Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
5 PESERTA BERTAHAN
ATLET HYBRID
TENTARA
ATLET OBSTACLE COURSE RUNNING
AHLI PASANG BATAKO
TUKANG BATA
Saat torso kita di antara lima terakhir,
kita hanya memikirkan keluarga dan dukungan mereka,
kita harus bersikeras, bertahan, dan terus berjuang.
Aku hanya fokus
pada posisiku, torsoku, keluargaku.
Aku hanya memikirkan
ayahku, saudaraku, ibuku, saudari-saudariku, keluargaku.
Itu yang memotivasiku untuk terus hidup,
untuk terus maju.
Aku rela mengorbankan tubuh, pikiran, dan jiwaku
agar bisa bertahan di kompetisi ini.
Aku akan selalu berusaha menjadi nomor satu.
Meski ada kesulitan.
Ale Gamboa telah tereliminasi.
Aku tak bisa melanjutkan.
Semuanya hilang begitu saja.
Semua yang kutahan dan kujalani sia-sia.
Dia pejuang hebat.
Dia berusaha keras,
tapi aku merasa lega.
Ale, tanpa diragukan lagi, adalah wanita yang hebat.
Dia wanita yang memiliki fisik sangat kuat.
Mentalnya mengejutkan kami.
Kalian luar biasa.
Para Peserta, setelah lebih dari enam jam menahan beban torso kalian,
Pengorbanan telah berakhir.
Iván Guerra,
Albañil Legendario,
Ángel Quintero,
Jesús Cárcamo,
kalian menunjukkan bahwa kalian siap berkompetisi
dan akan kembali sebagai satu tim.
Aku senang saat diberi tahu bahwa yang bertahan
akan menjadi satu tim.
Aku merasa didukung.
Aku merasa senang karena bisa mengatasi tantangan.
Sekarang, kami akan terus maju. Kami akan terus melangkah selama bisa.
Itu saja.
Kau hebat.
Aku pergi dengan penuh rasa syukur dan cinta.
Wow!
Aku pergi dengan banyak teman. Aku bertemu banyak orang hebat.
Itu dia.
Aku tak menyesal.
Aku sudah berusaha di tiap tantangan. Itu pasti.
Ayo!
Dan menurutku, pengalaman ini…
akan jadi pengalaman tak terlupakan.
- Ayo. - Hore!
Aku berhasil. Aku puas dengan usahaku.
Ini buktinya. Tanganku menyerah.
Kalian gila.
Kalian amat gila.
Aku hanya bisa merasa
bersyukur.
Hati-hati.
Ini sangat sulit.
Aku tak menganggap diriku atlet,
tapi pejuang.
Pejuang berjuang sampai mati.
Kami masih hidup, tapi misi kami belum tercapai,
yaitu terus maju sampai akhir.
EPISODE 6 TIAP DETIK BERHARGA
Kita bisa merasakan ketegangannya.
Namun, kita juga bisa merasakan
semacam kebanggaan bahwa 20 besar ada di sana.
TIM ORANYE
TIM ABU-ABU
TIM KUNING
TIM HITAM
TIM HIJAU
Aku jadi teringat
saat semua torso masih ada di sini.
Aku tahu kompetisi makin sulit,
tapi melihat ini membuatku sadar bahwa permainan ini makin berbahaya.
PEGULAT OLIMPIADE
Para Peserta,
tantangan berikutnya
juga merupakan tantangan tim.
Aku gugup menghadapi tantangan berikutnya,
tapi aku bangga melihat
hanya tersisa 20 orang, hanya sedikit torso,
dan aku berhasil mencapai tahap ini.
Tapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus kalian tahu.
Apa itu?
Aku cemas karena kupikir
kami akan saling menyingkirkan.
Apa yang akan mereka katakan sekarang?
Bukan hanya kalian ber-20
yang akan mengikuti tantangan berikutnya.
Sampai beberapa saat lalu,
empat lawan kalian berjuang
untuk mendapat kesempatan kembali ke kompetisi ini.
Aku hanya memikirkan
bahwa mereka akan berbahaya.
Silakan.
Kami terlahir kembali sebagai feniks.
Yang terkuat dari kami kembali.
El Albañil Legendario kembali!
Awas. Kami sudah buktikan kemampuan, dan ada alasan kami di sini.
- Bagus! - Kalian gigih, ya?
Para peserta yang kembali itu tangguh.
Albañil, teman militerku. Itu tim yang tangguh.
Kurasa mereka akan menjadi tim yang solid.
Kurasa persaingannya sangat ketat
karena semua tim berisi tiga pria dan satu wanita,
dan sekarang ada tim yang berisi empat pria.
Ini akan makin sulit, tapi kami bisa melakukannya.
- Hei. Apa kabar? - Selamat.
Terima kasih.
Monster.
Senang mereka kembali
karena akan kubunuh mereka lagi.
Ángel Quintero, El Albañil Legendario, Iván Guerra, Jesús Cárcamo,
kalian akan menjadi tim baru
dengan Ángel Quintero sebagai kapten.
Aku lihat banyak kemampuan dan kelebihan dalam diri Quintero,
jadi aku memilihnya, dan yang lain setuju.
TIM PUTIH
Sekarang, kalian harus memilih lawan secara acak.
Dua tim yang mendapatkan bola dengan warna sama akan berhadapan.
Para Kapten, dekati guci
dan ambil satu dari enam bola di dalamnya.
Aldo Gutiérrez.
Kuning.
Bola kuning.
PEGULAT OLIMPIADE
Brandon Díaz.
Bola biru.
PEGULAT OLIMPIADE
Ángel Quintero.
Sebenarnya, aku ingin melawan siapa pun.
Makin sulit tantangan, makin kuat kita dan makin terlihat kemampuan terbaik kita.
Bola merah.
ATLET OBSTACLE COURSE RUNNING
Jika harus melawan tim kuat, mereka memang kuat, aku tetap yakin.
Jika itu misi, kami akan berusaha keras.
Kurasa kami harus menghindari tim yang baru datang.
Karena mental mereka sangat kuat.
Jadi, mereka lawan yang tangguh.
Timku tak takut lawan siapa pun,
tapi kami tak meremehkan mereka.
Kami tahu apa pun yang takdir berikan harus kami hadapi.
Pascal Nadaud.
Biru.
Tim Brandon juga dapat bola biru.
Aku segan sekaligus waspada
karena mereka tim yang kuat.
Tim Pascal kuat,
tapi mereka melawan para pegulat.
Kami harus mengalahkan mereka.
Quique Luna.
Aku yakin kami akan lolos ke babak berikutnya.
Kami tak takut dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
Kuning.
Kami melawan Quique.
Dia temanku. Aku menyukainya.
Mereka juga punya Miguel. Dia dulu di tim kami.
Jadi, menurutku, ini akan jadi tantangan yang sangat berat.
Luis Mora, ambil bola terakhir.
Itu berarti tim Luis Mora
akan melawan tim Ángel Quintero.
Kita akan melawan mereka.
Dari kekuatan, daya tahan, tenaga,
kami semua seimbang.
Aku siap bertanding.
Kami akan kalahkan mereka lagi.
TANTANGAN 4
TIM HIJAU VS TIM HITAM
Aku bersama perenang Olimpiade,
anggota tim nasional angkat besi,
pemain rugbi yang juga menekuni CrossFit,
dan beberapa olahraga, seperti jujitsu. Timku hebat.
Sepertinya lingkaran dengan tepi-tepi kecil.
Para Peserta,
selamat datang di tantangan keempat Physical 100: Mexico,
Kalender.
Dalam tantangan ini, pindahkan 15 potongan dengan berat hingga 100 kg.
Beberapa di antaranya akan terkubur di pasir
dan harus diangkut sejauh 30 meter,
lalu disusun dengan benar
untuk membentuk kalender raksasa.
Tiap tim akan memutuskan cara membagi peran mereka.
Salah satu anggota harus memanjat setinggi enam meter
untuk melihat panduan dan memberi arahan
untuk menyusun Kalender dengan benar.
Tanaman, awan, mentari.
Satu orang akan memberi tahu bagian mana yang dipasang.
Kami akan mengangkut. Kami harus menggunakan kekuatan.
Kami harus atur strategi.
Tim pertama yang menyusun Kalender dalam urutan benar akan menang.
Jika potongan-potongan itu ditempatkan dengan benar,
obor kemenangan akan menyala.
Selain kekuatan,
fokus, pengamatan, dan komunikasi
akan sangat penting dalam tantangan ini.
Itu! Armadillo itu!
Satu kesalahan
bisa membuat kalian tersingkir dari kompetisi.
Soal kekuatan, kami harus sangat kompak.
Mengetahui potongan mana yang pertama akan sulit.
Dalam tantangan ini,
hanya tim tercepat yang akan melanjutkan kompetisi.
Tim lainnya akan tereliminasi.
Tak ada tantangan yang mudah.
Ini keterampilan mental dan fisik, serta kemauan keras.
Sulit menentukan urutannya dari gambar hewan,
tapi di bawahnya ada pola yang bisa dicocokkan, 'kan?
- Itu rangkaian penghubungnya. - Ayo hubungkan…
- Ya, dengan itu. - Satu harus memanjat.
Kita kuat dan terampil.
Kita bertiga bisa mengangkutnya.
- Ini sama. - Baik, ini yang menghubungkan.
Ini potongan gambar.
Misalnya, setelah di sana, katakan, "Ikan, bulan, ayo!"
Katakan tiga sekaligus agar cepat dipindahkan.
- Oke? - Ya.
Katakan tiga berikutnya.
- Aku sebut begitu? - Begini.
Oke? Kita lakukan searah jarum jam, ya?
- Oke. - Agar tak bingung.
Kami butuh strategi dan komunikasi.
Dan terakhir, tentu saja kekuatan dan daya tahan.
Ini bukan soal awalnya, tapi cara menuntaskannya.
Jadi, jangan buru-buru karena ingin segera mengangkutnya.
Maksudku, sabarlah.
Jika gambarnya ada, itu cukup sederhana.
Jadi, itulah sebabnya kami memilih pendaki tercepat, yaitu Judoman.
Waktu akan menjadi kuncinya.
Tantangan Kalender dimulai
sekarang.
- Dua… - Ya, sudah.
- Tidak. - Tunggu.
Lebih baik bawa begini.
- Itu dia. - Tenang.
Aku mulai membawa potongan itu dengan Miguel.
Kami sadar potongan itu cukup berat.
ATLET CROSSFIT
Potongannya cukup berat.
Jika aku tidak kompak dengan rekanku, bakal sedikit kacau.
- Ayo. - Balikkan lagi.
Ayo. Dua, tiga.
Adrenalin, energi, hasrat.
Aku dan Quique melakukannya dengan baik.
Ayo, kita bisa!
Di sana.
Ada potongan yang harus kami gali. Itu cukup berat.
Terakhir saja.
Kami ambil potongan berikutnya.
Yang ini terakhir saja.
Kami bawa satu, dua.
Pada potongan ketiga, kaki kami lemas.
Ayo, Jaz.
Di situ. Itu dia.
Berlian?
- Dua? Oke. - Di belakang.
Sejauh yang kalian bisa.
Di sana. Tujuh meter.
- Kita naik. Oke. - Jangan menghalangi.
Di sana.
Aku lelah
karena medan yang tidak stabil menguras semua kekuatanku.
Itu membuatku lebih lambat
dan membuat semuanya terasa lebih berat.
Ayo, Tim!
Aldo, ikut aku. Dia tak bisa lanjut.
- Aku bisa. Ayo. - Aku membawa bebannya.
Aku melihat Jaz dan Jorge lelah.
Aku juga lelah, tapi kami tak menyerah di sini.
Kami akan berusaha lebih dari 100%.
Baiklah, angkat. Satu, dua…
Sial!
- Kau tak apa? - Ya.
Peringatkan aku.
Itu terlepas. Aku jatuh.
Potongan itu terlepas dari tangan rekanku. Aku terlempar.
Tapi aku bilang, "Naiklah, selesaikan ini, dan lanjutkan."
Yang mana? Ini?
Itu! Armadilo!
Sebaliknya. Di sisi lain.
Tarik.
Sudah, Aldo!
Aku sudah di atas, tapi ternyata tak mudah.
Armadilo!
Armadilo itu lima. Lima.
Tim lain bergerak cepat. Kami imbang.
Lalu mereka tinggal satu potongan lagi.
Oke. Satu, dua…
- Astaga! - Aku tersenyum saat memanjat.
Aku sangat menikmati ini.
Ayo.
Ayo.
Satu, dua…
Dari samping, Quique.
Aku melihat tim lain, dan kami seimbang.
Kami tunggu arahan
untuk menyusunnya.
Jaguar di samping wajah burung hantu.
Samping burung hantu?
- Ya. - Di samping burung hantu.
- Geser ke sini. - Ke sini.
Kita tak bisa melihat bagian simbol yang terpotong, jadi ini akan sulit.
Kami harus memecahkannya, tapi kami akan berhasil.
Bagus.
Sekarang apa?
Aldo, bantulah!
Armadilo, lima!
Aku saja.
Itu. Dua ruang jauhnya. Pas di sana.
Kami sepakat bahwa arahan akan diberikan searah jarum jam.
Jadi, komunikasi jauh lebih mudah.
Itu pas di sana. Ayo.
Sekarang puma!
Setelah sampai, baru kami akan mengatur strateginya.
Kami tak boleh kehilangan fokus sekarang.
- Ayo. - Dorong ujungnya.
Bagus.
Aku berbalik melihat tim lain,
dan kami punya 100% peluang menang.
Matahari, awan.
Lepaskan. Ini ruang yang benar?
Ya.
Bantu aku, Migue.
Tanaman, awan, matahari. Tanaman, awan…
Lalu matahari.
Bagus!
Kelinci di sebelah iguana.
Di sini. Ayo, Tim!
- Di sana. - Di sampingnya.
- Di sana. - Kutaruh dengan benar.
Kelinci, lalu matahari.
- Telinga tertutup atau terbuka? - Yang mana?
Ada dua kelinci.
- Telinga… - Yang mana?
- Tertutup? - Ini?
- Tunggu. - Ini kura-kura.
- Hanya ada satu kelinci. - Ini.
Judoman ragu.
Itu membuatku gugup.
Cemas.
Tunggu.
- Kembalikan armadilo. - Apa?
- Apa ini? - Bunglon.
- Iguana. - Bunglon.
Bunglon.
- Di atas. - Bunglon.
- Di atas. - Tak ketemu.
Judo, ayolah.
Entah kenapa Judo diam saja.
Kami butuh arahan.
- Di sebelah ini. Di atas. - Dan ini?
Lihat yang di kanan.
Lihat kanan atas. Di jam satu.
Tim lawan kurang kompak. Mereka salah menyusun potongannya.
Tapi itu masalah mereka.
Aku fokus pada timku, dan kami harus selesaikan tugas ini.
Di arah jam satu.
Entah kenapa, dia tak memberikan arahan.
Aku mulai kehilangan kesabaran
karena kurasa keunggulan kami mulai hilang.
Kelinci itu di sini.
Ya.
Ayo.
Lalu, Judo?
- Kelinci. - Lepas yang satunya.
- Tangan bunglon. - Tak muat.
Ekor bunglon.
Hati-hati.
- Ya. - Kura-kura di ekor bunglon.
Saat aku menyadari kesalahanku,
masih ada waktu.
Kami masih bisa berhasil.
Semut di sebelah ayam jago. Lurus ke depan.
Itu dia. Tepat di sebelah ayam jago. Tepat di sebelahnya.
- Bagus sekali. - Yang mana lagi?
Tiga, dua, satu.
- Bantu. - Itu dia.
Putar di sini.
- Ayo. Dua, tiga. - Hitungan ketiga.
Tiga, dua, satu.
Tiga, dua, satu. Itu. Kudorong dari sini.
Ini berikutnya.
Kami menyusun ulang beberapa potongan.
Kami bisa melakukan apa pun.
- Semut di sini. Ayam. - Semut di sini.
Satu, dua…
Aku akan angkat.
Dorong.
Ayam berikutnya. Ayam setelah semut.
Pau, bulan setelah ayam.
Bulan setelah matahari.
Ini belum selesai.
Belum ada obor yang menyala.
- Satu ke sini. Sini. - Ayo, habis-habisan.
Ayo, bantu. Bantu Jorge.
- Lihat hasilnya. - Satu di sini!
Emmanuel mengarahkan kami dengan baik dari atas.
Jadi, langkah kami sudah tepat.
- Dekatkan buahnya. - Di antara dua itu.
Kalian pasti bisa.
- Kalian berdua, dorong. - Dorong.
- Ya. Sekali lagi. - Itu.
Ayo, Bung!
Satu potongan tak pas.
Aldo, Jazmín, dan aku sudah tak kuat.
Turunlah, Emmanuel.
Di sisi ini.
- Aku turun. - Angkat.
Jujur, ini strategi bagus karena Benítez turun untuk membantu kami.
- Ayo, tim. Ke sini. - Emmanuel, sini.
- Ayo. - Satu, dua…
- Ini macet, ya? - Ya.
Itu dia, Pau.
Ini macet.
- Ayo! - Ini benar?
Ayo!
Sedikit lagi.
Emmanuel benar-benar mengubah tim.
- Kita harus memindahkan matahari. - Ayo.
- Astaga. - Ya.
Pindahkan matahari.
Mulai tarik.
Seharusnya kami meletakkan potongan di tempat yang benar sejak awal.
Itu seharusnya tak terjadi.
Masukkan ini.
Itu dia.
Bagus!
- Kita berhasil! - Sudah kubilang.
Bagus!
Kita menang!
Bagus!
Kami menang. Torso kami masih aman.
Hore!
Kita melakukannya dengan baik. Syukurlah.
Kunci kemenangan ini
adalah strategi yang kami terapkan
dan kekompakan kami sebagai tim.
Ya, kami akan tampil lebih baik jika aku jadi pemimpin.
Tapi, pada akhirnya, kami tim, dan jika satu kalah, kami semua kalah.
- Kita hebat. Tak apa. - Ya!
- Kita bisa menang. - Kita hebat.
Itu sangat sulit.
Ayolah, kita satu tim. Ayolah.
Sudah terlambat untuk mengubah keadaan.
Tiga orang lagi harus menanggung kesalahanku.
Aku sulit fokus dan melihat simbolnya.
Aku merasa terbatas lagi, seperti saat aku berusia 10 atau 11 tahun.
Aku belum bisa sepenuhnya percaya pada penglihatanku.
Aku sudah dua kali operasi, tapi aku masih punya keterbatasan.
Tim Aldo Gutiérrez,
kalian yang pertama menyusun Kalender dengan benar.
Jadi, kalian bisa melanjutkan kompetisi ini.
Ayo, Jorge.
Bagus, Tim!
Kalian pantas menang.
Itu sangat menyakitkan.
Aku berteman baik dengan Enrique dan Miguel.
Melihat mereka kalah dan sedih
membuatku merasa tak enak,
tapi kami harus maju dan terus berjuang.
- Itu salahku. - Kemarilah.
- Kita menang atau kalah bersama. - Ayo, Meksiko!
Tim lain hebat.
Mereka berkomunikasi dan mengeksekusi dengan baik.
Begitulah. Harus ada yang menang dan kalah.
Begitulah.
TIM HIJAU VS TIM HITAM
Ayo! Bagus.
Bagus!
Kami masuk, dan aku merasa sangat senang.
Masuk bersama timku…
- Kita berhasil. - Bagus.
Bagaimana?
Menegangkan, 'kan?
Tidak, Benítez, jujur saja, kau di atas sana adalah kuncinya.
Sejak kami satu tim,
suasananya hebat.
Eksekusi kami sempurna, dan semuanya menguntungkan kami.
TIM ORANYE VS TIM ABU-ABU
Para Peserta…
tantangan Kalender dimulai…
sekarang.
- Di mana? - Ke mana?
Dua, tiga. Ayo.
Rencananya, Mariana naik, mengingatnya, turun,
membantu kami menyusun atau mengangkut potongan,
lalu naik lagi, menyusunnya lagi dari atas,
dan lihat apakah kami benar.
Semoga ini keputusan terbaik.
- Satu, dua, tiga. - Ayo.
Putar. Putar.
Kami akan memindahkan potongannya sebanyak mungkin.
Ini yang diperintahkan timku, dan aku patuhi.
Tapi aku rasa kami akan bekerja dua kali.
Yang itu berat.
Ambil ini.
Kami mulai dan sadar potongannya amat berat.
Lebih dari yang diduga.
Terlalu berat.
Beratnya antara 80 dan 100 kg. Jadi, berat.
Beratnya tidak bisa dibandingkan.
Aku belum pernah mengangkat ini.
Ayo.
Tidak, ini cukup berat.
Saat aku mengangkatnya, aku kesal.
Itu bisa diangkut dua atau tiga orang, tapi tidak bisa sendiri.
Ayo.
Tahan. Itu dia.
Aku merasa tenang
karena aku juga pandai mengangkut.
Tinggi dan beratku bagus, jadi aku bukan gadis lemah.
Oke, kelinci, matahari…
Kelinci, matahari, awan, tanaman.
Ini lebih sulit dari dugaanku.
Beberapa potongannya mirip.
- Apa kau bisa melakukannya? - Tidak, berat.
Jahir tak bisa memindahkan satu potongan sendiri.
Jadi, strateginya berubah. Kami memindahkan satu per satu.
- Apa? - Kelinci.
Ayo. Kelinci di sini.
Kelinci, matahari.
- Di mana? - Di sana.
- Oke. - Di sebelah iguana.
Lebih baik kami langsung menyusunnya
sesuai urutan Kalender.
- Di sana. - Ayo.
Lepaskan.
Kami mulai kehilangan genggaman, dan ini makin rumit.
Satu, dua, tiga.
Oke. Tinggalkan di sana.
- Yang berikutnya sangat berat. - Itu berikutnya.
- Di sana? - Ayo.
Itu dia. Sampai sana.
Jika kami terus bekerja seperti ini,
kami bisa menang.
Aku tak mau tertekan dengan melihat
tindakan atau strategi mereka,
tapi kami melakukannya dengan baik.
Kelinci, matahari, awan, tanaman.
Aku merasa bertanggung jawab karena aku yang melihat Kalender,
tapi ini lebih efektif.
- Kelinci, matahari, awan, tanaman. - Kelinci di sana.
- Ayo susun. Kelinci. - Kelinci selanjutnya?
- Kelinci, matahari, awan, tanaman. - Satu, dua, tiga.
Apa itu?
Memindahkan semua potongan sekaligus memang bagus,
tapi kami memutuskan langsung menyusunnya begitu memindahkannya.
Itu lebih efektif.
- Di sana. - Lagi.
- Putar ke sana. Itu dia. - Oke.
Itu dia.
- Kelinci. - Matahari.
Harimau, armadilo, ikan.
Harimau, armadilo, ikan, ular.
Harimau, armadilo, ikan, ular.
Kecepatan kami bagus.
Tiap empat potongan, Mariana naik lagi untuk melihat potongannya.
Aku khawatir potongan-potongannya
tidak cukup rapat.
Aku percaya diri karena aku tahu kemampuanku.
Aku juga tahu kemampuan fisik timku,
jadi aku tak takut.
Kami takkan mudah kalah.
Itu dia.
Ambil dari belakang.
Komunikasi kami baik.
Potongannya pas.
Tinggal menjaga kecepatan, dan jangan diam saja.
Keluar. Di sisi ini.
Kali ini, aku melihat tim lain, dan kami sedikit lebih unggul.
Bedanya, semua potongan mereka cukup dekat dengan kalender mereka.
Kami masih punya potongan di sisi lain,
dan itu membuatku gugup.
Ayo.
Sekarang.
- Jangan istirahat! - Bergerak.
Aku tak menyangka ada di sini.
Aku membayangkan berada di tempat lain, tempat yang lebih buruk.
Kuburan, penjara. Berada di sini sangat berarti.
Aku ingin melihat kalian bermain.
Di sini.
Kulihat timku menunjukkan kegigihan di tantangan ini,
jadi aku juga menunjukkan kegigihan
dan naik secepat mungkin, turun, dan membantu mereka.
Ini awan, Bung.
- Awan. - Awan.
- Angkat… - Awan di sana.
- Ini di sana. - Awan di sana.
Kita kekurangan bulan.
Aku berbalik dan melihat tim lain tak pernah berhenti.
Itu memotivasiku untuk terus berjuang, terus mengangkut.
Satu, dua, tiga!
- Jatuh! - Coba lagi!
- Ayo, lagi! - Satu, dua, tiga!
Musuh terburuk tiap atlet adalah rasa lelah.
Tanganku aman, punggung atasku aman,
kakiku aman,
tapi punggung bawahku berkata, "Aku harus menjatuhkannya."
Di sana. Sedekat mungkin. Ayo letakkan di sana. Jatuhkan!
Kami tak menyangka tantangan ini
akan sesulit yang kami alami sekarang.
Memindahkan monolit lebih mudah.
Ayo.
Kerang, bulan, ayam jago, semut.
Ganti yang itu! Kerang, bulan, ayam jago, semut.
- Yang mana? - Semut ke kanan.
- Maksudku ke kiri. - Tunggu.
Daghni sialan.
Daghni salah.
Kesalahan itu mahal, dan itu membuat kami jengkel.
Jangkrik di ruang kedua.
- Apa di sini? - Apa di antara bulan dan semut?
- Tunggu. - Ayam jago.
- Ayam jago di sini. - Ayam jago. Di mana?
Ruang kedua di sini.
Aku ingin berteriak, "Daghni, cepatlah!"
Di ruang kedua.
- Di samping bunglon? - Di ruang kedua.
Ke sini.
Tarik lagi.
Sekarang, Daghni harus melakukan tugasnya,
Herrera melakukan tugasnya, Ámbar melakukan tugasnya, aku juga.
Jika semua melakukan tugasnya, kami bisa menyelesaikannya.
- Dan harimau? - Ambil ini.
Bajingan. Bantu aku.
Ayo. Satu, dua… Itu.
- Ya. - Bukan ini. Bintang.
Itu dia. Ayo. Satu, dua, tiga.
- Kurasa ini bukan di sini. - Bantu dia.
Serius?
Aku sadar potongan yang Mariana
suruh pasang salah.
Cek setelah ayam jago.
Bulan dan semut benar.
Sudah benar. Aku tahu ini.
- Ini salah. - Bintang, ayam jago.
Aku tahu itu salah.
- Ayo bawa yang lain. - Ya.
Bintang setelah semut. Bintang.
Oke, ayo.
- Ayo. - Aku ikut.
- Apa? - Bintang setelah semut.
Bintang yang mana?
- Ada bulan. - Bulan dan ayam jago.
Bulan, ayam jago, semut.
Hanya satu potongan yang salah. Kami terus bekerja.
Taruh di sana.
Apa selanjutnya?
- Bulan, ayam jago. - Bagaimana?
Bulan, ayam, semut, bintang.
Hati-hati dengan kakimu.
Kami hanya perlu menukarnya, tapi jika aku tak menyadarinya,
itu bisa jadi masalah besar nanti.
Yang kambing aman.
- Punggungku. - Kau bawa bintang.
Lebih ringan.
Satu, dua, tiga.
Kukira Brandon akan menyerah,
tapi kulihat dia mampu menguasai diri dan bangkit lagi.
Tunggu.
Aku tak bisa lanjut.
Punggungku hampir membuatku jatuh,
tapi sebagai kapten, aku tak bisa mati duluan.
Bagus.
Ayo.
Tampak berat.
Kami kelelahan. Aku benar-benar kehabisan napas.
Lengan bawahku sakit.
Ayo.
- Dua lagi. - Pegang dari sisi itu.
Ayo, upaya terakhir.
- Berat. - Di sisi itu.
Satu, dua, tiga.
Ayo, Dom, semangat.
Ayo, Dom. Kau mau terus bermain?
- Ya. - Teruskan.
Aku kehabisan tenaga sampai rasanya ingin berhenti dan muntah
karena terus membawa beban ini.
Potongannya terlalu berat.
Satu, dua…
Satu, dua…
Daghni, bintang.
Di sisi mana?
- Di sisi mana? - Turunkan!
Turunkan!
- Astaga, Daghni. - Di sini.
Aku ingin Daghni lebih fokus memberi tahu letak potongannya.
Kami tak perlu berusaha lebih keras.
Aku mulai merasa stres
karena tubuhku memintaku berhenti.
Aku naik.
- Tarik. - Di mana bintang?
Di sana.
- Di sebelah api? - Ya.
- Ayo. - Ayo, Dom.
Ayo, Bung.
Mariana, naik.
Dominick habis-habisan.
Aku sudah kesulitan seumur hidupku.
Aku diremehkan karena bukan orang yang paling kekar atau terampil.
Tapi aku bukan orang yang mudah menyerah.
Ini jelas bukan cuma soal
siapa yang terkuat, tapi siapa yang paling gigih.
Lihat kalendernya mumpung kau di sini.
Ayo, Dom.
Ayo. Aku akan menarik semuanya.
Takkan muat.
Kau duluan.
Kami semua lelah,
tapi kami meninggalkan semuanya di arena itu.
Itu pas.
Ayo.
Aku khawatir aku tak menyadari
jika ada bagian yang salah tempat.
- Ayo. - Ayo, mereka akan selesai.
Ayo.
Satu, dua…
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.