Ini pasti melelahkan.

- Tidak juga. - Silahkan.

- Duduk. - Terima kasih.

Pekerjaannya telah selesai.

Kau pintar.

Kemenangan adalah hasilnya.

Kami bertemu dua orang itu dan kehilangan beberapa prajurit.

Kau bilang kau menangkap mereka?

Mereka akan mati di tanganku.

Aku percaya dengan Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun.

Tokonya penuh dengan harta.

Itu bukan apa-apa, seluruh dunia akan menjadi milikku.

Aku mau pembagian yang lebih banyak.

Tentu, kau jenderal terbaikku.

Terima kasih pujianmu.

10 ribu tael untukmu, ditambah pengiriman lagi nanti. Istirahatlah.

Terima kasih, Yang Mulia.

Yang Mulia.

Ingat kata-kataku.

Aku mencium pengkhianatan.

Aku tak bisa menunggu Tang.

Ada banyak orang hebat di istana.

Bagaimana aku bisa menangani mereka sendiri?

Seberapa hebat ilmu dari Sun?

Sang Pedang.

Kenapa kau mengampuni Tang?

Nona Ho.

- Siapa? - Ko dan Chuang.

Masuklah.

Ada apa?

Setelah perjalanan, dia benar-benar memberi kami 5.000 tael.

Bukankah itu hebat?

Bukankah kau kemari untuk membunuhku?

Kenapa tidak bergerak?

Saatnya beraksi.

Kau punya nyali.

Mundur.

Taruh itu.

Pedangku tidak mengampuni orang.

Siapa yang menyuruh?

Raja Kuei.

Ampuni kami, Nona Ho.

Tahu kenapa dia mau membunuhku?

Tidak.

Karena aku tahu masa lalu dia.

Masa lalu dia? Siapa dia?

Sang Cakar Iblis Sun Tien Chen.

Kau pasti sudah dengar.

Itu saja.

Sekarang pergilah.

Ke mana kita harus pergi?

Lari selamatkan nyawamu, ke gunung dan hutan.

Selama Sun tak bisa mencarimu, kau akan selamat beberapa hari.

Bagaimana kita bisa lolos?

Selamatkan kami, Nona Ho.

Kalau tidak sama saja kita akan mati juga.

- Maukah kalian menurutiku? - Demi nyawa, tentu saja.

Kalau begitu, jangan takut.

Pegang pedangku, kemarilah dan dengarkan aku.

Kau lebih baik tunggu di sini.

Kenapa?

Ingat, kita harus tetap bersama.

Apa kau takut dijebak?

Aku harus menemanimu.

Kita adalah saudara yang telah bersumpah.

Baiklah, ayo.

Kami menangkap dia, sedang tidur.

Aku menyerang dia dua kali.

Ko menendang dia, dia hampir mati.

Apa dia masih berontak?

Kami membawa dia untukmu.

Luar biasa.

Ilmu Cakar Iblis yang hebat.

Apa yang bisa kaulakukan tanpa pedang?

Apa lagi?

Kalian berdua benar-benar setia padaku.

Yang Mulia, kami...

- Penjaga. - Kami datang.

Penjaga.

Apa yang bisa aku lakukan untukmu?

Raja terluka.

Bagaimana lukamu, apakah buruk?

Jauh dari fatal.

Pergi.

Kami sudah menyelamatkanmu.

Kau boleh pergi sekarang.

Ke mana aku harus pergi?

Ke manapun kau mau.

Mari berpisah.

Kenapa?

Kau bersama kami sekarang?

Dia terluka.

Bagaimana kita bisa tinggalkan dia sendirian?

Bagaimana jika Sun mengejar?

Siapa yang peduli?

Apa kita harus gendong dia selamanya?

Pendekar Chen bersama Sang Pedang.

Skandal luar biasa.

Aku juga terluka.

Kita butuh istirahat.

Meninggalkan dua orang teman bukanlah tindakan pendekar.

Siapa bilang kita teman?

Tang dan aku mempunyai perjanjian.

Sebelum menyingkirkan Sun, kita teman.

Kalian teman, tapi bukan aku.

Mari berpisah.

Tak heran kau adalah pendekar ngamuk, kau terlalu emosi.

Kakak Chen.

Ingat kita adalah saudara yang telah bersumpah.

Aku sudah selesai.

Jangan marah.

Kita harus sembunyi.

Tak perlu lihat sekeliling.

Kembali ke tempatmu saja.

Kenapa?

Sun menebak kau tak akan sembunyi dekat-dekat sini.

Kembali ke rumah adalah tempat teraman.

Dia benar.

Dia sangat pintar.

Baiklah, dia pintar, aku bodoh.

Kenapa kau tidur di sini?

Di sini dingin.

Kenapa, apa aku pernah menyinggungmu?

Berhenti memprovokasi dia, Nona Ho.

Aku bunuh dia, ya?

Jika aku ingin membunuh dia, kau tak bisa menghentikanku.

Kau berani?

Jangan bercanda Nona Ho.

Apa yang kau dapat dari kota?

Beberapa pedang itu bagus,...

...jadi pendekar yang mengamuk ini tak bisa mengejekku.

Tak ada yang mengejekmu.

Kalau begitu aku tak akan memanggilmu pendekar mengamuk.

Aku selalu mengagumimu.

Pertama, ayo bunuh Sun bersama-sama.

Aku membeli ini untukmu, kakak Chen. Anggur Kaoliang terbaik.

Aku...

Apa kau tanya tentang istana?

Ya.

Bagaimana situasinya?

Kita sembunyi selama 10 hari.

Tapi istana kosong selama sembilan hari.

Satu hari setelah pertarungan kita...

...Raja Kuei memimpin kelompok dan keluar.

Dia pasti mencari kita.

Dia tahu kita akan melawan balik.

Takut dengan kita, dia sembunyi.

Di mana?

Kalau kau membunuhku, kau tak punya jawabannya.

Kau tahu di mana dia berada?

Tebakanku tak akan terlalu jauh.

Di mana dia?

Di gua harta rahasia.

Di mana itu?

Dibalik air terjun besar.

Ini dia.

Di belakang air terjun ada jembatan.

Di belakang lagi ada dua gerbang besi.

Apa yang kita lakukan?

Aku akan membuat mereka menurunkan jembatannya.

Tapi seberapa kuat dirimu?

Apa maksudmu?

Apa kau lihat batu besar itu?

Itu posisi jembatannya kalau diturunkan.

Kalian berdua harus mendaki batu itu. Pura-pura melihat sekeliling.

Mereka akan menurunkan jembatan untuk membunuhmu.

Kau harus menahan ujung jembatannya.

Kenapa?

Saat jembatan turun, gerbang besi akan terbuka.

Aku harus menyerang di saat itu untuk memberi serangan kejutan.

Kalian berdua harus ikut.

Baiklah, ayo coba.

Hati-hati.

Ikut aku.

Hati-hati.

Ada apa?

Boneka.

Di mana Sun?

Ayo kita cari dia.

Ayo.

Akhirnya kau datang untuk mati.

Sun, kau bertopeng.

Kakak Chen.

Kakak Chen.

Kau benci padaku setiap saat.

Kenapa kau mati untukku?

Hanya untuk kalimat "Kakak Chen".

Kakak Chen.

Kakak Chen.

Aku selalu mengganggu dia.

Tapi dia berkorban untukku.

Bawa dia.

Kita adalah saudara yang telah bersumpah.

Kau tak mau hartanya?

Tidak.

Kakak Chen telah mengajariku sesuatu.

Ada hal yang lebih berharga daripada emas.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.